Pengaruh pengendalian anggaran dan karakteristik laporan keuangan daerah terhadap transparansi laporan keuangan pemerintah

Gratis

0
6
185
2 years ago
Preview
Full text
PENGARUH PENGENDALIAN ANGGARAN DAN KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP TRANSPARANSI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH (Studi Empiris pada Laporan Keuangan Pemerintahan Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Disusun Oleh Nunung Iyoh Sunaziah 1110082000018 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2015 i ii iii iv v DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. Identitas Pribadi 1 Nama : 2 Tempat, Tanggal Lahir : Pandeglang, 29 Desember 1991 3 Alamat : Nunung Iyoh Sunaziah Kp. Batunungku, RT 003/RW 005, Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten 4 No Tlp/ Hp : 085695106039 5 Email : Nununk92@gmail.com II. Pendidikan Formal 1. SDNegri Sukasari 2 Tahun 1998-2004 2. MTs Malnu Pusat Menes-Pandeglang Tahun 2004-2007 3. MA Malnu Pusat Menes-Pandeglang Tahun 2007-2010 4. S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2010-2015 III.Pengalaman Organisasi 1. Bendahara Umum Osis MTs Malnu Pusat Menes Tahun 2006-2007 2. Anggota Bagian Kesiswaan Osis Ma Malnu Pusat Menes Tahun 20072008 3. Bendahara Umum Osis Ma Malnu Pusat Menes 2008-2009 4. Anggota Departemen Keanggotan HMB (Himpunan Mahasiswa Banten) Tahun 2013-2014 5. Wakil Sekertaris Umum HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Akuntansi periode 2012-2013 6. Sekertaris HMJ Umum (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Akuntansi periode 2013-2014 vi IV. Latar Belakang Keluarga 1. Ayah : H. M. Syaripudin 2. Tempat, Tanggal Lahir : Pandeglang 20 September 1951 3. Ibu : Hj. Eni Sukani 4. Tempat, Tanggal Lahir : Pandeglang 4 Juni 1960 5. Alamat : Kp. Batunungku, RT 003/RW 005, desa sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten vii THE BUDGET CONTROL AND CHARACTERISTICS OF THE LOCALFINANCIAL STATEMENTS TO THE TRANSPARENCY OF GOVERNMENT FINANCIAL STATEMENTS (EMPIRICAL STUDIES COUNTIES AND CITIES IN THE PROVINCE OF BANTEN). By: Nunung Iyoh Sunaziah ABSTRACT This study aims to examine the control of budgets and financial reports the characteristics of transparency in government financial. The respondents in this study is the employees who worked in the office of district and town in the province of Banten on the income and assets financial management area. The employees who become the samples in this study was 52 employees from three counties and three cities in the province of Banten. Method of determination of samples in this study is convenience sampling, while the method of processing data used is multiple regression analysis researcher. The result of this studies usingthe T test showed that budget control has a significant value of 0,02 affect the transparency of the goverments financial statements and the financial reports of the characteristics of the region has a significant value of 0,03 affect the transparency of financial statements of the governments and the budget control and financial reporting area has characteristics influence the simultanoes effect of the transparency goverments financial statements value of F-test is 28,412 with the sig value of 0,000. Keywords: The budget control, the characteristics of the region’s financial statements and the transparency of the governments financial statements. viii PENGENDALIAN ANGGARAN DAN KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP TRANSPARANSI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH (Studi Empiris Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten) Oleh: Nunung Iyoh Sunaziah ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengendalian anggaran dan karakteristik laporan keuangan daerah terhadap transparansi laporan keuangan pemerintah. Responden dalam penelitian ini adalah para pegawai yang bekerja di Kantor Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten pada Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah. Jumlah pegawai yang menjadi sampel penelitian ini adalah 52 pegawai dari 3 Kabupaten dan 3 Kota di Provinsi Banten. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah convenien sampling, sedangkan metode pengolahan data yang digunakan peneliti adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian yang menunjukkan uji T bahwa pengendalian anggaran memiliki nilai signifikan sebesar 0,02 berpengaruh terhadap transparansi laporan keuangan pemerintah dan karakteristik laporan keuangan daerah memiliki nilai signifikan sebesar 0,03 berpengaruh terhadap transparansi laporan keuangan pemerintah, dan pengendalian anggaran dan karakteristik laporan keuangan daerah berpengaruh secara simultan pada nilai uji F sebesar 28,412 dengan nilai sig 0,000. Kata kunci: Pengendalian Anggaran, Karakteristik Laporan Keuangan Daerah dan Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah ix KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Segala puji bagi Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengendalian Anggaran dan Karakteristik Laporan Keuangan Daerah terhadap Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah (Studi Empiris Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten)”. Shalawat serta salam senantiasa selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, p e m i m p i n u m a t yang telah membawa kita ke zaman kebaikan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa banyak pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, syukur Alhamdulillah penulis hanturkan atas kekuatan Allah SWT yang telah anugerahkan. Selain itu, penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada: 1. Kedua orang tua, ibu HJ. Eni Sukani dan bapak H. M. Syarif yang selalu memberikan kasih sayang, do’a dan perhatian yang tidak dapat tergantikan dengan apapun. Mudah-mudahan dengan skripsi ini dapat menyempurnakan sebagian kebahagiaan mereka. 2. Kakak tersayang Nur aeni dan Sonhaji yang selalu menjadi motivasi dalam menyelesaikan pendidikan tingkat S1 ini. 3. Bapak Dr. Arief Mufraini, LC., MS.i selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 4. Bapak Hepi Prayudiawan, SE., MM., Ak., CA selaku Pelaksana Tugas Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 5. Bapak Prof. Dr, Abdul Hamid, MS selaku Dosen Pembimbing I, terima kasih atas waktu, bimbingan dan nasihat yang telah diberikan, serta segala kebaikan dan ketulusan yang telah Bapak berikan kepada penulis. 6. Ibu Ismawati Hariwibowo, SE. MS.i selaku dosen Pembimbing Skripsi II terima kasih atas motivasi, semangat, saran, dan nasihat, serta x bimbingan yang telah Ibu berikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 7. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis selama masa perkuliahan. 8. Teruntuk Ahmad Munawar Kholil yang tak hentinya selalu memberikan semangat dan dukungannya 9. Untuk teman-teman Akuntansi angkatan 2010 yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, terima kasih untuk semuanya. 10. Untuk sahabatku Tineke Syaraswati, Eriza Herry, Najibatul Labibah, Mastakomah, Denis Fitriana, E. Ima. St. Madihah, Udin, Fadil, Nurul Rahmawati yang selalu memberikan dukungan dan semangat. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi manfaat bagi perkembangan dunia ini dapat memberikan pendidikan khususnya bidang penelitian di Indonesia. 11. Untuk Sahabat Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi periode 20132014 yang tak bias saya sebutkan satu persatunya. 12. Sahabat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KOMFEIS) yang tak bias saya sebutkan satu persatunya Jakarta, 04 Februari 2015 Nunung Iyoh Sunaziah xi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL . . i LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI . ii LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF . iii LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI . iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH . v DAFTAR RIWAYAT HIDUP . vi ABSTRACT . viii ABSTRAK . ix KATA PENGANTAR . x DAFTAR ISI . xii DAFTAR TABEL . xvi DAFTAR GAMBAR . xviii BAB I BAB II PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang . 1 B. Perumusan Masalah . 18 C. Tujuan Penelitian . 18 D. Manfaat Penelitian . 19 TINJAUAN PUSTAKA . 21 A. Pengendalian Anggaran . 21 1. Pengertian Pengendalian Anggaran . 21 2. Dasar-Dasar Sistem Pengendalian . 22 3. Struktur Pengendalian Manajemen Pemerintah . 25 xii 4. Konsep Anggaran Pemerintah . 27 5. Pendekatan Penyusunan Anggaran Pemerintah . 29 6. Struktur Anggaran Pemerintah . 31 B. Karakteristik Laporan keuangan Pemerintah . 32 1. Karakteristik Laporan Keuangan . 32 2. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Daerah . 34 C. Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah . 37 D. Laporan Keuangan . 45 E. Penelitian Terdahulu . 47 F. Keterkaitan antara Variabel dan Hipotesis . 50 1. Pengaruh Pengendalian Anggaran dalam Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah. 50 2. Karakteristik Laporan Keuangan Daerah dalam Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah . 50 3. Pengaruh Pengendalian Anggaran dan Karakteristik Laporan Keuangan Daerah dalam Transparansi Laporan BAB III Keuangan Pemerintah . 51 G. Kerangka Pemikiran . 52 METODOLOGI PENELITIAN . 54 A. Ruang Lingkup Penelitian . 54 B. Model Penentuan Sampel dan Populasi . 55 C. Metode Pengumpulan Data . 55 D. Metode Analisa Data . 56 xiii 1. Statistik Deskriptif. 56 2. Uji Kualitas Data . 56 3. Uji Asumsi Klasik . 57 4. Uji Hipotesis. 60 E. Operasional Variabel Penelitian . 64 1. Variabel Independen . 64 2. Variabel Devenden . 65 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 71 A. Sekilas Umum Gambaran Objek Penelitian . 71 1. Tempat dan Waktu Penelitian . 71 2. Karakteristik Profil Responden . 73 B. Hasil Uji Instrumen Penelitian . 77 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif . 77 2. Hasil Uji Kualitas Data . 78 a. Uji Validitas . 78 b. Uji Reabilitas . 80 3. Hasil Uji Asumsi Klasik. 81 a. Hasil Uji Multikolonieritas. 81 b. Hasil Uji Normalitas . 82 c. Hasil Uji Heterokedasdisitas . 84 4. Hasil Uji Hipotesis . 86 a. Hasil Pengujian Hipotesis Regresi Berganda . 86 b. Hasil Uji Determinasi (Adj R2) . 87 xiv BAB V c. Uji Statistik t. 88 d. Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) . 89 C. Pembahasan . 90 PENUTUP . 93 A. Kesimpulan . 93 B. Saran . 94 DAFTAR PUSTAKA xv DAFTAR TABEL No 1.1 1.2 Keterangan Halaman Jumlah Penduduk Banten 4 Hasil Opini Audit Kabupaten dan Kota Provinsi Banten 5 Tahun 2012 1.3 Hasil Opini Audit Kabupaten dan Kota Provinsi Banten 6 Tahun 2013 2.1 Penelitian Terdahulu 48 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian 66 4.1 Gambaran Data Sampel 72 4.2 Total Pengiriman dan Pengembalian Kusioner 73 4.3 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 73 4.4 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan 74 Formal 4.5 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan 75 4.6 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Usia 76 7.7 Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Pengalaman 77 Kerja 7.8 Hasil Uji Statistik Deskriptif 77 7.9 Hasil Uji Validitas Pengendalian Anggaran 79 7.10 Hasil Uji Validitas Karakteristik Laporan Keuangan 79 Daerah 7.11 Hasil Uji Validitas Transparansi Laporan Keuangan 80 Pemerintah 7.12 Hasil Uji Reabilitas 81 7.13 Hasil Uji Multikolonieritas 82 7.14 Hasil Uji Normalitas Analisis Statistik 84 4.15 Hasil Uji Heteroskedastisitas Glejser 85 4.16 Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adj R2) 88 xvi No Keterangan Halaman 4.17 Hasil Uji Statistik t 89 4.18 Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) 89 xvii DAFTAR GAMBAR No Keterangan Halaman 2.1 Kerangka Pemikiran 53 4.1 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot 83 4.2 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram 83 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas menggunakan Grafik 85 Scatterplot xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia telah memasuki Era Otonomi Daerah dengan diterapkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 menjelaskan bahwa otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam arti daerah telah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar urusan pemerintah pusat yang telah ditetapkan dalam undang-undang tersebut. Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah telah membawa perubahan mendasar pada pola hubungan antar pemerintahan dan keuangan antara pusat dan daerah. Salah satu aspek dari pemerintahan daerah yang harus diatur secara hati-hati yaitu tentang pengelolaan keuangan daerah dan anggaran daerah. Seperti diketahui, anggaran daerah merupakan rencana kerja pemerintahan daerah dalam bentuk uang (rupiah) dalam satu periode tertentu (satu tahun). Setiap kebijakan publik akan mudah dikomunikasikan dan interaksi antar tingkatan pemerintahan dan antara pemerintah dengan masyarakat akan sangat mudah dilakukan. Perkembangan ICT (Information and Communication Technology) terjadi begitu pesatnya sehingga proses penyampaian data dan 1 informasi keseluruh lapisan masyarakat di berbagai belahan dunia dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu, era globalisasi yang terus bergulir saat ini menuntut pemerintah untuk dapat meningkatkan kemampuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu bersaing dengan negara lain. Respon terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini harus segera diberikan mengingat kualitas kehidupan manusia yang semakin meningkat. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia sebagai sumber daya dalam menyelenggarakan suatu peningkatan di daerah perlu didukung dengan sistem pengelolaan keuangan yang cepat, tepat, dan akurat. Pembaharuan peraturan tentang pengelolaan keuangan daerah ditandai dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 58 kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi

Dokumen baru

Tags

Pengendalian Anggaran Karakteristik Laporan Keuangan Daerah Dan Transparansi Laporan Keuangan Pemerintah Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Analisa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Pengaruh Terhadap Laporan Keuangan

Dokumen yang terkait

Pengaruh pengetahuan tentang proses audit internal, intuisi, pemahaman terhadap SAP dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan daerah terhadap peran Inspektorat dalam reviu laporan keuangan daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai)
1
85
109
Pengaruh profesionalisme dan pengalaman auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam proses pengauditan laporan keuangan
0
7
64
Pengaruh sistem pengendalian internal, audit laporan keuangan dan penerapan good corprate governance terhadap kualitas laporan keuangan
0
6
137
Pengaruh pengendalian anggaran dan karakteristik laporan keuangan daerah terhadap transparansi laporan keuangan pemerintah
0
6
185
Proses pencatatan laporan keuangan terhadap standar laporan keuangan pada PT.Hamson Pelita Jakarta
2
8
55
Praktikum analisa laporan keuangan
0
14
26
Pengaruh pengawasan intern dan pengelolaan keuangan daerah terhadap kinerja pemerintah daerah (survey pada Pemeintah Kota Bandung)
8
55
98
Tinjauan atas penyusunan laporan keuangan Pt.pindad(PERSERO)
0
2
1
Aplikasi laporan keuangan pada sistem informasi keuangan (Neufis) di PT.Neuronworks Indonesia : laporan kerja praktek
2
9
1
Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas terhadap laporan keuangan pada CV.Arcamanik Teknik
1
3
1
Prosedur pembuatan laporan keuangan terhadap kewajaran lapoan keuangan pada PT.Dirgantara Indonesia SBU ACS
0
3
27
Proses penyusunan disposisi anggaran keuangan pada PPPG IPA Bandung : laporan kuliah kerja praktek
0
6
63
Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas terhadap laporan keuangan pada CV.Arcamanik Teknik
1
5
21
Pengaruh konflik kepentingan, resiko litigasi dan kontrak hutang terhadap konservatisme laporan keuangan
0
1
78
Pengaruh konflik kepentingan, risiko litigasi dan kontrak hutang terhadap konservatisme laporan keuangan
0
0
81
Show more