Tinjauan Atas Perencanaan Dan Pengendalian Anggaran Kas Pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung

Gratis

6
65
56
2 years ago
Preview
Full text

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

  Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dengan pihak yang bersangkutan dan penelitian kepustakaandengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah perencanaan dan pengendalian anggaran kas tidak selamanya berjalan dengan lancar, hal tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor yang menghambat kelancaran anggaran kas karena kesalahan prediksi dan penerapan sehingga terjadi kenaikan biaya dan keterbatasan pengajuan dana,sehingga pelaksanaan anggaran tidak maksimal.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiratAllah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikanTugas Akhir ini yang dilaksanakan di Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung. Pada kesempatan ini penulis mengucapakan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan bantuan, bimbingan dan dukungan secara materialmaupun moril dari awal hingga selesainya penyusunan Tugas Akhir ini, terutama kepada: 1.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Oleh karena itu, perencanaan kas yang dimaksud adalah pembuatan anggaran kas yang dapat memperhatikan posisi kas dimasa yang akandatang karena anggaran kas memberikan pemikiran mengenai kas dengan jalan memilih alternatif yang tepat mengenai penerimaan dan pengeluaran. Mowen menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara anggaran, pengendalian, dan perencanaan yaitu : “Dimana perencanaan digunakan untuk melihat kedepan terkait dengan tindakan apa yang seharusnya diambil untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan pengendalian lebih melihat kebelakang, menentukan apa yang sebenarnya telah terjadi dan membandingkannya dengan perencanaan.

1.2 Identifilasi Masalah dan Rumusan Masalah

  1.2.1 Identifikasi Masalah Untuk menyelesaikan permasalahan yang akan dibahas dibab-bab selanjutnya, perlu adanya pengidentifikasian masalah, sehingga hasil analisaselanjutnya dapat terarah dan sesuai dengan tujuan peneliti. Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang terjadipada Lembaga Kemahasiswaan ITB adalah sebagai berikut : 1 Masih terdapat penyusunan anggaran yang belum mampu mengefektifkan penggunaan dana yang tidak sesuai denganperencanaan anggaran kas, sehingga mengalami pemborosan atau kenaikan biaya diluar rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya.

1 Bagaimana proses perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada lembaga kemahasiswaan institut teknologi bandung

3 Bagaimana peranan perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada lembaga kemahasiswaan institut teknologi bandung

2 Bagaimana hambatan yang terjadi dalam perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan InstitutTeknologi Bandung.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

  1.3.1 Maksud Penelitian Adapun Maksud pelaksanaan penelitian adalah mengetahui perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga KemahasiswaanInstitut Teknologi Bandung. Untuk mengetahui hambatan yang terjadi dalam perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan InstitutTeknologi Bandung.

3. Untuk mengetahui peranan perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

Kegunaan praktis adalah kegunaan yang ditujukan kepada instansi tempat dilakukannya penelitian, dalam hal ini adalah LembagaKemahasiswaan Institut Teknologi Bandung secara keseluruhan dan bagi petugas pada bagian anggaran, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Bagi Lembaga Kemahasiswaan ITB

  Penulis berharap dari hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan memberikan masukan dalam hal mengenai Perencanaan danPengendalian Anggaran Kas, khususnya pada bagian Anggaran pada Lembaga Kemahasiswaan ITB. Bagi Petugas pada bagian Anggaran hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untukperbaikan dalam menyusun perencanaan anggaran, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi bagian anggaran untuk lbih teliti,memperhatikan dan mengawasi dalam perencanaan dan pengendalian anggarannya, sehingga dapat meningkatkan kualitas kerja yang lebihbaik lagi, dan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

1.4.2 Kegunaan akademis

  Bagi Pengembang Ilmu PengetahuanDiharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan pemikiran dalam meninjau perencanaan dan pengendalian anggaran kas, gunadalam meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Bagi PenelitiMenambah wawasan dan memperluas pola pikir dalam meninjau perencanaan dan pengendalian anggaran kas.

1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

  Adapun rincian dari lokasi dan waktu penelitian, yaitu : 1.5.1 Lokasi Penelitian Penelitian di laksanakan di Institut Teknologi Bandung yang berlokasi di Jalan Ganesha 10 Bandung 40132. 1.5.2 Waktu Penelitian Adapun waktu pelaksanaan penelitian dari mulai Tanggal 01 April 2012 sampai dengan 31 Juni 2012, dengan melakukan penelitian pada hariSelasa dan Kamis.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Penganggaran (budgeting)

  Definisi anggaran menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu adalah sebagai berikut : “Penganggaran merupakan suatu proses sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data informasi yang perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. 2.1.2 Anggaran (budget) Menurut RA Supriyono dalam buku Tendi Haruman dan Sri Rahayu mengemukakan bahwa : “Anggaran adalah suatu rencana terperinci yang dinyatakansecara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk perolehan dan penggunaan sumber- sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu,biasanya satu tahun”.

f) Membantu pemakaian alat-alat fisik secara lebig efektif

2. Dibidang pengkoordinasian (Coordinating)

  b)Membantu menilai kesesuaian antara rencana aktivitas perusahaan dengan keadaan lingkungan usaha yang dihadapic) Membantu menempatkan pemakaian modal pada saluran- saluran yang menguntungkan sesuai dan seimbang denganprogram perusahaan d)Membantu mengetahui kelemahaan dalam organisasi 3. Nafarin, fungsi anggaran merupakan alat manajemen dalam melaksanakan fungsinya.

PENGAWASAN PELAKSANAAN

  Gambar 2.1 Fungsi Anggaran Gambar tersebut menunjukkan bahwa fungsi manajemen dimulai dari fungsi perencanaan, kemudian diadakan pelaksanaan dan perencanaanmemberikan proses umpan maju dalam arti agar dapat memberikan arahan kepada setiap manajer dalam mengambil keputusan operasional sehari-hari. Setelah dilakukan pelaksanaan barulah diadakan pengawasan yang memberikan proses umpan balik dalam perencanaan, artinya pengawasanmelakukan evaluasi dengan cara membandingkan rencana dengan realisasi (apakah pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai rencana).

2.1.4 Tujuan Penyusunan Anggaran

  Berdasarkan ilustrasi yang telah digambarkan sebelumnya, M Nafarin mengemukakan bahwa tujuan penyusunan anggaran adalah : “Tujuan penyusunan anggaran yaitu sebagai berikut : 1. Digunakan sebagai landasan yuridis formal.

2. Mengadakan pembatasan jumlah dana 3. Mencari jenis sumber sana maupun jenis investasi dana 4. Merasionalkan sumber dana maupun investasi dana 5. Menyempurnakan rencana yang disusun 6. Menampung dan menganalisis keuangan.” (2007:19)

  Menyempurnakan rencana yang disusun, karena dengan anggaran menjadi lebih jelas dan nyata dilihat. Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan penyusunan anggaran adalah untuk menyempurnakan rencana yang telag disusun,merinci jenis sumber dana dan penggunaan dana agar perusahaan dapat mempermudah pengawasan dalam operasionalnya sehinggadapat mencapai hasil yang maksimal dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

2.1.5 Manfaat Anggaran

  Nafarin, anggaran mempunyai banyak manfaat antara lain: “Manfaat anggaran adalah : 1. Menghindari pemborosan dan pengeluaran yang kurang perlu.

2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan karyawan

  Dapat memotivasi karyawanAnggaran merupakan suatu target perusahaan, dimana dengan adanya target tersebut dapat memotivasi karyawan agar lebih kreatif dalampencapaian tujuan yang maksimal. Karyawan akan lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, karena hasil yang telah dikerjakan harus sesuai dengan anggaran yangtelah ditentukan.

2.1.6 Syarat-Syarat Penyusunan Anggaran

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu, syarat-syarat penyusunan anggaran adalah sebagai berikut : “Syarat-syarat penyusunan anggaran adalah : 1. Kontinyu.” Adapun penjelasan dari syarat-syarat penyusunan anggaran kas yaitu : 1.

2. Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan dengan situasi dan kondisi

  3. Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifatinsidental.

2.1.7 Jenis Anggaran

  Berdasarkan fleksibilitas a)Anggaran fixed, yautu anggaran yang disusun untuk periode tertentu, dimana volumenya sudah ditentukan dan berdasarkanvolume tersebut direncanakan revenue, cost, dan expense, serta tidak diadakan revisi secara periodik. b)Anggaran kontinyu, yaitu anggaran yang disusun untuk periode tertentu dimana volumenya sudah ditentukan dan berdasarkanvolume tersebut direncanakan revenue, cost, dan expense, tetapi diadakan revisi secara periodik dan ditambahkan anggaran untuksatu triwulan pada periode anggaran berikutnya.

2.1.8 Faktor Penyusunan Anggaran

Faktor-faktor yang mempengaruhu penyusunan anggaran menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu adalah sebagai berikut : “Faktor Penyusunan Anggaran :

1. Faktor Intern 2. Faktor Ekstern.” (2007:8-9)

Adapun penjelasannya sebagai berikut : 1. Faktor Intern antara lain berupa : a)Data penjualan pada tahun-tahun yang lalu b)Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat-syarat pembayaran yang dijualc) tenaga kerja yang dimiliki perusahaan, baik jumlah maupunkeahliannya d) modal kerja yang dimiliki perusahaane) fasilitas-fasilitas yang dimiliki perusahaan

2. Faktor Ekstern

Faktor Ekstern antara lain berupa : a)Keadaan persaingan b)Agama, adat istiadat c)Berbagai kebijaksanaan pemerintah d)Keadaan ekonomi nasional maupun internasional e)

2.1.9 Keunggulan dan Kelemahan Anggaran

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu, ulasan yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa keunggulan yangdapat diperoleh dengan penyusunan anggaran yang baik, antara lain : “Keunggulan dalam penyusunan anggaran : 1. Hasil yang direncanakan dari suatu rencana tertentudiproyeksikan sebelum rencana terebut dilaksanakan 2.diperlukan analisis yang sangat teliti terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan 3.

3. Anggaran merupakan penelitian untuk kerja sehingga dapat dijadikan patokan untuk menilai baik buruknya suatu hasil yang diperoleh

  Anggaran sekaligus berfungsi sebagai alat Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu disamping beberapa keunggulan diatas, terdapat pula beberapa kelemahan antara lain : “Kelemahan penyusunan anggaran yaitu : 1. Kondisi yang terjadi tidak selalu seratus persen sama dengan orang yang diramalkan sebelumnya .” (2007:7) Adapun beberapa penjelasan mengenai keunggulan tersebut yaitu : 1.

2. Anggaran hanya merupakan rencana, dan rencana tersebut baru berhasil apabila dilaksanakan cengan sungguh-sungguh

  Anggaran hanya merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tugas-tugasnya, bukanmenggantikannya. Kondisi yang terjadi tidak selalu seratus persen sama dengan orang yang diramalkan sebelumnya, sebab itu anggaran perlu memiliki sifatyang luwes.

2.1.10 Prinsip Penyusunan Anggaran Tendi Haruman

  Full CommunicationSuatu perencanaan dan pengendalian dapat berjalan secara efektif apabila antara tingkatan manajemen mempunyai pemahaman yangsama tentang tanggung jawab dan sasaran yang harus dicapai. Realistis exprctationDalam perencanaan, manajemen harus menghindari konservatisme dan optimisme yang berlebiahan yang menjadi sasaran yang tidakdicapai.

9. Reward and Punishment

Manajemen harus melakukan penilaian kinerja manajer berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan.

2.1.11 Hubungan Penganggaran dengan Akunting

  Sedangkan menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu hubungan penganggaran dan akunting sapat dijabarkan sebagai berikut : “Hubungan penganggaran dengan akunting : 1. ”(2007:12) Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara penganggaran dengan akunting sangat erat kaitannya guna untuk menyusunrencana kerja perusahaan dan sebagai sumber informasi bagi akunting.

2.1.12 Perencanaan

  Nafarin berpendapat bahwa : “Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang diinginkan ”. Perencanaan inside-out, meliputi perencanaan dengan focus pada apa yang sudah dilakukan tetapi mengusahakan untuk melakukan yangterbaikyang dapat dilakukan, sedangkan perencanaan outside-in meliputi analisis lingkungan eksternal dan membuat rencana untukmengeksploitasi kesempatan dan meminimasikan masalah yang ada.

2. Perencanaan top down dan perencanaan bottom up

  Perencanaan top down (atas ke bawah) manajemen puncak merumuskan tujuan secara luas dan membolehkan manajer bawahuntuk membuat perencanaan dengan menggunakan batasan yang ada, sedangkan bottom up, dengan merencanakan yang dikembangkan olehtingkat bawah tanpa batasan dan diteruskan ke atas dengan batasan. Dapatan sesungguhnya yang diperoleh maupun bebansesungguhnya yang dikorbankan, dapat dinilai dengan baik atau buruk bila dikaitkan dengan data yang telah dianggarkan dan perubahan kondisi sejakanggaran disusun.

2.1.18 Kas

  Setara kas )cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan sebagai kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.” (2009:22)Dapat disimpulkan bahwa kas adalah alat pembayaran yang siap digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Demikian denganperusahaan harus memiliki anggaran kas untuk menjaga posisi likuiditas dan untuk mengetahui defisit dan surplus kas.

2.1.19 Jenis-jenis kas

  Adapun jenis-jenis kas menurut M Nafarin yaitu : “Jenis-jenis kas adalah : 1. Uang kartal adalah uang yang resmi diwilayah suatu Negara, misalnya mata uang rupiah yang diedarkan oleh Bank Indonesia berlaku resmidiwilayah Indonesia.

2. Uang giral adalah uang yang berasal dari simpanan giro, misalnya cek yang siap diuangkan dan bilyet giro yang siap dipindahbukukan

2.1.20 Anggaran Kas

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu mendefinisikan anggaran kas sebagai berikut: “Anggaran kas adalah perencanaan mutasi dan posisi kas dalam jangka waktu tertentu, yang terdiri dari : a. Contoh aliran kas masuk yang bersifat kontinyu misal peneriman kas yang berasal dari hasil penjualan produk secara tunai dan hasil pelunasanpiutang.

2.1.21 Tujuan penyusunan anggaran kas

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu, tujuan penyusunan anggaran kas antara lain :a. Nafarin, tujuan utama penyusunan anggaran kas adalah :”Merencanakan posisi likuiditas sebagai dasar untuk menentukan pinjaman dimasa yang akan datang dan investasi yang akan dilakukan”.

2.1.22 Metode Penyusunan Anggaran Kas

  dan Sri Rahayu mengemukakan bahwa ada dua Tendi Haruman pendekatan pokok yang dipakai untuk penyusunan anggaran kas yaitu sebagai berikut : “Metode penyusunan anggaran kas : 1. Metode Penerimaan dan Pengeluaran kasPenerimaan kas adalah kas yang diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifatdapat segera digunakan, berasal dari transaksi maupun pelunasan piutang atau transaksi lainnya, sedangakan pengeluaran kas yaitu uangkas yang dikeluarkan secara tunai untuk melunasi biaya yang telah disetujui seperti halnya pengeluaran kas tergantung pada bidang usahaperusahaan.

2.1.23 Macam- macam anggaran kas

Ada dua macam anggaran kas menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu yaitu : “Macam-macam anggaran kas :

1. Anggaran Kas Jangka Pendek 2. Anggaran Kas Jangka Panjang.” (2007:145)

  Adapun penjelasan dari macam-macam anggaran kas yaitu : 1. Anggaran ini berfungsi sebagai alat pemberian otoritas kas keluar yang secaraterus menerus yang disesuaikan dengan kas masuk dansituasi keuangan pada umumnya.

2. Anggaran Kas Jangka Panjang

  Anggaran ini meliputi jangka waktu lima sampai sepuluh tahun yang disesuaikan dengan perencanaan perusahaan yang telah disusun. Anggaran ini berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan menambah dana dari sumber-sumber internal dan sekaligusmemperkirakan saldo kas pada akhir setiap tahun anggaran.

2.1.24 Kegunaan Anggaran Kas

  Nafarin mengemukakan bahwa : “Anggaran kas berguna bagi manajemen sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan menilai keperluan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. (2007:310) Sedangkan menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu yaitu : “Anggaran kas berguna bagi perusahaan karena dengan adanya anggaran kas dapat diketahui kapan perusahaan dalam keadaan defisif ataupun surplus sebagai akibat dari operasi perusahaan.” (2007:146) Adapun kegunaan anggaran kas menurut M Nafarin antara lain : “Kegunaan anggaran kas sebagai berikut : 1.

2. Menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan pinjaman

  Dicari sumber dana yang paling menguntungkan 3. Dengan anggaran kas dapat diketahui kemampuan perusahaan perusahaanmengangsur/membayar kredit.

5. Menggunakannya dalam meningkatkan kemampuan membayar kewajiban jangka pendek

2.1.25 Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Kas

  Nafarin berpendapat bahwa : “Anggaran kas masuk bank kas keluar besar kecilnya dipengaruhi oleh faktor kegiatan perusahaan, yaitu : 1. Kegiatan operasi adalah kegiatan perusahaan yang bersifat rutin dan terus menerus dilakukan.

2. Kegiayan investasi

3. Kegiatan pendanaan

Kegiatan investasi adalah kegiatan yang dapat meningkatkan dan menurunkan asset tak lancer yang digunakan perusahaan, seperti Kegiatan pendanaan adalah kegiatan yang berkaitan dengan modal sendiri, seperti menerima uang dalam bentuk utang yang berasal darikreditor dan membayar pokok utang kepada kreditor.

2.2 Kerangka Pemikiran

  Nafarin menjelakan bahwa anggaran kas adalah : “Anggaran yang menunjukkan perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan arus kas masuk sebagai sumber kas, dan arus kas keluar sebagai arus kas digunakan sehingga tampak kelebihan dan kekurangan kas, dan saldo kas selama periode tertentu dari suatu organisasi”. Sedangkan anggaran kasmenunjukkan rencana sumber dan penggunaan kas selama tahun anggaran yang terdiri dari rencana penerimaan kas dan pengeluaran kas (aliran kas keluar).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

  Proses perencanaan dan pengendalian anggaran kas merupakan salah satu kegiatan Lembaga Kemahasiswaan ITB yang cukup sesuai dengan teori,dimana proses perencanaan anggaran kas dilaksanakan dengan cara membuat laporan kinerja keuangan setelah satu bulan berjalan. Secara garis besar, hambatan-hambatan yang terjadi dalam perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan InstitutTeknologi Bandung adalah adanya kenaikan biaya diluar rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya, serta penyerapan anggaran yang tidak dapat Hambatan-hambatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung mengganggu kelancaran dalam perencanaan dan pengendalian anggarankas pada Lembaga Kemahasiswaan ITB.

3. Lembaga Kemahasiswaan ITB memiliki tiga elemen belanja untuk

, kegiatan operasional yang berupa belanja pegawai belanja barang, dan belanja jasa, akan tetapi peranan perencanaan dan pengendalian anggarankas belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena adanya faktor penghambat kelancaran kegiatan operasional namun, dengan menyusunanggaran kas maka unit kerja dapat menentukan, menghitung, meramalkan, dan memperkirakan kemungkinan belanja dana yangbersumber dari berbagai pihak dengan jumlah dana yang tersedia, manajemen akan melakukan evaluasi terhadap kemampuan unit kerjaselaras dengan tugas dan tanggung jawabnya

5.2 Saran

  Setelah dilakukannya penelitian yang dilakukan penulis pada LembagaKemahasiswaan Institut Teknologi Bandung mengenai perencanaan dan pengendalian anggaran kas, penulis mencoba memberi saran kepada instansi atauunit kerja dan saran yang disampaikan semoga dapat memberikan manfaat. Jika besarnya biaya yang dianggarkan itu tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya, maka Lembaga Kemahasiswaan ITB harus melakukanpemeriksaan dan peninjauan kembali rencana kerja anggarannya, supaya perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada LembagaKemahasiswan ITB tidak terhambat dan tepat waktu.

DAFTAR PUSTAKA

  Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Tendi Haruman, dan Sri Rahayu.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Nurlaila LaksanaTempat Tanggal Lahir : Bandung, 07 Januari 1990Agama : IslamOrangtua : Ayah (Dindin Rosadi) Ibu (Sumarsih)Alamat : Jalan Gegerkalong Hilir No:42 Rt/Rw 01/07 BANDUNG 40153Email : ntie90@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

No Jenjang Pendidikan Formal Tahun 1 SDN CIPEDES BANDUNG 1996-2002 2 SMPN 29 BANDUNG 2002-2005 3 SMA PASUNDAN BANDUNG 2005-2008 4 UNIKOM 2009-Sekarang

ORGANISASI YANG PERNAH DI IKUTI

No Jenis Organisasi Keterangan Tahun 1 OSIS Anggota 2008 2 Karang Taruna Rw 07 Anggota 2010

Dokumen baru

Download (56 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Tinjauan Umum Pada Perpustakaan Institut Sains Dan Teknologi T.D. Pardede (ISTP) Medan.
0
52
93
Tinjauan Atas Pengendalian Anggaran Biaya Administrasi Dan Umum Pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
0
45
51
Tinjauan Atas Perencanaan Dan Pengendalian Anggaran Kas Pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung
6
65
56
Tinjauan Atas Perbandingan Anggaran Dan Realisasi Penjualan Pada PT. Inti (Persero) Bandung
13
70
114
Tinjauan Atas Anggaran Kas Pada KPRI Hikmah Kabupaten Majalengka
0
7
1
Tinjauan Atas Sistem Pengendalian Interal Penerimaan Kas Pada Konveksi Pras 119 Bandung
0
7
41
Tinjauan Atas Prosedur Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada Balai Besar Tekstil Departemen Perindustrian Bandung
0
7
51
Tinjauan Atas Prosedur Penerimaan Kas Dan Pengeluaran Kas Pada PT Bio Farma (Persero) Bandung
6
49
66
Tinjauan Atas Prosedur Penyusunan Anggaran Kas Pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB)
0
5
15
Tinjauan Atas Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pada Kantor Pertanahan Kota Bandung
0
6
1
Tinjauan Atas Penyusunan Anggaran Kas Pada PT PLN (Persero) Distribusi Barat Dan Banten Area Pengatur Distribusi
1
8
1
Tinjauan Atas Sistem Penghapusan Aktiva Tetap Barang Milik Negara (BMN) Pada Direktorat Sarana Dan Prasaranan Institut Teknologi Bandung
0
11
37
Tinjauan Atas Prosedur Penyusunan Anggaran Kas Pada DPPPKAD Kabupaten Bandung Barat
2
11
40
Tinjauan Atas Perencanaan dan Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Pada Kantor Pertanahan Kota Bandung
15
207
54
Tinjauan Atas Implementasi Anggaran Belanja Pada Balai Besar Bahan Dan Barang Tekhnik (B4T) Di Bandung
0
4
45
Show more