Upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

Gratis

0
7
116
3 years ago
Preview
Full text
Ltr1-f l/pA-lr UPAVA PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TiPE JIGSAW Skripsi Olch: EVI NUR ALFIAH 103016127083 PROGRAM STUDI PENDIDlKAN DlOLOGI .JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALA M FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNI'lERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1428 H / 2007 M LEMBAU PENGESAHAN DPAYA PENINGKATANKREATIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II Jakarta ll. H. Gandun No. 60 Lebak Bulus Jakarta Selatan Skripsi Diajukan pada Fakultas Tarbiyah dan IImu Keguruan sebagai Syarat mendapat Gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) Hmu Pengetahuan Alam Oleh: EVI NUR ALFIAH NIM. 103016127083 Pembim bing II Pembimbinc T Abdul Rozak, M.Si NIP. !50 277 689 NIP. 150299933 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF mDAYATULLAH JAKARTA 1428 H 12007 M LEMBAR PENGESAHAN UJIAN MONAQASYAH SkrifJsi berjudul: "Upaya Peningkatan Kreativitas Belajar Biologi Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw" diajukan keprda Fakuitas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dmyatakan lulu.> dalam ujian munaqasyah pada, 18 September 2007 di hadapan dewan renguji. K:lreua itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjanah S I (S.Pd) dalam bidang pendidikan Biologi. Jakarta, September 2007 Panitia Ujian Munaqasyah Ketua Panitia (Ketua Jurusan IPA) Tanggal Tanda Tangan Ir. Mahmlld M. Siregm, M.Si NIP. 150222933 Sekretaris Jurusan IPA Baiq Hana Susanti, M.Sc NIP. 150299475 Penguji I Baiq Hana Susanti, M .Sc. 4 - I.:l.· セッ イ NIP. 150299475 Penguji JI. Drs. Ahmad SC'fyan, M.Pd NIP. 150231 502 :s - I;>. - ;;looT M""getahui: . Dekan, M.A ABSTRAK EVl NUR ALFIAH. The aim ofthis research is to investigate the Jigsaw ejJectiviness which is the one of teaching models. The implementation of the teaching models include: question and examplanation skills, colaboratior, and appreciation 10 each other. This study I:S a colaborative, classroom action research using Jive cycles, and reflection. The research finds out that: the implementation of Jigsaw model can improve student creativity, especially as, seen on student qlJcstion quality and explanation given quality. The student creativy can be worked oUi by separating between group expert activities with cooperative group in different meetings. In addition, student creativities develop in relation 10 studyfor reward given. EVI NUR ALFIAH. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki efektivitas Jigsaw sebagai salah satu model pembelajaran. Implementasi daTi model pembelajaran ini diantaranya: KlJmampuan bertanya dan menjelaskan, ュ・セ「。ァゥ tuga.' dalam kelompok keeil, bekerjasama dan berapresiasi satu dengan yang lainnya. Pembelajaran ini merupakan be1ajar seeara berkelompok, dalam penelitian tindnkall kelas ini terdiridari lima siklus dan refleksi. Dalam peneIitian ditemukan bahwa implementasi daTi model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan siswa dalam berkreativitas, terutama terIihat dari .kualitas pertanyaan dan penjelasan yang diberikannya.Kreativitas siswa dapat di susun dengan memisahkan antara kelompok ahli dan kelompok kooperatif dalam s0Si yang berbeda-beda. Di samping itu kreativitas siswa dapat berkembang dengan bekerjasama dalam belajar untuk memperoleh penghargaan. Kala KUIlI:i: Kreativitas Kiswa, Pembelojaran Kooperatlj, Model Jigsaw. KATAPENGANTAR 。セ Puji dan syckur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, segala pertolongan dan penyertaan-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul "llraya Pellingkatan Kreativitas Belajar Biologi Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajarall Kooperatif Tipe Jigsaw" dapat 、・ョァセ エ・イウ ャ 。ゥォセョ baik. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhardmad SA \Iv, yang telah menjadi suri teladan terbaik bagi umat manusia 、。ャセイ N menempuh kehidupan didunia in!. Sekali pun skripsi ini masih jauh dari sempurna, ini merupakan hasil usaha maksimal Penulis yang prosusnya tidak sedikit hambatan Penulis hadap!. Namun berkat pertolongar. Allah SWT serta bimbingan, bantuan dan saran-saran dari berbagai pihak, セォィゥイョケ。 hambatan tersebut dapat diatasi. Selanjutnya Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dOl'Ongan baik moril maupun mater!I, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya Penulis sampaikan kepada: I. Bapak Prof. Dr Dede Rosyada, M.A sebagai Dekan Fakultas IImu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). 2. Bapak II'. Mahmud Siregar, M.Si sebagai Ketua Jurusan Pendidikan lPA dan Ibu Baiq Hana Susanti, M.Se sebagai Pembimbing A!<.ademik. 3. Bapak Abdul Rozak, M.Si dan Bapak Drs. Sujiyo Miranto, M.Pd sebagai pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini, sehingga dapat terselesaikan dengan baik. 4. Bapak Drs H.U. Effendi Halba sebagai Kepala MAN II Jakarta yang telah memberikan izin_ dan kesempatan untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut. 5. Ibu Sulis, S.rci sebagai guru Biologi Kelas Xl yang telah menjadi panner penalitian Penulis serta banyak memberikan saran ciemi terselesainya skripsi ini. 6. Sahabat-sahabat ku Enur, Ratu, Selly, Memey, Helly, Anita, dan Ida yang begitu baik dan perhatian serta ternan-teman seperjuanganku angkatan 2003/2004. Kimnya masih banyak pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya. Teristimewa ucapan terima kasih ini Penulis sampaikan kepada orang tua tercinta Bapak H. Nur Ali dan Ibu Hj. Maswanih yang telah berjuang membesarkan dan mendidik Pllnulis dengan tulus dan sabar serta memberikan bantuun moril, materil, dan doa yang tak ィ・ョエゥM セケ。 ul1tuk keberhasilanku. Kepada seseorang yang ku cintai (Irfan Arfiansyah) yang menjadi tumpuan suka dan duka yang Penulis hadapi dan selalu setia memberikan motivasi dan semangat untuk terus maju mencapai cita-cita serta adik-adikku tersayang (A. Furkon, Nurmawaddah. Fahru Rozik) yang selalu menghibur, dan tak lupa pula kepada saudara-saudaraku keluarga besar Bapak H. Wahab dan Bapak H. Romelih. Jakarta, Agustus 2007 Penulis DAFTARISI LEMBAR JUDUL. . LEMBAR PENUSAHAN.................... ii ABSTRAK.................................................................................. iii KATA PENGANTAR..................................................................... iv DAFTAR ISI................................................................................ v· DAFTAR LAMPTRAN.................................................................... vi BAB I. PENDAHULUAN 1 , A. Latar Belakang....................... I B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian.......................................... 6 C. Pembatas!\n Masalah Penelitian....... D. Perumusan Ma.;alah Penelitian 6 ,............. E. Kegunaan Basil Penelitian............................... 7 7 BAB II. KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL........... 8 A. Acuan Teori Area-de.n Fokus yang diteliti............................... ..... 8 B. Acuan Teori Rnncangan-Rancangan Aiternatifintervensi Tindakan yang dipilih......... 8 I. Hakikat Belajar. 8 2. Hakikat IPA-Biologi dan Pengajarannya............................... 12 1. Kreativitas........................................................ 13 a. Pengertian kreativitas................................................... 13 b. Konsep mengembangkan kreativitas anak.......................... 18 c. Ciri-Giri kreativitas anak..... 19 4. KooperatifTipe Jigsaw. 23 a. Pengertian pembelajaran kooperatif.......................... 23 a. Ciri-ciri pembelajaran kooperatif.......................... 23 O. Teknikjigsaw........................................................... 24 C. Pembahasan HasH-HasH Penelitian yang Relevan... 29 D. Pengajuan Konseptual Perencanaan Tindakan.. 30 E. Hipotesis Tindakan............................................................ 32 .. 33 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian . 33 B. Tempat dan Waktu Penelitian .. C. Metode dan Disain Intervensi Tindakan 33 . 33 D. Subjek yang terlibat dalam penelitian .. 34 . 35 .. 35 E. Peran dan posis! Peneliti dalam Penelitian F. Tahapan Intervensi Tindakan G. Hasi! inter"ensi Tindakan yang Diharapkan . H. Data dan Sumber Data . 36 I. . 37 u Instrumen-Instrumen Pengumpulan Data yang Uigunakan 35 J. Teknik Pengumpulan Data .. 38 .' K. Teknik Pemeriksaan Kepercayaan (Trusworthiness) Studi. .. 39 L. Analisis Data dan lnterpretasi Hasi! Analisis M. Tindak Lanjnt Pengembangan Perencanaan Tindakan . 40 .. 41 BAB IV. DESKRII'SI DATA, INTERPRETASI HASIL ANALISIS, DAN PEMBAHASAN 43 A. Deskripsi Data Husil Pengamatan................................................ 43 B. Pemeriksaan Keabsahan Data :................................... C. Analisis Data....... D. Interpretasi Hasi! Analisis.. 46 53 .. 57 E. Pembahasan TemuanTindakan................................................. 58 BAB V. KESIMl'ULAN DAN SARAN............................................. 63 A. Kesimpulan........................................... 63 B. Saran.............................................................................. 63 DAFTARPUSTAKA DAFfAR LAMPIRAN l. Hasil Penelitian Terhadap Sikap Kreativitas Siswa....... 67 2. Rencana Model Pembelajaran Jigsaw 77 " 3. HasH Persentase dan Nilai Kreativitas Siswa :.................... 91 4. Rencana Model Pembelajaran Jigsaw.............. 5. Lembar Obser\'asi Siswa 81 '" .. 6. Lembar Observasi Guru....... 93 7. Pedoman Wawancara Guru 8. Pedoman Diskusi Kelas........ 92 '" . . 94 95 9. Tabel Penentuan dan Penghargaan Skor Tim.. 96 10. Dokumentasi Proses Pembelajaran............................................. 97 II. Grafik HasH Penelitian Terhadap Sikap Kreativitas Siswa..... 99 12. Sural Jzin Bimbingal1 Skripsi. ......•.. , ::........ 104 13. Surat Izin Melakukan Peneliliall...................... 105 14. Sural Izin Melakukan Wawancara.............................................. 106 15. Surat Ketcrangan Tetah Melakukan Penelitian............. 107 BABI PENDAHULUAN A. Lata,. Belalumg Pernbelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut aktifitas, kreatifitas, dan kearifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan pesetta didik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan, seC!lra ef.:ktif dan menyenangkan. Saylor (1998 : 227) dalam E. Mulyasa buku yang berjudul " Kuriku IU;T\ yang Disempurnakan" ュ・ョケ。エセォ \;oahwa " Intructionai is thus the implementation of curriculum pian, usually, but not セIャゥイ。ウ ・」 ョ involving teaching in the sense ofstudent, teacher interaction in an educational setting ". Guru seeara ャ。ョッゥセァュNQェ I memegang peranan yang sangat menentukan dalam keberhasilan pembelajaran siswa. Tugas guru mencakup banyak aspek, merencanakan, melaksanakan proses pembehljaran, membimbing siswa, mengevaluasi proses dan hasil belajar. Tak kalah penting, meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran tersebul. Dengan demikian guru harus dapat mengambil keputusan ウ。セ dasar penilaian yang tepat k(.tika peserta didik belum d!tpat membentuk kompetensi dasar, apakah kegiatan pembelajaran dihentikan, diubah metodenya, atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan media per,lbelajaran, pemilihan dan penggunaan metode mengajar, keterampilan menilai hasil belajar, serta 'memilih dan menggunakan strategi dan pendekatan pembelajaran. Kompetensi-kompetensi tersebur merupakan bagian integral bagi seorang guru sebagai tenaga profesional, yang hanya tiapat dikuasai dengan baik melalui pengalaman praktek secara intensif. Model ョ。イ ェ ャセ「ュ・ー merupakan salah satu unsure yang ikut membangt1n iklim ke1as, tcnnasuk kreativitas siswa dalam pencapaian hasil belajar. Oleh sebab itu, guru harus dapat menernpkan berbagai mocel belajar-mengajar seara tepal. Mesk; pun disadari bahwa menentukan model membelajaran yang 'dianggap I E. Mulyas,", Krd!wlllm Yang Disempllrnakall, (Bandung: Rosdakarya, 2006), Cet. 1 h;m, 189· 190. 2 paling tepat adalah sesuatu yang sulit, namun banyak model pembelajaran yang dapat Jigunakan, masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan, tergantung tujuan pembelajaran itu sendiri. Pembela.iaran selama ini lebih mengutamakan bagaimana. r.ara mengisi pikir2.n siswa (content of mind) bukan pada penekanan cara berpikir (how to think). Fakih (2002) dalam jumal Yumi Suasti yang beljudul "Upaya Peningkatan ;<reaiivitas Siswa SMU Pembangunan UNP Melalui Modifikasi Cooperatlf Learning Model Jigsaw" menjelaskan pembelajaran st;perti ini kemudian akan melahirkan model pembelajaran pasif dan tidak demokratis, karena tangan guru dan guru bahkan seringkali bersikap otoriter. p・セイエ。 2 ョ。イセー inti di didik selama ini hanya dianggap anak-anak yang hanya dapat dikembangkan secara mekanik. Dengan sikap guru yang demikian memperkuat daya tekan yang dapat mematikan aspek positif yang semestinya dimiliki siswa. Aldbatnya siswa tidak dapat mengembangkan セ。エゥカ ・イォ belajar セ・」。イ optimal, ke'lilangan kemampuan se{f- reliance, toleransi terhadap perbedaan pendapat dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptalberkreasi. Kr-eativitas sering dianggap terdiri dari 2 unsur, Pertama: Kefasihan yang ditunjukkan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan pemecahan masalah secara hncar dan cerat. Kedua: Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah. 3 Pi lembaga pendidikan formal, guru diharapkan dapat mengajar dan mendidik siswanya dengan tidak mengabaikan perkembangan imajinasi dan kreat:vitas anak, tetapi jika sebaliknya, justru guru tersebut telah membuat "gembok" Jalam otak belahan kanan anak-anak. Gembok itu harus segera dibuka sehingga perkt;rnbang1n otak kanan anak bisa seimbang dengan otak kirinya. Cara untuk men'b'lka gembok itu antara lain dengan memberikan latihan kepada alak Yumi S"sant', .. Upaya Penlng/(Qlan Kreativitas Siswa SMU Pembanl'71nan UNP Meta/III Mndojlkasl CooperatifLearning Model Jigsaw". dalam Juroal Pembelajaran No.04 Tahun ke-26, Desember 2003, him. 236. 3 http://www.kapanlagi.eom/al2007/2703Ihtm. 2 3 lew1I! kegiatan pengamatar., interpretasi. ramalan, dan eksperimen atau penerapan teori. Psikolog Prof Dr Conny Semiawan menyatakan hal !ersebut diatas dalam seminar "Kiat Menggali Potensi Anak: Kompromi Antara Ambisi Orangtua Vs Kapasitas Anak" yang diadakan Persatuan Orangtua Murid dan Guru TK Lab School Jakarta, Sabtu (2/10). Melengkapi uraian mantan Rektor IKIP Jakarta itu, 。ゥセェョ ー menampil1<an pula psikolog Elly Risman, pemilik Yayasan Kita dan Buah Hati Jakarta. 4 Semiawan ml'mberikan contoh mengenai sikap guru yang mengunci kreativitas dan imajinasi anak. Mereka memberi soal yang punya lebih dari satu jawaban, tetapi ketika siswa memberi jawabal1 tak sarna dengan keingil)an guru, jawaban itu dianggap salah. Padahal, fungsi be1ahan otak kanan adalah berpikir divergen yang menuntut lebih dari salu jawaban benar lerhadap masalah multidimensial. Sl'mentara belahan otak kiri lebih banyak merespon hal bersifat linear, logis, dan teratur. Pola mengajar dan mendidik seperti itu harus berubah dengan lebih banyak mcngaja;': anak mengamati untuk membu'lt perbandingan, interpretasi untuk menemukan maks!\d dan hubungannya, serta menyarankan kemungkinan altenatif penemuan jawaban serta kesimpulan. Kegiatan lain, ramalan untuk melatch penalaran dari pengamatan dan menyimpulan dari pengamatan dan interp,'e:asi, seJangkan eksperimen untuk melatih perencanaan pengamatan dari penerapan teori sampai menguraikan kesimpulannya. s Menyikapi hal demikian seharusnya proses pembelajaran dapat terpusat padl: siswa. Dengan kata lain adalah guru dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yar.g memandang siswa sebagai subjek belajar yang dinamis, sedangkan guru hany aberfungsi sebagai fasilitator. Siluasi ini dapal ditemukan diantaranya dengan membangun atau mengaplikasikan pembelajaran kooperatif yang diyakini menjadi salah satu • Herml NIIIgsih Farid,"CAR Menlngka/kan Mil/II Pendldi/"m" dnlnm http://wW1,V.pikirnn rnkyatcomlcetl200510405128/1104.htm. , Kompas 4/10104 ed res. http://www.ntmnjnyn.nc.id 4 alternative dalam perbaikan kualitas pembelajaran yang pada akhimya dapat memperbaiki kualitas pendidikan. Model pembelajaran kooperatif pada r1asamya menggalakkan siswa belajar bersama-sama dalam suatu kelompok keeil dengan kcmampuan heterogen. 6 Salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu tipe jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan teknik pengembangan dari pembelajaran cooperative learning, yaitu kegiatan belajar mengajar seeara kelompok kecil; siswa belajar dan bekerjasama untuk sampai kepada pengalaman belajar yang optimal, baik pengalaman individu maupun kelompok (Johnson, 1991) dalam Barokah Santoso padajumal "Cooperative Learning: penerapan teknikjigsaw dalam pembelajarall bahasa Indonesia di SLTP ".7 Namun pada teknik Jigsaw ini setiap anggota keJompok mempelajari atau mengerjakan セ。ャィ satu bagian informasi yang berbeda dari anggota lainnya, setiap anggota kelompok bergantung kepada anggota kelompok yang lain untuk dapat mempelajari atau memahami informasi seeara utuh, setiap anggota kelompok berbagi informas i dengan anggota kelompuk yang lain Jalam rangka menangkap keutuhan informasi, dan setiap anggota kelompok menjadi pemilik "ilhli" informasi sehingga kelompok akan bertanggung jawab dan menghargai ァョゥウ。ュᄋ セ anggotanya. Di shilah sebenarnya proses pemberdayaan yang paling efektif terjadi. Siswa yang kurang mengerti akan menjadi mengerti karena mendapat penjelasan dari temannya. Mereka tidak malll untuk bertanya dan belajar. Mereb malah tidak menganggap ini sebagai tugas, tetapi sebagai suatu permainan. Dan karena itu セ。ァオエ kelompok, maka keberhasilan atau kegagalan dalam menjawab tugas yang di berikan merupakan tanggung jawab setiap anggota kelompok. Akibatnya masing-masing anggota kelompok merJadi termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi kelomooknya. 8 Rahayu Karyadinata, Mengembangkan Keterampilan Sasial Siswa melatui Pembelajaran Konperat!f, seminar nasional, 10 Juli 2004, h. 2. 7 Barokah Santoso, Cooperative Learning: penerapan teknikjigsaw dulam pembelajaran bahasa Indonesia di SLTP, Buletin Pendidikan Pelanni, Volume 1No.1 Tahun 1998/1999, h. 6 , Adl W. Gunawan, Born to be a Genius, (Jakarta: Gramedia), h. 173·174 6 5 IImu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang diprogramkan untuk menanamKan dan mengembangkan pengetahuan, tentang berbagai jenis lingkungan alam dan buatan serta pemanfaatannya bagi kehidupan manusia. Carr in (1993:39) menjelaskan bahwa IPA mempakan kegiatan aktif yang melibatkan pe:1gamatan mengenai apa yang teljadi dialam dan mencoba menjelaskannya mdalui model dan teori tentang fenomen.l tersebut.9 Oleh sebaj itu ョ。セ ェ ャ・Bュ ー IPA disekolah hendaknya melibatkan siswa dalan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan yanG berguna pada kehidupan sehari-hari. Hiologi sebagai salah satu cabang Hmu pengetahuan alam yang memfoku&kan pembahasan pada masalah-masalah biologi di alam sekitar, salah s,.tunya mengenai pencemaran Iingkungan yaitu perrnasalahan lingkungan yang di sebabkan oleh manusia itu sendiri dan akan berdampak pada manusia juga. Namun hal bi kurang dapat dipahami oleb manusia, sehillgga masih belum ada kesadaran untuk memperbaiki Iingkungan atau pun menjaganya. Pencemaran itu uiantaranya pencemaran air, udara, tanah, dan suara. Berbagai ·macam pemcemaran Iingkungan tersebut dapat mengakibatkan penyakit yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.. Jika dilihat materi pcncemaran Iingkungan ini merupakan materi pembelajaran yang tidak terlalu sulit untuk dipelajari namun penting untuk diketahui begitu pula mengenai perkembangan kasus-kasus pencemaran Iingkungan yang terjadi saat ini. Dengan demikian siswa perlu bertukar pengetahuan mengenai masalah pencemaran Iingkungan beserta kasus-kasusnya yang terjadi saat ini. Dari uraian di atas dapat dikesimpulankan lJahwa gum mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kreativitas pada diri siswa. Untuk berkonsentrusi mengikuti proses belajar di kelas dalam mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Merujvk pada uraian di atas, maka penelitian ini akan berusaha mencari jalan keluar terhadap perrnasalahan tersebut dalam dalam hal upaya meningkatkan kreativitas belajar biologi siswa belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe Jigsaw. 9 Daroni, Pembelajaran kopera/IflPA dl SLTP melallli Model Jigsaw, LlK UNNES, No.2- TahunXXXl-2002, H. 231. 6 B. ldentifikasi Area dan Fokus Peuelitian Penelitian ir.i akan dilakukan pada jenjang tingkat Sekolah Lanjutan Ting!:at Atas lSLTA) dengan fokus penelitian mengenai upaya peningkatan kreativitas belajar siswa pada konsep pencemaran lin melalui pen"rapan model pembelajaran kuuperatiftipe Jigsaw, dengan identifikasi masalah : I. Apakal, terdapat peningkatan kreativitas siswa dalam diterapkan model pembelajarun ・ーゥエヲ。イセッk belajar setelah Jigsaw? 2. Apakah kreativitas siswa dalam belajar memberikan pengaruh terhadap efekti'litas diskusi I:elas? 3. Bagaimanakah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. dengan model pe;nbelajaran kooperatiftipe Jigsaw? 4. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan medel pembelajaran kool'eratiftipe Jigsaw? 5. Bagail'lanakah kesan guru terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw? C. Pembatasan Masalah Penelitian Karena keterbatasan penelitian dalam hal waktu, tenaga dan biaya sella untuk menjaga agar penelitian lebih terarah dan fokus, maka diperlukan adanya pembatasan masalah. Dengan demikian, maka penelitian ini dibatasi pada masalah" upaya peningkatan kreativitas belajar biologi siswa pada konsep pencemaran lingkungan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Konsef) ini dibllgi ke dalam lill)a siklus, dimana siklus pertama membahas materi: pencemaran air; pada siklusJcedlJa: membllhas pencemaran udara; 。セ ー siklus ketiga membllhas materi: pencemaran tanah sedangkan pada siklus kee'Ppat membahas materi: ョ。イュ・ャ|セG kelas oleh setiap kelompok ahli. suara. Dan pada siklis kelima dilakukan diskusi 7 D. Peru£l1usan Masalah Peuelitian BerJasarkan latar belakang, identifikasi dan batasan masalah diatas, maka tJermasalahz!1 oenelitian ini adalah: "Bagaimanakah peningkatan kreativitas siswa dalam oembelajaran biologi pada konsep pencemaral' lingkungan melalui penerapah model pembelajaran kooperatiftipe Jigsaw?" E. Kegunaan Hasil Penelitian HasH penelitian mengenai hubungan penerapan pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dengan pendekatan sains teknologi masyarakat terhadap motivasi berprestasi bel'\iar biologi siswa ini diharapkan memberikan manfaat, antara lain: I. Se.;ara j.;oritis diharapkan penelitian ini dapat memperkaya kepustakaan kependidikan, khususnya mengenai penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap peningkatan kreativitas siswa daJam belajar, serta dapat dijadikan bahan masukan bagi guru sebagai salah satu strategi mengajar. 2. Bagi siswa diharapkan dapat menyadari potensi yang dimiliki dalam dirinya s'::rta dapat bersikap berani dalam berkreativitas. 3. Bagi lembaga pendidikan formal (sekolah) dapai oerkolaborasi dengan guru dalam pel1ingkatan pembelajaran. mutu pendidikan melalui pengembangan strategi BAB II KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL A. Acuan Trori Area dau Fokus yang di Teliti Penelitian ini dhlakukan pada sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di wilayah Jakarta Selatan yaitu MAN II Jakarta dengan fokus penelitian ュ・ョァセ 。ゥ upaya prningkatan kreativitas siswa dalam belajar pada konsep peneemaran lingkungan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. B. Acuan Teori Rancangan-Rancangan Alternatif Intervensi Tindakan yang diPilih 1. Haldkat Belajar Dalam lImu Psikologi, belajar tidak diartikan sebagaiman pengertian sehad-hari yang digunakan orang. Dalam kehidupan sehari-hari belajar diartikan seeara sempit ataJ tcrbatas dengan menghafal atau meneari atau memperoleh pengetahuan. Dalam kaitannya dengan perkembangan manusia, belajar adalah merupakan faktor penentu proses perkembangan, manusia memperoleh has:1 perkembangan berupa pengetahuan, sikap, keterampilan, nilai reaksi, keyakinan dan lain-lain tingkahlaku yang dimiliki manusia adalah diperoleh melalui belajar. Dengan demikian "belajar" yang diartikan orang seeara terbatas di arns kurang イ・ーセ ョエ。ゥカ・ dalam ュ・キセォZ ー・ョァセイエゥ。 belajar sebagai "sebab" perkembangan. Datam hubunga:l ini psikologi akan memberikan pandangan atau pengertian yang lebih luas dan lebih proposional sesuai dengan hakikat belajar yang dilakukau manusia.! Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dima1<:sud dengan belajar, terlebih dahllit. akan dikemukakan beberapa definise belajar menumt para ahli: Menurllt I-1ilgard dan Bower dalam bukll Theoris of Learning (I975) dalam Muhibin Syah dengan judul buku "Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan I AlisuiSabri, Pslkologl PenJldlkon, (Jakarta: Pedoman lImu Jaya, 1996). Cet. I, him. 54. 9 Earu" mengemukakan, "belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap 5csuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya dan berulang-ula'1g dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau riasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh' obat, dan sebagainya)." Gagne, dalam buku The Condition of Learning (1977) dalam Muhibin Sya:l dengan judul buku "Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru" menyntakan bahwa: "Belajar terjadi apabia sesuatu situasi stimulus bersama dengan isi ョ。セ ァ ゥ mempengaruhi seswa sedemikian rupa schingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi." Morgan dalam buku Introduction to Psyc,hology (1978) dalam Muhibin Syah dengan judul buku "Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru" mengemukakan: "Belajar adalah setiap perubahan yang relatiF menetap dalam tingkah laku yang tcrjadi scoagai suatu hasil dan latihan atau pengalaman." Witherington dalam buku Educational Psychology, dalam Muhibin Syah dengall judul buku "Psikologi Pendidikan dcngan Pcndekatan Bnru"mengcmukakan "Belajar adalah suatu perubahan didalam kcpribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kccakapan, sikap, kcbiasaan, kepandaian, atau suatu pengcrtian.,,2 Dari definisi-definisi yang dikemukakan diatas, maka dapat dikemukakan adanya bcbcrapa clemen penting yang mencirikan pengertian tentang belajar, yaitu bahwa: I. Belajar merupakan suatu pcrubahan tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk. 2. Pcrubahan tingkah Jaku yang ditimbulkan oleh belajar, clapat berupa perilaku yang baik (positif) atau perilaku yang buruk (ncgatif) 2 Muhibin Syah, PslkoJogl Pendldlkan dengan Pendekatan Bani, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2UOS), Cel. Xl, hLM. 13. 10 3. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajarmenyallgkut sell'ua aspek kepribadian, baik perubahan dalam pengertian, pemecahan masalail, terampilan, kecakapan, kabiasaan atau sikap. 4. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relative mantap; harus merupakan akhir daripada periode waktu )'ang cukup panjang. Sebarapa lama periode itu berlangsung sulit ditentukan. Ini berarti kita harus menyampaikan perubahan tingkahlaku yang disebabkan oleh motivasi, kelelahan, adaptasi, ketajaman perhatian atau kepekaanseseorang, yang biasanya hanya berlangsung sementara. Dengan demikian ciri-ciri yang menunjukkan bahwa seseorang melakukan kegiatan be-Iajar dapat ditandai dengan adanya: I. Perubahan tingkah laku yang aktual atau potensial. Aktual beralti perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai hasil belajar itu nyatadall dapat dilihat seperti: hasil belajar keterampilan motorik (psikomotorik) misalnya anak bisa menulis, membaca, dan sebagnillya, juga hasil belajar kognitif seperti pengetahuan fakta atau ingatan, pemahaman danaplikasi. Sedangkan perubahan potensial yang berarti perubahan tingkahlaku sebagai hasil belajar tidak daj:lat dilihat perubahannyasecara Ilyata, perubahan Itanya dapat dirasakall oleh yangbelajarsaja,sepertihasil belajar afektif (penghargan, keyakinan, dan sebagainya) juga hasil belajar kognitif tinggi pengetahuanatau kemampuananalisis,sintesis, dan evaluasi. 2. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar diatas bagi individu merupakan kemampuan baru dalam bidang kognitif, atau afektif, atnu psikomotirik. yaitu sebagai kemampuan baru hasilperbaikall atau peningkatan dari kemampuan sebelumnya. Dan kemampuan hasil betajar itu sifatnya relative mantap tidak segera lenyap. 3. Ada usaha atau aktifitas yang scngajadilakukan oteh orang yang belajar dengan pengataman (memperhatikan, mengamati,mernikirkan,merasakan, menghayati, dan sebagainya) atau dengan tatihan (rnetatihdan rnellirukan). I1 Beiajar adalph suatu aktifitas yang bertujuan. Tujuan belajar ini ada yang benar-benar disadari dan ada pula yang kurang begitu disadari oleh orang y&ng belajar. Tujuan belajar tersebut erat kaitannya dengan perubahan atau pembentvkar. tingkah laku tertentu. Dan tujuan belajar yang positif serta dapat dieapai seeara efektif hanyalah mungkin terjadi dalam proses belajar mengajar disekolah. Menurut Wipamo Suraehman, tujuan belajar disekolah itu ditujukan untuk meneapai: a. Pengumpulan pengetahuan b. Penanaman konsep dan keeekatan atau keterampilan c. Pembentukan sikap dan perbuatan Tujuan belajar tersebut dalam dunia pendidikan kita sekarang lebih dikenal dengan tujuan pendidikan menllrut Taksonomi Bloom yaitu tujllan belajar siswa diarahkan untuk meneapai ketiga ranah: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tujuan belajar kognitif untuk memperoleh pengetahuan fakta atau ingatan, pemahaman, aplikasi, dan kemampuan berpikir analisis, sintesis, pan evaluasi. Tujuan belajar afektif untuk memperoleh sikap, apresiasi, karakteristik dan tujuan psikomotorik untuk memperoleh keterampilan gerak maupun keterampilan verbal dan non verbal. Telah kita katakana bahwa belajar adalah suatu proses yang menimbulkan teljadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku dan are.u keeak&pan. Sampai dimanakah perubahan itu dapat tereapai atau dengan kata lain, berhasil baik atau tidak-nya belajar it" tergantung kepada bermaeam-maean: factor yang mompengaruhinya. Adapu faktor-faktor itu dapat dibedakan menjadi dua golongan: 3 I. Faktor yang ada dalam diri siswa (internal), yaitu berupa faktor fisiologis dan psikologi. Faktor fisiologis terdiri dari kOPdisi kesehatan dan kebugaran fisik dan kondisi panea inderanya terutama penglihatan dan pendengaran. Sedangkan factor psikologi yang akan mempengaruhi 3 Alisuf Sabri, op セゥ」 h. 58·60 12 k.:berhasilan belajar siswa adalah factor: mina!, baka\, intetigensi, motivasi dan kemampuan-kemampuan kognitif seperti: kemampuan persepsi, ingatan, berpikir, dan pcngetahuan dasar kemampuan (bahan appersepsi) yll'1g dimiliki siswa. 2. Faktor yang ada di luar did siswa (ekstemal), yaitu berupa faktor tingkungan dan instrumental. Faktor tingkungan ini s<:perti keadaan suhu, kelambaban udara, waktu, tempat letak gedung sekolah, dan sebagainya (noil sosial), dan budaya (sosial) yang juga akan mempp.ngaruhi proses dan hasil be;ajar siswa. Sedangkan yang terrnasuk factor instrumental yaitu. gedung euu sarana fisik kelas, sarana atau alat pengajaran, media pengajaran, guru dan kurikulum atau mated pelajaran serta stategi b.:lajar mengajar yang digunakan yang akan mempengaruhi proses dan hasil behuar siswa. 2. Hakikat IPA-Biologi dan Pellgajarannya Sains merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya [,roduk 3lIja, akan tetapi juga mencakup pengetahaun sepcrti kclcrampilan keingintahuan, keteguhan hati, dan juga keterampilan dalam hal mclakukan pcnyetidikan ilmiah. Para ilmuwan IPA dalam mempelajad gejala !.lam, menggunakan proses dan sikap ilmiuh. Proses ilmiah yang dimaksud misalnya melalui pengamatan, eksperimen, dan anatisis yang bersifat rasional. Sedangkan sikap ilmiah misalnya objektif dan juj'lr dalam mengumpulkan data yeng diperoleh. Dengan menggundkan c>roses dan sikap ilmiah im saintis memperoleh penemuanpenemuan a,au produk yang berupa fakta, konsep, Ilrinsip, dan teorL Carin (1993) menyatakan bahwa IPA sebagai produk atau isi mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum-hukl'm, dan teod IPA. 4 Jadi pada hakikatnya IPA terdiri dari tiga komponen, yaitu sikap ilmiah, pr,)ses ilmiah, dan produk ilmiah. Hal ini berarti bahwa IPA tidak hanya terdiri alas kumpulan xngetahuan atau berbagai macam fakla yang dihafal, IPA juga 4 http://www.gcocilies.com/gardner02_8/lilmiah I.hlm 13 merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari gejala-gejala alam yang lJelum dapat direnungkan. IPA menggunakan apa yang telah uiketahui sebagai batu loncatan untuk memahami apa y(;ng belum diketahui. Suatu masalah IPA yang telah dirumuskan dan kemudian berhasil dipecahkan akan memungkinkan IPA untuk berkembang secara c1inamis. Akibatnya kumpulan pengetahuan sebagai produkjuga bertambah. Biologi sebagai salah satu cabang i1mu pengetahuan alam memfokuskan pembahas<ln pada masalah-masalah biologi Iii alam sekitar melalui proses dan sikap i1miah. Sebagai cabang IPA, maka dalam pembel!uaran biologi berpatokan pada pembelajaran IPA seperti yang tertuang dalam kurikulum KYD, yaitu pembeJajaran yang セ・イッゥョエ。ウ pada hakikat IPA yang meliputi produk,. proses, dan sikap i1miah melalui berbagai pendekatan dan metode, dengan penekanan penilaian pacta eyalua,i berbasis kelas (EBK) atau penilaian berbasis kelas (PBK). Berdasarkan uraian di atas jelas bahwa pembelajaran IPA biologi lebih menekankan pada siswa untuk menemukan fakta-fakta, membangun konsepkonsep, teori dan sikap i1miah serta mempunyai sikap tanggung jawab yang dapat berpengaruh positif エセイィ。、ー kualitas maupun produk pelldidikan. Pembelajaran biologi sdama ini lebih banyak menghafalkan fakta, prinsip, dan teoH saja. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dikembangkan strategi pembelajaran, biologl yang dapat melibatkan siswa seeara aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk menemukar dan menerapkan ide-ide mereka. 3. Kreativitas a. Pengertian kreatiyitas Dalum proses belajar mengajar di sekolah saat ini tidak atau belum ォ・ウ セャj。エ ョ yang maksimum kepada siswa untuk dapat membangkitkan kreatiYitasnya. Hal ini disebabkan beberapa hal sebagai berikut: s memberi I. Gaya :nengajar guru yang seialu mendrill siawa untuk menghafal b(;rbagai knsep tanpa disertai pemahaman terhadap konsep tersebut. S Rusmansyah dan Yudhalrhns;;uarna, Prospek Peaerapaa Peadekataa Salns Tekaologl Masyarakllt do/am Pembe/ajarall KiMla DI Kallmalltall Sela'all, Jurnal Pcndidiknn dan Kcbudayaan No.029 Tahun ke-7, Mel 2001, hIm. 191. 14 2. Pengajaran sains umumnya hanya dipelajari dengan cara menghafal saja tanpa disertai ketja laboratorium. 3. Pada llmumnya guru masih berpendapat hahwa mengajar itu suatu kegiatan menjelaskan dan ョ。ォゥ セュ ケ ・ in fmmasi tentang konsep- konsep. 4. Banyak buku-buku yang digunakan di sekolah kurang memenuhi kaidah pendidikan. Buku yang digunakan hanya informasi saja, bahkan bu-ku yang disenangi adalah buku yang berupa tanya-jawab tanpa diiringi dengan penalaran jawaban. 5. Soal-soal ujian akhir kurang memotivasi siswa untuk berpikir lJeatif, karena soal-soal yang diajukan hanya dititik beratkan pada aspek kogn6 itif, citambah lagi bentuk soal yang ummnya berbentuk pilihan ganda. o. Fasilitas sekolah untuk menopang mengembangkan kreativitas, terutama yang herkaitan dengan perkembangan sains dan teknologi umumnya kurang ュセg、。ゥN Istilah kreativitas didefinisikan oleh beberapa ahli seeara 「セイ ・、。M N SeddemiKian beragan definisi tersebut, sehingga pengertian kreatiitas tergantung keepada bagaimana orang mendefinisikannya. Antara lain Anastasi menyatakan, Kreativitas merupakan lebih dari semata berpik;r divergen (Khatena, 1992) dalam Conny Semiawan dengan judul buku "Perspektif Pendidikan Anak Berbakat", karena kemajuan kreatif yang murni merupakan fase evaluasi kritis yang muneul setelah produksi divergen yang tak terhalang (u'1inhibited). Sejalan dengan pendapat ini ranc:angan dengan urun piker (brainstorming approach), sebagaimana dikemukakan oleh Alex Osbron dan Sidney Parnes {Khatena, 1992), yang harus diikiti oleh penilaian terhadap beberapa ide dan juga yang di tiodak lanjuti dengan evaluasi yang didasarkan pada perangkat kriteria tentang nilai dan kegunaannya, merllpakan langkah-Iangkah dalam proses berpikir kreatif yang pengukurannya tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan. (, Berry Widyastono, Ktnelja Guru Sekolah Dasar Studl Korelaslonal 。イエセ Bakul Skolasllk, Kreallvltas, dan Mollvasl Berpreslasl dengan Klnelja Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar IPA, Jumal Pendidlkan dan KebuJayaan No.20 T"an ke-S, Desember 1999, blm.139-142. 15 Dalam menjelaskan lebih lanjut tentang penguknran kreativitas ini, Rogers (Kitano dan Kirby, 1986) menjelaskan proses Icreatif yang menekankan produktivitas kreativitas adalah munculnya hasil ide yang di peroleh melalui interaksi antara keunikan individu dengan berbagai pemgalamannya? Dari berbagai definisi yang diajukan oleh beberapa ahli, kreativitas pada dasarnya dapat dibeclakan kepada dimensi pribadi, pendorong, proses, da:? pr()duk, sehingga sering Creativity"( Vmallcio, 1992; disebut Urban,1996) sebagai atau "the Foul' "konsep P's of 4p"(Utar,ri Munan<l:ir.1988) a. Dimensi Pribadi Clark (1983) dalam H. Veithzal Rivai dengan jurnal yang berjudul "Faktor-Frktor yang Mempengaruhi Efektivitas Be;ajar Mahasiswa", melihat kreativitas sebagai fungsi integral dari pikiran (thinking), perasaan (feeling), penginderaan (sensing), dan firasat (intuiting). Selanjutnya Utami munandar (1098) menge:nllkakan bahwa dari segi pribadi kreativitas merupaka ungkapan unit dari kesduruhan kepribadian sebagai hasil interaksi individu dengan Iingkungannya, dan yang tercerrnin dalam piiran, perasaan, sikap, dan perilak1mya. Menurut Guilford, seperti dikutip oleh Clark (1983), kemampuan krentif scseorar,g clapat terccrmin melalui lima macam pcrilaku, yaitu (I) Fluency, yakni kcmampuan atau kelancaran untuk menghasilkan banyak gagasan, (2) Flexibility, yakni kemampuan menggunakan berrnllbam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan, (3) Originality, kemampuan mcncetuskan gagasan-gagasan asH, (4) Elaboration, yakni kemampuan menyatakana gagasan secara terperinci, (5) Sensitivity, yaicni kepekatan menangkap dan menghasilkan gagasan sebagai tanggapan terhada.p suatu situasi. 7 Conny Semiawan, PerspektifPendldl/ran Anak Derha/rat, (Jakarta: Graslndo, ! 997), Cel.l, hlm.t04. 16 b. Dimensi Pelldorong Kreativitas agar dapat berkembang memerlubn pula ''pendorong'', yaitu kondisi yang mencorong seseorang ',e perilaku NZゥエセ・イォ Perlunya dorongan ekstemal, seperti ditekankan oelh Selo Surnardjan (1983), bahwa timbul dan tumbuhnya kreativit!1S dan ウセャ。ョェオエ G berkembangnya sesuatu kreasi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan tempat individu herada. Lebih jauh Rogers (1970) men) atakan bahwa kreativitas tumbuh kaiena danya dorongan dari dalam diri individu juga berupa: (I) Ke'erbukaan terhadap pengalaman, (2) kemampuan untuk menilai situasi sesuai ョセァ ・、 patokan pribadl, (3) kemampuan untuk bereksperimen , unttuk bermain dengan kcnser-konsep. c. Dimensi hoses Kreativitas sebagai suatu ''proses'' suatu pemikiran diman inJividu berusaha untuk menemukan hubungan-hubungan yang baru, untuk mendapatkan jawaban, metode atau cara-cara baru dalam menghadapi masalah. Kreativitas adalah kemampuan untuk membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua konsep atau lebih yang sudah ada oalam pikiran. Pentingnya melihat kreativitas dari segi proses ditekankan oleh banyak ahli. liurlock (1972) mengemukakan bahwa kreativitas adalah suatu proses yang menghasilakan sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru. Sedangkan Roge.s (1970) merumuskan proses kreatif sebagai munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tUl"1buh dari keunukan individu di satu pihak, dan dari kejadian, orang-orang dan keadaan hidupnYfl di lain pihak.. Dua definisi tersebut menekankan aspek interaksi (proses) antara individu dan lingkungannya atau kebudayaannya, juga aspek "baru" dari produk kreati yang dihasilkan. d. Dimensi Produk Kreativitas sebagai suatu "produk" yaitu kreativitas sebagai kemampuall untuk menghasilkan sesuatu yang baru . Saphira (1970) mengemukakan bahwa dari segi produk, kreativitas mengacu kepada hasil perbuatan, kinaerja, atau karya individu dalam bentuk 17 barang utau gagasan. Oi tegaskan bahwa produk kreatif sebagai "kre,eria puncak" (the ultimate criteria) karena produk merupakan hal yang paling eksplisit dalam lTlenentukar. kreativitas seseorang. Sementara itu, Amabile (1989) mempersyaratka adanya dua kriteria kreativitas yaifJJ: kebaharuan (nevelty) dan kesesuainn (appropriateness). Kebaharul11l menganduug unsur adanya perbedaan dari segala se&uatu yang telah ォ・ィゥ、オーセョN ada. Sedangkan kesesuaian mengaeu kepada kebermaknaan bagi Jadi kreativitas menekankan kepada penciptaan sesuatu yang baru dan bermakna bagi kehidupnn. Sedangkan Rogers (1970) mengemukakan bahwa kriteria produk kreatif adalah: (I) produk itu hams nyata atau dapat diamati, (2) セオ、ッイー itu harus baru, (3) p-roduk tersebl1t adalah hasil dari kualitas unik daam interaksi dengan Iingkungannya. Oengan demikian dapat disimpulkan bahwa ditinjau dari segi produk, kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya: (I) baru (novel), (2) berguna (useful), (3) dapat dimengeri (ul1derstanuble) (Campbell, 1992). Baru amksudnya dalah lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, menembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan , megatasi kest1litan, mendatangkan hasil lebih baik atau banyak. Sedangkan dapat dirnengeti rnaksudnya ad.llah hasil yang sarna dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. Peristiwa-peristiwa yang terjadi begitu saja tanpa tak terduga, tidak dapat dimengerti, tidak dapat dirarnalkan, tidak dapat diulangi, meskipun baru atau sangat berguna tetapi lebih merupakan hasil keberuntuga'1 (luck) tierarti bukan kreativitas. . Oengan dllrnikian yang dimaksud dengan kreativitas dalam hal ini memiliki indikatC'r, yaitu kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mcngelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasatl. 18 Dengan memperhatikan berbagai pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuar, menyampaikan gagasan, melakukan tindakan, mengubah pola pikir, pemecahan masalah dan mengembangkan konsep baru dengan cara-cara tidak konvensional. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka aspek-aspek kreativitas adalah (1) memiliki daya imajinasi yang kuat, (2) memiliki banyak inisiatif, (3) nmemiliki energi besar, (4) arientasi jangka panjang, (5) memiliki sikap tegas, (6) memiliki minat luas, (7) mempunyai s:fat illgin tahu, (8) berani mengambil resiko, (9) berani berpendapat, dan (10) memiliki rasa percaya diri. 8 b. Konsep MengembaDgkaD kreativitas ADak Mengapa kreativitas penting dipupuk dan dikembangkan dalam diri anak? ?ertam:l, karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan diri t(rmasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia, seorang ahli, Maslow (1968) dalam SC Utaml Munandar dengan buku berjudul "Mengembangkan Bakat dan Kreativitas <\nak Sekolah Petunjuk Bagi Guru dan Orang tua" yang menyelidiki sistem kebutunan manush menekankan bahwa kreativitas merupakan manifestasi dan individ'.l yang berfungsi sepenuhnya dalam perwujuctan dirinya. Orang yang sehat mental, yang bebas dari hambatan, dapat mewujudkan diri sepenuhoya. Hal ini ia berani berhasil mengembangkan dan menggunakan semua bakat dan kemampuannya dan dengan demikian memperkaya hidupnya. Kedua, kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal (Guilford,1957). Di sekolah yang terutama, dilatih adalah pengetahuan, ingatan dan kemampuan berpikir logis atau penalaran yaitu kemampuan menemukan suatu jawaban yang peling tepat terhadap masalah yang diberikan berdasarkan informasi yang tersedia. 8 H. Vclthzal Rival, FaktorFfaktor yang Mempengamhl Efektlvltas Be/ajar Mahaslswa (Survei di STIE annesha. 1999), Jurnal Pcndldikan dan Kebudayaan No.029 Tahnn kc-7 Mel 200 I, him. 191 19 Ketiga, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu. lni tampak sekali jika kita mengamati anak-anak yang ser:lang bermain dengan balok-balok kayu atau dengan bahanbahan permai>1an kOllstrukiiflainnya. Mereka tidak mau diganggu dan seolah-olah tidak bosan setiap kali membuat kombil'asi baru dari mainaon)'a. Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan manusiameningkatklln kualitas hidupnya. Dalmn era pembangunan ini tak dapat dipungkiri bahwa kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara kita tergantung pada sumbangan kreatif, berupa ide-ide baru, penemuan-penemuan baru"dan teknologi baru dari anggota masyarakatnya.9 c. Ciri-Ciri Kreativitas Anak Adapun merlUrut konsep Renzulli ciri-ciri kreativitas yang dikutip SCD Munandar adalah: 1. Dorongan ingin tahu besar 2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik 3. Memberi banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah 4. Bebas dalam menyatakan pendapat 5. Mempunyai rasa kerindahan 6. Menonjol dalamsalah satu bidang seni 7. Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mhdah terpengaruh deh orang lain 8. llasa humor yang tinggi 9. Daya imajinasi yang kuat 10. Keaslian (orisinaJitas), tinggi ( tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebllgainya, dalam pemecahan masalah menggunakan caracara orisinal yangjarang diperlihatkan anak-anak lain). I 1. Uapat bekerjn selldiri 12. Senang mencoba-hal-hal baru 13. Kemampuan mengembangkan atau merinci sllatu gagasan (kemampuan .elaborasi). Berikut iniakan dikemukakan ciri-ciri non aptitude kreativitas, yaitu ciriciri yang lebih berkaitan dengan sikap. Ciri-ciri tersebut akan diuraikan lebih lanjut dengan memberikan (definisi) yang menjelaskan konsepnya, serta contoh perilaku siswa yang mencerminkan ciri-ciri tersebllt, sebagai tuntutan para pendidik (William, 1977): 9 SC Utami Munandar, Mengembangkan Bakal dan Kreatlvitas Anak Sekolah Petunjuk.Bagl Guru dan Orang /IIa (Jakarta: PT Gramedia Widisarana Indonesia, 1999), Cet Ill, him. 47. 20 a. Rasa Ingin Tahu 1) Definisi a) Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak b) Mengajukan banyak pertanyaan c) オセ。ャ・s memperhatikan orang, objek, dan situasi d) Peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui/meneliti 2) Perilaku siswa a) Mempertanyakan segala sesualu b) Senang. menjajaki buku-buku, peta-peta, gambar-gambar, dan sebagainya untuk meneari gagasan-gagasan baru c) Tidak membutuhkan dorongan untuk menjajaki atan meneoba sr;:suatJ yang belu dikenal d) Men!;gunakan semua panea inderanya untuk mengenal e) Tidak takut untuk menjajaki bidang-bidang baru t) Ingin mengamati Perubahan-perubahan dari hal-hal atau keje.diankejadian g) Ingin bereksperimen dengan benda-benda mekanik B. Bersifat Imajinatif I) Definisi a) Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang tidak atau belum pemah terjadi b) Menggunakan khayalan, tetapi mengetahui perbedaan antara khayalan dan kenyataall 2) Perilaku siswa a) Memikirkan/membayallgkan hal-hal yang belum pernah tcrjadi b) Memikirkan bagaimanajka mehkukan sesuatu ya:Jg belUm pernah dilakukan orang lain c) Meramalkan apa nayang akan dikatakan alau dilakukan orang lain d) Mempunyai firasat tentang sesuatu yang belum terjadi e) Melihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat okh orang lain 21 f) Membuat cerita-cerita tentang tempat yang belum pernah dikunjungi atau tentang kejadian-kejadian yang 'belum pernah diala'11i. c. Merasa Tcrtantang oleh Kemajemukan I) Definisi a) Terdorong untuk mengatasi masalah yang rumit b) Mcrasa tertantang olehb situasi-situasi yang rumit c) Lebih tertarik pada tugas-(ugas yang sulit 2) Perilaku siswa a) セq「。キェMョゥイ」・m yang lebih suit dari pada menerima yang menggunakan gagasan-gagasan atau masalah yang rumit b) Melibatkandiri dalam tugas-tugas yang suit c) Tertantang oleh situasi yang tidak dapat diramalkan keadaannya d) MeJ1cari penyelesaian tanpa bantuan orang lain e) Tidak cenderung mencarijalan yang tergampang f) Berusaha teru-menerus agar berhasi I g) Mudah h) Senang menjajaki jalan yang rumit d. Sifat Berani Mengambil Resiko I) Definisi a) Berani memberikan jawaban meskipun bel urn tentu benar b) Tidak takut gagal atau mendapat kritik c) Tidak mel1jadi ragu-ragu karena ketidak jelasan, hal-hal yan tidak konvensional, atau kurang berstruktur 2) Sikap siswa a) Berani memperthankan gagasan atau pendapatnya walaupnn mendapat tantangan atau kritikan b) Bersedia mengakui kesalahan-kesalahann;va c) Berani menerima tugas yang sulit meskipun ada kemungkinan gagal 22 d) Berani mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah ynng tidak dikemukakan orang lain e) Tidak mudah dipengamhi orang lain f) Melakukan hal-hal yang diyakini, meskipuntidak disetuhui sebagian orang g) Berani mencoba hal-hal bam h) Berani mengakui kegagalan dan berusaha lagi e. Sifat Menghargai I) Definisi a) Dapat menghargai bimbingan dan pengarahan oalam hidup b) M.:nghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang berkembang 2) Sikap siswa a) Menghargai hak-hak sendiri dan hak-hale orang lain b) Menghargai diri sendiri dan prestasi N[セョ、ゥイ c) Mengharga i makne orang lain d) Menghargai keluarga, sekolah, dan ternan-ternan e) Menghargai kebebasan tetap tahu bahwa kebebasan menuntut tanggungjawab f) Tahu apa yang helul-belul penting dalam hidup g) Menghargai kesempatan yang diberikan h) Senang dengan penghargaan terhadap dirinya. Dao! pcmyalaan yang dikemukakan diatas nyata bahwa agar sikap krealif siswa dapal lerwujud tidak han:;a dibuluhkan kelerampihn berpikir krealif lelrpi juga ;ir;·ciri afektif kreatif. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya tidak hanya memperhntikan ket.erampilan-ketrampilan berpildr semata, tetapi pembentuklr. sikaf', perasann, dan ciri-ciri kepribadian yang mencenninkan kreativilas perlu . d'lPUPU k •10 Juga \0 SC U M"npndar, ibid, h.?1-93 23 4. Koc-peratif Tipe Jigsaw a. Pengertian pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif atan CLS (children learning in science) adalah salah satll bcntu!< ョ。イ ェ ャ・「ュセー yang berdasarkan fanam konstruktivisme untllk membangun pengetahuan sendiri melalui berpikir rasiunal. ll Pembelajaran kooperatif illllrupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecn yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membartu untllk memahami materi pelajaran. b. Ciri-ciri pembelajaran kooperatif SejaJan dengan ciri-ciri pembelajaran cooperative learning yang dikemukakan oleh Carin (1993) bahwa: (a) setiap anggota memiliki peran, (b) teJjadi hubungan iuteraksi langsung di antara siswa, (0) setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajamya dan juga ternan-ternan sekelompoknya, (d) guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelornpok, (e) guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan. Dalam sl1atu Iiteratllr ilmu sosial, hasil penelitian di sekolah menyatakan bahwa ada satll elemen penting dalam meningkatkan suatu pengetahuan siswa, yaitn dengan belajar bersama dengan pelajar lainnya C:alam suatll kelompok. '2 KelompQI< a1alah kumpulan beberapa orang yang bekerja sarna untllk menyelesaikan suatll pekerjaan dan memberikan seluruh ォ・ュ。 ーセ ョ yang diper1ukan untllk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebul. '3 Kemampuan dalam kelompok menurut Katzenbach dan Smith (1993) terdiri dari tiga bagian yaitll: I. Keahlian: dalam setiap kelompok harus memiliki ahli dalam bidang tertentll. 2. Problem s·)I"ing: dalam setiap kelompok harus dapat memecahkan masalah dan men.buat 1(eputusan melalui identif:kasi, evaluasi, dan interpretasi. Nuryani, Strategi Betajar Mengajar Biologi, (Malang: Universita:. Negeri Malang, 200 I), him. 173·174 "Geoffrey Walford, Doing Educational Research, (London & New york: Routledge, 1991), him. 109. Il John Humphries, Managing Suceesful Teams, (Londo,,, How to books, 2001),'Cet I, him. 109. II 24 3. Interaksi interpersonal: dalam suatu kelompok harus terbangun interaksi dengan cara berkomunikasi secara efektif dengan anggota kelompok lainnya. 14 Ada beberapa faktor yang diperlukan untuk kesuksesan dalam kelompok, diantaranya: Bekerja bersama, memiliki komitml:n, berkomunikasi, memiliki kepercayaan, memiliki rasa senang, kepemimpinan y:mg bagus, saling membantu, saling menyemangati, dan sebagainya. Dan yang perlu ditekankan dalam hal ini adalah bahwa selama keJja kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan. c. Tcknik .Jigsaw Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson sebagai metode cooperative barning. Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, ュセョ、・ ァ。イォ L dan berbicara. 15 Dalam cooperative learning: jigsaw ini mewajibkau masing-masing peserta menggabungkan untuk ォ・エセゥ。 ョM ァ ter&ebut belaj'lr satu sama lain dari temannya yang satu kelompok . Disinilah selJenamya proses pemberdayaan yang paling efcktif terjadi. Peserta yang kurang mcngcrti akan menjadi mengcrti karena mendapat penjelasan dari temannya. Ivlereku tidak malu untuk bertanya dan belajar. Mereka malah tidak 1.1engangap ini sebagai t'jgas, tetapi sebagai suatu permainan. Dan karena itu tugas kelompok, maka keberimsilan atau kegagalan dalam menjawab tugas yang diberikan ,nerupakan :anggung jawab setiap anggota kelompok. Akibatnya masing-masing anggota kelompok menjadi termotivasi untuk memberil:an yang terbaik bagi kelompoknya. 16 Dalam pembelajaran ini, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. 14 Nicky Haley, Succesful Team M'lnagcmcnt. (London: International Thomson Businihs Pre'ls, 1997), Cet. 1. him. 51-52. " Anita Lie. CooperallfLearning: memprakllkkan cooperalive di ruang-ruang kelas, (Jakarta: Grafindo). elm. 2. 16 Adi W. Ounawan. Born 10 be a Genius, (Jakarta: Oramedia, 2003), Cet. I, him. 173-174. 25 Dengan demikian menurut Bennet br hwa dalam pembelajaran cooperative learning: jigsaw terda:::-at unsur-L,nsur sebagai berikut: J7 I. Ketergantungan positif, artinya setiap siswa saling bergantung satu sama lain, yang オセイ・ー sipupuk adalah kerjasama. 2. Akuntibilitas individual, siswa saling bertanggungjawab secara bersama juga bertanggung jawab secara individual, mengembangkan potensi dan ide-ide yang melekat pada dirinya. 3. Interaksi tatap muka, artinya karena pembelajaran dilakukan dalatn kelompokkecil interaksi dapat dialkukan secara langsung satu sama lain. J,. Menggunakan keterampilan sosial, yang merupaKan bagian dari berpikir "ritis ォオエョセ artinya 。キウゥセ menilai, menginterpretasikan informasi yang diperolehnya, dituntut untuk memiliki kemampuan interaksi. 5. Prosesing, yang terjadi pada saat angguta kelompok mendiskusikan tingkat !<eberhasilan dan ef(oktivitas kerjasama yang telah dilakukan dalam tingkat pencapaian tujuan kelompok, bagaiman mereka bekerjasama dan ber\ilku positif untuk menungkinkansetiap individu dan kelompoksecara ke:;elw utan berhasil. 0alaln sitl:asi seperti ini, peran guru menjadi sangal kompleks. Di samping sebagai seorang fasilitator, guru juga berperan sebagai manager dan kC'nsultan calam inemoerdayakan kerja kelompok siswa. Berikut disampaikan lima hal yang terrnasuk peran utama guru (Johnson, 1991) dalam cooperative learning. ls a. Menyampaikan tujuan pembela,jaran yang sejelas-jelasnya. b. Menyampaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa dengan sejelas jelasnya. e. Memanu:u efektivitas kerja keloropok dan menyediakan bahan kepada siswa (misalnya: menjawab pertanyaan) untuk memaksimalkan kerja kelompok. d. Mcngcvaluasi hasil kcrja siswa. Yumi Susanti, Upaya Pen/ngkatan Kreativltas Siswa SMU Pembangunan UNP Me/alui Modojika,/ Cooperat!f Learn/ng Mode/J/g.,aw. dalam }unlal Pemhelajaran No.04 Thn ke 26, Deszmbcr 2003, him. 327. IB Barokah Sa"loso, Cooperative Learning: penerapan teknikjiiJsa;y da/am pembe/ajaran bahasa Indonesia di SLTP, dalam Bulctin Pendidikan Pelangi, Volume I No.1 Tahun 1998/1999, him. 6. 17 26 e. Membantu siswa berdiskusi tentang manfaat kerja kelompok. 'I'erdapat tiga konsep sentral yzng menjadi karakteristik pembelajarap cooperative krning: Jigsaw sebagairnana dikemukukan oleh Slavin (1995), yaitu penghargaan kelompok, pertanggungjawaban individu, dan kesempatan yap.g satna untuk berhasil. I9 a. Penghargaan kel0mpok Pembclajaran ini menggunakan tujuan-tujuan kelempok untuk memperoleh penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok diperoleh jika kelompok mencapui skor di atas kriteria yang ditentl'kan. Keberhusilan kelompok didasarkan pada penampilan individu sebagai anggota kelompok dalam menciptakan hub'Jngan antar personal yU'Ig saling ITlelldukung, saling membantu, dan saling peduli. b. Pertanggungjawaban individu Keberhasilan kelompok tergantung dari pcmbdajaran individu dari semua anggota kelompok. Pertanggungjawaban tersebut menitikberatkan pada aktivitas anggota kclompok yang saling membantu dalam belajar. Adanya pertanggungjawaban secara individu juga menjadiknn setiap anggota siap untuk menghadapi セ・ウ dan tugas-tugas lainnya secara mandiri tanpa bantuan teman sekelOlnpoknya. c. Kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan ['embelajaran ini menggunakan metode skoring yang mencakup nilai perkembangan berdasarkan peningkatan prestasi yang diperoleh siswa dari yang terdahulu. Dengcn menggunakan metode skoring ini setiap siswa baik yang berpre,tasi rendah, sedang, atau tinggi sama-sama me'nperoleh kesLinpatan untuk berhasil clan melakukun yang terbaik bagi kelompoknya. Tujuun pembelajaran ini berbeda dengan kelompok tradisional yang menerapkar. sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. £edangkan tujuan dar; pembelaj1ran kooperatif adalah menciptar.an situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. 19 http://www.jicsaw.comJeducation02//jlmiahl.htm 27 Dalam pembelajaran kooperatif harus memiliki keterampilan yang tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi siswa atau peserta didik juga harus mempelajari kcterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan koopcratif. Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan membangun tugas anggota kelompok selama kegiatan. Keterampilan·keterampilan selama kooperatif tersebut antara lain sebagai berikut (Lungdren, 1994) ;20 Pertama keterampilan kooperatiftingkat awal, antara laian meliputi; menggllnaka.n keoepakatan, mengharca i l:ontriIJusi, mengambil giliran dan berba::li tugas, berad" oalam kelompok, berada dalam tugas, mendorong partisipasi al1ggota k0lompok, dan menghormati perbedaan individu. Kedua, keterampilan tingkat menengah antal'a lain; menunjukkan pen&hargaan dan simpati, mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara dapat diterima, mendengarkan dengan arif, bertanya, membuat ringkasan, menafsirkan, mengorganisir pekerjaan, dan bertanggungjawab. Ketiga, keterampilan tingkat mahir meliputu; mengelaborasi, memeriksa dengan cermat, menanyakan kebenaran, menetapkan tujuan, dan berkornpromi. Walaupun pembelajaran ォッ ー・イ。セゥヲ menimbuH:an keresahan kepada guru yang mengkhwatirkan kecairan pembelajaran apabiJa pelajar yang cerdas berada oi oulum kumpulun yang kllrang ccrdus, tctupi mcngikut Sluvin ( 1991) ia akun memberi faedah kepada golongan yang berbeda keholehan yang belajar dalam satu kumpulan. Kajian menunjukkan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pcncapaiun dan kemah iran kognitif pell\iar. Jika dijalankan dengan sempurna, setiap pelajar mempunyai tanggungjawab untuk me.l1.ahiri sesuatu sllbtopik serta berpeluang tertukar pengetahuannya dengan ahli kumpulan yang lain. Untnk tu.iuan ini , pelajar perlu betul-betul memahami subtopik itu, bukan ウLセォ。、 イ menghafal sesuat'J topik. Ini mengakibatkan pcmproses.ltl pada aras yang lel>ih tingg.,yang meningkatkan daya ingatan dan seterusnya membolehkan mereka menunjukkan pencapaian yang lebih baik. 20 Yurni 8m_anti, op cit, h.37.6. 28 Kajian juga menunjukkan pembelajaran kognitif dapat memberbaiki kemahiran sosial pelajar. AhH-ahli dalam kumpulan perlu bekerjasama unluk mencapai Nョ。イェャ・「ュセヲゥエォ・ェ「ッ Secara tjdak langsung, rnereka perlu mempelajari alau memperbaiki kemah iran sosial mereka. Pelajar yang bersuara perlahan perlu meninggikan suara supaya didengari dan difahami oleh ahH ,kumpulan lain. Teguran sesuma ahH perlu dilakukalt oengan sewajamya agar dinamik kumpulan lidak hancur uan gerak kerja berjalan lancar. Mengikut Kagan (1994), pembelajaran kooperatif bagi golongan berbakat telah membawa bnn)ak Keberkesanan atau faedah seperti berikut ;21 a. Memperbaiki hubungan sosial b. Meningkatkan pencapaian c. Mening,katkan kemahiran kepemimpinan d. Meningkatkan kemahiran sosial Nセ Meningkatkan kemahiran teknologi f. Mcningkatkan keyakinan diri Dari umian diatas tampak bahwa penerapan model jigsaw dapat meningkatkan dua sasaran pembelajaran secara bersamaan, motivasi berprestasi dan ウ。エゥカ 。セイォ siswe.. Hal ini dapat terjadi pada setiap siswa, karena pada dasar nya seliap siswa (individu) secara psikologis memiliki beberapa persamaan. Sebagaimana dikemukakan Gordon (1985) setiap anak mempunyai tendensi ingin berdiri sendiri, mengembangkan rasa harga diri atas ャゥセ。ィ siswa akan aktif 「セャ。ェ イ apabila kepada mereka yang dicapai, dan semua ョ。ォゥイセ「 、 kesibukan dan pekerjaan. Dalam penerapan model jigsaw, antara lain anak diberi kesempatan lIntt!k ァセャ 「 ョ。エイ・「 jr.wab 。イ 」・セ penuh, bertanggung jawab terhadap kelompoknya, maupun bertanggung jawab dalam penguasaan dan penyampaian inforrnasi kepada anggota kelompok. Jika model ini diaplikasikan 。イセ」・ウ teratur dan I'erkelanjlltan dapat menumbllhkan krealivilas siswa yang sudah cllkup lama terpa:mng. Selain itu dikcmukakan Slaving (1983) dalam model jigsaw ada kompelisi guna memolivasi siswa bekerjasama dalam kelompo!mya. 21 Ibid 29 C. Bahasan HasH-HasH Penelitian )'ltng Relevan Yurni Suasti dalam: Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa SMU PembanguD3i1 UNP melalui Modifikasi Cooperatif Learning Model Jigsaw, memberikar. kesimpnlan: bahwa pada penelitiannya yang menggunakan empat siklus, yaitu terjadi peningkatan kreativitas siswa dalam hal bertanya dan ュ・ 「 イゥォセNョ pcnjelasan. Tabel Kreativilas siswu pada seliap siklus pengamalan Kreativitas Siswa SIKLUSI SIKLUSII SIKLUSIII SIKLUS IV Kel. Ahli Kel. Koopel'atif Kel Kel. ahli + Koopemtif Kooperatif 13,16 8 20,51 10 25,64 14 35 Menjelaskan/menjawab 3 7,89 6 15,38 4 10,25 14 35 Bertanya, menjelaskan, 10 26,32 16 41,03 22 56,41 7 17,5 13 47,37 30 76,92 Sセ 97,43 35 87,5 95 39 97,5 40 100 40 100 Sertanya 5 atau menjawab JUnllah siswa beatif Jumlah I hacir siswa yang 38 .. haSH anah..:Is lembar observasi. 2003 Kesinlpulan : I. Pada sikhlS I kreativitas siswa dalam hal bertanya dan memberikan jJenjelasan sudah berada pada tahap instruksional, meskipun demikian kr-:at!viws dalam hal kerjasama belum berjalan dengan baik, misalnya terlihllt masih banyaknya siswa yang bercerita dengan teman disebelahnya, siswa yang diam, dan berkelakar. Demikian juga halnya pada siklus kedua :neskipun sudah terjadi peningkatan propos; siswa yang bertanya dan memberil:an penjelasan, artinya siswa pada tahap independent, akan telapi sllasana kelas masih belum kondusif. 2. Pada siklus ketiga terj.ldi peningkatan yang luar biasa baik dari jumiah yang bertanya, memberikan penjelasan, maupun kerjasama sesame siswa, p<.:mbagian tugas, dan kepemimpinan. Pada siklis ini siswa sudah berada 30 pada tahap independent penuh. Hal ini sesuai dengan refleksi yang diberikan, baik dengan motivasi melalui sosialisasi tenlang nilai-nilai yang di dapat melalui kegiatan kelompok tipe jigsaw maupun karena pemberian hadiah lJerangsang bagi siswa da.1 kelompok b:rpreSlasi. 3. P:lda siklus keempat terjadi penurum,n kreativi-as siswa, meskipun siswa telap berada paoa lahap independent. Hal ini karena penerapan model, yaitu penggabungan kegiatan pada satu kali pcrtemu,m dalam bentuk kelompok ahli dan kelompok kooperatif yang dirasakan kurang efisien, sebagaimana juga dinyatakan oleh siswa. D. Pengajuan honseptual Perencanaan Tindakan TAHAPI ャセュNヲゥw[ >- Mengenai bahan ajar yang tcrsedia. permllsalahan >- Kegi<:tan pembelajaran yang biasa dilaksanakan: >- Alat dan eara evaluasi yang dilakukan. lb. Penyusunan komponenセ Mengenai bahen ajar. komponen セ Media pembelajaran. pembelajaran >- Alat dan evaluasi pembelajlllan: セ Strategi pembelajaran yang relevan dengan aktivitas pembelajaran yang diinginkan (pembelajaran k00peratif). L 31 /\"Iengkaj i komponen · Mcngkaji dan mcrivicw ォッュー ョセ pembelajaran yang telah pcmbelajaran d;susun kemudian diriview ,.ehingga komponenkomponen pembelajaran dapat disempurnakan. Dengan implementasi tindakan: »- Observasi kelas : untuk mengetahui efektivitas Jan efsknsi komponenkomponen pembelajaran yang dikembangkan. »- Anf.lisis dan refleksi data hasil pengamatan proses pembelajaran. »- Mengumpulkan informasi dengan melakukan wawan [M ZォiM Z M [ MZ [ M Z[ MZセ cara kepada guru. ---;-"....--1 Merencanakan pembeJajaran yang akan diterapk8l'l. Menentukan pokok bahasnn Mengembangkan skenario pembeJajaran. Menyusun lembar kerja siswa mengembangkan rencana ョ。イ セNi・「ュ ー Mengembangkan format observasi pembelajal'2n (pedoman observasi, dan wawancara) 32 Menetapkan tindakan Tindakan pengajaran sesuai skenario yang telah di buat. tngamatan セ Mengobservasi efektivitas, efisiensi, dan relevansi I model pembelajaran yang diteraI:kan. >- Mengobservasi aktivitas siswa selama prnses pembelajaran. ,"0> Mengobservasi aktivitas guru selama proses pembelajaran. Rcfleksi » Melakukan evaluasi tindakan yang telah dibkukan meliputi evaluasi efektivitas, efisiensi, dan relevansi model yang diterapkan, serta aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. E. Hipotcsis Tindakan Proses pembelajaran biologi pada kOllsep pencemaran Iingkungan apabila dilakukan dengan pengembangan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw akan meningkatka,l daya kreativitas siswa dalam belaj ar. BAB III METODOLOGI PENELI1 IAN A. T:ljuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan : I. Kre,lli',itas siswa belajar biologi 2. :Ceaktifkan siswa dalam diskusi kelas 3. Kemampuan guru dalam melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penclitian ini akan dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta tanggal 12 Maret s.d 2 Mei 2007 bertepatan dengan materi pelajaran pcncemaran lingkungan. C. Metode dan Disain Intervensi 1 indllk:m Metode dan disain penelitian ini berbentuk siklus (cycle) yang mengacu paca model Elliot (Hopkins.1993). Kegiatan yang dilaksanakan untuk ウセエゥ。ー siklus meliputl: (a) rencana, (b) tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Pcnilaian dilakukan dcngan mengadopsi kriteria yang digllnakan Sllciadi (2000):1 sebagai berikllt, (1) siswa berada pada tingkat independent, jika jumlah siswa yang bertanya dan mengeluarkan pendapat diatas 60%, (2) siswa berada pada tingkat instr.lksional, jika jumlah siswa yang be:1anya dan mengeluarkan pendapat pacta rentang 41-60%, (3) siswa berada pada tingkat frustasi,jikajllmlah siswa yang bertanya dan mengeluarkan pendapat klln:ng dari 40%. Hal tersebut diamati lIetika diskllSi berlangsllng dengan membullt bagen partisipasi: 2 Yurni Susanli, Upayt. Penlngkalan Kreal/vitas 3iswa SMU Pembangllnan UNP Melailli Modojlkasl CoaperalifLearning Model Jigsaw, dalam Jumal Pembell\iaran No.04 Thn ke 26, ()cncmhel' 2003, h1111. :l0. 2 Yan:; Herlanti, Science Edllcatlon Research, (Jakartn: UrN Synrilhidn)'nluilah, 200Sj, Cet. I, hlr.l.30. J 34 Idcntifikasi Masalah Perencanaan (Pcmb'latan Pcdoman rcncana pCllgajaran Lcmbar observasi poooman wnwancaru) Implcmcnlasi Tindakan .. Tindekan Pengembangan Kreativitas Siswa • • • Rasa ingin tahu flcrsifallmnj'inatif Mcrasa tentang rich kemajcmukan • Berani rncnganti resiko " Sifat Mengharagni Siklus I I ReOeksi , I Rcncana ! I Tindakan I 1 "I Krentivitas siswa Obscrvasi I r D. Subjck yang Tllrlibat dalam Penelitian Dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-I MAN II Jakarta Dari keseluruhan siswa 1<:elas X tersebut yang dipilih sebagai subjek adalah kelas X-I yang berjumlah 27 siswa dan guru bidang studi biologi. Penelitian yang diamati mengellai kreativitas siswa kooperatiftipe jigsaw. dan guru dalam penerapan model pembelajaran 35 E. Peran d?n Posisi Peneliti dalam Penelitian Dalam penelitian ini peneliti sebagai ッ「ウ・イカセ yang mengobservasi keadaan atau situasi dan kondisi ketika pembelajaran berlangsung buik mengoservasi aktivitas siswa dalam mengikuti model pembelajaran kooperatiftipe jigsaw maupun aktivitas guru dalam kemampuannya menerapkan model pembelajaran kooperatiftipe jigsaw. F. Tabapan hl.tervensi Tindakan Siklus I Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang diberikan dalam bentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-6 orang, mdsing-masing kelompok mempelajari materi yang berbeda, masingmasing kelompok ahli berkumpul untuk mempelajari materi pembelajaran yang dibelJankan kepadanya, kemudian masing-masing ahli materi kembaJi ke kelompok tetap untuk menjelaskan materi yang dikuasai dan mendiskusikannya dengan anggota kelompok yang lain. Pada ;iklus ini diharapkan agar siswa mulai n.enunjukkaJl ーセイオ「。ゥj ョ yang positif. Dalam hal ini peneliti melakukan untuk sclanjutnya observasi dengan eara pengamatan seeara langsung untuk melilJat kreativitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hasil pengamatan dati siklus ini dianalisis dan dijadikan bahan refleksi untuk reneana pada siklus i<edua. G. HasH Intervensi Tindakan ケ。ョセ Diharap.l<an Hasil intl';rvensi tindaka:l yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu, peningkatan terhadap kreativitas siswa dalam belajar yang meliputi: I. Rasa ingin tahu siswa 2. Bersifat imajinatif 3. Merasa tertantang oleh kemajemukan 4. Beran; mengambil resiko 5. Situt I11cnghnrgai :16 H. Data ctan Sumber Dl1ta Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : I. ョ。ャゥーュ イ・エセk kooperatif(kreativitas) siswa meliputi: 3 Sikap Kreativilas Siswa I. Rasa login Tahu Item__ I Indikator a. Mempertanyakan sesuatu b. Mencari gagnsan-gagasan c. Mengamati kcjadian-kejadian 2. Bersifat ヲゥエ。ョセュi 2 3 a. Memikirkan hal-hal yang belum pernah terjadi b. Melihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat orang lain c. Memikirkan/ melakukan hal yang belum pernah dilakukan orang lain 1--::-7-:. 3 Merasa Tertantang-')Ieh Kemajemukan 4 5 a. Menggunakan gagasan/ masalah yang rum it b. Melibatkan di dalam togas-tugas 6 4. Berani Mengambil Resiko I 8 c. Tidak cenderung mencari jalan yang tcrmudah 9 a. Berani mengajukan pertanyaan/ ョ。ォ ャB ・セョ ュ pendapat b. Tidak mudah dipengaruhi oarang lain c. Berani mempertahankan gagasan/ pendapat 10 a. Menghargai hale orang lain b. Menghargai makna orang lain c. Menghargai kebebasan yanp, bertanggugjawab 5. Sifht Menghargai 7 .. セ 1I 12 14 15 Sumber: Utmm Munanadar, "Mengembangkan Bakat dan Kreatlvltas Anak" l Utami Munandar, Mengembangkan Bakal dan Krealivil1S Anak Sekolah, (Jakarta:Gramedia, 1997), Cel.I. hlm.91-93. 37 2. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sesuai dengan skenario pembelajaran, meliputi aspek: Aktivitas guru selama proses pembelajaran I. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Memberikan informasi/menjelaskan materi dengan ceramah/menulis 3. Mengamati kegiatan siswa 4. Memberikan petunjuklmembimbing kegiatan 5. Menulis yang relevan dengan KBM 6. Menutup pembelajaran Instrumen ini diadopsi dan disesuaikan dari instrumen penelitian kooperatif tipe jigsaw sebelumnya oleh Pendi, S. (2002).4 I. Ins*rumen-Instrumen Pengumrul...1 Dahl yang Digunakan I. Lembar observasi (checlciist) Lembar Observasi ini digunakan untuk mengukur: (a) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatiftipe jigsaw Instrumen ini diadopsi dan disesuaikan dari instrumen penelitian koopcratif tipc jigsaw sebelumnya olch Pendi, S. (2002) dan untuk indikatornya disesuaikan dengan skenario pembehljaran yang dikembangkan oleh penulis. (b) Keterampilan kreativitas siswa lnstrumen ini diadopsi dari Utami Munandar dalam buku yang berjudul "Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. (c) Kegiatan diskusi kelolllpok Pembuatan bagan partisipasi untuk melihat keikutsertaan siswa datam proses pembelajaran. Bagan ini diadopsi dari Yanti Herlanti dealam buku yang berjudul "Science Education Reserch dan digunakall untuk mellgamati kegiatall diskusi kelas. 5 http://,,,ww.jigsaw.com/education02//i1miahl.htm. , Yanti Herlanti, op cit, hlm.31. 4 38 (d) Penghargaan kelompok Pembuatan lembar penilaian dan evaluasi penting dalam pembelajaran kooperatif adalah pengakuan dan penghargaan terhadap upaya pembelajaran yang dilakukan siswa. Hal ini berbentuk konsep pengumuman temple kelas mingguan yang di kembanglt:an oleh Slavin. 6 2. Pedoman wawancara P.::doman wawaneara ini digunakan untuk mengetahlli tanggapan atau kesan guru terhadnp pembelajaran yang berorientasi model pemhelajaran kooperatif tire jigsaw. •J. ォゥョ セt Pengllrnpulan Data Dntuk memperoleh data yang sesuai dengan permasalahan i\enelitian ini, maka digllnakan mstrument sebagai berikllt: I. Observasi Obsrrvasi dibkukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai aktivitas siswa dan guru 。ュ ャセウ proses ー・ュ「ャ。ェセイョ kooperatiftipe jigsaw H«I-llal yang diubservasi mengenai : I) Keterampilan kooperatif (kreativitas) siswa 2) ョ。オーュ セk guru dalam mengelola pemrelajaran kooperatif tipe jigsaw sesuai dengan skenario pembelajaran 2 Wawanearu W&waneara yaitll cara pengumpulan data melalui sejumlah pertanyaan seeara lisan dengan mengadakan hubungan langsung bertemu mukadengan resronden. 3. Pedoman reneana Pengajaran Reneana pengajaran ini berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pokok bahasan invertebrata. Kegiatan belajar-mengajar yang dipersiapkan adalah mengaeu pada sintak model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw seperti yang tertuang dalam A.rends (200 I). Untuk rnelengkapi model pembelajaran ter;ebut, sesuai dengan cirri khas pembelajaran kooperatif,maka 6 Muslim," Ibrahim, !'embe/aJaran Koopera/!f, (Surabaya: University Press, 2005), Cel. 1, hln1. 60. 39 metode yang digunakan adalah eeramah dan diskusi. 3crJangkan pendekatan yang digl!nakan adalah pencekatan seeara kooperatif. K. Teknik Pemeri!<saan Kepercayaan (Trusworthiness) Studi Va!iditJs suatu teknik observasi sangat bergantung kepada keeakapan, pengertianlpengetahuan, dan sifat-sifat dari peneliti itu sendiri. Maka untuk menjaga tetap adanya validitas observasi yang dilakukan, peneliti hendaknya memperha;ikan ketentuan-kctentuan berukue a. Peneatatan di dalam observasi harus dilakukan segera dan seeepat mungkin. b. Ohserver/pengamat harus selalu sadar akan bahaya dari misinterpretasi yang timbul karena kekaea.mn/kurang fahamnya membedakan mana yang berupa gejala dan mana yang berupa sebab. e. Generalisasi dari observasi baru dapat di terimaldilakukan berdasarkan penelitian yang sangat berhati-hati, dan didasarkan atas sample yang luas/banyak. Jika tidak dengan demikian generalisasi dapat merupakan kesimpulan yang keliru dan tidak bemr. d. Last but not least, signifikan hasil observasi sangat bergantung kepada keeakapan, pengertian/pengetahuan, dan sifat-sifat dari peneliti itu sendiri. Untuk mengetes reliabilitas pengamatan dilakukan dengan menentukan toleransi pebedaan hasil engamatan, dengan menggunakan rumus dikemukkan oleh H.J.X. Fernandes (1984;40)8 1 M. Ngalim Purwanto, Evaluasi Pengajaran, (Bandung: Remaja karya), h.193-.194 , Suharsimi Arikullto, Prosed.1f Penelillon: slIat pendewtan praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), Cet XXli, him. 176. yang 40 IKK = n N Dengan keterangan: IKK= Indeks kesewaian kasar n = Jumlah kode yang sallla N= Banyak objek yang dialllati L. Analisis Dl,ta dan Interpretasi Hasi! Analisis AnalLis data dan interpretasi hasH analisis pelllbela,jaran digunakan untuk Illenjawab pertanyaan: I, Analisis fiata pengelolaan pembelajaran Analisis ini digunakan untuk Illenjawab pertanyaan "Bagaimana kelllampuan guru dalalll Illengelola pembelajaran yang berorientasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw?" Data hasH pengamatan aktivitas guru selama KDM berlangsung dianalisis dengan menggunakan rumus: _--,n...m,,-_X 100 % N Keterangan: nm = Jumlah item dicek dati liap aspek daftar cek N= Jumlah seluruh item dari tiap aspek daftar cek Data hasH observasi dijumlahkan item dari tiap aspek yang kemudiun dipersentasekan Selanjutnya transformasikan persentase tersebut ke dalam stanel dan predikat nilai A,B,C,D, dan E, dimuna: 0% = 10= A (Baik) 1%-10% =8=B(Cukupbaik) II %-25% = 26%-49% = 4 = 0 (Kurang) 50%-100% 0' 6 = C (Cukup) 2 = E(Kurang sekali) :9 2, Analisis data pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keteramp'lan k00peratif siswa. Analisis ini digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian "Bagaimana aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran ?", dan "Bagaimana 9 Drs. Siameto, EVuluasi Pendidikall (Jakarta: Bum! Aksara), h. 115-116 41 keterarnpilan kooperatif (kreativitas) siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ?"Data basil pengamatan aktivitas guru, aktiv:tas siswa, dan keterampilan kooperalif siswu se:ama KBM berlangsung dianalisis dengan menggunakan: 10 Persentase (%): banvaknya frekuensi aktivitas X 100% seluruh frekuensi aktivitas Sebagai pec10man penentuan kualifikasi, digunakan skala persentase (%):' 1 Bilajawabal1 "ya" mencapai: 81-100% : baik sekali 61-80% : baik TQMVセE : cukup 21-40% : kurang 0-20% : kurang sekali 3. A.natisis data ;Jendapat guru terhadap perangkat pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar (KBM). Anlaisis data pendapat guru digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian "Bagaimana kesan guru terhadap penerapan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw?" Data yang berupa jawaban guru terhadap sejumlah butir pertanyaan pada wawancara guru, langsung dideskripsikan apa adanya untuk menggamharkan pendapat atau penilaian guru terhadap pcrangkat pembelajaran yang セ・ャ。ィ dikembangkan dan penerapan perangkat dan model pembelajaran koopcratiftipe jigsaw yang telah dilakukan selama kegiatan ujicoba. M. Tindak Lanj ut Pengem bangan PE:rencanaan Tim/akan Setelah perencanaan tindakan dilakukan, maka untuk pengembangan tindakan lanjutnya Jilakukan evaluasi yaitu evaluasi secara keseluruhan setelah pelaks<.naan semua siklus dilaku:-a.t apakah tujuan yang diharapkan du; penalilian ini sudah terca;:Jai atau belum. Kemudian jiKa memang hasilnya bel urn memuasklln atau pun belum tercapai, maka evaluasi ini digunakan untuk melakukall refle:<si l.embali. 10 II [11tP:!!www.damrndjrl.Qr.Id/Olclyusufunsbnb3.pdf Drs. N.t'.. Ametembun, Eva!uasl Mengajar (Bandung: Suri), h. 66 42 Retlel;si ya:1g dilakukan peneliti yaitu evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Hasil observasi dalam monitoring dianalisis secara deskriptif untuk menggamtarkan hasH observasi yang berupa proses dan hasH tindakan. HasH observasi juga digunakan untuk evakasi terhadap prosedur, apakah yang terjadi sudah sesuai rancangan skenario, apakah tidak terjadi penyimpangan, apakah prosesnya seperti dalam skenario, dan apakah hasilnya sudah memuaskan sesuai yang 、ゥィ。セ ーォッョN Jika temyata hasilnya belum memuaskan dikarenakan sesuatu hal, maka dilakukan perancangan ulang yang diperbaiki, dimodifikasi dan jika perlu disusun skenario baru jika sarna sekali tidak memuaskan. Dengan skenario yang telah diperbaiki dan dilakukan siklus yang berikutnya untuk mencapai hasil yang optirr.al. BABIV DESKRlPSI ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL ANALISlS DAN PEMBAHASAN A. Dcskripsi Data Hasil Pengamatan EfekfHasillntcrprctasi Tindakan Hasil dari penelitian ini diperoleh data kreativitas siswa dan aktivitas guru Jalam proses belaja:' mengajar yang diperoleh dari datn-d1ta hasil observasi yang bertujuan untuk mcndeskripsikan sikap kreativitas siswa dan aktivitas guru pada saat proses ーセュ「・ャ。ェ イ ョ yang merupakan bahan refleksi untuk memperbaiki dan meningkatkan pl:mbelajaran di kelas, dan tidak ketinggalan pula data hasil angket dan wawaneara dengal' guru yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa dan guru terhadap implementasi model pembelajaran dengan pendekatan kooperatif tipe jigsaw. Bedkut ini adalah data hasil pengamatan efek atau hasil intervensi tindakan: Siklus I, Pembelajaran pada siklus ini sesuai dengan reneana pengajaran yang teluh disusun oleh peneliti dan didiskusikan bersama guru. .Biologi yang bcrsangkutan. materi yang dibiearakan pada siklus I adalah Pereemaran air. Dalam rcnelilian ini aspek yang dianalisis dalum proses pembelajaran adalah kreativitas ウゥ |セ。 dan aktlvitas guru dalam proses belajar mengajar. Untuk mengetahui kreativitas siswa dan akti vitas guru dalam proses pembelajaran. dilakukan observasi dengan eara menandai aspek セNゥォ。ー yang dilakukan siswa dan guru pada lembar observasi yang telah tersedia. Pada awal pembelajaran siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai mode!. pembelajaran yang akan diterapkan. Semua siswa mulai mengerjakan tugas yang 、ゥ「・イセォRョ d:.llam kelompok masing-masing (kdompok ahli) yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kelompok kooperatif, te' api pada siklus ini masih terlihat ada siswa yang bekerja sendiri untuk menyelesaikan tugas tersebut tanpa mendiskusikan dengan teman sekelompoknya. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas ァQャオイ・、ョセ」 langsung bertanya kepada guru tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan temen sekelompoknya. Selain itu masih ada aktivitas-aktivitas siswa yang tidak 44 relevan dengan KBM, seperti jalan-jalan berpindah-pindah ke kelompok yang lain atau bertanya kepada guru, dan ngobrol dengan temannya. Mengamati aktivitas guru sarna' eara halnya dengan mengamati sikap kreativitas siswa. Dari data pe.lgamatan yang dilakukan oleh observer, pada awal pembelajaran guru langsung menginformasi';an mat·eri yang セォ。ョ dibahas tanpa menyampaikan tujuan pembelajarannya. Pada tahap apersepsi guru mengingatkan siswa pada sebelumnya yang berhubungan dengan matel i yang akan dibahas. Pada tahap kegiatan kelompok, guru mengamati kerja beberapa kelompok dan memberikan penjelasan kepada siswa yang memerlukan bantuan. Namun dalam memblmbing guru terlalu lama pada kelompok tertentu. Sedangkan pada akhir pembelajarar. dalam menyimpulkan materi gun tidak mengikuts0rtakan siswa. Siklus II. Pokok bahasan yang dipelajari pada siklus II yaitu pcnecmaran udara. Sikap kreati\'itas siswa pada siklus I, selama pembelajaran berlar.gsung mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I. Hal ini terlihat dari siswa-siswi yang mulai berani berlanya dan mengeluarkan pendapatnya pada kegiat.m kelompok yang dilakukan, meskipun mereka masih kesulitan untuk berbiear3 lialan, menjelaskan. Aktivitas siswa yang tidak relevan dengan KBM juga agak berkurang. Aktivitas guru pada siklus II mulai mengalami peningkatan sebagai akibat oar; ゥウォ・ャヲセイ waktlJ guru dalam meningkatkan kemampuaa mengajamya. Penggunaan yang sesaai dengan rencana oembelajaran, menjadikan kegiatan pembelajaran berlangsung lebih kondusif. Siklus II ini lebih mengutamakan kcgiatall yang belum tercapai pada siklus I. Pada awal pembelajaran guru sudah menginfonnasikan materi dan tujuan pembelajaran. Pada saat diskusi kelompok, guru kurang memotivasi kelompok lam untul: berbagi ide terhadap hasil diskusi kelompok. Pada akhir pembelajaran guru menegaskan kern bali materi yrng sudah dibahas dengan melibatkan siswa agar dapat meningl.atkan pemahaman siswa tentang materi yang telah dibahas. Siklus Ill, Pokok bahasan yang dipelajari pada siklus IiJ adalah penccmaran t2.nah. Pelaksanaan pcmbelajaran pada siklus III bcrlangsung dengan 45 baik. Ini terlihat dari keaktifan semua siswa dalam kelompoknya dan kekompakan untuk menyeiesaikan tugasnya. Para siswa bergantian memimpin kegiat.m kelQmpoknya sehingga kegiatan kelompok dapat berjalan dengan baik. Siswa yang memimpin kelompoknya biasanya menanyakan terlebih dahulu kepada teman sekelompokn)'a tentang pendapat-pendapatnya dan berdiskusi sampai tercapai suatu kesimpulan akhir. Pa,.1a 3..at mcnyelesaikan tugas setiap anggot1 kelompok m:Ilai terlihat aktif, terlihat semua anggota kelompoknya ikut bertanggullg jawab dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Pada umumllya aktivitas guru selama proses pembehjaran pada siklus III slldah lebih baik disbanding pada siklus sebelumnya. Ini terlihat dari pengeJolaan kelas yang berjalan baik dan guru mulai menempatkan posisinya sebagai fasilisator dan motivator agar siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan memberi bantuan seperlunya jika ada siswa yang membutuhkannya. セNオャォゥs IV, POKok bahasan yang dipelajari pada siklus IV adalah pencemaran suara. Pelaksanaan pcmbelajaran pada siklus IV berlangsung dengan baik sama halnya pada siklus III. Hal ini karena siswa ィ。ャセエ yang diterapkan dan siswa telah memahami ウセァオエ terbiasa depgan model maslllg-masing dengan baik. Ini terlihat dari keaktifan semua siswa dalam kelompoknya serta kekompakan untuk menyelesaikan tugas. Para siswa masing-masing mengerjakan tugasnya dengan berdiskusi kepada anggota kelompoknya, siswa pur, bergantian mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam memecahkan permasalahan, pemimpin kelompok dapal memir.1pin anggotanya dengan baik sehingga diskusi dapat be,jalan dengan baik pula. Pada saat menyelesaikall tugas setiap anggota kelomp0k m'llai terlihat aktif, terlihat semua anggota kelompoknya ikut bertanggulIg jawab dan sa;ing membantu dalam menyelesaikap tugas yang diberikan guru. Pada uPlumnya akti'litas guru selama proses pcmbelajaran pada siklus IV sudah lei>ih baik lagi dibanding pada siklus sebelumnya. Ini terlihat dari "engelolaan kelas yang berjalan baik, proses pembelajaran yang dapat berjalan ョ。ァセ・、 baik pula dan guru mulai menempatkan posisinya sebagai fasilisator dan 46 motivator seperti pad:! siklus III agar siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan tidak bergantung ccr.!>an gum sehingga siswa dapat saling 「・ォ イェ。セ ュ jika kelika menemukan kesulitan dan guru memberi bantuan seperlunya セ・エ ャ。ィ diskusi pun tidak menemukan kesimpulannya. Pada siklus V 'ni merupakan modifikasi dari model pembelajaran yang diterapkan, dimana pada siklus ini merupakan pembahasan ォセュ「。ャゥ materi yang telah dikuasai pada pertemuan siklus I, II, III, dan IV dalam belltuk diskusi kelas yang dilakllkan oleh kelompok ahli secara bergalltian. Hal ini dilakukan untuk melihat kembali kreativitas siswa ketika melakukan diskusi kelas dan berada di depan teman-tel'lannya yang lain. Namun, modifikasi ini tidak berjalall dengan baik karena pada siklus ini kreativitas siswa justru bunyak mengalami penurunan dari siklus sebelumnya. Masih banyak siswa yang malu atau takut untuk mengemukakan pendapatnya dan sedikit siswa yang bertanya. Pada umumnya. aktivitas guru selama prcses pembelajaran pada siklus V sudah lebih baik lagi dibanding pada siklus sebelumnya. Ini terlihat dari pengelolaan kelas yang berjalan baik, proses pcmbclajaran yang dapat bcrjalan dengan baik pula dan guru mulai menempatkan posis,nya sebagai fasilisator dan motivator agar ウゥセキ。 <lnpat lebih aktif. Pada siklus V ini guru rnemang lebih ekstra membcrikan motivasi karena krcativitas siswa yang mengalami penerunan. Dan ァセイオ memhantu siswa dalam memberikan penjelas10 sesuai dengan yan" dibutuhkannya. B. PC'lIcriksa Kcabsahan Data nat.! hasil observasi memberikan gambaran nlengenai kreadvitas siswa dan aktivitas guru selama proses pembelajaran pada setiap tindakan. Gambaran ォセウ・ャオイ ィ。ョ kreativitas siswa dan aktivitas guru disajikan pada tabel I dan 2 47 Tabell Aktivitas Guru Selama Pembelajarau Aktivitas yang diamati Siklus (%) II I I. Menyampaikan tujuan 0 14,29 71,43 III X IV V 42.86 57,14 28,57 57;l4"" 42,86 42,86 28,57 48,57 71,43 57,14 42,86 28,57 14,29 42,86 57,14 42,86 28,57 28,57 14,29 34,29 42,86 28,57 28,57 14,29 0 22,89 6. Menutup per1belajaran 14,29 28,57 42,86 57,14 71,43 42,86 7. Memotivasi siswa 14,29 42,86 57,14 57,14 57,14 45)1 28.57 pembelnjaran -:;---- 2. Memberikan --- informasi/menjelaskan materi dengan ceramah/menulis 3. Mengamati kegiatan siswa -."-".------ --4. Memberikan pctunjuklmembimbing kegiatan 5. Menulis yang r';lle\'an dengan KBM 1 DMi tabel 1 terlihat b2hwa aktivitas guru pada sikilis 1 adalah mengamati kegiatan siswa (71,43%), memberikan informasi/menjelaskan materi dengan ウゥャオョ・ュ ィ。 ャ[イ・セ (71,43%), memberi petunjuklmembimbing kegiatan (57,14%), membP.ri petunj"kI'l1cmbimbing kegiatan (57,14%), menu lis yang reIevan dcngan KBM (42,86%), ュセ ッエゥカ。ウ siswa (14,29%), menutup penlbelajaran (14,29%), dan lI1enyall1paikan tujuan pembelajaran (0%). Sikilis 11, Dari tabel 1 terlih81 bahwa aktivitas guru yang dominan .ldalah lI1engall1ati kegiatan siswa (57,14%), memberikan inforll1asi/ll1enjelaskan materi dengan ceramah/mcnulis (57,14%), mell1beri petunjuk/membimbing kegiatan (42,86%), memberi ァョゥ「ュ ・Qャ ォオェョセエ・ー kegiatan (57,14%), memotivasi siswa (42,86%), lOenulis yang relevan dengan KBM (28,57%), menutup pell1belajaran (28,57%), dan ョ。ォゥーュセケョ・ tujuan pembelajaran (14,29%). 48 SikIus III. Gambaran umum tentang aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus III [lada tabel 1 terlihat bahwa aktivitas guru yang dominan adalah mengamati kegiatan siswa (57,14%), memotivasi sis\'.'a (57,14%), memberikan informasi/menjelaskan materi dengan ceramah/menulis (42,86%), rilenutup pernbelajaran (42,86%), memberi petunjuk/membimbing kegiatan (28,57%), menulis yang relevan dengan KBM (28,57%), dan mellyampaikan tujuan pembelajaran (28,57%). Siklus tv, Gambaran umum tentang aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus IV terl:hat dalam tab!'1 1 bahwa aktivitas guru yang dominan adalah mengamat i kegiatan siswa (57,14%), memotivasi siswa (57,14%), menutup pelllbelajaran (57,14%), memberikan ゥョヲッイュ。ウ ャ ・ ェ セォ。ョ materi dengan ceramohlmenulis (42,86%), menyampaikan tujuan pembelajaran (42;86%) , ュセ「・イゥ petunjuk/membimbing kegiatan (28,57%), menulis yang rel"van dengall KBM (14,29%). Siklu,v V; Gambaran umum tentang aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus V pada tabel 1 terlihat bahwf. aktivitas guru yang dominan adalah rr.emotivasi siswa (71,43%), mengamati kegiatan siswa (71,43%), menutup pembclajaran (71,43%), menyampaikan tujuan pembelajaran (57,14%), memberikan informasi/menjelaskan mater! dengan ceramah/menulis (28157%), memberi'petul'juk/membimbing kegiatan (14,29%), menu lis yang relevan dengan KBM(O%). Tabe12 Sikap Krcativitas Siswa 1. Rasa lugin Tahu Indikator Siklus II I Mempertanyaka 5 t8,52 n sesualu % Meneari gagasangagasan 3 11,11 % 7 26,92 III 8 % 4 15,38 % 5 IV 29,62 1 48,15 % 3 % 18,52 7 25,93 % % V 9 36,00 % 5 20,00 % 49 '-'- Mcngamali 3 11,11 4 15,38 % kejadian- 5 18,52 5 % % 18,52 3 % 12,00 % kejadian Jumlah s:swa I: kreatif Jumlah siswa hadir 2 40,74 I % 5 100% 2 6 7 I 66,66 2 92,10 1 68,06 - 8 % 5 % 7 % 96,30 2 100% 2 100% 2 92,60 % 7 5 % 57,58 7 2. Bcrsifat imajiatif I Indikatcr Siklus I -Mem1"k'k ' Ir an II III IV V 3 11,11% 4 15,38% 5 !8,52% 6 22,22% 3 12,00% (j 0% 2 7,69%% 3 11,11% 4 14,81% 2 80,00% 2 7,42% 3 11,54% j 18,52% ti 22,22% 4 J6,OO% 14 59,25% 9 36,00% hal-hal yang belum pemah teIjadi Melihat halhal dalum suatu gambaryag ddak dllihat orang lain セN ヲ , Memikirkanl f melakukan hal yang I belum pemah dilakukall orang lain Ju.ulah siswa I kreatif 5 ' 18,52% 9 34,61% 13 48,15% 50 Jumlah siswa 27 100% 26 96,3J% 27 100% 27 100% 25 92,60% hadir 3, Merasa tertautang oleh kemajemukan Indikator Sil:lus II I Menggunaka 4 14,81 6 % n gagasan/ III セSLPX 8 % IV V 29,62 ; 37,04 % 0 % 25,93 9 33,33 1 44,00 % 1 % 18,52 7 28,00 3 12,00 % masalah yailg rum it Melibatkan di 5 18,S2 6 % datam tugas- 23,08 7 % % tugas セLNLM Tidak 2 7,41% 3 11,54 4 % cenderung 14,81 5 % % % I mencari jalan yang termudah Jumlah siswa 1 40,74 1 57,70 1 70,36 2 88,89 2 84,00 krea\if 1 % 6 % 9 % 4 % I % Jumlah siswa 2 100% 2 96,30 2 100% 2 100% 2 92,60 hadir 7 6 % 7 5 % 7 4. Sifat beran! mengambil resiko Indikator Siklus Berar.i III II I 3 11,11% 4 QセLSXE 9 33,33% 11 42,31% 6 RセE IV V 7 25,93% 5 20,00% 15 55,56% 7 28,00% menggajukan. pertanyaar:/ pendapat Atnidnk . 13 48,15% 51 mudah dipengaruhi orang lain - Berani 0 0% 2 7,69% 3 11,11% 4 14,81% 2 8,00% mempertaha nkan - p,agasan/ ーセョ、。エ -Jumlah siswa 11 40,74% 17 65,38% 22 81,84% 26 96,30% 14 56,00% 27 100% 26 96,30% 27 100% 27 100% 25 92,60% kreatif Jumlah siswa hadir : 5. Sifat ュ・ョセィ。イァゥ ----:- Indikator II I Menghargai 5 hak I Siklus III V I" 18,52% 6 23,08% 7 25,93% 9 33,13% 10 40,00% 7,41% 3 11,54% 5 18,52% (. 22,22% 7 28,00% 7,41% 4 15,38% 5 18,52% 7 25,93% 6 24,00% 9 33,34% 13 50,00% 16 71,97% 22 81,84% 23 92,00% 27 100% 26 96,30% 27 100% 27 100% 25 92,60% orang lain Menghargai 2 makna orang lain Menghargai 2 kebebasan yang bertanggug jawab Jumlah siswa kn:atif Jumlah siswa hadir . 1 52 Dari tabel 2 terlihat secara lengkap pada sildus 1, kreativitas siswa yang muncul saat proses pembelajaran berlangsung. Sikap kreativitas siswa yang terlihat dominan, yaitu sifat berani mengambil resiko (44,44%), rasa ingin tahu siswa (40,74%), merasa tertantang oleh kemajemukan (59,25%), saling menghargai (33,34%), dan bersifat imajinatif(18,52%). Siklus I, Gambaran untuk lebih jelasnya kreativitas SiSWH yang terlihat dominan, yaitu berani mengambil resiko (65,38%) meningkat dari siklus I sebesar 20,94% dari 44,44%, merasa tertantang oleh kel'1ajemukan (57,70%) me;]ingkat dari siklus I sebesar 16,91'% dari 40 ,74% , rasa ingin tahu siswa (57,68%) meningkat dari siklus I sebesar 16,94% dari 40,74%, sifat saling menghargai (50,00%) meningkat dari siklus I sebesar 16,66% dari 13,34%, dan エ。ヲゥセイ・「 irnajinatif (34,61 %) meningkat dari siklus I sebesar 16,09% dari 18,52%. Siklus III, kreativitas siswa yang muncul saat proses pembelajaran berlangsung. kreativitas siswa yang terlihat dominan, yaitu sifat berani Illcl,gambil rcsil<o (81,48%), saling Illcnghargai (71.97%), Illcrasa tcrtantang oleh ォ・ュ。ェセャ オ ョ (70,36%), rasa ingin tahu s.swa (66,f6%),dall bersifat imajinatif (48,15%). Sikllls IV, krcativitas siswa yang muncul saat proscs pembelajaran berlangsung. Sikap j(reativitas siswa yang terlihat dominan, yaitu sifat berani mengambil rcsiko (96,30%), rasa ingin tahu siswa (92,10%), merasa tertantang oleh kemajemukan (88,89%), saling menghargai (81,48%), dan bersifat imajinatif (59,25%). Pada siklus 'v ini terjadi penurunan kreativitas siswa yang cukup besar. Gambnran untuk lebih jelasnya mengenai penurunan sikap kreativitas siswa yang terjadi pada siklus V, yaitu bcrani mengambil resik0 ('16,30%) Illenuru dari siklus IV sebesar 40,3% dari LEPS Vセ merasa tertantang oleh kcmajcmukan (84,00%) mer,urun dari siklus IV sebesar 4,89% dari 88 ,89% , rasa ingin tahu siswa (68,0,)%) menllrun dari siklus IV sebesar 24,1% dari 92,10%. dan bersifat imajinatif (36\\0%) menurlln dari siklus IV sebesar 23,25% dari 59,25%. 53 C. Analisis Data Dqri data yang diperoleh melal'li "0servasi aktivitas yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung meningkat dari tiap siklusnya hingga ュ・ ー イッャ セN hasH rata-rata persentase sikap 37,14% (eukup baik). Sesuai dengan krHeria penialain yang diadopsi dari Sueiadi (2000), data hasH pengamatan Siklus I, terhadap kreativitas siswa belum ada yang menunjukkar. tingkat independent, sementara hasil yang diperoldl dari siklus I ini yaitu berani mengambH resiko, rasa iugin tahu, dan merasa tertantang oleh kemajemukan resiko berada pada tingkat instruksional. Sikap berani mengambil resiko yang memuneulkan indikator-indikator sikap tersebut dengan jumlah persentase eukup besar, yaitu: berani mempertahankan gagasan/ pendapat (11, II %), berani mengajukan pcrtanyaan (33,33%), tidak mudah dipengaruhi orang lain( 0%). Sikap rasa ingin tahu siswa yang memuneulkan indikatoriadikator sikap te:sebut dengan jumlah mempertanyakan mengamati sesuatu (18,52%), kejadian·kejadian ( ー・イウ ョエ。セ[・ eukup meneari 11,11%). besar, yaitu: gagasan-gagasan Sikap merasa (II, II %), tertantang oleh kemajemukan terlihat dari sikap siswa yang memur.culkan indikator-indikator sikap tersebut dengan jumlah persentase eukup besar antara lain, yaitu: mer.ggunakan gagasen/masalah yang rum it (14,81%), melibatkan diri dalam tugas-tugas (l8,52°/\», tidak cenderung mencari jalan yan:Slermudah (7,41 %). Sedangkan sikap saling menghargai dan imajinatif siswa masih berasa pada tingkm frustasi, dengan persentase indikator sikap kreativitas yang cukup keeil. Untuk sikap Sikap saling menghargai terlihat dari sikap siswa yang memuneulkiln indikator-indibtor sikap tersebut yaitu: r.lenghargai hal< orang lain (18,52,62%), menghargai makna orang lain (7,41%), menghargai kebebasan yang be;taggung jawab (7,41%). Sementara sikap imajinatif siswa indikator-indikator sikar antara lair., yaitu: memikirkan hal-hal yang belum pemah terjadi (11,11%), melihat hal-h1l dalam suatu gambar yang tidak dilihbl orang lain (0%), memikirkanlmelakukan hal yang belum pernah dilakukan orang lain (7,41%). Dala I:asil pengamatan pada siklus II ini terhadap kreativitas siswu yaitu sikap berani mengambil resiko pada siklus ini telah mencapai tingkat independen'. 54 3edangkan sikap rasa ir,gin tahu dan merasa tertantang oleh ョ。ォオュ・セ ォ tetap berada pada tingkat instruksional hnya saja terjadi peningkatan Jumlah persentase dari sikap yang ditirnbulkan siswa. Sikap berani mengambil resiko yang mernunculkan indil:ator-indikator sikap tersebut dengan jumlah persentase cukup besar, yaitu: berani mempertahankan gagasan/ pendapat (15,38%), herani mengajukan pertanyaan (42,31%), tidak mudah dipengaruhi orang lain( 7,69%). Sikap rasa iog;n tahu siswa yang memunculkan indibtor-indikator sikap tersebut dengan jumlah per,entase ct1kup besar, yaitu: memperl:h1yakan sesuatu (26,92%), mencari gagasan-gagasan (15,38%), mengamati kejadian-kejadian ( 15,38%). Sikap merasa tertantang oleh kemajemukan terlihat dari sikap siswa yang memunculkan indikator-indikator sikap tersebut dengan jumlah persentase cukup besar antara Inin, yaitu: mengg!.lnakan gagasan/masalnh yang rumit (23,08%), melibatkan diri dalam tugas-tugas LIEXPセRH tidak cenderung mencari jalan yang te!'t1ludah (11,54%). Sedangkan sifat saling menghargai naik satu tingkatan dari siklt1s 1 sehingga pada sikius " ini berada pada tingkat ャ。ョッゥセォオイエウ dengan jumiah perSl;;nl."Se illdikator sikap yang ditunjukkan antara lain : menghargai hak orang lain (23,08%), menghargai makna orang lain (11.54%), menghargai kebebasan yang brtaggung jawab (15,38%). Sementara sikap imajinatif masih berada pada エ。ォァセ ゥ fnlstasi dengan persentase sikap kreativitas yane ditunjukkanantara lain: memikirkan hal-hal yang helum pernah tcrjadi (15,38%), melihat hal-hal dalam suatn ァセ。ケ セ。「ュ ァ yang tidak dilihat orang lain (7,69%), memikirkanlmelakukan hal belum pFrnah dila!wkan orang lain (11,54%). Data hasil pengama+lln pada siklus III ini terhadap kreativitas siswa yaitu sifat saling 'llengharga;, berani mengambil resiko, ,nerasa tertantang oleh kemajemukan, dan rasa ingin tahu 。キセゥウ mengalami peningkatan kernbali ".engan jumlah l'ers(;ntase yang memuaskan sehingga, sehinggr. pada siklus ini telah berada pada tingkat independent. Sedangkan untuk sifat imajinatifsiswa walaupu:1 rnengalami peningkatan namun belum cukup memuaskan, sehingga sifat imajinatifilli baru berada pada tingkat instruksionaI. 55 Sikap siswa yang berani mengambil resiko, diantaranya berani mempertahankan gagasan/ pendapat (22,22%), beralli mengajukan pertanyaan (48,15%), tidak mudah dipengaruhi orang lain (11,1 J%). Sikap saling menghargai terlihat dari sikap siswa yang memunculkan indikator-indikator sikap tersebut antara lain, yaitu: menghargai hak orang lain (25,93%), menghargai makna orang lain (I LIERUセ mcnghargai kehcbasan yang bcrtaggung jawab (18,52%). Sikap merasa tertantang diantaranya yaitu: oleh kemajemukan menggunakan dengan gagasan/masalah indikator-indikator yang rum it sikap (29,62%), mdibatkan diri dalam tugas-tugas (25,93%), tidak ccnderung mencari jalan yang termudah (14,81%). Sikap rasa ingin tahu siswa, diantaranya mempertanyakan sesuatu (29,62%), mencari gagasan-gagasan (18,.52%), mengamati kejadiankejadiap. (18,52%). Sedangkan untuk sikap imajinatif s':wa yang baru beranjak dari tingkat frustasi menunjukkan sedikit kenaikan jumlah persentase dari tiap indikator セゥヲ。エ imajinatif sisv.a diantaranya, yaitu. memikirkan hal-hal yang belum pernah terjadi (10,52%), melihat hal-hal dai:1m suatu gambar yang tidak dilihat orant' Jail' (II 11%), ョ。ォオ ャ・ュO イゥォ[ セ hal yat,g belum pCflIah dilakukan orang laiu (18,52%). Data hasil pengamatan pada siklus IV ini terhadap sikap kreativitas siswa yaitu sifat セ。ャゥョァ menghargai, berani mengambil resiko, merasa tertantang oleh kemajcll1l1k:'n, dan rasa ingin tahu, serta sifat imajir,atif siswa mengalami peningkatan kembali dengan jumlah persentase yang memuaskan sehingga pada siklus ini sikap kreativitas siswa telah berada pada tingkat independen. Indikator kreativitas yang ditunjukan antara lain: sikap siswa yang berani mengambil resiko dengan indikator berani mempertahankan gagasan/ pendapat (25,93%), berani mcngajukan pertanyaan (55,56%), tidak mudah dipengaruhi orang lain (14,81%). Sikap saling menghargai terlihat dari sikap siswa yang mcmllnclilkan indikator-indikator sikap tcrsebllt antara lain, yaitu: menghargai hak orang lain (33,33%), menghargai makna orang lain (22,22%), menghargai kcbcbasan yUllg bcrtaggung jawab (25,93%). Sikap mcrasa lcrlanlang olch kemajemukan dcngan indikator-indikator sikap diantaranya yaitu: ュ・ョァ オ 。セ\ gagaslln/masalah yang rumit (37,04%), melibatkan diri dalam tllgas-tugas 56 (33,33%), tidak cenderung mencari jalan yang termudah (18,52%). Sikap rasa ingin lahu siswa, rliantaranya mempertanyakan オエ。 ウセャ (48,15%),. mencari gagasan-gagasan (25,93%), mengamati kejadian-kejadian (18,52%). Sedangkan untuk sikap imajinarif siswa diantaranya, yaitu: memikirkan hal-hal yang belum pernah terjadi (22.22%), melihat hal-hal dalam suatu <;lambar yang tidak dilihat orang lain (14,81%), memikirkan/melakukan hal yang belum pernah dilakuka.1 orang lain (22,22%). Data hasil [llJngamatan pada siklus IV ini terhaJap kreativitas siswa yaim sifat sa!ir.g menghargai. berani mengambil resiko, merasa tertantang oleh kemajemukan, dan rasa ingin tahu, serta sifat imajinatif siswa ゥュ。ャ ァョ・セ penin:;katan kembali dengan jumlah persentase yang memuaskan sehingga pada siklus ini sikap kreativitas siswa telah berada pada tingKat independen. Indikator sikap kreativitas yang ditunjukan ternyata mengalami penurunan cari siklus yang sebelumnya, kecuali sikap saling menghargai (92,00%) yang mcngalami pe:lingkatan pada tiap indikatornya dan tetap berada pada tingkatan indcpcnJcnt. Sikap saling menghargai yang ditunjukkan antara lain: menghargai hak orang lain (33,33%), menghargai makna orang lain (22,22%), menghargai kebeba3an yang bertaggung jawab (25,93%). Sedangkan sikap kreativitas' lainnya mengalami penurunan pada setiap indikatornya. Sik1p siswa yang berani mengambil resiko dengan indikator berani mempertahankan gagasanl pendapat (20,00%), berani mengajukan pertanyaan (28,00%), tidak mudah dipengaruhi orallg lain (8%). Sikap merasa tertantang oleh kemajemukan dengan indikator-indikator sikap diantaranya yaitu: menggunakan ィ。ャ セ ュOョ。ウ ァ yang rumit (12,00%), melibatkan diri dalam tugas-tugas (44,00%), tidak cenderung mencari jllan yang termudah. (28,00%). Sikap rasa ingin tahu siswa, diantaranya mempertanyakan sesuatu (36,00%), mencari gagasan-gagasan (20,00%), mengamati kejadian-kejadian (12,00%). Sedangkan untuk sikap imajinatif siswa diantaranya, yaitu: memikirkan hal-hal yang belum pernah terjadi (12,00%), melihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat orang I?.in (8,00%), memikirkan/melakukan hal yang belum pemah dilakukan orang lain (16,00%). 57 D. ゥウ。エ・Gャーイセエョi Hasil Analisis Setelah data diperoleh dari hasil observasi pada siklus 1, kegiatan reflelrsi perlu dil.1ksanakan. Peneliti dan guru berkolaborasi dalam menganalisis kegiatan yang letah dilaks8l'akan dan mencari solusinya. Hasil analisis kegiatan refleksi pada siklus I yaitl1 : Guru tidak menyampaikan lujuan pembelajaran, belum terjadi ;nterabi antar siswa, di dalam kelompok masih terlihat individual, wOlber belajar masih kurang, siswa masih bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan, belum ada kebersar.1aan dan tanggung jawab, masih agak takut memberikan pendapat, )elutTI ada "daptasi, masih agak lakut berbicara lantang, masih gugup berbicara didepan kelas LIオャセュM 。 H guru terlalu lama membimbing pada kelompok tertenlu., pengaluran waktu yang belum efektif, dan guru tidak mengikutsertakan siswa dalam menyimpulkan materi. Dad data hasil observasi dan pengamalan kembali aktivilas yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus 11, maka diperoleh hClsil analisis kegialan refleksi yaltu: Kegiatan kelompok sedikil berjalan efektif, siswa masih kurang termolivasi dalam mengeluarkan pendapalnya, guru kurang memotivasi siswa dengan kelompoknya untuk leriibal dan mengeluarlcan pendapatnya dalam pembahasan, masih ada siswa yang berperilaku lidak relevan lerhadap KBM. Pada siklus III diperoleh hasil analisis kegiatan refleksi anlara lain: Tijak semua siswa berani mengemukakan pendapatnya, masih ada siswa ya'g berganlung pada guru, masih ada siswa yang belum melaksanakan tanggungjawabnya, masih ada siswa yang berperilaku tidak relevan. Sementara pada siklus IV diperoleh hasil analisis kegiatan refleksi yang sernakin baik, diantaranya yailu: Tidak semua siswa berani mengemukakan pendapalnya, masih ada siswa yang bergantung pada guru, masih ada siswa yang berperilaku tidak relevan. Sedangkan pdda siklus V lerjadi penuruna kreativitas siswa, sehingga diperoleh hasil analisis kegiatan refleksi sebagai berikut: Tidak semua siswa berani mengemukakan pendapatnya di depan kelas, masih ada siswa yang 58 bergdntung pada tcmannya dan guru, masih ada siswa yang berperilaku tidak relevan, mRsih ada siswa yang malu atau pun takut untuk bertanya di depan kelas. E. Pernbahasan Ternuan Tindakan Pada sildus I ini sikap berani ll'engambil resiko, rasa ingin tahu, dan 'TIeraOli tertantang oleh kernajemukan berada satu tingkat dari hipotesis yang diajukan, yaitl. tingkat instruksionaL Hal ini dapat terjadi terutarna untuk sikap merasa tertantang oleh kemajemukan yaitu sikap antusias siswa karena peuerapan model pembelajaran yang uerbeda dari biasanya. Sementara sikap berani dalam mengambil resiko karena pengetahuan yang diyakininya benar, sehingga siswa mempertahankan gagasan/ pendapatnya adalah suatu kebenaran, terutarna ketika mereka berada pada diskusi kelompok. Sedangkan sikap rasa ingin tahu siswa disebabkan karena hal-hal yang bdum diketahuinya dan siswa memperoleh kesempatan untuk bertanya dengan orang yang setara dengan dirinya dengan bahasa sendiri, sehinnga tidak ada rasa malu atau pun takut. Dengan :Iemikian diskusi ォッーュャセォ ini lebih bersifat terbuka dengan menggunakan bahasa sendiri. Sctelah mengidentifikasi dan menganalisis kegiatan refleksi pada siklus J, maka ォオセョ itu guru diharapkan dapat lebih meningkatkan aktivitasnya dalam hal sebagai berikut: Guru diharapkar tidak hanya mengirtformasikan materi yang akan dipelajari t\ltapi juga menyampaikan tujuan pembelajaran, guru lebih memotivasi siswa !mtuk mendiskusikan atau bertanya pada ternan sekelompoknya jika menemukan kesulitan sehelum bertanya kepada guru, dalam mengamati kegiatan keompok guru jangan terlalu lam 'llembimbing: pada kelompok tertentu agar siswa dapat mandiri dan bekerjasama dengan ternan sekelompoknya, dalam mengetektifkan waktu agar tujuan pembeilliaran dapat tercapai maka tugas untuk materi selanjutnya diberikan terlebih dahulu untuk dipelajari dirumah, dalam menyimpulkan mmeri pelajaran sebaiknya guru mengikutsertakan siswa. Siklus II sikap berani mengambil resiko, rasa ingin tahu, dan mcrasa tertantang 01eh kemajemukan tetapberada pada tingkat instruksjt)nal hanya saja sedikit terjadi peningkatan jumlah pt:rsentase sikap kreativitas siswa yang ditmUukkan.Hal ini terjadi karena siswa sedikit mengalami perubahan sikap dalam 59 dirinya atas penerapan metode sehingga siswa merasa lebih ada keleluasaan dan keterbukaan dalam bertindak pada saat proses pembelajarannya. Begitu pun halnya ァョセケ terjadi pada sikap saling menghargai, sikap ini mengalaml peningkalan schingga pada siklus II ini berada pada tingkal inslruksional. Hal ini エ。ーセ、 leria"i !carena dalam diri siswa mulai adanya sikap kedewasaan untuk dapal menghargai orang lab baik hak dan keberadaannya. Sementara untuk sifat imajinatif siswa masih letap berada pada tingkal flustasi hanya 。ゥセウ terjadisedikit pepingkatan jumlah persentase indikator sikap kreativitas siswa. Hal ini terjadi karena siswa ma;i!1 dalam tahap penyesuain terhadap model yang diterapkan. Pada "iklus II ini memang aktivitas guru dalam mengolah kelas sudah meningkat terbukti dari peningkatan sikap kreativitas yang ditunjukkan oleh siswa, namun demikian masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi yaitu: Harus adan)'a siswa yang memimpin diskusi kelompok agar lebih efektif dan teratur, guru memotivasi siswa dalam mengeluarkan pendapatnya pada kelompok, dalam pembahasan guru lebih memotivasi semua kelompok untuk terlibat dan mengeluarkan pendapat kelompoknya. Jadi tidak hanya kelompok yang mendapat lugas saja yang mengeluarkan pendapat, untuk mengurangi siswa yang berperilaku tidak relevan, guru dapat bertindak tegas agar kegiatan kelompok dapat berjalan dengan baik. Pada siklus III ini sikap berani mengambil resiko, rasa ingin tahu, merasa tertantang oleh kemajemukan, clan saling menghargai tclah berada pada lingkat independen dengan jumlah persentase sikap yang cukup memuaskan..Hal in , ' terjadi karena siswa sudah mulai bisa memahami mengenai makna pembelajaran yang diterapkan terhadap kreativitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun demikian masih ada sikap yang belum terlalu dapat ditunjukkan oleh siswa yaitu sikap imajinatifsiswa. Dari hasil analisis kegiatan refleksi pada siklus III, ada beberapa hal yang rnasih perlu diperlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh guru, diantranya adalah: Guru harus terus memotivasi semua siswa agar berani mengeluarkan pendapatnya dan lebih aktif dalam pembelajaran, guru melatih siswa untuk berpikir dan belajar mandiri sehingga siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran dan guru hanya 60 berperan sebagai fasilitator dan motivator, guru lebih memperhatikan siswa yang berperilaku kllrang relevan dengan KBM agar tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, sisVia harus memiliki rasa tang{,,'lIngjawab terhadap tugasnya. Dalam kegiaran.siklus V ini kreativitas siswa yang ditunjukkan oleh siswa dengan beberapa indikator antara lain berani mengambil resiko, rasa ingin tahu. merasa tertantaag oleh kemajemukan, dan saling menghargai serta bersifat imajimtif telah berada pada tingkat independent dengan jumlah persentase sikap ュ・ オ。セォ ョ yang cukup ..Hal ini terjadi karena siswa sudah terbiasa dengan penerapan model )'ang dilakukan, sehingga siswa dapat memahl!mi tugas dan kewajibannya dalam mengikuti proses pembelajaran ini. Walaupun hasil yang ditunjukkan oleh siswa mengenai kreativitas siswa dan !\.eahlian guru pun juga sudah semakin bagus, namun hal itu tidak menunjukkan bahwa hanya sampai disitu saja tugas seorang guru karena memz.ng masih ada lagi hal-hal lainnya yang memerlukan diperhatikan khusus oleh guru, yaitu: Guru harus terus memotivasi semua siswa agar berani mengeluarkan pendapatnya dan lebih aktif dalam pembelajaran, guru melatih siswa untuk berpikir dan belajar mandiri sehingga siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran dan guru セケョ。ィ berperan sebagai fasilitator nan motivator, guru lebih memperhatikan siswa yang berperilaku kuratg relevan dengan KBM agar tujuan pembelajaran dapat berJalan dengan baik. Sedangkan pada siklus V ini kreativitas siswa yllllg ditunjul:kan oleh siswa dengan beberapa indikator antara lain berani mengambil resiko, rasa ingin tahu, mcrasa tertantang oleh kemajemukan, dan bersifat imajinatif mengalami penurunan sampai pada tingkat frustasi kembali terutama pada sifat imajinatif siswa. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan modifikasi pembelajaran yang diterapkan, siswa masih ada yang malu atau pun takut untuk memberibn gagasan1pendapat di depan kelas, siswa masih ada yang takut untuk bertanya di depall kelas, dan masih ada juga siswa yang hany:! mendengarkan tanpa aktif mcmberikan tanggapan. D.:ngan demikian modifikasi ini kurang berjalan efektif. Dari hasil ar.alisis kegiatan refleksi pada siklus 111, siklus ini justru banyak hal yaltg perlu diperhatikan kembali oleh guru untuk dapat meningkatkan sikap 61 krel:tivitas siswa, yllitu: Guru harus terus memotivasi semua siswa agar berani mengeluarkan jJendapatnya dan lebih aktif dalam pembelajaran, guru melatih siswa untuk dapat bertanya mau pun mengemukakan pendapatnya di depan kelas agar tidak merasa takut atau pun malu untuk berbicara, pru melatih siswa untuk berpikir dan belajar mandiri sehingga siswa dapat Iebih aktif dalam pembelajalan dan guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator, guru lebih memperhatikan sbwa yang berperilaku kurang relevlln dengan KBM agar tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan baik Deskripsi Respon Guru Untui< mengetahui pendapat guru mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, peneHti mengadakan wawancara dengan guru biologi yang bersangkutan. Berikut ini adalah hasil rangkuman tanggapan yang diberikan oleh guru: I. Mengenai pertanyaan: "Apakah guru pemah mengenal model pembelajara.\ kooperatif tipe jigsaw sebelum pelaksana'm pembelajaran yang diiakukanT Jawaball ァオイセ a:lalah pernah namun untuk pelaksanaannya belum pernah dilakukan dan yang biasa dilakukan yaitu belajar kelompok pada umumnya. Jadi model ョ。イ ゥセャ・「o ー ini baru yang pertama kali dilakukan. 2. Mengenai pertanyaan: "Apakah teknik jigsaw ini tepat diterapkan dalam pembclajllran biologi?"Jawaban guru adalah teknik ini tepat diterapkan dalam pembelajran biulogi terutama pada pokok bahasan pencemaran lingkungan, karena sangat membantu siswa yang menemukan kesulitan dan malu untuk bertan.va kepada guru. 3. Menganai pertany.1an: "Apakah dengan 、ゥエ・イ。セLェ[ ョ teknik Jigsaw siswa dapat Iebih aktif aalam proses pembelajarallT' Jawaball guru adalah iya karena teknik jigsaw ini dapat melatih dan mengaktifkan siswa kerena siswa dilatih untuk dapat menjelaskan materi yang dikullsainya dan mengeluarkan pendapatny, sehingga siswa lebih berani untuk berkomunikasi dengan tel1lannya, saling berbagi ilmll yang dikatahlli dan teman kelompoknya. 。ュ ウ ェセ・ォ 「 dengan sesama 62 4. Mengenai pertanyaan: "Apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningk'ltkan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam soal-soal biologi?" Jawaban guru adalah model pembelajaran ini sangat membantu kemarnpuan siswa untuk memecahkan masalah dalam soal-soal biologi dengan mudah karena siswa dapat erbagi pendapat dengan teman kelompoknya. 5. Meagenai peltanyaan: "Apakah kelebihan dan kekurangan mocel pembelajaran tipe jigsaw?"Jawaban guru adalah kelebihan dari dari model pembelajaran ini diantaranya dapat mengaktifkan siswa, melatih siswa untuk menjelaskan dall mengeluarkan pendapatnya sehingga diantara mereka dapat bertukar pikiran dengan teman sekelompoknya untuk dapat memecahkan soalsoa; biologi. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang tidak sedlkit semental'a waktu yang tersedia sangat terbatas, sehingga guru harus bcnar-benar dapat mengefektifkan waktu yang tersedia. 63 BABV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kcsimpulan Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang perlu disimpulkan yaitu upaya peningkatan kreativitas siswa dalam belajar biologi melalui pendekatan model pembelajaran terbukti dar: peningkatan dengan be11ambahnya jumlah siswa y:mg bertanya dan ュ・ョェセャ。ウォ pendapat/gagasan. B. Sarlll) Per/uma. untuk mcnggunakan modei pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw sebaiknya guru IT'engetahui dan memahami model pembelajaran ini terlebih dahulu, serta guru dapat memposisikan did sesuai dengan ketentuan model pembelajaran yang diterapkan. Kedua. untuk mc.nggunakan model pembelajaran Kooperutif tipc Jigsaw sebaiknya guru mempertimbangkan tcrlebih dahulu alokasi waktu yang diperlukan agar tujuanpembelajaran yang dihalapkan dapat tercapai. Ke/iga. untuk mendukung keberlmuutan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw ini, pihak sekolah harus dapat melengkapi buku sumber ataupun sarana belajar :ainnya. SeJain itu untuk penilain yang dilakukan gUIU, aspek kognitif bukanlah semata penilaian yang terpusat pada siswa tetapi ada juga aspek dan afektif yang berbasis kelas. ーウゥォッュ エセイ DAFTAR PUSTAKA Ametembun, N.A. 2000. Evaluasi Pengajaran. Bandung: Suri. Dcroni, Pembelajaran kopera/if IPA di SLTP melalui Model Jigsaw, LIK UNNIOS, No.2- Tahlln-XXXI·2002. f'arid, Hermi Ningsih. 2005. CAR Meningka/kan Mu/u Pendid;kan. http://w·.vw.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0405/28/1104.htm. Gunawan, Adi W. 2003. Born /0 be a Genius. Jakarta: Gramcdia. http://www.damandiri.or.idlfile/yusufunsbah..1P.df http://www.geocities.com/gardner02 8/lilmiah I.htm. http://www.jigsaw.com/education/news/arsip. http://www.kapanlagi.com/a/2007/2703/htm I Humphries, John. 1998. Managing Successful Teams. London: How to books. Herlan!:, Yallti. 2006. Syarifhldayatlillah. Science Educa/ion Research. Jakarta: UIN Ibrahim, Muslim, dkk. 2000. Pembelajaran Koopera/if. Surabaya: University Pres>. Karyadinata, Rahayu. Mengembangkan Ke/erampilan Sosial Siswa melalul I'embcl{!;aran I:oopera/ij; seminar nasional, 10 JlIli 2004. 65 Lie, Anita. 2005. Cooperatij Learning: mempraktikkan cooperative di ruangruang kelas Jr karla: Graftndo. Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung Rosdakaryu. Remaja Munandar, Utami. 1999. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Gcamedia Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengqjar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang. Purwanto, Ngalim. 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remftia Rosdakarya. Race, Phil. 2000. 500 Tips on Group Learning. London: Kogan Page. Ri"ai, H. Veithzal. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivilas Bck!iar Mahasiswa (Survei di STIE Ganesha, 1999). .fumal Pendidikan dan Kcbudayaall No.20, Tahun ke-5 Desember 199'). Rusl'1ansyah da:1 Y:.ldha Irhasyuama. Prospek Penerapan Pendekatan S7M dalam Pembelajaran Kimia di Kalimantan Selatan. Jumal pendidikan dan Kebudayaan No. 20 Tahun ke-7 Desember 1999. Sabri, Alisuf. 1996. Psikalogi Pendidikarl. Jakarta: Pedoman lImu Jaya. Santoso. Barokah. 1998/1999. Cooperative Learning: penerapan teknik jigsml' dalam pembelqjaran bahasa Indonesia di SLl1', Buletin Pendidikan Peiangi, Volume I No.1. Semiawan, R. Conny. 1997. Perspeklij Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta: Grasindo. 56 Semiawan, R. Conny. 2007. "Guru Dituntut Bisa Ciptakan Proses Kreatif' dalam Media Indonesia, Rabu 22 AglJstus. Siameto. 1999. Evaluasi Pendidikan. Jakarta' Bumi Ak,ara. Sobur, Alex. 2003. Psikologi UIIIUIII. Bandung: Pustaki' Setia. Sudjono, Anas. 1993. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Susanti, Yurni. Upaya Peningkatan Kreativitas Siswa SMU Pelllbangunan UNP Melalui Modofikasi Cooperatij Learning Model Jigsaw. Padang: Univaesiras Negeri Padang, 2003) Jurnal Pembelajaran No.04 Thn ke 26, セ・「ュ ウ d 2003. Syah, Muhibbin. 2005. Psikologi Per,didikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya. Walford, Geotli'ey. 1991. Doing Educational Research. London & New york: RO'ltledge. Widyastono, Herry. Kinerja Guru Sekolah Dasar Studi Korelasional Antara Bakut Skolastik, Kreativitas, dan Motivasi Be/prestasi dengan Kine/ya Gltr:J Sekolah Dasar dalam Mengajar IPA. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan No.20, Tahun ke-5 Deser.1ber 1999. Wiriaatmadja, Roehiawati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya. ll1Ipiran I Hasil Penelitian Terhadap Kreativitas Si:;w? Pada SikIus 1 'swa ゥ]ィZセ 4 I I I : 2 - I - 3 :hMDセ - i 4 I - +=1 'Iセ I セ I セ 1 セ セK =J 7 - -, 5 1 No. Item 6 1-71-8--1 9 i - I 10 I 12 i I" "\ - I - , セ I0セ II I : 14 i IS - : I j I =N : r=tW$td : I セ[ - - - - - - - - - セ II H セ I セ ィ]セ =J =J - tセ - - I jmlh I I Iセ Iセ I 6 81-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1-10 セi セャ 10 11 1 - セQ セ 14 セ - 16 17 I 18 19 20 21 1 I 1 1 セャ - 1セ 1--/ - 1- -:--i 1 - 1 - 1 - 1 - - - - - - - 1T1q T1 セ 1 - j セ ヲbセ -I-I-I-I - - - 1 - 1 1 - セ . I セ 1 1 - 1 - セ 1 - I I - I - I - I - I - 1 1 - 1 I I 1 - 1 " 1 - II セ - 1--' セ - / セ - ] -- I --=r Y I - l=i - I - fヲセ 1 - I I - I - II -- - 0 - - I - I - I 'I 1 - 1 - 1 1 Iセ - I - j セ I F- 1 セ I - fKセ - - I セ - ! I - I - I - I - I - I - 1 - 1 - 1 - I 1 - I " - - Iセ :セ 1 I セ 1 - 1 - 1 - 1 - 1 セ I - I - I - I - I - I - I - 1 - 1 - 1 - I - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - 1 - I セ I - 1 - 1 - I - I - 1 - I - rセ 0 -I - R - I - I I - I 1 1 1 1 - i セ 1 1 1 - - I 2 1 1 1 1 3 I I 1 67 -- N I N -I- -- , , , , -I-- - ,- , , , , ,,, 1-- エセ r--I セG , , , , , " '" '+t= , , , , ,,, 0 0"- - , , , , , ," セ , , , , , ,,, >-,.,. ,p , セH V') , , , , , , セ , I , I I I I I I 171": I I I I l?('f") J rr 00 '" I 10 I I セ Hasil Pene!itian Terhadac Kreativitas Siswa Pada SiKh!s II swa I セ I I 2 3 4 5 I - I , , I 6 7 8 9 10 ;"0. Item I I - - - -.J 12 13 14 15 I I I - 16 17 I 'i - 1& I 21 22 - - I -.J I I - I 3 4 - - - - I - i - I - ...j -.J ! - I - I ...j II 19 20 2 I ! i i - - I -.J - I - I - - - - - ! - I - - 1 - 'i I -.J - - 'i .J - - - -.J - - ,; - - - 8 9 - ...j ...j - - - -.J - - 7 - - -.J , 6 - - - ./ 5 - - -- - jrnlh - - - - - - - - - - - - - - - - -.J - - - -.J - ...j ...j ...j - - - - -.J -.J -.J . - - - - ...j - -.J -.J - 'i - - - II..- :-12 - - - - -.J -.J - - 10 - , - - - -.J - - - - I ...j I - ...j - - -.J - -.J - - - -.J -.J - - - - - ...j -.J - -.J - 13 - - ...j - -.J - ...j 14 - - -.J - - - -.J -- - ...j - - - - - 15 - 2 ...j 4 0 - I - 0 ...j I 7 - - 0 - 2 I - 2 0 2 - 2 -.J 8 0 1 :;- - 6 I 1 ...j 3 - 69 1_ '" '" ",I", , , , , , .,- , , I , , -? Lセ ... - '" ,r,... , '0 ",I ,r,... - , , , , , l -I - , , , - -_. , , , t-- -- Lセ ..". , , , ,p '" I- ,p '17- , '0 I-, ,p ,r,... '0 P , , , I- . '" , , , ,p '" , ,p , , ... , , , ,r,... ... , , , ,rl"- , ,p , ,,/"' ... \0 "' '" '" '" '"""' "'I'" ]1 HasH Penelitian Terhadap KRativitas SiSW2 P"da Siklus 1II iswa I I 2 3 4 5 6 7 8 9 10 \I - - I - - I - I - - - セ - -V - I v - 131 14 I - I -y - - - V - 3 - I - ! - I - V lk TIl 15 16 17 18 19 20 21 2 i I セ - ! - I セ - I - I - I セ - - - ! .- I V - V - I - I - I V セ セ I I 5 - I - - - I i - , 6 - I - - I .j ! - "'i - - - セ - i - I - I - I 'I v I, - - - I - - ,; - - - セ - - - v v I - - - セ - - - v - 12 - - V V - - - v I - I セ II - V 10 i I v I - - ,; ,; - - - ':i - - - I I I - v I - ! v I - - ,; v - I jmlh : - セ - - - i V I , - 7 No. Item 8 セ - v - , 'oj - - v - I ,; V V セ - - ,; - - v - - - v - Sセ 14 - - - - - v v - - - - ,; - - - V - セ - - V - - ,; - - セ - ,; - - v - - - - - 15 - V - - -V - - I 2 4 2 I I 2 7 I 8 0 2 2 4 2 2 2 - 3 7 6 - 2 2 V - 71 "" N " N - 0 , , , ,-". -". - M on - , , , 0 ,-". on - 'p- , -". , , 0 , , ,-". <'C -". , '7 , 7 - 0 7 '0 --_. 0 -,- M -- - , '7 r-- , , , , ,7 --- - "" - , , - 7 ャセM , , ? , r-0 "" 7 Co , 0 0 0 01 0 i , , o L-,- or., M -- - , , ,7 on 0 , , , 7 on _.- ---- _._ - - -- ., , , , 7 on 7 '7 .. 0 N N , , M "" ? on N,N N ,"-;> 00 :S '" r-- J: N N Hasil PFnelitian Terhadap Kreati\'itas sゥセキ。 Nv.ltem iwa I ,I 3 4 5 V V - "6 1 7 V 8 - 9 10 II 12 V 13 14 V 15 16 17 V 18 19 20 Pada Siklus IV V - V - V 2 - - - - "-- - V - - - - - - "" - - V - ... - - - v - V 5 - - - - 4 3 - I - - - , - - - 'i - '/ - - - - - - V - v - v - I V - - , - 6 - - V - V v - 7 v v - v - v - - v - v v - 8 - - v v v v - 9 - - v - - - - - - - V V v - - v l() v v v v - - - - I1 v v v - 1 v v - - v v v - '/ v - 13 14 - I - is - V 12 - - v - - - - - V v - - 1 'I v - v - V v - - - V V V - - - - v - - v - v - - - V - Jm!h 3 4 2 I I 4 8 1 10 2 3 25 4 3 2 2 9 6 3 73 N 'I. M '0 M 'f) N -' ,--,.. ,--,.. , ,--,.. t- , --,.. , , --,.. 'C , ,--,.. 'p , ;> , , , , , 'I:>1- , -". --,.. , , , , , ?I , ,-". - ". ... 'f) --- ,,,. , , 'p , 'p , , '" 'p ,--,.. , t- 'f) t- - P , , , .. - ;> ,p -- -- 0 -- - , , -;> , , ,.. , '0 - ,,,. , , , , -,. , , , ,.. ". '0 , --,.. 'f) ! - -- , , , , , , , ". ,--,.. , , _._, 'p N N N M N Lセ 'f) N 'f) ". t- ,--,.. ... セi N ,- M ..c: :13 , Hasil Penditian Terhadap Kreativitas Siswa Par.a Siklus V swa I 2 3 4 5 6 7 8 9 I , i--- 3 I I I v I - I -.J I - - I - I - - V - - : v - V !Q....I II I - 12 - 13 14 15 16 - - V - ..J 1 i -.J - - I 171 - I 18 -.J , 19 - 20 I - - - V - - - - - .1 - 4 v - - - I - v - lSI 6 7 No. Item 8 - I - - - - I - - I I I I - . - I 'I - i -.J - - - I - V - - I . - - - - - - - - ..J - ..J -V -V - - - - - - Jmlh 9 - - - - V -.J - - v i 10 I I - - v - I v - ., - I - ..J -.J -V 'I - - , v v - - II - - v - - - V V V -.J - - - - - - - . - - - - - -V -V - 12 - - V - I 13 14 - - - - V V - - ..J v - V ..J V ..J - - v 'I - 15 - V - - ..J . - ..J - - I 2 2 I 0 2 6 I 8 2 I I I 3 I 2 2 9 6 2 75 I - '" 'p N In ,.,.. '" , ..". -'" ,.,.. , '0 , , ,-,- , -,.. ". ..... ,r.----. ---- ,r.-- -- ,r.-- p- O .J.- , , , , , , 1-,.- '" f--- , , -,.. , , , 7- ..... e- - i - e- , , , ,p- , , , ,r.-- r.-- on '17 ..... I- , 7- ' p-i? -- ,I , ?" '" ,T , -,. , .... ,r.-- -f-- , , , , , , , -- I J 1---- -- _. --- - , , , , , , -N - , , ,r.-- '17 '" .- e- , , , , , ,j?" H) -,. , , , , ". on , , , , , , ". --e- - - -I'" '" '" ('IN ('I ..". on ('I '0 '" - i-- ? '"- .c ..... ('I E ..., 77 RENCANAPEMBELAJARAN MODEL JIGSAW Nama Sckolah : MA Negcri 11 Jakarta MMa Pelajarnn : Biologi k・ャ。ウOs」ュ・セエ・イ : XIII Alokasi W9.ktu : 2X45 M enit (2 JP) I. Standar Kompctensi Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serla peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. n. Kompetensi Dasar Mengaitkan hubungan kegiatan manusia dcngan masalah perusakan dan pemelihar"atl Iingkungan. II I. Materi Pokok » » » » IV. Pengertian dan jenis-jenis penccmaran air Penycbab terjadinja peneel11aran air Akibat yang ditimbulkan dari masing-masing pencelmran. Cara mengatasi pencemaran yang terjadi. Pen\;alaman Belajar » » lvlelakukan studi Iiteratur tcnlallg karakteristik pencemaran air. mセョァ。ャゥ informasi tentang pencemaran air yang terjadi di Iirigkungan sekitar. ". Mclakllkan diskllsi dcngan tcman tcntang pcnccmaran air yang エ」セェ。、ャN 78 V. Indikator j» m・セ、。エF upaya manusia dalam ,nengatasi masalah pencemaran air yang sesuai dengan pril1sip etika Iingkungan. j» Merangkum informasi tentang berbagai pencemaran lingkungan dan dampak yang ditimbulkannya. j» Membuat laporan diskusi pengaruh pencemaran Iingkungan terhadap kchidupan organisme. • Sklmario Pembelajaran -FASE TIANGKAH 1 N⦅MLセ I .:. Menyajikan rencanu dan tujuan pembelajaran serta I memotivasi siswa i.:. Guru menyampaikan TPK dan keterampilan -;---_._--- WAKTU 10 menit Kooperatifjigsaw .:. GLru memotivasi siswa dengan menyampaikan permasalahan lingkungan yang ada disekitar kita. 2 MenyJjikan informasi .:. Guru mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya inengenai keanekaragaman hayati dan penyebab kerusakannya. •:. Guru mer.jelaskan dengan singkat tentang Ppncemaran Iingkungan 15 menit 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar .:. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok belajar, dimana tiap kelompok beranggotakan 5-6 orang dengan beragam tingkat kemampuannya. .:. Guru mengingatkan siswa agar setiap kelompok menggunakan keterampilan kooperatif. Dan apabila ada yang mengalami kesulitan, dianjurkanuntuk 。ケョ エイセ「 ke;Jada ternan atau guru. 10 menit 4 Membirrbing kelompok bekerja dan belajar Membaca, menelaah dan menginterpretasi: .:. Guru memberikan topik.topik ahli kepada siswa dan siswa membaca materi tersebut, menelaah dan mengi.1terpretasi gambar alau skema sesuai dengan topik masing-masing (Kelompok Asal). Tiap lopik ahli lerdiri beberapa siswa, yaitu sebagai berikut: 15 menit '--- Pertemuanl : Pencemaran Air . . 79 - Topik ahli I : Pengertian pencemaran air - Topik ahli II : Pcnycbab tcrjadinya penccmaran tsb - Topik ahli" : Dampak yang ditimbulkan - Tor;k ahli IV : Cara mengatasi pencernaran I;b ⦅ャ ^Zセ .:. Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik-topik ahli yang sama bcrtemu untuk mcndiskosikan topik tersebut (kelornpok ahli) 25 menit Kclompok asal Ahli tiap tupik kernbali ke blompok asalnya untuk rnenjelaskan topik kepada anggota kelornpoknya 35 menit VI. Sumter, Alat, dan Bahan: • Buku paket Sains Biologi, Bagod dan Siti Laila, yudhistira, tahun 2004 • Buku plket Biologi, Campbell, Erlangga, tahlll1 2003 • 0111' dan • Informasi dari internet イ。「ョ セi (JIlT 80 RENCANA PEMBELA.JARAN MODEL JJGSAW Nam:l Sekolah : MA Ncgeri 11 Jakarta Hata Pelajarnn : Biologi Kelas/Semester : XIII AlokllSi W,tktu : 2X45 Menit (2 JP) t. Standar Kompetensi m・ョァセ 。ャゥウ hllbll!lgan antara kompollen ekosistell1. perubehan materi dan encrgi serta pcranan manusia dalam keseimbangan ckosistcm. n. Kom petensi I1asar Mengaitkan h1lbllngan :,egiatan manllsia dengan masalah perusakan dan pcmelilJaraan lingkungan. Ill. Mt,teri Pokok a. Pengcrtian danjcnis·jcnis penccmaran udara b. I'cnycbab tcrjadinya pcnccmaran udara c. Akibat yang ditimblilkan dari masing-masing penccmaran. d. Cara mcngatasi pzncemaran yang te.jadi. IV. Pengalaman Ue!ajar a. Mdakllkan stlldi Iiteratllr tentang karakteristik pencemaran udara . b. Menggali informasi tentang pencemaran lIdara yang terjadi di lingkungan sekitar. t'. Melakllkan - diskusi dengan teman tentang pencemaran udara yang tcrjadi. 81 V. Indikator a M-,ndata upaya manusia dalam mengatasi masalah peneemaran udara yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan. b. Merangkum infonnasi tentang berbagai peneemaran lIdara dan dumpak yang ditimbulkannya. e. Membuat laporan diskusi pengarllh penecrnaran lIdara lerhadap kehidupan organismc. Skcnario Pemhclajaran ------ --_.. LANGKAH .:. Menyajikan reneana dan tujllan pembelajaran serla memotivasi siswa .:. Guru menyampalkan TrK dan ketcrampilan kooperatifjigsaw .:. Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan pennasalahan lingkungan yang ada disekitar kita. WAKTU 10 menit 2 Menyajikan infonnasi .:. Guru mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya mengenai keanekaragaman hayati dan penyebab kerusakannya. •:. Guru menjelaskan dengan singkat tentang Penecmaran lingkungan 15 menit 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar .:. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok Nイ。ェセャ・「 dimana tiap kelompok beranggotakan 5-6 orang dengan beragam tingkat kemampuannya. •:. Guru mengingatkan siswa agar setiap kelompok mengguilakan ketel'l1mpiJan kooperatif. Dan apabila ada yang mengalami kesulitan, dianjurkanllntuk oertllnya kepada teman atau guru. 10 menit Membimbing kelompok bekerja dan belajar Membaca, menelaah dan menginterpretasi: .:. Guru memherikan topik-topik ahli kepada sis",a dan siswa membaea mater! tersebut, menelaah dan menginterpretasi gambor オBZセ skema sesuai dengan topik masing-masing (Kelompok Asa!). Tiap topik ahli terdiri beberapa siswa, yaitu sebagai berikut: 15 menit T--I I -- PASE 1 -- 82 Pertemuan II : Pencernaran Udara - Topik ahli I : Pengcrtian pcnccrnaran udara - Topik ahli II : Pcnycbab tcrjadinya penccrnaran udara. - Topik ahli III : Darnpak yang ditirnbulkan - Topik ahli IV : Cura rnengatasi pcncernaran tcrscbut. L .:. Diskusi kelornpok ahli Siswa dengan topik-topik ahli yang sarna berternu untuk rncndiskusikan topik tcrsebut (kelornpok ahli) . 25 rnenit •:. Kelompok asal Ahli tiap topik kernbali ke kelornpck asalnya untuk rne'ljclaskan topik kepada anggota kclompoknya 35 mcnit - ' - - -1-_--1 VI. Sum ber, Alat, dan Baban : • 3uku paket Sains Biologi, Bagod dan Siti Laila, yudhistira, tahun 2004 • Buku paket Biologi, Campbcll, Erlangga, tahun 2003 • OHP dan Icmbar OHT • Informasi dari internet 83 RENCANA PEMBELAJARAN MODEL JIGSAW Nama Sekolah : MA Negeri 11 Jakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester :X/II Alokasi Waktu : 2X45 Menit (2 JP) I. Standar Kompetensi Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energ; selia peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. II. Kompetensi Dabar Mengaitkan hubungan kegiatan manusia dengan masalah perusakan dan pemcliharaall Iingkungan. III. Materi Pokok a. Pengertian dan jenis-jenis pencemaran tanah h. Penyebab t(rjadinya pencemaran tanah c. Akibat yang ditimbu'kan d?ri :".lsing-tnasing pencemaran. d. Carl; mengatasi penccmaran yang terjadi. IV. Pengalaman llelajaf a. Melakukall studi Iiteratur tentang karakteristik setirp pencemaran tanah. b. Mer,ggali informasi tentang pencemaran tanah yang terjadi di lingkungan sekitar. c. Melakukan diskusi dengan teman tentang pencemaran tanah yang terj adi. 84 V. IRlli:':"tor a. Mendata upaya manusta dalam mengatasi masalah pencemaran tana'1 yang sesuai dengan prinsip etika Iingkungan. LJ. Merangkum informasi tentang berbagai pencemaran tanal. dan dampak yang ditimbulkannya. c. Ivkmbuat laporan diskusi pengaruh pcnecmaran tanah tcrhadap kchidupan llrganismc. Skenario pセュ「」ャ。ェ イ。ョ LANGKAH .:. Menyajikan reneana dan tujuan pembclajarln serta mcmotivasi siswa .:. Guru mcnyampaikan TPK dan kctcrampilan kovpcratifjigsaw .:. Guru mcrnotivasi siswa dcngan mcnyampaikan permasalahan Iingkungan yang ada disekitar kita. ,i.ASE I - WAKTU 10 mcnit 2 Mcnyajikan informasi .:. Guru mengaitkan dengan pengctahuan scbelumnya mcngenai keanckaragaman hayati dan penycbab kerusakannya. •:. Guru mcnjclaskan dcngan singkat tcntang Pcncemaran Iingkungan 15 mcnit 3 Mengorganisasikan siswa kc dabm kelompok belajar .:. Guru membagi kelas oalam beberapa kelompok belajar, dimana tiap kelompok beranggotakan 5-6 orang dengan beragam tingkat kemal11puannya. •:. Guru mengingatkan siswa agar setiap kelompok menggunakan keterampilan kooperatif. Dan apabila ada yang mengalami kesulitan, dianjurkanuntuk 10 menit 1 4--- m」ュ「ゥ セァ b"",Y" k".", "mM ,", ,"". kelompok bekerja dan belajar Membaca, menelaah dan mengintel'pretasi: .:. Guru memberikan topik-topik ahli kepada siswa dan siswa membaca materi tersebut, menelaah dnn menginterpretasi gambar atau skema sesuai d.::ngan topik masing-masing (Kelompok Asal). Tiap topik ahli terairi beberapa siswa, yaitu sebagai berikut: 15 menit 85 Pertemuan III : Pencemaran Tanah - Topik ahli I : Pengertian pencemaran Tanah - Topik a'lli II : Penyebab teJjadinya pencerramn Tanah - Topik ahli 1II : Dampak yang ditimbulkan . Topik ahli IV : Cara mengatasi pencemaran tersebut. .:. Diskusi kelompok ahli Siswa dengan topik-topik ahli yang sarna bertemu untuk :nendiskusiY-ln topik tersebut (kelompok ahli). 25 menit •:. Kelompok asal Ahli ;inp topik kern bali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik kepada anggota kelompoknya 35 menit '----'------------------------'-----VI. SlImber, Alai, dan Bahan: • Bukn paket Sains Biologi, Bagod dan Siti Laila, ylldhistira, tahun 2004 • Buku paket Biologi, Campbell, Erlangga, talmn 2003 v OHP dan Icmbur OHT • fnformasi dari internet 86 RENCANAPEMBELAJARAN MODEL JIGSAW N&ma Sekolah : MA Negeri 11 Jakarta Mata Pela.il'.fan : Biologi : XIII k・ャ。ウOsセュ エ イ : 2X セU Alok2:si Waktu Menit (2 JP) I. Standar Kompetensri Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, ーセイオ「。ィ ョ materi dan energi serta pcranan manusia dalam kcscimbangan ekosistcm. II. Kom petensi Dasar セB・ョァ。ゥエォ。ョ hubungan kegiatan manusia dengan masalah perusakan dan pemeliharaan lingkungan. Ill. Matcd Pokok a. Pcngcrtiall can jcnis-jcnis pencemaran sliara b. Penyebab terjadinya pcncemaran sllara c. Akibat yang ditimblilkan dari masing-masing penccmaran. d. Cara mcngatasi pencemaran yang terjadi. IV. Pengalaman Belajal' a. Melakuk,," studi Iiteratnr tentang karakteristik ーセョ」・ュ。イ sllara. b. Men/5gali informasi tentang penccmaran sllara yang terjadi di lingkllngan sekitar. " Melakukan diskusi dengan ternan ter.tang penccmaran suara yang terjadi. 87 V. hdikator a. Mendata upaya manusia dalam mengatasi mClsalah pencemaran suam yang sesuai dengan prinsip etika lingkungan. b. Merangkul'1 informasi tentang pencemaran suara dan dampak yang dilimbulkannya. c. Memhuat laporan diskusi pengaruh pencemaran suara tcrhadap kehidup?n organisme. Skcnario Pembclajar:lO FASE LANGKAH .:. Mcnyajikan rcncana dan tujuan pembdajaran serta memotivasi siswa .:. Guru menyampaikan TPK dan keterampilan ヲゥセ。イ・ーッ ォ jigsaw .:. Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan petma3alahan lingkungan yang ada disekita·· kita. WAKTU 10 menit 2 セ lvIenyajikan informnsi .:. Guru mengmlkan dengan pengetahuan scbelumnya mengcnai kennekaragaman hayati dan penyel'.\b kerusakannya. .;. Guru menjelaskan dengan singkat lentang Pencen.aran ling:<Ungan 15 menit 3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar Nセ GlIru membagi kelas dalam beberapa kelompok belaJar, dimana tiap kelompok beranggotakan 5-6 orang dengan beragam tingkat kemampuannya. •:. Guru mengingatkan siswa agar setiap kelompok menggur.akan keterampilan kooperatif. Dan apabila aoa yang mengalami kesulitan, dianjurkanuntuk bertanya kepada ternan atau gUnl. 10 menit 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Membaea, menelaah dan menginterpretasi; .:. Guru memberikan topik-topik ahli kepada 3;swa dan siswa membaea materi tersebut, menelaah dan menginterpretasi gambar atau skema sesuai dengan tonik masinl!-masinl! (Kelomnok Asal). Tian tonik 15 menit 1 1---. 1--. 88 ahli terdiri beberapa siswa, yaitu sebagai berikut: Pertemuan IV : p・ョ」セュ。イ Suara - Topik ahli I : Pengertian pencemaran suara - Topik ahli II : Penyebab terjadinya pencemaran suara. - Topik ahli III : Dampak yang ditimbulkan - Tori', ahli IV : Cara mengatasi pencemaran terscbut. .:. Diskusi kelomllok ahli Siswa dcngan topik-top'k ahli yang sama bertemu untuk mend,skusikan topik tersebut (kelompok ahli). .:. Kelomrok asal Ahli liap topik kembali ke kelompok asalnya untuk men}elaska'1 topik kepada anggota kelompoknya VI. Sumber, iNセ。エL 25 menit 35 menit dan Bahan: • l3uku paket Sains Biologi, Bagod dan Siti Lalla, yudhistira, tahun 2004 • Buku • OHP dan lembar OHT • Informasi dad internet ー。ォセエ Biologi, Campbell, Erlangga, tahun _PセS 89 RE1\lCANA PEMBELAJARAcN MODEL .JIGSAW Nama Sekolah : MA Negeri 11 .Takarta Mata Pelajaran : Biologi Kellis/Semester : XIII Alokllsi Waktl. : 2X45 Menit (2 JP) I. Standar Kompetensi Me ng.lnalisis hubungan untara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi sem perar,an manusia dalam keseimbangan ekos;stem. II. Kompetensi Dasar Mengaitkan hubuilga'1 kegiatan manusia dengan masalah perusakan dan pemeliharaan Iingkungan. III. Materi Poltok a. Pengertian dan jenis-jenis pencemaran air, L。セ、オ tanah, dan suara. b. Penyebab terjadinya pencemaran air, udara, tanah, dan suara. c. AkiiJat yang ditimbulkan dari masing-masing Nョ。イュ・」セー d. Cara mengatasi pencemaran yang terjadi. IV. Pengalaman Belajllr a. Melakukan studi Iiteratur tentang karakteristik "etiap pencemaran. t. Mei1ggali informasi tentang pencemaran yang terjadi di Iingkungan sekitar. c. Melakukan diskusi dcngan ternan tentang salah satu pencemaran yang terjadi. 90 V. Indikator a. Mendata upaya manusia dalam mengatasi masalah pencemaran air yang sesuai dengan prinsip etika Iingkungan. b. Merangkum informasi tentang berbagai pencemaran Iingkungan dan dampak yang ditilTlbulkannya. c. Membuat I&poran diskusi pengaruh pencemaran iingkungan terhadap kchidupan organisme. ッゥイ。ョセォs Pembelajaran I. Evaillasi: 20 menit Siswa melakukan presentasi kelompok dalan diskusi セ。ャ・ォ yang mencakup semua topik. 2. MemJerikan Penghargaan: enghitllngan skor kelompok penghargaan kelO1l1pok. J 10 menit dan menentukan _ _ _ _ _ _ _- L_ _-,-----' VI. SlImber, Alat, dan Bahan: • Buku paket Sains Biologi, Bagod dan Siti Laila, yudhistira, tahun 2004 • Bub paket Biologi, Campbell, Erlangga, tahun 2003 • OHP dan lembar OHT • Informasi dart internet 91 Persentase dan Hasil Nilai Kreativita& Siswa I No 1. l. 3. セM ヲM セG 6. 7. 8. 9. 10 11. 12 13. 14. 15. 16. 17. 13. 19. 20. 21. 22. 23 24. 25. 26 27. Persentase Tiap Siklus IV II 1lI 1 セ、a Kusumawati -- 6,7 13,3 13,3 20 Dwi TrimJ"arti 26,7 26,7 26,7 26,7 Darti Mayawati 0 0 13,3 13,3 Emi Sulistianingsih 6,7 6,7 6,7 6,7 fOacharisy AR 0 0 6,7 6,7 Paizah 6,7 6,7 13,3 26,7 40 46,7 46,7 53,3 Famh Y'lliestiana Febri Irmawan 6,7 0 0 6,7 53,3 53,3 66,7 Fitri Fauziah 40 Imnrn Pirmansyah 0 13,3 0 0 Januarizki 6,7 13,3 13,3 20 6,7 6,7 13,3 13,3 Laila Nuzulu La iia Oodria 13,3 13,3 26,7 33,3 M. Rhomdhoui 0 0 13,3 26,7 13,3 M. Rusli 13,3 13,3 20 Nurhayati Chikmah 6,7 6,7 13,3 13,3 13,3 Rhomdonivah 13,3 13,3 20 Ririn Nmdian 20 46,7 46,7 60 Rizky Romantika 6,7 40 40 40 6,7 6,7 13,3 Sandi Ahmad 20 Siti Manzilah 6,7 6,7 13,3 13,3 6,7 Siti Riana 20 26,7 33,3 Sri Wahyuni 6,7 6,7 ;3,3 20 Sairah 13,3 13,3 40 20 6,7 33,3 33,3 Silvia Herlena 20 13,3 I 13,3 13,3 20 Widya ゥエオセa [;0 66,7 Zatil1zzati 40 I 60 X. Nama Siswa Nilai V 6,7 13,3 13,3 6,7 0 13,3 40 6,7 53,3 13,3 6,7 6,7 6,7 20 6,7 13,3 13,3 60 40 13,3 6,7 20 13,3 33,3 20 26,7 80 9,34 24,02 7,98 6,7 2,68 13,34 45,34 4,02 53,32 5.3212 9,34 18,66 12 66,67 10,66 14,64 37,34 33,34 12 9,34 21,34 12 29,98 22,66 17,32 65,34 E D セE E E C E C E E E E E B E E 0 0 E E D c D D E B 92 LEMBAR OBSERVASI Krcativitas Siswa 3ikap Kreat1vitas I lndikator Hasil Pengamatan Va Rasa ingin tahu Tidak 1. Mempertanyakan segala sesuatu 2. Meneari galjasan-gagasan 3. Mengamati kejadian-k"jadian 4. Memikirkan hal-hal yang belum Bersifat imajinatif pemah tel:jadi 5. Helihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat orang lain 6. Memikirkan lr.elakukan yang belum pemah dilakukan orang lain 7. Menggunakan gagasan atau Merasa tertartang oleh kemajemukan masalah yang rum it 8. Melibatkan diri dalam tugnstugas 9. Tidak eenderung meneari jalan I yang termudah '10. Berani mem?ertahankan Sifat berani mengambil rGsiko gagasan atau pendapat Il.Berani mengajukan pertanyaan 12.Tidak mudah dipengaruhi orang lain. 13.Menghargai hak orang lain Sifat 11Ienghargai 14.Menghargai makna orang lain 15.l\lenghargai kebebasan yang bertanggung jawab I J_ ----- 93 LEMBAR OBSER"ASI aォエゥカ 。セ Guru Indikator Skor 1 2 3 4 5 I. Me:1yampaikan tujuan pembelajaran 2. Memberika n informasilmenjelaskan materi dengan ceramah/menulis Uengamati kegiatan siswa -- 4. Memberikan petunjuklmembimbing kegiatan 5. Menulis yang relevan dengan KBM 6. Menutup pembelajaran 7. Memotivasi siswa .- 94 PEDOMAN WAWANCARA Kcsnn Guru Tcrhndap Pcrnbclnjaran Koopcratif: .Jigsaw Pcrtanyaa n : I. Apakah guru pernah mengenal model pembelajaran kooperatiftipe jig,;aw sebelum pelaksanaan pembelajaran ini? 2. Apakab pembelajaran kooperatiftipejigsaw tepat diterapkan dalam pembelajaran biologi? 3. Aoakah dcngan diterapkannya pembelajaran kooperatiftipejigsaw ini siswa dapat lebih aktifdan kreatifdalam proses pembelajamn? 4. Apakah Il10del pembelajaran kooperatiftipe jigsaw dapat meningkatkan kel11ampuan unluk l11emecahkan masalah dalam soal-soal biologi? 5. Apakah kekbihan dan kekuranganl110deJ pembeiajaran kooperatiftipe jigsaw? 95 PEDOMAN DlSKUSI KELAS Participation Charts Kelas Muta pelajaran Topik Tanggal Waktu Tujuan Nama INC', , Kualitas Konstribusi *) Sangat Penting Meragukan berarti Tidak Relevan I. 2, 3. - 4. -_. I r:--' ), セM I +) SlIll['.nl hCfnfli : mCllgcmukakan gagasan bafu yang ァャゥエ セー dalam diskusi. l'cnting : mengcmukakan alasan·alasan yang penting dalaOl pcndapatnyll. Meraguklln : pendapat yang tak didukung oleh data atau inlofmasl Icbih lanjut. Tidllk RclcVlIll : gagasan yang diajukan tidak relevan dengan masalah yang didiskusikan - - '.. 96 Tabd Penentuan dan Penghargaan SI;OI Tim Anggota Tim Pefsentasi KeI T - II 111 - 'T. 3. 4. 5. Skor tim total Rata-rata tim Penghargar.n _._-- I dッォャュ・ョエ。セゥ 97 Model Pembelajaran KooperatifTipe .Jigsaw Gambar 1 : Siswa dalam kelompok kooperatif Gambar 2 : Mendengarkan penjelasan guru (kcl koopcratil) 98 Gambar 3 : Guru membagikan tugas Gambar 4: Diskusi kelompok ahli Gal11bar 5: Diskllsi kelompok イゥHャZセーッォ Gambar 6: Diskllsi ウ。ャセォ (ke!. ahli) 99 Lampiran 2 1. Momportanyan sosuatu 48.2'% 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 o II III セi v 100 4. Momlklrkan hal·hal yang bolum pernah torjadl II IV III V li. Mollhat hal-hal dalam auatu gam bar yang tldak dlllhl1t orang lain 90 80 70 50 60 40 30 20 10 11.11 C1/0 14.81 % 8.00% IV V 0% B MG セ ] LN Kッ II III 6. Momlklrkan/molakukan hal yang bolum pornah dllakul<an orang lain 25 22.22 % 2. 15 10 5 o II III IV V 101 7. Monggunakan gagasan/masalah yang rumlt 37.04% 40 35 30 25 20 15 10 5 o II III IV V 8. Mollbatkan dl dalam tugas4ugas :] 44% 30 10 o II III IV V 9. Tldak condorung moncarl Jalan yang tennudah 28% 30 25 20 15 in 5 o II III IV V 102 10. Boranl mengaJukan portanyaan/pendapat 30 25.93 % 25 20 15 10 5 o - j -......=--,--u II III IV I' 12. Boranl momportllhankan Dogason 14.81 % 10 14 12 10 8 5 •2 oKMセ 0% II III IV V 103 13. Monghargal hak orang lain 45 40% 40 35 30 25 20 15 10 5 3 1j II 111 IV V 14. Monghargaol makna orang lain 28% 30 25 20 16 10 5 o· II iii IV V 15. Menghargal kobob8sun yang bortanggul1gjawab ::i 26.93 % 20 15 10 5 o II III IV V DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN naur gセk Tclp. "nda Nomor 95, Cinutat 15412, Indonesia : (62-21) 7443328, 7401925, Fax. (62-21) 7443328 Email: uinjkt@cabLnetid . NomoI' Lamp. : ETrrL.02.1/ Iii /2007 Ha I : BIMBINGAN SKRIPSI Jakarta, II Maret 2007 : Abs(raksilOulline Kepada Yth. 1. Aba Rozak, M.Si 2, Drs. Sujiyo Miranto, M,Pd Pembimbing Skripsi Fakultas I1mu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif nidayatullah Jakarta, Assalamu 'alaikum WI', wb, Dengan ini diharapkan kesediaan Saudara untuk menjadi Pembimbing Jill (materilteknis) penuJisan skripsi mahasiswa: Nama Evi Nul' Alfiah NIM 103016127083 Jurusan Pendidikan IPA· Biologi Semester VIII ( delapan ) Judul Skripsi Upaya peningkatan kreativilas belajar sis',va pada konsep invertebrnta melalui penerapan model GョFイ。ェ ャ・「ュセー kooperatif Jigsaw . .ludul tersebut teJah disetujui oleh Jurusan yang bersangkutan pada tanggaJ 26 Maret 2007 dengan ahstrakloutline sebagaimana terlampir. Mcskipun del11ikian Pembimbing sesuai. berhak untuk meClgubah judul tersebut bila dipandang ァョ。セオォエG、ゥ Bimbillgan skri?si ini diharapkan selesai dalam waktu 6 (enam) bulan, dan dapat diperpanjang selrma 6 bulan berikutnya lanpa sural perpanjangan . Atas "erhatian dan kerja BQpセ Saudara, kami ucapkan terima kasih. Wassalamu 'r/t'ai/(dm wr.wb. '. rurrozi, MA Zセ。ウオ「ュ・t 1. Dekan FJTK DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN Telp. I Nomo! 95, CipUlal15412, Indonosia NomoI' Lamp. Ha I : (62·21) 7443328, 7401925, Fax. (62·21) 7443328 Email:uinjkt@cabi.net.id : ETrrL.02.2/1I1/2007 : Outline/Proposal Jakorto, II Marct 2007 : Permohonan Vin Penelitian Kepada Yth. Kepala MAN II Jakarta di Tempat Assalamu 'ala!kum wr. wh. Dengan hormal kami sampaikan bahwa, Nama Evi Nul' Alflah NIM 103016127083 ]urusan Pendidikan IPA· Biologi Semcster VIII ( delapan ) Judui Skripsi Upaya peningkatan krealivitas bclajar siswa Ilada konscp invertebrata melalui penerapan model pembelajaran kooperati f Ji gsaw . aualah bcnM l11ah.lsiswa FlikullllS 11I11u Tarbiyah dlln Kcguruan UJN Jllkllrta yrng sedcng menyusun ,kripsi, dan akan mengadakan penelitian di instansilsekolah yang Saudara pimrin. U'1tuk itu kami ''loh:lI1 Saudara riapat I11cngizinkan mahasiswa tersehut meJaksanakan penelitian dimaksud. Atas perhatian dan bantuan Saudara, kami ucapkan terima kasih. Wassalamu 'alaikun; wr. wb. ahrurrozi, MA Tembusan: I. Dekan FITK 2. 。オエセk ]urusan ybs. .43 セ DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKUVfAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN Telp. : (62-21) 7443328, 7401925, fax. (62-21) 7443328 - Ir,da Nomor 95, Ciputat 15412, Indonesia Nomor Lamp. II n I Email: t1injkt@cabi.netid : ETrrL.02.2/ Ill/2007 : Instrumen Riset : RlSETIWAWANCARA Jakarta, 11 Maret 2007 iセ・ー。、 Yth. Kepala MAN 11 Jakarta di Tempat Assalamu 'aiaikum wr. wh. Dengan hormat kami sampaikan bahwa, Nama Evi Nur Alfiah NIM 103016127083 Juru,an Pendidikan IPA- Biologi Semester VIIl ( del apan ) Judul Skripsi upaya peningkatal1 krcativitas belajnr siswa pada konsep invertebrata melalui penerapan model pembelaiaran kooperatif Jigsaw. adalah benar mahasiswa Fakullas Ill11u Tarbiyah dan Keg'llruan UIN lakarta yang sedang menyuSJn skripsi, dan akan l11engadakan penelithn (risel) di instansilsekolah yang Saudara pil11pin. Untuk itu kami mohon bantuan Saudara terhadap mahasiswa tersebut daJam l11elaksanai<an penelitian dimaksud. Atas perhatian dan bantuan Saudara, kami ucapkan teril11a kasih. Wassalamu 'alaikllm wr. wI,. TemblisGn: I. Dckan FITK DEPARTEMEN AtiAMA MADRASAH ALIYAH NEGERI 11 JAKARTA Jalan. H. Gandun No. 60 Lebak Bulus Cllandak MGセォ。イエ Telp.: WVセ セOUT Fax.: 7591 583€ Selatan - SUHAT KETERANGANRYSET NomoI' : Ma.09.11/PP.00.6/933/200'l Yang bcrianda tal1gan di bawah ini Kcpala Madrasah Aliyah Ncgcd II Jakalla : Nama NIP. PangkatiGolongan Jallatan Drs. R U. ElTendi Hlliba ISO 177 091 Pembina (IV/a) Kepala M. \N 11 Jal.al1a Menerangkan : Nalna NIM I'ilklllta,'; ::>el11esler Jurusan :\sal Perguruan Tinggi Evi Nul' Al flah 103016127083 Ti'rbiynh Vlll (delapan) Biologi Universi,"1s Islam Negeri SYillif HidayatuUah Jakal1a (U I N) Idah mcngadakan Risel di MAN 11 Jakm1a sejak langgi\1 12 marel sid. 02 Junl 2007 dalam rangka p"l1lbuatlll1 Sktipsi yang ャオ、ェセ・「 "Vpaya Pcningkatnn Krcntivitns Siswil Dalmn ョ。イェャ」セュGA Biologi Mclalul Pcnerapan Model Pel11bclajaran Kooperatif Jigsaw" ,:1 MAN 11 Leba!. Bulus Jakarlil Sclatan. ョ。ゥォ ュセd SUI ,II kcfcrangl\l\ tiset ini dibulllul1tuk dipergunakan scbagaiman1 mestinya. Jakarta, 02 Juni 2007

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI ANTARA SISWA YANG BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TIPE TPS
0
3
79
PENGERUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA PADA KONSEP CAHAYA (KUASI EKSPERIMEN DI SDN CIRENDEU III, TANGERANG SELATAN)
1
5
177
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada konsep rangka dan panca indera manusia: penelitian kuasi eksperimen di Kelas IV MI Al-Washliyah Jakarta
0
5
172
Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Antara Siswa Yang Diajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Pembelajaran Konvensional Pada Konsep Protista
0
18
233
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SMPN 2 BANDAR LAMPUNG
0
7
15
PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION Peningkatan Kreativitas Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Siswa K
0
1
17
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN HIDROKARBON.
0
1
20
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN AKUNTANSI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD.
0
0
12
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
0
0
8
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI)
0
0
6
Upaya meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
0
7
Upaya meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
0
0
5
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
0
1
10
Show more