Efisiensi pengelolaan dana Bnak Syariah di Indonesia (dengan pendekatan parametrik)

Gratis

1
10
121
2 years ago
Preview
Full text

EFISIENSI PENGELOLAAN DANA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Dengan Pendekatan Parametrik)

  EFISIENSI PENGELOLAAN DANA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Dengan Pendekatan Parametrik) SkripsiDiajukan kepada Fakultas Syariah dan Hukum untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syari’ah (S. E.

RAFIKA RAHMAWATI

NIM. 108046100102 KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAHPROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM) FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA1432 H/2011M

LEMBAR PERNYATAAN

  Dalam penelitian ini akan diketahui tingkat efisiensi biaya diantara Bank UmumSyariah (BUS) di Indonesia, dalam hal ini BUS yang diteliti yaitu Bank Muamalat Indonesia,Bank Syariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah selama periode penelitian Januari 2008 sampaiSeptember 2010 dengan menggunakan pendekatan parametrik yaitu Stochastic Frontier Approach (SFA). Dan diketahui pula bahwa faktor-faktor input dan output yang mempengaruhi tingkat efisiensi biaya dari masing-masingBank Umum Syariah tersebut yaitu, pada BMI yang berpengaruh adalah beban bagi hasil.

KATA PENGANTAR

  Sy) pada Fakultas Syariah dan Hukum Program StudiMuamalat Konsentrasi Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama proses penulisan skripsi ini penulis tidaklah terlepas dari segala bantuan, bimbingan, dan motivasi dari berbagai pihak.

2. Dr. Euis Amalia, M.Ag, selaku Ketua Program Studi Muamalat, dan Bapak Mu’min Roup, S.Ag., MA selaku Sekretaris Program Studi Muamalat

  Segenap bapak dan ibu dosen yang telah memberikan berbagai bekal ilmu yang sangat bermanfaat kepada penulis selama masa perkuliahan. Akhirnya, penulis berharap skripsi ini dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dan penguasa alam semesta dan raja dari ilmu pengetahuan yang selalu memberikan kelancaran dankemudahan bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya terdapat dua masalah utama dalam perbankan, yaitu dalam hal

  Dengan demikian, bank dituntut agar dapat mengelola dana yang ada dengan seefisien mungkin, baik bank yang berbasis bunga atau bank konvensional maupun bankyang berprinsip bagi hasil atau yang lebih dikenal dengan bank syariah. Prinsip pengelolaan harta dalam Islam yang mengharuskan harta harus bergulir, tidak boleh didiamkan, melandasi bank syariah untuk terus mengelola dan menyalurkan dana1 yang ada pada kegiatan-kegiatan produktif, yaitu dengan memaksimalkan pemberian Priyonggo Suseno, “Analisis Efisiensi dan Skala Ekonomi Pada Industri Perbankan Syariah diIndonesia,” (P3EI, 2004), hal.372 Muliaman D.

4 November 2010. Peningkatan GWM ini bertujuan agar likuiditas bank dapat lebih

  1, Juni 2009), hal.51 Seperti yang telah diuraikan di atas, dengan semakin meningkatnya biaya-biaya meningkat dan seiring dengan banyaknya persaingan serta bertambahnya pula biayaoperasional, apalagi dengan akan dinaikannya rasio GWM menjadi 8% yang membuat bank syariah harus lebih meningkatkan kinerjanya agar keuntungan yang didapat tetapoptimal. Perumusan dan Pembatasan Masalah Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap masalah yang hendak ditulis dan lebih memfokuskan masalah-masalah yang akan diteliti agar didapat hasil yang optimal,maka penulis merasa perlu untuk memberikan perumusan dan batasan masalah terhadap objek yang dikaji.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Setelah memperhatikan judul dari pembahasan ini serta latar belakang masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi biaya bank syariah dibiaya yang dikeluarkan oleh bank syariah. Bagi Perbankan Syariah, Bank Indonesia, dan PemerintahMemberikan informasi tentang kinerja (tingkat efisiensi biaya) bank syariah di Indonesia, serta membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan.

D. Review Studi Terdahulu

  Penelitian untuk mengukur tingkat efisiensi pada perbankan telah banyak dilakukan, baik melalui metode parametrik maupun dengan metode non parametrik. Muliaman D.

7 Illyas (2003) meneliti tentang pendekatan parametrik untuk efisiensi perbankan

  Di sini peneliti menghitung tingkat efisiensi perbankan Indonesia dengan data bank secara keseluruhan tidak dikelompok-kelompokan dan juga menghitung tingkat efisiensi perbankan Indonesia dengan data bank yangdikelompokan berdasarkan kategori bank. Hasil perhitungan efisiensi berdasarkan SFA dan DFA dengan menggunakan databank yang dikelompokkan terlebih dahulu berdasarkan kategorinya, menghasilkan hasil perhitungan yang tidak konsisten.

8 Frontier Approach. Periode yang diteliti yaitu tahun 1997 sampai 2003. Dalam

  Dalam mengukur efisiensi teknis, input yang digunakan yaitu total simpanan (terdiri dari simpanan pelanggan dan simpanan dari bank lain) dan total biaya (terdiri dari biayapersonil dan beban usaha lain), sedangkan output yang digunakan yaitu total aktiva produktif (mencakup pembiayaan, sekuritas, investasi efek, dan penempatan pada banklain). Efisiensi teknis dan efisiensi biaya rata-rata untuk bank syariah masing-masing 80,1% dan 86,0%, sedangkan bank konvensional menunjukan efisiensi teknis dan biaya 83,5%dan 87,6%.

9 Suswandi (2007) meneliti tentang analisa efisiensi perbankan syariah di

  Sedangkan output terdiri dari penempatan pada Bank Indonesia, penempatan pada bank lain, dan pembiayaan yang diberikan. Dalam penelitian ini, efisiensi bank syariah didasarkan pada kemampuan bank syariah menghasilkan profit (laba) dari inputdan output yang digunakan, sehingga istilah profit (laba) dalam penelitian ini adalah memiliki makna yang sama.

9 Suswandi. Analisa Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia (Metode Stochastic Frontier Approach)

10 Edy Hartono (2007) meneliti tentang analisis efisiensi biaya industri perbankan Indonesia dengan menggunakan metode parametrik Stochastic Frontier Approach

  Efisiensi dalam penelitian ini didasarkan pada fungsi biaya, dengan mempertimbangkan biaya total (total cost) sebagai variabel dependen serta 2 buahvariabel output yaitu total pinjaman yang diberikan baik kepada pihak terkait dengan bank maupun tidak terkait dengan bank (Q1) dan surat berharga yang dimiliki oleh bank(Q2) dengan 2 buah variabel input yaitu total biaya bunga yang dibayarkan bank atas simpanan pihak ketiga (P1) dan biaya tenaga kerja (P2). Pengukuran Kinerja Bank Komersial dengan Pendekatan Efisiensi: Studi Terhadap Perbankan Go-Public di Indonesia (Jurnal JAAI Volume 12 Universitas Andalas Padang, 2008) 14 Namun, penelitian ini menemukan satu bank (Bank Lippo) yang konsisten efisien pada 2 terdapat ketidak-konsistenan kinerja di antara bank komersial di Indonesia setiaptahunnya, yang diindikasikan dengan terjadinya fluktuasi kinerja selama 3 tahun penelitian.

12 M. Dadi Sutisna (2010) meneliti tentang analisis tingkat efisiensi perbankan

  Vicky Rahma Putri dan NikiLukviarman (2008)Judul:Pengukuran KinerjaBank KomersialDengan PendekatanEfisiensi: StudiTerhadap SFA Hasil penelitian ini menunjukan bahwakelompok bank yang paling efisien yaitukelompok bank BUSN NonDevisa, kemudian kelompok bank BUSNDevisa, dan yang terakhir bank BUMN. Pendekatan dalam menentukan input dan output pada penelitian ini menggunakan pendekatan aset, di mana kemudian dianalisis komponen-komponen input dan output apasaja yang mempengaruhi tingkat efisiensi biaya pada bank syariah.

E. Kerangka Pemikiran Teoritis

  Kerangka pemikiran yang dibangun di dalam penelitian ini yaitu untuk mengukur efisiensi bank umum syariah di Indonesia, yaitu Bank Muamalat Indonesia, BankMandiri Syariah, dan Bank Mega Syariah pada periode Januari 2008 sampai September2010. Jenis Data dan Metode Pengumpulan DataData yang digunakan adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari informasiLaporan Keuangan yang dipublikasikan oleh Bank Muamalat Indonesia, BankSyariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah pada Januari 2008 sampai denganSeptember 2010.

H. Sistematika Penulisan Secara garis besar skripsi ini terdiri dari 5 (lima) bab dengan beberapa sub bab

  Agar mendapat arah dan gambaran yang jelas mengenai hal yang tertulis, berikut ini sistematika penulisannya secara lengkap: BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini membahas latar belakang masalah, perumusan dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, review studiterdahulu, kerangka pemikiran teoritis, hipotesis, metodologi penelitian, dan sistematika penelitian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi tinjauan pustaka terhadap hal-hal yang akan dibahas, yang berisikan teori-teori mengenai konsep efisiensi, pengukuran efisiensi,karakteristik bank syariah di Indonesia, dan konsep pengelolaan dana bank syariah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Efisiensi

  Efisiensi berarti biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan keuntungan lebih kecil daripadakeuntungan yang diperoleh dari penggunaan aktiva tersebut. Bank yang tidak mampu memperbaiki tingkat efisiensi usahanya maka akan kehilangan daya saing baik dalam hal mengerahkan dana 13 masyarakat maupun dalam hal penyaluran dana tersebut dalam bentuk modal usaha.

13 Maisyaroh Sulistyoningsih. Analisis Efisiensi Biaya Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

  Kemampuan menghasilkan output yang maksimal dengan input yang ada merupakan 14 ukuran kinerja yang diharapkan. Dengan mengadakan perbandingan kinerja perusahaan terhadap standar yang ditetapkan atau dengan periode-periode sebelumnya maka akan dapat diketahuiapakah suatu perusahaan mencapai kemajuan atau sebaliknya yaitu mengalami kemunduran.

14 Edy Hartono. Analisis Efisiensi Biaya Industri Perbankan Indonesia dengan Menggunakan Metode

  Dari segi pengorbanan (input) Efisiensi dari segi pengorbanan normal yaitu dengan pengorbanan (input) yang ada atau yang ditetapkan, kemudian ditetapkan hasil minimum yang harus dapatdicapai. 4) Mengurangi risiko penghasilan, yang bisa memperbesar nilai suatu waralaba dengan cara menciptakan produk-produk dan sumber pendapatan yang lebihvariatif.

17 Ida Savitri Kusmargiani. Analisis Efisiensi Operasional dan Efisiensi Profitabilitas Pada Bank yang

  Efisiensi Skala Ekonomi (economies of scale): Efisiensi Skala Ekonomi pada dasarnya adalah berupa penghematan biaya, cara yang ditempuh adalah dengan :1) Konsolidasi dalam pemrosesan data dan operasi.2) Konsolidasi, diversifikasi, dan perampingan bagian investasi dan sekuritas 3) Konsolidasi bagian kredit, termasuk dokumentasi dan persiapan kredit. 4) Konsolidasi penilaian kredit dan audit operasi.5) Konsolidasi system antar cabang, termasuk penggunaan internet Ada tiga faktor yang menyebabkan efisiensi, yaitu (1) apabila dengan input yang sama dapat menghasilkan output yang lebih besar, (2) dengan input yang kecildapat menghasilkan output yang sama, dan (3) dengan input yang lebih besar dapat 18 menghasilkan output yang lebih besar lagi.

18 Muhammad Ghafur W. Potret Perbankan Syariah di Indonesia Terkini: Kajian Kritis Perkembangan Perbankan Syariah, (Yogyakarta: Biruni Press, 2007) hal. 120

  Hal ini karena cara tersebut relativelebih mudah dan semua data yang diperlukan untuk pengukuran dapat langsung diperoleh dari laporan keuangan bank yang bersangkutan namun pengukuran efisiensidengan menggunakan rasio keuangan dapat menimbulkan kesalahan. Banyak perusahaan besar mengoperasikan divisi yang berbeda pada industri yang berbeda, dan perusahaan semacam ini sangat sulit untuk mengembangkan19 seperangkat rata-rata industri yang berarti untuk tujuan komparatif.

c. Inflasi dapat memberikan distorsi yang buruk terhadap neraca perusahaan nilai yang dicatat seringkali sangat berbeda dengan nilai “sebenarnya”

  22 Menurut Berger dan Mester , secara umum ada 3 Cost Efficiency pada dasarnya mengukur tingkat biaya suatu bank dibandingkan dengan bank yang memiliki biaya operasi terbaik (best practice bank`s cost) yang menghasilkan output yang sama dengan teknologi yang sama. Standard Profit Efficiency pada dasarnya mengukur tingkat efisiensi suatu bank didasarkan pada kemampuan bank untuk menghasilkan profit maksimal pada tingkat harga output tertentu dibandingkan dengan tingkat keuntungan bank yangberoperasi terbaik (best practice bank) dalam sampel.

B. Bank Syariah

  21 tahun 2008, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas BankUmum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Selain peraturan-peraturan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, terdapat peraturan-peraturan lain yang dikeluarkanoleh lembaga lain sebagai pendukung operasional bank syariah, yaitu KeputusanPresiden dan ketentuan-ketentuan lain dalam bentuk fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN).

25 Cik Basir. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Pengadilan Agama dan Mahkamah Syariah

  Penghimpunan Dana (funding)Penghimpunan dana di bank syariah dapat berbentuk giro, tabungan, dan Wadi’ah dan Mudharabah. Penyaluran Dana (financing)Dalam menyalurkan dananya, secara garis besar produk pembiayaan syariah terbagi ke dalam empat kategori yang dibedakan berdasarkan tujuanpenggunaannya, yaitu:1) Pembiayaan dengan prinsip jual-beli Berdasarkan bentuk pembayarannya dan waktu penyerahan barangnya, dibedakan menjadi pembiayaan Murabahah, pembiayaan Salam, danpembiayaan Istishna’.

26 Adiwarman A. Karim. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada

  Orang yang kembali(mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” 2) Pembiayaan dengan prinsip sewaPrinsip syariah yang digunakan yaitu Ijarah dan Ijarah Muntahhiyah Bittamlik. Perbankan mempunyai kegiatan yang mempertemukanpihak yang membutuhkan dana (borrower) dan pihak yang mempunyai kelebihan dana (saver).

27 Dalam Islam pengelolaan dana harus dilakukan secara efektif dan efisien

27 Julius R. Latumaerissa. Mengenal Aspek-Aspek Operasi Bank Umum (Surabaya: Bumi Aksara, 1999)

  Dibuktikan dengan adanya ketentuan dari bank sentral yang mengatur tentang proporsi minimalmodal sendiri dibandingkan dengan total nilai Aktiva Tertimbang Menurut Risiko28 (ATMR), yang lebih dikenal dengan istilah rasio kecukupan modal (Capital Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso. Manajemen dana bank syariah adalah upaya yang dilakukan oleh lembaga bank syariah dalam mengelola atau mengatur posisi dana yang diterima dari aktivitas funding untuk disalurkan kepada aktivitas financing, dengan harapan bank yang bersangkutan tetap mampu memenuhi kriteria-kriteria likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas.

30 Tujuan dari manajemen dana yaitu: a. Memperoleh profit yang optimal

  Kekayaan bank syariah dalam bentuk:1) Kekayaan yang menghasilkan (Aktiva Produktif) yaitu pembiayaan untuk debitur serta penempatan dana di bank atau investasi lain yang menghasilkanpendapatan. Pendapatan usaha keuangan bank syariah berupa bagi hasil atau mark up dari pembiayaan yang diberikan dan biaya administrasi serta jasa tabungan banksyariah di bank.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Obyek penelitian ini adalah Laporan Keuangan Bulanan Bank Umum Syariah

  yaitu Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah periodePertimbangan dalam menjadikan BMI, BSM, dan BMS sebagai objek penelitian dikarenakan kelengkapan data yang dibutuhkan oleh penulis dan juga diketahui bahwabank-bank tersebut merupakan bank umum syariah terbesar di Indonesia. 21 tahun 2008 tentang bank syariah dan sesudah adanya UU tersebut.

B. Jenis dan Sumber Data

  Populasi dan Sampel Pada penelitian ini populasi yang dijadikan objek penelitian adalah seluruh bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah yang tercatat selama periode tahun 2008sampai 2010 sejumlah 178 bank dengan rincian 10 Bank Umum Syariah, 23 Unit UsahaSyariah, dan 145 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Metode dokumentasiMetode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, yang peneliti peroleh dari datalaporan keuangan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia dan juga dari berbagai31 sumber lainnya baik media elektronik atau pun media lainnya.

E. Spesifikasi Input dan Output

  Pendekatan produksi melihat institusi finansial sebagai produser dari akun deposit(deposit account) dan kredit pinjaman (loan), mendefinisikan output sebagai jumlah dari akun-akun tersebut atau dari transaksi-transaksi yang terkait. Dalam hal ini input-input institusional seperti biaya tenaga kerja dan modal dan pembayaran bagi hasil pada deposit, dengan output yang diukur dalambentuk pemberian pinjaman (loans) dan investasi finansial (financial investment).

32 Muliaman D. Hadad, dkk. Analisis Efisiensi Industri Perbankan Indonesia: Penggunaan Metode

  Variabel Output (Y) : Total Pembiayaan (Q2) dan Surat Berharga yang Dimiliki (Q3)Diketahui bahwa semua data input dan output adalah dalam bentuk rasio terhadap besar dengan bank yang relatif lebih kecil. Dengan menggunakan pendekatan ini,maka mudah untuk dilakukan penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan efisiensi perbankan, maupun membandingkan hasil penelitian ini dengan penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.

33 Muliaman D. Hadad, dkk. Pendekatan Parametrik Untuk Efisiensi Perbankan Syariah Indonesia

  (Jurnal Bank Indonesia, 2003) hal. 6 53 (SBI) daripada mengenakannya dengan harga tertentu sebagai fee dari service.

F. Definisi Operasional

  Beban Bagi Hasil (P2) merupakan kewajiban bank atas dana-dana pihak ketiga yang telah dihimpun oleh bank syariah, beban ini dicatat dalam laporan laba rugidibagi dengan Total Aktiva. Surat Berharga yang Dimiliki (Q3) merupakan aset bank dalam bentuk sekuritas yang pencatatannya pada neraca pada sisi aktiva dibagi dengan Total Aktiva.

G. Metode Analisis

  (3.3)Dengan menggunakan bentuk persamaan stochastic cost frontier maka persamaan biaya dapat dituliskan sebagai berikut:ln C = f (w,y) + ln u + ln v dengan bank yang memiliki biaya operasi terbaik (best practice bank`s cost) yang menghasilkan output yang sama dengan teknologi yang sama. Cost efficiency ini diderivasi dari suatu fungsi biaya, misalkan fungsi biaya dengan bentuk persamaan umum (log) sebagai berikut :ln C = f Cost Efficiency pada dasarnya mengukur tingkat biaya suatu bank dibandingkan 2 v )| di mana u it = (u i exp(-h(t-T))3 dan h adalah parameter yang akan diestimasi.

2 Koefisien Determinasi (R ) adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan

2 Sedangkan r digunakan untuk mengukur derajat hubungan antara tiap variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial

  Nilai koefisien determinasi menunjukan hubungan pengaruh antara dua variabel yaitu variabel independen(beban personalia, beban bagi hasil, total pembiayaan, dan surat berharga yang dimiliki) dan variabel dependen (total biaya) dari hasil perhitungan tertentu. Uji Simultan (Uji F-Statistik)Uji Simultan (Uji F-Statistik) digunakan untuk menguji besarnya pengaruh dari seluruh variabel independen (beban personalia, beban bagi hasil, totalpembiayaan, dan surat berharga yang dimiliki) secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel independen (total biaya).

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Umum Penelitian Sebagaimana telah disebutkan tujuan penelitian ini, maka sebelum melakukan

  Rata-rata variabelinput pada Bank Syariah Mandiri ini menunjukan bahwa rata-rata beban personalia yang dikeluarkan oleh bank sebesar 0,008830 atau 0,883% dari total aktiva yangdimiliki, dan rata-rata beban bagi hasil yang dikeluarkan sebesar 0,023057 atau 2,306% dari total aktiva. Rata-rata variabelinput pada Bank Mega Syariah ini menunjukan bahwa rata-rata beban personalia yang dikeluarkan oleh bank sebesar 0,020023 atau 2,002% dari total aktiva yangdimiliki, dan rata-rata beban bagi hasil yang dikeluarkan sebesar 0,024101 atau 2,410% dari total aktiva.

B. Analisis Tingkat Efisiensi

  Bank Muamalat IndonesiaModel persamaan frontier pada Bank Muamalat Indonesia yang diperoleh sebagai berikut: Tabel 4.4 Hasil Estimasi Regresi Berganda Bank Muamalat Indonesia Bentuk model prediksi tingkat efisiensi biaya bank dapat ditulis sebagai berikut: ln TC= 0,712 - 0,007 lnP1 + 1,126 lnP2 + 0,407 lnQ1 CoefficientsaModel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficientst Sig. Hal ini berarti dengan banyaknya bank dalam memberikan pembiayaan, maka beban bank akan berkurangkarena dana yang ada akan menghasilkan dan hasilnya akan menutupi beban-beban yang ditanggung oleh bank.

C. Analisis Regresi

  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model regresi pada Bank Muamalat Indonesia telah bebasdari gejala heteroskedastisitas.2) Bank Syariah Mandiri Gambar 4.5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Bank Syariah Mandiri Sumber: Data sekunder yang diolah 81 Gambar 4.6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Bank Mega Syariah Sumber: Data sekunder yang diolahDari gambar 4.6 di atas dapat terlihat titik-titiknya menyebar secara acak(random) dan tidak membentuk pola-pola tertentu. Tabel 4.11 Hasil Uji Multikolinearitas BMI BSM BMSTolerance VIP Tolerance VIP Tolerance VIP ln P1 0,067 15,022 0,008 129,929 0,149 6,705ln P2 0,073 13,655 0,008 128,310 0,193 5,186 ln Q1 0,642 1,557 0,661 1,512 0,637 1,571ln Q2 0,875 1,142 0,559 1,788 0,428 2,339Sumber: Data sekunder yang diolahDari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada Bank Muamalat Indonesia, variabel yang memiliki nilai tolerance yang lebih dari 0,1 dan VIP kurang dari 10 yaituvariabel Q1 dan Q2.

2 R 0,899 0,98 0,93

  Dan pada Bank Syariah Mandiri nilai koefisien determinasi dari model regresinya adalah sebesar 0,928 atau 92,8% yang menunjukan variabel bebas (bebanpersonalia, beban bagi hasil, total pembiayaan, dan surat berharga yang dimiliki) secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikat (total biaya) sebesar 92,8%dan sisanya 7,2% dipengaruhi variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian. Dengan membandingkanantara nilai t hitung dengan t tabel yang didapat dari masing-masing variabel dengan menggunakan taraf signifikan 95% ( diterima, atau dapat diartikan bahwa secara serentak variabel input dan output (beban personalia, beban bagihasil, total pembiayaan, dan surat berharga yang dimiliki) berpengaruh terhadap tingkat efisiensi pada Bank Mega Syariah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan mengenai tingkat

  Hipotesis penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara komponen input (beban personalia dan beban bagi hasil) dan output (total pembiayaan dan suratberharga yang dimiliki) terhadap tingkat efisiensi biaya secara simultan, dapat diterima. Berdasarkan uji parsial (uji t) diketahui bahwa pada Bank Muamalat Indonesia variabel-variabel input dan output yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi biayahanya beban bagi hasi, beban bagi hasil pada Bank Muamalat Indonesia memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat efisiensi biaya.

B. Saran

  Setelah didapat hasil dari penelitian ini dan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang telah disebutkan di atas, saran-saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1. “Analisis Efisiensi Operasional dan Efisiensi Profitabilitas Pada Bank yang Merger dan Akuisisi di Indonesia (Studi Pada Bank Setelah Rekapitalisasi danRestrukturisasi Tahun 1999-2002).

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia
3
56
83
Sistem informasi manajemen dana pengelolaan donatur berbasis WEB pada yayasan Griya Yatim dan Dhu'afa
13
84
306
Analisis pengaruh inflasi srtifikat bank Indonesia Syariah (SBIS), non performing financing (NPF) dan dana pihak ketiga (DPK) terhadap pembiayaan murabahah pada bank Syariah di Indonesia (periode januari 2007--maret 2011)
6
42
157
Efisiensi pengelolaan dana Bnak Syariah di Indonesia (dengan pendekatan parametrik)
1
10
121
Study pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dalam mensukseskan wajib belajar sembilan tahun di MTs. Sunwaanunnajah Pondok Aren Tangerang Selatan
2
8
100
Analisis pengelolaan dana ta’zir dan ta’widh bagi nasabah wanprestasi pada PT. BRI Syariah
9
106
122
Strategi pengelolaan dana produk giro wadi'ah pada perbankan syariah : studi perbandingan pada PT Bank Muamalat tbk. dan PT Bank Bukopin Syariah tbk.
0
10
109
Aplikasi sistem pengelolaan dana Asuransi Haji : studi kasus pada PT. Asuransi Takaful Keluarga
0
8
145
Alokasi penyaluran dana pembiayaan pada UKM oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Cabang Tanggerang
0
6
105
Manajemen pengelolaan dana DPLK PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. ditinjau dari aspek Hukum Islam
1
41
80
analisis kesesuaian penerapan pengelolaan dana pensiun syariah terhadap fatwa DSN MUI Nomor 88/DSN-MUI/XI/ (Studi Pada PT Bank Syariah Mandiri Pusat)
5
71
0
Strategi pengelolaan dana zakat secara produktif untuk pemberdayaan ekonomi pada Baznas Kabupaten Tangerang
3
29
97
Sistem informasi pengelolaan data surat di PT.Dirgantara Indonesia Bandung
0
6
64
View of Perbandingan Efisiensi Biaya Bank Umum Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Spin-Off (Dengan Pendekatan Parametrik)
0
0
24
75802 ID pengelolaan alokasi dana desa dalam pemb
1
4
10
Show more