Manajemen redaksi harian Republika dalam mengahadapi persaingan Industri media cetak

Gratis

9
44
81
3 years ago
Preview
Full text

  

MANAJEMEN REDAKSI HARIAN REPUBLIKA

DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI

MEDIA CETAK

Skripsi

  Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk memenuhi syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islamn (S.Kom.I)

  

Oleh:

Reni Nuraini Putri Habibi

NIM: 1 0 6 0 5 1 1 0 1 9 3 8

KONSENTRASI JURNALISTIK

  

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

  

ABSTRAK

Reni Nuraini Putri Habibi NIM : 106051101938

“Manajemen Harian Republika Dalam Menghadapi Persaingan Industri Media

Cetak”

  Media massa saat ini memang lebih bersaing ketat mencari profit (keuntungan), bahkan tidak sedikit pemilik modal kuat ikut mengambil bagian dalam perusahaan media massa. Kondisi tersebut membuat anggota konglomerasi pers tidak lagi memiliki ‘kemerdekaan’ menentukan dirinya sendiri. Pada akhirnya pemilik modal yang menentukan proses komunikasi dari peliputan informasi, pengemasan hingga pemasaran informasi. Media cetak berusaha memberikan informasi yang dikemas dalam bentuk barang cetakan seperti koran dan majalah. Banyaknya surat kabar yang terbit tentunya memunculkan persaingan dengan media massa lain. Di sini surat kabar tidak hanya bersaing dengan sesama surat kabar, tetapi juga dengan media massa yang berupa televisi dan radio.

  Berdasarkan pola pikir dan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan peneliti mengenai Manajemen Redaksi Harian Republika dalam menghadapi Persaingan Industri Media Cetak sebagai berikut: Bagaimana sistem manajemen Harian Republika sebagai media cetak? Bagaimana cara Harian Republika dalam menghadapi persaingan industri media cetak saat ini?

  Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis deskriptif (descriptive analisys). Metode analisis deskriptif ini sangant tepat digunakan dalam bidang ilmu komunikasi karena objek dalam penelitian ini adalah menggambarkan secara keseluruhan mengenai manajemen redaksi pada media cetak. Analisis deskriptif adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap suatu informasi dalam media massa. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metodologi pendekatan kualitatif.

  Manajemen dalam setiap lembaga atau organisasi yang pada umumnya berkaitan dengan usaha mengembangkan suatu tim kerja sama atau kelompok dalam suatu kesatuan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan. Sistem manajemen yang dianut redaksi Republika bersifat terbuka, artinya segala kebijakan atau masalah yang dihadapi karyawannya maupun atasanya dapat dibicarakan bersama-sama. Setiap hari mereka mengadakan rapat redaksi dan setiap karyawannya berhak memberikan pendapatnya. Cara Republika menghadapi persaingan saat ini dengan memenangkan juara I kategori layout terbaik seAsia. Setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika televisi menyajikan berita singkat dan akurat, lain pula dengan media cetak. Media cetak beritanya bisa lebih mendalam dan lebih maju.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media massa saat ini memang lebih bersaing ketat mencari profit (keuntungan),

  bahkan tidak sedikit pemilik modal kuat ikut mengambil bagian dalam perusahaan media massa. Kondisi tersebut membuat anggota konglomerasi pers tidak lagi memiliki ‘kemerdekaan’ menentukan dirinya sendiri. Konglomerasi media memungkinkan terjadinya privatisasi media. Terdiri dari banyak cabang dan departemen, bahkan mungkin perusahaan, tetapi kepemilikannya hanya dimiliki oleh beberapa tangan saja.

  Hal ini di gunakan untuk mengoptimalkan pendapatan perusahaan. Sebagai contoh di Indonesia, MNC memiliki beberapa anak perusahaan, yaitu Koran Sindo, RCTI, TPI,dan Global TV. Setiap di visi dari MNC tersebut memiliki peran, karakter dan audiensnya masing-masing, tetapi memiliki satu tujuan yang sama mendapatkan keuntungan finansial bagi perusahaan induknya yang tentu saja hanya dimiliki oleh beberapa orang semata. Ini sesuai dengan pendapat O’Sullivan yang menyatakan bahwa, pencarian keuntungan profit adalah yang melandasi apapun yang diproduksi oleh media,yang pertama mendapatkan surplus dari pencapaian ekonomisnya, yang kedua ideologi yang di gunakannya mensupport kapitalism media. Pada akhirnya pemilik modal yang menentukan proses komunikasi dari

   peliputan informasi, pengemasan hingga pemasaran informasi. Media cetak berusaha memberikan informasi yang dikemas dalam bentuk barang cetakan seperti koran dan majalah. Akan hal media cetak, pada hakikatnya tak dapat dilepaskan dari fungsi pers secara makro. Dalam bentuk yang lebih konkret peran pers lantas diterjemahkan dalam tiga fungsi, yakni member penerangan (informative), menghibur (rekreatif), dan mendidik (edukatif). Dalam menjalankan tiga fungsi itu, insan pers melakukan kontrol sosial dengan cara menyampaikan kritik terhadap suatu hal. Dengan teori jarum suntik, biasanya massa yang menerima pesan-pesan informasi media cetak menerima total tanpa bantah, seolah-olah yang disampaikan itu suatu kebenaran mutlak yang mengatasnamakan fakta. Oleh karena itu, pembaca di lain pihak di sebut bak pasien yang tak berdaya menerima suntikan tadi (berita),

   dengan harapan ‘sakitnya’ (keinginan akan haus informasi) dapat terobati.

  Keberadaan media massa yang berupa surat kabar, telah ada dan berkembang sampai saat ini dengan berbagai pilihan berita yang dimuatnya. Banyaknya surat kabar yang terbit tentunya memunculkan persaingan dengan media massa lain. Di sini surat kabar tidak hanya bersaing dengan sesama surat kabar, tetapi juga dengan media massa yang berupa media elektronik dan media on line. Surat kabar menjual berita dan iklan, begitu juga dengan media elektronik dan media on line. Keberadaan surat kabar tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan masyarakat akan berita dan informasi. Salah satu hal yang mendasari mengapa orang banyak memilih surat kabar untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan adalah karena surat kabar mudah didapat dan juga ekonomis, walaupun terkadang informasi yang disajikan masih kurang aktual dibandingkan dengan televisi dan internet.

  Globalisasi terlihat dari masuknya dengan mudah berbagai program televisi asing untuk ditonton olah publik Indonesia, baik melalui saluran televisi siaran yang biasa, maupun melalui TV kabel. Masuknya modal asing juga mempengaruhi industri media nasional, pembelian saham ANTV dengan Star TV yang merupakan bagian dari media News Corp. Takanan globalisasi semakin meningkatkan iklim persaingan di

   dalam industri media.

  Maka disinilah ketertarikan pada harian Republika mengenai tantangan yang dihadapi Republika dalam menghadapi persaingan industri media cetak di Indonesia saat ini. Republika tetap mempertahankan eksistensinya dalam memuat berita yang dihubungkan secara menarik dan mempunyai ciri tertentu yang tidak ada dalam surat kabar lainnya. Ada perbedaan gaya dibandingkan dengan surat kabar lain. Sentuhan bisnis dan indenpedensi Republika menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, secara bisnis, koran ini terus berkembang. Republika menjadi lebih professional dan matang sebagai koran nasional untuk komunitas muslim.

  Berdasarkan pertimbangan dan latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut, penulis mengambil judul “Manajemen Redaksi Harian Republika Dalam

  Persaingan Industri Media Cetak”

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1.

  Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada pencarian informasi tentang

  Manajemen Redaksi Harian Republika dalam Persaingan Industri Media Cetak. Waktu pelaksanaan penelitian ini akan dilaksanakan terhitung mulai bulan 1 April sampai 1 Juni 2010. Pada masa periode Malik Sjafei Saleh sebagai komisaris utamanya dan Erick Thohir sebagai direktur utamanya.

2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan pola berpikir dan pembatasan masalah di atas, maka permasalahan peneliti mengenai Manajemen Redaksi Harian Republika dalam Persaingan Industri Media Cetak sebagai berikut: a.

  Bagaimana sistem manajemen Harian Republika sebagai media cetak? b.

  Bagaimana cara Harian Republika dalam menghadapi persaingan industri media cetak saat ini?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.

  Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini a.

  Untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen Harian Republika sebagai media cetak.

  b.

  Untuk mengetahui bagaimana cara Harian Republika dalam menghadapi persaingan industri media cetak saat ini.

2. Manfaat Penelitian a.

  Manfaat Akademis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis dan masyarakat luas pada umumnya. Serta dapat menjadi penambahan refrensi di perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

  b.

  Manfaat Praktis Menambah wawasan mengenai perkembangan dunia jurnalistik dan industri media. Hal ini khususnya berlaku untuk mahasiswa program S-1 yang memilih konsentrasi Jurnalistik.

D. Metodologi Penelitian 1.

  Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulitatif deskriptif yang mengetahui secara mendalam dan mengambarkan

  Manajemen Harian Republika dalam Persaingan Industri Media Cetak.

  Dalam penerapannya, pendekatan kualitatif menggunakan metode pengumpulan data dan metode analisis, seperti penggunaan instrument

  

  wawancara mendalam dan pengamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang berfokus pada penelitian non hipotesis sehingga dalam langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan

   hipotesis.

  2. Subjek dak Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah Republika. Sedangkan yang menjadi objek penelitiannya adalah seputar manajemen redaksi Harian Republika dalam menghadapi persaingan media cetak sampai saat ini.

  3. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Wawancara, peneliti bertemu langsung dengan narasumber yaitu Pemimpin Redaksi Surat Kabar Republika. Dalam wawancara tersebut peneliti berharap agar mendapatkan data dan informasi yang akurat.

  Sedangkan studi pustaka, peneliti mendapatkan dari buku, juga dari artikel dari internet yang berkaitan dengan bahasan peneliti guna menunjang peneliti dalam mengolah data. Kemudian, dokumentasi yang

  4 nantinya peneliti lampirkan pada penelitian ini agar menjadi bukti yang akurat.

  4. Teknik Analisis Data Analisis data yang dilakukan peneliti setelah semua data yang diperlukan sudah telah terkumpul. Tekniknya dengan cara mendeskripsikan data yang diperoleh, yaitu dari hasil observasi dan wawancara dengan pihak redaksi Republika. Data-data tersebut peneliti deskripsikan secara apa adanya serta didukung oleh data yang didapatkan dari dokumen arsip maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan bahasan penelitian ini.

  5. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini berada di kantor redaksi Republika Jl. Wrung

  Buncit Raya No. 37 Jakarta Selatab 12510. Serta perpustakaan sebagai tempat pengumpulan dokumen, arsiip dan data-data kepustakaan lainnya.

  Dengan segala pertimbangan dan kesiapan yang harus dilakukan untuk penelitian ini maka waktu pelaksanaan penelitian ini akan dilaksanakan terhitung mulai bulan April sampai Mei 2010.

  6. Pedoman Penulisan Agar penulisan skripsi ini bersifat sistematis, maka dalam penulisannya penulis berpedoman pada buku yang berjudul Pedoman

  Penulisan Karya llmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi), karya Hamis Nasuhi, dkk, terbitan Ceqda, Jakarta 2007.

E. Tinjauan Pustaka

  Menurut buku pedoman penulisan karya ilmiah yang diterbitkan oleh UIN Syarif Hidayatullah, bahwa tinjauan pustaka ialah bagian yang memuat atas kepustakaan (literature) yang berkaitan dengan topik pembahasan, atau bahkan yang memberikan inspirasi dan mendasari dilakukannya penelitian.

  Maka salah satu pustaka yang memberikan inspirasi penulis untuk melakukan penelitian ini yaitu “Majalah Tatsqif dan Persaingan Industri

  Media Pada Era Globalisasi” oleh Ahmad Supriyadi tahun 2008. Dalam

  penelitian ini Ahmad Supriyadi membahas tentang persaingan industri majalah Tatsqif dan Al-Wa’ie mengenai kemampuan atau kelebihan dan kekurangan dari majalah Tatsqif dan Al-Wa’ie menghadapi persaingan industri media.

  Analisis ini merujuk pada penelitian-penelitian terdahulu. Merujuk pada penelitian terdahulu seperti “Upaya Redaksi Dalam Memposisikan Surat Kabar

  

Republika Sebagai Pers Islami Berwawasan Kebangsaaan” oleh Bebi Remayani

  Hasibuan Tahun 1999. Dalam penelitiannya Bebi Remayani Hasibuan membahas tentang penekanan bahwa Republika merupakan media massa Islam yang tidak menggunakan simbol-simbol Islam. Tetapi secara tersirat dipersepsikan orang bahwa Republika memikul misi keagamaan berwawasan kebangsaan.

F. SISTEMATIKA PENULISAN

  BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, Tinjauan Pustaka, Sistematika Penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI Manajemen Redaksi; Manajemen, Redaksi, Hubungan Manajemen dengan Redaksi, Bidang Redaksional. Industri Media Massa; Media Massa, Macam-macam Media Massa, Fungsi Media Massa. Persaingan Industri Media Massa; Persaingan, Industri, Pasar Persaingan Sempurna: Produk, Produksi, Penjualan, Pemasaran. BAB III : GAMBARAN UMUM Profil Republika, Visi Republika, Misi Republika, Target Audiens, Struktur Republika BAB IV : ANALISIS DATA Karakteristik Republika Sebagai Media Cetak, Manajemen Redaksi Republika, Persaingan Industri Republika BAB V : PENUTUP

BAB II Landasan Teori A. Manajemen Redaksi

1. Manajemen

  Istilah Manajemen, kata manajemen berasal dari bahasa inggris “to manage” yang sinonimnya antara lain “to head” berarti “mengurus”, “to control” berarti “memeriksa”, “to guide” berarti “memimpin”. Jadi apabila dilihat dari asal katanya, manajemen berarti mengurus, pengendalian, memimpin atau membimbing.

   Sedangkan dalam bahasa latin,

  manajemen bersal dari kata “manage” yang berarti memimpin, menangani, mengatur, membimbing atau dengan kata lain manajemen adalah ilmu mengurus orang.

   Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen berarti: a.

  Proses penggunaan sumber daya yang efektif untuk mencapai sasaran.

  b.

  Pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

   Pada pengertian lain, istilah manajemen berasal dari bahasa Italia yaitu, maneggio

  yang berarti pelaksanaan atau pengurusan kemudian dalam bahasa Inggris manjadi management, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan tata laksana, pengelola atau pengurusan.

9 Adapun definisi manajemen menurut para tokoh, yaitu:

  6 Mochtar Efendi, Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam, (Jakarta:Bharatara

  Karya Aksara, 1986), h. 9 7 Sofyan Syafi’I Harapan, Manajemen Kontemporer, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996),

  h. 29 8 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,

  1) Menurut George R Terry dalam bukunya “Principle of Management” memberi batasa sebagaai berikut:

  “Management is the accomplishing of a pre-determined objective through the effort of people.”

  2) Menurut Koontzdan O’Donnel dalam bukunya “Principles of Management”, mengatakan bahwa:

  “Management is getting thing done through the efforts of other people.”

  Manajemen harus melalui orang-orang lain. Bila langsung kepada materi kerja, maka pekerjaan itu bukan manajemen.

  3) Menurut John D. Millet dalam bukunya “Management in the Public Service” memberikan definisi sebagai berikut:

  “Management is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achieve a desire goal.”

  4) Menurut Dr. R. Markharita, expert PBB yang diperbantukan pada Kantor Pusat

  LAN dari tahun 1977 – 1980 memberi definisi sebagai berikut:

  “Management is the utilization of available or potentials resources in achieving a given ends.”

  Manajemen adalah pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia atau yang

   berpotensi di dalam pencapaian tujuan.

  5) Menurut A. F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan dari usaha organisasi untuk mecapai tujuan yang

   telah ditetapkan. Ia melihat manajemen dari segi proses.

  6) Menurut Luther Gulick, manajemen adalah bidang pengetahuan yang berusaha secara sistematis memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama

   untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

  7) Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dari pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya.

  Sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah

   ditetapkan.

  8) Menurut Peter F. Drucker, dalam bukunya Management, Task, Responsibility,

  Practises (Terjemahan LPPM Jakarta), mendefinisikan manajemen sebagai pemberi arah kepada lembaga yang dikelola, dengan memikirkan misi, sasaran dan cara mengorganisasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah

   ditetapkan oleh lembaga.

  Maka dari pengertian manajemen yang telah dikemukakan di atas secara sederhana manajemen dirumuskan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian penggunaan sumber daya manusia secara efektif dan efisisn untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) 11 12 Drs. Maksum Habibi, Ekonomi III, (Jakarta: Piranti Darma Kalokatama, 2006), h. 3

  secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir dan sesuai dengan jadwal dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, financial dan sebagainya. Dengan kata lain, efektif menyangkut tujuan dan efisien menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai

   tujuan tersebut.

  Aktivitas manajemen dalam setiap lembaga atau organisasi yang pada umumnya berkaitan dengan usaha mengembangkan suatu tim kerja sama atau kelompok dalam suatu kesatuan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan tertentudalam organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut George R Terry yang mendefinisikan manajemen sebagai berikut, “Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan: perencanaan, pengorganisasian, kegiatan dan pengawasan untuk menentukan dan mencapai sasaran

  

  yang telah ditetapkan sumber daya manusia.”

a. Fungsi Manajemen Fungsi manajemen adalah hal yang dilakukan para manajer dan bersifat universal.

  Fungsi ini diarahkan sedemikian rupa sehingga terdapat kesatuan irama, gerak dan cara pandang untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan dalam bentuk

   perusahaan apapun.

  15

  Dari batasan pengertian majemen tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi pokok atau tahapan-tahapan dalam manajemen menurut Basu Swastha DH, dalam

  

bukunya “Asas Manajemen Modern” diterbitkan liberti Jogyakarta , yaitu suatu proses

  dari tindakan untuk melakukan hal sebagai berikut: 1.

   Planing (Perencanaan) Planning atau perencaan merupakan penentuan sasaran yang ingin di

  capai, tindakan yang seharusnya dilaksanakan, bentuk organisasi yang tepat untuk

   mencapainya dan orang-orang terhadap kegiatan yang dilaksanakan.

  juga bisa diartikan sebagai rencana awal serta ramalan (prediksi)

  Planning

  apa yang akan terjadi dan tujuan membuat sebuah media massa haruslah jelas terlebih dahulu. Perencanaan berarti pemilihan penetapan tujuan, penentuan strategi, kebijakan, program, proyek, prosedur, sistem, metode, anggaran

   termasuk standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

  Dari tahapan planning inilah oleh tim yang membidangi lahirnya sebuah media massa. Merumuskan visi misi media massa tersebut. Misalnya mencakup format media massa. Yang dimaksud format, jika media cetak berbentuk Koran, majalah, tabloid atau jurnal. Kemudian rincian mengenai kertas yang digunakan, mencakup jenis kertas, spesifikasi lengkap kertas, menyangkut bobot dan ukuran.

   Setelah itu rincian tentang segmentasi pembaca, dan segmentasi iklan.

18 Prof. Dr. A.M. Kadarman, SC dkk, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: PT. Prenhalindo,

  2001), h. 52 19

  Hal ini dimaksudkan bahwa para manajer memikirkan kegiatan mereka sebelum dilaksanakan. Berbagai kegiatan ini biasanya didasarkan pada berbagai

   metode, rencana atau logika.

  2. Organizing (Organisasi) Organizing adalah susunan organisasi yang telah menduduki posisinya

  masing-masing haruslah mengerti tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian. Meliputi pemberian tugas terpisah kepada masing-masing pihak, membentuk bagian, mendelegasikan, dan menetapkan jalur wewenang, mendelegasikan dan menetapkan sistem komunikasi, serta mengkoordinir kerja setiap karyawan dalam

   suatu tim yang solid dan terorganisir.

  Hal ini berarti bahwa para manajer mengkoordinasi sumber daya manusia dan material organisasi. Kekuatan suatu organisasi terletak pada kemampuan

   untuk menyusun sumber dayanya dalammencapai suatu tujuan.

  Pengorganisasian juga dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pengelimpokkan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan yang dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan. Pengorganisasian meupakan langkah kedua fungsi manajemen. Hasil pengorganisasian adalah suatu situasi di mana organisasi dapat

   digerakkan menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  21 22 Hani Handoko, Manajemen, (Yogyakarta: BPFE Yogyakarta: 1999), h. 8

  3. Leading (Memimpin)

  Adalah fungsi yang meliputi membuat orang lain melaksanakan tugasnya, mendorong dan memotivasi bawahan, serta menciptakan iklim atau suasana pekerjaan yang kondusif khususnya dalam metode komunikasi dari atas ke bawah atau sebaliknya, sehingga timbul saling pengertian dan kepercayaan yang baik.

  Menumbuh kembangkan disiplin kerja atau sense of belonging (rasa memiliki)

   pada setiap karyawan dan jajaran manajemen (public internal).

  4. Actuating (Tindakan) Actuating adalah suatu fungsi manajemen untuk menggerakkan orang-

  orang untuk bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin organisasi harus dapat memberi motivasi sehingga setiap karyawan ingin bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pelaksanaan merupakan fungsi yang paling penting karena berhubungan dengan sumber daya

   manusia.

  5. Controlling (Pengawasan)

  Controlling adalah mengawasi jalannya sebuah media massa. Seorang

  pimpinan haruslah mengerti terlebih dahulu semua permasalahan yang dihadapi

  

  semua pimpinan bagian. Meliputi persiapan suatu standar kualitas dan kuantitas hasil kerja, baik bentuk produk maupun jasa yang diberikan perusahaan organisasi

25 Rosady Ruslan, Manajemen dan Public Relation dan Media Komunikasi, (Jakarta: PT Raja

  Grafindo Persada, 1999), h. 2 26 dalam usaha pencapaian tujuan, produktifitas dan terciptanya citra yang positif.

   Di dalam pengawasan dilakukan koreksi. Dengan demikian apa yang dilakukan

  bawahan dapat diarahkan pada jalur yang sebenarnya untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

  

b. Manfaat Manajemen Manajemen merupakan suatu yang universal di dalam dunia industri modern.

  Tiap organisasi memerlukan pengambilan keputusan, pengkoordinasian aktifitas, pananganan manusia, evaluasi prestasi yang terarah pada sasaran kelompok.

  Jika suatu perusahaan tidak memiliki konsep manajemen yang baik, maka perusahaan tersebut tidak akan terarah dan akan sia-sia saja. Apabila suatu manajemen sudah berjalan, maka secara keseluruhan suatu organisasi akan dapat pencapaian tujuan dengan pemanfaatan yang maksimal.

  Dengan demikian manajemen banyak memberikan manfaat karena dalam manajemen itu terdapat beberapa dari konsep esensial dan teknik manajemen yang fundamental untuk bermacam-macam penerapannya. Dalam setiap usaha, agar berhasil mencapai tujuan sesuai dengan yang telah direncanakan maka kita perlu menetapkan sistem manajemen. Mulai dari tingkat yang paling tinggi sampai tingkat yang paling rendah.

  

  28

c. Sarana Manajemen Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools).

  

Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut

dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.

  a) Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor enentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan.

  Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang

   yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

  b) Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

  c) Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

  d) Machine atau emberi kemudahan atau menghasilkan

   keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

  e) Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

  f) Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan

  (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan erupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan)

   konsumen.

d. Sistem Manajemen

  Menurut sistemnya, manajemen dapat dibagi menjadi manajemen ilmiah, tradisional, demokratis, dictator, liberal, terbuka dan tertutup.

  a) Manajemen ilmiah, yaitu manajemen yang menggunakan metode-metode ilmiah dalam memecahkan berbagai masalah.

  b) Manajemen tradisional, merupakan manajemen yang menjalankan system berdasarkan kebiasaan yang telah berlaku sejak lama dalam kehidupan masyarakat.

  c) Manajemen demokratis, yaitu manajemen yang segala keputusan dan kebijakan yang diambil, dibicarakan terlebih dahulu oleh atasan dengan bawahannya.

  d) Manajemen dictator, yaitu manajemen yang menerepkan peraturan berdasarkan keputusan dan mutlak pemimpin dan dijalankan dengan kekerasan.

  e) Manajemen liberal, yaitu manajemen yang kedudukan pemimpinnya hanya sebagai lambing. Segala tugas sepenuhnya dijalankan oleh para staf.

  f) Manajemen terbuka, yaitu semua yang dikeluarkan pemimpin dilakukan secara terbuka pada bawahannya, sehingga tidak ada yang merasa ditutup- tutupi.

  g) Manajemen tertutup, yaitu pemimpin tidak pernah melakukan musyawarah dengan bawahannya untuk mendapat mufakat di dalam

   menjalankan tugas.

  2. Redaksi

  Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata redaksi memiliki arti badan pada persuratkabaran yang memiliki dan menyusun tulisan yang akan dimasukkan ke dalam surat kabar. Kata redaksi berasal dari bahasa Belanda, yaitu ‘redactie’ yang memiliki pengertian gaya atau cara tulis karangan dan berita, dewan yang memiliki dan

   menetapkan dimuat atau tidaknya suatu berita atau tulisan dalam suatu media massa.

  Kebijakan redaksional adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman atau dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yaitu dalam memilih dan menetapkan dimuat atau tidaknya suatu berita atau tulisan dalam suatu media massa.

  Tugas bidang redaksi adalah mengisi surat kabar atau majalah dengan berita setiap terbit. Tentunya berita yang menarik dan bermanfaat buat para pembacanya.

  Sasaran objektif bidang redaksi adalah menyediakan tiap terbit naskah berita, naskah

   opini dan layout sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dewan redaksi.

  Tugas bidang redaksi dibagi dalam tiga bagian menurut sifat pekerjaannya, sebagai berikut: a.

  Mencari dan mengumpulkan berita.

  b.

  Mengolah berita serta mengatur penempatannya dalam halaman surat kabar.

  35 Wikipedia. Ensiklopedia Bebas. Diakses pada tanggal 15/04/2010. jam 17.00 c.

  Mengurus administrasi, dokumentasi, dan perpustakaan untuk memudahkan

   pelaksanaan tugas-tugas pada (a dan b).

  Dalam tugas jurnalistik atau persuratkabaran, redaksi merupakan ‘dapur’ dan menjadi jantung seluruh aktivitas wartawan sehingga semua redaksi masing-masing halaman diwajibkan harus serba bisa. Di samping redaksi berdasarkan spesialisasi

   bidang.

  Bagian redaksi merupakan bagian yang mengurus pemberitaan. Bagian yang dipimpin oleh seorang pemimpin redaksi ini bertanggung jawab atas pekerjaan yang terkait dengan pencarian dan pelaporan berita. Maka itulah, jajaran ini disibukkan oleh proses rapat redaksi yang memutuskan peristiwa apa yang diangkat dan peristiwa mana

   yang ditangguhkan.

  Kebijakan redaksi merupakan dasar pertimbangan suatu lembaga media massa untuk memberitakan atau menyiarkan suatu berita. Kebijakan redaksi juga merupakan sikap redaksi suatu lembaga media massa, terutama media cetak, terhadap masalah aktual yang sedang berkembang, yang biasanya dituangkan dalam bentuk tajuk rencana.

  Kebijakan redaksi itu penting untuk menyikapi suatu peristiwa karena dalam dunia pemberitaan yang penting bukan saja peristiwa, tetapi juga sikap terhadap peristiwa itu sendiri. Jika suatu media massa tidak memiliki kebijakan redaksi, maka dapat dipastikan beritanya tidak akan konsisten, karena ia tidak mempunyai pendirian dalam

  37 38 Soehoet, Manajemen Media Massa, h. 11

Henny S.W dan Alexander Rumondor, Manajemen Media Massa, (Jakarta: Universitas memberitakan suatu peristiwa, ia menjadi seperti keranjang sampah yang memuat apa

   saja.

  Media massa yang beritanya tidak konsisten itu tidak akan mendapat kredibilitas yang tinggi di mata khalayak. Padahal besar atau tidaknya pengaruh suatu media massa tergantung pada kredibilitasnya. Dengan demikian kebijakan redaksi merupakan salah satu unsure yang penting dalam pemberitaan, baik sebagai sikap redaksi yang menjadi pertimbangan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan suatu peristiwa atau penyataan

   maupun sikap redaksi yang dituangkan dalam bentuk tajuk rencana.

  3. Hubungan Manajemen dengan Redaksi

  Manajemen redakasi adalah mengurus, pengendalian, memimpin atau membimbing suatu perusahaan agar lebih terarah sesuai dengan standart P.O.A.C. setelah perusahaan sudah memikirkan standard itu, barulah membentuk suatu badan atau organisasi pada perusahaan surat kabar yang membuat atau menulis berita dan

   mempertimbangkan berita apa yang akan di muat pada surat kabar tersebut.

  Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir dan sesuai dengan jadwal dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan,

  40 41 Sedirman Tebba, Jurnalistik Baru, (Ciputat: Kalam Indonesia, 2005), h. 150 bisnis, financial dan sebagainya. Dengan kata lain, efektif menyangkut tujuan dan efisien

   menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan tersebut.

  Kebijakan redaksional adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman atau dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yaitu dalam memilih dan menetapkan dimuat atau tidaknya suatu berita atau tulisan dalam suatu media massa.

  Tugas bidang redaksi adalah mengisi surat kabar atau majalah dengan berita setiap terbit. Tentunya berita yang menarik dan bermanfaat buat para pembacanya.

  Sasaran objektif bidang redaksi adalah menyediakan tiap terbit naskah berita, naskah

   opini dan layout sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dewan redaksi.

  Tingkatan Manajemen Keredaksian: 1.

  Pimpinan Redaksi Merupakan manajemen tingkat atas yang bertugas merncanakan kegiatan dan strategi keredaksian secara umum dan mengarahkan jalannya proses redaksi.

2. Middle Manajemen

  Manajemen tingkat menengah bertugas sebagai penghubung antara manajemen puncak dan manajemen lini pertama, misalnya wakil pimpinan redaksi atau redaktur pelaksana.

3. Lower Management

  Manajemen yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajemen ini disebut pula manajemen operasional.

  Umumnya para redaktur halaman. Ada khusus halaman ekonomi, pendidikan, politik, kriminal, hukum, dll.

  Manajemen keredaksian dapat diartikan proses antar orang yang merupakan satu kesatuan secara efektif dalam sebuah organisasi media massa untuk mencapai tujuan atau sasaran. Manajemen keredaksian adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi dan pemeliharaan orang-orang dengan tujuan membantu mencapai tujuan organisasi (pers), individual dan masyarakat.

  Paling penting adalah bagaimana individu-individu yang terlibat dalam organisasi harus mampu terlebih dahulu memanajemen pribadinya masing-masing.

  Manajemen pribadi tersebut meliputi beberapa hal antara lain: perencanaan kegiatan, pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan dan pengawasan kegiatan dengan pemanfaatan waktu seefektif.

  Bila tiap individu di dalam organisasi menyadari betul akan posisi masing-masing dengan job description (deskripsi tugas) yang jelas dan tegas, maka perencanaan akan mudah dibangun dan diterapkan. Ada dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa: Bagian Redaksi (Editor Department) dan Bagian Pemasaran atau Bagian Bagian Pemasaran dipimpin olen Manajer Pemasaran atau Pemimpin Usaha. Di atas keduanya adalah Pemimpin Umum (General Manager). Ada juga Pemimpin Umum yang merangkap Pemimpin Redaksi.

  Bagian Redaksi tugasnya meliput, menyusun, menulis, atau menyajikan informasi berupa berita, opini, atau feature. Orang-orangnya disebut wartawan. Redaksi merupakan merupakan sisi ideal sebuah media atau penerbitan pers yang menjalankan visi, misi, atau idealisme media.

  Bagian Redaksi dikepalai oleh seorang Pemimpin Redaksi. Di bawah Pemred biasanya ada Wakil Pemred yang bertugas sebagai pelaksana tugas dan penanggungjawab di bagian redaksi.

  Pemred/Wapemred membawahi seorang atau lebih Redaktur Pelaksana yang mengkoordinasi para Redaktur (Editor), Koordinator Reporter atau Koordinator Liputan (jika diperlukan), para Reporter dan Fotografer, Koresponden, dan Kontributor. Termasuk Kontributor adalah para penulis lepas (artikel) dan kolumnis.

  Di Bagian Redaksi ada pula yang disebut Dewan Redaksi atau Penasihat Redaksi. Biasanya terdiri dari Pemred, Wapemred, Redpel, Pemimpin Usaha, dan orang-orang yang dipilih menjadi penasihat bidang keredaksian.

  Ada pula yang disebut Staf Ahli atau Redaktur Ahli, yakni orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keilmuwan tertentu yang sewaktu-waktu masukan atau pendapatnya sangat dibutuhkan redaksi untuk kepentingan pemberitaan atau analisis berita.

  Bagian lain yang terkait dengan bidang keredaksian adalah Redaktur Pracetak Perpustakaan dan Dokumentasi. Dalam hal tertentu, bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dapat masuk ke bagian Redaksi.

  4. Bidang Redaksional Media Cetak

  Bagian redaksi bertugas untuk mengatur cara mengumpulkan, mengelolah, menyampaikan informasi yang berbentuk berita, serta memproduksi isi koran secara keseluruhan serta bertanggung jawab atas proses manajemen yang terkait dengan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengoperasionalan (acting) serta

   pengevalusasian hasil (controlling) di dalam dapartemen redaksi.

  Tahap perencanaan pada departemen redaksi mencakup pembentukan kebijakan isi redaksional, termasuk visi dan misi atau tujuan penerbitan serta penyusunan perencanaan produksi koran yang mencakup rancangan isi hingga dana yang dibutuhkan

   untuk produksi.

  Pemimpin tertinggi yang berada pada top manajemen di departemen redaksi adalah pemimpin redaksi. Dalam tahap perencanaan, pemimpin redaksi berperan sebagai visionaris. Sebagai visionaris, pemimpin redaksi bertanggungjawab membentuk isi majalah agar sesuai dengan filosofi editorial, pembaca serta jenis majalah tersebut.

  Kebijakan redaksional dibuat oleh pemimpin redaksi, dengan persetujuan penerbit dan

  45 46 Drs. Maksum Habibi, Ekonomi III, h. 3 pejabat senior pada manajemen perusahaan. Imlementasi dan intepretasinya dilakukan

   oleh pemimpin redaksi beserta stafnya.

  Pemimpin redaksilah yang bertanggung jawab menentukan visi dan misi koran, kebijana dan aturan yang diterapkan pada redaksi serta membuat garis besar perencanaan tiap penerbitan. Setelah diberikan garis besarnya, barulah redaktur pelaksana dan stafnya menjalankan tugasnya untuk membuat artikel atau berita. Pemimpin redaksi juga dituntut untuk bekerja sama dengan penerbit dan kelompok bidang usaha (bagian iklan, pemasaran serta sirkulasi) dalam hal perencanaan dana sera jumlah sirkulasi yang

  

  Organisasi redaksional koran mencakup pembentukan, pembagian tugas serta pengelompokan sumber daya yang terdapat dalam jajaran staf redaksi. Dibantu oleh redaktur pelaksana (managing editor), pemimpin redaksi mengarahkan para staf redaksi

   sesuai dengan deskripsi dengan tugas yang telah dibuat.

  Pada jajaran redaksi, pemimpin redaksi selaku pemegang jabatan pemimpin utama di majalah berperan sebagai manajer yang mengatur staf bagian kreatif, selain mengatur isi koran. Berapa pun besarnya ukuran perusahaan, pemimpin redaksi bertanggung jawab atas komunikasi dan hubungan sesama staf, selain perencanaan humas serta pengawasan redaksional. Karena itu, pembagian kerja yang sistematus mutlak diperlukan. Jumlah personel yang memadai meski memiliki kemampuan yang

  47 dapat diandalkan, tidak banyak berarti jika tidak diberi pembagian tugas dan disertai

   pengorganisasian serta mekanisme yang mendukung kelancaran kerja.

  Beberapa koran, umumnya koran dengan penerbitan besar, memiliki jabatan redaktur eksekutif (executive editor). Jabatan redaktur eksklrusif berada dalam hirarki yang sejajar dengan redaktur pelaksana. Redaktur eksekutif bertanggung jawab langsung pada pemimpin redaksi dan bertugas mengurus hal-hal yang berkaitan dengan redaksional dan administrasional, seperti perencanaan dana, penjadwalan dan

  

mengevaluasi tugas para editor atau redaktur.

B. Industri Media Massa

1. Media Massa

  Media Massa (Mass Media) adalah chanel, media/medium, saluran, sarana, atau alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yakni komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass

   communication).

  Media massa adalah sarana untuk memeberikan informasi kepada masyarakat baik berupa pendidikan, hiburan, politik, social, budaya dalam media cetak, elektronik, maupun media on line. Media massa juga merupakan media yang sangat efektif dan efisien dalam memberikan informasi kepada 50 masyarakat.

  Hersinta, Tesis: Perbandingan Manajemen Redaksi dan Iklan pada Majalah Non Waralaba dan Waralaba “Studi Kasus pada Majalah Femina dan Cosmopolitan Indonesia ,” (Depok: Uneversitas Indonesia, 2002), h. 45 51

  Media adalah alat (sarana) komunikasi seperti Koran majalah, radio dan televisi, film, poster dan spanduk. Sementara media massa ialah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.

53 Media massa adalah suatu istilah yang mulai

  diperhunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas.

   Media merupakan industri yang berubah dan berkembang yang

  menciptakan lapangan kerja, barang dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait. Media juga merupakan industri tersendiri yang memiliki peraturan dan norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. Di lain pihak, institusi media diatur oleh masyarakat.

  

2. Macam-macam Media Massa

a) Media Cetak

  courant atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak , dan hiburan lainnya. Ada juga surat kabar yang dikembangkan untuk bidang-bidang 53 Departemaen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, h.657 tertentu, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu,

   penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu.

  Dari segi formatnya dan ukuran kertas, media massa cetak secara rinci meliputi (a) koran atau suratkabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano), (b) tabloid (1/2 broadsheet), (c) majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto), (d) buku (1/2 majalah), (e) newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4- 8), dan (f) buletin (1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Isi media massa umumnya terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan: berita, opini, dan feature.

  Jenis surat kabar umum biasanya diteum di beberapa negara. Selain itu, juga terdapat surat kabar mingguan yang biasanya lebih kecil dan kurang prestisius dibandingkan dengan surat kabar harian dan isinya biasanya lebih bersifat hiburan. Kebanyakan negara mempunyai setidaknya satu surat kabar nasional

  Pemilik surat kabar, atau sang penanggung jawab, adalah.

   dalam subyek yang bervariasi. Majalah biasa diterbitkan mingguan, dwi mingguan atau bulanan. Majalah biasanya memiliki artikel mengenai topik populer yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Publikasi akademis yang me

b) Media Elektronik

  Media massa elektronik adalah Jenis media massa yang isinya disebarluaskan melalui suara atau gambar dan suara dengan menggunakan teknologi elektro, seperti radio, televisi, dan film.

  Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara bang elektromagnetik).

  Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

  Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang memiliki arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penem mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal

   disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

c) Media Online

  Media on line (Online Media, Cybermedia), adalah media yang dapat kita temui di internet (situs web). Setelah sempat “terkapar” beberapa waktu, kini bisnis media online bangkit kembali. Memang tidak seheboh booming dotcom di era 1990-an. Namun perlahan tapi pasti, media online mulai “membunuh” media

   cetak.

  Media cetak yang memiliki backing online maka pendapatan iklannya pasti naik. Menurut data Newspaper Association of America (NAA) pada bulan Mei tahun ini, pendapatan iklan cetak menurun sekitar 13.2 persen. Sedangkan pendapatan iklan online naik sekitar 7 persen dari total pendapatan iklan yang mencapai USD10,6 miliar. Padahal pada kuartal yang sama, pendapatan iklan online hanya mampu meraih 5,5 persen dari total pendapatan iklan yang ada.

  Dari angka tersebut, Finacial Times mensinyalir bahwa penurunan pendapatan dari berlangganan dan pendapatan iklan dikarenakan mulai pergeseran perilaku pembaca berita yang lebih memilih media online. Bahkan mereka lebih memilih membaca berita dalam sebuah situs yang disediakan perusahaan media

58 Romeltea, http://www.romeltea.com/2009/05/14/media-massa-makna-karakter-jenis-

  

, Me dia Ma ssa : Ma kna , Ka ra kte r da n fung si, d ia kse s p a d a ta ng g a l 11 secara gratisan daripada harus membeli media cetak yang isinya pasti hampir

   sama dengan situs tersebut.

  Media Online di Indonesia kebanyakan lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto di tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca.

  Dari situlah kemudian tercetus keinginan membentuk detikcom yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Yang dijual detikcom adalah breaking news. Dengan bertumpu pada tampilan apa adanya detikcom melesat sebagai situs informasi

   digital paling populer di kalangan pengguna internet Indonesia.

  detikcom merupakan media online Indonesia yang pertama yang di garap secara serius. Tidak heran karena pendirinya kebanyakan dari media, Budiono Darsono (eks wartawan Detik), (eks wartawan Detik), Abdul Rahman (m), dan Didi Nugraha. Server detikcom sebetulnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai online dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Jadi tanggal 9 Juli ditetapkan sebagai hari lahir 59 Detik.com.

  

Kebangkitan Media Online Menantang Media Cetak, Diakses pada tanggal 19 April 2010 . 60

  Masa awal detikcom lebih banyak terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga. Media online lain tumbuh, beberapa di antaranya adalah: Kompas Cyber Media , Republika, Suara Pembaruan, Media

  

  Berdasarkan pengamatan, dari 15 pengguna internet di Indonesia, 10 dari mereka mengatakan bahwa mereka tetap membutuhkan media cetak sebagai bahan bacaan. Pertama karena mereka tidak selalu terhubung dengan internet, apalagi ketika berada jauh dari kantor. Mereka juga mengakui, saat membaca media online, mereka membutuhkan berita baru. Kemudian jika mereka tertarik mengetahui berita tersebut secara mendalam, maka mereka akan memilih untuk membaca koran harian. Data ini bisa mengindikasikan betapa masyarakat

   Indonesia pun sudah mulai tergantung dengan media online.

3. Fungsi Media Massa

  Media Massa mempunyai fungsi dan peranan yang sangat besar. Rasa ingin tahu manusia terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya sangatlah besar. Dari zaman ke zaman dapat terlihat perubahan dalam suatu sistem kebudayaan yang pastinya terdapat di masyarakat akibat dari rasa ingin tahu manusia yang besar tersebut.

  Diawali dari rasa ingin tahu itulah, manusia selalu mengeksplor apa yang ada di 61 sekitarnya, baik itu yang baik atau bahkan yang buruk, kemudian ingin menyampaikan hasil pengeksplorasiannya selama ini kepada orang lain. Bertahap dari komunikasi yang tadinya hanya bersifat personal, kemudian dapat berkembang menjadi proses penyampaian pesan yang bersifat masal, sehingga informasinya menjadi lebih luas jangkauannya serta dapat merubah suatu pola kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi.

  Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengembangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata-cara, mode, gaya hidup dan norma-norma. Media massa sangat berperan dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingkah laku dari suatu masyarakat, oleh karena itu kedudukan media massa dalam masyarakat sangatlah penting. Dengan adanya media massa, masyarakat yang tadinya dapat dikatakan tidak beradab dapat menjadi masyarakat yang beradab. Hal itu disebabkan, oleh karena media massa mempunyai jaringan yang luas dan bersifat massal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya orang-perorang tapi sudah mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca, sehingga

  

  Mengingat kedudukan media massa dalam perkembangan masyarakat sangatlah penting, maka industri media massa pun berkembang pesat saat ini. Hal

63 Budyatna, Muhammad. 2006. Jurnalistik Teori Dan Praktek. Bandung, Rosda.

  ini dapat dilihat dari banyaknya stasiun televisi, stasiun radio, perusahaan media cetak, baik itu surat kabar, majalah, dan media cetak lainnya. Para pengusaha merasa diuntungkan dengan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang media massa seperti itu. Hal itu disebabkan karena mengelola perusahaan dengan jenis spesifikasi mengelola media massa adalah usaha yang akan selalu digemari masyarakat sepanjang masa, karena sampai kapanpun manusia akan selalu haus akan informasi.

  Tugas dan fungsi pers adalah mewujudkam keinginan kebutuhan informasi melalui medianya baik melalui media cetak maupun media elektronik seperti, radio, televisi, internet. Fungsi informatif yaitu memberikan informasi, atau berita, kepada khalayak ramai dengan cara yang teratur. Pers akan memberitakan kejadian-kejadian pada hari tertentu, memberitakan pertemuan-pertemuan yang diadakan, atau pers mungkin juga memperingatkan orang banyak tentang peristiwa-peristiwa yang diduga akan terjadi. Ada beberapa media massa yang mempunyai fungsi masing-masing, diantaranya adalah:

a) Fungsi Media Cetak

  Fungsi media cetak mempunyai peran yang ideal sebagai media public yang mewadahi sebanyak mungkin memenuhi kebutuhan dan kepentingan pembaca. Media cetak juga sarana untuk menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat dan dunia, menunjukkan hubungan kekusaan, memudahkan inovasi, adaptasi dan

  Tugas dan fungsi pers adalah mewujudkam keinginan kebutuhan informasi melalui medianya baik melalui media cetak maupun media elektronik seperti, radio, televisi, internet. Fungsi informatif yaitu memberikan informasi, atau berita, kepada khalayak ramai dengan cara yang teratur. Pers akan memberitakan kejadian-kejadian pada hari tertentu, memberitakan pertemuan-pertemuan yang diadakan, atau pers mungkin juga memperingatkan orang banyak tentang peristiwa-peristiwa yang

   diduga akan terjadi.

b) Fungsi Media Elektronik

  Televisi adalah alat ‘transportasi’ yang membawa pemirsa ke tempat aktual terjadinya peristiwa dan oleh karena itu menyaksikannya praktis secara langsung, meskipun raganya berada di tempat lain. Keberadaan televisi telah memungkinkan pemirsa memiliki akses terhadap

   setting

  Fungsi sosial media elektronik televisi maupun radio mempunyai peran ideal sebagai media publik yang mewadahi sebanyak mungkin kebutuhan dan kepentingan pendengar dan penontonnya. Ada tiga bentuk kebutuhan, yaitu informasi, pendidikan, dan hiburan. Jika tidak terpenuhinya salah satu kebutuhan tersebut akan membuat media

  64 65 Budyatna, Muhammad, Jurnalistik Teori Dan Praktek, (Bandung: Rosda Karya,2006), h. 15 DeWitt C. Reddick, The Mass Media and The School Newspaper,Wodsworth Publishing elektronik kehilangan fungsi sosial, kehilangan pendengar maupun penonton dan pada akhirnya akan digugat masyarakat sebab tidak berguna lagi bagi mereka.

  Para insan media elektronik dewasa ini sadar betul bahwa fungsi sosial mereka sedang disorot. Program hiburan sebagai primadona harus dikaji ulang kembali guna disinergikannya dengan program informasi. Konsep acara infotaiment menjadi jawaban awal terhadap upaya kolaborasi musik sebagai simbol program hiburan dengan berita sebagai

  

  Ada empat fungsi media elektronik, yaitu: 1.

  Sebagai penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain.

  2. Sebagai sarana mobilisasi pendapat publik untuk mempengaruhi kebijakan.

  3. Sebagai sarana untuk mempertemukan dua pendapat berbeda untuk mencari solusi bersama yang saling menguntungkan.

  4. Sebagai sarana untuk mengikat kebersamaan dalam semangat

   kemanusiaan dan kejujuran.

  5. Untuk mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan dalam bidang ekonomi,

   pekerjaan dan juga dalam bidang agama.

  66

c) Fungsi Media On Line

  Sarana untuk menyebarluskan beritanya dengan akses yang lebih mudah dan cepat. Baik dalam bidang hiburan, politik, IPTEK, agama, budaya.

  Diantara fungsi media on line adalah sebagai penyambung lidah masyarakat, menyampaikan informasi yang benar dan sebagai media kreatifitas masyarakat yang tentunya akan mampu mengangkat persaingan bangsa di bidang ekonomi, pembangunan, politik yang kita temui melalui

   internet (situs web) secara cepat.

C. Persaingan Industri Media Massa

1. Persaingan

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persaingan adalah uaha memperlihatkan keunggulan masing-masing yang dilakukan oleh perseorangga

   (perusahaan Negara) pada bidang perdagangan, produksi, dan sebagainya.

  Sementara, persaingan di dalam Islam bahwa Rasulullah SAW pernah memberikan contoh bagaimana bersaing dengan baik ketika beliau berdagang. Beliau tidak pernah melakukan usaha untuk menghancurkan pesaing sesama pedagang. Yang beliau lakukan adalah dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua pembeli. Ketika barang yang beliau jual ada yang rusak atau cacat, maka

  69 segera beliau ganti dengan yang lebih bagus. Sikap inilah yang membuat para

   pelanggannya memberikan kepercayaan dan loyalitas pada Rasulullah SAW.

  Persaingan akan terjadi jika adanya bisnis. Persaingan dalam dunia bisnis bukan hal yang tabu, melainkan sudah alamnya. Tanpa persaingan, bisnis tidak akan maju karena tidak ada pacuan untuk memberikan yang terbaik kepada para pelanggan atau konsumen. Padahal, tuntutan konsumen bukan saja terus berkembang dan bervariasi,

   melainkan akan sangat spesifik dan lebih personal.

2. Industri

  Industri adalah sekelompok perusahaan yang menawarkan produk atau kelas produk yang merupakan sunstitusi dekat satu sama lain. Industri-industri dikelompokkan menurut jumlah penjual dan tingkat diferensiansi, produk ada atau tidaknya hambatan masuk; hambatan mobilitas; hambatan keluar, struktur biaya, tingkat integrasi vertical

   dan tingkat globalisasi.

  a.

  Jumlah Penjual dan Tingkat Diferensiansi Titik awal untuk menjelaskan suatu industri adalah membuat spesifikasi mengenai jumlah penjual dan menentukan upah produk tertentu homogen atau sangat diferensiansi.

  b.

  Hambatan Masuk, Hambatan Keluar dan Hambatan Mobilitas

71 Bey Laspriatna, Bisnis Syafaat, artikel ini dikases pada 15 April 2010 dari

  ) 72

  Para pelaku industri sangat berbeda dalam menyajikan sesuatu untuk memulainya. Misalnya para pelaku industri akan lebih mudah apabila mereka membuka sekolah baru, tetapi akan sangat sulit jika masuk ke industri pesawat udara.

  Hambatan masuk yang pertama meliputi persyaratan modal; skala ekonomis;

  persyaratan hak;paten dan lisensi; kelangkaan lokasi, bahan baku, atau distributor; persyaratan reputasi. Bahkan setelah perusahaan memasuki industri tertentu, ia mungkin akan menghadapi hambatan mobilitas jika memasuki segmen pasar yang lebih menarik. Sedangkan hambatan keluar yang sering dialami perusahaan adalah tanggung jawab hukum dan moral para pelanggan, kreditor dan karyawan; pembatasan pemerintah; nilai sisa asset yang rendah akibat sudah usang; kekurangan peluang alternative; integrasi

   vertical yang tinggi; dan hambatan emosional.

  c.

  Struktur Biaya Setiap perusahaan industri memiliki beban biaya tertentu. Biasanya perusahaan akan berusaha keras menurunkan biaya mereka yang yang paling tinggi.

  d.

  Tingkat Integrasi Vertikal Perusahaan industri biasanya merasa lebih bermanfaat untuk melakukan integrasi vertical. Integrasi vertical sering melakukan penurunan harga kepada dan perusahaan mendapatkan bagian arus nilai tambah yang besar. Selain itu perusahaan yang terintegrasi secara vertical dapat memanipulasi harga dan biaya yang berbeda untuk menghasilkan laba yang memiliki pajak rendah. Integrasi vertical dapat pula menciptakan kerugian tertentu seperti biaya yang tinggi di bagian nilai tertentu dan tidak adanya fleksibilitas. e.

  Tingkat Globalisasi Ada beberapa perusahaan industri yang bersifat sangat local, sementara yang lain bersifat global. Perusahaan industri global harus bersaing secara global jika ingin

   mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi.

3. Pasar Persaingan Sempurna

  Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antarbeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan

   memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

  Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.

  Pasar persaingan sempurna harus menggambarkan suatu keadaan di mana penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar 75 merupakan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan. Dengan kata lain, harga yang terbentuk adalah keinginan konsumen dan produsen. Permintaan merupakan

   cerminan keinginan produsen dan penjual.

  Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan dibawah ini :

  1.

  Perusahaan adalah pengambil harga Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang

   yang dihasilkan dan diperjual-belikan.

  2.

  Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya

   tersebut.

  3.

  Menghasilkan barang serupa Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang

  identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat

  serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau

  persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara

  ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri

   tersebut tidak ada bedanya sama sekali.

  4.

  Terdapat banyak perusahaan di pasar Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri

   tersebut.

  5.

  Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna

  80 mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari

  

  Dalam sebuah pasar persaingan, sebuah perusahaan haruslah mempunyai konsep yang bersaing yang telah digunakan oleh organisasi pada kegiatan pemasaran yang mencakup 4 P, yaitu: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, dan konsep pemasaran.

1. Produksi

  Konsep produksi adalah salah satu dari konsep tertua dalam bisnis. Konsep itu menegaskan bahwa konsumen akan memilih produk yang tersedia di mana-mana dan murah. Manajer dari bisnis yang berorientasi produksi berkonsentrasi pada mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah, dan distribusi massal. Orientasi ini masuk akal dalam Negara-negara yang sedang berkembang seperti Cina di mana pabrik PC terbesar, Legend, dan raksasa peralatan domestic Haier mengambil keuntungan dan kumpulan tenaga kerja murah yang besar di neheri itu untuk mendominasi pasar. Ia

   juga digunakan bila sebuah perusahaan ingin memperluas pasar.

  Konsrp produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya. Manejer organisasi yang berwawasan produksi

  82 memusatkan perhatiannya untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi serta

   cakupan distribusi yang luas.

2. Produk

  Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk- produk yang menawarkan fitur-fitur paling bermutu, berprestasi dan inovatif. Para manajer dalam organisasi ini berfokus pada membuat produk yang superior dan meningkatkannya sepanjang waktu. Akan tetapi, para manajer ini kadang-kadang terperangkap dalam urusan cinta dengan produk-produk mereka. Mereka mungkin komit dengan kesesatan “perangkap tikus yang lebih baik” yang yakin bahwa sebuah perangkap tikus yang baik itu bias berhasil hanya jika produk itu berharga,

   didistribusikan, diiklankan dan dijual secara mamadai.

  Saluran pemasaran untuk perusahaan industri ada tiga unsure, yaitu Tenaga

   penjual pabrik, distributor atau agen, dan pedagang besar.

  Konsep berwawasan produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik, atau hal-hal inovatif lainnya. Manajer dalam organisasi berwawasan produk memusatkan perhatian untuk membuat produk yang

   lebih baik dan terus menyerpunakan.

  84 85 Philip Kotler,Manajemen Pemasaran Edisi VIII, (Jakarta: Salemba Empat, 1995), h. 17 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Edisi I, (Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang, 2009), h.

3. Penjualan

  Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen dan bisnis, jika ditinggalkan sendiri, biasanya tidak akan membeli cukup banyak produk-produk organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Kosep penjualan itu dicontohkan dalam pemikiran Sergio Zyman, mantan wakil dirut pemasaran Coca-Cola. Tujuan pemasaran adalh menjual lebih banyak barang kepada lebih banyak orang lebih sering untuk mendapatkan lebih banyak uang supaya

   menghasilkan lebih banyak laba.

  Konsep penjualan dipraktikkan paling agresif pada barang-barang yang tidak dicari, barang-barang yang biasanya tidak dipikirkan oleh pembeli untuk dibeli, seperti asuransi, ensiklopedi, dan tempat-tempat penguburan. Kebanyakkan perusahaan mempraktikkan konsep penjualan ketika kereka memiliki kapasitas berlebih. Tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka buat dan bukannya membuat apa yang diingnkan pasar. Akan tatapi, pemasaran yang berbasis pada penjualan agresif membawa resiko tang tinggi.ia mengandaikan bahwa pelanggan yang dibujuk untuk membeli sebuah produk akan menyukainya dan jika mereka tidak suka, mereka tidak akan mengembalikannya atau menjelekkan dan mengadu ke organisasi konsumen,

   atau bahkan mungkin membelinya lagi.

  88

  Konsep berwawasan penjualan penjualan berpendapat bahwa jika konsumen dibiarkan saja, konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah cukup.

  Organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.

  

4. Pemasaran

  Konsep pemasaran muncul pada pertengahan 1950-an. Sebagai ganti filosofi “buat dan jual,” yang berpusat pada produk. Jabatan itu bukan untuk menemukan pelangan yang tepat bagi produk Anda, melainkan menemukan produk yang tepat bagi pelanggan Anda. Kosep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang diterapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingakan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang dipilih.

   Konsep berwawasan opemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai

  tujuan organisasi terdiri dari [penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara efektif dan efisien daripada saingannya.

92 Menurut Thoedore Levitt dari Harvard mengambarkan perbedaan

  pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran: penjualan berfokus pada kebutuhan penjual, sementara pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan member perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai, sementara pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan

90 Philip Kotler. Manajemen Pemasaran Edisi VIII, h. 21

  91 kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan dan

   akhirnya mengkonsumsikannya.

  Beberapa pakar menemukan bahwa perusahaan yang menganut konsep pemasaran

  

  mencapai kinerja yang superior. Dalam rangka berbalik ke orientasi pemasaran, sebuah perusahaan menghadapi tiga rintangan: penolakkan terorganisasi, pembelajaran yang lamban, dan cepat lupa.beberapa departemenr perusahaan yakin bahwa fungsi pemasaran yang kuat mengancam kekuasaan mereka dalam organisasi.

  Mula-mula fungsi pemasaran dilihat sebagai salah satu dari beberapa fungsi yang sama penting dalam hubungan check dan balance.

  Para pemasar berpendapat bahwa fungsi mereka lebih penting.pemasaran merupakan fungsi utama dalam perusahaan, karena tanpa pelanggan perusahaan pun tidak ada. Para pemasar menempatkan pelanggan pada pusat perusahaan. Mereka mendukung orientasi pelanggan di mana semua fungsi berjalan bersama untuk

   menanggapi, melayani, dan memuaskan pelanggan.

  Mc Carthy mengklasifikasikan alat-alat ini menjadi empat kelompok besar, yang dia sebut 4P tentang pemasaran, yaitu: produk (product), harga (price), tempat

   (place), dan promosi (promotion).

  1) Produk (Product), menentukan kebijakan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan produk, baik menambah maupun mengubah produk yang ada.

  93 94 Levitt, Marketing Myopia, Harvard Business Review (Juli-Agustus), 1960, h. 50 Jesus Sanchez, Kodak Cuts Dividend: Shifts Strategy, Los Angeles Time, 26 September 2003, h.

  C3 95

  2) Harga (price), menentukan kebijakan harga dasar dari barang, potongan harga barang, dan ongkos kirim.

  3) Promosi (promotion), alat yang digunakan untuk memperkenalkan produk perusahaan kepada konsumen.

4) Penempatan (place), memilih prantara yang akan digunakan dalam distribusi.

  Tujuannya adalah agar produk sampai ke tangan konsumen tapat pada

   waktunya.

  Perusahaan bisa saja mengubah harganya, ukuran tenaga penjualan, dan pengeluaran iklan dalam jangka pendek. Ia dapat mengembangkan produk baru dan mengmbangkan produk baru dan memodifikasi saluran distribusinya hanya dalam jangka panjang.

  Hubungan Manajemen redaksi dengan persaingan industri adalah jika manajemen redaksinya sudah berjalan dengan baik, maka mereka akan lebih siap menghadapi persaingan saat ini.

  BAB III HARIAN REPUBLIKA GAMBARAN UMUM A. Profil Harian Republika 1. Sejarah Singkat Harian Republika Harian Republika diterbitkan atas kehendak mewujudkan media massa

  yang mampu membawa bangsa menjadi kritis dan berkualitas serta mampu memberikan informasi yang dapat membuka mata khalayak. Yakni bangsa yang mampu sederajat dengan bangsa yang maju lainya di dunia, memegang nilai-nilai spiritual sebagai perwujudan Pancasila sebagai filsafat bangsa, serta memiliki arah gerak seperti digariskan UUD 1945.

  Kehendak melahirkan masyarakat demikian searah dengan tujuan, cita-cita dan program Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang dibentuk pada 5 Desember 1990. Salah satu dari program ICMI yang disebarkan ke seluruh Indonesia, antara lain, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program peningkatan 5K, yaitu: kualitas iman, kualitas hidup, kualitas kerja,

   kualitas karya dan kualitas pikir.

  Untuk mewujudkan tujuan, cita-cita dan program ICMI di atas, beberapa tokoh pemerintah dan masyarakat yang berdidikasi dan komitmen pada pembangunan bangsa dan masyarakat Indonesia, yang beragama Islam, membentuk yayasan Abdi Bangsa pada 17 Agustus 1992. Yayasan ini kemudia menyusun tiga program utamanya: Pengembangan Islamic Center, Pengembangan CIDES (Center for Information and Development Studies), Penerbitan harian umum Republika.

  Harian umum Republika berdiri di bawah Yayasan Abdi Bangsa yang

  dibentuk pada 17 Agustus 1992. Pendiri yayasan ini 48 orang, terdiri dari beberapa mantan menteri Negara, cendikiawan, tokoh masyarakat, serta pengusaha. Mereka antara lain Ir. Drs. Ginanjar Kartasasmita, Haji Hamoko, Ibnu Sutowo, Muhammad Hasan, Ibu ien Soeharto, Probosutedjo, Ir. Aburizal Bakrie, dan lain-lain. Sedangak Haji Muhammad Soeharto, Persiden RI, berperan sebagai pelindung yayasan. Sementara, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, yang juga menjabat ketua umum ICMI, dipercaya sebagai ketua badan

99 Pembina yayasan Abdi Bangsa.

  Untuk mewujudkan programnya menerbitkan sebuah koran harian, pada 28 November 1992 Yayasan Abdi Bangsa mendirikan Perusahaan Tebatas PT.

  Abdi Bangsa. Melalui proses, yayasan kemudian memperoleh SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) dari Departemen Penerangan Republika Indonesia, sebagai modal awal penerbitan Harian Umum Republika. SIUPP itu bernomor 283/ SK/ MENPEN/ SIUPP/ A.7/ 1992 tertanggal 19 Desember

   1992.

  PT Abdi Bangsa, penerbit Harian Umum Republika, didirikan 28 November 1992 di Jakarta. Perusahaan yang berada di bawah Yayasan Abdi Bangsa ini bergerak dalam bidang usaha penerbitan dan percetakan pers. Pengelolaan perseroan dilakukan oleh Direksi di bawah Dewan Komisaris yang anggotanya dipilih oleh rapat umum pemegang saham. Direksi, dalam mngelola perseroan, dibantu oleh Pembina manajemen. PT. Abdi Bangsa, dalam upaya penggalian dana untuk mengembangkan usahanya, melakukan penjualan saham kepada masyarakat. Tampaknya, PT Abdi Bangsa akan menjadi perusahaan terbesar di dunia, dalam arti jumlah pemilikan sahamnya.

  Penjualan saham PT Abdi Bangsa memang unik: satu lembar sahamnya hanya boleh dimiliki oleh satu keluarga. Maka dalam menawarkan 2,9 Juta lembar saham pada masyarakat, berarti PT Abdi Bangsa akan dimiliki oleh 2,9 Juta pada keluarga atau pemegang saham.

  Nama Republika sendiri berasal dari ide Presiden Soeharto yang disampaikannya saat beberapa pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat menghadap padanya untuk menyampaikan rencana peluncuran harian umum tersebut. Sebelumnya, Koran ini akan diberi nama “Republik”.

  Harian umum Republika adalah sebuah koran berskala nasional yang dilahirkan oleh kalangan komunitas muslim bagi publik di Indonesia.

  Peneritan tersebut merupakan upaya panjang dari kalangan umat khususnya para wartawan muda yang professional guna untuk menembus ketatnya izin

   penerbitan pada massa itu.

  “Harian Umum Republika mulai terbit perdana pada tanggal 4 Januari 1982,” pada masa itu izin untuk menerbitkan harian umum atau koran terbilang sangat sulit, hasil dari ICMI se-Indonesia yang dapat menembus ketatnya pemerintahan untuk izin penerbitan. Harian umum Republika menjadi suatu berkah dengan dapat terwakilkannya aspirasi umat Islam di dalam wacana nasional sehingga menumbuhkan pluralisme informasi kepada masyarakat dan merupakan perusahaan media pertama yang menjadi

   perusahaan publik.

  Harian umum Republika juga menjadi “Media pertama yang melalukan

  Cetak Jarak Jauh (CJJ) pada tanggal 17 Mei 1997, di Solo.” Bidang teknologi

  Republika terbukti menjadi media pertama di Indonesiayang mengembangkan

  m yakni pada 17 Agustus 1995. Beberapa hari menjelang kemunculan Microsoft sendiri meluncurkan Internet Explorer (IE).

  Komposisi saham perusahaan mengenai perubahan yang signifikan pada November 2000 setelah kelompok usaha Indopac Media masuk mengambil 24 persen saham. Pada 2002, media ini sebagai perusahaan public ditegaskan dengan tercatat dalam papan jual beli saham di Bursa Efek Jakarta yang sekarang berubah menjadi Bursa Efek Indonesia. Keberhasilan pencatatan saham PT. Abdi Bangsa Tbk, “bahwa 240 juta lembar saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemudian diikuti penawaran umum terbatas (Right

   Issue) kedia dengan jumlah dana di peroleh senilai Rp. 25,2 milyar.

  Menyadari tantangan tersebut, PT. Abdi Bangsa Tbk, selaku penerbit Harian Umum Republika memiliki etos dasar bisnis yaitu berpihak pada komunitas, sebagai penyeimbang dan komitmen sebagai landasan bagi pengembangan usaha.

  Dalam upaya mengembangkan Harian Umum Republika untuk menjadi akrab dan cerdas bagi pembacannya sesuai dengan semboyan Republika, maka Republika mengeluarkan suplemen khusus yaitu pendidikan, medika, probes, otomotif, dialog jum’at, belanja, serta keluarga.

B. Visi Harian Republika

  Setiap harian umum memiliki visi dan misi yang berbeda-beda. Tentunya memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk kelanjutan dari harian umum itu sendiri agar di kenal dan di ingat oleh masyarakat dan pada akhirnya masyarakat mencerna dan menelaah arti dari visi dan misi oleh suatu harian umum.

  Republika adalah sebuah surat kabar yang lahir di tengah Indonesia yang

  berubah secara cepat. Dalam perubahan yang melanda hamper semua aspek kehidupan ini. Politik, ekonomi, sosial, dan budaya. “keterbukaan” menjadi kata kunci. Republika memilih berposisi untuk turut mempersiapkan masyarakat Indonesia memasiki masa dinamis ini, tanpa perlu kehilangan segenap kualitas yang telah dimilikinya.

  Sejak berdiri moto “mencerdaskan kehidupan bangsa” dipakai oleh

  Harian Umum Republika. Republika menunjukkan semangat mempersiapkan

  masyarakat memasuki era baru. Keterbukaan dan perubahan telah dimulai dan tak ada langkah kembali karena Republika bersepakat mencapai kemajuan.

  Visi Republika sendiri adalah menjadi perusahaan media cetak terpadu berskala nasional serta dikelola secara professional Islami, sehingga berpengaruh dalam proses pencerdasan bangsa, pengembangan kebudayaan, serta peningkatan keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan masyarakat

  

  Indonesia baru. Kemudian menjadikan Harian Umum Republika sebagai Koran umat yang terpercaya yang mengedepankan nilai-nilai universal yang sejuk, toleran, damai, cerdas dan professional, namun mempunyai prinsip dalam keterlibatannya menjaga persatuan bangsa dan kepentingan umat Islam

   yang berdasarkan pemahaman Rahmatan lil alamin.

C. Misi Harian Republika

  Kemudian misi dari Harian Umum Republika yang pertama adalah pencerdasan bangsa melalui pendalaman wawasan yang berbasis komunitas melalui pemberitaan yang akurat, actual, terpercaya, edukatif, serta membela

  104 Ibnu Hamad, Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse

  

Analysis terhadap Berita-berita Politik; Pengantar: Prof. Dr. Harsono Suwardi, MA. (Jakarta: Granit 2004), keadilan dan kebenaran. Kedua, meningkatkan dan menguatkan prestasi dan dedukasi individu menjadi sebuah tim sebagai kunci untuk perkembangan

   perusahaan dan peningkatan kesejahteraan.

  Keberpihakan Republika terarah kepada sebesar-besar penduduk negeri ini, yang mempersiapkan diri bagi sebuah dunia yang lebih baik dan adil.

  Media Massa dengan Republika sebagai salah satu darinya. Hanya jadi penopang agar langkah itu bermanfaat bagi kesejahteraan bersama.

D. Target Audiens

  Republika juga memiliki target audiens antara lain adalah

  Harian Umum

  beragama Islam dan agama lain, memilki golongan professional, manajer, eksekutif, pelajar dan pengusaha dengan mengambil pasar berskala

  

  nasional. Pembaca Harian Republika untuk golongan muda pri umur 20-29 tahun kisaran 31% dan untuk umue 30-39 tahun sekitar 39%. Krmudian untuk golongan muda wanita umur 20-39 tahun sekitar 21% dan untuk umur 30-39 tahun 22%.

  106 Ibnu Hamad, Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse

  

Analysis terhadap Berita-berita Politik ; Pengantar: Prof. Dr. Harsono Suwardi, MA. (Jakarta: Granit 2004),

  h. 122 107

  E.

   Struktur Redaksi Harian Republika

  KOMISARIS Komisaris Utama : Malik Sjafei Saleh Komisaris : Drs. Chaerudin

  R. Harry Zulnardy DIREKSI Direktur Utama : Erick Thohir Direktur Operasional : H. Daniel Wewengkang Direktur Pemasaran : Nuky Surachmad Direktur Keuangan dan SDM : Rachmad Yuliwinoto Kadiv Iklan dan Promosi : Joko Susanto Kadiv Sirkulasi : Dedik Supardiono Kadiv Produksi : Norrokhim Kadiv Riset dan Pengembangan : Arif Supriono Kadiv Sistem Informasi : Anif Punto Utomo Kadiv SDM : Y. Sofyan Kadiv Keuangan : Hery Setiawan REDAKSI Pemimpin Redaksi : Ikhwanul Kiram Mashuri Wakil Pemimpin Redaksi : Nasihin Masha Redaktur Pelaksana : Agung Pragitya Vazza Wakil Redaktur Pelaksana : Elba Damhuri

  Selamat Ginting ASREDPEL HAL 1 dan OPINI : Irwan Ariefyanto ASREDPEL POL NAS KESRA : Subroto ASREDPEL AHAD : Nina Chairani Ibrahim ASREDPEL AGAMA : Syahrudin El Fikri Sekretaris Redaksi : Fachrul Ratzi

  Staf Redaksi: Yeyen Rostiani, Zaki Alhamzah, Wahida Handasah, Nurul S. Hamami, Didi Purwadi , Darmawan Sepriyossa, Nur Hasan Murtiaji, Magfiroh Yenni, Bidramnanta, Irwan Kelana, Cristine Purwatiningsih, Joka

   Sadewo, Teguh Setiawan, Budi Utomo, dkk.

BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN ANALISA A. Manajemen Redaksi Harian Republika Suatu aktivitas manajemen dalam setiap lembaga atau organisasi yang

  pada umumnya berkaitan dengan usaha mengembangkan suatu tim kerja sama atau kelompok dalam suatu kesatuan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu dalam organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Ada ayat yang mengatakan bahwa

  ⌧ ⌧ ☯

  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum, kecuali dari kaum itu sendiri ” (QS. Arradu: 11).

  Sejatinya Allah mengikuti amalan dan usaha manusia. Sukses atau tidaknya usaha dan aktifitas kita tergantung dari seberapa besar usaha yang kita lakukan. jika iktiar dan usaha kita sungguh-sungguh maka Allah akan sungguh- sungguh memenuhi permintaan kita.

  Dalam setiap perusahaan haruslah menganut sistem manajemen P.O.A.C, yaitu Planing, Organization, Actuating dan Controlling. Begitu juga dengan

  Republika.

  Planning atau perencanaan merupakan langkah awal kegiatan sebelum

  memproduksi barang. Merumuskan visi misi media massa tersebut dan merencanakan keputusan apa yang akan di ambil. Seperti media cetak Republika yang mencakup format media massa. Yang dimaksud format, jenis barang yang diproduksi Republika merupakan media cetak berbentuk koran. Jumlah barang (koran) yang diterbitkan dan diproduksi setiap hari 100.000 eksemplar. Kemudian mereka melayout sedemikian rupa sehingga lebih menarik pembaca. Kemudian mereka memikirkan rincian bahan baku mengenai kertas yang digunakan, mencakup jenis kertas, spesifikasi lengkap kertas, menyangkut bobot dan ukuran kertas, media massa cetak secara rinci meliputi koran atau surat kabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano),. Setelah itu rincian tentang segmentasi pembaca, dan segmentasi iklan.

  Kemudian Republika menyusun organisasi yang telah menduduki posisinya masing-masing harus mengerti tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian. Organisasi atau bagian yang dimiliki Republika yaitu bagian produksi, bagian pemasaran, bagian administrasi, bagian reporter, bagian editor, bagian redaktur. Bagian tersebut pemberian tugas terpisah kepada masing-masing pihak, membentuk bagian, mendelegasikan, dan menetapkan jalur wewenang, mendelegasikan dan menetapkan sistem komunikasi, serta mengkoordinir kerja setiap karyawan dalam suatu tim yang solid dan terorganisir. Hal ini dimaksudkan bahwa para manajer memikirkan kegiatan mereka sebelum dilaksanakan. Berbagai kegiatan ini biasanya didasarkan pada berbagai metode, rencana atau

  Setelah rencana dan organisasi sudah terbentuk barulah kemudian melakukan tindakan yang dilakukan yang sudah disusun oleh masing-masing bidang. Seperti, reporter yang mencari berita kemudian berita itu ditulis dan diberikan kepada editor. Setelah beritanya di edit, barulah diberikan kepada redaktur, setelah dinilai layak terbit, kemudian langsung diterbitkan keseluruh Indonesia.

  Mengawasi jalannya program kerja yang akan dilaporkan oleh masing- masing bidang setiap harinya.

  Dibawah ini adalah Diagram Alur Proses Kerja Redaksi hingga Pembaca: Proses Kerja Proses Kerja

  Proses Kerja Redaksi Desain Visual

  Percetakan Proses Kerja Proses Kerja

  Cetak Distribusi Pembaca

  Bagan di atas merupakan proses alur kerja redaksi Harian Republika. Dari mulai proses kerja redaksi Harian Republika untuk terbitan harian, langkah awal mereka adalah membuat rencana halaman redaksi, membuat rencana halaman iklan, membuat rencana halaman Koran, dan membuat Dummy/partitur halaman.

  Kemudian dilanjutkan dengan proses kerja desain visual yang membuat materi foto, membuat materi grafis/ilustrasi, membuat naskah redaksi, setting, membuat layout, reprografi. Setelah semua itu selesai, berulah dicetak dengan mesin percetakan, kemudian didistribusikan ke agen-agen dan sampailah ke tangan pembaca.

  Begitu Harian Umum Republika terbit pada 4 Januari 1993, penjualan oplahnya terus meningkat. Hanya dalam sepuluh hari sejak terbit, oplah koran ini sudah mencapai 100.000 eksemplar. Ini berarti peningkatan 2,5 kali lipat dari rencana awal terbit dengan oplah rata-rata 40.000 eksemplar per hari pada semester pertama tahun 1993. hingga akhir semester kedua, pada Desember 1993, oplah Republika mencapai 130.000 eksemplar per hari.

  Harian Umum Republika tersebar di seluruh Indonesia. Namun, sebagian

  besar oplahnya beredar di Jakarta dan Jawa Barat. Di Jakarta 50,31%, Jawa Barat 17,30%, Jawa Tengah 6,90%, Jawa Timur 4,36%. Dan sisanya tersebar di daerah lain.

  Sistem manajemen yang dianut redaksi Republika bersifat terbuka, artinya segala kebijakan atau masalah yang dihadapi karyawannya maupun atasanya dapat dibicarakan bersama-sama. Setiap hari mereka mengadakan rapat redaksi dan setiap karyawannya berhak memberikan pendapatnya.

  Persaingan Industri Harian Republika B.

  Persaingan pasti ada dalam perusahaan maupun media massa mana pun. Misalnya media cetak, hal yang pertama harus deadline. Kuncinya adalah ‘semakin cepat semakin menang’. Artinya semakin cepat atau semakin pagi koran itu beredar di pembaca maka akan banyak pembaca yang akan membeli koran paling pagi. Republika adalah koran pertama yang menggunakan cetak jarak jauh kirim dan langsung masuk mesin cetak di Solo untuk pembaca di luar Jakarta. Hal ini bisa mengirit biaya distribusi.

  Media cetak juga bersaing dengan televisi. Setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika televisi menyajikan berita yang singkat, akurat dan dengan cara memperdengarkan suara dan memperlihatkan gambar, serta dengan menampilkan proses terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan internet hanya menampilkan berita jika seseorang membuka situs tertentu. Tapi, dalam pencarian tersebut, kita dapat mendapatkan informasi yang lengkap disertai dengan gambar, tapi tidak dapat menyampaikan informasi lewat suara seperti pada televisi dan radio. lain pula dengan media cetak. Media cetak beritanya bisa lebih mendalam dan lebih maju dan dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili keseluruhan isi berita.

  Salah satu keunikan Republika di banding dengan media lain adalah bahwa Republika koran muslim. Republika koran pertama yang memberikan wawancara khusus bersama Toni Blair, bahkan Toni Blair sendiri yang meminta diwawancarai dengan Republika. Hubungan Republika dengan kedutaan Australia sangat baik. Menteri Luar Negeri juga sering memuat beritanya di Republika. bersaing secara sehat dan santun dalam distribusi koran dan sirkulasi. Persaingan media saat ini sengat keras. Walaupun kita bersaing, tetapi kita juga harus kompak dengan media lain dan mengaggap semua adalah teman.

  Salah satu cara Republika menghadapi persaingan ini mengenai konsep pengemasan koran, pendalaman beritanya, dan penyajian. Republika cenderung menyajikannya lebih aktraktif, jelas, dan tuntas sehingga pembaca tidak perlu mengerutkan dahi untuk memahaminya.

  Republika juga memiliki jurnalisme yang khas. Corak jurnalisme

Republika dilandasi untuk menyajikan informasi yang selengkapnya bagi para

  pembacanya. Republika juga berupaya mengembangkan corak jurnalisme yang ‘enak dibaca’ (readable). Bahasa dan gaya penuturannya diupayakan popular dan tidak kaku tanpa mengabaikan kaidah bahasa.

  Sebagai tanggung jawab sosial kepada masyarakat luas, khususnya kepada ‘kaum dhuafa’, Republika juga sekaligus ikut serta mensukseskan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, pada Juli 1993, Harian Umum

  

Republika membuka program ‘Dompet Dhuafa’, yakni menghimpun, mengelola

dan menyalurkan zakat para pembacanya.

  memiliki visualisasi dan desain yang menarik dalam bentuk

  Republika

  penonjolan unsure grafis yang informative berupa (gambar, foto, table) serta ekploitasi cetakan warna juga merupakan kekuatan surat kabar ini. Hal ini ditunjang juga oleh sajian berita yang tuntas pada satu halaman, tanpa bersambung ke halaman lain. Dengan demikian, pembaca memiliki waktu lebih banyak untuk melacak berita meupun informasi di halaman-halaman lain.

  Dengan semua usaha ini, dalam bidang produksi, prestasi Republika ditandai dengan keberhasilan meraih penghargaan bergengsi dalam lomba sebagai penerbitannya 1993 yang diselenggarakan Serikat Grafika Pers, pertengahan Oktober 1993. Republika berhasil sebagai juara pertama, yang sekaligus menempatkan diri sebagai surat kabar dengan desain perwajahan terbaik di Indonesia. Bila diamati, sejak kelahirannya Republika telah banyak penyempurnaan yang dilakukannya. Tak hanya dalam desain penampilan korannya, malainkan juga isi. Kini porsi berita maupun artikel yang berkaitan dengan bisnis akan lebih banyak dijumpai dalam setiap halaman.

  Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat saat ini maka Harian

  

Republika berusaha membuat karakteristik yang unik. Hal ini bisa dilihat dari

  bagaimana karakteristik Republika yang berbeda dari koran lain. Sebagai suatu kajian ilmiah, dalam bab ini penulis memaparkan secara keseluruhan bagaimana cara Republika tetap bertahan sebagai koran yang memiliki penyeimbang dan aspirasi umat Islam. koran yang terbit setiap hari. Republika mempunyai

  Republika

  karakteristik yang unik dibanding dengan media cetak yang lain. Republika adalah koran pertama yang membawa aspirasi umat Islam. Setiap berita atau issue yang dimuat, Republika akan melihat dari segi pandang nilai keislaman. Bagaimana demokrasi yang dikedapankan dan tidak berpihak. Pada setiap berita ada nilai Islam yang lebih terbuka dari macam-macam golongan. Walaupun di berita itu ada suatu konflik, Republika tidak mau subjektif tetapi tetap objektif.

  

Republika harus berdiri netral, misalnya jika ada konflik antara NU dan

Muhamadiyah Republika tidak memihak siapa pun.

  Republika mencoba menyeimbangkan antara idealis dan bisnis. Semua

  berita yang di muat di Republika harus menggunakan bahasa yang santun dan mengandung nilai-nilai keIslaman. Begitu juga dengan iklan, semua berita yang masuk harus melalui seleksi ketat. Jika iklan yang mengadung unsur pornografi, Republika tidak akan memuatnya walaupun dengan bayaran yang mahal.

  Pilihan topik Republika tidak mengandung pretensi untuk menjadi terlalu filosofis. Yang lebih mendapat perhatian masyarakat adalah topik-topik yang dekat dan berdampak langsung terhadap pembaca. Republika beruapaya mengembangkan semacam surat kabar ‘semi magazine’, artinya akan banyak berita yang ditulis dengan gaya features.

  Dalam hal ini apa yang berlangsung sehari-hari sebisa mungkin dibingkai, ditafsirkan, diberi kedalaman. Malahan beberapa topik terbukti menjadi ciri khas yang kental dalam ingatan sebagian besar pembaca, misalnya: Resonansi, Hikmah, Solilokul, Wacana, Tajuk ataupun yang disajikan dalam lembar khusus, seperti Suplemen Tekad, Rekor, Manajer, Trend Teknologi, Dialog Jumat, Koran Kecil dan Selasar.

  Republika sebagai media massa Islam karena ada misi keagamaan secara

  implicit. Dibawah ini adalah ciri keIslaman secara formal

  No. Ciri keIslaman secara formal Tujuan dan Manfaat

  1. Islam Digest Kisah perjalanan spiritual mualaf dunia

  2. Ekonomi Syariah Manajemen keuangan secara Islami

  3. Khazanah Mengetahui Sejarah Peradaban Islam

  4. Dialog Jumat Mengetahui Fikih Muslim dan cerita Islami

  5. Hikmah Mengetahui berbagai macam masalah hidup dan cara mengatasinya

  6. Analisis Bedah buku-buku Islami Penekanan ini membuktikan bahwa Republika merupakan media massa Islam yang memikul misi keagamaan.

  Secara eksplisit, tidak banyak yang berbeda antara Republika dengan media cetak lain. Adanya tajuk rencana, nomor perdana, berita ekonomi, bisnis, hiburan, pendidikan, dan politik. Republika lahir dengan semangat untuk segenap bangsa. Republika memandang persoalan dengan sudut pandang nilai-nilai keislaman yang didasarkan pada kepentingan seluruh Indonesia.

  Karakteristik utamanya adalah membawa aspirasi umat Islam. Setiap berita atau issue yang dimuat, Republika akan melihat dari segi pandang nilai keislaman. Apakah itu dalam soal politik, budaya, dan ekonomi. Bagaimana demokrasi yang dikedapankan dan tidak berpihak. Pada setiap berita ada nilai Islam yang lebih terbuka dari macam-macam golongan. Walaupun di berita itu ada suatu konflik, Republika tidak mau subjektif tetapi tetap objektif.

  Menurut Al-Quran (Al-A’raf), pesan dakwah harus mengandung Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Perintah berbuat baik dan larangan berbuat jelek. Penjelasan tentang halal dan haram dengan singkat. Syariat Islam dalam seluruh aspeknya. Hal-hal yang membebaskan manusia dari berbagai beban kehidupan dan belenggu yang memasung kebebasan mereka. Sifat pesan dakwah bisa religius, sosial, ekonomi, kultural maupun politik.

  ☺ ☺

Dan mereka yang bersungguh-sungguh berbuat baik di jalan Allah maka pasti Kami

akan tunjukkan jalan-jalan kebaikan ” (QS Al-Ankabut: 69).

  Setiap usaha yang dibuat tetap berada dalam syariat-Nya dan tidak dengan jalan kemaksiatan dan kotor. dengan cara-cara yang tidak baik hanya akan menemukan deretan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

  Semua ini merupakan upaya pemenuhan tuntutan khalayak pembaca yang semakin lama semakin meningkat. Itu adalah salah satu cara Republika menghadapi persaingan saat ini. Salah satu bentuk promosi yang dilakukan Republika dalam persaingan.

  Hubungan Manajemen redaksi dengan persaingan industri adalah jika manajemen redaksinya sudah berjalan dengan baik, maka mereka akan lebih siap menghadapi persaingan saat ini.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah meneliti dan menjelaskan tentang manajemen redaksi Harian Republika dalam menghadapi persaingan industri media cetak di Indonesia. Maka

  penulis dapat menyimpulkan:

  1. Republika mempunyai karakteristik yang berbeda dari koran lain, diantaranya adalah Republika koran pertama yang yang menjadi penyeimbang dan yang membawa aspirasi umat Islam. Tujuan dibuatnya koran Islam adalah untuk penyeimbang dan aspirasi umat Islam. Republika adalah koran pertama yang mengusung koran Islam dan lebih menegaskan komunitas Muslim di Indonesia sampai saat ini.

  Saat ini memang ada beberapa koran Muslim yang lahir sesudah

  Republika

  Di samping itu, karakteristik utama yang membawa aspirasi umat Islam adalah setiap berita atau issue yang dimuat, Republika akan politik, budaya, dan ekonomi. Bagaimana demokrasi yang dikedapankan dan tidak berpihak. Pada setiap berita ada nilai Islam yang lebih terbuka dari macam-macam golongan. Walaupun di berita itu ada suatu konflik, Republika tidak mau subjektif tetapi tetap objektif.

  2. Kunci Republika dalam menghadapi persaingan saat ini adalah ‘semakin cepat atau pagi semakin menang’ artinya semakin cepat berita yang disebarkan ke masyarakat, maka akan semakin banyak pula pembaca yang membeli koran tersebut. Media cetak juga bersaing dengan televisi. Setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika televisi mengyajikan berita yang singkat dan akurat lain pula dengan media cetak. Media cetak beritanya bisa lebih mendalam dan lebih maju.

  Meskipun begitu, Republika tetap bersaing secara sehat dan santun dalam distribusi koran dan sirkulasi. Walaupun banyak media yang bersaing tetapi harus tetap kompak dan mengaggap semua adalah teman.

B. Saran-Saran

  Selanjutnya yang paling akhir dilakukan penulis dalam proses penelitian atau menyusun skripsi yang telah dibuat, ada beberapa saran dari penulis. Saran- saran tersebut antara lain: 1.

  Penulis berharap agar semakin banyak koran muslim di Indonesia yang membawa aspirasi umat Islam. Agar komunitas umat muslim semakin luas dan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman.

  2. Republika harus tetap konsisten dengan misi keagamaan. Jangan sampai hilang identitasnya sebagai media Islam.

  3. Republika agar lebih ditingkatkan kembali kualitas korannya, sehingga setiap orang tertarik untuk membacanya dan jumlah pembacanya semakin bertambah.

  4. Republika tetap meningkatkan prestasinya sebagai Harian Umum Terbaik se-Indonesia.

  5. Meskipun koran ini sifatnya media pers umum, namun tidak ada salahnya apabila dalam penulisan beritanya menggunakan acuan ayat

  Karena koran ini juga dibentengi oleh jurnalis-jurnalis yang beragama Islam.

  6. Penulis menghargai sepenuhnya setiap hasil dan proses kreatif dari redaksi dalam menyajikan beritanya. Tetap teruskan usaha untuk menjadi yang pertama.

  

DAFTAR PUSTAKA

Mondry. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia,2008.

  Baharun. Wawasan Jurnalistik Global. Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1999. Arikuntoro, Suharismi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.Rineka Cipta, 1998.

  Birowo, M. Antonius. Metode Penelitian Komunikasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Gitanyali, 2004. Efendi, Mochtar. Manajemen Suatu Pendekatan Ajaran Islam. Jakarta: Bharatara Karya Aksara, 1986. Syafi’i, Sofyan. Manajemen Kontemporer. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2002. Sumarsono, Soni. Manajemen Koperasi ”Teori dan Praktik”. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004. Masry, Maringan. Dasar-dasar Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004. Habibi, Maksum. Ekonomi Jilid III. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama, 2006. Stoner, James. Management. New York: Englewood Cliffs, 1982.

  Terry, George. Prinsip-prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara, 2000. Kadarman, A.M. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta: PT. Prenhalindo, 2001. Henny. Manajemen Media Massa. Jakarta:Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004. Handoko, Hani. Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta, 1999.

  Handoko, Hani. Manajemen Edisi II. Yogyakarta: BPFE, 1984. Alam. Ekonomi Jilid II. Jakarta: Erlangga, 2001. Ruslan, Rosady.Manajemen dan Public Relation dan Media Komunikasi. Jakarta: PT.

  Raja Grafindo Persada, 1999.

  • Manajemen Humas dan Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999.

  Manulang. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996. Griffin. Business. NJ: Prentice Hall, 2006. Soehoet, Hoeta. Manajemen Media Massa. Jakarta: Yayasan Kampus Tercinta IISIP, 2003.

  Rumondor, Alexander dan Henny. Manajemen Media Massa. Jakarta: Universitas Terbuka, 2004. Santana, Septiawan. Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005. Tebba, Sudirman. Jurnalistik Baru. Tangerang: Penerbit Kalam Indonesia, 2005. Hersinta. Tesis: Perbandingan Manajemen Redaksi dan Iklan pada Majalah Non

  Waralaba dan Waralaba ”Studi Kasus pada Majalah Femina dan Cosmopolitan Indonesia.” Depok: Universitas Indonesia, 2002.

  Mc Quail, Dennis. Mass Communication Theory. Jakarta: Erlangga, 1987. Muhammad, Budyatna. Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: Rosda Karya, 2006.

  Masduki. Jurnalistik Radio. Yogyakarta: LKIS Yogyakarta, 2006. Philip, Kotler. Manajemen Pemasaran Edisi II. Jakarta: PT. Indeks, 2008

  • . Manajemen Pemasaran Edisi I Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang, 2009.
  • . Manajemen Pemasaran Edisi VIII. Jakarta: Salemba Empat, 1995. Khermouch, Gerry. Breaking into the Name Game. Business Week, 2003. Keegen, Warren. Manajemen Pemasaran Global. Jakarta: Prenhalindo, 1996. Newman, Bruce. Handbook of Political Marketing. Thousand Oaks: Sage Publications, 1999.

  Levitt. Marketing Myopia. Harvard: Business Review, 1960. Sanchez, Jesus. Kodak Cuts Dividend: Shifts Strategy. Los Angles: Time, 2003.

  Lane, Keller Kevin. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang, 2009. Frey, Albert. Advertising. New York: Ronald Press, 1961

  Company Profile Republika

  Hamad, Ibnu. Konstruksi Politik dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik. Jakarta: Granit, 2004.

  Website:

  . Diakses pada tanggal 10 Maret 2010. Wikipedia. Ensiklopedia Bebas. Diakses pada tanggal 15/04/2010. jam 17.00

  Wikipedia. Ensiklopedia Bebas. Diakses pada tanggal 15/04/2010. jam 17.00 Romeltea, , Media Massa: Makna, Karakter dan fungsi, diakses pada tanggal 11 Juni 2010 Wikipedia. Ensiklopedia Bebas. Diakses pada tanggal 15/04/2010. jam 17.00 Kebangkitan Media Online Menantang Media Cetak, Diakses pada tanggal 19 April 2010 Rusman Emba, Fungsi Media, http:// id-id.facebook.com/topic.php?uid&topic, diakses pada tanggal 10 Juni 2010.

  Bey Laspriatna, Bisnis Syafaat, artikel ini dikases pada 15 April 2010 dari ./0327-2005/focus, 0327, 02, htm) Menyiasati Persaingan, Diakses pada tanggal 15/04/2010. Wikipedia Ensiklopedia bebas.(http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna). diakses pada tanggal 15/04/2010. Pasar Persaingan Sempurna Diakses pada tanggal 15/04/2010.

  Wawancara: Vazza, Agung. Wawancara dengan Pimpinan Redaktur Pelaksana Republika. 2010.

Dokumen baru

Tags