Pengaruh model pembelajaran kooperatif metode make A match terhadap pemahaman konsep matematika siswa

Gratis

4
18
201
3 years ago
Preview
Full text

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE MAKE A MATCH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA

  Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Tangerang, dari tanggal 03 Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh t = 2,12 dan hitung t tabel = 1,67, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode make a match lebihtinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan metode konvensional. Si LEMBAR PENGESAHAN Skripsi berjudul ”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Metode Make A Match Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa”, disusun oleh FITRIA Nomor Induk Mahasiswa 106017000519, diajukan kepada FakultasIlmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasah pada tanggal 21 Juni 2011 di hadapandewan penguji.

a. Afidah Mas’ud NIP. 196109261986032004 NIP:196811041999031001

  LEMBAR PENGESAHAN Skripsi berjudul ”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Metode Make A Match Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa”, disusun oleh FITRIA Nomor Induk Mahasiswa 106017000519, diajukan kepada FakultasIlmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasah pada tanggal 21 Juni 2011 di hadapandewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S.Pd) dalam bidang Pendidikan Matematika.

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:Nama : FITRIANIM : 106017000519Jurusan : Pendidikan MatematikaAngkatan Tahun : 2006Alamat : Jl. Kihajar Dewantoro RT 002/03 No.93 Cipondoh, Tangerang 14150

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

  Bahwa skripsi yang berjudul Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Metode Make A Match Terhadap Pemehaman Konsep Matematika Siswa adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen: 1. SiNama NIP : 196811041999031001Dosen Jurusan : Pendidikan Matematika Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap menerima segala konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi ini bukan hasil karyasendiri.

KATA PENGANTAR

  Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Matematika Angkatan ’06, kelas A dan B yang selalu menjunjung kekompakan dalam berbagai halterutama dalam proses belajar dan pembelajaran di kampus tercinta. Dengan penuh kesadaran diri dan dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa hanya Allah-lah yang memiliki segala kesempurnaan, sehinggatentu masih banyak lagi rahasia-Nya yang belum tergali dan belum kita ketahui.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan kita memperoleh

  Terdapat beberapa hal yang menyebabkan ketidakberhasilan belajar matematika siswa, diantaranya pengetahuan materi prasyarat yang belumterpenuhi, pengenalan dan pemahaman siswa terhadap konsep dasar metematika tidak tersampaikan dengan baik, dan kurangnya kemampuan siswa dalam mencaridan mengolah informasi yang terdapat dalam soal matematika. Metode pengajaran yang dipakaipun hanya terbatas padametode ceramah dan demonstrasi sehingga pembelajaran dirasakan monoton dan membosankan dan lagi pengetahuan yang didapat oleh siswa hanya sebatashapalan dan apa yang dipelajari oleh siswa tidak dapat diserap secara bermakna.

B. Identifikasi Masalah

  Model pembelajaran kooperatif metode make a match merupakan metode pembelajaran yang terjadi secara interaktif antara siswa dengan siswalainnya, setiap siswa mendapat satu buah kartu yang telah guru sediakan, yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisikartu berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban) kemudian setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yangcocok dengan kartunya. Pemahaman konsep yang dimaksud adalah pemahaman konsep matematika yang dikemukakan oleh Benjamin S Bloom, yaituPenerjemahan (translation), penafsiran (interpretation), dan ekstrapolasi (extrapolation).

2. Mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang

F. Manfaat Penelitian

  Bagi SiswaPenerapan model pembelajaran kooperatif metode Make A Match siswa dapat menerima pengalaman belajar yang lebih bervariasi sehinggadapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep pada pembelajaran matematika. Bagi SekolahHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan dan wawasan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi serta kualitaspembelajaran matematika serta memberi sumbangan informasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah lanjutan pertama.

BAB II PENYUSUNAN KERANGKA TEORETIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Pembelajaran Matematika Pengertian Belajar dan Pembelajaran 1. Perubahan seseorang yang asalnya tidak tahu menjadi tahu merupakan

  Perubahan yang didapat adalah kemampuan yang baru dan ditempuh dalam jangka waktu yang lama serta terjadi karena adausaha dari dalam diri setiap individu. Belajar pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses yang menghasilkan suatu perubahan tingkah laku,keterampilan, maupun sikap pada diri individu sebagai akibat dari latihan, penyesuaian maupun pengalaman.

f) Pengulangan dan tantangan

  Pembelajaran merupakan suatuproses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh siswa dan mengajar beorientasi pada apa yang 4 harus dilakukan oleh guru sebagai pemberi pelajaran. Dan dalam pembelajaran guru hanya berperan sebagai fasilitatorsedangkan siswa harus berperan aktif dalam pembelajaran baik secara mental maupun fisik sehingga siswa dapat menggunakan kemampuan danketerampilan yang dimilikinya dalam proses pembelajaran.

2. Pembelajaran Matematika

  Banyak para ahli yang mendefinisikan matematika diantaranya, matematika adalah suatu cara yang dilakukan untuk menemukan jawaban,menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran, serta menggunakan pengetahuan tentang menghitung dan memikirkandalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan- 9 hubungan. Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan eksak dan ilmu tentang logika mengenaibentuk, besaran, dan susunan dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dan suatu cara untuk menemukan suatu jawaban denganmenggunakan pengetahuan tentang menghitung.

d) Kemampuan belajar mandiri

  Dengan demikian pembelajaran matematika yang bermutu akan terjadi jika proses belajar yang dialami siswa dan prosesmengajar yang dialami oleh guru adalah efektif. Tipe belajar kognitif dapat terlihat dari kemampuan siswa dalam menghapal rumus, menjelaskan kembali dengan kalimatnya sendiri sesuatuyang dibaca atau didengarnya, menerapkan suatu konsep dalam memecahkan masalah, dan sebagainya yang berhubungan dengan kemampuan intelektual.

C. Pemahaman Konsep Matematika

  Mengajarkan suatu konsep dapat dilakukan dengan memperkenalkan kepada siswa kata-kata kunci untuk digunakan dalam membicarakanmengenai konsep-konsep tersebut dan memeriksa apakah siswa telah membiasakan diri dengan kata-kata dan arti yang terdapat dalam konsep-konsep. Pemahaman terhadap suatu konsep dapat berkembang baik jika terlebih dahulu disajikan konsep yang paling umum perlu dilakukan sebelumpenjelasan yang lebih rumit mengenai konsep yang baru agar terdapat keterkaitan antara informasi yang telah ada dengan informasi yang baruditerima pada struktur kognitif siswa.

1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Cooperative Learning adalah salah satu jenis pembelajaran aktif, dimana siswa belajar bersamadalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tujuan secara bersama-sama, melatih siswa untuk belajar bersama dalam menyelesaikan dan melengkapitugas-tugas. Pembelajaran kooperatif juga dapat merangsang siswa lebih bergirah dalam belajar, sehingga jika pembelajaran kooperatif diterapkandalam penelitian ini, pembelajaran kooperatif dapat membantu terciptanya perhatian siswa dalam belajar matematika.

2. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

  Pembelajaran kooperatif bisa dibilang beda dengan pembelajaran- pembelajaran yang lain, ciri yang paling mendasar dari pembelajarankooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan dibuat dalam bentuk kelompok-kelompok kecil. merupakan ciri pembelajaran kooperatif dimana siswa saling tergantung satu sama lain dengan siswa dalam satu kelompoknya,ketergantungan di sini memiliki arti yang positif, artinya siwa tidak saling mengandalkan dalam bekerja untuk mencapai suatu tujuanpembelajaran.

3. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif

  Untuk mencapai hasil yangmaksimal, lima unsur model pembelajaran gotong royong harus diterapkan, yaitu sebagai berikut: 31 a)Saling ketergantungan positif Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompokharus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka. Dengan memperhatikan unsur-unsur pembelajaran kooperatif tersebut, peneliti berpendapat bahwa dalam pembelajaran kooperatif setiapsiswa yang tergabung dalam kelompok harus betul-betul dapat menjalin kekompakan dan komunikasi.

4. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

  Jadi setiap siswa dapat saling menerima perbedaan satu sama lain dan tetap bisa memberikan perhatianyapada materi pelajaran meskipun terdapat perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam suatu kelompok. Dalam penelitian ini dengan adanya penerimaan orang-orang yang berbeda-beda dapat meningkatkan perhatian belajar siswa, karena perhatiansiswa dapat dirangsang dari beberapa hal atau objek yang berbeda-beda, contoh siswa akan memberikan perhatiannya dalam pembelajaran jikatemannya kemampuannya lebih, bisa juga karena perbedaan ras siswa akan lebih tertarik memperhatikan pembelajaran tersebut.

5. Keunggulan Pembelajaran Kooperatif

  Keunggulan penggunaan model pembelajaran kooperatif bagi peserta didik maupun pendidik adalah sebagai berikut: 33 1)Peserta didik dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yanglain. 5)Pembelajaran kooperatif merupakan model yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus keterampilan sosial, termasukmengembangkan rasa harga diri dan hubungan interpersonal positif dengan yang lain.

E. Model Pembelajaran Koopertif Metode Make A Match

Metode make a match diupayakan menjadi metode yang tepat digunakan dalam proses pembelajaran, karena metode ini dikemas dalam make a match anatara lain Sejarah singkat tentang metode make a match serta aturan main metode make a match.

1. Sejarah Singkat Metode Make A Match

  “Metode make a match adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan atau pasangan 34 dari suatu konsep melalui suatu permaianan kartu pasangan”. Aturan main pada metode make a match yaitu siswa diminta untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum bataswaktunya, dan siswa yang dapat menemukan terlebih dahulu pasangannya atau dapat mencocokkan kartunya diberi poin.

b) Setiap siswa mendapat satu buah kartu

  f)Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya. Pada aturan main di atas dapat juga dilakukan secara bervariasi, misalkan metode make a match tersebut bisa dilakukan di dalam ruangan ataudi luar ruangan, sehingga siswa tidak bosan dan pembelajaran kooperatif metode make a match ini akan tetap menarik minat siswa untuk belajarmatematika.

F. Model Pembelajaran Konvensional

  Syamsudin Makmun mengemukakan bahwaguru menyajikan bahan dalam bentuk yang lebih dipersiapkan secara rapi, sistematik, dan lengkap sehingga siswa tinggal menyimak dan mencernanya 37 secara teatur dan tertib. Guru memberikan penjelasan atau informasi 38 bahan, karena menerima bahan ajaran yang disampaikan guru Dalam ”.metode ini siswa tidak perlu mencari dan menemukan sendiri fakta-fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan secara jelas oleh guru.

41 Seperti di awal pembelajaran, “menjelaskan

42 Secara garis besar prosedurnya pembelajaran dengan ekspositori

  Metode ini hanya mungkin dapat dilakuakan pada siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. 43 Pada metode pengajaran terdapat keunggulan dan kelemahan dalam Evaluasi (resitation) yaitu guru bertanya dan siswa menjawab sesuai dengan bahan yang dipelajari.

2. Tidak dapat melayani perbedaan setiap individu baik dalam

  Pembelajaran bersifat satu arah yaitu berasal dari apa yang disampaikan guru saja sehingga akan sulit untuk mengetahui sudahsejauh apa pemahaman siswa terhadap bahan ajar, juga dapat membatasi pengetahuan siswa hanya sebatas apa yang disampaikan 45 oleh guru di depan kelas. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode ekspositori yang digunakan dalam penelitian ini adalahmengkombinasikan metode ceramah, Tanya jawab, demonstrasi dan pemberian tugas.

1. Hasil penelitian Risqi Kurnia Budiati (2009) yang berjudul “Peningkatan

  Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Wahid Hasyim Malang PadaPokok Bahasan Persamaan Linear Satu Variabel” penelitian ini menemukan bahwa hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwasiklus 1 banyak siswa yang tuntas belajar dengan subpokok bahasan membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan PLSVadalah 73,4%. Menrut ketuntasan pembelajaran yang di tetapkan pada SMP Wahid Hasyim Malang, pelaksanaan pembelajaran dikatakanemndukung atau berhasil apabila sekurang-kurangnya 80% siswa mendapat nilai minimal 65 sehingga dalam hal ini dapat disimpulkanbahwa pembelajaran dengan Problem Based Learning dan Make A Match dalam penelitian ini berhasil.

I. Pengajuan Hipotesis Penelitian

Sesuai dengan pemilihan pokok masalah yang diajukan dan kerangka teori yang melandasi penelitian ini, maka perumusan hipotesis penelitian iniadalah pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif metode make a match lebih tinggi daripadapemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan metode ekspositori.

BAB II I METEDOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Tangerang. Komplek

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi- eksperimen, yaitu penelitian yang tidak sepenuhnya mengontrol variabel yangakan diteliti. Desain penelitian ini menggunakan Two Group Randomized Subject Post Test Only Perlakuan dalam penelitian ini hanya diberikan pada kelas eksperimen, setelah itu kedua kelompok diukur variabel terikatnya.

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel 1

  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Cluster Random Sampling yaitu dengan mengambildua kelas secara acak dari 10 kelas yang memiliki karakteristik yang sama atau homogen. 8 soal yang valid terdiri dari nomor 1 yang mewakiliindikator memberikan contoh dan bukan contoh, serta contoh dan bukan contoh himpunan kosong dilingkungan sekitarmu.

2. Reliabilitas instrumen

  Suatu alat evaluasi atau tes disebut reliabel, jika tes tersebut dapat dipercaya, konsisten, atau stabil produktif, jadi yang diperhitungkandisini adalah ketelitiannya. Dan berdasarkan kriteria klasifikasi reabilitas nilai r = 0,741111 berada diantara kisaran 0,6 <≤ 0,8, maka dari 8 soal yang valid memiliki derjat reliabilitas baik.

3. Pengujian taraf kesukaran

  Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaran dari tiap item soal apakah mudah, sedang, atau sukar. Nomor 3b, 4, 5, 7, 8a dan 12 memiliki taraf kesukaran soal sedang.

4. Uji Daya Pembeda

Uji daya beda dalam penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yangberkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Untuk mengetahui daya pembeda tiap butir soal digunakan rumus berikut: DP B A   2 1 Keterangan :DP : Daya pembedaS A : Jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolahS B : Jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolahn : Jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawahSkor maks : Skor maksimal soal yang bersangkutan 7maks n S S Tabel 3.4 Kriteria Klasifikasi Daya Pembeda  DP 0,0 Sangat Jelek0,0 < DP  0,2 Jelek0,2 < DP  0,4 Cukup  0,4 < DP 0,7 Baik  0,7 < DP 1,0 Sangat BaikBerdasarkan hasil perhitungan daya pembeda dari 8 soal yang valid diketahui soal nomor 1, 5, 6a, 7, 8a dan 12 diklasifikasikan daya pembedacukup sedangkan nomor 3b, dan 4 diklasifikasikan daya pembedanya jelek. (lampiran 9)

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep matematika pada pokok bahasan himpunan adalah tes uraian sebanyak 8 soal. Adapun kisi-kisi instrumen tes penelitian iniadalah sebagai berikut: Tabel 3.5 Kisi-kisi Instrumen Pemahaman Konsep Matematika Aspek yang diukur Nomor Soal No Translasi Interpretasi Ekstrapolasi JumlahIndikator Soal 1 Memberikan contoh dan bukan contoh himpunan, irisan,1*, 11 2 gabungan, selisih dan komplemendilingkungan sekitarmu.

TOTAL SOAL

15 Keterangan : Soal yang valid : *

F. Teknik Analisis Data

  Analisis terhadap data penelitian dilakukan bertujuan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Akan tetapi , sebelum dilakukan pengujian hipotesis penelitian maka terlebih dulu akan dilakukanuji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas data.

2. Uji Homogenitas

  a)Hipotesis22    H : o1222    H :112 Keterangan : H : Varians kedua populasi homogenH a : Varians kedua populasi tidak homogen b) hitung dengan menggunakan rumus:Cari F2 S b F2 S k Keterangan:2 S b2 = Varians terbesar S = Varians terkecil k S h diperoleh maka menentukan nilai t tabel = t( , dk) = t (, n 1 + n 2 - 2). b)Jika varians populasi tidak homogen 222121 nS n 2  1 hx x t   dengan dk =222221212222121              n Sn Sn Sn S Setelah harga t X X t  d)Hitung F F F tabel dengan rumus F tabel =21 F ( n 1 - 1, n 2 e)Tentukan kriterian pengujian H , yaitu:Jika tabel hitung F F  , maka H diterima dan H 1 ditolakJika tabel hitung , maka H ditolak dan H 1 n 1 diterima 3.

1 S

21 gab21 hn 1x : rataan hitung pada kelas eksperimen Hipotesis statistik yang akan diuji pada penelitian ini adalah:Ho : 2 = Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan  1 = Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode make a match.  Keterangan: 1  2 Ha : 1  2 ditolak 2x : rataan hitung pada kelas kontrol o maka H hit ttab Jika t hit < t tab maka H o diterimaJika t : Terdapat perbedaan mean yang signifikan antara kedua variabelKriteria pengujian H yaitu: a H : Tidak terdapat perbedaan mean yang signifikan antara kedua variabelH : Varians kedua kelas21 S : varians data kelompok eksperimen22 S : varians data kelompok kontrolHipotesis 2n : jumlah siswa kelas komtrol gab2 S 1n : jumlah siswa kelas eksperimen

F. Hipotesis Statistik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Tangerang. Pada proses

  Selanjutnya pada akhir pertemuan instrument yang telah dianalisis diberikan kepada kelas eksperimen dan kontrol untuk mengetahui kelompokmana yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematika yang lebih baik pada materi himpunan. Berdasarkan perhitungan pada soal yang valid, tingkat kesukaran soal terdiri dari soal sedang 86,67% dan soal mudah 13,33%.

1. Deskripsi Data Kelas Eksperimen

  Sedangkanyang paling banyak adalah siswa yang memperoleh nilai pada interval 64-73 yaitu 27,50% atau sebanyak 11 siswa. Distribusi hasil tes pemahaman konsep 7 16 40,00% 33,8822,50 10,00 Interval 33,5 43,5 53,5 63,5 73,5 83,5 93,560 65,75 Gambar 1 Ogive Distribusi Frekuensi Pemahaman Konsep Matematika Kelas Eksperimen Berdasarkan gambar di atas, persentase siswa yang nilainya di bawah rata-rata (65,75) ada 46,19% dan di atas rata-rata ada 53,81%.

2. Deskripsi Data Kelas Kontrol

  Modus terletak pada Gambar 2 Ogive Distribusi FrekuensiPemahaman Konsep Matematika Kelas Kontrol Berdasarkan gambar di atas, persentase siswa yang nilainya di bawah rata-rata (58,75) ada 46% dan yang di atas rata-rata ada 54%. Artinya penyebaran nilai pada kelas eksperimen lebih heterogen dan pada kelas kontrol penyebarannya lebihhomogen atau dapat dikatakan kemampuan siswa pada kelas kontrol lebih merata dari pada kelas eksperimen.

B. Pengujian Persyaratan Analisis

  2 Dari hasil pengujian untuk kelas eksperimen, diperoleh = h itu n g 3,03 (lihat lampiran 12) dan dari tabel nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh2  nilai  tabel dengan derajat kebebasan = 3 pada taraf signifikan  ,22 05 adalah 7,81. Karena  hitung <  tabel (3,03 < 7,81) maka H diterima, artinya data yang terdapat pada kelas eksperimen berasal dari populasiyang berdistribusi normal.2 Sedangkan untuk kelas kontrol, diperoleh  hitung = 3,45 (lihat lampiran 13) dan dari tabel nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh nilai2   tabel dengan derajat kebebasan = 3 pada taraf signifikan  ,22 05 adalah 7,81.

C. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Pengujian Hipotesis 1

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata a kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode make a matchlebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan metode ekspositori. Jadi hipotesis H ditolak, maka H a diterima artinya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan denganmodel pembelajaran kooperatif metode make a match lebih tinggi dari kemampuan pemahaman konsep matematika yang diajarkan denganmetode ekspositori.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

  Pada tahap ini siswa diuji apakah siswa sudah memahami materi yang telah dijelaskan oleh guru atau belum, metode ini juga dapat membuat siswamenjadi lebih mandiri dan dapat mengembangkan kemampuan serta mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal danmembandingkannya dengan ide-ide orang lain, karena siswa secara individual berusaha mencari jawaban atau pertanyaan yang ada pada temannya. Dengan model pembelajaran kooperatif metode make a match membuat siswa lebih aktif, antusias dan mandiri hal ini sesuai dengan teori LornaCurran yang menyatakan dengan menggunakan metode make a match anak didik dapat mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atautopik dalam suasana yang menyenangkan sehingga siswa dapat menguasai konsep-konsep yang telah dipelajari.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji t satu pihak

  didapat t > t maka hasil pengujian hipotesis menunjukkan tingkat hitung tabel, pencapaian pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif metode make a match lebih tinggi daripada siswa yang diajarkan dengan metode ekspositori. Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif metode make a match mempunyaipemahaman konsep yang lebih baik, karena pada saat penerapan metode make a match siswa dilatih untuk menyatakan suatu konsep dengan menggunakan cara mereka sendiri.

B. Saran

  Adanya beberapa keterbatasan peneliti dalam melaksanakan penelitian ini, maka disarankan untuk penelitian lanjutan meneliti tentangpembelajaran make a match ini, misalnya dengan mencoba mengambil materi yang lebih sulit dan menggunakan penelitian tindakan kelas. Hendaknya guru lebih kreatif dan spesifik dalam pembuatan konsep- konsep kartu make a match guna melatih siswa untuk menyatakansuatu konsep dengan menggunakan cara mereka sendiri.

2. Menyebutkan angota dan bukan anggota himpunan, beserta notasinya

  Diketahui A = {1, 2, 3, 4, 5}B = {4, 8, 12, ..., 96}P = {s, a, k, i, t}Q = {k, u, c, i, n, g} P adalah himpunan huruf-huruf vokal. 197112141995122001 NIM : 106017000519 Kelas Kontrol Sekolah : SMPN 18 TangerangMata Pelajaran : MatematikaKelas / Semester : VII (Tujuh)/ II (Dua)Pertemuan ke- : 2 (1 x pertemuan)Tahun Ajaran : 2010/2011Alokasi Waktu : 2 x 40 menitMetode : Ekspositori Standar Kompetensi : 6.

2. Membedakan himpunan kosong dan nol, beserta notasinya

  Guru meminta siswa mengerjakan soal latihan yang terdapat pada buku paket yang mereka miliki. 197112141995122001 NIM : 106017000519 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMPN 18 TangerangMata Pelajaran : MatematikaKelas / Semester : VII (Tujuh)/ II (Dua)Pertemuan ke- : 3 (1 x pertemuan)Tahun Ajaran : 2010/2011Alokasi Waktu : 2 x 40 menitMetode : Ekspositori Standar Kompetensi : 6.

2. Menentukan himpunan bagian dan menentukan banyak himpunan bagian suatu himpunan

  Guru meminta siswa mengerjakan soal latihan yang terdapat pada buku paket yang mereka miliki. Guru memberikan permainan yang dapat membangkitkan semangat dan konsentrasi siswa dalam belajar.

3. Tentukan banyaknya himpunan bagian dari P = { bilangan asli kurang dari 6}

  Himpunan semesta yang mungkin dari {kerbau, sapi, kambing} adalah :S = {binatang}S = {binatang berkaki empat}S = {binatang memamah biak} 2. = 32P = {1, 2, 3, 4, 5}, n(P) = 5 maka himpunan bagiannya 2 Sekolah : SMPN 18 TangerangMata Pelajaran : MatematikaKelas / Semester : VII (Tujuh)/ II (Dua)Pertemuan ke- : 4 (1 x pertemuan)Tahun Ajaran : 2010/2011Alokasi Waktu : 2 x 40 menitMetode : Ekspositori Standar Kompetensi : 6.

2. Menentukan irisan dan gabungan dari dua himpunan

  Pendahuluan (10 menit) Apersepsi : Guru mengucapkan salam Guru menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari dan Motivasi :Guru memberikan contoh-contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Diketahui A = {2, 3, 5} dan B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}.

2. A = {3, 5, 7, 9}

  B = {1, 2, 3, 4, 5}A B = {1, 2, 3, 4, 5)Diagram Venn-nya : S A B 4  7  3 1  5 2  9Tangerang, 14 Januari 2011 Mengetahui,Guru Bidang Studi Peneliti Euis Naryuningsih, S. 197112141995122001 NIM : 106017000519 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMPN 18 TangerangMata Pelajaran : MatematikaKelas / Semester : VII (Tujuh)/ II (Dua)Pertemuan ke- : 5 (1 x pertemuan)Tahun Ajaran : 2010/2011Alokasi Waktu : 2 x 40 menitMetode : Ekspositori Standar Kompetensi : 6.

2. Menentukan selisih dan komplemen dari dua himpunan

  Pendahuluan (10 menit) Apersepsi : Guru mengucapkan salam Guru menyampaikan pokok bahasan yang akan dipelajari dan Motivasi :Guru memberikan permainan kepada siswa supaya siswa lebih semangat dan konsentrasi dalam belajar 2. Guru meminta siswa mengerjakan soal latihan yang terdapat pada buku paket yang mereka miliki.

P\Q 2

  Diketahui S = {1, 2, 3, …, 10} adalah himpunan semesta. Jika A = {1, 2,3, 4} dan B = {2, 3, 5, 7}.

a. S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}

  197112141995122001 NIM : 106017000519 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMPN 18 TangerangMata Pelajaran : MatematikaKelas / Semester : VII (Tujuh)/ II (Dua)Pertemuan ke- : 6 (1 x pertemuan)Tahun Ajaran : 2010/2011Alokasi Waktu : 2 x 40 menitMetode : Ekspositori Standar Kompetensi : 6. Guru meminta siswa mengerjakan soal latihan yang terdapat pada buku paket yang mereka miliki.

D. Evaluasi/ Penilaian Hasil Belajar

  Diketahui S = {0, 1, 2, …, 15}; P = {1, 2, 3, 4, 5, 6}; Q = {1, 2, 5, 10, 11}; dan R = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14). Diketahui : S = {1, 2, 3, ..., 10}A = {1, 2, 3, 4, 5}B = {bilangan genap kurang dari 12} Berdasarkan himpunan A dan B, dapat diketahui bahwa A B = {2, 4}.

2. Diketahui : S = {0, 1, 2, …, 15}

  Diketahui: S = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9},S = {bilangan cacah kurang dari A = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} dan10}; B = {0, 1, 2, 3, 4, 5} makaA = {x│x < 8, x ∈ S}; dan c A = {8, 9} dan B = {x│x ≥ 5, x ∈ S}. S A B  9  12 8  11 14  3 2  13 7  4 1  15 10  6 5 Siswa yang gemar bola voli sajaP = {b, c, f, p}  i m  h  l j  b r  p c  d f  a g  k e  n s  q B\A = {5, 6, 11} danA\B = {1, 4, 10, 15} maka n(B\A) = 3 dan n(A\B) = 4 S F Mdiketahui 25 siswa gemar matematika, 20 siswa gemar fisika, 18 7 13 dan 7 siswa gemar kedua-duanya.

a) Sekelompok siswa cantik di kelas VII → bukan merupakan himpunan

  Karena ukuran cantik setiap orang bersifat relatif atau tidak sama. Karena sekelompok tersebut memiliki cirri dan dapat dibedakan dengan hewan-hewan lainnya.

2. Notasi dan anggota himpunan

  Contoh : a)A adalah himpunan bilangan prima yang kurang dari 13 A = {2, 3, 5, 7, 11} b)B = {huruf-huruf penyusun kata “matematika”} B = {m, a, t, e, i, k}Banyaknya anggota suatu himpunan dinotasikan dengan n. Diketahui:A = {1, 2, 3, 4, 5};B = {4, 6, 8, 10, 12, 14};P = {s, a, k, i, t}; danQ = {k, u, c, i, n, g}  Salin dan isilah dengan lambang atau pada titik-titik berikut sehinggamenjadi kalimat yang benar.

1. Dalam himpunan dikenal istilah himpunan berhingga dan himpunan tak

  Misalnya : a)Himpunan siswa kelas VII SMP di sekolahmu b)Himpunan bilangan asli yang kurang dari 20 Himpunan tak berhingga atau infinite set adalah himpunan yang tidak dapat ditentukan banyak anggotanya. Misalnya : a)Himpunan bilangan asli lebih dari 5 b)Himpunan bilangan cacah lebih dari 10 Himpunan Kosong dan Himpunan Nol 2.

1. Himpunan Semesta

  Himpunan semesta adalah himpunan yang memuat semua anggota himpunan yang dibicarakan. Bila setiap anggota himpunan A menjadi anggota himpunan B, maka himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan B, ditulis A B atauB A.

1. Pengertian Irisan dan Cara Menentukan Irisan dari Dua Himpunan

  Gabungan dari dua himpunan A dan B merupakan suatu himpunan yang anggota-anggotanya adalah anggota himpunan A atau anggota himpunan B atau Gabungan dari kedua himpunan A dan B adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} atau dapat ditulis:A B = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}. Dengan notasi pembentuk himpunan dituliskan sebagai berikut :A Contoh :Diketahui : A = {a, b, c, d} B = {a, c, f, g}Selisih A dan B adalah A Diagram Venn-nya :S S B B A A  b  f  b  f a  a  c  c g  g  d  d Pengertian Komplemen dan Cara Menentukan Komplemen dari Dua 2.

TOTAL SKOR 100

  n(M) = 100n(B) = 128Jawab : Keterangan : S M BS = Peserta penerima beasiswaM = siswa yang dinyatakan lulus tes matematika 100 x 128B = siswa yang dinyatakan lulus tes bahasa 100 228 24 11 S T S ) = …? Tentukan himpunan bagian dari P = {bilangan prima antara 2 dan 10 20} dimana Q = {anggota P yang lebih dari 7} dengan mendaftar anggota-anggotanya!

3. Diketahui S = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10}, Q = {1, 3, 5, 6, 8, 10}

  S P Q i  a b  h  d m  c 10  j Dalam suatu kelas yang terdiri atas 40 siswa, diketahui 24 siswa gemar bermain tenis, 23 siswa gemar bermain sepak bola, dan 11siswa gemar kedua-duanya. S B M i  h b  a d  j c  g m  e  l p  o r  f n  k q  s 15 S = {siswa dikelas} M = {siswa yang menyukai matematika}B = {siswa yang menyukai bahasa inggris}Setiap anggota himpunan ditunjukkan dengan noktah.

TOTAL SKOR PENILAIAN

   Untuk soal nomor 2 dan seterusnya, perhitungan validitasnya sama dengan         (0,555 > 0,374), maka soal nomor 1 valid  r r r = 0,555, lalu dikonsultasikan dengan nilai tabr = 0,374.  Untuk soal nomor 2 dan seterusnya, perhitungan tingkat kesukarannya sama dengan perhitungan tingkat kesukaran soal nomor 1.

NOMOR SOAL

  = 93 min max X min = 34Range/jangkauan (R) = X max = 93 49 1. Mean/nilai rata-rata ( X ) = i i i fX f   = 5 64 2630 1 Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen No Interval Batas Bawah Batas Atas Frekuensi Titik Tengah ) ( i X2 iX i i X f2 i iX f ) ( i f(%) f 34 4 33,5 43,5 4 10.00% 38.5 1482.25 154 5929 2 44 43,5 53,5 5 12.50% 48.5 2352.25 242.5 11761.25 3 54 53,5 63,5 7 17.50% 58.5 3422.25 409.5 23955.75 C ff f Tm k b 1=    2 10 40 2630 18172040 ) = 63,5 + 5,71= 69,21 4.

2 Varians (s ) 5.58 09.68 F hitung 1,08 F tabel 1,89 Kesimpulan Kedua kelompok sampel berasal dari populasi yang sama

58 F hitung =  

  Sehingga H ditolak dapat disimpulkan kemampuan pemahaman konsep matematika kelas eksperimenlebih besar dari pada kemampunan pemahaman konsep kelas kontrol DAFTAR PUSTAKA Abdurahman Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta : PT. Pertama, 2008Kadir, “Pengaruh Pendekatan Problem Posing terhadap Prestasi Belajar Matematika Jenjang Pengetahuan, Pemahaman, Aplikasi dan Evaluasi ditinjau dari Metakognisi Siswa SMU di DKI Jakarta ” No.053 Tahun Ke-11, Maret 2005 Kadir, Statistika Untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Jakarta : PT.

V. S. dkk, “TIMSS 2007 International Mathematics Report”, dari http://timss.bc.edu/TIMSS2007/techreport.html, 6 September 2010

  dan Sudrajat, Dasar-DasarPenelitian Ilmiah, (Bandung: Pustaka Setia, Cet II, 2005Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, Bandung:Alfabeta, 2010Sudjana, Metode Statistika, Bandung: Tarsito, Cet. III, 2005TIM Penulis bidang MIPA, Hakikat Pembelajaran MIPA dan Kiat Pembelajaran Matematika di Perguruan Tinggi, Jakarta: Direktorat Jendral Pend.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Adaptasi Makhluk Hidup
0
11
215
Penerapan Metode Pembelajaran make a Match Card dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata pelajaran Fiqh di MTs. Nasyatulkhair Depok
0
6
150
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap Prestasi Belajar Sosiologi dalam Pokok Bahasan Pengendalian Sosial
0
26
151
Efektivitas pembelajaran kooperatif model make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS: penelitian tindakan kelas di SMP Islam Al-Syukro Ciputat
0
21
119
Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa
2
8
199
Pengaruh pembelajaran Kooperatif tipe Make A match terhadap motivasi belajar matematika
1
8
166
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Siswa Kelas IV SDN Pisangan 03
0
10
174
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH TERHADAP.
0
1
5
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MENGIDENTIFIKASI JENIS – JENIS PEKERJAAN.
0
0
5
Peningkatan Pemahaman Konsep Struktur Bumi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Doc198
0
0
1
Peningkatan Pemahaman Konsep Struktur Bumi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Jurnal
0
0
5
Article Text 2901 1 10 20170811
0
0
5
TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH ... 1 PB
0
0
13
TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK ... 1 PB
0
0
8
BAB V PEMBAHASAN A. Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa - PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI LINGKARAN KELAS VIII SMPN 1 SUMB
0
1
8
Show more