ANALISIS TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAN11 TANGERANG SELATAN

Gratis

0
3
108
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Para dosen dan seluruh staf, yang telah banyak memberikan ilmu dan bantuan kepada penulis selama mengikuti kegiatan kuliah di Fakultas IlmuTarbiyahdan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif 7. Ayah (alm) dan Ibunda tercinta yang tidak pernah bosan memberikan semangat dan bantuan baik moril maupun materil secara tulus dan ikhlassehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dan kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A

  36 Latar Belakang Berdirinya SMAN 11 Tangerang SelatanVisi dan Misi 3. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan padasidang munaqasah sesuai yang ditetapkan oleh fakultas.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini pendidikan agama dijadikan jalan khusus untuk mencapai

tujuan pendidikan agar dapat membentuk manusia yang berkepribadian muslim yaitu agar mempunyai moral dan mental yang sesuai dengan ajaran Islam,membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, dan dapat menyelaraskan antara kehidupan dunia dan akhirat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi:“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta 1 bertanggung jawab ”.“Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hinggamengimani, ajaran agama Islam, dibarengi untuk menghormati agama lain dalam

1 Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

  Manusia merupakan mahluk yang paling tinggi dan paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, sebagaifirman Allah SWT dalam Al- Qur’an surat Al-Isra ayat 70: Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas 4kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Karena menurut ajaran Islam,pendidikan adalah juga merupakan kebutuhan hidup manusia yang mutlak yang harus dipenuhi, demi mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

6 Dalam hal belajar menuntut ilmu, Islam tidak membedakan laki-laki

  Untuk itu, pembelajaran hendaknya lebihdiarahkan pada proses belajar kreatif dengan menggunakan (proses berpikir ke macam-macam arah dan menghasilkan banyak alternatif penyelesaian) maupunproses berpikir konvergen (proses berpikir mencari jawaban tunggal yang paling tepat) dalam kontek ini guru lebih banyak berperan sebagai fasilator dari padapengarah yang menentukan segala-galanya bagi peserta didik. Dari hasil pengamatan di SMAN 11 Tangerang Selatan, di dapatkan hasil bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang sedang berlangsung,masih banyak siswa yang tidak memperhatikan pelajaran, tidak mencatat materi pelajaran, bahkan ada yang bercanda dan bermain dan sebagainya.

B. Identifikasi Masalah

  Dari hasil pengamatan selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berlangsung di SMAN 11 Tangerang Selatan, didapat identifikasi bahwa: 1. Banyak siswa yang tidak memperhatikan pelajaran PAI 2.

3. Sarana dan prasarana yang kurang mendukung C

Pembatasan Masalah Agar penelitian ini tidak menyimpang dari judul penelitian, maka masalah yang akan diteliti hanya dibatasi pada analisis seberapa besarmotivasi belajar Pendidikan Agama Islam.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Seberapa besar motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di

  SMAN 11 Tangerang Selatan? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah:Untuk mengetahui motivasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 11Tangerang Selatan.

F. Manfaat Penelitian

  Bagi siswa, memberikan pengalaman tentang pentingnya motivasi belajar terhadap konsep Pendidikan Agama Islam dan senantiasa meningkatkanpengetahuan tentang Pendidika Agama Islam. Bagi guru, memberikan informasi kepada guru tentang motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa sehingga guru senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan berbagai metodeyang efektifdan relevan.

3. Bagi sekolah, di peroleh informasi mengenai motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

  4. Bagi peneliti, menambah pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan motivasi belajar siswa dan proses belajar mengajarPendidikan Agama Islam.

BAB II KAJIAN TEORI A. MOTIVASI 1. Pengertian Motivasi

  803 Jhon M Echol dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia, 29 dengan apa yang di inginkan manusia (tujuan), mengapa ia menginginkan hal 5 tersebut (motif), dan bagaimana ia mencapai tujuan tersebut (proses) ”. Berdasarkan beberapa pengertian mengenai motivasi yang telah dikutip dorongan atau usaha yang menggerakan, mengarah dan menjaga tingkah lakuseseorang untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan dan arah tertentu.

2. Teori-Teori Motivasi

a)Teori Hedonisme Hedonisme suatu aliran dalam filsafat yang memandang dalam tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan (hedone)yang bersifat duniawi. b)Teori Naluri Pada dasarnya manusia memiliki tiga dorongan hawa nafsu pokok disebut juga naluri yaitu:

1. Dorongan nafsu (naluri) mempertahankan diri 2

  Dorongan nafsu (naluri) mengembangkan / mempertahankan jenis Menurut teori ini, untuk memotivasi seseorang harus berdasarkan naluri mana yang akan dituju dan perlu dikembangkanc) Teori Reaksi yang dipelajariTeori ini memandang bahwa tindakan atau perilaku manusia tidak berdasarkan naluri-naluri, melainkan berdasarkan tingkah laku yangdipelajari dari kebudayaan di tempat tersebut. Siswa yang dalambelajarnya mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil dalam belajarnya.

7. Cara Memotivasi Siswa

  Memotivasi belajar penting artinya dalam proses belajar siswa, karena fungsinya yang mendorong, menggerakan, dan kegiatan belajar. PrasyaratApa yang dipelajari oleh siswa mungkin merupakan faktor penting yang menentukan berhasil atau gagalnya siswa belajar.

B. BELAJAR 1. Pengertian Belajar

  Hilgari dan bower, dalam buku Theorises of Learning (1975) mengemukakan:Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yangberulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecendrungan respon pembawaan, kematanganatau keadaan-keadaan sesaat seseorang(misalnya kelelahan, pengaruh obat 17 dan sebagainya). Berdasarkan beberapa definisi yang telah di uraikan di atas, secara umum belajar dapat dipahami bahwa belajar merupakan tahapan perubahanseluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman 18 dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

2. Teori Belajar a

  Aliran KognitifTeori belajar kognitif merupakan suatu teori belajar yang lebih mementingkan proses belajar itu sendiri. Aliran Humanistis tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari padabelajar secara apa adanya, wajar kalau teori ini sangat bersifat elektik.

3. Tujuan Belajar Setiap manusia dimana saja berada tentu melakukan kegiatan belajar

  Seorang siswa yang ingin mencapai cita-cita tentunya harus belajar dengan giat, untuk mencapai cita-cita tidak bisa dengan bermalas-malas, tetapi harus rajin,gigih dan tekun belajar. Perbuatan yang dilakukan secara sunggunh- sungguh, dengan sistematis, mendayagunakan semua potensi yang adayang dimiliki, baik fisik, mental serta dana, panca indera, otak dan angota tubuh lainya, demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti inteligensi,bakat, motivasi, minat, dan sebagainya.

4. Prinsip-Prinsip Belajar a

  BimbinganBimbingan membutuhkan suatu arahan yang lebih dalam yang dilakukan secara intentif terhadap suatu pembiasaan dengan harapan meningkatkanefektivitas materi pembiasaan pada pemahaman peserta didik. Uraian ini dapat disimpulkan keutamaan ahlak yang dimanifestasikan dalamketeladanan yang baik, adalah faktor yang terpenting dalam upaya yang memberikan pengaruh terhadap hati dan jiwa.

6. Masalah-Masalah Belajar Internal dan Eksternal

  Secara umum, kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar, kondisi itu pertama, lingkungan fisik yang ada dalamproses dan di sekitar proses pembelajaran memberi pengaruh bagi proses belajar, kedua, suasana emosional siswa. Faktor InternalFaktor internal adalah faktor yang timbul dalam diri siswa baik kondisi jasmani maupun rohani siswa.

C. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

  Mortimer J, Adler pendidikan yaitu: “Proses dengan mana semua kemampuan manusia bakat dan kemampuan yang diperoleh) yang dapat dipengaruhi oleh pembiasaan,disempurnakan dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik melalui sarana yang secara artistik dibuat dan dipakai oleh siapapun untuk membantu orang lain atau dirinya 26 sendiri mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu kebiasaan yang baik ”. Dari beberapa kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan bantuan yang diberikan oleh sipendidik dalam membantu perkembangan jasmani dan rohani peserta didik agar bertanggung jawab dan dapat memenuhi pungsi hidupnya serta menghantarkananak pada cita-cita yang diharapkan.

1. Dasar ideal, yaitu dasar falsapah negara pancasila, sila pertama: ketuhanan yang maha Esa

  Dasar strukulral/konstitusional, yitu UUD 45dalam bab XI pasal 29 ayat1dan 2, yang berbunyi: 1) Negara berdasarkan atas ketuhanan yang mahaEsa: 2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannyaitu. Mereka merasakan bahwa dalamjiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya Zat yang Maha Kuasa, tempat mereka berlindung dan tempat mereka memohon pertolongan Nya.

5. Dasar operasional yaitu, undang-undang SNP/No.19 Tahun 2005 dan

3. Fungsi Pendidikan Agama Islam

  Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berpungsi sebagai berikut: 1. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungankeluarga.

2. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup dunia dan di akhirat

35 Abdul Majid dan Dian Andayani, op. cit, h. 134

  Perbaiakan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan- kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan,pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkunganya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambatperkembanganya menuju manusia Indonesia seutuhnya.

6. Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum, sistem dan fungsionalnya

  Tujuan Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam di sekolah/madarasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukanpengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang berkembang dalamkeimanan, ketakwaanya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan jenjang penidikan yang lebih tinggi (Kurikulum PAI: 2002). Karena itu, pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrahpeserta didik, aspek akal, intelektual, imajinasi, fisik, ilmiah, dan bahasa, baik individual maupun kolektif dan mendorong semua aspek untukberkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan, pendidikan muslim terletak pada perwujudan kedudukan yang sempurna kepada Allah, baik 38 secara pribadi, komunitas maupun seluruh umat manusia.

5. Pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi Peserta Didik

  Manusia lahir tidak mengetahui satu apaun, tetapi ia dianugrahi olehAllah SWT panca indera, pikiran, dan rasa sebagai modal untuk menerima ilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan dan mendapatkan sikap tertentu melaluiproses kematangan belajar terlebih dahulu. Jadi, pendidikan agama Islam adalah ihtiyar manusia dengan jalan bimbingan dan pimpinan untuk membantu dan mengarahkan fitrahagama si anak didik menuju terbentuknya kepribadian utama sesuai dengan ajaran 39 agama.

38 Nizar dkk, Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis, Teoristis dan Praktis

29

D. HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

  Penelitian mengenai motivasi belajar, telah banyak dilakukan antaraDjarudin, Kusnadi dan Riri Fatmasari (2006) telah melakukan penelitian penerapan strategi penbelajaran untuk meningkatkan motivasi belajarsosial, dan hasilnya motivasi selama pembelajaran yang menggunakan langkah- langkah pemecahan maslah mengalami peningkatan dari siklus pertama sampaisiklus ketiga. Halimah Harun telah melakukan mengenai minat, motivasi, dan kemahiran mengajar guru pelatih, hasil penelitiannya yaitu prestasi mereka yangberminat lebih tinggi berbanding mereka yang tidak berminat dan golongan ini menujukan sikap negatif dan kurang bermotivasi dalam pelajaran, yangmenghasilkan pengalaman.

1. KERANGKA BERFIKIR

Prosess Belajar Prosess BelajarDipengaruhi

a. Motivasi

1. Faktor Internal

  Motivasi belajar yang tinggi dipengaruhi olehdua faktor yaitu faktor internal seperti kebutuhan, kegelisahan dan perhatian, serta faktor eksternal seperti penghargaan, dorongan dan ancama. Guru dan pelajar harusbelajar untuk menentukan sikap, minat dan motivasi supaya proses pengajaran dan pembelajaran sesuai dengan tujuan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu adn Tempat Penelitian Bulan Desember 2012-Januari 2013 Semester II dan Tahun Ajaran

  Populasi terjangkau: siswa kelas XI yang terdiri dari 3 (tiga) kelas yang berjumlah 91 siswa di SMAN 11 Tangerang Selatan pada semester genaptahun ajaran 2012/2013. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang terdiri dari 3 (tiga) kelas dengan jumlah siswa sebanyak 91 orang, dan orang yangdijadikan sampel 49 orang siswa sekitar 54% dari jumlah populasi Tehnik pengambilan sampel menggunakan dengan sampling ramdom sederhana (simple random sampling).

D. Tehnik dan Pengumpulan Data a

  Jadi dalampenelitian ini peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap masalah yangdiselidiki, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran PAI, dan data observasi ini hanya sebagai data tambahan tidak menjadi penentu hasil. Tujuan penggunaan kuisioner dalam kegiatanpengajaran adalah untuk memperoleh mengenai latar belakang siswa sebagai bahan dalam menganalisis tingkah laku hasil dan proses belajarnyayang dicapainya dan proses belajar yang ditempuhnya, untuk memperoleh 1 36 data bahan sebagai bahan dalam menyusun kurikulum dan program belajar mengajar.

2 Kuisioner skala motivasi digunakan siswa ini digunakan untuk mengukur 11 Tangerang Selatan tahun ajaran 01/013

E. Instrumen Penelitian

  14, 32,35 Instrumen yang digunakan dalan penelitian ini berupa kuisioner skala motivasi belajar siswa yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tertulis 35 item. Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh penulis dalam penyusunan skala motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut: 52 4 5 4 4 4 9, 2410, 2111, 1813, 2017, 27 3.

1. Editing, yaitu memeriksa kelengkapan dan pengisian angket atau kuesioner yang dikumpulkan

  Frekuensiyang paling tinggi ditafsirkan sebagai kecendrungan jawaban alat ukur tersebut.sebaiknya frekuensi yang paling rendah dapat ditafsirkan sebagaikecendrungan jawaban yang tidak mengambarkan pendapat kebanyakan responden. Skoring, yaitu memeriksa nilai pada setiap jawaban angket sebagai berikut: No Alternatif jawaban Skor Untuk pilihan (+) Untuk pilihan (-) 36 Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil angket diolah dengan dicari presentasinya dan dianalisis.

4 G

  Tehnik Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan interrprestasikan agar data yang telah terkumpuldapat dianalisis dan diambil kesimpulan. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengukur bagaimana dan seberapa besarkah motivasi belajar PAI di SMAN 11 Tangerang Selatan.

5. Menentukan Rentang = angka persentase - angka persentase terendah 6

  Pada tahun pertama berdiri (2006/2007) SMA Negeri 6 Ciputat menerima siswa baru sejumlah 160 siswa yang dibagi dalam 4 rombongan belajar,sedangkan pada tahun kedua (2007/2008) diterima sejumlah 96 siswa yang dibagi dalam 3 rombongan belajar. Tujuan pendidikan sekolah meningkatkan keimanan danketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, cerdas, terampil, kuat kepribadian serta dapat membangun diri sendiri dan bangsa.menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, berwawasan dan bermoral serta mampu bersaing dengan dunia global, serta memiliki kepribadianberakhlak mulia, berketrampilan untuk hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

2. Visi Dan Misi

  Visi Sekolah SMA Negeri 11 Kota Tangerang Selatan, unggul dalam IMTAQ, IPTEK,Ekstra Kurikuler, Santun dalam bersikap dan tepat dalam bertindak, berpikir kreatif, inovatif sehingga melahirkan Generasi Muda yang berkwalitas dan 2 berguna bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara. Membuka diri terhadap perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspekkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasukperubahan globalisasi.

3. Tujuan Sekolah a. Tujuan jangka pendek

  Pada akhir tahun pelajaran 2012/2013 tujuan yang ingin dicapai : 1. Sekolah mampu meraih prestasi akademik dan non akademik di tingkat Kota; 2.

3. Sarana pembelajaran semakin reprensif; 4

  Pada akhir tahun pelajaran 2014/2015 dapat meningkatkan prestasi dalam perolehan rata-rata nilai UAN untuk Tiga Mata PelajaranUmum yaitu : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris danTiga Mata Pelajaran IPA yaitu: Fisika, Biologi dan Kimia serta Tiga Mata Pelajaran IPS yaitu : Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Memiliki tim olahraga yang handal dan mampu menjuarai tingkatKota dan atau Provinsi; 4.

5. Daftar Nama Tenaga Pendidik Sma Negeri 11 Kota Tangerang Selatan a

  Keadaan Guru SMAN 11 Tangerang Selatan adalah suatu lembaga pendidikan di kredibilitas serta kepribadian yang tinggi, karena seorang guru akan merelakandirinya untuk menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidik yang semestinya harus ditunaikan oleh orang tuanya. Pd Fisika PNS020 8 Tedi Gumulya, SHPNS 19641119 200701 1 PKn 012 19700516 200801 2 9 Dalilah Siska Y, S.

20 Yulita Puji Lestari, 4045759660300003

  - Mami Caraka Honorer Peserta didik Anak didik merupakan salah satu faktor yang sangat penting di dalam proses belajar mengajar, sebab anak didik merupakan subyek yang mendukungkeberhasilan pendidikan di samping penunjang lainnya. Dalam pendidikan Islam anak didik dipandang sebagai anak yang tumbuh dan sedang berkembang, baiksecara fisik maupun secara psikologis untuk mencapai tujuan pendidikan melalui lembaga pendidikan.

b. Sarana Prasarana Penunjang ( Laboratorium )

  Perpustakaan 1 - - - - nDiajuka 6 Masjid sekolah 1 - - - - nPeran sarana dan prasarana dalam suatu lembaga sangat dibutuhkan sekali dalam menunjang tercapainya proses belajar mengajar yang efektif. ruang belajar dilengkapi dengan peralatan belajar mengajar seperti kursi, ruang kantordilengkapi dengan alat kantor, data pegawai yang memuat nama-mana guru, latar belakang pendidikan dan tentang siswa.

9. Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. Kurikulum

  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedomanpenyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi, potensi daerah, satuan pendidikan untuk memungkinkan 8 penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.

9 Tangerang Selatan

b. Kegiatan Pembelajaran

  Pembelajaran yang ditempuh dalam jenjang selama 3 tahun untuk KelasReguler. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 11.

B. Muatan Lokal

  Desain Grafis 1 1 Jumlah 44 44 Tabel 4.8 Kelas XI dan XII program IPA/IPS KomponenAlokasi Waktu Kelas XI Kelas XIISmt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 BP/BK 2 4 1. Keterampilan/Bahasa Jepang 2 2 2 2 2 2 2 2 B.

B. Hasil penelitian dan pembahasan

  Umpan balik Deskripsi selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.9 Saya merasa sangat perlu belajar agama Islam karena bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari Kategori Frekuensi Persentasi (%) Sangat Setuju 40 81,63% 9 18,37% Setuju Sangat Tidak Setuju - - Jumlah 49 100 % Berdasarkan Tabel 4.9 , dapat diketahui bahwa menurut sebagian besar siswa merasa sangat perlu belajar pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kategori Frekuensi Persentasi (%) Setuju Tidak Setuju 31 63,27% Sangat Tidak Setuju 17 34,69% Jumlah 49 100% Berdasarkan Tabel 4.17 , dapat diketahui bahwa saat pelajaran pendidikan agama Islam berlansung, sebagian besar siswa merasa malas mengikuti pelajaran Berdasarkan Tabel 4.19 , dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa ingin nilai pendidikan agama Islam saya bagus, tapi rajin belajar.

D. Interpretasi Data

  Keyakinan diri 4 12 7 20 26 167 85 % 11 25 + 27 21 1 - 174 89 % .26 - 2 10 25 12 145 74 % 27 - 5 23 10 136 69 % 33 + 28 + 28 20 1 - 174 89 % 29 +35 14 - - 182 66 % 30 +32 16 - 1 177 90 % 31 + 10 31 8 - 149 76 % 32 - 2 4 23 20 159 81 % 2996%66% 10 31 14 32 3575%89%76%81%76% 79% Tinggi g. Kebanggaan 2 30 17 75% Tinggi == 76% Dari hasil di atas, dapat di simpulkan bahwa motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di SMAN 11Tangerang Selatan adalah tinggi .

1) Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar

  2)Menjelaskan secara kongkret kepada anak didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran. 3)Memberikan ganjaran terhadap anak yang berprestasi yang dicapai anak didik sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik 4) Membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik.5) Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.6) Menggunakan metode yang bervariasi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat

  disimpulkan bahwa: 1. Nilai % rata-rata motivasi belajar pendidikan agama Islam di SMAN 11 Tangerang Selatan adalah 76 %.

2. Motivasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMAN 11 Tangerang Selatan termasuk kategori tinggi

B. Implikasi

  Terus mempunyai komitmen untuk meningkatkan dan mempertahankan belajar yang menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis 78 5. Bagi kepala sekolah, hendaknya terus meningkatkan kualitas pembinaan yang dapat menarik motivasi belajar siswa khususnya pada matapelajaran pendidikan agama Islam seperti kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler rohis dan lain-lain.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 06 DAU MALANG
10
49
25
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK TELKOM SANDHY PUTRA MALANG
0
9
29
ANALISIS TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAN11 TANGERANG SELATAN
0
3
108
ANALISIS KONSEP KECERDASAN PERSPEKTIF HOWARD GARDNER (MULTIPLE INTELLIGENCES) DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
3
46
176
PEMANFAATAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD CITRA ALAM CIGANJUR JAKARTA SELATAN
0
9
79
HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP MUHAMMADIYAH 29 CINANGKA SAWANGAN DEPOK
11
35
68
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SDN LIMUSNUNGGAL 01 KECAMATAN CILEUNGSI KABUPATEN BOGOR
2
71
111
KEDUDUKAN MOTIVASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM
0
0
19
PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KOTA BANDAR LAMPUNG
0
0
13
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERPADU DI SMA-IT DARUL HIKAM BANDUNG
0
1
15
View of ANALISIS KRITIK TENTANG KEBIJAKAN STANDAR PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
0
0
26
View of DAYA SERAP SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN TAKSONOMI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
0
0
18
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMAN 2 TRENGGALEK - Institutional Repository of IAIN Tulungagung
0
0
6
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 KOTA BESI KOTAWARINGIN TIMUR
0
0
109
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Sri Mawarti Pengawas Sekolah di Kota Pekanbaru puslit.lppmuin-suska.ac.id Abstrak - NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM
1
1
21
Show more