pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang)

Gratis

0
7
197
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang)SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk MemenuhiPersyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh: NIM: 1110016100012PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

HANA HAMDILAH

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

  NIM: 1110016100012PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:Nama : Hana HamdilahNIM : 1110016100012Fakultas/Jurusan : FITK/Pendidikan BiologiJenisPenelitian : SkripsiJudul : PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN. Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk: 1.

2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/pengalih formatkan

  Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes soal yangberbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal dan nontes berupa lembar observasi aktivitas siswa aspek afektif dan psikomotor. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruhpenggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur senantiasa tercurahkepada Allah SWT atas rahmat, hidayah serta karunia-Nya dan shalawat sertasalam terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW sehingga penulisdapatmenyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendekatan SaintifikKurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi MakhlukHidup Dengan Lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang IIPamulang) ”. Siswa-siswi kelas VII BP 1 dan VII BP 2 atas kerjasamanya yang dengan semangat ikut serta dalam penelitian.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses dalam pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman

  Hal ini sesuai dengan pendapat Suparno dalam JohariMarjan, agar hasil belajar tercapai secara optimal, perlu dikembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perubahan paradigma darimengajarkan siswa menjadi membelajarkan siswa, serta menekankan pada proses 3 6 belajar siswa. Model kurikulum 2013 memberikan keleluasaan kepada sekolah dan guru untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulumtersebut sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah, guru bebas melakukan proses pembelajaran sesuaidengan keadaan situasi sekolah dan keadaan peserta didik.

C. Pembatasan Masalah

  Hasil belajar yang diukur adalah ranah kognitif dan data observasi. Ranah kognitif diukur dengan menggunakan tes hasil belajar biologi di sekolahMTs Negeri Tangerang 2 pamulang kelas VII sedangkan pada data observasi menggunakan lembar observasi aktifitas siswa.

3. Penelitian dilakukan pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan

D. Rumusan Masalah

  Berdasarkan identifikasi masalah, untuk merumuskan permasalahannya, yaitu“Apakah pendekatan saintifik kurikulum 2013 dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan ?” E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhlukhidup dengan lingkungan.

BAB II KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Teoritis 1. Kurikulum 2013 a. Karakteristik Kurikulum 2013 Dalam kurikulum 2013 terdapat istilah kompetensi inti yang merupakan

  terjemahan atau operasional SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu ataujenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif,kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Tujuan Kurikulum 2013 Pengembangan kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan pencapaian pendidikan yang dilakukan dengan dua strategi utama yaitu peningkatanefektivitas pembelajaran pada satuan pendidikan dan penambahan waktu pembelajaran di sekolah.

3) Metode teman sebaya : peserta didik mengajarkan kepada peserta didik lain

  Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 a. Pengertian pendekatan saintifik Pendekatan saintifik diartikan sebagai proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atauprinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan 5 mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

b. Langkah-langkah pendekatan saintifik

  Ketikaguru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.3) Mencoba (Experimenting): Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitusikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematisatas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.

d. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

  Perubahan kurikulum memiki tujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan mendorong siswa untuk aktif. 8 Prinsip – prinsip Pendekatan Saintifik Tujuan pembelajaran dalam pendekatan saintifik yaitu: Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikontruksi siswa dalam struktur kognitifnya.

6) Untuk mengembangkan karakter siswa

  Dalam materi pedoman implementasi kurikulum 2013 yang dikeluarkan olehKemendikbud dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Maka dari penjelasan pendekatan saintifik diatas membuktikan bahwa pendekatan saintifik diajukan dalam pembelajaran kurikulum 2013 karena padaproses pembelajarannya menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah.

3. Pembelajaran inkuiri terbimbing a. Pengertian Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

  Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal 12 dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Sedangkan inkuri terbimbing adalah pembelajaran inkuiri yang tahapannya mengacu pada tindakan utama guru ialah mengajukan permasalahan, siswamenentukan proses dan penyelesaian masalah.

b. Langkah-langkah Pelaksanaan Inkuiri Terbimbing

  Keberhasilanstrategi pembelajaran inkuiri ini sangat bergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkanmasalah.2) Merumuskan masalah: Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Oleh karena itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untukmencari informasi yang dibutuhkan.5) Mengenali hipotesis: Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang telah diperolehberdasrkan pengumpulan data.

c. Jenis – jenis Inkuiri

Adapun menurut Standard For Science Teacher Preparation dalam Zulfiani, 14 jenis-jenis inkuiri terbagi tiga, yaitu:1) Struktur inkuiri : Guru mengidentifikasi permasalahan dan proses, sementara siswa mengidentifikasi alternatif hasil.2) Inkuiri termbimbing : Inkuiri ini mengacu pada tindakan utama guru ialah mengajukan permasalahan, siswa menentukan proses dan penyelesaianmasalah.3) Inkuiri terbuka : Guru memaparkan konteks penyelesaian masalah kemudian siswa mengidentifikasi dan meyelesaikan masalah.

4. Hakekat Hasil Belajar a. Pengertian Hasil Belajar

  Hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar, perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yangdiberikan dalam proses belajar mengajar, pencapaian itu didasarkan atas tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. 16 Gagne dalam Nana Sudjana membagi membagi lima kategori hasil belajar, yakni : informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, danketerampilan motoris.

16 Untuk melihat perubahan perilaku maka dilakukan penilaian belajar berdasarkan tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor

Untuk ranah afektf dan psikomotor bias dilakukan dalam bentuk nontes,misalnya dengan mengadakan observasi, wawancara, jawaban terinci, lembar pendapat, danlain sebagainya.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Ngalim Purwanto, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh 2 faktor dari dalam dan dari luar.

17 Adapun faktor

  Sikap mental yang positif dalam proses belajar di antaranya meliputi, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dankegagalan, tidak terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan dari pada belajar, mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, danselalu percaya diri sendiri. Penilaian hasil belajar yang berupa penguasaan materi bertujuan untuk mengukur penguasaan dan pemilihan konsep dasar keilmuan (content objectives)berupa materi-materi esensial sebagai konsep kunci dan prinsip utama.

5 Sintesis (C

  kumpulan atau konsep, meramu/merangkai berbagai gagasan menjadi sesuatu yang baru. 6.

6 Evaluasi (C buruk, bermanfaat-tidak bermanfaat

  Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudutpandang/teori. Pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sebagian besarmateri bersifat konkret yaitu berkaitan dengan komponen biotik dan abiotik pada ekosistem yang ada di lingkungan sekitar, interkasi dalam eksosistem membentuksebuah pola diantaranya rantai makanan, jaring-jaring makanan dan simbiosis, macam-macam pencemaran lingkungan yaitu pencemaran air, udara dan tanahselain itu ada juga penyebab, dampak dan pencegahan pemanasan global.

B. Penelitian yang Relevan

  Penelitian M,F Atsnan dan Rahmita Yuliana Gazali dalam “PenerapanPendekatan Scientific Dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas VII MateriBilangan (Pecahan)” hasil dari penelitian ini adalah pada pendekatan saintifik menjadi keniscayaan dalam kurikulum 2013 dengan langkah-langkahnya yaituobserving, questioning, associating, experimenting, dan networking. P enelitian Xiaowei, Janne E Coffey, Dan Levin, Dan David Hammer “The Scientific Methode and Scientific Inquiry : Tension as in Teaching and Learning ” hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode ilmiah merupakan inti daripenyelidikan ilmiah, dilihat dari aktivitas pembelajarannya dan analisis yang dilakukan bahwa pembelajaran metode ilmiah tidak mendukung otentikpenyelidikan ilmiah.

26 Resti Fauziah, Ade Gafar Abdullah dan Dadang Lukman Hakim

  Dalam proses pembelajaran perlu adanya kesesuaian antara teori pembelajaran biologi dengan praktik pengajaran yang dilakukan sehingga tidakmenimbulkan persoalan dalam meningkatkan hasil belajar baik yang bersifat kognitif, afektif dan psikomotor. Pendekatan saintifik kurikulum 2013 memberikan pengalaman langsung siswa dalam menggali dan menemukan konsep berdasarkan fakta yang mereka temukan.

D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka berpikir diatas, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut“Terdapat Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan ”.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang yang

B. Metode dan Desain Penelitian

  Desainpenelitian dapat digambarkan pada tabel berikut: 28 Tabel 3.1 Desain PenelitianPerlakuan Kelompok Pre-test (Treatment) Post-testE O 2 1 X O 1 O 2 Keterangan : E = Kelas eksperimenK = Kelas kontrolO 1 = Tes awal atau pretest yang sama pada kedua kelompok O 2 = Tes akhir atau posttest yang sama pada kedua kelompok X = Pemberian perlakuan:= Kelas eksperimen (Pendekatan saintifik kurikulum 2013)= Kelas kontrol (Pendekatan ekspositori) C. Kemudian untuk pengambilan sampel dalam menentukan kelas yang digunakan untuk dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan teknik random sampling (sampel acak), karena populasi dianggap mempunyai kesempatan yang sama dan karakteristik yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.

D. Teknik Pengambilan Sampel

  Sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data disebut sampel atau cuplikan. Yang dapat diambil sebagai sampel dalam hal ini adalah populasi akses, yaitu jumlah anggota kelompok yang dapat di temui dilapangan dan bukan populasi target.

E. Variabel Penelitian

  Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu: 1. Variabel independent (Variabel bebas) adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013, disimbolkan X.

2. Variabel Dependent (Variabel terikat) adalah hasil belajar siswa, disimbolkan Y

F. Teknik Pengumpulan Data

  Berdasarkan penelitian ini diperoleh data berupa skor hasil belajar biologi siswa yang diperoleh melalui tes hasil belajar biologi pada konsep interaksimakhluk hidup dengan lingkungan dan lembar observasi aspek sikap dan psikomotor. Dilakukan observasi untuk menentukan kelas-kelas yang akan dijadikan kelompok subjek penelitian serta menentukan kelas-kelas eksperimen yaituyang akan diberi perlakuan dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013.

2. Diberikan tes kemampuan awal (pretest) tentang konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan di dua kelas , yaitu kelas eksperimen dan kontrol

  Dilakukan observasi terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas pembelajaranyang berlangsung (aspek sikap dan aspek psikomotor). Dinilai hasil tes dan lembar observasi yang diperoleh dari kedua kelompok perlakuan, yaitu: kelompok atau kelas eksperimen yang diajar denganmenggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan kelompok kontrol menggunakan pendekatan ekspositori untuk selanjutnya data yang telahdiperoleh dianalisis dan dipersiapkan untuk membuat laporan penelitian.

G. Instrumen Penelitian 1. Instrumen proses pembelajaran

Instrumen yang digunakan selama proses pembelajaran adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa untuk menunjang dalampelaksanaan praktikum untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol.

2. Instrumen Tes Hasil Belajar

  Instrumen tes berupa tes hasil belajar biologi siswa, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana siswa menguasai materi yang telah diberikan. Tes hasil belajar ini dalam bentuk tes objektif atau dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal dengan 4pilihan.

C1 C2 C3 C4

  Mengasosiasi Mengisi LKS Siswa mampu mengisi lks dari hasil kan praktikum yang didapatkan dan dari dari hasilsumber yang telah disediakan praktikumsebelumnya dan sumberyang ada 5. (Menyimpul Menarik Siswamampu menarik generalisasi dari kan) kesimpulan serangkaian hasil kegiatan percobaan, kesimpulan bukan merupakan pendapatpribadi Berdasarkan kisi-kisi pada tabel 3.3, 3.4, 3.5 dan 3.6 lembar observasi aktivitas proses pembelajaran siswa aspek afektif dan psikomotor dilihat darirubrik yang sudah tersedia.

H. Kalibrasi Instrumen

  Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data perangkat tes yang berupa tes hasil belajar kognitif dimantapkan kualitasnya dengan uji cobainstrumen. 38 Berdasarkan hasil uji coba instrumen yang dilakukan di kelas VIII, dari 50 butir soal diperoleh 25 butir soal yang valid dan 25 butir soal yang tidak valid.

2. Reliabilitas Instrumen

  10 Reliabilitas dapat dihitung dengan rumus KR-20 sebagai berikut:∑r ii = [ ] Keterangan : r ii = Koefisien reliabilitas tesk = Jumlah butir 2 S i = Varians skor butir 2 S t = Varians skor total Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa hasil reliabilitas tes sebesar0,70. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program ANATES dapat dilihat pada lampiran.

3. Tingkat Kesukaran

  Rumus daya beda:D = (Ba-Bb)/0,5 N Keterangan :Ba = Jumlah yang menjawab benar pada kelompok atasBb = Jumlah yang menjawab benar pada kelompok bawahN = Jumlah peserta tes Lliliefors dengan taraf signifikan Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Teknik analisis data hasil belajar aspek kognitif Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji-t, yakni tes statistik yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesa nihil yangmenyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

f) Hitung selisih F(Zi) - S(Zi) , kemudian tentukan harga mutlaknya

  Berdasarkan data yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa, maka perhitungan uji normalitas untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dapatdilihat pada lampiran.2) Uji HomogenitasUji homogenitas digunakan untuk menguji kesamaan varians dari skor pada kedua kelompok populasi. : Rata-rata nilai hasil belajar siswa menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada pembelajaran biologi konsep interaksi makhlukhidup dengan lingkungan.: Rata-rata nilai hasil belajar biologi siswa yang tidak menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada pembelajaran biologikonsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian ini adalah data pretest dan posttest dari dua kelas, yaitu

A. Hasil Penelitian 1. Perbandingan hasil pretest siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol

  Pretest dilakukan sebelum proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013danpendekatan ekspositori pada kelas kontrol. Setelah dua kelas melaksanakan proses pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelas.

2. Perbandingan hasil posttest siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol

  Uji N-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol Dalam penelitian ini jumlah siswa untuk kelas eksperimen adalah 34 sedangkan jumlah siswa untuk kelas kontrol adalah 34. Siswa kelas eksperimen yang memilki kriteria tinggi berjumlah 23 siswa kriteria sedangberjumlah 9 siswa, dan kriteria rendah berjumlah 2 siswa.

b. Aspek Psikomotor

  Kegiatan siswa yang teramati pada penelitian lebih kurang 50% sebesar 26,7%, hal ini dikarenakan pada tahap mengajukanpertanyaan dan menyiapkan alat dan bahan sebagian besar siswa kurang sesuai dengan rubrik yang disediakan. Kegiatan siswa yang teramati pada penilaian lebih kurang 50% sebesar 33,3%, hal ini dikarenakan pada tahap mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulankurang sesuai dengan rubrik yang tersedia.

B. Pengujian Prasyarat Pengambilan Sampel

  Adapun untuk menghitung prasyarat pengambilan sampel membutuhkan data pretest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji normalitas pretest kelas eksperimen Adapun hasil uji normalitas pretest kelas eksperimen adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Data uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Kelompok Test N L hitung L tabel Kesimpulan Kelas eksperimen Pretest 34 0,1415 0,1519 Berdistribusi normal Berdasarkan tabel 4.4 tersebut diperoleh bahwa L hitung = 0,1415 sedangkanL tabel = 0,1519 pada taraf siginifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34.

b. Uji normalitas pretest kelas kontrol

  Adapun hasil uji normalitas kelas kontrol adalah sebagai berikut: Tabel 4.8 Data uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol Kelompok Test N L hitung L tabel Kesimpulan Kelas kontrol Pretest 34 0,1497 0,1519 Berdistribusi normal Berdasarkan tabel 4.5 tersebut diperoleh bahwa L hitung = 0,1497 sedangkanL tabel = 0,1519 pada taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34 L hitung < L tabel atau 0,1497 < 0,1519. Pengujian hipotesis pretest dilakukandengan menggunakan rumus uji-t dengan hasil sebagai berikut: Pretest Sampel Kelas Eksperimen dan Kelas Tabel 4.10 Data Uji Hipotesis Kontrol Data N SD t t Kesimpulan hitung tabel Kelas eksperimen 34 10,62 1,31 2,00 Ho diterima maka tidak terdapat perbedaan signifikanKelas kontrol 34 12,45 rata-rata skor pretest kelaseksperimen dengan kelas kontrol.

C. Pengujian Prasyarat Analisis

  Berdasarkan data pretest yang telah dijelaskan maka dalam pengujian prasyarat analisis membutuhkan data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (pendekatan ekspositori).

a. Uji normalitas posttest kelas eksperimen

  Adapun hasil uji normalitas posttest kelas eksperimen adalah sebagai berikut: Tabel 4.11 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Kelompok Test N L hitung L tabel Kesimpulan Kelas eksperimen Posttest 34 0,1242 0,1519 Berdistribusi normal Berdasarkan tabel 4.8 tersebut diperoleh bahwa L hitung = 0,1242 sedangkanL tabel = 0,1519 pada taraf siginifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34. L hitung < L tabel atau 0,1242< 0,1519.

b. Uji normalitas posttest kelas kontrol

  Adapun hasil uji normalitas kelas kontrol adalah sebagai berikut: Tabel 4.12 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol Kelompok Test N L hitung L tabel Kesimpulan Kelas kontrol Posttest 34 0,1495 0,1519 Berdistribusi normalBerdasarkan tabel 4.9 tersebut diperoleh bahwa L hitung = 0,1495 sedangkan L tabel = 0,1519 pada taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34 L hitung < L tabel atau 0,1495< 0,1519. Berdasarkan tabel 4.11 tersebut dapat disimpulkan bahwa data pretest kedua kelas terletak pada daerah penerimaan H 1 dan penolakan Ho, karena nilai t hitung > t tabel atau 11,78 > 2,00 pada taraf signifikan 95% dan derajat kebebasan 66 dari n 1 = 34 dan n = 34.

D. Pembahasan

  Dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 siswa dapat menggunakan pikirannya, menggunakan alat dan bahan, bahkanjuga terlibat kerja sama untuk mendiskusikan hasil pengamatan yang telah Belajar pada hakikatnya adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan yang menyangkut pengetahuan, keterampilan,sikap, dan nilai-nilai. Hasil penelitian ini sesuai dengan Penelitian Johari Marjan yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan proses sainsantara siswa yang mengikuti pembelajaran berpendekatan saintifik dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dan analisis data

  dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup denganlingkungan.

B. Saran

  Adapun kekurangan pada penilitianini tidak terdapat penilaian pada aspek afektif dan psikomotor, hal ini dikarenakan waktu yang tersedia untuk penelitian sangat singkat yaitu dua kalipraktik mengajar dikelas sedangkan untuk menilai proses belajar pada ranah afektif dan psikomotor butuh waktu yang panjang. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

3. Menjelaskan interaksi dalam eksosistem membentuk suatu pola 4

  Mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem 5. Mengkomunikasikanhasilpengamatansecaratertulismelaluilaporanhasil pengamatan tentang hubungan antar komponen ekosistem Siswa mampu menjelaskan pengertian lingkungan 2.

3. Siswa dapat menjelaskan interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola 4

  Siswa mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis melalui laporan hasil pengamatan tentang hubungan antar komponen ekosistemKarakter yang diharapkan : Disiplin, jujur, komunikatif, rasa ingintahu, perhatian dan tanggung jawab. SiswaOrientasi Kegiatan IntiMendengarkan Guru dan mengintruksikan memperhatikansiswa untuk penjelasan guru membentukkelompok sebanyak 5 kelompok dan gurumenginformasikan bahwa materi yangakan dipelajari yaitu tentang ekosistem 2.

5. Menguji hipotesis

  Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.. Kompetensi Dasar : 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkunganserta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

III. Materi

  OrientasiGuru mengintruksikan siswa untuk membentukkelompoksebanyak 5 kelompokdan gurumenginformasikan bahwa materi yang akandipelajari yaitu tentang pencemaran lingkungandan pemanasan global 1. SiswaMendengarkan danmemperhatikan penjelasan guru 60 menit Guru memperlihatkan macam-macampencemaran yang ada di lingkungan sekitarmelalui power point seperti pencemaran air,udara, tanah dll Siswa diminta untuk 2.

2. Merumuskan masalah

  memperhatikannyaGuru mempersilahkan Siswa bertanya Menanya siswa untuk bertanya kepada guru terkait gambar-Guru menunjukan 2 gambar yang gelas air yang berisi air ditampilkan olehbersih dan kotor, guru dan kemudian didalam air menjawabtersebut terdapat ikan pertanyaan guru masing-masing 1 ekor,dengan menunjukan contoh tersebut gurubertanya kepada siswa“apakah pencemaaran yang terjadi dilingkungan akan mengancam kehidupanmakhluk hidup? SiswaMengumpulkan data mengumpulkan Guru mempersilahkan data untuk siswa mengumpulkan berdiskusi melalui Mengasosia sikan Guru mempersilahkansiswa untuk mengisiLKS hal 1-7 yang sudah disediakanGuru menginstruksikan pada siswa untukmengisi LKS menggunakan bahan/sumber yang sudah dikumpulkansebelumnya 5.

6. Merumuskan

  KegiatanPenutup Guru melakukan review terhadap materi yangtelah dipelajari agar tidak terjadi miskonsepsiGuru menugaskan siswa untuk mempelajarikembali materi yang telah disampaikan danmenginformasikan bahwa minggu depan ulangan Siswa memperhatikanpenjelasan dari guruSiswa melaksanakantugas yang diberikan oleh guru 10 menit Kemendikbud. Alam sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII.

VII. PENILAIAN

  Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem: Kompetensi Dasar 1.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem 1.2 Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem 1.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan 1.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan I. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem Kompetensi Dasar : 1.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem 1.2 Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem 1.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan 1.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 2.

2. Apa yang diperlukan untuk menjaga ekosistem tersebut sehat?

  Mengidentifikasi dampak dari pemanasan global Tahap 1 : Mengajukan Pertanyaan atau Masalah Ada 2 gelas air yang berisi air bersih dan air kotor, kemudian didalam air tersebut terdapat ikan masing-masing 1 ekor, setelah itu ikan yang ada di air kotornampak tidak terlalu cepat gerakannya sedangkan ikan pada air yang bersih nampak cepat dan lincah gerakannya. Pencemaran yang terjadi di lingkungan tidak akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar Tahap 3 : Mengumpulkan Data  Alat dan Bahan Catat cara kerja yang dilakukan dalam pengamatan ini!

1. Dari hasil pengamatan praktikum diatas isilah tabel dibawah ini!

   Bagaimana kondisi ikan dan jangkrik pada menit ke 20?  Adakah perubahan kondisi ikan dan jangkrik pada setiap 5 menit?

5. Dampak Pemanasan Global

  Isilah botol tersebut dengan air sampai 5 cm dibawah permukaan botol, dan biarkan terbuka selama 2 hari jaga volume air dengan menambahkan air untukmengganti air yang menguap dari botol! Amatilah ekosistemmu setiap hari dan catatlah apa yang kamu amati dalam buku catatanmu, pastikan kamu mengamati bagian hidup dan tak hidup!

IV. Hasil Pengamatan

  1 Apakah setiap komponen abiotik dan biotik yang terdapat dalam botol saling berhungan ? PembahasanDari data yang telah kelompok kalian dapatkan, tentukanlah : 1.

VI. Kesimpulan

  Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yangdipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yangdipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

D. Pembeda (%) T. Kesukaran Korelasi Sign. Korelasi

  arif 48 No Nama Kelas Eksperimen 48 76 68 7 Attari 84 60 6 Atikah 92 56 5 Atabik 96 4 Alviola 48 84 32 3 Alfayra 80 60 2 Ahmad 76 44 1 Adam Pretest Potstest 8 Belinda 76 17 Inggit 44 84 40 16 Iham 84 44 15 Hanindya 96 40 14 Gita 96 13 Fitri 9 Daniar 92 68 12 Fifi 84 44 11 Fayyadh 92 60 10 Farhan 84 48 92 Lampiran 14Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol 48 64 40 25 Naura azzah 76 64 24 Naura alma 64 36 23 Nabila 68 22 Melana 36 60 40 48 36 20 M. Abrar 76 60 26 Nazwa 52 64 48 60 32 34 Yasmin 60 40 33 Yanti 56 48 32 Vidia 60 31 Tiara 27 Nonnita 76 60 30 Siti 60 56 29 Shaniya 60 36 28 Rafi 56 32 18 M.

21 Ma’wa

  Menyusun interval kelas Tabel distribusi Frekuensi Penyusunan Interval Kelas 2 2 No Kelas Nilai Batas fi xi fi.xi fi.xi Interval Tengah nyata (xi) 1 32-38 35 31.5-38.5 5 1225 175 6125 2 39-4542 38,5- 45,5 11 1764 462 19404 3 46-5249 45.5- 52.5 9 2401 441 21609 4 53-5956 52.5- 59,5 2 3136 112 6272 5 60-66 63 59.5- 66.5 4 3969 252 15876 6 67-7370 66.5- 73.5 3 4900 210 14700 Jumlah 34 17395 1652 83986 5. Menyusun interval kelas Tabel distribusi Frekuensi Penyusunan Interval Kelas 2 2 No Kelas Nilai Batas fi xi fi.xi fi.xi Interval Tengah nyata (xi) 1 68-72 70 67.5-72.5 2 4900 140 9800 2 73-7775 72,5- 77,5 4 5625 300 22500 3 78-8280 77.5- 78.5 3 6400 240 19200 4 83-8785 82.5- 87,5 9 7225 765 65025 5 88-9290 87.5- 92.5 10 8100 900 81000 6 93-9795 93.5- 97.5 6 9025 570 54150 Jumlah 34 41275 2915 251675 ∑ a.

UJI NORMALITAS

Perhitungan Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen A. 9 56 2 27 0.71 0.2612 0.7612 0.7941 0.0329 8 60 4 31 1.09 0.3621 0.8621 0.9118 0.0497 68 25 0.33 0.1293 0.6293 0.7353 0.1060 2 33 1.86 0.4686 0.9686 0.9706 0.0020 10 72 1 34 2.24 0.4875 0.9875 1.0000 0.0125 Jumlah L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519Lo< L tabel (0,1415 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal 7 3 PretestTabel Hasil Perhitungan normalitas skpr Pretest 3 No Xi Fi Zn Zi Ztabel F(Zi) S(Zi) │F(Zi)-S(Zi)│ 1 32 2 2 -1,59 0.4441 0.0559 0.0588 0.0029 2 36 3 5 -1.20 0.3849 0.1151 0.1471 0.0320 40 52 4 9 -0.82 0.2939 0.2061 0.2647 0.0586 4 44 7 16 -0.44 0.1700 0.3300 0.4706 0.1406 5 48 6 22 -0.06 0.0239 0.4761 0.6176 0.1415 6

34 Lo = 0.1415

Tabel Hasil Perhitungan Normalitas Skor PosttestNo Xi Fi Zn Zi Ztabel F(Zi) S(Zi) │F(Zi)-S(Zi)│ 9 18 -0,24 0.0948 0.4052 0.52940.1242 L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519Lo< L tabel (0,1242 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal 6 34 1,43 0.4236 0.9236 1,0000 0.0764 Jumlah 96 6 28 0.87 0.3078 0.8078 0.8235 0.0157 10 92 5 84 1 4 3 9 -0,80 0.2881 0.2119 0.2647 0.0528 80 3 4 6 -1,35 0.4115 0.0885 0.1765 0.088 76 2 2 2 -2,47 0.4932 0.0068 0.0588 0.0520 68

34 Lo = 0.1242

  Lampiran 17Perhitungan Uji Normalitas Kelompok Kontrol A. Pretest 26 0.90 0.3159 0.8159 0.7647 0.0512 23 0.25 0.0987 0.5987 0.6765 0.0778 8 52 2 25 0.58 0.219 0.719 0.7353 0.0163 9 56 1 10 48 60 5 31 1.23 0.3907 0.8907 0.9118 0.0211 11 64 3 34 1.56 0.4406 0.9406 1.0000 0.0594 Jumlah L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519 Lo< L tabel (0,1497 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal.

34 Lo = 0.1497

Tabel Hasil Perhitungan Normalitas Skor PosttestNo Xi Fi Zn Zi Ztabel F(Zi) S(Zi) │F(Zi)-S(Zi)│ 64 L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519 Lo< L tabel (0,1495 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal. 34 1.54 0.4382 0.9382 1.0000 0.0618 Jumlah 6 76 7 28 0.46 0.1772 0.6772 1,8235 0.1463 7 68 6 7 21 -0.08 0.319 0.4681 0.6176 0.1495 5 1 9 14 -0,62 0.2324 0.2676 0.4118 0.1442 60 4 2 5 -1.16 0.377 0.123 0.1471 0.0241 56 3 2 3 -1,70 0.4554 0.0446 0.0882 0.0436 52 2 1 1 -2,23 0.4871 0.0129 0.0294 0.0165 48

34 Lo = 0.1495

  Data Pretest Perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas 2 varians yaitu dengan menggunakan uji Fisher, dengan rumus :F = Keterangan :F = Homogenitas 2 S 1 = Varians Terbesar 2 S 2 = Varians Terkecil 2 ∑ – ∑ Dengan S =Adapun kriteria pengujiannya adalah : Ho diterima jika Fhitung < Ftabel, dimana Ho memilki varian yang homogen dan Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel, dimana Ho memilki varian tidakhomogen. Data Posttest Perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas 2 varians yaitu dengan menggunakan uji Fisher, dengan rumus :F = Keterangan :F = Homogenitas 2 S 1 = Varians Terbesar 2 S 2 = Varians Terkecil 2 ∑ – ∑ Dengan S =Adapun kriteria pengujiannya adalah : Ho diterima jika Fhitung < Ftabel, dimana Ho memilki varian yang homogen dan Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel, dimana Ho memilki varian tidakhomogeni.

2 X y = 44,91 S y = 154,99 n y = 34 b

  Perhitungan uji “t” – Posttest Setelah dilakukan uji prasyarat, kemudian untuk pengujian hipotesis data akan dianalisis dengan uji “t” (t-test), dengan rumus: ̅ ̅t = √ 2 = ( ) dengan S a. Diketahui : 2 X x = 85,74 S x = 53,23 n x = 34 2 X y = 64,56 S y = 156,62 n y = 34 b.

0.58 Sedang

Lampiran 23Data Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan 82 12 Devi Rahmadhani 65 13 Difa Fadhilah 70 14 Fauzi Banu R 80 15 Herliana Fajrini 16 Janna Aliftanindya S 11 Deni Adang Solihin 50 17 Khansa Muthiah 50 18 Mahda Fathiah 57 19 Marisa Nurbaiti 45 20 Muhammad Fahrul R 49 67 No Nama Nilai 5 Andania Syifa Kurniatami 1 Abduh Zuhdi 50 2 Alfan Muhammad Rizki 65 3 Amanda Faradila 62 4 Amelia Efryanti 60 60 10 Clara Widyaseno A.S 6 Annisa Amelia 65 7 Bagus Mirza Asdi P 70 8 Cahya Adinda Riandila 77 9 Cahya Zenitha 54 62 21 Muhammad Ricky Z 50 34 Vike Indarwati 75 33 Thanu Harry K 60 32 Siti Nur Adila 60 31 Salsa Elvira Panorama 50 30 Sabrina Khaerunnisa 55 29 Refo Putra Pangestu 28 Randifta Salva 70 45 27 Putri Adistya 45 26 Ollyvia Rahayu 40 25 Nur Azizah Taqiyyah 57 24 Nabilah Nurhaenisa 55 23 Muhammad Zulham 75 22 Muhammad Yusuf 75

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika|b:Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/2003
0
11
80
Analisa pengaruh hasil belajar matematika terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika: Studi pengaruh hasil belajar pokok bahasan getaran pada siswa kelas 2 semester III di SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2002/200
0
13
80
pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang)
0
7
197
Hubungan antara hasil belajar biologi dengan sikap siswa kelas 1 SLTP al-Hasra terhadap lingkungan hidup
0
5
122
Pengaruh pendekatan konsep terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi
1
5
198
Pengaruh pendekatan kontruktivisme dengan teknik mind mapping terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep virus : ( kasus eksperimen di MAN 2 kota Bogor )
0
11
81
Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep bunyi
2
12
149
Perbandingan pemberian evaluasi dalam bentuk essai berstruktur dan pilihan ganda terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem pernapasan pada manusia dan vertebrata : eksperimen di MTs Negeri Cipondoh Tangerang
0
4
152
Pengaruh media video terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep gerak lurus: kuasi eksperimen di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan
0
7
273
Pengaruh penggunaan LKS eksperimen berbasis lingkungan terhadap hasil belajar siswa pada konsep laju reaksi
0
14
204
Pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep termodinamika
2
10
156
Pengaruh hypermedia terhadap hasil belajar siswa sma pada konsep momentum dan impuls (kuasi eksperimen di SMA Negeri 4 Tangerang Selatan)
0
7
207
Pengaruh pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar siswa pada konsep tekanan
0
3
129
Pengaruh hypermedia terhadap hasil belajar fisika siswa kelas xi pada konsep hukum gravitasi newton (kuasi eksperimen di SMA Negeri 3 Tangerang Selatan)
1
25
0
Pengaruh pembelajaran model advance organizer terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep protista : Eksperimen di SMAN 9 Kota Tangerang
0
30
225
Show more