Feedback

Analisis Brand Image Handphone Nokia (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 IPB)

Informasi dokumen
1 I. 1.1. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perkembangan telekomunikasi diawali dengan adanya penemuan telepon konvensional oleh Alexander Graham Bell tahun 1876. Dengan adanya penemuan ini maka telepon komersialpun mulai dikembangkan. Perkembangan yang pesat membuat para ilmuwan mengembangkan telepon sistem telekomunikasi tanpa kabel. Usaha ilmuwan berhasil dengan mengembangkan telepon selular atau lebih dikenal dengan Handphone (HP). Pada saat ini telekomunikasi didunia semakin berkembang. Pada awalnya, HP hanya memiliki fitur-fitur yang terbatas namun sejalan dengan perkembangan zaman, HP memiliki berbagai macam fitur yang canggih agar lebih menarik minat konsumen. Tabel 1. Data pengguna handphone di seluruh dunia No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Negara China India Amerika Rusia Brazil Indonesia Jepang Jerman Italia Pakistan Jumlah pengguna telepon selular (juta) 585 291 259 172 134 116 103 103 90 86 Sumber : Wireless Intelligent (2010) Perkembangan HP di dunia semakin pesat. Tak terkecuali di Indonesia. Jumlah pengguna HP pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 116 juta pelanggan. Bisa dikatakan bahwa sekitar separuh dari seluruh populasi masyarakat Indonesia merupakan pengguna HP (Dalam pendataan penduduk oleh Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857 orang). Dari Tabel 1, terlihat bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga pasar HP terbesar di Asia setelah Cina dan India. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan pengguna HP di Indonesia. Faktor yang mempengaruhi tersebut di antaranya adalah layanan jaringan diperkirakan akan 2 tumbuh semakin cepat dan baik dikarenakan investasi yang agresif dalam bidang infrastruktur telekomunikasi. Faktor lain meningkatnya permintaan yaitu, persaingan perusahaan HP yang semakin ketat membuat perusahaan bersaing dalam segi harga sehingga produknya terjual dengan harga yang cukup kompetitif. Harga yang relatif murah dan mutu yang baik akan berdampak pada banyaknya penduduk dengan pendapatan rendah atau menengah menjadi pengguna HP. Gambar 1. Pertumbuhan pengguna telepon selular di Indonesia (Teknojurnal, 2011) Dalam studi yang dilakukan oleh lembaga riset informa Telecom dan Media pada situs Bisnis Indonesia Online (Teknojurnal 2011), pertumbuhan pengguna HP di Indonesia tahun 2010 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 3 kali lipat bila dibandingkan tahun 2005. Sedangkan pengguna perangkat telepon berkabel mengalami penurunan lebih dari 50% sejak tahun 2005. Meningkatnya penawaran terhadap HP di Indonesia seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk HP tersebut. Selain perusahaan HP gencar dalam menawarkan produknya, perusahaan menawarkan berbagai macam fitur menarik yang dapat meningkatkan minat beli konsumen. Konsekuensinya perusahaan dapat meningkatkan penjualan produknya. Dengan adanya peluang pasar yang terbuka lebar dan pangsa pasar yang lebar, mengakibatkan banyak perusahaan HP baru yang ikut meramaikan pasar HP di Indonesia. Pada akhirnya, persaingan juga meningkat seperti terlihat dalam Tabel 2. 3 Tabel 2. Market share handphone pada tahun 2009 dan 2010 No Perusahaan 1 2 3 4 Penjualan thn 2009 Market share 2009 (%) 36,4 19,5 10,1 2,8 Penjualan thn 2010 Nokia 440.881,6 461.318,2 Samsung 235.772,0 281.065,8 LG 121.972,1 114.154,6 Research 34.346,6 47.451,6 in Motion 5 Apple 24.889,7 2,1 46.598,3 6 Sony 54.956,6 4,5 41.819,2 Ericson 7 Motorola 58.475,2 4,8 38.553,7 8 ZTE 16.026,1 1,3 28.768,7 9 HTC 10.811,9 0,9 24.688,4 10 Huawei 13.490,6 1,1 23.814,7 11 Lainnya 199.617,2 16,5 488.569,3 Total 1.211.239,6 100 1.596.802,4 Sumber : Gartner dalam Teknojurnal (Februari 2011) Market share 2010 (%) 28,9 17,6 7,1 3,0 Perubahan (%) 2,9 2,6 0.8 -1.9 2,4 1,8 1,5 1,5 30,6 100 -2.4 0.5 0.6 0.4 14.1 -7.5 -1.9 -3 0.2 Nokia merupakan salah satu penyedia produk HP yang mapan di Indonesia. Nokia memiliki market share terbesar pertama bila dibandingkan merek-merek HP lainnya. Meskipun market share Nokia pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 7.5 persen dibanding tahun 2009, namun Nokia tetap menjadi pemimpin pasar HP diseluruh dunia. Tabel 3. Top Brand Index kategori Mobile Phone No Merek Top Brand Index (%) 1 Nokia 72.0 2 Sony Ericson 9.6 3 Blackberry 4.3 4 Samsung 3.3 5 Huawei 2.4 6 Motorola 1.5 Sumber : Majalah Marketing edisi Februari 2010 Seperti diinformasikan oleh Majalah Marketing pada Februari 2010, Nokia menempati urutan pertama Top Brand Index kategori Mobile Phone dengan persentase sebesar 72% mengalahkan pesaingnya. Untuk memenuhi keinginan pasar, Nokia menyediakan berbagai macam HP sesuai perkembangan teknologi. Nokia terus mengikuti keinginan pasar agar dapat mempertahankan eksistensinya sebagai HP nomor satu di dunia. Perusahaan ini menghasilkan HP dengan fitur- 4 fitur yang dapat menarik minat pelanggan dengan cara menciptakan HP Qwerty yang sedang banyak diburu konsumen. Selain itu, Nokia juga menciptakan Smartphone yang sedang banyak diminati masyarakat. Brand image atau biasa disebut citra merek dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk yang di hasilkan. Nokia merupakan perusahaan HP yang telah mapan di Indonesia. Nokia melakukan citra merek terhadap produknya agar mereknya selalu diingat dengan baik oleh konsumen ditengah persaingan yang semakin ketat. Ketatnya persaingan pasar HP membuat Nokia Corporation harus mampu membedakan dan memposisikan produknya agar konsumen mampu melihat diferensiasi yang ditawarkan produknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperluas pasar yaitu dengan cara lebih menfokuskan kepada kaum muda yang dianggap memiliki prospek yang baik dan memiliki peluang yang masih terbuka lebar. Fokus menggarap segmen tertentu dapat memberikan citra merek yang cukup kuat bagi konsumen sasaran maupun konsumen lain. 1.2. Perumusan Masalah Golongan kaum muda menempati urutan teratas sebagai konsumen HP di Indonesia. Jumlah pengguna HP yang berumur 15-19 tahun meningkat hampir 3 kali lipat pada tahun 2010 sejak tahun 2005. Karakter anak muda yang senang mencoba hal baru termasuk HP dapat menjadi peluang besar bagi perusahaan HP di Indonesia. Hal ini menjadikan golongan muda sebagai target utama bagi perusahaan HP untuk memperluas pangsa pasar. Beragam pesaing baru mulai bermunculan untuk merebut pangsa pasar dari kalangan muda seperti Sony Ericson, Samsung, Blackberry, LG, Apple, Nexian, IMO, K-Touch dll. 5 Permintaan Hp (juta) Umur Gambar 2. Konsumen Handphone di Indonesia Berdasarkan Umur (Teknojurnal, 2011) Di antara banyaknya merek HP, Nokia harus tetap menjaga dan meningkatkan citra yang kuat bagi produknya. Karakteristik golongan muda yang senang mencoba hal baru dan kritis harus ditanggapi secara baik oleh Nokia. Hal ini perlu dilakukan agar persepsi kaum muda akan citra merek Nokia tetap baik dan mendorong kaum ini agar loyal terhadap produk Nokia. Mengacu pada permasalahan yang telah disampaikan, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana brand image yang dimiliki oleh Nokia? 2. Bagaimana brand image Nokia pada persaingan pasar handphone lain? 3. Bagaimana strategi yang dilakukan Nokia Corporation agar dapat bertahan dipasar sasaran? 1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah : 1. Menganalisis brand image yang dimiliki oleh Nokia. 2. Menganalisis brand image Nokia pada persaingan pasar handphone lain. 6 3. Menganalisis strategi yang dilakukan Nokia Corporation agar dapat bertahan dipasar sasaran. 1.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Adapun manfaat itu adalah: a. Bagi perusahaan : hasil penelitian dapat digunakan sebagai data maupun informasi untuk strategi pemasaran yang akan datang. b. Bagi peneliti : penelitian ini dapat digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan serta sebagai wadah pengaplikasian ilmu yang telah didapatnya mengenai citra merek dan pengaruhnya terhadap pembelian. c. Bagi akademik : penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan penelitian-penelitian selanjutnya mengenai citra merek serta pengaruhnya terhadap pembelian. 1.5. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini membahas mengenai citra merek yang dimiliki Nokia serta membahas citra merek yang dimiliki Nokia pada persaingan pasar HP dengan pesaing lain. Batasan pesaing Nokia adalah merek HP lainnya yaitu Sony Ericsson, Samsung, LG dan Blackberry. 7 II. 2.1. TINJAUAN PUSTAKA Pemasaran Kotler dan Amstrong (2008), mendefinisikan pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran dengan nilai lain. Dalam konteks bisnis yang sempit, pemasaran mencakup penciptaan hubungan pertukaran muatan nilai dengan pelanggan yang menguntungkan. Secara sempit, pemasaran (marketing) adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Menurut American Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2007), pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya. 2.1.1 Strategi Pemasaran Menurut Kotler dan Amstrong (2008), strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk mencapai tujuan pemasarannya. Perusahaan memutuskan pelanggan mana yang akan dilayani (segmentasi dan penetapan target) dan bagaimana cara perusahaan melayaninya (diferensiasi dan positioning). Perusahaan tahu bahwa mereka tidak dapat melayani semua konsumen dalam pasar dengan baik. Oleh karena itu perlu proses perencanaan pemilihan dan pelayanan konsumen tertentu. Proses ini melibatkan segmentasi pasar, penentapan target pasar, diferensiasi dan positioning. Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok kecil dengan kebutuhan, karakteristik atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Segmentasi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Kotler dan Amstrong (2008), menetapkan empat variabel utama untuk mensegmentasi konsumen yang ada, yaitu berdasarkan geografis, demografis, psikografis dan perilaku. Sekarang ini para pengusaha jarang membatasi analisis 8 segmentasi mereka menjadi hanya satu atau beberapa variabel segmentasi. Tetapi pengusaha ini menggunakan multisegmentasi dalam usahanya untuk mengidentifikasikan kelompok sasaran yang lebih kecil dan lebih terdefinisi. Penetapan target pasar adalah proses mengevaluasi daya tarik masingmasing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen untuk dimasuki. Dalam penetapan pasar sasaran, perusahaan harus memperhatikan sumber daya perusahaan, tingkat variabilitas produk, tahap siklus hidup produk, variabilitas pasar, dan strategi pemasaran perusahaan pesaing. Diferensiasi adalah membedakan penawaran pasar perusahaan yang sesungguhnya untuk menciptakan nilai pelanggan yang unggul. Positioning adalah pengaturan produk untuk menduduki tempat yang jelas, berbeda, dan diinginkan produk pesaing dalam pikiran konsumen sasaran. 2.1.2 Bauran Pemasaran Menurut Kotler dan Amstrong (2008), bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran. Elemen-elemen alat pemasaran dapat dikelompokkan menjadi 4P, yaitu: product, place, promotion, dan price. 1. Product adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran. Barang dan jasa dikombinasikan sedemikian rupa agar pelanggan sasaran tertarik untuk membeli karena produk yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan mereka. 2. Place meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. Hal ini terkait dengan distribusi barang atau penempatan ritel-ritel pada daerah tertentu untuk menggapai pelanggan sasaran. 3. Promotion adalah aktivitas yang menginformasikan manfaat produk dan membujuk pelanggan untuk membeli. Hal ini terkait dengan integrated marketing communication yang tidak hanya membujuk pelanggan namun juga membentuk opini publik dan citra suatu produk ataupun perusahaan. 4. Price adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk. Harga merupakan kekuatan otoritas perusahaan 9 untuk menaikkan atau menurunkan agar pelanggan datang untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan. 2.2. Produk Menurut Kotler dan Amstrong (2008), definisi produk (product) adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup lebih dari sekedar barang-barang yang berwujud (tangible). Dalam arti luas, produk meliputi objek-objek fisik, jasa, acara, orang, tempat, organisasi, ide, atau bauran entitas-entitas. Produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran pasar. Perencanaan bauran pemasaran dimulai dengan merumuskan penawaran yang memberikan nilai bagi pelanggan sasaran. Penawaran menjadi dasar perusahaan dalam membangun hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan. Menurut Garvin dalam Umar (2005), untuk menentukan dimensi kualitas produk berupa barang maka dapat melalui delapan dimensi yaitu : 1. Performance, adalah hal-hal yang berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut. 2. Features, yaitu aspek performasi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya. 3. Reliability, adalah hal-hal yang berkaitan dengan probabilitas suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu dan kondisi tertentu. 4. Conformance, adalah hal-hal yang berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Konfirmasi merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan. 5. Durability, adalah hal yang mereflesikan umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang. 10 6. Serviceability, adalah karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang. 7. Aesthetics, adalah karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika dari preferensi individual. 8. Fit and finish, adalah sifat subyektif yang berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang berkualitas. 2.3. Merek Menurut American Marketing Association dalam Rangkuti (2004) merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakan dari barang dan jasa pesaing. Dengan demikian, merek menjadi tanda pengenal penjual atau pembuat. Penjual diberikan hak eksklusif untuk menggunakan merek selamanya menurut Undang-undang merek dagang No.15 tahun 2001. Jangka waktu perlindungan untuk merek adalah sepuluh tahun dan berlaku surut sejak tanggal penerimaan permohonan merek bersangkutan dan dapat diperpanjang, selama merek tetap digunakan dalam perdagangan. Menurut Rangkuti (2004), merek memiliki enam tingkat pengertian yaitu: 1. Atribut. Setiap merek memiliki atribut. Atribut ini perlu dikelola dan diciptakan agar pelanggan dapat mengetahui dengan pasti atribut-atribut apa saja yang terkandung dalam suatu merek. 2. Manfaat. Selain atribut, merek juga memiliki serangkaian manfaat. Produsen harus dapat menerjemahkan atribut menjadi manfaat fungsional maupun manfaat emosional. Selain itu, atribut-atribut lain juga harus dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat langsung dirasakan oleh konsumen. 3. Nilai. Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai bagi produsen. Merek yang memiliki nilai tinggi akan dihargai oleh konsumen sebagai 11 merek yang berkelas sehingga dapat mencerminkan siapa pengguna merek tersebut. 4. Budaya. Merek juga mewakili budaya tertentu. Misalnya suatu produk diasosiasikan dengan budaya-budaya tertentu. 5. Kepribadian. Merek juga memiliki kepribadian, yaitu kepribadian bagi penggunanya. Jadi diharapkan dengan menggunakan merek, kepribadian pengguna akan tercermin kebersamaan dengan merek yang dia gunakan. 6. Pemakai. Merek juga menunjukkan jenis konsumen pemakai merek tersebut. Itulah sebabnya para pemasar selalu menggunakan anologi orang-orang terkenal untuk penggunaan mereknya. 2.3.1 Brand Awareness, Brand Association, dan Brand Image Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu (Durianto, 2004). Tingkat kesadaran merek secara berurutan dapat dilihat dalam suatu piramida seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Piramida Brand Awareness (Aaker dalam Rangkuti, 2004) Menurut Aaker dalam Rangkuti (2004), ada 4 tingkatan brand awareness yaitu: 1. Unaware of brand (tidak menyadari merek) Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek. Dalam tingkat ini konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek. 2. Brand recognition (pengenalan merek) Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian. 12 3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek) Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut. 4. Top of mind (puncak pikiran) Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen. Menurut Aaker dalam Rangkuti (2004), brand association adalah segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai merek. Asosiasi itu tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan. Keterkaitan pada suatu merek akan lebih kuat apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat dirangkai sehingga membentuk citra tentang merek atau brand image di dalam benak konsumen. Secara sederhana, pengertian brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk di benak konsumen. Konsumen yang terbiasa menggunakan merek tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap brand image atau hal ini disebut dengan kepribadian merek. Menurut Durianto dkk (2001), brand association adalah segala kesan yang muncul di benak yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Asosiasi yang terkait dengan suatu merek umumnya dihubungkan dengan berbagai hal, yaitu: 1. Atribut produk, mengasosiasikan atribut dengan karakteristik suatu produk merupakan strategi positioning yang paling sering digunakan. 2. Atribut tak berwujud, semua faktor tak berwujud merupakan atribut umum. 3. Manfaat bagi pelanggan, manfaat bagi pelanggan dapat dibagi menjadi dua, yaitu manfaat rasional dan manfaat psikologis. 13 4. Harga relatif, evaluasi terhadap suatu merek di sebagian kelas produk akan diawali dengan penentuan posisi merek tersebut dalam satu atau dua tingkat harga. 5. Penggunaan, dengan mengasosiasikan merek tersebut dengan suatu penggunaan atau aplikasi tertentu. 6. Pengguna atau pelanggan, mengasosiasikan sebuah merek dengan sebuah tipe pengguna atau pelanggan dari produk tersebut. 7. Orang terkenal atau khalayak, mengaitkan orang terkenal dengan sebuah merek dapat mentransfer asosiasi kuat yang dimiliki oleh orang terkenal terhadap merek tersebut. 8. Gaya hidup atau kepribadian, asosiasi merek dengan gaya hidup dengan aneka kepribadian dan karakteristik gaya hidup pelanggan yang hampir sama. 9. Kelas produk, mengasosiasikan sebuah merek menurut kelas produknya. 10. Pesaing, mengatahui pesaing dan berusaha untuk menyamai atau bahkan mengungguli pesaing. 11. Negara atau wilayah geografis, suatu Negara dapat menjadi simbol yang kuat asalkan memiliki hubungan yang erat dengan produk, bahan dan kemampuan. 2.4 Telepon Selular Menurut Bisnis Indonesia Online (Teknojurnal 2011), telepon genggam sering disebut handphone (disingkat HP) atau disebut pula sebagai telepon selular (disingkat ponsel) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, HP umumnya juga mepunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short 14 message service, SMS). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun untuk televisi online pada HP mereka. Saat ini, HP menjadi gadget yang multifungsi. Mengikuti perkembangan teknologi digital, HP juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet seperti WAP (Wireless Application Protocol), GPRS (General Packet Radio Service), 3G (thirdgeneration technology). Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di HP tersebut, orang bisa mengubah fungsi HP tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut terselesaikan dalam waktu yang singkat (Wikipedia, 2010). Evolusi mobile system dari tahun 1981 hingga tahun 1996 dapat dilihat dalam Tabel 4. Tabel 4. Perkembangan sistem telepon bergerak Year 1981 1983 1985 1986 1991 1991 1992 1994 1995 1996 Mobile System Nordic Mobile Telephone (NMT) 450 American Mobile Phone System (AMPS) Total Access Communication System (TACS) Nordic Mobile Telephony (NMT) 900 American Digital Cellular (ADC) Global System for Mobile Communication (GSM) Digital Cellular System (DCS) 1800 Personal Digital Cellular (PDC) PCS 1900 – Canada PCS – United States Sumber : Wikipedia, 2010 2.5 Penelitian Terdahulu Mahendra (2010) mengadakan penelitian tentang pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian simcard IM3 dengan studi kasus mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis citra merek dibenak konsumen, menganalisis citra merek pada persaingan pasar GSM prabayar, dan menganalisis pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian simcard IM3. Berdasarkan hasil uji Cochran terlihat bahwa IM3 diasosiasikan 15 memiliki fitur yang beragam, tarif sms yang murah, variasi pilihan voucher isi ulang yang murah dan mudah mendapatkan starter pack dan voucher. Berdasarkan hasil MDS, atribut yang menjadi citra IM3 adalah tarif sms yang murah, tarif GPRS yang murah, variasi pilihan voucher isi ulang yang murah dan bonus banyak dan beragam. Berdasarkan hasil regresi logistik terlihat bahwa IM3 memiliki jangkauan wilayah yang luas, fitur yang beragam, tarif GPRS yang murah dan harga perdana yang murah. Sebaiknya IM3 mempertahankan kinerja atribut-atribut yang menjadi citra merek. IM3 perlu fokus terhadap atribut yang memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan pembelian simcard IM3. Eriquina (2008) mengadakan penelitian tentang pengaruh brand image TelkomFlexi terhadap perilaku pembelian simcard Flexi dengan studi kasus di PT Telkom Kancatel Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis citra merek di benak konsumen, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen dan merumuskan strategi pemasaran yang sesuai untuk meningkatkan pembelian konsumen terhadap simcard Flexi. Hasil analisis citra merek diperoleh hasil bahwa Telkom Flexi prabayar memiliki ketersediaan dan kemudahan memperoleh kartu perdana dan voucher isi ulang, kualitas suara yang jernih, fitur dan layanan yang lengkap, tarif yang murah, jaringan yang luas, serta harga voucher yang murah. Hasil analisis logistik untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap perilaku pembelian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh nyata terhadap perilaku pembelian simcard Flexi terdiri dari jenis profesi, pendapatan, asosiasi terhadap bonus dan hadiah, asosiasi terhadap luas jaringan, asosiasi terhadap fitur dan layanan, asosiasi terhadap harga kartu perdana dan asosiasi terhadap tarif. Rekomendasi strategi pemasaran untuk PT Telkom Kancatel Kendal antara lain: perusahaan perlu memperhatikan program promosi TelkomFlexi selanjutnya. Rahman (2007) melakukan penelitian mengenai citra merek dalam pengambilan keputusan pembelian Fruit Tea di Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis citra merek Fruit Tea dibanding merek pesaing, menganalisis variabel-variabel yang menjadi dasar konsumen dalam melakukan pembelian Fruit Tea dan menganalisis hubungan citra merek dengan keputusan konsumen dalam keputusan pembelian Fruit Tea. Hasil yang didapat dari 16 perhitungan citra merek bahwa Fresh Tea merupakan pesaing utama Fruit Tea. Urutan citra merek yang dimiliki Fruit Tea dari yang terkuat adalah campuran teh yang bervariasi, dan yang terlemah adalah atribut warna teh yang pekat. Hasil yang didapatkan dari perhitungan proses keputusan pembelian Fruit Tea oleh konsumen dengan metode disjunctive rule, bahwa merek Fruit Tea memiliki keunggulan pada atribut rasa teh yang nikmat, kemudahan dalam mendapatkannya, variasi campuran teh dan bentuk atau desain yang menarik. Berdasarkan bahasan mengenai citra merek dan keputusan pembelian merek Fruit Tea dapat diketahui bahwa keempat atribut yang dimiliki Fruit Tea ternyata menempati pula empat asosiasi tertinggi pada analisis citra merek Fruit Tea. Kesimpulan yang diperoleh bahwa citra merek yang dimiliki Fruit Tea mempengaruhi keputusan pembelian produk tersebut. 17 III. 3.1. METODELOGI PENELITIAN Kerangka Pemikiran Perusahaan memiliki strategi tertentu untuk memenangkan persaingan dalam pasar HP yang mereka hadapi. Persaingan yang ketat membuat perusahaan HP harus membentuk bauran pemasaran yang baik dan unggul agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sasarannya dan tetap dapat bersaing dengan para pesaingnya. Persaingan yang dialami saat ini, membuat Nokia harus menjaga dan meningkatkan citra merek mereka untuk tetap unggul dalam persaingan. Citra merek manjadi hal yang penting karena konsumen cenderung mengambil keputusan pembelian berdasarkan persepsi mereka terhadap suatu produk. Citra merek suatu produk dinilai cukup efektif untuk mempengaruhi suatu pembelian. Gambar 4 adalah kerangka pemikiran penelitian ini. Persaingan dan tekanan yang dialami Nokia Strategi yang dilakukan Nokia Brand image Nokia Nokia pada pasar selular Analisis deskriptif, Uji Cochran Brand image Handphone Nokia Gambar 4. Kerangka pemikiran penelitian Analisis MDS 18 3.2. Metode Penelitian 3.2.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kampus Dramaga Institut Pertanian Bogor (IPB) karena studi kasus dalam penelitian ini dikhususkan bagi mahasiswa S1 IPB. Hal ini dikarenakan seluruh mahasiswa S1 IPB melakukan kegiatan belajar mengajar di kampus Dramaga. Dalam penelitian ini, batasan mahasiswa S1 yang dimaksudkan adalah mahasiswa semester 3 sampai semester 8 yang sudah memasuki Fakultas. Hal ini dilakukan agar ruang lingkup lebih terfokus pada mahasiswa yang sudah memasuki Fakultas. Pada TPB tidak termasuk dalam sampel karena mahasiswa masih bercampur dari berbagai Fakultas yang ada. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai Maret 2012. 3.2.2 Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data kualitatif yang merupakan jawaban responden terhadap kuisioner yang diberikan. Sedangkan sumber data yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu : 1. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer diperoleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data dapat berupa wawancara (interview), observasi, maupun penggunaan instrumen pengukuran yang khusus dirancang sesuai tujuan. Data primer pada penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada responden.  Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berisi sejumlah pertanyaan yang menyatakan objek yang ingin diungkap. Dari data kualitatif tersebut, data kemudian diubah menjadi data kuantitatif 2. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan, internet, dan berbagai literatur yang terdapat di perpustakaan maupun tempat lain. 19 3.2.3 Metode Pemilihan Sampel Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Qouta sampling adalah teknik sampling nonprofitabilitas yang berupa judgement sampling dua tahap. Tahap pertama terdiri dari mengembangkan kategori kendali atau kuota elemen populasi. Tahap kedua elemen sampel dipilih berdasarkan kemudahan atau judgement (Malhotra, 2005). Populasi dari sampel adalah jumlah mahasiswa strata satu. Populasi mahasiswa S1 IPB per Desember 2011 terlihat pada Tabel 5. Pertama penentuan jumlah sampel dilakukan berdasarkan rumus Slovin (Umar, 2003), yaitu: …………………………………………………………. (1) Keterangan: n = jumlah contoh N = jumlah populasi e = nilai kritis yang digunakan 10 persen Berdasarkan rumus Slovin didapat jumlah responden sebanyak 100 responden. Tabel 5 . Populasi mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor Fakultas Pertanian Kedokteran Hewan Perikanan dan Ilmu kelautan Peternakan Kehutanan Teknologi Pertanian Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Ekonomi dan Manajemen Ekologi Manusia Jumlah Laki- laki Perempuan 449 716 218 295 437 546 236 386 465 583 608 580 771 1092 411 972 195 667 3790 5837 Sumber: Direktorat AJMP-IPB 30 September 2011 Jumlah 1165 513 983 622 1048 1188 1863 1383 862 9627 20 Selanjutnya dilakukan pembagian jumlah responden dari setiap fakultas yang ada agar respondennya terwakili. FAPERTA : FKH : FPIK : FAPET : FAHUTAN : FATETA : FMIPA : FEM : FEMA : Berdasarkan hasil perhitungan quota sampling, maka didapat jumlah mahasiswa yang akan dijadikan responden untuk tiap fakultas. Perhitungan di atas di rangkum dalam Tabel 6. Tabel 6. Hasil quota sampling tiap fakultas Fakultas Pertanian Kedokteran Hewan Perikanan dan Ilmu kelautan Peternakan Kehutanan Teknologi Pertanian Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Ekonomi dan Manajemen Ekologi Manusia Jumlah Jumlah Responden (orang) 12 5 10 7 11 12 19 15 9 100 21 3.2.4 Pengolahan dan Analisis Data Data yang telah didapat melalui penyebaran kuisioner dan wawancara selanjutnya diolah dengan software agar kesalahan dalam penelitian dapat diminimalisir. Namun sebelum data diolah, alat pengumpul data (kuisioner) diuji dulu validitas dan reliabilitasnya. 1. Uji kesahan (Validitas) Validitas ukuran yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Selain itu validitas juga dapat diartikan dengan ukuran yang menunjukkan tingkat keabsahan suatu instrumen penelitian. Instrumen dianggap sah (valid) apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti. Uji validasi digunakan untuk menentukan suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain. Untuk mengukur korelasi antar pertanyaan dengan skor total digunakan korelasi product moment (Umar, 2003) √[ ∑ ∑ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ∑ ] ..........………………………………... (2) Keterangan : n = jumlah responden x = skor masing-masing pertanyaan y = skor total r = indeks validitas Bila diperoleh r hitung lebih besar dari r tabel pada tingkat signifikansi ( 0,05 maka pertanyaan pada kuisioner mempunyai validitas konstruk atau terdapat konsistensi internal dalam pernyataan tersebut dan layak digunakan. Uji validitas dilakukan pada jenis data yang memiliki skala Likert. Atribut dianggap valid ketika nilai > . Penelitian ini menggunakan tingkat sebesar 5 persen. Berdasarkan perhitungan menggunakan korelasi Pearson product moment diketahui bahwa semua atribut valid karena semua hasil perhitungan lebih besar dari 0.361. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7. 22 Tabel 7. Hasil uji validitas atribut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Atribut Produk berkualitas Bentuk fashionable Banyak varian (bermacam-macam tipe) Fasilitas multimedia Produk inovatif Penggunaan mudah Garansi lama Harga Kompetitif Harga jual kembali stabil Kemudahan dalam membeli Teknologi canggih Kemudahan mendapatkan suku cadang Costumer service yang responsive Terdapat outlet resmi diberbagai kota 0.500 0.442 0.529 0.630 0.629 0.608 0.688 0.438 0.709 0.673 0.451 0.657 0.767 0.700 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 2. Uji Keandalan (Reliabilitas) Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten (Umar, 2003). Uji reliabilitas alat untuk penelitian kali ini menggunakan metode Cronbach. Metode Cronbach digunakan untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai, misalnya 0-10 atau 0-100 atau bentuk skala 1-3, 1-5, atau 1-7. Rumus ini dapat ditulis sebagai berikut (Umar, 2003): ∑ ( Keterangan: ) …………………………………………………… (3) = Reliabilitas instrument = varian total k = banyak butir pertanyaan ∑ = jumlah varian butir Jumlah varian butir dicari dulu dengan cara mencari nilai varian tiap butir kemudian jumlahkan, (Umar, 2003) seperti yang dipaparkan berikut ini : ∑ ∑ ................................................................................................ (4) 23 Keterangan: n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan) Berdasarkan teknik Crobanch, diketahui bahwa pertanyaan dalam kuisioner reliabel. Hal ini terlihat pada nilai Crobanch’ Alpha sebesar 0.751. Kuisioner dianggap reliabel ketika nilai Crobanch’ Alpha diatas 0.600. Pengolahan dan analisis data menggunakan software Microsoft Exel 2010, Minitab 14, dan SPSS 16.0 for Windows. Alat analisis yang digunakan pada penelitian kali ini adalah analisis deskriptif, uji Cochran, analisis Multi Dimensional Scaling dan regresi logistik. 1. Analisis Deskriptif Analisis deskripstif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, objek, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir, 1988). 2. Uji Cochran Uji Cochran digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal atau untuk informasi dalam bentuk terpisah dua (dikotomi). Maksud uji ini adalah untuk mengetahui perbedaan berbagai perlakuan terhadap subjek yang sama dalam angka skala nominal. Selain itu pengujian ini digunakan untuk mengetahui keberadaan hubungan antara beberapa variabel. Langkah-langkah dalam uji Cochran (Umar, 2003) adalah sebagai berikut: 1. Hitung statistik Q dengan rumus ∑ Keterangan: ∑ …………………………………………. (5) C = banyaknya variabel (asosiasi) = jumlah kolom jawaban “ya” 2. Tolak bila Q > X² ( ,v = jumlah baris jawaban “ya” N = total besar 24 3. Multi Dimensional Scaling Menurut Simamora (2005) MDS merupakan salah satu prosedur yang digunakan untuk memetakan persepsi dan preferensi para responden secara visual dalam peta geometri. Peta geometri yang biasa disebut spatial map atau perceptual map, merupakan penjabaran berbagai dimensi yang berhubungan. Peta ini berbentuk dua dimensi, satu pada sumbu horizontal (sumbu X), satu lagi pada sumbu vertikal (sumbu Y). MDS merupakan teknik multivariate dalam golongan interdependence technique. Dalam pemasaran, umumnya MDS digunakan dalam memetakan persepsi. Informasi yang diberikan MDS juga dapat dipakai dalam berbagai pemasaran lainnya seperti: pengukuran citra, segmentasi pasar, pengembangan produk baru, menilai efektivitas iklan, analisis harga, keputusan saluran, konstruksi skala sikap. Hasil dari MDS berupa perceptual map, berupa peta geometris yang menyatakan hubungan atau perbandingan antar merek berdasarkan atribut atau dimensi yang diukur. Baik atau buruknya perceptual map yang dihasilkan dapat dilihat dari nilai RSQ dan stres yang didapat. RSQ adalah indeks korelasi pangakat dua yang menyatakan varians data yang dapat dijelaskan oleh model. Sedangkan stres adalah skor yang menyatakan ketidaktepatan pengukuran (Simamora, 2005). 25 IV. 4.1. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan Nokia Corporation pertama kali beroperasi pada awal tahun 1980 sebagai pemimpin dalam komunikasi mobile di Asia Pasifik. Sejak berdiri Nokia Corporation telah berhasil memimpin di pasaran, dan bisnis telah berkembang di semua negara untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri telekomunikasi di negara tersebut. Kantor regional Nokia (Nokia Treasury Asia) beroperasi di Alexandra Technopark Singapura, yang terdiri dari dari 700 staf pekerja profesional yang menjadi pelopor dalam inovasi teknologi, produk dan solusi bisnis untuk 20 pasar yang berbeda dan semua kantor Nokia di wilayah Asia-Pasifik. Pusat perbendaharaan regional Nokia (Nokia Treasury Asia) beroperasi di luar Singapura sebagai in-house bank untuk cabang-cabang Nokia di wilayah Asia Pasifik, sedangkan Nokia Research Centre (unit penelitian perusahaan) berkantor di Jepang dan Cina. Nokia juga membuat produk selain tiga fasilitas utama di Masan, Korea, dan Beijing dan Dongguan di Cina. Mulai bulan Januari 2004, Nokia mengaktifkan struktur organisasi globalnya untuk memperkuat fokus pada pemusatan, pasar mobilitas baru dan perkembangan. Untuk mencari daerah bisnis baru dalam era Mobilitas, selain terus mengembangkan kepemimpinannya dalam komunikasi suara mobile, Nokia mempunyai empat grup bisnis untuk menemukan dinamika unik dari setiap bisnis. 1. Ponsel Nokia menawarkan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk segmen pasar yang luas. Nokia mengembangkan ponsel untuk semua standar penting dan segmen pasar di lebih dari 130 negara. Pengembangan ini berbasis pada teknologi WCDMA, GSM, CDMA dan TDMA. Ponsel berfokus pada fitur yang kaya, ponsel yang ditargetkan untuk pasar global. 2. Multimedia Nokia menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan dalam bentuk perangkat mobile lanjutan dan aplikasi. Produk-produknya mempunyai 26 fitur dan fungsionalitas seperti imaging, game, musik, media dan bermacam-macam konten menarik, seperti perangkat tambahan mobile dan solusi yang inovatif. 3. Jaringan Nokia menawarkan infrastruktur jaringan, teknologi dan layanan terkait, berdasarkan pada standar nirkabel utama untuk operator mobile dan service provider. Berfokus pada teknologi GSM, grup berorientasi kepemimpinan dalam jaringan radio GSM, EDGE dan WCDMA. Jaringan Nokia telah diinstall pada sebagian besar pasar global yang telah mengadopsi standar ini. Jaringan juga merupakan provider pemimpin dari akses broadband dan jaringan TETRA untuk pengguna profesional dalam keselamatan publik dan sektor keamanan. 4. Solusi Perusahaan Nokia menyediakan bermacam-macam terminal dan solusi konektivitas mobile tanpa batas pada arsitektur mobilitas end-to-end, khusus untuk membantu bisnis dan institusi worldwide meningkatkan performansi mereka melalui mobilitas yang ditingkatkan. Solusi end-to-end menawarkan bermacam-macam perangkat mobile yang dioptimalkan untuk bisnis pada front end, sampai portfolio gateway yang dioptimalkan untuk bisnis mobile pada back end meliputi: email nirkabel dan internet, mobilitas aplikasi, perlindungan pesan, jaringan privat virtual, firewall, dan perlindungan dari gangguan. 4.2. Karakteristik Responden Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa strata satu Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki HP dan pernah memiliki HP Nokia. Penentuan responden dalam penelitian ini didasarkan pada quota sampling berdasarkan fakultas-fakultas yang terdapat di IPB. Hal ini bertujuan agar responden menyebar secara acak dan dapat mewakili tiap Fakultas. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa responden didominasi responden perempuan sebanyak 55% dari 100 responden atau sebanyak 55 orang, sedangkan responden laki-laki sebanyak 45 orang atau 27 45% dari jumlah responden. Hal ini senada dengan populasi mahasiswa strata satu IPB yang lebih di dominasi oleh mahasiswa perempuan sehingga mayoritas responden berjenis kelamin perempuan. Gambar 5 memperlihatkan karakteristik responden tersebut. Jenis Kelamin Perempuan 55% Laki-laki 45% Gambar 5. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Berdasarkan pengeluaran total per bulan, sebagian besar responden menghabiskan pengeluaran pada rentang Rp 500.000-Rp 1.000.000 sebanyak 76%. Selanjutnya mahasiswa menghabiskan pengeluaran total per bulan sebanyak Rp 1.000.000-Rp 1.500.000 sebanyak 12% dari total responden yang ada. Hasil pengeluaran per bulan dapat digunakan perusahaan sebagai gambaran karakteristik responden berdasarkan pengeluaran sehingga dapat dijadikan referensi bagi Nokia Corporation pada khususnya. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 6. Pengeluaran total per bulan Rp 500.000-Rp 1.000.000 (76%) Rp 1.000.000-Rp 1.500.000 (12%) Rp 1.500.000 (4%) Gambar 6. Karakteristik responden berdasarkan pengeluaran total per bulan Karakteristik selanjutnya berdasarkan pengeluaran dana dalam pembelian HP yang dimilikinya. Pada urutan pertama yaitu 36% responden mengeluarkan biaya sebesar Rp 750.000-Rp 1.500.000 untuk membeli HP. Pada urutan selanjutnya sebanyak 32% mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.500.000-Rp 2.250.000 untuk membeli HP. Hasil penelitian ini dapat digunakan Nokia 28 Corporation sebagai acuan agar memproduksi serta menjual produknya bagi kaum muda dengan rentang harga berkisar Rp 750.000-Rp 1.500.000. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 7. Pengeluaran untuk membeli HP Rp 750.000-Rp 1.500.000 (36%) Rp 1.500.000-Rp 2.250.000 (32%) >Rp 2.250.000 (17%) . Penelitian ini menggunakan tingkat sebesar 5 persen. Berdasarkan perhitungan menggunakan korelasi Pearson product moment diketahui bahwa semua atribut valid karena semua hasil perhitungan lebih besar dari 0.361. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7. 22 Tabel 7. Hasil uji validitas atribut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Atribut Produk berkualitas Bentuk fashionable Banyak varian (bermacam-macam tipe) Fasilitas multimedia Produk inovatif Penggunaan mudah Garansi lama Harga Kompetitif Harga jual kembali stabil Kemudahan dalam membeli Teknologi canggih Kemudahan mendapatkan suku cadang Costumer service yang responsive Terdapat outlet resmi diberbagai kota 0.500 0.442 0.529 0.630 0.629 0.608 0.688 0.438 0.709 0.673 0.451 0.657 0.767 0.700 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 2. Uji Keandalan (Reliabilitas) Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten (Umar, 2003). Uji reliabilitas alat untuk penelitian kali ini menggunakan metode Cronbach. Metode Cronbach digunakan untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai, misalnya 0-10 atau 0-100 atau bentuk skala 1-3, 1-5, atau 1-7. Rumus ini dapat ditulis sebagai berikut (Umar, 2003): ∑ ( Keterangan: ) …………………………………………………… (3) = Reliabilitas instrument = varian total k = banyak butir pertanyaan ∑ = jumlah varian butir Jumlah varian butir dicari dulu dengan cara mencari nilai varian tiap butir kemudian jumlahkan, (Umar, 2003) seperti yang dipaparkan berikut ini : ∑ ∑ ................................................................................................ (4) 23 Keterangan: n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan) Berdasarkan teknik Crobanch, diketahui bahwa pertanyaan dalam kuisioner reliabel. Hal ini terlihat pada nilai Crobanch’ Alpha sebesar 0.751. Kuisioner dianggap reliabel ketika nilai Crobanch’ Alpha diatas 0.600. Pengolahan dan analisis data menggunakan software Microsoft Exel 2010, Minitab 14, dan SPSS 16.0 for Windows. Alat analisis yang digunakan pada penelitian kali ini adalah analisis deskriptif, uji Cochran, analisis Multi Dimensional Scaling dan regresi logistik. 1. Analisis Deskriptif Analisis deskripstif merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, objek, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir, 1988). 2. Uji Cochran Uji Cochran digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal atau untuk informasi dalam bentuk terpisah dua (dikotomi). Maksud uji ini adalah untuk mengetahui perbedaan berbagai perlakuan terhadap subjek yang sama dalam angka skala nominal. Selain itu pengujian ini digunakan untuk mengetahui keberadaan hubungan antara beberapa variabel. Langkah-langkah dalam uji Cochran (Umar, 2003) adalah sebagai berikut: 1. Hitung statistik Q dengan rumus ∑ Keterangan: ∑ …………………………………………. (5) C = banyaknya variabel (asosiasi) = jumlah kolom jawaban “ya” 2. Tolak bila Q > X² ( ,v = jumlah baris jawaban “ya” N = total besar 24 3. Multi Dimensional Scaling Menurut Simamora (2005) MDS merupakan salah satu prosedur yang digunakan untuk memetakan persepsi dan preferensi para responden secara visual dalam peta geometri. Peta geometri yang biasa disebut spatial map atau perceptual map, merupakan penjabaran berbagai dimensi yang berhubungan. Peta ini berbentuk dua dimensi, satu pada sumbu horizontal (sumbu X), satu lagi pada sumbu vertikal (sumbu Y). MDS merupakan teknik multivariate dalam golongan interdependence technique. Dalam pemasaran, umumnya MDS digunakan dalam memetakan persepsi. Informasi yang diberikan MDS juga dapat dipakai dalam berbagai pemasaran lainnya seperti: pengukuran citra, segmentasi pasar, pengembangan produk baru, menilai efektivitas iklan, analisis harga, keputusan saluran, konstruksi skala sikap. Hasil dari MDS berupa perceptual map, berupa peta geometris yang menyatakan hubungan atau perbandingan antar merek berdasarkan atribut atau dimensi yang diukur. Baik atau buruknya perceptual map yang dihasilkan dapat dilihat dari nilai RSQ dan stres yang didapat. RSQ adalah indeks korelasi pangakat dua yang menyatakan varians data yang dapat dijelaskan oleh model. Sedangkan stres adalah skor yang menyatakan ketidaktepatan pengukuran (Simamora, 2005). 25 IV. 4.1. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan Nokia Corporation pertama kali beroperasi pada awal tahun 1980 sebagai pemimpin dalam komunikasi mobile di Asia Pasifik. Sejak berdiri Nokia Corporation telah berhasil memimpin di pasaran, dan bisnis telah berkembang di semua negara untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri telekomunikasi di negara tersebut. Kantor regional Nokia (Nokia Treasury Asia) beroperasi di Alexandra Technopark Singapura, yang terdiri dari dari 700 staf pekerja profesional yang menjadi pelopor dalam inovasi teknologi, produk dan solusi bisnis untuk 20 pasar yang berbeda dan semua kantor Nokia di wilayah Asia-Pasifik. Pusat perbendaharaan regional Nokia (Nokia Treasury Asia) beroperasi di luar Singapura sebagai in-house bank untuk cabang-cabang Nokia di wilayah Asia Pasifik, sedangkan Nokia Research Centre (unit penelitian perusahaan) berkantor di Jepang dan Cina. Nokia juga membuat produk selain tiga fasilitas utama di Masan, Korea, dan Beijing dan Dongguan di Cina. Mulai bulan Januari 2004, Nokia mengaktifkan struktur organisasi globalnya untuk memperkuat fokus pada pemusatan, pasar mobilitas baru dan perkembangan. Untuk mencari daerah bisnis baru dalam era Mobilitas, selain terus mengembangkan kepemimpinannya dalam komunikasi suara mobile, Nokia mempunyai empat grup bisnis untuk menemukan dinamika unik dari setiap bisnis. 1. Ponsel Nokia menawarkan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk segmen pasar yang luas. Nokia mengembangkan ponsel untuk semua standar penting dan segmen pasar di lebih dari 130 negara. Pengembangan ini berbasis pada teknologi WCDMA, GSM, CDMA dan TDMA. Ponsel berfokus pada fitur yang kaya, ponsel yang ditargetkan untuk pasar global. 2. Multimedia Nokia menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan dalam bentuk perangkat mobile lanjutan dan aplikasi. Produk-produknya mempunyai 26 fitur dan fungsionalitas seperti imaging, game, musik, media dan bermacam-macam konten menarik, seperti perangkat tambahan mobile dan solusi yang inovatif. 3. Jaringan Nokia menawarkan infrastruktur jaringan, teknologi dan layanan terkait, berdasarkan pada standar nirkabel utama untuk operator mobile dan service provider. Berfokus pada teknologi GSM, grup berorientasi kepemimpinan dalam jaringan radio GSM, EDGE dan WCDMA. Jaringan Nokia telah diinstall pada sebagian besar pasar global yang telah mengadopsi standar ini. Jaringan juga merupakan provider pemimpin dari akses broadband dan jaringan TETRA untuk pengguna profesional dalam keselamatan publik dan sektor keamanan. 4. Solusi Perusahaan Nokia menyediakan bermacam-macam terminal dan solusi konektivitas mobile tanpa batas pada arsitektur mobilitas end-to-end, khusus untuk membantu bisnis dan institusi worldwide meningkatkan performansi mereka melalui mobilitas yang ditingkatkan. Solusi end-to-end menawarkan bermacam-macam perangkat mobile yang dioptimalkan untuk bisnis pada front end, sampai portfolio gateway yang dioptimalkan untuk bisnis mobile pada back end meliputi: email nirkabel dan internet, mobilitas aplikasi, perlindungan pesan, jaringan privat virtual, firewall, dan perlindungan dari gangguan. 4.2. Karakteristik Responden Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa strata satu Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki HP dan pernah memiliki HP Nokia. Penentuan responden dalam penelitian ini didasarkan pada quota sampling berdasarkan fakultas-fakultas yang terdapat di IPB. Hal ini bertujuan agar responden menyebar secara acak dan dapat mewakili tiap Fakultas. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa responden didominasi responden perempuan sebanyak 55% dari 100 responden atau sebanyak 55 orang, sedangkan responden laki-laki sebanyak 45 orang atau 27 45% dari jumlah responden. Hal ini senada dengan populasi mahasiswa strata satu IPB yang lebih di dominasi oleh mahasiswa perempuan sehingga mayoritas responden berjenis kelamin perempuan. Gambar 5 memperlihatkan karakteristik responden tersebut. Jenis Kelamin Perempuan 55% Laki-laki 45% Gambar 5. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Berdasarkan pengeluaran total per bulan, sebagian besar responden menghabiskan pengeluaran pada rentang Rp 500.000-Rp 1.000.000 sebanyak 76%. Selanjutnya mahasiswa menghabiskan pengeluaran total per bulan sebanyak Rp 1.000.000-Rp 1.500.000 sebanyak 12% dari total responden yang ada. Hasil pengeluaran per bulan dapat digunakan perusahaan sebagai gambaran karakteristik responden berdasarkan pengeluaran sehingga dapat dijadikan referensi bagi Nokia Corporation pada khususnya. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 6. Pengeluaran total per bulan Rp 500.000-Rp 1.000.000 (76%) Rp 1.000.000-Rp 1.500.000 (12%) Rp 1.500.000 (4%) Gambar 6. Karakteristik responden berdasarkan pengeluaran total per bulan Karakteristik selanjutnya berdasarkan pengeluaran dana dalam pembelian HP yang dimilikinya. Pada urutan pertama yaitu 36% responden mengeluarkan biaya sebesar Rp 750.000-Rp 1.500.000 untuk membeli HP. Pada urutan selanjutnya sebanyak 32% mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.500.000-Rp 2.250.000 untuk membeli HP. Hasil penelitian ini dapat digunakan Nokia 28 Corporation sebagai acuan agar memproduksi serta menjual produknya bagi kaum muda dengan rentang harga berkisar Rp 750.000-Rp 1.500.000. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 7. Pengeluaran untuk membeli HP Rp 750.000-Rp 1.500.000 (36%) Rp 1.500.000-Rp 2.250.000 (32%) >Rp 2.250.000 (17%) X² 0.95) Frequencies Value 0 1 A1 1 99 A3 6 94 A4 7 93 A5 17 83 A6 0 100 A8 16 84 A10 4 96 A11 21 79 A12 10 90 A13 22 78 A14 2 98 100 a 1.096E2 13 .000 58 Lanjutan Lampiran 4 Test Statistics N 100 Cochran's Q 80.178 df a 10 Asymp. Sig. .000 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 7, 9, 11, 13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 Test Statistics 1 A1 1 99 A3 6 94 A4 7 93 A5 17 83 A6 0 100 A8 16 84 A10 4 96 A12 10 90 A14 2 98 N Cochran's Q df Asymp. Sig. 100 49.381 a 8 .000 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 5, 7, 8, 9, 11, 13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 1 A1 1 99 A3 6 94 A4 7 93 A6 0 100 A8 16 84 A10 4 96 A12 10 90 A14 2 98 59 Lanjutan Lampiran 4 Test Statistics N 100 Cochran's Q 38.671 df a 7 Asymp. Sig. .000 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2,4,5,7,8,9,11,12,13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 Test Statistics 1 N A1 1 99 A3 6 94 A6 0 100 A10 4 96 A14 2 98 100 Cochran's Q 10.087 df a 4 Asymp. Sig. .039 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 12, 13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 1 Test Statistics A1 1 99 A6 0 100 A10 4 96 df A14 2 98 Asymp. Sig. N Cochran's Q 100 5.526 a 3 .137 a. 1 is treated as a success. 60 Lampiran 5. Hasil analisis Multidimensional Scaling (MDS) Alscal Iteration history for the 2 dimensional solution (in squared distances) Young's S-stress formula 2 is used. Iteration 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 S-stress .59204 .54593 .51421 .48586 .45524 .41930 .37768 .33203 .28632 .24671 .21741 .19802 .18545 .17688 .17034 .16472 .15943 .15429 .14923 .14426 .13939 .13466 .13007 .12564 .12139 .11734 .11348 .10982 .10636 .10311 Improvement .04611 .03172 .02835 .03062 .03594 .04162 .04565 .04571 .03961 .02931 .01939 .01257 .00857 .00654 .00563 .00528 .00514 .00506 .00497 .00487 .00474 .00459 .00443 .00425 .00406 .00386 .00366 .00346 .00325 Iterations stopped because this is iteration 30 Stress and squared correlation (RSQ) in distances RSQ values are the proportion of variance of the scaled data (disparitie) in the partition (row, matrix, or entire data) which is accounted for by their corresponding distances. Stress values are Kruskal's stress formula 2. 61 Lanjutan Lampiran 5 Matrix 1 (Row Stimuli Only) Stimulus Stress RSQ Stimulus Stress RSQ Stimulus Stress RSQ 1 .190 .969 2 .125 .988 3 .021 1.000 5 .097 .991 6 .080 .995 7 .124 .987 9 .057 .997 10 .263 13 .143 .982 14 .135 .983 4 .305 .917 8 .116 .988 Averaged (rms) over stimulus Stress = .149 RSQ = .980 Stimulus Coordinates Dimension Stimulus Number Column 1 2 3 4 5 Row 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Stimulus Name Nokia SE Samsung LG BB 1 2 1.8989 1.1558 1.7585 1.1361 1.2404 -1.7944 -.7396 -2.3815 1.6470 1.2941 .3244 -1.2628 -.7277 .8315 -.1028 -1.5083 -1.0925 .2515 -.3865 .4382 -1.0033 -1.1515 .1931 -.6084 -.3580 1.4104 -.0089 -.7109 -.0379 .4284 .4410 -.2213 -.0106 -.6678 .2024 .2839 -.3402 .1793 .940 11 12 .083 .994 .054 .997 62 Lanjutan Lampiran 5 46 KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan 1. Penelitian yang mengambil studi kasus pada mahasiswa strata satu IPB ini menunjukkan bahwa seluruh responden mengetahui merek Nokia tanpa harus diingatkan kembali. Nokia juga menduduki posisi top of mind dalam benak responden dengan nilai sebesar 76% pada analisis brand awareness. Berdasarkan Uji Cochran terlihat bahwa Nokia diasosiasikan sebagai handphone yang berkualitas, penggunaan mudah (user friendly), kemudahan dalam membeli dan terdapat outlet resmi di berbagai kota. 2. Berdasarkan hasil analisis MDS, atribut yang menjadi citra merek Nokia adalah produk yang berkualitas, fasilitas multimedia, harga kompetitif dan customer service yang responsive. Sony Ericsson adalah pesaing terdekat Nokia. 3. Strategi yang harus dilakukan Nokia Corporation adalah meningkatkan citra merek yang telah melekat kuat di ingatan konsumen seperti produk yang berkualitas, fasilitas multimedia, penggunaan mudah, harga kompetitif, kemudahan dalam membeli, customer serive yang responsive serta terdapat outlet resmi diberbagai kota agar tetap dapat bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat. 2. Saran 1. Atribut yang telah menjadi citra merek Nokia sebaiknya dipertahankan kinerjanya. Walaupun atribut-atribut tersebut telah dicitrakan dengan baik terhadap Nokia, tetapi citra ini masih dapat hilang ditengah pesaing yang semakin banyak. Persaingan yang ketat dan penawaran-penawaran yang dilakukan pesaing dapat menggusur citra yang dimiliki Nokia. Saat ini Nokia memiliki citra yang kuat pada HP yang memiliki kualitas produk yang baik, penggunaan yang mudah, kemudahan dalam membeli, terdapat outlet resmi diberbagai kota. 2. Atribut yang sebaiknya dipertahankan serta ditingkatkan adalah atribut yang menjadi citra merek HP Nokia dibanding pesaingnya. Atribut yang 47 menjadi citra merek tersebut diantaranya adalah produk yang berkualitas, fasilitas multimedia, harga yang kompetitif serta customer service yang responsive. Citra merek tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar Nokia tetap dapat bersaing dengan merek HP lain seperti Sony Ericsson, Samsung, LG, Blackberry dll. Hal ini penting dilakukan agar Nokia tetap dapat memimpin dalam persaingan yang ada, serta dapat memertahankan pangsa pasarnya agar tidak direbut oleh para pesainnya. Diiharapkan dengan mempengaruhi peningkatan citra merek tersebut, Nokia dapat persepsi konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan produknya. Namun pesaing terkuatnya, Sony Ericsson juga memiliki keunggulan kompetitif untuk mengalahkan Nokia dalam pasar persaingan HP. Oleh karena itu, Nokia sebaiknya menjaga dan meningkatkan apa yang telah menjadi citranya. 50 LAMPIRAN 51 Lampiran 1. Kueisioner penelitian Tanggal Pengisian: No Kuesioner: KUESIONER PENELITIAN “Analisis Pengaruh Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Nokia” (Studi Kasus pada Mahasiswa S1 IPB) Kuesioner ini merupakan salah satu instrument penelitian dalam penyusunan skripsi yang dilakukan oleh : Nama : Chandra Dwi Narita NRP : H24080079 Departemen : Manajemen Fakultas : Ekonomi dan Manajemen Universitas : Institut Pertanian Bogor Terima kasih atas kesediaan Saudara untuk menjadi salah satu responden dalam pengisian kuesioner ini. Informasi yang didapatkan dalam kuesioner ini hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan dijamin kerahasiaaannya. Atas bantuannya, saya ucapkan terima kasih. Petunjuk pengisian: Isilah pertanyaan dibawah ini sesuai dengan pengetahuan Anda. Untuk pertanyaan yang bersifat pilihan, silahkan isi dengan tanda silang (X) pada pilihan Anda. Screening 1. a. 2. a. Apakah anda memiliki handphone? Ya (Lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya) Apakah anda pernah memiliki handphone Nokia? Ya (Lanjutkan ke pertannyaan selanjutnya) b. Tidak (Stop) b. Tidak (Stop) Karakteristik Responden 1. 2. 3. 4. Nama : Jurusan/Fakultas/Angkatan: Jenis Kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan Pengeluaran rata-rata per bulan: a. Rp 1.500.000 5. Dana untuk membeli handphone yang anda miliki: a. Rp 2.250.000 52 Lanjutan Lampiran 1 Brand Image 6. Sebutkan satu merek handphone yang paling Anda ingat : ……………….. 7. Sebutkan merek lainnya yang Anda ingat : a. ……………. c. …………….. b. ……………. d. ……………. 8. Apakah anda mengenal merek Nokia? a. Ya, dan saya telah mencantumkannya di atas b. Ya, dan saya lupa mencantumkannya di atas c. Tidak 9. Apakah anda mengenal merek Sony Ericsson? : a. Ya b.Tidak 10. Apakah anda mengenal merek Samsung? : a. Ya b.Tidak 11. Apakah anda mengenal merek LG? : a. Ya b.Tidak 12. Apakah anda mengenal merek Blackberry? : a. Ya b.Tidak 13. Apakah asosiasi Anda terhadap merek Nokia? No Atribut Ya Tidak 1 Produk berkualitas 2 Bentuk fashionable 3 Banyak varian (bermacam-macam tipe) 4 Fasilitas multimedia 5 Produk inovatif 6 Penggunaan mudah 7 Garansi lama 8 Harga Kompetitif 9 Harga jual kembali stabil 10 Kemudahan dalam membeli 11 Teknologi canggih 12 Kemudahan mendapatkan suku cadang 13 Costumer service yang responsive 14 Terdapat outlet resmi diberbagai kota 53 Lanjutan Lampiran 1 14. Perbandingan dengan pesaing No Atribut Nokia 1 Produk berkualitas 2 Bentuk fashionable 3 4 Banyak varian (bermacammacam tipe) Fasilitas multimedia 5 Produk inovatif 6 Penggunaan mudah 7 Garansi lama 8 Harga Kompetitif 9 Harga jual kembali stabil 10 Kemudahan dalam membeli 11 Teknologi canggih 12 Kemudahan mendapatkan suku cadang Costumer service yang responsive Terdapat outlet resmi diberbagai kota 13 14 Sony Ericsson Samsung LG Blackberry 15. Apakah Anda pernah membeli dan menggunakan handphone Nokia? a. YA (lanjutkan ke no 17) b. TIDAK (lanjutkan ke no18) 16. Jika YA, selain menggunakan Nokia, apakah anda menggunakan handphone merek lain? a. YA, sebutkan………… b.TIDAK, hanya Nokia (STOP) 17. Jika TIDAK, maka Handphone merek apa yang anda beli dan gunakan saat ini? a. Sony Ericsson c. LG b. Samsung d. Blackberry e. Lainnya, sebutkan………. TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI DAN KERJASAMA ANDA Correlati ons P1 P1 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 Total 1 30 ,508** ,004 30 ,412* ,024 30 ,339 ,067 30 ,155 ,413 30 ,111 ,559 30 ,339 ,067 30 ,430* ,018 30 ,422* ,020 30 -,065 ,734 30 ,004 ,984 30 -,039 ,836 30 ,123 ,517 30 ,442* ,014 30 **. Correlation is signif icant at the 0.01 lev el (2-tailed). *. Correlation is signif icant at the 0.05 lev el (2-tailed). 30 ,308 ,098 30 ,345 ,062 30 ,076 ,688 30 ,370* ,044 30 ,575** ,001 30 ,163 ,389 30 ,287 ,124 30 -,087 ,648 30 ,112 ,557 30 ,212 ,262 30 ,220 ,242 30 ,529** ,003 30 P4 ,277 ,138 30 ,412* ,024 30 ,308 ,098 30 1 30 ,606** ,000 30 ,583** ,001 30 ,254 ,175 30 ,207 ,272 30 ,422* ,020 30 ,557** ,001 30 ,526** ,003 30 ,113 ,551 30 ,283 ,129 30 ,222 ,239 30 ,630** ,000 30 P5 ,042 ,825 30 ,339 ,067 30 ,345 ,062 30 ,606** ,000 30 1 30 ,475** ,008 30 ,350 ,058 30 ,286 ,126 30 ,270 ,149 30 ,468** ,009 30 ,144 ,448 30 ,283 ,130 30 ,498** ,005 30 ,240 ,202 30 ,629** ,000 30 P6 ,210 ,265 30 ,155 ,413 30 ,076 ,688 30 ,583** ,001 30 ,475** ,008 30 1 30 ,291 ,119 30 ,079 ,678 30 ,374* ,042 30 ,494** ,006 30 ,538** ,002 30 ,461* ,010 30 ,437* ,016 30 ,341 ,065 30 ,608** ,000 30 P7 ,278 ,137 30 ,111 ,559 30 ,370* ,044 30 ,254 ,175 30 ,350 ,058 30 ,291 ,119 30 1 30 ,241 ,200 30 ,486** ,006 30 ,232 ,217 30 ,121 ,523 30 ,524** ,003 30 ,527** ,003 30 ,766** ,000 30 ,688** ,000 30 P8 ,253 ,178 30 ,339 ,067 30 ,575** ,001 30 ,207 ,272 30 ,286 ,126 30 ,079 ,678 30 ,241 ,200 30 1 30 ,326 ,078 30 ,059 ,755 30 -,126 ,508 30 -,035 ,856 30 ,197 ,297 30 ,183 ,334 30 ,438* ,016 30 P9 ,538** ,002 30 ,430* ,018 30 ,163 ,389 30 ,422* ,020 30 ,270 ,149 30 ,374* ,042 30 ,486** ,006 30 ,326 ,078 30 1 30 ,337 ,069 30 ,391* ,033 30 ,349 ,059 30 ,497** ,005 30 ,442* ,014 30 ,709** ,000 30 P10 ,315 ,090 30 ,422* ,020 30 ,287 ,124 30 ,557** ,001 30 ,468** ,009 30 ,494** ,006 30 ,232 ,217 30 ,059 ,755 30 ,337 ,069 30 1 30 ,404* ,027 30 ,533** ,002 30 ,451* ,012 30 ,299 ,109 30 ,673** ,000 30 P11 ,472** ,008 30 -,065 ,734 30 -,087 ,648 30 ,526** ,003 30 ,144 ,448 30 ,538** ,002 30 ,121 ,523 30 -,126 ,508 30 ,391* ,033 30 ,404* ,027 30 1 30 ,302 ,105 30 ,485** ,007 30 ,250 ,183 30 ,451* ,012 30 P12 ,293 ,116 30 ,004 ,984 30 ,112 ,557 30 ,113 ,551 30 ,283 ,130 30 ,461* ,010 30 ,524** ,003 30 -,035 ,856 30 ,349 ,059 30 ,533** ,002 30 ,302 ,105 30 1 30 ,715** ,000 30 ,697** ,000 30 ,657** ,000 30 P13 ,433* ,017 30 -,039 ,836 30 ,212 ,262 30 ,283 ,129 30 ,498** ,005 30 ,437* ,016 30 ,527** ,003 30 ,197 ,297 30 ,497** ,005 30 ,451* ,012 30 ,485** ,007 30 ,715** ,000 30 1 30 ,598** ,000 30 ,767** ,000 30 P14 ,313 ,092 30 ,123 ,517 30 ,220 ,242 30 ,222 ,239 30 ,240 ,202 30 ,341 ,065 30 ,766** ,000 30 ,183 ,334 30 ,442* ,014 30 ,299 ,109 30 ,250 ,183 30 ,697** ,000 30 ,598** ,000 30 1 30 ,700** ,000 30 Total ,500** ,005 30 ,442* ,014 30 ,529** ,003 30 ,630** ,000 30 ,629** ,000 30 ,608** ,000 30 ,688** ,000 30 ,438* ,016 30 ,709** ,000 30 ,673** ,000 30 ,451* ,012 30 ,657** ,000 30 ,767** ,000 30 ,700** ,000 30 1 30 54 30 ,007 ,971 30 ,102 ,593 30 ,277 ,138 30 ,042 ,825 30 ,210 ,265 30 ,278 ,137 30 ,253 ,178 30 ,538** ,002 30 ,315 ,090 30 ,472** ,008 30 ,293 ,116 30 ,433* ,017 30 ,313 ,092 30 ,500** ,005 30 P3 ,102 ,593 30 ,508** ,004 30 1 Lampiran 2. Hasil uji Validitas dan Reliabilitas P2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N P2 ,007 ,971 30 1 55 Lanjutan Lampiran 2 Keterangan: P1: Produk berkualitas P2: Bentuk fashionable P3: Banyak varian (bermacam-macam tipe) P4: Fasilitas multimedia P5: Produk inovatif P6: Penggunaan mudah P7: Garansi lama P8: Harga Kompetitif P9: Harga jual kembali stabil P10: Kemudahan dalam membeli P11: Teknologi canggih P12: Kemudahan mendapatkan suku cadang P13: Costumer service yang responsive P14: Terdapat outlet resmi diberbagai kota Reliability Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total 30 0 30 % 100,0 ,0 100,0 a. Listwise deletion based on all v ariables in the procedure. Uji Reliablilitas (metode Alpha Croncbach) Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,751 N of Items 15 56 Lampiran 3. Hasil Uji Normalitas 57 Lampiran 4. Hasil uji Cochran Semua atribut (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 A12 A13 A14 0 1 1 24 6 7 17 0 24 16 24 4 21 10 22 2 99 76 94 93 83 100 76 84 76 96 79 90 78 98 Test Statistics N Cochran's Q df Asymp. Sig. a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 7 dan 9 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 1 A1 1 99 A3 6 94 A4 7 93 A5 17 83 A6 0 100 A8 16 84 A10 4 96 A11 21 79 A12 10 90 A13 22 78 A14 2 98 100 a 1.096E2 13 .000 58 Lanjutan Lampiran 4 Test Statistics N 100 Cochran's Q 80.178 df a 10 Asymp. Sig. .000 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 7, 9, 11, 13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 Test Statistics 1 A1 1 99 A3 6 94 A4 7 93 A5 17 83 A6 0 100 A8 16 84 A10 4 96 A12 10 90 A14 2 98 N Cochran's Q df Asymp. Sig. 100 49.381 a 8 .000 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 5, 7, 8, 9, 11, 13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 1 A1 1 99 A3 6 94 A4 7 93 A6 0 100 A8 16 84 A10 4 96 A12 10 90 A14 2 98 59 Lanjutan Lampiran 4 Test Statistics N 100 Cochran's Q 38.671 df a 7 Asymp. Sig. .000 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2,4,5,7,8,9,11,12,13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 Test Statistics 1 N A1 1 99 A3 6 94 A6 0 100 A10 4 96 A14 2 98 100 Cochran's Q 10.087 df a 4 Asymp. Sig. .039 a. 1 is treated as a success. Kecuali nomer 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 12, 13 (Tolak Ho, Qhitung > X² 0.95) Frequencies Value 0 1 Test Statistics A1 1 99 A6 0 100 A10 4 96 df A14 2 98 Asymp. Sig. N Cochran's Q 100 5.526 a 3 .137 a. 1 is treated as a success. 60 Lampiran 5. Hasil analisis Multidimensional Scaling (MDS) Alscal Iteration history for the 2 dimensional solution (in squared distances) Young's S-stress formula 2 is used. Iteration 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 S-stress .59204 .54593 .51421 .48586 .45524 .41930 .37768 .33203 .28632 .24671 .21741 .19802 .18545 .17688 .17034 .16472 .15943 .15429 .14923 .14426 .13939 .13466 .13007 .12564 .12139 .11734 .11348 .10982 .10636 .10311 Improvement .04611 .03172 .02835 .03062 .03594 .04162 .04565 .04571 .03961 .02931 .01939 .01257 .00857 .00654 .00563 .00528 .00514 .00506 .00497 .00487 .00474 .00459 .00443 .00425 .00406 .00386 .00366 .00346 .00325 Iterations stopped because this is iteration 30 Stress and squared correlation (RSQ) in distances RSQ values are the proportion of variance of the scaled data (disparitie) in the partition (row, matrix, or entire data) which is accounted for by their corresponding distances. Stress values are Kruskal's stress formula 2. 61 Lanjutan Lampiran 5 Matrix 1 (Row Stimuli Only) Stimulus Stress RSQ Stimulus Stress RSQ Stimulus Stress RSQ 1 .190 .969 2 .125 .988 3 .021 1.000 5 .097 .991 6 .080 .995 7 .124 .987 9 .057 .997 10 .263 13 .143 .982 14 .135 .983 4 .305 .917 8 .116 .988 Averaged (rms) over stimulus Stress = .149 RSQ = .980 Stimulus Coordinates Dimension Stimulus Number Column 1 2 3 4 5 Row 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Stimulus Name Nokia SE Samsung LG BB 1 2 1.8989 1.1558 1.7585 1.1361 1.2404 -1.7944 -.7396 -2.3815 1.6470 1.2941 .3244 -1.2628 -.7277 .8315 -.1028 -1.5083 -1.0925 .2515 -.3865 .4382 -1.0033 -1.1515 .1931 -.6084 -.3580 1.4104 -.0089 -.7109 -.0379 .4284 .4410 -.2213 -.0106 -.6678 .2024 .2839 -.3402 .1793 .940 11 12 .083 .994 .054 .997 62 Lanjutan Lampiran 5 RINGKASAN CHANDRA DWI NARITA. H24080079. Analisis Brand Image Handphone Nokia (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 IPB). Di bawah bimbingan MIMIN AMINAH Pertumbuhan teknologi dan telekomunikasi yang pesat menjadikan peluang bagi perusahaan telepon selular untuk menawarkan produk mereka. Tingkat persaingan telepon selular semakin hari semakin ketat. Ketatnya persaingan pada pasar telepon selular membuat Nokia harus bisa membedakan dan memposisikan produknya agar konsumen mampu melihat diferensiasi yang ditawarkan Nokia. Diantara banyaknya merek telepon selular yang saat ini bermunculan, Nokia sebagai market leader yang sudah lama bergerak di industri ini harus mampu menjaga citra merek yang kuat bagi perusahaannya agar dapat tetap bersaing dengan pendatang baru. Brand image yang kuat sangat penting dilakukan perusahaan Nokia agar mereknya dapat diingat dengan baik oleh konsumen ditengah persaingan yang semakin ketat. Selain itu brand image yang dilakukan oleh Nokia dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk yang dihasilkan sehingga dapat mendorong konsumen melakukan pembelian produk Nokia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis brand image yang dimiliki oleh Nokia, (2) Menganalisis brand image Nokia pada persaingan pasar telepon selular lain, (3) Menganalisis strategi yang dilakukan Nokia Corporation agar dapat bertahan dipasar sasaran. Informasi dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer didapat dari penyebaran kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur, artikel dan internet. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini antara lain analisis Deskriptif, uji Cochran, dan analisis Multidimensional Scaling (MDS). Pengolahan data menggunakan software Microsoft Exel 2007 dan SPSS 16 version for Windows. Berdasarkan data primer, responden mengetahui merek Nokia tanpa harus diingatkan kembali. Nokia menduduki posisi top of mind dalam benak responden dengan nilai sebesar 76%. Berdasarkan uji Cochran terlihat bahwa Nokia diasosiasikan memliliki produk yang berkualitas, penggunaan mudah, kemudahan dalam membeli dan terdapat outlet resmi di berbagai kota. Berdasarkan hasil analisis MDS, atribut yang menjadi citra merek Nokia adalah produk yang berkualitas, fasilitas multimedia, harga kompetitif dan customer service yang responsive. Hasil analisis MDS juga menunjukkan bahwa Sony Ericson merupakan pesaing terdekat Nokia. Oleh karena itu, sebaiknya Nokia mempertahankan kinerja atribut-atribut yang menjadi brand image. Nokia juga perlu lebih fokus terhadap atribut yang menjadi brand image pada pasar telepon selular.
Analisis Brand Image Handphone Nokia (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 IPB) Analisis Brand Association Analisis Analisis HASIL DAN PEMBAHASAN Brand Awareness, Brand Association, dan Brand Image Gambaran Umum Perusahaan HASIL DAN PEMBAHASAN Implikasi Manajerial HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Penelitian Terdahulu TINJAUAN PUSTAKA Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Telepon Selular TINJAUAN PUSTAKA Uji Keandalan Reliabilitas Analisis Deskriptif Uji kesahan Validitas Pengolahan dan Analisis Data Uji Multi Dimensional Scaling Waktu dan Tempat Penelitian Pengumpulan Data YA lanjutkan ke no 17 b. TIDAK lanjutkan ke no18 YA
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

Analisis Brand Image Handphone Nokia (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 IPB)

Gratis