Aplikasi Metode ANP (Analytic Network Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) Untuk Pengambilan Keputusan Alternatif Pemasaran Terbaik Pada Hotel Citi Inn Medan

Gratis

73
499
153
2 years ago
Preview
Full text

ANALYTIC NETWORK PROCESS) DAN

  Dok.: FM-GKM-TI-01-06A; Edisi :2 Rev : 0; Tgl. Efektif : 2 Juli 2012; Halaman : 1 dari 1APLIKASI METODE ANP ( TOPSIS (TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY S I M I L A R I T Y T O I D E A L S O L U T I O N ) U N T U K PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF PEMASARAN TERBAIK PADA HOTEL CITI INN MEDAN TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh MUHAMMAD GUGI GUNTARA NIM.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapatmenyelesaikan tugas sarjana ini. Adapun judul untuk tugas sarjana ini adalah “Aplikasi Metode ANP (Analytic Network Process) danTOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) UntukPengambilan Keputusan Alternatif Pemasaran Terbaik Pada Hotel Citi Inn Medan”.

UCAPAN TERIMA KASIH

  Pendekatan yang dilakukan adalah Analitycal Network Process(ANP) untuk pemilihan kriteria pemasaran didasari oleh konsep marketing mix 7P(product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process), metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS),dipertimbangkan adanya solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, sehingga dapat digunakan dalam pemilihan alternatif teknik pemasaran terbaik. Pendekatan yang dilakukan adalah Analitycal Network Process(ANP) untuk pemilihan kriteria pemasaran didasari oleh konsep marketing mix 7P(product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process), metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS),dipertimbangkan adanya solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, sehingga dapat digunakan dalam pemilihan alternatif teknik pemasaran terbaik.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Tidak semua hotel mempunyai bagian pemasaran dan penjualan yang formal, namun setiapperusahaan pasti mempunyai dan melaksanakan berbagai elemen penting yang terdapat dalam aktivitas pemasaran dan penjualan yang bertujuan utama untukmembuat para tamu atau pelanggan baik yang baru maupun yang lama tertarik untuk kembali menggunakan fasilitas hotel tersebut secara terus menerus. Sales Department hotel Citi Inn mempunyai tujuan dan fungsi dasar untuk menjual seluruh produk yang disediakan oleh hotel Citi Inn, hal ini merupakan aktivitas lanjutan dari marketing Department berupa transaksi-transaksi penjualansecara maksimum sehingga tujuan manajemen hotel Citi Inn untuk mendapatkan penjualan dan pemasukan keuangan bisa tercapai sesuai dengan yang sudahditetapkan atau di targetkan.

2.1. Sejarah Umum Perusahaan

  Pada tahun 2008 Citi Inn Grup mendirikan sebuah hotel baru di KotaMedan yang dijadikan sebagai kantor pusat Citi Inn Grup, hotel tersebut dinamakan Hotel Citi Inn yang beralamat di Jl. Visi dan Misi Perusahaan Adapun visi yang dimiliki oleh perusahaan adalah menjadi hotel yang memberikan pelayanan bintang lima dan fasilitas yang terbaik kepada tamu.

2.5. Fasilitas-fasilitas Hotel

  Fasilitas pengantaran tamu hotel ke pusat perbelanjaan seperti Sun Plaza secara gratis Adapun jumlah kamar yang tersedia di Hotel Citi Sun Yat Sen Medan terdiri dari 141 kamar yang terdiri dari: 1. Business Suite Room sebanyak 10 kamar Business Suite Room merupakan sebuah kamar yang didalamnya terdapat 2 buah kamar tidur dan 1 ruang tamu yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan ruang tamu pada Junior Suite Room.

2.6. Daerah Pemasaran

  Hotel Citi Inn memiliki website yang ditujukanuntuk memasarkan jasa yang ditawarkan. Tenaga kerja yang terdapat pada Hotel Citi Inn mayoritas adalah penduduk kota Medan dan sekitarnya.

2.8.1. Struktur Organisasi

  Oleh karena itu dalam suatu perusahaan sangat perlu dilakukan kerja sama dan koordinasi yang baik darisetiap elemen pada organisasi perusahaan yang membentuk satu unit kesatuan perusahaan dari berbagai departemen dan fungsi yang berbeda sehingga dapatmenciptakan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan demi kemajuan Struktur organisasi yang digunakan Hotel Citi Inn adalah tipe struktur organisasi fungsional. Organisasi fungsional merupakan suatu bentuk organisasiyang di dalamnya terdapat hubungan yang tidak terlalu menekankan kepada hierarki struktural akan tetapi lebih banyak didasarkan kepada sifat dan jenisfungsi yang perlu dijalankan.

2.9. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja

2.9.1. Jumlah Tenaga Kerja

  Jumlah tenaga kerja di Hotel Citi Inn sebanyak 63 orang yang terdiri atas tenaga kerja pria dan wanita. Adapun rincian jumlah karyawan Hotel Citi Inndapat dilihat pada Tabel 2.1 Tabel 2.1.

2.9.2. Jam Kerja Karyawan

  Karyawan yang termasuk pada jam kerja Non-Shift adalah karyawan pada departemen Back Office yang terdiri dari bagian personalia (SDM), bagian kasir, bagian accounting/keuangan dan bagian teknologi informasi (Information Technology). Jam kerja ShiftJam kerja Shift merupakan jam kerja yang digunakan tenaga kerja atau karyawan yang bekerja pada Hotel Citi Inn yang dilakukan setiap hari (Senin-Minggu).

2.10. Sistem Penggajian Karyawan dan Fasilitas

  Sistem Penggajian Karyawan Karyawan Hotel Citi Inn merupakan karyawan tetap yang proses perekrutannya dilakukan secara langsung oleh pihak manajemen Hotel Citi Inn. Karyawan Hotel Citi Inn memperoleh gaji setiap bulannya disesuaikan dengan peraturan yang berlaku serta mendapat fasilitas kesehatan dan asuransi.

BAB II I LANDASAN TEORI

2

3.1. Teknik Pemasaran

3.1.1. Definisi Pemasaran

  Sedangkan definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler(1994) dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu pemasaran adalah suatu prosessosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilaidengan individu dan kelompok lainnya. Selama ini terlihat gejala semakin banyak perusahaan memilih pasar sasaran yang akan dituju, keadaan ini dikarenakan mereka menyadari bahwa padadasarnya mereka tidak dapat melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut.2 Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta bervariatif Tjiptono, Fandi.

3.1.2. Unsur atau Variabel Pemasaran

  Berdasarkan harga yang ditetapkan ini konsumen akan Perusahaan harus dapat menetapkan harga yang paling tepat, dalam arti yang dapat memberikan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangkapendek maupun untuk jangka panjang. Place (Tempat/Saluran Distribusi)Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metodepenyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut beradaditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.

3.2. Analytical Network Process (ANP)

  Analytic Network Process (ANP) adalah teori umum pengukuran relatif yang digunakan untuk menurunkan rasio prioritas komposit dari skala rasio individu yang mencerminkan pengukuran relatif dari pengaruh elemen-elemenyang saling berinteraksi berkenaan dengan kriteria kontrol (Saaty,1999). ANP menggunakan jaringan tanpa harus menetapkan level seperti pada hierarki yang digunakan dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), yangmerupakan titik awal ANP.

3 Saaty, T. L. (2005). Theory and Applications of the Analytic Network Process. Pittsburgh, PA:

  Dalam penelitian ini, salah satu metode MCDM yakni Analytic Network Process (ANP) akan diimplementasikan untuk dipakai dalam penentuan kriteria- kriteria pemasaran guna mendapatkan kriteria pemasaran yang tepat untuk dikembangkan oleh pihak perusahaan. Dimulai dengan melakukan identifikasidan mengkaji visi, misi, dan kriteria-kriteria pembangun strategi pemasaran serta alternatif-alternatif yang digunakan oleh pihak perusahaan yang nantinya akandirumuskan menjadi tujuan strategis (strategic objectives) yang digunakan acuan manajemen menyusun program dan rencana kerjanya.

3.2.1. Langkah-langkah Pengerjaan ANP

4 Ibid. Saaty, T. L. (2005)

  Perhitungan matriks berpasangan dan prioritasAdapun langkah langkah dalam perhitungan matriks berpasangan dan prioritas adalah sebagai berikut:a. Jumlahkan nilai setiap elemen dalam setiap baris dan dibagikan dengan jumlah elemennya.

3.3. Metode TOPSIS ( Technique for Others Reference by Similarity to Ideal

5 Solution)

5 Torfi, F., Farahani, R. Z., Rezapour, Sh., (2010). Fuzzy AHP to determine the relative weights of

  Pada subbab ini akan dijelaskan mengenai definisi, kelebihan dan kekurangan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penggunaanmetode TOPSIS. evaluation criteria and fuzzy TOPSIS to rank the alternative.

3.3.1. Definisi TOPSIS

  TOPSISmenggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dari sudutpandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal. Solusi ideal positifdidefinisikan sebagai jumlah dari seluruh nilai terbaik yang dapat dicapai untuk setiap atribut.

3.3.2. Kelebihan dan Kekurangan Metode TOPSIS

  Dengan adanya kedua solusi ini maka alternatif yang dipilihdalam metode TOPSIS merupakan alternatif yang memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal positif dan jarak terjauh dengan solusi ideal negatif. Contoh penyebab informasi yangtidak lengkap tersebut adalah karena adanya penilaian dari manusia yang seringkali bersifat tidak pasti/kabur (fuzzy) dan tidak dapat mengestimasikanperangkingan dalam data numerik yang pasti.

3.3.3. Langkah-langkah dalam Metode TOPSIS

  Negative Ideal Alternative: satu alternatif yang memiliki nilai atribut terburukMetode TOPSIS memiliki alternatif yang paling dekat dengan solusi ideal dan paling jauh dari alternatif yang ideal negatif. Langkah pertama : membuat matriks keputusan yang ternormalisasiKonversi matriks dengan keputusan alternatif m dan n kriteria untuk sebuah matriks berdimensi (x ij adalah nilai i dengan alternatif dalam kriteria j) 1/2 2 � R ij = x ij /( ) i = 1,….., m ; j = 1,…..,n (2)â…€ � �=1 �� 2.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

  Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di hotel Citi Inn International Medan yang berlokasi di Jalan Sun Yat Sen No. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknik pemasaran terbaik yang dapat digunakan untuk meningkatkan occupancy rate hotel Citi Inn Medan.

6 Sinulingga, Sukaria. 2011. Metodologi Penelitian. USU Press. Hlm. 28

  Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah segala bentuk kriteria dan jenis alternatif dari teknik pemasaran jasa perhotelan yang dilakukan oleh manajemen hotel CitiInn Medan. Kerangka Konseptual Dari Gambar 4.1 diatas dapat dilihat bahwa kriteria dari konsep marketing mix 7P yang dikemukakan oleh Zeithaml dan Bitner (2000, p19) menjadi variabel yang akan dipilih salah satunya menjadi kriteria teknik pemasaran hotel dengan Preference by Similarity to Ideal Solution) untuk dikembangkan dari alternatif- alternatif yang ada pada kriteria tersebut untuk diaplikasikan pada pemasaran hotel Citi Inn.

4.5. Identifikasi Variabel Penelitian

4.5.1. Variabel Independen

  PlacePenentuan mengenai dimana produk yang ditawarkan mudah ditemukan dipasar oleh target pasar yang dituju. ProcessProses merupakan aktifitas keseluruhan yang terjadi, dalam rangka menjalankan strategi yang ada.

4.5.2. Variabel Dependen

  Data tersebut adalah datapenilaian pakar dengan menggunakan kuesioner perbandingan berpasangan(Pairwase Comparison) mengenai kriteria teknik pemasaran dan alternatif- alternatif yang digunakan dalam tiap kriteria yang menjadi strategi di perusahaan. Teknik kepustakaan, yaitu mencatat dan mempelajari teori-teori yang berhubungan dengan pemecahan masalah dari berbagai buku yang sesuaidengan permasalahan yang diamati di hotel Citi Inn Medan.

4.8. Instrumen Penelitian

  Wawancara dilakukan dengan memberikan sebuah kuesioner kepada pakar pemasaran perhotelan, dimana pakar akan membuat perbandingan darikriteria pemasaran dan perbandingan dari alternatif pemasaran yang mungkin dilakukan pihak manajemen hotel. Bentuk kuesioner yang digunakan adalahkuesioner tertutup dimana peneliti sudah mempunyai asusmsi yang kuat bahwa responden mengetahui materi yang akan disajikan dalam kuesioner tersebut gunamembandingkan tingkat kepentingan antar masing-masing kriteria dan alternatif pemasaran.

7 Harker,P.T, and L.G Vargas. 198. The Theory of Ratio Scale Estimation :Sa’aty’s Analitycal Hierarchy Process. Management Science 33(11) : 1383-14043

  Subjek yang dipilih untuk penilaian dilakukan berdasarkan kepakaran narasumber akanteknik pemasaran, sehingga semua ahli pemasaran yang ada di objek penelitian(Hotel Citi Inn) akan menjadi sumber data. Prosedur dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi masalah untukmendapatkan akar dari permasalahan yang akan diselesaikan, Pengumpulan data dan pengolahan data sesuai dengan masalah yang telah diidentifikasi danpemilihan teknik pemasaran hotel terbaik dengan TOPSIS.

4.11. Pengolahan Data

  Data yang dikumpulkan dari hasil wawancara denganpakar pemasaran menghasilkan perbandingan berpasangan untuk skor bobot ANP. Skor tersebut tersebut kemudian dituangkan kedalam pemilihan alternatif teknik pemasaran dengan TOPSIS.

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data

  Variabel yang merupakan kriteria ada tujuh (7P) yaitu, price, place, promotion, product, people, physical evidence dan process ( Zeithaml, 2000 ). Metode ANP ini dapat dilihat pada kuesioner yaitu dengan adanya perbandingan berpasangan pada tiap-tiap perspektif dan strategi objek.

5.1.1. Data Pengembangan Strategi Objektif pada Wawancara Awal

  Branding : Produk yang ditawarkan Hotel Citi Inn bertujuan untuk memposisikan produk layanan jasa perhotelan di benak pelanggan,sehingga pelanggan akan kembali lagi berkunjung untuk yang berikutnya 2. Advertising : periklanan yang dilakukan di dalam hotel sendiri (in house advertising), promosi yang dilakukan di luar hotel (outdoor advertising) atau juga memberikan kenang-kenangan (specialty advertising) kepada tamu atau konsumen yang menggunakan jasa hotel tersebut.

5.1.2. Desain Network Kriteria Pemasaran Hotel Citi Inn

  Saluran Distribusi (Place)Kotler (2000: 96) menyatakan bahwa “Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yang melakukan segala kegiatan (Fungsi) yang digunakan untukmenyalurkan produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen”. Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma,cahaya, cuaca, pelatakan dan layout yang nampak atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli (Belk 1974 dalam Assael 1992).

5.1.3. Pembuatan Kuesioner Perbandingan Berpasangan

  Kuesioner tersebut diberikan kepada pihak yangdianggap terkait dan mengerti tentang teknik pemasaran Hotel Citi Inn Medan. Perbandingan Berpasangan antara Kriteria Teknik Pemasaran Keterangan Penilaian perbandingan berpasangan diatas dapat dilihat pada Tabel 5.2.

5.1.4. Rekapitulasi Kuesioner

  Rekapitulasi Kuesioner Kriteria Teknik Pemasaran Responden 2 A B C D E F G A 2 1 1 1/7 1 4 1 1 1/2 B 1 1 1/7 3 1/3 1/3 1/3 C 7 7 1 5 1 1 1 D1/4 1/3 1/5 1 1/3 1/3 1/5 E 3 1 1 3 1 4 1 F 1 3 1 3 1/4 1 1/2 G 2 Kuesioner yang diberikan kepada pakar diisi dan diperoleh hasil perbandingan berpasangan seperti pada Tabel berikut: 1 5 3 Tabel 5.5. Rekapitulasi Kuesioner Kriteria Teknik Pemasaran Responden 3 A B C D E F G 1 F 3 7 1 5 9 5 5 D 1/4 1/3 1/5 1 1/3 1/3 1/5 E 1 1 1/3 3 1 4 1 1 1/7 3 1/4 1 ½ 1 1 1/3 G 2 3 1/5 5 1 2 1 Keterangan : A : Product D : Price G : Process B : Place E : PeopleC : Promotion F : Physical Evidence Dibawah ini adalah hasil penilaian pakar terhadap masing-masing alternatif dari tiap-tiap kriteria.

5.2. Pengolahan Data 1. Perhitungan Rata-rata Bobot Kriteria

  Perhitungan Rata-rata Pembobotan Kriteria Product A1 A2 A3 2.000 3.000 1.000 5.000 1.000 2.000 1.000Perhitungan rata-rata pembobotan untuk kritetria product dapat dilihat pada contoh responden 1 yakni pada Tabel 5.32 sebagai berikut: G 1.000 3.000 1.000 3.000 0.250 1.000 0.500 F 1.000 3.000 1.000 3.000 1.000 4.000 1.000 E Rata-rata geometrik dari penilaian yang diberikan oleh seluruh anggota kelompok yakni sebanyak 4 orang pakar pemasaran hotel Citi Inn. Contoh rata-rata pembobotan untuk Kriteria adalah sebagai berikut: Kriteria product 7 kali lebih penting dibandingkan dengan kriteria place, sebaliknya Kriteria Place 1/7 kali lebih penting dibandingkan dengan kriteria 7.000 7.000 1.000 5.000 1.000 1.000 1.000 C 1.000 1.000 0.143 3.000 0.333 0.333 0.333 B 1.000 1.000 0.143 4.000 1.000 1.000 0.500 A Tabel 5.31.

5.3. Perhitungan Bobot Parsial dan Konsistensi Matriks

  Perhitungan bobot parsial dilakukan untuk mendapatkan suatu nilai bobot yang akan digunakan untuk mengetahui relatif nilai suatu kriteria dengan kriterialainnya. Sementara bobotnya diperoleh dengan menghitung rata-rata setiap baris yang didapat dengan cara menjumlahkan danmembaginya dengan jumlah data.

5.4. Penyusunan Supermatriks Analytical Network Process (ANP)

  Datatersebut merupakan bobot masing-masing kriteria dan alternatifnya yang akan dilihat pengaruh kriteria dengan kriteria, kriteria dengan alternatif, dan alternatifdengan alternatif. Tabulasi Ranking Kriteria Teknik Pemasaran Kriteria Bobot Persentase Peringkat A 0,0383 13,41% V 0,0301 10,53% B VI C 0,0768 26,89% I D 0,0179 6,28% VIIE 0,0434 15,19% II F 0,0390 13,65% IV 0,0401 14,05% G III 0,2857 100,00%Dari hasil pada Tabel 5.43 dapat dilihat bahwa kriteria dengan persentase tertinggi adalah kriteria C yaitu Promotion, artinya promosi menjadi pilihanterbaik menurut pakar jika dibandingkan dengan berbagai pilihan kriteria lainnya.

5.5. Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

  Penilaian Alternatif Promosi A B C D E F G Y Nilai Wi adalah nilai bobot kriteria alternatif promosi hasil pengolahanANP pada Tabel 5.41. sehingga :Wi = (0.07263, 0.06669, 0.37345, 0.03818, 0.18301, 0.11360, 0.15243) Setelah matriks ternormalisasi, maka dilakukan pembobotan terhadap normalisasi tersebut dengan cara sebagai berikut:yij = wirij 5.5.2.

5.5.3. Matriks Solusi Ideal Positif dan Negatif

  Adapun solusi ideal positif (A ) dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: Y 1 = max {0,00133, 0,00464, 0,00479} = 0,00479 2 = 0,00235 3 = max {0,00176, 0,02218, 0,00890} = 0,02218 solusi ideal positif (A ) dapat dilihat pada Tabel 5.46. Rekapitulasi C1 0,00133 0,00108 0,00176 0,00070 0,00928 0,01053 0,00745 C2 0,00464 0,00235 0,02218 0,00013 0,00764 0,00144 0,00512C3 0,00479 0,00220 0,00890 0,00211 0,00355 0,00573 0,00035 Max 0,00479 0,00235 0,02218 0,00211 0,00928 0,01053 0,00745 Sedangkan solusi ideal negatif (A-) dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: 1 = 0,00133 2 = min {0,00108, 0,00235, 0,00220} = 0,00108 3 = min {0,00176, 0,02218, 0,00890} = 0,00176 solusi ideal negatif (A ) dapat dilihat pada Tabel 5.47.

5.5.4. Jarak Antara Nilai Alternatif dengan Matriks Solusi Ideal Positif dan Negatif

Jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal positif dihitung sebagai berikut: � 2 �� ��(�� − ��) D1 = ) ( ) ( ) − 0.00479 − 0,00235 ⋯ − 0,00745 �( Dengan perhitungan yang sama maka didapat nilai untuk D2 dan D3 yakni: Sedangkan jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal negatif dihitung sebagai berikut: � =�� − ��) 2 −− ��(�� �=1222 D1 = − 0.00133 − 0,00108 ⋯ − 0.00035 �( Dengan perhitungan yang sama maka didapat nilai untuk D2 dan D3 yakni:

5.5.5. Nilai Preferensi Alternatif

Adapun nilai preferensi untuk setiap alternatif dihitung dengan rumus sebagai berikut: − � � =� � − � � � � 0,01289 = = 0,38271� � 0,01289 +0,02079 Dengan cara yang sama V 2 dan V 3 dapat dihitung, sehingga didapat :V = 0,69003

2 V

  3 = 0,35600 Dari nilai V ini dapat dilihat bahwa V memiliki nilai terbesar, sehingga 2 dapat disimpulkan bahwa alternatif pertama yakni advertising menjadi prioritas utama order yang dikerjakan dan selanjutnya diikuti oleh nilai lebih kecilsesudahnya. Adapun urutan pengerjaan order yang ditentukan berdasarkan metode TOPSIS dapat dilihat pada Tabel 5.48.

BAB VI ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL

6.1. Analisis Kondisi Eksisting

  Itu disebabkan berkurangnya meeting dan perjalanan dinas yang dilakukan banyak instansi dan juga banyak tawaran daripesaing yang lebih gencar pendekatan marketingnya . Alternatif ini dibentuk dari kegiatan yang bersifat teknis dan dapatdikembangkan banyak program yang ikut serta di dalam masing-masing alternatif.

6.2. Analisis Hubungan Kriteria dan Alternatif Strategi Pemasaran

  Bobot Kriteria Pemasaran Kriteria Bobot Persentase Peringkat 0,0383 13,41% A V B 0,0301 10,53% VI C 0,0768 26,89% I D 0,0179 6,28% VIIE 0,0434 15,19% II 0,0390 13,65% F IV G 0,0401 14,05% III 0,2857 100,00% Sumber : Pengolahan Data Supermatriks Keterangan : A : Product D : Price G : Process B : Place E : PeopleC : Promotion F : Physical Evidence Dari Tabel 6.1 dapat dilihat bahwa teknik pemasaran yang mendapatkan bobot terbesar adalah kriteria C yaitu Promosi. Social Media : Promosi dilakukan melalui media sosial online berupa web page mengenai Hotel Citi Inn Dari ketiga alternatif tersebut akan dipilih satu yang terbaik dan sesuai dengan kondisi hotel Citi Inn.

6.3. Analisis Konsistensi Expert Choice

  Nilai Konsistensi Jawaban Elemen n CI RI CR Keterangan Kriteria 7 0.074 1.35 0.055 KonsistenA : Produk 3 0.047 0.58 0.081 Konsisten 2 - - - B : Place 2 ElemenC : Promotion 3 0.002 0.58 0.032 Konsisten 2 - - D : Price 2 - - - E : People 2 Elemen 1 - - F : Physical Evidence 2 - - - G : Process 2 ElemenUntuk nilai RI (Random Index) untuk tiap-tiap nilai n yang lebih dari 2 elemen dapat dilihat pada Tabel 6.2. Daftar Nilai RI untuk Berbagai Nilai n n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 RI 0,58 0,90 1,12 1,24 1,35 1,41 1,45 1,49Sumber: Sri Mulyono, 2004 Dari Tabel 6.1 juga dapat disimpulkan bahwa semua jawaban pakar terhadap kriteria maupun alternatif adalah konsisten.

6.4. Analisis Hasil Analytical Network Process (ANP) Data yang telah diolah kemudian dianalisis dan dilakukan interpretasi

  Penentuan prioritas kriteria pemasaran di Hotel Citi Inn dilakukan dengan menggunakan kriteria yang digunakan oleh Stanton (1991), Peringkat bobotKriteria dapat dilihat pada Gambar 6.1. Peringkat Bobot Kriteria ANP Keterangan : A : Product D : Price G : Process B : Place E : PeopleC : Promotion F : Physical Evidence Dari Gambar 6.1 strategi pemasaran potensial adalah strategi yang memiliki nilai bobot tertinggi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

6.5. Analisis Pengolahan Data TOPSIS

  Pengolahan dengan menggunakan metode TOPSIS digunakan untuk menentukan alternatif terpilih dari kriteria promosi yang terbaik untuk hotel CitiInn berdasarkan jarak terjauh dari titik ideal negatif dan terdekat dari titik ideal positif. Melalui metode TOPSIS, alternatif yang dianggap merugikan dapatdiminimisasi sehingga perhitungan TOPSIS yang dihasilkan merupakan alternatif optimal.

IS PS

  In house advertising dilakukan di dalam lingkungan Hotel, di mana semua barang yang diiklankan diletakkan di lobby hotel, lift, kamar hotel, restoran dan tempat lain yang menjadi pusat lalu lintas para tamu, bentuknya berupa perlengkapanseperti key holders, handuk, sabun, gelas, asbak dengan logo Hotel citi Inn ataupun rack folder yang memuat poster-poster atau brosur tentang tarif kamardan fasilitas hotel yang disediakan oleh hotel. specialty advertising dilakukan Hotel yang berupa pemberian hadiah yang diberikan untuk kenang-kenangan bagi para tamu, misalnya ballpoint, tas, T-shirt dan note-pad yang semuanya disertai dengan logo Hotel Citi Inn.

BAB VI I KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

  Semua kriteria tersebut telah dianalisis dan merupakan kriteria yang paling sesuai dengan kondisi eksisting perusahaan. Dengan menggunakan metode TOPSIS, prioritas utama alternatif pemasaran yang baru bagi Hotel Citi Inn yang sesuai dengan kriteria promotion adalah advertising, karena memiliki nilai preferensi terbesar 0,69003 dibandingkan alternatif sales people dengan nilai preferensi 0,38271 dan social media dengan nilai preferensi 0,35600.

7.2. Saran

  Penelitian serupa dapat dilakukan pada perusahaan jasa dengan bisnis yang berbeda tentunya dengan penyesuaian yang dilakukan terhadap perusahaanyang berkepentingan untuk meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan. Perusahaan harus memperhatikan kondisi advertising sendiri dan pesaing, karena dengan melihat apa yang dilakukan pesaing pihak hotel dapatmenyusun langkah strategis untuk memenangkan hati konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

  LAMPIRAN KUESIONER “PEMILIHAN ALTERNATIF TEKNIK PEMASARAN BERDASARKANKONSEP MARKETING MIX PADA INDUSTRI JASA” Nama :Umur :Jabatan : Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang akan digunakan dalam penelitian tugas akhir saya, pertanyaannya berkenaan dengan teknik pemasaranhotel yang bapak/ibu kelola. Berdasarkan Kriteria Karyawan (People) , alternatif yang sesuai dengan kondisi hotel?oPerlakuan terhadap karyawan (Employees) Perlakuan terhadap pelanggan (Customers) Budaya dan nilai-nilai dalam berkomunikasi (Communicating culture and value) o Inovasi karyawan (Employee research) oYang lain,....................................................................................................................

1. Pembobotan dilakukan dengan perbandingan berpasangan, yaitu membandingan kriteria penelitian di sebelah kiri dengan kriteria penilaian di sebelah kanan

  Misalnya Saudara menyatakan A lebih penting dari pada B, dan B lebih penting dari pada C, maka penilaian Saudara konsisten jika menyatakan Ctidak lebih penting dari pada A. Apabila ada keraguan dalam perbandingan tingkat kepentingan antar faktor tersebut, dapat di atasi dengan jalan mengisi tanda bulatan hitam (.) diantara dua angka di atas, menunjukan artipenilaian diantara dua angka ganjil yang bersebelahan tersebut.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Aplikasi Metode ANP (Analytic Network Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) Untuk Pengambilan Keputusan Alternatif Pemasaran Terbaik Pada Hotel Citi Inn Medan
73
499
153
Analisis Pemilihan Supplier Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) di PT. Indo CafCo
10
53
78
Implementasi Algoritma K-Nearest Neighbor Dan Metode Topsis Dalam (Technique For Orders Preference By Similarity To Ideal Solution) Dalam Penentuan Mutu Beras Miskin (Studi Kasus: Bulog Aceh)
12
64
123
Analisis Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Dengan Metode ANP Analytical Network Process) Pada PT. Mandheling Gayo Internasional
3
36
159
Studi Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dan Metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) Untuk Peningkatan Kualitas Layanan Di Rumah Sakit Bina Kasih Medan-Sunggal
3
40
149
Analisis Pengaruh Promosi Dan Komunikasi Terhadap Pengambilan Keputusan Tamu (Occupant) Untuk Memilih Menginap Di Hotel Tiara Medan
4
55
132
Aktivitas Komunikasi Pemasaran Hotel Guna Meningkatkan Jumlah Hunian (Studi pada Hotel University Inn UMM)
0
4
2
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemeringkatan Koperasi Pada Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Dengan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) (Studi kasus pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan koperasi Kota Metro,lampung)
1
1
14
Penerapan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) Dalam Pemilihan Tempat Pendirian Pabrik Kelapa Sawit
0
0
7
Analisis dan Implementasi Sistem Rekomendasi Pemilihan Vendor untuk Pengadaan Alat Menggunakan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dan Fuzzy AHP (Studi Kasus: PT Universal Tekno Reksajaya)
0
0
15
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Penanaman Varietas Unggul Padi Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS
0
0
8
Analisis Metode Fuzzy Analytical Network Process untuk Sistem Pengambilan Keputusan Pemeliharaan Jalan
0
1
7
Aplikasi Metode ANP (Analytic Network Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) Untuk Pengambilan Keputusan Alternatif Pemasaran Terbaik Pada Hotel Citi Inn Medan
0
1
38
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN - Aplikasi Metode ANP (Analytic Network Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) Untuk Pengambilan Keputusan Alternatif Pemasaran Terbaik Pada Hotel Citi Inn Medan
0
0
11
BAB I PENDAHULUAN - Aplikasi Metode ANP (Analytic Network Process) dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) Untuk Pengambilan Keputusan Alternatif Pemasaran Terbaik Pada Hotel Citi Inn Medan
0
0
9
Show more