Perancangan media pengenalan aksara Sunda melalui buku Barancang Wangun Aksara Sunda

Gratis

2
12
53
2 years ago
Preview
Full text

AKSARA SUNDA

” DK 38315 Tugas Akhir Semester I 2012/2013 Oleh : Irfan Maulanasam 51907094 Program Studi Desain Komunikasi Visual FAKULTAS DESAIN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

KATA PENGANTAR

  Perubahan budaya yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Sunda dalam hal Aksara Sunda sebagai warisan budaya yang menanamkan kearifan lokal dalam masyarakatSunda, yang merupakan bahasan penelitian ini sebagai kearifan lokal yang ditanamkan dalam penyaring dari budaya asing yang masuk dalam kebudayaan sunda sehingga tidakkehilangan jati dirinya sebagai masyarakat Sunda di daerah Kota Bandung. BeberapaArtefak sejarah seperti prasasti, naskah serta lain hal sebagainya yang mendukung tentang bagaimana orang Sunda bisa disebut sebagai manusiapertama yang hidup di wilayah Indonesia ialah aksara, orang Sunda telah terbiasa memakai dan membaca tulis dalam setiap kegiatan pendokumetasian,informasi, pemberitahuan dan lain hal sebagainya.

1.2. Identifikasi Masalah

  absurd (tidak tentu tujuan yang akan dicapai) karena perubahan bentuk dan fungsi Aksara tersebut, dimana Aksara Sunda sekarang tampil hanya sebagai bagian dari dekorasi. Bentuknya sendiri menjadi berbeda sehingga orang-orang yang telah bisa dan mengerti aksara Sunda zamandahulu (Zaman kerajaan Hindu Budha) harus mempelajari kembali aksaraSunda yang baru, hal ini juga memberikan pekerjaan baru kepada masyarakatnya baik yang tidak tahu maupun yang telah mengerti aksaraSunda karena bentuk juga mempengaruhi bagaimana cara membaca Aksara tersebut.

1.3. Fokus Permasalahan

  Aksara Sunda Aksara Sunda merupakan bahasa tulis yang dipakai oleh suku bangsaSunda dalam merekam sesuatu. Aksara yang merupakan alat perekam dari bahasa verbal yang dipakai oleh sekelompok manusia untuk menyampaikan informasi atau pesan dari satuindividu kepada individu lainnya ataupun dari satu individu ke kelompok maupun sebagainya.

2.1.1. Komponen Aksara Sunda

  Pemasyarakatan Aksara Sunda berkaitan erat dengan pemeliharaan bahasa Sunda, pengajaranbahasa Sunda di sekolah, dan aspek-aspek kehidupan lainnya dari masyarakat di Jawa Barat, di Indonesia umumnya, baik unsurkehidupan tradisional maupun kehidupan modern sekarang ini dan di masa yang akan datang. Pemasyarakatan Aksara Sunda hendaknya dilakukan secara bertahap karena jenis aksara ini sudah lama (sekitar 3 abad) tidak dikenal lagi Tahap Pawanohan (Pengenalan Kembali) Pada tahap ini Aksara Sunda diperkenalkan kepada kelompokmasyarakat dan lembaga yang nantinya dapat menyebarluaskan ke kalangan yang lebih luas.

2.2.2.1. Jenis Buku Pop Up

  Anatomi Huruf Huruf memiliki berbagai organ yang berbeda, seluruh komponen dari satu huruf merupakan identifikasi visual yang dapatmembedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Gambar 2.9 bagian Stem dan terminal dalam karakter Aksara Sunda (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 2.10 bagian stroke dan serif dalam karakter Aksara Sunda (Sumber : Laporan Pengantar Proyek Tugas Akhir “PerancanganHuruf Latin karakter Aksara Sunda”, 2008) Garis pembuka dan penutup dari stroke disebut serif.

2.4. Segmentasi 1. Segmentasi Target Audiens

  Geografis Kotamadya Bandung dan sekitarnya Psikografis  Aktif :Senang bertanya dan tidak bisa diam dalam waktu yang lama  Labil:Masih mudah terpengaruh pada keadaan lingkungan dan omongan orang sekitar.  Narsis:Suka memperlihatkan diri pada publik dalam hal popularitas dan kreatif dalam mengidentifikasikan diri di kelompokmasyarakat Hedonis Mencari kesenangan dalam hidup tanpa memikirkan yang lain Kreatif : Mengolah benda-benda disekitarnya menjadi media ekspresi.

BAB II I PERANCANGAN BUKU “RARANCANG WANGUN AKSARA SUNDA” SEBAGAI MEDIA PENGENALAN AKSARA SUNDA

3.1 Strategi Perancangan

Perancangan buku“Rarancang Wangun Aksara Sunda” adalah alternatif media dari pembelajaran Aksara Sunda yang biasanya lebih mengajarkan caramembaca dan menulis Aksara Sunda tanpa disertai dengan bagaimana cara membedakan antara karakter satu dengan yang lain. sedangkan hal yang palingawal atau mendasar dalam belajar membaca ialah bagaimana mengenali dan membedakan beberapa karakter sehingga audiens bisa membaca aksara tersebutwalau masih belum mahir atau secara fasih bisa membaca aksara tersebut.media ini dirancang bukan sebagai media belajar membaca dan menulis aksaraSunda melainkan lebih kepada bagaimana Audiens dituntut untuk berinteraksi secara langsung sehingga mengetahui apa yang membedakan karakter aksarasatu dengan Aksara yang lain. Dari pemaparan diatas, dapat digambarkan bahwa perancangan buku“Rarancang Wangun Aksara Sunda” yang perancangannya diawali dengan dasar pengenalan Aksara Sunda dalam bentuk eksperimen interaktif, yangartinya ialah memanfaatkan persamaan bentuk dasar aksara sunda yang direkayasa sedemikian rupa dengan menggunakan menggunakan sistem tertentusehingga menimbulkan interaksi terhadap audiens dalam pembentukan satu persatu dari karakter Aksara Sunda tersebut.

3.1.1 Pendekatan Komunikasi

3.1.2 Tujuan Komunikasi

  Komunikasi merupakan penyampaian pesan atau informasi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, pada hakekatnyakomunikasi adalah suatu perencanaan untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Wiryanto dalam ilmu pengantar komunikasi (2004,5) menerangkan bahwa istilah komunikasi mengandung makna bersama- Tujuan dari perancangan media informasi ini ialah mengajak target audiens yaitu remaja untuk belajar mengenal aksara Sunda..

3.2 Strategi Kreatif

Strategi kreatif yang dilakukan ialah untuk kepentingan perancangan media pengenalan Aksara Sunda dilakukan pendekatan informasi dalam bentukpuzzle dimana Audiensmelihat dan bisa menggerakkan gambar sehingga tercipta karakter berbeda satu dengan yang lain.

3.2.1. Referensi Visual

Dalam Sebuah media informasi yang akan dirancang diperlukan sebuah referensi visual untuk memberikan gambaran lebih jelastentang rancangan media informasi yang akan dibuat yang antara lain :

3.2.1.1. Referensi Visual 1

Buku “Volveles” pertamaBuku dengan bentuk tiga dimensional dimana halamannya bisa diputar dengan cara memakai porosdalam lingkaran yang disisipkan di halaman buku. Gambar 3.1 first volvenes book (sumber : http://www.markhiner.co.uk.htm)

3.2.1.2. Referensi Layout

Layout atau yang biasa disebut tata letak dari media informasi memiliki peranan penting agar pesan yang akan

1. Tommy Kane

Pemilihan layout gambar yang sederhana dimana ilustrasi dengan tulisan menyatu dalam satu kesatuan. Gambar 3.3 Ilustrasi tommy Kane (Sumber: http://koikoikoi.com/2009/10/my-sketchbook-feat-tommy-kane) Contoh Layout yang akan digunakan

3.2.1.3. Warna

Pemilihan warna disesuaikan kepada karakter anak yang menyukai warna terang dan hangat.

C: 0 m: 95

C: 0 m: 34 C: 14 m: 0 C: 50 m: 0 C: 93 m: 71 Y : 92 k : 0 Y : 93 k : 0 Y : 97 k : 0 Y : 100 k : 0 Y : 0 k : 0

3.3 Strategi Media

  Rancangan yang akan dibuat sebagai media utama ialah buku“Rarancang Wangun Aksara Sunda” dimana buku tersebut merupakan kumpulan dari setiap bentuk karakter Aksara Sunda yangdirekayasa sedemikian rupa sehingga audiens bisa membedakan karakter aksara satu dengan yang lainnya dari mulai pembentukkanawal aksara tersebut. Aksara Sunda diurutkan dari nomor satu sampai dengan sepuluh dengan mempergunakan Aksara sunda bada bagian depan dan dibelakangnya terdapat nama aksara tersebut yang ditulis mempergunakan Aksara Latin  Kamus Praktis Ialah kamus sederhana yang memaparkan bagaimana bentuk dan cara menulis Aksara Sunda dilengkapi tanda baca dan bilangan.

3.3.3 Media Pendukung

  Media pendukung ialah media terpilih yang digunakan untuk membantu menyebarkan serta memberi informasi tentang buku Rarancang Wangun Aksara Sunda. Berikut jenis-media yang terpilih antara lain:  Poster Poster merupakan media yang memiliki jangkauan yang luas dan sangat efektif untuk menarik perhatian target audiens, karena penempatannya bisa dimana saja dan lebih efektif untuk menyampaikan pesan.

MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

4.1 . Media Utama

4.1.1 Buku Rarancang Wangun Aksara Sunda

  Karakter aksara dibuat dengan cara memotong dan membolongi bidang kertas dalam tahap manual,proses awal ialah dengan membuat bentuk aksara menggunakan program grafis Coreldraw X5 dan kemudian dicetak serta dipotongdengan alat pemotong setelah dibuat garis potongnya secara digital.untuk layout ditata dengan menggunakan software Corel Draw X5. Buku dicetak dengan menggunakan teknik printing, cutting dan finishing dengan jilid hard Cover dan ditutup dengan jaket buku dengan bahan kalkir.

4.2.1 Poster kelompok Aksara

  Poster kelompok aksara ialah poster yang memaparkan bentuk karakter aksara berdasar kelompok bentuk-bentuk aksara Sunda yangmemiliki kemiripan bentuk satu sama lain. Poster ini dibentuk mirip dengan test mata.

4.2.2 Kamus Praktis Aksara

  Kamus praktis aksara merupakan media pembelajaran sederhana dimana aksara dibuat dengan pengelompokan berdasarkan lambangbunyi serta tanda baca yang digunakan untuk menuliskan aksaraSunda. Pengelompokan dipisahkan berdasarkan warna dan disertai dengan arah cara menulis aksara tersebut agar lebih mudah ditiru.

4.2.3 Buku Sketsa “Ngararancang Wangun Aksara Sunda”

  Buku“Ngararancang Wangun Aksara Sunda” dibuat sebagai pendamping dari media Utama yaitu buku “Rarancang Wangun Aksara Sunda” yangdiharapkan sebagai media eksplorasi Bentuk aksara dan sebagai media latihan dalam menulis atau menggambar aksara Sunda. Gambar 4.5 Pembatas Buku Pembatas Buku Ukuran : 105 mm x 15 mmBahan : Canson 210 gsmTeknik Produksi: Cetak Separasi 4.3.2 Stiker Stiker digunakan sebagai souvenir saat pembeliaan buku (media utama) Gambar 4.6 Stiker Stiker Ukuran : 100 mm x 40 mmBahan : Stiker chromo 150 gsm Handbag dipakai sebagai media packaging pada saat pembelian buku rarancang wangun aksara sunda Gambar 4.6 Handbag HandBag Ukuran : 100 mm x 40 mmBahan : Stiker chromo 150 gsmTeknik Produksi: Cetak Separasi .

4.4.1. Poster

Poster dibuat berdasarkan kebutuhan pemberitahuan bahwa ada buku yang membahas tentang aksara Sunda. Gambar 4.7 Poster Poster Ukuran : 597 mm x 420 mmBahan : syntetic paper 150 gsmTeknik Produksi: Cetak Separasi

Dokumen baru