FUNGSI REHABILITASI SOSIAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP REMAJA YANG MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi di BNN Kota Malang)

Gratis

0
6
20
3 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dampak Narkotika yang dapat menyebabkan “ Lost Generation ”dan

  mampu mengarahkan sebuah bangsa pada negara yang gagal (failed state), menyadarkan berbagai negara untuk memerangi Narkotika. Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar nomor 4 (empat)di dunia yang menjadi pangsa internasionalberbagai komoditi termasukperedaran gelapNarkotika.

  Setiap hari dalam pergaulan masyarakat terjadi hubungan antara anggota-anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Pergaulan tersebut menimbulkan berbagai peristiwa atau kejadian yang dapat menggerakkan peraturan hukum. Salah satu contoh dari peristiwa tersebut adalah penyalahgunaan yang pada akhir-akhir ini sudah sangat mencemaskan kita.

  Masalah penyalahgunaan narkotika telah menjadi masalah nasional maupun internasional yang tidak pernah henti-hentinya dibicarakan. Hampir setiap hari, terdapat berita mengenai masalah penyalahgunaan narkotika. Penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan kerusakan fisik, mental, emosi maupun sikap dalam masyarakat. Lebih memprihatinkan lagi bahwa narkotika bahkan telah mengancam masa depan remaja penerus bangsa, sehingga remaja menjadi korban dalam penyalahgunaan .

  2 Korban penyalahgunaan narkotika pada umumnya berada disegala usia. Namun bila dilihat secara khusus, korban penyalahgunaan berada di rentang usia remaja hingga dewasa awal dengan rentang usia 15-24 tahun. Hasil survei BNN pada tahun 2009 menyimpulkan bahwa prevalensi korban penyalahgunaan di kalangan pelajar dan mahasiswa adalah 4,7 % atau

  1 sekitar 921.695 orang (BNN, 2014).

  Seiringdenganperkembangannya, pemerintahtelahmemberlakukanUndang-UndangNomor 35 Tahun 2009 TentangNarkotika.

  DalamUndang- Undanginidisebutkanbahwasetiappengguna yang setelahvonispengadilanterbuktitidakmengedarkanataumemproduksinarkotika , dalamhalinimerekahanyasebataspenggunasaja, makamerekaberhakmengajukanuntukmendapatkanpelayananrehabilitasi.

  Melihathaltersebut, Undang-Undanginimemberikankesempatanbagi para pecandu yang sudahterjerumusdalampenyalahgunaannarkotika agar dapatterbebasdarikondisitersebutdandapatkembalimelanjutkanhidupnyasecar asehatdan normal.

  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika telah memberi perlakuan yang berbeda bagi pelaku penyalahgunaan narkotika, sebelum undang-undang ini berlaku tidak ada perbedaan perlakuan antara pengguna pengedar, bandar,maupun produsen narkotika. Pengguna atau pecandu narkotika di satu sisi merupakan pelaku tindak pidana, namun di 1 sisi lain merupakan korban. Pengguna atau pecandu narkotika menurut

  3 undang-undang sebagai pelaku tindak pidana narkotika adalah dengan adanya ketentuan Undang-Undang Narkotika yang mengatur mengenai pidana penjara yang diberikan pada para pelaku penyalahgunaan narkotika. Kemudian di sisi lain dapat dikatakan bahwa menurut Undang-Undang Narkotika, pecandu narkotika tersebut merupakan korban adalah ditunjukkan dengan adanya ketentuan bahwa terhadap pecandu narkotika dapat dijatuhi vonis rehabilitasi.

  Rehabilitasi terhadap pecandu narkotika adalah suatu proses pengobatan untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan, dan masa menjalani rehabilitasi tersebut diperhitungkan sebagai masa menjalani

  2

  hukuman. Rehabilitasi terhadap pecandu narkotika juga merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang mengintegrasikan pecandu narkotika ke dalam tertib sosial agar dia tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkotika.

  Berdasarkan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika terdapat setidaknya dua jenis rehabilitasi, yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Pasal 1 butir 17 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 menyatakan bahwa: Rehabilitasi sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental, maupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.

  Dalam menangani masalah rehabilitasi, BNN mempunyai deputi yang khusus menanganinya yaitu Deputi Bidang Rehabilitasi. Hal ini dapat kita lihat pada Pasal 20 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor

  4

  23 Tahun 2010 Tentang Badan Narkotika Nasional yang menyatakan bahwa: Deputi Bidang Rehabilitasi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi dibidang rehabilitasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala BNN. Dalam melaksanakan tugas Deputi Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi, hal ini sesuai dengan Pasal 22 Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Badan Narkotika Nasional.

  Untuk mengantisipasi lebih parahnya kasus penyalahgunaan narkotika, dibutuhkan kerja sama yang sinergis antara institusi pendidikan, aparat penegak hukum, lingkungan, termasuk disini orang tua dan generasi muda.

  Dari latar belakang yang telah dijelaskan, akhirnya penulis mengambil kesimpulan untuk mengambil judul ini yaitu FUNGSI

  REHABILITASI SOSIAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP REMAJA YANG MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA B. Rumusan Masalah 1.

  Bagaimana wujud deputi bidang rehabilitasi sosial Badan Narkotika Nasional terhadap remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika?

  2. Apa hambatan deputi bidang rehabilitasi sosial Badan Narkotika Nasional terhadap remaja yang menjadi korban penyalagunaan narkotika ?

C. TujuanPenelitian

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  5

1. Untuk mengetahui wujud deputi bidang rehabilitasi sosial Badan Narkotika

  Nasional terhadap remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika 2. Untuk mengetahui hambatan deputi bidang rehabilitasi sosial Badan

  Narkotika Nasional terhadap remaja yang menjadi korban penyalagunaan narkotika

D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian

  Manfaat dan kegunaan yang ingin dicapai oleh penulis dalam skripsi ini mencakup manfat akademis dan manfaat praktis, sebagai berikut :

1. Manfaat Penelitian a.

  Manfaat Akademis 1)

  Diharapkan memberikan hal yang bermanfaat bagi pengembangan dan penelitian lebih jauh terhadap fungsi rehabilitasi sosial BNN terhadap remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika khususnya lembaga yang terkait yaitu Badan Narkotika Nasional.

  2) Diharapakan dapat memberikan kontribusi kepada perguruan tinggi dalam hal penelitian lanjutan maupun proses pembelajaran dikelas.

  b.

  Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan mempunyai kegunaan informatif yaitu sebagai suatu informasi bagi masyarakat mengenai fungsi rehabilitasi sosial BNN terhadap remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, memberikan masukan kepada pemerintah terkait fungsi rehabilitasi sosial BNN.

2. Kegunaan Penelitian

  6

  a.

   Bagi Penulis : Selain juga sebagai syarat untuk mendapatkan gelar

  sarjana hukum, harapannya melalui penelitian ini dapat menambah wawasan yang lebih luas terkait tentang hukum acara pidana, Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk penegakan hukum yang lebih baik.

  b.

  Bagi Penegak Hukum : Dengan diadakannya penelitian ini, harapannya penelitian ini akan menjadi sebuah informasi kepada para penegak hukum yang dimana masih banyak terdapat hal yang perlu diperhatikan dalam rehabilitasi sosial BNN terhadap remaja yanng menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan menjadi bahan evaluasi terhadap aparat penegak hukum.

  c.

  Bagi Masyarakat : Dengan dilaksanakannya penelitian ini, harapannya masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang fungsi rehabilitasi sosial BNN terhadap remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

E. Metode Penelitian

  Untuk memperoleh data-data yang dihubungkan dengan penulisan skripsi ini, penulis mengunakan metode sebagai berikut :

1) Metode Pendekatan

  Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisa dan konstruksi, yang dilakukan secara metodologis, sistematis dan konsisten. Sebagai penelitian hukum, maka penelitian ini termasuk penelitian yuridis sosiologis karena penelitian ini mengungkapkan hukum

  7 data yang diutamakan adalah data primer yang berupa narasumber atau informan yaitu Badan Narkotika Nasional Kota Malang, dengan maksud dan tujuan untuk menemukan fakta, kemudian dilanjutkan dengan menemukan masalah dan pada akhirnya sampai pada penyelesaian masalah.

  2) Penentuan Lokasi

  Penelitian ini dilaksanakan diBNN Kota Malang,alasanpenentuanlokasi BNN kota Malang inidikarenakanterdapatnyamasalah yang inginditelitiolehpeneliti, sehinggapeneliti berupaya untuk mendapatkan keterangan pihak BNNberkaitan dengan Fungsi Rehabilitasi Sosial BNN terhadap remaja yang menjadikorbanpenyalahgunaan narkotika di Kota Malang.

  3) Sumber Data

  Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan para informan sebagai data primer dan tulisan atau dokumen-dokumen yang mendukung pernyataan informan. Untuk memperoleh data data yang berkaitan dengan tujuan penelitian, maka digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : a.

  Data Primer Data primer yaitu data yang diperoleh dari lokasi penelitian atau data yang bersumber atau berasal dari informan yang berkaitan dengan

  Fungsi Rehabilitasi Sosial BNN terhadap remaja yang menjadikorbanpenyalahgunaan.

  b.

  Data Sekunder

  8 Data sekunder yaitu data pelengkap yang diperoleh secara langsung dari literatur,laporan-laporan, dokumen dokumen, buku, majalah, buletin, peraturan perundang-undangan, berita-berita sajian media cetak maupun media online yang berkaitan dengan masalah penelitian yang dibahas.

4) Metode Pengumpulan Data

  Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Interview / Wawancara

  Interview/Wawancara yaitu suatu cara untuk mendapatkan dan

  mengumpulkan data melalui Tanya jawab dan dialog atau diskusi dengan informan. Informan yang diwawancaraidalampenelitianini yaituIbuFarah Adriani, S.H dariKASUBAG umum yang dianggap mengetahui banyak tentang penelitian yang akan di bahasdenganinformasi yang akuratdalamhalini.

  b.

  Studi Pustaka Studi kepustakaanyaitu teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukan pada subyek penelitian, dalam hal-hal data diperoleh dari literatur-literatur dan majalah-majalah maupun berita-berita yang ada di media cetak maupun media online.

F. Analisa data

  Untuk menghasilkan dan memperoleh data yang akurat dan objektif sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam penelitian ini, maka analisis

  9 data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan cara analisis konteks dari telaah pustaka dan analisis pernyataan dari hasil wawancara dari informan.

  Penelitian kepustakaan yang dilakukan adalah membandingkan peraturan-peraturan, dan buku referensi, serta data yang diperoleh selama melakukan penelitian dilapangan seperti hasil wawancara dengandeputibidangrehabilitasi di BNN Kota Malang, kemudian dianalisis secara kualitatif yang akan memberikan gambaran menyeluruh tentang aspek hukum yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.

  Analisis mengenai permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada di lapangan.

  Selanjutnya akan dikaji dengan dikaitkan dengan peraruran perundang- undangan yang berkaitan. Setelah analisis data selesai, maka hasilnya akan disajikan secara deskriptif, yaitu dengan menuturkan dan menggambarkan apa adanya sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Dari hasil tersebut kemudian ditarik kesimpulan yang menjadi jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.

G. Rencana Sistematika Penulisan

  Pada penelitian ini, penulis membagi pembahasan ke dalam empat bab, dimana setiap bab dibagi atas beberapa sub-bab, sistematika penulisannya secara singkat adalah sebagai berikut: 1.

BAB I : Pendahuluan Bab ini memuat hal-hal yang melatarbelakangi pemilihan topik dari

  10 memahami penulisan secara keseluruhan yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

  2. BAB II : TinjauanPustaka

  Bab ini akan menguraikan dan menjelaskan berbagai teori-teori hukum yang dapat mendukung penelitian dalam membahas dan menjawab rumusan masalah.

  3. BAB III : HasilPenelitian Dan Pembahasan

  Bab ini penulis akan menjawab, menguraikan dan menganalisa secara rinci dan jelas terkait rumusan masalah yang berhubungan dengan objek yang diteliti.

  4. BAB IV : Penutup

  Bab ini adalah kesimpulan yang merupakan kristalisasi hasil analisis dan intepretasi yang dirumuskan dalam bentuk pernyataan dan merupakan jawaban atas identifikasi masalah.

FUNGSI REHABILITASI SOSIAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP REMAJA YANG MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

  (Studi di BNN Kota Malang) PENULISAN HUKUM Oleh :

ISTI WULAN SARI 201010110311092 FAKULTAS HUKUM JURUSAN ILMU HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

  

LEMBAR PENGESAHAN

  PENULISAN HUKUM FUNGSI REHABILITASI SOSIAL BNN (BADAN NARKOTIKA NASIONAL) TERHADAP

  REMAJA YANG MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi di BNN Kota Malang)

  Disusun dan diajukan Oleh :

  ISTI WULAN SARI NIM : 201010110311092

  Telah dipertahankan di depan Majelis Pengujian Ujian Penulisan Hukum Pada tanggal : 29 Agustus 2015

  SUSUNAN MAJELIS PENGUJI Ketua Majelis Sekretaris Majelis Sidik Sunaryo, SH., M.Si Haris Tofly, SH., M.Hum

  Anggota Majelis Wasis Suprayitno, SH., M.Si Catur Wido Haruni, SH.,M.Si.,MH

  Mengetahui Dekan Fak. Hukum UMM

SURAT PERNYATAAN

  Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Isti Wulan Sari NIM : 201010110311092 Program Studi : Ilmu Hukum Studi : Hukum Dengan ini saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa : 1.

  Tugas akhir Penulisan Hukum dengan Judul :

  FUNGSI REHABILITASI SOSIAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP REMAJA YANG MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi di BNN Kota Malang)

  Adalah hasil karya saya, dan dalam naskah Tugas akhir Penulisan Hukum ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan orang lain untuk memperoleh gelar akademik disuatu perguruan tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, baik sebagian ataupun keseluruhan, kecuali yang tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

  2. Apabila ternyata dalam Tugas Akhir Penulisan Hukum ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI, saya bersedia Tugas Akhir Penulisan Hukum ini DIGUGURKAN dan GELAR AKADEMIK YANG TELAH SAYA PEROLEH DIBATALKAN, serta diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3. Tugas Akhir Penulisan Hukum ini dapat dijadikan sumber pustaka yang merupakan HAK BEBAS ROYALTY NON EKSKLUSIF.

  Demikan pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya Malang,

  Menyatakan

  

U ngkapan Pribadi

K etika tuhan mengambil sesuatu dari genggamanmu,

Dia tak menghukummu, Dia hanya membuka tanganmu tuk

M enerima yang lebih baik.

  

M otto

Berpikirlah dua kali

Sebelum bertindak satu kali

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, atas berkat rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul FUNGSI REHABILITASI SOSIAL

  

BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP REMAJA YANG

MENJADI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi di BNN

  Kota Malang) Terimakasih yang sedalam-dalamnya penulis sampaikan kepada Mama dan Abah, selaku orang tua penulis yang telah melahirkan dan membesarkan penulis hingga sampai di titik ini serta menjadi sumber inspirasi bagi penulis sehingga menjadi seperti saat ini. Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan banyak terima kasih kepada yang terhormat : 1.

  Bapak Dr. Sulardi, SH., M.Si selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, beserta para Wakil Dekan.

  2. Bapak Sidik Sunaryo, SH., M.Si. selaku Dosen Pembimbing I, saya sampaikan banyak terima kasih yang terdalam telah memberikan bimbingan, sekaligus arahan, saran serta dukungannya kepada penulis dengan penuh kesabaran dan keikhlasan hati sehingga skripsi ini terselesaikan.

  3. Bapak Haris Thofly, SH. MH selaku Dosen Pembimbing II, penulis sampaikan banyak terima kasih atas bimbingannya, motifasi dan juga pengarahannya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

  4. Terima kasih kepada kepala KASUBAG UMUM BNN Kota Malang Ibu Farah Adriani, SH yang sangat membantu dalam skripsi ini, sedikit banyak skripsi ini adalah hasil wawancara dan bimbingan dari beliau.

  5. Terima kasih untuk Dwi Putra Sukma Wijaya, Rahmawati, Agista Lesmana, Eka HJ, Putri, Zain Maulana, Hanif syidiq yang selalu menemani, memberikan doa dan semangat untuk terselesaikannya skripsi ini, teman-teman yang juga sebagian besar sedikit membantu mengarahkan pengerjaan skripsi ini hingga akhirnya bisa terselesaikan

  6. Dan terima kasih untuk semua pihak yang turut membantu hingga skripsi ini selesai, yang tidak dapat penulis sebut satu-persatu, penulis mengucapkan banyak terima kasih. Penulis yakin Skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga masukan dan kritik dari pembaca sangat penulis harapkan untuk menyempurnakan skripsi ini.

  

DAFTAR ISI

  Halaman LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... i SURAT PERNYATAAN .............................................................................. ii UNGKAPAN PRIBADI/ MOTTO ................................................................ iii ABSTRAKSI ................................................................................................ iv ABSTRACT ................................................................................................. v KATA PENGANTAR .................................................................................. vi DAFTAR ISI ................................................................................................ viii

  BAB I PENDAHULUAN A.

  1 Latar Belakang Masalah .......................................................

  B.

  4 Rumusan Masalah ................................................................

  C.

  4 TujuanPenelitian ..................................................................

  D.

  5 Manfaat dan Kegunaan Penelitian ........................................

  E.

  6 Metode Penelitian ................................................................

  F.

  8 Analisa data .........................................................................

  G.

  9 Rencana Sistematika Penulisan ............................................

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan tentang Rehabilitasi sosial ..................................... 11 1. Pengertian Rehabilitasi sosial .......................................... 11 2. Hakekat Rehabilitasi sosial..............................................

  12 3. Tujuan dan Sasaran Rehabilitasi .....................................

  12 B. Tinjauan Tentang Remaja .................................................... 13 1. Pengertian Remaja ...........................................................

  13 C. Tinjauan Tentang Penyalahgunaan Narkotika....................... 18 1. Pengertian Penyalahgunaan Narkotika .............................

  18 D. Tinjauan Umum Tentang Narkotika ..................................... 20 1. Pengertian Narkotika ........................................................

  20 2. Jenis-Jenis Narkotika .......................................................

  22

  BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Wujud Deputi Bidang Rehabilitasi Sosial Badan Narkotika Nasional terhadap remaja Yang Menjadi Korban Penyalahgunaan Narkoba ........................................

  25

  1. Wujud Deputi Rehabilitasi Sosial Badan Narkotika Nasional (BNN) Terhadap Remaja Yang Menjadi Korban Penyalahgunaan Narkotika ...............................

  25

  2. Kewajiban Deputi Bidang Rehabilitasi Sosial Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelum memberikan pendampingan kepada remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba ..............................................

  39

  3. Kewajiban Deputi Bidang Rehabilitasi Sosial Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberikan pendampingan kepada remaja Pasca Rehabilitasi ..........

  40 B. Hambatan Badan Narkotika Nasional Dalam Rehabilitasi

  Sosial Terhadap Remaja Yang Menjadi Korban Penyalahgunaan Narkotika ..................................................

  45

  1. Kurangnya pengembangkan Sistem Sosial yang Responsif 49 2. Tidak ada Pemanfaatan Modal Sosial ............................

  50 3. Pemanfaatan Institusi Sosial ..........................................

  52 BAB IV PENUTUP A.

  Kesimpulan .......................................................................... 74 B. Saran ................................................................................... 77

  DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  

DAFTAR PUSTAKA

Buku :

  Lydia Harlina dan Satya Joewanaa, 2006, pencegahan dan penanggulangan

  penyalahgunaan narkoba berbasis sekolah, Jakarta, PT. Balai pustaka (persero).

  Notonagoro, Kewarganegaraan, 2006, Semarang, Undip Press. Khairunnisa, Kedudukan, Peran dan Tanggung Jawab Hukum Direksi, Medan: Pasca Sarjana, 2008.

  Purbacaraka, Perihal Kaedah Hukum, Citra Aditya, Bandung,, 2010. Komariah,, Edisi Revisi Hukum Perdata, Universitas Muhammadiyah Malang, 2001.

  Djojodirdjo, M.A. Moegni, Perbuatan melawan hukum : tanggung gugat

  (aansprakelijkheid) untuk kerugian, yang disebabkan karena perbuatan melawan hukum, Pradnya Paramita, Jakarta, 2007.

  Widiyono, Wewenang Dan Tanggung Jawab, Ghalia Indonesia, Bogor ,2004. Monks, F. J.Psikologi perkembangan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2004.

  Santrock, J. Adolesecence edition. USA The McGraw-III Companies, Inc, 2003. Sarwono, S.W. Psikologi Remaja. Edisi Enam, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

  2002. Hurlock, E.B, Psikologi perkembangan : suatu pendekatan rentang kehidupan.

  Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga, 2006. Gatot Supramono, Hukum Acara Pengadilan Anak, Djambatan, Jakarta, 2006. Sudarto, Bahaya Narkotika, Amco, Bandung, 2004. W.E. Marimis, Ilmu Kedoteran, Airlangga University Prees, Surabaya, 1994. Prastowo, E.M. Giri., Rehabilitasi Bagi Korban Narkoba, Tangerang: Visimedia, 2006.

  Mansur, Dikdik M. Arif., dan Elistaris Gultom., Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan Antara Norma dan Realita, Bandung,2006. Rauf, Yuliana. 2007.Terapi dalam Merehabilitasi Pecandu Narkoba di Panti Rehabilitasi. Pustaka Media, Jakarta.

  Internet :

  http://belajarpsikologi.com/dampak-penyalahgunaan-narkoba diakses pada tanggal 28 februari 2015 http://.oocities.org/ilmuhukum/babii.doc, diakses pada tanggal 14 februari 2015 http://Andri Sujatmoko.com/2007/07/Jenis-jenis narkotka-opioid-opiad.html , diakses pada 14 Februari 2015

  http://id.wikipedia.org/wiki/akibat-narkotika , diakses pada 14 Februari 2015 Perundang-undangan :

  Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 04 Tahun 2010 tentang Penempatan

  Penyalahgunaan Narkotika, Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peranan Konselor Dalam Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkoba Di Recovery Center Rumah Singgah Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Medan
4
134
168
Analisis Pola Asuh Orangtua Remaja Korban Penyalahgunaan Narkoba Binaan Al-Kamal Sibolangit Centre
3
75
91
Dukungan Keluarga Dalam Proses Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Panti Pamardi Putra Insyaf Desa Lau Bakeri Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang.
17
137
138
PERAN BNN DALAM MENCEGAH PEREDARAN NARKOTIKA PADA ANAK JALANAN (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Malang)
0
24
25
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) (Studi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung)
2
29
88
REHABILITASI SOSIAL TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.
0
2
12
SKRIPSI PERAN BADAN NARKOTIKA KOTA TERHADAP REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KOTA YOGYAKARTA.
0
3
12
PENDAHULUAN PERAN BADAN NARKOTIKA KOTA TERHADAP REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KOTA YOGYAKARTA.
0
2
16
PENUTUP PERAN BADAN NARKOTIKA KOTA TERHADAP REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KOTA YOGYAKARTA.
0
2
4
PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOBA (STUDI KASUS DI WILAYAH BNN PROVINSI SUMATERA UTARA.
1
7
19
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan
1
1
10
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan
1
3
2
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan
0
0
8
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan
0
0
24
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan
0
0
3
Show more