Pedoman Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP)

 17  62  82  2017-06-05 13:14:02 Report infringing document
PEDOMAN GERAKAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF (GP2SP) Kerjasama antara : Kementerian Kesehatan RI Kementerian Dalam Negeri RI Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan PA RI Dewan Pimpinan Nasiona'i Asosiasi Pengusaha Indonesia Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia JAKARTA TAHUN 2012 PEDOMAN GERAKAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF (GP2SP) Kerjasama antara: Kementerian Kesehatan RI Kementerian Dalam Negeri RI Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan PA RI Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia JAKARTA TAHUN 2012 KeBepakiltan Bel'!iillllB TENTANG GERAKAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF (GP2SP) Dengan Rahmat Tuhan y。ョセ@ Maha Esa Untuk mewujudkan pekerja perempua n yang sehat dan produktlf. kami yang benanda tangan di bawah ini sepakat rnendukun g terselenggaranya Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif [GP2SP) . Jakart i'l . Dir:jen Pcmbinaan dan Penga ..... asall ncrcnagakerjaan Kem4"nlel'ian lenaga Kerja dan Transmigras , Hl セ@ November セオ J2 DepUli Bidang l)engarllslIlamtJan Ge nder 'Sidang Polirik Sosial dan HukuOl KClI1clIlcrian PCJllberdaya;lII Pcn:ulpuan & Pcrlilldung-an An(lk Rr r-' Drs. A. セiオェ[@ Handaya , セis[@ Dewan Pirnpinan Nasiona] A,o,;,,; Pengusa h. I"done,;. (APINDO ) Dewa n Piml'inan PUS31 I\unfcd cras; Scrik., P  25.0 - 27. 0 >27.0 -- Gizi Lebih Gemuk   Gizi Lebih Sa nga! Ge muk  Sumber: PUGS, 2005 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Praduktif 9  Pengukuran  IMT merupakan  cara  yang  sederhana  untuk  menilai  status  gizi,  khususnya  yang  berkaitan  dengan  kekurangan  dan  kelebihan  berat  badan.  Cara  ini  hanya  dapat  diterapkan  pada  orang  dewasa  berumur  >  18  tahun  dan  tidak  dapat  diterapkan  pada  perempuan  hamil.  Agar status gizi  pekerja  perempuan di  setiap perusahaan/ tempat  kerja  dapat terpantau , maka  budayakan  pengukuran berat badan  pekerja  perempuan secara  rutin 1 (satu) bulan sekali .  Setelah  diketahui  klasifi  kasi  status  gizi  pekerja  perempuan,  intervensi  yang  tepat  dapat  diberikan  dengan  pengaturan  menu  makanan.  b.  Pemeriksaan  Klinis  Pemeriksaan  klinis  merupakan  metode  untuk  menilai  status  gizi  masyarakat,  didasarkan  atas  perubahanperubahan  yang  terjadi  yang  dihubungkan  dengan  ketidakcukupan  zat  gizi .  Penggunaan  metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical survey) . Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tandatanda kekurangan salah satu atau lebih zat gizi, dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit, mata, rambut dan mukosa mulut atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiraid. c. Pemeriksaan Biofisik Pemeriksaan biofi sik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan . Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik, cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. d. Pemeriksaan Biokimia Pemeriksaan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh, antara lain: darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. Pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk pengukuran status gizi mikro. Pada umumnya yang dinilai adalah zat besi, vitamin, protein dan mineral. 10 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktlf 2. Kebutuhan Gizi Pekerja Perempuan Kebutuhan gizi pekerja perempuan yang dimaksud meliputi kebutuhan  gizi  untuk sehari, selama  bekerja  (8  jam) dan dalam  keadaan  khusus.  a. Kebutuhan Gizi sehari Pekerja Perempuan Perhitungan  Kebutuhan  gizi  seorang  pekerja  dalam  keadaan  lingkungan normal (suhu, tekanan udara, kelembaban) dan tubuh  dalam  kondisi  sehat/  normal  maka  kebutuhan  gizi  terutama  energi  dipengaruhi oleh : jenis  aktivitas,  usia,  ukuran tubuh, jenis  kelamin  dan  kondisi  khusus  (hamil,  menyusui,  lembur dan  sa kit)  serta  faktor risiko  lainnya di  tempat kerja.  Kebutuhan  gizi  pekerja  selama  sehari  dipenuhi  oleh  pekerja  selama  di  rumah dan  di  tempat kerja.   Sebelum  mengatur  menu  makanan,  terlebih  dahulu  perlu   diketahui  status  gizi  pekerja,  kemudian  memperhitungkan   kebutuhan energi  per hari dengan mengacu  pada  lampiran .1.   • Aktivitas Berat ringannya beban kerja yangditerima oleh seorang pekerja  dapat  digunakan  untuk  menentukan  lamanya  kemampuan  melakukan  pekerjaan  sesuai  dengan  kapasitas  kerjanya.  Semakin  berat beban  kerja, sebaiknya semakin  pendek waktu  kerjanya agar terhindar dari kelelahan dan gangguan fi siologis  yang  berarti  atau  sebaliknya.  Pengelompokan  aku  vitas  atau  beban  kerja  (ringan,  sedang  dan  berat)  berdasarkan  proporsi  waktu  kerja  mengacu  pada  FAO/WHO  (1985)  yang  dimodifi  kasi  (WNPG  VIII,  2004)  sebagaimana  dapat dilihat pada  tabel  berikut:  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 11  Tabel.1  Pengelompokan Aktivitas pada  Perempuan dan  Laki­Iaki  Kelompok  Jenis Kegiatan  Faktor Aktivitas  Aktivitas  Ringan  Laki­Iaki  •  • Perem pua n  Sedang  •  Laki­Iaki  •  Perempuan  Berat  Laki­Iaki  Perempuan  •  •  75%  dari  waktu  yang  digunakan  adalah  untuk  duduk  atau  berdiri  dan  25%  untuk  kegi ata n berdiri dan berpindah  (m o ving) 25%  waktu  yang  digunakan  adalah  untuk  duduk  atau  berdiri  dan  75%  adalah  untuk  kegiatan  kerja  khusus  dalam  bidang  pekerjaaannya.  40%  dari  waktu  yang  digunakan  adalah  untuk  duduk  atau  berdiri  dan  60%  untuk  kegiatan  kerja  khusus  dalam  bidang  pekerjaannya.  1.58  145  1.67  1.55  1.88  1.75  ­ Sumber : Prosiding WNPG  VIII,  2004  Contoh  jenis  aktivitas  berdasarkan  pengelompokan  beban  kerja  dapat diuraikan sebagai  berikut:  Beban  kerja  ringan:  aktivitas  kantor  tanpa  olahraga,  aktivitas  fisik  yang  tidak  menguras  tenaga,  duduk  memotong kedua  ujung batang rokok (pada  perempuan)  Beban  kerja  sedang:  bekerja  dimana  harus  naik  turun  tangga,  olahraga  ringan,  pekerjaan  rumah  tangga,  berdiri  mengisikan  batang  korek  api  ke  dalam  kotak  (pada  perempuan)  Beban  kerja  berat:  pekerjaan  lapangan,  pekerjaan  kuli  bangunan,  driller,  ngeprek/  memecah  batu  (pada  perempuan),  berdiri mengangkat balok kayu  • Usia Dengan  bertambahnya  umur,  kebutuhan  zat  glzl  seseorang  relatif lebih rendah  untuk tiap kilogram  berat badannya.  • Ukuran tubuh (tinggi dan berat badan) Makin besar ukuran tubuh, semakin  besar kebutuhan gizinya.  Kebutuhan  zat  gizi  ditentukan  terutama  oleh  komponen  lemak dari  berat badan.  12 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif •   Jenis kelamin  Kebutuhan  zat  gizi  antara  laki­Iaki  dan  perempuan  dewasa  berbeda,  terutama  disebabkan  oleh  perbedaan  komposisi  tubuh  (komponen  lemak  dan  non­Iemak)  dan  jenis  aktivitasnya.  •   Faktor lain penentu kebutuhan gizi yaitu:  Keadaan  fi  siologis;  pada  kondisi  hamil  dan  menyusui  kebutuhan  zat  gizi  meningkat  dari  keadaan  biasa  akibat  meningkatnya  metabolisme,  konsumsi  makanan  untuk  kebutuhan  diri  sendiri  dan  bayi  yang  dikandung  serta  persiapan  produksi ASI  Keadaan  khusus;  seperti  pada  pemulihan  kesehatan  dan  anemia  maka  kebutuhan  zat  gizi  lebih  besar dari  keadaan  biasanya.   Keadaan  lingkungan  kerja;  seperti  suhu  ekstrim,  tekanan   udara,  radiasi  dan  bahan  kimia  meningkatkan  kebutuhan   zat gizi.   b.   Kebutuhan Gizi  Pekerja  Perempuan selama Bekerja (8 jam)  Setelah  diketahui  kebutuhan  energi  perhari,  langkah  selanjutnya  adalah menentukan kebutuhan energi selama waktu kerja  (8 jam)  dengan asumsi keadaan lingkungan dalam keadaan normal (suhu,  tekanan  udara,  kelembaban)  dan  tubuh  dalam  kondisi  sehat/  normal, kebutuhan energi dan protein pekerja perempuan adalah   sebagai  berikut:   Tabel.2  Kebutuhan  Energi  dan  Protein selama  bekerja  (8 jam)   Usia/jenls . Mセ Kebutuhan energi (kkal) Kebutuhan protein (I ) Perempuan Perc mpu an pekerjaan 19· 29 tahun  R ingan  72 0 Sedan g 760 860 Ber<'lot 30­49 Tahun  680 720 820 Rl ngan  Sedang Berat  20 ­ 20 20 ,- 20 20 20 - S().o64 tahun Rin g an  Sedang Be- r a t ­ 660 70 0 8 00 I  J 20 20 20 Sumber :  AKG  2004  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 13 C. Kebutuhan Gizi Menurut Kondisi Khusus Pekerja Perempuan 1) Pekerja Perempuan Selama Hamil Pekerja  perempuan  yang  hamil  membutuhkan  tambahan  energi  untuk  perkembangan  janinnya .  Perempuan  yang  berstatus  gizi  baik  dengan  tingkat  aktivitas  ringan­sedang  membutuhkan kalori  ekstra  sebesar:  •   180 kkal/hari pada  trimester I  •   300 kkal/hari pada  trimester 2 dan 3  2) Pekerja Perempuan Selama Menyusui Seorang  pekerja  perempuan  yang  sedang  menyusui  membutuhkan  energi  tambahan  untuk  produksi  ASI,  energi  yang perlu ditambahkan sebesar:  •   700 kkal/hari pada  6 bulan  pertama  •   550 kkal/hari pada  6 bulan  berikutnya  3) Pekerja anemia gizi besi Untuk pekerja  anemia gizi  besi  diberikan  suplemen tablet besi  dengan  dosis  60  mg  2  kali  seminggu  sampai  anemia  teratasi.  Selain  itu,  pekerja  dianjurkan  mengkonsumsi  makanan  bergizi  seimbang yang  kaya  zat  besi  seperti  hati  , daging,  ikan,  ayam,  telur dan sayuran hijau. Khusus bagi pekerja perempuan, untuk  mencegah  anemia dianjurkan  pemberian tablet tambah darah  dengan  dosis  60  mg  per  minggu  selama  16  minggu  setiap  tahun . Selama  masa  haid diberikan  60  mg zat  besi  tiap hari.  4) Pekerja lembur, shift kerja Bagi  pekerja  yang  lembur  selama  3  jam  atau  lebih  perlu  diberikan makanan dan minuman tambahan, berupa makanan  selingan yang padat gizi. Hal ini berlaku pula bagi pekerja shift  malam,  termasuk  pekerja  perempuan  yang  bekerja  antara  pukul 23.00­07.00. contohnya : bubur kacang hijau, teh manis  dengan roti  isi  selai,  tahu  isi,  dll  5) Lingkungan Kerja Yang Berisiko •   Pada  tempat kerja  dengan  suhu  tinggi  perlu  diperhatikan  kebutuhan  air  dan  elektrolit  yang  dapat  diperoleh  dari  garam  dan  sari  buah.  14 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif •   Pekerja  yang  pekerjaannya  menggunakan  bahan  kimia  membutuhkan tambahan zat gizi.  •   Pekerja  yang  berhubungan  dengan  bahan  radiasi  perlu  ditambahkan  makanan  dan  minuman  yang  mengandung  Se  dan Zn,  seperti  banyak  terkandung  pada  daging,  hati,  kacang­kacangan.  3. Penyediaan Makanan Bagi Pekerja Perempuan Setelah  mengetahui  kebutuhan  energi  (kalori)  sehari  dan  selama  bekerja  (8 jam), perlu  dipikirkan cara  memenuhi kebutuhan  tersebut  dalam menu pekerja sehari­hari.  Karbohidrat, protein, lemak, vitamin  dan  mineral,  serta  zat  zat  lain  dalam  tubuh  perlu  diperhati  kan  proporsinya agar seimbang (WNPG  VIII,  2004), yaitu  :  •   Karbohidrat (50­65% dari total energi)  •   Protein (10­20% dari total energi)  •  Lemak (20­30% dari total energi)  Kebutuhan  energi  diterjemahkan  ke  dalam  porsi  bahan  makanan  seperti pada  Lampiran 2. Pemberian  makanan  utama di  tempat kerja  dilakukan  sa at  istirahat  (4­5  jam  setelah  kerja)  diselingi  pemberian  kudapan  (makanan selingan) .  Dalam  penyediaan  makanan  bagi  pekerja  perlu  memperhatikan  langkah­Iangkah sebagai  berikut:  a. Standar Porsi Pekerja Makanan yang Memenuhi Kecukupan Gizi Standar  porsi  makanan  bagi  pekerja  menurut  usia  dan  kategori  aktivitas  fi  sik lihat lampiran.2  b. Perencanaan Menu Makanan bagi Pekerja selama Bekerja Perencanaan  menu  pekerja  merupakan  serangkaian  kegiatan  menyusun  hidangan  dalam  variasi  yang  serasi  untuk  memenuhi  kebutuhan  gizi  pekerja.  Tujuan  perencanaan  menu  sebagai  pedoman  dalam  kegiatan  pengolahan,  mengatur  variasi  dan  kombinasi  hidangan,  menyesuaikan  biaya  yang  tersedia,  serta  menghemat  waktu  dan  tenaga .  Perencanaan  menu  dilakukan  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 15 untuk  beberapa  hari  atau  yang  disebut  siklus  menu,  misalnya  5  hari atau  10 hari .  Penyusunan  menu berdasarkan  siklus menu berfungsi untuk :  1)  Variasi  dan  kombinasi  bahan  makanan  dapat  diatur,  sehingga :  •   Pekerja tidak bosan, karena terlalu sering menghidangkan  jenis makanan tertentu  •   Pada  saat tertentu dapat dihidangkan  makanan kesukaan  yang  menjadi makanan favorit bagi  pekerja  •   Dapat  menanamkan  kebiasaan  menyukai  berbagai  macam­macam  makanan.  Kebiasaan  makan  yang  baik  akan  mengurangi  resiko terjadinya  masalah gizi .  2)   Makanan  yang  disajikan  dapat  disusun  sesua i  dengan  kebutuhan  gizi  pekerja.  (Misalnya  pada  kondisi  : Sakit,  hamil  atau menyusui)  3)   Menu  dapat  disusun  sesuai  dengan  biaya  yang  tersedia,  sehingga :Mengurangi  adanya  kebocoran  dana  dan  dapat  menghindari  pembelian  bahan  makanan  yang terlalu  banyak  atau  berlebihan  4)  Waktu  dan  tenaga  yang  tersedia  dapat  digunakan  sebaikbaiknya  5)  Mengurangi  beban  mental,  karena  segala  sesuatunya  telah  diatur jauh hari sebelumnya.   Contoh  menu  makanan  bagi  pekerja  selama  bekerja  (8  jam)   lihat lampiran 3.   c. Cara pengelolaan makanan Dalam  menyediakan  makanan  bagi  pekerja  ada  beberapa  hal  yang perlu di  pertimbangkan dalam menetapkan tatalaksana  dan  penyelenggaraan  makanan bagi  pekerja diantaranya:  1)   Kerjasama  perusahaan dengan  pekerja  (swakelola)  Perusahaan  menyediakan  sarana  (tenaga,  dana,  peralatan,  ruangan)  dan  pelaksanaan  kegiatan  dibebankan  pada  tenaga  kerja.  16 Gerakon Pekerjo Perempuon Sehot Produktif 2)   Diborongkan kepada  pihak jasa  boga  •   Perusahaan  hanya  menyediakan  ruang  makan  dan  meja  kursi  saja.  Dan  sarana  lain  disediakan  oleh  jasa  boga.  Dengan  demikian  pihak jasaboga  mengirim makanan jadi  dalam jumlah besar.  •   Perusahaan  menyediakan  dapur,  ruang  makan  dan  peralatannya. Pihakjasa boga mempekerjakan pegawainya  untuk pemaskan makanan .  •   Perusahaan  menyediakan dapur,  ruang makan,  peralatan  dan  tenaga .  Pihak  jasa  boga  memanfaatkan  sarana  yang  ada  dengan  ketentuan  yang  telah  ditetapkan  perusa haa n.  •   Untuk  ketiga  cara  tersebut,  harus  ada  surat  perjanjian  resmi  atas  ketetapan  yang  telah  disepakati.  Unsur  pengawasan kuatintas dan kualitas harus dari keduabelah  pihak yang bersepakat .  3)   Dengan  kafetaria/ kantin  Pedagang  yang  telah  mendapat  izin  dari  perusahaan  berkumpul  disuatu  tempat  yang  disediakan  dan  pekerja  dapat menukar kupon dengan  makanan yang dijajakan sesuai  dengan keinginan.  4. Pencegahan dan penanggulangan Anemia Gizi Besi Anemia  adalah suatu  keadaan  dimana  kadar Hemoglobin (Hb)  dalam  darah  kurang  dari  normal,  yang  berbeda  untuk  setiap  kelompok  umur dan jenis kelamin  (SE  Menkes Nomor : 736a/Menkes/XI/1989),  yaitu:  •   Anak Balita  : 11 gram%  •   Anak Usia Sekolah  : 12 gram%  •   Wanita  Dewasa  : 12 gram%  •   Laki­Iaki  dewasa  : 13 gram%  •   Ibu Hamil: 11 gram%  •   Ibu menyusui >3  bulan  : 12 gram%  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 17  Penyakit gangguan gizi yang masih sering ditemukan di Indonesia dan  merupakan masalah gizi  utama salah satunya  adalah anemia gizi  besi  (AGB) . Anemia gizi  tidak hanya disebabkan oleh kekurangan  besi  tapi  juga  bisa  disebabkan  oleh  kekurangan  vitamin  B12,  tembaga,  dan  folat.  Masalah  anemia  gizi  besi  ini  dihadapi  pula  oleh  pekerja  perempuan,  masalah  ini  akan  berdampak  terhadap  kematian  ibu  dan  anak,  rendahnya  prestasi dan menurunnya produktivitas kerja.  Oleh  karena  itu,  upaya  penanggulangan  anemia  defi  siensi  gizi  bagi  pekerja  perempuan  sangat  penting  dan  mendasar.  Upaya  tersebut  akan  memberikan  dampak  positif  bagi  peningkatan  produktivitas  kerja.  Dalam  jangka  panjang,  perbaikan  anemia  defi  siensi  gizi  pekerja  perempuan  akan  memberikan  sumbangan  lahirnya  anak­anak  Indonesia yang sehat dan  cerdas.  Beberapa  kemungkinan  yang  melatarbelakangi  terjadinya  anemia  antara  lain:  a.   Kekurangan  konsumsi  akibat  kurangnya  daya  beli  masyarakat  untuk  mengkonsumsi  sumber  sumber  zat  besi,  terutama  dalam  bentuk besi­hem.  •   Secara alamiah, proses penyerapan besi di dalam tubuh sangat  terbatas .  Jika  mengkonsumsi  sumber  zat  besi  dari  protein  nabati, yang bisa  terserap hanya sekitar 1­2% saja,  sedangkan  jika  berasal  dari  protein  hewani,  yang  dapat terserap  sekitar  10­20%,  hal  ini  dapat dikaitkan  dengan  ketersediaan  biologik  (bioavailability)  sumber  hewani  yang  lebih  tinggi  daripada  sumber protein nabati.  •   Makanan yang kava  akan  kandungan zat besi  adalah makanan  yang  berasal  dari  hewani  (seperti  ikan,  daging,  hati,  ayam,  telur)  •   Makanan  nabati  (dari  tumbuh­tumbuhan)  misalnya  sayuran  hijau  tua,  walaupun  kava  akan  zat  besi,  namun hanya  sedikit  yang  bisa  diserap  dengan  baik  oleh  usus  akibat  ketersediaan  biologiknya  (bioavailability)  yang  rendah.  sumber  besi  dari  nabati  dapat  diperoleh  dari  serealia  tumbuk,  kacangkacangan, sayuran  hijau dan  beberapa jenis buah .  18 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif •   Pemenuhan gizi  secara  seimbang selain  dengan  memperhati  kan  jumlah besi yang terkandung dalam bahan makanan juga  perlu diperhatikan kualitas besi di dalam makanan yang sering  disebut  sebagai  ketersediaan  biologik  (biavailability).  Oleh  karena  itu, menu makanan di  Indonesia sebaiknya  terdiri atas  nasi,  daging/ayam/ikan,  kacang­kacangan,  serta  sayuran  dan  buah­buahan .  b.   Gangguan absorbsi  Gangguan  absorbsi  pada  umumnya  dapat  terjadi  ketika  terjadi  penyakit­penyakit yang berkaitan  dengan gastro intestinal  c. Meningkatnya  pengeluaran  zat  besi  dari tubuh  Perdarahan  atau  kehilangan  darah  dapat  menyebabkan  anemia .  Hal  ini terjadi  pada  penderita:  •   Kecacingan, Infeksi cacing tambang menyebabkan perdarahan  pada  dinding usus,  meskipun sedikit, tetapi jika  terjadi terusmenerus akan mengakibatkan hilangnya darah atau zat  besi.  •   Malaria pada  penderita Anemia Gizi  Besi  dapat memperberat  keadaan  anemianya.  •   Haid  dan  atau  persalinan.  Kehilangan  darah  pada  waktu  haid  yang  banyak  dan  atau  persalinan  berarti  mengeluarkan  zat  besi  yang ada  dalam darah.  • • • • • • • • • • • Perdarahan hebat  Perdarahan akut (mendadak)  Kecelakaan  Pembedahan  Pecah  pembuluh darah  Pendarahan  kronik (menahun)  Perdarahan hidung  Wasir (hemoroid)  Ulkus  peptikum  Kanker atau  polip di  saluran  pencernaan  Tumor ginjal atau  kandung kemih.  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Praduktif 19 d.   Meningkatnya kebutuhan tubuh akan  zat  besi  •   Pada  masa  pertumbuhan  seperti  anak­anak  dan  remaja,  kebutuhan tubuh akan  zat  besi  meningkat tajam.  •   Pada  masa  kehamilan,  kebutuhan  zat  besi  meningkat karena  zat  besi  diperlukan  untuk  pertumbuhan  janin  serta  untuk  kebutuhan ibu sendiri.  •   Kebutuhan  tubuh  akan  zat  besi  juga  akan  meningkat  pada  penderita penyakit menahun seperti TBC.  e.   Berkurangnya  pembentukan/produksi  sel  darah  merah  Zat  gizi  yang  berperan  dalam  pembentukan  Hb  diantaranya  besi,  protein, piridoksin (Vitamin  B6),  asam  folat dan vitamin  B12  yang  berperan sebagai katalisator dalam sintesis hem di dalam molekul  Hb,  vitamin  C mempengaruhi  absorbsi  dan  pelepasan  besi  dari  transferin ke  dalam jaringan tubuh, dan vitamin E mempengaruhi  stabilitas  membransel  darah  merah.  selain  itu,  pembentukan  sel  darah merah dapat terhambat akibat adanya  penyakit kronik.  f.   Faktor keturunan  g.   Meningkatnya  penghancuran  sel  darah  merah/sel  darah  merah  prematurt, yang disebabkan karena  :  •   Pembesaran  limpa  •   Kerusakan  mekanik pada  sel  darah  merah  •   Reaksi  autoimun  terhadap  sel  darah  merah,  meliputi  :  Hemoglobinuria nokturnal paroksismal, S/erositosis herediter, Elliptositosis herediter •   Kekurangan  G6PD  •   Penyakit sel  sabit  •   Penyakit hemoglobin C  •   Penyakit hemoglobin S­C  •   Penyakit hemoglobin E  •  Thalasemia  Upaya  penanggulangan  anemia  gizi  bagi  pekerja  perempuan  dilakukan  melalui  pemberian  tablet  tambah  darah,  obat  cacing  dan  obat lainnya sesuai  penyebabnya  20 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif a.  Tata  Cara  Pelayanan:  •   Selama  masa  haid  diberikan  TTO  60  mg  tiap  hari  dan  dianjurkan minum 1 (satu) tablet selama  10 (sepuluh) hari.  •   Setiap calon  pengantin wanita, dianjurkan mengkonsumsi  TTO  sebelum  pernikahan  dengan  dosis  seminggu  sekali  1  (satu)  tablet  selama  16  minggu  (SK  Dirjen  Pembinaan  Kesehatan  Masyarakat  Nomor:  1656/BM/DJ/BGM/  XI/97  tentang  Penanggulangan  Anemia  Gizi  untuk  Calon  Pengantin Wanita) .  •   Wanita  Usia  Subur  (WUS)  dianjurkan  minum  TTD  secara  rutin  dengan dosis 1 (satu) tablet setiap  minggu.  •   Ibu  Hamil  dianjurkan  minum  TTD  dengan  dosis  1  (satu)  tablet  setiap  hari  minimal  90  hari  selama  masa  kehamilannya .  Bila  kadar  Hb  Ibu  Hamil  <11  gram%,  diberikan  3  tablet  sehari  selama  90  hari  kehamilannya,  dan 42  hari setelah  melahirkan.  •   Ibu  Nifas  dianjurkan  minum  TTD  dengan  dosis  1  (satu)  tablet setiap hari dan 2 (dua)  Kapsul Vitamin A 200.000 IU  selama  nifas (42  hari setelah  melahirkan).  •   Untuk  pekerja  Anemia  Gizi  Besi  diberikan  TTD  dengan  dosis 60 mg 2x seminggu sampai anemia teratasi.  •   Bagi  pekerja  yang  menderita  anemia  karena  kecacingan  dapat  diberikan  obat  cacing  3  hari  sebelum  mulai  diberikan  tablet tambah  darah.  Preparat  yang  digunakan  adalah  Pyrantel  Pamoate  dengan  dosis  tunggal  500  mg  atau  Mebendazole  dengan  dosis  tunggal  500  mg  atau  preparat  Albendazole  dengan  dosis  tunggal  400  mg.  Untuk  mencegah  timbulnya  kecacingan,  diberikan  obat  cacing setiap 6 (enam)  bulan sekali.  •   Bagi  pekerja  perempuan  untuk  mencegah  anemia,  dianjurkan  pemberian  TTD  dengan  dosis  60  mg  per  minggu selama  16 minggu setiap tahun.  b.   Pengadaan  Dan  Oistribusi Tablet  •   Pengadaan TTD  dilakukan oleh  perusahaan.  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 21 •   DistribusiTTD kepada seluruh pekerja perempuandilakukan  melaui klinik perusahaan atau sasaran  lain.  SKEMA PEMBERIAN TABLET TAM BAH OARAH PAOA GP2SP 01 TINGKAT PERUSAHAAN Tablet  besi  ralat  1x  per minggu,  Haid  : 2 ­ 3  perhari selama  10  Tablet  besi  ralat  1x  per minggu  selama  16  minggu, Haid  : 1 x  1 sehari perhari  selama 10 hari  ,-------------,'----- ---------.. RUJUK Cari  penyebab  penyakit dan  obat  22 セ@ ,­­­.  Hb  > 12  g  • %  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif B. PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA PEREMPUAN Pemeriksaan  kesehatan  bagi  pekerja  disesuaikan  dengan  jenis  pajanan  di  tempat  kerja.  Pemeriksaan  kesehatan  ini  berlaku  bagi  semua  pekerja  di  lingkungan  perusahaan  baik  pekerja  tetap  maupun  kontrak  yang  meliputi :  1. Pemeriksaan Kesehatan Awal Bekerja a)  Pemeriksaan  Kesehatan  Pra  kerja  Sebagai  karyawan  baru,  pemeriksaan  kesehatan  dilakukan  sebelum penempatan seorang calon pekerja pada suatu pekerjaan  ya ng spesifi  k  b)  Pra  Penempatan  Pemeriksaan  kesehatan pra  penempatan dilakukan pada  seorang  pekerja  yang  dipindahkan  ke  pekerjaan  lain  dengan  faktor  risiko  yang  berbeda dengan sebelumnya.  2. Pemeriksaan Kesehatan Selama Bekerja a)  Pemeriksan  Kesehatan  Berkala  Pemeriksaan  kesehatan  berkala  menurut  Permenakertrans  Nomor 02/Men/1980 perlu  dilakukan  sekurang­kurangnya  sekali  dalam  setahun  bagi  pekerja  perempuan  termasuk  pemeriksaan  Hb.  b)  Pemeriksaan  Kesehatan  Khusus  •   Pemeriksaan  kesehatan  khusus  dilakukan  apabila  ada  suatu  pajanan  tertentu  yang  memerlukan  pengamatan  lebih,  misalnya  pekerja  ditempat  bising,  debu/silica,  suhu  ekstrim  dan  bahan  kimia .  OSHA  menetapkan  daftar  bahan­bahan  yang  bila  terdapat  di  tempat  kerja,  maka  pekerjanya  mutlak  dllakukan  pemeriksaan kesehatan  khusus .  •   Pekerja  perempuan  berusia  40  tahun  ke  atas  perlu  mendapatkan  pemeriksaan  kesehatan  khusus terkait dengan  risiko  kesehatan  pad a  perempuan,  seperti  pemeriksaan  Pap  smear  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 23 3. Pemeriksaan Kesehatan Akhir Bekerja a)  Pemeriksaan  Kesehatan  Pasca  penempatan  Pemeriksaan  kesehatan  ini  dilakukan  setelah  pekerja  selesai  melaksanakan suatu tugas yang mengandung unsur yang berisiko  terhadap kesehatan  dan  beralih ke  tempat tugas yang lain .  b)  Pemeriksaan  Kesehatan  Setelah  Pensiun  Pemeriksaan  ini  dilakukan  untuk  memeriksa  semua  aspek  yang  berhubungan  dengan  kesehatan  pekerja  selama  masa  pengabdiannya  Pemeriksaan  kesehatan  pekerja  perempuan  yang  perlu  dilaksanakan  secara  rutin  adalah  pemeriksaan  Hb  dan  pemeriksaan  status  gizi  dengan  pengukuran  antropometri  terutama  penimbangan  berat  badan.  Pemeriksaan  Hb  dan  pengukuran  antropometri  bagi  pekerja  perempuan  dapat  dilakukan  di  poliklinik  perusahaan  atau  bekerjasama  dengan  fasilitas  pelayanan  kesehatan  lainnya.  Pendanaan  untuk  pemeriksaan kesehatan disediakan oleh perusahaan atau program  PT.  Jamsostek, PT.ASKES  dan Asuransi  Kesehatan  lainnya.  1.   Penilaian status gizi  dengan antropometri  •   Dilakukan  penimbangan  berat  badan  secara  rutin  setiap  bulan  •   Berdasarkan  hasil  pengukuran  berat badan  hitung indeks  masa  tubuh pekerja  perempuan,  lakukan setiap  bulan  •   Nilai status gizi  pekerja perempuan dengan menggunakan  klasifi  kasi  IMT,  lakukan setiap bulan  •   Penilaian  status  gizi  dilakukan  oleh  petugas/kader  yang  terlatih  2.  Pelaksanaan  Pemeriksaan  Hb  sebagai  berikut:  a.   Untuk  mengevaluasi  hasil  kegiatan  program  GP2SP,  dianjurkan  pemeriksaan  Hb  dilakukan  selang  4  {em pat)  bulan  sekali,  sebelum  dan  sesudah  pemberian  tablet  tambah  darah .  Dengan  pemeriksaan  Hb  dapat  ditapis  penderita  anemia  gizi  yang  harus  diberikan  pengobatan  secara  khusus  (kuratif) .  24 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif •   Bila  ditemui  pekerja  dengan  kadar  Hb  <12g%,  pemeriksaan  Hb  dilakukan  1 (satu)  bulan sekali  untuk  memantau  perkembangan  Hb  sampai  dengan  Hb  normal (Hb >12 g%)  sambil dicari penyebabnya.  •   Bilamana  tidak  ada  peningkatan  kadar  Hb  pada  pemeriksaan  ke  II,  agar  dirujuk  ke  tingkat  yang  lebih  tinggi atau  Rumah Sakit.  •   Bila  ditemukan pekerja  dengan kadar Hb  <8 g%,  perlu  di  rujuk  ke  tingkat yang  lebih  tinggi  atau  Rumah  Sakit  untuk mencari penyebab lainnya.  b.   Metode  yang  digunakan  untuk  menentukan  kadar  Hb  darah  adalah  metode  Sahli  atau  Cyanmethemoglobin.  Bila  menggunakan  metode  Sahli,  angka  yang  didapat  perlu  di  konversi  dengan  faktor  1,13  kali.  Contoh:  hasil  pemeriksaan  Hb  Sahli  sebesar  10,5  g%  dikonversi  ke  Hb  Cyanmethemoglobin adalah  10,Sx1,13=11,9 g%  C. PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PEKERJA PEREMPUAN Pelayanan  kesehatan  pelayanan:  reproduksi  pekerja  perempuan  meliputi  1. Sebelum hamil a.   Promosi dan edukasi  tentang kesehatan  reproduksi  b.   Pengetahuan  tentang  bahaya  di  tempat  kerja  yang  berpengaruh  terhadap kesehatan  reproduksi serta  penanggulangannya  c. Pemeriksaan  kesehatan  alat  reproduksi.  Pekerja  perempuan  yang  berusia  40 tahun  ke  atas  perlu  mendapatkan  pemeriksaan  kesehatan  khusus  terkait  dengan  risiko  kesehatan  pada  perempuan,  seperti  pemeriksaan  Pap  smear  yang  dilakukan  minimall (satu)  kali  setahun.  d.   Konseling  mengenai;  •   Infeksi  Menular Seksual  (IMS)  •   Infeksi Saluran  Reproduksi  (ISR)  •   Gizi  pekerja  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 25 e.   Pemenuhan kecukupan gizi  f.   Pemantauan  BB/IMT  g.   Pelayanan  KB  h.   Pemberian  imunisasi  TT  bagi  pekerja  perempuan  saat  menjadi  calon  pengantin  2. Saat Hamil :  a)  Promosi  dan  edukasi  tentang  kesehatan  reproduksi  dan  tumbuh  kembang janin  b)  Pengaturan  administratif  terkait  masalah  ergonomi  yang  dapat  mengganggu  kehamilan,  seperti  bekerja  sambil  berdiri  terlalu  lama, mengangkat beban  berat, shift malam, kerja  lembur, dll  c)  Meningkatkan  pengetahuan  bahaya  di  tempat  kerja  yang  berpengaruh terhadap kehamilan  serta  penanggulangannya  d)  Penempatan pada tempat kerja yang sehat dan aman dari bahaya  yang  mempengaruhi  kesehatan  ibu  hamil  dan  perkembangan  janin   e)  Pemeriksaan kehamilan  minimal 4 kali  selama  kehamilan   f)  Pemenuhan  kecukupan  gizi  pekerja saat  hamil   g)  Konseling mengenai :   •   Kehamilan  •   Persiapan  melahirkan  •   Pemenuhan Gizi  ibu  hamil  •  ASI  Eksklusif   h)  Distribusi tablet tambah darah   3. Saat Melahirkan a)  Konseling gizi  ibu menyusui dan  ASI  Ekslusif  b)  Jaminan  untuk  persalinan  di  fasiltas  kesehatan  oleh  tenaga  kesehatan.  c)  Mendapatkan cuti melahirkan  d)  Mendapatkan buku  KIA  e)  Mengikuti  Program  Perencanaan  Persalinan  dengan  Pencegahan  Komplikasi  (P4K)  26 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Praduktif f)   Mendapatkan  jaminan  penanganan  bila  terjadi  komplikasi  pada  ibu dan  bayi  4.   Pasca  Melahirkan  a)  Pelayanan  KB  pasca  bersalin  b)  Memberikan ASI  eksklusif  c)  Konseling  menyusui  d)  Pemberian 2 kapsul vitamin A selama  nifas  e)  Pengetahuan bahaya di tempat kerja yang berpengaruh terhadap  ibu dan bayi  D.   PENINGKATAN  PEMBERIAN  ASI  SELAMA  WAKTU  KERJA  DI  TEMPAT  KERJA  Ibu  yang  bekerja  bukan  merupakan  alasan  untuk  menghentikan  pemberian  ASI.  Memberikan  ASI  merupakan  hak  pekerja  perempuan  untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Selain itu ASI  merupakan hak  anak,  konvensi  tentang  hak  anak  mengatakan  bahwa  anak  menyandang  hak  untuk hidup dan  kepastian  untuk dapat  bertahan  hidup dan tumbuh  kembang yang optimal.  ASI  memberikan  banyak  manfaat  baik  bagi  perusahaan/tempat  kerja,   pekerja  bahkan  bagi  masyarakat dan Negara.   Keuntungan  bagi perusahaan adalah sebagai  berikut:   •   Menurunkan  angka  absensi  karena  bayi  yang  diberikan  ASI  jarang  sakit dibandingkan dengan  bayi yang diberikan susu  formula.  •   Ibu  yang  memberikan ASI  mempunyai  prestasi  kerja  yang  lebih  baik  dan  produktivitas kerja  lebih meningkat .  •   Menghemat  pengeluaran  biaya  pengobatan  kesehatan  bagi  bayi  ASI  eksklusif,  karena  telah  terbukti  bayi  ASI  eksklusif  punya  daya  tahan  tubuh  yang  baik  sehingga  jarang  sakit  dan  dirawat  di  rumah  sakit  dibandingkan dengan bayi  yang diberi susu  formula.  •  Meningkatkan citra  perusahaan.  Bentuk  dukungan  perusahaan/tempat  kerja  terhadap  peningkatan  pemberian  ASI  selama  waktu  kerja  di  tempat  kerja  adalah  dengan  menyediakan  ruangan  memerah  ASI  dan  perlengkapannya,  sebagai  berikut :  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 27 1. Ruangan  Memerah ASI  Luas  ruangan  minimal  3x4 m2  atau  disesuaikan  dengan  jumlah  yang sedang menyusui.  Tertutup, tersendiri dan bisa  dikunci dari dalam .  Bersih,  cukup ventilasi, cahaya  Lantai  keramik/semen/karpet/kayu  Washtafel dengan air mengalir dan sabun untuk cuci  tangan .  Tidak  bersebelahan  dengan  toilet,  gudang,  dapur  atau  tempat  wudhu.  Lokasi  ruang mudah dijangkau  dan  aman  dari bahaya  lingkungan  kerja.  Tata  letak  ruangan  memerah  ASI  tersendiri  atau  bergabung  dengan ruang lain  2.   Alat yang dibutuhkan meliputi :  Refrigerator,  bila  belum  memungkinkan  dapat  menggunakan  termos es .  lemari penyimpan  peralatan  Tissue/Lap tangan 3 buah  Dispenser (air panas dan  dingin)  Pompa  ASI  bila  diperlukan  Botol  untuk menyimpan ASI  Cooler box/tas untuk membawa ASI  perah  Alat pensteril  botol  Kursi  dan meja  Kain  pembatas pakai  krey untuk memerah ASI  Alat ukur tinggi  badan dan  berat badan  Washlap untuk kompres payudara  Tempat sampah tertutup  Buku  catatan,  pendaftaran,  Buku  keluhan dan  mengatasinya  3.  Alat konseling  4 .  Perlengkapan  KIE  ASI  28 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif BABIV PENGORGANISASIAN, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB A. ORGANISASI Organisasi  dalam  GP2SP  meliputi  organisasi  di  pemangku  kepentingan  dan perusahaan.  1. Organisasi Di Pemangku Kepentingan Tim  GP2SP  perlu  dibentuk  untuk  menggalang  kesepakatan  dan  terlaksananya  GP2SP.  Dalam  menggerakan  GP2SP  perlu  melibatkan  berbagai  lintas  program  dan  lintas  sektor  terkait  mulai  dari  Pusat  sampai kepada kabupaten/kota. Diharapkan GP2SPdapatdiiaksanakan  secara  terpadu  dan  terintegrasi,  bertahap  dan  berkesinambungan.  Tim  GP2SP  harus  ada  pada  setiap  jenjang administrasi.  Anggota  tim  GP2SP  dapat  terdiri  dari  unsur  pemerintah,  APINDO,  PT.  Jamsostek,  PT.  Askes dan serikat pekerja/serikat buruh, dan dikembangkan sesuai  dengan  kondisi  daerah masing­masing.  2. Organisasi di Perusahaan Pelaksanaan  GP2SP  di  perusahaan,  diserahkan  pada  divisi  yang  menangani  Keselamatan  dan  kesehatan  kerja  atau  Panitia  Pembina  Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja  (P2K3)  dan  klinik  perusahaan  atau  HRD yang menangani kesehatan  kerja .  B. Tugas Dan Tanggungjawab Tim  GP2SP  yang  berada  di  pusat,  provinsi,  kabupaten/kota  dan  perusahaan  memiliki tugas  dan tanggungjawab  dalam menggerakan dan  melaksanakan GP2SP.  Tugas  dan tanggungjawab tersebut meliputi:  1. Kementerian Kesehatan RI a.  Melakukan Advokasi  dan Sosialisasi  kegiatan GP2SP.  b.  Mengkoordinir pelaksanaan  kegiatan GP2SP.  c.  Melakukan  TOT bagi  petugas  Provinsi  dan  Kabupaten/Kota  tentang kegiatan GP2SP.  d.  Menyediakan,  menyebarluaskan  bahan  pendukung  kegiatan  GP2SP.  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat ProduktiJ 29 e .  Melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan perusahaan tentang  kegiatan  GP2SP.  f.  2. Melakukan  pembinaan,  pemantauan  dan  evaluasi  kegiatan  GP2SP.  Kementerian Dalam Negeri RI a.  Menyusun  dan  menyebarluaskan  Surat  Edaran/aspek  legalitas  Menteri  Dalam  Negeri  dalam  pelaksanaan  GP2SP  di  Provinsi  dan  Kabupaten/Kota.  b.  Mengkoordinir  SKPD/OPD  dalam  mendorong  dan  melaksankan  program GP2SP.  c.  3. Melakukan  Advokasi  dan  sosialisasi  program  GP2SP  kepada  Pemerintah Daerah.  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI a.  Mendorong  pengusaha/pengurus,  Serikat  Pekerja/Serikat  Buruh  mengintegrasi­kan  program  GP2SP  dalam  peraturan  perusahaan  atau  perjanjian  kerja  bersama  dengan  mengacu  pada  ketentuan  peraturan perundang undangan ketenagakerjaan.  b .  Memfasilitasi  Program  GP2SP  di tempat kerja.  c.  4. Melakukan  pembinaan  dan  pengawasan  pelaksanaan  program  GP2SP  sebagai  bagian  dari  pembinaan  dan  pengawasan  ketenagakerjaan.  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI  a.  Melakukan  advokasi  dan  sosialisasi  kepada,  sektor  terkait,  pemerintah  daerah  dan  lembaga  masyarakat  tentang  program  GP2SP  b.  Menyusun  media  K1E  tentang GP2SP  c.  5. Memfasilitasi terbentuknya  sarana  Program GP2SP  Pemerintah Provinsi a.  Melakukan TOT  bagi petugas di Kabupaten/Kota tentang kegiatan  GP2SP.  b .  Penyediaan  dan  penyebarkuasan  data  dan  informasi  terkait  dengan GP2SP.  c.  30 Dukungan sumber daya  untuk pelaksanaan GP2SP.  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif d.   Pembinaan  dan  pengawasan  pelaksanaan  GP2SP.  6. Pemerintah Kabupaten/Kota a.   Perumusan,  penetapan  dan  pelaksanaan  kebijakan  kegiatan  GP2SP.  b.   Menggerakan  dan  menyediakan  sarana  dan  prasarana  dalam  pelaksanaan GP2SP.  c. 7. Melaksanakan kegiatan  GP2SP  yang telah disepakati  bersama.  Apindo a.   Mendorong  dan  memotivasi  pengusaha  dalam  pelaksanaan  program GP2SP.  b.   Membantu  memfasilitasi  penyediaan  sarana  dan  prasaran  yang  diperlukan untuk pelaksanaan  program GP2SP.  c. Mensosialisasikan  program  GP2SP  bersama  tim  terkait  kepada  para  pengusaha.  d.   Bersama  dengan  serikat  pekerja  membuat  perjanjian  kerja  bersama  untuk melaksanakan program GP2SP.  e.   Mendukung  pelaksanaan  pemberian  penghargaan  bagi  perusahaan yang telah  berhasil  melaksanakan  program GP2SP.  8. Serikat Pekerja /Serikat Buruh a.   Bersama  tim  mensosialisasikan  program  GP2SP  kepada  pekerja/  buruh dan serikat pekerja/serikat buruh.  b.   Bersama  pengusaha  membuat  perjanjian  kerja  bersama  untuk  melaksanakan kegiatan  GP2SP.  9. PT. Jamsostek dan atau Asuransi Lain Yang Ditunjuk Perusahaan  a.   Menyediakan  Suplemen  gizi,  obat­obatan  (malaria,  TBC,  cacing)  dan  peralatan  konseling  untuk mendukung pelaksanaan  kegiatan  GP2SP  b.   Memberikan pelayanan  kesehatan  bagi  pekerja  perempuan yang  meliputi  :  •   Pemeriksaan  kesehatan  berkala  •   Pemeriksaan  kehamilan/ANC  • KB Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 31 •   Jaminan  persalinan di  fasilitas kesehatan  •   Post  Natal Care  10. Perusahaan a.   Melaksanakan kegiatan  program GP2SP  di  perusahaan.  b.   Membina  dan  mendorong  pekerja  perempuan  agar  mendukung  terlaksanya  program GP2SP  berjalan dengan  baik.  c.   Membina  dan  mendorong  mitra  kerja  perusahaan,  agar  mendukung terlaksanya  program GP2SP  berjalan dengan  baik.  d.   Monitoring  dan  Evaluasi  pelaksanaan  program  GP2SP  di  Perusahaan.  Penyampaian  laporan  secara  berkala  (6  bulan  sekali)  hasil  pelaksanaan  program GP2SP  kepada Tim  Kabupatenjkota.  32 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif BABV PElAKSANAAN KEGIATAN GP2SP Pelaksanaan  kegiatan  GP2SP  dilakukan  dengan  beberapa tahap yakni  persiapan,  perencanaan,  pelaksanaan  dan  monitoring  evaluasi.  Dilaksanakan  se cara  bertahap agar implementasi kegiatannya lebih terarah dan terkoordinasi  dengan  baik.  Tujuan  pelaksanaan  kegiatan  GP2SP  sangat tergantung dari  im plementasi  ruang lingkup kegiatan  GP2SP  yang telah  dibahas dan dikemukakan  pada  bab sebelumnya .  Adapun tahapan pelaksanaan  kegiatan GP2SP  ini adalah sebagai  berikut :  A. PERSIAPAN Persiapan  dalam  menggerakan  GP2SP  di  tempat kerja  oleh  tim GP2SP  di  pusat,  provinsi dan  kabupaten/kota  meliputi :  1. Menyiapkan tim yang akan  menggerakan GP2SP  2.   Menyiapkan metode yang akan digunakan untuk menggerakan GP2SP  melalui  kegiatan :  a.   Advokasi  dan Sosiali sasi  b.   Seminar/lokakarya  c.   Pemasaran  sosial ,  Kegiatan  pemasaran sosial  dilakukan  melalui  :  Pencanangan  dan  pelaksanaan gerakan  Kampanye  Tayangan/siaran  melalui  media  elektronik  dan  media  cetak  (TV, Spot, Radiospot dll) .  d.   Fasilitasi  e.   Pengawasan dan  pembinaan  f.   Monitoring dan evaluasi  3.   Menyiapkan  dan  mengembangkan  materi  serta  bahan  untuk  menggerakan GP2SP  yang meliputi  :  Status gizi  pekerja  perempuan  Pemeriksaan  kesehatan  pekerja  perempuan  Kesehatan  reproduksi  pekerja  perempuan  Pemberian ASI  selama  waktu kerja  di tempat kerja  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 33 4.   Menyiapkan  sasaran  dan  lokasi  pelaksanaan  advokasi,  sosialisasi  Seminar/lokakarya dan pemasaran  sosial yang terdiri dari:  Perusahaan/tempat kerja  SPSI  Lintas program dan  lintas sektor terkait Persia pan  yang dilakukan  oleh  perusahaan untuk melaksankan GP2SP,  meliputi :  1.   Dukungan  pimpinan perusahaan terhadap GP2SP,  meliputi :  a.   Kebijakan  tertulis  mengenai  GP2SP  yang  ditandatangani  oleh  pimpinan  perusahaan  b.   Sumber daya  manusia  Perusahaan  perlu  membentuk  tim  pelaksana  atau  menunjuk  petugas  untuk  mengelola  dan  menjalankan  program GP2SP  c.   Dana  Sumber dana untuk pelaksanaan GP2SP  dapat bersumber  dari:  APBN,  APBD,  PT.  Jamsostek,  PT.ASKES  atau  perusahaan  asuransi  lainnya,  Sumber  Lain  yang  tidak  mengikat dan  perusahaan  d.   Perlengkapan  Perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk pelaksanaan  GP2SP  meliputi :  1)  Perlengkapan  Perempuan  peningkatan  Status  Gizi  Pekerja  •   Perlengkapan  pengukuran  antropometri  seperti:  timbangan  berat  badan  dan  pengukur  tinggi  badan  •   Tablet tambah darah  •   Suplemen Vitamin A  •   Obat (acing  •   Alat penyuluhan terkait Gizi  seperti Food  Model  •   Materi penyuluhan seperti  : Pedoman  Umum Gizi  Seimbang,  Gizi  bagi  Perempuan  Pekerja,  Masalah  gizi  pekerja  perempuan,  Gizi  dan  produktivitas,  34 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif Gaya  hidup sehat dan Masalah  Kecacingan  •  Buku  catatan  2)  Perlengkapan  Pemeriksaan  Kesehatan  Berkala  •   Alat pengukur Hb  •   Alat penimbangan berat badan  •   Bahan  dan  alat penyuluhan  •   Buku  catatan  3)   Perlengkapan  Pelayanan  Pekerja  Perempuan  Kesehatan  Reproduksi  •   Buku  KIA  • •   • • • • Media penyuluhan  Perlengkapan  pemeriksaan kehamilan  Perlengkapan  pelayanan  KB  Tablet Tambah  Darah  Vitamin A  Buku  pencatatan  4)   Perlengkapan  Peningkata n  Pemberian  ASI  selama  waktu kerja  di  tempat kerja, yaitu:  • • • • Ruangan  Memerah ASI  Perlengkapan  untuk memerah ASI  Alat konseling  Perlengkapan  KIE  ASI  B. PERENCANAAN Perencanaan di perusahaan Perencanaan  pelaksanaan GP2SP  di  perusahaan  disusun oleh Tim  GP2SP  di  perusahaan.  Perencanaan  dikembangkan  berdasarkan  permasalahan  yang ada  di tempat kerja  dan target perubahan yang ingin  dicapai.  Sebelum  merencanakan  kegiatan  secara  keseluruhan,  maka  perlu  diperhatikan dan dilakukan hal­hal sebagai  berikut:  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 35 1.   Inventarisasi  permasalahan  pekerja  perempuan  di  tempat  kerja  dan  pengaruhnya  terhadap  produktivitas.  Pengelola/  pengurus  tempat  kerja  harus  melakukan  identifikasi  atau  inventarisasi  permasalahan  gizi dan kesehatan pada pekerja perempuan di tempat kerja tersebut,  serta melakukan penilaian dan pengendalian, terutama permasalahan  gizi kerja, kesehatan reproduksi dan pemberian ASI  selama waktu kerja  di  tempat  kerja  yang  menjadi  prioritas  untuk  dikendalikan .  Contoh  permasalahan  utama adalah anemia  pada  pekerja  perempuan, maka  prioritas kegiatan  yang dilakukan adalah  pemberian TTD.  2.   Menentukan tujuan pelaksanaan GP2SP  3.   Menentukan sasaran  pelaksanaan  GP2SP  4.   Menetapkan  kegiatan  yang  dapat  diimplementasikan  sesuai  dengan  situasi dan  kondisi  tempat kerja.  5.   Menentukan  metode  yang  akan  digunakan  dalam  pelaksanaan  GP2SP  6.   Menentukan media yang akan  digunakan  dalam pelaksanaan  GP2SP  7.   Menyusun  rencana  evaluasi  dan  Menetapkan  indikator kinerja  yang  harus  dapat  diukur  sebagai  dasar  penilaian  kinerja  organisasi/tim  pelaksana  GP2SP  yang  sekaligus  merupakan  informasi  mengenai  keberhasilan  pencapaian  implementasi GP2SP  di tempat kerja.  8.   Menyusun jadual pelaksanaan  36 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif Tabel.S Jadual perencanaan kegiatan GP2SP di Perusahaan N  Llngkup Keglatan  0 1 I Bulan  1 2  3 4 5 6 7 8 9 10 11  12 Ket  Penlngkatan Status  glzl pekerja  Persiapan  sumber daya  Menilai status gizi  pekerja.  Menilai tingkat kebutuhan energi  pekerja per hari berdasarkan  tingkat aktivitas, umur, jenis  kelamin, keadaan tertetentu  - Menentukan kecukupan gizi  pekerja perempuan selama  hamil, menyusui, pekerja  lembur, shift kerja,  pekerja di  lingkungan kerja yang berisiko.  - 2 Pengelolaan makanan bagl pekerja  Menentukan standar porsi  makanan pekerja selama bekerja  ­ Merencanakan menu makanan  hingga peyajiannya  ­ Menentukan tempat  pengolahan, waktu, tempat dan  teknis penyajian.  - Mempersiapkan dan mengatur  sumber daya yang diperlukan  Pelaksanaan  Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Glzi  Persia pan sumber daya kegiatan  meliputi:  - ketenagaan,  - alat bahan,  Tablet tambah darah, suplemen  dan obat cacing  j  Pemberian obat  Komunlkasi, Informasl dan Edukasl (KIE) glzl bagl  pekerja dan keluarga  - Menentukan sasaran  KIE,  jumlah  peserta, waktu pelaksanaan  dan  tempat pelaksanaan  - Persia pan  sumber daya  Persia pan  Materi KIE  ­ Pelaksanaan  KIE  gizi  :  penyuluhan, pelatihan dan  konsultasi perorangan serta  penadampingan  - - 3 - 4 - Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 37 N  0 5 6 I  Bulan  lIngkup Keglatan  1 2 3 4 5 6 7  8 Ket  9 10 11 12 InteNensl dengan deworming (pemberlan obat cacing) dan pemberlan obat lalnnya  ­ Persia pan sumber daya: tenaga,  alat bahan, jumlah obat dll  ­ Pemberian obat cacing  ­ Pemberian Tablet Tambah  Darah  ­ Pemberian Kapsul Vitamin A  ­ Evaluasi  Pemerlksaan Hb  ­ Menyiapkan tenaga, bahan dan  alat untuk pemeriksaan Hb  ­ Menentukan sasaran  pemeriksaan Hb  ­ Pemeriksaan Hb  ­ Membandingkan hasil  pemeriksaan Hb sebelum dan  sesudah intervensi  ­ Membuat  laporan  7  Pop Smear 8 C. ­ Menentukan sasaran  ­ Pemeriksaan  ­ Membuat laporan  Pemberlan ASI selama waktu kerja  ­ Menyiapkan pernyataan tertulis  pimpinan.  ­ Menentukan waktu untuk  menyusui/memerah ASI  ­ Menyiapkan sarana  dan  prasarana yang  mendukung  pemberian ASI  sesuai standar.  ­ Menyiapkan bahan KIE  pemberian ASI  di  tempat kerja.  ­ Menyiapkan tenaga  Motivator/fasilitator pengelolaan  ASI  ­ Sosialisasi pemberian ASI  kepada  seluruh pekerja.  I  PENGGERAKAN PELAKSANAAN Keberhasilan GP2SP sangat tergantung dari motivasi Tim GP2SP di semua  level  adminstrasi,  mulai  dari  pusat  sampai  kepada  pengurus,  pimpinan  perusahaan dan  organisasi pekerja.  Penggerakan  pelaksanaan  GP2SP  dilakukan  dengan  cara  dan  strategi  sebagai  berikut :  38 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Praduktif 1. Pernyataan  tertulis  atau  komitmen  pimpinan  perusahaan  tentang  tujuan  dan  target  GP2SP  yang  jelas  dan  mudah  dimengerti  serta  diketahui  oleh  seluruh  pekerja,  yang  dijadikan  sebagai  landasan  pelaksanaan  program.  2.   Menunjuk  petugas/  pengelola/tim  pelaksana  GP2SP  Implementasi  GP2SP  sangat  tergantung  dari  rasa  tanggung jawab  manajemen  dan  petugas da n pekerja perem pua n terhadap tugas da n kewaji ban masingmasing  serta  kerja  sama  dalam  pelaksanaan  program.  Tanggung  jawab  ini  harus  ditanamkan  melalui  adanya  aturan  yang  jelas,  pola  pembagian  tanggung jawab.  Petugas/pengelola/tim  pelaksana  perlu  mempersiapkan  data  dan  informasi  untuk  mendukung  pelaksanaan  program,  merumuskan  permasalahan  serta  menganalisis  penyebab  timbulnya  masalah,  kemudian  mencari  jalan  pemecahannya  dan  mengkomunikasikannya  kepada  para  pekerja,  sehingga  dapat  dilaksanakan dengan  baik.  Petugas/pengelola/tim  pelaksana  selanjutnya  memonitor  dan  mengevaluasi  pelaksanaan  program,  untuk  menilai  sejauh  mana  program  yang  dilaksanakan  telah  berhasil.  Kalau  masih  terdapat  kekurangan,  maka  perlu  diidentifikasi  penyimpangannya  serta  dicari  pemecahannya.  Tugas  pokok  dari  petugas/pengelola/tim  pelaksana  upaya  gizi  pekerja  ini  adalah  memberi  rekomendasi  dan  pertimbangan  kepada  manajemen  puncak  terhadap  isu­isu  yang  berkembang  terkait  GP2SP.  3.   Memotivasi  pengelola/pengurus,  pimpinan  perusahaan,  organisasi  pekerja  dan  pekerja  perempuan.  Motivasi  dapat  timbul  dengan  berbagai  kegiatan  yang  diikuti  seperti  mengikuti  pertemuan  seperti  sosialisasi,  pelatihan dan  seminar/lokakarya.  4.   Promosi/penyuluhan  gizi  dan  kesehatan  di  tempat  kerja  dengan  materi:  Mengenali  risiko yang ada  di tempat kerja  Perilaku  Hidup Bersih  dan Sehat  Pedoman  kecukupan gizi  dan  produktivitas  Pedoman  umum gizi seimbang  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 39 Gizi  bagi  pekerja  perempuan dan  permasalahannya  Gizi  dan Produktivitas  Masalah kecacingan  Kesehatan  reproduksi  ASI  dan ASI  Ekslusif  Keluarga  Berencana  •   Sasaran:  karyawan perusahaan khususnya  perempuan  •   Waktu :  pada  waktu  istirahat  dilakukan  penyuluhan  kelompok  (dua  bulan  sekali),  materi diberikan secara  bertahap  •   Petugas  penyuluhan :  petugas  poliklinik  perusahaan  atau  petugas  puskesmas setempat atau tenaga  kesehatan/gizi  lain  40 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif BABVI PEMBINAAN, PEMANTAUAN DAN EVALUASI Dalam  hal  pembinaan,  pemantauan  dan  evaluasi  lebih  diarahkan  untuk  peningkatan  produktivitas pekerja  perempuan.  Kegiatan  sebagai  berikut :  A. PEMBINAAN 1. Sasaran  pembinaan  :  a.   Tim  GP2SP  disetiap jenjang administrasi  b.   Pelaksana  kegiatan  GP2SP  di  perusahaan,  meliputi :  Manajemen perusahaan  Pengelola  makanan di  kantin/catering perusahaan  Poliklinik perusahaan  Pengelola  ASI  di  tempat kerja  2.   Pembinaan dapat dilakukan secara  :  a.   Pembinaan terpadu  :  Untuk  menjamin  kelancaran  pelaksanaan  GP2SP  diperlukan  pembinaan  terpadu  oleh  Tim  GP2SP  secara  berjenjang  dan  berkesinambungan  mulai  dari  pusat,  provinsi,  kabupaten/kota  sampai  perusahaan .  b.   Pembinaan Teknis  :  Pembinaan teknis dilakukan oleh  masing­masing sektor terkait.  c. Pembinaan  melalui pemberian penghargaan  :  Pemberian Penghargaan kepada "Perusahaan Yang Melaksanakan   GP2SP  Terbaik" dilakukan setiap tahun .   Penilaian dilakukan oleh Tim GP2SP  di setiap jenjang.   3.   Materi Pembinaan  a.   Materi Pembinaan  Peningkatan Status Gizi  meliputi :  Pedoman  Kecukupan  Gizi  bagi  pekerja  Pengelolaan  Makanan institusi (untuk kantin dan catering)  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat ProduktiJ 41 Perencanaan menu, taksiran kebutuhan dan anggaran belanja  bahan  makanan  Pemilihan, penyimpanan dan  pengelolaan bahan  makanan  Sanitasi dalam penyelenggaraan  makanan banyak  Hygiene pengelola  makanan  Keamanan  makanan  b.   Materi Pembinaan Kesehatan  Reproduksi  meliputi :  Faktor risiko di tempat kerja terhadap kesehatanreproduksi  Program  pelayanan  kesehatan reproduksi  Program  perlindungan di  tempat kerja  Keluarga  berencana  c.  Materi  Pembinaan  Peningkatan  Pemberian  ASI  selama  kerja  di  tempat kerja  meliputi :  Persiapan  pekerja  agar  sukses  menyusui  (masa  kehamilan,  saat cuti , saat  bekerja)  Langkah­Iangkah pelaksanaan  memerah ASI  Cara  memilih perlengkapan memerah ASI  Cara  menyimpan ASI  perah di tempat kerja  Daya  tahan ASI  perah  Cara  membawa ASI  perah  Cara  menyimpan ASI  perah di  rumah  Penyajian ASI  perah  4 .   Waktu  pembinaan   Pembinaan GP2SP  dilakukan setiap 3 (ti gal bulan sekali   B. PEMANTAUAN Untuk dapat memantau perkembangan dan keberhasilan  berbagai aspek  pengelolaan  dan  pelaksanaan  kegiatan  agar  tetap  mengacu  kepada  tujuan,  kebijaksanaan,  strategi  serta  target  yang  telah  disepakat  ,  perlu  dikembangkan kegiatan  pemantauan.  Pemantauan dilakukan melalui:  42 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 1. Sistem pencatatan dan pelaporan Dalam  rangka  penjabaran  secara  kuantitatif  dalam  mengukur  hasil  pencapaian  pelaksanaan  GP2SP  diperlukan pula  kegiatan  pencatatan  dan  pelaporannya  sehingga  dapat  memberikan  gambaran  bagi  penilaian,  pengendalian  dan  perencanaan  GP2SP  secara  berdaya  guna  dan  berhasil  guna.  Pencatatan  dan  pelaporan  GP2SP  dilakukan  oleh  perusahaan, yang  perlu  dicatat dan dilaporkan  meliputi  :  1)   Peningkatan status gizi  pekerja  perempuan;  •   Status gizi  pekerja  perempuan  •   Kecukupan  gizi  bagi  pekerja  secara  umum,  selama  hamil,  menyusui,  pekerja  lembur,  lingkungan kerja yang berisiko  •   Pencegahan  dan  Penanggulangan  Anemia  melalui Pemberian  obat gizi  2)  Pemeriksaan  kesehatan  pekerja  (pemeriksaan  Hb  dan  Pap  Smear);  3)  Pelayanan  kesehatan  reproduksi  pekerja  perempuan  (sebelum  hamil, hamil, bersalin dan  setelah  melahirkan);  4)   Pemberian  ASI  selama  waktu  kerja  di  tempat  kerja  (kebijakan  perusahaan,  kesempatan  waktu  memerah  ASI,  sarana  dan  prasarana, dana, tenaga  motivator atau fasilitator)  5)   Pelaksanaan  seminarjlokakarya,  pencanangan  dan  pelaksanaan  gerakan, kampanye dan tayanganjsiaran melalui media elektronik  dan  media cetak (TV,  spot,  radiospot dill;  6)  Pelatihan kepada petugas kesehatan, petugas pengawas, pelaksana  di  perusahaan,  APINDO,  Serikat  Pekerjaj  Serikat  Buruh,  PT.  Jamsostek dan PT.ASKES.  2. Kunjungan lapangan Kunjungan  lapangan  ke  perusahaan  dilakukan  secara  periodik,  untuk  mengetahui  kegiatan  GP2SP  secara  langsung.  Kegiatan  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  keberhasilan  dan  permasalahan  yang  perlu  diperbaiki, sehingga model ini dapat dikembangkan pada perusahaan  lainnya.  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 43 3. Pemberian penghargaan. Setiap tahun dilaksanakan pemberian penghargaan "Perusahaan Yang  Melaksanakan GP2SP  Terbaik",  Oleh  Tim  GP2SP  pusat dan daerah .  C.   EVALUASI Evaluasi  dilakukan  guna  mengetahui  tingkat  keberhasilan  GP2SP.  Untuk  mengetahui  kegiatan  GP2SP  ini  berhasil  mencapai  tujuan  yang  telah  ditentukan,  maka  perlu  di  sepakati  indikator  keberhasilan  GP2SP  dapat  dikelompokkan  dalam  input/proses/  output  dengan  indikator  yang  terpilih sebaga i berikut :  1.   Kabupaten/Kota   Cakupan  perusahaan yang  melaksanakan  kegiatan GP2SP.   2.   Perusahaan  a.   Cakupan  pemberian  makanan  tambahan  bagi  pekerja  hamil  dan  menyusui.  b.   Cakupan  pemberian TTD  pada  pekerja  perempuan.  c. Cakupan  pemberian  makanan  tambahan  bagi  pekerja  hamil  dan  menyusui.  d.   Cakupan  pemeriksaan Hb minimall tahun sekali.  e.   Cakupan  pemberian  Kapsul Vitamin A pada  Ibu  Nifas.  f.   Cakupan  pekerja  perempuan  yang  mendapatkan  Komunikasi  Informasi dan Edukasi  (KIE)  gizi dan kesehatan.  g.   Cakupan  pelayanan Ante Natal  Care  (ANe).  h.   Cakupan pekerja yang memberikan AS!  44 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif BAB VII PENUTUP Sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional, maka segala upaya diarahkan  untuk  memantapkan  kualitas  sumberdaya  manusia.  Salah  satu  upaya  yang  mempunyai  dampak  cukup  penting  terhadap  peningkatan  kualitas  Sumber  Oaya  Manusia  adalah  peningkatan  status  kesehatan  gizi,  dan  kesehatan  reproduksi,  sehingga  dapat  meningkatkan  kemampuan  dan  kapasitas  kerja  secara  maksimal  tanpa  mengabaikan  kodratnya  sebagai  perempuan.  Untuk  itu  perlu  penanganan  khusus  berupa  gerakan  yang  disebut Gerakan  Pekerja  Perempuan  Sehat dan  Produktif yang  bertujuan meningkatkan  produktivitas  dan meningkatkan kualitas generasi penerus.  Kerjasama  yang terpadu dan  berkesinambungan  antara  berbagai  pihak yang  terkait sangat diperlukan agar kegiatan berjalan dengan baik untuk mencapai  tujuan  "Peningkatan  Status  Kesehatan  dan  Gizi  serta  Produktivitas  Pekerja  Perempuan".  Berbagai  masalah  dan  tantangan  di  lapangan  dalam  mewujudkan  GP2SP  kiranya  dapat  menjadi  pemacu  semangat  dalam  usaha  meningkatkan  kesehatan  dan gizi  pekerja  perempuan.  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 45 DAFTAR SINGKATAN AGB  Anemia  Gizi  Besi  APINDO  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  GP2SP  Gerakan  Pekerja  Perempuan Sehat Produktif  IMT  Indeks Masa Tubuh  SPSI  Serikat Pekerja  Seluruh  Indonesia  TTD  Tablet Tambah  Darah  46 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif Lampiran  1  Kebutuhan  Gizi  per hari  bagi  Pekerja  Perempuan  Menurut Umur, Jenis  Kelamin  dan Aktivitas Fisik*  Jenll ォエャセュ ェョ ャ@ Akl l...ャ@ エ@ Gスセ@ セ um ur f88 Iオ。ョ@ E"nefll 11<>11 Protein \8) l.a t beS-i Im 81 Song Im81 Yodiurn lUI) Vlt A VltC VIT Bt VIT 82  Vii S6 NiolCjn IRE) Im81 (m81 Imgl Imll 1'"81 1800 SO 26 9,3 150 500 75 1 1,1 1,3 i '  19(1() 50 26 9,3 150 500 75 1 1,1 1,3 l ·j Bera!  2150 50 26 9,3 150 500 75 1 1,1 1,3 1'\ Rmgan 1700 50 26 9,8 ISO 500 75 1 1,1 1,3 1800 50 26 9,8 ISO "  Sedang S (,l(l 1 1,1 1,3 1:\ 150 500 75 1 1, 1 1,3 1. 150 500 75 1 1,1 1.5 !4  1 1,1 1,5 "  1 1,1 1, 5 H  Rmgan  t9­29th  セ IBB S2 kg) Perempuan  、 。イGャ X@ 30-49 th IBB 55 kg) Pt.: ft mpuan Bera!  2050 50 26 9,8 Rinp, .l n  1650 50 12 9,8 Sedang  17 50- 50 ・ セ イ@ NI@ エ@ 2000 SO  50- 64 th IBB 55 kg) berd.HJthn aセg@ U --g:s 12 9,8 150 500 150 500 l­;s  l­;s  75 2004 Koreksi  berat badan   Contoh:   Seorang perempuan usia  35 tahun,  memiliki berat badan 52  kg  dengan aktivitas sedang,   maka kebutuhan energinya adalah:  52  x  1800 =  1700 kkal  55  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 47 Lampiran 2  Standar porsi  makanan  pekerja  perempuan selama bekerja (8 jam)  Kebuluhan bolhan  mllr;.anilltl  (.1 menu,u( tJ:il.,  dafl ak1i6\iU fi $.lk  'ems Bahan MakiNO Rin&an  0" 1720 •• (860  ""1 ItInpn (680 k'.I) Sod'na 1720.k.,) Bera1 Rlo,.n 5qdnnl &era t (820 "a1) 1660kull 1700 ...11 (800 ...11 «.r 1058f  70gr 85 gr 1008 r (l % gls (1 .6 gls  (1 glsnasi) (lY.gls (tv, Sis n asi)  n asI)  na t-I ) n asi) ョ。 n asi) nasi ) 40gr  408 r  40gr  40gr 40gr 408r 40 £, 40gr 40gr (1  ptg sdg) (1 pig sdg)  (I pig sdg) 11 ptgsdg) (1 pig sdg) (1 pig II PIg «181 II ptg sdg) 408' 12 pIgsdg) 40fl:r  40 l f 40gr 40gr 408' 40gr 40gr 40 gr 12 pI8 «18) (2 PI" dg) (2 pIg sdg) (2 ptg sdg) (2 pig 12 PIg ' dg) (2 pIg sdg) (2 ptg sdg) 100 gf  I I, 1008' 100 gf  toogr 100 gf lOOg, 100gr IOOgr 100S' 18 1s 1 Sis 1 gls 1 I, 1 g ls 1 Ris lSI' 1 gl' 75 gr 75 8 f  75 , r 75 gr 75 gr 75 gr 7S gr 7Sgr 75 gr 11 plpdg) (1 ptR sdS) II ptg sdg) (1 ptg sdg) II ptg sdg) (I ptg fI PIg 'd g) ( 1 ptg sdS) (1 ptg sdg) 85 gr Ber en (l Xgls Ayam/ika n/  telur/daging .."It  Sedans  1760 •••11 soセャィ@ 3O-491h 19-291h 85 (1 70 gr Sis na sil セ@ 80 gf 9S gf (1 ,2 Sis 11.4 gls II plg , d&1 I sd S) Te mpe/ lahul koJcang2an ' dg) Sayuran Bua h 'dg) Minyak 20gr (2 sdm) 20 gr 20 sr 20 g' 20 gr lS i ' (2sdm) (2 sdm) 12sdml (2 sdm) (lYI )dm) IS sr (lV, sdm) 20 Hr (2sdmj 10 gr I5sr 25 gr 15 gr 10gr 2S,!:r IS f[ r 20 gr 20 Por (1 sdm) (lY, sdrn) (2Y,sdmJ (IV,sdrn) 1 sdm (2 YI sdm) (I V, sdl1\) (2 sdrn) (2 sdm) 480 ml 510 Illi SSOml 440 m l 470 ml 535 ; ; - (2 gl,) 455 ml (IV. Sis) 480m l (2SI,) 12Sls) 2V. gls) 81S) (IX gls) (2 gls) Gula An minumo " ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­- 20 S' (2 sdm) 575 ml HRセ@ Sis) Hャセ@ - • Jumlah minimum kebutuhan air minum Catatan : Berat ini adala h berat yang dapat dimakan; (!dak termasuk tulang, cangkang, kulit, batang yang tldak dapat dlmakan 48 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat ProduktiJ Lampiran 3  Contoh  Menu Makanan Bagi  Pekerja  Selama  Bekerja  (8  jam)  MENU 1120kkal 10'20·1040 11. 111. 1 100-960 kk2l1 Contoh menu 1  SbllrigQfl (FUll 10 DO } Sehna!!n (moo  10 00 )  Sehngan  O(lm  1 D.OO)  Sp.hng  ,  N asI  '  Y. 91S ­ Nas i  I  Y. g ls  ­ T e lur bb  ku nmg  1 blr  • Gula. ayam  ,  pig  Ika n Illle gor(!jlg  1 ekor  , Tc mpo 90r009 '1 p tg  ",sam  1 gls  Dad ar  gulung  1 btl  Teh m an ,s  1 !JIS  セ@ ­ O pcr lah u  2 pIg  Tu m!:!;  Tauge l.Jhu  :)  Sd m ,  tempe  (lo/eng lep.Jng  2 pi g  ,  L  1 gls  セ@ セ@ セ@ ­ NaSI  1  Yogis  ­ NaSI  1 '/, 91S ­ NaSI  1 'I. 91S ·  NaSI  1  ケ , 8 elado  daging  1 Pl9 ­ Opor le lur  I  bullr  ­ Ayam  gore ng  lepung  1  pig  ­ Ikan  mas goren g  1 bh  • Tum,s l i"hu  3 OOm ­ Ose ng lempe cabellO  1 OOm ­ Te mpe bacem  2 pig setg Sup say\Jt  1 g il.  Makan  slang  セ@ gls  • Acar kun.ng  wort!!.I, I.mun  t  g r5  ­ T umlS  buno s  1 gl5  ,  G ulai daun singkong  19 15  • Tahu  balado  3 :;dOl  • Sema ngka  1 Pig sdg ­ Pisarl9  I  pig sdg  ­ Jeruk  2 bh  OOg · Melon  1 pIg  sag Scl)ngan !lam  1000)  Sellng 1Vl  l!:Jm  10 OO!  T e h mams  1 gelu:.  Teh  ュ セ@ セョAウ@ lUis  セ@ • NaSI  1  '10 gIs , A yam  p 12g% <12g% >12g% <12g% PoslIif   Negali!   ... Orang  . Orang  ..Orang  ... Orang  .Orang  Orang  .......%)   (  (  ........... .. % )   (............."1. ) ( ..  ....."10 ) 6 Kegialan:  perempuan yang  mendapC:\1  Zal Besl  (Ferasam lolal  a  Jumlah  ー・ォセ。@ b  Jumlah  pe4Pd'l:: .. 「OセッH、@ )  ,.............n v . .,f. <1 ....... I\n llu.. "  ...:I "I.. h  r>.""" h u  l' Y)". ( .. I.  .., (I'"IM!("  ' e ....... dP'S t   1  An .1=   52  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif _.   Formulir Pemantauan   Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GPPSP)   di Perusahaan N :'ITU!PCf\iI.IINl ilJl J Alamo! Jlml U...ha  4 Kblsd,Ma \l US J ba 'l'IOu-SU' S  Ju rnh) h Pekcqa  a._oイ。エQセ b  Jumlah  PCliictrJ  セ@ TIM GP2SP PROPINSI  セ@ TIM GP2SP KAB/KOTA  セ@ GUBERNUR/WAUKOTA   KADIN  KES   KADIN  NAKER   KETUA  DPD APINDO   KETUA  DPD KSPSI   BUPATI   KADIN  NAKER   KADINKES   KETUA DPC  APINDO   KETUA  DPC  KSPSI   TIM  PELAKSANA  01  PERUSAHAAN  KeteranaOQ' 1.   Pemb in a da n pelaporan yang  bersifat Ked inas an  menu rut  jalur strukt u ral  masing­ m as ing  2. GP2S P : Gerakan Pekerja Perempuan  Sehat dan Prod uktif 56 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Praduktif DAFTAR PUSTAKA Departemen  Kesehatan  RI  dan  Departemen  Tenaga  Kerja  RI.  1997 .  Pedoman Gerakan  Pekerja  Wanita Sehat Produktif. Jakarta  Kementerian  Negara  Pemberdayaan  Perempuan  dan  Perlindungan  Anak,  Departemen  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  RI  dan  Departemen Kesehatan RI.  2008 . Peraturan  Bersama  Menteri  Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga  Kerja dan  Transmigrasi  dan  Menteri  Kesehatan  tentang  Peningkatan  Pemberian Air Susu  Ibu Selama  Waktu Kerja  di  Tempat  Kerja.  Kementerian  kesehatan  RI.  2010.  Pedoman  Pemenuhan  Kecukupan  Gizi  Pekerja  selama  Bekerja. Jakarta.  Scholz BD,  Gross R,  Schultink W, Sastroamidjojo S. Anemia Is Associated With Reduce Productivity of Women Workers Even In LessPhysically-Strenuous Tasks. Br J Nutr. 1997 Jan;77(1):47-S7 www.bps.go.id.2010. Jumlah Angkatan  Kerja  di  Indonesia  www.bps.go.id.2010. Jumlah Angka  Pendidikan di  Indonesia  http://www.pajakonline .com/engi ne/lea rn i ng/vi ew. p h p?i d=79 .  Pengertian  pengusaha  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 57 ja>/npOJd J0l.JaS uondwaJdd o!Ja>/ad uo>/oJa9 8S .I
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pedoman Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produ..

Gratis

Feedback