Pedoman Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP)

Gratis

34
102
82
2 years ago
Preview
Full text
PEDOMAN GERAKAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF (GP2SP) Kerjasama antara : Kementerian Kesehatan RI Kementerian Dalam Negeri RI Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan PA RI Dewan Pimpinan Nasiona'i Asosiasi Pengusaha Indonesia Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia JAKARTA TAHUN 2012 PEDOMAN GERAKAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF (GP2SP) Kerjasama antara: Kementerian Kesehatan RI Kementerian Dalam Negeri RI Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan PA RI Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia JAKARTA TAHUN 2012 KeBepakiltan Bel'!iillllB TENTANG GERAKAN PEKERJA PEREMPUAN SEHAT PRODUKTIF (GP2SP) Dengan Rahmat Tuhan y。ョセ@ Maha Esa Untuk mewujudkan pekerja perempua n yang sehat dan produktlf. kami yang benanda tangan di bawah ini sepakat rnendukun g terselenggaranya Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif [GP2SP) . Jakart i'l . Dir:jen Pcmbinaan dan Penga ..... asall ncrcnagakerjaan Kem4"nlel'ian lenaga Kerja dan Transmigras , Hl セ@ November セオ J2 DepUli Bidang l)engarllslIlamtJan Ge nder 'Sidang Polirik Sosial dan HukuOl KClI1clIlcrian PCJllberdaya;lII Pcn:ulpuan & Pcrlilldung-an An(lk Rr r-' Drs. A. セiオェ[@ Handaya , セis[@ Dewan Pirnpinan Nasiona] A,o,;,,; Pengusa h. I"done,;. (APINDO ) Dewa n Piml'inan PUS31 I\unfcd cras; Scrik., P  25.0 - 27. 0 >27.0 -- Gizi Lebih Gemuk   Gizi Lebih Sa nga! Ge muk  Sumber: PUGS, 2005 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Praduktif 9  Pengukuran  IMT merupakan  cara  yang  sederhana  untuk  menilai  status  gizi,  khususnya  yang  berkaitan  dengan  kekurangan  dan  kelebihan  berat  badan.  Cara  ini  hanya  dapat  diterapkan  pada  orang  dewasa  berumur  >  18  tahun  dan  tidak  dapat  diterapkan  pada  perempuan  hamil.  Agar status gizi  pekerja  perempuan di  setiap perusahaan/ tempat  kerja  dapat terpantau , maka  budayakan  pengukuran berat badan  pekerja  perempuan secara  rutin 1 (satu) bulan sekali .  Setelah  diketahui  klasifi  kasi  status  gizi  pekerja  perempuan,  intervensi  yang  tepat  dapat  diberikan  dengan  pengaturan  menu  makanan.  b.  Pemeriksaan  Klinis  Pemeriksaan  klinis  merupakan  metode  untuk  menilai  status  gizi  masyarakat,  didasarkan  atas  perubahanperubahan  yang  terjadi  yang  dihubungkan  dengan  ketidakcukupan  zat  gizi .  Penggunaan  metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical survey) . Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tandatanda kekurangan salah satu atau lebih zat gizi, dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit, mata, rambut dan mukosa mulut atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiraid. c. Pemeriksaan Biofisik Pemeriksaan biofi sik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan . Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik, cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. d. Pemeriksaan Biokimia Pemeriksaan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh, antara lain: darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. Pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk pengukuran status gizi mikro. Pada umumnya yang dinilai adalah zat besi, vitamin, protein dan mineral. 10 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktlf 2. Kebutuhan Gizi Pekerja Perempuan Kebutuhan gizi pekerja perempuan yang dimaksud meliputi kebutuhan  gizi  untuk sehari, selama  bekerja  (8  jam) dan dalam  keadaan  khusus.  a. Kebutuhan Gizi sehari Pekerja Perempuan Perhitungan  Kebutuhan  gizi  seorang  pekerja  dalam  keadaan  lingkungan normal (suhu, tekanan udara, kelembaban) dan tubuh  dalam  kondisi  sehat/  normal  maka  kebutuhan  gizi  terutama  energi  dipengaruhi oleh : jenis  aktivitas,  usia,  ukuran tubuh, jenis  kelamin  dan  kondisi  khusus  (hamil,  menyusui,  lembur dan  sa kit)  serta  faktor risiko  lainnya di  tempat kerja.  Kebutuhan  gizi  pekerja  selama  sehari  dipenuhi  oleh  pekerja  selama  di  rumah dan  di  tempat kerja.   Sebelum  mengatur  menu  makanan,  terlebih  dahulu  perlu   diketahui  status  gizi  pekerja,  kemudian  memperhitungkan   kebutuhan energi  per hari dengan mengacu  pada  lampiran .1.   • Aktivitas Berat ringannya beban kerja yangditerima oleh seorang pekerja  dapat  digunakan  untuk  menentukan  lamanya  kemampuan  melakukan  pekerjaan  sesuai  dengan  kapasitas  kerjanya.  Semakin  berat beban  kerja, sebaiknya semakin  pendek waktu  kerjanya agar terhindar dari kelelahan dan gangguan fi siologis  yang  berarti  atau  sebaliknya.  Pengelompokan  aku  vitas  atau  beban  kerja  (ringan,  sedang  dan  berat)  berdasarkan  proporsi  waktu  kerja  mengacu  pada  FAO/WHO  (1985)  yang  dimodifi  kasi  (WNPG  VIII,  2004)  sebagaimana  dapat dilihat pada  tabel  berikut:  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 11  Tabel.1  Pengelompokan Aktivitas pada  Perempuan dan  Laki­Iaki  Kelompok  Jenis Kegiatan  Faktor Aktivitas  Aktivitas  Ringan  Laki­Iaki  •  • Perem pua n  Sedang  •  Laki­Iaki  •  Perempuan  Berat  Laki­Iaki  Perempuan  •  •  75%  dari  waktu  yang  digunakan  adalah  untuk  duduk  atau  berdiri  dan  25%  untuk  kegi ata n berdiri dan berpindah  (m o ving) 25%  waktu  yang  digunakan  adalah  untuk  duduk  atau  berdiri  dan  75%  adalah  untuk  kegiatan  kerja  khusus  dalam  bidang  pekerjaaannya.  40%  dari  waktu  yang  digunakan  adalah  untuk  duduk  atau  berdiri  dan  60%  untuk  kegiatan  kerja  khusus  dalam  bidang  pekerjaannya.  1.58  145  1.67  1.55  1.88  1.75  ­ Sumber : Prosiding WNPG  VIII,  2004  Contoh  jenis  aktivitas  berdasarkan  pengelompokan  beban  kerja  dapat diuraikan sebagai  berikut:  Beban  kerja  ringan:  aktivitas  kantor  tanpa  olahraga,  aktivitas  fisik  yang  tidak  menguras  tenaga,  duduk  memotong kedua  ujung batang rokok (pada  perempuan)  Beban  kerja  sedang:  bekerja  dimana  harus  naik  turun  tangga,  olahraga  ringan,  pekerjaan  rumah  tangga,  berdiri  mengisikan  batang  korek  api  ke  dalam  kotak  (pada  perempuan)  Beban  kerja  berat:  pekerjaan  lapangan,  pekerjaan  kuli  bangunan,  driller,  ngeprek/  memecah  batu  (pada  perempuan),  berdiri mengangkat balok kayu  • Usia Dengan  bertambahnya  umur,  kebutuhan  zat  glzl  seseorang  relatif lebih rendah  untuk tiap kilogram  berat badannya.  • Ukuran tubuh (tinggi dan berat badan) Makin besar ukuran tubuh, semakin  besar kebutuhan gizinya.  Kebutuhan  zat  gizi  ditentukan  terutama  oleh  komponen  lemak dari  berat badan.  12 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif •   Jenis kelamin  Kebutuhan  zat  gizi  antara  laki­Iaki  dan  perempuan  dewasa  berbeda,  terutama  disebabkan  oleh  perbedaan  komposisi  tubuh  (komponen  lemak  dan  non­Iemak)  dan  jenis  aktivitasnya.  •   Faktor lain penentu kebutuhan gizi yaitu:  Keadaan  fi  siologis;  pada  kondisi  hamil  dan  menyusui  kebutuhan  zat  gizi  meningkat  dari  keadaan  biasa  akibat  meningkatnya  metabolisme,  konsumsi  makanan  untuk  kebutuhan  diri  sendiri  dan  bayi  yang  dikandung  serta  persiapan  produksi ASI  Keadaan  khusus;  seperti  pada  pemulihan  kesehatan  dan  anemia  maka  kebutuhan  zat  gizi  lebih  besar dari  keadaan  biasanya.   Keadaan  lingkungan  kerja;  seperti  suhu  ekstrim,  tekanan   udara,  radiasi  dan  bahan  kimia  meningkatkan  kebutuhan   zat gizi.   b.   Kebutuhan Gizi  Pekerja  Perempuan selama Bekerja (8 jam)  Setelah  diketahui  kebutuhan  energi  perhari,  langkah  selanjutnya  adalah menentukan kebutuhan energi selama waktu kerja  (8 jam)  dengan asumsi keadaan lingkungan dalam keadaan normal (suhu,  tekanan  udara,  kelembaban)  dan  tubuh  dalam  kondisi  sehat/  normal, kebutuhan energi dan protein pekerja perempuan adalah   sebagai  berikut:   Tabel.2  Kebutuhan  Energi  dan  Protein selama  bekerja  (8 jam)   Usia/jenls . Mセ Kebutuhan energi (kkal) Kebutuhan protein (I ) Perempuan Perc mpu an pekerjaan 19· 29 tahun  R ingan  72 0 Sedan g 760 860 Ber<'lot 30­49 Tahun  680 720 820 Rl ngan  Sedang Berat  20 ­ 20 20 ,- 20 20 20 - S().o64 tahun Rin g an  Sedang Be- r a t ­ 660 70 0 8 00 I  J 20 20 20 Sumber :  AKG  2004  Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif 13 C. Kebutuhan Gizi Menurut Kondisi Khusus Pekerja Perempuan 1) Pekerja Perempuan Selama Hamil Pekerja  perempuan  yang  hamil  membutuhkan  tambahan  energi  untuk  perkembangan  janinnya .  Perempuan  yang  berstatus  gizi  baik  dengan  tingkat  aktivitas  ringan­sedang  membutuhkan kalori  ekstra  sebesar:  •   180 kkal/hari pada  trimester I  •   300 kkal/hari pada  trimester 2 dan 3  2) Pekerja Perempuan Selama Menyusui Seorang  pekerja  perempuan  yang  sedang  menyusui  membutuhkan  energi  tambahan  untuk  produksi  ASI,  energi  yang perlu ditambahkan sebesar:  •   700 kkal/hari pada  6 bulan  pertama  •   550 kkal/hari pada  6 bulan  berikutnya  3) Pekerja anemia gizi besi Untuk pekerja  anemia gizi  besi  diberikan  suplemen tablet besi  dengan  dosis  60  mg  2  kali  seminggu  sampai  anemia  teratasi.  Selain  itu,  pekerja  dianjurkan  mengkonsumsi  makanan  bergizi  seimbang yang  kaya  zat  besi  seperti  hati  , daging,  ikan,  ayam,  telur dan sayuran hijau. Khusus bagi pekerja perempuan, untuk  mencegah  anemia dianjurkan  pemberian tablet tambah darah  dengan  dosis  60  mg  per  minggu  selama  16  minggu  setiap  tahun . Selama  masa  haid diberikan  60  mg zat  besi  tiap hari.  4) Pekerja lembur, shift kerja Bagi  pekerja  yang  lembur  selama  3  jam  atau  lebih  perlu  diberikan makanan dan minuman tambahan, berupa makanan  selingan yang padat gizi. Hal ini berlaku pula bagi pekerja shift  malam,  termasuk  pekerja  perempuan  yang  bekerja  antara  pukul 23.00­07.00. contohnya : bubur kacang hijau, teh manis  dengan roti  isi  selai,  tahu  isi,  dll  5) Lingkungan Kerja Yang Berisiko •   Pada  tempat kerja  dengan  suhu  tinggi  perlu  diperhatikan  kebutuhan  air  dan  elektrolit  yang  dapat  diperoleh  dari  garam  dan  sari  buah.  14 Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif •   Pekerja  yang  pekerjaannya  menggunakan  bahan  kimia  membutuhkan tambahan zat gizi.  •   Pekerja  yang  berhubungan  dengan  bahan  radiasi  perlu  ditambahkan  makanan  dan  minuman  yang  mengandung  Se  dan Zn,  seperti  banyak  terkandung  pada  daging,  hati,  kacang­kacangan.  3. Penyediaan Makanan Bagi Pekerja Perempuan Setelah  mengetahui  kebutuhan  energi  (kalori)  sehari  dan  selama  bekerja  (8 jam), perlu  dipikirkan cara  memenuhi kebutuhan  tersebut  dalam menu pekerja sehari­hari.  Karbohidrat, protein, lemak, vitamin  dan  mineral,  serta  zat  zat

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (82 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pekerja Perempuan di PT. Agincourt Resources Martabe, Batangtoru (Studi Etnografi Mengenai Strategi Adaptasi Pekerja Perempuan di PT. Agincourt Resources Martabe, Kecamatan Batangtoru)
3
90
128
Peranan Perempuan dalam Konflik Agraria (Studi Kasus Gerakan Petani Persil IV)
2
74
129
Tinjauan Kehidupan Sosial Ekonomi Perempuan Pekerja Seks (PPS) Dampingan Perempuan Peduli Pedila Medan (P3M)
1
73
92
Gerakan Sosial Perempuan: Studi Deskriptif Analisis Tentang Perlunya Membangun Organisasi Perempuan Dalam Gerakan Petani: Serikat Tani Nasional (STN) Pematang Lalang – Deli Serdang.
1
42
106
Perilaku Pekerja Perempuan Penyapu Jalan Terhadap Kosmetik Untuk Mencegah Terjadinya Melasma di Kota Medan Tahun 2011
5
85
114
Analisis Pemahaman Gender Pada Pekerja Perempuan Di Sektor Perkebunan (Studi Pada Kantor Pusat PTPN-IV (persero) Medan)
0
33
158
Perilaku Pekerja Perempuan Penyapu Jalan Terhadap Kosmetik Pemutih Di Kota Medan Tahun 2009
4
88
134
Perbedaan Jumlah Streptococcus mutans pada Saliva Perempuan Menopause dengan Perempuan Usia Produktif
3
31
76
Keterlibatan Dan Partisipasi Perempuan Dalam Program Peningkatan Peran Wanita Keluarga Sehat Sejahtera Di Kota Tangerang Selatan–Banten
8
73
206
View of Konstruksi Sosial Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pekerja Perempuan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Keluarga
0
0
7
Konstruksi Sosial Pekerja Perempuan dan Anak pada Industri Perikanan
0
0
22
1. Lahan Produktif dan Lahan Non Produktif - Status Dan Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (Fma) Pada Lahan Produktif Dan Lahan Non Produktif
0
0
10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Penelitian Terdahulu - Tinjauan Kehidupan Sosial Ekonomi Perempuan Pekerja Seks (PPS) Dampingan Perempuan Peduli Pedila Medan (P3M)
0
0
33
BAB I PENDAHULUAN - Tinjauan Kehidupan Sosial Ekonomi Perempuan Pekerja Seks (PPS) Dampingan Perempuan Peduli Pedila Medan (P3M)
0
0
8
Neoliberalisme, Deindustrialisasi dan Gerakan Rakyat Pekerja
0
0
7
Show more