PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 NOTOHARJO

Gratis

0
15
79
3 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 NOTOHARJO Oleh DESSY AYU PURWANDARI Masalah yang terdapat dalam penelitian adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo pada pembelajaran matematika, yaitu hanya 6 (42,86%) siswa yang tuntas dari 14 siswa dan masih terdapat 8 (57,14%) siswa yang belum tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya dilaksanakan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dan tes. Teknik analisis data dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 59,85% “cukup aktif” dan siklus II sebesar 77,71% “aktif”. Rata-rata hasil belajar kognitif pada siklus I sebesar 74,29% “baik” dan siklus II sebesar 78,21% “baik”. Penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo. Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, media gambar, tipe jigsaw. PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 NOTOHARJO Oleh DESSY AYU PURWANDARI Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi S1 PGSD Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2015 RIWAYAT HIDUP Peneliti dilahirkan pada tanggal 16 Oktober 1993 di Desa Notoharjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, sebagai anak kelima dari enam bersaudara, pasangan Bapak Purwono dan Ibu Sri Sukati. Peneliti menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) di TK Purnama, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah telah lulus pada tahun 1999, Pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 2 Notoharjo, Kabupaten Lampung Tengah lulus pada tahun 2005, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah lulus pada tahun 2008, dan lulus Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 2 Metro pada tahun 2011. Pada tahun 2011, peneliti diterima sebagai mahasiswa Program Studi S1PGSD melalui Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN), Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. PERSEMBAHAN Bismillahirrohmanirrohim… Kupersembahkan karya ini sebagai rasa syukur kepada ALLAH SAW beserta Nabi junjungan kami Muhammad SAW dan ucapan terima kasih serta rasa banggaku kepada: Ayahanda Purwono dan Ibunda Sri Sukati Yang sudah membesarkanku, mendidik, bekerja membanting tulang yang tiada ternilai harganya, dan selalu memberikan semangat untuk terus berjuang dalam menggapai cita-cita, yang tidak pernah lelah untuk selalu memberikan do’a, dan nasihat. Kakakku Tercinta Mbak Wati, Mbak Endang, Mbak Ambar, dan Mbak Nunik Terimakasih Kakak-kakakku untuk semua bantuan usaha yang diberikan demi kelancaran studi hingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Semoga semua usaha penulis mampu menjadi kebahagiaan dan kebanggan untuk kakak-kakak. Adikku Tercinta Nesya Suci Rahmadani Yang selalu memberikan motivasi dalam setiap senyuman dan semangat untuk terus berjuang dalam menggapai cita-cita, terimakasih. Teman-teman Angkatan 2011 Yang selalu memberikan motivasi, senyum dan semangat untuk terus berjuang dalam menyelesaikan studi ini, terimakasih. Almamater tercinta Universitas Lampung MOTO Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalatmu sebagai penolongmu, sesungguhnya Alloh beserta orang orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah: 153) “Man Jadda Wa Jadda” “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil” (Al-hadits) “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimah” (Rasulullah SAW) “Bersyukurlah ketika Anda berada di dalam posisi yang diharapkan dan bersabarlah ketika Anda berada di dalam posisi yang sulit dengan tetap memperjuangkan apa yang menjadi tujuan Anda” (Mario Teguh) SANWACANA Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Dengan Media Gambar Untuk Meningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IV SDN 2 Notoharjo”. Penulis menyadari bahwa dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini tentunya tidak akan mungkin terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ir Sugeng P. Hariyanto, M.S., selaku Rektor Universitas Lampung yang mengesahkan ijazah dan gelar sarjana kami sehingga peneliti termotivasi untuk menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M. Si., Dekan FKIP Unila yang telah memfasilitasi dan memberi kemudahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 3. Ibu Dr. Riswanti Rini, M. Si., Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan yang telah menyetujui penulisan skripsi ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik. 4. Bapak Dr. Hi. Darsono, M. Pd., Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Lampung yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan ii kepada peneliti dalam mengikuti pendidikan hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini. 5. Bapak Drs. Siswantoro, M. Pd., Koordinator Kampus B FKIP Unila yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses penyusunan skripsi. 6. Bapak Dra. Nelly Astuti, M. Pd., Pembahas yang telah memberikan saransaran dan masukan guna perbaikan dalam penyusunan dan kelancaran skripsi ini. 7. Bapak Drs. Muncarno, M. Pd., Pembimbing Utama sekaligus Pembimbing Akademik atas jasanya baik tenaga dan pikiran yang tercurahkan untuk bimbingan, masukan, kritik dan saran yang diberikan dengan sabar dan ikhlas di sela kesibukannya dalam penyelesaian skripsi ini. 8. Bapak Drs. Mugiadi, M. Pd., Pembimbing Kedua yang dalam kesibukannya senantiasa meluangkan waktu untuk membimbing dalam penyusunan skripsi ini. 9. Bapak/ibu Dosen dan Staf Karyawan Kampus B FKIP Unila, yang telah membantu sampai skripsi ini selesai. 10. Bapak Sukapdi, A. Ma. Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 2 Notoharjo yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi ini. 11. Ibu Siti Suriyah, A. Ma. Pd., Wali Kelas dan Guru kelas IV SDN 2 Notoharjo yang telah bersedia menjadi teman sejawat dan membantu dalam pelaksanaan penelitian. 12. Siswa-siswi kelas IV SDN 2 Notoharjo yang ikut andil pada pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi ini. iii 13. Dewan guru dan Staf Tata Usaha SD Negeri 2 Notoharjo yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi ini. 14. Kedua orang tua yang yang senantiasa dengan kesabaran telah membesarkan, mendidik, memberikan motivasi, doa dan kasih sayang serta menjadi motivator terbesar dalam hidup peneliti dalam menyelesaikan studi. 15. Kakak, keluarga dan orang-orang terkasih yang senantiasa memberi semangat untuk menyelesaikan studi. 16. Sahabat seperjuangan (Fitrah, Dianty, Rani, Nanda, Riyani, Dwi Septi, dan Fitri. H) yang telah memberikan senyum, motivasi dan bantuan dalam penyusunan skripsi ini. 17. Seluruh rekan-rekan mahasiswa PGSD angkatan 2011 kelas A dan B, terimakasih kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan dalam menyelesaikan studi ini. Metro, 6 April 2015 Peneliti, Dessy Ayu Purwandari NPM 1113053028 iv DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ..................................................................................... vii DAFTAR GAMBAR ................................................................................ ix DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. x BAB I A. B. C. D. E. 1 4 5 5 6 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah ............................................................... Identifikasi Masalah ..................................................................... Rumusan Masalah ........................................................................ Tujuan Penelitian ......................................................................... Manfaat Penelitian ........................................................................ BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran ..................................................................... B. Model Cooperative Learning ........................................................ 1. Pengertian Model Cooperative Learning ................................. 2. Karakteristik Model Cooperative Learning ............................. 3. Prinsip-prinsip Model Cooperative Learning .......................... 4. Langkah – langkah Model Cooperative Learning ................... 5. Kelebihan dan Kekurangan Model Cooperative Learning ...... 6. Jenis-jenis Model Cooperative Learning ................................. C. Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw ................................... 1. Pengertian Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw ............ 2. Langkah-langkah Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw.. 3. Kelebihan dan Kelemahan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw ....................................................................................... D. Media Pembelajaran .................................................................... 1. Pengertian Media Pembelajaran .............................................. 2. Media Grafis ............................................................................ 3. Jenis-jenis Media Grafis ........................................................... 4. Media Gambar .......................................................................... 5. Kelebihan dan Kelemahan Media Gambar .............................. E. Belajar .......................................................................................... 1. Pengertian Belajar ................................................................... 2. Pengertian Aktivitas Belajar .................................................... 7 8 8 9 10 11 12 13 14 14 15 17 18 18 19 20 23 24 25 25 26 v 3. Pengertian Hasil Belajar ........................................................... F. Pembelajaran Matematika ............................................................. 1. Pengertian Pembelajaran .......................................................... 2. Pengertian Matematika ............................................................. 3. Langkah-langkah Pembelajaran Matematika ........................... G. Kerangka Pikir .............................................................................. H. Penelitian yang Relevan ................................................................ I. Hipotesis Tindakan. ...................................................................... 27 28 28 29 31 31 33 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ............................................................................. B. Setting Penelitian ......................................................................... C. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ........................................... D. Teknik Analisis Data .................................................................... E. Prosedur Penelitian ...................................................................... F. Indikator Keberhasilan................................................................... 35 37 38 44 47 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil SDN 2 Notoharjo ................................................................ B. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian .................................. 1. Refleksi Awal .......................................................................... 2. Siklus I .................................................................................... a. Perencanaan......................................................................... b. Pelaksanaan ......................................................................... c. Observasi ............................................................................. d. Refleksi Siklus I .................................................................. 3. Siklus II ................................................................................... a. Perencanaan......................................................................... b. Pelaksanaan ......................................................................... c. Observasi ............................................................................. d. Refleksi Siklus II................................................................. C. Pembahasan................................................................................... 1. Kinerja Guru dalam Proses Kegiatan Pembelajaran ................ 2. Aktivitas Siswa dalam Proses Kegiatan Pembelajaran ............ 3. Hasil Belajar Siswa .................................................................. 57 58 58 58 58 59 67 73 78 77 77 85 92 92 92 94 96 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................... B. Saran ............................................................................................. 99 100 DAFTAR PUSTAKA vi DAFTAR TABEL Tabel Halaman 2.1 Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif .......................... 12 3.2 Instrumen penilaian kinerja guru ..................................................... 39 3.3 Keterangan skor ............................................................................... 41 3.4 Lembar observasi aktivitas siswa .................................................... 42 3.5 Rubrik penilaian tiap aspek aktivitas siswa ..................................... 42 3.6 Skor peningkatan aktivitas siswa ..................................................... 43 3.7 Kriteria ketuntasan aktivitas siswa .................................................. 43 3.8 Kategori peningkatan aktivitas siswa berdasarkan ketercapaian indikator ........................................................................................... 44 Kategori peningkatan aktivitas siswa secara klasikal ...................... 44 3.10 Skor peningkatan aktivitas siswa secara klasikal ............................ 45 3.11 Kategori peningkatan kinerja guru .................................................. 46 3.12 Skor peningkatan kinerja guru ......................................................... 46 3.13 Kriteria keberhasilan belajar siswa secara klasikal ......................... 47 3.14 Kriteria ketuntasan belajar siswa ..................................................... 47 4.15 Rekapitulasi nila kinerja guru siklus I ............................................. 67 4.16 Persentase aspek aktivitas siswa secara klasikal siklus I ................. 69 4.17 Nilai aktivitas siswa siklus I ............................................................ 71 4.18 Rekapitulasi persentase aktivitas siswa secara klasikal siklus I ...... 71 4.19 Rekapitulasi hasil belajar kognitif siklus I....................................... 72 4.20 Rekapitulasi nila kinerja guru siklus II ............................................ 86 4.21 Persentase aspek aktivitas siswa secara klasikal siklus II ............... 87 4.22 Nilai aktivitas siswa siklus II ........................................................... 88 4.23 Rekapitulasi persentase aktivitas siswa secara klasikal siklus II ..... 89 3.9 vii 4.24 Rekapitulasi hasil belajar siswa siklus II ......................................... 90 4.25 Rekapitulasi kinerja guru siklus I dan II .......................................... 93 4.26 Rekapitulasi aktivitas siswa siklus I dan II ...................................... 94 4.27 Rekapitulasi ketuntasan hasil belajar siswa siklus I dan siklus II ... 97 viii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. 2. 3. 4. 5. 6. Halaman Surat-surat a. Surat penelitian pendahuluan dari fakultas ................................... b. Surat izin penelitian dari fakultas ................................................. c. Surat keterangan penelitian dari fakultas ...................................... d. Surat izin penelitian dari sekolah .................................................. e. Surat pernyataan teman sejawat .................................................... f. Surat keterangan penelitian dari sekolah ...................................... Perangkat pembelajaran a. Pemetaan/analisis SK-KD siklus I ................................................ b. Silabus pembelajaran siklus I........................................................ c. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I ................................. d. Pemetaan/analisis SK-KD siklus II............................................... e. Silabus pembelajaran siklus II ...................................................... f. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II ................................ Nilai kinerja guru a. Lembar observasi kinerja guru siklus I pertemuan I ..................... b. Lembar observasi kinerja guru siklus I pertemuan II ................... c. Lembar observasi kinerja guru siklus II pertemuan I ................... d. Lembar observasi kinerja guru siklus II pertemuan II .................. e. Rekapitulasi lembar observasi kinerja guru siklus I dan II ........... Nilai aktivitas siswa a. Lembar observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan I................. b. Lembar observasi aktivitas siswa siklus I pertemuan II ............... c. Lembar observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan I ............... d. Lembar observasi aktivitas siswa siklus II pertemuan II .............. e. Rekapitulasi lembar observasi aktivitas siswa siklus I ................. f. Rekapitulasi lembar observasi aktivitas siswa siklus II ................ Nilai hasil belajar siswa a. Nilai tes formatif siklus I .............................................................. b. Nilai tes formatif siklus II ............................................................. c. Rerkapitulasi nilai tes formatif siklus I dan siklus II .................... Dokumentasi foto-foto pelaksanaan penelitian .................................... 107 108 109 110 111 112 115 118 121 145 148 152 177 180 183 186 189 193 196 199 202 205 206 208 210 212 222 x DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Posisi siswa dalam kegiatan pembelajaran jigsaw .................................. 16 2.2 Kerangka pikir ........................................................................................ 32 3.3 Siklus PTK .............................................................................................. 37 4.4 Grafik peningkatan kinerja guru siklus I dan II ...................................... 94 4.5 Grafik peningkatan aktivitas belajar siswa siklus I dan II ...................... 96 4.6 Grafik ketuntasan hasil belajar siswa siklus I dan II............................... 98 ix 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan upaya penting yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi suatu bangsa. Pendidikan juga menjadi tolak ukur suatu bangsa untuk dapat bersaing dalam dunia internasional. Melalui pendidikan suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang tangguh, mandiri, berkarakter dan berdaya saing. Sebagai fondasi, pendidikan memberi bekal ilmu pengetahuan bagi siswa, mengembangkan potensi mereka, dan sarana transfer nilai. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan menjadi salah satu wadah bagi umat manusia untuk belajar, mengembangkan potensi dan pendidikan juga sebagai sarana untuk memberikan suatu pengarahan serta bimbingan yang diberikan kepada siswa dalam pertumbuhannya untuk membentuk kepribadian yang berilmu, bertakwa kepada Tuhan, kreatif, mandiri dan membentuk siswa kedewasaan. dalam menuju 2 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan kualitas proses pembelajaran merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Prosesnya diperlukan peran dan tanggung jawab guru dalam mendidik, mengajar, serta menjadi fasilitator bagi siswanya dalam setiap bidang pengajaran, salah satunya adalah matematika. Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo yang dilaksanakan pada tanggal 19 Desembar 2014, didapat keterangan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika masih rendah atau belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan, yaitu 66. Rendahnya hasil belajar siswa dibuktikan dari hasil Ujian Tengah Semester yang telah dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 yaitu, 8 (57,14%) dari 14 siswa belum mampu mencapai nilai KKM dan hanya 6 (42,86%) siswa yang sudah mampu mencapai KKM yang telah ditentukan. 3 Penyebab rendahnya persentase siswa dikarenakan terdapat beberapa masalah yang timbul dalam proses pembelajaran antara lain banyak siswa yang berbicara dengan temannya ketika guru sedang menyampaikan materi sehingga pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh guru jarang sekali direspon oleh siswa, rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV, belum maksimalnya penggunaan model pembelajaran juga membuat suasana belajar menjadi kurang menarik dan bergairah, kurangnya kerjasama siswa dalam kegiatan berkelompok, guru belum maksimal menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, dan guru belum pernah menggunakan variasi model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran di kelas. Melihat fakta tersebut maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Upaya perbaikan pembelajaran berkaitan erat dengan inovasi pembelajaran, salah satu bentuk inovasi pembelajaran yaitu menerapkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Muslikah (2010: 32) PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakantindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek-praktek di kelas secara lebih profesional. PTK perlu menggunakan strategi, pendekatan, model, metode, atau media yang dapat membantu memperbaiki kualitas pembelajaran tersebut. Namun tidak semua strategi, pendekatan, model, metode, atau media dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Seperti teori kognitif yang dipaparkan oleh Piaget (Sumantri, 2007: 1.15) bahwa siswa pada usia 7-11 tahun berada pada tahap 4 operasional konkret, sehingga dalam pembelajaran siswa harus dihadapkan dengan permasalahan yang konkret dan relevan dengan kehidupannya. Berdasarkan masalah tersebut, penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dapat dikatakan sebagai alternatif yang tepat. Menurut Hamdayama (2014: 87) model kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan dan bekerja sama positif. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Bertolak dari paparan di atas perlu dilakukan perbaikan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti mengambil judul “Penerapkan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo”. B. IDENTIFIKASI MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang ada, sebagai berikut: 1. Banyak siswa yang berbicara dengan temannya ketika guru sedang menyampaikan materi. 2. Belum maksimalnya penggunaan model pembelajaran juga membuat suasana belajar menjadi kurang menarik dan bergairah. 3. Kurangnya kerja sama siswa dalam kegiatan berkelompok. 4. Guru belum maksimal menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran. 5 5. Guru belum menggunakan variasi model cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran di kelas secara maksimal. 6. Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika yaitu, 8 dari 14 siswa belum mencapai nilai KKM dan hanya 6 siswa yang sudah mampu mencapai KKM yang telah ditentukan. C. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan identifikasi di atas, dalam penelitian ini perlu dirumuskan permasalahan yang akan diteliti. Adapun permasalahan tersebut dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo tahun pelajaran 2014/2015? 2. Apakah penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo tahun pelajaran 2014/2015? D. TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah di atas, dalam penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: 1. Meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar pada pembelajaran matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo tahun pelajaran 2014/2015. 6 2. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar pada pembelajaran matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo tahun pelajaran 2014/2015. E. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Siswa Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar sehingga dapat mencapai KKM pada pembelajaran matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Notoharjo tahun pelajaran 2014/2015. 2. Bagi Guru Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelasnya, serta menambah dan mengembangkan kemampuan guru dalam menerapkan model cooperative learning tipe jigsaw dengan media gambar dalam kegiatan pembelajaran. 3. Bagi Sekolah a. Mengharumkan nama baik sekolah, karena hasil belajar siswa jauh lebih meningkat daripada sebelumnya. b. Dengan adanya penelitian ini maka guru-guru lain akan termotivasi memperbaiki model pembelajaran yang selama ini mereka terapkan. 4. Bagi Peneliti Dapat menambah pengalaman, ilmu pengetahuan dan penguasaan tentang PTK sehingga kelak akan menjadi seorang guru yang professional. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. MODEL PEMBELAJARAN Model pembelajaran adalah pola interaksi siswa dengan guru didalam kelas yang menyangkut pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai kompetensi/tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam suatu model pembelajaran yang ditentukan bukan hanya apa yang harus dilakukan guru, akan tetapi menyangkut tahapan-tahapan, prinsip-prinsip reaksi guru dan siswa serta sistem penunjang yang disyaratkan. Menurut Arends (Trianto, 2010: 51) model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk didalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Suprijono (2009: 45-46) menyatakan bahwa model pembelajaran dapat diartikan sebagai landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi pada tingkat operasional kelas yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan kegiatan pembelajaran. Sedangkan menurut Brady (Ekawarna, 2013: 86) model pembelajaran adalah suatu kerangka dasar 8 yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membuat atau menyusun persiapan pembelajaran dan kemudian mengimplementasikannya. Berdasarkan beberapa definisi model pembelajaran di atas, peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu perencanaan yang dijadikan sebagai pedoman oleh seorang guru untuk mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. B. MODEL COOPERATIVE LEARNING 1. Pengertian Model Cooperative Learning Cooperative Learning merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif berpartisipasi menemukan konsep dasar individu dengan pembelajaran kelompok. Setiap kelompok tersebut terdiri dari siswa-siswa berbagai tingkat kemampuan melakukan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Definisi cooperative learning banyak diungkapkan oleh para pakar, diantaranya Suprijono (2009: 54) yang menyatakan bahwa cooperative learning merupakan konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Menurut Rusman (2012: 204) model pembelajaran cooperative learning merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang 9 dilakukan oleh siswa didalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurut Johnson & Johnson (Isjoni, 2007: 17) cooperatiive learning adalah mengelompokkan siswa didalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain dalam kelompok. Sedangkan menurut Savage (Rusman, 2012: 203) cooperative learning adalah suatu pendekatan yang menekankan kerja sama dalam kelompok. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative learning adalah serangkaian kegiatan siswa yang dilakukan berkelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan belajar, sehingga bersama-sama mencapai keberhasilan. Semua siswa berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dan melengkapinya. 2. Karakteristik Model Cooperative Learning Pembelajaran kooperatif berbeda dengan model pembelajaran yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan materi pelajaran, tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk menguasai materi pelajaran tersebut. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari cooperative learning. 10 Menurut Rusman (2012: 207) karakteristik atau ciri-ciri pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan sebagai berikut. a) Pembelajaran secara tim Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. b) Didasarkan pada manajemen kooperatif Manajemen mempunyai tiga fungsi, yaitu: (1) fungsi manajemen sebagai perencanaan pelaksanaan menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan langkah-langkah pembelajaran yang telah ditentukan. Misalnya tujuan apa yang harus dicapai, bagaimana cara mencapainya, apa yang harus digunakan untuk mencapai tujuan, dan sebagainya. (2) fungsi manajemen sebagai organisasi, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif. (3) fungsi manajemen sebagai kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun nontes. c) Kemauan untuk bekerja sama Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karenanya prinsip kebersamaan atau kerja sama perlu ditekankan dalam pembelajarn kooperatif. d) Keterampilan untuk bekerja sama Kemampuan bekerja sama itu dipraktikan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 3. Prinsip-prinsip Model Cooperative Learning Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkatan kemampuan berbeda. Pada saat menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling kerja sama dan membantuk untuk memahami suatu bahan pembelajaran. 11 Menurut Roger & David Johnson (Rusman, 2012: 212) ada lima unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif, yaitu sebagai berikut. a) Prinsip ketergantungan positif, yaitu dalam pembelajaran kooperatif keberhasilan dalam penyelesaian tugas tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Oleh karena itu, semua anggota dalam kelompok akan merasakan saling ketergantungan. b) Tanggung jawab perseorangan, yaitu keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masing-masing anggota kelompoknya. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok tersebut. c) Interaksi tatap muka, yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada sitiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain. d) Partisipasi dan komunikasi, yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran. e) Evaluasi proses kelompok, yaitu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses keja kelompok dan hasil kerja sama mereka, agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. 4. Langkah-langkah Model Cooperative Learning Model cooperative learning merupakan model pembelajaran yang didalamnya terdapat kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok. Ada sisi kelemahan dari bentuk kegiatan kerja sama dalam cooperative learning menjadi salah satu kekhawatiran guru dalam melaksanakan model ini. Oleh karena itu, menurut Rusman (2012: 211) langkah-langkah model cooperative learning yang tepat untuk meminimalisir sisi kelemahan dari model ini adalah sebagai berikut: 12 Tabel 2.1 Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif TAHAP Tahap 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Tahap 2 Menyajikan informasi Tahap 3 Mengorganisirkan siswa ke dalam kelompokkelompok belajar Tahap 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Tahap 5 Evaluasi Tahap 6 Memberikan penghargaan 5. TINGKAH LAKU GURU Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan pembelajaran dan menekankan pentingnya topic yang akan dipelajari dan memotivasi siswa belajar. Guru menyajikan informasi atau materi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau melalui bahan bacaan. Guru menjelaskan kepada siswa tentang bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membimbing setiap kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efisien. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Guru mengevalusai hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mmempresentasikan hasil kerjanya. Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Kelebihan dan Kelemahan Model Cooperative Learning Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing jika diterapkan dalam proses kegiatan pembelajaran. Menurut Jarolimek & Parker (Isjoni, 2007: 24) kelebihan atau keunggulan cooperative learning meliputi: a. b. c. d. e. Saling ketergantungan yang positif. Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu. Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas. Suasana kelas yang menyenangkan. Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dan guru. f. Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman yang menyenangkan. Sedangkan menurut Isjoni (2007: 27) kelemahan-kelemahan cooperative learning sebagai berikut. a. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran dan waktu. 13 b. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai. c. Selama kegiatan diskusi berlansung, ada kecenderungan topik permasalahan meluas hingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu. d. Saat diskusi berlangsung, terkadang didominasi seseorang, hal ini mengakibatkan siswa lain menjadi pasif. 6. Tipe-tipe Model Cooperative Learning Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pembelajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapa hasil belajar kompetensi akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan kompetensi sosial siswa. Menurut Rusman (2012: 213-225) beberapa variasi jenis model dalam pembelajaran kooperatif adalah STAD, Jigsaw, Investigasi Kelompok, Make A Match, TGT, dan Struktural Menurut Ekwarna (2013: 40-43) terdapat delapan jenis-jenis model pembelajaran kooperatif yaitu Number Head Together (NHT), Cooperative Script, Student Team Achivement Division (STAD), Think Pair Share (TPS), Jigsaw, Snowball Throwing, CIRC, dan Two Stay Two Stray. Sedangkan menurut Komalasari (2011: 62) menyatakan bahwa terdapat beberapa model pembelajaran kooperatif yaitu: Number Head Together (NHT), Cooperative Script, Student Team Achivement Division (STAD), Think Pair Share, Jigsaw, Snowball Throwing, Team Games Tournament, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Two Stray Two Stray. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan oleh 14 guru dalam kegiatan pembelajaran sangat beranekaragam, salah satunya yaitu tipe jigsaw. Peneliti lebih cenderung memilih model cooperative learning tipe jigsaw, karena tipe ini dinilai dapat meningkatkan kemampuan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. C. MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW 1. Pengertian Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Jigsaw adalah tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan dan diujicoba oleh Elliot Aronson dan teman-teman Universitas Texas. Model pembelajaran ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Menurut Isjoni (2007: 54) pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Tipe jigsaw membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang heterogen. Hamdayama (2014: 87) menyatakan bahwa model kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan dan bekerja sama positif. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Sedangkan Rusman (2012: 217), menyatakan bahwa arti jigsaw dalam bahasa Inggris adalah gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah puzzle yaitu sebuah teka-teki menyusun potongan gambar. 15 Cooperative learning tipe jigsaw ini mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (zigzag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajarn cooperative learning tipe jigsaw adalah salah satu model pembelajaran yang menekankan kepada kerja sama antar anggota kelompok dimana kelompok diskusi terbagi menjadi kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa yang terdiri dari beberapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang. Sedangkan kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang ditugaskan untuk mendalami topik tertentu untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Siswa dituntut bekerja sama untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan. 2. Langkah-langkah Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Cooperative learning terdapat beberapa langkah-langkah pada implementasinya dalam proses pembelajaran. Begitu pula dalam model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw. Menurut Hamdayama (2014: 88-89) langkah-langkah model pembelajaran tipe jigsaw adalah sebagai berikut: a) Membentuk kelompok heterogen yang beranggotakan 4-6 orang. b) Tiap orang dalam kelompok diberi subtopik yang berbeda. c) Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan subtopik masingmasing dan menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli. 16 d) Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua subtopik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok. e) Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan dan saling membantu untuk menguasai topik tersebut. f) Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing, kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya. g) Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. h) Guru memberikan tes individual atau kelompok pada akhir pembelajaran tentang materi yang didiskusikan. i) Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik. Proses pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw yang telah dipaparkan di atas, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. A1 A2 B1 B2 C1 C2 D1 D2 A3 A4 B3 B4 C3 C4 D3 D4 A1 B1 A2 B2 A3 B3 A4 B4 C1 D1 C2 D2 C3 D3 C4 D4 Kelompok Asal Kelompok Ahli Gambar 1.1 Posisi Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran Jigsaw Sedangkan menurut Stephen, Sikes, and Snapp (Rusman, 2012: 220) langkah-langkah pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw yaitu: a. b. c. d. e. f. g. h. Siswa dikelompokkan ke dalam 1-5 anggota tim. Tiap orang dalam tim diberi bagian yang berbeda. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka. Setelah selesai diskusi sebagian tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Tiap tim ahli mempersentasikan hasil diskusi. Guru memberi evaluasi. Penutup. 17 Berdasarkan pendapat ahli di atas, peneliti menggunakan langkahlangkah cooperative learning tipe jigsaw menurut Hamdayama (2014: 8889) karena langkah-langkah proses pembelajarannya sangat efektif digunakan sehingga siswa mampu berperan aktif dalam pembelajaran. Model cooperative learning tipe jigsaw menuntut siswa untuk bekerja sama yang bersifat positif, dimana setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi atau mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. 3. Kelebihan dan Kelemahan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, menurut (Hamdayama, 2014: 83) model pembelajaran jigsaw memiliki beberapa kelebihan antara lain sebagai berikut. a) Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekanrekannya. b) Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat. c) Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat. Menurut Hamdayama (2014: 83) dalam penerapan model pembelajaran jigsaw sering dijumpai beberapa kelemahan di antaranya sebagai berikut. 18 a. b. c. d. e. f. Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi. Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli. Siswa yang cerdas akan cenderung merasa bosan. Pembagian kelompok yang yang tidak heterogen, dimungkinkan kelompok yang anggotanya lemah semua. Penugasan anggota kelompok untuk menjadi tim ahli sering tidak sesuai antara kemampuan dengan kompetensi yang harus dipelajari. Siswa yang tidak terbiasa untuk berkompetisi akan sulit untuk mengikuti proses pembelajaran. D. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Pengertian Media Pembelajaran Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium”, yang berarti perantara atau pengantar. Kata media berlaku untuk berbagai kegiatan atau usaha, seperti media dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas daalam bidang teknik. Istilah digunakan juga dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran. Menurut Gerlach & Ely (Arsyad, 2002: 55), mengatakan bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi, yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Jadi menurut pengertian ini, guru, teman sebaya, buku teks, lingkungan sekolah dan luar sekolah, bagi seorang siswa merupakan media. Rossi & Breidle (Sanjaya, 2006: 163) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya. 19 Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar mengajar yang efektif. Media pembelajaran tersebut antara lain, media cetak (buku), gambar, foto, grafik, Overhead Projector (OHP), obyek-obyek nyata, kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru. 2. Media Grafis Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang. Media grafis menurut Sadiman, dkk. (2006: 28) termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan saluran yang digunakan menyangkut indra penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Adapun fungsi khusus media grafis adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan jika tidak digrafiskan. Menurut Asyhar (2011: 57) media grafis merupakan suatu sarana untuk menyalurkan pesan dan informasi melalui simbol-simbol visual. 20 Sedangkan menurut Hamdani (2011: 250) media grafis merupakan salah satu media visual, sebagaimana halnya media lain, media grafis berfungsi menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media grafis adalah salah satu media visual yang dalam penyaluran pesannya berbentuk simbol-simbol komunikasi verbal. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. 3. Jenis-jenis Media Grafis Menurut Hamdani (2011: 250-254) media grafis memiliki beberapa jenisnya yaitu: gambar/foto, sketsa, diagram, bagan (chart), grafik, teks, audio, animasi, dan video. Rahardi (2003: 24) mengemukakan bahwa media grafis memiliki banyak jenisnya, yaitu: gambar/foto, sketsa, bagan, diagram, grafik, poster, dan kartun. Sadiman, dkk. (2006: 29-40) berpendapat mengenai jenis-jenis media grafis diantaranya sebagai berikut: a. Gambar/foto Gambar yaitu media yang merupakan reproduk

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 TEMPURAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
10
64
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IVB SD NEGERI 3 KARANG ENDAH LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1
11
61
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI 3 SIMBARWARINGIN
0
6
83
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI SUKABUMI
1
39
65
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IVB SD NEGERI 2 BUMIHARJO
2
9
80
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 METRO SELATAN
0
9
68
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 METRO TIMUR
1
4
79
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN MEDIA GAMBAR PADA PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IVB SD NEGERI 2 SUMBER BAHAGIA
0
9
90
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 PURWODADI
0
9
76
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw pada pelajaran IPS kelas IV dalam materi sumber daya alam di MI Annuriyah Depok
0
21
128
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD.
0
0
29
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA.
0
1
36
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 2 NAMBAHREJO Rusmartini Guru SDN 2 Nambahrejo Email: rusmartini1960gmail.com Abstract - PEN
0
0
11
118 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE JIGSAW BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SD
0
0
12
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru
0
0
15
Show more