Uji Efektivitas Anti-Aging dari Krim Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica oleracea L var. Italica Plenck) pada Marmut

Gratis

19
97
106
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Tahapan penelitian ini adalah karakterisasi simplisia bunga brokoli, pembuatan ekstrak bunga brokoli dengan cara perkolasi menggunakan pelarutalkohol 96% dan uji efektivitas dari krim ekstrak bunga brokoli terhadap kulit yang telah dituakan. Tahapan penelitian ini adalah karakterisasi simplisia bunga brokoli, pembuatan ekstrak bunga brokoli dengan cara perkolasi menggunakan pelarutalkohol 96% dan uji efektivitas dari krim ekstrak bunga brokoli terhadap kulit yang telah dituakan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di dunia ini banyak terdapat tumbuhan yang bermanfaat sebagai obat

  Proses menua merupakan suatu proses fisiologis dan terjadi pada semua Ada dua jenis proses menua pada kulit, yaitu proses menua instrinsik(proses menua sejalan dengan waktu) dan proses menua ekstrinsik (proses menua yang dipengaruhi faktor eksternal, seperti pajanan sinar matahari yang berlebihan(photoaging), polusi, kebiasaan merokok, dan nutrisi yang tidak seimbang). 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: a.untuk mengetahui karakteristik simplisia bunga brokoli, 1.5 Manfaat Manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk pengembangan obat tradisional khususnya bunga brokoli sebagai anti-aging dan untukmeningkatkan daya dan hasil guna dari bunga brokoli.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan

  2.1.4 Daerah tumbuh Lahan yang cocok untuk kehidupan brokoli adalah daerah yang terletak pada ketinggian sekitar 1.000 - 2.000 m dpl. Pada kondisi lingkungan yang sesuai, massa bunga brokoli dapat tumbuh memanjang menjadi tangkai bunga yang penuh dengan kuntum bunga, tiap bungaterdiri atas 4 helai kelopak bunga (calyx), empat helai daun mahkota bunga(corolla), enam benang sari yang komposisinya empat memanjang dan dua pendek.

2.1.6 Kandungan kimia

  Kandungan tanaman brokoli adalah sulforafan (glikosida), kuersetin dan kaempferol (flavonoid), vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B1, vitamin B2,nikotinamid, betakaroten, selenium, indol, glutation, iberin, dan sianohidroksi butena (Ipteknet, 2005). Brokoli yang dikukus terbukti terjadi peningkatan polifenol dan tidak terlalu berpengaruh terhadap vitamin C.

2.1.7 Manfaat brokoli

  Tanaman brokoli merupakan salah satu tanaman yang bunganya digunakan sebagai sayuran dan cukup sering dikonsumsi oleh masyarakat dengankandungan nutrisinya yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, serat, kalium, kalsium, dan karoten (Siemonsma, 1994). Sulforafan juga menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas melawan banyak bakterigram positif dan gram negatif, paling banyak terutama Helicobacter pylori dan memiliki aktivitas anti-inflamasi, dimana menghambat produksi sitokinin pada 2 studi preklinis dan klinis (Anonim , 2010).

2.2 Kulit

Kulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsanganluar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat dan pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya

2.2.1 Anatomi kulit

  Kulit normalMerupakan kulit ideal yang sehat, tidak kusam dan mengkilat, segar dan elastis dengan minyak dan kelembaban yang cukup. Kulit keringAdalah kulit yang mempunyai lemak permukaan kulit yang kurang ataupun sedikit lepas dan retak, kaku, tidak elastis dan terlihat kerutan.

2.3 Sinar Ultraviolet

  Sinar Ultraviolet (UV) adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian energi yang berasal dari matahari. Kerusakan kulit yang ditimbulkan beradadibawah epidermis berupa luka bakar, kelainan prakanker dan keganasan lainnya.

2.4 Penuaan Kulit

  Proses menua merupakan proses fisiologis yang akan terjadi pada semua makhluk hidup yang meliputi seluruh organ tubuh termasuk kulit. Setiap manusiatentu ingin terlihat muda tetapi proses menua secara perlahan-lahan berjalan terus dan kulit merupakan salah satu jaringan tubuh yang secara langsungmemperlihatkan terjadinya proses menua.

2.4.1 Teori proses menua

  Teori Kelainan AlatProses menua terjadi akibat kerusakan DNA yang menyebabkan terbentuknya molekul-molekul yang tidak sempurna sehingga terjadi kelainanenzim-enzim intra seluler yang mengakibatkan kerusakan atau kematian sel. Teori Ikatan SilangProses menua merupakan akibat dari pembentukan ikatan silang yang progresif dari protein-protein intraseluler dan interseluler serabut kolagen yangmenyebabkan kolagen kurang lentur dan tidak tegang.

5. Teori Neuro-Endokrin

  Bintik hitam ini akan terlihat jelas pada mereka yang berkulit putih, sedangkan pada kulit yang gelap tidak begitu tampak (Darmawan, 2013). KeriputEfek lain dari sinar ultraviolet adalah terjadi keriput pada kulit sebelum waktu yang seharusnya dan terlihat tua.

5. Tumor kulit

  Berbagai tumor kulit jinak dapat terjadi pada kulit menua seperti akrokordon (skin tag), keratosis seboroik, angioma senilis, dan lain-lain. Pada photoaging dapat pula terjadi lesi prakanker kulit dan kelainan tumor ganas kulit seperti basalioma, karsinoma sel skuamosa dan melanoma maligna (Jusuf, 2005).

2.5 Peran Antioksidan Sebagai Anti- Aging

  Antioksidan adalah zat yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga atom dengan elektron yang tidak berpasangan mendapat pasangan elektron dantidak reaktif lagi. Penggunaan antioksidan alami dalam produk kosmetik memungkinkan menjaga kulit danmenambah antioksidan dengan cara yang sama seperti menjaga tubuh dengan mengkonsumsi buah dan sayuran (Pouillot, et al., 2011).

2.6 Skin Analyzer (Aramo Huvis )

  Pemeriksaan seperti ini memiliki kekurangan pada sisi analisis secara klinis-instrumental dan tidak adanyarekaman hasil pemeriksaan yang mudah dipahami pasien (Aramo, 2012). Tambahan rangkaian sensor kamera yang terpasang pada skin analyzer menampilkan hasil dengan cepat dan akurat (Aramo, 2012).

2.6.1 Pengukuran kondisi kulit dengan skin analyzer

Menurut Aramo (2012), beberapa pengukuran kondisi kulit yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat skin analyzer, yaitu:

1. Kadar air (moisture)

  Kameradiletakkan pada permukaan kulit yang akan diukur kemudian tekan tombol capture untuk memfoto dan secara otomatis hasil berupa angka dan kondisi kulit yang didapatkan akan tampil pada layar komputer. Kameradiletakkan pada permukaan kulit yang akan diukur kemudian tekan tombol capture untuk memfoto dan secara otomatis hasil berupa angka dan kondisi kulit yang didapatkan akan tampil pada layar computer.

2.6.2 Parameter pengukuran

  Hasil pengukuran kulit dengan menggunakan skin analyzer dapat dilihat kriterianya pada Tabel 2.1. Tabel 2.1 Parameter hasil pengukuran dengan alat skin analyzer Pengukuran ParameterKelembaban Dehidrasi Normal Hidrasi(Moisture) 0 - 29 30 - 45 46 - 100Kehalusan Halus Normal Kasar(Evenness) 0 - 31 32 - 51 52 - 100Pori (Pore) Kecil Sedang Besar 0 - 19 20 - 39 40 - 100Noda (Spot) Sedikit Sedang Banyak 0 - 19 20 - 39 40 - 100Keriput (Wrinkle) Tidak berkeriput Berkeriput Berkeriput parah 0 - 19 20 - 52 53 - 100 Sumber : Aramo.

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dilakukan secara ekperimental meliputi

pengumpulan sampel, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak etanol bunga brokoli, pembuatan sediaan krim ekstrak bunga brokoli, penyiapan hewanpercobaan (marmut), penyinaran kulit punggung marmut dengan sinar UV buatan dan pengujian efek anti-aging dengan menggunakan alat skin analyzer (Aramo ® Huvis ).

3.1 Alat dan Bahan

  3.1.1 Alat-alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat-alat gelas laboratorium, perkolator, rotary evaporator, freeze dryer, kandang marmut, lemaripengering, neraca kasar, neraca listrik, gunting dan alat cukur bulu marmut, kandang pemasungan marmut, mortir dan stamfer, sudip, spatula, pot plastik,alumunium foil, pH meter (Hanna Instrument), lampu UV panjang gelombang ® 366 nm dan alat skin analyzer (Aramo Huvis ). 3.1.2 Bahan-bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bunga brokoli(Brassica oleracea L.var. Italica Plenck), air suling, toluen, asam klorida encer, etanol 96%, kloralhidrat, asam stearat, setil alkohol, propilen glikol, trietanolamin, gliserin, nipagin, metilen blue, larutan dapar pH asam (4,01) dan larutan dapar pH netral (7,01).

3.3.3 Pembuatan simplisia bunga brokoli

  Bahan yang telah kering dihaluskandengan blender dan ditimbang sebagai berat kering simplisia. Bagan pembuatanserbuk simplisia bunga brokoli dapat dilihat pada Lampiran 5 halaman 64.

3.4 Pemeriksaan Karakteristik Simplisia

  3.4.2 Pemeriksaan mikroskopik Pemeriksaan mikroskopik terhadap serbuk simplisia bunga brokoli dilakukan dengan cara menaburkan serbuk simplisia di atas kaca objek yang telahditeteskan dengan larutan kloralhidrat dan ditutup dengan kaca penutup kemudian dilihat di bawah mikroskop (WHO,1998). 3.4.7 Penetapan kadar abu tidak larut asam Abu yang telah diperoleh dalam penetapan abu dididihkan dengan 25 ml asam klorida encer selama 5 menit, bagian yang tidak larut dalam asamdikumpulkan, disaring dengan kertas masir atau kertas saring bebas abu, dicuci dengan air panas, dipijarkan sampai bobot tetap, kemudian didinginkan dan 3.5 Pembuatan Ekstrak Bunga Brokoli Pembuatan ekstrak bunga brokoli dilakukan secara perkolasi menggunakan etanol 96%.

3.6.1 Formula sediaan krim

3.6.1.1 Formula standar

Sediaan krim yang digunakan dalam penelitian ini adalah krim dengan tipe emulsi minyak dalam air. Sediaan krim dibuat berdasarkan formula standar handcream (Young, 1972), yaitu: R/ Asam stearat 12 Setil alkohol 0,5Sorbitol 5 Propilen glikol 3 Trietanol amin 1 Gliserin 1-5 tetesNipagin 1 sendok spatulaParfum 1-3 tetesAquades ad 100

3.6.1.2 Formula modifikasi

  Formulasi dasar krim yang digunakan dalam penelitiansebagai berikut: R/ Asam stearat 12 Setil alkohol 0,5Propilen glikol 3 Trietanol amin 1 Gliserin 1-5 tetes Nipagin q.s. Aquades ad 100Konsentrasi ekstrak bunga brokoli yang digunakan dalam pembuatan sediaan krim anti-aging masing-masing adalah 1% dan 3%.

3.6.2 Cara pembuatan

  Fase minyak yaitu asam stearat dan setil alkohol dilebur di atas penangas air dengan suhu 70 - 75°C, sedangkan fase air yaitu TEA, propilen glikol,gliserin, dan nipagin, dilarutkan dalam air suling panas. Fase air ditambahkan secara perlahan-lahan ke dalam fase minyak dengan pengadukan yang konstan sampai diperoleh massa krim.

3 Cara pembuatan: ditimbang ekstrak bunga brokoli 1 g, dimasukkan ke

  Perlakuan yang sama dilakukan untuk membuat sediaan krim dengan ekstrak bunga brokoli 3%. 3.7.1 Pemeriksaan homogenitas Sejumlah tertentu sediaan jika dioleskan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, sediaan harus menunjukkan susunan yang homogendan tidak terlihat adanya butiran kasar (Ditjen POM, 1979).

3.8 Pengujian efektivitas anti- aging

  Semua marmut dicukur bulu pada punggungnya seluas 2,5 cm x 2,5 cm, diukur kondisi awal meliputi: kadar air (moisture), kehalusan (evenness), besarpori (pore), banyaknya noda (spot) dan keriput (wrinkle) dengan menggunakan skin analyzer. Pemulihan mulai dilakukansetelah mendapatkan kulit yang telah aging dengan pengolesan krim hingga merata seluas area yang telah dicukur.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.2 Hasil Karakterisasi Simplisia Hasil makroskopik simplisia bunga brokoli menunjukkan simplisia bunga brokoli merupakan kuncup-kuncup bunga kering, berbentuk bulat, berkeriput. Hasil pemeriksaankarakterisasi simplisia bunga brokoli dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan hasil perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 4 halaman 60.

4.3 Hasil Formulasi

  Hasil pembuatan krim diperoleh dasar krim yang berwarna putih, krim 4.4.1 Homogenitas sediaan Pemeriksaan homogenitas dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain, lalu diratakan, jika tidak ada butiran-butiran maka sediaan dapat dikatakan homogen (Ditjen POM, 1979). Pada Tabel 4.2 dapat dilihat hasilpengukuran pH sediaan krim setelah selesai dibuat dan ekstrak bunga brokoli diperoleh bahwa dasar krim mempunyai pH 6,0; krim ekstrak bunga brokoli 1%pH 5,7; krim ekstrak bunga brokoli 3% pH 5,6; dan ekstrak bunga brokoli mempunyai pH 3,6.

4.4.4 Stabilitas sediaan

  Rusak atau tidaknya sediaan emulsi yang mengandung bahan yang mudah teroksidasi dapat diamati dengan adanya perubahan warna dan perubahan bau. Tabel 4.4 Data pengamatan terhadap kestabilan sediaan pada penyimpanan selama 12 mingguKrim Pengamatan pada minggu ke- 2 4 6 8 10 12 X Y X Y X Y X Y X Y X Y Keterangan :A : Dasar krimB : Krim ekstrak bunga brokoli 1%C : Krim ekstrak bunga brokoli 3%X : Perubahan warnaY : Perubahan bau Evaluasi stabilitas sediaan dilakukan selama penyimpanan 12 minggu dengan pengamatan setiap 2 minggu, sediaan krim disimpan pada suhu kamar dandiamati perubahan bau dan warna.

4.5 Hasil Pengujian Aktivitas Anti- aging

  Pengukuran aktivitas anti-aging dimulai denganmengukur kondisi kulit hewan percobaan sebelum dituakan, hal ini bertujuan untuk bisa melihat seberapa besar pengaruh krim yang digunakan dalammemulihkan kulit yang dituakan. Proses penuaan kulit dilakukan dengan cara disinar menggunakan sinar UV buatan pada panjang gelombang 366 nm,penyinaran dengan sinar UV buatan ini diharapkan sama dengan sinar UVA dari matahari yang mempunyai panjang gelombang 320 – 400 nm radiasinya dapatmenembus sampai dermis (lapisan kedua dari kulit) dan dapat merusak serat-serat yang berada didalamnya, sehingga kulit menjadi kehilangan elastisitas, kering danberkerut (Darmawan, 2013).

4.5.1 Kadar air ( moisture)

  Hasil analisis Tukey didapatkan perbedaan yang signifikan pada pemulihan minggu pertama dan kedua yaituantara dasar krim dan krim ekstrak bunga brokoli 1% dengan krim ekstrak bunga brokoli 3%. Timbulnya keriput disebabkan penurunan elastisitas kulit yang disebabkan oleh 5 10 15 20 25 30 35 40 sebelumUV setelah UV minggu I minggu II minggu III minggu IV krim blanko krim ekstrak bunga brokoli 1% krim ekstrak bunga brokoli 3%de hidr asi no rmal pemulihan P er sen tas e K ad ar A ir Kemampuan Stratum korneum untuk mengikat air sangat penting bagi fleksibilitas dan kelenturan kulit (Tranggono dan Latifah, 2007).

4.5.2 Kehalusan ( evenness)

  Pengujian dengan Anova menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (p > 0,05) antara dasar krim, krim ekstrakbunga brokoli 1% dan 3% pada saat sebelum dilakukan penyinaran dan sesudah penyinaran serta pada pemulihan minggu pertama sampai minggu keempat. Ketika kulit terlalu sering terpapar oleh sinar matahari,kolagen dan elastin yang berada dalam lapisan kulit akan rusak, sehingga sel-sel mati yang bertumpuk pada stratum korneum menyebabkan permukaan kulitmenjadi kurang halus, akibatnya kulit tampak lebih kasar (Bodagenta, 2012).

4.5.3 Besar pori ( pore)

  Setelah penyinaran kulit kelompok marmut untuk dasarkrim, krim ekstrak bunga brokoli 1%, dan krim ekstrak bunga brokoli 3% ukuran pori menjadi sangat besar. Perawatan selama satu minggu pertama sudahmenunjukkan adanya pemulihan pada krim ekstrak bunga brokoli 1%, dan krim ekstrak bunga brokoli 3%.

4.5.4 Banyaknya noda ( spot)

  Pada pemulihan minggu pertamasampai minggu ketiga ada perbedaan yang signifikan antara dasar krim dengan krim ekstrak bunga brokoli 1% dan 3% . Pada pemulihan minggu keempat tidakterdapat perbedaan yang signifikan antara dasar krim, krim ekstrak bunga brokoli 1% dan krim ekstrak bunga brokoli 3%.

4.5.5 Keriput ( wrinkle)

  Pemulihan minggu ketiga diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05)antara krim ekstrak bunga brokoli 3% dengan dasar krim, sedangkan krim ekstrak Kulit terus menerus terpapar radikal bebas yang disebabkan oleh radiasiUV menyebabkan kerusakan DNA, protein, dan membran keratinosit, sehingga terjadi penuaan dini sel-sel kulit. Uji penghambatan photoaging berdasarkan efek ekstrak bunga brokoli terhadap ekspresi matriks metalloproteinase-1 (MMP-1) dan ekspresi prokolagen 2 2 inhibitor MMP-1 pada dosis penyinaran UVB 50 mJ/cm ataupun 100 mJ/cm dan disisi lain ekstrak bunga brokoli mampu meningkatkan sintesis prokolagen tipe Ibaik pada tingkat mRNA maupun protein pada sl fibroblas yang dipajan UVB 50 2 2 mJ/cm ataupun 100 mJ/cm (Jusuf, 2012).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Krim ekstrak bunga brokoli 3% mampu memulihkan kondisikadar air kulit, kehalusan kulit, besar pori dan banyaknya noda pada pemulihan minggu pertama. Krim ekstrak bunga brokoli 3% juga mampumemulihkan kondisi kulit yang keriput menjadi kembali normal pada pemulihan minggu ketiga.

DAFTAR PUSTAKA

  Gambar bunga brokoli kukus dan simplisia bunga brokoli A BKeterangan: A: Bunga brokoli kukus B: Bunga brokoli kukus yang dirajang Lampiran 2 (lanjutan) A BKeterangan: A: simplisia bunga brokoli (Brassica oleraceae flos) B: serbuk simplisia bunga brokoli Lampiran 3. Berat Sampel : 5,012 gVolume Air : 0, 4 ml 0,4 m l % kadar air = x 100% = 7,98 % 5,012 g8%+7,99%+7,98% = 7,99 % % kadar air rata-rata = 3 2.

3. Perhitungan kadar sari larut etanol

  1 EKSTRAK BUNGA BROKOLI 1% 3 49,33EKSTRAK BUNGA BROKOLI 3% 3 54,00BLANKO FORMULA N Subset for alpha = .05 a Tukey HSD Setelah Penyinaran dengan UV ,136 ,079 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000. 1 EKSTRAK BUNGA BROKOLI 3% 3 25,33EKSTRAK BUNGA BROKOLI 1% 3 28,67BLANKO 2 FORMULA N Subset for alpha = .05 a Tukey HSD Pemulihan minggu II ,150 1,000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
9
102
121
Uji Efektivitas Anti-Aging dari Krim Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica oleracea L var. Italica Plenck) pada Marmut
19
97
106
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
147
140
Pengaruh Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica Oleracea L. Var. Italica Plenck) Terhadap Penghambatan Penuaan Kulit Dini (Photoaging): Kajian Pada Ekspresi Matriks Metalloproteinase-1 Dan Prokolagen Tipe 1 Secara In Vitro Pada Fibroblas Kulit Manusia
4
49
241
Karakterisasi Simplisia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Bunga Tumbuhan Brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST)
0
65
75
Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Dan Fraksi Bunga Tumbuhan Brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.)
5
73
109
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Bunga Brokoli (Brassica oleracea L.) Terhadap Nilai Sun Protection Factor Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenzone dan Oktil Metoksisinamat Secara in Vitro
2
75
90
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L)
29
128
96
Formulasi Gel Dari Ekstrak Bunga Kamboja (Plumeria alba) dan Uji Efektivitas Sebagai Anti-Aging
17
122
97
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
41
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
2
5
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
15
Uji Efektivitas Anti-Aging dari Krim Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica oleracea L var. Italica Plenck) pada Marmut
0
1
35
Uji Efektivitas Anti-Aging dari Krim Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica oleracea L var. Italica Plenck) pada Marmut
0
0
16
Uji Efektivitas Anti-Aging dari Krim Ekstrak Bunga Brokoli (Brassica oleracea L var. Italica Plenck) pada Marmut
0
0
14
Show more