Upaya meningkatkan keterampilan menyimak metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 02 Depok

Gratis

1
5
93
2 years ago
Preview
Full text

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH

  Yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : HERYANINIM : 809018300621Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ( PGMI )Alamat : Jl. KH.

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

  Bahwa skripsi yang berjudul Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyimak melalui Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas III MI Muhammadiyah 2 Depok adalah benar hasil karya sendiri dibawah bimbingan dosen :Nama Pembimbing : Dindin Ridwanudin,M. Subjek penelitian adalah siswa kelas III MI Muhammadiyah 2Kecamatan Beji Kota Depok Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang yang terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan.

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, segala puji dan syukur hamba panjatkan ke khadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “UpayaMeningkatkan Keterampilan Menyimak melalui Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas III MI Muhammadiyah 2 Depok”. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita yakni habiibanaa wanabiiyanaa Muhammad saw, serta kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

1. Dra. Nurlena, MA., Ph.D Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

  Ag Kepala MI Muhammadiyah 2, yang telah memberikan izin penelitian di sekolah yang bapak pimpin, 5. Seluruh Guru dan Staf MI Muahammadiyah 2 yang telah memberikan kemudahan dalam penelitian, 8.

9. Semua pihak yang tidak dapat lagi disebutkan satu per satu. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat atas kebaikan kalian semua

  Untuk itu, dengan kerendahan hati penulis memohonkritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Materi pelajaran bahasa Indonesia adalah suatu materi pelajaran yang diajarkan di dalam kelas, dari tingkat yang paling dasar hingga perguruan tinggi. Dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan terhadap siswa

  Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, aspek keterampilan tersebutadalah hal yang penting yang harus dikuasai siswa dalam proses pembelajara berbahasa, yang pada akhirnya siswa mampu mengaktualisasikan keterampilantersebut menjadi dasar dalam komunikasi berbahasa yang dibutuhkan oleh setiap siswa untuk melakukan interaksi dan memahami setiap pesan yang disampaikandalam komunikasi tersebut, baik secara lisan maupun tertulis. Namun, ketika siswa berhadapan dengan materi menyimak, kebanyakan siswa masih merasa kesulitan, karena kurangnyakonsentrasi dalam proses menyimak tersebut, sehingga ketika proses pembelajaran bahasa tersebut dilakukan, hasil dari menyimak tersebut belummaksimal dan siswa kurang serius menyimak apa yang disampaikan oleh guru dalam proses pembelajaran berlangsung.

1 Abdul Razak. Dkk. Kompilasi Undang-undang dan Peraturan Bidang Pendidikan (Jakarta:

  Peran guru dalam menciptakan dan mengarahkan kegiatan pembelajaran sangat dominan, sehingga kualitas dan keberhasilan kegiatan pembelajaran seringbergantung kepada kreatifitas guru dalam memilih dan menerapkan model dan metode pembelajaran serta penggunaan media pembelajaran yang tepat, secaraumum media pendidikan mempunya manfaat sebagai berikut: 1) menjelaskan materi pembelajaran atau proyek yang abstrak (tidak nyata) menjadi konkrit(nyata). Maka peneliti mencoba untuk melakukan perubahan dalamproses pembelajaran menyimak ini dengan metode bermain peran, agar siswa cenderung aktif dan dapat ikut serta melakukan kegiatan pembelajaran baik secaraberpasangan maupun secara kooperatif, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik sehingga hasil belajar siswa dalam proses pembelajaranmenyimak dapat meningkat sesuai dengan indikator serta tujuan yang diharapkan dari pembelajaran tersebut.

C. Pembatasan Masalah

  Agar penelitian ini lebih mudah dan tidak terlalu berbelit, maka penelitian ini hanya akan membahas tentang rendahnya kemampuan siswa padapembelajaran bahasa Indonesia pada proses keterampilan menyimak, sehingga untuk mengoptimalkan hasil penelitian, peneliti membatasi ruang lingkupnyasebagai berikut: 1. Para siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah siswa kelas III MI Muhammadiyah 02 Depok.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan fokus masalah dalam penelitian ini, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:”Bagaimana metode bermain peran dapat meningkatkanketerampilan menyimak siswa kelas III MI Muhammadiyah 02 Depok?”

E. Tujuan dan Keguanaan Hasil Penelitian 1

TujuanSejalan dengan permasalahan di atas maka secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak denganmenggunakan metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 02 Depok.

2. Kegunaan

  Dengandemikian guru dapat merencanakan proses pembelajaran yang lebih baik dan menjadi motivasi dan hasil belajar membaca yang baik bagi siswa. Bagi siswa, hasil penelitian ini memberikan proses pembelajaran yang baru, sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik, danmenghasilkan hasil belajar yang maksimal dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia.

BAB II KAJIAN TEORETIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Metode Bermain Peran 1. Pengertian Metode

  “Secara etimologi metode dalam Bahasa Arab, dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk 1 melakukan suatu pekerjaan”. Sedangkan secara terminology “metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam prosespembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau 2 menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata pelajaran ”.

2. Persyaratan Menggunakan Metode Bermain peran

  3 Secara umum metode pembelajaran bermain peran dapat digunakan apabila : 1)Pelajaran dimaksudkan untuk melatih dan menanamkan pengertian dan perasaan seseorang 2)Pelajaran dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dan rasa tanggung jawab dalam memikul amanah yang telah dipercayakan. 6)Untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa sehingga amat berguna bagi kehidupan dan masa depannya kelak,terutama yang berbakat bermain drama, lakon film dan sebagainya.

8) Untuk meningkatkan pemahaman konsep dari materi yang diajarkan

Sedangkan menurut Abu Ahmadi Metode bermain peran dapat digunakan 4 apabila: . 1)Keterangan secara lisan tidak dapat menerangkan pengertian yang dimaksud 2)Memberikan gambaran mengenai bagaimana orang bertingkah laku dalam situasi sosial tertentu 3)Memberikan kesempatan untuk menilai atau pandangan mengenai suatu tingkah laku sosial menurut pandangan masing-masing 4)Belajar menghayati sendiri keadaan 5)Memberikan kesempatan untuk belajar mengemukakan penghayatan sendiri mengenai suatu situasi sosial tertentu denganmendramatisasikannya di depan penonton dan bukan memberikan keteranmgan secara lisan 6)Memberikan gambaran mengenai bagaimana seharusnya seseorang bertindak dalam situasi sosial tertentu.

4 Abu Ahmadi,Stategi Belajar Mengajar,(Bandung:Pustaka

3. Kelebihan dan Kelemahan Penggunaan Metode Bermain peran

4) Anak dilatih untuk menyusun pikirannya dengan teratur

Menurut Ahmadi, ada beberapa pendapat tentang kelebihan dan kekurangan metode bermain peran diantaranya 1)Disamping terdapat kebaikan-kebaikan, metode bermain peran juga memiliki kelemahan-kelemahan diantaranya: 6) situasi sosial yang didramatisasikan hanyalah tiruan;7) situasi ini dalam kelas berbeda dengan situasi yang sebenarnyadimasyarakat. 5)Kita tidak dapat mengambil kesimpulan apa-apa apabila pelaksanaan dramatisasi itu gagal, 4)Kadang-kadang anak-anak tidak mau mendramatisasikan suatu adegan karena malu 3)Memerlukan persiapan yang teliti dan matang 2)Metode ini memerlukan waktu cukup banyak 7)Mendapat pandangan mengenai suatu tindakan dalam sustu situasi sosial dari berbagai sudut 5 6)Menambah pengalaman tentang situasi sosial tertentu; 5)Memperjelas situasi sosial yang dimaksud; Anak-anak dapat menghayati suatu peristiwa sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri; Metode ini akan menarik perhatian anak sehingga suasana kelas menjadi hidup;3) Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu serta melatih keberanian;2) Beberapa kebaikan dari metode bermain peran antara lain:1) Kelebihan : a.

b. Kelemahan

4. Teknis Penggunaan Metode Bermain peran

  Tahap Persiapan Dalam tahap ini, Engkoswara (dalam Basyiruddin Usman) mengatakan bahwa:“sebelum melakukan bermain peran diperlukan penentuan pokok permasalahan yang akan didramatisasikan terlebih dahulu, menentukan parapemain, dan mempersiapkan para siswa sebagai pendengar yang menyaksikan jalannya cerita. Masalah yang akan didramatisasikan dipilihsecara bertahap, dimulai dari persoalan yang sederhana dan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya yang agak sukar dan lebih 6 .

3. Tahap Tindak Lanjut

  Dan bila dipandang perlu, siswa lainnya diperbolehkan 8 mengulang kembali peranan tersebut dengan lebih baik lagi”.“Sebagai salah satu upaya tindak lanjut siswa dapat melakukan aktifitas menilai atau memberi tanggapan terhadap pelaksanaan bermain peran danmemberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat kesimpulan hasil bermain 9 peran.” B. Menurut Anderson (dalam Vismaia dan Sutari)“keterampilan menyimak merupakan kemampuan menangkap dan memainkan makna pesan baik yang 11 tersirat maupun tersurat yang terkandung dalam bunyi , unsur kemampuan” mengingat pesan juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi olehpengertian menyimak.

13 Akhadiat, S. dkk.Bahasa Indonesia,(Jakarta,Direktorat Jendral

  Pendidikan Tinggi,1992) h. 21 Mengkaji definisi yang dikemukakan para pakar di atas, dapat dipahami bahwa menyimak merupakan suatu proses mendengarkan dan menangkap maknapesan dengan penuh perhatian, pemahaman, interpretasi lambang-lambang lisan, dan apresiasi untuk mendapatkan fakta, makna isi, serta mereaksi (merespon) atasmakna yang terkandung di dalamnya.

2. Jenis-jenis Menyimak Adapun jenis-jenis menyimak adalah sebagai berikut: a

  Menyimak EkstensifMenyimak ekstensif adalah sejenis kegiatan menyimak yang mengenai hal- hal lebih umum dan lebih bebas terhadap sebuah ujaran, tidak perlu dibawah bimbingan langsung seorang guru. Aktivitas menyimak yang tidak tepat akan menimbulkan tujuan menyimak “tujuan menyimak diantaranya; 1) mendapatkan fakta, 2) menganalisis fakta, 3) mengevaluasi fakta, 4) endapatkan 14 inspirasi, dan 5) mendapatkan hiburan .

14 Vismaia, Kartimi, T., & Sutari, Program Penyetaraan Pendidikan Guru

  Cara-cara mendapatkan inspirasi disini dapatdiberikan contoh seperti seseorang yang menghadiri pertemuan, seminar, debat dan sebagainya dengan tujuan untuk membangkitkan semangatnya. Tentunyabahan yang disimak dapat menyegarkan pikiran, menyenangkan hati, dan dapat menghibur diri.

4. Unsur-Unsur Dasar Menyimak

  Menciptakan kegiatan menyimak, unsur-unsur tersebut harus ada.“Unsur-unsur menyimak yang dimaksud diantaranya; 1) pembicara sebagai sumber pesan, 2) penyimak sebagai penerima pesan, 3) bahan pembicaraan 15 sebagai unsur konsep, dan 4) bahasa lisan sebagai media . Seseorang dapat dikatakan penyimak komprehensif yang baikapabila mampu menerima, memperhatikan dan memberikan makna dari pesan yang sedekat mungkin sama dengan pesan yang disampaikan pembicara.

15 Op.Cit

  Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting yaitu; 1) menyusun arah tentang apayang akan kita lakukan dalam aktivitas, 2) memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita, dan 3) memberikan arah untuk mengingat pengalaman ataupengetahuan dan informasi yang telah diketahui sebelumnya. Menghindari terjadinya kekeliruan dalam menyimak, berikut disajikan langkah-langkah menarik kesimpukan diantaranya; 1) pahami gagasan-gagasansecara keseluruahan, 2) berikan alasan gagasan yang telah disimpulkan, 3) aturlah sedemikian rupa sehingga diperoleh kecocokan antar gagasan-gagasan yangdisimpulkan, dan 4) pusatkan dasar pemikiran pada gagasan yang dinyatakan oleh pembicara, dan jangan dikacaukan oleh opini serta perasaan pribadi.

6. Menyimak Dalam Pembelajaran

  Karenanya, tugas guru yang penting adalah memperbanyak variasi kegiatan menyimak yang jelas tujuannya, terarah,dan lengkap. Berkaitan dengan hal tersebut, guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik agar berani berbicara ataumerespon lebih banyak dari apa yang disimaknya.

17 Tarigan, Djago,Pendidikan Keterampilan Berbahasa (Jakarta

  5 18 menyimpulkan pembelajaran hari itu . ”Berdasarkan uraian langkah-langkah yang diuraikan Suyatno diatas, dapat dipahami bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia keterampilan menyimakperlu mendapatkan perhatian lebih besar oleh staf pengajar agar hasil pembelajaran tercapai secara maksimal.

C. Hasil Penelitian yang Relevan Wirman

  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) adanya peningkatan presentase minat belajar siswa antara prasiklus dansiklus I 48,24% dan siklus I ke siklus II sebesar 21,5%. (2) prestasi belajar siswa juga mengalamipeningkatan, hal tersebut dapat terlihat dari presentase siswa yang mencapai ketuntasan pada prasiklus 35,3% sedangkan pada siklus I 80% dan siklus II93,75%.

18 Suyatno, Teknik Pembelajaran Bahasa Dan Sastra,(Surabaya

D. Kerangka Berpikir

  Dalam pembelajaranbahasa Indonesia, aspek keterampilan tersebut adalah hal yang penting yang harus dikuasai siswa dalam proses pembelajara berbahasa, yang pada akhirnya siswamampu mengaktualisasikan keterampilan tersebut menjadi dasar dalam komunikasi berbahasa yang dibutuhkan oleh setiap siswa untuk melakukaninteraksi dan memahami setiap pesan yang disampaikan dalam komunikasi tersebut, baik secara lisan maupun tertulis. Namun, ketika siswa berhadapan dengan materi menyimak, kebanyakan siswa masih merasa kesulitan, karenakurangnya konsentrasi dalam proses menyimak tersebut, sehingga ketika proses pembelajaran bahasa tersebut dilakukan, hasil dari menyimak tersebut belummaksimal dan siswa kurang serius menyimak apa yang disampaikan oleh guru dalam proses pembelajaran berlangsung.

E. Hipotesis Tindakan

BAB II I METODELOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah MI Muhammadiyah

  Dengan memperhatikan kajian teori dan kerangka berpikir yang diuraikan di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metodebermain peran terdapat peningkatan kemampuan keterampilan menyimak pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 2 Depok. Adapun waktu yang dipergunakan oleh penulis ini adalah 4 bulan mulai bulan Maret 2013sampai dengan bulan Juni 2013.

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian

  Berdasarkan hasil refleksi ini dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehinggadapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus berikutnya. Adapun disain penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan digambarkan sebagai berikut : Planning ReflectingActing Observing Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas Model Kurt Lewin Keterangan :Planning : Perencanaan Tindakan Observing : PengamatanActing : Pelaksanaan Tindakan Reflecting : Refleksi .

F. Hasil Intervensi Tindakan yang diharapkan

  Adapun indikator untuk mengetahui keberhasilan penelitian ini ditetapkan sekurang-kurangnya 75% siswa mendapatkan nilai diatas 65 (enampuluh lima) sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam proses pembelajaran seperti aktif berpendapat, kemudian aktif mengerjakan tugas danmemiliki hasil belajar yang baik, serta memiliki prestasi yang tinggi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menyimak. Tes Hasil BelajarTes yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metodebermain peran.

I. Teknik pengumpulan data

  Tes Hasil Belajar Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan oleh setiap anak/siswa sehingga memberikanhasil sesuai nilai tentang hasil atau prestasi anak/siswa tersebut yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau nilai standar 2 yang telah ditetapkan . Pada kegiatan ini setelah hasil tes dikumpulkan selanjutnya melakukan penentuan skor tes essay yang telah diberikan dengan skor tiap butir soal diberirentang nilai antara 1-10 yang terdiri dari 6 butir soal, hasil tes tersebut nantinya penulis akan evaluasi dengan menggunakan rumus norma absoluteskala sebelas, sehingga memperoleh data mengenai kemampuan siswa dalam hal menyimak melalui metode bermain peran.

2. Mengubah Skor Mentah Menjadi Skor Standar

  Prosedur yang akan ditempuh dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar, adalah :a. SkorMaksimal Ideal adalah skor yang mungkin dicapai apabila setiap item atau butir soal dapat dijawab dengan benar.

3 Membuat pedoman konversi dengan ketentuan sebagai berikut :

  M + 2,25 SD 10 M + 1,75 SD 9 M + 1,25 SD 8 M + 0,75 SD 73 M + 0,25 SD 6 Sunarnatana Nurkencana, Evaluasi Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional,1986,h.84-85 5 M - 0,75 SD 4 M - 1,25 SD 3 M - 1,75 SD 2 M - 2,25 SD 1 Berdasarkan rumus di atas, maka penyelesaian adalah hasil tes yang berupa skor mentah dikonversikan menjadi skor standar dengan menggunakan normaabsolut skala 11. Hasil tes tersebut kemudian dianalisis sehinggadiperoleh data mengenai kemampuan siswa dalam menyimak melalui metode bermain peran, dan untuk memudahkan peneliti menganalisis kemampuan siswapeneliti menggunakan rumus norma absolut skala sebelas 4 .

1. Analisis Data Observasi

  Observasi dilakukan terhadap guru yaitu mengenai pengelolaan kelas,serta bagi siswa yaitu tentang keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.untuk setiap aspek yang diamati diberi skor sesuai dengan pedoman penskoran pada lembar observasi yang telah dibuat. Analisis data wawancara Data dari hasil wawancara dengan guru dan siswa dianalisis secara deskripstif kualitatif untuk mendeskripsikan tanggapan guru dan siswa tentang upayapeningkatan hasil belajar siswa melalui metode bermain peran di MI Muhammadiyah 02.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profile Sekolah Adapun profile madrasah tempat pelaksanaan penelitian sebagai berikut: 1. Nama Madrasah : MI Muhammadiyah 02

  Alamat Lengkap Madrasah : Jalan : Juragan SindaDesa/Kelurahan : KukusanKecamatan : BejiKabupaten/Kota : DepokProvinsi : Jawa Barat 5. Nama Yayasan : Majelis Pendidikan & Kebudayaan Muhammadiyah Kota Depok 9.

16. Data Siswa 3 ( Tiga ) tahun terakhir

  AjaranSiswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel 2012/2013 35 1 36 1 35 1 106 32013/2014 36 1 35 1 36 1 106 32014/2015 34 1 38 1 35 1 107 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 JumlahTahun Jml. Ajaran Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel2012/2013 36 1 34 1 38 1 204 62013/2014 35 1 36 1 34 1 201 62014/2015 36 1 34 1 36 1 203 6 17.

B. Deskripsi dan Analisis Data 1. Tindakan Pembelajaran Siklus I

  Tahapan tindakan yang dilakukan pada siklus I meliputi beberapa tahapan,antara lain: a. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tahapini antara lain merencanakan pembelajaran yang akan digunakan dengan menggunakan metode bermain peran yang diaplikasikan ke dalam rencanapembelajaran (RPP), menentukan konsep bahasan , menyusun lembar latihan soal untuk tes.

1) Pertemuan Pertama

  Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 3 Mei 2013, sebelum memulai proses belajar mengajar peneliti mengabsen kehadiran siswauntuk mengenal siswa satu persatu serta mengkondisikan siswa di kelas. Apersepsi dan motivasi yang dilakukan peneliti diharapkan dapat memacu siswa untuk menciptakan interaksi positif dan pengetahuan awal dalam kegiatan Berdasarkan data yang diperoleh dari catatan lapangan bahwa saat proses pelaksanaan bermain peran masih terdapat siswa yang kebingungan dalam prosespelaksanaan strategi ini, para siswa umumnya kurang percaya diri dalam hal mengungkapkan pemikirannya dalam diskusi.

2) Pertemuan Kedua

  Apersepsi dan motivasi diberikan peneliti dengan cara merefleksi kegiatan bermain peran yang telah dilakukan di hari sebelumnya. Pada pertemuan kedua ini,saat melaksanakan metode bermain peran para siswa sudah mulai mampumelaksanakan bermain peran dan diskusi dengan baik, dan sudah mulai mempunyai rasa percaya diri untuk berbicara didepan kelas.

c. Tahap Pengamatan/Observasi

  2) Peneliti dan siswa masih menyesuaikan diri dalam proses pembelajaran.3) Beberapa siswa masih terlihat asyik bercanda dan mengobrol ketika peneliti menjelaskan materi pelajaran.4) Peneliti kurang tegas menyikapi siswa yang membuat gaduh di kelas.5) Penerapan metode bermain peran masih belum optimal. Karena siswa masih kebingungan dalam hal melaksanakan bermain peran dan diskusi.6) Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dilihat berdasarkan hasil belajar siswa.

d. Tahap Refleksi

  Pada tahap ini peneliti dan guru kelas III melakukan refleksi terhadap hasil dari analisis data dan seluruh pelaksanaan pembelajaran siklus I. Beberapa hal yang masih harus diperbaiki, antara lain: 1)Perlu ditingkatkan bimbingan dan arahan saat siswa pelaksanaan proses diskusi 2)Perlu diberi motivasi dan dorongan pada siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran dan saat penerapan metode bermain peran.

3) Guru lebih tegas lagi dalam menghadapi siswa yang gaduh

  4)Perlu diatur secara proporsional pembagian waktu dalam mendemonstrasikan materi, pelaksanaan diskusi dan kesimpulan hasilbelajar. 5)Perlu diberikan apresiasi dengan memberikan reward (penghargaan) kepada siswa yang cepat menguasai materi.

f. Analisis Data Siklus I

  Ketuntasan Kelas = 31,81 % =Hasil belajar pada siklus I masih harus ditingkatkan karena masih banyak nilai siswa yang berada di bawah rata-rata KKM, yaitu sebanyak 15 siswa denganpresentasi 68,19%, sedangkan siswa yang mendapat nilai diatas rata-rata KKM hanya 7 siswa dengan persentase 31,81%. 1) Memberikan motivasi untuk semangat belajar kepada siswa.2) Memaksimalkan pembelajaran melalui metode bermain peran.3) Dari hasil evaluasi pembelajaran tersebut dan hasil diskusi antara peneiliti dengan kolaborator ada beberapa hal tindakan yang akan dilakukan pada tahapberikutnya yaitu siklus II yang akan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar .

2. Tindakan Pembelajaran Siklus II

  Kegiatan yang dilakukan pada tahapperencanaan ini adalah menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk materi yang akan dibahas yang bersifat pengayaan (enrichment) danpenyusunan soal-soal latihan. Memberikan rewardkepada siswa yang cepat menguasai materi dan siswa yang turut aktif dalam proses diskusi agar siswa termotivasi baik keaktifannya maupun prestasinya.

1) Pertemuan pertama

  Apersepsi yang diberikan berupa penjelasan tentang bermain peran dengan cara guru mendemonstrasikan dialog yang terdapat pada naskahdrama. Berdasarkan hasil catatan lapangan, siswa sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran terlihat dari antusiassiswa saat bermain drama dan diskusi.

b) Pertemuan kedua

  Pada siklus II ini pelaksanaan metode bermain peran pada saat bermain drama dan diskusi dimodifikasikan agar siswa tidak jenuh dalam pelaksanaannya yaknidengan cara anggota setiap kelompok di rolling ( Putar ) dari kelompok sebelumnya pada siklus I, dengan cara ini terlihat siswa lebih excating dalammelaksanakan diskusi. Pada akhir pembelajaran guru dan siswa melakukan refleksi dengan membuat 5 42 8 8 6 7 6 7 7 G 6 Cukup Tuntas 36 6 8 H 6 6 5 8 6 F 8 Baik Tuntas 42 6 8 8 7 8 Baik Tuntas 9 8 8 42 9 9 7 5 5 7 10 J 8 Baik Tuntas 44 8 8 7 7 6 8 9 I 8 Baik Tuntas 44 7 9 6 5 5 5 E Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan menyimak siswa terhadap materi yang telah diajarkan pada pertemuan-pertemuansebelumnya.

f. Analisis Data Siklus II

  Hasil belajar pada siklus II hasil belajar siswa meningkat dibandingkan dengan siklus I karena masih ada nilai siswa yang berada di bawah rata-rataKKM, yaitu sebanyak 2 siswa dengan presentasi 9,10%, sedangkan siswa yang mendapat nilai diatas rata-rata KKM hanya 20 siswa dengan persentase 90,90%. Berdasarkan hasil yang dicapai, maka peneliti merasa tidak perlu lagi melanjutkan pelaksanaan pembelajaran menganalisis cerpen melalui pembelajaraninkuiri, sebab hasil yang diperoleh siswa sudah mencapai kriteria nilai baik yang ditentukan peneliti.

1. Rekapitulasi Hasil Penelitian

1 15 O 17 Q 8 Meningkat 7 16 P 8 Meningkat 5 8 Meningkat 7 Meningkat 4 14 N 7 Meningkat 6 13 M 6 Meningkat 4 18 R 12 L 6 7.45 5.09 8 MeningkatJumlah 112 164 Nilai Rata-Rata 5 22 V 8 Meningkat 21 U 5 7 Meningkat 6 20 T 8 Meningkat 5 19 S 8 Meningkat 4 7 Meningkat 2 7 Meningkat 6 Meningkat 5 4 D 7 Meningkat 6 3 C 5 5 2 B 8 Meningkat 5 1 A 5 4 3 5 E 8 Meningkat Tabel 05 : Rekapitulasi Peningkatan Kemampuan Menyimak melalui Metode bermain peran Pada Siswa Kelas III MIMuhammadiyah 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 Siklus I dan Siklus II. No Nama Siswa Siklus I Siklus II Keterangan 9 I 11 K 8 Meningkat 5 10 J 8 Meningkat 4 8 Meningkat 6 F 6 8 H 8 Meningkat 4 7 G 7 Meningkat 6 4

C. Pembahasan Temuan Penelitian

Berdasarkan hasil Siklus I dan II diatas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyimak melalui penerapan metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 mengalami peningkatan pada tiap siklus dari siklus I dan siklus II. Perinciannya sebagai berikut :

1. Pada siklus I peningkatan kemampuan menyimak melalui metode bermain

peran dari 22 siswa memperoleh nilai rata-rata 5,09 yang dikelompokan ke dalam kategori hampir cukup dengan prosentase keaktifan saat pembelajaransebesar 66,6 % 2. Pada siklus II peningkatan kemampuan menyimak melalui metode bermain peran dari 22 siswa memperoleh nilai rata-rata 7,45 yang dikelompokan ke dalam kategori lebih dari cukup dengan prosentase keaktifan saatpembelajaran sebesar 78,57 %Adapun hasil peningkatan kemampuan menyimak melalui metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 darisiklus I dan siklus 2 dapat dilihat pada grafik dibawah ini : Grafik 01 : Hasil Belajar Kemampuan Menyimak melalui metode bermain peran Pada Siswa Kelas III MI Muhammadiyah 2 Depok Tahun Pelajaran 2012/2013 Dari Siklus I dan Siklus II 80 70 60 50 40 30 20

10 SIKLUS I SIKLUS II

  Dari hasil tes siklus I nilairata-rata yang diperoleh siswa 5,09, pada siklus II mengalami peningkatan yang lebih baik dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa menjadi 7,45. Sehinggakemampuan menyimak melalui metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 mengalami peningkatan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyimak Melalui Metode Bermain Peran pada Siswa kelas III MI Muhammadiyah 2 Depok Tahun Pelajaran 2012/2013. Hal ini

  Perolehan hasil belajar siswa pada siklus I mencapai rata-rata 5,09 dan masih terdapat 15orang siswa yang mendapat nilai dibawah target penelitian yaitu 65. Pada siklus II, rata-rata belajar siswa mencapai 90,90 atau sudah berada diatas nilai KKM yaitu 65, berdasarkan perolehan hasil belajar siswa pada siklus Idan siklus II, maka hipotesis tindakan diterima.

B. Saran-saran 1

  Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa kelas III MI Muhammadiyah 2 Depok, maka kemampuan keterampilan menyimak dapat ditingkatkan lagi. Guru hendaknya memberi dorongan atau memotivasi siswa yang kurang mampu, dengan jalan lebih banyak memberi latihan khususnya latihanmenyimak.

DAFTAR PUSTAKA

  Kompilas Undang-undang dan Peraturan Bidang Pendidikan Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah, 2010Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar,Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: alfabeta, 2010Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&B, Bandung:CV Alfabeta, 2009Suyatno, Teknik Pembelajaran Bahasa Dan Sastra ,Surabaya : SIC,2004Tarigan, Djago.. Pendidikan Keterampilan Berbahasa, Jakarta : Universitas Terbuka, 2004.

LAMPIRAN -LAMPIRAN

  Lampiran : 1KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MI MUHAMMADIYAH 2 KEL/KEC. BEJI KOTA DEPOK Nama Madrasah : MI Muhammadiyah 2 Kelas/Semester : III/2Mata Pelajaran : Bhs.

3 Mendengarkan :

  Bila pengelolaan yang diamati sangat baik Skor No Pengamatan Aspek 1 2 3 4 Guru membuka pembelajarn dengan salam dan 14 absen 2 2 Guru menseting kelas 3 2 Guru menyampaikan motivasi belajar 4 2 Guru menyampaikan apersepsi 5 Guru menyampaikan 2 tujuan pembelajaran 6 Guru menyampaikan materi pembelajaran 4 Keterampilan guru dalam membagi kelompok secara 74 heterogen . Pd Lembar Hasil Observasi Keaktifan Peserta Didik dalam Mengikuti Pembelajaran Siklus ISatuan Pendidikan : MI Muhammadiyah 2 Mata Pelajaran : Bahasa IndonesiaMateri Pokok : Menyimak Hari/Tanggal : 3 Mei 2013Jam Pelajaran Ke : 1 Jumlah peserta didik yang waktu diamati : 22 anakPetunjuk Berilah penilaian dengan angka pada kolom yang sesuai dengan ketentuan sebagaiberikut: 1.

KRITERIA PENILAIANKLASIFIKASI KEAKTIFAN

1 = Kurang= Kurang  40% 2 = Cukup41 = Cukup 61% - 80% = Baik 4 = Sangat Baik= Sangat Baik  81%

32 Prosentase keaktifan siswa = x 100 = 66.6 %

  Bila pengelolaan yang diamati sangat baik Skor No Pengamatan Aspek 1 2 3 4 Guru membuka pembelajarn dengan salam 1 4dan absen 4 2 Guru menseting kelas 3 4 Guru menyampaikan motivasi belajar 4 Guru menyampaikan 4apersepsi 4 5 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 4 6 Guru menyampaikan materi pembelajaran Keterampilan guru dalam membagi kelompok 3 7 secara heterogen. Pd Lembar Hasil Observasi Keaktifan Peserta Didik dalam Mengikuti Pembelajaran Siklus IISatuan Pendidikan : MI Muhamadiyah 2 Mata Pelajaran : Bahasa IndonesiaMateri Pokok : Menyimak Hari/Tanggal : Senin, 17 Juni 2013Jam Pelajaran Ke : 1 Jumlah peserta didik yang waktu diamati : 22 anakPetunjuk:Berilah penilaian dengan angka pada kolom yang sesuai dengan ketentuan sebagai berikut..

4 Keaktifan peserta didik saat berdiskusi

4 2 5 Keaktifan peserta didik dalam bertanya Keaktifan peserta didik dalam melaksanakan 3 6 tutor sebayaKemampuan peserta didik dalam menarik 4 7 kesimpulan 2 12 8 JumlahJumlah Skor 22 28 Jumlah Maksimal 22 Prosentase keaktifan siswa = x 100 = 78,57 % 28 Depok, 17 Juni 2013 Peneliti KolabolatorHERYANI LILIS SURYANI,S.Pd

UJI REPERENSI

  Guru memberikan tugas kepada masing-masingkelompok untuk bermain drama untuk kemudianmendiskusinya Para siswa mengkondisikanuntuk duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masingPara siswa menyimak petunjuk yang diberikan oleh guru danbertanya apabila ada hal yang tidak dimengertiPara siswa membaca dengan seksama materi pelajaran yangtelah diterimanya Para siswa mengerjakan tugasyang diberikan oleh guru secara mandiri. Guru memberikan tugas kepada masing-masingkelompok untuk bermain drama untuk kemudianmendiskusinya Para siswa mengkondisikanuntuk duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masingPara siswa menyimak petunjuk yang diberikan oleh guru danbertanya apabila ada hal yang tidak dimengertiPara siswa membaca dengan seksama materi pelajaran yangtelah diterimanya Para siswa mengerjakan tugasyang diberikan oleh guru secara mandiri.

BIODATA PENULIS

  Nama : HeryaniTempat/Tanggal Lahir : Bogor, 29 Oktober 1969Jenis Kelamin : PerempuanAgama : Islam Alamat : Jl. Beji Kota DepokPendidikan : 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peningkatan kemampuan menyimak melalui penerapan metode permainan bisik berantai pada siswa kelas III MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
10
172
Peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas II SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014
20
187
100
Penerapan metode snowball throwing dalam peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas III MI Pembangunan UIN Jakarta
2
8
164
Upaya meningkatkan kemampuan membaca puisi melalui metode demonstrasi di kelas III MI Nurul Huda Sawangan Depok Tahun Pelajaran 2013-2014
2
12
82
Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV MI pangkalan Kota Sukabumi
4
10
221
Upaya meningkatkan keterampilan menyimak metode bermain peran pada siswa kelas III MI Muhammadiyah 02 Depok
1
5
93
Pengaruh metode mendongeng terhadap keterampilan menyimak dongeng pada siswa kelas II di SD Dharma Karya UT Pondok Cabe Tangerang Selatan tahun pelajaran 2014/2015
2
7
152
Upaya meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I melalui media kartu huruf di MI Al Huda Sakti Ciputat Tangerang Selatan
0
7
131
Upaya meningkatkan keterampilan ibadah shalat melalui metode demonstrasi pada siswa Kelas III di SDN Cipicung 05 Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor
4
33
107
Upaya guru dalam peningkatan hasil belajar PKn siswa melalui penerapan metode bermain peran di MI Sirajul Athfal 5 Depok: PTK di MI Sirajul Athfal 5 Kota Depok
0
10
106
Upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas 5 pada materi FPB dan KPK melalui metode learning tournament
1
6
156
Pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Mathla’ul Anwar Leuwisadeng Bogor : penelitian tindakan kelas
1
6
111
Pengaruh penerapan metode debat terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V MI Misbahul Falah Duren Mekar Kota Depok
0
11
0
Upaya meningkatkan kemampuan menulis matematis melalui pendekatan matematika realistik (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas III MIN Bantargebang)
2
17
199
Upaya meningkatkan keaktifan siswa kelas iv mi darul muttaqin pada pelajaran ips materi koperasi melalui metode diskusi
3
20
107
Show more