Analisis nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional pada masyarakat Betawi

Gratis

17
99
110
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Penulis dalam penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk melengkapi dari keseluruhan kegiatan perkuliahan yang telah dicanangkan oleh UIN SyarifHidayatullah Jakarta serta untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh gelar strata satu Sarjana Pendidikan di UIN Syarif HidayatullahJakarta. Demikian pula, yang tercinta Ibunda Daeni yang dengan ikhlas mencurahkan kasih sayang untuk penulis, yang tiada henti-hentinyamendoakan.

11. Teman-teman Ikatan Remaja Masjid Fathullah Universitas Syarif

  Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, penulis ucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya. Akhirnya tiada kata lain yang lebih berarti selain sebuah harapan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca padaumumnya.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional

  Permainan tradisional yang berkembang di kalangan masyarakat merupakan permainan yang secara turun temurun diwariskan oleh generasisebelumnya dengan harapan generasi selanjutnya dapat melestarikan permainan tradisional tersebut khusunya di kalangan masyarakat betawi. Perkembangan teknologi yang semakin maju mengakibatkan anak kurang mengenal permainan tradisional yang sebelumnya telah di wariskansecara turun temurun sehingga jarang sekali anak-anak yang bermain menggunakan permainan tradisional karena mereka lebih memilih bermaindengan menggunakan alat-alat elektronik seperti Playstation dan Tablet.

5 Departemen Kebudayaan dan Pariwisata

  . “Profil Budaya Betawi”.

B. Identifikasi Masalah

Dari masalah yang telah dijelaskan di atas maka dapat diidentifikasikan masalahnya yaitu:

1. Memudarnya permainan tradisional pada masyarakat Betawi di sebabkan karena tidak adanya pewarisan dari orang tua kepada anak-anaknya

  Pembatasan Masalah Peneliti hanya membatasi masalah penelitian pada nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional bentengan, galah asin dan engrang padamasyarakat Betawi di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah Bagaimana nilai-nilai karakter dalam permainantradisional bentengan, galah asin dan engrang pada masyarakat betawi di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan?

F. Manfaat Hasil Penelitian 1

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam penelitian selanjutnya khususnya dalam permainan tradisionalmasyarakat betawi.

2. Manfaat Praktis a

  Bagi pemerintahPenelitian ini dapat digunakan sebagai dokumentasi dan inventarisasi Kebudayaan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tentangpermainan tradisional yang terdapat pada masyarakat Betawi. Penelitian ini dapat dijadikan koleksi perpustakaan dan sumber referensi bagi penelitian sejenis.

BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian Nilai Nilai berasal dari bahasa Latin vale're yang artinya

  values affective, yaitu nilai-nilai yang menjadi keyakinan atau niat pada diri orang untuk melakukan sesuatu pada tahap ini dapatdirinci lagi menjadi a)'dispotition; dan b)'commitments'. 3.tahap terakhir adalah values actions, yaitu tahap dimana nilai yang telah menjadi keyakinan dan menjadi niat (komitmen kuat) 3 diwujudkan menjadi suatu tindakan nyata atau perbuatan konkret.

B. Pengertian Nilai-nilai Karakter

  Menurut Ari Ginanjar Agustian yang terkenal denga konsepnya“Emotional Spriritual Question (ESQ)” mengajukan pemikiran, bahwa setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk padasifat-sifat Allah yang terdapat dalam asma al-husna (nama-namaAllah yang baik) yang berjumlah 99. Sedangkan menurut Indonesian Heritage Foundation (IHF) dalam majid merumuskan sembilan karakter dasar yang menjadi tujuanpendidikan karakter yaitu; (1) cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya; (2) tanggung jawab, disiplin dan mandiri; (3) jujur;(4) hormat dan santun; (5) kasih sayang, peduli dan kerja sama; (6) percaya diri; (7) keadilan dan kepemimpinan; (8) baik dan rendahhati; dan (9) toleransi, cinta damai dan persatuan.

1. Religius

  Sikap dan perilku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang danutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hiduprukun dengan pemeluk agama lain. Cinta Tanah AirCara berfikir,bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkunganfisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

18. Tanggung jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap dirinya maupun 11 orang lain dan lingkungan sekitarnya.

C. Pengertian Permainan Tradisional

  Permainan tradisional adalah suatu hasil budaya masyarakat, yang berasal dari zaman yang sangat tua, yang telah tumbuh dan hiduphingga sekarang, dengan masyarakat pendukungnya yang terdiri atas tua muda, laki perempuan, kaya miskin, rakyat bangsawan dengan 14 tiada bedanya. Menurut Dharmamulya, unsur-unsur nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional adalah nilai kesenangan atau kegembiraan,nilai kebebasan, rasa berteman, nilai demokrasi, nilai kepemimpinan, rasa tanggung jawab, nilai kebersamaan dan saling membantu, nilai kepatuhan,11 melatih cakap dalam berhitung, melatih kecakapan berpikir, nilai kejujuran Retno Listyarti.

D. Macam-macam Permainan Tradisional

  Dalam permainan ini yang disendok adalah sejenis biji-bijian antara lain biji sawo, dan yang dipakai sebagai sendoknya/ seroknya30 adalah daun-daunan. Permainan Benteng Benteng atau bentengan adalah permainan tradisional yang memerlukan ketangkasan, kecepatan berlari dan strategi yang jitu.

E. Mayarakat Betawi

  Betawi berasal dari Batavia sebagai nama kota Jakarta yang didirikan oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Batavia berasal dari namasuku bangsa Belanda jaman Purba.

56 Jayakarta didirikan pada tanggal 22 Juni 1527

  Betawi adalah suku bangsa yang berdiam di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang termasuk wilayah Propinsi Jawa Barat. Orang Betawi sebenarnya merupakan hasil proses asimilasi antara penduduk pribumi dengan berbagai unsur luar yang bercampur dalamjangka waktu yang lama kira-kira abad XVI, ketika komeni Belanda menjajah negeri kita.

58 F

  Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui perbedaan pemahaman karakter kejujuranantara siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen sesudah menggunakan permainan tradisional jawa. Berdasarkan penjelasan di atas disimpulkan bahwa kedua jurnal dan skripsi tersebut menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai karakterdalam permainan tradisional diantaranya adalah nilai kejujuran dan meningkatkan kecerdasan emosi anak.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatatan. Waktu penelitian ini akan dilaksanakan kurang lebih selama 2 (dua) bulan, yaitu Desember 2014 sampai Januari 2015. B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Menurut Sugiyono, penelitian kualitatif adalah metode yang sering disebut

  Sedangkan “sampel adalah bagian dari populasi yang akan dilibatkan dalam penelitian yang merupakan bagian yang 4 representatif dan merepresentasikan karakter atau ciri-ciri dari populasi.” Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi setiap Rukun Warga sebanyak 30 orang dan wawancara sebanyak 20 narasumber. Jadi peneliti mengambil sampel dari RW 001 sampaiRW 011 di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Utara diambil sumber yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, sehingga memudahkanpeneliti untuk mendapatkan hasil yang relevan.

1. Observasi

  Observasi partisipatif, dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau digunakansebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, danikut merasakan suka dukanya dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan sampaimengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.

2. Wawancara

  “Interaksi bahasa yang berlangsung antara dua orang dalam situasi saling berhadapan salah seorang, yaitu yang melakukan wawancarameminta informasi atau ungkapan kepada orang yang diteliti yang 9 berputar di sekitar pendapat dan keyakinannya”“Esteberg mengemukaka bahwa macam wawancaran, yaitu wawancara terstruktur semistruktur, dan tidak terstruktur. Wawancara tak berstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telahtersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

3. Dokumentasi

  Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalahditeliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah dan berdasarkan 10 perkiraan E. Dikarenakan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi dan dokumentasi maka instrumen yang digunakanadalah lembar observasi dan pedoman wawancara.

1. Lembar Observasi

  Lembar observasi yaitu berisi proses pengamatan penelitian di wilayahKelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, JakartaSelatan dalam bentuk deskripsi terdiri dari Keadaan wilayah Kebayoran Lama apakah masih terdapat permainan tradisional. 1011 Basroni dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h.

2. Pedoman Wawancara

  Pedoman wawancara penelitian yang diteliti berisi seluruh pertanyaan- pertanyaan yang akan ditanyakan kepada sejumlah subjek penelitian diwilayah Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama,Jakarta Selatan. Tabel 3.4 Instrumen Studi Dokumentasi No Jenis Dokumen Permianan Tradisional Catatan di Kelurahan Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan 1.

F. Pemeriksaan dan Pengecekan Keabsahan Data 1. Ketekunanan Pengamatan

  Peneliti memasuki latar/setting (tempat penelitian) yaitu pada penelitian di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Utara lalu berusaha menemukankarakter yang terdapat dalam permainan tradisional yang sudah dijelaskan pada kajian teori. Triangulasi Menurut Sugiyono, “Temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang 13 Teknik pemeriksaan sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti”.

1. Triangulasi

  Yang terdiri13 dari: Ibid,.h.365 Triangulasi Sumber yaitu, untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperolehmelalui beberapa sumber. Triangulasi Teknik yaitu, untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data dengan sumber yang samadengan teknik yang berbeda.

2. Perpanjangan waktu pengamatan

3. Kecermatan Pengamatan

  Teknik pengujian keabsahan data ini dilakukan dengan cara peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengansumber daya yang pernah ditemui maupun yang baru. Sejarah Kebayoran Kawasan Kebayoran saat ini terbagi menjadi dua buah Kecamatan yaitu Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru, Kotamadya Jakarta Selatan.

2. Geografi Kebayoran Lama Utara

  Sesuai Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1215 Tahun 1986Kelurahan Kebayoran Lama Utara adalah salah satu bagian wilayah Kecamatan Kebayoran Lama yang mempunyai Luas 178,22 Ha. Demografis Kebayoran Lama Utara Jumlah penduduk di Kelurahan Kebayoran Lama Utara sampai dengan Bulan Juli 2014 adalah sebanyak : 53.559 Jiwa terdiri dariJumlah Laki-laki : 28.450 Jiwa dan Jumlah Perempuan : 25.109 Jiwa.

B. Deskripsi Data

Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di Kelurahan Kebayoran LamaUtara, dengan merujuk kepada kisi-kisi instrumen, maka diperoleh data sebagai berikut:

1. Permainan Tradisional a

  Dapat tarik kesimpulan bahwa permainan tradisional Betawi adalah permainan yang dimainkan oleh masyarakat yang tinggal diwilayah DKI Jakarta, permainan itu merupakan warisan turun-temurun yang disampaikan orang tua dari masa ke masa. Dalam buku yang di terbitkan oleh Dinas Kebudayaan danPermuseuman DKI Jakarta dikemukakan bahwa dalam permainan galah asin pemain yang berhasil melewati galah5 yang dijaga akan teriak asin…asin… asin, suatu tanda benteng Yahya Andi, dkk., Folklore Permainan Anak-anak Betawi, (Jakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, 2011), hal.7567 Sri Mulyani.

9 Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Ragam Budaya Betawi, (Jakarta: Dinas Kebudayaan

  Rosita Sie Sarana dan Prasarana Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Permainan petak umpet adalah permainan tradisional yang cara permainannya dengan cara bersembunyi di suatu tempat diarea permainan yang telah disepakati. Hal ini sejalan dengan hasil observasi di Rt001/007 Kebayoran Lama Utara anak-anak bermain petak umpet dengan cara melakukan hom pim pa anak yang kalahmenjadi penjaga dan yang lainnya bersembunyi secara tersebar sesuai area yang disepakati.

18 Di Kelurahan Kebayoran Lama jangkungan “Jangkungan”

masih dimainkan tetapi hanya pada saat tertentu seperti saat lomba 17 Agustusan memperingati Hari Ulang TahunRepublik Indonesia.

c. Permainan tradisional yang sudah memudar

Permainan tradisional yang telah memudar di Kebayoran Lama Utara adalah permainan Si.., permainan torti, permainan perahu-perahuan,17 permainan tangkrep, serok kwali, ujungan, dododio, kukuruyuk ayam, Abdurachman, dkk., Permainan Anak-anak Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, (Jakarta: 1991/1992.), h.6

1) Orang tua tidak mewariskan pengetauan tentang permainan tersebut

  2)Tempat bermain yang tidak ada karena pembangunan yang dilakukan dikota besar sehingga semakin berkurang lahan kosong. 3)Permainan tradisional kurang menarik minat anak-anak zaman sekarang.

d. Penyebab permainan tradisional Betawi memudar

  Lembaga Kebudayaan Betawi yang diwakilkan oleh Bapak EntongSukirman menyatakan bahwa permainan tradisional memudar disebabkan oleh kekhawatiran orang tua jika anaknya bermain di luar rumah sehinggahanya bermain di dalam rumah menggunakan gedget serta banyak permainan tradisional yang memakai alat yang sulit didapatkan sehingga 20 anak-anak mengaggap permainan tradisional tidak praktis. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi penyebab permainan tradisional memudar atau tidak diminati lagi adalah sebagai berikut:1) Banyak permainan modern yang lebih mudah dimainkan dan tidak memerlukan tempat yang luas.2) Permainan modern tidak memerlukan banyak orang sehingga dapat19 dimainkan sendiri.

e. Keunggulan permainan tradisional dibandingkan permainan modern

Terdapat banyak keunggulan permainan tradisional dibandingkan dengan permainan modern, hal ini diungkapkan oleh Ibu Yuli Astutiyaitu permainan tradisional memiliki banyak keunggulan diantaranya adalah permainan tradisional mengajarkan tentang kepedulian sosialsecara tidak langsung karena permainan tradisional dilakukan secara berkelompok sehingga melatih komunikasi dengan teman sebaya,permainan tradisional juga memiliki banyak gerakan seperti 21 berolahraga dapat menyehatkan tubuh. Hal ini sejalan dengan dengan yang diungkapkan oleh ketua RT001/07 bahwa keunggulan permainan tradisional terleak pada melatih anak bersosialisasi dengan lingkungan melalui permainan 22 berkelompok seperti permainan tradisional.

21 Hasil wawancara dengan Ibu Yuli Astuti guru SDN Kebayoran Lama Utara 03 Pagi , Jakarta

  Selatan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa keunggulan permainan tradisional dibandingkan denganpermainan modern adalah sebagai berikut: 1)Permainan tradisional dimainkan secara berkelompok sehingga anak bisa bersosialisasi dibandingkan permainan modern yanghanya dimainkan sendiri. 4)Permainan tradisional secara tidak langsung mengenalkan anak pada lingkungan sekitar sehingga anak lebih mengenallingkungan tempat tinggal.

2. Karakter a

  Sedangkan menurut Imam Ghozali menganggap bahwa karakter adalah lebih dekat dengan akhlak yaitu spontanitas manusia dalam bersikap,atau melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga 24 ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi. Menurut hasil wawancara dengan Dea Nida pengertian jujur yaitu:“Jujur adalah sifat yang berkata sesuai dengan kenyataan tanpa adanya pengurangan atau penambahan dalam menyampaikan, tanggung jawabadalah sifat yang melaksanakan tugas yang diberikan kepada orang tersebut dengan baik, peduli lingkungan dan sosial adalah sifat peduli 27 terhadap lingkungan sekitar d an lingkungan masyarakat”.

a. Nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional egrang, bentengan dan galah asin

  Karakter toleransi tercermin dalam permainan bentengan karena dalam permainan ini terdiri dari 5-10anak yang setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda dari segi agama, latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dan sosial 44 sehingga setiap anak harus saling menghargai satu dengan yang lain. Lembaga kebudayaan betawi yang diwakili oleh Bapak Entong mengungkapkan bahwa cinta tanah air adalah perbuatan yangmenunjukkan kesetiaan dan menjunjung tinggi terhadap negara dalam hal ini diwujudkan dengan lebih meilih melestarikan permainan tradisionaldibandingkan memainkan permainan yang sedang berkembang saat ini 46 yaitu permainan modern.

21.30 WIB

  49 Hasil wawancara dengan Dea Nida siswi SMAN 29 Jakarta kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan Peduli sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi 51 bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Berdasarkan hasil observasi karakter cinta tanah air tercermin karena anak-anak lebih memiliki permainan tradisional dibandingkan 58 permainan yang modern yang berkembang saat ini.

54 Hasil wawancara dengan Ibu Ida Marlida guru SDN 04 Kelurahan Kbayoran Lama Utara, Jakarta Selatan

60 C

  Permainan tradisional memiliki keunggulan yang berkaitan dengan kesehatan jasmani dan roahani karena permainan tradisional seperti berolahraga sehingga semua anggota tubuh bergerak, dalam hal ksehatanrohani di permainan tradisional mengutamakan kesenangan bukan kemenangan sehingga secara rohani pemain akan sehat pula. Permainan tradisional memiliki keunggulan yang berkaitan kepedulian sosial karena dalam permainan tradisional secara tidak langsung mengajarkan pemain agar peduli terhadap lingkungan sosial, pekaterhadap lingkungan dan tidak bersifat individualis.

D. Keterbatasan Penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian ini menekankan pada nilai karakter dalam permainan

  Waktu yang sempit juga menjadi keterbatasan peneliti tradisional betawi khususnya permainan permainan bentengan, permainan jangkungan atau engrang, dan permainan galah asin. Permainan tradisional memiliki banyak nilai karakter yang sehingga melatih anak memiliki kepribadian yang baik dibandingkan permainan modern seperti playstation dan gedget.

B. Saran

  Penduduk Kelurahan Kebayoran Lama Utara lebih selektif dalam memilih permainan untuk anak salah satu alternatif yang digunakan anakmenggunakan permainan tradisional. Penduduk Kelurahan Kebayoran Lama Utara diharapkan mengurangi penggunaan permainan tradisional playstation dan gedget karenapermainan tersebut hanya mementingkan kemenangan tanpa memikirkan kesenangan, sedangkan inti dari melakukan permainan adalahmendapatkan kegembiraan dan kesenangan.

DAFTAR PUSTAKA

  Lampiran 1Pedoman wawancara “Analisis nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional pada masyarakat Betawi” Nama : 1. Jika tahu permainan apa saja yang saudara ketahui!

2. Apakah saudara mengetahui cara bermain permainan tradisional tersebut? 3

  Karakter kepedulian sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Jawab:Bentengan karakter yang terkandung adalah kerjasama, solidaritas, tanggung jawab, Pedoman Wawancara “Analisis nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional pada masyarakat Betawi”Nama : Bapak Entong Sukirman Lembaga Kebudayaan Betawi 1.

10. Nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional bentengan, egrang dan

  Jujur adalah sifat yang berkata sesuai dengan kenyataan tanpa adanya pengurangan atau penambahan dalam menyampaikan, tanggung jawab adalah sifat yangmelaksanakan tugas yang diberikan kepada orang tersebut dengan baik, peduli lingkungan dan sosial adalah sifat peduli terhadap lingkungan sekitar dan lingkungan galah asin? Permainan tradisional betawi yang Masih banyak terdapat permainan tradisional yang masih dimainkan di Wilayah dimainkan oleh anak-anak di Kelurahan KebayoranKelurahan Kebayoran Lama Lama Utara contohnya adalah gundu kusir, petak umpet Utara.

Dokumen baru