Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah

Gratis

2
55
77
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menyadari kekurangan dan kelemahan baik dalam teknik penulisan maupun isi, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulismengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan Tugas Akhir ini. Mekanisme Pelaksanaan Penghapusa Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan Piutang Pajak Di KPP Pratama Medan Petisah .......

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri Pemerintah berupaya untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan

  Pajak dapat diartikan sebagai iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapat kontraprestasi secara langsung yang dapat ditujukan dan 1 2 digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER – 02/PJ/2012, PiutangPajak adalah piutang yang timbul atas pendapatan pajak sebagaimana diatur dalam Undang - Undang Perpajakan yang belum dilunasi sampai dengan akhir periode pelaporan.

1. Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri

  Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan PKLM adalah : 1.1 Untuk mengetahui Langkah - Langkah Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah. 1.2 Untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan–hambatan dalam pelaksanaan Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak tersebut.

2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri

2.1 Bagi Mahasiswa a

  Sebagai sarana untuk mempererat hubungan yang positif antara KantorPelayanan Pajak Pratama Medan Petisah dengan Program StudiAdministrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara. Dengan dilaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM), mahasiswa dapat memberikan kritik dan saran untuk memperbaiki sistem pelayanan diKantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah.

2.3 Bagi Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan a

  Mempererat hubungan kerjasama Program Studi Diploma III AdministrasiPerpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas SumateraUtara dengan instansi pemerintah khususnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah. Membuka interaksi antara Program Studi Diploma III AdministrasiPerpajakan dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah dalam memberikan uji nyata mengenai ilmu pengetahuan yang diterima mahasiswamelalui PKLM.

C. Uraian Teoritis

1. Definisi Pajak

  Adriani (Waluyo, 2010:3) yang dimaksud : “Pajak adalah iuran wajib masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajibmembayarnya menurut peraturan-peraturan umum (Undang-Undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjukan dan yang gunanya adalah untukmembiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan”. Piutang Pajak Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER – 02/PJ/2012,Piutang Pajak adalah piutang yang timbul atas pendapatan pajak sebagaimana diatur dalam Undang - Undang Perpajakan yang belum dilunasi sampai dengan akhir periodepelaporan.

D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri

  Langkah-Langkah Pelaksanaan Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah.. Apa saja yang menjadi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak tersebut.

E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri

  Observasi Lapangan 10 Yaitu dengan melakukan peninjauan atau pengamatan secara langsung pada objek praktek kerja lapangan untuk mengetahui sistem - sistem yang berlakuserta mempelajari laporan - laporan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. Analisis Data dan Evaluasi Yaitu kegiatan studi yang dilakukan dengan cara menganalisa permasalahan dan kendala yang dihadapi dan mencari tahu atau menanyakan solusi/jalankeluar yang terbaik untuk memecahkan masalah tersebut.

F. Metode Pengumpulan Data

Dalam melakukan pengumpulan data digunakan tiga metode yaitu :

1. Metode Pengamatan (Observation)

Pengumpulan dan pencarian data dengan cara langsung maupun tidak langsung terjun ke lapangan untuk melakukan peninjauan yang dilakukan oleh penulis 11 dengan mengadakan pengamatan langsung ditempat PKLM sehubungan dengan objek studi yang akan di spesialisasikan oleh penulis.

2. Daftar Dokumentasi (Documentation)

  Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Petisah Sebagai gambaran umum Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah semula bernama Kantor Pelayanan Pajak Medan Utara. Denganadanya reorganisasi tersebut, maka unit kerja yang dulu dikenal KPP diganti dengan KPPPratama dan KPP Madya.

1. KPP Madya Medan 2

  Waskon I yang wilayah kerjanya meliputi : a. Adapun ruang lingkup wilayah kerja dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama MedanPetisah meliputi : 1.

2. Waskon II yang wilayah kerjanya meliputi : a

  31 Desember 2014 berjumlah yang terdiri dari: 15Tabel 1 Jumlah Wajib Pajak KPP Pratama Medan Petisah No Jenis Wajib Pajak Jumlah 1 Orang Pribadi 88.932 2 Badan 11.424 3 Bendaharawan 217Sumber: KPP Pratama Medan Petisah ` KPP Pratama adalah instansi vertikal Direktoral Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah. KPP Pratamamempunyai tugas melaksanakan penyuluhan dan pelayanan pajak di bidang PajakPenghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Atas Barang Mewah(PPnBM), dan Pajak Bumi dan Bangunan dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan per Undang-Undangan yang berlaku.

B. Visi dan Misi KPP Pratama Medan Petisah

  Untuk mencapai tujuan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak telah mencanangkan visi dan misi sebagai pedoman dalam melakukan setiap kegiatan. Adapun Visi dan Misi tersebut adalah sebagai berikut : Visi Menjadi institusi pemerintahan yang menyelenggarakan sistem administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi Misi Misi Fiskal : Menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkanUndang-Undang Perpajakan dengan tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi.

C. Tugas dan Fungsi KPP Pratama Medan Petisah

  Pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, serta penilaianobjek Pajak Bumi dan Bangunan. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya.

D. Struktur Organisasi KPP Pratama Medan Petisah

  Jenis struktur organisasi yang digunakan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama MedanPetisah adalah jenis struktur line and staff organization atau gabungan dari jenis struktur organisasi garis dan organisasi fungsional. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah dipimpin oleh seorang KepalaKantor yang secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Kantor wilayah DitjenPajak.

1. Sub Bagian Umum 2

Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI) 3.Seksi Pelayanan 20

4. Seksi Pemeriksaan 5

  Kelompok Fungsional Pemeriksa Pajak dan Penilai PBB Tugas dan fungsi masing-masing akan di uraikan dalam setiap seksi, untuk dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Mengkoordinasi pemantauan pelaporan dan pembayaran masa dan tahunan PPh dan pembayaran masa PPN/PPnBM serta pembayaran BPHTB dan PBB untukmengetahui tingkat kepatuhan wajib pajak serta mengendalikan pelaksanaan pemeriksaan pajak.

4. Seksi Pelayanan

  Melakukan penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan Wajib Pajak dan surat lainnya. Pelaksanaan penatausahaan Surat Keputusan Pembetulan/ Keberatan/PutusanBanding/ Pengurangan atau Pembatalan ketetapan Pajak dan Surat Keputusan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi pada Seksi Penagihan.

8. Seksi Pengawasan dan Konsultasi

  Pelaksanaan penyelesaian permohonan keberatan, pembetulan, pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai danPajak Penjualan atas Barang Mewah di KPP. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya.

9. Fungsional Pemeriksa dan Penilai

  Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. b)Setiap kelompok tersebut dikoordinasikan oleh pejabat fungsional senior yang ditunjuk oleh kepala kantor wilayah sebagai supervisor, atau kepala KPP yangbersangkutan.

c) Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja

d)Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perUndang- Undangan yang berlaku. 27

STRUKTUR ORGANISASI

  Gambaran Pegawai KPP Pratama Medan Petisah Telah dijelaskan di atas bahwa wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak PratamaMedan Petisah adalah Kecamatan Medan Petisah, Kecamatan Medan Sunggal, danKecamatan Medan Helvetia. Kantor Pelayanan Pajak Medan Petisah ini dikepalai oleh seorang Kepala Kantor yang membawahi 10 seksi dan 1 kelompok jabatan Fungsional.

1. Berdasarkan Pendidikan

  Berdasarkan Pangkat 3. Berdasarkan Esselon BAB III GAMBARAN DATA PKLM A.

1. Sistem Pemungutan Pajak

  Oleh karena itu, Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk memperhitungkan sendiri pajak yang terutang, membayar 29 30 sendiri jumlah pajak yang terutang, melaporkan sendiri jumlah pajak yang terutang dan mempertanggungjawabkan pajak yang terutang. With Holding SystemSistem pemungutan pajak memberi wewenang kepada pihak ketiga yang ditunjuk untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak sesuai denganperaturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

1.2 Hak dan Kewajiban Wajib Pajak

  Menyelenggarakan Pembukuan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak Badan yang 32 melakukan pencatatan bagi wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yangdiperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas Wajib Pajak atau Objek yang terutang pajak, memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangyang dipandang perlu dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan dan/atau memberikan keterangan lain yang perlu diperiksa apabila diperiksa.

1.3. Subjek Dan Objek Pajak

  Subjek PajakYang dimaksud dengan subjek pajak adalah orang pribadi atau badan dan bentuk usaha tetap, warisan tidak/belum dibagi yang bertempat tinggal di Indonesia yangmemungkinkan dapat menerima atau memperoleh penghasilan di Indonesia. Objek PajakSecara teoritis yang dimaksud dengan Objek Pajak adalah keadaan-keadaaan, peristiwa-peristiwa, atau perbuatan yang melibatkan objek berupa penghasilan yangselayaknya dikenakan pajak.

B. Pengertian Dan Dasar Hukum Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak

1. Pengertian Penghapusan Piutang Pajak

  Piutang pajak yang dapat dihapuskan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untukWajib Pajak orang pribadi adalah piutang pajak yang tidak dapat atau tidak mungkin ditagih lagi, disebabkan karena:a. Piutang pajak yang dapat dihapuskan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untukWajib Pajak badan adalah piutang pajak yang tidak dapat atau tidak mungkin ditagih lagi, disebabkan karena: 36 a.

2. Dasar Hukum Penghapusan Piutang Pajak

  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85/PMK.03/2010 tanggal 13 April 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 24/PMK.03/2008 37 Tentang cara Pelaksanaan Penagihan Pajak dengan Surat Paksa dan Pelaksanaan Penagihan Seketika Sekaligus.(2010). Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER – 02/PJ/2012 Tentang Penggolongan Kualitas Piutang Pajak Dan Cara Penyisihan Piutang Pajak.

C. Syarat-Syarat Dan Prosedur Pelaksanaan Penghapusan Piutang Pajak

1. Syarat-Syarat Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak

  1.1 Syarat-syarat Penghapusan Piutang PajakPenghapusan piutang pajak dapat dilakukan dalam hal hak menagih Direktorat Jenderal Pajak telah melampaui jangka waktu dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak penerbitan Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, serta SuratKetetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, dan Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, serta Putusan Peninjauan Kembali. 1.2Penelitian Setempat dan Penelitian AdministrasiDalam Pasal 2 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor 625/PJ./2001 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan Piutang Pajak dijelaskan yang dimaksud dengan penelitian setempat dan penelitian administrasi.

2. Pelaksanaan Penghapusan Piutang Pajak 1

  Jika penagihan sampai tingkat ini piutang pajak tetap tidak mungkin ditagih karena: Wakilnya secara nyata juga sudah jatuh miskin dan dikuatkan dengan surat Wakilnya dapat membuktikan dan meyakinkan Jenderal Pajak bahwa Maka piutang pajak tersebut dapat dihapuskan dengan syarat wajib pajak 42 Pajak tidak bersedia membubarkan diri maka penghapusan dilakukan sesudah hak untuk menagih daluwarsa. Daluwarsa penagihan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh apabila:a.diterbitkan Surat Paksa; b.ada pengakuan utang pajak dari Wajib Pajak baik langsung maupun tidak langsung;c.diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5), atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4); atau d.dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.

1. Tata Cara Pengusulan Penghapusan Piutang Pajak

  Melakukan penelitian atas piutang pajak yang tidak dapat ditagih lagi, baik penelitian administrasi maupun penelitian setempat, sebagaimana dimaksud 48 dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan No 68/PMK.03/2012 tanggal 2 Mei 2012 tentang Tata Cara Pengahapusan Piutang Pajak danPenetapan Besarnya Penghapusan. Penelitian setempat adalah penelitian yang dilakukan dalam rangka penghapusan piutang pajak yang tidak dapat ditagih lagi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1ayat (2) huruf a dan b serta Pasal 1 ayat (3) huruf a Peraturan Menteri Keuangan 49 Nomor 68/PMK.03/2012 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak danPenetapan Besarnya Penghapusan, karena: a.

1. Tindak Lanjut Penghapusan Piutang Pajak

  Mengurangkan data piutang pajak paling lambat 1 (satu) bulan sejak penerimaan salinan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penghapusan Piutang Pajak danKeputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Rincian Penghapusan Piutang Pajak. Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menteri Keuangan tentang penghapusan piutang pajak, Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan memperhatikantata cara tindak lanjut keputusan penghapusan piutang pajak.

ANALISA DAN EVALUASI DATA

A. Mekanisme Pelaksanaan Penghapusa Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan Piutang Pajak Di KPP Pratama Medan Petisah

52 BAB IV Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 6Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, perlumenetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan.

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara

  Berita acara Penelitian Usulan Penghapusan Piutang Pajak angka 5 yakni “Telah dilakukan penagihan pajak sekurang-kurangnya sampai dengan pemberitahuan SuratPaksa dalam hal piutang pajak tidak dapat ditagih lagi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) huruf a dan huruf b serta Pasal 1 ayat (3) huruf a Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2012 tentang Tata Cara Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya; 4. Hak Negara untuk melakukan penagihan pajak tidak dapat dilaksanakan karena kondisi tertentu sehubungan dengan adanya perubahan kebijakan dan/atauberdasarkan pertimbangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.(3) Piutang pajak yang dapat dihapuskan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Wajib Pajak badan adalah piutang pajak yang tidak dapat ditagi lagi karena: a.

B. Hambatan-Hambatan dalam Pelaksanaan Penghapusan Piutang Pajak

  Dalam pelaksanaan kegiatan penghapusan piuatang pajak yang dilakukan KantorPelayanan Pajak Pratama Medan Petisah belum cukup berhasil, hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan :a. Upaya Upaya Yang Dilakukan Untuk Mengatasi Hambatan Penghapusan Piutang Pajak 60 61 Melampirkan daftar rekapitulasi data pembayaran melalui SSP yang diterima dalam Pengembangan aplikasi manajemen piutang pajak yang dapat menampilkan proses Menertbitkan khor/dokumen dari berkas Wajib Pajak yang hilang.

D. Penghapusan Piutang Pajak Yang Belum Dilaksanakan Di KPP Pratama Medan Petisah

  Pada dasarnya di KPP Pratama Medan Petisah akan dilakukan Penghapusan Piutang Pajak, tapi sampai saat ini belum dapat dilaksanakan dikarenakan belum adanya persetujuan dariDirektorat Jenderal Pajak. Usulan Penghapusan Piutang Pajak di Kantor PelayananPajak dikirimkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) lalu Kanwil mengusulkan ke Dirjen Pajak kemudian ke pusatnya yaitu Menteri Keuangan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Dari uraian-uraian pada bab sebelumnya, penulis menyimpulkan. Pajak merupakan

  MengenaiMekanisme Penghapusan Piutang Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama MedanPetisah. Adapun mekanisme penghapusan piutang pajak :KPP lebih memperhatikan dan melaksanakan ketentuan tata cara manajemen piutang pajak sebagaimana tertuang dalam SE-36/PJ/2010.

2. Hambatan-hambatan mekanisme penghapusan piutang pajak :

  Dalam pelaksanaan kegiatan penghapusan piuatang pajak yang dilakukan KantorPelayanan Pajak Pratama Medan Petisah belum cukup berhasil, hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan :a. Upaya-upaya yang dilakukan mengatasi hambatan-hambatan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penambahan jumlah pegawai, Meningkatkanpengamanan dalam teknologi sistem informasi, pemeriksaan penulisan dan keakuratan data dan alamat yang dicantumkan Wajib Pajak, meningkatkan upayapenyuluhan yang dilakukan pemerintah melalui DJP, Mengembangkan aplikasiSistem informasi manajemen piutang pajak dan Melakukan pengawasan terhadap KPP di wilayahnya dalam hal usulan penghapusan piutang.

B. SARAN 1

  Dalam hal tata cara penghapusan piutang pajak hendaknya dilaksanakan dalam waktu yang singkat, dan dengan cara yang efisien agar tidak terjadi piutang pajak yangdaluwarsa yang sangat merugikan. 2 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: 625/PJ./2001 Tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan Piutang Pajak.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Prosedur Pelaksanaan Penagihan Aktif Terhadap Wajib Pajak Dalam Pencapaian Pelunasan Tunggakan Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak (Kpp) Pratama Medan Timur
0
46
84
Tatacara Penagihan Aktif Terhadap Wajib Pajak Yang Memiliki Hutang Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (Kpp) Pratama Medan Barat
0
44
78
Peranan Pemeriksaan Sederhana Dalam Penerimaan Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Kota
1
78
85
Tata Cara Pemeriksaan Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah
3
85
54
Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Pelayanan Publik Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP PRATAMA) Pematang Siantar
3
74
116
Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
7
60
60
Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Fungsional Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam
0
27
70
Pelaksanaan Prosedur Penyitaan Barang Wajib Pajak Akibat Dari Utang Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah
1
25
57
Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
1
21
60
Cover Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
0
1
7
Chapter I Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
0
0
8
Chapter II Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
0
0
16
Reference Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya Di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
0
0
1
Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah
0
0
17
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri - Mekanisme Penghapusan Piutang Pajak dan Masalahnya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah
0
0
11
Show more