Medan Convention Center (Architechture Metafora)

 5  59  125  2017-01-18 05:19:22 Laporkan dokumen yang dilanggar

MEDAN CONVENTION CENTER (ARSITEKTUR METAFORA) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 - TUGAS AKHIR SEMESTER A TAHUN AJARAN 2010 / 2011

MEDAN CONVENTION CENTER (ARSITEKTUR METAFORA) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 - TUGAS AKHIR SEMESTER A TAHUN AJARAN 2010 / 2011 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh GelarSarjana Arsitektur Oleh ANNISA THOYYIBAH 060406035 MEDAN CONVENTION CENTER ( ARSITEKTUR METAFORA )

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010

MEDAN CONVENTION CENTER ( ARSITEKTUR METAFORA ) Oleh :

ANNISA THOYYIBAH 06 0406 035

  Medan, 22 Desember 2010Disetujui Oleh : Ketua Departemen ArsitekturIr. MT Pembimbing II SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK TUGAS AKHIR (SHP2A) Nama : Annisa ThoyyibahNIM : 06 0406 035Judul Proyek Tugas Akhir : Medan Convention CenterTema : Arsitektur MetaforaRekapitulasi Nilai : A B+ B C+ C D E Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan :Waktu Paraf Paraf KoordinatorNo.

KATA PENGANTAR

  Pada kesempatan ini, dengan tulus dan kerendahan hati, penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih serta penghargaan sebesar-besarnyakepada pembimbing tugas akhir bapak Devin Defriza, ST. Allah SWT, zat yang paling mulia, yang selalu membuka pintu rahmat dan pertolongan-Nya kepada penulis hingga dapat menyelesaikanjenjang pendidikan ini.

10. Ir. Vinky N. Rahman, MT, dosen tekbang yang membantu saya dalam menyelesaikan struktur bangunan saya

  Kiranya Allah SWT memberikan dan melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya bagi mereka atas segala yang telah diperbuat untuk penulis. Analisa Sarana dan Prasarana pada Site ...............................

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Medan, sebagai salah satu kota terbesar ketiga di Indonesia, yang saat ini

  Meningkatnya kegiatan di kota Medansaat ini tidak didukung oleh penyediaan fasilitas yang dapat mengakomodasi kegiatan tersebut, sehingga mendorong di butuhkannya sebuah sarana yang dapat menampungkegiatan-kegiatan yang bersifat konvensi tersebut. Konsep dari bangunan ini sendiri pun nantinya, akan dilakukan eksplorasi desain untuk memperoleh memperoleh alternatif-alternatifdesain yang terbaik sehingga menjadikan Medan Convention Center ini dapat menampung kegiatan pertemuan dan konvensi bertaraf internasional dan menjadisalah satu landmark di kota Medan.

I. 2. MAKSUD DAN TUJUAN

  PERUMUSAN MASALAH Masalah yang timbul dalam perancangan proyek antara lain:  Bagaimana menerapkan tema dalam perencanaan dan perancangan kasus. Bagaimana menyediakan ruang-ruang yang sesuai dengan aktifitas-aktifitas yang ada dan dapat memberikan kenyamanan.  Penampilan & lighting yang ditampilkan harus menarik sehingga bangunanMedan Convention Center ini merupakan salah satu khasanah yang dicari orang yang menjadi trend di Kota Medan sebagai sebuah kota Metropolitan dan kotabisnis yang berskala nasional maupun internasional.

I. 5. ASUMSI-ASUMSI

Proyek pada judul ini bersifat fiktif, maka asumsi-asumsi yang diperlukan untuk mendukung proses perencanaan dan proses perancangan antara lain:

1.6. KERANGKA BERPIKIR

  Analisa Fungsional (Analisa Nonfisik) Pengguna, alur kegiatan, dll ProgrammingProgram ruang dalam dan Konsep Perancangan Konsep ruang luar, ruang dalam, Desain P Tujuan dan Manfaat1. Merencanakan suatu wadah yang menyediakan fasilitas perayaan ataupun selebrasi baik formal maupun informal.

1.7. SISTEMATIKA LAPORAN

  BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang kajian latar belakang, maksud dan tujuan, perumusan masalah dan batasan , pendekatan, asumsi-asumsi , kerangka berpikir , dan sistematika laporan. BAB III ELABORASI TEMA Berisi tentang kajian mengenai pengertian, interpretasi, dan keterkaitan tema dengan judul serta studi banding terhadap bangunan-bangunan yang menerapkan tema yang sejenis.

BAB II DESKRIPSI PROYEK II.1. TERMINOLOGI JUDUL Judul proyek ini adalah MEDAN CONVENTION CENTER. Berikut merupakan penjelasan dari judul tersebut. Medan adalah salah satu nama kota terbesar ke-3 di Indonesia yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara yang berada di Pulau Sumatera. Pengertian Convention :

  o Pertemuan sekelompok orang yang secara bersama-sama bertukar pikiran, pengalaman dan informasi melalui pembicaraan terbuka, salingsiap untuk mendengar dan didengar serta mempelajari, mendiskusikan kemudian menyimpulkan topik-topik yang dibahas dalam pertemuandimaksud. Berdasarkan pengertian diatas, maka Medan Convention Center adalah suatu bangunan atau kelompok bangunan yang merupakan pusat kegiatan masyarakat kota,1 nasional maupun internasional, dimana dapat berupa suatu pertemuan, kongres,2 Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No.

II. 2.2. Lokasi

  Tinjauan Pemilihan Kota Medan Pemilihan lokasi kota Medan untuk Medan performing arts center: b. Kriteria Pemilihan Lokasi Sebagai sebuah bangunan publik, entertainment untuk lapisan masyarakat menengah ke atas, hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih lokasi yangmendukung keberadaan Medan Convention center beserta fasilitas pendukungnya tersebut, yaitu : .

PETA WILAYAH PENGEMBANGAN

  Area pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi-fungsi yang dapat salingmendukung dengan bangunan yang direncanakan atau di sekitarpemukiman yang belum ada fasilitas 4. Balai Kota (Deli Plaza) Kelurahan Kesawan KecamatanMedan Barat Kotamadya Medan Luas : ± 62.000 m² (6,2 Ha) Batas-batas site : Jalan-jalan utama di sekitar site : Di sekitar kawasan Deli Plaza terdapat beberapa jalan-jalan utama yang menghubungkan kawasan ini dengan daerah yang lain, diantaranya : Lebar Jalan Jl.

2. Trade fair/ exhibition/ pameran

  Company eventMerupakan pertemuan yang dilakukan oleh perusahaan besar yang pesertanya merupakan karyawan dari perusahaan tersebut, seperti kegiatanpertemuan perusahaan Honda Motor Indonesia. Program insentifMerupkan kegiatan pertemuan yang diselenggarakan perusahaan besar, pesertanya merupakan karyawan khusus atau dealer khusus dari perusahaantersebut, yang bisa meningkatkan provit perusahaan 6.

II. 3.1.2 Kegiatan

Adapun kegiatan di Medan exhibition center adalah

A. Konvensi

  Pameran Exhibition center mempunyai kegiatan dalam hal melakukan suatu pergelaran pameran yang mana memamerkan beberapa bentuk objek contohnya :Pameran dagang, seperti furniture expo, pameran komputer, pameran - buku, pameran otomotif. Kegiatan kelompok penunjang Yaitu kelompok kegiatan yang mendukung keberlangsungan kegiatan seperti kegiatan pengelolaan, sistem manejemen/teknis bangunan, dan kegiatan lainnya yangberfungsi menghidupkan mobilitas manusia di dalam bangunan.

II. 3.2 Deskripsi perilaku

II. 3.3 Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang

  Berdasarkan sifat aktifitas yang dilakukan, prilaku dari pengguna Medan internasional exhibitionm center terbagi atas 2 yaitu : Persyaratan ruang dan kriteria yang harus diprhatikan dalam merencanakan dan merancang sebuah exhibition center adalah fleksibilitas ruang pameran,kenyamanan pengunjung yang dihubungkan dengan keadaan termal, pencahayaan terhadap objek yang di pamerkan, serta sirkulasi, baik sirkulasi dari pengunjungmaupun sirkulasi dari kegiatan pergudangan. Fleksibelnya suatu ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Tujuan dari perancangan pencahayaan adalah memberikan suatu lingkungan suasana lingkungan yang menyenangkan dan nyaman terhadap visual, Cahaya yang baik dapatmembuat atmospehere dan mood suatu ruangan menjadi lebih efektif .

A. Analisa kegiatan

  informasiOprasional Kantor teaterMencatat barang masuk dan keluar Kantor penerimaan barangMenyimpan barang GudangMenyediakan perlengkapanpanggung Loading dockIstirahat Kantin / toiletIbadah Mushola Peserta Menunggu pergelaranR.tunggu Melakukan pergelaranPanggung teater Menyimpan barang GudangBerias R. karyawan / kantin / toiletIbadah Mushola Karyawan Mengangkat dan menjaga barangmasuk dan keluar Loading dock / gudangGanti baju R.

B. Karakteristik ruang

Ruang Karakteristik kegiatanSuasana Kriteria ruang yang ingin dicapai Entrance Aksses masuk dalam siteRamai, bising, dipengaruhi iklim Pemisahan yang jelas antara aksesmasuk pengunjung dan servis, jelas, Mudah diakses, sirkulasi jelas,pemisahan antara parkir servis danpengunjung Entrance bangunan Masuk ke dalam bangunanRamai, non formal Nyaman, mudah diakses, sirkulasijelas, pemisahan antara service danpengunjung Lobby, fasilitas umumMenunggu, bersoasialisasi,mencari informasi Non formal, ramai Muda h dicapai, sirkulasi jelas,nyaman Pameran Kegiatan pameran digunakan jika adakegiatan, pengguna cendrungbergrerak/dinamis Non formal, ramai, bisingSirkulasi jelas, fleksibel danmenarik, kenyamanan,pencahayaan yang baik, keamanan Konfrensi dan rapatDigunakan jika ada kegiatan, kegiatankonfrensi, kegiatan bersifatmenetapkegiatan bersifat perjamuan,pertunjukan Formal, ramai Akustik ruang, fleksibel,kenyamanan, sirkulasi yang baikresatauran Makan, minum, dapat dikunjungioleh umum Non formal, ramai, pergerakan dinamisOrientasi, sirkulasi yang jelas,nyaman, menarik, fleksibelperkantoran Kegiatan Formal, tenang Fleksibel, nyaman,

II. 3.4. Studi Banding Proyek Sejenis

  Gambar 2.6 Glass Hall Sumber : Internet Block Cluster Block Cluster yang disusun oleh empat buah volume yang hampir kubikus dengan komposisi Square dari yang terkecil terletak di Utara dan terbesar di Selatan. Hal yang paling menajubkan dari TIF adalah penggunaan kaca yang mencapai 80% dari seluruh fasade bangunan, terutama pada Glass Hall yang luas kacanya 2 mencapai 20.000 m disusun atas panel – panel Laminated Heat-strengthened Glass setebal 17,5 mm yang merupakan produksi dari Asahi Glass of Japan ditopang olehspider joint pada tiap empat panel kaca yang dirangkaikan pada rangka baja lengkung.

BAB II I ELABORASI TEMA III.1. PENGERTIAN TEMA Tema yang dipilih untuk kasus proyek ini adalah Arsitektur Metafora, terdiri

  bahwa dari analogi terdapat empat istilah yang sangat berhubungan, yaitu yang kedua (B) menujuyang pertama (A) sebagaimana yang keempat (D) menuju yang ketiga (C), untuk itu kemudian secara metafora meletakkan D sebagai pengganti B dan B sebagaipengganti D. Jadi arsitektur metafora adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan atau keteknikan bangunan bangunan yang menggunakan perumpamaan atau kiasan atauungkapan bentuk, diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang menikmati atau memakai karyanya.

III. 2. INTERPRETASI TEMA

  Di awali dengan pintu masuk yang “menekan” perasaanpengunjung dengan luasan yang sempit dan di dindingnya terdapat air yang mengalir(water wall) seolah-olah pengunjung dibawa masuk ke dalam dasar laut yang amat dalam. Merekalah yang dapat mengukur sejauh mana tema metafora diterapkan ke dalam bangunan dan apakah metafora yang dimaksud oleh perancang sama dengan metaforayang dilihat oleh pengguna Melalui metafora, terutama ketika dia dicapai dengan teknik penggantian konsep, seseorang bisa mengaplikasikan pengetahuan dan interpretasi yang telahdimengerti untuk kasus nama pengganti dalam satu pekerjaan seseorang (Antoniades,1992).

11 Antoniade, 1992

  KETERKAITAN TEMA DENGAN JUDULMedan Convention Center ini merupakan suatu bangunan yang merupakan pusat kegiatan masyarakat kota, nasional maupun internasional, dimana dapat berupa suatu pertemuan, kongres, forum, pameran dan acara-acara public ceremony sepertiperayaan hari besar agama, pernikahan, konser musik,dll. Medan Convention Tema metafora diambil dan diterapkan pada perancangan Center ini untuk menciptakan suatu bangunan yang mampu menarik perhatian orang, mampu memberi kesan dan citra tersendiri, serta mampu menggugah persepsi danimajinasi orang yang melihatnya.

A. Museum of Fruit

  Terlebih lagi bentuk dan sifat buah atau bibit yang diambil tersebut sesuai dengan fungsi bangunannya yaitu sebagai Museum buah- Bangunan ini menggunakan tema metafora dengan kategori combine metaphor. buah-buahantampak pada museum, sementara kekayaan hubungan budaya dan sejarah antara manusia dan buah bisa disimbolkan dengan cara menyebarkan lahan bibit dan menjadimakmur dalam lingkungan tertentu serta pencampurannya bisa dilihat sebagai metafora hidup berdampingan dengan damai pada daerah yang bermacam2 di dunia,simbiosis manusia dan binatang, dan pemeliharaan alam.

B. Sydney Opera House

  Bentuknya yang melengkung berwarna putih menggunakan sistem struktur cangkang ( shell system ) selaras dan seolah – olah seperti echo dari pelengkungjembatan Sydney ini merupakan sistem struktur ruang dimana dalam hal ini dinding tanpa tiang menyatu dengan atap seperti pada rumah siput. Gambar.3.7 Denah Sidney Opera Sydney Gambar.3.9 Fasad dan denah Chapel Notre Dame-Du-Haut- Ronchamp Dinding – dinding kapel tidak ada yang lurus dan tegak seperti lazimnya bangunan pada umumnya tetapi semuanya merupakan komposisi dari dinding meliuk Dinding sebelah barat melengkung seperti huruf J, ujung utara sangat tebal lebih dari 2 meter makin ke selatan selain makin tinggi mencuat ke atas juga semakinberkurang tebalnya.

BAB IV ANALISA IV.1. ANALISA EKSISTING IV.1.1. Analisa Lokasi (Posisi Site Terhadap Kota-Kawasan Lingkungan) Lokasi proyek terletak di Kota Medan yang merupakan ibukota Propinsi Sumatera Utara daerah pusat WPP I Sumatera. Berada pada daerah

  pengembangan pusat kota yang terletak di Kecamatan Medan Barat dengan pusat pengembangannya daerah Sei Sikambing Medan. Letak geografis kotao o o o Medan berada pada 2 27’-2 47’ lintang utara dan 98 35’-98 44’ bujur timur.

C. Lokasi berada di persimpangan Jalan

  Adam Malik yang merupakan Jalan Arteri Primer Kota, serta diapit dua jalan lain yaitu Jalan Sei Deli dan Jalan Bangun. Jalur pada kedua jalantersebut memiliki dua jalur.

IV. 1.2. Kondisi Eksisting Lahan

  Gambar 56 analisa kondisi sekitar site A. Universitas dan Perkantoran C.

B. Rumah Penduduk

IV. 1.3. Tata Guna Lahan Peruntukan lahan

  Sebagai kawasan pusat kota, lokasi ini sangat potensial untuk dibangunnya bangunan yang bersifat rekreatif dan hiburan. Peta tata Guna Lahan dalam radius 500 meter :site Gambar 57 peta tata guna lahanFasilitas Umum Kantor Komersial (Restoran, (Sekolah, Rumah Sakit) Toko) Komersial (Ruko dan PemukimanRukan) Gambar 58 massa bangunan potensial sekitar site Melihat dari lokasi site yang berada pada jalan H.

IV. 1.4. Bulk (Ketebalan Bangunan)

  Gambar 59 peruntukan lahan berdasarkan fungsinya Bangunan di sekitar site memiliki KDB 60 % ,dengan ketebalan bangunan yang relatif tipis . Terdapat jarak antara bangunan dengan badan jalan yang cukupsignifikan pada bangunan sekitar site.

IV. 1.4. Batas Site

  Adam Malik yang merupakankawasan pemukiman danperkantoran Utaraberbatasan dengan Jalan H. Adam Malik yang merupakankawasan pendidikan,pemukiman, dan komersil,terdapat Showroom,bengkel, dan kampus LP3i.

IV. 1.5. Sarana dan Prasarana

Prasarana yang mendukung pada site diantaranya : Gambar 61 analisa sarana dan prasarana pada site Sarana yang mendukung pada site meliputi bidang ekonomi , budaya ,dan sosial ,diantaranya:

IV. 1.6. Skyline

  Banyak cara untuk menonjolkan bangunan selain dari ukuran dan ketinggian. Diharapkan bangunan ini akan menonjol dalam segi design dankenyamanan pengguna yang diharapkan akan banyak menarik minat pengguna.

IV. 1.7. Eksisting Bangunan Sekitar Site

  Gambar 64 analisa bangunan eksisting sekitar siteKampus LP3i Nissan Showroom BengkelPegadaian Mesjid RukoTabel 4.2bangunan eksisting sekitar site Lokasi Site yang berada di sekitar bangunan pendidikan dan bangunan perkantoran, sangat mendukung fungsi site sebagai tempat selebrasi atu konvensiyaitu Medan Convention Center. Tabel 4.4 keterangan analisa sirkulasi pejalan kaki Gambar 4.13 analisa pencapaian ke site Keterangan Pencapaian yang diakses melalaui Jalan Gatot Subroto Pencapaian yang diakses melalaui Jalan T.

IV. 2.2. Analisa Pencapaian

  Medan Marelan Angkutan umum yang tersedia di Kota Medan terdiri dari beberapa moda transportasi ,akan tetapi angkutan umum yang sering digunakan penduduk Medanuntuk menunjang aktivitas mereka yang umum digunakan adalah angkutan kota atau No. Adam Malik-Unimed 46 KPUM Tanjung Anom-Tembung 54 Medan Rahayu Kuala Bekala-Mandala 11 KPUM Padang Bulan-Sentis Tabel 4.7 jenis angkutan kota yang melewati site Penempatan Entarance Berdasarkan Analisa Pencapaian: A C B D Gambar 4.14 penempatan entrance berdasarkan analisa pencapaian KeteranganTitik A berada pada jalan arteri kota primer yang mudah dilalui dari berbagai penjuru Kota Medan.

IV. 2.3. Analisa View View ke luar. A

  D Gambar 4.15 analisa view ke luar site A B C DView dari dalam ke luar Pada posisi ini view Pada titik ini view yang Pada titk ini view yang bangunan dari posisi ini keluar cukup bagus dapa dilihat keluar dapat dilihat keluarcukup baik yang karena juga merupakan adalah adalah daerah adalah perumahan menghadap bangunan deretan bangunan bantaran sungai dan penduduk. Ini dapat buruk bagi view ke luar.penduduk, showroom, pertokoan dan dikategorikan sebagai dan universitas.

IV. 2.4. Analisa Vegetasi dan Matahari Vegetasi sekitar Site :

Tanggapan: Tabel 4.10 keterangan vegetasi sekitar site Gambar 4.18 analisa vegetasi dan matahari

IV. 2.5. Analisa Kebisingan B C A E D

  Intensitas kebisingan dari jalan Bangun cukup rendah , hal ini dikarenakan jalan ini merupakanjalan lingkungan dengan intensitas kenderaan yang D cukup rendah. Sirkulasi dan Penzoningan Sirkulasi Sirkulasi adalah suatu pencapaian yang dilakukan manusia untuk mencapai fungsi-fungsi yang diinginkan di dalam bangunan.

a. Pondasi bangunan (Sub Structure)

  Dalam memilih pondasi yang sesuai untuk Medan Convention Center, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu: 1. Batasan-batasan dari sekelilingnyaDitinjau dari segi pelaksanaannya, khususnya bila ada di dalam kota, ada beberapa keadaan dimana diusahakan dengan cara apapun untuk memasukkan kondisilingkungan ke dalam pertimbangan.

b. Badan dan atap bangunan (Upper Structure)

  Keuntungan struktur ini:  Mudah pelaksanaan  Tahan gempa  Ekonomis  Bukaan dan pembagian ruang yang lebih bebas karena dinding bukan sebagai struktur hanya pengisi. Rangka AtapStruktur atap merupakan struktur bentang lebar yang menggunakan truss atau rangka kaku yang ringan , efisien dan dapat mengekspresikan bentuk bangunan dengan bebas.

4.3.3. Analisa Utilitas Bangunan

  Elektrikal Panel DistribusiPanel Lighting Panel DistribusiPanel Gardu MainPompa Pompa PLN Meteran / Trafo PanelPanel Mesin AC AC PanelPower GeneratorDiagram 4.1. Plumbing Kloset Urinoir Kloset UrinoirSaluran Pembuangan Septic Tank R.

3. Pengkondisian Udara

  Sistem penghawaan dapat dibagi dua yaitu: Penghawaan alami Penghawaan buatan Keuntungan - Biaya lebih murah Udara Dingin Udara PanasCooling Tower Air Handling UnitChiller Kondensor Air Handling UnitInlet Unit Outlet Unit Ruangan Kerugian - Kenyamanan yang tercipta tidsk dapat dikontrol. Pengkondisisan udara Penggunaan kaca reflektif -Penggunaan sistem kaca ganda -Penggunaan air pendingin -Penggunaan blower (roof fan) untuk mempercepat aliran udara.

4. Pencahayaan

  Sistem Akustik Akustik digunakan untuk mendapatkan suara yang baik, maka tidak lepas dari penggunaan bahan dan konstruksi penyerap bunyi yang dipakai sebagai pengendalibunyi dalam ruang, diantaranya adalah: Karakteristik akustik dasar semua bahan berpori adalah suatu jaringan selular dengan pori-pori yang saling berhubungan. Kontrol lampu 292.4 m 240 m 2 2276 m 46 m 2 2230 m 20 m 2 20 m 2 190 m 2 15.4 m 2250 m 2 277 m 32 m 2 45 m 2 26112,8 m 1018,8 m 2 25094 m 50 m 2 30 m 2 2 30 m 2 FL FL FLAsmAsm FL FL NAsmAsmAsmAsm 2 FL 23510 m 585 m 2 22925 m 12 m 2 3 m 2 10 m 3 m 225 m 2 6 m 2 10 m 2 40 m 2 16 m 2 50 m 2 60 m 2 2 Subtotal Total R.

BAB V KONSEP PERANCANGAN V.1. Konsep Perancangan Tapak Penggunaan fungsi tapak dibagi secara acak dengan acuan bahwa massa

  bangunan akan diletakkan di tengah tapak. Pembagian fungsi tersebut secara garis besar yaitu: BA B B Gambar.

V. 2. Konsep Entrance D A B C E

  5.2 Konsep entrance pada site Berdasarkan analisa penempatan entrance yang sudah dibahas pada bab sebelumnya, ENTRANCE bangunan pada tapak akan dibuat dari setiap sisi jalanyang mengapit tapak tersebut sesuai dengan penzoningan fungsi tapak. TITIK A : Merupakan entrance untuk kenderaan mengakses ke dalam site.

V. 3. Konsep Vegetasi

  Tidak besarnya kuantitas vegetasi pada site dikarenakan karena tingginya vegetasi di sekitar site sesuai dengan yang telah dibahas pada analisa vegetasi di babsebelumnya. Vegetasi pada site direncanakan berupa area yang ditumbuhi rumput hijau dan beberapa jenis pohon dengan tingkat kerimbunan yang rendah.

V. 4. Konsep Perancangan Bangunan Konsep bangunan berawal dari gerakan ulat dan anatomi tubuh ulat

  5.4 Ulat Anatomi tubuh ulat yang beruas-ruas, tertuang ke dalam bentuk massa yang terbagi menjadi 4 segmen. 5.5 Bentukan massa awal Selanjutnya, bentukan ini dilengkapi konsep pencahayaan yang bentuknya diambil dari habitat ulat tersebut.

VI. 2. Ground Plan

VI. 3. Denah Lantai 1

  Gambar 6.2. Ground Plan Gambar6.3.

VI. 4. Denah Lantai 2

VI. 5. Tampak

  Gambar 6.4. Denah Lantai 2 Gambar 6.5.

VI. 6. Tampak dan Potongan

VI. 7. Rencana Pondasi, Pembalokan dan Atap

  Tampak dan Potongan Gambar 6.7.1. Rencana Pondasi Gambar 6.7.2 Rencana Pembalokan Gambar 6.7.3.

VI. 8. Rencana Utilitas

  Rencana Elektrikal Lantai 1 Gambar 6.8.2. Rencana Elektrikal Lantai 2 Gambar 6.8.3.

VI. 9. Rencana Proteksi Kebakaran

  Gambar 6.9.1. Rencana Proteksi Kebakaran Lantai 1 Gambar 6.9.2.

VI. 10. Detail Struktur

  Gambar 6.10.1. Detail Struktur Gambar 6.10.2.

VI. 11. Persfektif

  Gambar 6.11.1. Persfektif Eksterior Gambar 6.11.2.

VI. 12. Foto maket

Gambar 6.12. Foto maket

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Tags
Medan Tennis Center Medan Culinary Center Medan Tzuchi Center Medan Electronic Center Aceh Convention Center Medan Listrik Medan Youth Center

Green Architechture

Arsitektur Metafora

Cost Center

Shear Center

Idiom Metafora Inyu

Space Liability Convention

Muslimah Center

Health Center

Shopping Center

Medan Convention Center (Architechture Metafo..

Gratis

Feedback