Feedback

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 60 Ton TBS/Jam

Informasi dokumen
PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN BIOGAS DARI HASIL FERMENTASI THERMOFILIK LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT SISTEM RECYCLE MENJADI ENERGI LISTRIK UNTUK KAPASITAS 60 TON TBS/JAM TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Teknik Kimia DISUSUN OLEH: VANDI DESRIANDY NIM: 080405069 DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Assalammu‘alaikum Wr. Wb Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, ridho dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 60 Ton TBS/Jam. Pra rancangan pabrik ini disusun untuk melengkapi tugas-tugas dan merupakan salah satu syarat untuk menempuh ujian sarjana pada Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Akhir kata kepuasan dan kebahagian penulis dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulis selama mengerjakan skripsi. Penulis menyadari sepenuhnya tanpa dukungan dan bantuan mereka, penulis tidak mungkin dapat menyelesaikan skripsi ini. Perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Eng. Irvan, MSi sebagai Dosen Pembimbing I sekaligus Ketua Departemen Teknik Kimia FT USU yang telah membimbing, memberikan masukan dan arahan selama menyelesaikan skripsi ini. 2. Bapak Ir. Bambang Trisakti, M.Si sebagai Dosen Pembimbing II sekaigus dosen penguji I yang telah membimbing, memberikan masukan dan arahan selama menyelesaikan skripsi ini. 3. Ibu Ir. Renita Manurung, MT sebagai Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. 4. Ibu Dr. Ir. Fatimah, MSi, Sekretaris Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. 5. Ibu Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan, MT sebagai Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan kritik pada Tugas Akhir saya ini. 6. Ibu Dr. Ir. Hamidah Harahap, MSc sebagai Dosen Penguji III yang telah memberikan saran dan kritik pada Tugas Akhir saya ini. Universitas Sumatera Utara 7. Dan yang paling Teristimewa Ayahanda tercinta Yen Rizal dan Ibunda tercinta Dra. Erniati yang selalu sabar dan mendoakan, memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi. 8. Seluruh staf pengajar dan pengurus administrasi Departemen Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara. 9. Rekan seperjuangan Febriansyah A.R, atas kerjasamanya dalam penulisan tugas akhir ini dalam suka dan duka. 10. Teman-teman seperjuang penulis, Juki purnomo, Rizky martua Hsb, Edenta Ginting, Ahmad Syahrun Hsb, Alexander, Edwin Fauzi, Rendy ramadhan, yang tergabung dalam kelompok “PASKAS” , Cristopel Tobing, Rossi Wedana Tarigan dan teman-teman Eks-D4 2005 semua yang terus menyemangati dan selalu berbagi ilmu kepada penulis selama penyusunan skripsi. 11. Para pembimbing tambahan, Halim Cahjadi, ST, Riki Handoko, ST, Azlansyah, ST, Amalia Yolanda, ST, Senafati, ST, Dahyat, ST, yang telah memotivasi dan membantu dalam kelengkapan bahan penyusunan skripsi. 12. Pasukan LPPM yaitu bg Joel “Gondes”, Elton Jhon Situmeang, Dedy Anwar, Alfy syahrin, nanta “blak-blakan”, Basril, dan Jhon Almer. dan adik-adik junior 2006, 2007, 2008, 2009, 2010 semua yang telah memberikan bantuan dan doa kepada penulis. 13. Serta pihak-pihak yang telah ikut membantu penulis namun tidak tercantum namanya. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan penulisan ini. Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih. Medan, 20 Juli 2011 Penulis, Vandi Desriandy 08 0405 069 Universitas Sumatera Utara INTISARI Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan Biogas. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia, Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak saja, padahal biogas bisa juga dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit generator listrik. Pra rancangan pabrik pembuatan Biogas menjadi energi listrik ini direncanakan menghasilkan listrik dengan kapasitas 84,56 MWh/hari dan beroperasi selama 365 hari dalam satu tahun. Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di Perbaungan, Sumatera Utara dengan luas areal 3.180 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan 37 orang dengan melakukan kerjasama dengan PTPN IV Adolina dalam hal pengolahan limbah. Hasil evaluasi ekonomi Pabrik Pembuatan Biogas menjadi Energi listrik ini sebagai berikut: Total Modal Investasi : Rp 150.527.388.651,- Hasil Penjualan : Rp 157.405.374.000,- Profit Margin (PM) : 57,56 % Return on Investment (ROI) : 42,15 % Return on Network (RON) : 70,25 % Total Biaya Produksi : Rp 66.339.804.366,- Laba Bersih : Rp 63.444.669.250,- Break Even Point (BEP) : 41,49 % Pay Out Time (POT) : 2,37 tahun Internal Rate of Return (IRR) : 59,8 % Dari hasil evaluasi ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pembuatan Biogas menjadi energi listrik ini layak untuk didirikan Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR .i INTISARI . iii DAFTAR ISI . iv DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN .xi BAB I PENDAHULUAN . I-1 1.1 Latar Belakang. I-1 1.2 Rumusan Masalah. I-2 1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik . I-2 1.4 Manfaat Pra Rancangan Pabrik . I-3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . II-1 2.1 Pengertian Biogas . II-1 2.2 Sejarah Biogas . II-2 2.3 Faktor Yang Berpengaruh Pada Proses Anaerobik . II-3 2.3.1 Temperatur . II-3 2.3.2 Derajat Keasaman (pH) . II-4 2.3.3 Ketersediaan Unsur Hara . II-4 2.3.4 Alkalinitas . II-5 2.4 Tahapan Metabolisme dalam Degradasi Anarobik . II-5 2.4.1 Hidrolisis. II-5 2.4.2 Asidogenesis . II-5 2.4.3 Asetogenesis . II-6 2.4.3 Metagenesis. II-6 2.5 Palm Oill Mill Effluent (POME) . II-7 2.6 Pengaruh Sistem Recycle Terhadap Proses Pengolahan POME . II-9 2.7 Kegunaan Biogas . II-11 2.8 Deskripsi Proses dan Sifat-sifat Bahan Baku dan Produk . II-11 Universitas Sumatera Utara 2.8.1 Deskripsi Proses Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle . II-11 2.8.2 Sifat-Sifat Bahan Baku dan Produk . II-12 2.8.2.1 Ferro Klorida (FeCl2) . II-12 2.8.2.2 Natrium Karbonat (NaHCO3) . II-13 2.8.2.3 Nikel (II) Klorida (NiCl2) . II-13 2.8.2.4 Kobalt (II) Klorida (CoCl2) . II-13 2.8.2.5 Kalium Karbonat (K2CO3). II-14 2.8.2.6 Air (H2O) . II-14 2.8.2.7 Metana (CH4) . II-14 2.8.2.8 Karbondioksida (CO2) . II-15 BAB III NERACA MASSA .III-1 3.1 Tangki Neutralisasi .III-1 3.2 Tangki Pencampur .III-1 3.3 Reaktor Fermentasi .III-2 3.4 Bak Sedimentasi .III-2 3.5 Water Trap.III-3 3.6 Desulfurisasi .III-3 3.7 Generator .III-3 BAB IV NERACA ENERGI . IV-1 4.1 Tangki Neutraliser (M-112) . IV-1 4.2 Tangki Pencampur (M-122) . IV-1 4.3 Fermentor (R-210/R-220) . IV-1 BAB V SPESIFIKASI PERALATAN .V-1 5.1 Bak Umpan POME (BP-01).V-1 5.2 Pompa Umpan POME (P-01) .V-1 5.3 NaHCO3 Screw Conveyor (T-01).V-2 5.4 FeCl2 Screw Conveyor (T-02) .V-2 5.5 Tangki Neutralisasi (M-01) .V-2 5.6 Pompa Neutralisasi (P-02) .V-3 Universitas Sumatera Utara 5.7 Pompa Sedimentasi (P-05) .V-3 5.8 Pompa Sedimentasi (P-06) .V-3 5.9 Tangki Pencampur (M-02) .V-4 5.10 Pompa Umpan Fermentor I (P-04) .V-4 5.11 Fermentor I (R-01) .V-5 5.12 Pompa Umpan Reaktor Floating Roof (P-03) .V-5 5.13 Bioreaktor Floating roof (R-02) .V-6 5.14 Tangki Sedimenatsi (RC-01/02) .V-7 5.15 Water Trap(DT-01).V-7 5.18 Desulfuriser (D-01) .V-8 5.19 Generator (GE-01) .V-8 5.19.1 Kompresor .V-8 5.19.1 Turbin .V-9 BAB VI INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA . VI-1 6.1 Instrumentasi . VI-1 6.1.1 Tujuan Pengendalian . VI-2 6.1.2 Syarat Perancangan Pengendalian. VI-7 6.2 Keselamatan Kerja Pabrik . VI-13 BAB VII UTILITAS. VII-1 7.1 Kebutuhan Uap (Steam) . VII-1 7.3 Kebutuhan Listrik . VII-2 7.6 Limbah Pabrik Pembuatan Biogas . VII-4 BAB VIII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK . VIII-1 8.1 Lokasi Pabrik . VIII-1 8.1.1 Faktor Primer/Utama . VIII-2 8.1.2 Faktor Sekunder . VIII-3 8.2 Tata Letak Pabrik . VIII-7 8.3 Perincian Luas Tanah. VIII-8 BAB IX ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN . IX-1 9.1 Organisasi Perusahaan . IX-1 9.1.1 Bentuk Organisasi Garis . IX-2 9.1.2 Bentuk Organisasi Fungsionil. IX-2 Universitas Sumatera Utara 9.1.3 Bentuk Organisasi Garis dan Staf . IX-3 9.1.4 Bentuk Organisasi Fungsionil dan Staf . IX-3 9.2 Manajemen Perusahaan. IX-3 9.3 Bentuk Hukum Badan Usaha . IX-4 9.4 Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab . IX-7 9.5 Struktur Tenaga Kerja . IX-7 9.5.1 Pembagian Struktur Tenaga Kerja . IX-7 9.5.2 Jumlah Karyawan dan Tingkat Pendidikan . IX-8 9.5.3 Hak dan Kewajiban Karyawan . IX-9 9.5.4 Keselamatan Kerja . IX-11 BAB X EVALUASI EKONOMI.X-1 10.1 Modal Investasi.X-1 10.1.1 Modal Investasi Tetap/Fixed Capital Investment (FCI) . X-1 10.1.2 Modal Kerja/Working Capital (WC).X-3 10.2 Biaya Produksi Total (BPT)/Total Cost (TC) .X-4 10.2.1 Biaya Tetap (BT)/Fixed Cost (FC) .X-4 10.2.2 Biaya Variabel (BV)/Variable Cost (VC) . X-4 10.3 Total Penjualan (Total Sales) .X-5 10.4 Bonus Perusahaan .X-5 10.5 Perkiraan Rugi/Laba Usaha .X-5 10.6 Analisa Aspek Ekonomi.X-5 10.6.1 Profit Margin (PM) .X-5 10.6.2 Break Even Point (BEP) .X-6 10.6.3 Return On Investment (ROI).X-6 10.6.4 Pay Out Time (POT) .X-6 10.6.5 Return On Network (RON) .X-7 10.6.6 Internal Rate of Return (IRR) .X-7 BAB XI KESIMPULAN . XI-1 DAFTAR PUSTAKA .xi Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Komposisi Biogas . II-1 Tabel 2.2 Komposisi Kimia Limbah Cair POME . II-8 Tabel 2.3 Karakteristik Limbah POME dan Baku Mutu Limbah . II-9 Tabel 3.1 Neraca Massa pada Tangki Neutralisasi .III-1 Tabel 3.2 Neraca Massa Tangki Pencampur .III-1 Tabel 3.3 Neraca Massa Reaktor Fermentasi .III-2 Tabel 3.4 Neraca Massa Bak Sedimentasi .III-2 Tabel 3.5 Neraca Massa Water Trap.III-3 Tabel 3.6 Neraca Massa Desulfurisasi .III-3 Tabel 3.7 Neraca Massa Generator .III-3 Tabel 4.1 Neraca Energi Tangki Neutraliser (M-01) dapat dibedakan atas (Siagian, 1992): 1. Bentuk organisasi garis 2. Bentuk organisasi fungsionil 3. Bentuk organisasi garis dan staf 4. Bentuk organisasi fungsionil dan staf Universitas Sumatera Utara 9.1.1 Bentuk Organisasi Garis Ciri dari organisasi garis adalah: organisasi masih kecil, jumlah karyawan sedikit, pimpinan dan semua karyawan saling kenal dan spesialisasi kerja belum begitu tinggi (Siagian, 1992).    Kebaikan bentuk organisasi garis, yaitu : Kesatuan komando terjamin dengan baik, karena pimpinan berada di atas satu tangan. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berdiskusi masih sedikit atau tidak ada sama sekali. Rasa solidaritas di antara para karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.    Keburukan bentuk organisasi garis, yaitu: Seluruh kegiatan dalam organisasi terlalu bergantung kepada satu orang sehingga kalau seseorang itu tidak mampu, seluruh organisasi akan terancam kehancuran. Kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter. Karyawan tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang. 9.1.2 Bentuk Organisasi Fungsionil Ciri-ciri dari organisasi fungsionil adalah segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas, sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut (Siagian, 1992).    Kebaikan bentuk organisasi fungsionil, yaitu: Pembagian tugas-tugas jelas Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin Digunakan tenaga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsifungsinya   Keburukan bentuk organisasi fungsionil, yaitu: Karena adanya spesialisasi, sukar mengadakan penukaran atau pengalihan tanggung jawab kepada fungsinya. Para karyawan mementingkan bidang pekerjaannya, sehingga sukar dilaksanakan koordinasi. Universitas Sumatera Utara 9.1.3 Bentuk Organisasi Garis dan Staf     Kebaikan bentuk organisasi garis dan staf adalah: Dapat digunakan oleh setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, betapa pun luas tugasnya dan betapa pun kompleks susunan organisasinya. Pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah diambil, karena adanya staf ahli. Keburukan bentuk organisasi garis dan staf, adalah: Karyawan tidak saling mengenal, solidaritas sukar diharapkan. Karena rumit dan kompleksnya susunan organisasi, koordinasi kadang-kadang sukar diharapkan. 9.1.4 Bentuk Organisasi Fungsionil dan Staf Bentuk organisasi fungsionil dan staf, merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsionil dan bentuk organisasi garis dan staf. Kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini merupakan perpaduan dari bentuk organisasi yang dikombinasikan (Siagian, 1992). 9.2 Manajemen Perusahaan Umumnya perusahaan modern mempunyai kecenderungan bukan saja terhadap produksi, melainkan juga terhadap penanganan hingga menyangkut organisasi dan hubungan sosial atau manajemen keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas yang terdapat dalam suatu perusahaan atau suatu pabrik diatur oleh manajemen. Dengan kata lain bahwa manajemen bertindak memimpin, merencanakan, menyusun, mengawasi, dan meneliti hasil pekerjaan. Perusahaan dapat berjalan dengan baik secara menyeluruh, apabila perusahaan memiliki manajemen yang baik antara atasan dan bawahan (Siagian, 1992). Fungsi dari manajemen adalah meliputi usaha memimpin dan mengatur faktor-faktor ekonomis sedemikian rupa, sehingga usaha itu memberikan perkembangan dan keuntungan bagi mereka yang ada di lingkungan perusahaan. Dengan demikian, jelaslah bahwa pengertian manajemen itu meliputi semua tugas dan fungsi yang mempunyai hubungan yang erat dengan permulaan dari pembelanjaan perusahaan (financing). Universitas Sumatera Utara Dengan penjelasan ini dapat diambil suatu pengertian bahwa manajemen itu diartikan sebagai seni dan ilmu perencanaan (planning), pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan dari sumber daya manusia untuk mencapai tujuan (criteria) yang telah ditetapkan (Siagian, 1992). Menurut Siagian (1992), manajemen dibagi menjadi tiga kelas pada perusahaan besar yaitu: 1. Top manajemen 2. Middle manajemen 3. Operating manajemen Orang yang memimpin (pelaksana) manajemen disebut dengan manajer. Manajer ini berfungsi atau bertugas untuk mengawasi dan mengontrol agar manajemen dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketetapan yang digariskan bersama. Menurut Madura (2000), syarat-syarat manajer yang baik adalah: 1. Harus menjadi contoh (teladan) 2. Harus dapat menggerakkan bawahan 3. Harus bersifat mendorong 4. Penuh pengabdian terhadap tugas-tugas 5. Berani dan mampu mengatasi kesulitan yang terjadi 6. Bertanggung jawab, tegas dalam mengambil atau melaksanakan keputusan yang diambil. 7. Berjiwa besar. 9.3 Bentuk Hukum Badan Usaha Dalam mendirikan suatu perusahaan yang dapat mencapai tujuan dari perusahaan itu secara terus-menerus, maka harus dipilih bentuk perusahaan apa yang harus didirikan agar tujuan itu tercapai. Menurut Sutarto (2002), bentuk-bentuk badan usaha yang ada dalam praktek di Indonesia, antara lain adalah: 1. Perusahaan Perorangan 2. Persekutuan dengan firma 3. Persekutuan Komanditer 4. Perseroan Terbatas 5. Koperasi Universitas Sumatera Utara 6. Perusahaan Negara dan Perusahaan Daerah Bentuk badan usaha dalam Pra-rancangan Pabrik Pembuatan Biogas dari hasil fermentasi thermofilik limbah cair pabrik kelapa sawit sistem recycle menjadi energi adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), serta peraturan pelaksananya. Syarat-syarat pendirian Perseroan Terbatas adalah : 1. Didirikan oleh dua orang atau lebih, yang dimaksud dengan “orang” adalah orang perseorangan atau badan hukum. 2. Didirikan dengan akta otentik, yaitu di hadapan notaris. 3. Modal dasar perseroan, yaitu paling sedikit Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) atau 25 % dari modal dasar, tergantung mana yang lebih besar dan harus telah ditempatkan dan telah disetor. Prosedur pendirian Perseroan Terbatas adalah : 1. Pembuatan akta pendirian di hadapan notaris 2. Pengesahan oleh Menteri Kehakiman 3. Pendaftaran Perseroan 4. Pengumuman dalam tambahan berita Negara. Dasar-dasar pertimbangan pemilihan bentuk perusahaan PT adalah sebagai berikut : 1. Kontinuitas perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada pemegang saham, dimana pemegang saham dapat berganti-ganti. 2. Mudah memindahkan hak pemilik dengan menjual sahamnya kepada orang lain. 3. Mudah mendapatkan modal, yaitu dari bank maupun dengan menjual saham. 4. Tanggung jawab yang terbatas dari pemegang saham terhadap hutang perusahaan. 5. Penempatan pemimpin atas kemampuan pelaksanaan tugas. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kerja sama antar sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan yang baik diperlukan agar tercipta lingkungan kerja yang baik dan menghasilkan kinerja kerja yang baik. Oleh karena itu diperlukan struktur organisasi yang tersusun dengan baik. Perusahaan akan didirikan Universitas Sumatera Utara dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Kekuasaan tertinggi dalam perusahaan akan dipegang oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perwakilan dari pemegang saham akan dipilih oleh RUPS sebagai general manager yang akan mengawasi jalannya perusahaan. Struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 9.1. Universitas Sumatera Utara BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PABRIK PEMBUATAN BIOGAS DARI HASIL FERMENTASI THERMOFILIK LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT MENJADI ENERGI LISTRIK General Manajer Keterangan Garis Komando Karyawan Proses Karyawan Laboratorium Gambar 9.1 Karyawan Gudang / Logistik Petugas Kebersihan & supir Bagan Struktur Organisasi Pembuatan biogas dari hasil fermentasi thermofilik limbah cair Pabrik kelapa sawit Menjadi Energi Listrik Universitas Sumatera Utara 9.4 Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang memiliki tugas sebagai berikut : Menyusun AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan mengesahkannya Mengawasi kinerja General Manajer Mengangkat dan memberhentikan General Manajer perusahaan Membuat kebijakan gaji bagi pegawai Meminta pertanggung-jawaban dari General Manajer jika terjadi penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan. 2. Pimpinan utama di Pabrik Pembuatan Biogas dijabat oleh seorang general manager yang bertanggung jawab langsung kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memiliki tugas sebagai berikut : Meneruskan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajer produksi PKS Adolina Menentukan strategi untuk mencapai tujuan perusahaan pembuatan Biogas Mengontrol Segala kegiatan dan kinerja dari para karyawan Pabrik Bertanggung jawab pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 9.5 Struktur Tenaga listrik = 0,1 × Rp 15.606.690.383,= Rp 1.560.669.038.- Universitas Sumatera Utara 7. Perawatan insulasi Diperkirakan 10 % dari harga insulasi (Timmerhaus et al. 2004). Perawatan insulasi = 0,1 × Rp 15.606.690.383,= Rp 1.560.669.038,- 8. Perawatan inventaris kantor Diperkirakan 10 % dari harga inventaris kantor (Timmerhaus et al. 2004). Perawatan inventaris kantor = 0,1 × Rp 2.341.003.557.= Rp 234.100.356.- 9. Perawatan perlengkapan kebakaran Diperkirakan 10 % dari harga perlengkapan kebakaran (Timmerhaus et al. 2004). Perawatan perlengkapan kebakaran = 0,1 × Rp 1.560.669.038.= Total biaya perawatan (S) Rp Rp 156.066.904.22.626.081.305 .- 3.1.5 Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost) Biaya tambahan industri ini diperkirakan 20 % dari modal investasi tetap (Timmerhaus et al. 2004). Plant Overhead Cost (T) = 0,2 x Rp 305.126.098.904.= Rp 61.025.219.781.- 3.1.6 Biaya Administrasi Umum Biaya administrasi umum selama 1 tahun (U) = Rp. 1.787.372.254.- 3.1.7 Biaya Pemasaran dan Distribusi Biaya pemasaran selama 1 tahun = Rp. 1.787.372.254- Biaya distribusi diperkirakan 50 % dari biaya pemasaran. sehingga : Universitas Sumatera Utara Biaya distribusi = 0,5 x Rp. 1.787.372.254.- = Rp 893.686.127,Biaya pemasaran dan distribusi (V) = Rp 2.681.058.382.- 3.1.8 Biaya Laboratorium. Penelitan dan Pengembangan Diperkirakan 5 % dari biaya tambahan industri (Timmerhaus et al. 2004). Biaya laboratorium (W) = 0,05 x Rp 61.025.219.781.= Rp 3.051.260.989,- 3.1.9 Hak Paten dan Royalti Diperkirakan 1% dari modal investasi tetap (Timmerhaus et al. 2004). Biaya hak paten dan royalti (X) = 0,01 x Rp 305.126.098.904.= Rp 3.051.260.989.- 3.1.10 Biaya Asuransi 1. Biaya asuransi pabrik. adalah 3.1 permil dari modal investasi tetap langsung (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI. 2009). = 0,0031 × Rp 229.433.650.549.= Rp 711.244.317.- 2. Biaya asuransi karyawan. Biaya asuransi pabrik adalah 4.24% dari gaji (PT. Jamsostek. 2010). Maka biaya asuransi karyawan = 0,0424 x Rp 8.936.861.272 .= Rp 378.922.918, - Total biaya asuransi (Y) = Rp1.090.167.235.- 3.1.11 Pajak Bumi dan Bangunan Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara  Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan (Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).  Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU No.20/00).  Tarif pajak ditetapkan sebesar 5% (Pasal 5 UU No.21/97).  Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp. 30.000.000.- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).  Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikkan tarif pajak dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97). Maka berdasarkan penjelasan di atas. perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut : Wajib Pajak Pabrik Pembuatan CNG Nilai Perolehan Objek Pajak Tanah Rp 3.021.750.000. Bangunan Rp 15.602.500.000.- Total NPOP Rp 17.411.750.000.- Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (Rp. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak Rp 17.441.750.000.- Pajak yang Terutang (5% x NPOPKP) (Z) Rp 30.000.000.- ) 872.087.500.- Total Biaya Tetap = P + Q + R + S + T + U +V + W + X + Y +Z = Rp 168.102.604.434.- 3.2 Biaya Variabel 3.2.1 Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 365 hari adalah Rp 43.367.691.378.- Universitas Sumatera Utara Biaya Variabel Tambahan 1. Perawatan dan Penanganan Lingkungan Diperkirakan 1% dari biaya variabel bahan baku Biaya variabel perawatan = 0,01 × Rp 43.367.691.378.= Rp 433.676.914.- 2. Biaya Variabel Pemasaran dan Distribusi Diperkirakan 10 % dari biaya variabel bahan baku = 0,1 × Rp 43.367.691.378.- Biaya pemasaran = Rp 4.336.769.138.Total biaya variabel tambahan = Rp 4.770.446.052.- 3.2.2 Biaya Variabel Lainnya Diperkirakan 5 % dari biaya variabel tambahan = 0.05 × Rp 4.770.446.052,= Rp 238.522.303,- Total biaya variabel = Rp 48.376.659.732.Total biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel = Rp 168.102.604.434,- + Rp 48.376.659.732= Rp 216.479.264.166.- 4 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan 4.1 Laba Sebelum Pajak (Bruto) Laba atas penjualan = total penjualan – total biaya produksi = Rp 438.137.766.039,- – Rp 216.479.264.166= Rp 221.658.501.873.- Bonus perusahaan untuk karyawan 0.5 % dari keuntungan perusahaan = 0,005 x Rp 221.658.501.873,= Rp 1.108.292.509,- Universitas Sumatera Utara Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UURI No. 17/00 Pasal 6 ayat 1 sehingga : Laba sebelum pajak (bruto) = Rp 221.658.501.873,- − Rp 1.108.292.509,= Rp 220.550.209.363- 4.2 Pajak Penghasilan Berdasarkan UURI Nomor 17 ayat 1 Tahun 2000. Tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan adalah (Rusjdi. 2004):  Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000.- dikenakan pajak sebesar 10%.  Penghasilan Rp 50.000.000.- sampai dengan Rp 100.000.000.- dikenakan pajak sebesar 15 %.  Penghasilan di atas Rp 100.000.000.- dikenakan pajak sebesar 30 %. Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah: - 10 % × Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000.- - 15 % × (Rp 100.000.000- Rp 50.000.000) = Rp 7.500.000.- - 30% × (Rp 220.550.209.363.- − Rp 100.000.000.-) = Rp 66.135.062.809,- Total PPh = Rp 66.147.562.809- Laba setelah pajak Laba setelah pajak = laba sebelum pajak – PPh = Rp 220.550.209.363,- – Rp 66.147.562.809,- = Rp 154.402.646.554,- Universitas Sumatera Utara 5 Analisa Aspek Ekonomi 5.1 Profit Margin (PM) PM = Laba sebelum pajak × 100 % total penjualan Rp 220.550.209.363,Rp 438.137.766.039,- PM = x 100% = 50,34 % 5.2 Break Even Point (BEP) BEP = Biaya Tetap × 100 % Total Penjualan − Biaya Variabel Rp 168.102.604.434,x 100% Rp 438.137.766.039,- - Rp 48.376.659.732,- BEP = = 43,13 % Kapasitas produksi pada titik BEP = 43,13 % × 216.000 ton/tahun = 93.160,04 ton/tahun Nilai penjualan pada titik BEP = 43,13 % x Rp 438.137.766.039 = Rp 188.967.288.886.- 5.3 Return on Investment (ROI) ROI = Laba setelah pajak × 100 % Total modal investasi ROI = Rp 154.402.646.554,x 100% Rp 370.654.768.919,- = 41,66 % 5.4 Pay Out Time (POT) 1 x 1 tahun 0,4166 POT = POT = 2.40 tahun Universitas Sumatera Utara 5.5 Return on Network (RON) RON = Laba setelah pajak × 100 % Modal sendiri RON = Rp 154.402.646.554,x 100% Rp 222.392.861.352,- RON = 69,43 % 5.6 Internal Rate of Return (IRR) Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut “Cash Flow”. Untuk memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut: - Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun - Masa pembangunan disebut tahun ke nol - Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun - Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke – 10 - Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan. Dari Tabel LE.11. diperoleh nilai IRR = 58,74 % Universitas Sumatera Utara Tabel LE.11 Data Perhitungan Internal Rate of Return (IRR) Thn 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Laba Sebelum Pajak (Rp) Pajak (Rp) Laba Sesudah Penyusutan Net Cash Flow Pajak (Rp) (Rp) (Rp) 188.093.959.879 56.410.687.964 131.683.271.916 39.392.429.574 206.903.355.867 62.053.506.760 144.849.849.107 39.392.429.574 227.593.691.454 68.260.607.436 159.333.084.018 39.392.429.574 250.353.060.599 75.088.418.180 175.264.642.420 39.392.429.574 275.388.366.659 82.599.009.998 192.789.356.662 20.546.900.615 302.927.203.325 90.860.660.998 212.066.542.328 20.546.900.615 333.219.923.658 99.948.477.097 233.271.446.560 20.546.900.615 366.541.916.024 109.945.074.807 256.596.841.216 20.546.900.615 403.196.107.626 120.941.332.288 282.254.775.338 20.546.900.615 443.515.718.388 133.037.215.517 310.478.502.872 20.546.900.615 365.906.323.280 171.075.701.490 184.242.278.682 198.725.513.592 214.657.071.994 213.336.257.277 232.613.442.943 253.818.347.176 277.143.741.832 302.801.675.954 331.025.403.487 P/F pada i P/F PV pada i = 52% =52% 1 0,6579 0,4328 0,2848 0,1873 0,1232 0,0811 0,0533 0,0351 0,0231 0,0152 pada i PV pada i = 53% =53% -365.906.323.280 112.549.803.612 79.744.753.584 56.587.807.076 40.213.405.144 26.293.399.005 18.861.372.045 13.539.976.049 9.726.495.108 6.991.429.506 5.028.349.362 3.630.467.211 1 0,6536 0,4272 0,2792 0,1825 0,1193 0,0780 0,0510 0,0333 0,0218 0,0142 365.906.323.280 111.814.183.980 78.705.745.090 55.485.478.490 39.172.336.617 25.445.296.602 18.133.691.562 12.932.515.155 9.229.403.424 6.590.758.482 4.709.198.700 -3.687.715.179 . Universitas Sumatera Utara 500 biaya tetap 450 biaya variabel Harga (Rp x10^9) 400 biaya produksi 350 total penjualan 300 250 200 150 100 50 0 0 10 20 30 40 50 60 Kapasitas Produksi (% ) 70 80 90 100 Gambar LE.2 Kurva Break Even Point Pabrik Compressed Natural Gas (CNG) Universitas Sumatera Utara
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 60 Ton TBS/Jam Bak Umpan POME BP-01 Pompa Umpan POME P-01 NaHCO FeCl Tangki Neutralisasi M-01 Pompa Neutraliser P-02 Bentuk Hukum Badan Usaha Bentuk Organisasi Garis Bentuk Organisasi Fungsionil Bentuk Organisasi Garis dan Staf Biaya Administrasi Umum Biaya Pemasaran dan Distribusi Biaya Laboratorium, Penelitan dan Pengembangan Hak Paten dan Royalti Biaya Asuransi Pajak Bumi dan Bangunan Biaya Tetap Perawatan Biaya Tambahan Industri Plant Overhead Cost Break Even Point BEP Return on Investment ROI Pay Out Time POT Return on Network RON Internal Rate of Return IRR Depresiasi dan Amortisasi Biaya Tetap Fixed Cost = FC Elemen Primer Primary Element Elemen Pengukuran Measuring Element Elemen Pengendali Controlling Element Keselamatan Kerja Pabrik Faktor-Faktor UtamaPrimer Lokasi Pabrik Faktor Sekunder Lokasi Pabrik Hidrolisis Fermentasi Asidogenesis Asetogenesis Jumlah Karyawan dan Tingkat Pendidikan Kebutuhan Uap Steam Kebutuhan Listrik Limbah Pabrik Pembuatan Biogas Manajemen Perusahaan ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN Modal Investasi Tetap Fixed Capital Investment FCI Modal Kerja Working Capital WC Natrium karbonat NaHCO NikelIIClorida NiCl Kobalt IIKlorida CoCl Metana CH Karbon Dioksida CO Palm Oil Mill Effluent POME Pengaruh Sistem Recycle Terhadap Proses Pengolahan POME Pengertian Biogas TINJAUAN PUSTAKA Persediaan Bahan Baku .1 Bahan baku proses Pajak Penghasilan Pompa Sedimentasi P-05 Pompa Sedimentasi P-06 Tangki pencampur M-02 Pompa Umpan Bioreaktor Berpengaduk P-04 Pompa Umpan Reaktor Floating Roof P-03 Sejarah Biogas TINJAUAN PUSTAKA Syarat Perancangan Pengendalian Elemen Pengendali Akhir Tangki Neutralisasi Tangki Pencampur Reaktor Fermentasi Bak Sedimentasi Water Trap Tata Letak Pabrik Perincian Luas Tanah Temperatur Derajat Keasaman pH
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 60 Ton TBS/Jam

Gratis