Feedback

Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dikantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

Informasi dokumen
TUGAS AKHIR PENETAPAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DIKANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR Disusun O L E H NAMA : SONLY BRUCE GURUSINGA NIM : 082600038 Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Studi pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i LEMBAR PERSETUJUN . ii DAFTARISI . iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . B. Tujuan dan Manfaat . C. Uraian Teoritis . D. Ruang Lingkup . E. Metode PKLM . F. Metode Pengumpulan Data . G. Sistematika Penulisan Laporan PKLM. BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PKLM A. Sejarah Berdirinya KPP Medan Timur . B. Slruktur Organisasi Kantor PPP Medan Timur . C. Tugas Pokok dan Fungsi KPP Medan Tmur . D. Tabel Jumlah Pegawai KPP Medan Timur . BAB III GAMBARAN DATA A. Pengertian Pajak . B. Fungsi Pajak . C. Jenis Pajak . D. Pajak Penghasilan . E. Tarif Pajak . F. Penghasilan Tidak Kena Pajak . G. Pajak Penghasilan Orang Pribadi . H. Wajib Pajak Penghasilan Orang Pribadi . Universitas Sumatera Utara BAB IV ANALISA DAN EVALUASI . A. Penetapan dan Ketetapan Pajak . B. Sanksi dari Bentuk Pelanggaran BAB V KESIMPUAN DAN SARAN A. Kesimpulan . B. Saran . DAFAR PUSTAKA . LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) secara sederhana adalah suatu cara kerja yang langsung dapat membimbing kita kedalam dunia kerja yang nyata guna memberikan kita arah dan cara yang lebih baik dalam melakukan pekerjaan. Sedangkan yang dimaksud dengan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) secara umum adalah kegiatan intrakurikuler yang dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri yang bertujuan memberikan pengalaman praktis di lapangan yang berhubungan langsung dengan teori-teori keahlian yang diterima dari para dosen, khususnya dosen Jurusan Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU. Karena sifatnya hanya untuk memberikan pengalaman dan belajar keahlian secara praktis, maka bantuan yang diberikan cenderung terbatas, dalam hal ini untuk mengetahui Klasifikasi dan Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. Adapun yang menjadi latar belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) adalah mengingat bahwa sudah seharusnya dan sepantasnya tamatan Program Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU adalah merupakan tenaga yang terampil, siap pakai, dan tenaga ahli dalam bidang perpajakan. Maka dari itu pelaksanaan kegiatan PKLM oleh mahasiswa dipandang perlu untuk memperdalam pengetahuan yang telah diperoleh sama masa perkuliahan dan mempelajarinya langsung pada dunia kerja nyata. Universitas Sumatera Utara Pelaksanaan PKLM ini juga untuk persyaratan untuk menamatkan studi pada Program Diploma III Administrasi Perpajakan, karena Pelaksanaan PKLM merupakan bagian dari mata kuliah yang dikerjakan oleh mahasiswa. Pelaksanaan PKLM merupakan keharusan yang mutlak karena mahasiswa tamatan Program Diploma III Perpajakan dianggap dapat mengerti dan memahami berbagai bidang perpajakan yang telah dipelajarinya, baik secara teori maupun prakteknya. Dan diharapkan ilmu yang telah diperoleh semasa perkuliahan dapat digunakan sebaik-baiknya serta dapat membantu kelancaran sewaktu mahasiswa melakukan PKLM. Dalam kegiatan PKLM ini diharapkan mahasiswa dapat menganalisis masalah serta mencari tahu alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengenal dan mengerti lebih mendalam mengenai “ PENETAPAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN TIMUR .” B. TUJUAN DAN MANFAAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) 1. Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) Secara teoritis Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) merupakan kegiatan intrakurikuler yang dilakukan mahasiswa secara mandiri dengan cara praktis dilapangan yang langsung berhubungan dengan teori-teori keahlian yang diterima dari para dosen Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini adalah : Untuk mengetahui Penetapan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. 2. Manfat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) a. Bagi Mahasiswa 1) Menambah wawasan di bidang perpajakan khususnya tentang Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. 2) Agar dapat mempraktikkan teori-teori yang telah diperoleh selama masa perkuliahan dalam kegiatan selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri. 3) Agar dapat meningkatkan keahlian dan keterampilan dalam bidang perpajakan maupun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 4) Sebagai wadah untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan dibekali keahlian keterampilan dan pengalaman yang diperoleh sewaktu melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri. b. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama 1) Meningkatkan kerjasama yang baik antara pihak Program Diploma III Administrasi Perpajakan dengan Instansi Pemerintah khususnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. 2) Memberikan uji nyata atas ilmu yang telah disampaikan selama di perkuliahan. 3) Dapat memperkenalkan serta mempromosikan sumber daya manusia yang ada di Universitas Sumatera Utara khususnya Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan. Universitas Sumatera Utara c. Bagi Program Diploma III Administrasi Perpajakan 1) Mempererat hubungan antara Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur dengan pihak Universitas khususnya Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan. 2) Dapat mengetahui sejauh mana tingkat perkembangan ilmu perpajakan di lingkungan Perguruan Tinggi khususnya di Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Universitas Sumatera Utara. C. URAIAN TEORITIS 1. Definisi dan Fungsi Pajak a. Definisi Pajak Pengertian pajak menurut Rochmat Soemitro yaitu: Iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum, (Mardiasmo, 2009 : 13). Sedangkan pengertian pajak menurut Undang-Undang No 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum & Tata Cara Perpajakan adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dari berbagai definisi tentang pajak di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pajak memiliki beberapa aspek dasar : Universitas Sumatera Utara 1. Pembayaran pajak harus berdasarkan undang-undang; 2. Sifatnya dapat dipaksakan; 3. Tidak ada kontraprestasi yang langsung dapat dirasakan oleh pembayar pajak; 4. Pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara baik pemerintah pusat maupun daerah; 5. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah (rutin dan pembangunan) bagi kepentingan masyarakat umum. b. Fungsi Pajak 1) Fungsi Budgetair, pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. 2) Fungsi Regulerend, pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. 2. Jenis Pajak 1) Menurut Golongannya a. Pajak Langsung yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak (WP) dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contohnya Pajak Penghasilan. b. Pajak Tidak Langsung yaitu pajak yang pada akhirnya dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contoh Pajak Pertambahan Nilai. 2) Menurut Sifatnya a. Pajak Subjektif yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjek pajaknya. Contohnya Pajak Penghasilan. Universitas Sumatera Utara b. Pajak Objektif yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada objeknya tanpa memperhatikan keadaan Wajib Pajak. Contohnya Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. 3) Menurut Lembaga Pemungutnya a. Pajak Pusat yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh : Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, dan Bea Materai. b. Pajak Daerah yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Pajak Daerah terdiri atas dua yaitu Pajak Provinsi (Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) dan Pajak Kabupaten / Kota (Pajak Hotel, Pajak Restoran dan Pajak Hiburan). 3. Asas Pemungutan Pajak a. Asas Domisili Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan Wajib Pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Asas ini berlaku untuk Wajib Pajak Dalam Negeri. b. Asas Sumber Negara berhak mengenalan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal Wajib Pajak. c. Asas Kebangsan Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. Universitas Sumatera Utara 4. Pengertian Pajak Penghasilan Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima/diperoleh dalam tahun pajak yang berjalan (Pasal 1 UU PPh). 5. Objek, Subjek & Wajib Pajak Penghasilan 1) Objek Pajak Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima / diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan bentuk apapun termasuk : a) Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun atau imbalan dalam bentuk lainnya kecuali ditentukan lain dalam Undangundang Pajak Penghasilan; b) Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan; c) Laba usaha d) Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk: - keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan,dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. - Keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu atau anggota. - keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran,pemecahan atau pengambilalihan usaha. - Keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan atau penguasaan antara pihak pihak yang bersangkutan. e) Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya. f) bunga termasuk premium, diskonto dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. g) dividen dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. h) Royalty. Universitas Sumatera Utara i) sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. j) penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. k) keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. l) keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. m) selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. n) premi asuransi. o) iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari WP yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. p) tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. 2) Subjek Pajak Penghasilan antara lain : a) – Orang Pribadi\ - Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan yang menggantikan yang berhak b) Badan yang tersiri dari perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, BUMN / BUMD dengan nama dan bentuk apapun, dan lain sebagainya. c) Bentuk Usaha Tetap. 3) Wajib Pajak Penghasilan adalah orang pribadi / badan. D. RUANG LINGKUP PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) Adapun ruang lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri yaitu : Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. Universitas Sumatera Utara E. METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta informasi sesuai dengan metode yang digunakan sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan Pada tahap ini, penulis melakukan pengajuan judul, pengesahan judul, penentuan tempat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM), mencari dan mengumpulkan bahan untuk pembuatan proposal dan konsultasi dengan pihak dosen yang bersangkutan. 2. Studi Literatur Merupakan dasar teori yang mendukung laporan ini menyangkut masalah yang dibahas yang berasal dari buku-buku, peraturan perundang-undangan perpajakan, artikel ilmiah, catatan-catatan maupun bahasa tertulis yang berhubungan dengan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri. 3. Observasi Lapangan Penulis melakukan peninjauan atau pengamatan secara langsung secara langsung terhadap masalah yang dibahas dan meninjau secara langsung terhadap kondisi pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui sistem kerja yang berlaku pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. 4. Pengumpulan Data Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri. Data initerdiri dari Data Primer yaitu data yang bersumber dari pihak yang ahli di bidang/pihak yang berkaitan dan Data Sekunder yang bersumber dari referensi lain seperti buku, internet dan lain-lain Universitas Sumatera Utara 5. Analisa Data dan Evaluasi Setelah penulis memperoleh data yang diperlukan, penulis akan menganalisa dan mengevaluasi data dan kemudian akan dipresentasikan secara objektif, jelas dan sistematis. F. METODE PENGUMPULAN DATA Adapun cara pengumpulan sumber-sumber data yang digunakan ialah sebagai berikut: 1. Daftar Wawancara (Interview Guide) Yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada pegawai yang dianggap mampu memberikan data dan informasi tentang Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. 2. Data Observasi (Observation Guide) Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung atas kegiatan yang akan dilakukan dalam pencatatan terhadap masalah yang menjadi objek yang dibahas. 3. Daftar Dokumentasi (Optional Guide) Yaitu dengan mengumpulkan dokumen atau informasi yang berhubungan dengan Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi atau arsip yang dianggap sah sebagai bukti otentik. G. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) Universitas Sumatera Utara Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini disusun oleh penulis dalam lima bab. Adapun rincian dari tiap-tiap bab seperti terlihat di bawah ini: BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini penulis menguraikan gambaran umum tentang penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri yang meliputi latar belakang penyusunan, tujuan dan manfaat, uraian teoritis, ruang lingkup dan metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri, serta metode pengumpulan data dan sistematika penulisan. BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI Pada bab ini penulis menguraikan sejarah singkat mengenai lokasi Praktik Kerja Lapangan Mandiri, struktur organisasi, uraian tugas pokok dan fungsi dari tiap-tiap seksi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur. BAB III GAMBARAN DATA PAJAK PENGHASILAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan yang berkaitan dengan Penetapan Pajak Penghasilan. BAB IV ANALISA DAN EVALUASI Pada bab ini penulis akan menganalisa data yang diperoleh dan mengevaluasi data yang telah diterima selama proses Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini. Universitas Sumatera Utara BAB V PENUTUP Pada bab ini penulis akan menarik kesimpulan dari uraian pada bab-bab sebelumnya. Kemudian penulis juga akan memberikan saran yan Universitas Sumatera Utara BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PKLM A. Sejarah Singkat III) 7 orang 11. Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV (WASKON IV) 7 orang 12. Kelompok Jabatan Fungsional 11 orang JUMLAH 83 Orang Sumber : Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur Per 4 Juni 2013 Universitas Sumatera Utara BAB III GAMBARAN DATA A. Pengertian Pajak Apabila membahas pengertian pajak, banyak para ahli memberikan batasan tentang pajak, diantaranya pengertian pajak yang dikemukakan oleh Prof. Dr. P. J. A. Adriani yang telah diterjemahkan oleh R. Santoso Brotodiharjo, S.H. dalam buku Pengantar Ilmu Hukum Pajak (1991: 2) “Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturanperaturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara yang menyelenggarakan pemerintahan”. Menurut Prof. Edwin R. A. Seligman dalam buku essay in Taxation yang diterbitkan di Amerika menyatakan : Tax is compulsory contribution from the person, to the government to depray the expenses incurred in the common interest of all, without reference to special benefit conferred. Dari definisi di atas terlihat adanya kontribusi seseorang yang ditujukan kepada negara tanpa adanya manfaat yang ditujukan secara khusus pada seseorang. Memang demikian halnya bahwa bagaimanapun juga pajak itu ditujukan manfaatnya kepada masyarakat. Menurut Prof. Dr. Rochmat. Soemitro, SH. dalam bukunya Dasar-dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan (1990: 5) menyatakan Pajak adalah iuran kepada 23 Universitas Sumatera Utara 24 kas negara berdasarkan Undang - Undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapatkan kontraprestasi yang langsung dapat ditunjukan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak adalah sebagai berikut: 1. Pajak dipungut berdasarkan Undang - Undang serta aturan pelaksanaannya yang sifatnya dapat dipaksakan. 2. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditujukan adanya kontraprestasi (timbalbalik) individual oleh pemerintah. 3. Pajak dipungut oleh negara baik pemerintah pusat maupun daerah. 4. Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran-pengeluaran pemerintah, yang bila dari pemasukannya masih terdapat surplus, dipergunakan untuk membiayai public investment. B. Fungsi Pajak Sebagaimana telah diketahui ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak dari berbagai definisi, terlihat adanya dua fungsi pajak yaitu sebagai berikut: 1. Fungsi Penerimaan (Budgeter) Pajak berfungsi sebagai sumber dana yang diperuntukkan bagi pembiayaan pengeluaran-pengeluaran pemerintah. Sebagai contoh: pajak merupakan Universitas Sumatera Utara 25 penyumbang terbesar dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) . 2. Fungsi Mengatur (Regulerend) Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan di bidang sosial dan ekonomi. Sebagai contoh: dikenakannya pajak yang lebih tinggi terhadap minuman keras sehingga menekan konsumsi minuman keras. Demikian pula terhadap barang mewah. C. Jenis Pajak Pajak dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : 1. Menurut Golongannya a. Pajak Langsung, yaitu pajak yang pembebanannya tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain, tetapi harus menjadi beban langsung Wajib Pajak yang bersangkutan. Contoh: pajak penghasilan b. Pajak Tidak Langsung, yaitu pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada orang lain. Contoh: Pajak Pertambahan Nilai 2. Menurut Sifatnya a. Pajak Subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya yang selanjutnya dicari secara syarat objektifnya, dalam arti memperhatikan keadaan dari Wajib Pajak. Contoh: Pajak Penghasilan Universitas Sumatera Utara 26 b. Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada objeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.Contoh: Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah 3. Menurut Pemungut dan Pengelolanya adalah sebagai berikut : a. Pajak Pusat, adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh: Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah b. Pajak Daerah, adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Contoh: Pajak Reklame, Pajak hiburan, Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan. D. Pajak Penghasilan Dasar Hukum Pajak Penghasilan yang berlaku sejak 1 Januari 1984 adalah Undang - Undang Nomor 7 Tahun 1983. Sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang - Undang Nomor 10 Tahun 1994 dan diubah untuk ketiga kali dengan Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2000. Sebagaimana telah diubah terakhir untuk keempat kalinya dengan Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Undang - Undang Pajak Penghasilan berlaku mulai tahun 1984 dan merupakan pengganti Undang - Undang Pajak Perseroan 1925, Undang-undang Pajak Pendapatan 1944 serta Undang - Undang PDBR 1970. Universitas Sumatera Utara 27 Menurut Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2008 pasal 2 Ayat (1) yang menjadi Subjek Pajak adalah : (1) a. 1. Orang pribadi; 2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak; b. Badan; dan c. Bentuk Usaha Tetap (1a) Bentuk Usaha Tetap merupakan subjek pajak yang perlakuan perpajakannya dipersamakan dengan subjek pajak badan (2) Subjek Pajak dibedakan menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri dan Subjek Pajak Luar Negeri. (3) Subjek Pajak Dalam Negeri adalah : a. Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, Orang Pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga hari) dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan; atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai nniat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Universitas Sumatera Utara 28 b. Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia , kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria : 1. Pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan; 2. Pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sedang yang dijelaskan dalam Pasal 3 Ayat (1) Undang – Undang Pajak Penghasilan yang tidak termasuk Subjek Pajak yaitu: a. Kantor perwakilan negara asing; b. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatic dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan diluar jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara bersangkutan memberikan perlakuan timbal-balik; c. Organisasi-organisasi internasional dengan syarat: 1. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut; dan 2. Tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang danannya berasal dari iuran para anggota; Universitas Sumatera Utara 29 d. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud pada huruf c, dengan syarat bukan warga Indonesia dan tidak menjalankan usaha, kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. Adapun Objek Pajak Penghasilan tercantum pada Pasal 4 Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dengan penguraian sebagai berikut: (1) Yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untukkonsumsi atau untuk menambah kekayaan Waiib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk: a. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan ataujasa yang diterima atau diperoleh, termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun atau imbalan dalam bentuk lainnya kecuali ditentukan lain dalam Undang – Undang ini; b. Hadiah dari Undian, pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan; c. Laba usaha; d. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk: Universitas Sumatera Utara 30 1. Keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal; 2. Keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya; 3. Keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan usaha atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apapun; 4. Keuntungan karena pengalihan harta berupahibah, bantuan atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan,badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan Jumlah Jumlah Wajib Pajak (Orang) 2005 2006 667 685 6680 6998 9.955 10.940 13.340 13.843 30.642 32.466 Penerimaan Pajak (Rupiah) 2005 1.793.127.505 8.193.472.219 16.550.000.000 850.219.496 27.386.819.220 2006 1.504.881.422 8.542.834.803 14.329.000.000 568.191.471 24.944.907.696 Sumber : KPP Medan Timur Dilihat dari tabel diatas bahwa penerimaan Pajak Penghasilan yang terbesar dari bidang jasa sebesar Rp.14.329.000.000, diikuti oleh bidang Perdagangan sebesar Rp.8.542.834.803, dan yang terkecil dari bidang Perindustrian sebesar Rp.1.504.881.422. Sedangkan penerimaan dari Pajak Penghasilan yang berasal dari karyawan di tahun 2005 dan 2006 mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pajak Penghasilan Orang Pribadi yang berasal dari karyawan telah 35 Universitas Sumatera Utara dipotong oleh pemberi kerja. Jumlah penerimaan pajaknya dapat dihitung dengan menjumlahkan SPT Masa SPT Tahunan. Di Tahun 2005 Penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi yang terbesar adalah bidang Jasa, diikuti oleh bidang Perdagangan dan bidang Industri. Sedangkan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dari karyawan hanya dilaporkan saja, karena Pajak Penghasilannya telah ditanggung oleh pemberi kerja. Dari Analisa di atas dapat dibuat grafik sebagai berikut : Diagram I : Diagram Pe ne rimaan Pajak Be rdasarkan Jumlah Wajib Pajak 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 667685 Industri 66806998 10.940 9.955 13.31430.843 Dagang Jasa Karyaw an Jumlah Wajib Pajak Thn 2005 Jumlah Wajib Pajak Thn 2006 Diagram II : Diagram Penerimaan Pajak Berdasarkan PPh Pasal 17 18.000.000.000 16.000.000.000 14.000.000.000 12.000.000.000 10.000.000.000 8.000.000.000 6.000.000.000 4.000.000.000 2.000.000.000 0 Industri Dagang Jasa Diagram Penerimaan Pajak Thn 2005 Diagram Penerimaan Pajak Thn 2006 Karyaw an 36 Universitas Sumatera Utara Dari Diagram diatas dapat diketahui pada KPP Medan Timur Penerimaan terbesar Pajak Penghasilan Orang Pribadi tahun 2005 berasal dari bidang Jasa. Penerimaan terbesar Pajak Penghasilan Orang pribadi tahun 2006 juga berasal dari bidang Jasa. 4.2 PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK Adapun pengertian dari pada Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap Surat Pemberitahuan Wajib Pajak berupa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ( SKPKB ), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan ( SKPKBT ), Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar ( SKPLB ), Surat Ketetapan Pajak Nihil ( SKPN ). Mengingat tujuan dan peranan dari pada surat ketetapan pajak maka bentuk dari surat ketetapan pajak yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak dapat bermacam-macam tergantung dari hasil pemeriksaan dan penelitian terhadap surat pemberitahuan. Adapun bentuk atau macam dari penetapan dan ketetapan pajak adalah sebagai berikut : a. Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan atau sanksi administrasi berupa bunga atau denda. b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang, 37 Universitas Sumatera Utara jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan pajak yang masih harus dibayar. c. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) Pengertian Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. d. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Pengertian dari Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak terutang atau tidak seharusnya terutang. e. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Nihil apabila jumlah kredit pajak nihil atau jumlah pajak yang dibayar sama dengan jumlah pajak terutang atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak atau tidak ada pembayaran pajak nihil. f. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Surat penberitahuan pajak terutang adalah surat yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk memberitahukan besarnya pajak terutang kepada wajib pajak. 4.3 SANKSI DARI BENTUK PELANGGARAN a. Sanksi Administrasi : 1. Pasal 7 UU no. 6 / 1983 (Berupa Denda) 38 Universitas Sumatera Utara “Apabila Surat Pemberitahuan tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (3), dikenakan sanksi administrasi untuk masa sebesar Rp.25.000,- dan untuk Surat Pemberitahuan Tahunan sebesar Rp.50.000,-.” 2. Pasal 13 ayat 3 (Berupa Kenaikan) “Kenaikan sebesar 50% dari Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang bayar dalam satu tahun pajak, apabila surat pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (3) dan telah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana telah disampaikan dalam surat teguran, dengan suatu Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.” Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang diperoleh Direktur Jenderal Pajak diluar data yang disampaikan Wajib Pajak, ternyata wajib tidak atau kurang membayar pajak yang dihitung sendiri sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan undang-undang. 3. Pasal 13 ayat 2 Dikeluarkan SKP dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% sebulan untuk paling lama 24 bulan (dikenakan dengan SKP) dihitung sejak saat terhutangnya pajak sampai diterbitkan SKP. 39 Universitas Sumatera Utara TABEL 2 : Jenis Penetapan STP SKPKB SKPKBT SKPLB SKPN JUMLAH Laporan Penetapan Pajak Di KPP Medan Timur Tahun 2005 dan 2006 2005 1466 91 1 14 1572 2006 1975 1975 Dari Tabel diatas jumlah Penetapan Pajak berdasarkan tahun pajak di tahun 2005 setelah diperiksa STP yang masuk sebesar 1466, sedangkan SKPKB yang masuk sebesar 91. Hal ini diakibatkan Wajib Pajak dalam menyetorkan pajaknya masih kurang dibayar dibandingkan pajak yang sebenarnya yang harus dibayar. Wajib Pajak tidak patuh lebih besar dari Wajib Pajak patuh. Hal ini dapat dilihat dari SKPKB dan SKPKBT berjumlah 91. Sedangkan Wajib Pajak patuh lebih sedikit, hal ini dapat dilihat dari kecilnya jumlah SKPLB dan SKPN yang berjumlah 14. Di Tahun 2006 STP masuk sebanyak 1975, sedangkan Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak tidak Patuh belum dapat diketahui karena belum dilakukannya pemeriksaan oleh Petugas Pajak KPP Medan Timur. 40 Universitas Sumatera Utara BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari hasil Praktek Kerja Lapangan Mandiri yang dilaksanakan penulis pada seksi Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP) di Kantor Pelayanan Pajak Medan Timur mengenai Klasifikasi dan Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi dapat disimpulkan bahwa : 1. Pajak Penghasilan Orang Pribadi merupakan salah satu jenis pajak yang dikenai atas penghasilan yang diperoleh dari wajib pajak orang pribadi yang digunakan untuk kepentingan negara. 2. Wajib Pajak Penghasilan Orang Pribadi harus melaporkan jumlah pajak yang terutang dengan benar. 3. Masih kurangnya kesadaran dari wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Hal ini terbukti dari masih banyaknya wajib pajak yang tidak melaksanakan kewajiban perpajakannya (tidak melaporkan pajaknya). 4. Untuk meringankan beban pajak yang ditanggung wajib pajak harus dilihat dari total penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh wajib pajak dari suatu masa atau ntahun pajak. 5. Enggannya masyarakat membayar pajaknya dapat disebabkan dari perkembangan intelektual dan moral masyarakat yang masih sangat rendah, sistem perpajakan yang sulit dipahami. 41 Universitas Sumatera Utara 5.2 Saran Secara ringkas penulis telah menguraikan beberapa sebab-sebab wajib pajak tidak memenuhi atau mematuhi kewajiban perpajakan, dari uraian tersebut penulis memberi saran-saran sebagai berikut : 1. Untuk mempermudah wajib pajak harus diberikan penyuluhan dan pendidikan yang khusus oleh fiskus tentang pembayaran pajak yang terutang. 2. Melakukan pendataan ulang wajib pajak yang tidak melaporkan pajak terutangnya dari peredaran usahanya. 3. Melakukan kegiatan penyuluhan dalam memberikan informasi mengenai kewajiban membayar, melaporkan pajak terutangnya dengan lebih intensif dan maksimal seperti melalui media massa. 4. Wajib Pajak seharusnya dikenakan secara adil dan merata sesuai dengan tarif progresif tanpa memandang jabatan atau pangkat baik itu pejabat negara, PNS, anggota TNI atau POLRI, pegawai Badan Usaha Milik Negara atau Daerah. 5. Wajib Pajak harus menjunjung tinggi dan bertanggung jawab secara pribadi penuh untuk melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku agar terhindar dari sanksi administrasi dan sanksi pidana. 42 Universitas Sumatera Utara
Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dikantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur a. PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF: PENGHASILAN DARI USAHA DANATAU PEKERJAAN BEBAS BERDASARKAN Fungsi Pajak Jenis Pajak Pajak Penghasilan Gambaran Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur Jenis Pajak Asas Pemungutan Pajak Pengertian Pajak Penghasilan LATAR BELAKANG PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI PKLM Objek, Subjek Wajib Pajak Penghasilan Pasal 7 UU 61983 Berupa Denda Pasal 13 ayat 3 Berupa Kenaikan Pasal 13 ayat 2 Pengertian Pajak GAMBARAN DATA RUANG LINGKUP PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI PKLM METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI PKLM METODE PENGUMPULAN DATA Sejarah Singkat Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak KPP Pratama Medan Timur Tarif Pajak Penghasilan Tidak Kena Pajak Pajak Penghasilan Orang Pribadi Uraian Tugas dan Fungsi
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Penetapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dikantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

Gratis