Feedback

Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Informasi dokumen
PE ERANAN N APARATUR PEM MERINT TAH KOT TA MEDA AN DALA AM PELAYA ANAN PE ENGURU USAN KAR RTU TAN NDA PEN NDUDUK K (Stuudi Kasuss di Kantoor Kecam matan Med dan Mareelan) SKRIPSII Diajukaan Guna Memenuhi M Salah Satu Syarat Memperol M leh Gelar Sarjjana Ilmu Sosial dan n Ilmu Politik D I S U S U N OLEH: M. IL LHAM M MAULANA A NASUT TION 0070903057 DEP PARTEM MEN ILM MU ADMIINISTRA ASI NEGA ARA FAK KULTAS S ILMU S SOSIAL DAN D ILM MU POLIT TIK UNIV VERSITA AS SUMAT TERA UT TARA MEDAN N 2011 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat izin dan ridhoNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tak lupa pula shalawat beriring salam kepada junjungan semesta alam Nabi Muhammad SAW. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang tulus dari hati yang terdalam kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materil pada penulis baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi sekaligus pendidikan di FISIP USU. Terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, MA. selaku Dekan FISIP USU 2. Bapak Drs. Husni Thamrin Nasution, MA. selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi Negara FISIP USU dan selaku Ketua Penguji serta selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, memberikan motivasi dan meluangkan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 3. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen FISIP USU khusunya Dosen-dosen Departemen Ilmu Asministrasi Negara. 4. Seluruh Staff dan Pegawai Administrasi FISIP USU yang telah membantu segala urusan Administratif penulis. 5. Aparatur Kecamatan Medan Marelan, Kelurahan Terjun, dan Kepala Lingkungan yang telah memberi izin dan segala informasi yang diperlukan untuk penelitian ini. 6. Kedua Orang Tuaku tercinta : A. Sofjan Nst dan Sofia Rosmida atas limpahan kasih sayang dan tidak pernah berhenti memberikan doa, dorongan dan semangat kepada penulis. Universitas Sumatera Utara 7. Sahabat-sahabatku : Mitra Elisa “Mimi”, Bobby Pratama, Amy Hermida, Ryan Maulana untuk segala dukungan dan doanya. 8. Seseorang yang penulis sayangi, yang telah memberikan motivasi, dorongan dan semangat kepada penulis. 9. Teman-Teman Magang : Lintang, Bobby, Doddy, Tika, Titin dan Via 10. Seluruh teman-teman AN 07 dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan penulis satu persatu. Akhirnya penulis mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan di dalam penulisan skripsi ini dan mengharapkan saran serta kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Medan, September 2011 Penulis, M. Ilham Maulana Naution Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. iii DAFTAR TABEL . v DAFTAR GAMBAR. viii DAFTAR LAMPIRAN . ix ABSTRAKSI . x BAB I PENDAHULUAN. 1 I.1. Latar Belakang Masalah . 1 I.2. Perumusan Masalah . 5 I.3. Tujuan Penelitian . 5 I.4. Manfaat Penelitian . 5 I.5. Kerangka Teori . 6 I.5.1. Aparatur Pemerintah . 6 I.5.2. Kartu Tanda Penduduk . 11 I.5.2.1. Tata Cara Pengurusan Kartu Tanda Penduduk . 18 I.6. Defenisi Konsep . 20 I.7. Sistematika Penulisan . 21 BAB II METODE PENELITIAN . 22 II.1 Metode Penelitian . 22 II.2 Lokasi Penelitian . 22 II.3 Informan Penelitian . 22 II.4 Teknik Pengumpulan Data . 23 II.5 Teknik Analisis Data . 24 Universitas Sumatera Utara BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN. 26 III.1. Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Marelan . 26 III.2. Letak Geografis dan Luas Wilayah Kecamatan Medan Marelan . 27 III.3. Demografi Kecamatan Medan Marelan . 30 III.4. Prosedur dan Tata Cara Proses Penerbitan Kartu Tanda Penduduk . 36 III.5. Struktur Organisasi Pemerintahan Kecamatan Medan Marelan . 39 III.6. Struktur Organisasi Pemerintahan Kelurahan di Kecamatan Medan Marelan . 46 BAB IV PENYAJIAN DATA . 54 IV.1. Data Identitas Responden . 54 IV.2. Penyajian Data Berdasarkan Kuesioner dan Wawancara . 57 IV.2.1. Berdasarkan Kuesioner . 58 IV.2.2. Berdasarkan Hasil Wawancara. 68 BAB V ANALISA DATA . 75 V.1. Peranan aparatur Pemerintah dalam Pelayanan Kartu Tanda Penduduk . 76 V.2. Peranan Kartu Tanda Penduduk. 80 BAB VI PENUTUP . 84 VI.1. Kesimpulan . 84 VI.2. Saran . 85 DAFTAR PUSTAKA . 87 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 1 Nama Camat yang Memimpin Kecamatan Medan Marelan dari Tahun 1992-2011 . 27 Tabel 2 Nama Kelurahan, Lurah dan Jumlah Lingkungan . 29 Tabel 3 Luas Wilayah Diperinci Per Kelurahan di Kecamatan Medan Marelan . 29 Tabel 4 Daftar Alamat Kantor Kelurahan di Kecamatan Medan Marelan . 30 Tabel 5 Data Penduduk Berdasarkan Suku . 30 Tabel 6 Data Penduduk Berdasarkan Agama . 31 Tabel 7 Data Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian . 32 Tabel 8 Data Penduduk Berdasarkan Status Kewarganegaraan . 33 Tabel 9 Data Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 34 Tabel 10 Fasilitas Umum dan Sosial . 35 Tabel 11 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Jenis Kelamin . 55 Tabel 12 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Umur . 55 Tabel 13 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan . 56 Tabel 14 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Pekerjaan . 57 Tabel 15 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Kondisi Fasilitas Pelayanan KTP Memadai . 58 Universitas Sumatera Utara Tabel 16 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Kondisi Fasilitas Digunakan dengan Baik dan Optimal . 58 Tabel 17 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Pelayanan Urusan KTP di Kecamatan Medan Marelan . 59 Tabel 18 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Pernah/ Tidaknya Masyarakat Mendapatkan Perlakuan yang Kurang Menyenangkan dalam Pengurusan KTP . 60 Tabel 19 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Pernah Tidaknya Mengalami Kesalahan Data pada KTP . 60 Tabel 20 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Mengetahui Prosedur (Tata Cara) Pengajuan Permohonan Pelayanan dalam Pengurusan KTP . 61 Tabel 21 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Tanggapan Mengenai Prosedur Pelayanan dalam Pengurusan KTP . 62 Tabel 22 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Ada Sosialisasi dari Aparatur Kecamatan tentang Tata Cara Penyampaian dan Pelayanan Kepada Masyarakat 62 Tabel 23 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Masyarakat Mengikuti Prosedur Pengurusan KTP yang telah Ditentukan . 63 Tabel 24 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah dalam Pengurusan KTP Dikenai Biaya . 64 Tabel 25 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Jika Dikenai Biaya, Apakah Biaya Tersebut Memberatkan atau Tidak . 64 Universitas Sumatera Utara Tabel 26 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Jika Tidak Dikenakan Baya Apakah Masyarakat Memberikan Tips . 65 Tabel 27 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Masyarakat Mendapatkan Pelayanan yang Sama dari Aparatur Pemerintah . 65 Tabel 28 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Pernah Tidaknya Mengetahui bahwa Aparatur Pemerintah Pemerintah Kecamatan Medan Marelan Memberikan Pelayanan yang Berbeda kepada Masyarakat, seperti atas Dasar Hubungan Keluarga, Primordial dan lain-lain . 66 Tabel 29 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Kecepatan Pelayanan KTP di Kecamatan Medan Marelan . 67 Tabel 30 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Jangka Waktu Peyelesaian KTP di Kecamatan Medan Marelan . 67 Tabel 31 Distribusi Jawaban Responden Berdasarkan Apakah Penyelesaian KTP Siap Tepat Waktu . 68 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Peta Kecamatan Medan Marelan . 28 Gambar 2 : Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Suku . 31 Gambar 3 : Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama . 32 Gambar 4 : Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian . 33 Gambar 5 : Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Status Kewarganegaraan . 33 Gambar 6 : Grafik Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuesioner Lampiran 2 : Surat Permohonan Persetujuan Judul Skripsi Lampiran 3 : Surat Penunjiukan Dosen Pembimbing Lampiran 4 : Berita Acara Seminar Proposal Lampiran 5 : Daftar Absensi Seminar Proposal Lampiran 6 : Surat Rekomendasi Izin Penelitian dari Balitbang Pemko Medan Lampiran 7 : Surat Keterangan Selesai Penenlitian Lampiran 8 : Surat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Nomor : 474.4/668 Tanggal 19 Oktober 2008 Tentang Peralihan Proses Pembuatan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk dari Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMDUK) menjadi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Nama : M. Ilham Maulana Nasution NIM : 070903057 Departemen : Ilmu Administrasi Negara Judul : Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Studi Pada Kantor Kecamatan Medan Marelan) Kinerja birokrasi yang paling banyak mendapat sorotan dari masyarakat adalah rendahnya kualitas pelayanan umum. Fenomena yang terjadi adalah banyaknya masalah yang dihadapi masyarakat bila berurusan dengan birokrat dalam urusan yang menyangkut dengan kependudukan seperti KTP. Padahal KTP mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Aparatur pemerintah seharusnya melaksanakan pelayanan sebaik dan semudah mungkin kepada masyarakat. Kendala yang sering muncul adalah keterlambatan karena pemadaman listrik bergilir di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan aparatur pemerintah dalam pelayanan KTP dan untuk mengetahui peranan KTP dalam urusan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Kantor Kecamatan Medan Marelan dan Masyarakat Kecamatan Medan Marelan. Penetapan jumlah sampel penelitian untuk aparatur pemerintah menggunakan teknik Purposive Sampling, yang berjumlah 4 orang. Sedangkan jumlah sampel untuk masyarakat menggunakan teknik Accidental Sampling, yang berjumlah 10 orang. Metode pengumpulan data untuk sampel masyarakat menggunakan kuesioner. Pertanyaan yang disusun dalam kuesioner tersebut berdasarkan tujuan penelitian ini., yakni mengenai fasilitas, mutu, ketepatan waktu, efisiensi biaya dan kesamaan dalam memberikan pelayanan KTP. Sedangkan untuk aparatur pemerintah menggunakan teknik wawancara, yaitu mengadakan dialog dengan responden agar peneliti bisa mendapatkan jawaban yang lengkap dan jelas. Hasil analisa data dari penelitian ini menunjukkan bahwa aparatur pemerintah kurang bisa memenuhi janji penyelesaian KTP tepat waktu. Kemampuan aparatur dapat dikatakan cukup baik. Sistem pengawasan di Kecamatan Medan Marelan dapat dikatakan sudah cukup baik. Dan sistem koordinasi juga sudah berjalan dengan baik. KTP mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. KTP berfungsi sebagai identitas diri, untuk pengurusan identitas lain, untuk persyaratan kepegawaian, dan untuk pengurusan izin. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Aparatur Pemerintah Kecamatan Medan Marelan secara umum dapat dikatakan sudah berjalan baik. Pengurusan KTP tidak dikenakan biaya. Kendala dalam pengurusan KTP adalah adanya pemadaman listrik bergilir, yang menyebabkan keterlambatan dalam pengurusan KTP. Keywords : Aparatur Pemerintah, Pelayanan Publik, Kartu Tanda Penduduk. Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Nama : M. Ilham Maulana Nasution NIM : 070903057 Departemen : Ilmu Administrasi Negara Judul : Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Studi Pada Kantor Kecamatan Medan Marelan) Kinerja birokrasi yang paling banyak mendapat sorotan dari masyarakat adalah rendahnya kualitas pelayanan umum. Fenomena yang terjadi adalah banyaknya masalah yang dihadapi masyarakat bila berurusan dengan birokrat dalam urusan yang menyangkut dengan kependudukan seperti KTP. Padahal KTP mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Aparatur pemerintah seharusnya melaksanakan pelayanan sebaik dan semudah mungkin kepada masyarakat. Kendala yang sering muncul adalah keterlambatan karena pemadaman listrik bergilir di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan aparatur pemerintah dalam pelayanan KTP dan untuk mengetahui peranan KTP dalam urusan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Kantor Kecamatan Medan Marelan dan Masyarakat Kecamatan Medan Marelan. Penetapan jumlah sampel penelitian untuk aparatur pemerintah menggunakan teknik Purposive Sampling, yang berjumlah 4 orang. Sedangkan jumlah sampel untuk masyarakat menggunakan teknik Accidental Sampling, yang berjumlah 10 orang. Metode pengumpulan data untuk sampel masyarakat menggunakan kuesioner. Pertanyaan yang disusun dalam kuesioner tersebut berdasarkan tujuan penelitian ini., yakni mengenai fasilitas, mutu, ketepatan waktu, efisiensi biaya dan kesamaan dalam memberikan pelayanan KTP. Sedangkan untuk aparatur pemerintah menggunakan teknik wawancara, yaitu mengadakan dialog dengan responden agar peneliti bisa mendapatkan jawaban yang lengkap dan jelas. Hasil analisa data dari penelitian ini menunjukkan bahwa aparatur pemerintah kurang bisa memenuhi janji penyelesaian KTP tepat waktu. Kemampuan aparatur dapat perekaman sidik jari dan pemindaian retina mata 8. petugas membubuhkan tanda tangan dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai bukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto, tanda tangan dan sidik jari 9. pemohon dipersilakan pulang untuk menunggu hasil proses perencetakan 2 minggu setelah pembuatan. III.5.2. Tata Cara Penerbitan KTP Elektronik Penerbitan KTP Elektronik terbagi dua yaitu missal dan regurel dimana missal terbagi menjadi missal WNI dan WNA begitu juga regurel WNI dan regurel WNA, berikut penjelasan tata cara penerbitab KTP Elektronik: Tata cara penerbitan KTP Elektronik secara massal bagi penduduk WNI: a. Kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota memuat dan menyerahkan daftar penduduk WNI wajib KTP kepada camat atau nama lain: b. Camat atau nama lain menandatangi surat panggilan penduduk berdasarkan daftar sebagaimana dimasksud pada huruf a. c. Petuga dikecamatan atau nama lain melalui kepala desa/ lurah atau nama lain menyampaikan surat panggilan sebagaimana dimaksud pada huruf b kepada penduduk berdasarkan daftar penduduk WNI wajib KTP. d. Penduduk yang telah menerima surat panggilan sebagaimana dimaskud pada huruf b, mendatangi tempat pelayanan KTP Elektronik dengan membawa surat panggilan dan KTP lama bagi yang sudah memiliki KTP e. Petugas ditempat pelayanan KTP Elektronik melakukan verifikasi data penduduk secara langsung ditempat pelayanan KTP Elektronik Universitas Sumatera Utara f. Petugas operator melakukan pengambilan dan perekaman pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk. g. Petugas sebagaiman dimaksu pada huruf e membubuhkan tanda tangan dan stempel tempat pelayanan KTP Elektronik pada surat panggilan penduduki h. Surat panggilan penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf g sebagai bukti telah dilakukan verifikasi, pengambilan dan perekaman pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf e dan huruf f i. Petugas operator melakukan penyimpanan data sebagaimana dimaksud pada huruf f dan biodata penduduk ke dalam database ditempat pelayanan KTP Elektronik j. Data yang disimpan dalam database sebagaimana dimaksud pada huruf I dikirim melalui jaringan komunikasi data ke server automated fingerprint identification system di pusat data kementerian dalam negeri k. Data penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf I disimpan dan dilakukan proses identifikasi ketunggalan dalam negeri l. Hasil identifikasi sidik jari penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf k apabila: identifikasi tunggal, data dikembalikan ke tempat pelayanan KTP Elektronik, identifikasi ganda, dilakukan klafifikasi dengan tempat pelayanan KTP Elektronik m. Kementrian dalam negeri melalui direktorat jenderal kependudukan dan pencatatan sispil melakukan personalisasi data yang sudah diidentifikasi sebagaimana dimaksud pada huruf I angka 1 ke dalam blangko KTP Elektronik n. Setelah dilakukan personalisasi sebagaimana dimaksud pada huruf m, kementrian dalam negeri melalaui direktorat jenderal kependudukan dan pencatat sipil mendistribusikan Universitas Sumatera Utara KTP Elektronik ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota untuk diuruskan ke tempat pelayanan. KTP Elektronik o. Petugas di tempat pelayanan KTP Elektronik, menerima KTP Elektronik dan melakukan verifikasi melalui pemadaman sidik jari penduduk 1: 1 p. Hasil verifikasi sidik jari penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf o apabila: datanya sama, maka KTP Elektronik diberikan kepada penduduk, datanya tidak sama, maka KTP Elektronik tidak diberikan kepada penduduk q. Dalam hal datanya tidak sama sebagaimana dimaksud pada huruf p angka 2 petugas ditempat pelayanan KTP elektronik mengembalikan KTP Elektronik ke kementerian dalam negeri melalui dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota untuk dimusnahkan Tata cara penerbitan KTP Elektronik secara massal bagi penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap a. Kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota membuat daftar penduduk orang asing wajib KTP b. Kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota menandatangi surat panggilan penduduk orang asing berdasarkan daftar sebagaimana dimaksud pada huruf a c. Petugas di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota menyampaikan surat panggilan sebgaimana dimaksud pada huruf b kepada penduduk orang asing berdasarkan daftar orang asing wajib KTP d. Penduduk orang asing yang telah menerima surat panggilan sebagaimana dimaksud pada huruf b mendatangi dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota dengan Universitas Sumatera Utara membawa surat panggilan, KTP lama bagi yang sudah memiliki KTP dan kartu izin tinggal tetap yang masih berlaku. e. Petugas di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/ kota melakukan verifikasi data penduduk orang asing secara langsung f. Petugas operator melakukan pengambilan dan perekaman pas photo, tanda tanga, dan sdik jari penduduk orang asing g. Petugas sebagaimana dimaksud pada hurufe memberikan tanda tangan dan stempel dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota pada surat panggilan penduduk orang asing h. Surat panggialn penduduk orang asing sebagaimana dimasksud pada huruf g sebagai bukti telah dilakukan verifikasi, pengambilan dan perekaman pas photo, tanda tangan dan sisdik jari penduduk orang asing sebagaimana dimaksu pada huruf e dan huruf f i. Petugas operator melakukan penyimpanan data sebagaimana dimaksud pada huruf f dan biodata penduduk orang asing ke dalam database dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota j. Data yang disimpan dalam database sebagaimana dimaksud pada huruf I dikirim melalui jaringan komunikasi data ke server autornated fingerprint identification system dipusat data kementerian dalam negeri k. Data penduduk orang aisng sebagaimana dimaksud pada hurufk, apabila: identifikasi tunggal, data dikembalikan ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota, identifikasi ganda, dilakukan klarifikasi dengan dinas kependudukan dan pencatatan sispil kabupaten / kota Universitas Sumatera Utara l. Kementrian dalam negeri melalui direktorat jenderal kependudukan dan pencatatan sipil melakukan personalissasi, data yang sudah diidentifikasi sebagaimana dimaksud pada huruf I angka 1 ke dalam blangko KTP Elektronik m. Setelah dilakukan personalisasi sebagaimana dimaksud pada huruf m, kementerandalam negeri melalui direktorat jenderal kependudukan dan pencatatan sipil mendistribusikan KTP Elektronik ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota n. Petugaas di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota, menerima KTP Elektronik dan melakukan verifikasi melalui pemadanan sisdik jari penduduk orang asing 1:1 o. Hasil verifikasi sidik jari sebagaimana dimasksud pada huruf o, apabila: data sama, maka KTP Elektronik diberikan kepada penduduk orang asing dan datanta tidak sama, maka KTP Elektronik tidak diberikan kepada penduduk orang aisng p. Dalam hal datanya tidak sama sebagaimana dimaksud pada huruf p angka 2, petugas di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten / kota mengembalikan KTP Elektronik ke kementerian dalam negeri untuk di musnahkan. Tata cara penerbitan KTP elektronik secara regular bagi penduduk WNI a. Penduduk melaporkan kepada petugas di tempat pelayanan KTP Elektronik, dengan mengisi formulir permohonan dan membawa persyaratan berupa: nomor induk kependudukan nasional, fotokopi kartu keluarga dan surat pindah dan KTP Elektronik bagi penduduk yang pindah atau KTP Elektronik yang rusak bagi penduduk yang KTP nya rusak atau surat keterangan kehilangan dari kepolisian bagi kependudukan yang KTP nya hilang. Universitas Sumatera Utara b. Etugas ditempatkan pelayanan KTP Elektronik merekam isi formulir permohonan KTP Elektronik ke dalam database kependudukan c. Petugas sebagaimana dimaksud pada huruf b melakukan verifikasi data penduduk secara langsung d. Petugas operator melakukan pengambilan dan perekaman pas photo tanda tangan dan sisdik jari penduduk e. Petugas sebagaimana dimaksud pada hurif b membubuhkan tanda tangan dan stempel tempat pelayanan KTP elektronik pada formulir permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a f. Formulir permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf e sebagai bukti telah dilakukan verifikasi, pengambilan dan perekaman pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf c dan huruf d g. Petugas operator melakukan penyimpanan data sebagaimana dimaskud pada huruf d dan biodata penduduk ke dalam database ditempat pelayanan KTP Elektronik h. Data yang disimpan dalam database sebagaimana dimaksud pada huruf g dikirim melalui jaringan komunikasi data ke server automated fingerprint identification system dipusat data kementerian dalam negeri i. Data penduduk sebagaimana dimaksud pada huruf h disimpan dan dilakukan proses identifikasi ketunggalan jatidiri seseorang j. Hasil identifikasi sidik jari yang diberikan apakah merata tanpa membeda-bedakan golongan. Kejelasan ini sangat penting dalam pelayanan publik, Karena hasil ini dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pelayanan pemerintah sebagai perilaku organisasi publik harus bersifat netral dan tidak memihak siapa pun juga. Pada prinsipnya bahwa siapapun berhak mendapatkan kesempatan dan pelayanan yang sama dan tidak menganaktirikan suatu kelompok tertentu apalagi berdasarkan pangkat, agama, suku bangsa dan status sosial dan ekonomi mereka. Pelayanan yang diberikan aparatur kantor Camat Sei Bamban kepada masyarakat yang melakukan pengurusan KTP tidak memandang golongan dan status. Hal ini disebabkan karena adanya profesionalisme para aparatur dalam Universitas Sumatera Utara melaksanakan tugas-tugasnya dalam menjalankan fungsi serta peran mereka sesuai dengan tugas yang diemban. 3. Ketepatan Waktu Masalah ketepatan waktu dalam suatu proses administrasi pemerintahan (publik) sebenarnya belum ada ketentuan yang baku untuk penyelesaian suatu pekerjaan yang prinsipnya tepat sasaran, cepat, dan tidak berbelit-belit serta memberikan kesan yang baik bagi masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, ketepatan waktu dalam pelaksanaan pengurusan KTP di Kantor Kecamatan Sei Bamban dikatakan cukup baik. Sehingga pada saat ini pandangan masyarakat kepada kinerja aparatur dapat dikatakan cukup memuaskan walau terkadang ada hambatan yang terjadi, namun sejauh ini aparatur dapat menyelesaikannya dengan baik. Kalaupun ada aparatur yang tidak tepat waktu dalam melaksanakan tugasnya, hal ini disebabkan bukan Karena masalah administratif tetapi lebih bersifat masalah teknis, seperti rusaknya modem komputer ataupun pemadaman listrik. Dalam pelayanan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah yang menjadi salah satu aspek penting dari struktura adalah aturan atau mekanisme bagaimana aparatur pemerintah harus bekerja, berperilaku, dan bersikap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penerapan standar pelayanan publik akan dapat meningkatkan efektifitas kerja unit-unit aparatur pemerintah yang bertugas memberikan pelayanan publik, maupun menghemat energi dan biaya yang dikeluarkan birokrasi karena adanya kejelasan prosedur, mencerminkan bagaimana masalah pelayanan publik selama ini terjadi. Universitas Sumatera Utara Dan jika standar pelayanan publik dilaksanakan dengan baik maka dalam jangka panjang kualitas pelayanan publik di Indonesia akan dapat ditingkatkan. Pelayanan publik kini sudah saatnya diberikan untuk memenuhi nilai-nilai tentang demokrasi, transparansi, keadian, akuntabilitas, dan mencerminkan keinginan masyarakat untuk dapat dilayani secara cepat dan dapat diakses dengan mudah dari manapun mereka berada. Universitas Sumatera Utara BAB V PENUTUP Berdasarkan uraian-uraian diatas yang telah penulis kemukakan pada babbab terdahulu, maka pada bagian ini penulis mencoba mengambil beberapa kesimpulan dan memberikan saran sebagai langkah terakhir dalam penulisan hasil penelitian. V.1 Kesimpulan 1. Aparatur pemerintah Kecamatan Sei Bamban didalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara umum dikatakan berperan baik. Hal ini dapat dilihat dari tersedianya peraturan-peraturan yang mengatur tentang tata cara pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) meliputi prosedur dan persyaratan dan ketentuan mengenai biaya yang harus dikeluarkan, serta kemampuan aparatur yang cukup memadai, berdasarkan kemampuannya tersebut aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat telah mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan, sehingga kecil kemungkinan aparatur pembuat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaanya. 2. Dalam tata cara pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), aparatur pemerintah sudah melayani masyarakat dengan cukup memuaskan karena dalam melakukan pelayanan, aparatur sudah berpatok pada peraturan yang berlaku seperti Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2006. Universitas Sumatera Utara 3. Adapun hambatan-hambatan yang ada dalam pelayanan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hanya ada pada masalah teknis saja atau seperti pemadaman listrik dan kerusakan modem komputer. Namun aparatur pemerintah berusaha untuk mengurangi dampaknya. Demikian juga dengan jumlah pegawai yang memadai sebagai unsur pelaksana yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga semua urusan masyarakat dapat terlayani dengan baik. 4. Adanya sanksi yang diatur dalam paraturan-peraturan tersebut, seharusnya caracara memperoleh KTP tidak menimbulkan persoalan ketidak jelasan tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan KTP dan tidak ada kesempatan petugas untuk melakukan pungutan-pungutan yang sering dikeluhkan masyarakat. Kemudian dengan adanya sistem online/simduk dalam pelaksanaan pembuatan KTP seharusnya tidak ada alasan lagi untuk memperlambat masyarakat mendapatkan KTP. Jika Pemerintah yang sekarang ini konsisten dan tegas menjalankan aturan yang ada dalam pengurusan KTP bagi masyarakat, pasti aparatur pemerintahan di bawahnya yang terkait dalam masalah ini tidak akan berani memperlambat dan melakukan kutipan-kutipan yang melampaui kewenangannya. Universitas Sumatera Utara V.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan penulis yaitu: a) Pimpinan Camat harus menindak tegas anggotanya yang bekerja di luar dengan ketentuan/ prosedur yang ada, agar citra pemerintahan di daerah Kecamatan Sei Bamban lebih baik lagi di mata masyarakat. Diadakannya pertemuan yang intens dengan semua instansi/lembaga terkait yang ada di masyarakat serta instansi yang berada di atasnya dalam upaya pelayanan kepada masyarakat luas. b) Hendaknya dalam pelayanan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), aparatur pemerintah hendaknya lebih gencar memberikan penjelasan dalam tata cara pengurusan KTP tersebut dan memberitahukan pentingnya KTP dalam kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses pelayanan-pelayanan lain yang diberikan oleh pemerintah. c) Pihak Kecamatan Sei Bamban hendaknya membuat loket/kotak pengaduan atas keluhan-keluhan masyarakat. Karena hal ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan pendapat masyarakat. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Assauri, 1999. Manajemen Pemasaran. Raja Grafindo Persada; Jakarta Bungin, Burhan. 2007, Penelitian Kualitatif. Kencana; Jakarta Depdikbud. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke-3, Balai Pustaka; Jakarta Dwiyanto, Agus. 2005. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. UGM Press; Yogyakarta ----------------------- 2009. Reformasi Birokrasi, Kepemimpinan dan Pelayanan Publik. Gava Media; Yogyakarta Ghuffan, Ahmad, dan Sudarsono. 1991. Hukum Kepegawaian Di Indonesia. Rineka Cipta; Jakarta Handayadiningrat. 1998. Peranan Aparatur Pemerintah. Sinar Harapan; Jakarta Kumorotomo, Wahyudi. 1994. Manajemen Pelayanan Publik. Raja Grafindo Persada; Jakarta Kencana, Inu. 2004. Pemerintah Indonesia. Jakarta; Mandar Maju Manurung, Hendarso. 2005. Metode Penelitian. Jakarta; Diktat Marsuki. 2006. Mendorong Investasi Melalui Pelayanan Publik; Jakarta Moenir, H. A. S. 2002. Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesi. Jakarta; PT. Bumi Aksara Lexy. J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung; PT. Remaja RoMoleong Swakarya Nawawi, Hadari. 1995. Penghawasan Melekat Di Lingkungan Aparatur pemerintah; Penerbit Erlangga, Jakarta Pramudji. 1994. Profesionalisme Aparatur Negar. Rineka Cipta; Jakarta Poerwadarminta, W.J.S. 1999. Kamus Bahasa Indonesia. Balai Pustaka; Jakarta Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survey. LP3ES; Jakarta Sinambela, L.P. 2006. Teori Kebijakan dan Implementasi, Reformasi Pelayanan Publik.Sampara Situmorang, M. Victor. 1994. Hukum Administrasi Pemerintahan Di Daerah, Sinar Grafika; Jakarta Universitas Sumatera Utara Soejono, Soekamto. 2004. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Press; Jakarta Thoha, Miftah. 1993. Perilaku Organisasi : konsep dan aplikasinya. Raja Grafindo Persada; Jakarta Wasistiono, Sadu. 2002. Manajemen Sumber Daya Aparatur Pemerintah Daerah. Pusat Kajian Pemerintahan STPDN; Jatinagor PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1997, Tentang Penduduk Yang Wajib KTP Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) Nomor 26 tahun 2004 tentang Pedoman Tata Laksana Pelayanan Umum Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negaara No. 63 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan publik Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2005, Tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Serdang Bedagai. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2008, Tentang Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan Peraturan Daerah Kabupaten Serdang Bedagai No. 10 tahun 2006 tentang Pembentukan Kecamatan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah Undang-undang No.23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik Universitas Sumatera Utara
Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Aparatur Pemerintah Kerangka Teori Berdasarkan Hasil Wawancara Penyajian Data Berdasarkan Kuesioner dan Wawancara. Data Identitas Responden. PENYAJIAN DATA Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode Penelitian Lokasi Penelitian Informan Teknik Pengumpulan Data PENDAHULUAN METODE PENELITIAN DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN PENYAJIAN DATA ANALISIS DATA PENUTUP DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Peranan Aparatur Pemerintah Dalam Pelayanan KTP. Peranan KTP. ANALISA DATA Tata Cara Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Definisi Konsep
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Gratis