Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Studi pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan)

 27  143  106  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Terima kasih untuksetiap berkat dan kasih Bapak dan Ibu yang membuatku tetap kuat, semogaBapak dan Ibu diberikan umur yang panjang untuk melihat setiap hasil dari jerih lelah yang dikerjakan selama ini. Sos, Kak Dewi, Pak Simanjorang yang tetap mengarahkan saya selama penelitian di BKN Kanreg VI dan seluruhpegawai BKN yang dengan senang hati membantu saya, dan juga anak-anakPKL yang menemani saya selama penelitian.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Organisasi pemerintah dibentuk untuk mencapai tujuan bersama, yaitu:

  Organisasi publik dikatakan efektif apabila dalam realita pelaksanaannya birokrasi dapat berfungsi melayani sesuaidengan kebutuhan msyarakat (client), artinya tidak ada hambatan (sekat) yang terjadi dalam pelayanan tersebut, cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan, serta mampumemecahkan fenomena yang menonjol akibat adanya perubahan sosial (faktor 2 eksternal) yang sangat cepat dan dari faktor internal. Organisasi yang efektif adalah organisasi yang memiliki struktur ideal dengan ciri- ciri: adanya pembagian kerja, adanya hierarki kewenangan yang jelas, adanya prosedur seleksi formal, adanya peraturan yang rinci¸ dan adanya hubungan kerja 3 yang bersifat impersonal.

I. 2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah sangat penting agar diketahui arah jalannya suatu penelitian dan untuk lebih memudahkan penelitian nantinya. Hal ini senada denganpendapat agar penelitian dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka penulis merumuskan masalahnya sehingga jelas dari mana harus memulai, kemana harus pergi 8 dan dengan apa”Berangkat dari uraian di atas maka penulis dalam melakukan penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut:“Seberapa Besar Pengaruh Struktur Organisasi

8 Arikunto, Suharsimi. 2001. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta hal

17 VI Medan?”

I. 3 Tujuan Penelitian

  Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh struktur organisasi terhadap produktivitas kerja pegawai pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan.

I. 4 Manfaat Penelitian

  Penelitian ini juga diharapakan dapat memberikan kontribusi bagi FakultasIlmu Sosial dan Ilmu Politik dalam menambah kajian maupun sebagai referensi bagi mahasiswa yang tertarik terhadap penelitian ini. Untuk penulis, penelitian ini merupakaan wahana dalam mengembangkan pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan kemapuan berfikir melaluikarya ilmiah.

I. 5 Kerangka Teori

  Robbins mendefenisikan organisasi sebagai suatu kesatuan(entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerusuntuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Owen Lane organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh orang-orang, ataukelompok-kelompok dengan kekuasaan yang diperlukan untuk pelaksanaan itu, sehingga kewajiban yang dilaksanakan demikian itu memberikan saluran-saluranyang terbaik bagi penyelenggaraan usaha yang efisien, teratur, positif dan 10 dikoordinasikan .

10 Supardi & Syaiful Anwar. Dasar-dasar Perilaku Organisasi. 2002. Jogjakarta: UII Press Jogjakarta hal

  Jakarta: Mitra Wacana Media hal 64-65 11 Gitosudarmo mendefinisikan organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang- ulangoleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan 12 . PradjudiAtmosudiro menyatakan bahwa organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur hubungan kerja atau sekelompok orang memegang posisi yangbekerja sama tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu 13 G.

14 Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian

I. 5.1.2 Pengertian Struktur Organisasi

  Secara umum,struktur organisasi mengambil bentuk hierarki dari mana wewenang dan tanggung jawab dibedakan sepanjang dimensi vertikal seperti departemen, divisi sepanjangdimensi horizontal setiap derajat yang berbeda dari setiap wewenang setiap dimensi horizontal dibedakan menurut spesialisasi dan mana para karyawan dikelompokkan ke 16 dalam unit organisasi berasarkan keahlian dan spesialisasi yang sama . Pentingnya pembagian kerja karena, pertama orang yang berbeda dalam pembawaan, kemampuan serta kecakapan dan mencapai ketangkasan yang besar denganspesialisasi; kedua orang yang sama tidak dapat berada di dua tempat pada saat yang sama.

18 Sutarto. Dasar-Dasar Organisasi.1995. Yogyakarta : Gadjah Mada university Press, hal 104

  Masing-masing jurusan ini terdiri dari orang-orang yangmelaksanakan pekerjaan yang berbeda-beda, yang bergabung untuk mendapatkan hasil lebih besar daripada apa yang dapat mereka capai melalui usaha salah satujurusan saja. Georgy Terry dalam bukunya “Prinsiple ofManagement” mengatakan, bilamana jumlah bawahan yang dikendalikan seorang atasan ini dapat memimpin dengan efektif, tapi bila mana bawahan itu terlalu sedikit,dapat pula meyebabkan pekerjaan tidak selesai atau waktu tidak dapat digunakan19 secara efektif.20 Donnelly, Gibson Ivancevich.

1.5.1.3 Prinsip- Prinsip Struktur Organisasi

  Aktivitas-aktivitas perusahaan harus dibagi dalam segmen-segmen yang digariskan dengan jelas, sehingga masing-masingditempatkan dalam hubungan yang berimbang satu sama lain. Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan masig-masing posisi yangharus konsisten dan harus adanya syarat-syarat yang cukup sama dengan skill.

21 Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi. 2004. Bandung: Kencana hal., 189-190

  Semua unit dan individu-individu di dalam organisasi yang bersangkutan yang tangung jawab mereka mengharuskan adanya kontak dengan pihak lainharus dapat melaksanakannya tanpa pembatasan-pembatasan dari struktur formal. Komite-komiteSuatus sistem komite yang dibentuk dengan baik dapat merupakan alat administrasi yang berharga.

1.5.1.4 Bentuk Struktur Organisasi

  Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan yang ada dalam unitnya, artinya disampingpekerjaan pokoknya, ia masih berkuasa dan bertanggung jawab pula dalam tugas- tugas tambahan, seperti urusan kepegawaian, keuangan, administrasi, danlain sebagainya. d) Struktur Organisasi Lini, Staf, dan Fungsional (Line, Staff, and Functional Organization) Organisasi tipe ini merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional dan biasanya diterapkan pada organisasi besar dan kompleks.

22 Harahap, Sofyan Sayfri. 1996. Manajemen Kontemporer. Jakarta: PT Grafindo Persada

  Menurut Robbins produktivitas menggambarkan suatu perilaku kerja yang ditampakkan oleh orang-orang yang terlibat dalam suatu perusahaan dan dapatdijelaskan melalui sistem evaluasi atau penilaian kinerja melalui kualitas kerja pegawai dalam melakukan tugasnya yang sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan(ketepatan waktu). Dan menurut Mathis (2000) produktivitas kerja merupakan pengukuran dan kuantitas dari pekerjaan dengan mempertimbangkan dari seluruh biaya dan 28 hal-hal yang terkait dan diperlukan dalam pekerjaan tersebut .

I. 5.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

  Bakat dapat diartikan sebagai suatu kemapuan dasar di bidang khusus, yang menyebabkan individu melalui bakat yang dimilikinya tersebut, bila mendapat30 pelatihan dan kesempatan, serta motivasi yang tepat, akan lebih memiliki Simanjuntak, Payaman. Yogyakarta: Graha Ilmu, hal 248-249 Dengan demikian pengeathuan merupakan akumulasi hasil proses pendidikan baik yang diperoleh secara formal maupun non formal yang memberikankontribusi pada seseorang dalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk dalam melakukan dan menyelesaikan pekerjaan.

33 Sedarmayanti. 2004. Pengembangan Kepribadian Pegawai.Bandung: Mandar Maju hal,10

  Yaitu pemilihan cara kerja dengan waktu yang semakin singkat dengan hasil yang maksimal. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaanakan terlaksana secara efektif dan efisien, sehingga ini semua akhirnya sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.

34 Edy Sutrisno. Budaya Organisasi. 2007. Surabaya: Kencana, hal 211-212

  Indikator ini bisa dilihat dari etos kerja dan hasil yang dicapai dalam satu hari kemudian dibandingkandengan hari sebelumnya. Pengembangan diriPengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan harapan dengan apa yang akan dihadapi.

I. 5.3 Hubungan Struktur Organisasi dengan Produktivitas Kerja

  Apabila struktur dan tipe organisasi yang digunakan tidak tepat maka berbagai hal yang bersifat negatif seperti bergeraknya satuan-satuan kerja dalam organisasisecara sendiri-sendiri dan berkotak-kotak, tidak lancarnya koordinasi, terjadinya duplikasi dan tumpang tindih akan menjadi ciri-ciri organisasi yang 36 bersangkutan. Kinerja seseorang dan produktivitas kerjanya ditentukan oleh faktor: a) motivasinya, daya dorong yang dimiliki baik secara instrinsikmaupun ekstrinsik yang membuatnya mau dan rela untuk bekerja sekuat tenaga dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada demi keberhasilan organisasidalam mencapai tujuan dan berbagai sasarannya.

I. 7.Definisi Konsep

  Struktur organisasi adalah suatu susunan atau kesatuan kerangka organisasi yang menunjukkan hubungan antara tiap bagian yang mewujudkan pola tetap dalamkedudukan, wewenang, dan tanggung jawab dari masing-masing anggota organisasi untuk mencapai tujuan. Produktivitas kerja pegawai adalah pegukuran hasil kerja yang diperoleh pegawai selama ia bekerja dengan menggunakan disiplin kerja yang dimilikinya sehinggatujuan organisasi dapat tercapai.

1. Variabel Bebas/Independent Variabel (X)

  Pembagian kerja dan spesialisasi yaitu membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas khusus dan mengorganisirnya ke dalam bagian-bagian yang jelas. Jumlah pegawai yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif olehseorang atasan.

2. Variabel Terikat/Dependent Variabel (Y)

  Variabel terikat dari penelitian ini adalah produktivitas kerja dengan indikatornya sebagai berikut: 1. Ketepatan penugasan, penempatan pada kemampuan atau keahlian yang dimiliki.

1.9 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN Bab ini terdiri atas Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Kerangka Teori, Definisi Konsep, Definisi Operasional, Sistematika Penulisan

BAB II METODE PENELITIAN II.1 Bentuk Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang adadi Badan Kapegawaian Negara Kantor Regional VI Medan yaitu berjumlah 130 orang. Jadi dalam hal ini yang menjadi sampel adalah 46 orang pegawai yang ada di BKN Kanreg VI Medan.

II. 4 Teknik Pengumpulan Data

  Kuesioner (Quetionary)Yaitu teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan yang dilengkapi dengan beberapa alternatifjawaban yang tersedia. Penulis mengumpulkan materi yang bersumber dari buku-buku serta referensi lainnya yang berhubungan dengan masalah-masalah yangditeliti.

II. 5 Teknik Penentuan Skor

  Teknik pengukuran skor yang digunakanadlaah memakai skala ordinal untuk menilai jawaban kuesioner responden. Adapun skor yang ditentukan untuk setiap pertanyaan adalah: 1.

II. 6 Teknik Analisa Data

  Adapunmetode statistic yang digunakan ialah: Koefisien Korelasi Product Moment Cara ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara variabel bebas dan terikat (Sugiyono, 2005:193). Koefisien korelasi yang diperoleh positif (r = +) berarti kenaikan nilai variabel yang satu, diikuti nilai variabel yang lain dan kedua variabel memiliki hubunganyang positif.

45 Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta. Hal,104

  Tabel 2 Interpretasi Korelasi Product Moment Interval Koefisien Tingkat Hubungan0,00 – 0,199 Sangat Rendah0,20 – 0,399 Rendah0,40 – 0,599 Sedang0,60 – 0,799 Tinggi0,80 – 1,000 Sangat Tinggi Dari nilai yang diperoleh dapat dilihat secara langsung melalui tabel korelasi untuk menguji apakah nilai r yang diperoleh tersebut berarti atau tidak. Tabel korelasi ini menentukan batas-batas r yang signifikan tertentu, dalam hal ini signifikan 5%.

BAB II I DESKRIPSI LOKASI III. 1 Sejarah BKN KANREG VI MEDAN Dalam rangka terciptanya sumber daya manusia (SDM) Aparatur Negara

  Kantor Regional (Kanreg) Badan Kepegawaian Negara sampai dengan saat ini telah terbentuk 12 (dua belas) Kantor Regional BKN yang ada didaerah di seluruhwilayah Indonesia, hal ini dilandasi dengan pemikiran supaya pelayanan kepegawaian yang diberikan oleh BKN maupun Kantor Regional BKN semakindekat dengan yang dilayani, sehingga akan menuju pelayanan yang mengandung prinsip efisien dan efektif. Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) III.2 Visi dan Misi III.2.1 Visi Visi merupakan suatu gambaran keadaan ideal dimasa depan yang ingin dicapai oleh Kanreg VI BKN Medan yang merupakan refleksi dari keadaan internaldan eksternal dimana Visi dari BKN adalah “mewujudkan Kantor Regional VI BadanKepegawaian Negara sebagai Unit terdepan dalam pelayanan Kepegawaian Pegawai Negeri Sipil.

III. 3.2 Tugas Pokok

Membantu Kepala Badan Kepegawaian Negara di wilayah kerjannya meliputi Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, yangkewenangannya masih melekat pada pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. III.4 Struktur Organisasi Tabel 3 Distribusi Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural Organisasi

BKN KANREG VI

No Eselon Jumlah 1 Eselon II 1 2 Eselon III 4 3 Eselon IV 18 Jumlah 23 Sumber : Hasil Penelitian 2011Struktur organisasi di BKN Kanreg VI Medan yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara tentang Tata Kerja Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara No.59/KEP/2001 yaitu sebagai berikut:

III. 3 Tugas Pokok dan Fungsi setiap Bagian

  Kepala Kepala Kanreg BKN mempunyai tugas membantu Kepala BKN dalam menyelenggarakan administrasi dan manajemen kepegawaian Pegawai NegeriSipil Pusat dan Daerah di wilayah kerjanya, melaksanakan koordinasi dan kerjasama di bidang kepegawaian dengan Pemerintah Daerah, instansi vertikal,dan instansi pusat yang berada di daerah dalam wilayah kerjanya, serta memberikan laporan secara berkala dan sewaktu-waktu kepada Kepala BKN. Bidang Mutasi Bidang Mutasi mempunyai tugas melaksanakan pemberian pertimbangan teknis mutasi kepegawaian kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah danPejabat Instansi Pusat yang berwenang di daerah dan menetapkan kenaikan 1.

d. Bagian Status Kepegawian dan Pensiun

  Bidang Status Kepegawaian dan Pensiun mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penetapan Nomor Indentitas Pegawai Negeri Sipil, KartuPegawai(KARPEG), Kartu Isteri/Suami(KARIS/KARSU), pemberhentian dan pemberian pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil Pusat dan janda/dudanya danpenyiapan pertimbangan teknis bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah dan janda/dudanya yang telah mencapai batas usia pensiun serta penyiapanpertimbangan status kepegawaian lainnya. Penyiapan pertimbangan teknis pemberhentian dan pemberian pensiunPegawai Negeri Sipil Daerah yang berpangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e ke bawah yang mencapai batas usia pensiun dan pensiun janda/dudanya.

e. Bagian Informasi Kepegawaian

f. Bagian BIMBTEK

  Bidang Infromasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan system informasi kepegawaian Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah dan memfasilitasipengembangan sistem informasi kepegawaian pada instansi daerah di wilayah kerjanya. Bidang Bimbingan Teknis Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis kepegawaian dan Diklat kepegawaian, melakukan pengawasankompetensi jabatan, dan pengendalian pemanfatan lulusan Diklat Pegawai NegeriSipil Pusat maupun Daerah.

BAB IV PENYAJIAN DATA Dalam bab ini akan disajikan data-data yang di dapat selama penelitian di Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan, Provinsi Sumatera Utara. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui hubungan antara struktur organisasi

  Tabel 12 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pembagian Kerja No Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 20 43,48 2 Setuju 26 56,52 3 Kurang Setuju 4 Tidak Setuju - - 5 Sangat Tidak Setuju 46 100%Sumber: Hasil Penelitian 2011 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 26 orang responden (56,52%) menjawab setuju terhadap pembagian kerja, 20 orang responden (43,48%) menjawabsangat setuju, dan tidak satupun responden yang menjawab kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Namun menurut pegawai BKN, pembagian kerja telah ditetapkanmelalui keputusan Kepala BKN No.59/KEP/2001 yang telah membuat rincian setiap bidang yang ada di BKN dan yang selanjutnya ditetapkan oleh Kepala BKN setiapKantor Regional jumlah pegawai setiap sub bidang ataupun Seksi.

BAB V ANALISA DATA Dalam penelitian ini, penulis mengukur Struktur Organisasi (Variabel X) dengan

  Rentang PengawasanDan untuk melihat Produktivitas Kerja Pegawai (Variabel Y) dapat dilihat dengan mengukur dari indikator antara lain:a. Satuan kerja yang dihasilkanBerdasarkan hasil penelitian penulis untuk mengukur bagaimana pengaruh Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada BKN Kanreg VIMedan, Sumatera Utara.

V. 1 Struktur Organisasi

  Berdasarkan hasil penelitian penulis, pengertian Struktur Organisasi dan kegunaan dari pada struktur organisasi telah dipahami oleh Pegawai di BKN Dan pegawai telah mengetahui apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi bagiannya, bahkan tugas dan pokok secara BKN Kanreg para VI Medan dibentuk. Berdasarkan hasil penelitian penulis, koordinasiantara pegawai di BKN Kanreg VI Medan dengan satu bagian atau dengan bagian yang berbeda dapat dikatakan baik, hal ini didukung jawaban responden yangmayoritas menjawab bahwa tugas-tugas para pegawai dari beberapa bagian bekerjasama sacara teratur dan pegawai menyadari bahwa koordinasi dengan satubagian dan dengan bagian yang berbeda sangat perlu.

3. Rentang Pengawasan

  Jumlah pegawai yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif oleh seorang atasan. Dan hal ini menunjukkan bahwa atasan bisamaksimal dalam mengawasi pegawai dalam bekerja, sehingga disaat pegawai memerlukan atasan misalkan untuk penandatanganan dokumen atasan ada.

V. 2 Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja pegawai adalah pegukuran hasil kerja yang diperoleh pegawai selama ia bekerja dengan menggunakan disiplin kerja yang dimilikinyasehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

1. Disiplin Kerja Kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan

  Yaitu melalui pelatihan yang diadakan dan megikuti seminar-seminar yang diselenggarakan oleh BKN Kanreg VI Medan atau yangdiadakan oleh pihak luar. Satuan kerja yang dihasilkan Satuan kerja yang dihasilkan merupakan ukuran yang diberikan untuk melihat apakah pegawai mampu mengerjakan tanggung jawabnya.

V. 3 Koefisien Korelasi Product Moment

  Koefisien korelasi yang diperoleh negartif (r = -) berarti kedua variabel negatif dan menunjukkan meningkatnya variabel yang satu diikuti menurunnyavariabel yang lain. Berdasarkan data-data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dalam proses penelitian, maka akan diperoleh perhitungan sebagai berikut: = == == 0,66 Dari hasil perhitungan yang menggunakan koefisien korelasi prouct moment, maka dapat dilihat hasil koefisien korelasi sebesar 0,66.

V. 5 Interpretasi Korelasi

  Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa46 hubungan antara variabel X (Struktur Organisasi) dengan variabel Y Sugiyono. Hal,104 (Produktivitas Kerja Pegawai pada BKN Kanreg VI Medan) dikategorikan “hubungan tinggi”.

V. 5 Uji Signifikan

  Jika dibandingkan antara nilai r yang diperoleh dari rumus koefisien korelasi product moment yaitu 0,66 dengan r tabel (0,291) maka dapat dilihatbahwa r yang dihasilkan melalui perhitungan koefisien korelasi product moment lebih besar dibandingkan dengan r tabel (0.66 > 0,291), sehingga dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan antara struktur organisasi terhadap produktivitas kerja pegawai di Badan Kepegawaian Negara Kanreg VI Medan. Dengan kata lain, koefisien korelasi yang diperoleh positif (r = +) artinya kedua variabel positif dan menunjukkan meningkatnya variabel yang satu akan diikutidengan peninggkatan variabel yang lain.

V. 6 Koefisien Determinan

  Perhitungan dilakukan dengan rumus: = ( x 100% = (0,66)² x 100%= 0,4356 x 100% = 43,56% Dengan demikian, pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel X (struktur organisasi) dengan variabel Y (Produktivitas Kerja) adalah sebesar 43,56%,sedangkan selebihnya sebesar 56,44% di pengaruhi oleh faktor-faktor di luar cakupan penelitian. Berdasarkan data-data yang diperoleh tersebut membuktikan bahwa StrukturOrganisasi mempengaruhi Produktivitas Kerja Pegawai di Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan.

BAB VI PENUTUP VI.1 Kesimpulan Kesimpulan merupakan jawaban dari permasalahan penelitian. Adapun

  Struktur Organisasi di Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan tergolong ke dalam kategori baik., hal ini dapat dilihat dari hasil yang di dapat darihasil penelitian lapangan yang dilakukan kepada 46 orang responden yang memberikan penilaian bahwa Struktur Organisasi mencakup pada indikatorkoordinasi, spesialisasi kerja, dan rentang pengawasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat pengaruh yang positif antara Struktur Organisasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai, hal ini dapatdilihat dari ahsil perhitungan yang digunakan melalui rumus korelasi product moment.

VI. 2 Saran

  Adapun saran-saran yang ingin penulis kemukakan sebagai bahan masukan dalam peningkatan mutu dan manfaat dari penelitian ini khususnya bagi pegawaiBadan Kepegawain Negara Kantor Regional VI Medan sebagai objek penelitian antara lain, sebagai berikut: 1. Perlunya koordinasi yang baik antara setiap pegawai dan juga kepada atasan karena dengan adanya koordinasi yang baik antara pegawai, maka pegawai akannyaman dalam bekerja dan secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitasnya.

Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Studi pada Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional VI Medan) Bagian Umum Bidang Mutasi Bagian Status Kepegawian dan Pensiun Bentuk Penelitian Lokasi Penelitian Teknik Pengumpulan Data Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Hubungan Struktur Organisasi dengan Produktivitas Kerja Identitas Responden PENYAJIAN DATA Koefisien Korelasi Product Moment Interpretasi Korelasi Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Pengertian Struktur Organisasi Struktur Organisasi .1 Pengertian Organisasi Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Prinsip- Prinsip Struktur Organisasi Bentuk Struktur Organisasi Produktivitas Kerja ANALISA DATA Produktivitas Kerja Tabel 25 PENYAJIAN DATA Struktur Organisasi ANALISA DATA Struktur Organisasi Tabel 9 PENYAJIAN DATA Teknik Penentuan Skor Teknik Analisa Data Uji Signifikan Koefisien Determinan
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Struktur Organisasi Terhadap Produk..

Gratis

Feedback