Feedback

Dosis Pupuk Cair Anorganik dan Jarak Tanam Berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Asal Biji

Informasi dokumen
DOSIS PUPUK CAIR ANORGANIK DAN JARAK TANAM BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. var. TUK TUK ) ASAL BIJI SKRIPSI Oleh: FERDINANTA SEMBIRING 040301053 BDP/AGRONOMI DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara DOSIS PUPUK CAIR ANORGANIK DAN JARAK TANAM BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. var. TUK TUK ) ASAL BIJI SKRIPSI Oleh: FERDINANTA SEMBIRING 040301053/AGRONOMI Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing ( Ir. Ratna Rosanty Lahay, MP ) Ketua ( Ir. Hj. Sabar Ginting, MS ) Anggota DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT FERDINANTA SEMBIRING: Dose Inorganic Liquid Fertilizer and Planting Distance Matters for Growth and Production of Red Onion (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Origin Seed, guided by RATNA ROSANTY LAHAY and SABAR GINTING. The influence of a combination of liquid fertilizer inorganic and plant spacing on growth and production of onion plants from seed have not yet researched in this area. For that one study has been conducted on community land Nibung Tumpan Village, Batang Kuis District, Deli Serdang (± 25 m asl.) In June - September 2009 using a random factorial design factor of 2 doses of inorganic liquid fertilizer (0, 1, 2, 3 cc / liter of water and NPK recommended dose) and spacing (5 x 10 cm, 10 x 10 cm, 15 x 10 cm). The parameters observed were plant height, leaf number, corm diameter, wet weight of tubers per sample, wet weight of tubers per plot, dry weight of tubers per sample and dry weight of tubers per plot. The results of this study indicate that the dose of liquid fertilizer petrovita have real impact on all parameters. Spacing have real impact on all parameters except number of leaves. Treatment interactions have real impact on all parameters except for plant height and number of leaves, wet weight of tubers per plot and dry weight of tubers per plot. From the research obtained the best results in combination with the recommended dose of NPK spacing of 15 x 10 cm. Keywords: Red Onion, Seed, Liquid Inorganic Fertilizers, Planting Distance Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FERDINANTA SEMBIRING : Dosis Pupuk Cair Anorganik dan Jarak Tanam Berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Asal Biji, dibimbing oleh RATNA ROSANTY LAHAY dan SABAR GINTING. Pengaruh kombinasi pupuk cair anorganik dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah asal biji belum ada diteliti di daerah ini. Untuk itu suatu penelitian telah dilakukan di lahan masyarakat Desa Tumpan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang (± 25 m dpl.) pada Juni – September 2009 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor yaitu dosis pupuk cair anorganik ( 0, 1, 2, 3 cc/liter air dan NPK dosis anjuran) dan jarak tanam (5 x 10 cm, 10 x 10 cm, 15 x 10 cm). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot basah umbi per sampel, bobot basah umbi per plot, bobot kering umbi per sampel dan bobot kering umbi per plot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupuk cair petrovita berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali jumlah daun. Interaksi perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter kecuali pada diameter umbi, bobot basah umbi per sampel dan bobot kering umbi per sampel. Dari penelitian diperoleh hasil yang terbaik pada kombinasi NPK dosis anjuran dengan jarak tanam 15 x 10 cm. Kata kunci : Bawang Merah, Biji, Pupuk Cair Anorganik, Jarak Tanam Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Sukanalu pada tanggal 29 November 1985 dari ayah S. Sembiring dan ibu B. Br. Barus, S.Pd. Penulis merupakan putra bungsu dari empat bersaudara. Tahun 2004 penulis lulus dari SMA Negeri I Kabanjahe dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian Universita Sumatera Utara melalui jalur ujian tertulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih program studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian. Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian (HIMADITA). Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate, Dolok Merangir, Pematang Siantar pada bulan Juni - Juli 2008. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Dosis Pupuk Cair Anorganik dan Jarak Tanam Berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. var. Tuk Tuk ) Asal Biji”. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada kedua orang tua penulis yang telah membesarkan, memelihara dan mendidik penulis selama ini. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Ir. Ratna Rosanty Lahay, MP sebagai Ketua Pembimbing dan Ibu Ir. Hj. Sabar Ginting, MS sebagai Anggota Komisi Pembimbing yang telah membimbing dan memberikan masukan berharga kepada penulis mulai menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai skripsi ini diselesaikan. Di samping itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua staf pengajar di Program studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian, serta semua rekan mahasiswa yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Februari 2010 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal. ABSTRACT. i ABSTRAK. ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix PENDAHULUAN Latar Belakang . Tujuan Penelitian . Hipotesa Penelitian . Kegunaan Penelitian . 1 4 5 5 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman . Syarat Tumbuh . Iklim . Tanah . Jarak Tanam . Pupuk Anorganik . 6 8 8 8 9 12 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian . 14 Bahan dan Alat . 14 Metode Penelitian. 14 PELAKSANAAN PENELITIAN Pengolahan lahan . Persemaian. Penanaman. Pemupukan dasar . Aplikasi pemupukan anorganik . 17 17 17 18 18 Universitas Sumatera Utara Pemeliharaan . Penyulaman . Penyiraman . Penyiangan . Pengendalian hama dan penyakit. Panen . Pengamatan Parameter . Tinggi tanaman . Jumlah daun (helai) . Diameter umbi . Bobot basah umbi per sampel (g) . Bobot basah umbi per plot (kg) . Bobot kering umbi per sampel (g) . Bobot kering umbi per plot (kg) . 19 19 19 19 19 19 20 20 20 20 20 20 21 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil. 22 Pembahasan. 37 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 42 Saran . 42 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Hal. 1. Rataan tinggi tanaman 6 MSPT (cm) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J). 22 2. Rataan jumlah daun 6 MSPT (helai) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J) . . 24 3. Rataan diameter umbi (cm) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J). 25 4. Rataan bobot basah umbi per sampel (g) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J). 28 5. Rataan bobot basah umbi per plot (kg) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J). 30 6. Rataan bobot kering umbi per sampel (g) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J). 32 7. Rataan bobot kering umbi per plot (kg) pada perlakuan dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J). 35 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Hal. 1. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita dengan tinggi tanaman 6 MSPT. 23 2. Jarak tanam dengan tinggi tanaman 6 MSPT. 23 3. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita dengan jumlah daun 6 MSPT. 25 4. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (cc/l air) dengan diameter umbi (cm) 26 5. Jarak tanam (cm) dengan diameter umbi (cm). 27 6. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) pada berbagai jarak tanam (J) terhadap diameter umbi (cm). 27 7. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (cc/l air) dengan bobot basah umbi per sampel (g). 29 8. Jarak tanam (cm) dengan bobot basah umbi per sampel (g). 29 9. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) pada berbagai jarak tanam (J) terhadap bobot basah umbi per sampel (g). 30 10. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (cc/l air) dengan bobot basah umbi per plot (kg). 31 11. Jarak tanam (cm) dengan bobot basah umbi per plot (kg). . 32 12. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (cc/l air) dengan bobot kering umbi per sampel (g). 33 13. Jarak tanam (cm) dengan bobot kering umbi per sampel (g). . 34 14. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) pada berbagai jarak tanam (J) dengan bobot kering umbi per sampel (g) . 34 15. Dosis pupuk cair anorganik Petrovita (cc/l air) dengan bobot kering umbi per plot (kg) . . 36 16. Jarak tanam (cm) dengan bobot kering umbi per plot (kg) . 36 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Hal. 1. Deskripsi bawang merah varietas Tuk Tuk . 45 2. Bagan penelitian . 46 3. Jadwal kegiatan penelitian . 48 4. Komposisi pupuk anorganik Petrovita 49 5. Data hasil analisa tanah . 50 6. Data tinggi tanaman 2 MSPT (cm) 51 7. Daftar sidik ragam tinggi tanaman 2 MSPT . 51 8. Data tinggi tanaman 3 MSPT (cm) 52 9. Daftar sidik ragam tinggi tanaman 3 MSPT . 52 10. Data tinggi tanaman 4 MSPT (cm) . . 53 11. Daftar sidik ragam tinggi tanaman 4 MSPT 53 12. Data tinggi tanaman 5 MSPT (cm) . 54 13. Daftar sidik ragam tinggi tanaman 5 MSPT 54 14. Data tinggi tanaman 6 MSPT (cm) . 55 15. Daftar sidik ragam tinggi tanaman 6 MSPT 55 16. Data jumlah daun 2 MSPT (helai) . 56 17. Daftar sidik ragam jumlah daun 2 MSPT 56 18. Data jumlah daun 3 MSPT (helai) . 57 19. Daftar sidik ragam jumlah daun 3 MSPT . 57 20. Data jumlah daun 4 MSPT (helai) . 58 21. Daftar sidik ragam jumlah daun 4 MSPT . 58 Universitas Sumatera Utara No. Hal. 22. Data jumlah daun 5 MSPT (helai) . 59 23. Daftar sidik ragam jumlah daun 5 MSPT . 59 24. Data jumlah daun 6 MSPT (helai) . 60 25. Daftar sidik ragam jumlah daun 6 MSPT . 60 26. Data diameter umbi (cm) . 61 27. Daftar sidik ragam diameter umbi 61 28. Data bobot basah umbi per sampel (g) 62 29. Daftar sidik ragam bobot basah umbi per sampel . 62 30. Data bobot basah umbi per plot (kg) 63 31. Daftar sidik ragam bobot basah umbi per plot . 63 32. Data bobot kering umbi per sampel (g) . 64 33. Daftar sidik ragam bobot kering umbi per sampel . 64 34. Data bobot kering umbi per plot (kg) 65 35. Daftar sidik ragam bobot kering umbi per plot . 65 36. Rangkuman uji bedaan parameter terhadap dosis pupuk cair anorganik Petrovita (D) dan jarak tanam (J) . 66 37. Foto Lahan Penelitian . 67 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT FERDINANTA SEMBIRING: Dose Inorganic Liquid Fertilizer and Planting Distance Matters for Growth and Production of Red Onion (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Origin Seed, guided by RATNA ROSANTY LAHAY and SABAR GINTING. The influence of a combination of liquid fertilizer inorganic and plant spacing on growth and production of onion plants from seed have not yet researched in this area. For that one study has been conducted on community land Nibung Tumpan Village, Batang Kuis District, Deli Serdang (± 25 m asl.) In June - September 2009 using a random factorial design factor of 2 doses of inorganic liquid fertilizer (0, 1, 2, 3 cc / liter of water and NPK recommended dose) and spacing (5 x 10 cm, 10 x 10 cm, 15 x 10 cm). The parameters observed were plant height, leaf number, corm diameter, wet weight of tubers per sample, wet weight of tubers per plot, dry weight of tubers per sample and dry weight of tubers per plot. The results of this study indicate that the dose of liquid fertilizer petrovita have real impact on all parameters. Spacing have real impact on all parameters except number of leaves. Treatment interactions have real impact on all parameters except for plant height and number of leaves, wet weight of tubers per plot and dry weight of tubers per plot. From the research obtained the best results in combination with the recommended dose of NPK spacing of 15 x 10 cm. Keywords: Red Onion, Seed, Liquid Inorganic Fertilizers, Planting Distance Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FERDINANTA SEMBIRING : Dosis Pupuk Cair Anorganik dan Jarak Tanam Berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Asal Biji, dibimbing oleh RATNA ROSANTY LAHAY dan SABAR GINTING. Pengaruh kombinasi pupuk cair anorganik dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah asal biji belum ada diteliti di daerah ini. Untuk itu suatu penelitian telah dilakukan di lahan masyarakat Desa Tumpan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang (± 25 m dpl.) pada Juni – September 2009 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor yaitu dosis pupuk cair anorganik ( 0, 1, mempengaruhi tinggi rendahnya produksi tanaman. Peningkatan populasi tanaman mula-mula akan diikuti oleh meningkatnya produksi tanaman per satuan luas, kemudian lewat titik maksimum akan menurunkan produksi tanaman tersebut. Sebaliknya produksi persatuan tanaman akan turun secara terus menerus dengan bertambahnya kerapatan tanaman. Keadaan ini terjadi karena pengaruh kompetisi. Adanya persamaan kebutuhan di antara tanaman yang sejenis akan dapat menyebabkan terjadinya kompetisi apabila factor yang dibutuhkan tersebut dalam keadaan kurang. Dengan demikian tinggi rendahnya populasi merupakan factor penentu terhadap besar kecilnya kompetsi (Heddy, dkk, 1994). Penentuan kerapatan penanaman bergantung pada sifat perkecambahan kultivar dan kondisi lapangan. Susunan pertanaman beragam pada keadaan tertentu dilakukan baris tunggal maupun baris ganda. Umumnya jarak tanam renggang menyebabkan pertumbuhan lebih jagur yang dapat menunda pembentukan umbi, sedangkan periode pertumbuhan lambat dan panjang meningkatkan diameter umbi (Rubatzky dan Yamaguchi,1998). Pada dasarnya pemakaian jarak tanam yang rapat bertujuan untuk meningkatkan hasil, asalkan faktor pembatas dapat dihindari sehingga tidak terjadi persaingan antar tanaman. Disamping itu pengaturan jarak tanam yang tepat juga untuk menekan pertumbuhan gulma, karena pertumbuhan tajuk dapat dengan cepat menutupi permukaan tanah. Bila jarak tanam atau jarak antar baris tanaman terlalu lebar akan memberikan kesempatan kepada gulma untuk dapat tumbuh dengan baik (Waxn and Stoller, 1977) Universitas Sumatera Utara Pupuk Kalium Kalium mempunyai fungsi fisiologis yang khusus pada asimilasi zat arang metabolisme karbohidrat didalam pembentukan dan pemecahan serta translokasi pati, metabolisme nitrogen dan sintesa protein, mengaktifkan beberapa enzim, mempercepat pertumbuhan jaringan merismatik dan mengatur pergerakan stomata, kalium juga berfungsi dalam metabolisme air dalam tanaman, mempertahankan turgor dan membentuk batang yang lebih kuat dan membentuk pati dan lemak (Nyakpa, dkk, 1988). Pada tanaman bawang merah kekurangan kalium menyebabkan daun berwarna hijau gelap tetapi ujung daun berwarna coklat dan akhirnya layu dan mati sedang daun tua menguning apabila kekurangan unsur ini berlanjut maka umbi terbentuk akan lunak, kulitnya tipis berwarna pucat dan tidak tahan disimpan lama sehingga kualitas umbinya rendah (Sunarjono dan Soedomo, 1983). Kandungan Kalium yang tinggi yaitu sebesar 46 persen menyebabkan begitu banyaknya ion K+ yang mengikat air dalam tubuh tanaman akan mempercepat proses fotosintesis, sehingga prosesnya menjadi lebih optimal. Implikasinya dengan proses fotosistesis yang optimal akan menyebabkan tanaman tetap segar dan terhindar dari kelayuan. Hasil fotosintesis ini pulalah yang merangsang pembentukan umbi menjadi menjadi lebih besar (Tjionger, 2010). Respon tanaman terhadap pemupukan akan meningkat jika pemberian pupuk sesuai dengan dosis, waktu, dan cara yang tepat. Ketersediaan unsur hara bagi tanaman merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi produksi tanaman (Lingga, 1995). Universitas Sumatera Utara Pupuk dapat diserap oleh tanaman apabila didukung oleh beberapa faktor yaitu sifat dan ciri tanah, sifat tanaman dan kebutuhannya, waktu dan metode pemupukannya. Unsur K bila dimasukkan ke dalam tanah akan mengalami ionisasi setelah bereaksi dengan air dan konsentrasinya menurun akibat banyak diserap oleh akar dan tercuci mengikuti air perkolasi (Damanik, dkk, 2011). Pengaruh pemupukan suatu unsur hara terhadap hasil terlihat nyata bila unsur hara lain cukup tersedia. Jika laju pencucian unsur hara sangat besar dan pelapukan rendah, maka kehilangan unsur hara lebih besar dibanding dengan pengambilan unsur hara oleh tanaman (Rosmarkam dan Yuwono, 2002). Universitas Sumatera Utara BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Medan dengan ketinggian + 25 meter diatas permukaan laut, mulai bulan Februari sampai Mei 2011. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bawang merah varietas Tuk-tuk sebagai objek pengamatan. Pupuk Urea, TSP dan KCl, insektisida Decis 2,5 EC konsentrasi 0,5 cc / liter air. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul untuk membuka lahan dan membersihkan lahan dari gulma dan sampah, gembor untuk menyiram tanaman, meteran untuk mengukur luas lahan dan tinggi tanaman, timbangan untuk menimbang produksi tanaman, pacak sampel untuk tanaman yang merupakan sampel, jangka sorong untuk mengukur diamater umbi, alat tulis dan alat-alat lain yang mendukung pelaksanaan penelitian ini. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu : Faktor I : Jarak Tanam (J) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu : J1 = Jarak tanam (20 x 10) cm J2 = Jarak tanam (20 x 15) cm J3 = Jarak tanam (20 x 20) cm J4 = Jarak tanam (20 x 25) cm Universitas Sumatera Utara Faktor II : Pemberian pupuk KCL yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : P0 = 0 (kontrol) P1 = 100 kg/ha P3= 200 kg/ha P4= 300 kg/ha Diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 16 kombinasi, yaitu : J1P0 J2P0 J3P0 J4P0 J1P1 J2P1 J3P1 J4P1 J1P2 J2P2 J3P2 J4P2 J1P3 J2P3 J3P3 J4P3 Jumlah ulangan (Blok) : 4 ulangan Jumlah plot : 64 plot Ukuran plot : 100 cm x 100 cm Jarak antar plot : 30 cm Jarak antar blok : 50 cm Jumlah sampel/plot : 5 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 320 tanaman Jumlah tanaman seluruhnya : 1.920 tanaman Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dengan model linear aditif sebagai berikut : Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + εijk Universitas Sumatera Utara Dimana: Yijk : Hasil pengamatan pada blok ke-i akibat perlakuan jarak tanam taraf ke-j dan pengaruh pupuk KCl pada taraf ke-k µ : Nilai tengah ρi : Efek dari blok ke-i αj : Efek perlakuan jarak tanam pada taraf ke-j βk : Efek pemberian pupuk KCl pada taraf ke-k (αβ)jk : Interaksi antara jarak tanam taraf ke-j dan pemberian pupuk KCl taraf ke-k εijk : Galat dari blok ke-i, jarak tanam ke-j dan pemberian pupuk KCl ke-k Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda rataan berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf uji 5 % (Bangun, 1991). Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PENELITIAN Pengolahan Lahan Areal pertanaman yang digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari gulma yang tumbuh di areal tersebut. Kemudian lahan diolah dan digemburkan menggunakan cangkul dengan kedalaman kira-kira 20 cm. Setelah itu dibuat plotplot dengan ukuran 1 m x 1 m serta jarak antar plot 50 cm dan jarak antar blok 50 cm dan parit drainase sedalam 30 cm untuk menghindari genangan air. Persemaian Benih Sebelum ditanam benih bawang merah disemaikan terlebih dahulu agar diperoleh bibit tanaman yang baik dan seragam. Benih disemai pada bedengan dengan lebar persemaian 1 m dan panjang 3 m. Media persemaian adalah topsoil, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 dan dicampurkan merata di permukaan bedengan. Semaian ditutup dengan daun pisang selama 4 hari untuk menjaga kelembaban tanaman kemudian bedengan dinaungi dengan atap dari pelepah kelapa sampai bibit berumur 3 minggu. Naungan dikurangi setiap minggu agar mendapat cahaya matahari. Penanaman Setelah bibit berumur 3 minggu di persemaian dapat dipindahkan ke lahan pertanaman. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu sedalam 3 cm dengan jarak tanam sesuai dengan perlakuan. Penanaman dilakukan pada sore hari untuk menghindari panas matahari sehingga bibit tidak layu. Universitas Sumatera Utara Aplikasi Pupuk Untuk pupuk dasar yaitu sesuai dosis anjuran yaitu pupuk Urea 400 kg/ha, TSP 250 kg/ha dan Pupuk KCl sesuai perlakuan. Aplikasi pupuk Urea dilakukan 2 (dua) kali, yaitu setengah dosis pada saat seminggu sebelum pindah tanam bersamaan pupuk KCl yang sesuai dengan perlakuan dan setengah dosis lagi diberikan pada dua minggu setelah pindah tanam. Pupuk TSP diberikan 2 minggu sebelum pindah tanam. Pupuk diberikan dengan cara ditugal di samping tanaman. Pemeliharaan Penyiraman Penyiraman dilakukan pada sore hari dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Apabila hujan maka tanaman tidak perlu disiram. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor dengan jumlah air yang sama tiap tanaman. Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila ada tanaman yang rusak atau mati dan dilakukan seminggu setelah pindah tanam ke lapangan agar diperoleh tanaman yang seragam. Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma sekaligus menggemburkan tanah. Tumbuhan pengganggu perlu dikendalikan agar tidak menjadi saingan bagi tanaman utama dalam hal penyerapan unsur hara serta untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Penyiangan dilakukan secara manual dengan mencabut gulma agar perakaran tanaman tidak terganggu. Universitas Sumatera Utara Pengendalian Hama Hama dicegah P1D2 P1D3 P2D1 P2D2 P2D3 P3D1 P3D2 P3D3 K 9,60 5,20 4,40 5,60 6,00 9,20 8,80 8,80 9,40 11,60 5,20 8,40 6,00 5,40 6,00 11,40 10,80 9,40 12,20 12,00 5,60 6,20 6,00 5,40 7,20 10,80 11,00 10,20 11,40 12,00 20,40 19,80 16,40 16,40 19,20 31,40 30,60 28,40 33,00 35,60 6,80 6,60 5,47 5,47 6,40 10,47 10,20 9,47 11,00 11,87 Total 78,60 86,80 85,80 251,20 Rataan 7,86 8,68 8,58 8,37 FK= KK= 1953.75 14.39% Lampiran 40. Daftar sidik ragam data jumlah anakan bawang merah per rumpun umur 7 MST SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok Perlakuan Kontrol vs pupuk P1vs (P2-P3) P2 vs P3 P1D1 vs (P1D2-P1D3) P1D2 vs P1D3 P2D1 vs (P2D2-P2D3) P2D2 vs P2D3 P3D1 vs (P3D2-P3D3) P3D2 vs P3D3 Error 2 4,00 2,00 1,35 tn 3,55 9 163,29 18,14 12,24 * 2,46 1 40,68 40,68 27,43 * 4,41 1 38,85 38,85 26,20 * 4,41 1 34,72 34,72 23,42 * 4,41 1 1,18 1,18 0,79 tn 4,41 1 1,93 1,93 1,30 tn 4,41 1 17,60 17,60 11,87 * 4,41 1 24,81 24,81 16,73 * 4,41 1 0,00 0,00 0,00 tn 4,41 1 3,53 3,53 2,38 tn 4,41 18 26,69 1,48 Total 29 193,98 Universitas Sumatera Utara Lampiran 41. Data pengamatan berat kering sampel per tanaman pada tanaman bawang merah (g) Perlakuan Ulangan I II Total Rataan III P1D1 P1D2 P1D3 P2D1 P2D2 P2D3 P3D1 P3D2 P3D3 K 22,40 24,60 26,20 20,20 28,00 27,80 18,20 24,20 23,80 25,80 22,60 27,40 27,20 22,00 22,20 27,40 23,20 22,80 26,40 25,20 20,60 20,00 26,60 24,00 24,80 28,60 21,40 24,60 26,40 31,20 65,60 72,00 80,00 66,20 75,00 83,80 62,80 71,60 76,60 82,20 21,87 24,00 26,67 22,07 25,00 27,93 20,93 23,87 25,53 27,40 Total 241,20 246,40 248,20 735,80 Rataan 24,12 24,64 24,82 24,53 FK= KK= 17641.88 6.42% Lampiran 42. Daftar sidik ragam berat kering sampel per rumpun tanaman bawang merah SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok Perlakuan Kontrol vs pupuk P1vs (P2-P3) P2 vs P3 P1D1 vs (P1D2-P1D3) P1D2 vs P1D3 P2D1 vs (P2D2-P2D3) P2D2 vs P2D3 P3D1 vs (P3D2-P3D3) P3D2 vs P3D3 Error 2 2,64 9 157,29 1 27,52 1 0,01 1 10,89 1 24,04 1 10,67 1 38,72 1 12,91 1 28,38 1 4,17 18 94,02 1,32 17,48 27,52 0,01 10,89 24,04 10,67 38,72 12,91 28,38 4,17 5,22 0,25 tn 3,55 3,35 * 2,46 5,27 * 4,41 0,00 tn 4,41 2,08 tn 4,41 4,60 * 4,41 2,04 tn 4,41 7,41 * 4,41 2,47 tn 4,41 5,43 * 4,41 0,80 tn 4,41 Total 29 253,96 Universitas Sumatera Utara Lampiran 43. Data pengamatan berat basah sampel per rumpun pada tanaman bawang merah Perlakuan Ulangan I II III Total Rataan P1D1 P1D2 P1D3 P2D1 P2D2 P2D3 P3D1 P3D2 P3D3 K 25,30 27,50 27,90 22,60 29,40 30,10 20,30 26,80 25,30 27,40 24,20 29,60 30,40 24,50 24,20 31,30 25,40 24,20 28,00 27,20 23,60 23,90 28,40 25,30 27,70 30,30 22,40 25,60 27,30 35,50 73,10 81,00 86,70 72,40 81,30 91,70 68,10 76,60 80,60 90,10 24,37 27,00 28,90 24,13 27,10 30,57 22,70 25,53 26,87 30,03 Total 262,60 269,00 270,00 801,60 Rataan 26,26 26,90 27,00 26,72 FK= KK= 21163.01 6.86% Lampiran 44. Daftar sidik ragam berat basah sampel per rumpun tanaman bawang merah SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok Perlakuan Kontrol vs pupuk P1vs (P2-P3) P2 vs P3 P1D1 vs (P1D2-P1D3) P1D2 vs P1D3 P2D1 vs (P2D2-P2D3) P2D2 vs P2D3 P3D1 vs (P3D2-P3D3) P3D2 vs P3D3 Error 2 3,22 1,61 0,28 tn 3,55 9 181,71 20,19 3,55 * 2,46 1 36,59 36,59 6,43 * 4,41 1 2,20 2,20 0,39 tn 4,41 1 22,45 22,45 3,94 tn 4,41 1 25,68 25,68 4,51 * 4,41 1 5,41 5,41 0,95 tn 4,41 1 44,18 44,18 7,76 * 4,41 1 18,03 18,03 3,17 tn 4,41 1 24,50 24,50 4,31 tn 4,41 1 2,67 2,67 0,47 tn 4,41 18 102,42 5,69 Total 29 287,35 Universitas Sumatera Utara Lampiran 45. Data pengamatan jumlah siung per rumpun tanaman bawang merah (siung) Perlakuan Ulangan I II III Total Rataan P1D1 P1D2 P1D3 P2D1 P2D2 P2D3 P3D1 P3D2 P3D3 K 6,00 6,20 5,40 17,60 6,40 6,60 7,00 20,00 6,40 7,00 6,20 19,60 5,00 5,80 6,00 16,80 7,20 6,80 7,00 21,00 9,40 8,80 9,00 27,20 6,20 4,20 4,60 15,00 5,60 6,60 7,20 19,40 7,20 5,80 9,20 22,20 8,40 7,20 11,00 26,60 5,87 6,67 6,53 5,60 7,00 9,07 5,00 6,47 7,40 8,87 Total 67,80 65,00 72,60 205,40 Rataan 6,78 6,50 7,26 6,85 FK= KK= 1325.35 6.57% Lampiran 46. Daftar sidik ragam data jumlah siung per rumpun tanaman bawang merah SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok Perlakuan Kontrol vs pupuk P1vs (P2-P3) P2 vs P3 P1D1 vs (P1D2-P1D3) P1D2 vs P1D3 P2D1 vs (P2D2-P2D3) P2D2 vs P2D3 P3D1 vs (P3D2-P3D3) P3D2 vs P3D3 Error 2 2,95 1,48 1,70 tn 9 46,61 5,18 5,94 * 1 13,60 13,60 15,61 * 1 0,96 0,96 1,10 tn 1 3,92 3,92 4,50 * 1 1,08 1,08 1,23 tn 1 0,03 0,03 0,03 tn 1 11,84 11,84 13,59 * 1 6,41 6,41 7,35 * 1 7,48 7,48 8,58 * 1 1,31 1,31 1,50 tn 18 15,69 0,87 3,55 2,46 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 Total 29 65,25 Universitas Sumatera Utara Lampiran 47. Data pengamatan diameter umbi per rumpun tanaman bawang merah (cm) Perlakuan Ulangan I II Total Rataan III P1D1 1,86 1,82 1,74 5,42 1,81 P1D2 1,93 1,78 1,84 5,55 1,85 P1D3 1,86 1,89 1,89 5,64 1,88 P2D1 1,88 1,83 1,83 5,54 1,85 P2D2 1,90 1,86 1,97 5,73 1,91 P2D3 1,97 2,03 2,02 6,02 2,01 P3D1 1,75 1,79 1,84 5,38 1,79 P3D2 2,00 1,82 1,77 5,59 1,86 P3D3 1,83 1,87 1,96 5,66 1,89 K 2,16 1,82 2,06 6,04 2,01 Total 19,14 18,51 18,92 56,57 Rataan 1,91 1,85 1,89 1,89 FK= KK= 101.46 3.97% Lampiran 48. Daftar sidik ragam data diameter umbi per rumpun tanaman bawang merah SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok Perlakuan Kontrol vs pupuk P1vs (P2-P3) P2 vs P3 P1D1 vs (P1D2-P1D3) P1D2 vs P1D3 P2D1 vs (P2D2-P2D3) P2D2 vs P2D3 P3D1 vs (P3D2-P3D3) P3D2 vs P3D3 Error 2 0,02 0,01 1,64 tn 9 0,15 0,02 2,65 * 1 0,05 0,05 8,71 * 1 0,01 0,01 1,46 tn 1 0,02 0,02 3,88 tn 1 0,01 0,01 1,09 tn 1 0,00 0,00 0,22 tn 1 0,02 0,02 4,00 tn 1 0,01 0,01 2,25 tn 1 0,01 0,01 2,14 tn 1 0,00 0,00 0,13 tn 18 0,11 0,01 3,55 2,46 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 Total 29 0,28 Universitas Sumatera Utara Lampiran 49. Data pengamatan produksi kering per plot tanaman bawang merah Perlakuan Ulangan I II Total III Rataan P1D1 P1D2 P1D3 P2D1 P2D2 P2D3 P3D1 P3D2 P3D3 K 389,00 415,00 482,00 377,00 530,00 552,00 377,00 384,00 455,00 527,00 458,00 498,00 478,00 350,00 544,00 488,00 387,00 371,00 431,00 479,00 408,00 490,00 491,00 339,00 409,00 475,00 284,00 406,00 380,00 480,00 1255,00 1403,00 1451,00 1066,00 1483,00 1515,00 1048,00 1161,00 1266,00 1486,00 418,33 467,67 483,67 355,33 494,33 505,00 349,33 387,00 422,00 495,33 Total 4488,00 4484,00 4162,00 13134,00 Rataan 448,80 448,40 416,20 437,80 FK= KK= 5731692.30 7.55% Lampiran 50. Daftar sidik ragam data produksi kering per prlot tanaman bawang merah SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok 2 6999,20 3499,60 2,37 tn 3,55 Perlakuan 9 95562,13 10618,01 7,21 * 2,46 Kontrol vs pupuk 1 11033,61 11033,61 7,49 * 4,41 P1vs (P2-P3) 1 8537,80 8537,80 5,79 * 4,41 P2 vs P3 1 19273,39 19273,39 13,08 * 4,41 P1D1 vs (P1D2-P1D3) 1 6574,22 6574,22 4,46 * 4,41 P1D2 vs P1D3 1 384,00 384,00 0,26 tn 4,41 P2D1 vs (P2D2-P2D3) 1 41664,22 41664,22 28,28 * 4,41 P2D2 vs P2D3 1 170,67 170,67 0,12 tn 4,41 P3D1 vs (P3D2-P3D3) 1 6086,72 6086,72 4,13 tn 4,41 P3D2 vs P3D3 1 1837,50 1837,50 1,25 tn 4,41 Error 18 26523,47 1473,53 Total 29 129084,80 Universitas Sumatera Utara Lampiran 51. Data pengamatan produksi basah per plot tanaman bawang merah Perlakuan Ulangan Total I II III Rataan P1D1 P1D2 P1D3 P2D1 P2D2 P2D3 P3D1 P3D2 P3D3 K 402,00 430,00 506,00 400,00 546,00 560,00 399,00 408,00 470,00 544,00 476,00 520,00 490,00 369,00 568,00 503,00 408,00 395,00 450,00 490,00 428,00 514,00 503,00 347,00 429,00 496,00 300,00 420,00 399,00 519,00 1306,00 1464,00 1499,00 1116,00 1543,00 1559,00 1107,00 1223,00 1319,00 1553,00 435,33 488,00 499,67 372,00 514,33 519,67 369,00 407,67 439,67 517,67 Total 4665,00 4669,00 4355,00 13689,00 Rataan 466,50 466,90 435,50 456,30 FK= KK= 6216211.20 7.39% Lampiran 52. Daftar sidik ragam data produksi basah per plot tanaman bawang merah SK db JK KT F.hit Ket. F.05 Blok 2 6490,40 3245,20 2,07 tn 3,55 Perlakuan Kontrol vs pupuk P1vs (P2-P3) P2 vs P3 P1D1 vs (P1D2-P1D3) P1D2 vs P1D3 P2D1 vs (P2D2-P2D3) P2D2 vs P2D3 P3D1 vs (P3D2-P3D3) P3D2 vs P3D3 Error 9 95531,63 10614,63 6,77 1 12552,89 12552,89 8,01 1 8337,80 8337,80 5,32 1 17986,72 17986,72 11,47 1 6844,50 6844,50 4,37 1 204,17 204,17 0,13 1 42050,00 42050,00 26,82 1 42,67 42,67 0,03 1 5976,89 5976,89 3,81 1 1536,00 1536,00 0,98 18 28220,27 1567,79 * * * * tn tn * tn tn tn 2,46 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 4,41 Total 29 130242,30 Universitas Sumatera Utara
Dosis Pupuk Cair Anorganik dan Jarak Tanam Berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Asal Biji
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Dosis Pupuk Cair Anorganik dan Jarak Tanam Berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L. Var. TUK TUK) Asal Biji

Gratis