Feedback

Pengetahuan dan Sikap Pedagang Bakso dan Pemeriksaan Formalin Pada Makanan Jajanan Bakso Daging Kukus Yang Diperjualbelikan Di Lingkungan Sekolah Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat Tahun 2010.

Informasi dokumen
PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG BAKSO SERTA PEMERIKSAAN FORMALIN PADA MAKANAN JAJANAN BAKSO DAGING KUKUS YANG DIPERJUALBELIKAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH KELURAHAN PULO BRAYAN KECAMATAN MEDAN BARAT TAHUN 2010 SKRIPSI OLEH RUTH CHAROLINA.PAKPAHAN NIM.081000284 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara HALAMAN PENGESAHAN Skripsi Dengan Judul PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG BAKSO SERTA PEMERIKSAAN FORMALIN PADA MAKANAN JAJANAN BAKSO DAGING KUKUS YANG DIPERJUALBELIKAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH KELURAHAN PULO BRAYAN KECAMATAN MEDAN BARAT TAHUN 2010 Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh : RUTH CHAROLINA PAKPAHAN NIM 081000284 Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Skripsi Pada Tanggal 27 Juli 2011 dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima Tim Penguji Ketua Penguji Penguji I Ir.Evi Naria,MKes Dr.dr.Wirsal Hasan,MPH NIP.196803201993032001 NIP.194911191987011001 Penguji II Penguji III Ir.Indra Chahaya,MSi Dr.Devi Nuraini Santi,MKes NIP.190811011993032005 NIP.197002191998022001 Medan, September 2011 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara Dr.Drs.Surya Utama,MS NIP.196108311989031001 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Makanan jajanan adalah makanan yang diperdagangkan oleh pedagang yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak khususnya dilingkungan sekolah. Padahal makanan jajanan yang dijual disekolah sering tercemar bahan-bahan kimiawi yang mengganggu kesehatan seperti formalin. Formalin dilarang penggunaanya dalam makanan hal ini sesuai dengan Permenkes RI No.1168/Per/X/1999 tentang bahan tambahan makanan karena dapat menyebabkan kanker bahkan kematian. Jenis penelitian adalah deskriptif. Sampel penelitian ini sebanyak 10 pedagang bakso. Sampel yang diperiksa dilaboratorium sebelum dikukus masingmasing 10 bakso dan sesudah dikukus masing-masing 10 bakso. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pedagang dalam memperlakukan makanan jajanan seperti bakso daging kukus, dan untuk mengetahui kandungan formalin sebelum dan sesudah dikukus di lingkungan sekolah Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat tahun 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran karakteristik responden terbanyak menurut umur >30 tahun 70%, menurut jenis kelamin laki-laki 60%, menurut pendidikan tamatan SMA 50%, berpengetahuan baik 50%, kategori sikap baik 60% . Dari 10 sampel ditemukan 2 sampel yang mengandung formalin. Pemeriksaan kuantitatif untuk kandungan formalin di dalam bakso daging kukus dari sampel B sebelum dikukus sebesar 0,27mg/kg dan sesudah dikukus kandungan formalin 0,16mg/kg. Kandungan formalin di dalam bakso kukus dari sampel F sebelum dikukus 0,34mg/kg dan sesudah dikukus adalah 0,24mg/kg. Kesimpulan didapat bahwa umur >30 tahun 70% , jenis kelamin laki-laki 60%, pendidikan tamatan SMA 50 %,pengetahuan baik 50% , sikap 60%. Ini menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap pedagang bakso masih memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Dari penelitian kuantitatif untuk kandungan formalin dari sampel B sebelum 0,27mg/kg dan sesudah dikukus 0,16mg/kg. Sampel F sebelum dikukus 0,34mg/kg dan sesudah dikukus 0,34mg/kg dan sesudah dikukus 0,24mg/kg. Ini menunjukkan bahwa dari tingkat pengetahuan dan sikap juga dari hasil penelitian kuantitatif masih adanya pedagang dalam menjual bakso masih membeli bakso yang mengandung formalin. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan perlu adanya penyuluhan tentang dampak penggunaan pengawet dalam pengolahan bakso daging kukus sebagai bahan tambahan makanan dalam makanan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan. Diharapkan perlu dilakukan pembinaan, pengawasan dan evaluasi secara berkala oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan terhadap penggunaan formalin pada makanan jajanan sehingga dapat dilakukan pencegahan.Dikembangkan upaya pendidikan bagi produsen maupun konsumen khususnya disekolah-sekolah melalui media cetak maupun penyuluhan-penyuluhan. Kata Kunci: Pengetahuan dan sikap Pedagang Bakso serta Pemeriksaan Formalin Pada Makanan Jajanan Bakso Daging Kukus. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Snacks are a kind of food which hawked by peddlers or vendors; they are usually consumed by children, especially by school children at their schools. The fact is that these kinds of food are usually contaminated by chemical substances like formalin which harm our health. Formalin is forbidden to be used in food as it is stipulated in the Decree of the Minister of Health No.1168/Per/X/1999 on food supplement because it can cause cancer or even death. The type of the research was descriptive. 10 bakso (meat-balls) vendors were used as the samples. 10 bakso which had not yet been steamed and 10 bakso which had been steamed respectively were examined in the laboratory. The data were gathered by using questionnaires and presented in the form of distributed tables. The aimed of this research was to know graduate and attituade of the vendors in handling their snacks such as steamed meat-balls and to know the formalin content in the bakso which had not yet been steamed and the bakso which had already been steamed at the schools of Pulo Brayan village, Medan Barat Subdistrict in 2010. The result of the research showed that the description of the respondents’ characteristics: the majority of them, according to their ages which were less than 30 years of age were 70%, according to male-sexes was 60%, according to their education with high-school graduate was 50%, good knowledge was 50%, and good attitude was 60%. Of 10 samples, two of them contained formalin substance. Quantitative examination of formalin substance in the meat-balls from sample B, before they were steamed was 0.27 mg/kg, and after they were steamed was 0.16 mg/kg. Formalin substance in the steamed bakso from sample F, before they were steamed was 0.34 mg/kg, and after they were steamed was 0.24 mg/kg. Conclusions obtained that age> 30 years 70%, male sexes was 60%, 50% high school graduate education, knowledge of either 50%, 60% attitude. This shows that the knowledge and attitudes bakso vendors still have a good level of knowledge. Of quantitative research for formaldehyde content of the sample B before 0.27 mg / kg and after steamed 0.16 mg / kg. Sample F before steaming 0.34 mg / kg and after steamed 0.34 mg / kg and after steamed 0.24 mg / kg. This shows that the level of knowledge and attitudes as well as from the results of quantitative research is still a vendors in selling meatballs still buy meatballs that contain formaldehyde substance. Based on the result of the research, it was recommended that the Health Service in Medan should conduct the counseling about the side-effects of using preservatives as food supplement in processing steamed meat-balls, that BPOM (Food & Medicine Monitoring Board) should regularly develop, monitor, and evaluate the use of formalin in snacks so that it could be prevented, and that education for producers and consumers, especially those whose activities are at schools, should be increased through print media or counseling. Keywords: Graduate and attituade of Bakso Vendors with Formalin Examination in Steamed Meat-Balls Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Ruth Charolina Pakpahan Tempat/tanggal lahir : Medan,29 Mei 1985 Agama : Kristen Protestan Status Perkawinan : Belum Menikah Jumlah Anggota Keluarga : 4 (Empat) orang Alamat Rumah : Jl.Boxit Lk.I Riwayat Pendidikan : 1. SD Budi Murni 7 1991- 1997 2. SMP Negeri 11 Medan 1997- 3. SMA Budi Murni 3 2000- 4. DIII Analis Kesehatan Medan 2003- 5. Fakultas Kesehatan Masyarakat USU 2008- 2000 2003 2006 2011 Riwayat Pekerjaan : Pernah Bekerja di Rumah Sakit PGI Cikini Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kemudahan dan petunjuk sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini yang dengan berjudul : “Pengetahuan dan Sikap Pedagang Bakso dan Pemeriksaan Formalin Pada Makanan Jajanan Bakso Daging Kukus Yang Diperjualbelikan Di Lingkungan Sekolah Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat Tahun 2010.” Selama penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak baik moril maupun materil. Untuk kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Dr.  Drs.  Surya  Utama,  MS,  selaku  Dekan  Fakultas  Kesehatan  Masyarakat  Universitas Sumatera Utara.  2. Ir.  Evi  Naria,  Mkes,  selaku  Ketua  Departemen  Kesehatan  Lingkungan  Fakultas  Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.  3. Ir.Evi  Naria,  Mkes,  selaku  Dosen  Pembimbing  I  yang  telah  memberikan  banyak  bimbingan,  waktu,  pengarahan,  masukan  dan  motivasi  kepada  penulis  sehingga  skripsi ini dapat diselesaikan.  4. dr.Wirsal Hasan, MPH, selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak yang telah  memberikan  waktu  dan  pikiran  dalam  memberikan  bimbingan  kepada  ppenulis  sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.  5. Ir. Indra Chahaya, MSi, selaku Dosen Penguji yang telah banyak memberikan saran  dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.  6. dr.Devi Nuraini Santi, MKes selaku Dosen Penguji yang telah banyak memberikan  saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.  Universitas Sumatera Utara 7. Dr.Taufik Ashar, MKM, selaku Dosen Penasehat Akademik yang telah memberikan  saran dan masukan setiap memberikan bimbingan kepada penulis.  8. Para  dosen  dan  pegawai  Fakultas  Kesehatan  Masyarakat  Universitas  Sumatera  Utara.  9. Dr.Norma  Sinaga  Apt  selaku  Pembimbing  Laboratorium  bagian  Toksikologi  Medan.  10.Ayah dan Ibu yang telah memberikan doa, kepercayaan, harapan, motivasi, nasehat,  dukungan,  dan    kasih  sayang  dengan  tulus  dan  ikhlas  yang  tidak  dapat  penulis  bayar dengan apapun. Orang tua adalah harapan, inspirasi dan motivasi terbesar  dalam pencapaian tujuan hidupku.  11.Abangku (Sabam Pakpahan), serta adek‐adekku (Jestro dan William) tersayang yang  telah  memberikan  segala  hal  yang  dibutuhkan  oleh  penulis,  dorongan,  kasih  sayang, motivasi,  dan selalu memberikan senyum terindah untuk penulis.  12.Sahabat‐sahabat  terbaikku  yang  selalu  mendengarkan  keluhan  dalam  proses  penulisan skripsi ini dan semangat yang telah diberikan kepada penulis selama ini  dan  menunjukkan arti sebuah persaudaraan dan persahabatan.  13.Rekan‐rekan  Peminatan  Kesehatan  Lingkungan  dan  seluruh  teman‐teman  stambuk  2008 di FKM USU atas doa, semangat yang telah diberikan kepada penulis.  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan maka diminta kritik  dan  saran  agar  skripsi  ini  dapat  sempurna,  hal  ini  tidak  terlepas  dari  keterbatasan  pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki.   Semoga  skripsi  ini  dapat  bermanfaat  bagi  orang  lain  sebagai  sumber  ilmu  pengetahuan dan penelitian lanjut.                                    Medan,    September  2011                           Penulis  Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Persetujuan . i Abstrak . ii Kata Pengantar . iv DAFTAR ISI . vii Daftar Tabel. BAB I BAB II PENDAHULUAN. 1 1.1 1.2 1 5 Latar Belakang . Perumusan masalah . 1.3    Tujuan Penelitian .   5  1.3.1 Tujuan Umum . 5 1.3.2 Tujuan Khusus . 5 1.4 Manfaat Penelitian . TINJAUAN PUSTAKA . 5 7 2.1. Makanan dan Peranannya Dalam Kehidupan Manusia . 7 2.2. Bahan Tambahan Makanan . 8 2.2.1. Bahan Tambahan Makanan Yang Diijinkan . 10 2.2.2. Bahan Tambahan Makanan Yang Tidak Diijinkan. 10 2.3. Persyaratan Bahan Tambahan Makanan . . 11 2.4. Zat Pengawet . . 11 2.4.1. Macam-Macam Zat Pengawet Untuk Makanan . 12 2.5. Formalin . 13 2.5.1. Defenisi Formalin . 13 2.5.2. Penggunaan Formalin . 14 Universitas Sumatera Utara 2.5.3. Dampak Formalin Bagi Kesehatan Manusia. 14 2.5.4. Tindakan Penanganan Bila Terkena Formalin . 15 2.6. Ciri-Ciri Makanan Yang Mengandung Makanan . 16 2.7. Bakso BAB III 2.7.1. Karakteristik Bakso . 17 2.7.2. Bahan Baku Bakso Daging . 18 2.8. Ciri-Ciri Bakso Yang Berformalin . 19 2.9. Perilaku . 19 2.9.1. Defenisi Perilaku . 19 2.9.2. Pengetahuan . 20 2.9.3. Sikap . 22 2.9.4. Tindakan. 23 2.10. Mekanisme BahanToksik Pada Tubuh Manusia . 24 2.11. Kerangka Konsep . 26 METODE PENELITIAN . 27 3.1 Jenis Penelitian . 27 3.2 Lokasi Penelitian . 27 3.2.1. Lokasi Penelitian . 27 3.2.2. Waktu Penelitian . 27 3.3. Populasi dan Sampel . 27 3.3.1 Populasi . 27 3.3.2 Sampel . 28 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 3.4.1. Data Primer . 28 Universitas Sumatera Utara BAB IV BAB V 3.4.2. Data Sekunder . 28 3.5. Definisi Operasional. 28 3.6. Cara Pengambilan Sampel . 29 3.7. Pemeriksaan Sampel Di Laboratorium . 30 3.7.1. Prosedur Kerja Pemeriksaan Formalin Secara Kualitatip . 30 3.7.2. Prosedur Kerja Pemeriksaan Formalin Secara Kuantitatip . 32 3.8. Aspek Pengukuran . 33 3.8.1. Variabel Pengetahuan. 33 3.8.2. Variabel Sikap . 34 3.8.3. Variabel Tindakan . 34 3.9. Pengolahan dan Analisis Data. 35 HASIL PENELITIAN . 36 4.1. Gambaran Karakteristik Responden . 36 4.2. Perilaku Pedagang Bakso . 36 4.2.1. Pengetahuan . 36 4.2.2. Sikap . 40 4.2.3. Tindakan. 44 4.3. Hasil Analisa Kualitatip Pada Bakso Daging Kukus . 46 4.4. Hasil Analisa Kuantitatip Pada Bakso Daging Kukus . 47 PEMBAHASAN . 48 5.1. Gambaran Karakteristik Responden . 48 5.2. Perilaku Pedagang bakso Tentang Formalin . 48 5.3. Hasil Analisa Kualitatip dan Kualitatip Formalin Pada Makanan Jajanan Bakso Daging Kukus . 51 Universitas Sumatera Utara BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN . 54 6.1. Kesimpulan . 54 6.2. Saran . 55 DAFTAR PUSTAKA lAMPIRAN                                           Universitas Sumatera Utara c DAFTAR TABEL Tabel 4.1. Distribusi Gambaran bakso merupakan produk makanan berbentuk bulatan atau lain, yang diperoleh dari campuran daging ternak, dengan kadar daging tidak kurang dari 50 % dan pati atau serealia dengan atau tanpa penambahan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diizinkan (Sugiharti, 2009). Menurut Widyaningsih (2006), selain daging, dalam pembuatan bakso juga ditambahkan garam dapur (NaCl), tepung tapioka, dan bumbu kemudian bakso dibentuk bulat menyerupai kelereng dengan berat 25-30 gr per butir. Tekstur bakso yang kenyal merupakan ciri spesifik produk olahan ini. Variasi bakso terjadi karena perbedaan bahan baku dan bahan tambahan yang digunakan, proporsi daging dengan tepung dan proses pembuatannya. Kandungan bakso yang mengandung protein tinggi, kadar air yang tinggi dan pH netral membuat bakso rentan terhadap kerusakan dan hanya akan bertahan Universitas Sumatera Utara selama satu hari (Widyaningsih, 2006). Industri bakso umumnya memiliki target masa simpan selama 4 hari, yaitu 1 hari berada di pabrik, 1 hari berada di pedagang grosir, 1 hari berada di pedagang menengah, dan 1 hari berada di pedagang keliling (Sugiharti, 2009). Demi menjaga kualitas bakso agar tidak rusak, biasanya para produsen bakso menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet ini memegang peranan penting dalam melindungi dan memanipulasi sifat fisik dan organoleptik bahan pangan. Jenis bahan pengawet yang sering digunakan oleh produsen bakso adalah boraks dan formalin karena harganya yang relatif murah dan memiliki daya awet yang tinggi (Sugiharti, 2009). 2.5.2. Proses Pembuatan Bakso Menurut Widyaningsih (2006), tahapan proses dalam pembuatan bakso adalah sebagai berikut : 1. Pemotongan daging Daging segar yang telah dipilih dihilangkan lemak dan uratnya kemudian dipotong-potong kecil untuk memudahkan proses penggilingan. Es batu dimasukkan pada waktu penggilingan untuk menjaga elastisitas daging, sehingga bakso yang dihasilkan akan lebih kenyal. 2. Penggilingan Daging yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam mesin penggilingan daging sehingga daging akan menjadi hancur dan lumat. Es batu dimasukkan pada waktu penggilingan. Fungsi es batu agar Universitas Sumatera Utara menghasilkan bakso yang lebih kenyal. Semakin halus hasil penggilingan daging, tekstur bakso yang dihasilkan juga akan semakin baik. 3. Pencampuran Daging yang telah dilumat dicampur dengan tapioka dan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan. Bila perlu digiling kembali sehingga daging, tapioka, dan bumbu-bumbu dapat tercampur homogen (rata) membentuk adonan yang halus. 4. Pencetakan Adonan yang terbentuk dituang ke dalam wadah, siap untuk dicetak berbentuk bulatan bola kecil. Cara mencetak dapat dilakukan dengan tangan, yaitu dengan cara mengepal-ngepal adonan dan kemudian ditekan sehingga adonan yang telah memadat akan keluar berupa bulatan atau dapat juga digunakan sendok kecil untuk mencetaknya. 5. Perebusan Bulatan-bulatan bakso yang telah terbentuk kemudian langsung direbus di dalam panci yang berisi air mendidih. Perebusan dilakukan sampai bakso matang yang ditandai dengan mengapungnya bakso ke permukaan. 6. Pendinginan Bakso yang telah matang ditiriskan, setelah dingin dan tiris, bakso dapat dikemas atau dipasarkan. 2.5.3. Ciri-Ciri Bakso yang Baik Menurut Widyaningsih (2006), bakso yang baik adalah bakso yang terbuat dari daging yang berkualitas dan biasanya memiliki komposisi 90 % daging dan Universitas Sumatera Utara 10 % tepung tapioka. Selain itu, sebaiknya daging yang digunakan dalam pembuatan bakso merupakan daging yang tidak berlemak karena bakso yang dibuat dengan daging yang berkadar lemak tinggi akan menghasilkan tekstur bakso menjadi kasar. Ciri-ciri bakso yang baik adalah : 1. Berbau khas bakso. 2. Memiliki tekstur yang agak kasar. 3. Tingkat kekenyalannya sedang. 4. Berwarna abu-abu segar merata di semua bagian. 2.5.4. Ciri-Ciri Bakso yang Mengandung Pengawet Menurut Syah (2005), cukup sulit menentukan apakah suatu makanan mengandung boraks. Hanya lewat uji laboratorium, semua bisa jelas. Namun, penampakan luar memang bisa dicermati karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan suatu makanan aman dari boraks atau tidak. Bakso yang mengandung boraks lebih kenyal dibandingkan dengan bakso tanpa boraks, bila digigit akan kembali kebentuk semula, tahan lama atau awet beberapa hari, warnanya tampak lebih putih (Rahmanita, 2011). 2.6. Perilaku 2.6.1. Defenisi Perilaku Dari aspek biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme atau makhluk hidup yang bersangkutan. Manusia mempunyai bentangan yang sangat luas, sepanjang kegiatan yang dilakukan manusia tersebut antara lain : berjalan, berbicara, bekerja, menulis, membaca, berpikir, dll. Universitas Sumatera Utara Secara singkat aktivitas manusia dikelompokkan menjadi 2 yakni : a) Aktivitas yang dapat diamati oleh orang lain, misalnya : berjalan, bernyanyi, tertawa, dll. b) Aktivitas yang tidak dapat diamati oleh orang lain, misalnya : berpikir, berfantasi, bersikap, dll. Menurut Skinner (1938), seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Dengan demikian perilaku manusia terjadi melalui proses “S – O – R” atau Stimulus → Organisme → Respon. Berdasarkan teori “S – O – R” tersebut, maka perilaku manusia dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu : 1. Perilaku Tertutup (Covert Behavior) Perilaku tertutup terjadi bila respons terhadap stimulus tersebut masih belum dapat diamati orang lain (dari luar) secara jelas. Respons seseorang masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan, dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Contoh : Ibu hamil tahu pentingnya periksa kehamilan untuk kesehatan bayi dan dirinya sendiri adalah merupakan pengetahuan (knowledge). Kemudian ibu tersebut bertanya kepada tetangganyadi mana tempat periksa kehamilan yang dekat adalah merupakan sikap (attitude). 2. Perilaku Terbuka (Overt Behavior) Perilaku terbuka ini terjadi bila respons terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakan atau praktik ini dapat diamati orang lain dari luar. Universitas Sumatera Utara Contoh : Seorang ibu hamil memeriksakan kehamilannya kepuskesmas atau bidan paktik, seorang penderita TB Paru minum obat anti TB secara teratur, seorang anak menggosok gigi setelah makan (Notoatmodjo, 2010). 2.6.2. Ranah (Domain) Perilaku A. Pengetahuan (Knowledge) Menurut Notoatmodjo (2010), Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh malalui indera pendengaran (telinga), dan indera penglihatan (mata). Secara garis besar pengetahuan seseorang dibagi dalam 6 tingkat pengetahuan, yaitu : a. Tahu (Know) Tahu diartikan hanya sebagai recall (memanggil) memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu. Misalnya : tahu bahwa buah tomat banyak mengandung vitamin C, jamban adalah tempat membuang air besar, penyakit demam berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. b. Memahami (Comprehension) Memahami suatu objek bukan sekedar tahu terhadap objek tersebut,tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut harus dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang diketahui tersebut. Misalnya : orang yang memahami cara pemberantasan penyakit demam berdarah, bukan hanya menyebutkan 3M (mengubur, menutup, dan Universitas Sumatera Utara menguras), tetapi harus dapat menjelaskan mengapa harus mengubur, menutup, dan menguras tempat penampungan air tersebut. c. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan atau mengaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain. Misalnya : seseorang yang telah paham tentang proses perencanaan, ia harus dapat membuat perencanaan program kesehatan di tempat ia bekerja atau dimana saja. d. Analisis (Analysis) Analisis adalah kemampuan seseorang untuk menjabarkan dan atau memisahkan, kemudian mencari hubungan antara komponen-komponen yang terdapat dalam suatu masalahatau objek yang diketahui. Misalnya : dapat membedakan antara nyamuk Aedes Aegypti dengan nyamuk biasa, dapat membuat diagram siklus cacing kremi. e. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjukkan suatu kemampuan seseorang untuk merangkum atau meletakkan dalam suatu hubungan yang logis dari komponen-komponen pengetahuan yang dimiliki. Misalnya : dapat membuat atau meringkas dengan kata-kata atau kalimat sendiri hal-hal yang telah dibaca atau didengar, dapat membuat kesimpulan tentang artikel yang telah dibaca. Universitas Sumatera Utara f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu. Misalnya : seorang ibu dapat menilai atau menentukan seorang anak menderita malnutrisi atau tidak, seseorang dapat menilai manfaat ikut KB bagi keluarga. B. x 0,0546 ) = 37,1553 ± 0,1736 mcg/g Universitas Sumatera Utara Lampiran 14. Analisa Data Statistik untuk Menghitung Kadar Formalin pada Sampel Bakso pada SD Swasta Mardi Lestari No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. n=6 Kadar Formalin (mcg/g) 51,5707 49,5191 44,9342 49,4240 49,3767 44,3772 x = 48,2003 xi – x 3,3704 1,3188 3,2661 1,2237 1,1764 3,8231 ( xi - x )2 11,3595 1,7392 10,6674 1,4974 1,3839 14,6160 ∑ ( xi - x )2 = 41,2634 SD = ∑ (xi − x)2 n −1 = 41,2634 = 2,8727 5 Pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05, dk = 5 diperoleh nilai t tabel = 2,57 Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung = xi − x SD / n t hitung 1 = 2,8738 t hitung 2 = 1,1244 t hitung 3 = 2,7848 t hitung 4 = 1,0434 t hitung 5 = 1,0030 t hitung 6 = 3,2598 (data ditolak) (data diterima) (data ditolak) (data diterima) (data diterima) (data ditolak) Universitas Sumatera Utara Untuk itu dihitung kembali dengan cara yang sama tanpa mengikutsertakan data ke-1, 3 dan 6 No Xi 2 49,5191 4 49,4240 5 49,3767 n =3 x = 49,4400 xi - x 0,0791 0,016 0,0633 (xi – x )2 0,00625681 0,000256 0,00400689 ∑ ( xi - x )2 = 0,0105197 SD = ∑ (xi − x)2 n −1 = 0,0105197 = 0,0725 2 Pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05, dk = 2 diperoleh nilai t tabel = 4,30 Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung 2 = 1,8923 (data diterima) t hitung 4 = 0,3827 (data diterima) t hitung 5 = 1,5143 (data diterima) (Semua data diterima) Kadar Formalin (μ) = x ± ( t(1-α/2) x SD/ n ) = 49,4400 ± (4,30 x 0,0418 ) = 49,4400 ± 0,1797 mcg/g Universitas Sumatera Utara Lampiran 15. Analisa Data Statistik untuk Menghitung Kadar Formalin pada Sampel Bakso pada SD Negeri 060890 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. n=6 Kadar Formalin (mcg/g) 42,3003 45,0675 52,9164 37,7476 39,0143 51,9004 x = 44,8244 xi – x -2,5241 0,2431 8,0920 -7,0768 -5,8101 7,076 ( xi - x )2 6,3710 0,0590 65,4804 50,0810 33,7572 50,0697 ∑ ( xi - x )2 = 205,8183 SD = ∑ (xi − x)2 n −1 = 205,8183 = 6,4158 5 Pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05, dk = 5 diperoleh nilai t tabel = 2,57 Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung = xi − x SD / n t hitung 1 = 0,9636 t hitung 2 = 0,00928 t hitung 3 = 3,0893 t hitung 4 = 2,7017 t hitung 5 = 2,2181 t hitung 6 = 2,7014 (data diterima) (data diterima) (data ditolak) (data ditolak) (data diterima) (data ditolak) Universitas Sumatera Utara Untuk itu dihitung kembali dengan cara yang sama tanpa mengikutsertakan data ke-3, 4 dan 6 No Xi 1 42,3003 2 45,0675 5 39,0143 n =3 x = 42,1273 xi - x 0,173 2,9402 -3,113 (xi – x )2 0,0029929 8,64477604 9,690769 ∑ ( xi - x )2 = 18,3651756 SD = ∑ (xi − x)2 n −1 = 18,3651756 = 3,0302 2 Pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05, dk = 2 diperoleh nilai t tabel = 4,30 Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung = xi − x SD / n t hitung 1 = 0,0988 (data diterima) t hitung 2 = 1,6806 t hitung 5 = 1,7794 (data diterima) (data diterima) (Semua data diterima) Kadar Formalin (μ) = x ± ( t(1-α/2) x SD/ n ) = 42,1273 ± (3,14 x 1,7494 ) = 42,1273 ± 5,4931 mcg/g Universitas Sumatera Utara Lampiran 16. Analisa Data Statistik untuk Menghitung Kadar Formalin pada Sampel Bakso pada SD Negeri 060788 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. n=6 Kadar Formalin (mcg/g) 39,4906 38,4581 38,8102 36,9450 38,4660 38,6483 x = 38,4697 xi – x 1,0209 -0,0116 0,3405 1,5247 0,1786 0,1786 ( xi - x )2 1,04223681 0,00013456 0,11594025 2,32471009 0,00001369 0,03189796 ∑ ( xi - x )2 = 3,5146 SD = ∑ (xi − x)2 n −1 = 3,5146 = 0,8384 5 Pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05, dk = 5 diperoleh nilai t tabel = 2,57 Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung = xi − x SD / n t hitung 1 = 2,9833 t hitung 2 = 0,0338 t hitung 3 = 0,9950 t hitung 4 = 4,4555 t hitung 5 = 0,0108 t hitung 6 = 0,5219 (data ditolak) (data diterima) (data diterima) (data ditolak) (data diterima) (data diterima) Universitas Sumatera Utara Untuk itu dihitung kembali dengan cara yang sama tanpa mengikutsertakan data ke-1, dan 4 No Xi 2 38,4581 3 38,8102 5 38,4660 6 38,6483 n =4 x = 38,5956 xi - x -0,1375 0,2146 -0,1296 0,0527 (xi – x )2 0,01890625 0,04605316 0,01679616 0,00277729 ∑ ( xi - x )2 = 0,08453286 SD = ∑ (xi − x)2 n −1 = 0,08453286 = 0,1678 3 Pada interval kepercayaan 95% dengan nilai α = 0,05, dk = 3 diperoleh nilai t tabel = 3,18 Data diterima jika t hitung < t tabel t hitung = xi − x SD / n t hitung 2 = 1,6388 t hitung 3 = 2,5578 t hitung 5 = 1,5446 t hitung 6 = 0,6281 (data diterima) (data diterima) (data diterima) (data diterima) (Semua data diterima) Kadar Formalin (μ) = x ± ( t(1-α/2) x SD/ n ) = 38,5956 ± (3,14 x 0,0839 ) = 38,5956 ± 0,2668 mcg/g Universitas Sumatera Utara Lampiran 17. Hasil Analisa Kadar Fomalin dalam Sampel NO. TEMPAT BERAT Fp ABSORBANSI KADAR KADAR PENGAMBILAN (gram) (ppm) SEBENARNYA SAMPEL (ppm) 1. SD Swasta 100,0421 2,5 0,4512 43,5071 43,8385± 2. Antonius V 100,0564 0,4550 43,8652 3,3970 3. 100,0537 0,4003 38,6132 4. 100,0528 0,4292 41,3901 5. 100,0530 0,4834 46,5933 6. 100,0562 0,4850 46,7457 1. SD Negeri 060794 100,0328 2,5 0,2145 20,7808 20,7012± 2. 100,0637 0,2136 20,6880 0,1831 3. 100,0541 0,2113 20,4692 4. 100,0421 0,2130 20,6349 5. 100,0530 0,2157 20,8919 6. 100,0432 0,2111 20,4522 1. SD Negeri 060910 100,0370 2,5 0,4329 41,7520 33,4360± 2. 100,0350 0,3883 37,4700 1,0503 3. 100,0222 0,3411 32,9418 4. 100,0382 0,3452 33,3302 5. 100,0260 0,3425 33,0749 6. 100,0345 0,3563 34,3973 1. SD Negeri 060877 100,1637 2,5 0,3840 37,0094 37,1553± 2 100,1328 0,3827 36,8962 0,1736 3. 100,1512 0,3861 37,2155 4. 100,1662 0,3882 37,4114 5. 100,1027 0,3851 37,1376 6. 100,1382 0,3865 37,2587 1. SD Swasta Mardi 100,0450 2,5 0,5352 51,5707 49,4400± 2. Lestari 100,0380 0,5138 49,5191 0,1797 3. 100,0484 0,4661 44,9342 4. 100,0363 0,5128 49,4240 5. 100,0350 0,5123 49,3767 6. 100,0468 0,4603 44,3772 1. SD Negeri 100,0560 5 0,2184 42,3003 42,1273 ± 2. 060890 100,0453 0,2328 45,0675 5,4931 3. 100,0596 0,2737 52,9164 4. 100,0539 0,1947 37,7476 5. 100,0554 0,2013 39,0143 6. 100,0531 0,2684 51,9004 1. SD Negeri 100,0250 2,5 0,4093 39,4906 38,5956 ± 2. 060788 100,0376 0,3986 38,4581 0,2668 3. 100,0458 0,4023 38,8102 4. 100,0266 0,3828 36,9450 5. 100,0176 0,3986 38,4660 6. 100,0425 0,4006 38,6483 Universitas Sumatera Utara Lampiran 18. Perhitungan perolehan kembali(%) kadar formalin pada sampel bakso pada SD Negeri 060877 No. Berat Absorbansi CA CF (gram) (mcg/g) (mcg/g) 1. 100,1827 0,6808 37,0094 65,4616 2. 100,1526 0,6824 36,8962 65,6347 3. 100,1854 0,6831 37,2155 65,6803 4. 100,1872 0,6798 37,4114 65,3627 5. 100,1326 0,6831 37,1376 65,7149 6. 100,1578 0,6849 37,2587 65,8710 x = 100,1663 CA = 37,1548 CF = 65,6208 % Perolehan Kembali = CF − CA C*A ×100 Keterangan : CF = kadar sampel rata-rata setelah penambahan larutan baku CA = kadar sampel rata-rata sebelum penambahan larutan baku C*A = jumlah larutan baku yang ditambahkan C*A = = 1000mcg / ml x 2,5ml 100,1663 g = 24,9584 mcg / g % Perolehan Kembali = 65,6208 − 37,1548 ×100% 24,9584 = 114,05% Universitas Sumatera Utara Lampiran 19. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi No. Konsentrasi X 1. 0,0000 2. 1,0000 3. 1,5000 4. 2,0000 5. 2,5000 6. 3,0000 n =6 Absorbansi Y 0,0000 0,2040 0,3090 0,4120 0,5260 0,6200 Yi 0,0019 0,2063 0,3104 0,4145 0,5186 0,6227 Y-Yi -0,0019 -0,0023 -0,0014 -0,0025 -0,0074 -0,0027 (Y-Yi)2 0,00000361 0,00000529 0,00000196 0,00000625 0,00005476 0,00000729 ∑ (Y − Yi)2 = 62,05 x 10- 6 Simpangan Baku (SB) = ∑(y − yi)2 n−2 = 62,05 ×10−6 4 = 3,9386 × 10-3 Batas Deteksi = 3SB = 3× 3,9386 ×10−3 = 0,0567 mcg/ml Slope 0,2082 Batas Kuantitasi = 10SB = 10 × 3,9386 ×10−3 = 0,1891 mcg/ml Slope 0,2082 Keterangan: Persamaan regresi : y = ax + b y = 0,2082 x - 0,0019 dimana: a = slope; dan b = intersep Universitas Sumatera Utara Lampiran 20. Tabel distribusi t Universitas Sumatera Utara Lampiran 21. Hasil Pengujian Kualitatif bakso yang dijual di Sekolah Dasar Universitas Sumatera Utara
Pengetahuan dan Sikap Pedagang Bakso dan Pemeriksaan Formalin Pada Makanan Jajanan Bakso Daging Kukus Yang Diperjualbelikan Di Lingkungan Sekolah Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat Tahun 2010.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengetahuan dan Sikap Pedagang Bakso dan Pemeriksaan Formalin Pada Makanan Jajanan Bakso Daging Kukus Yang Diperjualbelikan Di Lingkungan Sekolah Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat Tahun 2010.

Gratis