Pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty pada Konsumen Handphone Bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara

 2  43  119  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

SKRIPSI PENGARUH BRAND CHARACTERISTIC DAN COMPANY

  SKRIPSI PENGARUH BRAND CHARACTERISTIC DAN COMPANYCHARACTERISTIC TERHADAP BRAND LOYALTY PADA KONSUMEN HANDPHONE BERMEREK NOKIA DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA OlehNURDIN SARAGIH 070502105 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh brand characteristic dan company characteristic terhadap brand loyalty pada konsumen handphone bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara. Keywords : brand characteristic, company characteristic, and brand loyalty KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat AllahSWT atas segala berkat, rahmat, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty pada Konsumen Handphone Bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara”.

PROGRAM STUDI STRATA-I MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  Keywords : brand characteristic, company characteristic, and brand loyalty KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat AllahSWT atas segala berkat, rahmat, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty pada Konsumen Handphone Bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara”. 103 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh brand characteristic dan company characteristic terhadap brand loyalty pada konsumen handphone bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Masalah

  Selain menarik dan elegan, produk Nokia Mengingat dinamika pasar yang makin tinggi, Nokia kini juga memperkenalkan ragam produk yang berorientasi pada kebutuhan gaya hidup,misal ponsel musik, ponsel khusus untuk chating, ataupun ponsel yang memiliki mutu kamera yang bagus, (http://rajapresentasi.com/2009/08/strategi pemasaranponsel nokia/). Hal ini dikarenakan banyaknya jenis handphone yang beredar di lingkungan masyarakat, permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa adalah bagaimana memilih handphone yang sesuaidengan harapan, mengingat mahasiswa termasuk sebagai konsumen yang kritis dan sedang mengalami proses pendewasaan mental dan intelektual.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoretis

2.1.1 Merek

  15 Tahun 2001 pasal 1 ayat 1, merek adalah “tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka,susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”. Pada intinya merek adalah penggunaan nama, logo, trade mark, serta slogan untuk membedakan perusahaan perusahaan dan individu-individu satusama lain dalam hal apa yang mereka tawarkan.

2.1.2 Faktor Pembentuk Kepuasan Pelanggan

  Kecakapan Memprediksi Merek (Brand Predictability)Kecakapan memprediksi merek (brand predictability) merupakan persepsi konsumen terhadap konsistensi merek dengan mengamati danmengantisipasi dengan kuat kinerja suatu merek setiap kali menggunakan merek dan hubungannya dengan harapan konsumen padamerek tersebut. Lau dan Lee, (dalam Tjahyadi 2006:73) menyatakan bahwa kepercayaan konsumen terhadap perusahaan, terdiri dari tiga dimensi yaitu: kepercayaan padaperusahaan (company trust), reputasi perusahaan (company reputation), dan motif perusahaan yang diinginkan (perceived motives of the company).

2.1.5 Brand Loyalty

  Pelanggan yang loyal akan menjadi hambatan masuk bagi parapesaing, memungkinkan ditetapkannya harga premium, tersedianya waktu untuk menanggapi inovasi para pesaing, dan bisa menjadi benteng pelindung darikemungkinan kompetisi harga. Oliver, (dalam Tjiptono 2005:387) mengemukakan bahwa loyalitas merek adalah komitmen yang dipegang teguh untuk membeli ulang atau berlangganandengan produk atau jasa yang disukai secara konsisten di masa mendatang, sehingga menimbulkan pembelian merek yang sama secara berulang meskipun David Aaker, (dalam Kartajaya 2010:71) mendefenisikan bahwa brand loyalty adalah sebuah ukuran ketertarikan pelanggan terhadap suatu merek.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Dimana tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh trust in a brand yang terdiri dari variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer brand characteristic terhadap brand loyalty. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel trust in a brand berpengaruh secara positif dan signifikanterhadap brand loyalty, dan variabel consumer brand characteristic adalah variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap brand loyalty dengankoefisien beta sebesar 0,652 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.

2.3 Kerangka Konseptual

  Menurut Lau dan Lee (dalam Tjahyadi 2006:66), brand characteristic dan company characteristic, merupakan prediktor penting kepercayaan pelanggan pada merek, yang pada akhirnya akan mengarah pada loyalitas pelanggan pada merek (brand loyalty). Lau dan Lee, (dalam Riana 2008:188) menyatakan bahwa kepercayaan konsumen terhadap perusahaan, terdiri dari tigadimensi yaitu: kepercayaan pada perusahaan (company trust), reputasi perusahaan (company reputation), dan motif Perusahaan yang diinginkan (perceived motives of the company).

2 Sumber: Riana (008) Diolah penulis

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

2.4 Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka hipotesis dari penelitian ini adalah : “Brand characteristic dan company characteristic berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty padakonsumen handphone bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara.”

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.1 Jenis Penelitian Secara eksplanasi (penjelasan) penelitian dapat dikaji menurut tingkatannya yang didasarkan kepada tujuan dan obyek-obyeknya ; yaitu ada yangbertujuan mempelajari, mendeskripsi, mendeteksi (mengungkapkan), dan ada pula yang menyelidiki hubungan kausalitas, (Ginting dan Situmorang 2008:57). Berdasarkan tingkat eksplanasi, maka penelitian ini adalah penelitian asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih.

3.4 Defenisi Operasional Variabel

  Company Characteristic (X 2 )Company Characteristic adalah cirri-ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang dibentuk oleh kepercayaan pada perusahaan (company trust), reputasi perusahaan (company reputation), dan motif perusahaan yang diinginkan (perceived motives of the company). Karena mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang menggunakan merek Nokiajumlahnya tidak diketahui sehingga untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus (Supramono, 2003:62): Zα besarnya tergantung α bila α = 0,01 → Zα = 1,67bila α = 0,05 → Zα = 1,96 p : estimasi proporsi populasi q : 1 – pd : penyimpangan yang ditolerir untuk memperoleh n (jumlah sampel) yang besar dan p belum diketahui, makadapat digunakan p = 0,5 dengan α = 0,05.

3.7 Teknik Pengumpulan data

  Daftar pertanyaan (Kuesioner)Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan sejumlah daftar pernyataan yang tertulis kepadaresponden untuk dijawabnya. Sebelum instrumen penelitian digunakan maka digunakan maka terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas: Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yangdigunakan (kuesioner).

3.9 Teknik Analisis Data

  Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu: Metode analisis deskriptif merupakan suatu metode analisis dimana data yang telah diperoleh, disusun, dikelompokkan, dinalisis, kemudian Sebelum melakukan analisis regresi, agar dapat perkiraan yang tidak bias dan efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi klasik yang harusdipenuhi, yaitu: 1. Uji MultikolinearitasArtinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna.

c. Analisis Regresi Linier Berganda

  Persamaan yang digunakan adalah:Y = a + b 1 X 1 2 X 2 1 b 2 = Koefisien regresiX1 = Skor dimensi Brand CharacteristicX2 = Skor dimensi Company Characteristic e = Standar error Untuk mengetahui pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty maka dilakukan pengujian dengan menggunakan : 1. Uji Signifikan Simultan (Uji - F)Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

2 H : b ,b = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang

positif dan signifikan dari variabel brand characteristic dan company characteristic terhadap variabel brand loyalty.≠ a 1 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif

2 H : b ,b

  dan signifikan dari brand characteristic dan company characteristic terhadap variabel brand loyalty. α = 5% pada tabel > t hitung H ditolak jika t α = 5% pada < t 1 hitung Kriteria pengambilan keputusan adalah:H diterima jika t signifikan dari brand characteristic dan company characteristic terhadap variabel brand loyalty.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Nokia

  Sejarah dari perusahaan ini dimulai pada tahun 1865, ketika seorang insinyur bernama Fredrick Idestam mendirikan sebuahpabrik penggilingan bubur kayu di selatan Finlandia dan memulai untuk memproduksi kertas. Permintaan akan kabel semakin besarseiring dengan besarnya permintaan akan power transmition dan pembuatan jeringan telepon sehingga perusahaan ini tumbuh dengan cepat.

3 Bisnis Menjadi 1 Raksasa Bisnis

  Pada tahun 1969, Nokia merupakan perusahaan pertama yang memperkenalkan PCM Transmission (Pulse Code Modulation Transmission),yang sesuai dengan standar CCIT (Badan Penasihat Komite Internacional Telegraf dan Telekomunikasi). Di awal tahun itu pula, Nokia mengeluarkan produk yang diberi label Nokia DX-200,yang mana Nokia memperkirakan bahwa terjadi peralihan dari masa telegraf Pada saat keadaan semakin berkembang, Nokia memutuskan untuk memecahkan konsentrasi bisnisnya menjadi 2 bagian penting (Nokia Networksdan Nokia Mobile Phones) dan 2 bagian pendamping (Nokia VenturesOrganization dan Nokia Research Center).

4.1.2 Perkembangan Nokia

  Wilayah Nokia di Asia Kantor regional adalah Basis dari 650 staff pekerja professional yang menjadi pelopor dalam inovasi teknologi, produk dan solusi bisnis untuk 20 pasaryang berbeda dan semua kantor Nokia di wilayah Asia Pasifik berlokasi diAlexandra Technopark, Singapura. Strategi pemasaran Nokia jugahebat, kemampuan mengidentifikasi dan menciptakan segmen pasar yang amat beragam dibarengi dengan program promosi dan pemasaran yang jitu.

4.1.5 Strategi Nokia

  Strategi yang dilakukan Nokia antara lain meliputi peluncuran produk baru, inovasi-inovasi dari segi teknologi, layanan, penetrasi pasar, dan lain-lain. Hasilnya Indonesia menjadi slah satu pasar di Asia Pasifik yang penjualan Nokia Communicatornya cukup baik.

4.1.6 Sepuluh Fakta Menarik Mengenai Nokia

  Nokia diambil dari nama sungai Nokianvirta yang mengalir ke kota Nokia di region Pirkanmaa. Sedang ponsel layar sentuh pertama yang dirilis Nokia adalah Nokia 7710 yang diluncurkan tahun 2004.

4.1.7 Tipe –Tipe Nokia

  Nokia menawarkan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk segmen pasar yang luas, dan ponsel ini berfokus pada fitur yang kaya. Metode analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas melalui pengumpulan,menyusun, dan menganalisis data, sehingga dapat diketahui gambaran umum dari objek yang diteliti.

4.3.1 Karakteristik Responden

  12 Sony Ericson danCSL 9 Samsung 5 5.2 10 Samsung dan Flexi 1 1.0 11 Siemens 2 2.1 1 1 1.0 13 Sony Ericsson 11 11.5 14 Taxco 1 1.0 Total 96 100.0 Sumber : Hasil Penelitian (diolah), 2011 Dari Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa dari 96 responden sebelum menggunakan handphone bermerek Nokia, 11 responden (11,5 %) menggunakan handphone bermerek Sony Ericsson, 5 responden (5,2%) menggunakan merek 1.0 8 Philips dan Siemens 7. Merek Handphone yang Digunakan Sebelum Nokia 1.0 Tabel 4.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Merek Handphone yang Digunakan Sebelum Nokia No Merek Jumlah responden (orang)% 1 66.7 2 Esia 1 1.0 3 Flexi 1 4 IMO 1.0 1 1.0 5 LG 2 2.1 6 Motorolla 4 4.2 7 Nexian 1 Samsung, 4 responden (4,2%) menggunakan merek Motorolla, yang menggunakan LG, Siemens masing-masing 2 responden (2,1%), yang 8.

4.3.2 Analisis Deskriptif Variabel

  Pada item pernyataan 4 (Fitur-fitur yang ada pada Handphone Nokia sesuai dengan selera dan kebutuhan) ternyata 7 responden (7,3%)menjawab sangat setuju, 59 responden (61,5%) menjawab setuju, 27 responden (28,1%) menjawab kurang setuju, 2 responden (2,1%)menjawab tidak setuju, dan 1 responden (1%) menjawab sangat tidak setuju. Pada item pernyataan 3 (Saya percaya terhadap produk yang dihasilkanPerusahaan Nokia), ternyata 5 responden (5,2%) menjawab sangat setuju, 37 responden (38,5%) menjawab setuju, 26 responden (27,1%) menjawabkurang setuju, 19 responden (19,8%) menjawab tidak setuju, dan 9 responden (9,4%) yang menjawab sangat tidak setuju.

4.4.1 Uji Normalitas

  Untuk melihat normalitas residual penulis menganalisisgrafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal dan juga menganalisis probabilitas plot yangmembandingkan distribusi kumulatif dan distribusi normal. Sumber : Hasil Penelitian (diolah), 2011 Gambar 4.6 Histogram Sumber: Hasil penelitian (diolah), 2011 Gambar: 4.7Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dari Gambar 4.7 dapat dilihat bahwa data-data (titik-titik) menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.

b. Calculated from data

  Sumber: Hasil penelitian (diolah), 2011 Pada Tabel 4.14 terlihat bahwa Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,124 dan diatas nilai signifikan (0,05), dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal.

4.4.2 Uji Heteroskedastisitas

  Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas (Situmorang, et al, 2010: 100). Jika diagram pancar yang ada membentuk pola-pola tertentu yang teratur maka regresi mengalami gangguan heteroskedastisitas.

2. Jika diagram pancar yang ada tidak membentuk pola-pola tertentu

  yang teratur maka regresi tidak mengalami gangguan s.heteroskedastisita Sumber: Hasil penelitian (diolah), 2011 Gambar 4.8 Scatterplot Dari grafik Scatterplot yang disajikan, terlihat titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik diatasmaupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

a. Dependent Variable: absut

  Sumber: Hasil penelitian (diolah), 2011 Dari Tabel 4.15 terlihat bahwa dengan jelas tidak satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependenabsolute Ut (absut). Hal ini terlihat dari probabilitas signifikannya di atas tingkat kepercayaan 5%, jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanyaheteroskedastisitas.

4.4.3 Uji Multikolinieritas

  Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar independen. Pada Tabel 4.16 dapat dilihat bahwa nilai VIF < 5 dan tolerance > 0,1 maka tidak ditemukan masalah multikolinieritas dalam penelitian ini.

4.5 Analisis Linier Berganda

  Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel brand Characteristic dan company Characteristic terhadap brand loyalty. Persamaan regresinya adalah sebagai berikut:Y = a + b1X1 + b2X2 + e Analisis linear berganda dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 17.0 yang dapat dilihat pada Tabel 4.17: Tabel 4.17Analisis Linier Berganda Unstandardized Standardized Coefficients CoefficientsModel B Std.

4.7.1 Uji Signifikan Simultan (Uji - F)

  Kriteria pengujiannya adalah:H : b1,b2 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel brand characteristic dan company characteristic terhadap variabel brand loyalty. Atau dengan kata lain F Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari brand characteristic dan company characteristic terhadap variabel brand loyalty.

4.7.2 Uji Signifikan Parsial (Uji - t)

  kriteria pengujiannya adalah: H0 : b1 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel brand characteristic dan company characteristic terhadapvariabel brand loyalty. Variabel brand characteristic berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap brand loyalty, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) < (0,05)dan nilai t hitung (11,235) > t tabel (0,83) artinya jika ditingkatkan variabel bentuk sebesar satu satuan (unit) maka brand loyalty (Y) akan meningkatsebesar 0,416 satuan (unit).

4.8 Pembahasan

  Membangun emosi yang kuat terhadap merek adalah langkah yang perlu dillakukan oleh perusahaan, Prinsip kedua, sekalipun survei kepuasan konsumen telah didesain sedemikian rupa, tetapi harap diingat bahwa survei ini bukanlah alat yang baikunruk bisa mengidentifikasi dan memproritaskan area-area yang perlu diberi fokus bagi investasi untuk program retensi konsumen. Dari distribusi jawaban responden untuk variabel brand characteristic sesuai dengan Tabel 4.11, pada pernyataan Merek Handphone Nokia adalahmerek yang bergengsi), ternyata 18 responden (18,8%) menjawab sangat setuju, Pada pernyataan Nokia merupakan merek yang konsisten dengan kualitasnya, ternyata 15 responden (15,6%) menjawab sangat setuju, dan 64responden (66,7%) menjawab setuju.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Variabel brand characteristic dan company characteristic secara bersama-sama ataupun simultan berpengaruh positif dan signifikanterhadap variabel brand loyalty pada konsumen handphone Nokia diUniversitas Sumatera Utara, yang berdasarkan uji F diperoleh nilai F hitung > F tabel yaitu 75,861 > 3,09 dengan tingkat signifikan 0,000 atau dibawah 0,05. Secara parsial variabel brand characteristic dan company characteristic berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel brand loyalty pada konsumen handphone Nokia di Universitas Sumatera Utara, dan variabel yang paling dominan adalah variabel brand characteristic, yang berdasarkan uji t diperoleh nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yaitu 11,235 > 0,83.

5.2 Saran

  Variabel brand characteristic merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi brand loyalty konsumen handphone Nokia diUniversitas Sumatera Utara, sehingga perusahaan Nokia disarankan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan brand characteristic. Untuk mengatasi fenomena churn yang muncul saat ini sebaiknya perusahaan memberikan perhatian lebih kepada hal-hal yang dapatmeminimalisasi costumer churning yaitu salah satunya dengan melakukan inovasi untuk desain dan memperkaya fitur-fitur yang saatini banyak dilakukan pesaing-pesaing lainnya.

Informasi dokumen
Pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty pada Konsumen Handphone Bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara Analisis Deskriptif Variabel Analisis Deskriptif Analisis Regresi Linier Berganda Uji Hipotesis Brand Characteristic Company Characteristic Brand Loyalty Uraian Teoretis .1 Merek Faktor Pembentuk Kepuasan Pelanggan Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Defenisi Operasional Variabel Karakteristik Responden Analisis Deskriptif Kerangka Konseptual Hipotesis Pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty pada Konsumen Handphone Bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara Koefisien Determinasi Analisis Linier Berganda Koefisien Determinasi Latar belakang Masalah Pengaruh Brand Characteristic dan Company Characteristic terhadap Brand Loyalty pada Konsumen Handphone Bermerek Nokia di Universitas Sumatera Utara Perkembangan Nokia Gambaran Umum Perusahaan .1 Sejarah Nokia Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini diharapkan berguna bagi: Penelitian Terdahulu Skala Pengukuran Variabel Populasi dan Sampel Strategi Nokia Sepuluh Fakta Menarik Mengenai Nokia Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik Teknik Pengumpulan data Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Uji Reliabilitas Uji Heteroskedastisitas Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas Uji Validitas Uji Reliabilitas Visi dan Misi Nokia Nokia Melanjutkan Dominasi di Pasar Ponsel
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Brand Characteristic dan Company Cha..

Gratis

Feedback