Fatwa Mui Dan Opini Publik (Studi deskriptif Opini Mahasiswa Anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI Di Internet )

 1  61  129  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  SMA Swasta Nurhasanah Tahun 2001-2004Nama Orang tuaAyah : Nasrin SiambatonIbu : Rosmawarni SimatupangPekerjaan OrangtuaAyah : Pensiunan PNSIbu : Ibu Rumah Tangga FATWA MUI DAN OPINI PUBLIK (Studi deskriptif opini mahasiswa anggota HMI Komisariat Fakultas HukumUSU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI Di Internet ) ABSTRAKSI Skripsi ini meneliti tentang opini mahasiswa anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU, terhadap fatwa bunga bank haram yang ada di internet. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap fatwa bunga bank haram, kredibilitas dan kemampuan MUI dalam membina komunikasieksternal, khususnya yang diperantarai oleh media internet.

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi di abad 21, menyebabkan pergeseran besar di

  MUI sebagai salah satu wadahberkumpulnya para ulama dan cendekiawan Islam, merasa perlu memberikan Pemberitaan yang nadanya bersikap setuju dengan fatwa MUI, bahwa bunga bank adalah haram antara lain dimuat diwebsite : Viva News.com (Senin, 14 Juni 2010 pukul 15.42 Wib ) 2. Pemberitaan yang bersikap tidak berpihak dengan salah satu dari kedua pendapat di atas antara lain dimuat oleh : ANTARA News.com ( Senin, 5April 2010, Pukul 22.07 wib ) Salah satu elemen masyarakat yang menarik untuk dikaji opininya mengenai isu di atas adalah, dari kalangan mahasiswa, terutama yang mengambil jurusanilmu hukum dan aktif di organisasi kemahasiswaan.

1.2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut : “ bagaimana opini mahasiswa anggota HMIKomisariat Fakultas Hukum USU terhadap pemberitaan fatwa haram bunga bank oleh MUI di internet ” 1.3 Pembatasan Masalah Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga dapat mengaburkan penelitian, maka peneliti melakukan pembatasan masalah. Tujuan Dan Manfaat Penelitian Setiap penelitian yang dilakukan terhadap suatu masalah sudah pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai.

1.4.1. Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui opini mahasiswa yang tergabung dalam HMIKomisariat Hukum USU terhadap pemberitaan fatwa haram bunga bank oleh MUI diinternet. Untuk mengetahui tingkat kredibilitas dan pengetahuan mahasiswa mengenai fatwa- fatwa dan organisasi MUI itu sendiri.

1.4.2. Manfaat Penelitian

  Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah penelitian di bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Komunikasi Massa. Secara praktis, data yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi MUI dalam mengambil keputusan / fatwa dan metodesosialisasinya ke masyarakat.

1.5 Kerangka Teori

  Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau menyoroti permasalahannya. Untuk itu perlu disusun Kerlinger menyebutkan teori merupakan himpunan konstruk (konsep), definisi, dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala-gejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Rakhmat, 2004 : 6).

1.5.1. Komunikasi dan Komunikasi Massa Komunikasi merupakan unsur yang penting bagi kehidupan manusia

  Komunikan bersifat heterogenMassa dalam komunikasi massa terjadi dari orang – orang yang heterogen yang meliputi penduduk yang bertempat tinggal dalam kondisi yang sangatberbeda, dengan kebudayaan yang beragam, berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mempunyai pekerjaan yang berjenis – jenis; maka oleh kerena itumereka berbeda pula dalam kepentingan, standart hidup dan derajat kehormatan, kekuasaan dan pengaruh. MenurutZaleski (1999:9) istilah cyberspace itu sendiri diciptakan oleh seorang penulis Jaringan komputer telah hadir di antara kita lebih dari 25 tahun, dan dalam beberapa tahun terakhir kita menyaksikan percepatan yang amat dahsyat denganhadirnya jaringan internet tersebut.

1.5.4. Opini Publik

  Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,lalu terus berhenti (dari mengambilriba), maka baginya maka yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. melaknat orang yang memakan orang yang memakan (mengambil) dan memberikan riba.” Rawiberkata: saya bertanya:”(apakah Rasulullah melaknat juga) orang yang “Kami hanya menceritakan apa yang kami dengar.” (HR.

1.6. Kerangka Konsep

1.7. Defenisi Operasional

  Menurut Kerlinger ( 1971 ) konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasi hal – hal khusus ( Rakhmat 2004 :12 ). Sedangkan Nawawi(1995 : 45) merumuskan kerangka konsep sebagai hasil pemikiran rasional yang bersifat keritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akandicapai.

1. Variabel Pemberitaan Fatwa haram bunga bank oleh MUI di Internet

  Smester : Tingkat pendidikan terakhir di Fakultas Hukum USU, dari responden yang akan dijadikan sampel. Training : Kegiatan pengkaderan yang pernah diikuti responden di HMI.

BAB II URAIAN TEORITIS Teori memegang peranan amat penting dalam melakukan penelitian

  karena teori merupakan landasan berfikir untuk mendukung pemecahan masalah dengan jelas dan sistematis. Hal ini sesuai dengan pengertian teori menurutKerlinger (dalam Singarimbun, 1989:37) yakni serangkaian asumsi, konsep, konstrak, defenisi dan proporsi untuk menerangkan suatu fenomena social secarasistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep.

II. 1. Komunikasi

a. Pengertian Komunikasi

  Lasswell, bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi adalah dengan menjawabpertanyaan : siapa yang menyampaikan (komunikator), apa yang disampaikan (pesan), melalui saluran apa (media), kepada siapa (komunikas) dan apa pengaruhnya (efek) (Effendy,1999:10). Namun, sedikitbanyaknya dapat memberi gambaran seperti apa yang diungkapkan oleh Shanon dan Weaver (1949), bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi yang salingmempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak disengaja serta tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, senidan teknologi (Cangara,1998:19).

b. Ciri Komunikasi

  Komunikasi memiliki sifat atau ciri. Adapun sifat atau ciri dari komunikasi, antara lain : 1.

a) Komunikasi Lisan (Oral Communication)

b) Komunikasi Tulisan / Cetak (Written/Printed Communication) 2. Komunikasi Niverbal (Nonverbal Communication) a) Komunikasi Kial / Isyarat Badaniah (Gestured Communication) b) Komunikasi Gambar (Pictorial Communication)

3. Komunikasi Tatap Muka ( Face to Face Commu nication)

4. Komunikasi Bermedia (Mediated Communication) (Effendy,1993:33)

c. Tujuan dan Fungsi Komunikasi

  Effendy (1999 :55), adalah : 1. Mengubah masyarakat (to change the society)Adapun fungsi dari kegiatan komunikasi, dibagi atas empat fungsi utama (Effendy,1999)., yaitu: 1.

II. 1.1. Komunikasi Massa

  Komunikasi massa jugamerupakan jenis khusus dari komunikasi sosial yang melibatkan berbagai kondisi Defenisi paling sederhana tentang komunikasi massa dirumuskan Bittner(1980), yaitu komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Rakhmat,2001:188). Jumlah keanggotaan komunikan itu sangat besar, bisa puluhan, ribuan, jutaan, diantara mereka tidak salingmengenal satu dengan yang lainnya namun pada suatu waktu dan mungkin pada tempat yang relatif sama mereka memperoleh jenis pesan yang sama darimedia massa tertentu.

II. 1.2. Komunikasi Massa ini terdiri dari :

  Komunikasi media massa elektronik (electronic mass media communication)Radio − Televisi − Film − Lain-lain − 2. Komunikasi Medio (Medio Communication), yang terdiri dari: a).

II. 1.3. Media Massa

  Media merupakan produksi yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan pekerjaan, barang dan jasa serta menghidupkan industri lain yangterkait. Media menyuguhkan nilai-nilai dan penilaian Media massa sangat berpengaruh pada kehidupan manusia karena media massa yang merupakan hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi canggihbisa meningkatkan intensitas, kecepatan, dan jangkauan komunikasi dengan pengaruh sosial yang cukup besar.

II. 1.4. Komunikasi Spritual

  Menurut Nina syam (2006) komunikasi spiritual adalah komunikasi yang terjadi antara manusia dan Tuhan atau dapat pula difahami bahwa komunikasispiritual berkenaan dengan agama. Manusia Kecerdasan spiritual atau spiritual quotieont (SQ), Zohar dan Marshall(Ginanjar,2001:46) mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna, yaitu kecerdasan untuk menempatka perilaku danhidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yanglain.

B. Tujuan komunikasi spiritual

  Tujuan utama berkomunikasi antara manusia dan Tuhan yaitu: 1. Peningkatan kualitas iman dan taqwa 2.

II. 2. One Step Flow

  Dengan demikian, publik adalah sejumlah orang yang berminat dan merasatertarik terhadap suatu masalah dan berhasrat mencari suatu jalan keluar dan dengan mewujudkan tindakan yang konkret. Bogadus mengatakan bahwa publik itu adalah sejumlah besar orang antara yang satu dengan yang lain tidak saling mengenal, akan tetapi semuanyamempunyai perhatian dan minat yang sama terhadap suatu masalah (Sumarno, 1990: 24).

II. 3.2. Proses Pembentukan Opini Publik

  orang-orang yang mempunyai opini atau pendapat yang tegas, mendasarkannya kepada alasan-alasan yang rasional yangberarti dasar-dasar yang masuk akan dan dapat dimengerti oleh orang lain. SaylingWen, 2001 menjelaskan sekarang ini yang terpenting dan paling luas adalah intrenet, yang menghubungkan komputer-komputer pribadi yangpaling sederhana hingga komputer super yang paling canggih, inilah strukur Lahirnya era komunikasi interaktif ditandai dengan terjadinya diversivikasi teknologi informasi dengan bergabungnya telepon, radio, komputer,dan televisi menjadi satu dan menandai teknologi yang disebut dengan internet(Bungin, 2006 : 113).

II. 4.1. Sekilas Mengenai Internet

  Selain itu, internet juga merupakan kumpulan dari manusia-manusia yang secara aktif berpartisipasisehingga membuat internet menjadi sumber daya informasi yang sangat berharga (Febrian, 2005 : 22). Pada awalnya internet berasal dari sebuah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer yang dihubungkan dengan kabel, sehingga membentuksebuah jaringan (network).

II. 4.2. Pemanfaatan Internet

  Perkembangan internet yang begitu memukau dan begitu cepat dengan varian-varian programnya menjadikan bumi ini berada dalam cengkeramanteknologi (Bungin, 2006: 135). Resource sharing yang bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data, bisa digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa 2.

2. Komunikasi orang ke orang (person to Person seperti e-mail, chatting, video

  conference dll). Hiburan interaktif (seperti nonton acara tv online, radio streaming, download film atau lagu dll).

II. 5. Kontroversi bunga bank dari sudut pandang agama Islam

  Pembicaraan ini membawa konsekuensi lagisterhadap anggapan bahwa bunga bank yang umumnya berlaku dalam system dunia perbangkan dewasa ini adalah termasuk riba. Setidaknya ada dua pendapat Pada dasarnya bank-bank konvensional bunga memang merupakan salah satu aspek yang memainkan peran yang sangat vital dalam kehidupan usahanya.

II. 6. Riba

A. Pengertian dan hukum riba

B. Macam-macam riba

  Pengertian riba dibatasi hanyamengenai praktek-praktik riba dikalangan arab jahiliyah yaitu yang benar-benar merupakan suatu pemerasan bagi orang-orang mampu ( kaya) terhadap orang-orang miskin dalam utang piutang yang bersifat konsumtif, buka utang-utang yang bersifat produktif. Masalah mustabihat adalah perkara yang belum ditemukan kejelasannya hukum Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda (Ali Imran : 130) Jadi yang termasuk riba menurut A Hassan adalah bunga yang berlipat ganda.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN III.1. Deskripsi Lokasi Penelitian Arti Lambang Lambang Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara adalah lambang

  Para tokoh tersebut kemudian disertakan dalam proses pembentukanUniversitas Negeri di Medan yang tercantum di dalam Surat Keputusan MenteriPendidikan dan Pengajaran dan Kebudayaan RI No. Tercapainya lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi di bidang hukum sesuai dengan perkembangan hukum nasional dan 2.

A. Kondisi Internal

  Berangkat dari semangat akan sebuah perubahan yang lebih baik kedepannya, kami bidang pembinaan Anggota dengan bermodal kurangnya pemahaman danpengetahuan berusaha untuk belajar dan mengembaha amanah dalam merangkul dan membina kader-kader serta calon kader secara keseluruhan. Alhandulillah proses ini terbangun cukup baik sehingga kinerja bidang pembinaan Anggota dapat berjalan dengan baik selama 1 Tahun kepengurusandengan mengikuti dan mengadakan kegiatan-kegiatan komisariat secara Segala permasalahan yang ada dan kendala-kendala yang terjadi coba terus disikapi dengan bijak dengan melakukan evaluasi dan proyeksi dalam rapat-rapatbidang Pembinaan Anggota, serta terus membangun konsolidasi di ruang-ruang informal di tataran personel.

B. Kondisi Eksternal

PROGRAM KERJA

  HMI Komisariat FH USU juga melakukan jalinan hubungan dengan pihak eksternal seperti PEMA FH USU dan HMI Cabang Medan guna perpanjangantangan komisariat, guna membangun kepengurusan dalam melakukan proses perekrutan, serta media perjuangan HMI di kampus maka HMI Komisariat FHUSU mendistribusikan kadernya ke PEMA FH USU. Kondisi Pengkaderan yangTraining Formal LK 1 terkendala, hal ini karena BPL yang telah difasilitasi guna mengadakan Lokakarya Pengkaderan belum juga dapat membuat rumusan yangjelas mengenai Format Training yang hendak di pakai apakah 4 Hari ataukah 7 Hari.

PROYEK KERJA

  Melakukan follow up kepada anggota muda yang akan mengikuti LK. Mengirimkan kader-kader yang ingin ikut MOP dan LK.

REALISASI PROYEK KERJA

  Adapun Proyek Kerja yang telah dilakukan oleh Bidang Pembinaan anggota HMI Komisariat FH USU Periode 2009-2010, adalah sebagai berikut : 1. Susunan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FH USU periode2009-2010KETUA UMUM : AHCMAD SANDRY NASUTIONKETUA BIDANG LITBANG : RAHMAT ARIFIN MENDROFAKETUA BIDANG PA : BIN ARS LUBISKETUA BIDANG PT/KP : ANGGI P.

AVRY KHAIRUNNISA HARAHAP

  P SEPTIA MAULID SIREGARDATA DAN PUSTAKA : A. NAULI GADING HARAHAP BUDI BAHREZYPENERANGAN : HENDY PRATAMA M.

III. 2. Sejarah Singkat Majelis Ulama Indonesia

  Kemajuan sains dan teknologi yang dapat menggoyahkan batasetika dan moral, serta budaya global yang didominasi Barat, serta pendewaan kebendaan dan pendewaan hawa nafsu yang dapat melunturkan aspek relijiusmasyarakat serta meremehkan peran agama dalam kehidupan umat manusia. Selain itu kemajuan dan keragaman umat Islam Indonesia dalam alam pikiran keagamaan, organisasi sosial dan kecenderungan aliran dan aspirasipolitik, sering mendatangkan kelemahan dan bahkan dapat menjadi sumber pertentangan di kalangan umat Islam sendiri.

III. 3.4. Peran MUI

  Dengan demikian, Majelis Ulama Indonesia juga merupakan wadah perhidmatan bagipejuang dakwah ( mujahid dakwah) yang senantiasa berusaha merubah dan memperbaiki keadaan masyarakat dan bangsa dari kondisi yang tidak sejalan 5. Berdasarkan pedoman penarikan sampel yang dikemukakan di atas, karena populasinya berjumlah 524 orang maka diambil sampel sebanyak 25% darijumlah populasi sehingga sampelnya menjadi : 20% × 500 = 100 Untuk itu yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang.

III. 6. Teknik Pengumpulan Data

  Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Penelitian Kepustakaan {Library Research) Yaitu dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur dan sumber bacaan yang relevan dengan masalah penelitian danmendukung penelitian ini.

III. 7. Teknik Analisis Data

  Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan (Singarimbun, 1995 : 263). Data disajikan dalam bentuk narasi kemudian disusun dan dikumpulkan ke dalam tabel tunggal untukkemudian dianalisis dan diinterpretasikan.

BAB IV PEMBAHASAN IV. 1. Pelaksanaan Pengumpulan Data Peneliti menempuh beberapa tahapan penelitian dalam pengumpulan data. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah : IV.l.l. Tahap awal Pada tahap awal penulis meminta izin untuk mengadakan penelitian di HMI Komisariat Fakultas Hukum USU, berupa surat penelitian dari FISIP USU. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghimpun sejumlah data dari HMI Komisariat Fakultas Hukum USU secara mendalam, termasuk pula penyebaran

  kuesioner yang berkaitan dengan skripsi. Surat penelitian dengan nomor499/H5.2.1.9.1/PPM/2011 diserahkan langsung kepada Pengurus HMI KomisariatFakultas Hukum USU.

IV. 1.2. Pengumpulan Data

  Adapun kriteriaresponden yang akan diteliti adalah Anggota muda, anggota biasa, pengurus HMIKomisariat Fakultas Hukum USU yang pernah membaca berita fatwa bunga bank haram oleh MUI di internet. EditingEditing yaitu proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas setiap jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesilapan pengisian dalam kotak kode yang disediakan.

P. 2/FC.5

  Dari tabel data usia sampel di atas, rentang usia antara 15sampai 19 tahun merupakan rentang usia yang paling banyak sebagai responden. Semakin muda usia responden semakin junior pula statusnkemahasiswaannya, artinya masih sangat banyak aktivitas perkuliahan yang masih harus mereka ikuti dengan tekun.

P. 3/FC.6

  Sisanya, yang telah bergabung lebih dari sebulan sebanyak 15orang ( 15 % ) dan yang baru saja bergabung 2 orang ( 2 % ). Tabel 5 Jenjang training yang pernah diikuti Uraian Frekuency Percent Mop 79 79 LK 1 20 10 LK 2 1 1 Total 100 100 P.5/FC.8 Tabel di atas menggambarkan jenjang pelatihan di dalam tata laksana organisasi HMI, yang pernah diikuti oleh responden.

P.6/FC.9

  Data tabel 6 menunjukkan semua responden yang baru melewati jenjang pelatihan Masa Orientasi Pengkaderan, sebanyak 79 orang ( 79 % ) tidak terlibatdengan kepengurusan HMI Komisariat Fakultas Hukum USU. Etikanya, mereka yang telah mengikuti setidaknya jenjang Latihan Kader Tingkat Satu, yang berhakterlibat aktif di kepengurusan.

P.7/FC.10

  Pertanyaan dalam tabel ini tidak terpaku pada informasi yang termuat di internet saja. Selain mengukur popularitas, data di atas penting untuk melihatseberapa jauh para responden mengenali MUI.

P.8/FC.11

  Jika dalam tabel sebelumnya tidak mempersoalkan jenis media yang dijadikan sumber informasi, tidak demikian dengan tabel 9. Para responden yangsering dan sangat sering mengakses website, adalah mereka yang pernah mempunyai kepentingan pribadi dengan MUI.

P.9/FC.12

  Pertanyaan mengenai media yang sering jadi sumber informasi mengenai MUI terjawab oleh tabel di atas. Media cetak dipilih karena media jenis ini adalah media yang paling akrab dengan para responden, paling mudah dijangkau.

P.10/FC.13

  Tabel di atas menjelaskan intensitas para responden bersinggungan dengan masalah utama penelitian ini. Semua responden juga mengetahui kalau MUI pernah mengeluarkan fatwa haramnya bunga bank bagi umat Islam.

P.11/FC.14

  Tabel 12Opini responden mengenai fatwa haram bunga bank oleh MUI Uraian Frekuency Percent Kurang jelas 7 7 Jelas 93 93 P.12/FC.15Beda tabel 13 dengan tabel sebelumnya adalah,opini yang diminta terkait hanya pada fatwa haram bunga bank oleh MUI. Sama seperti keterangan yang terangkum dalam uraian tabel sebelumnya, defenisi jelas di sini adalah kemudahan para responden menangkapmaksud dan dasar pemikiran pengeluaran fatwa.

P.13/FC.16

  Total ada 64 orang yang sangat percaya dan percaya pada MUI. Para responden yang kurang dan tidak percaya, punya dua alasan utama.

P.14/FC.17

  Sepuluh dari 17 responden yang menganggap fatwa ini tidak menarik, menganggap fatwa ini terlambatdikeluarkan. Sedangkan ke sepuluh orang yang menganggapnya kurang menarik, karena sudah punya pendirian sendiri perihal bunga bank.

P.16/FC.19

  Sedangkan responden yang berpendapat tidaksetuju, berpendapat bahwa bunga yang haram itu bukan sistem bunga yang diterapkan di bank-bank resmi. Maksudnya bunga yang diberikan bank, sebenarnya hanya mempertahankan daya beli uang yang disimpan di sana.

P.19/FC.22

  Sebagian responden yang menilai website MUI tidak lengkap, pernah gagal mencari informasi yang mereka inginkan di sana. Tabel 20 Pandangan terhadap bunga bank Uraian Frekuency Percent Haram 39 39 Halal 61 61 Total 100 100 P.20/FC.23 Tabel 20 berisi pandangan awal para responden terhadap bunga bank.

P.21/FC.24

  Tabel 22 Pengaruh fatwa MUI terhadap perubahan sikap respondenpada bank syariah Uraian Frekuency Percent Tidak berubah 50 50 Berubah 50 50 Total 100 100P.22/FC.25 MUI baru mengeluarkan fatwa ini ketika pertumbuhan bank syariah dari tahun ke tahun, terus menggembirakan. Tanpa adanya alternatif solusi, fatwa haram bunga bank hanya akan menjauhkan umat Perubahan sikap responden pada bank syariah sedikit banyaknya pasti terkait erat dengan adanya fatwa MUI ini.

P.23/FC.26

  Dari wawancara singkat peneliti dengan para responden, hubungan yang dimaksud tidak bisa terdeskripsi secara jelas. Faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian responden, akan terjawab pada tabel berikutnya.

P.24/FC.27

  Kelompok responden yang minoritas adalah mereka yang benar-benar sepaham dan mendukung penuh fatwa MUI mengenai bunga bank haram. Responden yang mengaku tidak puas dan kurang puas, mengeluhkan sulitnya menjangkau kantor pelayanan dan kekurangan fasilitas pendukung seperti ATM.

P.26/FC.29

  Tabel 26 berisi data para responden yang memiliki tabungan di bank konvensional, 61 Orang (61%) mengaku punya. Para responden yang memiliki dua tabungan, mengaku sudahterlanjur menabung di bank konvensional.

P.27/FC.30

  Tabel 28 Rencana menabung di bank syariah setelah mengetahui fatwa MUI bunga bank haram Uraian Frekuency Percent Ya 3 10 Tidak 27 90 Total 30 100P.28/FC.31 Total ada tiga puluh orang responden yang belum memiliki tabungan sama sekali. Tujuh orangresponden yang tidak memiliki tabungan dan tidak berniat menabung di bank syariah, adalah mereka yang tidak mendukung fatwa MUI.

IV. 4. Pembahasan

  Meski MUI sebagai komunikator memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari para responden, halitu belum tentu berpengaruh pada sikap mereka terhadap fatwa bunga bank haram. Terbukti dari banyaknya responden yang juga memiliki tabungan ganda, di bank syariah dan bank konvensional.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan

  MUI sebagai komunikator memiliki kredibilitas yang tinggi di mata para responden. Bank syariah belum mampu mengoptimalkan peluang, yang tercipta dari keluarnya fatwa MUI mengenai bunga bank haram.

V. 2. Saran

  Mengingat efisiensi dan kemudahan mengendalikan informasi yang dikeluarkannya, perhatian terhadap website MUI mesti ditingkatkan.mensosialisasikan website tersebut, terutama di kalangan pelajar dan mereka yang akrab dengan teknologi internet. Fatwa haram bunga bank adalah momentum yang harus dijadikan titik awal kebangkitan sistem perbankan syariah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan

  MUI sebagai komunikator memiliki kredibilitas yang tinggi di mata para responden. Bank syariah belum mampu mengoptimalkan peluang, yang tercipta dari keluarnya fatwa MUI mengenai bunga bank haram.

V. 2. Saran

  Mengingat efisiensi dan kemudahan mengendalikan informasi yang dikeluarkannya, perhatian terhadap website MUI mesti ditingkatkan. Setiap tokoh MUI hendaknya meluangkan waktu untuk mensosialisasikan website tersebut, terutama di kalangan pelajar dan mereka yang akrabdengan teknologi internet.

DAFTAR PUSTAKA

  Lingkari (O) atau beri tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai menurut anda. Mohon kotak kode yang berada di sebelah kanan pertanyaan supaya tidak di isi.

I. Karakteristik responden

  Jenjang training yang pernah diikuti 1. Jabatan / posisi dalam struktural HMI Komisariat Fakultas Hukum : 1.

9. Media mana yang paling sering memasok informasi seputar MUI kepada

  Sangat sering ( lebih dari sepuluh kali ) Bagaimana pendapat anda tentang fatwa-fatwa MUI yang pernah anda baca : 1. Dengan adanya fatwa MUI mengenai bunga bank haram, pertimbangan utama anda memilih bank sebagai tempat menabung adalah : 1.

25. Apakah anda punya tabungan di bank konvensional ( sistem bunga ):

  Jika jawaban anda di atas adalah ya, tindakan apa yang anda lakukan setelah mengetahui fatwa haram bunga bank oleh MUI : 1. Bila anda punya tabungan di bank konvensional dan sependapat dengan MUI, bagaimana sikap anda terhadap bunga tabungannya?

Fatwa Mui Dan Opini Publik (Studi deskriptif Opini Mahasiswa Anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI Di Internet ) Analisis Tabel Tunggal PEMBAHASAN Ciri Komunikasi One Step Flow Fatwa MUI mengenai bunga Bank. KEPUTUSAN FATWA Kesimpulan Saran Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Komunikasi a. Pengertian Komunikasi Komunikasi dan Komunikasi Massa Komunikasi Massa ini terdiri dari : Media Massa Komunikasi Massa Tujuan dan Fungsi Komunikasi Komunikasi Spritual A. Definisi dan makna komunikasi spiritual Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Model komunikasi satu tahap one step flow of communication Cyber space Opini Publik. Kerangka Teori Opini Publik Kontroversi bunga bank dari sudut pandang agama Islam Riba A. Pengertian dan hukum riba Perumusan Masalah Pembatasan Masalah Kerangka Konsep Defenisi Operasional Proses Pembentukan Opini Publik Sekilas Mengenai Internet Internet
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Fatwa Mui Dan Opini Publik (Studi deskriptif..

Gratis

Feedback