Analisis Strategi Bersaing Pada Usaha Laundry Di Padang Bulan (Studi Kasus Pada Cheap Laundry)

Gratis

58
389
133
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Seluruh Dosen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik Universitas Sumatera Utara yang telah banyak memberikan ilmu, nasehat dan dukungan yang penulis peroleh selama menjadi mahasiswi diIlmu Administrasi Bisnis. Kepada Keluarga tercinta yang selalu mendukung dan menyayangi penulis sepenuh hati Abang Arifin Sianipar, Bang Chandra Sianipar, Kakak satu-satunya Entelina Sianipar dan Abang Ipar Bobby Sitanggang serta malaikat kecil yang selalu menghibur Putri Sitanggang, dan yang takterlupakan buat Adek Pudan Rencus Sianipar.

12. Kepada teman sejak zaman tempo dulu, zaman sekarang hingga nanti

13. Kepada teman-teman Kost 19 Gang Ganefo: Maya Sibuea, Kak Desi, Kak May, Kak Rika, Kak Curi, Kak Virna, Dek Putri, dan juga Mbak Ayu

  Meningkatnya pertumbuhan bisnis laundrymengharuskan Cheap Laundry untuk siap menghadapi persaingan yang akan terjadi maka untuk itu Cheap Laundry harus menerapkan strategi bersaing yangtepat untuk menghadapi para pesaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis secara kualitatif strategi bersaing yang tepat dan dapat diterapkan usaha Cheap Laundrydalam menghadapi persaingan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Cheap Laundry salah satu bisnis laundry yang telah beroperasi ± 4 tahun dan berdiri di kawasan penduduk yang mayoritasadalah mahasiswa, karena Cheap Laundry berada di tempat pemukiman yang dekat dengan wilayah kampus Universitas Sumatera Utara. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Strategi bersaing apakah yang tepat dan dapatditerapkan pelaku bisnis jasa Cheap Laundry dalam menghadapi persaingan?” 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis secara kualitatif strategi bersaing yang tepat dan dapat diterapkan usaha CheapLaundry dalam menghadapi persaingan.

BAB II KERANGKA TEORI

  Strategi akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing Definisi strategi mengandung dua komponen yaitu: Future Intentions atau tujuan jangka panjang dan Competitive Advantage atau keunggulan bersaing. Sumberkeunggulan adalah pengembangan pemahaman yang dalam tentang pemilihan pasar dan pelanggan atau customer oleh perusahaan yang juga menunjukkankepada cara terbaik untuk berkompetisi dengan pesaing di dalam pasar (Crown Dirgantoro, 2001:6).

2.1.3 Tipe-Tipe Strategi

  Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. Misalnya, apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atauberusaha mengadakan penetrasi pasar, strategi bertahan, strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi, dansebagainya.

c. Strategi Bisnis

Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnyastrategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan.

2.1.4 Jenis-Jenis Strategi

Menurut Fred R.David (2012: 252), strategi dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Strategi-Strategi Integrasi a. Integrasi ke Depan

  Integrasi ke Belakang Integrasi ke belakang (backward integration) adalah sebuah strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pemasokperusahaan. Integrasi Horizontal Integrasi horizontal (horizontal integration) mengacu pada strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaingperusahaan.

2. Strategi-Strategi Intensif a. Penetrasi Pasar

  Penetrasi pasar (market penetration) adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat inimelalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar. Penetrasi pasar meliputi penambahan jumlah tenaga penjualan, peningkatan pengeluaran untukiklan, penawaran produk-produk promosi penjualan secara ekstensif, atau pelipatgandaan upaya-upaya pemasaran.

b. Pengembangan Pasar

  Pengembangan pasar (market development) meliputi pengenalan produksi atau jasa yang ada saat ini ke wilayah-wilayah geografis yang baru. Strategi ini sangat efektif ketika saluran-saluran distribusi baru yang tersedia dapat diandalkan, tidak mahal dan berkualitas baik; ketikaorganisasi sangat berhasil dalam bisnis yang dijalankannya; ketika pasar baru yang belum dikembangkan dan belum jenuh muncul; ketikaorganisasi mempunyai modal dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola perluasan operasi.

c. Pengembangan Produk

  Pengembangan produk (product development) adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki ataumemodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini. Pengembangan produk biasanya membutuhkan pengeluaran yang besar untuk penelitian danpengembangan.

3. Strategi Diversifikasi a. Diversifikasi Terkait

  Bisnis dikatakan terkait ketika rantai nilai bisnis memiliki kesesuaian strategis lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif. Strategi diversifikasiterkait berupaya mentransfer keahlian yang bernilai secara kompetitif, tips dan trik teknologis, atau kapabilitas lain dari satu bisnis ke bisnis yanglain; memadukan aktivitas-aktivitas terkait dari bisnis yang terpisah ke dalam satu operasi tunggal untuk mencapai biaya yang lebih rendah;memanfaatkan nama merek yang sudah dikenal luas; kerja sama lintas bisnis untuk menciptakan kekuatan dan kapabilitas sumber daya yangbernilai secara kompetitif.

b. Diversifikasi Tak Terkait

Strategi diversifikasi tak terkait lebih memilih portofolio bisnis yang sanggup memberikan kinerja keuangan yang sangat baik di industrinyasendiri, alih-alih berupaya memanfaatkan kesesuaian strategis rantai nilai di antara bisnis. Diversifikasi tak terkait melibatkan usaha untuk mencari

4. Strategi Defensif a. Penciutan

  Penciutan (retrenchment) terjadi manakala sebuah organisasi melakukan pengelompokan ulang melalui pengurangan biaya dan aset untukmembalik penjualan dan laba yang menurun. Penciutan bisamelibatkan penjualan lahan dan bagunan untuk mendapatkan kas yang dibutuhkan, memangkas lini produk, menutup bisnis yang tidakmenguntungkan, menutup pabrik yang usang, mengotomatisasi proses, mengurangi jumlah karyawan, dan membangun sistem pengendalianbeban.

b. Divestasi

c. Likuidasi

  Divestasi dapat menjadi bagian dari keseluruhan strategi penciutan untuk membebaskan organisasidari bisnis yang tidak menguntungkan, yang membutuhkan terlalu banyak modal, atau yang tidak begitu sesuai dengan aktivitas-aktivitas perusahaanyang lain. Likuidasi merupakan pengakuankekalahan dan konsekuensinya bisa menjadi sebuah strategi yang sulit secara emosional.

2.1.4 Manajemen Strategis

  Menurut Fred (2010: 5), manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, sertamengevaluasi keputusan-keputusan lintas-fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Hunger & Wheelen (2003:4) mengatakan bahwa manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerjaperusahaan dalam jangka panjang.

2.2 Persaingan

  Yang kedua adalahmengetahui posisi, strategi dan kekuatan dan kelemahan kompetitif dari lawan terdekat perusahaan, yang membantu manajemen untuk secara lebih baikmengantisipasi apa yang akan dilakukan pesaing di masa depan. Tujuan Pesaing Analisis tujuan pesaing penting karena memberikan pemahaman tentang apakah pesaing puas dengan kemampulabaan dan posisi pasarnya sekarangdan bagaimana pesaing biasanya memperkuat strategi yang sedang diterapkannya terutama ketika lingkungan berubah atau jika pesaingmelakukan gerakan strategis tertentu.

b. Strategi Pesaing

c. Keberhasilan pesaing sampai saat ini

  Ukuran-ukurankemampulabaan mungkin sulit untuk dicapai apabila pesaing adalah bagian dari korporasi yang sangat besar dan bahkan lebih sulit lagi dimana bagianproduk pasar (product-market entry) tertentu dititikberatkan. Perilaku masa depan pesaing Tujuan dari analisis ini sejauh ini adalah untuk menilai perilaku masa depan pesaing berkaitan dengan tujuan dan strateginya.

5. Peluang-peluang apakah yang pesaing berikan pada lawan terdekatnya?

  Bagaimana pesaing akan menjadi efektif dalam menanggapi perubahan lingkungan, termasuk gerakan-gerakan yang dibuat oleh pesaing-pesaingnya? Peristiwa dan perubahan apakah yang pesaing tanggapi dengan sukses dan yang ditanggapi dengan buruk?

2.3 Strategi Bersaing

  Bagiorganisasi kecil yang hanya berkecimpung dalam satu lini bisnis atau organisasi besar yang belum terdiversifikasi dalam berbagai produk atau pasar, strategikompetitif menggambarkan bagaimana organisasi tersebut akan bersaing di pasar primer atau utamanya. Namun bagi organisasi yang berkecimpung dalam berbagaibisnis, setiap bisnis mempunyai strategi kompetitifnya sendiri yang mendifinisikan keunggulan kompetitifnya, produk atau jasa yang ditawarkan,pelanggan yang ingin dijangkaunya, dan kesukaannya.

2.4 Analisis Lingkungan Internal

  3) PlacePlace dalam service merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis. Manajemen produksi/operasimenangani input, transformasi, dan output yang beragam dari satu industri dan pasar ke industri dan pasar yang lain.

6. Sistem Informasi Manajemen

  Informasi menghubungkan semua fungsi bisnis dan menyediakan landasan bagi semua keputusan manajerial. Sistem informasi manajemen mengumpulkan datamengenai pemasaran, keuangan, produksi, dan hal-hal yang terkait dengan personalia secara internal, juga faktor-faktor sosial, budaya, demografis,lingkungan, ekonomi, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, dan kompetitif secara eksternal.

2.5 Analisis Lingkungan Eksternal

  Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan LingkunganPerubahan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan memiliki dampak yang besar atas hampir semua produk, jasa, pasar dan konsumen. Kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru, menghasilkan pengembangbiakan produk yang baru dan lebih baik, mengubah posisi biayakompetitif relatif dalam suatu industri, serta mengakibatkan produk dan jasa yang ada saat ini usang.

2.6 Perumusan Strategi Bersaing

  Tentukan bobot (weight) dari critical success factors tadi dengan skala yang lebih tinggi bagi yang berprestasi tinggi dan begitu pula sebaliknya. Tentukan bobot (weight) dari critical success factors tadi dengan skala yang lebih tinggi bagi yang berprestasi tinggi dan begitu pula sebaliknya.

3 Matriks Competitive Profile (CP)

  Keempat tipe strategi yang dimaksud adalah: Strategi SO (Strength- Opportunity)Strategi ini menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar perusahaan. Peluang-peluang eksternal yang adaStrategi SO Memperkecil kelemahan dan menghindariancaman Strategi WT Kekuatan untuk menghindari ancaman Ancaman-ancaman eksternal yang adaStrategi ST Threats Memperkecil kelemahan dengan memanfaatkankeuntungan dari peluang yang ada Strategi WO Kekuatan untuk meraih keuntungan daripeluang yang ada Opportunities b.

2. Matriks Internal-Eksternal (IE)

  Dengan cara yang sama, pada sumbu Y yang dipakai untukEFE Matrix, skor 1,0-1,99 adalah rendah, skor 2,0-2,99 adalah sedang, dan skor 3,0-4,0 adalah tinggi. Strategi-strategi yang cocok bagi SBU ini adalah Strategi Intensif seperti Market Penetration, Market Development, dan Product Development atau Strategi Terintegrasi seperti Backward Integration, Forward Integration, dan Horizontal Integration.

6. Hitung Sum Total Attractiveness Score. Jumlahkan semua Total

  Dari beberapa nilai TAS yang didapat, nilai TAS dari alternatif strategi yang tertinggilah yang menunjukkan bahwa alternatif strategi itu menjadi pilihan utama. Nilai TASterkecil menunjukkan bahwa alternatif strategi ini menjadi pilihan terakhir.

2.7 Jasa

2.7.1 Pengertian Jasa

  Menurut Kotler (dalam Yazid 2003: 2) Jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secaraprinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Contohnya bengkel reparasi, salonkecantikan, kursus keterampilan, hotel, rumah sakit dan sebagainya Pada dasarnya jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanyadikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan)atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen (Rambat, 2001:5).

2.7.2 Karakteristik dan Klasifikasi Jasa

  Nilai penting dari hal ini adalahnilai tidak berwujud yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau rasa aman. Karakteristik ini disebut juga tidak dapat dipisahkan(inseparability) mengingat pada umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

3. Customization. Jasa didesain khusus untuk kebutuhan pelanggan, sebagaimana pada jasa asuransi dan kesehatan

  Misalnya, pada jasa reparasi mobil dan jasa perbankan, konsumen tidak harus dalam kontak pada saat mobilnya yang rusak diperbaiki oleh teknisi bengkel. Termasuk dalam kelompok jasa ini adalah jasa bengkel, toko dry cleaning, jasa ambulans, pemadam kebakaran, dan lain-lain 2.8 Penelitian Terdahulu Tabel 2.7 Penelitian Terdahulu No Peneliti Sumber Judul Hasil Penelitian Penelitian 1 Nurul Universitas Strategi Hasil penelitian menunjukkanUtami Sumatera Bersaing Di bahwa Usaha Tanaman Hias SehatiIrsha Utara.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

  Datadihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetil disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalasm, sertahasil analisis dokumen dan catatan-catatan (Nana Syaodih, 2012:60). Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan populasi, karena penelitian kualitatifberangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi, tetapi ditransferkan ke tempat lainpada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari.

3. Strategi Bersaing adalah strategi tentang bagaimana organisasi akan bersaing dalam bisnisnya

  Informan Kunci merupakan informan yang mengetahui dan memiliki informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian. Informan Utama merupakan informan yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang sedang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data primer penelitian inidilakukan dengan metode wawancara (dialog langsung antara peneliti dengan responden penelitian) dan observasi (kegiatan melihat suatu kondisi secaralangsung terhadap objek yang diteliti).

2. Teknik pengumpulan data sekunder, yaitu pengumpulan data yang dilakukan melalui pengumpulan bahan kepustakaan yang dapat mendukung data primer

Teknik pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen studi dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakancatatan-catatan atau dokumen-dokumen yang ada di lokasi penelitian serta sumber-sumber lain yang relevan dengan objek penelitian.

3.7 Teknik Analisis Data

  Matriks IFE digunakanuntuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan yang dapat mempengaruhi implementasi strategi bersaing perusahaan. Matriks ini memberikan empat pilihan strategi yang muncul karena peluang atau ancaman dari lingkungan eksternal dan kekuatanatau kelemahan dari lingkungan internal perusahaan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Sejarah dan Profil Singkat Cheap Laundry

  Peralatan yang membutuhkan biaya besar dalam usaha iniialah mesin cuci sedangkan peralatan lainnya seperti setrika, keranjang, alat Pada tahun 2011, Cheap Laundry menerima pesanan laundry mencapai 100 kilo per harinya dan Ibu Theresia tidak mampu menyelesaikan semua pesanandengan waktu yang tepat sehingga dia memutuskan untuk bekerjasama dengan agen pencuci pakaian. Dengan memberikan pelayanan yang tepat waktu dan kualitas kebersihan yang baik maka jumlah pelanggan mulai bertambah.

4.1.2 Visi dan Misi Usaha

  4.1.2.1 Visi Usaha Visi Cheap Laundry yaitu “Menjadi laundry yang paling diminati dan disenangi oleh masyarakat” 4.1.2.2 Misi Usaha Untuk mencapai visi di atas, maka misi Cheap Laundry yaitu: 1. Menjaga hubungan yang baik dengan para pelanggan.

4.1.3 Struktur Organisasi dan Uraian Pekerjaan

4.1.3.1 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah kerangka dari susunan jabatan pekerjaan dalam suatu organisasi yang disusun sedemikian rupa untuk mempermudah pelaksanaantugas perusahaan. Adapun struktur organisasi dalam Cheap Laundry yaitu sebagai berikut: Gambar 4.1 Struktur Organisasi Cheap Laundry PEMILIKKaryawan Sumber: Data primer yang telah diolah (2015)

4.1.3.2 Uraian Pekerjaan a. Pemilik

  Pemilik sebagai pembuat keputusan dalam usaha laundry ini mulai dari jenis pakaian yang diterima, waktu proses laundry, pencatatan pakaian masuk danpakaian keluar, serta penerimaan pembayaran. Pemilik juga ikut serta dalam melakukan proses laundry mulai dari penerimaan pesanan, pencucian sertapenyetrikaan, pengepakan, serta mengurus segala bentuk kegiatan keuangan dalam bisnis laundry ini.

b. Karyawan

  Karyawan Cheap Laundry terdiri atas 3 orang yaitu 2 anak kandung dan 1 saudara sendiri. Karyawan menetap dalam bisnis ini belum ada, karenamenurut ibu Theresia belum perlu untuk memiliki karyawan menetap karena selama ini belum mengalami kesulitan untuk menyelesaikan semua jenispesanan laundry.

4.1.4 Kegiatan Operasional

  Cheap Laundry beroperasi mulai hari Senin-Sabtu, pukul 07.00 – 20.00WIB. Adapun layanan jasa yang ditawarkan oleh Cheap Laundry yaitu sebagai berikut: Berdasarkan rentang waktu pengembalian pakaian, maka produk jasa yang ditawarkan Cheap Laundry adalah sebagai berikut: : Rp 12.000/kilo 2.

1. Paket Express

  Paket 2 hari : Rp 7.000/kilo 4. Paket 3 hari : Rp 5.000/kilo 5.

1. Pakaian Kiloan, seperti: a

  Setelah pelanggan menyetor pakaian, maka pakaian terlebih dahulu diukur beratnya dankemudian dilakukan pencatatan berisi nama pelanggan, jumlah pakaian, berat pakaian dan paket laundry yang dipilih pelanggan. Setelah itu dilakukanpencatatan kain masuk dan pembayaran dapat dilakukan di awal atau di akhir setelah pakaian telah selesai diproses sesuai dengan keinginan pelanggan.

2. Tahap Pemberian Label Pakaian

3. Tahap Pencucian dan Pengeringan

  Hal ini dilakukan supaya pakaian satu pelanggan tidak tercampur Setelah itu maka pakaian dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan campuran bubuk detergen, cairan pembersih noda dan cairan pewangi pakaian. Mesincuci yang dipergunakan telah menggunakan sistem pengeringan akan tetapi pengeringan melalui mesin cuci tidak 100 %.

4. Tahap Penyetrikaan dan Pengepakan Setelah pakaian kering maka tahap selanjutnya pakaian disetrika dengan rapi

5. Tahap Penyerahan Pakaian

  Pakaian kemudian diletakkan di dalam lemari terbuka yang telah tersedia. Pakaian yang telah siap dilaundry diserahkan kepada pelanggan ketika pelanggan datang sendiri untuk menjemputnya atau pakaian diantar langsungke alamat pelanggan apabila pelanggan menggunakan sistem antar jemput.

4.2 Penyajian Data

  Hal inidikarenakan lokasi usaha Cheap Laundry berada di wilayah kos-kosan dan dekat dengan wilayah kampus USU sehingga yang menjadi sasaran utamaadalah para mahasiswa. Peneliti melakukan wawancara dengan pemilik Cheap Laundry untuk mengetahui bagaimana sejarah Cheap Laundry, jenis jasa yang ditawarkan,faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki Cheap Laundry.

4.2.1 Faktor Internal Yang Menjadi Kekuatan Dan Kelemahan Cheap Laundry

  Faktor internal adalah faktor-faktor yang berada di dalam Cheap Laundry yang mencakup kekuatan dan kelemahan ditinjau dari analisis lingkunganinternal. (Theresia Silalahi, 2015) Berdasarkan hasil wawancara di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen yang dilakukan pemilik Cheap Laundry masih sangat sederhanakarena tujuan usaha ini tidak berorientasi untuk mendapatkan laba melainkan untuk mengisi kekosongan aktivitas sehari-hari.

2. Pemasaran a

  (Theresia Silalahi, 2015) Sesuai dengan hasil wawancara di atas, maka dapat disimpulkan bahwa harga yang ditawarkan Cheap Laundry kepada para pelanggan dibedakan berdasarkan Berikut pemaparan pelanggan Cheap Laundry mengenai harga yang ditetapkan pemilik Cheap Laundry: Pertanyaan 8: Apakah harga yang ditawarkan tergolong murah atau mahal jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan laundry lainnya? Maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan Cheap Laundry kepada pelanggancukup memuaskan dan Cheap Laundry perlu melakukan komunikasi yang baik dengan pelanggan sehingga Cheap Laundry dapat mengetahui bagaimana responpara pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.

3. Keuangan/Akuntansi

  Jawaban: Keuntungan yang Ibu peroleh rata-rata Rp 3.000.000/bulan.(Theresia Silalahi, 2015) Pertanyaan 21: Apa yang Ibu lakukan dengan keuntungan yang diperoleh? (Theresia Silalahi,2015) Sesuai dengan pemaparan pemilik Cheap Laundry dapat diketahui bahwaCheap Laundry sebagai bisnis yang masih sederhana belum mengatur keuangan dengan baik.

4. Produksi/Operasi

  Dengan adanya peralatan yang masih memadai maka Cheap Laundry akan mampu menghasilkan kualitas jasa pakaian dengan baik seperti menjagakebersihan, kerapian dan wangi pakaian serta pakaian dapat diberikan dengan tepat waktu. (Theresia Silalahi, 2015) Pemilik Cheap Laundry membuat keputusan ataupun kebijakan untuk menjaga keberlangsungan usaha baik dari segi proses operasional, pemasaran,sistem harga, sistem pemasukan dan pengeluaran kain, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Cheap Laundry.

4.2.2 Faktor Eksternal Yang Menjadi Peluang Dan Ancaman Cheap Laundry 1) Kekuatan Ekonomi

  Pertanyaan 26: Harga BBM yang kadang naik dan turun, apakah berpengaruh terhadap proses operasional Cheap Laundry? Jawaban: Sebenarnya kenaikan ataupun penurunan BBM tidak terlalu berpengaruh dalam biaya operasional karena memang bahan-bahan yangdigunakan setiap hari merupakan produk yang tidak mengeluarkan biaya yang besar dan juga banyak produk pengganti di pasaran.

2) Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan Lingkungan

  (Theresia Silalahi, 2015) Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa Cheap Laundry memiliki peluang besar untuk mendapatkan konsumen baru dengan potensi pelanggan yangloyal karena Cheap Laundry memberikan pelayanan yang baik dari segi waktu dan kualitas. Selain itu dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap jasalaundry maka sebaiknya dimanfaatkan Cheap Laundry untuk membuka cabang baru di lokasi yang berbeda.

3) Kekuatan Politik, Pemerintahan dan Hukum

  Faktor-faktor politik, pemerintahan, dan hukum dapat merepresentasikan peluang dan ancaman utama baik bagi organisasi kecil maupun besar. Berdasarkan pemaparan pemilik Cheap Laundry di atas maka Cheap Laundry belum memiliki surat izin usaha karena usaha yang didirikan masih tergolongdalam usaha kecil.

4) Kekuatan Teknologi

  Kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru, menghasilkan pengembangbiakan produk yang baru dan lebih baik, mengubah posisi biayakompetitif relatif dalam suatu industri, serta mengakibatkan produk dan jasa yang ada saat ini usang. Jawaban: Ibu belum menggunakan internet untuk mempromosikan laundryini karena Ibu memang kurang memiliki waktu luang untuk hal tersebut.(Theresia Silalahi, 2015) Berdasarkan hasil wawancara di atas, Cheap Laundry belum memanfaatkan internet sebagai sarana dalam melakukan promosi.

5) Kekuatan Kompetitif

  Pesaing utama yaitu laundry yang paling dekat dengan laundry ibu seperti F&R Laundry dan Orange Laundry. (Theresia Silalahi, 2015)Pertanyaan 33: Apakah upaya yang Ibu lakukan untuk menghadapi laundry- laundry yang baru berdiri dengan modal besar?

4.3 Analisis Data

  Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis maka dapat diidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang danancaman) yang dimiliki Cheap Laundry. Berdasarkan hasil analisis inilah nantinya akan diketahui strategi bersaing apa yang tepat dan dapat diterapkan oleh Cheap Laundry.

4.3.1 Tahap Input 1. Matriks IFE

  Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan maka berikut hasil Matriks IFE Cheap Laundry: Tabel 4.3 Matriks IFE Cheap Laundry 0.05 0.10 Memanfaatkan waktu dan tenaga dari anggota keluarga secara efektifdan efisien. Faktor ini memiliki skor yang sama dengan kekuatan yang pertama sebesar0.60 dengan bobot 0.15 (di atas rata-rata) dan rating 4 (respon perusahaan superior).

6. Kekuatan yang terakhir ialah melayani antar jemput pakaian dengan nilai skor sebesar 0.20, bobot 0.10 (rata-rata) dan rating 2 (respon perusahaan rata-rata)

  Kelemahan berikutnya ialah layout yang kurang menarik memiliki skor, bobot dan rating yang sama dengan kelemahan yang kedua. Kelemahan yang terakhir yaitu belum menyusun laporan keuangan dengan sistematis memiliki skor, bobot dan rating yang sama dengan kelemahankeempat.

2. Matriks EFE

  Faktor-faktor yang Tabel 4.4 Matriks EFE Cheap Laundry Faktor Kunci Eksternal Bobot Rating Skor Program Kerja Peluang Biaya operasional yang Menambah variasi produk jasa rendah mendukung 0.15 2 0.30 kepada pelanggan penambahan variasi produkjasaMendapatkan konsumen Meningkatkan kualitas jasa dan baru yang memiliki potensi pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor loyalitas pelanggan sangat tinggi dan Cheap Laundry Laundry harus tetap menjaga dan meningkatkan kualitas jasa dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

3. Matriks CP

Competitive Profile Matrix digunakan untuk mengidentifikasi para pesaing utama perusahaan mengenai kekuatan dan kelemahan utama mereka dalam hubungannya dengan posisi strategis perusahaan. Berikut adalah faktorpenentu keberhasilan yang menjadi kekuatan maupun kelemahan Cheap Tabel 4.5 Matriks CP Cheap Laundry, F&R Laundry, dan Orange Laundry 3 0.45 3 0.45 3 0.15 0.60 Kualitas pelayanan 0.60 0.45 Promosi 3 0.80 4 0.20 0.60 Kualitas jasa 3 3 0.15 2 0.05 3.45 3.70 0.05 TOTAL SKOR 1 0.05 1 1 2 0.05 0.15 Fasilitas transportasi 1 0.15 1 0.30 0.40 0.60 Sumber: Hasil Wawancara dengan Pemilik Usaha Cheap Laundry, F&R Laundry danOrange Laundry (2015) 3 0.45 3 0.15 0.45 Lokasi usaha 3 0.45 0.45 0.45 3 0.15 Harga Rating Skor Rating Skor Rating Skor Critical Success Factors BobotCheap Laundry F&R Laundry Orange Laundry Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, maka Cheap Laundry lebih unggul dibanding dengan F&R Laundry dan Orange Laundry dengan memperoleh totalskor 3.70 dengan rating paling tinggi terdapat pada kualitas jasa. Sedangkan F&RLaundry dengan total skor 3.45 dan rating tertinggi terdapat pada biaya operasional, dan Orange Laundry dengan total skor 3.40 dan rating tertinggi 3 4 3 2 0.20 0.30 Kelengkapan peralatan operasional 2 0.60 4 0.30 0.15 0.60 Teknik operasional 0.20 Biaya operasional 2 0.30 3 0.30 3 0.10 3.40 Tabel 4.6 Perbandingan Skor Eksternal dan Internal Cheap Laundry EKSTERNAL INTERNAL Peluang > Ancaman Kekuatan > Kelemahan 1.70 > 0.45 2.30 > 0.60 Sumber: Hasil Total Skor Matriks EFE dan Matriks IFE Cheap LaundryKekuatan eksternal memiliki nilai yang lebih besar untuk peluang senilai 1.70 sedangkan pada kekuatan internal memiliki nilai yang lebih besar pada kekuatan senilai 2.30. Maka berdasarkan hasil eksternal dan internal yangdiperoleh, Cheap Laundry berada pada kuadran 1 seperti pada gambar berikut ini: Gambar 4.2 Diagram Analisis SWOT Cheap Laundry

BERBAGAI PELUANG 3

1. Mendukung StrategiMendukung Strategi Turn Around Agresif Cheap Laundry

KEKUATAN INTERNAL KELEMAHAN INTERNAL 4

2. Mendukung StrategiMendukung Strategi Defensif Diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN

Berdasarkan gambar di atas, maka Cheap Laundry berada di posisi

4.3.2 Tahap Pencocokan 1. Matriks SWOT

  Matriks Threats – Opportunities – Weakness – Strengths (TOWS) merupakan matching tool yang penting untuk membantu para manajermengembangkan empat tipe strategi. Keempat tipe strategi yang dimaksud adalah strategi SO, WO, ST, dan WT.

4. Pelayanan tepat waktu 5

  Strategi SO (Strength-Opportunity) Berdasarkan kekuatan dan peluang yang dimiliki Cheap Laundry, maka terdapat 3 strategi yang dapat diterapkan Cheap Laundry yaitu:1) Strategi Pengembangan Variasi Produk JasaMotivasi karyawan yang tinggi sebaiknya dimanfaatkan Cheap Laundry untuk menambah variasi produk jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Promosi yang dilakukan yaitu dengan memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Cheap Laundry merupakan laundry yang memilikiharga terjangkau, lokasi yang mudah dijangkau, pelayanan yang tepat waktu, kualitas jasa yang bagus dan bersedia melayani antar jemput pakaianpelanggan.

B. Strategi WO (Weakness-Opportunity)

  Peluang yang dimiliki Cheap Laundry dapat mengurangi kelemahan yang ada dengan cara sebagai berikut:1) Strategi Perekrutan KaryawanCheap Laundry sebaiknya melakukan perekrutan karyawan sehingga mempermudah proses operasional. Sehingga adanya peluang untuk membukacabang baru dapat dimanfaatkan oleh Cheap Laundry.2) Strategi PromosiCheap Laundry sebaiknya meningkatkan promosi dengan cara memperluas wilayah promosi dan menetapkan sistem reward kepada pelanggan sehingga 3)Strategi Desain Layout Usaha Strategi ini sangat diperlukan supaya layout usaha lebih menarik dan dapat memikat perhatian para pelanggan.

C. Strategi ST (Strength-Threat)

Berdasarkan kekuatan yang dimiliki Cheap Laundry maka dapat menghindari ancaman yang ada dengan strategi berikut ini:1) Strategi PromosiCheap Laundry sebaiknya meningkatkan kegiatan promosi dengan menawarkan keunggulan yang dimiliki sehingga meskipun banyaknya usahalaundry dengan jarak yang berdekatan tidak akan mempengaruhi pelanggan.2) Strategi Peningkatan Kualitas Jasa dan PelayananMunculnya laundry-laundry baru dengan modal yang lebih besar menjadi ancaman bagi Cheap Laundry yaitu dapat mengakibatkan berkurangnyajumlah pelanggan. Oleh sebab itu maka Cheap Laundry sebaiknya meningkatkan kualitas jasa dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

D. Strategi WT (Weakness-Threat)

  Untuk mengurangi kelemahan yang ada dan menghindari ancaman makaCheap Laundry sebaiknya: 1)Strategi Promosi Banyaknya para pesaing dengan modal yang lebih besar dengan jarak yang berdekatan menjadi ancaman bagi Cheap Laundry. 2)Strategi Pengelolaan Izin dan Keuangan Usaha Keamanan berlangsungnya suatu usaha menjadi hal yang penting termasuk surat izin suatu usaha.

2. Matriks IE

  David (2012: 252) penetrasi pasar (market penetration) adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upayapemasaran yang lebih besar. Sedangkan pengembangan produk (product development) adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki ataumemodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini.

4.3.3 Tahap Keputusan

  QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihanstrategi alternatif secara objektif, berdasarkan key success factors internal- eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Strategi yang akan dievaluasipada matriks ini ialah strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan produk.

TOTAL TAS

  6.00 5.40 Sumber: Data primer yang telah diolah (2015) Berdasarkan hasil Matriks QSP di atas, maka strategi bersaing yang tepat dan dapat diterapkan oleh Cheap Laundry adalah strategi penetrasi pasar (market penetration) dengan total skor ketertarikan senilai 6.00, sedangkan pada strategi pengembangan produk (product development) memiliki total skor 5.40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Amanah Batasa memiliki strategikeunggulan biaya menyeluruh dan berdasarkan hasil analisis SWOT dan analisis matriks QSP terdapat 6 alternatif strategi yang dapat diterapkan yaitu: melakukankegiatan pengembangan produk; meningkatkan keunggulan produk; melakukan penetrasi pasar, menjaga hubungan baik dengan pelanggan; menempatkan tenagakerja yang ahli/terampil terutama dalam bidang pertanian, teknologi dan manajemen; memperluas jaringan pemasaran.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil analisis perumusan strategi melalui 3 tahap yaitu tahap input dengan menggunakan Matriks IFE, Matriks EFE dan Matriks CP; tahappencocokan dengan menggunakan Matriks SWOT dan Matriks IE; dan tahap terakhir yaitu tahap keputusan strategi dengan menggunakan Matriks QSP, makadiperoleh strategi yang tepat dan dapat diterapkan oleh Cheap Laundry. Strategi penetrasi pasar (market penetration) yaitu strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar.

5.2 Saran

  Untuk mendukung strategi yang direkomendasikan kepada Cheap Laundry yaitu strategi penetrasi pasar, maka peneliti menyarankan Cheap Laundry untukmempertahankan kekuatan dan mengurangi kelemahan yang dimiliki dengan cara merekrut karyawan tetap, memberikan reward kepada pelanggan, memperluaswilayah promosi dan melakukan promosi secara efektif, mendesain layout usaha menjadi lebih menarik, dan menyusun laporan keuangan dengan sistematis. Sertamemanfaatkan peluang yang ada dengan memanfaatkan internet sebagai sarana promosi.

NO TEORI KONSEP PERTANYAAN

  Bukti Fisik (Physical Apa saja upaya yang Ibu Evidence) lakukan sehingga laundry ini Bukti fisik jasa mencakup mudah dikenali oleh semua hal yang tangible pelanggan?berkenaan dengan suatu jasa seperti brosur, kartu bisnis,format laporan, dan peralatan. Sistem Informasi Siapakah yang membuatManajemen keputusan secara keseluruhanSistem informasi pada usaha ini baik dari segi manajemen mengumpulkan proses operasional, pemasaran,data mengenai pemasaran, dan lain sebagainya dan keuangan, produksi, dan bagaimana dampaknyahal-hal yang terkait dengan terhadap keberlangsungan personalia secara internal, usaha?juga faktor-faktor sosial, budaya, demografis,lingkungan, ekonomi, politik, pemerintahan,hukum, teknologi, dan kompetitif secara eksternal.

HASIL WAWANCARA INFORMAN KUNCI NO PERTANYAAN JAWABAN 1

  Program baru yang Ibu buat baru-baru iniAdakah program baru yang Cheap Laundry tawarkan kepada pelanggan adalah melayani antar-jemput laundry yang mana para pesaing belum pakaian. Yang membuat semua keputusan baik dariSiapakah yang membuat keputusan secara keseluruhan pada usaha ini baik segi proses operasional, pemasaran,sistemdari segi proses operasional, pemasaran, harga, sistem pemasukan dan pengeluaran dan lain sebagainya dan bagaimana kain, dan lainnya adalah Ibu sendiri.

33. Apakah upaya yang Ibu lakukan untuk Sebenarnya Ibu tidak terlalu takut akan

  menghadapi laundry-laundry yang baru pesaing karena ibu yakin rezeki kita masing- berdiri dengan modal besar? Jadi kasihpelayanan yang terbaik saja bagi para pelanggan ibu.

HASIL WAWANCARA INFORMAN UTAMA NO PERTANYAAN JAWABAN

  1 Paket laundry manakah yang Yustry Magdalena Simanullang : paling anda minati? Sally JS: “Murah”Timo Sihotang: “Murah” 3 Apakah lokasi ini mudah Yustry Magdalena Simanullang: dijangkau?

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Strategi Bersaing Pada Usaha Laundry Di Padang Bulan (Studi Kasus Pada Cheap Laundry)
58
389
133
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Dalam UpayaMeningkatkan Usaha (Studi Kasus Pada RestoranSop Saudara Jalan Ringroad Medan)
7
103
81
Analisis Strengths Weaknesses Oportunities Threats Untuk Pengembangan Strategi Bisnis Usaha Rumah Kost (Studi Kasus Pada Usaha Rumah Kost Daerah Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Medan)
5
71
88
Analisis Faktor – Faktor Yang Mendorong Keberhasilan Usaha Pada Usaha Parfum Di Jalan Ginting, Padang Bulan Medan
6
89
131
Analisis Strategi Bauran Promosi Peningkatan Market Share (Studi Kasus Pada Majestyk Bakery & Cake Shop Cabang Padang Bulan Medan
12
121
89
Analisis Faktor-faktor Yang Mendorong Wiraswastawan Memulai Usaha Kecil (Studi Kasus Pada Pedagang Pakaian Pajak Sore P. Bulan Medan
0
26
92
Analisis Strategi Bersaing Dalam Meningkatkan Posisi Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Sun Dewata Express Cab. Medan)
2
107
77
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Kecil (Study Kasus Pada Usaha Laundry Mikro-Kecil Di Lingkungan Sekitar Kampus USU)
27
143
104
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Studi Pada Usaha Batu Bata Kembar Di Desa Saba Sitahul-tahul, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara)
5
144
107
Analisis Strategi Bersaing Pada Usaha Laundry Di Padang Bulan (Studi Kasus Pada Cheap Laundry)
0
1
22
BAB II KERANGKA TEORI 2.1.2 Strategi 2.1.1 Definisi Strategi - Analisis Strategi Bersaing Pada Usaha Laundry Di Padang Bulan (Studi Kasus Pada Cheap Laundry)
0
0
33
Analisis Strategi Bersaing Pada Usaha Laundry Di Padang Bulan (Studi Kasus Pada Cheap Laundry)
0
0
11
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Dalam UpayaMeningkatkan Usaha (Studi Kasus Pada RestoranSop Saudara Jalan Ringroad Medan)
0
2
20
Analisis Faktor – Faktor Yang Mendorong Keberhasilan Usaha Pada Usaha Parfum Di Jalan Ginting, Padang Bulan Medan
1
0
13
Analisis Faktor – Faktor Yang Mendorong Keberhasilan Usaha Pada Usaha Parfum Di Jalan Ginting, Padang Bulan Medan
0
0
22
Show more