Pengisian Botol Minuman Dengan Menggunakan Mesin Filler Di PT. Coca Cola Bottling Indonesia

 17  167  66  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Annisa Susilowati, yang tak pernah letih mengasuh, mendidik dan membesarkan saya serta saudara saya yaitu Kakak tersayang Dewi Ratih Mayasari, SE , Adik tersayang Astria Puspitasari, Serta Adinda pujaan hati Meutia Sari, SST yang telah memberi dukungan moral maupun materil dan selalu menyertai saya dengan do’a sampai akhirnya saya dapat menyelesaikan Karya Akhir ini. Bejana pengisian dilengkapi dengan sensor tinggi permukaan, sensor akan bekerja pada tinggi permukaan yang sudah ditentukankemudian pengisian bejana dihentikan dan air pada bejana diisikan ke dalam kemasan produk COCACOLA setelah melalui proses-proses yang dibutuhkan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Air yang sudah melalui proses pensterilan, proses pemasakan, proses pencampuran dan yang sudah di supplyke dalam tangki penampung akan dialirkan ke bawah melalui nozzle-nozzle yang untuk mengisi botol minuman seperti coca-cola dan minuman berkarbonat lainnya.ketinggian level air di atas kapasitas yang sudah di tentukan. Bagian yang penting dalam proses produksi air minum ini adalah sistem pengisian air ke dalam kemasan yang menggunakan sensor tinggi permukaan secaraotomatis dengan menggunakan mesin filler.

DENGAN MENGGUNAKAN MESIN FILLER DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA

  Tujuan dan Manfaat Penulisan Adapun tujuan dan manfaat Karya Akhir ini adalah untuk mengetahui cara kerja pengisian air minum ke dalam botol beserta instrumentasi pabriknya. BAB IV : ANALISA PROSES Bab ini menjelaskan tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi botol minuman ke dalam kemasan dengan ketentuan yang sudah BAB V : PENUTUP Bab ini berisikan : kesimpulan dan saran.

BAB II LANDASAN TEORI II.1. Sistem Kontrol Sistem kontrol adalah proses pengaturan ataupun pengendalian terhadap satu

  Manual dan Otomatis Pengontrolan secara manual adalah pengontrolan yang dilakukan oleh manusia yang bertindak sebagai operator, sedangkan pengontrolan secara otomatisadalah pengontrolan yang dilakukan oleh mesin-mesin atau peralatan yang bekerja secara otomatis dan operasinya di bawah pengawasan manusia. Sistem Kendali Terbuka Dimana : X = Sinyal MasukanY = Sinyal Keluaran Hubungan antara fungsi masukan, fungsi alih sistem dan fungsi keluaran : G Y = X Sistem kontrol dengan jaringan tertutup adalah sistem pengontrolan dimana besaran keluaran memberikan efek terhadap besaran masukan sehingga besaran yang dikontrol dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkanmelalui alat pencatat (indicator atau recorder) seperti pada Gambar 2.2.

II. 2. Karakteristik Sistem Kontrol

  Sistem kontrol otomatis merupakan sistem dinamis (berubah terhadap waktu) yang dapat berbentuk linear maupun non linear. Komponen yang membentuk sistem kontrol ini akan saling mempengaruhi (berinteraksi).

II. 3. Pemakaian Sistem Kontrol

  Transmitter adalah alat yang berfungsi untuk membaca sinyal sensing element, dan mengubahnya menjadi sinyal yang dapat dimengerti oleh kontroller. Kontroller adalah elemen yang mengerjakan tiga dari empat tahap langkah pengendalian, yaitu membandingkan set point dengan measurementvariable, menghitung berapa banyak koreksi yang perlu dilakukan, dan mengeluarkan sinyal koreksi sesuai dengan hasil perhitungan tadi,kontroller sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam mengendalikan sebuah proses.

II. 4. Alat-alat Kontrol

  Jika sebuah sistem kontrol adalah stabil dan hanya memerlukan perbaikan respons misalnya mengurangi atau menghilangkan (penyimpangan dalam keadaan mantap) atau memperbesar kecepatan respons maka yang dilakukan adalah penggunaan alat-alat kontrol dari jenis P (proportional), I (integral), atau D (differential). Jenis jenis alat kontrol ini terdiri dari a.

II. 4.1. Alat Kontrol Tipe Proporsional (Proportional Control)

  Karena tipe D ini melawan perubahan-perubahan yang terjadi dalam keluaran yang dikontrol, efeknya adalah menstabilkan sistem loop tetutup dan ini dapat meredam osilasi yang mungkin terjadi.karena tidak akan memberi jawaban (respons) terhadap suatu kesalahan dalam kondisi mantap. Air yang sudah melalui proses pensterilan, proses pemasakan,proses pencampuran dan yang sudah di supply ke dalam tangki penampung akan Dalam proses pengisian ini ada kalanya penampungan air tertutup apabila ketinggian level air di atas kapasitas yang sudah ditentukan.

II. 6 Mesin Induksi

  Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanyaperbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan arus stator. Rotor sangkar terdiridari susunan batang konduktor yang dibentangkan ke dalam slot – slot yang terdapat pada permukaan rotor dan tiap – tiap ujungnya dihubung singkat denganmenggunakan shorting rings.

II. 7 PLC (Programmable Logic Controller)

  Beberapa keuntungan yang didapat adalah repeatability, kontrol kualitas yang sangat baik, efisiensi yang lebih tinggi, dapat diintegrasikan dengan sistem – sistem yang berhubungan dengan bisnis, peningkatan produktifitas, danadalah modal yang dibutuhkan besar, dan menambah ketergantungan pada perawatan dan perbaikan. Sejak tahun 1960, komputer digital telahmengambil alih kontrol secara luas dan sederhana, proses yang diulang-ulang, dan proses – proses lain yang lebih kompleks.

II. 7.1 Konsep Dasar Programmable Logic Controller

  Secara definitif, menurut NEMA (National Electrical Manufactures Association), PLC adalah suatu alat elektronika digital yang berbasis mikrokontroller dan menggunakan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan dan mengaplikasikan instruksi – instruksi dari suatu fungsi tertentu, seperti logika,sekuensial, pewaktuan (timing), pencacahan (counting), dan aritmatika dalam rangka mengendalikan mesin-mesin ataupun suatu proses. Seperti arus yang mengalir pada rangkaian listrik, garis vertikal pada posisi kiri dan kanan adalah rel daya yang diasumsikan sebagai sumber daya untukmengaktifkan fungsi – fungsi yang terdapat di dalam program yang dibuat.

II. 7.1 Komponen - komponen Penyusun PLC

  PLC pada dasarnya adalah komputer yang didesain untuk keperluan khusus, sehingga memiliki input dan output yang jelas. Dalam hal ini prosessor akan mengontrol peralatan luar yang terkoneksi dengan modul output berdasarkan kondisi perangkat input serta program yangtersimpan di dalam PLC tersebut.

1. Power Supply

  Prosessor Prosessor merupakan otak PLC, yang berfungsi mengendalikan dan mengawasi jalannya operasi dalam PLC, dan juga melakukan operasi manipulasi data sesuai dengan instruksi program yang tersimpan dalamke CPU, memori dan unit I/O, dengan dikendalikan oleh Prosessor. Keunggulan lainnya dari memori jenis ini adalah kemampuan hapus-tulisnya yang berkisar10.000 kali Kapasitas memori tertentu yang dimiliki PLC berkisar antara 1 – 64 Kbyte, tergantung dari modul memori yang digunakan.

II. 7.2 Perangkat – perangkat Input-Output pada PLC

  Sistem I/O membentuk interface dengan peranti medan yang dihubungkan pada pengontrol. Tujuan interface ini adalah untuk kondisi berbagai sinyal yang diterima dari atau dikirimkan ke peranti medan eksternal.

7. Keypad

  Sedangkan peranti output seperti :1. katup-katup kontrol direksional / keran solenoid3.

BAB II I MEKANISME KERJA MESIN FILLER III.1 Mekanisme Kerja Mesin Filler Mesin filler ini menggunakan sistem perlawanan tekanan. Bila pada ruang

  tertutup (tanpa ada kebocoran) di tiupkan dengan udara (gas) dari atas maka pada ruangan tersebut akan terjadi perlawanan tekanan dari bawah yang sama besarnya. Begitu pula dengan mesin filler ini, air terlebih dahulu pada bottlen plate, pastikan bahwa proses sanitasi telah di lakukan dengan benar, suplai udara bertekanan danCO 2 ada dan cukup serta flavour(campuran) yang ada sesuai dengan rencana produksi dan pastikan juga bahwa ketinggian filler dan crowner sudah sesuai dengan botol yang akan di produksi.

1. Counter pressure The bottle

  Counter pressure adalah pemindahan udara (gas) dari filler bowl ke dalam yang mempunyai tekanan yang sama sehingga produk akan mengalir ke 2. Pengisi produkKetika tekanan di dalam botol dan filler yang sudah sama, sebuah pegas secara otomatis akan membuka valve yang menyebabkan produk masuk kedalam botol dan umbrella (selaput) mengarahkan produk mengalir ke dalam melalui sisi bagian dalam botol.

4. Product Charge Position

  Piston diambil kembali dari silinder sehingga produk tersedot ke dalam silinder. Product Charge Position dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

III. 2 Rangkaian Kontrol Mesin Filler

  Digunakan untuk mengontrol tegangan sumber dengan tegangan yang di suplai dengan komponen-komponen kontrol dan juga digunakan untukmencegah kerusakan pada peralatan kontrol yang di sebabkan karena tidak sesuainya antara tegangan sumber dengan tegangan nominalnya. Pada bowl high adjustment tegangan yang digunakan untuk mengatur ketinggian bowl agar dalam pengisian tidak terjadi kekurangan ataukelebihan standart pengisian dapat di atur sesuai dengan ukuran botol yang ada.

BAB IV ANALISA PROSES IV.1 Analisa Proses Mesin filler ini menggunakan sistem perlawanan tekanan. Bila pada ruang

  tertutup (tanpa ada kebocoran) di tiupkan dengan udara (gas) dari atas maka pada ruangan tersebut akan terjadi perlawanan tekanan dari bawah yang sama besarnya. Begitu pula dengan mesin filler ini, air terlebih dahulu pada bottlen plate, pastikan bahwa proses sanitasi telah di lakukan dengan benar, suplai udara bertekanan danCO ada dan cukup serta flavour (campuran) yang ada sesuai dengan rencana 2 produksi dan pastikan juga bahwa ketinggian filler dan crowner sudah sesuai dengan botol yang akan di produksi.

SIEMENS S7-200

Transmitter Gambar 4.4 Blok Diagram Rangkaian Proses Mesin Filler

4.2 Analisa Data

Seluruh angkaian proses pada mesin filler ini dihubungkan dengan mesin filler yang semuanya sudah terprogram dan terkendali. Adapun PLC yang digunakan pada msin filler adalah sebagai berikut : Model : S7 - 200 100 – 240 VAC 50 / 60 Hz 35 VA Max

2.5 A 240 VAC Resistif Load

  226 Pada dasarnya setiap vendor PLC memiliki software pendukungnya masing, seperti : PLC OMRON yang menggunakan program CX, PLC MITSUBISHI yangmenggunakan program MELSOFT seri GX Developer, PLC LG yang menggunakan program KGL_Win, dan SIEMENS sendiri yang menggunakan S-7 Mikro win . Berbeda dengan support software program sebelumnya, pada Mikro win S7hanya bisa support dengan PLC siemens tipe S7 dan tidak bisa di gunakan untukPLC Siemens dengan tipe lain.

BAB V PENUTUP

5.1. KESIMPULAN

  Bila pada ruang tertutup (tanpa ada kebocoran) di tiupkan dengan udara (gas) dari atasmaka pada ruangan tersebut akan terjadi perlawanan tekanan dari bawah yang sama besarnya. Proses perancangan suatu proses kontrol dengan menggunakan PLC yang melibatkan banyak input dan output harus terlebih dahulu memperhatikanbesar tegangan kerja PLC yang hendak digunakan , serta besar sumber tegangan yang dibutuhkan PLC untuk beroperasi.

V. 4.0 yang digunakan pada penulisan karya akhir ini mempunyai

tegangan kerja internal 24 VDC dengan besar tegangan sumber 100- 240VAC dengan besar tegangan keluaran 100-240 VAC.

5.2. SARAN

  Penulis menyadari bahwa aplikasi pengontrolan Mesin filler yang dioperasikan ini jauh dari yang diharapkan. Hal ini juga disebabkankarena terbatasnya pengetahuan dan perangkat pendukung pengontrolan yang tersedia.

DAFTAR PUSTAKA

  , “ PLC : Konsep, Pemograman dan Aplikasi (Omron CPM1A/CPM2A dan Pemograman Relai.” penerbit Gava Media. “ Programmable Logic Controller (PLC) dan Teknik Perancangan Sistem Kontrol ” , Yogyakarta : Andi, 2006.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengisian Botol Minuman Dengan Menggunakan Me..

Gratis

Feedback