Feedback

Masjid Raya Johor

Thông tin tài liệu

MASJID RAYA JOHOR (ARSITEKTUR ISLAM) LAPORAN PERANCANGAN TKA 490 - TUGAS AKHIR SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012 / 2013 Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Oleh INDRA KESUMA 090406031 DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Universitas Sumatera Utara MASJID RAYA JOHOR (ARSITEKTUR ISLAM) Oleh : INDRA KESUMA 09 0406 031 Medan, Juli 2013 Pembimbing I Disetujui Oleh : Pembimbing II Prof. Ir. M. Nawawiy Loebis, M.Phil, PhD NIP : 1952092 71983031 003 Devin Defriza ST, MT NIP : 19750810 199802 1 001 Ketua Departemen Arsitektur Ir. N. Vinky Rahman, MT NIP. 19660622 199702 1 001 Universitas Sumatera Utara SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK TUGAS AKHIR (SHP2A) Nama NIM Judul Proyek Tugas Akhir Tema Rekapitulasi Nilai : : Indra Kesuma : 09 0406 031 : Masjid Raya Johor : Arsitektur Islam A B+ B C+ C D E Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan : No. Status Waktu Pengumpulan Laporan Paraf Pembimbing I Paraf Pembimbing II Koordinator TKA-490 1. Lulus Langsung 2. Lulus Melengkapi 3. Perbaikan Tanpa Sidang 4. Perbaikan Dengan Sidang 5. Tidak Lulus Ketua Departemen Arsitektur, Medan, Juli 2013 Koordinator TKA-490, Ir. N.Vinky Rahman, MT. NIP : 19660622 199702 1 001 Ir. Basaria Talarosha, MT NIP : 19650109 199501 2 001 i Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur, saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur, Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara. Laporan Studio Tugas Akhir ini berisikan antara lain : pengumpulan data melalui studi literatur dan dari berbagai nara sumber, telaah, analisa dan penyusunan landasan - landasan teoritis (konseptual) bagi tahap perancangan serta gambar - gambar rancangan. Selama proses hingga selesainya laporan ini, penulis tidak terlepas dari berbagai pihak yang turut andil dalam menyukseskannya. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Ibu Wahyuni Zahrah, ST, MS yang telah membimbing dan memberikan saran yang sangat berguna bagi saya di awal Tugas Akhir. Bapak Prof. Ir. M. Nawawiy Loebis, M.Phil, Ph.D selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berguna, serta motivasi yang sangat berarti. Bapak Devin Defriza, ST, MT selaku Dosen Pembimbing II yang memberikan saran yang sangat berguna dan menjadi teman di saat kesulitan. Bapak Ir. N. Vinky Rahman, MT Sebagai Ketua Jurusan Arsitektur USU. Bapak Ir. Rudolf Sitorus MLA Sebagai Sekretaris Jurusan Arsitektur USU. Bapak Ir. Novrial, M.Eng selaku Dosen Penguji I yang telah banyak memberikan masukan, saran, dan kritik. Ibu Andalucia, ST, M.Sc selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan arahan dan kritikan yang sangat membantu. Ibu Ir. Basaria Talarosha MT Sebagai Ketua Koordinator Studio Tugas Akhir Semester B TA. 2012/2013. Seluruh Staf pengajar Bapak Ibu Dosen Arsitektur Universitas Sumatera Utara atas semua kritik dan sarannya selama asistensi. Seluruh staf pegawai baik di lingkungan Arsitektur maupun Fakultas Teknik USU, terutama untuk Kak Dewi dan Kak Ayu. INDRA KESUMA – 090406031 i Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM Orang Tua saya, Ibu Hj. Rostina, ST dan Bapak Abdriyanto, ST, Abang Dana, Kak dede, dan Heri serta semua keluarga yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terima Kasih atas do’a dan dukungannya selama ini. Terima Kasih untuk Yuuraa, seorang yang sangat berarti, yang selalu mengingatkan di saat lupa, yang selalu membantu di kala susah, memarahi dan mengkritik di saat salah, dan yang selalu ada di setiap saat. Terima kasih banyak untuk Yuura. Teman-teman arsitektur 09, terimakasih atas dukungan dan semangat, kebersamaan dan suka duka selama kuliah di Arsitektur USU. Teman-teman satu kelompok Hafis, Adib, Lili, Novy, Nisa, Fitri, Dini, Yuyun, dan Sarah. Terimakasih atas semangat, kebersamaan dan suka duka yang kita lewati bersama dari awal hingga akhir. Abang dan kakak senior, terutama bang Imam dan bang Raha yang telah memberikan semangat dan masukan serta adik-adik stambuk 2010,2011, dan 2012. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk kelengkapan dan terwujudnya kesempurnaan sebagaimana dimaksud. Akhir kata, Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya di lingkungan Departemen Arsitektur USU. Hormat Penulis INDRA KESUMA – 090406031 Indra Kesuma ii Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK AKHIR (SHP2A) ······························ i KATA PENGANTAR··········································································· ii DAFTAR ISI ····················································································· iii DAFTAR GAMBAR ············································································ v DAFTAR TABEL················································································ ix ABSTRAK ························································································ x BAB I PENDAHULUAN ······································································· 1 1.1. Latar Belakang ········································································ 1 1.2. Maksud dan Tujuan ·································································· 3 1.3. Perumusan Masalah ································································· 3 1.4. Metode Pendekatan ································································· 3 1.5. Lingkup dan Batasan Proyek ······················································ 4 1.6. Asumsi ·················································································· 4 1.7. Kerangka Berfikir ····································································· 5 1.8. Sistematika Penulisan Laporan ··················································· 6 BAB II DESKRIPSI PROYEK································································ 7 2.1. Tinjauan Umum ······································································· 7 2.2. Deskripsi Singkat Proyek ··························································· 7 2.2.1 Terminologi Judul ····························································· 7 2.2.2 Pengertian Proyek ···························································· 7 2.3. Jenis – Jenis Masjid·································································· 9 2.4. Persyaratan Ruang dan Kriteria Masjid ········································· 9 2.4.1 Klasifikasi Masjid ······························································ 9 2.4.2 Persyaratan Ruang Masjid ·················································· 10 2.4.3 Pedoman Penyediaan Lahan Sarana Peribadatan ··················· 10 2.4.4 Tipologi Masjid ································································· 10 INDRA KESUMA – 090406031 iii Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM 2.5. Fungsi dan Peranan Masjid ························································ 11 2.5.1 Sebagai Pusat Ibadah ······················································· 12 2.5.2 Sebagai Pembinaan Umat ·················································· 12 2.6. Pendekatan Pemilihan Lokasi ····················································· 13 2.6.1 Kriteria Pemilihan Lokasi ···················································· 13 2.6.2 Alternatif Lokasi Tapak ······················································ 15 2.7. Jenis Keegiatan di Masjid ·························································· 18 2.8. Studi Banding Judul Sejenis ······················································· 21 2.8.1 Masjid Agung Al – Fateh, Manama, Bahrain ··························· 21 2.8.2 Masjid Shah Faisal Islamabad, Pakistan ································ 23 2.8.3 Masjid Imam Isfahan, Iran··················································· 25 2.8.4 Masjid Al Hurriyah, Bogor (Institut Pertanian Bogor) ················· 29 2.8.5 Masjid Raya Pondok Indah Jakarta······································· 31 BAB III ELABORASI TEMA ·································································· 33 3.1 Pengertian Tema ····································································· 33 3.2 Latar Belakang Pemilihan Tema ·················································· 34 3.3 Interpretasi Tema ····································································· 35 3.3.1 Sejarah Arsitektur Islam ··················································· 35 3.3.2 Kaidah Arsitektur Islam ···················································· 36 3.3.3 Perencanaan Arsitektur Islam············································ 36 3.4 Keterkaitan Tema dengan Judul ·················································· 37 3.5 Kesimpulan············································································· 37 3.6 Studi Banding Tema Sejenis ······················································· 38 3.6.1 Masjid Agung Al – Fateh, Manama, Bahrain···························· 38 3.6.2 Masjid Agung Sheikh Zayed, Uni Emirat Arab ························· 44 3.6.3 Masjid Agung Roma – Italia················································· 54 BAB IV ANALISA··············································································· 60 4.1 Analisa Fisik/Analisa Tapak dan Bangunan ···································· 60 4.1.1 Analisa Lokasi Tapak························································· 60 4.1.2 Analisa Tata Guna Lahan ··················································· 62 4.1.2.1 Kondisi Eksisting Sekitar·············································· 62 4.1.2.2 Ukuran Site······························································· 65 4.1.2.3 Batas-batas Sekitar Site ·············································· 66 INDRA KESUMA – 090406031 iv Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM 4.1.3 Analisa Sirkulasi ······························································· 67 4.1.3.1 Sirkulasi Kendaraan ···················································· 67 4.1.3.2 Sirkulasi Pejalan Kaki ·················································· 69 4.1.3.3 Analisa Pencapaian ···················································· 70 4.1.4 Analisa Matahari dan Vegetasi············································· 71 4.1.5 Analisa Kebisingan···························································· 72 4.1.6 Analisa View···································································· 73 4.1.6.1 View Keluar······························································· 74 4.1.6.2 View Kedalam···························································· 75 4.2 Analisa Non Fisik/Fungsional ······················································ 77 4.2.1 Analisa Pengguna····························································· 77 4.2.2 Analisa Kegiatan······························································· 78 4.2.3 Analisa Kebutuhan Ruang ·················································· 78 4.2.4 Program Ruang ································································ 81 4.2.5 Analisa Bangunan····························································· 87 4.2.6 Analisa Teknologi ····························································· 90 BABV KONSEP················································································· 96 5.1 Vegetasi················································································· 96 5.2 Akustik··················································································· 96 5.3 Kebisingan ············································································· 97 5.4 Perencanaan Tapak ································································· 97 5.4.1 Zoning Ruang Luar ························································· 97 5.4.2 Perletakan Massa Bangunan············································· 98 5.4.3 Filosofi Shalat dalam Site ················································· 98 5.4.4 Konsep Sirkulasi di Dalam Site ·········································· 100 5.5 Konsep Perencangan Bangunan ················································· 100 5.5.1 Konsep Massa ······························································· 101 5.5.2 Bentukan Denah····························································· 102 5.5.3 Interior ········································································· 103 5.6 Konsep Struktur Bangunan························································· 103 5.7 Konsep Perancangan Utilitas Bangunan········································ 104 5.7.1 Konsep Sistem Air Bersih ················································· 104 5.7.2 Konsep Sistem Pengolahan Air Limbah ······························· 104 5.7.3 Konsep Sistem Pencahayaan ············································ 104 5.7.4 Konsep Sistem Penataan Suara ········································ 104 INDRA KESUMA – 090406031 v Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM 5.7.5 Konsep Sistem Transportasi Vertikal··································· 105 5.7.6 Konsep Keamanan Bangunan ··········································· 105 BAB VI HASIL RANCANGAN ······························································· 106 6.1. Site Plan ················································································ 106 6.2. Ground Plan ··········································································· 107 6.3. Denah Lantai 1 ········································································ 108 6.4. Denah Lantai 2 ········································································ 109 6.5. Tampak ················································································· 110 6.6. Potongan ··············································································· 112 6.7. Menara ·················································································· 113 6.8. Rencana Pondasi····································································· 114 6.9. Rencana Pembalokan ······························································· 115 6.10. Perspektif ··············································································· 117 Daftar Pustaka ·················································································· 120 LAMPIRAN HASIL PERANCANGAN INDRA KESUMA – 090406031 vi Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Elemen Utama Masjid ······················································· 11 Gambar 2.2. Kondisi Eksisting Alternatif A··············································· 16 Gambar 2.3. Kondisi Eksisting Alternatif B··············································· 16 Gambar 2.4. Masjid Agung Al-Fateh, Manama ········································· 22 Gambar 2.5. Area Sahn Masjid Agung Al-Fateh, Manama··························· 23 Gambar 2.6. Tampak depan Masjid Shah Faisal ······································· 23 Gambar 2.7. Masjid Shah Faisal ··························································· 24 Gambar 2.8. Interior Masjid Shah Faisal ················································· 25 Gambar 2.9. Masjid Imam Isfahan ························································· 25 Gambar 2.10 Denah Masjid Imam Isfahan··············································· 26 Gambar 2.11 Detail Gerbang Masjid Imam Isfahan···································· 27 Gambar 2.12 Detail kolom Masjid Imam Isfahan ······································· 27 Gambar 2.13 Kubah masjid yang dilapisi keramik ····································· 28 Gambar 2.14 Gerbang depan yang seluruhnya dilapisi keramik ··················· 28 Gambar 2. 15 Masjid Al Hurriyah, Bogor (Institut Pertanian Bogor)················ 29 Gambar 2. 16 Aksonometri Masjid Al Hurriyah ········································· 30 Gambar 2. 17 Interior Masjid Al Hurriyah················································· 30 Gambar 2.18 Masjid Raya Pondok Indah ··············································· 32 Gambar 2. 19 Potongan Masjid Raya Pondok Indah ·································· 32 Gambar 3.1. Masjid Agung Al-Fateh, Manama ········································· 38 Gambar 3.2. Area Sahn Masjid Agung Al-Fateh, Manama··························· 38 Gambar 3.3. Ornamen indah di dalam kubah masjid Agung Al-Fateh, Manama, kaligrafi Kufi di ukir melingkar pada cincin dalam kubah········································ 40 Gambar 3.4. Interior ruang utama masjid Agung Al-Fateh dengan lampu gantung utamanya························································································· 41 Gambar 3.5. Mimbar Masjid Agung Al-Fateh············································ 41 Gambar 3.6. Salah satu sudut Sahn di Masjid Agung Al-Fateh····················· 42 INDRA KESUMA – 090406031 vii Universitas Sumatera Utara TUGAS AKHIR (TKA – 490) MASJID RAYA JOHOR – ARSITEKTUR ISLAM Gambar 3.7. Ornament dalam kubah Masjid Agung Al-Fateh······················· 43 Gambar 3.8. Masjid Agung Sheikh Zayed················································ 43 Gambar 3.9. Masjid pada tahun 1854 M. Beliau mendapat pengesahan dari kerajaan Aceh, bahwa kesultanan Deli merupakan daerah yang berdiri sendiri. Untuk kedua kalinya Deli menjadi merdeka dari Aceh atas wilayah kekuasaan Aceh, yang ditandai denngan diberikannya pedang Bawar dan Cap Sembilan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh kerajaan Siak di wilayah kesultanan Negeri Deli. Sultan Osman diberi gelar dari Kerajaan Aceh sebagai “ Wakil Sultan Aceh”. Sultan Osman meninggal pada tahun 1858 M, dan digantikan Sultan Mahmud Perkasa Alam pada tahun 1861 M sampai dengan tahun 1873 M. Beliau mengangkat adiknya sebagai Raja Muda Sulaiman. Pada masa Sultan Mahmud Perkasa Alamsyah inilah membuat perjanjian dengan Belanda (armada pimpinan Residen Riau, E. Netscer) menjadikan pelabuhan Deli sebagai basis pertahanan Belanda dalam menghadapi musuh-musuhnya (sinar 1971, dalam Baiduri, Ratih, 2012: 24). Sultan Mahmud meninggal dunia pada tanggal 25 oktober 1873 M dan digantikan oleh putranya yang cukup muda yaitu Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Karena masih muda beberapa waktu untuk sementara pamannya Raja Muda Sulaiman yang memerintah Deli. Universitas Sumatera Utara Gambar .Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah (foto koleksi Istana Maimoon) Setelah cukup usia, Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah memimpin langsung Pemerintahan kesultanan Deli. Masa beliau kerajanaan Deli mencapai puncaknya. Perdagangan tembakau semakin maju pesat, dengan demikian kemakmuran kesultanan Deli diperhitungkan. Pusat ibukota Deli kembali dipindahkan ke Medan dan mendirikan Istana Maimun, Masjid Raya, taman kolam Raja, balai kerapatan tinggi serta fasilitas-fasilitas kepentingan umum lainnya. Beliau meninggal pada tahun 1924 M dan digantikan oleh Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah. Pada masa Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah hubungan dagang terjalin dengan baik dengan luar Negeri serta dengan kerjaan-kerajaan lain di Nusantara. Masa Pemerintahannya pada tahun 1924 sampai dengan 1945, Universitas Sumatera Utara dimana beliau mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia yang diploklamirkan Merdeka pada tahun 1945. Sejak saat itu kedaulatan Sultan-Sultan Deli selanjutnya menjadi penguasa tertinggi Adat Istiadat dan kebudayaan Melayu Deli. Selanjutnya pergantian penguasaan tertinggi Adat berpindah kepada Sultan Osman Al Sani Perkasa Alam, setelah wafatnya Sultan Amaluddin. Berikutnya berganti kembali penguasa Adat kepada Sultan Azmi Perkasa Alam, lalu Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam, dan yang terakhir Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam pada tahun 2005 sampai saat ini (tahun penelitian ini dilaksanakan 2014). 2.1.2 Masjid Al-Mashun Medan Gambar .Masjid Al-Mashun Medan ( koleksi pribadi) Berdirinya Istana Maimun (maimoon) pada tanggal 26 Agustus 1888, setelah pusat Ibukota Kesultanan Deli kembali ke Medan. Istana Maimun ditempati pada tanggal 18 Mei 1891 M. Kemudian Gedung Kerapatan Tinggi sebagai Mahkamah Keadilan Pemerintahan Sultan didirikan pada tahun 1906 M. Universitas Sumatera Utara Berikutnya didirikanlah Masjid Al-Mashun atau yang dikenal dengan masjid Raya Medan pada tanggal 21 Agustus 1906 M sebagai masjid kerajaan. Sebagaimana lazimnya bangunan istana kerajaan Islam semenjak dahulu selalu dikaitkan dengan masjid. Istana Maimun merupakan bentuk kejayaan budaya Melayu Deli yang beragama Islam, maka masjid didirikan dalam kawasan istana, berjarak dari istana lebih kurang dua ratus meter, sebagai kepentingan ibadah sekaligus sebagai identitas budaya. Kembalinya pusat pemerintahan Deli dari Labuhan Deli ke Medan maka segala fasilitas prasarana kesultanan dibangun. Yang memerintah kesultanan pada saat itu adalah Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah (1873-1924). Kerajaan Deli semakin maju pesat dalam perdagangan tembakau, pada saat inilah Deli pada puncak kejayaannya. Setelah berdiri Istana Maimun tanggal 26 Agustus 1888 M dan ditempati pada tanggal 18 Mei 1891 M dan bangunan-bangunan fasilitas kesultanan lainnya, setelahnya dibangun pulalah masjid megah dalam wilayah lingkungan istana. Sebelum masjid dibangun terlebih dahulu dibangun kolam Raja yang berjarak lebih kurang dua ratus meter dari istana Maimun dan lebih kurang lima puluh meter dari masjid Al-Mashun. Letaknya sebelah utara dari masjid. Penggalian tanah kolam diangkut untuk menjadi timbunan dasar tanah masjid yang berikutnya akan dibangun. Strategis dari tiga bangunan yang fundamental ini menunjukkan adanya nilai-nilai sejarah citra seorang bangsawan yang dapat membaur dengan masyarakatnya serta menjunjung tinggi kedaulatan. Alasan tersebut melihat area yang terpisah antara Istana Maimun, masjid Al-Mashun dan Universitas Sumatera Utara Kolam Raja. Strategis setiap bangunan ini memiliki kepentingan fungsi yang berbeda. Istana Maimun merupakan tempat pusat Pemerintahan Kesultanan sekaligus tempat tinggal Sultan yang merupakan adanya ruang lingkup antara pejabat kerajaan, cukup pada wilayah Pemerintah saja. Sedangkan kolam raja adalah tempat rileksasi Sultan beserta keluarganya dan tamu kehormatan ketika mengadakan acara tertentu bahkan menurut nara sumber sering juga Sultan mengadakan undangan kepada masyarakat dan melaksanakannya diareal kolam tersebut. Sementara kedudukan masjid Al-Mashun juga bukanlah bangunan yang hanya dikhususkan sebagai fasilitas Kesultanan semata. Masjid dibangun justru memperkuat strategis hubungan kesultanan dengan petinggi agama Islam dan masyarakat. Komunikasi ini dijalin untuk membentuk interpensi masyarakat dengan Pemerintahan Kesultan terjalin lebih dekat dan erat. Konsep ini dibentuk sebagai gambaran bahwa Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah memiliki kedaulatan yang kuat, bersahabat, bijaksana dan agamais. Gambar Area lingkungan Kesultanan (sket ulang dari Ratih,hal 38) Universitas Sumatera Utara T.H. Van Erp, salah seorang perwira Zeni Angkatan Darat KNIL adalah yang merancang dan mengerjakan masjid Al-Mashun, setelah mengerjakan Istana Maimun. Ketika itu belum ada perancang lokal yang mampu membuat bangunanbangunan megah. Karena hubungan diplomatik dan dagang dengan Belanda terjalin yang disebut sebagai “Politik Kontrak Panjang” (Lange Politiek Contract), kemudahannya kesultanan harus mencari desainer dari belanda. Selanjutnya prosesnya dikerjakan oleh JA Tingdeman, ketika itu Van Erp dipanggil ke Jawa dari pemerintah Hindia Belanda untuk bergabung dalam proses restorasi Candi Borobudur. Pada tanggal 26 Agustus 1906 maka didirikanlah masjid Al-Mashun Medan dan diresmikan pada hari Jumat tanggal 10 September 1990 M. Van Ronkel dalam artikelnya di majalah NION menyebutkan Medan Kota Raja terkenal dengan kekayaan dan keindahan masjidnya dengan judul “moskeen Van Batavia”( Ratih, dari husny 1975, 2012:26) MENARA PINTU GERBANG PERKUBURAN MASJID AL-MASHUN TEMPAT WUDHU U Gambar denah area masjid Al-Mashun (sket ulang dari ratih:hal 40) Universitas Sumatera Utara Pembiayaan pembangunan fasilitas kerajaan Deli ini diambil dari kas perbendaharaan kerajaan (lanschapskas) dan tidak darimana pun. Tetapi catatan ada menyebutkan sumbangan dana sepertiga diperoleh dari Tjong A Fie yang berhubungan baik degan kesultanan. Wajar saja demikian karena Tjong A Fie dipercayakan Sultan Untuk memenuhi mobiler petani tembakau serta kebutuhan pangan yang diperkerjakan oleh sultan diwilayah Deli. Barang-barang tersebut didatangkan dari cina. Tjong A fie juga membangun masjid Petisah, dan ada beberapa masjid didaerah Spirok (Tapanuli Selatan) dan juga di Sumatera Barat. Beliau adalah tokoh Cina perantauan, diangkat sebagai Kapten Cina oleh Kolonial Belanda (Ratih,dari sinar, 2012:27). Tempat tinggal Tjong A Fie lebih kurang dua kilo meter dari istana Maimun arah lintang barat. Nama masjid Raya Al-Mashun diartikan sebagai masjid yang dipelihara Allah SWT. Dalam rangka peresmiannya untuk pertama dilaksanakan shalat Jumat oleh kesultanan Deli serta para pembesar-pembesar dari Langkat dan Negeri Serdang. Masjid ini di kenal dengan Masjid Raya Medan. Sekarang persisnya antara jalan sisingamangaraja, jalan masjid raya dan jalan mahkamah. Keagungan masjid Al-Mashun ini menjadikan Sumatera Utara memiliki ikon sebagai kota budaya Melayu Islam dan merupakan salah satu peninggalan budaya yang masih hidup dan difungsikan (living monument). 2.1.3 Budaya dan Agama Realita budaya merupakan kapasitas masyarakat memperdaya sistem tradisi yang telah berlanjut terus menerus dalam kehidupan. Upaya-upaya mempertahankan ideologi ini pada dasarnya adalah bagaimana adat istiadat Universitas Sumatera Utara diperlakukan dan menjadi bagian kehidupan. Ketika budaya berdampingan dengan agama, ada beberapa bagian yang tidak dapat diselaraskan. Dengan pertimbangan bahwa agama merupakan peradilan yang tertinggi, akhirnya linear budaya harus dipadankan atau dapat diganti dengan pola budaya yang telah mendapatkan ayakan agama. Agama lebih terdepankan sehingga bagian budaya yang tidak dibenarkan, harus ditinggalkan. Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam. JAKARTA. Pustaka Al-Husna. Herwandi. 2003 . Bungong Kalimah . Padang . Penerbit Uninersitas Andalas Padang Huda, Nurul. 2003. Melukis Ayat- Ayat Tuhan. Pengantar Praktis Berkaligrafi Arab. Yogyakarta: Gema Media. Sirajudddin. 1992. Seni Kaligrafi Islam. Jakarta: Pustaka Panjimas. Zein, Abdul Bagir. 1999. Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press. Zaid, Ahmad Shabri. 2010. Ornamen-ornamen. Perpustakaan Darul Tala’iq. Kairo -----------------.2010. Seni Ornamen Masjid. Perpustakaan Darul Tala’iq. Kairo Su’ud, M. Hassan. 2002. Metodologi Penelitian. Banda Aceh: Pustaka Press Unsyiah. Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Penerbit Asdi Mahatsya. Suri, Nursukma. 1999. Sejarah pertumbuhan dan Perkembangan Kaligrafi Islam di Indonesia. Medan : USU Press. Sinar, Tengku Lukman . 1993. Motif Ornamen Melayu. Medan: Lembaga Pembinaan Seni Budaya Melayu (Satgas–Mabmi) www. Melayuonline.com www. arabicCalygrafy .com [Monday, May 18, 2009] www. Kaligrafionline.com www.googel.co.id Posted by senirupaunimed pada 13/03/2009 Wikipedia.org.ornment.com (Htp//www.balispot.co.id.balispotcetak) www. Google.co.id posted Beritabudaya » Ornamen Nusantara. JENIS-JENIS KALIGRAFI, MOTIF–MOTIF ORNMEN, ORNAMEN MELAYU, ORNMEN ARAB, (LAMPIRAN) DENA LOKASI, PETA, GAMBAR MASJID, PRASASTI, KALIGRAFI MASJID, ORNAMEN MASJID, DAN ANGKET Jenis-jenis Kaligrafi 2.2 Jenis Khat Naskhi 2.2 Jenis Khat Sulus . 2.2 Jenis Khat Kufi . 2.2 Jenis Khat Diwani . 2.2 Jenis Khat diwani Jali . 2.2 Jenis Khat Riq’ah . 2.2 Jenis Khat Farisi . 2.2 Jenis Khat Raihani Motif-motif Ornamen 2.3 Motif ornamen secara umum Ornamen Melayu 2.4 Jenis- jenis ornamen Melayu Ornamen Arab 2.5 Jenis- jenis ornamen Arab . Lampiran Dena Lokasi . Peta Gambar Masjid Raya Prasasti . Kaligrafi Masjid Ornamen Masjid Raya . Angket . Lampiran I Biografi Kecamatan Medan Labuhan terletak di wilayah Utara Kota Medan dengan batas-batas sebagai berikut: 1. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Medan Marelan 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Medan Deli dan Kab. Deli Serdang 4. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Belawan . Kecamatan Medan Labuhan dengan luas wilayahnya 36,67 KM² Kecamatan Medan Labuhan adalah merupakan daerah yang berdekatan dengan daerah pesisir (dekat dengan Belawan dan pesisir Deli Serdang), dengan penduduknya berjumlah : 104.829 Jiwa (2006) Lampiran II Gambar Masjid Prasasti Lampiran III Gambar Kaligrafi . Lampiran IV Ornamen Lampiran V Angket ANGKET MASJID RAYA Al-OSMANI MEDAN LABUHAN 1. Sejarah masjid Raya Al-Osmani Medan labuhan secara umum Tahun berapakah masid Raya ini didirikan pertama kali ? Kenapakah areal masjid Raya dekililingi oleh makam-makam? Berapakah luas bagunan masid pertamakalinya? Tahun berapakah terakhir renovasi masjid dilakukan ? Berapakah luas penambahan bangunan baru masjid ? Apakah ada sejarahnya kenapa bagian-bagian masjid dibangun sedemikian rupa? 2. Sejarah kaligrafi secara umum Tahun berapakah kaligrafi pertama kali ditulis dalam bagunan masjid? Mengapakah tulisan kaligrafi hanya dituliskan di mihrab masjid? Mengapakah dipilih ayat tersebut dalam penulisan kalgrafi ? Jenis tulisan kaligrafi apakah yang dituliskan dalam mihrab masjid? Apakah penulisan kaligrafi tersebut belum ada perubahan ? 3. Bagian-bagian pendukung dalam penghiasan masjid Raya Mengapakah masjid Raya ini sebahagian besar dihiasi dengan ornamen Tahun berapakah pertama kali masjid Raya ini dihiasi oleh ornamen? Apakah ada kaitannya antara penulisan ornament dengan kebudayaan melayu? Motif atau jenis apakah ornament tersebut digambarkan pada dinding atas masjid, pada bagian dalam dan luar kubah masjid ? Apakah ada sejarahnya kenapa setiap ornament digambarkan berbeda-beda ? Apakah bentuk ornament ini asli dari pertama kali pembuatannya? 1. Sejarah masjid Raya Al-Osmani Medan labuhan secara umum Tahun berapakah masid Raya ini didirikan pertama kali ? Masjid Raya Al-Osmani Medan Labuhan dibangun pada tahun 1854 Masehi, oleh Sultan Osman Perkasa Alam Ke-7, kerajaan Melayu Deli. Dahulu awalnya masjid ini di bangun menggunakan bahan kayu. Dimana bahan kayu pilihan, yang konon didatangkan dari Pulau Penang Malaysia. Kemudian pada tahun 1870 M, sultan Mahmud Perksa Alam Sultan Ke-8 merubah bangun masjid dengan menggunakan tiag-tiang batu. Kenapakah areal masjid Raya dekililingi oleh makam-makam Areal masjid dekelilingi oleh makam-makam karena pada waktu itu wilayah masjid berhadapan dengan istana Sultan Melayu, dan adanya perkampunganperkampungan masyrakat. Secara khusus : makam Raja Sultan Melayu Ke-7 dan ke-8, juga tempat pemakaman kaum kerabat.dan orang-orang yang memiiki andil dalam kerajaan Melayu Deli. Secara umum : orang-orang yang berperan dalam pengembanang masjid juga diperbolehkan untuk ditempatkan dimakam areal masjid tersebut. Berapakah luas bagunan masid pertamakalinya? Pada tahun 1854 luas bangunan masjid pertama kalinya 16x16m, dan di tahun 1870 luas bangunan diperbesar dengan luas 26x26m. Tahun berapakah terakhir renovasi masjid dilakukan ? Renovasi masjid terakhir pada masa Walikota Abdillah pada tahun 2000. Berapakah luas penambahan bangunan baru masjid ? Luas penambahan bagunan masjid yang baru 26x26m. Apakah ada sejarahnya kenapa bagian-bagian masjid dibangun sedemikian rupa? Sejarah bangunan masjid sangat erat kaitannya pada masa dahulu, yakni adanya unsur Eropa, Cina, India Dan Melayu. -unsur Eropa : Tiang-tiang masjid, kaca-kaca jendela (kaca Timah Putih) -unsur Cina : Mimbar Masjid dan pintu-pintu masjid yang berada di tiga arah. -unsur india : lantai masjid yang terdiri dari mar-mar, dan Kuba Masjid -unsur Melayu : Corak warna yang kekuning-kuningan dan dipadukan dengan warna hijau.Dimana warna Kuning adalah warna(kekhasan Budaya Melayu), dan warna hijau berlandaskan kepada (Islam). Dan pembangunan masjid ini di Arsitekturi oleh seorang yang berkebangsaan Jerman GD Langereis. 2. Sejarah kaligrafi secara umum Tahun berapakah kaligrafi pertama kali ditulis dalam bagunan masjid Kaligrafi pertama kali ditulis pada banguna masjid pada tahun 1991 Mengapakah tulisan kaligrafi hanya dituliskan di mihrab masjid? Kaligrafi di masjid Raya sampai saat ini hanya terfokus pada mihrab masjid saja, kaligrafi di letakkan di mihrab agar dapat menyesuaikan dengan kadaan dan kondisi masjid yang tampak besar. Mengapakah dipilih ayat tersebut dalam penulisan kalgrafi ? Pemilihan ayat dalam penulisan kaligrafi yaitu surat Al-Baqarah ayat 144, yakni agar masyarakat muslim tahu bahwa arah kiblat kita di Masjidil Haram. Jenis tulisan kaligrafi apakah yang dituliskan dalam mihrab masjid? Jenis penulisan Kaligrafi : yakni Khat Tsulus, dan Khat Kufi. Apakah penulisan kaligrafi tersebut telah mengalami perubahan ? Penulisan ayat dalam penulisan kaligrafi tidak ada perubahan, namun hanya penggantian pewarnaan. 3. Bagian-bagian pendukung dalam penghiasan masjid Raya Mengapakah masjid Raya ini sebahagian besar dihiasi dengan ornamen Masjid ini dihiasi dengan ornamen karena untuk memperindah bangunan masjid, dimana ditimbulakan seni-seni tulisan yang berbentuk hiasan- hiasan atau ornamen. Tahun berapakah pertama kali masjid Raya ini dihiasi oleh ornamen? Masjid ini dihiasi oleh ornament pada masa Walikota ja’far pada tahun 1991 Apakah ada kaitannya antara penulisan ornament dengan kebudayaan melayu? Kaitannya anatara penulisan ornament dengan kebudayaan melayu sangat erat kaitannya, karena melayu kaya akan bentuk ornament-ornamen yang dapat membantu dalam memperinah bangunan masjid. Jenis apakah ornamen yang digambarkan pada dinding atas masjid pada bagian dalam dan luar kubah masjid ? Ornamen Pada dinding luar masjid : berbentuk awan petang, bulu merak , Pucuk Rebung, Lebah Bergantung Ornamen Pada dinding dalam masjid : berbentuk Bunga Cengkeh bersusun Ornamen Pada Kuba dalam masjid : berbentuk berbentuk daun Pakis serta Hiasan Dedaunan, Ornamen Pada Kuba luar masjid : berbentuk Hewan Kupu-Kupu Ornamen Pada kaca-kaca masjid : berbentuk jenis itik pulang petang, bunga Ketola, Bunga Ketola dan Bunga Kundur Apakah ada sejarahnya kenapa setiap ornamen digambarkan berbeda-beda ? Sejarahnya yakni agar setiapa bangunan masjid dapat diperindah dan setiap jamaah yang memasuki masjid melihat sisi keindahan dan ketenangan hati. Apakah bentuk ornamen ini asli dari pertama kali pembuatannya? Setiap bentuk ornamen yang ada di masjid asli bentuknya hingga sampai sekarang dan sampai saat ini terus diperindah dalam pewarnaanya.
Masjid Raya Johor Masjid Raya Johor
Aktifitas terbaru

Penulis

Berpartisipasi : 2016-09-17

Tài liệu liên quan

Upload teratas