Feedback

Efektivitas Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas Terhadap Logam Aluminium Pada Air Baku PDAM Tirtanadi Hamparan Perak

Informasi dokumen
EFEKTIVITAS KOAGULAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DAN TAWAS TERHADAP LOGAM ALUMINIUM PADA AIR BAKU PDAM TIRTANADI HAMPARAN PERAK TUGAS AKHIR OLEH: RISKA OKTA MULIA NST NIM: 122410031 PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS FARMASI DAN MAKANAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan Tugas Akhir (TA) dengan judul “Efektivitas Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas Terhadap Logam Aluminium Pada Air Baku PDAM Tirtanadi Hamparan Perak”. Penulisan Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya Diploma III Analis Farmasi dan Makanan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Tugas Akhir ini di susun berdasarkan data-data yang diperoleh di Laboratorium Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirtanadi Hamparan Perak. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan, nasehat serta petunjuk dari berbagai pihak, oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak atas bimbingan dan bantuanya, terutama kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt. Selaku dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Prof. Dr. Julia Reveny, M.Si., Apt. Selaku wakil dekan 1 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Jansen Silalahi, M.App.Sc., Apt. Selaku koordinator program DIII Analis Farmasi Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Prof. Dr.Urip Harahap, Apt. Selaku dosen pembimbing yang telah memberikan petunjuk dan saran dalam menyelesaikan laporan ini. 5. Bapak Ir. H. Zulham Ali Nasution selaku Kepala Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hamparan Perak yang telah menyediakan tempat untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). 6. Bapak M. Taufik, ST. Selaku Kepala Bagian Pengolahan yang telah banyak membimbing kami selama melakukan Praktek Kerja Lapangan di PDAM Hamparan Perak. 7. Bapak Rivai Edward Sebayang, ST selaku pembimbing di laboratorium PDAM Tirtanadi Hamparan Perak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga, terutama kedua orang tua yang selalu memberikan doa, dorongan material dan motivasi dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan maupun sebagai bahan perbandingan bagi yang memerlukannya. Medan, 18 Mei 2015 Penulis, Riska Okta Mulia Nst. NIM: 122410031 EFEKTIVITAS KOAGULAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DAN TAWAS TERHADAP LOGAM ALUMINIUM (AL) PADA AIR BAKU PDAM TIRTANADI HAMPARAN PERAK ABSTRAK Air Sungai Belawan telah mengalami perubahan akibat aktivitas manusia. Air ini digunakan sebagai air baku karena ketersediaannya yang cukup banyak dan dekat dengan Instalasi Pengolahan Air PDAM Hamparan Perak. Masalah utama dalam mengolah air sungai berhubungan dengan karakteristik spesifik yang dimilikinya yakni kualitas dari air tersebut belum memenuhi standar kualitas air untuk dikonsumsi. Peraturan Standart Mutu Instalasi Pengolahan Air PDAM Provinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa kekeruhan air minum tidak boleh lebih dari 2 NTU. Logam aluminium merupakan logam yang paling banyak di dunia, ditemukan dalam tanah, air, dan udara. Karena aluminium sangat pervasif dalam lingkungan, pada titik yang tidak bisa dihindari, maka pengaruhnya terhadap manusia dapat menyebabkan penyakit Alzhemeir, penyakit Parkinson. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas koagulan poly aluminium chloride (PAC) dan tawas dalam menurunkan kadar logam aluminium (Al) didalam air baku sungai belawan. Kadar logam aluminium dan kekeruhan harus memenuhi persyaratan yang diperbolehkan agar layak untuk dikonsumsi. Koagulan yang digunakan adalah koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas. Metode yang digunakan dalam proses koagulasi menggunakan Jar Test dengan kecepatan pengadukan 140 RPM selama 5 menit untuk homogenisasi larutan dan pengadukan lambat selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan, pada air baku sungai belawan dengan kekeruhan 63.50 NTU dan kadar logam aluminium 0.32 mg/l setelah ditambahi koagulan PAC dan tawas dengan dosis yang berbeda koagulan PAC lebih efektif dalam menurunkan kekeruhan dimana pada dosis 23 ppm kekeruhan air yang ditambahkan PAC 1.01 NTU (memenuhi syarat air minum) sedangakan pada air yang ditambahkan tawas 6.20 NTU (tidak memenuhi syarat air minum). Dengan dosis optimum kedua koagulan mampu menurunkan kadar logam aluminium akan tetapi koagulan PAC lebih besar dalam menurunkan kadar logam aluminium dibandingkan koagulan tawas, sehingga dapat disimpulkan pada dosis 23 ppm air yang menggunakan koagulan PAC sudah layak dikonsumsi. Kata Kunci: Air Sungai, Logam Aluminium, PAC (Poly Aluminium Chloride), Tawas (Alum). DAFTAR ISI Halaman JUDUL . i LEMBAR PENGESAHAN . ii KATA PENGANTAR . iii ABSTRAK . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 3 1.2.1 Tujuan Penelitian . 3 1.2.2 Manfaat Penelitian . 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 4 2.1 Pengertian Air . 4 2.2 Sumber-sumber Air . 5 2.3 Penggolongan Air . 8 2.3.1 Menurut Peraturan Presiden No. 2 Tahun1990 . 8 2.3.2 Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416 Tahun 1990 . 8 2.4 Persyaratan Air Minum . 9 2.5 Aluminium . 10 2.6 Koagulan Poly Aluminium Clorida (PAC) dan Tawas . 12 2.6.1 Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) . 13 2.6.2 Koagulan Tawas . 14 2.7 Metode Jar Test . 15 2.8 Spektrofotometri . 16 BAB III METODOLOGI PENELITIAN . 18 3.1 Tempat dan Waktu . 18 3.2 Alat . 18 3.3 Bahan . 18 3.4 Prosedur Pengujian . 19 3.4.1 Penyiapan Sampel Air Baku (Air Sungai) . 19 3.4.2 Pembuatan Koagulan PAC dan Tawas . 19 3.4.3 Prosedur Jar test Menentukan Dosis Optimum . 19 3.4.4 Prosedur Penetapam Kadar LogamAluminium . 20 3.4.4.1 Persiapan Sampel Uji . 20 3.4.4.2 Prosedur Penetapan Kadar Logam Aluminium Menggunakan Spektrofotometer . 20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 22 4.1 Hasil . 22 4.2 Pembahasan . 24 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . 27 5.1 Kesimpulan . 27 5.2 Saran . 28 DAFTAR PUSTAKA . 29 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Hasil Penelitian Efektivitas Koagulan PAC dan tawas Terhadap Logam Aluminium Dengan Dosis Berbeda . 22 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 4.1 Hasil Penelitian Efektivitas Koagulan PAC Dan Tawas Terhadap Logam Aluminium Dengan Dosis yang Berbeda . 23 DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Gambar Sampel Penelitian . 31 Lampiran 2. Gambar Alat-alat . 32 Lampiran 3. Gambar Bahan-bahan . 34 Lampiran 4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492 Tahun 2010 . 35 Lampiran 5. Sasaran Mutu Pengelola Instalasi Air PDAM Tirtandi Sumatera Utara . 36 EFEKTIVITAS KOAGULAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) DAN TAWAS TERHADAP LOGAM ALUMINIUM (AL) PADA AIR BAKU PDAM TIRTANADI HAMPARAN PERAK ABSTRAK Air Sungai Belawan telah mengalami perubahan akibat aktivitas manusia. Air ini digunakan sebagai air baku karena ketersediaannya yang cukup banyak dan dekat dengan Instalasi Pengolahan Air PDAM Hamparan Perak. Masalah utama dalam mengolah air sungai berhubungan dengan karakteristik spesifik yang dimilikinya yakni kualitas dari air tersebut belum memenuhi standar kualitas air untuk dikonsumsi. Peraturan Standart Mutu Instalasi Pengolahan Air PDAM Provinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa kekeruhan air minum tidak boleh lebih dari 2 NTU. Logam aluminium merupakan logam yang paling banyak di dunia, ditemukan dalam tanah, air, dan udara. Karena aluminium sangat pervasif dalam lingkungan, pada titik yang tidak bisa dihindari, maka pengaruhnya terhadap manusia dapat menyebabkan penyakit Alzhemeir, penyakit Parkinson. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas koagulan poly aluminium chloride (PAC) dan tawas dalam menurunkan kadar logam aluminium (Al) didalam air baku sungai belawan. Kadar logam aluminium dan kekeruhan harus memenuhi persyaratan yang diperbolehkan agar layak untuk dikonsumsi. Koagulan yang digunakan adalah koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas. Metode yang digunakan dalam proses koagulasi menggunakan Jar Test dengan kecepatan pengadukan 140 RPM selama 5 menit untuk homogenisasi larutan dan pengadukan lambat selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan, pada air baku sungai belawan dengan kekeruhan 63.50 NTU dan kadar logam aluminium 0.32 mg/l setelah ditambahi koagulan PAC dan tawas dengan dosis yang berbeda koagulan PAC lebih efektif dalam menurunkan kekeruhan dimana pada dosis 23 ppm kekeruhan air yang ditambahkan PAC 1.01 NTU (memenuhi syarat air minum) sedangakan pada air yang ditambahkan tawas 6.20 NTU (tidak memenuhi syarat air minum). Dengan dosis optimum kedua koagulan mampu menurunkan kadar logam aluminium akan tetapi koagulan PAC lebih besar dalam menurunkan kadar logam aluminium dibandingkan koagulan tawas, sehingga dapat disimpulkan pada dosis 23 ppm air yang menggunakan koagulan PAC sudah layak dikonsumsi. Kata Kunci: Air Sungai, Logam Aluminium, PAC (Poly Aluminium Chloride), Tawas (Alum). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan suatu persenyawaan kimia sangat sederhana yang terdiri dari dua atom hidrogen (H) berikatan dengan satu atom oksigen (O). Secara simbolik air dinyatakan sebagai H2O. Air serta bahan-bahan dan energi yang dikandung di dalamnya merupakan lingkungan bagi bakteri air. Pengaruhnya terhadap kehidupan biota air, yaitu sifat fisikanya sebagai medium tempat hidup tumbuh-tumbuhan dan hewan begitu juga dengan sifat kimianya sebagai pembawa zat hara yang diperlukan bagi pembentukan bahan-bahan organic oleh tumbuhtumbuhan dengan produksi primernya (Andi, 2007). Air mempunyai sifat yang khusus di antara zat cair, karena molekulnya cenderung membentuk kelompok atau agregasi akibat sifat listriknya dan sifat tersebut bergantung pada suhu. Pada suhu rendah molekul air tersusun dalam bidang empat, yaitu satu molekul berada di tengah – tengah dan empat molekul di sudut suatu bidang empat. Struktur seperti ini terdapat dalam bentuk es. Dalam bentuk cair bidang empat ini rusak dan membentuk agregasi, jika suhu sedikit demi sedikit berubah maka berbentuk bola yang mempunyai susunan yang rapat. Susunan bidang empat mempunyai volume yang terbesar dan berat jenis yang terkecil, sedangkan bentuk bola yang rapat mempunyai berat jenis yang besar (Andi, 2007). Aluminium (Al) merupakan logam yang paling banyak di dunia, ditemukan dalam tanah, dalam air dan udara. Sekitar 8% kerak bumi terdiri dari aluminium. Elemen ini adalah logam yang paling berlimpah yang secara alamiah terdapat di udara, tanah dan air. Oleh karena itu, eksposur lingkungan terhadap aluminium adalah memungkinkan secara potensial. Perannya tidak bisa dihindari karena senyawa-senyawa aluminium ditambahkan bukan hanya kesuplai air tetapi juga kebanyak makanan dan obat-obatan yang di proses. Karena aluminium sangat pervasif dalam lingkungan, pada titik yang tidak bisa dihindari, maka pengaruhnya terhadap manusia. Akhir-akhir ini masa dan media telah memperhatikan efek buruk aluminium terhadap kesehatan manusia, termasuk perannya dalam penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan sclerosis lateral amyotropik, juga mengenai risiko potensial terhadap bayi yang minum formula susu mengandung aluminium (Parulian, 2009). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tanggal 19 april tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum, kadar maksimal logam aluminium yang diperbolehkan adalah 0.2 mg/l. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini pada air sungai PDAM TIRTANADI di Hamparan Perak, sehingga penulis memilih judul tentang ”Efektivitas Koagulan PAC dan Tawas Terhadap Logam Aluminium Pada Air Baku PDAM Tirtanadi Hamparan Perak”. Penelitian ini menggunakan metode Jar Test dan Spektrofotometri. 1.2 Tujuan dan Manfaat 1.2.1 Tujuan Percobaan Penelitian ini bertujuan untuk: a. Mengetahui kadar logam aluminium sebelum dan sesudah penambahan koagulan poly aluminium chloride (PAC) dan tawas pada air baku sungai Belawan menggunakan metode spektrofotometri dan Jar Test. b. Mengetahui efektifitas pengaruh koagulan PAC dan tawas terhadap logam aluminium pada air baku PDAM Tirtanadi Hamparan Perak. c. Mengetahui dosis optimum koagulan PAC dan tawas terhadap penurunan logam aluminium pada air baku sungai Belawan PDAM Tirtanadi Hamparan Perak. 1.2.2 Manfaat Percobaan Manfaat dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui efektivitas koagulan yang paling berpengaruh terhadap penurunan logam aluminium pada air baku sungai Belawan PDAM Tirtanadi Hamparan dan menganalisis kadar aluminium di dalam air baku sungai Belawan dengan menggunakan metode Jar test dan spektrofotometri serta mengetahui batas logam aluminium yang diperbolehkan terdapat didalam air sesuai dengan peraturan Permenkes No. 492/MENKES/PER/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Air Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain (Effendi, 2003). Air merupakan kebutuhan dasar manusia, air dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidup. Semakin banyak jumlah penduduk, pemanfaatan sumber daya air semakin meningkat. Eksploitasi sumber-sumber air yang berlebih dengantidak diimbangi dengan perawatan terhadap sumber air akan mengakibatkan kelangkaan air. Ditambah lagi ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, melakukan penebangan pohon tanpa memperdulikan penghijauannya, pembangunan betonisasi yang mengurangi resapan air tanah, pembuangan sampah dan limbah industri ke sungai-sungai, akibatnya dewasa ini sumber air baku air bersih menjadi sangat langka. Penyediaan air bersih selain kuantitas, kualitas juga harus memenuhi syarat bakumutu air. Maka dari itu perusahaan air minum selalu memeriksa kualitas air hasil pengolahan sebelum didistribusikan kepada pelanggan (Rifai, 2007). Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan yang dapat diminum sedangkan KEPMENKES RI No. 17/MENKES/VII/2002, mengartikan air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Standar kualitas air minum yang digunakan diatur oleh Pemerintah melalui PERMENKES No. 416/MENKES/PER/IX/1990 antara lain : a. Tidak berbau dan tidak berasa b. Kekeruhan tidak lebih dari skala 5 NTU c. pH antara 6,5-8,5 d. Besi sebagai Fe 0,3 mg / lt e. Mangan sebagai Mn 0,1 mg / lt f. Zat organik sebagai KMnO4 10 mg / lt g. Bebas bakteri indikator penyakit yang disebarkan (Rifai, 2007). Demi pemenuhan kebutuhan air bersih, dicari antara 4-8. Jumlah pemakaina tawas tergantung turbidity (kekeruhan) air baku,. Semakin tinggi turbinity air baku maka semakin besar jumlah tawas yang dibutuhkan. Pemakaian tawas juga tidak terlepas dari sifat-sifat kimia yang terkandung oleh air baku tersebut. Semakin banyak dosis tawas yang di tambahkan maka ph akan semakin turun, karena di hasilkan asam sulfat sehingga di perlukan pencarian dosis tawas yang efektif antara pH 5,8-7,4. Koagulan yang berbasis aluminium seperti aluminium sulfat digunakan pada pengolahan air minum untuk memperkuat penghilangan materi partikulat, koloidal dan bahan-bahan terlarut lainnya melalui air, sehingga menimbulkan konsentrasi aluminium yang lebih tinggi dalam air yang diolah dari pada dalam air mentah itu sendiri. 2.6 Spektrophotometer DR 2400 Spektrophotometer DR 2400 adalah salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis kandungan nutrien di dalam air. Beberapa petunjuk yang mengatakan bahwa dalam penggunaannya jangan menempatkan botol yang lebih panas dari 100 ° C (212 ° F) ke salah satu adapter sel sampel dan jangan dalam kondisi basah harus dalam konsisi kering. Mengaktifkan Power On dan Off Hidupkan alat dan mematikan. Pertama kali instrumen dihidupkan, layar pemilihan bahasa akan musncul. Pilih bahasa, lalu tekan OK. Pada setiap berhasil instrumen power-up, kalibrasi panjang gelombang akan dilakukan secara otomatis, dan kemudian Menu Utama akan muncul. Beberapa bagian buku panduan berikut berisi informasi dalam bentuk peringatan, peringatan dan catatan yang memerlukan perhatian khusus. Baca dan ikuti petunjuk ini dengan seksama untuk menghindari cedera dan kerusakan instrumen. Hanya teknisi yang memenuhi syarat untuk melakukannya, harus melakukan tugas instalasi/ pemeliharaan yang dijelaskan dalam bagian ini manual. Untuk memverifikasi kinerja fotometrik dari DR/ 2400 dengan standar, instrumen nol harus dilakukan pada "seperti" standar untuk memperoleh kemampuan kinerja maksimum dari instrumen. Contoh berikut memberikan metode untuk memeriksa akurasi fotometri menggunakan standar kaca dengan DR / 2400 yang paling sesuai dengan kinerja yang diperoleh ketika kosong digunakan dalam Hach metode analisis air. 1. Dengan instrumen off, tekan tombol Power dan terus ke bawah sampai layar pemilihan bahasa muncul. 2. Pilih bahasa, lalu tekan OK. Layar menu akan muncul dalam bahasa yang dipilih. 3. Lalu pilih tekan hach program pilih program yang sesuai dengan zat yang akan di analisis kemudian ikuti aturan selanjutnya. BAB III METODE PENGUJIAN 3.1 Tempat Pengujian Efektivitas koagulan Tawas dan PAC terhadap logam Nitritdilakukan di laboratorium PDAM TIRTANADI Instalasi Pengolahan Air Hamparan Perak yang berlokasi di desa Klambir V Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang. 3.2 Sampel Air baku untuk PDAM TIRTANADI Hamparan Perak adalah air sungai bagian hulu sungai Hamparan Perak digunakan melalui beberapa tahapan dengan metode jar test yaitu proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi. 3.3 Alat-alat Alat- alat yang digunakan adalah Spektofotometer DR 5000, Beaker gelas 50 ml, Erlenmeyer 25 ml, Labu ukur 10 ml, Kuvet 10 ml, Pipet volume 10 ml, Magnetic Stirer , Hot plate. 3.4 Bahan-bahan Bahan-bahan yang digunakan adalah Nitriver 3 Nitrite Reagent powder pillow, 3.5 Prosedur Pengujian 3.5.1 Prosedur Penyiapan Sampel air baku (air sungai) a. disiapkan 5 buah jerigen b. diambil air baku di sungai hulu belawan dengan cara berlawanan arah sungai dan dengan jarak 5 m. c. dimasukkan air baku ke dalam 5 beaker gelas bervolume 1000 ml. d. air baku siap di lakukan penelitian 3.5.2 Prosedur Pembuatan Koagulan PAC a. Disiapkan bahan dan alat yang akan digunakan b. Diambil serbuk pac sebanyak 10 mg dan di timbang dengan konsentrasi 1% c. Dilarutkan dalam 1000 ml menggunakan aquades di homogenkan dengan magnetik stirer sampai 5 menit. 3.5.3 Prosedur Pembuatan Koagulan Tawas a. Disiapkan bahan dan alat yang akan digunakan b. Diambil granul Tawas sebanyak 10 mg dan di timbangdengan konsentrasi 1% c. Dilarutkan dalam 1000 ml menggunakan aquades di homogenkan dengan magnetik stirer sampai 5 menit. 3.5.4 Prosedur Metode jar tes a. Masing-masing beaker gelas yang berisi air baku 1000 ml di pastikan tidak basah (kondisi luar kering). b. Dimasukkan koagulan pac sebanyak 19 ml ke masing-masing beaker gelas c. ke dalam alat jar test 3.5.5 Prosedur Penetapan Kadar Nitrit a. Pastikan analis telah memakai masker dan sarung tangan b. Tekan power pada alat spektrofotometer DR/2400 c. Tekan HACH Program d. Pilih program 371 Nitrit LR di layar akan menunjukkan mg/L NO2- N isi cell dengan 10ml benda uji e. Tambahkan 1 kandungan Nitriver 3 Nitrite Reagent powder pillow(Persiapan contoh), tutup kemudian aduk. f. Tekan tanda timer, tekan OK 20 menit, masa reaksi akan di mulai, setelah waktunya tercapai layar akan menunjukkan mg/L NO2- N. I. Isi cell kedua dengan benda uji sebanyak 10 ml ( sebagai blanko), masukkan blanko pada dudukan cell, tutup g. Tekan zero, pada layar akan menunjukkan 0,00 mg/L NO2- N h. Masukkan persiapan contoh pada dudukan cell, kemudian tutup tekanREAD, catat hasil analisa NO2–N yang di tunjuk pada layar untuk mendapatkan hasil nitrit lihat perhitungan berikut : mg/L Nitrit x 3,3. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Sampel air baku di sungai belawan di Hamparan Perak, ditentukan kadar nitritnya (NO2) menggunakan Spektrofotometer DR 2400 dengan penambahan3 Nitrite Reagent powder pillow Berikut merupakan hasil pengukuran kadar nitrit dengan variasi 5 sampel air baku di sungai belawan Hamparan Perak (Tabel 4.1). Tabel 4.1. Kadar logam nitrit (NO2) dan kekeruhan sungaihamparanperak No Sampel Kekeruhan (NTU) LogamNitrit (mg/L) 1 Air Baku 1 2 Air Baku2 3 Air Baku3 4 Air Baku4 5 Air Baku5 Rata-rata SD 86 110 125 136 142 120 ±22,48 0,051 0,053 0,051 0,053 0,053 0.052 ±0,001 Penentuan dosis optimum koagulan PAC (Poly Aluminium Chloride) dan Tawas (Alum) terhadap sampel air di Sungai Belawan Hamparan Perak pada air baku-1 sampai air baku -5, dilihat dari parameter kekeruhannya menggunakan alat Turbiditimeter dengan variasi dosis (ppm) yang berbeda-beda. Setelah pengujian kekeruhan dari kelima sampel dengan dosis bervariasi di dapat rata-rata simpangan baku dari kelima sampel. Berikut merupakan hasil pengukuran kadar Turbidity air baku sampel 1, 2, 3, 4 dan 5 (Tabel 4.2). Tabel 4.2 Rata-rata kekeruhan dari lima sampel air baku dengan penambahan koagulan PAC menggunakan metode jar testdan turbidimetri No Sampel 1. Sampel 1 2. Sampel 2 3. Sampel 3 4. Sampel 4 5 Sampel 5 Rata-rata SD Kekeruhan dengan Dosis PAC yg berbeda (NTU) 19 ppm 21 ppm 23 ppm 25 ppm 27 ppm 7,36 3,47 1,70 0,98 0,70 6,33 4,52 2,35 1,00 0,80 6,97 3,68 1,94 1,04 1,03 7,21 3,60 1,89 1,02 0,74 7,91 5,43 2,20 1,01 0,83 7,16 4,14 2,01 1,01 0,82 ±0,5765 ±0,8307 ±0,3797 ±0,0223 ±0,1278 Untuk dapat melihat lebih jelas efektitivitas kekeruhan koagulan PAC terha dap dari tabel 4.2 dapat dilihat dari grafik. Berikut merupakan gambar grafik ratarata pengujian kekeruhan dari kelima sampel dengan dosis bervariasi dapat dilihat pada grafik (Grafik 4.1). Gambar 4.1. Grafik rata-rata simpangan baku kekeruhan dari lima sampel airbaku menggunakan koagulan PAC. Untuk melihat keakuratan data dari kelima sampel dilihat dari parameter kekeruhannya untuk mendapatkan dosis optimum maka dilakukan pengujian statistika menggunakan uji one way anova. Berikut merupakan data uji statistika uji one way anova dari kelima sampel dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Uji statistika one way anova dari kelima sampel dilihat dari parameter kekeruhannya menggunakan koagulan PAC untuk mendapatkan dosis optimum ANOVA Between Groups Within Groups Total kekeruhan Sum of Squares 141,243 4,425 145,668 df 4 20 24 Mean Square 35,311 ,221 F 159,603 Sig. ,000 Homogeneous subsets Tukey HS Dosis dengan koagulan PAC Kekeruhan N1 Subset for alpha = 0.05 23 4 koagulan pac dosis 27 5 ,8200 koagulan pac dosis 25 5 1,0100 koagulan pac dosis 23 5 koagulan pac dosis 21 5 koagulan pac dosis 19 5 Sig. Means for groups inhomogeneous subsets ,967 are displayed. a.Uses Harmonic Mean Sample Size = 5,000. 2,0160 1,000 4,1400 1,000 7,1560 1,000 Berdasarkan pengujian data statistika di atas menggunakan uji one way anova di simpulkan bahwa terdapat perbedaan statistika yang signifikan dengan probabilitas lebih kecil dari 0,05 (0.00) pada dosis koagulan PAC dengan kata lain Ho di tolak dan Hi di terima. Selain itu dari uji post-Hoc menggunakan turkey dapat disimpulkan bahwa dosis yang digunakan adalah di 25 ppm, karena pada dosis 25 ppm kekeruhannya dibawah 2 NTU yaitu 1,01 NTU dan SDnya ± 0,0223 mg/L, sedangkan di dosis 19 ppm, 21 ppm, 23 ppm adalah 2,01 mg/Ldan SDnya ± 0,3797, 4,14 mg/L danSDnya ± 0,8307 dan 7,15 mg/L dan SDnya ± 0,5765 masih menyimpang syarat sasaran mutu PDAM Tirtanadi 1,03 ,70 7,91 Post Hoc Tests Dependent variable kekeruhan Tukey HSD koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 Mean Difference (I- J) 3,01600* 5,14000* 6,14600* 6,33600* -3,01600* 2,12400* 3,13000* 3,32000* Std. Error ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 Sig. ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 Dependent variable kekeruhan Tukey HSD (I) Dosis dengan koagulan (J) Dosis dengan PAC koagulan PAC koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 25 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 27 koagulan pac dosis 19 koagulan pac dosis 21 koagulan pac dosis 23 koagulan pac dosis 25 -5,14000* -2,12400* 1,00600* 1,19600* -6,14600* -3,13000* -1,00600* ,19000 -6,33600* -3,32000* -1,19600* -,19000 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,29748 ,000 ,000 ,022 ,005 ,000 ,000 ,022 ,967 ,000 ,000 ,005 ,967 95% Confidence Interval Lower Bound 2,1258 4,2498 5,2558 5,4458 Upper Bound 3,9062 6,0302 7,0362 -3,9062 1,2338 2,2398 2,4298 -2,1258 3,0142 4,0202 -6,0302 -3,0142 ,1158 ,3058 -7,0362 -4,0202 -1,8962 -,7002 -7,2262 -4,2102 -2,0862 -1,0802 -4,2498 -1,2338 1,8962 -5,2558 -2,2398 -,1158 -5,4458 -2,4298 -,3058 ,7002 Lampiran 4.Uji one way anova koagulan Tawas untuk mendapatkan dosis optimum Descriptives kekeruhan N koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 Tota l Mean Std. Deviation Std. Error 95% Confidence. 5 18,8800 5 12,6800 5 8,0060 5 3,6960 5 2,4800 25 9,1484 2,94398 3,23218 2,08513 ,76641 ,60922 6,49060 1,31659 1,44548 ,93250 ,34275 ,27245 1,29812 Lower Bound 15,2246 8,6667 5,4170 2,7444 1,7236 6,4692 Descriptives kekeruhan 95% Confidence. koagulan tawas dosis 19 Upper Bound 22,5354 koagulan tawas dosis 21 16,6933 koagulan tawas dosis 23 10,5950 koagulan tawas dosis 25 4,6476 koagulan tawas dosis 27 3,2364 Total 11,8276 Dependent variable kekeruhan Tukey HSD Minimum 14,50 9,70 6,26 2,80 1,57 1,57 (I) Dosis dengan koagulan TAWAS koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 (J) Dosis dengan koagulan TAWAS koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 Maximum 21,70 17,40 11,30 4,69 3,00 21,70 Mean Difference (I- J) 6,20000* 10,87400* 15,18400* 16,40000* -6,20000* 4,67400* 8,98400* 10,20000* -10,87400* -4,67400* 4,31000* 5,52600* Std. Error 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 Sig. ,002 ,000 ,000 ,000 ,002 ,024 ,000 ,000 ,000 ,024 ,041 ,006 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 -15,18400* -8,98400* -4,31000* 1,21600 -16,40000* -10,20000* -5,52600* -1,21600 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 1,39772 ,000 ,000 ,041 ,905 ,000 ,000 ,006 ,905 Dependent variable kekeruhan Tukey HSD (I) Dosis dengan koagulan (J) Dosis dengan TAWAS koagulan TAWAS koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 27 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound 2,0175 6,6915 11,0015 12,2175 -10,3825 ,4915 4,8015 6,0175 -15,0565 -8,8565 ,1275 1,3435 10,3825 15,0565 19,3665 20,5825 -2,0175 8,8565 13,1665 14,3825 -6,6915 -,4915 8,4925 9,7085 koagulan tawas dosis 25 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 27 -19,3665 -13,1665 -8,4925 -2,9665 -11,0015 -4,8015 -,1275 5,3985 koagulan tawas dosis 27 koagulan tawas dosis 19 koagulan tawas dosis 21 koagulan tawas dosis 23 koagulan tawas dosis 25 -20,5825 -14,3825 -9,7085 -5,3985 -12,2175 -6,0175 -1,3435 2,9665 Lampiran 5 Hasil Uji Independent Samples Test Logam Besi menggunakan Koagulan PAC dan Tawas Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Kadar_Besi Equal variances assumed 2,941 ,125 -9,092 8 Equal variances not assumed -9,092 4,557 Tabel 4.8 Independent Samples Test KADAR_BESI Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -,33347 -,19853 -,34346 -,18854 Lampiran 6.Bagan Alir Penelitian a. Pengambilan sampel Air baku sungai PDAM Tirtanadi Hamparan Perak Diambil 5 liter air baku sungai PDAMTirtanadi Hamparan Perak dengan jarak ± 3 m Dimasukkan ke dalam 5 buah jerigen Di masukkan ke dalam beaker gelas 1000 ml Pengujian dapat dilakukan Air baku di dalam beaker 1000 ml b. Pembuatan larutan koagulan PAC Serbuk PAC Ditimbang serbuk PAC sebanyak 10 mg dengan konsentrasi 1% Dimasukkan ke dalam erlemeyer 1000 ml Dilarutkan dengan akuades sebanyak 1000 ml secara perlahan-lahan Diaduk dengan batang pengaduk sampai serbuk larut homogen dengan akuades Larutan koagulan PAC c. Pembuatan larutan koagulan Tawas Granul Tawas Ditimbang serbuk PAC sebanyak 10 mg dengan konsentrasi 1% Dimasukkan ke dalam erlemeyer 1000 ml Dilarutkan dengan akuades sebanyak 1000 ml secara perlahan-lahan Diaduk dengan batang pengaduk sampai serbuk larut homogen dengan akuades Larutan koagulan Tawas d. Pengujian koagulan pac dan tawas untuk menentukan dosis optimum 6 Beaker gelas berisi 1000 ml air baku (air sungai) Diambil larutan pac dan tawas dengan konsentrasi 19 ppm, 21 ppm , 23 ppm, 25 ppm dan 27 ppm Dihidupkan alat jar test Diatur waktu dan kekuatan mixer yaitu: tahap koagulasi kekuatan 140 rpm dengan waktu 5 menit, tahap floakulasi kekuatan 50 rpm dengan waktu 10 menit dan tahap sedimentasi tidak menggunakan mixer hanya didiamkan selama 20 menit. Dilakukan pengujian terhadap kekeruhan untuk menentukan dosis optimum. Dosis optimum yang digunakan adalah mendekati 1 NTU Hasil Dosis Optimum 25 ppm e. Penetuan kadar logam besi menggunakan metode spektrofotometer DR 2400 AIR RESERVOIR Diambil air reservoir campuran pac dan tawas dengan dosis optimum 25 ppm yang telah di jar test Diambil 10 ml dan dimasukkan ke dalam 4 kuvet dimana: kuvet pertama 10 ml air yang telah di campur koagulan pac sebagai baku pembanding dan kuvet ke dua 10 ml sebagai sampel uji dan kuvet ketiga 10 ml air yang telah di acmpur tawas sebagai baku pembanding dan 10 ml air yang telah bercampur tawas sebagai sampel uji. Ditekan power pada alat spektrofotometer DR 2400 Ditekan Hach Program dipilih program 265 Iron, Ferrover tekan START, layar akan menunjukkan mg/L diambil kuvet pertama berisi 10 ml air reservoir di tambahkan 1 kandungan ferrover iron reagent powder pillow, diaduk sampai homogen tekan tanda timer pada alat spektrofotometer DR 2400 pada layar akan menununjukkan 0,00 mg/l fe Masukkan sampel dalam dudukan cell dan tekan “read”, lalu catat hasil yang tertera pada layar. HASIL Lampiran 7.Alat dan Bahan Koagulan pac dan tawas Sampel saat di lat jar test Hasil Uji Jar Test Koagulan Pac dan Tawas Alat Spektrofotometer DR 2400 Reagen Ferrover Iron Reagent Powder pillow Air Reservoir Penambahan Koagulan PAC Air Reservoir Penambahan Koagulan Tawas Air reservoir sebelum dan sesudah penambahan koagulan pac dan tawas Lampiran 8. Permenkes 2010 Lampiran 9. Sasaran mutu Instalasi Pengelola Air PDAM Tirtanadi Sumatera Utara
Efektivitas Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas Terhadap Logam Aluminium Pada Air Baku PDAM Tirtanadi Hamparan Perak Hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Jar Test Spektrofotometri TINJAUAN PUSTAKA Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.416 tahun 1990 Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Air TINJAUAN PUSTAKA Persyaratan Air Minum Aluminium Poly Aluminium Chlorida PAC Sumber-sumber Air TINJAUAN PUSTAKA Tujuan Percobaan Manfaat Percobaan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Efektivitas Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Tawas Terhadap Logam Aluminium Pada Air Baku PDAM Tirtanadi Hamparan Perak

Gratis