Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT. Multi Structure Duri-Riau

 6  146  120  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. MULTI STRUCTURE DURI-RIAU SKRIPSI

  Medan, Juli 2015Oktavia Megasari ABSTRAK Pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan sangatlah penting karena bertujuan untuk menciptakan sistem keselamatan dankesatuan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mengurangi kecelakaan. Hal ini terbukti dengan hasil perhitungan SPSS yang menyatakan bahwa F hitung = 512,277 lebih besar dari nilai F tabel = 3,938 , dannilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,916 yang menunjukkan hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada PT.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

II KATA PENGANTARIII ABSTRAK

IV DAFTAR ISI

I LEMBAR PENGESAHAN V DARTAR TABEL VI DAFTAR GAMBAR

VII DAFTAR LAMPIRAN

  2.3.1 Tujuan dan Manfaat K3……………………………...…… 3.3 Populasi dan Sampel………………………...……..……………. 12 6 2.3 Keselamatan dan KesehatanKerja………………...………...…… 10 9 2.2 Produktivitas Kerja………………………………………………..

3.8.3.1 Uji Normalitas…………………………………

39 3.8.4 Analisis Regresi Linear Sederhana…………………… 39 3.8.5 Pengujian Hipotesis…………………………………… 40

3.8.5.1 Uji T……………………………………………

  40 3.8.5.2 Uji F…………………………………………... 41 3.8.6 Koefisien Determinasi………………………………....

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian……………………………………

  44 4.1.1 Profil PT. Multi Stucture Duri- Riau…………………….

4.2.2 Analisis Deskriptif………………………………………

  64 4.2.2.1 Deskripsi Data Variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (X)…………………………... 65 4.2.2.2 Deskripsi Data Variabel Produktivitas Kerja (Y)……………………………………… 79 4.3 Analisis Data………………………………………………….

4.3.4 Analisis Regresi Linear Sederhana………………………

  94 4.3.5.1 Analisis Ujia Parsial (Uji- t)……………………94 4.3.5.2 Analsis Uji Simultan (Uji F)………………….. 95 2 4.3.6 Koefisien Determinasi R (R-Square)…………………… 96 4.3.7 Koefisien Korelasi………………………………………..

4.4 Pembahasan……………………………………………………

  99 4.4.1 Tingkat Keselamatan dan Kesehatan Kerja padaPT. MultiStructure Duri- Riau……………………………………...100 4.4.3 Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja TerhadapProduktivitas Kerja Karyawan Pada PT.

5.1 Kesimpulan…………………………………………………………

  103 5.2 Saran……………………………………………………………….. 104 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Laporan Kecelakaan kerja PT.

3.4 Koefisien Korelasi Product Moment…….……………………………43

  Multi Structure Duri- Riau…………….46 Tabel 4.2 Visi dan Misi PT. Multi Structure Duri- Riau…………………………48 Tabel 4.3 Sasaran dan Kebijakan PT.

4.1 Logo Perusahaan PT. Multi Structure Duri Riau…………………45

  Hal ini terbukti dengan hasil perhitungan SPSS yang menyatakan bahwa F hitung = 512,277 lebih besar dari nilai F tabel = 3,938 , dannilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,916 yang menunjukkan hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada PT. Berdasarkan uraian tersebut dapat di simpulkan, H o ditolak dan dengan demikian dinyatakanbahwa pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada karyawan PT.

1.1 Latar Belakang

  Dengan meningkatnya angka kecelakaan kerja yang terjadi dapat Pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan sangatlah penting karena bertujuan untuk menciptakan sistem keselamatan dankesatuan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mengurangi kecelakaan. 1.3 Rumusan Masalah Kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang terjadi pada karyawan dapat memberikan dampak yang buruk bagi karyawan dan perusahaan.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia

  Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa sumber daya manusia dalam organisasi bukan dianggap hanya sebagai alat produksi semata saja, tetapi sumberdaya manusia adalah asset yang perlu dipelihara, baik fisik maupun mental spiritualnya, sehingga mereka senantiasa dapat memberikan kontribusinya untukkemajuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia yang di kelola dengan baik dapat mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengantuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan.

2.1.1 Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia

  Unsur manusia (Man) ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu khusus untuk mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secaraefektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu dan dapat memberikan kepuasan bagi semua pihak (Jackson, Schuler, & Werner, 2011;12). Hal ini bertujuan agar para manajer tersebut mampu menerapkan pengelolahan sumber daya manusia yang baik dan benar(Hanggraeni, 2012;5).

2.2 Produktivitas Kerja

  Seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila ia mampu menghasilkan jumlah Mengingat pentingnya peranan manusia dalam suatu perusahaan, yang apabila salah memanfaatkan tenaga kerja manusia tersebut akan dapatmenimbulkan masalah yang sangat rumit, yang justru bisa menghancurkan tujuan perusahaan yang bersangkutan. Oleh sebab itu keselamatan dan kesehatan kerja berperanpenting dalam menjamin keamanan dalam proses produksi, sehingga produktivitas kerja karyawan dapat tercapai (Ridley, 2008;57) Adapun alat ukur produktrivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada teori Dessler (2006;64).

2.3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  Beberapayang menjadi masalah adalah tempat kerja yang tidak layak, hal ini dapat mengarah kepada bahaya yang dapat timbul ditempat kerja itu sendiri, kesehatanpekerja yang rendah, dan menurunnya produktivitas kerja karyawan. Keselamatan dan kesehatan kerja sangat berkaitan dengan upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan memiliki jangkauan berupaterciptanya masyarakat dan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan sejahtera.

2.3.1 Tujuan dan Manfaat K3

  Karena pada dasarnya tujuan K3 adalah untuk melindungi para tenaga kerja atas hak keselamatannya dalammelakukan pekerjaan dan untuk menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif sehingga upaya pencapaian produktivitas yang semaksimalnyadari suatu perusahaan dapat lebih terjamin (Ridley, 2008;54) Selain itu manfaat penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan menurut Mondy (2008;87) antara lain : 1. Peningkatan produktivitasPerusahaan yang menerapkan program K3 dengan baik dapat mendorong karyawannya untuk bekerja lebih maksimal dalammenyelesaikan pekerjaannya, sehingga dengan kondisi kerja dan program K3 yang baik dapat menjadikan karyawan senangdalam bekerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas kerja.

2.4 Penelitian Terdahulu

  4 Bella Keselamatan Analisis Kuantitatif Hasil penelitianGloria dan Pengaruh dengan menunjukkan Ukhisia kesehatan Keselamatan metode bahwa variabel kerja, dan Partial keselamatanproduktivitas Kesehatan Least kerja dengan karyawan Kerja Squares nilai koefisienterhadap regresi 0.137Produktivitas tidakKaryawan berpengaruh dengan signifikanMetode terhadap Partial Least produktivitas Squares karyawan. Dari hasil tersebut dapat 5 Imas Keselamatan Pengaruh koefisien HasilPermasih dan Program korelasi perhitunganM Kesehatan Keselamatan Pearson korelasi sebesar kerja, dan dan 0,609 yangproduktivitas Kesehatan analisis artinya terdapat kerja Kerja regresi hubungan yangkaryawan terhadap sederhana.

BAB II I METODE PENELITIAN

  teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling (sampel acaksederhana) yaitu sebuah proses sampling yang dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap satuan sampling yang ada dalam populasi mempunyai peluangyang sama untuk dipilih ke dalam sampel (Ating dan Sambas, 2006:71). 3.4 Hipotesis Berdasarkan pada pokok permasalahan, tujuan penelitian, dan model analisis yang telah dijelaskan maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :H : pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan .

3.6 Defenisi Operasional

  Varibel dalam penelitian ini meliputi dua variabel inti, yaitu Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai variabelbebas (variabel X) dan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel terikat(variabel Y). Variabel-variabel tersebut akan diuraikan sebagai berikut: 3.6.1 Operasionalisasi Variabel Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Variabel X) Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penelitian ini diukur melalui indikator yang meliputi: 1) mengukur danmengawasi, 2) pencegahan kecelakaan, 3) pencegahan penyakit, 4) manajemen tekanan, 5) program kesehatan.

3.6.2 Operasional Variabel Produktivitas Kerja Karyawan (Variabel Y)

Untuk mengukur produktivitas kerja karyawan, maka dapat digunakan beberapa indikator menurut Gery Dessler (1997:513), yaitu:(1) kualitas hasil kerja, (2) kuantitas hasil kerja, (3) disiplin kerja, dan (4) kerja lembur. Operasionalisasi variabel produktivitas kerja karyawan (variabelY) secara lebih rinci dapat dilihat penjabarannya pada tabel di bawah ini: Tabel 3.2 Operasional Variabel Produktivitas Kerja (Variabel Y) Variabel Indikator Ukuran SkalaPengukuran ProduktivitasKeja(Variabel Y) KuantitasKerja  Jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan Kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan Hasil yang dicapai sesuai dengan target perusahaan OrdinalKualitasKerja  Kemampuan mengevaluasiOrdinal  Standar hasil kerja Keterampilan dan kecakapan kerja Ketepatan Ordinal Datang ke tempat Waktu kerja tepat waktu Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu Tidak menunda- nunda pekerjaan Sumber : Hameed dan Amjad dalam Atika Puspita, 2012;36.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

  Sumber data primermengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi. Sumber data sekundermengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada.

3.7.1 Data Primer

  Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari indikator-indikator dari keduaveriabel yang bersangkutan untuk kemudian dijawab oleh responden. Untuk setiap pertanyaan disediakan hanya lima alternatif jawaban yang berjenjang yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.3 Skor Penilaian Keterangan Alternatif Jawaban Bobot Sangat tidak setuju / tidak pernah 1 tidak setuju / hampir tidak pernah 2 Kurang setuju / kadang-kadang 3 Setuju / sering 4 Sangat setuju / selalu 5 Sumber : Sekaran, 2006;32.

3.7.2 Data Sekunder

Data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari catatan atau dokumentasi perusahaan, informasi dari jurnal-jurnalatau bahan-bahan kepustakaan yang berhubungan dengan topik penelitin yang dibahas, yaitu melalui studi pustaka maupun situsinternet.

3.8 Teknik Analisis Data

  Nilai KMO dikatakan valid apabila nilainya sama dengan atau melebihi 0,5 (≥0,5) dan untuk Barlett Test of Sphericity dikatakan valid apabilanilainya sesuai dengan atau kurang dari 0,05 (≤0,05) (Santosodan Ashari, 2005;125) item-item yang mengukur sebuah konsep bersatu menjadi sebuah kumpulan (sekaran, 2006;40). B = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel produktivitas yangdidasarkan pada variabel pendidikan dan pelatihan.

3.8.5.1 Uji T

  Juliandi (2013:176), uji statistik t digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh variabel bebas secara individual dalammenerangkan variabel terikat. Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria: 1.

3.8.5.2 Uji F

  Menurut Juliandi (2013:175), untuk menganalisis apakah hipotesis diterima atau ditolak, maka dapat dilihat dari Uji F yakni pada nilaiprobabilitasnya. 0,05 ditetapkan sebesar 0.05 (Sig.≤ α b. Terima H jika nilai probabilitas yang dihitung > probabilitas yang ).

3.8.6 Koefisien Determinasi

  Koefisen korelasi yang diperoleh sama dengan nol (r =0) berarti hubungan kedua variabel yang diuji tidak ada. Koefisien korelasi yang diperoleh positif (r = +) artinya kenaikan nilai variabel yang lain dan kedua variabel memiliki hubunganpositif dan apabila Koefisien korelasi yang di peroleh negative (r = -) artinya kedua variabel negatif dan menunjukan meningkatnyavariabel yang satu diikuti menurunnya variabel lain.

BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang gambaran umum perusahaan

  dan hasil temuan dilapangan yang diperoleh peneliti melalui metode survey dengan menggunakan instrument Kuesioner. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 100 responden yang merupakan karyawan PT.

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Profil PT. Multi Structure Duri

  Dengan proyek pertama Pembangunan PerumahanPertamina di Balikpapan (1974) ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007 dalam meningkatkan kualitas dan mutu pekerjaan dalam memberikan pelayananterhadap stake holder dan perusahaan yang memiliki ikatan kerja. Manajemen perusahaan akan memastikan ketersediaan sumberdaya yang tepat dan mencukupi untuk menjalankan kebijakandan program-program QHES ini sebagai satu prioritas dengancara: Memastikan terlaksananya peningkatan berkesinambungan(Continual Inprovement) pada proses-proses yang ada dalampelaksanaan Sistem ManajemenQHES PT.

4.1.2 Struktur Organisasi

  Struktur Organisasi mempunyai peranan dan arti yang sangat penting, baik dalam suatu perusahaan atau lembaga instansi lainnya, karena tanpaadanya struktur organisasi yang sistematis maka akan sulit bagi suatu perusahaan untuk menjalankan segala aktivitas kegitannya secara terarahdan teratur dalam mencapai tujuan-tujuannya. S truktur organisasi akan membantu pimpinan dalam menentukan suatu alur kerja yang teratur dan terarah dimana setiap bagian dapat bekerjasamasecara harmonis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan karyawan.

4.1.3 Pembagian Kerja

   Membuat laporan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan. General Foreman  Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan dokumen kontrak. Memotivasi crew yang ada dilapangan agar mampu bekerja dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi.

4.2 Penyajian Data

  Penyajian data pada penelitian ini berupa hasil deskripsi data demografi responden, uji validitas dan reliabilitas, dan deskripsi data variabel penelitian. Bagain kedua : berisikan pertanyaan dari masing-masing variabel, yaitu variabel Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang terdiri dari 23 pertanyaan danvariabel Produktivitas Kerja Karyawan terdiri dari 15 pertanyaan.

4.2.1 Karakteristik Responden

Data identitas responden mencakup distribusi menurut jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan lama bekerja. Berdasarkan hasil penelitian yang telahdilakukan, maka identitas responden dapat diuraikan sebagai berikut:

4.2.1.1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

  Gambaran umum mengenai responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 97 orang responden atau 97%dibanding perempuan yang hanya 3 orang responden atau 3%.

4.2.1.2 Responden Berdasarkan Usia

  Gambaran umum mengenai responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia No. > 25 tahun 29 29 37 37 23 23 Jumlah 100 100 Sumber : Hasil Pengolahan Data Kuesioner 2015Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa untuk usia responden yang terbanyak adalah > 30 - 40 tahun yaitu sebanyak 37 orang atau 37%, diikuti dengan usia > 25 - 30 tahun sebanyak 29 orang atau 29%, responden yang berusia > 40 - 50 tahun sebanyak 23 orang atau 23%,dan responden yang berusia < 25 tahun yaitu sebanyak 11 orang atau11% .

4.2.1.3 Berdasarkan Lama Bekerja

  Data responden berdasarkan lamanya bekerja seorang karyawan dipilih untuk mengetahui apakah responden tersebut memiliki masakerja yang sudah cukup lama ataukah masih baru. Sumber : Hasil 5 23 39 18 20 Pengolahan Kuesioner 2015 10 Berdasarkan data diatas, responden yang bekerja < 2 tahun sebanyak 20 orang dengan persentase sebesar 20%, karyawan yangbekerja 2-4 tahun sebanyak 18 orang dengan persentase 18%, karyawan yang bekerja 4-6 Tahun 39 orang dengan persentase 39%,dan karyawan yang bekerja > 6 Tahun sebanyak 23 orang dengan persentase 23%.

4.2.1.4 Berdasarkan Status Pernikahan

  Sumber : Hasil Pengolahan Kuesioner 2015. Dari hasil Pengolahan kuesioner di dapatkan data responden pada karyawan Bagian Piping PT.

4.2.2 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing indikator dari variable. Untuk mengetahui penilaianresponden baik atau tidak menggunakan skor rata-rata yang dibagi menjadi lima dari skala 1 ( yang terendah) sampai skala 5 (yang tertinggi) (Sudjana,2000:79), yang dihitung dengan rumus: Nilai Tertinggi − Nilai TerendahPanjang Kelas = Banyak kelas Interval − = 0,8Panjang Kelas =

4.2.2.1 Deskripsi Data Variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  Variabel penelitian X merupakan variabel yang menjelaskan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Berikut ini adalah deskripsi jawaban responden berdasarkan variabel penelitian X ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja, diantaranyasebagai berikut : Tabel 4.6 Distribusi Tanggapan Responden Mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (X) Item Skor (%) Total Rata- Keterangan No.

9 Peralatan dapat

  Pada pertanyaan kedua belas “Terdapat sarana kesehatan yang memadai” , dapat digambarkan bahwa responden yang menjawab sangat setujuterdapat 25 orang atau 25%, 52 orang responden atau 52% menyatakan setuju, 19 orang responden atau 19% menyatakan kurang setuju, 3 orangresponden atau 3% meyatakan tidak setuju dan 1 orang atau 1% responden menjawab sangat tidak setuju . Pada pertanyaan ketiga belas “Tersedia tim medis yang cepat tanggap” , dapat digambarkan bahwa responden yang menjawab sangat setujuterdapat 29 orang atau 29%, 47 orang responden atau 47% menyatakan setuju, 20 orang responden atau 20% menyatakan kurang setuju, dan 4 Secara keseluruhan pertanyaan ketiga belas memperoleh rata-rata 4,01 hal ini menunjukkan keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan PT.

4.2.2.2 Deskripsi Data Variabel Produktivitas Kerja (Y)

  Variabel ini memuat beberapapertanyaan yang telah dibagikan pada responden terlebih dahulu, lalu kemudian dianalisis sesuai dengan jawaban responden. Kriteria penilaian ini didasarkan pada interval dengan ketentuan sebagai berikut:1,00 Berikut ini adalah deskripsi jawaban responden berdasarkan variabel penelitian Y (Produktivitas Kerja), diantaranya sebagai berikut : Tabel 4.7 Distribusi Tanggapan Responden Mengenai Produktivitas Kerja (Y) Item Skor (%) Total Rata- Keterangan No.

9 Kondisi kerja di

  Pada pertanyaan kesembilan “Kondisi kerja di tempat saya kerja sangat mendukung tercapainya hasil kerja yang baik”, dapat digambarkanbahwa responden yang menjawab sangat setuju terdapat 23 orang respoden atau 23%, 54 orang responden atau 54% menjawab setuju, 19orang responden atau 19% menjawab kurang setuju, 3 orang responden atau 3% menjawab tidak setuju dan 1 orang responden atau1% menjawab sangat tidak setuju. Pada pertanyaan kesepuluh “Saya selalu berusaha melakukan pekerjaan yang diberikan dengan rapi”, dapat digambarkan bahwa responden yang menjawab sangat setuju terdapat 22 orang respodenatau 22%, 53 orang responden atau 53% menjawab setuju, 19 orang responden atau 19% menjawab kurang setuju, 4 orang responden atau4% menjawab tidak setuju dan 2 orang responden atau 2% menjawab sangat tidak setuju.

4.3 Analisis Data

  Teknik yangdapat dipergunakan untuk uji validitas adalah dengan analisa item, dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir pertanyaan dalam kuesionerdikorelasikan dengan nilai total seluruh butir pertanyaan untuk suatu variabel dengan menggunakan software statistik. Nilai Koefisien X (b) sebesar 0,674 ini berarti variabel produktivitas berpengaruh positif terhadap variabel kesehatan dan keselamatan kerja,atau dengan kata lain jika variabel kesehatan dan keselamatan kerja ditingkatkan sebesar satu satuan, maka variabel produktivitas kerjasebesar 0,674.

4.3.5.1 Analisis Uji Parsial (Uji-t)

  Tabel 4.12 Uji Parsial (Uji-t) Sumber : Olahan SPSS, 2015 Dari hasil Uji - t dapat dilakukan pembahasan hipotesis yang diajukan sebagai berikut : Uji hipotesis pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja karyawan Pada PT. Berdasarkan pengujian parsial (Uji Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis H diterima berarti, Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara parsial amemiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT.

4.3.5.2 Analisis Uji Simultan (Uji F)

  Olehkarena itu dapat disimpulkan bahwa variabel Keselamatan dan KesehatanKerja secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji F, maka hipotesis H a dalampenelitian ini yang menduga bahwasanya Keselamatan dan KesehatanKerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.

2 Kd = r x 100%

  2 = (0.916) x100%= 83,9% Dari hasil perhitungan koefisien determinasi, dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan Keselamatan dan kesehatan Kerja mempunyai pengaruh sebesar83,9 % terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Menurut Simanjuntak (1993) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah pelatihan, mental dan kemampuan fisik Dalam pembahasan ini akan di jelaskan pengaruh Keselamatan danKesehatan Kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT.

4.4 Pembahasan

  Dalam penelitian ini difokuskan kepada aspek produktivitas kerja sedangkan hal-hal lain yang dianggap sebagai faktor pentingnya suatu pelaksanaanKeselamatan dan Kesehatan Kerja menurut Jackson, Schuler, & Werner, 2011;13 adalah salah satu aktivitas sumber daya manusia adalah kesehatan dankeselamatan kerja yang dapat melindungi pekerja dari bahaya di tempat kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerjanya. Program keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi setiap pekerja, sehingga dapatmengakibatkan peningkatan produktivitas kerja bagi karyawan maupun perusahaan.

4.4.1 Tingkat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada PT. Multi Structure Duri-Riau

  Hakikat dan tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja yaitu bahwa faktor K3 berpengaruh langsung terhadap efektivitas kerjapada tenaga kerja dan juga berpengaruh terhadap efisiensi produksi Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Multi Structure perhitungankoefisien determinasi adalah sebesar 83,9 %, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti sebesar 16,1 %sementara nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,916 yang menunjukkan hubungan keselamatan dan kesehatan kerja denganproduktivitas kerja karyawan pada PT.

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan literature pada bab sebelumnya, penulis mengambil kesimpulan dari penelitian mengenai pengaruh keselamatan dankesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Multi Structure perhitungan koefisien determinasiadalah sebesar 83,9 %, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti sebesar 16,1 % sementara nilai koefisien korelasi (r)sebesar 0,916 yang menunjukkan hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada PT.

5.2 Saran

  Berdasarkan kesimpulan yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dan positif dari variabel keselamatan dan kesehatan kerja terhadapvariabel produktivitas kerja, maka penulis memberikan saran-saran yang apat dijadikan rujukan dan bahan pertimbangan agar kedepannya dapat dihasilkan. Kesadaran karyawan akan keselamatan diri dan lingkungan harus selalu ditingkatkan, salah satunya adalah dengan memberikan apresiasi kepadakaryawan yang memberikan kontribusi lebih terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terh..

Gratis

Feedback