Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik

Gratis

15
127
86
2 years ago
Preview
Full text

PENGGUNAAN EKSTRAK BUAH SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) SEBAGAI PEWARNA DALAM SEDIAAN LIPSTIK SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara OLEH: SEPTIA NARTI NIM 081501002

  Lely Sari Lubis, M. NIP 195404121987012001 NIP 195807101986012001 Pembimbing II, Dra.

SEDIAAN LIPSTIK

  OLEH: SEPTIA NARTI081501002 Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji SkripsiFakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraPada Tanggal: Juni 2012 Pembimbing I, Panitia Penguji: Dra. NIP 195404121987012001 NIP 195807101986012001 Pembimbing II, Dra.

KATA PENGANTAR

  Formulasi ekstrak buah senduduk dalam sediaan lipstik, menunjukkan o bahwa sediaan yang dibuat homogen, titik lebur 52 C, memiliki kekuatan lipstik yang baik yaitu 80-86 g, cukup stabil, mudah dioleskan dengan warna yangmerata, pH berkisar antara 3,7-3,9, tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman untuk digunakan dan sediaan yang disukai adalah sediaan dengankonsentrasi ekstrak buah senduduk 17,5%, 20% dan 22,5%. Formulasi ekstrak buah senduduk dalam sediaan lipstik, menunjukkan o bahwa sediaan yang dibuat homogen, titik lebur 52 C, memiliki kekuatan lipstik yang baik yaitu 80-86 g, cukup stabil, mudah dioleskan dengan warna yangmerata, pH berkisar antara 3,7-3,9, tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman untuk digunakan dan sediaan yang disukai adalah sediaan dengankonsentrasi ekstrak buah senduduk 17,5%, 20% dan 22,5%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Tanaman yang mengandung antosianin dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami, salah satunya adalah buah senduduk (Melastoma malabathricumL.) Melastoma berasal dari bahasa Yunani yang artinya mulut hitam. Dilakukan ekstraksi zat warna buah senduduk yang kemudian dilanjutkan pada formulasi sediaan lipstik denganmenggunakan zat warna alami dari ekstrak buah senduduk.

1.2 Perumusan Masalah

  Apakah formulasi sediaan lipstik dengan ekstrak buah senduduk yang dibuat, stabil dalam penyimpanan pada suhu kamar. Fomulasi sediaan lipstik dengan ekstrak buah senduduk yang dibuat stabil dalam penyimpananan pada suhu kamar.

1.5 Manfaat Penelitian

Untuk meningkatkan daya guna dari buah senduduk sebagai pewarna alami, seperti penggunaan pewarna dalam sediaan lipstik yang aman digunakanoleh masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan

  Nama Lokal : Senduduk 2.1.4 Kandungan Kimia Buah senduduk mengandung antosianin yang tinggi dan merupakan bahan yang banyak menghasilkan antioksidan, jenis antosianin yang terdapat pada buah b mengandung tanin dan saponin (Anonim , 2011). Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yangsesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telahditetapkan (Ditjen POM, 1995).

2.2 Kulit

  Sangat jarangterdapat kelenjar lemak pada bibir, menyebabkan bibir hampir bebas dari lemak, sehingga dalam cuaca yang dingin dan kering lapisan jangat akan cenderungmengering, pecah-pecah, yang memungkinkan zat yang melekat padanya mudah berpenetrasi ke stratum germinativum (Ditjen POM, 1985). Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini, dahulu diramu dari Ilmu yang mempelajari kosmetika disebut “kosmetologi”, yaitu ilmu yang berhubungan dengan pembuatan, penyimpanan, aplikasi penggunaan, efek danefek samping kosmetika.

1. Kosmetika rias kulit (wajah) 2

3. Kosmetika rias rambut 4

  Kosmetika dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan dan pemakaiannya sebentar. Kosmetika dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu yang lama baru luntur.

2.5 Lipstik

  Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari campuran lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehinggadapat memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikehendaki. Streaking Streaking adalah kerusakan pada lipstik yang ditandai dengan terbentuknya garis tipis atau pita pada permukaan lipstik dengan warna yang berbeda.

2.5.1 Komposisi Lipstik

  Zat-zat pewarna (Coloring agent)Zat pewarna yang dipakai secara universal di dalam lipstik adalah zat warna eosin yang memenuhi dua persyaratan sebagai zat warna untuk lipstik,yaitu kelekatan pada kulit dan kelarutan dalam minyak. Bahan pewangiBahan pewangi (fragrance) atau lebih tepat bahan pemberi rasa segar (flavoring), harus mampu menutupi bau dan rasa kurang sedap dari lemak-lemak dalam lipstik dan menggantinya dengan bau dan rasa yang menyenangkan.

2.5.2 Evaluasi Lipstik

  Stabilitas SediaanPengamatan yang dilakukan meliputi adanya perubahan bentuk, warna dan bau dari sediaan lipstik dilakukan terhadap masing-masing sediaan selamapenyimpanan pada suhu kamar pada hari ke 1, 5, 10 dan selanjutnya setiap 5 hari hingga hari ke-30 (Vishwakarma, et al., 2011). Uji Tempel (Patch Test)Uji tempel adalah uji iritasi dan kepekaan kulit yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan uji pada kulit normal panel manusia dengan maksuduntuk mengetahui apakah sediaan tersebut dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak (Ditjen POM, 1985).

2 S = keseragaman nilai

  1,96 = koefisien standar deviasi pada taraf 95% x = nilai rata-rata x = nilai dari panelis ke i, dimana i = 1, 2, 3, ...n; i s = simpangan bakuP = tingkat kepercayaanµ = rentang nilai Kriteria panelis (BSN, 2006). Tertarik terhadap uji yang dilakukan dan mau berpartisipasi terhadap pengujian 3.

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian meliputi penyiapan

sampel, pembuatan ekstrak, formulasi sediaan, pemeriksaan mutu fisik sediaan, uji iritasi terhadap sediaan, dan uji kesukaan (Hedonic Test) terhadap variasikonsentrasi sediaan yang dibuat.

3.1 Alat dan Bahan

  3.1.2 Bahan Bahan tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah senduduk (Melastoma malabathricum L). Bahan kimia yang digunakan antaralain: akuades, etanol 96%, asam sitrat, olium ricini, cera alba, vaselin alba, setil alkohol, lanolin, carnauba wax, butil hidroksitoluen (BHT), titanium dioksida(TiO 2) , tween 80, parfum stroberi dan propilen glikol.

3.2 Penyiapan Sampel

  Sampel yang digunakan adalah buahsenduduk yang masih segar yang terdapat di Desa Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. 3.2.3 Pengolahan Sampel Buah senduduk yang masih segar sebanyak 1 kg dikumpulkan kemudian dicuci hingga bersih dan ditiriskan.

2.3 Pembuatan Ekstrak Buah Senduduk

  Sebanyak 1 kg buah senduduk dimaserasi dengan 1 liter etanol 96% yang telah dicampurkan dengan 20 gram asam sitrat, ditutup dan dibiarkan selama 1malam terlindung dari cahaya sambil sering diaduk, saring dengan kain kasa, filtrat ditampung (filtrat pertama). Kemudian ampas dimaserasi kembali dengan o diuapkan dengan bantuan alat rotary evaporator pada temperatur ± 50 C sampai tidak meninggalkan pelarut, kemudian dikeringkan dengan freeze dryer sehinggadidapatkan ekstrak buah senduduk (Hidayat, 2006).

2.4 Pembuatan Lipstik Dengan Ekstrak Buah Senduduk Sebagai Pewarna Dalam Berbagai Konsentrasi

2.4.1 Formula

  Oleh karena itu Berdasarkan hasil orientasi terhadap konsentrasi ekstrak buah senduduk dalam sediaan lipstik diperoleh hasil bahwa pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%,dan 10% warna tidak ke luar sehingga warna sediaan tidak dapat menempel saat dioleskan pada kulit punggung tangan. Maka konsentrasi ekstrak buahsenduduk yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, dan 22,5% karena warna dan konsistensi sediaan yang dihasilkan cukup baik.

5. Sediaan dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 20%

  R/ TiO 2 0,5% Propilen glikol 5%Tween 80 1%Minyak stroberi 0,5%BHT 0,1%Nipagin 0,1%Ekstrak buah senduduk 20%Basis lipstik ad 20 6. Sediaan dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 22,5%R/ TiO 2 0,5% Propilen glikol 5%Tween 80 1%Minyak stroberi 0,5%BHT 0,1%Nipagin 0,1%Ekstrak buah senduduk 22,5%Basis lipstik ad 20 Tabel 3.1 Modifikasi Formula Sediaan Lipstik dari Ekstrak Buah Senduduk Modifikasi formula sediaan lipstik dari ekstrak buah senduduk dapat dilihat pada Tabel 3.1 di bawah ini.

3.4.2 Prosedur Pembuatan Lipstik

  Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:Nipagin dilarutkan dalam propilen glikol, setelah nipagin larut, ekstrak buah senduduk kemudian dilarutkan dalam campuran propilen glikol dan nipagintersebut, Butil hidroksitoluen yang telah digerus dilarutkan dalam oleum ricini. Kemudian ditambahkan ke dalam campuran pewarna, nipagin, dan propilen glikol, lalu ditambahkan titanium dioksida yang telah digerus dan kemudiandiaduk hingga homogen (campuran A).

3.5 Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan Pemeriksaan mutu fisik dilakukan terhadap masing-masing sediaan lipstik

  Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi: pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik dan stabilitas sediaan yang mencakup pengamatan terhadapperubahan bentuk, warna dan bau dari sediaan, uji oles, pemeriksaan pH, uji iritasi, dan uji kesukaan (Hedonic Test). Pada perubahan bentuk diperhatikan apakah lipstik terjadi perubahan bentuk dari bentuk awal pencetakan atau tidak, pada perubahan warna 3.5.5 Uji Oles Uji oles dilakukan secara visual dengan cara mengoleskan lipstik pada kulit punggung tangan kemudian mengamati banyaknya warna yang menempeldengan perlakuan 5 kali pengolesan.

3.5.7 Pemeriksaan Homogenitas

  Masing-masing sediaan lipstik yang dibuat dari ekstrak buah senduduk diperiksa homogenitasnya dengan cara mengoleskan sejumlah tertentu sediaanpada kulit punggung tangan. Sediaan dikatakan homogen jika warna menempel secara merata pada kulit punggung tangan.

3.6 Uji Iritasi dan Uji Kesukaan (Hedonic Test)

Setelah dilakukan pengujian kestabilan fisik terhadap sediaan, kemudian dilanjutkan dengan uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic Test) terhadap sediaanyang dibuat.

3.6.1 Uji Iritasi

  Uji iritasi dilakukan terhadap sediaan lipstik yang dibuat dari ekstrak buah senduduk dengan maksud untuk mengetahui bahwa lipstik yang dibuat dapatmenimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Iritasi dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu iritasi primer yang akan segera timbul sesaat setelah terjadi pelekatan ataupenyentuhan pada kulit, dan iritasi sekunder yang reaksinya baru timbul beberapa jam setelah penyentuhan atau pelekatan pada kulit (Ditjen POM, 1985).

3.6.2 Uji Kesukaan

  Uji kesukaan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap sediaan lipstik yang dibuat. Uji kesukaan ini dilakukan secara visualterhadap 30 orang panelis.

5. Konsisten dalam mengambil keputusan 6

  Berbadan sehat Setiap panelis diminta untuk mengoleskan lipstik yang dibuat dengan berbagai konsentrasi ekstrak buah senduduk pada kulit punggung tangannya. Parameter pengamatan pada uji kesukaan adalah kemudahan pengolesan sediaan lipstik, homogenitas dan intensitas warna sediaan lipstik saat dioleskan pada kulitpunggung tangan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  Lipstik dengan konsentrasi pewarnaekstrak buah senduduk dengan konsentrasi 12,5% dan 15% berwarna merah muda, konsentrasi pewarna ekstrak buah senduduk 17,5% dan 20% berwarnamerah, dan ekstrak buah senduduk 25% berwarna merah maron. Lipstik yang baik memiliki titik lebur sebaiknya di atas 50 C, hal ini menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat memiliki titik lebur yang baik (Vishwakarma, dkk., 2011).

4.3.3 Kekuatan lipstik

  Hal ini menyebabkan lipstik dengan ekstrak senduduk 22,5%lebih mudah patah dibandingkan sediaan lipstik lain yang menggunakan ekstrak buah senduduk dengan konsentrasi yang lebih rendah. Kesimpulan ini diambil dengan membandingkan berat beban yang digunakan pada pengujian lipstik menggunakan ekstrak buah senduduk dengan dua sediaanlipstik yang beredar di pasaran, dimana lipstik yang beredar dipasaran patah pada penekanan dengan penambahan berat 60 gram dan 93 gram.

4.3.4 Stabilitas Sediaan

  Berdasarkan uji oles diperoleh hasil bahwa sediaan yang memiliki daya oles yang sangat baik adalah sediaan 3, 4 dan 5 yaitu lipstik dengankonsentrasi ekstrak buah senduduk 17,5%, 20%, 22,5%, hal ini ditandai dengan empat kali pengolesan sediaan telah memberikan warna yang intensif, merata danhomogen saat dioleskan pada kulit punggung tangan. Sedangkan, sediaan 1 dan 2 dengan konsentrasi 12,5% dan 15% memberikan warna yang intensif dan meratasetelah 6 kali pengolesan, karena warna sediaan terlalu muda sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan 1 dan 2 memiliki daya oles yang kurang baikdibandingkan sediaan 3, 4 dan 5.

4.4 Hasil Uji Iritasi

Data hasil uji iritasi pada sediaan terhadap 10 orang panelis dapat dilihat pada Tabel 4.5 di bawah ini: Tabel 4.5 Data uji iritasi Pengamatan Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kulit kemerahan (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)Kulit gatal-gatal (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)Kulit bengkak (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) Keterangan: (0) : tidak terjadi iritasi(+) : kulit kemerahan(++) : kulit gatal-gatal(+++) : kulit bengkak Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada 10 panelis yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan lipstik yang dibuat pada kulit lenganbawah bagian dalam selama tiga hari berturut-turut, menunjukkan bahwa semua panelis memberikan hasil negatif terhadap parameter reaksi iritasi yang diamatiyaitu adanya kulit merah, gatal-gatal, ataupun adanya pembengkakan. Dari hasil uji iritasi tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan lipstik yang dibuat amanuntuk digunakan (Ditjen POM, 1985).

4.5 Hasil Uji Kesukaan (Hedonic Test)

  Hal ini karena warna mudah ke luar pada saat dioles dan memberikan warna yang merata. Hal ini karena warna yang dihasilkan terlalu muda dan sukar memberikan warna pada saat dioleskan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Hasil penentuan mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa seluruh sediaan yang dibuat stabil dalam penyimpanan selama 30 hari, tidak menunjukkan adanyaperubahan bentuk, warna dan bau, homogenitasnya baik, titik lebur 52ºC, kekuatan lipstik baik dan pH berkisar antara 3,7-3,9. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa sediaan lipstik dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 17,5%, 20% dan 22,5% termasuk kategori suka, dansediaan lipstik dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 12,5%, 15% dan termasuk kategori agak suka.

DAFTAR PUSTAKA

  Gambar Sediaan Menggunakan Ekstrak Buah Senduduk 1 2 3 4 5 Keterangan:Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 12,5%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 15%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 17,5%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 20%Sediaan 5 : Formula dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 22,5% Lampiran 7. Formula dengan konsentrasi ekstak buah senduduk 20% = 20/100 × 20 g= 4 g Jumlah basis lipstik = 20 g – (1,44 g + 4 g) = 14,56gCera alba = 36/99 × 14,56 g = 5,294gVaselin = 36/99 × 14,56 g = 5,29 gSetil alkohol = 6/99 × 14,56 g = 0,88 gCarnauba wax = 5/99 × 14,56 g = 0,73 gOleum ricini = 8/99 × 14,56 g = 1,18 gLanolin anhidrat = 8/99 × 14,56 g = 1,18 g 6.

SURAT PERNYATAAN

  Saya yang bertanda tangan di bawah ini:Nama :Umur :Jenis Kelamin :Alamat : Menyatakan bersedia menjadi panelis untuk uji iritasi dalam penelitian dari Septia Narti dengan Judul penelitian Penggunaan Ekstrak Buah SendudukSebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik, yang memenuhi kriteria sebagai panelis uji iritasi sebagai berikut (Ditjen POM, 1985): 1. 8 ( ) 3 , 30) 3 , 30114,2 3 2 Rumus yang digunakan untuk menghitung uji kesukaan (Hedonic Test) adalah:Keterangan: n = banyaknya panelis S x = 189/30 = 6,3 Sediaan dengan konsentrasi ekstrak buah senduduk 12,5% x i = nilai dari panelis ke i, dimana i = 1, 2, 3, ...n; s = simpangan bakuP = tingkat kepercayaanµ = rentang nilai 1.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
15
127
86
Penggunaan Ekstrak Buah Barberry (Berberis Nepalensis (DC.) Spreng.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
6
59
64
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna
32
151
71
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Buah Rasberi (Rubus rosifolius J.E.Smith) Sebagai Pewarna
42
205
73
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa) Sebagai Pewarna
38
181
64
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.f.) Sebagai Pewarna
87
329
65
Pengaruh Penggunaan Air Yang Mengandung Ion Dan Yang Tidak Mengandung Ion Terhadap Stabilitas Sediaan Krim Ekstrak Etilasetat Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Obat Luka Bakar Pada Kelinci Putih Jantan.
2
29
102
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Pewarna
79
328
74
Pemanfaatan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna dalam Sediaan Tablet
16
131
92
Email souvenirznocyahoo.co.id Abstract - Pemanfaatan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) sebagai Alternatif Indikator Alami Titrasi Asam Basa dan Implementasinya dalam Praktikum di Sekolah
0
0
8
Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
0
0
21
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan - Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
0
3
20
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan 2.1.1 Habitat tumbuhan - Penggunaan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
0
0
15
Penggunaan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
3
2
12
1.5 Manfaat Penelitian - Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna
2
1
15
Show more