Feedback

HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER

 24  203  22  2017-02-15 08:59:35 Report infringing document
Informasi dokumen
HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER SKRIPSI Oleh: NOVYLA AINA SHALSABILLA 08060081 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2013 LEMBAR PERSETUJUAN HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER SKRIPSI Disusun Oleh : NOVYLA AINA SHALSABILLA NIM. 08060081 Skripsi ini telah Disetujui Untuk Diujikan Pada Tanggal 30 Juli 2013 Pembimbing I, Pembimbing II, Aini Alifatin, M.Kep Solichati, S.Kep.Ns NIP. UMM. 11293110305 NIP. UMM. 706098302 Mengetahui, Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Nurul Aini., M. Kep. NIP. UMM. 112.0501.0419 LEMBAR PENGESAHAN HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER SKRIPSI Disusun Oleh : NOVYLA AINA SHALSABILLA NIM. 08060081 Diujikan Tanggal 30 Juli2013 Penguji I, Penguji II, Aini Alifatin, M. Kep Solichati, S. Kep. Ns NIP. UMM. 112.9311.0305 NIP. UMM. 706098302 Penguji III, Penguji IV, Tri Lestari Handayani,M.Kep.,Sp.Mat Tutu April A, S.Kep.,M.Kes NIP. UMM. 112.9311.0304 NIDN. 0711047103 Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang Tri Lestari Handayani, M.Kep.Sp.Mat NIP. UMM. 112.9311.0304 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ hubungan Implementasi Perawat Tentang Patient Safety Dengan Resiko Cedera Pada Infant dan Toddler”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini dapat terselesaikan berkat bantuan, arahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu tidak lupa penulis menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada yang terhormat: 1. Tri Lestari Handayani, M. Kep., Sp. Mat, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. 2. Nurul Aini, M.Kep, selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 3. Aini Alifatin, M.Kep, selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. 4. Solichati, S.Kep.Ns, selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini 5. Dr.Budi Winarno, MM selaku Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi terimakasih atas bantuan dan dukungannya sehingga dapat memudahkan saya untuk melakukan penelitian. 6. Seluruh Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan yang telah memberikan ilmunya. Penulis hanya mampu berdoa semoga amal kebaikannya mendapat imbalan dan diterima sebagai ibadah oleh Allah SWT. Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca. Malang, 28 Juli 2013 Penulis SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Novyla Aina Shalsabilla NIM : 08060081 Program Studi : Ilmu Keperawatan Judul Skripsi : Hubungan Implementasi Perawat Tentang Patient Safety Dengan Resiko Cedera Pada Infant dan Toddler Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari dapat dibuktikan bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut. Malang, 28 Juli 2013 Yang Membuat Pernyataan, Novyla Aina Shalsabilla DAFTAR ISI Halaman Judul . Lembar Persetujuan . Surat Pernyataan Keaslian Tulisan . Kata Pengantar . Abstrak . Abstrack . Daftar Isi . Daftar Tabel . Daftar Gambar . Daftar Lampiran . Daftar Singkatan . BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah . 1.2 Rumusan Masalah . 1.3 Tujuan Penelitian . 1.4 Manfaat Penelitian . 1.5 Keaslian Penelitian. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Patient Safety . 2.1.1 Pengertian Patient Safety . 2.1.2 Standar Patient Safety . 2.1.3 Sasaran Patient Safety. 2.1.4 Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit . 2.1.5 Insiden Keselamatan Pasien . 2.1.6 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Patient Safety . . 2.1.7 Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit . 2.2 Patient safety pada anak . 2.2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan . 2.2.2 Tahap Pencapaian Tumbuh Kembang Anak . 2.2.3 Patient safety pada anak berdasarkan sasaran Patient safety . 2.2.4 Atraumatic care sebagai aplikasi patient safety pada anak. 2.3 Resiko cedera pada anak toddler 2.3.1 Pengertian resiko cedera . 2.3.2 Upaya yang dilakukan untuk mengatasi trauma / cedera pada anak di rumah sakit . 2.4 Konsep Implementasi . 2.4.1 Definisi Implementasi . Halaman i ii iii iv vi vii viii xi xii xiii xiv 1 6 6 6 7 9 9 9 15 25 31 32 32 34 35 36 40 43 54 54 54 55 55 2.4.2 Melaksanakan Implementasi Kperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Keselamatan dan Keamanan BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Kerangka Konseptual. 3.2 Hipotesis Penelitian . BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian . 4.2 Populasi, Sampel, dan Sampling . 4.2.1 Populasi . 4.2.2 Sampel. 4.2.3 Sampling . 4.3 Kerangka Kerja Penelitian . 4.4 Waktu dan Tempat Penelitian . 4.4.1 Waktu Penelitian . 4.4.2 Tempat Penelitian . 4.5 Variabel Penelitian . 4.5.1 Variabel Independen. 4.5.2 Variabel Dependen . 4.6 Definisi Operasional. 4.7 Instrumen Penelitian . 4.8 Uji Validitas dan Reabilitas . 4.9 Pengumpulan, Pengolahan, dan Analisa Data . 4.9.1 Tekhnik Pengumpulan Data. 4.9.2 Pengolahan Data . 4.9.3 Analisa Data . 4.10 Etika Penelitian . 4.10.1 Lembar Persetujuan Penelitian (informed Consent) . 4.10.2 Tanpa Nama (Anonity) . 4.10.3 Kerahasiaan (Confidentiality) . BAB V HASIL PENELITIAN DAN ANALISA DATA 5.1 Karakteristik Sampel . 5.1.1 Karakteristik Usia Responden . 5.1.2 Karakteristik Pendidikan Responden . 5.1.3 Karakteristik Lama Bekerja . 5.2 Hasil Penelitian . 5.2.1 Implementasi Perawat Tentang Patient Safety . 5.2.2 Resiko Cedera . 5.3 Analisa Data . 5.3.1 Hubungan Implementasi Perawat Tentang Patient Safety Dengan Resiko Cedera Pada Infant dan Toddler . BAB VI PEMBAHASAN 6.1 Implementasi Perawat Tentang Patient Safety Pada Infant dan Toddler . 56 57 58 59 59 59 59 60 61 62 62 62 62 62 62 62 65 65 67 67 68 69 71 71 71 72 73 73 74 74 75 75 75 76 76 78 6.2 Kejadian Resiko Cedera Pada Infant dan Todder . 6.3 Hubungan Implementasi Perawat Tentang Patient Safety Dengan Resiko Cedera Pada Infant dan Toddler . 6.4 Keterbatasan Penelitian . 6.5 Implikasi Untuk Keperawatan . 82 84 85 86 BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan . 7.2 Saran . 7.2.1 Bagi Kepala Ruangan dan Perawat . 7.2.3 Bagi Peneliti . 7.2.4 Bagi Peneliti Selanjutnya . 88 89 89 89 89 DAFTAR PUSTAKA . LAMPIRAN-LAMPIRAN . 90 92 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Izin dan Keterangan Sudah Penelitian . 91 Lampiran 2 Petunjuk menggunakan kuesioner . 92 Lampiran 3 Lembar persetujuan menjadi responden 93 Lampiran 4 Lembar kuesioner tentang patient safety 94 Lampiran 5 Lembar checklist tentang resiko cedera . 97 Lampiran 6 Rekapitulasi Uji Validitas 98 Lampiran 7 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas . 99 Lampiran 8 Rekapitulasi Data Hasil Penelitian . 101 Lampiran 9 Kisi – Kisi Kuesioner . 103 Lampiran 10 Kunci Jawaban . 105 Lampiran 11 Dokumentasi Penelitian 108 DAFTAR SINGKATAN KNC : (Kejadian Nyaris Cedera) 4 KTD : (Kejadian Tidak Diharapkan) . 4 DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Definisi operasional variabel . 59 Tabel 5.1 Karakteristik Usia Responden 73 Tabel 5.2 Karakteristik Pendidikan Responden . 74 Tabel 5.3 Karakteristik Lama Bekerja 74 Tabel 5.4 Implementasi Perawat Tentang Patient Safety 75 Tabel 5.5 Resiko Cedera 75 Tabel 5.6 Analisa Hubungan Implementasi Perawat Tentang Patient Safety Dengan Resiko Cedera Pada Infant dan Toddler 76 DAFTAR PUSTAKA Bulechek. (2013). Nursing interventions classification (NIC). United state of America: elsever mosby. Hidayat. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika. Hidayat. (2008). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. Kyle, Terry. (2008). Essentials Of Pediatric Nursing. United States of America: Wolters Kluwer. Lewer, Hellen. (2005). Belajar Merawat Di Bangsal Anak. Buku Kedokteran: EGC. Martindale. (2009). The Complete Drug Reference. London: Royal Pharmaceutical Press. Moohead. (2013). Nursing outcomes classification (NOC). United state of America: Elsever Mosby. Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Mediaka. Pillitteri (2002). Buku Saku Keperawatan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: EGC Santrock W, John. (2011). Masa Perkembangan Anak. Jakarta: Salemba Humanika. Supartini, Yupi. (2004). Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC. Wahyuningsih, Esty. (2005). Keperawatan Perdiatrik. Jakarta: EGC. Wong L, Donna. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik volume 1. Jakarta: EGC. Wong L, Donna. (2003). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC. Wong L, Donna. (1994) Nursing Care of Infants and Children. United States of America: Mosby. Undang - Undang tentang patient safety di akses di http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_permenkes/PMK%20No.%201691%20ttg%20Keselama tan%20Pasien%20Rumah%20Sakit.pdf pada tanggal 7 Desember 2012 Jurnal adverse events and near miss reporting in the NHS http://jpepsy.oxfordjournals.org/content/29/4/273.full pada tanggal 10 Juli 2012 di akses di Dhamayanti, M. 2008. Overview Adolescent Health Problems And Services. http://www.idai.or.id/remaja/artikel.asp?q=200994155149. Diakses tanggal 12 Januari 2011 Kuschithawati, S., Magetsari, R., Nawi. Faktor Risiko Terjadinya Cedera Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat, 2007;23(3):131-141 BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Masa anak merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari bayi ( 0 – 1 tahun ) usia bermain / oddler ( 1 – 2,5 tahun ), pra sekolah ( 2,5 – 5 tahun ), usia sekolah ( 5 – 11 tahun ) hingga remaja (11 – 18 ). Rentang ini berbeda antara anak satu dengan yang lain mengingat latar belakang anak berbeda (Hidayat, 2009). Anak adalah individu yang berusia antara 0 – 18 tahun, yang sedang dalam proses tumbuh kembang, mempunyai kebutuhan yang spesifik (fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang berbeda dengan orang dewasa (Supartini, 2004). Anak usia golden period ini merupakan masa yang penuh tantangan di tandai dengan perkembangan pesat, senang mencoba hal baru dan meniru perilaku orang terdekatnya. Secara alamiah, anak – anak memiliki sifat ingin tahu, menjelajah lingkungan untuk belajar dan mengembangkan diri. Keamanan biasanya merupakan perhatian utama orang tua termasuk juga aspek – aspek seperti persiapan makan, penanganan yang aman, mainan yang aman, peralatan dan lingkungan rumah sakit (Lewer, 2005). Pada anak – anak cedera yang sering terjadi adalah jatuh, keracunan, keamanan tempat bermain, luka bakar dan cedera tubuh (Wong, 2003). 1 2 Cedera pada toddler dapat mengakibatkan kondisi yang fatal. Penyebabnya adalah karena anak yang usianya masih kecil tidak mengetahui cara melindungi dirinya dari cedera (Supartini, 2004). Cedera pada toddler tidak terjadi apabila orang tua memiliki pengetahuan tentang tingkat tumbuh-kembang anak usia toddler (Supartini, 2004). Didalam keluarga, peranan orang tua dalam tumbuh kembang anak sangat diperlukan, demi mencapai kesejahteraan keluarga yang optimal. Dalam dunia keperawatan anak, yang harus diperhatikan tidak hanya anak itu sendiri, akan tetapi kultur keluarga dan masyarakat harus diperhatikan seperti masalah pengetahuan keluarga, budaya, lingkungan, dan lain – lain. Kesemuanya dapat mempengaruhi pada proses pelayanan keperawatan yang diberikan. Sebagai bagian dari keluarga kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER Latar Belakang LATAR BELAKANG Rumusan Masalah Keaslian Penelitian
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER

Gratis