Hubungan dukungan sosial dengan Coping stres homoseksual di Jakarta

Gratis

0
10
244
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN COPING STRES HOMOSEKSUAL DI JAKARTA

Oleh: ANDI SUTANDI 106070002213 Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011 HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN COPING STRES HOMOSEKSUAL DI JAKARTASkripsi Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk memenuhi syarat-syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi Oleh :

ANDI SUTANDI

  Psi PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini,Nama : Andi SutandiNIM : 106070002213Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Hubungan Dukungan Sosial dengan Coping Stres Homoseksual di Jakarta” adalah benar merupakan karya saya dan tidak melakukan tindakan plagiat dalam penyusunan skripsi tersebut. Mengingat pentingnya peran dukungan sosial bagi kehidupan homoseksual, sudah sepantasnya kaum heteroseksual mampu memberikan dukungan yangbaik dan bijak, dan juga diharapkan melalui dukungan sosial yang diberikan, kaum homoseksual dapat kembali kepada jalan hidup sebagai heteroseksual.

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur kembali penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala kemudahan, kelancaran, dan kekuatan yang telah diberikan kepada penulis, dansalam kepada Nabi besar junjungan kita Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan yang diharapkan. Kedua orang tua penulis yaitu bapak Endang Adi dan mama Nani Parida serta kedua adik penulis Dewi Puspita dan Riki Junaedi yang dengan penuh kasihsayang, perhatian, dan pengorbanannya telah berdoa, membantu, memberi semangat dan membimbing penulis dalam proses menyelesaikan skripsi ini.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN Bab ini terdiri dari empat subbab. Subbab pertama membahas latar belakang masalah. Subbab kedua membahas tentang pembatasan dan perumusan masalah. Subbab ketiga membahas tentang tujuan dan manfaat penelitian. Dan Subbab Terakhir, subbab keempat membahas mengenai sistematika penulisan

Lampiran 1 Data KuesionerLampiran 2 Data SPSS

1.1 Latar Belakang Masalah

  Selain itu dukungan dari lingkungan sosial juga dapat mengurangi hambatan- hambatan yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan hidup yang ada dalam rentangkehidupan kaum gay, namun kebutuhan-kebutuhan tidak selalu dapat terpenuhi Pentingnya perlakuan lingkungan sosial bagi daya tahan manusia terhadap stress juga tergambar dalam eksperimen yang dilakukan oleh Bernstein (Suprapti,2003: 42) pada sekelompok tikus yang diperlakukan secara berbeda. Namun apakah setiap dukungan yang positif akan menimbulkan cara penyesuaian diri terhadap stres (Coping) yang baik, mengingat seperti yangdisebutkan sebelumnya berdasarkan fakta yang terdapat dikehidupan sehari-hari diIndonesia khususnya bahwa tidak semua dukungan yang positif akan menimbulkan sikap dan perilaku yang baik serta tidak semua dukungan negatif dapat menimbulkansikap dan perilaku yang negatif pula.

1.2 Pembatasan dan Perumusan Masalah

1.2.1 Pembatasan Masalah

  Pria homoseksual yang dimaksud di sini adalah pria homoseksual yang berdomisili di Jakarta, dalam rentang usia remaja akhir yaitu berusia sekitar 18-22tahun, dan pernah menjalin hubungan dengan sesama pria. Coping stres disini coping stress dalam psikologi positif yang kemudian dibagi menjadi tujuh bagian yaitu menceritakan dan menuliskanmasalah, menemukan hikmah dari masalah, mengambil respon yang positif ketika kehilangan, mencari kebermaknaan hidup, humor, melakukan meditasi, danmendekatkan diri kepada tuhan (kerohanian).

1.2.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:Apakah ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial yang terdiri dari dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan, dandukungan informatif dengan coping stres yang terdiri dari menceritakan dan menuliskan masalah, menemukan hikmah dari masalah, mengambil respon positifketika kehilangan, mencari kebermaknaan hidup, humor, meditasi, dan kerohanian pada homoseksual di Jakarta?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1.3.1 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara dukungan sosial yang terdiri dari dukungan emosional, dukunganinstrumental, dukungan penghargaan, dan dukungan informatif dengan coping stres yang terdiri dari menceritakan dan menuliskan masalah, menemukan hikmah darimasalah, mengambil respon positif ketika kehilangan, mencari kebermaknaan hidup, humor, meditasi, dan kerohanian pada homoseksual di Jakarta. Manfaat lainnya, untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat di dalam dunia psikologi terutama sebagai bahan referensi penelitian-penelitian selanjutnya dan mendorong minat teman-teman lainnya yang berkecimpung dibidang psikologi untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan homoseksual, sehingga masih banyak hal yang dapat digali mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi homoseksual.

1.4 Sistematika Penulisan

  BAB II KAJIAN TEORI Dalam bab kajian teori ini memuat tentang stres yang meliputi definisi stres, sumber-sumber stres, reaksi umum pada stres, reaksi psikologis terhadap stres, reaksi fisik pada stres dan kesehatan, situasi yang berpotensi menyebabkan stres, langkahpenyesuaian diri terhadap stres, stres dan dukungan sosial. Coping dalam psikologi positifmeliputi menceritakan dan menuliskan masalah,menemukan hikmah dari masalah, (kerohanian).

BAB V PENUTUP Dalam bab penutup ini memuat kesimpulan, diskusi, dan saran. BAB II KAJIAN TEORI Bab ini terdiri dari sembilan subbab. Subbab pertama membahas tentang

  Subbab keenam membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja akhir. Subbab tujuhmembahas tentang penelitian-penelitian yang terkait.

2.1 Stres

2.1.1 Definisi Stres

  Menurut Baum, stres adalah pengalaman emosional yang negatif yang disertai dengan gejala biokimia, psikologis, kognitif, dan perubahan perilaku yang Cannon yang dikutip oleh Bart Smet (1994: 107) mendeskripsikan stres dengan suatu keadaan ketika organisme merasakan adanya ancaman, maka secaracepat tubuh akan terangsang dan termotivasi melalui sistem saraf simpatetik dan endokrin. Sementara itu menurut Sarafino (dalam Bart Smet 1994: 112) stres adalah suatu kondisi disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan yangmenimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang beraal dari situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis, dan sosial dari seseorang.

2.1.2 Sumber-Sumber Stres

  Tingkatan stres yang muncul tergantung pada keadaan rasa sakit dan Menurut teori Kurt Lewin (dalam Smet, 1994: 115) kekuatan motivasional yang melawan menyebabkan dua hal yaitu, pertama, kecenderungan yang melawandan yang kedua perdekatan dan penghindaran. 2) Sumber-sumber stres di dalam keluargaStres di sini dapat bersumber dari interaksi diantara para anggota keluarga seperti: perselisihan dalam masalah keuangan, perasaan saling acuh tak acuh,tujuan yang saling berbeda, dll.3) Sumber-sumber stres di dalam komunitas dan lingkungan Interaksi subjek di luar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stres.

2.1.3 Reaksi Umum Pada Stres

  2.1.3.2 Reaksi Fisik Pada Stres dan Kesehatan Meskipun semua orang mengetahui keadaan stres didapat dari emosi mereka, namun mereka masih saja terkejut dalam mempelajari penyebab stres yangdapat mempengaruhi fungsi fisik di dalam tubuh mereka. Hans Selye yang pertama kali memberikan pemahaman kepada kita mengenai reaksi tubuh terhadap stres psikologis memiliki cara yang sama terhadap reaksi tubuh ketika terserang infeksiatau demam.

2.1.4 Situasi Yang Berpotensi Menyebabkan Stres

  Situasi yang tidak terkontrolSituasi yang tidak dapat dikontrol atau tidak dapat diprediksi lebih banyak c. Diaharus lebih mengeluarkan energinya untuk memahami penyebab stres yang ada di sekitarnya, di mana akan memakan waktu lebih banyak untuk melihatpenyebabnya.

2.1.5 Langkah Penyesuaian Diri Terhadap Stres

  Secara berturut turut, langkah yang dilakukan utuk penyesuaian diri terhadap stres adalah (Suprapti, 2008: 37):a) Menilai situasi stres, yaitu menggolongkan jenis stres (kategorisasi), dan memperkirakan bahaya yang berkaitan dengan stres itu. b) Merumuskan alternatif tindakan yang dapat dilakukan dan menentukan tindakan yang paling mungkin untuk dilakukan.

2.1.6 Stres dan Dukungan Sosial

  Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat dukungan sosial, diantaranya penelitian (Cohen & Hebert, dalam Aliyah, 2008: 84) yang mengadakan riset tentangsistem kekebalan, riset ini menunjukkan bahwa hubungan pernikahan yang buruk dan dukungan sosial yang rendah memiliki akibat terhadap kesehatan seseorang. Menurut Lazarus dan Olkman, dalam Taylor (2003: 219) mendefinisikan coping stres dengan: “the process of managing demands (eksternal or internal) that resources of the person.” Atau dapat diartikan sebagai suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang ada antara tuntutan-tuntutan (baik tuntutan yang berasal dariindividu maupun dari lingkungan) dengan sumber daya yang mereka gunakan dalam menghadapi situasi stressful.

1. Planful problem solving (problem focused coping)

  Possitive repraisal (Emotion focused coping) Usaha individu untuk mencari sisi positif dari situasi, yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan pribadi yang terkadang dikaitkan dengan hal-hal yangbersifat rohani (religi). Self control (emotion focused coping) Usaha seseorang untuk mengatur tindakan dan emosi yang berkaitan dengan situasi yang dihadapi.

2.3.1 Menceritakan dan Menuliskan Masalah

  Dalam studi ditemukan bahwa dukungan sosial adalah cara yang signifikan yang diberikan masyarakat untuk mengubah perilaku mereka ke arah yang lebihsehat (Davison, Pennebaker, & Dickerson, dalam C. Maka dari itu interaksi harusdisinkronkan, namun meskipun demikian masih sering terdapat hambatan dalam berkomunikasi, ketidakmampuan untuk mengungkapkan masalah dengan orang lainmenimbulkan masalah dalam berkomunikasi, mungkin karena takut tidak dipahami atau diterima oleh orang lain.

2.3.2 Menemukan Hikmah Dari Masalah

  Menemukan manfaat memiliki hubungan erat dengan kesehatan fisik dan psikologis, dan hal itu berhubungan dengan teori adaptasi kognitif yang bekerjaketika ada bahaya dilingkungan sekitar (Janoff Bulman, 1992 & Taylor, dalam C. Sebagai contoh perubahan atau pertumbuhan adalah sebuah jalan kehidupan yang baik, pengalaman yang datang dan pergi menjadikan manusia lebih baik dari hari ke hari, memiliki suatu keyakinan yang baru, dan pengetahuan adalahsesuatu yang penting dalam hidup.

2.3.3 Mengambil Respon Yang Positif Ketika Kehilangan

2.3.4 Mencari Kebermaknaan Dalam Hidup

  Individu yang menemukan makna dengan cepat dari sebuah peristiwa setelah dia kehilangan dansetelah itu menemukan makna yang positif dari peristiwa kehilangan tersebut akan memiliki emosi yang lebih baik dibandingkan dengan individu yang menemukanmanfaat dari peristiwa kehilangan yang lebih lama. Nilai membuat indivuidu dapat menentukan mana yang baikdan mana yang buruk, nilai akan menjaga kita dalam konteks kepercayaan yang akan membuat kita untuk berfikir dengan baik, dan akan meminimalisir rasabersalah, kegelisahan, penyesalan dan beberapa hal lain yang menyangkut moral yang dapat mengakibatkan stres.

2.3.5 Humor

  Hal tersebut menjadi pelajaran untuk mengingat kembali bahwa hingga akhir abad ke-19,misalnya, hal rutin yang dilakukan dan menjadi kebiasaan dengan mengunjungi rumah sakit jiwa untuk menikmati sambil tertawa melihat para narapidanamenyedihkan dan berantakan yang terikat dengan penjara mereka masing-masing (C. Lopez, 2005: 573-659), yang menyarankan bahwa dengan tertawa dapat mengurangi dampak dari serangan sosial yang dapat digunakan sebagai perangkat untukmencegah simpati yang berlebihan dan untuk menahan diri kita dari depresi, kesedihan, dan berpotensi merusak emosi lainnya.

2.3.6 Melakukan Meditasi

Hasil meditasi yang ditemukan oleh positif psikologi adalah sebagai berikut:

1. Ingatan dan Kecerdasan

  Penelitian pertama yang memeriksa efekTM pada Culture Fair Intelligence Test (CFIT) atau tes kecerdasan budaya, dan waktu reaksi (Reaction Time/RT) yang dihubungkan dengan kontrol kelompok. Bahkan ketika kontrol dilakukan pada tingkat usia, tingkat pendidikan, kepentingan pada meditasi, tingkat pendidikan orang tua, dan pendapatan tahunan, kelompok TMmeningkat secara signifikan pada kedua tindakan tersebut dibandingkan pada kontrol kelompok.

2. Kreativitas

  Misalnya, ketikakelompok nonmeditators dicocokkan dengan kelompok pemula, meditasi jangka pendek, dan meditasi jangka panjang dan hasilnya dibandingkan, hasil menunjukkanpeningkatan yang signifikan dalam pertumbuhan kepribadian yang positif sebagai fungsi dari meditasi yang panjang (C. Para meditator yang telah mundur mengalami peningkatan yang signifikan dalam keseluruhan harga diri, perasaan dibutuhkan, kebajikan, dan penerimaan diridibandingkan dengan kelompok kontrol yang sesuai.

5. Kebahagiaan dan Efek Yang Positif

  Kelompok meditasi yang ditambah dengan PHEP mengalami peningkatan secara signifikan pada ukuran kebahagiaan, kecemasan, dan depresi, dibandingkandengan kelompok yang tidak menggunakan PHEP dan kelompok kontrol saja. Sehubungan dengan para pemula tersebut, pelaku meditasi yang lebihberpengalaman tersebut melaporkan kesadaran yang lebih besar, suasana hati yang positif, dan penerimaan dan tingkat kecemasan yang lebih rendah, serta tingkat stresyang lebih rendah, dan akal sehat yang terkontrol.

2.3.7 Mendekatkan Diri Kepada Tuhan (Kerohanian)

  Lopez, 2005: 573-659) Dalam spiritualitas, kita dapat menemukan cara untuk memahami dan berhubungan dengan kekurangan manusia, sesuatu yang menjadi batas kendali kita. Jadi, kerohanianlah yang membantu kita untuk menerima batas-batas yang kita miliki meskipun bertentanganpsikologis yang seharusnya membuat kita mencoba untuk meningkatkan kekuatan dan kontrol yang kita miliki (C.

2.4 Dukungan Sosial

  2.4.1 Pengertian Dukungan Sosial Dukungan sosial telah didefinisikan sebagai informasi dari orang lain yang mencintai dan peduli, menghargai dan bernilai, dan bagian dari jaringan komunikasiserta menjadi kewajiban bersama dari orang tua, pasangan, orang-orang yang berkepentingan, teman-teman, lingkungan sosial, dan komunitas tertentu (sepertikomunitas gereja atau kelompok) (Rietschlin, 1998 dalam Taylor 2003: 235), atau dengan binatang kesayangan sekalipun (J. Dukungan informatif akan berfaedah kalau terdapat kekurangan pengetahuan dan keterampilan, dan dalam hal yang amat tidak pasti tentangpersoalan yang terkait (misalnya prognosis penyakit yang berat).

2.4.3 Aspek Dukungan Sosial

  Dalam suatu kondisi tertentu, tanda hubungan seseorang sudah dekat yaitu ketika seseorang telah menceritakanmasalahnya kepada orang lain yang dapat mengurangi rasa sakit dan depresinya (Rose and others, dalam Lahey, 2007: 450-451). Sedikitnya saran dan dukungan yang diterima dariorang lain terkadang membuat ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi stres mereka dan akhirnya membuat mereka merasa sakit dan depresi (Bolger andAmarel, dalam Lahey, 2007: 451).

2.5 Homoseksual

2.5.1 Pengertian Homoseksual

  Homoseksual adalah hal yang biasa dalam beberapa kultur, seperti yang Penjelasan umum tentang homoseksualitas lainnya — semuanya dideskreditkan secara ilmiah — mengarah kepada hubungan parental yangterganggu; dorongan orang tua terhadap perilaku lintas-gender dan tidak biasa; imitasi orang tua yang homoseksual; peluang untuk belajar melalui rayuan olehhomoseksual. Homoseksual mengacu kepada keinginan seksual atau aktivitas antara perilaku seksual yang sama jenis kelaminnya, ketika peran seks ditukar dan mengarah kepadaperan seks yang lain, dan diawali dengan identitas psikologis dari lawan jenisnya.

2.5.2 Jenis Homoseksual

  Penjara-penjara dan asrama-asrama putra, tempat para pemuda dan kaum pria yang berdiam terpisah dari kaum wanita, banyak menelorkan homoseksual. Jugarelasi heteroseks (seks dengan lawan jenis) yang tidak memuaskan dan meninggalkan bekas-bekas pengalaman yang traumatis, banyak mendorongseseorang mencari pengalaman relasi homoseks.

2.5.4 Identitas dan Perilaku Homoseksual

  Pada 1995, 31% dari Model usulan perkembangan identitas seksual gay dan lesbian yang tersebar luas adalah sebagai berikut : 1. Kesadaran akan ketertarikan kepada jenis kelamin yang sama (dimulai pada usia 8 sampai 11 tahun) 2.

2.5.5 Ekspresi Homoseksual Laki-Laki (Gay)

a) Aktif, bertindak sebagai pria yang agresif b) Pasif, bertingkah laku dan berperan pasif-feminin seperti wanita c) Bergantian peranan, kadang-kadang memerankan fungsi wanita, kadang-kadang menjadi laki-laki.

2.5.6 Perilaku Seks Homoseksual Laki-Laki (Gay)

  Homoseksualitas pada pria dapat berlangsung dengan jalan memanipulasikan alat kelamin partnernya dengan memasukkan penis ke dalam mulut, danmenggunakan bibir, lidah, mulut untuk menggelitik. Intercouse seksual atau senggama melalui anus yang dilakukan terhadap anak laki- laki atau pemuda cilik disebut pederasty (payderastia = cinta pada anak laki-laki).

2.6 Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja Akhir

  Pertumbuhan fisik lain yang menjadi sempurna adalah antara lainwajah yang simetris, bentuk bahu yang berimbang dengan pinggul dan anggota badan lain. Namun ada pula remaja yang tidak dapat menerima keadaandirinya, untuk keadaan ini remaja memerlukan bimbingan untuk dapat lagi menumbuhkan dan menetapkan rasa percaya diri, agar mereka dapat menyadarikeadaan diri sebagaimana adanya, mengarahkan pemikirannya pada kelebihan- kelebihan yang dimiliki, serta dapat berbuat dalam kegiatan-kegiatan yang dapatdibanggakannya dan dibanggakan oleh orang lain (Andi Mappiare, 1982: 74-75).

2.6.6 Perkembangan Pribadi, Sosial dan Moral Pada Remaja Akhir

  Kritis disebabkan karena sikap, kebiasaan, dan pola perlakuan sedang dimapankan, dan ada atau tidaknya kemampuan itu menjadi penentu apakahremaja yang bersangkutan dapat menjadi dewasa, dalam arti memiliki keutuhan atau tidak. Kemampuan mengenal diri sendiri disertai dengan adanya usaha memperoleh citra diri yang stabil mencegah timbulnya tingkah laku yang over kompensasiatau proyeksi sekaligus dapat menanamkan moral positif dalam diri remaja akhir.

2.7 Beberapa Penelitian Yang Terkait No Nama peneliti Judul Hasil

Beninda Febria Cinta Pada Pria Hasil penelitian dengan subjek

1 Latuihamallo Homoseksual sebanyak 3 orang menunjukkan

  (2007) bahwa dalam menjalani hubungan percintaan dengan pasangannya,pria homoseksual melakukan hal yang sama seperti pria pada commitment bisa berjalan dengan seimbang. Kesetian juga merupakan bagian dari komitmendalam hubungan yang sedang dijalani oleh subjek danpasangannya masing-masing.

2 Tentang Kaum memaparkan kemampuan para

  Homoseksual responden memanajemen stres Pria (Gay) dalam menghadapi lingkunganDitinjau dari yang menolak keberadaannya. Saran untuk para responden adalah agar ketiga responden dapatmenyadari berbagai konsekuensi yang akan terjadi dan mereka dapatmengantisipasi dengan baik.

3 Wilma Pertiwi dan Perilaku permasalahan utama yang

  (2008) Coping Seorang dikemukakan oleh ibu dari anak Ibu dalam hiperaktif adalah perilaku anaknya Menghadapi yang tidak bisa diam, sulit diatur,Anak Hiperaktif destruktif, sulit dikendalikan dan sebagainya. Hal itulah yang menjadi salah satu pemicutimbulnya stres.

4 Febrinita Komunitas Xtra- adanya hubungan yang signifikan

  (2009) L dan Citra antara dukungan sosial komunitas Tubuh Wanita Xtra-L dengan citra tubuh wanita yang Mengalami yang mengalami kegemukan. Kegemukan Hayatun Nisa Dari penelitian tersebut Sikap dan 5 (2008) Penerimaan menandakan bahwa semakin tinggi Sosial atau positif sikap mereka terhadap Mahasiswa homoseks, maka semakinLembaga meningkat pula penerimaan sosial mereka terhadap homoseks.

6 Azizah (2008) Dukungan Sosial disarankan hendaknya keluarga

  Dokter sebelum memberitahu hasil diagnosis Penderita Kanker Payudara kepada pasien yang menderita kanker payudara harus terlebih dahulu melakukan sosialisasitentang penyakit kanker payudara dan pengobatannya agar pada saatpasien menerima hasil diagnosis seperti itu, tidak ada rasa ketakutanatau cemas. Selain peran dukungan sosial, wanita yang menderitakanker payudara memanage stresnya dengan melakukanberbagai kegiatan sehingga tidak terus-menerus memikirkanpenyakitnya.

2.8 Kerangka Berfikir

  Seiring perkembangan jaman, kaum homoseksual kini telah dapat menunjukkan jati dirinya di depan khalayak umum, hal ini mungkin disebabkan karena opinimasyarakat dan dukungan masyarakat yang mengalami perubahan sehingga kaum homoseksual tidak lagi dianggap sebagai orang abnormal bahkan ada yangmemberikan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Jadi, secara sederhana dapat digambarkan, bahwa dukungan sosial yang beraneka ragam berperan penting dalam kehidupan seorang homoseksual, termasukberperan dalam mempengaruhi stres yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari, dari keadaan stres tersebut timbulah perilaku coping yang juga berbeda-beda darisinilah peneliti tertarik meneliti apakah ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan coping stres homoseksual yang dalam penelitian ini akan dikhususkan pada positif copingnya.

2.9 Hipotesis

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalahMayor : ada hubungan yang signifikan dukungan sosial dengan coping stres pada homoseksualMinor 1 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping menceritakan dan menuliskan masalah pada homoseksualMinor : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping 2 menceritakan dan menuliskan masalah pada homoseksual 3 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping 9 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping 13 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping mengambil respon positif ketika kehilangan pada homoseksualMinor 12 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping mengambil respon positif ketika kehilangan pada homoseksualMinor 11 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping mengambil respon positif ketika kehilangan pada homoseksualMinor 10 mengambil respon positif ketika kehilangan pada homoseksualMinor menemukan hikmah dari masalah pada homoseksualMinor menceritakan dan menuliskan masalah pada homoseksualMinor 8 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping menemukan hikmah dari masalah pada homoseksualMinor 7 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping menemukan hikmah dari masalah pada homoseksualMinor 6 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping menemukan hikmah dari masalah pada homoseksualMinor 5 menceritakan dan menuliskan masalah pada homoseksualMinor 4 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping mencari kebermaknaan hidup pada homoseksual 14 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping 20 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping 24 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping meditasi pada homoseksualMinor 23 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping meditasi pada homoseksualMinor 22 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping meditasi pada homoseksualMinor 21 humor pada homoseksualMinor humor pada homoseksualMinor mencari kebermaknaan hidup pada homoseksualMinor 19 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping humor pada homoseksualMinor 18 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping humor pada homoseksualMinor 17 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping mencari kebermaknaan hidup pada homoseksualMinor 16 mencari kebermaknaan hidup pada homoseksualMinor 15 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping meditasi pada homoseksual 25 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan coping kerohanian pada homoseksualMinor 26 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping kerohanian pada homoseksualMinor : ada hubungan yang signifikan antara dukungan penghargaan dengan coping 27 kerohanian pada homoseksualMinor 28 : ada hubungan yang signifikan antara dukungan informatif dengan coping kerohanian pada homoseksual

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Bab ini terdiri dari lima subbab. Subbab pertama membahas jenis penelitian. Subbab kedua membahas tentang subjek penelitian. Subbab ketiga membahas teknik pengumpulan data. Subbab keempat membahas tentang teknik analisis data statistik. Terakhir, subbab lima membahas mengenai prosedur penelitian

3.1 Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, yaitu suatu metodedalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifatserta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Moh. Nazir, 2005: 54).

3.1.1 Pendekatan dan Metode Penelitian

3.1.1.1 Pendekatan Penelitian

  Adapun pengertian dari data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan, harganyaberubah-ubah atau bersifat variable (Sudjana, 1975: 4). Data kuantitatif dinyatakan dalam bentuk angka, baik yang berasal dari transformasi data kualitatif maupun sejak semula sudah bersifat kuantitatif (HadariNawawi, 2003: 97).

3.1.1.2 Metode Penelitian

  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional, dimana penelitian korelasional adalah penelitian yangdilakukan untuk mengetahui apakah dua atau lebih variabel yang dapat dikuantifikasikan memiliki hubungan tertentu. Tujuan ditemukannya hubungan antarvariabel adalah menggunakan hubungan yang ada untuk membuat prediksi.hubungan tidak sama dengan sebab akibat, karena ada kemungkinan factor ketika yang menyebabkan adanya hubungan.

3.1.2 Variabel-Variabel Penelitian

3.1.3 Definisi Konseptual dan Operasional Variable

Variabel adalah semua gejala yang mempunyai variasi nilai, sedangkan gejala yang hanya memiliki satu nilai disebut konstanta (S. Sulistiyono, 2005: 8-9), dandalam penelitian ini variabel terikat (DV) adalah coping stres yang difokuskan pada coping psikologi positif yang kemudian oleh peneliti dibagi kembali menjadi tujuhyaitu menceritakan dan menuliskan masalah, menemukan hikmah dari masalah, Penelitian ini yang termasuk ke dalam variabel terikat penelitian adalah coping stres yang difokuskan pada coping psikologi positif dan variabel bebaspenelitian adalah dukungan sosial. Definisi konseptual dan definisi operasional variabel-variabel penelitian ini akan dijelaskan sebagai berikut :

3.1.3.1 Definisi Konseptual

  Dukungan SosialInformasi atau nasehat verbal dan non verbal yang diberikan oleh suatu jaringan sosial tersebut dan mempunyai manfaat perilaku bagi penerima (Gottlieb dalamSmet, 1994: 135 ) . 2.

3.1.3.2 Definisi Operasional

  Sebagai contohperubahan atau pertumbuhan adalah sebuah jalan kehidupan yang baik, pengalaman yang datang dan pergi menjadikan manusia lebih baik dari harike hari, memiliki suatu keyakinan yang baru, dan pengetahuan adalah sesuatu yang penting dalam hidup. Hasil meditasi yang ditemukan olehpositif psikologi adalah sebagai berikut: Ingatan dan Kecerdasan, kreativitas, peran dan hubungan interpersonal, kepribadian dan penghargaandiri, kebahagiaan dan efek positif, latihan informal (penilaian dalam kehidupan sehari-hari), ketahanan menghadapi stres dan rasa kecosokan,sikap empati, aktualisasi diri, kepercayaan afiliatif dan motivasi keesaan, kerohanian.

3.2 Subjek Penelitian

3.2.1 Populasi dan Sampel

  Populasi terbatas adalah populasi yang dengan jumlah terbatas atau tertentu, sedang populasi tak terbatas adalah populasi yang tidak jelasbatas-batasnya atau tidak tentu atau tidak pasti (S. Sulistiyono, 2005: 6) dan dalam penelitian ini menggunakan populasi terbatas yaitu populasi homoseksual di Jakarta 3.2.1.2 Sampel Dengan alasan efisiensi, kepraktisan dan tidak mengabaikan ketelitian hasil, pada umumnya penelitian tidak meneliti seluruh populasi, melainkan hanya sebagiansaja. Pengambilan sampel sebanyak 31 orang ini sesuai dengan tipepenelitian yang dikemukakan Gay (1976) yang menyatakan bahwa penelitian korelasi sampelnya sebanyak 30 subjek (S.

3.2.2 Tehnik Pengambilan Sampel

  Tehnik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non probability sampling yaitu purposive sampling atau dikenal juga dengan sampling pertimbangan, terjadi apabila pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau perorangan peneliti. Purposive sampling akan baik hasilnya di tangan seorang ahli yang mengenal populasi dan dapat segeramengertahui lokasi masalah-masalah yang khas.

3.2.3 Karakteristik Sample

  Adapun karakteristik sample dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Homoseksual yang dimaksud adalah homoseksual laki-laki (gay) dan memiliki aktivitas seksual dengan jenis kelamin yang sama dan berlangsung dalam waktuyang lama (Sarason, 1999: 217).

3.3 Tehnik Pengumpulan Data

  Di dalam kuesioner yang akan dibagikan kepada responden terdapat dua skala, yaitu skala dukungansosial dan skala coping stres, dan kedua skala itu menggunakan skala model Likert, di mana skala ini memilih item-item yang mempunyai distribusi yang baik, yangdipilih dari hal-hal yang ingin diketahui. Menemukan hikmah dari masalah mencakup perubahan atau pertumbuhandari jalan kehidupan yang baik, pengalaman yang datang dan pergi menjadikan manusia lebih baik dari hari ke hari, memiliki suatu keyakinan yang baru, danpengetahuan adalah sesuatu yang penting dalam hidup.

3.4 Tehnik Analisis Data Statistik

  Ada kalanya seorang peneliti ingin melihat hubungan yang terjadi antara satu variable dengan variable lain. Derajat atau tingkat hubungan antara dua variable diukur dengan indeks korelasi yang disebut koefisien korelasi (Moh. Nazir, 2005: 450).

3.4.1 Teknik Uji Instrument

  Sesuai dengan kaidah penelitian, maka peneliti mengadakan uji instrument penelitian yang akan peneliti gunakan. Try out dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari skala yang dibuat.

3.4.1.1 Teknik Uji Validitas

  Untuk menguji validitas dari setiap item pertanyaan dilakukan analisis item, yaitu mengkorelasikan setiap item dengan skor total, koefisien korelasinyadiperhitungkan sebagai validitas item-item yang memiliki korelasi signifikan langsung dipilih sebagai skala final dan dihitung, sedangkan item yang tidakmemiliki koefisien korelasi signifikan diabaikan. Penghitungan korelasi dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson-Product Moment, danpenghitungannya menggunakan perangkat lunak SPSS 16.00 Estimasi validitas pada umumnya tidak dapat dituntut suatu koefisien yang tinggi sekali sebagaimana halnya dalam interpretasi koefisien reliabilitas.

3.4.1.2 Teknik Uji Reliabilitas

  Pengukuran yangtidak reliable akan menghasilkan skor yang tidak dapat dipercaya karena perbedaan skor yang terjadi diantara individu lebih ditentukan oleh factor error (kesalahan)daripada faktor perbedaan yang sesungguhnya. Pengukuran yang tidak reliable tentu Dalam aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (r xy ) yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai 1,00 berarti semakin tinggikoefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas.

3.5 Prosedur Penelitian

3.5.1 Tahap Persiapan

  Pada tahap persiapan ini peneliti memulainya dengan obsevasi partisipan, lalu setelah terlihat fenomena yang dapat dijadikan masalah dalam penelitian, penelitimerumuskan masalah dan menentukan variable yang akan diteliti. Kemudian peneliti mencari serta menyusun teori, menentukan lokasi penelitian, membuat duainstrument atau alat ukur penelitian berupa kuesioner berisi skala dukungan sosial dan skala strategi coping, dan beberapa tambahan lain seperti menyusun daftarpertanyaan untuk wawancara guna melengkapi data-data yang diperlukan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

  4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah homoseksual pria yang berada di Jakarta sebanyak 31 orang, berada dalam rentang usia 18-22 tahun dan pernah berhubungansesama pria. Dan tidak ada satupun responden yang hanya menjalin hubungan sesama pria sebanyak satu kali.

4.2 Analisis Deskriptif

  Berikut ini akan di uraikan nilai minimum, maksimum, mean, standar deviasi coping stress dan dukungan sosial pada homoseksual Tabel 4.5 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Coping Stres31 61.00 120.00 98.9355 16.80463 Tabel 4.5 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std.

31 Berdasarkan data di atas, data yang didapat dengan sampel berjumlah

  orang responden skor terendah skala coping stress adalah 61, skor tertinggi adalah120, skor rata-rata sebesar 98,9355 dan standar deviasi sebesar 16,80463. sedangkan untuk skala dukungan sosial dengan jumlah sampel berjumlah 31 orang respondenskor terendah adalah 67, skor tertinggi adalah 129, skor rata-rata sebesar 106.65 dan standar deviasi sebesar 15.72376.

4.2.1 Kategorisasi Skor Coping Stres

  Adapun untuk kategorisasi tinggi, sedang, rendahnya coping stres padaHomoseksual yang diujikan pada 31 responden adalah sebagai berikut: Tabel 4.6 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Dua kelas coping stres terendah adalah menceritakan dan menuliskan masalah dan humor sebanyak 6 orang atau 19,4% ,dan kerohanian sebanyak 5 orang atau 16,1%.

4.2.2 Kategorisasi Skor Dukungan Sosial

  Adapun untuk kategorisasi tinggi, sedang, rendahnya dukungan sosial padaHomoseksual yang diujikan pada 31 responden adalah sebagai berikut: 100% ) : 3 45 % 48 %7 % ah ek Persen tahui bahwa dari 31 miliki skor dukunganmiliki skor dukungan ranya memiliki skormayoritas responden 32 5.04219 35 4.8195487 1.98489 10 4.91760 31 Std. Kelas dukungan sosial terendah pada homoseksual adalah dukungan penghargaan dan dukungan informatif masing-masing sebanyak 6 orang atau 19,3%.

4.3 Uji Instrumen Penelitian

  Sebelum melakukan pengambilan data penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba terhadap kedua instrument, yaitu skala dukungan sosial dan skala positifcoping. Uji coba ini dilakukan pada tanggal 26 s.d 27 Agustus 2010 dengan jumlah sampel 31 orang.

4.3.1 Uji Validitas Item

  Dari hasil uji validitas diperoleh item valid 30 item dan 5 item gugur dengan koefisien validitas antara 0,304 sampai0,851 dengan taraf signifikan p < 0,005. Gambaran distribusi item valid atau gugur dari skala coping stres dapat dilihat pada table berikut : Tabel 4.14 Hasil Uji Instrument yang Valid (*) Skala Coping Stres Dimensi Indikator Favorable Unfavorable Menceritakan dan Berbicara dengan orang 10*, 35* 19* lain secara lisanmenuliskan masalah tentang pengalaman Berbicara dengan orang 3* 20 traumatis.

4.3.2 Uji Reliabilitas Skala

  Uji realibilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakandapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang (JokoSulistiyo, 2010; 46). Hasil yangdiperoleh untuk skala dukungan sosial dengan 30 item valid, maka koefisien reliabilitasnya 0,952 dan koefisien reliabilitas skala coping stres dengan 31 itemvalid diperoleh sebesar 0,947.

4.4 Hasil Analisa Data Penelitian

  Dengan demikian hipotesis mayor yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan coping stres pada homoseksualditerima. Maka kesimpulan yang didapat adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan coping stres pada homoseksual diJakarta.

4.4.2 Analisis Hipotesis Minor

  Maka kesimpulan yang didapat adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan instrumental dengan coping menceritakan danmenuliskan masalah pada homoseksual di Jakarta. Maka kesimpulan yang didapat adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dengan copingmengambil respon positif ketika kehilangan pada homoseksual di Jakarta.

4.4.2.2 Analisis Regresi

  Nilai variabel X masing-masing yaitu dukungan emosional (X ), dukungan 1 instrumental (X 2 ), dukungan penghargaan (X 3 ), dukungan informasi (X 4 ) mempengaruhi variabel mengambil respon positif ketika kehilangan (Y 3 ) dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 4.36 b Model Summary Change Statistics R Adjusted R Std. Nilai variabel X masing-masing yaitu dukungan emosional (X 1 ), dukungan instrumental (X 2 ), dukungan penghargaan (X 3 ), dukungan informasi (X 4 ) mempengaruhi variabel mencari kebermaknaan hidup (Y 4 ) dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 4.43 Model Summary Model R RSquare Adjusted mencari kebermaknaan hidup (Y 2 ) mempengaruhi variabel Dari tabel 4.44 variabel dukungan instrumental (X a.

b. Dependent variabel : kerohanian

  Persamaan garis regresi pada variabel ini adalahY = 4,942 – 0,370X 1 + 0,341X 2 + 0,950X 3 + 0,015X 4 1 Dari tabel 4.62 dan 4.63 di atas, dapat diketahui beberapa hal berikut : 1. Errorof the Estimate Model R RSquare Adjusted R Tabel 4.65 Model Summary 1 ) mempengaruhi variabel 1 ), dukungan Dari tabel 4.64 variabel dukungan emosional (X 1 29 .316 Change df1 df2 Sig.

b. Dependent variabel: kerohanian

  Predictors: (Constant), Dukungan Penghargaan, Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional Dari tabel 4.66 variabel dukungan emosional (X ) mempengaruhi variabel 3 kerohanian (Y 7 ) sebesar 0,640 - 0,534 = 0,106 atau sebesar 10,6%. Predictors: (Constant), Dukungan Informatif, Dukungan Penghargaan, Dukungan Emosional, Dukungan Instrumental Dari tabel 4.67 variabel dukungan emosional (X 4 ) mempengaruhi variabel kerohanian (Y ) sebesar 0,640 - 0,640 = 0 atau sebesar 0 %.

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN

  Hal inimenunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan coping stres atau usaha aksi reaksi dengan intra fisik untuk memanage konflik utama,toleransi terhadap konflik, melebur konflik, meminimalisir konflik lingkungan dan learning, ternyata tikus pada kelompok EH persentase keberhasilannya lebih tinggi dan daya tahan tikus EH lebih besar daripada kelompok lainnya. Selain eksperimen di atas banyak penelitian yang menunjukkan manfaat dari dukungan sosial, diantaranya penelitian (Cohen & Hebert, dalam Aliyah, 2008: 84)yang mengadakan riset tentang sistem kekebalan, riset ini menunjukkan bahwa hubungan pernikahan yang buruk dan dukungan sosial yang rendah memiliki akibatterhadap kesehatan seseorang.

5.3 Saran

  Diantaranya adalah sulitnya mencari responden sejumlah yang dipakai dalam penelitian ini yaitusebanyak 31 orang responden, di mana pada saat penelitian berlangsung, peneliti menutupi jumlah responden yang kurang dengan responden yang baru saja dikenal. Makamengingat pentingnya peran dukungan sosial bagi kehidupan homoseksual, sudah sepantasnya kita sebagai kaum heteroseksual mampu memberikandukungan yang baik dan bijak seperti dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informatif dan bentuk dukungan 2.

DAFTAR PUSTAKA

  Gambaran Stress dan Perilaku Coping Seorang Ibu dalam Menghadapi Anak Hiperaktif. Dimohon dalam pengisiankuesioner ini saudara dapat mengisinya dengan benar berdasarkan fakta yang terjadi pada kehidupan saudara sehari-hari.

1 Saya merasa hidup seorang diri x PERNYATAAN :

NO PERNYATAAN SS S TS STS Sewaktu saya menceritakan masalah saya, teman-teman langsung 1 menunjukkan perhatiannya kepada sayaSaya selalu di beri pujian ketika dibandingkan dengan orang lain 2 3 Bantuan berupa materi sering kali saya terima dari teman-teman Ketika sedang bercerita mengenai masalah yang dihadapi, teman- 4 teman tidak segan untuk memberikan nasihat yang membangunBanyak teman yang tidak mengerti akan perasaan dan masalah 5 yang saya hadapiTerkadang hinaan sering kali saya dapati ketika saya sedang 6 menghadapi masalah dalam hidupBanyak teman yang kurang peduli akan masalah dan hidup saya 7 Pelukan hangat sering saya dapati ketika saya sedang 8 menceritakan masalah yang saya hadapi 9 Banyak teman yang peduli akan masalah yang saya hadapi Mudah bagi saya untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk yang di 10 harapkan dari teman saya teman bagi saya adalah tempat saya meminta nasihat yang 11 membangun, karena mereka sering memberikan hal itu kepada saya

12 Saya tidak pernah menerima bantuan materi dari teman saya

  Teman-teman selalu memberikan dorongan untuk maju dan 13 gagasan yang membangun bagi hidup sayaSikap acuh sering kali ditunjukkan teman-teman terhadap 14 masalah yang sedang saya hadapi. Masalah adalah pengalaman yang datang dan pergi dan menjadikan manusia lebih baik dari hari kehariA.

VAR00025 104.0000 247.000 -.022 .947

  Deviation N of Items 1.0665E2 247.237 15.72376 35 VAR00027 103.6129 237.445 .304 .944 Validitas dan Reliabilitas Dukungan Sosial Case Processing SummaryN % Cases Valid 31 100.0 Excludeda .0 Total31 100.0 30 31 VAR00003 3.3226 .90874 31 VAR00015 2.8710 .80589 Item StatisticsMean Std. Deviation N of Items 93.1935 223.561 14.95197 VAR00034 90.1613 212.940 .581 .951 VAR00023 89.9355 206.596 .784 .949 VAR00033 89.9355 205.529 .837 .949 VAR00032 89.9032 211.624 .616 .951 VAR00031 90.3871 214.978 .342 .953 VAR00030 90.4194 215.185 .327 .953 VAR00029 89.7742 211.447 .719 .950 VAR00027 90.1613 215.540 .256 .955 VAR00024 90.1613 210.340 .430 .953 Validitas dan reliabilitas skala coping stres Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .941 35 Item Statistics Mean Std.

1. Analisis Mayor Descriptive Statistics

  N Coping Stres 31 31 Dukungan Sosial b 31 31 Model Summary Adjusted R Std. Residual -2.133 1.184 .000 .983 31 Residual -2.97716E1 16.52565 .00000 13.71994 31 Adjusted Predicted Value 69.4524 112.5397 98.8204 10.04856 31 Standard Error of Predicted Value2.508 6.895 3.428 .917 31 Std.

2. Menceritakan dan menuliskan masalah dengan dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan, dukungan informatif. Descriptive Statistics

  N Menceritakan dan 31 31 31 31 31 Menuliskan Masalah Dukungan Emosional 31 31 31 31 31 Dukungan Instrumental 31 31 31 31 31 Dukungan Penghargaan 31 31 31 31 31 Dukungan Informasi 31 31 31 31 31 b Variables Entered/RemovedModel Variables Entered Variables Removed Method 1 Dukungan Informasi, Dukungan Instrumental,. Error of the Model R R Square Adjusted R Square Estimate Durbin-Watsona 1 .806 .649 .595 1.56512 1.857a.

3. Analisis Menemukan Hikmah Dari Masalah Dengan Dukungan Emosional, Dukungan Instrumental, Dukungan Penghargaan, Dukungan Informatif

  N Menemukan hikmah 31 31 31 31 31 dari masalahDukungan Emosional 31 31 31 31 31 Dukungan 31 31 31 31 31 Penghargaan Dukungan 31 31 31 31 31 Instrumental Dukungan Informatif 31 31 31 31 31 bVariables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Dukungan Informatif,Dukungan Instrumental, . Predictors: (Constant), Dukungan Informatif, Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional, Dukungan Penghargaan Coefficients aModel Unstandardized Coefficients 31 Deleted Residual -4.41012 3.55369 -.03215 2.12571 31 31 Centered Leverage Value .025 .348 .129 .078 31 Cook's Distance .000 .314 .045 .063 31 Mahal.

4. Analisis Mengambil Respon Positif Ketika Kehilangan Dengan

  N Mengambil Respon Positif Ketika 31 31 31 31 31 Kehilangan Dukungan 31 31 31 31 31 Emosional Dukungan 31 31 31 31 31 Penghargaan Dukungan 31 31 31 31 31 Instrumental Dukungan Informatif 31 31 31 31 31 bVariables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Dukungan Informatif,Dukungan Instrumental, . Error Beta 1 (Constant) 4.108 1.554 2.643 .014 Dukungan Emosional -.360 .125 -.812 -2.870 .008 Dukungan Penghargaan .760 .162 1.639 4.683 .000Dukungan Instrumental .765 .130 .679 5.878 .000 Dukungan Informatif -.318 .183 -.699 -1.737 .094 31 Std.

5. Analisis Mencari Kebermaknaan Hidup Dengan Dukungan Emosional

  N Mencari Kebermaknaan 31 31 31 31 31 Hidup Dukungan Emosional 31 31 31 31 31 Dukungan 31 31 31 31 31 Penghargaan Dukungan Instrumental 31 31 31 31 31 Dukungan Informatif 31 31 31 31 31 bVariables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Dukungan Informatif,Dukungan Instrumental, . Predictors: (Constant), Dukungan Informatif, Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional, Dukungan Penghargaan Coefficients aModel Unstandardized Coefficients 31 Deleted Residual -6.57375 6.21731 -.07809 2.69519 31 31 Centered Leverage Value .025 .348 .129 .078 31 Cook's Distance .000 .606 .053 .112 31 Mahal.

6. Analisis Humor Dengan Dukungan Emosional, Dukungan Instrumental, Dukungan Penghargaan, Dukungan Informatif. Descriptive Statistics

  N Humor 31 31 31 31 31 Dukungan Emosional 31 31 31 31 31 Dukungan Penghargaan 31 31 31 31 31 Dukungan Instrumental 31 31 31 31 31 Dukungan Informatif 31 31 31 31 31 bVariables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Dukungan Informatif,Dukungan Instrumental, . Predictors: (Constant), Dukungan Informatif, Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional, Dukungan Penghargaan Coefficients aModel Unstandardized Coefficients 31 Deleted Residual -5.55503 3.15955 -.05113 1.83172 31 31 Centered Leverage Value .025 .348 .129 .078 31 Cook's Distance .000 .504 .046 .096 31 Mahal.

7. Analisis Meditasi Dengan Dukungan Emosional, Dukungan Instrumental, Dukungan Penghargaan, Dukungan Informatif

  N Meditasi 31 31 31 31 31 Dukungan Emosional 31 31 31 31 31 Dukungan Penghargaan 31 31 31 31 31 Dukungan Instrumental 31 31 31 31 31 Dukungan Informatif 31 31 31 31 31 bVariables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Dukungan Informatif,Dukungan Instrumental, . Predictors: (Constant), Dukungan Informatif, Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional, Dukungan Penghargaan Coefficients aModel Unstandardized Coefficients 31 Deleted Residual -2.79568 2.75719 .00421 1.30114 31 31 Centered Leverage Value .025 .348 .129 .078 31 Cook's Distance .000 .239 .046 .066 31 Mahal.

8. Analisis Kerohanian Dengan Dukungan Emosional, Dukungan Instrumental, Dukungan Penghargaan, Dukungan Informatif

  N Kerohanian 31 31 31 31 31 Dukungan Emosional 31 31 31 31 31 Dukungan Penghargaan 31 31 31 31 31 Dukungan Instrumental 31 31 31 31 31 Dukungan Informatif 31 31 31 31 31 bVariables Entered/Removed Variables Variables Model Entered Removed Method 1 Dukungan Informatif,Dukungan Instrumental, . F Model R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Change a 1 .245 .060 .028 1.27229 .060 1.8491 29 .184 Y dengan X 6 2 Model SummaryChange Statistics R Adjusted R Std.

Dokumen baru

Download (244 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pengaruh self esteem dan dukungan sosial terhadap optimisme hidup orang dengan HIV/AIDS
3
17
149
Pengaruh konsep diri dan dukungan sosial terhadap motivasi belajar remaja panti sosial
5
18
131
Hubungan dukungan sosial dengan Coping stres homoseksual di Jakarta
0
10
244
Hubungan dukungan sosial dengan herga diri pembantu rumah tangga di komplek Bintaro Jaya Sektor 3 RW. 008
0
5
87
Hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi untuk sembuh pada pengguna napza di rehabilitas mandani mental Health Care
7
59
117
Hubungan antara cemburu dengan stres pada remaja di SMUn 1 Pamulang
0
4
121
Hubungan antara pemberian dukungan sosial dari suami dengan tingkat kecemasan menghadapi kelahiran bayi
0
4
181
Hubungan status sosial ekonomi orangtua dengan prestasi mahasiswa FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
3
10
94
Peranan dukungan sosial dalam manajemen stres wanita penderita kanker payudara : studi kasus pasien Rumah Sakit Polisi Pusat R.S.Sukanto Jakarta
0
6
132
Hubungan antara stres terhadap kebutuhan keluarga dengan agresi pada orang Tua
0
5
118
Hubungan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Cengkareng Timur Jakarta Barat
0
6
110
hubungan kecerdasan emosi dan dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi masa pensiun
2
14
115
Pengaruh dukungan sosial terhadap motivasi berprestasi siswa MAN 6 Jakarta
5
14
154
Pengaruh self-regulated learning dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
0
20
0
Hubungan dukungan sosial dengan motivasi untuk sembuh pada penderita kanker
2
36
122
Show more