Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun

Gratis

46
520
118
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR LAMPIRAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang menyangkut tingkat disiplin Pegawai Negeri Sipil dan untuk mengetahuibagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin pegawai negeri sipil pada kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang menyangkut tingkat disiplin Pegawai Negeri Sipil dan untuk mengetahuibagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin pegawai negeri sipil pada kantor Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Simalungun.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Dengan adanya pengawasan pimpinan dapat mengetahui kegiatan-kegiatan nyata dari setiap aspek dan setiap permasalahan pelaksanaan tugas-tugas dalam lingkungan satuan organisasi yang masing–masing selanjutnya bilamanaterjadi penyimpangan, maka dapat dengan segera langsung mengambil langkah perbaikan dan tindakan seperlunya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkansebelumnya sesuai dengan peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku. Usaha untuk mencapai sasaran pokok dan pembinaan yang dilakukan tidaklah semudah dan segampang yang kita bayangkan, karena seperti yang kitaketahui apabila seseorang yang masuk kedalam organisasi tempat dimana ia bekerja, ia pasti mempunyai motif tertentu yang menyebabkan orang tersebut maumelakukan jenis pekerjaan tertentu.

1.2 Perumusan Masalah

1.3 T ujuan Penelitian

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengawasan kerja PegawaiNegeri Sipil di Kantor Badan Kepegawaian Daerah KabupatenSimalungun 2.

3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin

kerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun.

1.4. Manfaat Penelitian

  Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Untuk menambah wawasan peneliti dalam teori dan praktek dilapangan tentang pengaruh pengawasan terhadap Pegawai NegeriSipil di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun.

1.5 Kerangka Teori

Menurut Nawawi (1991 : 39) mengatakan bahwa setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berfikir dalam memecahkan ataumenyoroti masalahnya.

1.5.1 Pengawasan

1.5.1.1 Pengertian Pengawasan

  Karena tujuan pengawasan adalah mengamati apa yang sebenarnya terjadi dan membandingkan dengan apa yang seharusnya terjadi dengan maksud untuksecepatnya melaporkan penyimpangan atau hambatan kepada pimpinan yang bersangkutan agar diambil tindakan korektif yang perlu. Kadarman (2001:159) pengawasan adalah upaya yang sistematis untuk menetapkan kinerja standar pada rencana untuk merancang sistem umpan balikinformasi untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan dan mengukur signifikasi penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakanperbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya yang telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan organisasi.

1.5.1.2 Jenis-Jenis Pengawasan

  Misalnya pengawasan yang dilakukan oleh BadanPemeriksa Keuangan terhadap suatu departemen atau instansi yang bertindak atas nama pemerintah atau presiden. Pengawasan preventifPengawasan yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan dengan maksud agar tidak ada kesalahan atau penyimpangn datadalam melakukan kegiatan organisasi, dalam hal ini misalnya menentukan peraturan-peraturan yang berhubungan denganprosedur, hubungan dengan tata cara kerja atau menentukan pedoman kerja sesuai dengan peraturan atau ketentuan yangditetapkan.

1.5.1.3 Tujuan Pengawasan

  Untuk dapat benar-benar merealisasi tujuanutama tersebut, maka pengawasan pada taraf pertama bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi yang telah dikeluarkan, dan untuk mengetahuikelemahan-kelemahan serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana berdasarkan penemuan-penemuan tersebut dapat diambil tindakan untukmemperbaikinya, baik pada waktu itu maupun waktu-waktu yang akan datang.(Manullang, 2004:173). Untuk mengetahui apakah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkanDengan demikian maksud dan tujuan pengawasan adalah untuk memperbaiki atau mencegah adanya kesalahan, penyimpangan-penyimpanganatau penyelewengan dalam pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dan untuk menghindari kerugian-kerugian yang dilakukansejak suatu pekerjaan dimulai, sedang dikerjakan maupun setelah pekerjaan selesai dilakukan.

1.5.1.4 Prinsip-prinsip Pengawasan

  Agar fungsi pengawasan mencapai hasil yang diharapkan, maka pimpinan organisasi atau unit organisasi yang melaksanakan fungsi pengawasan harusmengetahui dan menerapkan prinsip-prinsip pengawasan George R. Terry dalamWinardi (1986:396) prinsip pengawasan yang efektif membantu usaha-usaha kita untuk pekerjaan yang direncanakan untuk memastikan bahwa pelaksanaanpekerjaan tersebut berlangsung sesuai dengan rencana.

1.5.1.5 Bentuk-bentuk Pengawasan

  Pengawasan Semasa KerjaPengawasan yang dilakukan pada saat tugas diselenggarakan, memungkinkan manajer melakukan perbaikan di tempat pada waktu 3. Pengawasan Pasca KerjaPengawasan dilakukan sesudah kegiatan atau pekerjaan berlangsung dan sudah berselang waktu yang lama.

1.5.1.6 Asas-asas Pengawasan

1.5.1.7 Cara Pengawasan

  Wawancara yang diberikanditujukan kepada orang-orang atau segolongan orang tertentu yang dapat memberi gambaran dari hal-hal yang ingin diketahui, terutama tentang hasil sesungguhnya(actual result) yang dicapai oleh bawahannya. Pengawasan Melalui Laporan Kepada Hal-hal yang Bersifat KhususPengawasan yang berdasarkan kekecualian atau control by exception adalah suatu sistem pengawasan dimana pengawasan itu ditujukan kepada soal-soal kekecualian.

1.5.1.8 Sifat – sifat Pengawasan

  Terpaut dengan tugas tentunya ada faktor-faktor lain seperti faktor biaya, tenaga kerja, sistem prosedur kerja, struktur organisasi dan faktor-faktor psikologis seperti dihormati, dihargai kemajuan dalam karir dan sebagainya. PengawasanHarus bersifat membimbing agar supaya pelaksanaan meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan tugas yang ditentukan kepadanyaSifat-sifat pengawasan diatas dapat juga digunakan sebagai dasar penyusun rencana dan pelaksanaan pengawasan agar rencana dan penyusunanrencana efektif harus diketahui terlebih dahulu siapa dan apa saja subjek serta objek dari pengawasan.

1.5.1.9 Proses Dasar Pengawasan

  Penentuan ukuran atau pedoman baku (standar)Standar terlebih dahulu harus ditetapkan ini tidak lain suatu model atau suatu ketentuan yang telah diterima bersama atau yang telah ditentukan oleh pihak yangberwewenang. Standar berguna antara lain sebagai pembanding didalam pengawasan, alat pengukur untuk menjawab pertanyaan berapa suatu kegiatanatau suatu hasil telah dilaksanakan, sebagai alat untuk membantu pengertian yang lebih cepat antara pengawasan dengan yang diawasi, sebagai cara untukmemperbaiki uniformitas.

1.5.1.10 Ciri-ciri Pengawasan yang Efektif

  Pengawasan harus merefleksikan sifat dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan yaitu bahwa tehnik pengawasan harus sesuai antara laindengan penemuan informasi tentang siapa yang melakukan pengawasan dan kegiatan apa yang menjadi sasaran pengawasan tersebut. Pengawasan harus bersifat membimbingJika telah ditemukan apa yang tidak beres dan siapa yang salah serta telah diketahui pula faktor-faktor penyebabnya, seorang manajer harus beranimengambil tindakan yang dipandang paling tepat, sehingga kesalahan yang diperbuat oleh bawahan tidak terulang kembali meskipunkecenderungan berbuat kesalahan yang lain tidak dapat dihilangkan sama sekali mengingat sifat manusia yang tidak sempurna itu.

1.5.2. Disiplin

  Disiplin juga dapat diartikan sebagai suasana kerja yang tertib aman dan tenang yang dapat membuat para pegawai lebih berkonsentrasi dalam pelaksanaanpekerjaanya dan akhirnya segala pekerjaan yang dilakukan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Menurut Barthos (1993:24) pengertian disiplin tersebut adalah :“pencerminan dari nilai kemandirian yang dihayati dan diamalkan oleh setiap individu dan masyarakat suatu bangsa dalam kehidupan karena itu disiplinmerupakan perwujudan kepatuhan dan ketaatan pada hukum, norma, etika dan aturan-aturan yang berlaku dalam persatuan dan kesatuan”.

1.5.2.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan Disiplin

  Penegakan disiplin melalui HukumDisamping kelima faktor penting dalam pembentukan dan pembinaan disiplin tersebut diatas, ada faktor-faktor lain yang mendukung supaya disiplinkerja pegawai terwujud dalam suatu instansi formal pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban antara lain : 1. Tanggung jawab pimpinan terhadap peningkatan disiplin pegawai merupakan suatu tindak lanjut yang wajar dari adanya tujuan instansi Adapun tanggung jawab pimpinan selaku atasan untuk meningkatkan disiplin kerja pegawai adalah sebagai berikut :a.

1.5.2.2 Tujuan Disiplin Kerja

  MenurutSiswanto Sastrohadiwiryo (2003:292) secara khusus tujuan disiplin kerja para pegawai, antara lain : 1) Agar para pegawai menepati segala peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan maupun peraturan dan kebijakan organisasi yang 2) Pegawai dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan pelayanan yang maksimum kepada pihak tertentuyang berkepentingan dengan organisasi sesuai dengan bidang pekerjaan yang diberikan kepadanya. 3) Pegawai dapat menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana, barang dan jasa organisasi dengan sebaik-baiknya.

1.5.2.3 Jenis-jenis Disiplin Kerja

  Disiplin KorektifDisiplin korektif merupakan kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran yang terjadi terhadap aturan-aturan, dan mencoba untuk Sedangkan menurut Keith Davis dan John W. Tujuan pokoknya adalah mendorong SDM agarmemiliki disiplin pribadi yang tinggi, agar peran kepemimpinan tidak terlalu berat dengan pengawasan atau pemaksaan, yang dapatmematikan prakarsa dan kreativitas serta partisipasi SDM.

1.5.2.4 Pedoman pendisiplinan

  Heidjracman (1983:228 ) mengemukakan bahwa dalam pendisiplinan perlu diperhatikan beberapa pedoman sebagai berikut :a) Pendisiplinan hendaknya dilakukan secara pribadi tidak menegur bawahan dihadapan orang banyak. Akibatnya dapat menimbulkan rasa dendamb) Pendisiplinan harus bersifat Membangun memberikan teguran hendaknya disertai dengan saran tentangbagaimana seharusnya tidak berbuat lagi dengan kesalahan yang sama.

1.5.2.5 Prinsip-prinsip Pendisiplinan

  Selain memberikan teguran dan menunjukkan kesalahan yang dilakukan karyawan, harus disertai dengan saran tentang bagaimanaseharusnya berbuat untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Karena akan percuma pendisiplinan yang dilakukan tanpa adanya pihak yang bersangkutan.

1.5.2.6. Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja

  pengawasan dimaksudkan agar tujuan dan sasaran kegiatan usahaunit –unit pemerintah dapat tercapai serta berdayaguna dan berhasil guna yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok, fungsi, rencana atau program ,pembagian dan pendelegasian tugas, rumusan kerja, pedoman pelaksanaan dan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan uraian diatas daptlah disimpulkan bahwa untuk menegakkan disiplin kerja maka pengawasan para karyawan diharapkan akan dapat berbuatdan bertingkah laku sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi, yang ada pada akhirnya akan menentukan pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

1.6 Hipotesis

  Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentukkalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris Berdasarkan uraian pada kerangka teori dan pengertian-pengertian yang telah dikemukakan maka hipotesis yang diajukan penulis adalahHa : Adanya pengaruh positif antara pengawasan terhadap disiplin kerja pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun.

1.7 Defenisi Konsep

Konsep merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu social(Masri Singarimbun. 1983;31 ) Konsep teoritis diajukan untuk menjawab permasalahan yang diteliti, maka perlu adanya defenisi konsep. Adapun defenisi konsep dalam penelitian iniadalah : 1) Pengawasan adalah keseluruhan rangkaian, tindakan, kegiatan atau usaha yang dilakukan pimpinan atau atasan untuk mengawasi danmengendalikan bawahan serta organisasi atau unit organisasinya secara terus-menerus demi tercapainya tata tertib kelancaranpelaksanaan tugas atau pekerjaan dan tercapainya hasil atau tujuan secara efektif dan efisien sesuai dengan program atau rencana danketentuan yang berlaku 2) Disiplin kerja pegawai adalah perwujudan dari sikap dan tindakan para pegawai yang sesuai dengan ketentuan atau peraturan yangberlaku dalam pelaksanaan tugas.

1.8. Depenisi Operasional

  Defenisi operasional merupakan semacam petunjuk pelaksanan bagaimana caranya mengukur suatu variabel (Masri Siarimbun, 1989)Defenisi operasional merupakan petunjuk atau uraian dari konsep yang sudah ada dan dirumuskan dalam bentuk indicator-indikator agar bagaimana suatuvariabel diukur dan lebih memudahkan operasionalisasi dari suatu penelitian. Disiplin kerja sebagai variabel Y atau terikat dengan indikator sebagai berikut :1) Kepatuhan terhadap peraturan organisasi, memperhatikan dan melaksanakan segala tugas apa yang dianjurkan atau diperintahkan olehatasan.2) Ketaatan terhadap tata tertib selama bekerja, mengikuti ketentuan- ketentuan tentang tata tertib dan peraturan lainnya yang berlaku selamabekerja.3) Ketentuan dan ketelitian selama bekerja, melakukan tugas dengan sebaik- baiknya, cermat dan hati-hati.

BAB II METODE PENELITIAN

  Metode deskriptif mencaripengaruh antara variabel independen dan dependen, memusatkan perhatian pada masalah-masalah atau fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan ataumasalah yang bersifat aktual, kemudian menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki dan diiringi dengan interprestasi yang akurat. 2.3 Populasi dan sampel 2.3.1 Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kwalitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono, 2005:90).

2.6 Teknik Analisis Data

  2) Nilai r yang negatif menunjukkan kedua variabel yang negative, artinyaXY menurunkan nilai variabel yang satu diikuti oleh nilai variabel yang lain. 3) Nilai r yang negatif menunjukkan kedua variabel tidak mempunyaiXY hubungan artinya variabel yang satu tetap meskipun yang lainnyaberubah.

BAB II I DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

  Pada kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun pimpinan tidak akan biasa lepas dari kebijaksanaan dalam menyusun suatu organisasi,karena didalam pencapaian tujuan yang akan ditentukan sebelumnya sudah barang tentu pimpinan tidak akan dapat melakukan secara sendiri, ini disebabkan olehketerbatasan waktu maupun tenaga yang ada padanya. Kepala Sup Bidang Kepangkatan dan Penggajian Pegawai Sebagai salah satu instansi yang berada dijajaran Pemerintahan KabupatenSimalungun, Badan Kepegawaian Daerah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap proses peningkatan sumber daya pegawai negeri sipil pada pemerintahkabupaten Simalungun yaitu dengan melaksanakan tugas pokoknya, dan bertanggung jawab kepada Bupati sebagai kepala daerah melalui sekertarisdaerah.

3.1.4 Tugas Pokok dan Fungsi

  Pelayanan administrasi kepegawaian dalam pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural atau fungsionalsesuai dengan norma, standard dan prosedur yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang –undangan. Kepala Badan Kepegawaian DaerahSecara umum dapat dijelaskan bahwa tugas pimpinan atau Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun yaitu membantu Bupati KabupatenSimalungun dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta merumuskan kebijaksanaan, mengkoordinasikan dan memberikan pelayanankepada masyarakat.

2. Sekertaris

  Mempersiapakan penyelenggaraan rapat dinas dan mempersiapkan surat perintah tugas bagi pegawai yang akan melaksanakanperjalanan dinas.j. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Kepala Bidang Program Kepegawaian

  Mengelola dan memberikan pelayanan administrasi yang berkaitan dengan pengangkatan calon pegawai, penempatancalon pegawai negeri sipil dan pengangkatan pegawai negeri sipil. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4. Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Pegawai

  Membantu Kepala badan dalam menyusun dan menyelenggarakan kebijakan teknis dibidang pengembangan dan pemberdayaan pegawai. Menghimpun dan mengelola data dalam rangka penyusunan perumusan konsep kebijakan di bidang pengembangan karir dan pemberdayaan pegawai.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

  Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5. Kepala Bidang Mutasi Kepegawaian

  Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Mengkordinasiakan dan konsultasi dengan lembaga dan instansi terkait tentang arsip dan dokumentasi pegawai.

BAB IV PENYAJIAN DATA Dalam bab ini peneliti akan menguraikan data-data yang diperoleh selama

  Pemberian Kritik dan Saran oleh Pimpinan terhadap pekerjaan yang dilakukan Pimpinan diharapkan dapat memberi kritik dan saran yang membangun kepada Pegawai atas pekerjaan yang dilakukan agar pegawai dapat mengetahuiapakah pekerjaan yang mereka lakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Tentang Memiliki keinginan untuk bekerja lebih baikMaksud dan tujuan pimpinan perlu mengetahui apakah pegawai memiliki keinginan untuk bekerja lebih baik adalah agar pimpinan dapat mengetahuipegawai yang mana nantinya yang dapat diberikan posisi yang benar-benar dapat diberikann sesuai dengan potensi masing-masing dan dapat diberi tanggungjawab yang sesuai dengan potensi masing-masing.

BAB V ANALISA DATA

4. I. Klasifikasi Data

  4 1.82- 2.61 Rendah 36 100 Sumber: kuesioner variabel X 2.8 Jumlah 1 2.8 5 1.00-1.81 Sangat Rendah 1 Secara keselurahan data yang diperoleh dalam penelitian diuraikan maka tahap selanjutnya akan dibahas data yang telah diuraikan dan menginterpretasikandata secara keseluruhan untuk masing-masing variabel penelitian dapat dilakukan setelah terlebih dahulu diklasifikasikan yakni berdasarkan jawaban- jawabanresponden. Distribusi Frekuensi Klasifikasi Jawaban Responden Untuk Variabel Disiplin Kerja (Y) NO Nilai Jawaban Kategori Frekuensi Persen(%) 1 4.24- 5.00 Sangat Tinggi 19 52.7 2 3.43- 4.23 Tinggi 14 38.8 3 2.62- 3.42 Sedang 1 2.8 4 1.82- 2.61 Rendah 1 2.8 5 1.00-1.81 Sangat Rendah 1 2.8 Jumlah 36 100 Sumber: kuesioner Variabel Y Dari tabel diatas diketahui bahwa disiplin kerjadi Kantor BadanKepegawaian Daerah berada pada tingkat sedang, dimana 36 Responden menjawab pada tingkat sangat tinggi.

V. 2. Koefisin Korelasi Product Moment

  Cara ini digunakan untuk mengtahui ada tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, dengan menggunakanrumus: Untuk menghitung korelasi pengawasan dengan disiplin r Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0.46, dan untuk mengetahui apakah pengaruhnya kuat atau tidak antaravariabel tersebut maka digunakan penafsiran/interpretasi angka. Tabel 33.

V. 3. Koefisien Determinant

Koefisien determina digunakan untuk mengetahui dan membuktikan hipotesis, yakni seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh variabl bebas (X)terhadap variabel (Y). Rumus yang digunakan adalah: Untuk X

2 KD = r x 100% xy

2 = (0.46) X 100%= 0.2116 X 100%= 21.16 % Dengan demikian, pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel X (Pengawasan) terhadap variabel Y (Disiplin Kerja) adalah sebesar 21.16 , sedangkan selebihnyadipengaruhi oleh faktor lain yang diluar dari penelitian ini.

V. 4. Uji hipotesis

Untk uji hipotesis digunakan rumus: Apabila nilai t hitung dikonsultasikan dengan nilai t tabel pada taraf signifikan 95 % atau alpa 5 % maka akan diperoleh t hitung sebesar 3.04 untukpengawasan, berarti 3.04 > 0.329 maka dalam penelitian ini hipotesis “Terdapat Hubungan Yang Positif Antara Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja” diterima.

BAB VI PENUTUPAN VI.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun, maka penulis menarik kesimpulan sebagai

  Pengawasan di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 66,6 %. Disiplin kerja pegawai kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun masuk dalam kategori sangat tinggi yaitu sebesar 52,7 %.

VI. 2. Saran

Saran yang dapat diajukan berdasarkan simpulan di atas adalah sebagai berikut :Mengingat pengawasan besar pengaruhnya terhadap disiplin kerja pegawai, maka pihak pimpinan kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun hendaknya dapat meningkatkan pemberian teguran lisan maupun tertulis secara tegas kepada para Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturanagar pegawai lebih bertanggung jawab atas segala tugas yang menjadi kewajibannya.

DAFTAR PUSTAKA

  1985 Organisasi dan Manajemen, Jakarta : KaruniaArikunto, Suharsimi. Fungsi – Fungsi Manajerial, Jakarta : Bumi aksaraSingarimbun, Masri dan Sofyan Effendi.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
8
65
134
Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Profesionalisme Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah Kabupaten Dairi
3
58
134
Pembinaan Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara Medan
3
59
116
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Motivasi Pegawai Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara Di Medan
0
34
163
Penerapan Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil (Studi Di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah)
11
77
109
Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Simalungun
46
520
118
Peranan Badan Kepegawaian Daerah Dalam Pelaksanaan Rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (Studi Pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Pematangsiantar)
6
70
80
Peranan Badan Kepegawaian Daerah Dalam Pelaksanaan Rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (Studi pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Pematangsiantar)
12
70
47
Pengaruh Kepemimpinan, Komunikasi, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan
4
35
149
Pengaruh Penendalian Internal, Budaya Organisasi Dan Kompensasi Terhadap Perilaku Etis Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karo
3
37
143
Efektivitas Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Cimahi
0
5
1
Implementasi Kebijakan tentang Penempatan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung
0
7
70
Kinerja Pelayanan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung Terhadap Transparansi Pengelolaan Pensiun Pegawai Negeri Sipil
0
6
4
Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Profesionalisme Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah Kabupaten Dairi
0
0
15
BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Profesionalisme Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah Kabupaten Dairi
0
0
27
Show more