Feedback

Strategi Pengembangan Pasar Tradisional Di Kota Medan (Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan)

Informasi dokumen
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA MEDAN (Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan) SKRIPSI OLEH : EKO ARISTON MANIK 040304051 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA MEDAN (Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan) SKRIPSI Oleh : Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan EKO ARISTON MANIK 040304051 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara RINGKASAN EKO ARISTON MANIK (040304051) dengan judul skripsi ”Strategi Pengembangan Pasar Tradisional di Kota Medan (Studi Kasus: Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru)”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu DR. Ir. Tavi Supriana, MS selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Diana Chalil M.Si PhD selaku anggota komisi pembimbing. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2009. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive dan penentuan responden berdasarkan survei yaitu penyelidikan lansung kelapangan untuk memperoleh data-data yang sebenarnya. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Alat uji yang digunakan adalah dengan menggunakan Matriks SWOT. Adapun hasil dari penelitian yaitu: 1. a. Pasar Tradisional yang diteliti selama 3 (tiga) tahun yakni 2007-2009 tidak mengalami perkembangan dalam jumlah kios dan jumlah pedagang. Hal ini disebabkan karena jumlah pasar di kota Medan tetap. b. Jumlah kios dan jumlah pedagang di pasar tradisional Sei Kambing selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 tidak mengalami perkembangan. c. Jumlah kios di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 mengalami perkembangan. Sedangkan jumlah pedagang di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 juga mengalami perkembangan 2. a. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai total skoring sebesar 2,40. b. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan meminimilisasi kelemahan adalah masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai skor pembobotan adalah 2,86. c. Jika dibandingkan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), maka nilai skor faktor strategis eksternal lebih kecil dari nilai skor faktor strategis internal. Artinya strategi pengembangan pasar tradisional lebih memanfaatkan kekuatan dan meminimalisasi kelemahan daripada peluang dan ancaman yang terjadi Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP EKO ARISTON MANIK, lahir di Mariah Bandar Kabupaten Simalungun pada tanggal 13 September 1985 anak dari Ayahanda Marjuang Manik dan Ibunda Medi Boru Situmorang. Penulis merupakan anak ke satu dari lima bersaudara. Pendidikan formal yang pernah ditempuh penulis adalah sebagai berikut : 1. Tahun 1992 masuk Sekolah Dasar Negeri I Pematang Siantar, tamat tahun 1998. 2. Tahun 1998 masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Swasta Sultan Agung Pematang Siantar, tamat tahun 2001. 3. Tahun 2001 masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Swasta Sultan Agung Pematang Siantar, tamat tahun 2004. 4. Tahun 2004 diterima di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, melalui jalur SPMB. 5. Bulan Juni s/d Juli 2008 melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. 6. Bulan Oktober 2009 melaksanakan Penelitian Skripsi di Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul dari skripsi ini adalah “ STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA MEDAN (Studi Kasus: Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru)”. Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : Ibu DR. Ir. Tavi Supriana, MS selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing, memotivasi, dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Ibu Ir. Diana Chalil, M.Si PhD selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing, memotivasi dan membantu penulis dalam penyempurnaan skripsi ini. Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP selaku Ketua Departemen SEP, FP-USU dan Ibu Dr. Salmiah, MS selaku Sekretaris Departemen SEP, FP-USU yang telah memberikan kemudahan dalam hal kuliah. Segala hormat dan terima kasih secara khusus penulis ucapkan kepada Ayahanda Marjuang Manik dan Ibunda Medi Situmorang atas motivasi, kasih sayang, dan dukungan baik secara materi maupun do’a yang diberikan kepada penulis selama menjalani kuliah, tak lupa kepada adinda Elman Mani, Elmon Universitas Sumatera Utara Manik, Eva Yanti Manik dan Evi Yanti Manik serta Keluarga Besar atas semangat yang diberikan serta tidak lupa buat seluruh teman-teman SEP 04, Penghargaan dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: seluruh pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tradisional Sei Sikambing dan Sikambing dan Suka Ramai serta seluruh responden dalam penelitian ini, yang telah banyak membantu penulis dalam memberikan data dan informasi dalam penulisan skripsi. Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Desember 2008 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Judul Halaman RINGKASAN. i RIWAYAT HIDUP. ii KATA PENGANTAR. iii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . . vii DAFTAR GAMBAR. viii DAFTAR LAMPIRAN .ix 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .1 1.2 Identifikasi Masalah .4 1.3 Tujuan Penelitian.4 1.4 Kegunaan Penelitian.5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka .6 2.2 Landasan Teori.10 2.3 Kerangka Pemikiran .19 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penentuan Daerah Sampel Penelitian .22 3.2 Metode Penentuan Sampel.22 3.3 Metode Pengumpulan Data.22 3.4 Metode Analisis Data .23 3.5 Defenisi dan Batasan Operasional.28 Defenisi.28 Batasan Operasional .29 IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK PENGUSAHA SAMPEL 4.1 Deskripsi Daerah Penelitian.30 a. Luas Daerah dan Letak Geografis Kota Medan .30 b. Tata Guna Tanah/Lahan.31 4.2 Keadaan Penduduk .31 4.3 Sarana dan Prasarana .33 4.4 Karakteristik Sampel Penelitian.36 Universitas Sumatera Utara V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Perkembangan Pasar Tradisional di Kota Medan .38 5.2 Strategi Perkembangan Pasar di Kota Medan.42 5.3 Menentukan Rating dan Skoring faktor-faktor strategis .47 5.4 Penentuan Alternatif Strategi.52 VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan .56 6.2 Saran .57 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Judul Hal 1. Contoh Pemakaian Metode SWOT .21 2. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2008 .31 3. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Jenis Pekerjaan Tahun 2008.32 4. Jumlah Penduduk Kota Medan Menurut Tingkat Pendidikan .33 5. Sarana dan Prasarana Kota Medan Tahun 2008. .34 6. Karakteristik Pedagang Sampel di Pasar Sei Kambing Medan .36 7. Perkembangan Jumlah Pasar Tradisional di Kota Medan Tahun 2007-2009 .50 8. Perkembangan Jumlah Kios Pedagang di Pasar Sei Kambing Tahun 2007-2009 .52 9. Perkembangan Jumlah Pedagang di Pasar Sei Kambing Tahun 2007-2009 .53 10. Perkembangan Jumlah Kios Pedagang di Pasar Pagi Padang Bulan Tahun 2007-2009 . 56 11. Perkembangan Jumlah Pedagang di Pasar Pagi Padang Bulan Tahun 2007-2009. 56 12. Pembobotan Faktor Strategis Eksternal. 57 13. Pembobotan Faktor Strategis Internal. 59 14. Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS) . 60 15. Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS). 61 16. Penentuan Strategi Pengembangan Pasar Tradisional di Kota Medan. 62 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Judul Hal 1. Matriks SWOT. 18 2. Skema Kerangka Pemikiran . 21 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Hal 1. Daftar Pedagang Sampel di Pasar Sei Kambing . 69 2. Daftar Pedagang Sampel di Pasar Pagi Padang Bulan . 70 3. Karakteristik Pedagang Sampel Di Pasar Sei Kambing .71 4. Karakteristik Pedagang Sampel Di Pasar Pagi Padang Bulan . 72 5. Karakteristik Pasar Tradisional di Kota Medan.73 6. Jumlah Pasar Tradisional di Kota Medan Tahun 2007-2009 .74 7. Jumlah Kios dan Jumlah Pedagang di Pasar Sei Kambing Tahun 2007-2009 .75 8. Jumlah Kios dan Jumlah Pedagang di Pasar Pagi Padang Bulan Tahun2007-2009. 76 9. Parameter Penilaian SWOT Pasar Tradisional di Pasar Sei Kambing dan Pasar Pagi Padang Bulan.78 10. Distribusi Pedagang Sampel Terhadap Parameter yang Terjadi di Pasar Tradisional Pasar Sei Kambing dan Pasar Pagi Padang Bulan. 79 11. Penentuan Faktor Internal (Kekuatan, Kelemahan) dan Faktor Eksternal (Peluang, Ancaman) Pasar Tradisional di Pasar Sei Kambing dan Pasar Pagi Padang Bulan . 80 12. Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Pasar Tradisional . 81 13. Pembobotan Faktor Strategis Internal . 82 14. Pembobotan Faktor Strategis Eksternal. 83 15. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Eksternal (EFAS). 84 16. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal (IFAS) . 85 17. Hasil Penilaian Faktor Eksternal (EFAS) . 86 18. Hasil Penilaian Faktor Internal (IFAS). 92 Universitas Sumatera Utara RINGKASAN EKO ARISTON MANIK (040304051) dengan judul skripsi ”Strategi Pengembangan Pasar Tradisional di Kota Medan (Studi Kasus: Pasar Tradisional Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia dan Pasar Tradisional Pajak Pagi Padang Bulan Kecamatan Medan Baru)”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu DR. Ir. Tavi Supriana, MS selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Diana Chalil M.Si PhD selaku anggota komisi pembimbing. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2009. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive dan penentuan responden berdasarkan survei yaitu penyelidikan lansung kelapangan untuk memperoleh data-data yang sebenarnya. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Alat uji yang digunakan adalah dengan menggunakan Matriks SWOT. Adapun hasil dari penelitian yaitu: 1. a. Pasar Tradisional yang diteliti selama 3 (tiga) tahun yakni 2007-2009 tidak mengalami perkembangan dalam jumlah kios dan jumlah pedagang. Hal ini disebabkan karena jumlah pasar di kota Medan tetap. b. Jumlah kios dan jumlah pedagang di pasar tradisional Sei Kambing selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 tidak mengalami perkembangan. c. Jumlah kios di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 mengalami perkembangan. Sedangkan jumlah pedagang di pasar Pagi Padang Bulan selama 3 (tiga) tahun terakhir yakni tahun 2007-2009 juga mengalami perkembangan 2. a. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai total skoring sebesar 2,40. b. Pasar tradisional dalam usahanya untuk menjalankan strategi pengembangan pasar tradisional dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan meminimilisasi kelemahan adalah masih di bawah rata-rata. Hal ini dilihat dari nilai skor pembobotan adalah 2,86. c. Jika dibandingkan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor internal (kekuatan dan kelemahan), maka nilai skor faktor strategis eksternal lebih kecil dari nilai skor faktor strategis internal. Artinya strategi pengembangan pasar tradisional lebih memanfaatkan kekuatan dan meminimalisasi kelemahan daripada peluang dan ancaman yang terjadi Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Di Indonesia, pasar tradisional masih merupakan wadah utama masyarakat dalam membeli suatu kebutuhan, karena dalam pasar inilah sesungguhnya perputaran ekonomi masyarakat terjadi. Pasar Tradisional juga merupakan wadah dalam penjualan produk-produk berskala ekonomi rakyat seperti : petani, nelayan, pengrajin dan Home Industry (industri rumah tangga). Interaksi sosial di dalam pasar tradisional sangat kelihatan, ini dapat dibuktikan dari tata cara penjualan (sistem tawar menawar) sampai dengan ragam latar belakang suku dan ras didalamnya (Bisnis Indonesia, 2004). Namun kehadiran pasar modern seperti hyper market, super market, mall, department store, shopping centre, toko mini swalayan, pasar serba ada, toko serba ada dan sebagainya sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang dimasyarakat kita. Maraknya perkembangan pasar modern telah menggeser peran pasar tradisional. Hasil studi menunjukkan bahwa pada tahun 2005-2006 jumlah pasar modern meningkat sampai 31,4%, sedangkan jumlah pasar tradisional turun sebesar 8,1%. Sementara itu keinginan berbelanja masyarakat di pasar modern juga meningkat dari 35% di tahun 1999 menjadi 47% di tahun 2004, sedangkan di pasar modern turun dari 65% menjadi 53% di tahun yang sama ( AC Nielsen tahun 2004-2006 dalam suyatna, 2008). Selama ini kehadiran pasar merespons dengan sangat baik terhadap peluang dan ancaman yang ada dalam 36 Universitas Sumatera Utara industrinya. Dengan kata lain, strategi perusahaan secara efektif mengambil keuntungan dari peluang yang ada saat ini dan meminimalkan efek yang mungkin muncul dari ancaman eksternal. Total nilai 1,0 mengindikasikan bahwa strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang atau tidak menghindari ancaman eksternal (David, 2006). 4.6.3 Matriks Internal Eksternal Matriks IE bermanfaat untuk memposisikan perusahaan kedalam matriks yang terdiri dari sembilan sel. Matriks IE terdiri dari dua dimensi, yaitu total skor dari IFE matriks pada sumbu X dan total skor EFE matriks pada sumbu Y. Pada sumbu X dari IE matriks terdiri dari 3 (tiga) skor yakni Skor 1,0 – 1,99 menyatakan bahwa posisi internal lemah Skor 2,0 – 2,99 posisinya adalah sedang Skor 3,0 – 4,0 adalah kuat. Dengan cara yang sama, pada sumbu Y yang dipakai untuk IFE matriks dengan kriteria : Skor 1,0 – 1,99 menyatakan bahwa posisi eksternal rendah, Skor 2,0 – 2,99 posisinya adalah sedang, Skor 3,0 – 4,0 adalah tinggi. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.1. 37 Universitas Sumatera Utara Skor Total IFE 4,0 3,0 2,0 1,0 Tinggi Skor 3,0 Total Sedang EFE 2,0 I IV II III V VI Rendah 1,0 VII VIII Gambar 4.1. Matriks Internal Eksternal IX Matriks IE memiliki 3 (tiga) implikasi strategi yang berbeda (Umar, 2005), yaitu : a. SBU yang berada pada Sel I,II, atau IV dapat digambarkan sebagai Grow dan Build. Strategi-strategi yang cocok bagi SBU ini adalah strategi Intensif seperti Market Penetration, Market Development, dan Product Development atau Strategi Terintegrasi seperti Backward Integration, Forward Integration, dan Horizontal Integration. b. SBU yang berada pada sel III, V, atau VII paling baik dikendalikan dengan strategi Hold and Maintain. Strategi-strategi yang umum dipakai yaitu strategi Market Penetration dan Product Development. c. SBU yang berada pada sel VI, VIII, atau IX dapat menggunakan strategi Harvest dan Divestiture. 4.6.4 Analisis SWOT Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness) dalam lingkungan internal perusahaan, dan peluang (Opportunities) serta ancaman (Threats) lingkungan eksternal perusahaan. 38 Universitas Sumatera Utara Analisis kekuatan dan kelemahan yang ada di lingkungan internal terutama ditujukan terhadap faktor keberhasilan kunci (Key Success Factor). Jadi dengan analisis ini diharapkan akan diperoleh cara untuk mengembangkan dan memanfaatkan kekuatan serta penopang atau mengurangi kelemahan dengan maksud untuk memanfaatkan peluang dan mengurangi ancaman. (David, 2006) Dari analisis ini ada empat kemungkinan identifikasi lingkungan yang dihadapi perusahaan : Terdapat peluang dalam suatu industri dan perusahaan mempunyai kekuatan untuk mendapatkannya sehingga harus disusun strategi yang bersifat agresif. Terdapat peluang dalam suatu industri akan tetapi perusahaan mempunyai kelemahan yang pokok untuk mendapatkannya, sehingga harus disusun strategi yang bersifat perubahan haluan (Turnaround). Terdapat ancaman dalam suatu industri dan perusahaan mempunyai kekuatan untuk mendapatkannya, sehingga harus disusun strategi bisnis yang bersifat diversifikasi. Terdapat ancaman dalam suatu industri dan disamping itu perusahaan mempunyai kelemahan yang pokok di bidang yang bersangkutan, sehingga harus disusun strategi yang bersifat defensif. SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness) internal perusahaan, dan peluang (Opportunities) serta ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal perusahaan. Analisis SWOT berdasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif memaksimalkan kekuatan dan peluang serta meminimkan kelemahan dan ancaman suatu perusahaan. Apabila diterapkan 39 Universitas Sumatera Utara secara tepat, asumsi sederhana ini mempunyai implikasi yang berpengaruh untuk merancang suatu strategi yang berhasil. Analisis lingkungan industri memberikan informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman dalam lingkungan suatu perusahaan, yang merupakan fokus utama dalam analisis SWOT. Teknik data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diagram Analisis SWOT dan Matriks Eksternal dan Matrik Internal. Berdasarkan matriks SWOT tersebut, dapat disusun empat strategi utama yaitu : SO (Strengths, Opportunities), WO (Weakness, Opportunities), ST (Strengths, Threats), dan WT (Weakness, Threats). Tabel 4.2 Diagram Matrik SWOT IFAS STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W) EFAS Tentukan faktor-faktor Tentukan faktor-faktor kekuatan internal kelemahan internal OPORTUNITIES (O) STRATEGI SO STRATEGI WO Tentukan faktor-faktor Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang peluang eksternal mengunakan kekuatan meminimalkan untuk memanfaatkan kelemahan untuk peluang memanfaatkan peluang THREATS (T) STRATEGI ST STRATEGI WT Tentukan faktor-faktor Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang ancaman eksternal mengunakan kekuatan meminimalkan untuk mengatasi kelemahan dan ancaman menghindari ancaman Sumber : Rangkuti, (2004) 40 Universitas Sumatera Utara      !" #$1 !%&'(') 0'1 %(2%34'15'1 6 '7'( 89@' %0'1 ABCB BDBEFGB HIFCPQP RBQBS HITB UVCBF WVEXY TVSIS`BFPQBQP QVaBSB WBPH CBF WVEXY TVSRVEPbBSBc WBSXEBb HVYXCPBF QVTVEBb dVYVFTB UVCBF TVSWVFTXH YXEBP CPRPHPSHBF TVFTBF` RVFCPSPBF RBQBSe ABQBS GBF` RVSTBYB CPWBF`XF IEVb dVYVFTB UVCBF BCBEBb ABQBS fXFCBS AVTPQBb RBCB gBbXF hhc CBF TVEBb CPWIF`HBS RBCB TBbXF hipc EBEX CPRPFCBbHBF HV ASIGVH AXQBT ABQBSc QVCBF`HBF RBQBS EBPFFGB BCBEBb RBQBS qDBQTB YPEPH grIF` s tPVc WVSFBYB ABQBS uHBF CP vBEBF sbYBC wBFP uu xvBEBF AVSFPB`BBFy GBF` HVYXCPBF CPRPFCBbHBF HV vBEBF €PSVWIF XFTXH CPWBF`XF RBQBS GBF` EVWPb WBPHe fVSCBQBSHBF bBQPE QPCBF` dVYVFTB RBCB TBF``BE h sRSPE hhc CPWBF`XF RBQBS CPBTBQ TBFBb CBTBS GBF` TBCPFGB EBRBF`BF EIYWB HXCBe AVYWBF`XFBF TVSQVWXT TVSCPSP CBSP © xVYRBTy WXBb ‚IICQ WVQBSc YBQPF`ƒYBQPF` WVSXHXSBF p„ x 15 meter dan dikelilingi 182 toko permanen, yang mulai dibangun tanggal 2 April 1931 dan selesai tanggal 31 Desember 1932 dengan biaya sebesar Rp. 1.567.208,Sesuai dengan keputusan DPRD tahun 1957, dibangun pembangunan Pasar Mercu Buana, yang menggantikan loods I,II yang terbakar tanggal 27 Nopember 1971. Perkembangan pasar yang semakin pesat, seperti pembangunan pasarpasar Inpres di daerah perluasan, serta menggantikan pasar ex loods III,IV dan proyek Cabang. Proyek Cabang adalah proyek Pusat Pasar Medan yang diresmikan pada tanggal 31 Agustus 1987. Melihat banyaknya pasar yang ada, maka pemerintahan menentukan suatu kantor untuk mengatur ketertiban pasar dan © Universitas Sumatera Utara ‡ˆ‡‰ˆ‘’“”’ ‰ˆ•ˆ‡–’“ ’“•’’ ‰—˜–™ˆ“ ˜’“ d—“™–‡ˆ“ ’•’– ’“•’’ ‰ˆ“e–’‘ ˜’“ ‰ˆ‡fˆ‘gh iˆfˆ‘–‡ jk j’™’ •ˆfˆ“•–dl ‰ˆ“’“m’“’“ ‰’™’n‰’™’ o’“m fˆ’˜’ ˜g p—•’‡’˜o’ qˆ˜’“ ˜g•’“m’“g —‘ˆr kg“’™ j’™’ p—•’‡’˜o’ •g“md’• ss qˆ˜’“h j’˜’ •’“mm’‘ t u–“g vwwxl ™ˆ™–’g ˜ˆ“m’“ jˆ˜’ y—hvz {’r–“ vww† o’“m ˜g™’rd’“ —‘ˆr |–fˆ“– pˆ‰’‘’ k’ˆ’r {g“md’• s i–‡’•ˆ’ }•’’ ˜ˆ“m’“ i–’• pˆ‰–•–™’“ y—h v~~hx…†nw€{’r–“ vwwz •’“mm’‘ vz ˆf–’g vwwxl ˜gfˆ“•–d‘’r jˆ–™’r’’“ k’ˆ’r j’™’h iˆ•ˆ‘’r ‰ˆ–™’r’’“ ˜’ˆ’r ‰’™’ •ˆfˆ“•–dl ‡’d’ kg“’™ j’™’ o’“m ™ˆfˆ‘–‡“o’ ‡ˆ“mˆ‘—‘’ ‰’™’n‰’™’ •ˆ™ˆf–•l ˜g‘ˆf– ‡ˆ“e’˜g jˆ–™’r’’“ k’ˆ’r j’™’h jˆ–™’r’’“ k’ˆ’r j’™’ ‡ˆ–‰’d’“ ‚’˜’“ }™’r’ qg‘gd k’ˆ’r ƒ‚}qk„ ˜’“ ™–˜’r fˆe’‘’“ ™’‡‰’g ™ˆd’’“mh …˜’‰–“ •–e–’“ ˜g˜ggd’““o’ jkh j’™’ p—•’ qˆ˜’“ ’˜’‘’r † ’h qˆ‡–e–˜d’“ ˜’“ ‡ˆ“g“md’•d’“ ‰ˆ‘’o’“’“ –‡–‡ dˆ‰’˜’ ‡’™o’’d’• ˜gfg˜’“m ™’’“’ ‰’™’l fh qˆ“g“md’•d’“ ‰ˆ“˜’‰’•’“ ’™‘g ˜’ˆ’r ƒj…k„h {–m’™ ‰—d—d jkh j’™’ p—•’ qˆ˜’“ ’˜’‘’r † ’h qˆ“mˆ‘—‘’ ‰’™’n‰’™’ ˜g p—•’‡’˜o’ qˆ˜’“ ™ˆf’m’g ™–‡fˆ ‰ˆ“˜’‰’•’“ ’™‘g ˜’ˆ’rl fh qˆ‘’d™’“’d’“ d—‡fg“’™g dˆe’ ˜ˆ“m’“ g“™•’“™g •ˆd’g•l –“•–d ‡ˆ“”g‰•’d’“ ‰’™’ •ˆ™ˆf–• ‡ˆ“e’˜g fˆ™grl •ˆ•gfl ˜’“ ’‰gh iˆrg“mm’ ‡ˆ“oˆ“’“md’“ f’mg d—“™–‡ˆ“ o’“m fˆfˆ‘’“e’l ”h qˆ‘’d™’“’d’“ •–m’™n•–m’™ o’“m ˜g™ˆ’rd’“ —‘ˆr dˆ‰’‘’ ˜’ˆ’rl ™ˆ™–’g ˜ˆ“m’“ fg˜’“m •–m’™“o’l ˜h qˆ‘’d™’“’d’“ ‰ˆ“m–•g‰’“ ˆ•gf–™g ‰’™’h …† Universitas Sumatera Utara Š‹2 ŒŽ, Ž ‘’ “”•‘Ž –—˜—˜ ‘’ ™”’•Ž –š‹ –‘Ž‘› œ—‘ ž‘’ Ÿ ¡  ¢£¤  ¥¦ ¥£¡£¤ §¨©£ ª«¢£¬ £¢£­£® ¯°£¡ ­ ©£©¨¤ ©«¤¢«±£¬ ¢£­£² ²«³´µ´¢¶£¬ ±«­£·£¬£¬ ´²´² ¢  ¡«¶©¨¤ ±£¡£¤ ¸£¹  ²£¡·£¤£¶£© §¨©£ ª«¢£¬”. Sedangkan misi dari PD. Pasar Kota Medan adalah : a. Mewujudkan akuntabilitas publik oleh perusahaan serta menciptakan aparatur yang bersih. b. Meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan. c. Menumbuhkembangkan perusahaan dalam menghadapi pasar global dengan melaksanakan perencanaan pembangunan, pemeliharaan dan pengawasan. d. Memberikan kontribusi bagi pemasukan pendapatan asli daerah dengan manajemen perusahaan yang bersih. Tugas pokok dan fungsi PD. Pasar Kota Medan pedagang dan distributor yang ada di pasar. Seperti pengakuan salah satu informan yang sebagai anggota OKP: “Jasa yang saya berikan adalah membongkar barang yang akan dijual sehingga saya layak mendapat imbalan dari mereka.” (Budi, Desember 2007) Dalam proses pengutipan yang dilakukan para anggota OKP melakukannya setelah selesainya aktifitas para pedagang dan distributor di pasar sehingga tidak mengganggu kegiatan mereka di pasar. Hal ini juga sesuai denga pengakuan salah satu informan yang mengatakan : “Biasanya saya melakukan pengutipan setelah setelah membongkar barang dan parker pada pagi hari dimana aktifitas telah selesai.” (Dapot, Desember 2007) 66 Universitas Sumatera Utara Hal ini dikarenakan bahwa dengan mengutip ketika aktifitas para distributor dan pedagang telah selesai memudahkan mereka untuk berkomunikasi langsung (seperti menghitung hasil jumlah yang akan dikutip terhadap pedagang distributor). Karena keadaan seperti inilah yang tepat untuk melakukan pengutipan sehingga bila adanya perbedaan jumlah dalam pembayaran pengutipan maka bisa dibicarakan secara tenang dan santai. Dengan adanya kesepakatan bersama untuk menghindari konflik sehingga terjalinnya suatu hubungan yang erat antar kedua belah pihak. Hal ini dipertegas oleh salah satu informan yang menyatakan : “bila ada perbedaan hitungan jumlah barang yang telah dibongkar biasanya kami melakukan perdamaian untuk memuaskan antar kedua pihak.” ( Desember 2007) Dengan pengutipan ini para anggota OKP menganggap apa yang mereka lakukan bukanlah pemerasan dikarenakan ada jasa yang mereka berikan terhadap pedagang dan distributor dalam prakteknya hak untuk melakukan pengutipan adalah wewenang OKP sesuai dengan pembagian tugas meskipun tidak ada landasan hukum yang jelas. Hal ini dipertegas oleh salah satu informan yang mengatakan : “kami tidak melakukan pemerasan dalam pengutipan karena kami memberi jasa terhadap mereka.” (Dapot, Desember 2007) Hal ini juga diperkuat oleh beberapa pedagang dan distributor yang tidak keberatan adanya pengutipan karena mereka merasa terbantu dengan jasa mereka sehingga dianggap sebagai uang balas jasa yang mereka berikan. Maka dengan asumsi inilah terjadi harmonisasi antara pedagang dan distributor terhadap para oknum OKP. 67 Universitas Sumatera Utara Hal ini dipertegas oleh Badaruddin dengan adanya harmonisasi antar aktor pasar sebagai bentuk pemahaman dalam interaksi dan aktifitas pasar tradisional, sehingga dapat diketahui siapa-siapa saja atau kelompok-kelompok mana saja yang turut terlibat dalam aktifitas kegiatan pasar yang disebut sebagai aktor-aktor pasar. Yang secara umum dalam pasar tradisional terdapat beberapa aktor pasar yaitu; distributor, pedagang, penjual jasa, organisasi kepemudaan (pengelola pasar dan pengumpul pajak) dan konsumen. 68 Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Bertitik tolak dari uraian sebelumnya mengangkut dinamika pasar tradisional dengan fokus penelitian pasar malam sambu medan maka dapat disimpulkan bahwa pasar dapat diarahkan sebagai suatu pranata yang mengatur komunikasi dan interaksi pertukaran benda dan jasa ekonomi dan uang, atau dengan singkat dikatakan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, sedangkan pasar tadisional dapat dilihat dari ciri khasnya yaitu yaitu adanya transaksi antara orang perorangan dengan volume jual yang sangat kecil dengan barang yang diperjual belikan berupa jenis barang pangan atau bahan konsumsi rumah tangga sehari hari seperti ikan, sayur sayuran, buah buahan, dan lain lain Pasar tradisional sampai sekarang sangat dibutuhkan karena memiliki keunikan budaya tersendiri yang sangat diminati banyak orang terutama oleh orang orang pedesaan yaitu berupa budaya tawar menawar antara penjual dan pembeli maka tidak mengherankan kalau diantara mereka pada umumnya saling kenal satu sama lain. Jadi didalam pasar tradisional terdapat suatu dinamika yaitu berupa interaksi dan aktifitas yang dilakukan oleh para pedagang khususnya antara penjual dan pembeli berikut dengan para aktor aktor pasar lainya sesuai dengan fungsi dan kepentingan masing masing. Pasar malam sambu sebagai pusat penelitian termasuk salah satu pasar tradisional diantara sekian pasar tradisional yang terdapat di kota medan. Aktifitasnya 69 Universitas Sumatera Utara pada malam hari dimulai pada pukul 10 malam WIB sampai dengan pukul 08 pagi WIB Sebagai pasar tradisional pasar malam sambu merupakan pusat perdagangan hasil pertanian sebagai konsumsi sehri hari keluarga, seperti cabe, bawang sayur mayur, dsb. Kegiatan pasar digerakkan oleh masing masing aktor pasar seperti distributor, pedagang besar, pedagang eceran, konsumen, pengelolaan pasar, pengumpul jasa (pajak/ retribusi pasar) masing masing aktor ini menjalankan aktifitasnya dengan fungsinya masing masing yang menggambarkan suatu dinamika pasar yang berjalan sesuai dengan kebiasaan kebiasaan tanpa adanya suatu aturan yang jelas dan pasti sebagai pedoman dinamika, akibatnya ada kesan timbulnya kesewenangan oleh pengelola pasar. Dalam hal ini oleh para oknum yang tergabung dalam organisasi kepemudaan setempat dalam pengelolaan pasar yang kadang kadang mau tidak mau harus ditaati moleh pedagang. Misalnya dalam pengelolaan tempat,berdagangpenetapan besaran retribusi, dsb. Sering kali diputuskan secara sepihak tanpa adanya kordinasi dengan pihak pemda setempat 5.2. Saran Pasar tradisional merupakan pasar yang sampai saat ini masih tetap dibutuhkan oleh anggota masyarakat, hal ini disebabkan oleh karena budaya pasar tradisional ini sangat cocok terutama pada aspek budaya yang sudah melekat pada masyarakat. Misalnya melaksanakan beli dengan tawar menawar dan adanya transaksi dengan pelayanan secara langsung. Dengan hal tersbut keberadaan pasar ini harus dipertahankan dan dikembangkan terus ditengah perkembangan hadirnya pasar modern 70 Universitas Sumatera Utara Dalam upaya pengembangan pasar tradisional ini seperti halnya pasar tradisional sambu perlu kiranya mendapat perhatian yang lebih serius dari pemerintah, terutama menyangkut sarana dan prasana pasar mengingat kegiatan pasar sambu ini dilaksanakan pada malam hari tentu saja sangat membuthkan lampu penerangan yang selama ini dirasakan kurang memadai. Demikian juga dengan sarana jalan (infrastruktur), masalah kebersihan dan masalah perparkiran pula kiranya didahulukan penertiban karena disinyalir dalam hal ini ada terjadi penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum oknum yang tak bertanggung jawab, meningat belum adanya transparansi akan hak dan kewajiban pada masing masing aktor pasar berdasarkan peraturan yang berlaku Demikian halnya menyangkut masalah permodalan kiranya para pedagang tradisional ini perlu mendapatkan bantuan untuk modal usaha, untuk itu pemerintah sangat perlu mencari solusipemecahan keterbatasan modal para pedagang misalnya dengan fasilitas subsidi, bunga rendah, maupun pinjaman tanpa agunan. 71 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Ali Muhammad. 2001, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Jakarta : Pustaka Ilmu Arikunto, Suharsini. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :: Rineka Cipta. Aziddin Yustan, 1990. Peranan Pasar Masyarakat Pedesaan Di Daerah Kalimantan Selatan. Banjarmasin : Depdikbud. Clifford, Geertz. 1986. Penjaja dan Raja, Perubahan Sosial dan Modernisasi Ekonomi di Dua Kota Di Indonesia. Jakarta : Yayasan Obor. Damsar, 2002. Sosiologi Ekonomi. Jakarta : Raja Grafindopersada. Faisal. Sanapiah. Format Format Penelitian Jakarta : Raja GrafindoPersada. Fukuyama, Francis. 2002. Trust : Kebijakan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran. Yogyakarta : Penerbit Qalam. Hamilton, 1995, Dampak Pengembangan Ekonomi (Pasar) Terhadap Kehidupan Soial Masyarakat Daerah Lampung, Lampung, Pemprop Lampung. Hasbullah, Jousari. 2006. Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia). Jakarta : MR United Press. Hefner, W Robert. 2000. Budaya Pasar . Jakarta : LP3ES Indonesia. Moleong. Lexi. J. 1993. Metode Penelitiian Kulitatif . Bandung Remaja : Rosdakarya Perry Martin, Pengembang Usaha Kecil. Jakarta : Grafindo Persada Penny, D.H. 1990. Kemiskinan Peranan Sistem Pasar. Jakarta : UI Press. Ritzer, George J Goodman, Douglas 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : PrenadaMedia. Soekanto, Soerjono. 2003. Sosiologi. Pengantar.Jakarta : Raja Grafindo Persada. Wahyono, Tejo 1986. . Peranan Psar Roda Masyarakat Pedeasaan (Pasar Nayak Wamena ). Jakarta : Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yin, Robert K. 2003.Sosiologi. Pengantar. Jakarta. : Rajawali Pers. Universitas Sumatera Utara Jurnal : Badaruddin. 2001. Pasar Tradisional Pedesaan. Bandung. : Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran. Surat kabar : Pikiran Rakyat, Senin, 06 Agustus 2007. Pasar Tradisional Perlu Sosialisasi Kompas, Jumat, 22 Juni 2001. Pungli Meraja Lela Di Pasar Tradisional Kompas, 22 Juni 2001.Eksploitasi Di Pasar Tradisional Universitas Sumatera Utara
Strategi Pengembangan Pasar Tradisional Di Kota Medan (Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan) 33 33 1.5 33 67 1.83 Analisis TOWS atau SWOT Kekuatan Strenghts Pasar Tradisional di Kota Medan Kelemahan Weakness Pasar Tradisional di Kota Medan Pendapatan yang Waktu buka pedagang Keamanan pedagang Kesimpulan Saran Penduduk menurut Tingkat Pendidikan Matrik Faktor Strategi Eksternal Matrik Faktor Strategi Internal Peluang Opportunities Pasar Tradisional di Kota Medan Ancaman Threats Pasar Tradisional di Kota Medan Penduduk menurut Jenis Pekerjaan 231 Tidak adanya fasilitas Adanya pasar modern Kondisi dan keadaan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Strategi Pengembangan Pasar Tradisional Di Kota Medan (Kasus :Pasar tradisional Sei Kambing Kec. Medan Helvetia, Pajak Pagi Pasar Lima Padang Bulan Kec. Medan Baru Kota Medan)

Gratis