Feedback

Menganalisis Jaringan Infrastruktur Menggunakan Windows Server 2003 Di Merah Hitam Net.

Informasi dokumen
MENGANALISIS JARINGAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN WINDOWS SERVER 2003 DI MERAH HITAM NET TUGAS AKHIR DANI AGUS SIREGAR 072406061 PROGRAM STUDI DIPLOMA - III TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara MENGANALISIS JARINGAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN WINDOWS SERVER 2003 DI MERAH HITAM NET TUGAS AKHIR Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh Ahli Madya DANI AGUS SIREGAR 072406061 PROGRAM STUDI DIPLOMA-III TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PERSETUJUAN Judul Kategori Nama Nomor Induk Mahasiswa Program Studi Departemen Fakultas : MENGANALISIS JARINGAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN WINDOWS SERVER 2003 DI MERAH HITAM NET : TUGAS AKHIR : DANI AGUS SIREGAR : 072406061 : DIPLOMA III TEKNIK INFORMATIKA : MATEMATIKA : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Diluluskan di Medan, Oktober 2011 Diketahui / Disetujui oleh Departemen Matematika FMIPA USU Ketua, Dosen Pembimbing, Prof. Dr. Tulus, M.Si NIP. 19620901 198803 1 002 Drs. Suyanto, M.Kom. NIP : 19590813 198601 1 002 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN MENGANALISIS JARINGAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN WINDOWS SERVER 2003 DI MERAH HITAM NET TUGAS AKHIR Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil karya saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya. Medan, Oktober 2011 DANI AGUS SIREGAR 072406061 Universitas Sumatera Utara PENGHARGAAN Alhamdulillahi rabbil ‘alamin Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis berhasil meyelesaikan tugas akhir yang berjudul ”Menganalisis Jaringan Infrastruktur Menggunakan windows server 2003 di Merah Hitam Net” ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikut sampai akhir zaman. Selama penyusunan Tugas Akhir ini penulis banyak penulis banyak menerima bantuan moril maupun materil yang tak ternilai harganya. Karenanya penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Drs. Suyanto, M.Kom. selaku dosen pembimbing tugas akhir yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada saya selama menyusun tugas akhir ini. 2. Bapak Drs. Syahril Effendi, S.Si., M.IT dan Syahriol Sitorus, S.Si, M.IT, selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Diploma – III Teknik Informatika Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara. 3. Prof. Drs. Tulus, M.Si dan Dra. Mardiningsih, M.Si. selaku Ketua dan Sekretaris Departemen Matematika Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara. 4. Dr. Sutarman, M.Sc selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara. 5. Seluruh dosen program studi Diploma - III Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara yang telah memberikan ilmu pengetahuannya kepada penulis selama masa perkuliahan. 6. Teristimewa untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta yang telah memberi dukungan dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini. 7. Sahabat - sahabat penulis yang telah . banyak memberikan ilmu kepada penulis baik dalam penyusunan tugas akhir ini maupun pada masa perkuliahan. Akhirnya penulis menyadari bahwa sebagaimana hasil karya manusia. Tugas Akhir yang penulis ini masih sangat jauh dari sempurna, baik dalam penulisan, tata bahasa maupun nilai ilmiahnya. Karena itu penulis dengan hati terbuka menerima segala kritik dan saran yang bertujuan untuk menyempurnakan penyusunan Tugas Akhir ini. Semoga Allah SWT member rahmat - Nya kepada kita semua. Amin. Universitas Sumatera Utara Demikian Tugas Akhir ini saya buat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Penulis Oktober 2011 Dani Agus Siregar Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menyetting jaringan pada sebuah lembaga kursus komputer . Jaringan ini di kembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Mikrotik sebagai sistem operasi router, winbox sebagai pengatur konfigurasi tersebut. Mikrotik di pakai sebagai sistem operasi router untuk mengatur manajemen bandwidth jaringan tersebut. Dengan memanajemen bandwidth menggunakan router mikrotik maka koneksi internet menjadi lancar karena bandwidth yang dimiliki telah terbagi masingmasing kepada para client sehingga membantu memudahkan koneksi yang memanfaatkan layanan jaringan dan juga memudahkan administrator dalam hal memantau akses internet pada jaringan karena telah dilakukan manajemen bandwidth tersebut. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman Persetujuan Pernyataan Penghargaan Abstrak Daftar Isi Daftar Gambar ii iii iv vi vii ix BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah 1.4 Tujuan Penelitian 1.5 Manfaat Penelitian 1.6 Metodologi Penelitian 1.7 Sistematika Penulisan 1 1 2 2 3 3 4 4 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Komputer 2.2 Klasifikasi Jaringan Komputer 2.2.1 Local Area Network (LAN) 2.2.2 Metropolitan Area Network (MAN) 2.2.3 Wide Area Network (WAN) 2.3 Router 2.4 Sistem Operasi 2.5 Gateway 2.6 Mikrotik Router Operating System 2.6.1 Pengertian Mikrotik Router Operating Sistem 2.6.2 Fitur-fitur Mikrotik Router 2.6.3 Sejarah Mikrotik 2.6.4 Jenis – jenis Mikrotik 2.5.4 Fungsi Mikrotik Router BAB 3 GAMBARAN UMUM MERAH HITAM NET 3.1 Sejarah Singkat MERAH HITAM NET 3.2 Visi 3.3 Misi 3.4 Tujuan 3.5 Sasaran 3.6 Kurikulum dan Biaya 3.7 Struktur Organisasi 6 6 7 7 8 9 10 11 13 13 13 15 17 18 18 19 19 20 20 21 21 21 22 Universitas Sumatera Utara Bab 4 PERANCANGAN SISTEM 4.1 Tujuan Perancangan Sistem 4.2 Media Instalasi 4.3 Instalasi Mikrotik 4.4 Topologi Jaringan 23 23 23 24 30 BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Pengertian Implementasi Sistem 5.2 Tujuan Implementasi Sistem 5.3 Hasil Rancangan Sistem 5.3.1 Topologi Jaringan 5.3.2 Media Instalasi 5.3.3 Instalasi Mikrotik 5.3.4 Akses Mikrotik Router OS 5.4 Kofigurasi Manajemen Bandwidth 31 31 31 31 31 32 33 37 47 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 6.2 Saran 56 56 56 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Jaringan Local Area Network (LAN) Gambar 2.2 Jaringan Metropolitan Ar3ea Network (MAN) Gambar 2.3 Jaringan Wide Area Network (WAN) Gambar 3.1 Struktur Organisasi Gambar 4.1 Tampilan Awal Instalasi Mikrotik Gambar 4.2 Pemilihan Paket di Mikrotik Gambar 4.3 Konfigurasi Untuk Menyimpan Konfigurasi Lama Gambar 4.4 Instalasi Konfirmasi Lanjut Gambar 4.5 Instalasi Gambar 4.6 Konfigurasi Sistem Gambar 4.7 Screen Mikrotik Gambar 4.8 Tampilan Awal Winbox Gambar 4.9 Tampilan Koneksi Gambar 4.10 Topologi Jaringan Gambar 5.1 Topologi Jaringan Gambar 5.2 Tampilan Awal Instalasi Mikrotik Gambar 5.3 Pemilihan Paket di Mikrotik Gambar 5.4 Konfigurasi Menyimpan Konfigurasi Lama Gambar 5.5 Instalasi Konfirmasi Lanjut Gambar 5.6 Proses Instalasi Mikrotik Gambar 5.7 Konfigurasi Sistem Gambar 5.8 Screen Mikrotik Gambar 5.9 Tampilan Awal Winbox Gambar 5.10 Halaman Awal Winbox Gambar 5.11 Tampilan Address List Gambar 5.12 Route List Gambar 5.13 New NAT Rule Gambar 5.14 New NAT Rule, Out Interface Gambar 5.15 New NAT Rule, Masquerade Gambar 5.16 IP Pool Gambar 5.17 IP Pool Gambar 5.18 DHCP Server Gambar 5.19 DHCP Server Setup Gambar 5.20 DHCP Server Gambar 5.21 DHCP Server Setup, Lease Time Gambar 5.22 Setup Succesfully Gambar 5.23 Mangle Gambar 5.24 Mangle Rule Gambar 5.25 Action Mangle Rule Gambar 5.26 New Packet, Mash Gambar 5.27 Mangle Rule, Packet Mash Gambar 5.28 Mangle Rule, New Connection Mask 7 8 9 22 25 25 25 25 26 27 27 29 30 30 32 34 34 34 35 35 36 37 38 39 40 40 41 41 42 43 43 44 45 46 46 47 48 49 49 50 50 51 Universitas Sumatera Utara Gambar 5.29 Queue Gambar 5.30 Queue Total Upload Gambar 5.31 Queue Local Down Gambar 5.32 Queue Local Up Gambar 5.33 Queue Type Local Down Gambar 5.34 Queue Type Local Up 51 52 53 53 54 55 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menyetting jaringan pada sebuah lembaga kursus komputer . Jaringan ini di kembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Mikrotik sebagai sistem operasi router, winbox sebagai pengatur konfigurasi tersebut. Mikrotik di pakai sebagai sistem operasi router untuk mengatur manajemen bandwidth jaringan tersebut. Dengan memanajemen bandwidth menggunakan router mikrotik maka koneksi internet menjadi lancar karena bandwidth yang dimiliki telah terbagi masingmasing kepada para client sehingga membantu memudahkan koneksi yang memanfaatkan layanan jaringan dan juga memudahkan administrator dalam hal memantau akses internet pada jaringan karena telah dilakukan manajemen bandwidth tersebut. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, jaringan komputer saat ini sangat dibutuhkan untuk menghubungkan berbagai instansi baik di bidang pemerintahan, pendidikan, bahkan di bidang bisnis sekalipun. Dimana banyak perusahaan yang memerlukan informasi dan data-data dari kantor-kantor lainnya baik dia dari rekan kerja, afiliasi bisnis, maupun konsumen. Dalam hal ini sering kali terjadi permasalahan pada jaringan komputer antara lain data yang dikirimkan lambat, rusak, tidak sampai tujuan, bahkan pada masalah keamanan. Oleh sebab itu, jaringan komputer memerlukan sebuah router. Router adalah sebuah perangkat yang akan melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain. Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki router, permasalahan pada jaringan komputer akan bisa terjawab. Namun, harga router tidaklah murah, hal ini sesuai dengan kinerja yang dihasilkan oleh router itu sendiri. Hingga ditemukanlah sebuah solusi yaitu sistem operasi yang dikhususkan untuk sebuah networking yang dinamakan dengan mikrotik router OS. Sistem operasi ini terbukti cukup murah dan handal dalam melakukan kerjanya sebagai router, seperti pengaturan gateway server, limit bandwidth, hingga pada hotspot. Universitas Sumatera Utara Atas dasar pertimbangan di atas dan setelah membaca beberapa artikel tentang mikrotik router OS, maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini sebagai Tugas Akhir guna melengkapi salah satu syarat dalam menyelesaikan program studi D-III Teknik Informatika Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. Sekaligus untuk membahas serta mempelajari lebih mendalam lagi tentang penggunaan mikrotik router OS. Hal inilah yang menjadi latar belakang penulis untuk mengambil judul Tugas Akhir tentang “Cara Setting Mikrotik dan Pembatasan Access Internet Client pada LBB-TI Medan”. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang melatarbelakangi penulisan Tugas Akhir ini adalah bagaimana caranya menjadikan sebuah PC menjadi router untuk difungsikan sebagai gateway server serta pengaturan limit bandwith dengan menggunakan Mikrotik Router Operating System pada jaringan komputer. 1.3 Batasan Masalah Untuk menghindari pembahasan yang melebar, maka masalah yang dibahas penulis pada penulisan Tugas Akhir ini adalah tentang gateway server dan management bandwith pada jaringan LAN (Local Area Network) dengan menggunakan Mikrotik Router OS. Karena sebagai perangkat lunak Router, Mikrotik Router OS memiliki cukup banyak fungsi, mulai dari quality of service (pengaturan bandwith), firewall, Universitas Sumatera Utara hotspot gateway, web proxy, DNS cache, hingga pada penggunaan Virtual Private Network (VPT). Selain itu fasilitas pemantauan seperti watchdog dan netmatch juga tersedia. 1.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah: 1. Untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi khususnya tentang penggunaan Mikrotik Router OS. 2. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada program D-III Teknik Informatika Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. 1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penulisan Tugas Akhir ini adalah: 1. Menambah dan memperluas ilmu pengetahuan yang didapatkan pada studi perkuliahan terutama tentang penggunaan Mikrotik Router OS pada jaringan komputer, serta dapat mempelajarinya lebih mendalam lagi. 2. Dapat diaplikasikan pada teknologi informasi dibidang jaringan komputer, terutama dalam membangun sebuah gateway server dan pengaturan bandwith dengan menggunakan Mikrotik Router OS. Universitas Sumatera Utara 1.6. Metodologi Penelitian Adapun metodologi penelitian yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah: 1. Observasi, yaitu melakukan penelitian langsung ke lokasi seperti ke warung internet. 2. Wawancara, yaitu bertanya langsung kepada orang yang lebih dahulu tahu tentang Mikrotik Router dari pada penulis. 3. Studi literatur, yaitu mempelajari atau mengunjungi website-website atau situssitus menyediakan tutorial serta artikel mengenai Mikrotik Router OS 1.7 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah: BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. BAB 2 LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang berbagai uraian singkat yang berhubungan dengan cara setting mikrotik dan pembatasan access client . BAB 3 GAMBARAN UMUM MERAH HITAM NET Bab ini berisi tentang gambaran umum mengenai MERAH HITAM NET . Universitas Sumatera Utara BAB 4 PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini penulis menguraikan tentang perancangan sistem, cara setting mikrotik dengan winbox, algoritma terbentuknya proses. BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini berisi uraian pengertian implementasi sistem, komponen utama implementasi sistem, tujuan implementasi sistem, pemeliharaan sistem, dan demonstrasi proses. BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dan saran dalam tugas akhir ini mengenai tentang analisi jaringan infrastruktur di merah hitam net. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan komputer Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya seperti kabel, switch, atau router yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Adapun tujuan dari jaringan komputer adalah: 1. Membagi fungsi sumber daya seperti berbagi pemakaian printer, CPU, RAM, harddisk 2. Komunikasi contohnya surat elektronik, instant messaging, dan chatting 3. Akses informasi: contohnya web browsing Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. 2.2 Klasifikasi Jaringan Komputer 2.2.1 Local Area Network (LAN) Universitas Sumatera Utara Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk jaringan LAN. Gambar 2.1 Jaringan Local Area Network (LAN) 2.2.2 Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan komputer yang saling terkoneksi dalam suatu kawasan atau kota dengan transfer data berkecepatan tinggi. Universitas Sumatera Utara Jaringan MAN bisa menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya yang berjarak antara 10 hingga 50 km. Gambar 2.2 Jaringan Metropolitan Area Network (MAN) 2.2.3 Wide Area Network (WAN) Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan komputer yang mencakup area yang luas seperti jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu Universitas Sumatera Utara dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain. Gambar 2.3 Jaringan Wide Area Network (WAN) 2.3 Router Router adalah suatu perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain. Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router. Router mempunyai beberapa fasilitas seperti DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol) yang berfungsi untuk membagi IP Address komputer client. Universitas Sumatera Utara Selain itu fasilitas lain dari router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain. Misalnya jika pada suatu perangkat jaringan (komputer) memiliki IP Adress 192.168.0.1, maka agar komputer lain dapat berkomunikasi, harus diberikan IP Address dengan Network Identification 192.168.0 dan Host Identification 2-254, contoh 192.168.0.24, 192.168.0.32 dan seterusnya. Permasalahan akan muncul ketika perangkat jaringan yang terhubung sangat banyak (biasanya di atas 20 perangkat), seorang administrator akan dipaksa berkeliling untuk men-setting IP address tiap host, Oleh karenanya kita dapat menggunakan router. Jenis-jenis router : 1. Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain. 2. Router yang koheren dalam jaringan Anda sehingga semua komputer dapat berkomunikasi. Dalam sebuah jaringan. Setiap host normalnya membedakan dirinya dari jaringan yang lain dengan menggunakan network address. Sebagai contoh, IP version 4 menyediakan metode agar komputer dengan alamat 4-byte dapat berkomunikasi satu sama lain. Alamat harus dikonfigurasikan sehingga bagian awal dari alamat (network ID) sesuai dengn alamat lain yang berada dalam jaringan lokal (local network), atau subnet. Untuk Universitas Sumatera Utara 28    mengijinkan komputer berkomunikasi dengan komputer lain yang berbeda subnet, Anda harus menghubungkan subnet dengan menggunakan route (seperti Routing And Remote Access service pada Windows Server 2003). Alamat dapat dikonfigurasikan secara manual, didistribusikan secara otomatis melalui penggunaan DHCP server, atau dikonfigurasikan sendiri. 5. Name Resolution/ Resolusi Nama Sebagian besar jaringan menggunakan penamaan sistem sehingga orang-orang dapat merujuk ke komputer berdasarkan nama dan bukan alamatnya. Name resolution merupakan proses menerjemahkan nama komputer ke dalam sebuah alamat, dan sebaliknya. Karena Windows dapat menggunakan dua sistem penamaan yang berbeda, NetBIOS dan DNS, jaringan Windows mendukung kedua sistem resolusi nama tersebut. NetBIOS tidak dikenali untuk jaringan Microsoft yang lama, dan saat ini, NETBIOS digunakan biasanya untuk kesesuaian dengan legalitas fitur dan sistem.DNS merupakan sistem penamaan asli pada Internet dan semua sistem operasi Windows yang dikeluarkan sejak Microsoft Windows 2000. Untuk mengatasi penamaan NetBIOS, jaringan Microsoft dapat megirimkan broadcast queries ke semua sistem dalam segmen jaringan yang sama atau mengirimkan request ke WINS server. Untuk mengatasi penamaan DNS (host), jaringan Microsoft mendasarkan pada protokol DNS dan DNS servers. Agar dapat berfungsi sebagai mana mestinya, kedua layanan resolusi nama tersebut harus dikonfigurasikan dan didukung oleh administrator jaringan yang berpengalaman. Network Komputer Groups/ Grup Universitas Sumatera Utara 29    Komputer dalam Jaringan Dalam Windows, komputer dapat dikelompokkan ke dalam workgroup atau domain. Sebuah workgroup merupakan pengelompokkan sederhana sumber daya yang bertujuan untuk membantu user menemukan sumber daya seperti printer dan shared folders. Secara default, komputer dalam Windows workgroup menggunakan sistem penamaan NetBIOS untuk memberi nama komputer dan menerjemahkan nama tersebut. NetBIOS diguakan dengan protokol yang berhubungan, seperti Common Internet File System, sebuah pengembangan dari protokol Server Message Block (SMB untuk memungkinkan berbagi fungsi file, keamanan untuk berbagi jaringan, dan fitur penelusuran jaringan. Walaupun begitu, tidak ada kemanan terpusat atau fitur pengaturan yang tersedia di dalamnya. Sebuah domain merupakan kumpulan komputer, yang didefinisikan oleh administrator jaringan, yang berbagi direktori yang sama, kebijakan keamanan, dan hubungan dengan domain yang lain. Informasi keamanan dan direktori disimpan dalam domain controllers di dalam setiap domain. 7. Active Directory/ Direktori AKtif Dalam jaringan Windows Server 2003, domain dibuat dan didukug oleh layanan direktori Microsoft Active Directory. Active Directory merupakan basis data terdistribusi dan layanan direktori yang direplikasikan ke semua domain controller pada jaringan. Basis data Active Directory menyimpan informasi tentang obyek jaringan yang meliputi domain, komputer, dan obyek yang lain. Sifat distribusi yang dimiliki Active Directory memberikan user jaringan akses ke sumber daya yang Universitas Sumatera Utara 30    diijinkan dimanapun pada jaringan dengan menggunakan proses logon tunggal. Active Directory juga menyediakan satu titik pengelolaan administrasi untuk semua obyek jaringan. Istilah domains digunakan mengacu baik pada pengelompokan komputer dalam Active Directory dan penggalan nama hirarkikal seperti microsoft.com dalam DNS. Ingat bahwa Active Directory domains dan DNS domains merupakan entitas berbeda yang dibangun oleh sistem yang terpisah. Walaupun begitu, untuk menyederhanakan administrasi, Active Directory domains dan komputer anggotanya biasanya diberikan nama sesuai dengan nama DNSnya. Dengan cara ini, Active Directory namespace dan DNS namespace terjadi overlap. 8. Remote Access/ Akses Jarak Jauh Koneksi Remote access harus dikonfigurasikan untuk user yang terhubung ke jaringan Windows dari tempat yang bukan lokal. Dua metode dasar untuk akses jarak jauh meliputi dial-up langsung ke komputer jaringan dan jaringan virtual private. Untuk akses dial-up, Anda tidak hanya harus mengkonfigurasi server untuk menjawab panggilan masuk, tetapi juga harus mengkonfigurasi autentikasi, hak akses, dan persyaratan enkripsi. VPN memungkinkan koneksi pribadi untuk mengaktifkan jaringan publik seperti internet. Koneksi jaringan ini membutuhkan sekumpulan konfigurasi yang berbeda pada prosedur konfigurasi unruk autentikasi, enkripsi, dan keamanan. Universitas Sumatera Utara 31    9. Network Address Translation/ Penerjemahan Alamat Jaringan Network Address Translation (NAT) merupakan sebuah metode untuk memungkinkan komputer internal mengakses jaringan Anda yang telah diberikan alamat nonpublik untuk berkomunikasi dengan komputer melalui internet. Ketika NAT dikonfigurasi untuk digunakan pada infrastruktur jaringan, pemasangan ini berakibat pada skema pengalamatan pada jaringan Anda. Internet Connection Sharing adalah implementasi sederhan NAT yang terapat dalam sistem operasi Windows baru-baru ini. 10. Infrastruktur Certificates Certificates digunakan untuk kriptografi kunci publik, yang merupakan elemen keamanan penting dalam jaringan Windows Server 2003. Certificates dan public key cryptography digunakan dibanyak fitur Windows, seperti Secure Sockets Layer, protokol Internet Protocol Security (mengenkripsi komunikasi IP), smart cards, dan Encrypting File System (mengamankan file pada jaringan). Infrastruktur certificate didukung dalam jaringan Windows Server 2003 terintegrasi dengan sistem Public Key Infrastructure sebuah sitem sertifikat digital. Otoritas sertifikasi, dan otoritas registrasi lainnya yang mengautentikasi setiap pihak yang terlibat dalam transaksi elektronik. Universitas Sumatera Utara BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Windows Server 2003 Alasan mengapa penulis memilih Windows Server 2003 sebagai server, karena pada Windows Server 2003 ini memiliki sistem keamanan yang lebih baik, ruang lingkup user yang baik, dan telah mengusung Windows berbasis .Net. Bagi kantor maupun perusahaan yang mempertimbangkan migrasi ke jaringan server, Windows Server ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Pada kesempatan ini penulis tidak menuliskan cara-cara instalasinya, karena penginstalannya tidak jauh berbeda dengan menginstal sistem operasi Microsoft lainnya. Jika pernah menginstal Windows Server 2000, XP, dan 2000 Server, maka anda tidak akan mendapatkan kesulitan untuk menginstal Windows Server 2003 ini. Penulis menganggap pembaca/ peneliti sudah biasa melakukannya. Hal ini dengan didukungnya banyaknya tutorial – tutorial maupun sumber bacaan lain yang membahas tentang cara menginstal sistem operasi Windows. Universitas Sumatera Utara 33    3.2 IP Address Pada Server Sebenarnya IP Address untuk Server ini ketika proses instalasi Active Directory ditanyakan apakah akan langsung diisi atau tidak. Jika belum diisi pada saat instalasi tersebut Anda harus mengisinya. Tujuan IP Address adalah memberi alamat untuk sebuah server atau komputer dalam suatu jaringan. Secara sederhana agar komputer dalam jaringan dapat dikenali oleh semua client dan dirinya sendiri harus diberi alamat. Alamat inilah yang dimaksud dengan IP Address. IP Address adalah nomor tertentu yang nantinya dijadikan patokan untuk memberi alamat pada Client yang ada dalam suatu jaringan LAN berbasis Client Server ataupun Workgroup. Masalah pemberian IP Address atau pemberian alamat ini tidak bisa sembarangan, apalagi bila komputer Anda dijadikan Web Server. Maka jelas IP Address tersebut tidak asal memberikan saja, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan-aturan yang ada. Dalam contoh ini saya memberi IP Address untuk Server saya bernama IDR dengan nomor 192.168.1.1. Maka nomor lain untuk semua Client harus mengacu pada nomor ini, misalnya untuk Client harus mulai dari nomor 192.168.1.2 sampai 192.168.1.20 atau sesuai dengan jumlah komputer yang akan dikoneksikan ke jaringan. Kemudian kalau Anda akan memasang ada dua server yang segmennya berbeda, maka Anda harus memberi IP dua segmen, artinya server A dengan nomor misalnya 192.168.1.1 dan dalam group ini semua Client harus diawali dengan IP 192.168.1.xx. Sedangkan untuk server B bisa menggunakan nomor 192.168.2.1 atau disesuaikan dengan kebutuhan, maka jika demikian nomor IP untuk Client. Universitas Sumatera Utara 34    Group ini harus diawali dengan IP nomor 192.168.1.xx. Sedangkan untuk Subnet mask-nya Tab Gateway, masukkan IP address Gateway Gambar 4.47. Jendela Tab Gateway, masukkan IP address Gateway Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. d. Pada lembar Tab WINS, masukkan IP address WINS Gambar 4.48. Jendela Tab WINS, masukkan IP address WINS 4.6. Sofware Client Pada dasarnya, ada tiga tipe software Citrix ICA client yang dapat dipakai, tergantung kebutuhan pemakai. a. Program Neighborhood b. Program Neighborhood Agent c. Web Client Software client Program Neighborhood adalah yang paling popular, karena telah lama dipakai pada berbagai versi lama citrix MetaFrame XP. Sementara itu, Program Neighborhood Agent dan web client baru diperkenalkan pada versi-versi baru Citrix MetaFrame XP. Program Neighborhood Agent mempermudah pemakai untuk mengakses aplikasi yang dipublikasikan, karena semua setting di atur secara otomatis dan web client memungkinkan pemakai untuk mengakses aplikasi yang dipublikasikan menggunakan web broser. Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. 4.6.1. Program Neighborhood Software client Program Neighborhood dapat diperoleh dan diinstalasikan dengan 2 (dua) cara, yaitu : 1) Menggunakan CD Citrix MetaFrame XP Presentation Server 3 2) Melalui jarigan Network Pada MetaFrame versi sebelummnya, software client dapat disediakan pada floppy disk dengan menggunakan peranti “ICA Client Creator”, akan tetapi mulai dari MetaFrame Presentation Server 3 untuk windows server 2003, peranti ini tidak didukung lagi. Instalasi dengan CD Citrix MetaFrame Presentation server 3 adalah yang termudah, tinggal memasukkan CD pada komputer pemakai software client yang tersedia pada folder \icains\en\. Pilih subfolder yang sesuai dengan system operasi yang dipakai oleh komputer. CD tersebut datang dengan berbagai versi software client untuk berbagai system operasi sebagai berikut : ICA Win32 Client ICA Win16 Client ICA WinCE Client ICA UNIX Client ICA Macintosh Client ICA Macintosh OS-X Client ICA OS2 Client ICA DOS32 Client Apabila instalasi software client akan dilakukan lewat jaringan, file –file software client tersebut harus disalin pada lokasi di jaringan secara manual, atau Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. menggunakan peranti “ICA Client Distribution Wizard”. Sebagai contoh, file-file software client tersebut disalin pada folder ICA milik sever 1 yang dikonfigurasikan agar dapat di pakai bersama(shared). Dari komputer pemakai, kemudian folder ICA di jaringan tersebut dapat diakses dengan windows Explorer, kemudian software client dapat diinnstalasikan. 4.6.2. Cara Instalasi Program Neighborhood Untuk memulai instalasi Program Neighborhood, jalankan file “Setup” pada CD atau lewat jaringan, seperti telah dibahas sebelumnya. Jendela “Welcome to the Citrix Program Neighborhood Setup”. Langkah-langkah adalah sebagai berikut : 1) Koneksi ke Local Area Network (LAN) Gambar 4.49. Jendela Koneksi ke Local Area Network (LAN) Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. 2) Isi User Client, dan koneksi Server Gambar 4.50. Jendela Isi User Client, Dan Koneksi Server 3) Klik next Gambar 4.51. Jendela Add New ICA Connection 4) Isi user name, password, domain berdasarkan dari Server Gambar 4.52. Jendela Isi User Name, Password, Domain Berdasarkan Dari Server Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. 5) Klik Next Gambar 4.53. Jendela Isi User Name, Password, Domain 6) Klik next Gambar 4.54. Jendela User Default 7) Klik next Gambar 4.55. Jendela Kotak dialog Belum di Isi Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. 8) Klik Finish Gambar 4.56. Jendela ICA Connection Finish 9) Tampilan Gambar 4.57. Jendela Tampilan Aplikasi 4.6.3 Menguji Citrix Program Neighborhood Setelah intalasi selesai, saat ini di komputer pemakai tersedia Citrix Program Neighborhood yang dapat di jalankan dengan klik Start> All Program> Citrix Client > Program Neighborhood atau klik ganda pada icon Program Neighborhood pada desktop. Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. 1) Klik Ok Gambar 4.58. Jendela Logon Citrix MetaFrame XP Jendela logon Citrix Program Neighborhood akan tampil. Ketik nama pemakai Citrix dan Password sesuai dengan yang telah dibuat sebelumnya. Jendela “Connecting to PalapaFarm” akan tampil, jika citrix server farm yang akan di akses bernama PalapaFarm. 2) Double Klik User5 Gambar 4.59. Jendela Citrix Program Neighborhood Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. Gambar 4.60. Jendela Connecting To User Setelah koneksi citrix server farm berhasil, maka pada jendela “Citrix Program Neighborhood” akan tampil aplikasi-aplikasi yang telah dipublikasikan dan tersedia untuk pemakai yang bersangkutan seperti yang ditentukan pada saat software aplikasi dipublikasikan Gambar 4.61. Jendela Aplikasi Set Manager Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. Gambar 4.62. Jendela Costum ICA Connector User Citrix ICA Client Sedang proses Connection ke aplikasi Windows 2003 Server. Yang ada di Komputer Server Gambar 4.63. Jendela User Citrix ICA Client Tampilan Server User Citrix ICA Client setelah connection ke aplikasi yang ada di Windows 2003 Server. Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. Gambar 4.64. Jendela Tampilan server di User Citrix ICA Client Tampilan Server di User Citrix ICA Client setelah connection ke aplikasi Windows 2003 Server. Langsung bisa di operasikan oleh penguna user citrix ICA Client. Gambar 4.65. Jendela Tampilan Start Program server di User Citrix ICA Client Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang penulis dapatkan dalam menerapkan Citrix Metaframe XP pada Jaringan PC Clonning dengan Windows 2003 server adalah sebagai berikut : 1.) Citrix MetaFrame memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dibandingkan dengan windows teminal server antara lain : c. Keunggulan; menghemat kebutuhan hardware atau software dan menghemat Investasi. d. Kelemahan; memperpendek umur hardware pada server, penurunan kinerja server, membutuhkan perangkat server yang sangat bermutu, karena semua proses dikerjakan di server. 2.) Masalah yang timbul pada sistem cloning adalah penurunan kinerja server. 5.2 Saran a. Saran penulis pada tugas akhir ini yaitu memberikan beberapa ide yang dianggap perlu nantinya, dan diharapkan berguna bagi Universitas Sumatera Utara maupun bagi penulis, serta ada beberapa pengembangan dan menyempurnakan penelitian selanjutnya Pengembangan Implementasi Jaringan PC Clonning yang ada sehingga kedepannya menjadi lebih baik. Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. b. Tulisan ini masih sangat sederhana, maka kedepan bagi para pembaca penulis memberikan saran sebagai berikut : - Implementasi PC Clonning perlu pengembangan lebih lanjut. - Pemanfaatan PC Clonning perlu dikembangkan dan disempurnakan lebih lanjut melalui berbagai penelitian yang lebih mendalam Sehingga diharapkan dapat berguna bagi para pembaca dan dunia pendidikan serta dunia usaha pada umumnya. Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010. DAFTAR PUSTAKA 1. Jogianto Hartono, 1991, Pengenalan Komputer, Penerbit Andi,Yogyakarta. 2. Abdul Razaq Rizky, 2006, Belajar Cepat Praktik : Microsoft Windows Server 2003, CV.Yrama Widya, Bandung 3. Moh. Sulham, 2004, Membangun Jaringan Komputer Murah Menggunakan Citrix MetaFrameXP, Penerbit Andi, Yogyakarta. 4. (http://www.acehforum.or.id/), Membangun Jaringan PC Cloning Dengan Winconnect 5. Ir. Hendra Wijaya, Citrix Metaframe Presentation Server, Penerbit PT. Gramedia Elexmedia Komputindo, Jakarta, 2002 6. (Ilmukomputer.com, Ivan Sudirman, ivan@wiraekabhakti.co.id Romi Satria Wahono romi@romisatriawahono.net, Sejarah Komputer ) 7. (ilmucomputer.com (ivansudirman-hardwarekomputer.pdf) 8. Sulung, Thin Client Server Computing, Penerbit PT. Gramedia Elexmedia Komputindo, Jakarta, 2002 Sondang Purba : Implementasi Jaringan PC Cloning Dengan Windows 2003 Server Menggunakan Aplikasi Citrix Metaframe XP, 2010.
Menganalisis Jaringan Infrastruktur Menggunakan Windows Server 2003 Di Merah Hitam Net.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags

Windows Server

Jaringan Infrastruktur Analisis Pengaruhinvestasi Di Sumatera Utara Tahun

Windows

Analisa Kinerja Jaringan Tulang Panggung Backbone Menggunakan Serat Optik

Proyek Infrastruktur

Windows Api

Cincau Hitam

Sektor Infrastruktur

Authorization Server

Resource Server

Upload teratas

Menganalisis Jaringan Infrastruktur Menggunakan Windows Server 2003 Di Merah Hitam Net.

Gratis