Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan

 0  37  57  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul Secara umum, tujuan utama sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh

  Dalam hal ini, pengawasan terhadap aktiva tetap merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh perusahaan, sebab jika terdapatkesalahan pengelolaan aktiva karena kurangnya perhatian dari perusahaan akan membawa pengaruh pada kegiatan ekonomi dan juga merugikan perusahaan. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk CabangMedan, sebagai sebuah perusahaan perbankan sudah tentu memiliki aktiva tetap relative besar, tentunya memerlukan pengawasan yang baik agar aktiva tetapnyaterkelola dan terpelihara dengan baik.

1. Tujuan penelitian

2. Manfaat penelitian

  Bagi perusahaan Sebagai bahan masukan dan pertimbangan menentukan kebijakan dalam pengawasan intern terhadap aktiva tetap pada masa yang akandatang dari beberapa literature yang diuraikan beserta saran-saran yang diberikan oleh penulis. Bagi pembaca Sebagai bahan masukan dan pertimbangan yang nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi bagi rekan- rekan mahasiswa dalam membuat paper ditahun-tahun mendatang yang berkaitan dengan pengawasan intern terhadap aktiva tetap .

D. Metode Penelitian

  Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung dari perusahaan yang berhubungan dengan objek penelitian. Penelitian kepustakaan (library research)Yaitu penelitian yang melakukan dengan cara mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan yang dibutuhkan berdasarkan buku-buku, catatan ilmiahserta tulisan ilmiah yang mempunyai hubungan dengan paper yang disusun ini.

E. Sistematika Pembahasan

  BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menguraikan tentang alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan. BAB III : PEMBAHASAN Bab ini berisikan teori yang menjelaskan tentang pengertian aktiva tetap dan jenis – jenisnya, cara perolehan aktiva tetap, dan metode penyusutannya, penggantian aktiva tetap,serta pengawasan intern aktiva tetap.

BAB IV : PENUTUP

BAB II PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk CABANG MEDAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan Dengan maksud mendidik masyarakat agar gemar menabung, pemerintah Hindia belanda melakukan Koninkljik Besluit no. 27 tanggal 16 Oktober 1897

  Pada bab akhir ini, penulis akan memberikan kesimpulan dan saran dari penelitian yang telah dilaksanakan di PTBank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan mendirikan Posts Paar Bank, yang kemudian terus hidup dan berkembang hingga tahun 1939. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektifitas kerja dapat diwujudkanmelalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.

C. Uraian Tugas (Job Description)

1. Kepala Cabang (Branch Manager)

  Melakukan fungsi otorisasi untuk aktifitas financial dan non financial sesuai ketentuan yang berlaku dan lazim dilakukan serta dapatdipertanggungjawabkan. Melakukan supervisi dan memastikan pelayanan permohonan pembayaran ekstra dan advance payment sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

9. Sekretaris (Secretary)

  Mengatur semua kegiatan protokoler dan perjalanan dinas Kepala Cabang baik dari pihak internal dan eksternal bank. Melakukan supervisi atas entry jurnal GL-GL atas transaksi yang dilakukan oleh unit kerja lain.

D. Kinerja Kegiatan Terkini

  Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua, begitu jugapada PT. Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan tepat.

BAB II I PEMBAHASAN A. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah aktiva yang tidak lancar yang diperoleh untuk

  Menurut Ikatan Akuntan Indonesia ( 2004 : 58 ) : Aktiva Tetap adalah aktiva tetap berwujud yang diperoleh dengan membangun lebih dahulu yangdigunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebihdari satu tahun. Menurut Halim dan Supomo (2001) : aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki dan digunakan untuk beroperasi dan memiliki masa manfaat dimasa yang akan datang lebih dari satu periode anggaran serta tidakdimaksudkan untuk dijual.

B. Jenis – Jenis Aktiva Tetap

  Jenis aktiva tetap di setiap perusahaan berbeda-beda, hal ini disebabkan karena perbedaan jenis kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas dan dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telahberakhir.

4. Penggolongan aktiva tetap secara luas

  Khusus untuk bangunan yangdianggap sebagai bagian dari lahan atau yang dapat meningkatkan nilai gunanya seperti jalan, maka pencatatanya dapat digabungkandalam nilai lahan. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan menggolongkan aktiva tetap ke dalam 4 golongan yaitu :a.

c. Furniture and fixture

Terdiri dari :1) Filling kabinet besi,2) Brankas,3) Papan visual / papan nama,4) White board,5) Meja kerja besi / metal6) Meja kerja kayu,7) Kursi besi / metal,8) Kursi kayu,9) Meja komputer,10) Meja ketik,11) Meja telepon,12) Karpet,13) PC unit,14) CPU,15) Keyboard,16) Lemari penyimpanan,17) Lemari besi / metal, 18) Lemari kayu. 19) Rak kayu20) Cermin besar21) Jam elektronik22) Laptop23) Scanner

d. Installation

Terdiri dari :1) Elektrik,2) Kabel elektronik,3) Kabel Komputer

C. Perolehan Aktiva Tetap

  Hadibroto ada beberapa cara untuk memperoleh aktiva tetap dalam perusahaan. Dari pemberian atau hadiahCara memperoleh aktiva tetap ini akan mempengaruhi akuntansi dari pada aktiva tetap, khususnya mengenai masalah biaya perolehannya sampai denganaktiva tetap ditetapkan dan siap dipergunakan.

1. Pembelian tunai

  Biaya yang dimaksudkan dalam pembelian aktiva tetap lainnya, seperti bangunan, kenderaan, dan lain-lain akan sama dengan aktiva yang disebutkan diatas yaitu biaya-biaya yang memungkinkan aktiva siap untuk dipergunakan. Jika aktiva yang dibeli merupakan barang bekas, selalu dibebankan pula biaya onderdil yang baru yang diperlukan, biaya perbaikan, jika perlu biayapengecatan dan biaya lain-lain, sehingga aktiva ini akan menambah umur manfaatnya dan siap untuk dipergunakan.

2. Pembelian angsuran

  Pertukaran aktiva lain Suatu aktiva yang diperoleh dengan tukar-tambah, harga aktiva yang baru(pengertian baru disini, tidak senantiasa barang yang belum pernah dipakai) dinilai dengan harga pasarnya. Apabila aktiva yang baru ini dibeli dengan tunai,maka biaya perolehan dari aktiva ini ialah jumlah uang tunai yang dikeluarkan, sedangkan selisih harga aktiva baru dan nilai buku aktiva lama akam merupakankeuntungan ataupun kerugian.

7. Pemberian atau hadiah

  Pada umumnya aktiva ini harus dinilai biaya perolehannya dan dibukukan sebagai aktiva tetap dengan mempunyai nilai buku. Contoh : Perusahaa memperoleh sebuah kendaraan dari pemerintah karena prestasi perusahaan dalam bidang pembinaan usaha kecil, kendaraan yangdimaksud harga pasarnya Rp 300.000.000, dan untuk administrasi perusahaan membayar Rp 10.000.000, transaksi ini dicatat sebagai berikut : Kenderaan Rp 310.000.000Modal donasi – Kenderaan hadiah Rp 310.000.000Kas Rp 10.000.000Dari beberapa cara perolehan aktiva tetap diatas, PT.

D. Metode Penyusutan Aktiva Tetap

  Penyusutan fisik Penyusutan yang disebabkan karena keusangan suatu aktiva tetap, dan hal tersebut tidak dapat dihindari. Biaya awal Aktiva Tetap (Cost), yaitu biaya perolehan dari suatu aktiva termasuk semua pengeluaran yang berhubungan denganperolehannya dan biaya persiapan untuk penggunaan sampai dengan Aktiva Tetap tersebut siap untuk digunakan.

3. Metode satuan unit produksi

  Menurut metode ini, besarnya penyusutan tiap periode akuntansi dihitung berdasarkan kapasitas produksi yang diperkirakan dapat dihasilkan oleh suatuaktiva. Maka beban penyusutan per satuan produksi :Penyusutan per uit produksi = = Rp 125Berdasarkan contoh diatas, apabila selama periode pertama mesin itu dapat menghasilkan 10.000 unit produk maka besarnya beban penyusutan adalah 10.000 X Rp 125 = Rp 1.250.000.

4. Metode jumlah angka tahun

  Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan semua aktiva tetap disusutkan dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus/straight line Dengan metode ini diasumsikan besarnya biaya penyusutan tiap periode akan tetap sama sepanjang aktiva tetap masih digunakan dalam operasi perusahaan. Nilai buku aktiva tetap akan semakin menurun akibat adanya alokasi, akan tetapi apabila terhadap aktiva tetap diadakan perbaikan yang dapat memperpanjangumur aktiva tetap tersebut, maka jumlah penyusutannya akan berubah.

E. Penarikan Aktiva Tetap

  Jika nilai buku aktiva tetap dihapuskan dari buku besar, maka tidak akan ada lagi buktimengenai keberadaan aktiva tetap tersebut. Penarikan aktiva tetap dimaksudkan sebagai upaya untuk menghapuskan aktiva tetap dari catatan perusahaan.

1. Pembuangan aktiva tetap

2. Penjualan aktiva tetap

  Jika aktiva tetap tersebut belumdisusutkan secara penuh, maka harus terlebih dahulu dilakukan pencatatan penyusutan sebelum aktiva dibuang dan dihapus dari catatan akuntansiperusahaan. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi ini dilaporkan Apabila suatu aktiva tetap sudah tidak digunakan lagi, tetapi masih memiliki nilai jual maka aktiva tetap tersebut dapat dijual dan akan menimbulkankeuntungan penjualan apabila dijual di atas nilai bukunya.

3. Pertukaran dengan aktiva lainnya

  Pertukaran ini dapat terjadi baikantara aktiva yang sejenis ataupun aktiva tetap yang tidak sejenis. Dengan Cara Ditukar dengan Aktiva LainPertukaran aktiva tetap dalam hal ini peralatan lama ditukar dengan peralatan baru yang sama penggunaannya.

F. Pengawasan Internal Aktiva Tetap

  Ikatan Akuntan Indonesia (2002:29) mendefenisikan pengawasan intern sebagai berikut : Pengawasan intern meliputi organisasi serta metode ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta milik perusahaan, mengecek kecermatan dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah digariskan. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan pembukuanSistem wewenang dan prosedur pembukuan dalam suatu perusahaan merupakan alat bagi manajemen untuk mengadakan pengawasan terhadap Prosedur yang baik adalah prosedur yang mencapai tujuannya dengan cara yang sederhana, membagi pekerjaan secara logis dan mudah dipahamisehingga bakat karyawan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

BAB IV PENUTUP Berdasarkan pembahasan dan analisis serta evaluasi yang telah diuraikan pada

A. Kesimpulan

  Pencatatan yang lengkap mengenai aktiva tetap PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan melakukan pengawasan internal atas aktiva tetapnya sebagai berikut :a.

B. Saran

  Pengawasan pada aktiva tetap sebaiknya terus ditingkatkan untuk mencapai pengawasan intern yang lebih baik, selain membantu untuk mencegahterjadinya penyelewengan atas aktiva tetap. Penyajian catatan dan pembukuan aktiva tetap harus lebih transparansi, sehingga pengawasan intern aktiva tetap dapat dilakukan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Akuntansi Untuk Bisnis dan Dagang. Pengantar Akuntansi, Edisi Ke-21, Buku Kesatu, Cetakan Pertama, Terjemahan olehAria Farahmita, Amanugrahani, dan Taufik Hendrawan.

Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan Alasan Pemilihan Judul Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan Kepala Administrasi Kredit Loan Administration Head Kepala Umum dan Administrasi General Branch and Administration Head Staf Personalia Staff Personel Kepala Akunting dan Kontrol Accounting and Control Head Kepala Cabang Branch Manager Wakil Kepala Cabang Utama Kepala Layanan Nasabah Customer Service Head Kepala Layanan Kredit Loan Service Kredit Kepala Operasi Operation Head Membuat sendiri Sewa guna usaha Pertukaran dengan sekuritas Metode satuan unit produksi Metode jumlah angka tahun Pembelian tunai Pembelian angsuran Pertukaran aktiva lain Pembuangan aktiva tetap Penjualan aktiva tetap Pertukaran dengan aktiva lainnya Pengawasan Internal Aktiva Tetap Pengertian Aktiva Tetap Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan Penyusutan fisik Penyusutan fungsional Metode garis lurus Metode saldo menurun berganda Perumusan Masalah Sistematika Pembahasan Kinerja Kegiatan Terkini
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Teta..

Gratis

Feedback