Feedback

Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan

Informasi dokumen
TUGAS AKHIR SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA, Tbk CABANG MEDAN Oleh ZULFADLI LUBIS 082102017 PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Assalamualaikum.wr.wb Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. Tugas akhir ini di buat dengan tujuan untuk melengkapi salah satu syarat dalam menyelesaikan perkuliahan pada jurusan Akuntansi Program Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada pihakpihak yang memberikan bantuan, bimbingan, saran-saran, serta orang tua saya Drs. Sakti Fadjar Lubis dan, Guslaini Pulungan yang selalu memberi semangat, dorongan dan kasih sayang kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Tanpa melupakan pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu penulis selama proses pembuatan skripsi minor ini penulis mengungkapkan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak selaku ketua Program studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 3. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku sekretaris program studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan sebagai dosen pembimbing mata kuliah tugas akhir. 4. Seluruh dosen dan pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 5. Abang Muhammad Mabin lubis, kakak Heliyani Lubis, kakak Syaripah Lubis yang selalu memberi dorongan semangat dan meteri. 6. Pada kawan terbaik saya Kurnia Rahmadhani Ptr Nst karena tanpa kamu mustahil tugas akhir aku siap. 7. Kepada gandak saya yang tercinta Anggie Nst yang memberi semangat, doa, dan waktu. 8. Seluruh kawan – kawan HMD D3 Akuntansi yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, terima kasih buat masukan dan ilmu yang telah diberikan. Mudah-mudahan ALLAH SWT, memberikan balasan atas kebaikan yang diberikan kepada penulis akhirnya dari hasil penulisan dalam bentuk tugas akhir ini penulis berharap dapat bermanfaat bagi kita semua semoga kita selalu di jalan yang diridhoi ALLAH SWT, Amin. Medan, Juli 2011 Penulis, ( Zulfadli Lubis ) Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. iii BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul 1 B. Perumusan Masalah . 4 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . 5 D. Metode Penelitian 6 E. BAB II . Sistematika Pembahasan . 7 PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk CABANG MEDAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan . 8 B. Struktur Organisasi Perusahaan . 10 C. Uraian Tugas (Job Description 11 D. Kinerja Kegiatan Terkini . . 16 BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Aktiva Tetap . 18 B. Jenis – jenis Aktiva Tetap . 20 C. Perolehan Aktiva Tetap . 23 Universitas Sumatera Utara D. Metode Penyusutan Aktiva Tetap . . 28 BAB IV E. Penarikan Aktiva Tetap 33 F. Pengawasan Internal Aktiva Tetap . 36 PENUTUP A. Kesimpulan . 44 B. Saran . 45 DARTAR PUSTAKA . 46 LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul Secara umum, tujuan utama sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba (profit). Selanjutnya laba tersebut digunakan untuk menjamin kesinambungan usaha (continue), untuk meningkatkan pertumbuhan usaha (growth), serta untuk mempertahankan kelangsungan usaha (survival). Perusahaan yang memenuhi hal di atas dapat digolongkan sebagai perusahaan yang makmur. Kemakmuran perusahaan dapat tercapai apabila kinerja perusahaan meningkat dan perusahaan menujukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satu penunjang yang penting dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan adalah aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Contohnya, perusahaan tidak akan dapat menjalankan kegiatan usahanya apabila tidak memiliki gedung dan kendaraan. Aktiva tetap (plant assets) adalah sumber daya yang memiliki tiga karakteristik: memiliki bentuk fisik (bentuk dan ukuran yang jelas), digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual ke konsumen. Nilainya relatif materil dengan umur pakai lebih dari satu tahun. Aset ini biasa dinamakan dengan property, pabrik, dan peralatan (property, plant, and equipment); atau aktiva tetap (plant assets). Aktiva dalam kelompok ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih dari satu tahun bagi perusahaan. Kecuali tanah, aktiva tetap memiliki nilai yang semakin menurun seiring dengan berkurang masa manfaatnya. Universitas Sumatera Utara Dari segi akuntansi , aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan cara membeli aktiva tetap baik secara tunai ataupun kredit. Aktiva tetap mempunyai harga perolehan yang meliputi harga pembelian ditambah dengan pengorbanan lain-lain sehubungan dengan perolehan aktiva tetap tersebut ampai dengan aktiva tetap tersebut siap digunakan. Dalam masa penggunaan aktiva tetap, dilakukan pencatatan penyusutan untuk mengalokasikan harga pokok aktiva tetap secara sistematis dan rasional. Selain itu aktiva tetap juga memerlukan biaya pemeliharaan dan biaya untuk memperbaiki aktiva tetap yang mengalami kerusakan. Pengeluaran- pengeluaran seperti itu harus diperhatikan untuk dibebankan sebagai biaya dalam pencatatan akuntansi berkaitan dengan penilaian aktiva tersebut. Bila kita perhatikan dalam laporan keuangan perusahaan, aktiva tetap memiliki jumlah dana yang relatif besar, oleh karena itu perlu dibuat suatu penilaian khusus dari sudut akuntansi. Untuk menginvestasikan dana dalam bentuk aktiva tetap, perusahaan harus terlebih dahulu memiliki pertimbangan dan perencanaan yang baik, karena pengembalian dana yang telah diinvestasikan tersebut membutuhkan jangka waktu yang cukup lama. Seluruh aktiva tetap milik perusahaan memerlukan biaya perawatan dan pemeliharan agar dapat digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana. Pengeluaran- pengeluaran guna pemeliharaan dan perawatan aktiva tetap tersebut dapat menambah masa manfaat aktiva tetap, meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan mutu produksinya. Aktiva tetap sangat berpengaruh tehadap Universitas Sumatera Utara berbagai kegiatan operasional perusahaan demi tercapainya efisiensi dan efektivitas kegiatan operasional yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian dan pengawasan internal yang begitu besar terhadap aktiva tetap. Pengendalian dan pengawasan tersebut dilakukan untuk melindungi aktiva dari pencurian, penggelapan, penyalahgunaan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Dalam hal ini, pengawasan terhadap aktiva tetap merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh perusahaan, sebab jika terdapat kesalahan pengelolaan aktiva karena kurangnya perhatian dari perusahaan akan membawa pengaruh pada kegiatan ekonomi dan juga merugikan perusahaan. Sebaliknya, apabila pengawasan terhadap aktiva dilaksanakan dengan baik akan memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Kebenaran aktiva tetap harus dipertanggung jawabkan, dipergunakan secara efektif ekonomis dan efisien. Demikian juga pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan, sebagai sebuah perusahaan perbankan sudah tentu memiliki aktiva tetap relative besar, tentunya memerlukan pengawasan yang baik agar aktiva tetapnya terkelola dan terpelihara dengan baik. Aktiva tetap memiliki peranan penting sebagai penunjang kegiatannya untuk memberikan pelayanan dalam bidang pelayanan dalam bidang perbankan terhadap seluruh pihak dapat berjalan dengan baik. Universitas Sumatera Utara Melihat begitu besarnya pengaruh pengawasan aktiva tetap terhadap perusahaan seperti yang telah dikemukakan diatas, maka penulis berkeinginan untuk membahasnya lebih lanjut dalam bentuk penulisan Tugas Akhir dengan judul : “Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan. B. Perumusan Masalah Pengawasan internal atas aktiva tetap berbeda di setiap perusahaan, baik perusahaan besar atau kecil sekalipun, baik perusahaan dagang ataupun jasa, karena masing-masing perusahaan mempunyai cara pencatatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam hal ini yang ingin diketahui adalah apakah pengawasan dalam perusahaan tersebut telah dilakukan dengan “benar” atau tidak. Oleh karena itu penulis berkeinginan untuk membahas pengawasan yang berkaitan dengan aktiva tetap di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan, yaitu : “Apakah Pengawasan Internal Aktiva Tetap pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan sudah diterapkan dengan baik?” C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin dicapai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengawasan internal aktiva Universitas Sumatera Utara tetap pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan sudah diterapkan dengan baik. 2. Manfaat penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: a. Bagi perusahaan Sebagai bahan masukan dan pertimbangan menentukan kebijakan dalam pengawasan intern terhadap aktiva tetap pada masa yang akan datang dari beberapa literature yang diuraikan beserta saran-saran yang diberikan oleh penulis. b. Bagi penulis Sebagai bahan masukan kepada penulis agar dapat mengetahui secara langsung mengenai pengawasan intern terhadap aktiva tetap di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan dan dapat menambah ilmu pengetahuan peneliti, serta dapat mengaplikasikan teori-teori yang didapat dari perkuliahan dengan sebenarnya. c. Bagi pembaca Sebagai bahan masukan dan pertimbangan yang nantinya dapat bermanfaat sebagai referensi bagi rekan- rekan mahasiswa dalam membuat paper ditahun-tahun mendatang yang berkaitan dengan pengawasan intern terhadap aktiva tetap . D. Metode Penelitian Universitas Sumatera Utara Dalam memperoleh data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penyusunan paper ini, melalui metode: 1. Sumber data a. Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung dari perusahaan yang berhubungan dengan objek penelitian. b. Data sekunder, merupakan data yang diperoleh dari sumber lain yang mendukung data primer. 2. Metode pengumpulan data a. Penelitian kepustakaan (library research) Yaitu penelitian yang melakukan dengan cara mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan yang dibutuhkan berdasarkan buku-buku, catatan ilmiah serta tulisan ilmiah yang mempunyai hubungan dengan paper yang disusun ini. b. Penelitian lapangan (field research) Yaitu penelitian yang langsung dilakukan perorangan atau objek yang diteliti. 3. Teknik pengumpulan data a. Interview, yaitu melakukan tanya jawab langsung kepada pihak yang berwenang untuk memperoleh data tentang sistem pengawasan intern terhadap aktiva tetap. b. Observasi, yaitu suatu studi yang dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan ke objek penelitian secara langsung. Universitas Sumatera Utara E. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah dalam penulisan paper ini, penulis memmbuat sistematika pembahasan dalam 4 (empat) bab. Setiap bab dibagi atas beberapa sub-sub bab yang sesuai dengan kebutuhan penulis. BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menguraikan tentang alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan. BAB II : PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk CABANG MEDAN Pada bab ini menguraikan sejarah ringkas PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan, struktur organisasi perusahaan, Job Description, Kinerja Kegiatan terkini. BAB III : PEMBAHASAN Bab ini berisikan teori yang menjelaskan tentang pengertian aktiva tetap dan jenis – jenisnya, cara perolehan aktiva tetap, dan metode penyusutannya, penggantian aktiva tetap, serta pengawasan intern aktiva tetap. BAB IV : PENUTUP Universitas Sumatera Utara Pada bab akhir ini, penulis akan memberikan kesimpulan dan saran dari penelitian yang telah dilaksanakan di PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan Universitas Sumatera Utara BAB II PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk CABANG MEDAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan Dengan maksud mendidik masyarakat agar gemar menabung, pemerintah Hindia belanda melakukan Koninkljik Besluit no. 27 tanggal 16 Oktober 1897 mendirikan Posts Paar Bank, yang kemudian terus hidup dan berkembang hingga tahun 1939. Pada tahun 1940 kegiatannya terganggu, sebagai akibat penyerbuan Jerman atas Netherland yang mengakibatkan penarikan tabungan besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat (rush). Namun kemudian keadaannya keuangan Posts Paar Bank pulih kembali pada tahun 1941. Tahun 1942, Hindia belanda menyerah tanpa syarat kepada Pemerintah Jepang. Jepang membekukan kegiatan Posts Paar Bank dan mendirikan Tyokin Kyoku yang bertujuan untuk menarik dana dari masyarakat melalui tabungan. Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 telah memberikan inspirasi kepada Bapak Darmosoetanto untuk memprakarsai pengambilalihan Tyokin Kyoku dari pemerintah Jepang ke pemerintah RI dan terjadilah penggantian nama menjadi Kantor Tabungan Pos. Tugas pertamanya adalah melakukan penukaran mata uang Jepang dengan ORI, tetapi kegiatannya tidak berumur panjang karena agresi belanda (Desember Universitas Sumatera Utara 1946) sampai tahun 1949. Kantor Tabungan Pos dibuka kembali tahun 1949, dan nama Kantor Tabungan Pos diganti menjadi Bank Tabungan RI. Tanggal 9 Februari 1950 , hal yang terpenting bagi sejarah Bank Tabungan Negara (BTN) adalah dikeluarkannya UU darurat No. 9 Tahun 1950 yang mengubah nama “Posts Paar Bank Indonesia” berdasarkan Staasbalt No. 295 Tahun 1941 menjadi Bank Tabungan Pos dan memindahkan induk kementrian keuangan dibawah menteri urusan Bank Central. Tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari dan tanggal BTN. Nama Bank Tabungan Pos menurut UU darurat tersebut dikukuhkan dengan UU No. 36 Tahun 1953. Perubahan nama dari Bank Tabungan Pos menjadi BTN didasarkan pada Perpu No.4 Tahun 1964 tanggal 23 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 Tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964. Penegasan status BTN sebagai Bank Tabungan milik negara ditetapkan dengan UU No. 20 tahun 1968 tanggal 19 Desember 1968 yang sebelumnya (sejak tahun 1964) BTN menjadi BNI unit V (lima). Jika tugas utama saat pendirian Posts Paar Bank (1897) sampai dengan BTN (1968) adalah bergerak dalam lingkup perhimpunan dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun 1974 BTN ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk pertamakalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember yang diperinganti sebagai hari KPR bagi BTN. Bentuk hukum BTN mengalami perubahan lagi pada tahun 1992 yaitu dengan dikeluarkannya PP No. 24 tahun 1992 tanggan 29 April 1992 yang Universitas Sumatera Utara merupakan pelaksanaan dari UU No. 7 Tahun 1992 bentuk hukum Bank Tabungan Negara berubah menjadi Perseroan. Sejak nama Bank Tabungan Negara menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) dengan call name Bank BTN (Persero). Berdasarkan kajian konsultan independent, Price Water House Coopers, pemerintah melalui menteri BUMN dalam surat No. 5 – 544/MMBU/2002 memutuskan Bank BTN (Persero) sebagai Bank umum dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi. Visi : Menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan Misi : 1. Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah. 2. Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan produk, jasa, dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini. 3. Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang berkualitas, profesional, dan memiliki integritas tinggi. 4. Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan Shareholder Value. 5. Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya. Universitas Sumatera Utara G. Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya hubungan / keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan instansi yang telah ditetapkan sebelumnya. Wadah tersebut disusun dalam suatu struktur organisasi dalam instansi. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektifitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai. Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara 1. Jangka waktu pemakainnya lebih dari satu tahun/periode. Dari karakteristik ini dikenal istilah penyusutan. 2. Merupakan aktiva berwujud karena dapat dilihat secara fisik. 3. Dimiliki oleh perusahaan untuk tujuan administrative dan bukan untuk dijual. 4. Aktiva tetap bisa memiliki bagian yang sangat besar bila dibandingkan dengan unsur aktiva Universitas Sumatera Utara B. Jenis – jenis Aktiva Tetap Jenis aktiva tetap di setiap perusahaan berbeda-beda, hal ini disebabkan karena perbedaan jenis kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan. Secara umum, penggolongan aktiva tetap didasarkan pada beberapa sudut pandang, yaitu; 1. Dari sudut pandang substansinya, terdiri dari : a. Aktiva Berwujud (Tangible Asset). Contoh : Lahan, Gedung, Mesin, dan lain-lain. b. Aktiva Tak Berwujud (Intangible Asset). Contoh : Hak cipta (Copy Right), Hak Merek (Trade Mark), Paten, dan lain-lain. 2. Dari sudut pandang Penyusutan, terdiri dari : a. Aktiva Tetap yang disusutkan (Depreciated Plant Asset). Contoh : Gedung, Mesin, Kenderaan, dan lain-lain. b. Aktiva Tetap yang tidak disusutkan (Undepreciated Plant Asset). Contoh : Tanah. 3. Dari sudut pandang Umur, terdiri dari : a. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya tidak terbatas. Misal ; tanah, bangunan pabrik, gudang dan kantor. b. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas dan dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telah berakhir. Misal; Bangunan, mesin, perlengkapan kantor, kendaraan dan alat transport. c. Aktiva berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas, dan tidak dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya Universitas Sumatera Utara sudah habis, seperti tambang hutan atau biasa disebut Aktiva Sumber Alam. Sedangkan jenis-jenis aktiva tetap, terdiri dari : a. Lahan, yaitu bidang tanah terhampar baik yang merupakan tempat bangunan maupun yang masih kosong. Dalam akuntansi, apabila ada lahan yang didirikan bangunan di atasnya maka harus dipisahkan pencatatanya dari lahan tersebut. Khusus untuk bangunan yang dianggap sebagai bagian dari lahan atau yang dapat meningkatkan nilai gunanya seperti jalan, maka pencatatanya dapat digabungkan dalam nilai lahan. b. Gedung, adalah bangunan yang berdiri di atas lahan baik di atas tanah ataupun di atas air. Tidak seperti tanah yang tidak pernah disusutkan, maka gedung mengalami penyusutan dari tahun ke tahun sehingga nilainya akan berkurang tiap periodenya. c. Mesin, yaitu alat mekanis yang dikuasai perusahaan alam kegiatannya baik untuk dagang ataupun jasa. Pencatatanya dilakukan dengan menambahkan nilai dari peralatan-peralatan yang menjadi bagian dari mesin itu. d. Kenderaan, merupakan sarana angkutan yang dimiliki perusahaan untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Misalnya Truk, Mobil dinas, kenderaan roda dua, serta jenis kenderaan lain yang dapat digunakan sebagai sarana transportasi. Universitas Sumatera Utara e. Inventaris, perlengkapan yang melengkapi isi kantor misalnya. Termasuk perlengkapan pabrik, kantor, ataupun alat-alat besar yang digunakan dalam perusahaan. Contoh : Inventaris kantor, inventaris pabrik, inventaris Laboratorium, serta inventaris gudang. PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan menggolongkan aktiva tetap ke dalam 4 golongan yaitu : 1. Machineries Terdiri dari : a. Overhead projector, b. LCD projector / infocus, c. Focusing screen / Layar LCD Projector d. Sepeda motor e. Mesin ketik f. Mesin fotocopy g. Generator 2. Tools and equiptment Terdiri dari : a. Alat pemotong kertas, b. Lemari es, c. AC ( Window , Split ), d. Kipas angin, e. Televisi, f. Dispenser, g. Printer, h. Pesawat telepon. i. Tabung pemadam api j. Microphone Universitas Sumatera Utara 3. Furniture and fixture Terdiri dari : a. Filling kabinet besi, b. Brankas, c. Papan visual / papan nama, d. White board, e. Meja kerja besi / metal f. Meja kerja kayu, g. Kursi besi / metal, h. Kursi kayu, i. Meja komputer, j. Meja ketik, k. Meja telepon, l. Karpet, m. PC unit, n. CPU, o. Keyboard, p. Lemari penyimpanan, q. Lemari besi / metal, r. Lemari kayu. s. Rak kayu t. Cermin besar u. Jam elektronik v. Laptop w. Scanner 4. Installation Terdiri dari : a. Elektrik, b. Kabel elektronik, c. Kabel Komputer Universitas Sumatera Utara C. Perolehan Aktiva Tetap Menurut S. Hadibroto ada beberapa cara untuk memperoleh aktiva tetap dalam perusahaan. Diantaranya adalah : 1. Dengan pembelian tunai, 2. Dengan pembelian angsuran, 3. Dengan pertukaran aktiva lain, 4. Dengan membuat sendiri, 5. Sewa guna usaha, 6. Pertukaran dengan sekuritas dan 7. Dari pemberian atau hadiah. Cara memperoleh aktiva tetap ini akan mempengaruhi akuntansi dari pada harta tetap, khususnya mengenai masalah biaya perolehannya sampai dengan aktiva tetap ditetapkan dan siap dipergunakan. Berikut akan diuaraikan tiap cara dari perolehan aktiva tetap ini. 1. Pembelian tunai Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara pembelian tunai akan memerlukan uang kas. Pengeluaran yang menjadi biaya perolehan adalah harga aktiva itu sendiri ditambah dengan biaya yang menyangkut padanya. Seperti : pajak penjualan, biaya pengangkutan, asuransi dalam perjalanan, pemasangan dan lain-lain biaya, sehingga aktiva ini siap dipergunakan. Biaya yang dibebankan pada pembelian tanah selain daripada harga dasar tanah termasuk pula biaya seperti : komisi bagi perantara, pengukuran tanah, pematangan tanah, penelitian, sertifikat tanah dan biaya lain-lain yang tersangkut dengan pembeliannya. Universitas Sumatera Utara Biaya yang dimaksudkan dalam pembelian aktiva tetap lainnya, seperti bangunan, kenderaan, dan lain-lain akan sama dengan aktiva yang disebutkan di atas yaitu biaya-biaya yang memungkinkan aktiva siap untuk dipergunakan. Jika aktiva yang dibeli merupakan barang bekas, selalu dibebankan pula biaya onderdil yang baru yang diperlukan, biaya perbaikan, jika perlu biaya pengecatan dan biaya lain-lain, sehingga aktiva ini akan menambah umur manfaatnya dan siap untuk dipergunakan. 2. Pembelian angsuran Apabila Aktiva diperoleh dengan pembelian angsuran untuk beberapa jangka waktu, maka perhitungan biaya perolehannya bergantung pada kontrak jual belinya. Pada pembelian demikian selalu dikenakan bunga, dan bunga dibebankan pada biaya bunga, tidak termasuk dalam biaya perolehan aktiva. Dengan kata lain perolehan aktiva ini sama dengan cara pembelian tunai. 3. Pertukaran aktiva lain Suatu aktiva yang diperoleh dengan tukar-tambah, harga aktiva yang baru (pengertian baru disini, tidak senantiasa barang yang belum pernah dipakai) dinilai dengan harga pasarnya. Perbedaan harga antara aktiva yang baru dan nilai buku aktiva yang baru akan merupakan keuntungan atau kerugian dalam pertukaran kedua aktiva ini. Apabila aktiva yang baru ini dibeli dengan tunai, maka biaya perolehan dari aktiva ini ialah jumlah uang tunai yang dikeluarkan, sedangkan selisih harga aktiva baru dan nilai buku aktiva lama akam merupakan keuntungan ataupun kerugian. Universitas Sumatera Utara 4. Membuat sendiri Adakalanya aktiva dalam perusahaan diperoleh dengan cara membuat sendiri. Ini selalu dilakukan karena biaya perolehannya akan lebih rendah atau kwalitas yang lebih baik daripada membeli. Dalam membuat sendiri aktiva-aktiva yang dibutuhkan oleh perusahaan akan menimbulkan bermacam-macam biaya untuk mendapatkan biaya perolehan aktiva hingga siap dipergunakan. Ada beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk membangun atau membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan untuk menjalankan operasinya : a. Memanfaatkan fasilitas yang menganggur b. Menghemat biaya konstruksi c. Mencapai standar kualitas konstruksi yang lebih tinggi d. Agar dapat segera dioperasikan Biaya perolehan aktiva adalah seluruh biaya-biaya pembuatannya, bahan baku, tenaga kerja dan biaya tidak langsung yang merupakan biaya-biaya diluar daripa biaya operasi perusahaan sehari-hari. 5. Sewa guna usaha Sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai hak pilih (option) bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu sewa guna usaha. Universitas Sumatera Utara Ada dua kemungkinan yang sering digunakan : a. Sewa guna usaha dianggap sebagai persetujuan sewa menyewa (operating lease), adalah kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha b. Sewa guna usaha dianggap sebagai transaksi pembelian / penjualan (finance lease ), adalah kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna usaha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama. 6. Pertukaran dengan sekuritas Perusahaan bisa bangunan tempat usaha atau pabrik dari segi strukturnya dan lay outnya akan dicek kebenarannya yang meliputi posisi lokasi apakah ditempat yang strategis atau tidak. Adapun bentuk jaminan yang diterima oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan adalah benda tak bergerak yaitu tanah dan bangunan yang dilengkapi dengan berkas legalitasnya berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bila debitur atau calon debitur dimasa yang akan datang tidak dapat melunasi kreditnya, maka pihak Bank Tabungan Negara dapat menyita barang-barang jaminan tersebut atau menjual barang-barang jaminan tersebut secara bawah tangan. C. Prosedur Pemberian Kredit Dalam setiap keputusan kredit para pejabat/petugas kredit harus memperhatikan sistem perkreditan yang sehat, meliputi prosedur permohonan kredit, prosedur analisis kredit, prosedur persetujuan kredit, prosedur dokumentasi dan administrasi kredit, prosedur pengelolaan serta prosedur pengawasan kredit. Untuk pelaksanaannya, para pejabat/petugas Universitas Sumatera Utara kredit harus mengerti, memahami dan menguasai prosedur atau tata cara pemberian kredit yang sehat. Pemberian kredit tidak hanya didasarkan hanya pada penilaian atas permohonan satu transaksi atau satu rekening dari pemohon kredit, namun penilaian harus secara menyeluruh dan global dari seluruh aspek kredit dari pemohon kredit. Hasil penilaian atas seluruh aspek kredit dari pemohon kredit tertuang dalam analisa kredit calon debitur. D. Sistem Pengawasan Intern Terhadap Pemberian Kredit Istilah internal control atau pengawasan intern merupakan istilah yang paling banyak digunakan, khususnya bagi para akuntan yang banyak berkecimpung dibidang pemeriksaan dan penyusunan administrasi perusahaan sehingga istilah pengawasan intern mempunyai pengertian yang berbeda, tergantung pada orang-orang yang mempergunakannya. Ada beberapa pengertian sistem pengawasan intern, diantaranya yaitu : Menurut Mulyadi (2002:180) menyatakan : “Sistem pengawasan intern merupakan suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris manajemen, dan personel lain yang di desain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini : keandalan pelaporan keuangan; kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku; dan efektivitas dan efisiensi operasi”. Universitas Sumatera Utara Menurut Mulyono (2000:65) menyatakan: “Pengawasan kredit adalah salah satu fungsi manajemen dalam usahanya untuk penjagaan dan pengamanan dalam pengelolaan kekayaan bank dalam bentuk perkreditan yang lebih baik dan efisien, guna menghidarkan terjadinya penyimpangan dengan cara mendorong dipatuhinya kebijaksanaan perkreditan yang telah ditetapkan seta mengusahakan pengamanan administrasi yang benar”. Sejalan dengan adanya pengertian system pengawasan intern diatas,maka tujuan pengawasan intern terhadap pemberian kredit adalah :  Agar penjagaan/pengawasan dalam pengelolaan kekayaan bank dibidang perkreditan dapat dilakukan dengan baik serta dapat menghindari terjadinya penyelewengan baik yang dilakukan oleh oknum atau pihak intern dan ekstrim bank.  Untuk memastikan ketelitian dan kebenaran data adminstrasi dan akuntansi dibidang perkreditan serta penyusunan dokumen perkreditan yang lebih baik. Karakteristik dari sistem internal control yang baik adalah :  Suatu rencana organisasi yang memungkinkan adanya pemisahan pertanggungjawaban secara tepat.  Suatu sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang tepat untuk memungkinkan accounting control yang memadai terhdap aktiva, hutang, pendapatan, dan biaya.  Praktek yang sehat diikuti dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dari setiap bagian organisasi.  Kualitas pegawai yang sesuai dengan tanggung jawab. Universitas Sumatera Utara Dari uraian diatas jelas bahwa system internal control itu tidak terlepas dari perencanaan organisasi, yang mempunyai metode atau cara yang dipakai dalam melaksanakan seluruh aktivitas yang akan dijadikan dalam suatu badan usaha. Aktivitas ini haruslah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan yang sesuai dengan tujuan tertentu. Dari hal-hal diatas sangat jelas pada dasarnya pengawasan terhadap pemberian kredit yang disalurkan PT. Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk Cabang Medan telah sesuai dengan teori yang ada dimana pelaksanaan tindakan pengawasan dilakukan PT. Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk Cabang Medan dimulai pada pengawasan kredit merupakan proses pemantauan perkembangan usaha dan kredit debitur yang berjalan secara berkesinambungan dan dimulai sejak kredit diberikan sampai dengan kredit tersebut lunas. Pemantauan dimaksud untuk menilai tingkat kewajaran penggunaan kredit oleh debitur dalam kaitannya dengan tingkat perkembangan usaha yang dibiayai maupun dengan prinsip-prinsip pembelanjaan yang sehat, dengan mengacu pada struktur fasilitas kredit yang telah ditetapkan dan disepakati bersama seperti yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Pemantauan kredit juga untuk menilai perkembangan kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban finansial dan administratif, meliputi kegiatan usaha, dokumentasi serta agunan. Pemantauan kredit dilakukan secara berkala dengan intensitas dan frekuensi pemantauan ditetapkan sesuai kolektibilitas atau kualitas kredit debitur. Pemantauan kredit Universitas Sumatera Utara diharapkan mampu mendeteksi secara dini adanya potensi kredit bermasalah, sehingga dapat diupayakan penanganan yang tepat sejak awal. Dengan adanya sistem pengawasan intern terhadap pemberian kredit otomatis tingkat penyelewengan atau penipuan yang akan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dapat diminimalkan, sehingga kondisi keuangan perusahaan akan lebih terkontrol dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Semakin jelas proses pengawasan kredit semakin mudah dilakukan pengecekan antara dana yang keluar dengan data yang ada walaupun mungkin masih terjadinya penyelewengan tetapi paling tidak dapat dikurangi kemungkinan tersebut. Universitas Sumatera Utara BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan uraian dan pembahasan yang telah dikemukakan mengenai “Sistem Pengawasan Intern Terhadap Pemberian Kredit“ maka dapat diambil beberapa kesimpulan :  PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit jangka pendek dan jangka panjang serta berfungsi sebagai penghimpunan dana dari masyarakat.  Dari pembahasan tentang prosedur pemberian kredit di atas disimpulkan bahwa prosedur pemberian kredit pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan sudah cukup baik dimana prosedur pemberian kreditnya sangat sederhana dan mudah dipahami sebagaimananya dengan bank-bank lain, sehingga mempermudah calon debitur dalam pemberian kredit.  Pihak PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan dalam pengawasan kreditnya sudah cukup teliti dimana dalam proses pengawasan kredit bukan saja dilakukan pada saat kredit sudah diterima oleh calon debitur tetapi proses pengawasan sudah dilakukan sejak calon debitur mengajukan permohonan kredit, realisasi kredit, sampai dengan pembayaran kredit lunas. Universitas Sumatera Utara B. SARAN Setelah mengemukakan beberapa kesimpulan,maka akan dikemukakan saran- saran yang dianggap perlu untuk meningkatkan keberhasilan PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan. Adapun saran-saran tersebut adalah :  PT. Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk Cabang Medan dapat mengambil keputusan yang tegas terhadap nasabah-nasabahnya yang tidak ingin mengembalikan kredit yang dipinjamnya agar risiko kredit macet dapat diperkecil.  Masalah perkreditan selalu berorentasi untuk masa yang akan datang. PT. Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk Cabang Medan dituntut untuk memilki kemampuan dalam penyusunan perencanaan yang baik bagi usahanya agar dapat terus bersaing dengan bank-bank lain, serta harus selalu mampu menciptakan, mengembangkan dan memperkenalkan produk-produk / jasa yang baru yang dibutuhkan masyarakat.  Diharapkan kepada pihak PT. Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk Cabang Medan agar semakin meningkatkan usaha pengawasan terhadap kredit agar usaha dapat berjalan dengan lancar, tidak terdapat kredit macet, dan selalu berusaha untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Djohan, Warman. 2000. Kredit Bank, Penerbit PT Mutiara Sumber Widya, Jakarta Kasmir. 2009. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta Muljono, Teguh Pudjo.2000. Manajemen Perkreditan, Penerbit BPFE UGM. Yogyakarta. Mulyadi,2002. Auditing, Edisi Keenam, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Simorangkir, O.P. 2000. Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan NonBank, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta Suyatno, Thomas dkk. 2003. Dasar-Dasar Perkreditan, Edisi Keempat. PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Untung, Budi, 2006. Kredit Perbankan di Indonesia, Edisi II, Penerbit Andi, Yogyakarta www.btn.co.id Universitas Sumatera Utara
Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan

Gratis