Feedback

Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah

Informasi dokumen
PENGARUH KENAIKAN HARGA PEMBELIAN PEMERINTAH (HPP) GABAH PER 1 JANUARI 2010 TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH Studi Kasus : Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang SKRIPSI OLEH : DAHLAN SIJABAT 070309013 PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PENGARUH KENAIKAN HARGA PEMBELIAN PEMERINTAH (HPP) GABAH PER 1 JANUARI 2010 TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH Studi Kasus : Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang SKRIPSI OLEH : DAHLAN SIJABAT 070309013 Diajukan Kepada Program Studi Agribisinis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Pertanian Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing, Ketua, Anggota, (Ir. Asmi Tiurland Hutajulu, MS.) NIP:194606181980032001 (Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting, MSi.) NIP: 196509261993031002 PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Dahlan Sijabat (070309013), dengan judul skripsi “Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah”. Studi Kasus : Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, dengan dibimbing oleh Ibu Ir. Asmi Tiurland Hutajulu M.S dan Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting M.Si. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah adalah besaran harga terendah yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap gabah sesuai dengan kualitas gabah tersebut yang tujuannya untuk melindungi petani dengan adanya jaminan harga yang wajar. Kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah ini diharapkan disamping untuk menjaga stabilitas harga, juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi beras (padi) dan menjamin peningkatan pendapatan petani. Metode penelitian dilakukan secara purposive, metode penarikan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah diuji dengan menggunakan analisis deskriptif dan metode uji beda rata-rata menggunakan rumus t-hitung dengan uji 2 arah sebelum dan sesudah kenaikan HPP gabah (Paired Sample T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase kenaikan harga penjualan gabah petani dengan kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010 di daerah penelitian tergolong sedang yaitu sebesar 19,39 %. Ada perbedaan pendapatan usahatani petani padi sawah sebelum dan sesudah kenaikan HPP gabah 1 Januari 2010. Pendapatan sesudah kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010 meningkat sebesar Rp 2.327.290 (18,73 %) dari pendapatan sebelum kenaikan HPP gabah per 1 Januari 2010. Ada beberapa masalah yang dihadapi petani padi sawah di daerah penelitian dalam menjalankan kegiatan usahataninya yaitu Benih yang digunakan petani kualitasnya rendah, Serangan hama ulat penggulung daun, keong mas dan sundep menyebabkan produksi menurun. Harga jual gabah pada saat panen rendah. Dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi maka upaya-upaya yang dilakukan petani adalah Petani memilih benih sendiri walaupun benih yang digunakan tersebut bukan yang bersertifikat dengan melakukan perendaman sehingga benih yang kosong akan terapung. Upaya mengatasi serangan hama sundep dilakukan dengan penyemprotan dengan menggunakan insektisida Spontan secara teratur, keong mas diatasi dengan cara penyemprotan insektisida Molluscic secara teratur dan ulat penggulung daun diatasi dengan penyemprotan insektisida Match. Harga jual pada saat panen yang rendah maka upaya yang dilakukan petani hanya menjual gabahnya dengan jumlah tertentu cukup untuk membayar pengeluaran usahatani yang mendesak seperti membayar sewa lahan atau iuran irigasi dan lain-lain. Kata Kunci : Pengaruh, Kenaikan HPP, Produktivitas Gabah, Pendapatan. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Sibuntuon pada tanggal 15 Mei 1989 dari Ayah A. Sijabat dan alm. Ibu K. Sihotang. Penulis merupakan anak kesembilan dari sepuluh bersaudara. Penulis mengikuti pendidikan sebagai berikut: 1. Sekolah Dasar di SD Negeri 177081 Sitaretareon, Samosir, masuk pada tahun 1995 dan lulus pada tahun 2001. 2. Sekolah Menengah Pertama di SMP Budi Mulia Pangururan, masuk tahun 2001 dan lulus pada tahun 2004. 3. Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Pangururan, masuk pada tahun 2004 dan lulus pada tahun 2007. 4. Tahun 2007 masuk di Departemen Agribisnis, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Selama perkuliahan, Penulis aktif dalam kegiatan organisasi IMASEP (Ikatan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia), dan IMK (Ikatan Mahasiswa Katolik). Penulis juga aktif dalam mengikuti perlombaan karya ilmiah seperti lomba menulis ilmiah pelajar dan mahasiswa Sumatera Utara dan Aceh pada tanggal 7 Juni 2010. Penulis melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di Desa Mekar Mulio, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara dari tanggal 27 Juli sampai 27 Juli 2011. Pada bulan Oktober 2010, Penulis melaksanakan penelitian di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasihNya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah”. Studi kasus: Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah Diajukan Kepada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Pertanian. Pada kesempatan ini, Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Ir. Asmi Tiurland Hutajulu, M.S selaku ketua komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada Penulis dari mulai menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai ujian akhir. 2. Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma Ginting, M.Si selaku anggota komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan berbagai masukan berharga kepada Penulis dari mulai menetapkan judul, melakukan penelitian, sampai ujian akhir. 3. Ibu Dr. Ir. Salmiah, M.Si selaku ketua Program Studi Agribisnis FP USU 4. Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec selaku sekretaris Program Studi Agribisnis FP USU. 5. Kepada para dosen, staff pegawai Program Studi Agribisnis FP USU. 6. Bapak Sitohang selaku kepala desa, Desa Sidoarjo II Ramunia. 7. Para petani sampel di daerah penelitian. 8. Seluruh instansi terkait dalam penelitian, yang telah membantu Penulis dalam memperoleh data selama penulisan skripsi ini. Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati serta hormat, Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua ayah A. Sijabat dan alm K. Sihotang, atas kasih sayang, nasihat, motivasi serta dukungan moril dan Universitas Sumatera Utara materi yang diberikan kepada Penulis, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Juga kepada saudara-saudaraku yang telah memberi semangat, motivasi, doa dan harapan serta bantuannya selama ini serta kepada rekan seperjuangan stambuk 2007 FP USU, terlebih seluruh mahasiswa program studi Agribisnis yang tetap semangat dan berani untuk menghadapi tantangan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu Penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi tercapainya karya terbaru kedepannya. Akhir kata, tak ada gading yang tak retak dan memaafkan dari hati yang tulus lebih berharga daripada sekotak emas. Semoga skripsi ini bermanfaat. Terima Kasih. Medan, Agustus 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal. ABSTRAK. i RIWAYAT HIDUP . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . iv DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1.2 Identifikasi Masalah . 1.3 Tujuan Penelitian . 1.4 Kegunaan Penelitian . 1 9 10 10 II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka . 2.2 Landasan Teori. 2.3 Kerangka Pemikiran . 2.4 Hipotesis Penelitian . 11 15 21 25 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penentuan Daerah Penelitian . 3.2 Metode Penentuan Sampel . 3.3 Metode Pengumpulan Data. 3.4 Metode Analisis Data . 3.5 Defenisi dan Batasan Operasional 3.5.1 Defenisi . 3.5.2 Batasan Operasional . IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL 4.1 Deskripsi Daerah Penelitian . 4.2 Keadaan Penduduk . 4.3 Penggunaan Tanah . 4.4 sarana dan Prasarana . Universitas Sumatera Utara 26 26 27 28 30 31 32 32 34 35 4.5 Karakteristik Sampel . 36 V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Usahatani Padi Sawah di Daerah Penelitian 5.1.1 Pengolahan Lahan . 5.1.2 Persemaian . 5.1.3 Penanaman . 5.1.4 Pengairan. 5.1.5 Pemupukan . 5.1.6 Penyiangan . 5.1.7 Pemberantasan Hama dan Penyakit . 5.1.8 Panen. 5.1.9 Pascapanen . 5.2 Analisis Ekonomi Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP Gabah. 5.3 Analisis Persentase Kenaikan Harga Penjualan petani dibanding HPP Gabah per 1 Januari 2010 . 5.4 Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi sawah Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP Gabah . 5.5 Masalah-masalah yang Dihadapi Petani Padi Sawah di Daerah Penelitian . 51 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan . 6.2 Saran . 55 55 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara 38 38 39 40 40 41 41 42 43 44 49 DAFTAR TABEL Tabel 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Judul Hal. Perkembangan Harga Pembelian Pemerintah Lima Tahun Terakhir . Luas Panen, Produksi, Produktivitas Tanaman Padi Sawah di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009 . Luas Panen, Produksi, Produktivitas Padi Sawah di Kecamatan Beringin Tahun 2009 . Jumlah Kepala Keluarga Menurut Komposisi Mata Pencaharian di Desa Sidoarjo II Ramunia Tahun 2010 . Kriteria Kualitas Gabah . Distribusi Populasi dan Sampel Petani Padi Sawah berdasarkan Luas Lahan di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 . Spesifikasi Pengumpulan Data . Parameter untuk Mengukur Persentase Kenaikan Harga. Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 . Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 . Luas dan Jenis Penggunaan Tanah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 . Sarana dan Prasarana di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 . Rekapitulasi Karakteristik Petani Sampel di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang . Jumlah Benih yang Digunakan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP 1 Januari 2010 . Jumlah Pupuk yang Digunakan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP di Daerah Penelitia . Jumlah Obat-obatan yang Digunakan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP di Daerah Penelitian . Analisis Ekonomi Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang . Distribusi Biaya Pupuk dan Obat-obatan Sebelum dan Sesudah Kenaikan HPP di Daerah Penelitian . Analisis Persentase Kenaikan Harga Penjualan Petani Gabah Kering Giling dibanding HPP per 1 Januari 2010 . Frekwensi Petani berdasarkan Persentase Kenaikan Harga Penjualan Gabah dengan HPP Gabah per 1 Januari 2010 . Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sebelum (April-Juli 2009) dan Sesudah (April-Juli 2010) Kenaikan HPP Gabah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang . Universitas Sumatera Utara 5 6 7 8 14 27 28 29 33 34 34 35 36 39 41 42 45 47 49 51 52 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 2. Judul Hal. Pola Tanam Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang . Kerangka Pemikiran . Universitas Sumatera Utara 8 24 DAFTAR LAMPIRAN Lamp. Judul Hal. 1 Karakteristik Sampel Petani Padi Sawah . 2 3 4a 4b 5a 5b 6 7 58 Distribusi Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida per Petani per Musim Tanam pada Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 . 59 Distribusi Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida per Hektar per Musim Tanam pada Usahatani Padi Sawah di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009-2010 . 60 Distribusi Biaya Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida per Petani per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP Gabah (April-Juli 2009) di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang (Rp.000). 61 Distribusi Biaya Penggunaan Sarana Produksi Benih, Pupuk dan Pestisida per Hektar per Musim Tanam Sebelum Kenaikan HPP Gabah (April-Juli 2009) di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang Letak ladang mereka berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit milik pemerintah. Bahkan ada beberapa penduduk membudidayakan padi sawah di pinggiran tanaman sawit dengan luas yang kecil dan ada juga di belakang atau di samping rumah mereka sendiri. Hampir sebagian besar lahan padi sawah dikelilingi luasan kebun sawit milik pemerintah. Gambaran sistem usahatani padi sawah yang dilakukan oleh petani di daerah penelitian adalah sebagai berikut : Pengolahan Lahan Pengolahan lahan merupakan bagian terpenting dalam usahatani padi sawah, karena pengolahan bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur, dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus. Di daerah penelitian biaya pengolahan lahan adalah Rp 750.000/Ha Pengolahan lahan dilakukan dua minggu sebelum tanam, dengan meggunakan traktor tangan sampai terbentuk struktur lumpur dan permukaan tanah diratakan untuk mempermudah mengendalikan air. Pembibitan Penggunaan bibit dapat mempengaruhi peningkatan produktivitas padi sawah. Penggunaan bibit yang dipakai oleh petani padi sawah di daerah penelitian adalah 45 jenis bibit yang bersertifikat, yaitu bibit Ciherang. Pembibitan dilakukan antara 17 – 20 hari setelah semai. Penanaman Pada kegiatan penanaman kebanyakan petani yang berusahatani padi sawah mengupahkan setiap tahap penanaman kepada tenaga kerja luar keluarga yang ditangani oleh wanita. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 15 x 20 cm. Tiap lubang ditanami bibit sebanyak 3 – 5 bibit dengan kedalaman 5 cm. Pemupukan Pemupukan di daerah penelitian dilakukan secara teratur agar produksi padi sawah dapat meningkat, disamping menambah kesuburan tanah serta menghindari hama penyakit yang menyerang tanaman padi. Mekanisme dan tata cara pemberian pupuk harus sesuai dengan karakterisitik pupuk dan sifat tanaman. Pupuk yang digunakan pada pemupukan awal digunakan pupuk organik. Kebutuhan pupuk organik ini tergantung pada kondisi dan tingkat kesuburan tanah yang akan ditanam. Pemupukan ini diperlukan untuk menyediakan hara tanaman padi selama umur produktif. Pemupukan ini dilakukan sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama dilakukan 7 hari setelah masa tanam dan pemupukan yang kedua dilakukan 25 -30 hari setelah masa tanam. Penyiangan Pada kegiatan penyiangan petani dibantu oleh anggota keluarganya. Penyiangan tidak terlalu sering dilakukan. Kegiatan ini disesuaikan dengan melihat kondisi 46 tanaman padi yang ada. Biasanya dilakukan setelah 10 hari penanaman dan setelah pemupukan pertama. Pemberantasan Hama dan Penyakit Di daerah penelitian terdapat benyak banyak sekali hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi sehingga dapat menghambat proses pertumbuhan dan produksi daripada padi tersebut. Jenis hama yang sering menyerang seperti wereng, sundep, tikus, keong sedangkan penyakit yang sering menyerang seperti bercak coklat dan blast hawar kuning berupa bintik-bintik pada daun padi. Pengendalian yang dilakukan untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit, para petani menggunakan pestisida. Penen Pemanenan dilakukan apabila besar daun sudah menguning, tetapi bukan dikarenakan terkena serangan hama dan penyakit lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi menguning coklat, batang berwarna kuning agak coklat, bulir gabah menguning mencapai sekitar 80% dan tangkainya sudah merunduk. Pemanenan dapat dilakukan berkisar antara 110-115 hari dengan menggunakan sabit pemotong dan perontokkan dilakukan dengan menggunakan Power Tresher yaitu alat mesin perontok yang diberi alas berupa terpal atau juga halaman dirumah yang sudah dibersihkan untuk mengantisipasi dan meminimalisasi gabah yang banyak terbuang. 47 Secara keseluruhan sistem usahatani padi sawah mulai dari kegiatan pengolahan lahan sampai dengan panen pada periode sebelum dan sesudah kenaikan HPP yang ditetapkan pemerintah pada prinsipnya sama. Analisis Ekonomi Usahatani Padi Sawah Hasil wawancara dan pengamatan dilapangan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sebelum dan sesudah kenaikan HPP adalah sama karena jumlah sarana produksi yang digunakam seperti bibit, pupuk dan obat-obatan sama, demikian juga harga dari sarana produksi tersebut sama tidak ada perubahan. Keadaan ini akan dijelaskan secara rinci dibawah ini. Bibit Faktor produksi usahatani yang juga sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas produksi usahatani padi sawah adalah bibit. Kemudahan dalam memperoleh bibit padi akan berpengaruh terhadap kontinuitas produksi usahatani. Jumlah bibit yang digunakan di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel 13. Jumlah Biaya Bibit Padi Sawah Di Desa Melati II No Uraian Satuan 1 Bibit Kg 2 Biaya Rp Sumber : Data diolah dari lampiran 4 Range 14 - 50 105.000 – 375.000 Rata-rata 23,13 173.500 Berdasarkan tabel di atas dapat dilhat bahwa jumlah bibit yang di pakai rata-rata 23,13 kg dengan rentang 14-50 kg. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah bibit dapat dipenuhi dengan baik sesuai dengan kebutuhan lahan. Kemudian, penggunaan biaya bibit berada pada rata-rata Rp 173.500 dengan rentang Rp 48 105.000 – 375.000. Hal ini menerangkan bahwa penggunaan biaya bibit masih terjangkau. Kemudahan dalam memperoleh bibit dan harganya yang terjangkau menunjukkan bahwa ketersediaan bibit untuk usahatani padi sawah dapat terpenuhi dengan baik. Di daerah penelitian, harga bibit sebelum dan sesudah kenaikan HPP 2010 adalah sama yaitu sebesar Rp 7.500/Kg. Pupuk Penggunaan pupuk yang tepat dapat meningkatkan produksi. Di daerah penelitian para petani menggunakan pupuk berdasarkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani) dari anjuran WKPP Desa Melati. Adapun beberapa jenis pupuk yang dipakai oleh petani antara lain, pupuk Urea, SP-36, Phonska, dan ZA. Di daerah penelitian, petani tidak sulit dalam memperoleh pupuk. Sebagian besar bahkan hampir seluruh pupuk yang digunakan dapat diperoleh di toko distribusi pupuk yang ada di desa atau melalui Gapoktan dengan harga masih sama dengan musim tanam yang lalu. Perincian daftar harga pupuk antara lain sebagai berikut : Tabel 14. Rincian Penggunaan dan Harga Pupuk No Jenis Pupuk 1 Urea Jumlah (kg/ Ha) 200 2 SP-36 150 3 Phonksa 100 4 ZA 100 Sumber : RDKK BPP Kecamatan Perbaungan, 2009 Biaya (Rp/ kg) 1.400 1.800 2.000 1.300 49 Melihat begitu bervariasinya jenis pupuk yang digunakan, maka perhitungan pemakaian pupuk dilakukan secara umum tanpa melihat jenis-jenis pupuk yang digunakan. Penggunaan biaya pupuk dapat dilihat pada Tabel 15 berikut : Tabel 15. Jumlah dan Biaya Pupuk Dalam Usahatani Padi Sawah Desa Melati II Tahun 2010 No Jenis Pupuk 1 Urea Jumlah (Kg) Range Rata-rata 48 – 200 92,53 Harga (Rp) Range Rata-rata 67200 - 280000 133813,33 2 SP-36 36 – 150 70,06 64800 – 270000 126120 3 Phonska 24 – 100 46,27 48000 – 200000 92533,33 4 ZA 24 - 100 18,70 31200 - 130000 24266,66 Jumlah 376733,33 Sumber : Data diolah dari lampiran 5 Dari Tabel 15 dapat dikemukakan bahwa petani menggunakan empat jenis pupuk, yaitu Urea, SP-36, Phonska dan ZA sehingga biaya yang dikeluarkan petani untuk pupuk sebesar Rp 376.733 atau Rp. 818.985/Ha Di daerah penelitian, jumlah dan biaya pupuk sebelum dan sesudah kenaikan HPP 2010 adalah sama. Hal ini mengindikasikan tidak adanya perubahan harga sebelum dan sesudah kenaikan HPP gabah tahun 2010. Obat - Obatan Penggunaan obat-obatan hanya digunakan pada saat tenaman padi diserang hama dan penyakit. Artinya upaya yang dilakukan disini hanya berupa pengendalian bukan pencagahan. Tidak intensifnya penggunaan obat-obatan juga dapat menekan biaya produksi akan tetapi hal ini memerlukan pemauntauan dan pemeliharaan yang baik guna memperoleh produksi yang baik. 50 Tabel 16. Rincian Penggunaan Biaya Obat-Obatan No Jenis Obat-Obatan 1 Fungisida 2 Herbisida 3 Insektisida Sumber: Data diolah dari lampiran 6 Satuan Botol Bungkus Botol Harga (Rp/ Unit) 37.000 6.000 34.000 Jenis fungisida yang digunakan oleh petani adalah Ekspolre, sementara herbisida adalah Aly dan insektisida adalah Spontan. Jumlah dan biaya yang dikeluarkan untuk obat-obatan oleh petani sampel dapat dilihat pada Tabel 17. Tabel 17. Jumlah dan Biaya Obat-Obatan Usahatani Padi Sawah di Desa Melati II Tahun 2010 No Jenis Obatobatan 1 Fungisida Jumlah Range Rata-rata 1–5 2,33 Harga (Rp/ Unit) Range Rata-rata 37000 - 185000 86333,33 2 Herbisida 1–5 2,5 6000 – 24000 15000 3 Insektisida 1–5 2,33 34000 – 170000 79333,33 Jumlah 180666,66 Sumber : Data diolah dari lampiran 6 Pada Tabel 17 dapat dikemukakan bahwa tiga jenis obat-obatan fungisida, herbisida, insektisida semua petani sampel menggunakan obat-obatan sehingga biaya yang dikeluarkan petani untuk obat-obatan Rp. 180666 atau Rp. 392752/Ha Di daerah penelitian, jumlah Statistik Indonesia. Biro Pusat Statistik. Jakarta. Dinas Pertanian. 2011. Harga Jual GKP dan Beras Tahun 2007-2011 di Propinsi Sumatera Utara. Dinas Pertanian Sumatera Utara. Medan. Eachern, M. C. William A. 2001. Ekonomi Mikro Pendekatan Kontemporer. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat. FAO. 1996. Food Security Assesment (Document WFS 96/Tech/7). Rome. FAO. 2008. FAO Rice Market Monitor 11 (2). Rome. Heriawan, Rusman. 2011. Kenaikan HPP Bisa Langsung Picu Inflasi. Jakarta. Diakses dari http://www.businessnews.co.id, 20 Februari 2012. Jamal, E., Hendiarto, dan E. Ariningsih. 2008. Analisis Kebijakan Penentuan Harga Pembelian Gabah. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor. Komputer, Wahana. 2011. Mengolah Data Statistik Penelitian dengan SPSS 18. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Universitas Sumatera Utara Krisnamurthi, Bayu. 2002. Tekanan Penduduk, Degradasi Lingkungan dan Ketahanan Pangan. Pusat Studi Pembangunan dan Proyek Koordinasi Kelembagaan Ketahanan Pangan. Bogor. Munawar, Rofi. 2012. Kenaikan HPP Beras Sudah Signifikan. Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi. Jakarta. Diakses dari http://infopublik.org, 27 Februari 2012. Noor, M. 1996. Padi Lahan Marginal. Jakarta: Penebar Swadaya. Rachman, Benny dan Tahlim Sudaryanto. 2009. Analisis Dampak Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras. Bogor. Rachman, Handewi P. S., dan Mewa Ariani. 2002. Ketahanan Pangan: Konsep, Pengukuran dan Strategi. Forum Penelitian Agroekonomi. Bogor. Saragih, B. 2001. Agribisnis Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Bogor: Pustaka Wirausaha Muda. Sawit, H. M. 2010. Reformasi Kebijakan Harga Produsen Dan Dampaknya Terhadap Daya Saing Beras. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor. Sudaryanto, T., Prajogo U. Hadi, Sri H. Susilowati, dan E. Suryani. 1999. Perkembangan Kebijaksanaan Harga dan Perdagangan Komoditi Pertanian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. Sukirno, S. 1994. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Edisi Kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Suryana, Achmad. 2003. Kapita Selekta Evolusi Pemikiran Kebijakan Ketahanan Pangan. Yogyakarta: BPFE. Suryana, A. dan Hermanto. 2003. Kebijakan Ekonomi Perberasan Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Jakarta. Suryana, A., Sudi Mardianto, dan Mohamad Ikhsan. 2001. Dinamika Kebijakan Perberasan Perberasan Nasional. Jakarta: LPEM-FEUI. Tim Pengkajian Kebijakan Perberasan Nasional. 2001. Bunga Rampai Ekonomi Beras. Jakarta: LPEM FE UI. Timmer, C. Peter. 1975. “The Political Economy of Rice in Asia: Indonesia.” Food Research Institute Studies Vol. XIV No. 3. Cambridge. Wibowo, R. 2000. Penyediaan Pangan dan Permasalahannya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 1 1. Hasil Analisis Perbedaan Antara HPP GKP dan HPP Beras dengan Harga Aktual GKP dan Beras Harga Aktual GKP 2007 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 12 2.3245E3 125.15627 36.12950 Harga Aktual GKP 2007 t 8.982 One-Sample Test Test Value = 2000 95% Confidence Interval of the Difference Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 11 .000 324.50000 244.9795 404.0205 Harga Aktual GKP 2008 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 8 2.5708E3 59.66514 21.09481 Harga Aktual GKP 2008 t 17.575 One-Sample Test Test Value = 2200 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 7 .000 370.75000 320.8687 420.6313 Universitas Sumatera Utara Harga Aktual GKP 2011 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 9 3.2376E3 153.38849 51.12950 Harga Aktual GKP 2011 t 11.687 One-Sample Test Test Value = 2640 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 8 .000 597.55556 479.6507 715.4604 Harga Aktual GKP 2010 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 15 3.0201E3 197.25417 50.93081 Harga Aktual GKP 2010 t 7.462 One-Sample Test Test Value = 2640 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 14 .000 380.06667 270.8309 489.3024 Harga Aktual GKP 2009 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 13 2.5859E3 92.94305 25.77776 Harga Aktual GKP 2009 t 7.213 One-Sample Test Test Value = 2400 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 12 .000 185.92308 129.7582 242.0880 Universitas Sumatera Utara 2. Hasil Analisis Perbedaan Antara HPP GKP dan HPP Beras dengan Harga Aktual GKP dan Beras Harga Beras 2011 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 9 7.6493E3 377.98975 125.99658 Harga Beras 2011 t 20.551 One-Sample Test Test Value = 5060 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 8 .000 2589.33333 2298.7847 2879.8820 Harga Beras 2010 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 15 6.8269E3 819.51648 211.59825 Harga Beras 2010 t 8.350 One-Sample Test Test Value = 5060 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 14 .000 1766.86667 1313.0336 2220.6998 Universitas Sumatera Utara Harga Beras 2009 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 13 5.9817E3 78.15624 21.67664 Harga Beras 2009 t 63.741 One-Sample Test Test Value = 4600 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 12 .000 1381.69231 1334.4630 1428.9216 Harga Beras 2008 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 8 5.8176E3 169.62811 59.97259 Harga Beras 2008 t 25.305 One-Sample Test Test Value = 4300 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 7 .000 1517.62500 1375.8123 1659.4377 Harga Beras 2007 One-Sample Statistics N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 12 5.3103E3 206.95996 59.74419 Harga Beras 2007 t 21.932 One-Sample Test Test Value = 4000 95% Confidence Interval of the Difference df Sig. (2-tailed) Mean Difference Lower Upper 11 .000 1310.33333 1178.8372 1441.8294 Universitas Sumatera Utara 3. Hasil Analisis Dampak HPP Beras Terhadap Harga Jual Beras di Tingkat Petani Model Summaryb Model Std. Error of the Change Statistics R R Square Adjusted R Square Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .928a .861 .815 397.39374 .861 18.595 1 3 .023 a. Predictors: (Constant), HPP beras b. Dependent Variable: Harga jual beras ANOVAb Model Sum of Squares df 1 Regression 2936492.821 1 Residual 473765.362 3 Total 3410258.183 4 a. Predictors: (Constant), HPP beras b. Dependent Variable: Harga jual beras Mean Square 2936492.821 157921.787 F 18.595 Sig. .023a Model 1 (Constant) Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 2126.142 1966.079 HPP beras 1.834 .425 .928 a. Dependent Variable: Harga jual beras Coefficientsa t -1.081 4.312 95% Confidence Interval for B Correlations Sig. Lower Bound Upper Bound Zero-order Partial .359 -8383.082 4130.799 .023 .480 3.187 .928 .928 Collinearity Statistics Part Tolerance VIF .928 1.000 1.000 Universitas Sumatera Utara 4. Hasil Analisis Dampak HPP Beras Terhadap Konsumsi Beras Model Summaryb Model Std. Error of the Change Statistics R R Square Adjusted R Square Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .983a .967 .956 .84892 .967 88.108 1 3 .003 a. Predictors: (Constant), HPP beras b. Dependent Variable: Konsumsi Beras ANOVAb Model Sum of Squares df 1 Regression 63.496 1 Residual 2.162 3 Total 65.658 4 a. Predictors: (Constant), HPP beras b. Dependent Variable: Konsumsi Beras Mean Square 63.496 .721 F 88.108 Sig. .003a Model 1 (Constant) Unstandardized Coefficients B Std. Error 178.914 4.200 HPP beras -.009 a. Dependent Variable: Konsumsi Beras .001 Standardized Coefficients Beta -.983 Coefficientsa t 42.599 -9.387 Sig. .000 .003 95% Confidence Interval for B Lower Bound Upper Bound 165.548 192.281 -.011 -.006 Correlations Zero-order Partial -.983 -.983 Collinearity Statistics Part Tolerance VIF -.983 1.000 1.000 Universitas Sumatera Utara
Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah per 1 Januari 2010 terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah

Gratis