Feedback

Uji Efektivitas Soil Conditioner Terhadap Pertumbuhan dan Produksi padi ( oriza sativa l. var. inpari 3 )

Informasi dokumen
UJI EFEKTIVITAS SOIL CONDITIONER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI ( Oryza sativa L. Var. Inpari 3 ) SKRIPSI OLEH : ASTARI MITA SILVIA PULUNGAN 070301037/BDP-AGRONOMI DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara UJI EFEKTIVITAS SOIL CONDITIONER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI ( Oriza sativa L. Var. Inpari 3 ) SKRIPSI Oleh: ASTARI MITA SILVIA PULUNGAN 070301037/BDP-AGRONOMI Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh : (Ir. Mariati, M.Sc) Ketua Komisi Pembimbing (Ir. Rosita Sipayung, MP.) Anggota Komisi Pembimbing DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : Uji Efektivitas Soil Conditioner Terhadap Pertumbuhan dan produksi padi ( oriza sativa l. var. inpari 3 ) Nama : Astari Mita Silvia Pulungan NIM : 070301037 Program Studi : BDP – Agronomi Disetujui Oleh, Komisi Pembimbing Ir. Mariati, M.sc. Ketua Ir. Rosita Sipayung, MP Anggota Mengetahui, Ir. T. Sabrina, M. Agr. Sc. Ph.D Ketua Departemen Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ASTARI MITA SILVIA PULUNGAN. Uji Efektifitas Soil Conditioner terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L. Var. Inpari 3). Dibimbing oleh MARIATI SINURAYA dan ROSITA SIPAYUNG. Pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan dapat mengakibatkan degradasi lahan. Degradasi lahan mengakibatkan menurunnya kualitas tanah sehingga menjadi rusak. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi dilahan sawah memerlukan keadaan tanah sawah yang berkualitas baik sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut soil conditioner bisa diharapkan para petani untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal dan memperoleh keuntungan, sebab soil conditioner memiliki fungsi untuk membangun kembali tanah yang telah rusak karena manajemen yang tidak tepat, untuk membuat tanah yang miskin lebih bermanfaat, dan mempertahankan tanah dalam kondisi puncak sehingga agregat tanah menjadi lebih baik dan baik dilakukan untuk areal pertanaman khususnya dilahan sawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian soil conditioner terhadap pertumbuhan dan produksi Padi (Oryza sativa L. Var. Inpari 3). Penelitian ini dilaksanakan desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dengan ketinggian tempat + 26 di atas permukaan laut, mulai September 2010 sampai Januari 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok non faktorial dengan 7 perlakuan yaitu T1 (0 ml Soil conditioner aplikasi benih, 0 ml Soil conditioner dan 125 kg Urea 2MST, 125 kg Urea 7 MST), T2 (2,0 ml Soil conditioner aplikasi benih, 250 ml Soil conditioner dan 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T3 (2,5ml Soil conditioner aplikasi benih, 250 ml Soil conditioner dan 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T4 (0ml Soil conditioner aplikasi benih, 250 ml Soil conditioner dan 125 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T5 (1,5ml Soil conditioner aplikasi benih, 0 ml Soil conditioner dan 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T6 (0 ml Soil conditioner aplikasi benih, 250 ml Soil conditioner dan 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T7 (1,5 ml Soil conditioner aplikasi benih, 500 ml Soil conditioner dan 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Soil conditioner dapat meningkatkan bobot kering tajuk (g), luas daun (cm2), bobot 1000 butir (g), jumlah malai per sampel (tangkai), produksi per petak ubin (g), produksi per hektar (ton). Dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, bobot kering akar (g), jumlah gabah berisi per sampel (Bulir), persentase jumlah gabah berisi (%), indeks panen, produksi per sampel (g). Kata kunci : Padi, Soil conditioner. ii Universitas Sumatera Utara ABSTRACT ASTARI MITA SILVIA PULUNGAN. The effectiveness of soil conditioner to the growth and production of rice (Oryza sativa L. Var. inpari 3). Supervised by MARIATI SINURAYA and ROSITA SIPAYUNG. Uses of more inorganic fertilizer will be land degradation. Land degradation affect declining of soil quality become damaged. For increasing the growth and production of rice in the field need soil conditioner (SC) which in good quality, to complete this problem soil conditioner can be expected by the farmers because the soil conditioner has a function to fix the damaged soil because of inappropriate management, to make poor soil more useable, and to keep soil in top condition so soil aggregate became more and it’s good for doing in rice field particularly. The aim of this research is for knowing the effectiveness of soil conditioner to the growth and production of rice. This research have been done at Lubuk Pakam sub-district, Deli Serdang (±26m asl) in September 2010 – January 2010 using non-factorial randomized block design with 7 treatment: T1 (0 ml Soil conditioner in seed, 0 ml Soil conditioner in field and 125 kg Urea 2MST, 125 kg Urea 7 MST), T2 (2,0 ml Soil conditioner in seed, 250 ml Soil conditioner in field and 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T3 (2,5ml Soil conditioner in seed, 250 ml Soil conditioner in field and 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T4 (0ml Soil conditioner in seed, 250 ml Soil conditioner in field and 125 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T5 (1,5ml Soil conditioner in seed, 0 ml Soil conditioner in field and 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T6 (0 ml Soil conditioner in seed, 250 ml Soil conditioner in field and 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST), T7 (1,5 ml Soil conditioner in seed, 500 ml Soil conditioner in field and 62,5 kg Urea 2MST, 62,5 kg Urea 7 MST). The results showed by using soil conditioner can increase dry crown weight (g), leaf area (cm²), the number of panicles (stem), 1000 grain weight (g), production square meter (g), production per hectare. And show no significant affect plant height (cm), number of stem (stem), dry roots weight (g), a number of grain containing (g), percentase of number grain containing (%), harvest index, production per sample (g). Key word : Rice, Soil conditioner i Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP ASTARI MITA SILVIA Pulungan dilahirkan di Medan pada tanggal 18 Desember 1989, anak kedua dari 3 bersaudara, putri ayahanda Zainul Kharnain Pulungan dan ibunda Khairani Batubara. Tahun 2007 penulis lulus dari SMU Negeri 8 Medan. Dan pada tahun yang sama lulus di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penulis memilih Program Studi Agronomi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Selama mengikuti perkuliahan, penulis mengikuti kegiatan organisasi HIMADITA. Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di PTPN III Gunung Para Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juni – Juli 2010. ii Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Uji Efektivitas Soil Conditioner Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa l. var. Inpari 3)”. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ir. Mariati, M.sc selaku ketua komisi pembimbing dan Ibu Ir. Rosita Sipayung, MP selaku anggota komisi pembimbing, dan Ibu Ir. Ratna Rosanty Lahay yang telah memberikan bimbingan selama penelitian hingga penulisan skripsi ini. Ungkapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada ayahanda Zainul Pulungan, ibunda Khairani Batubara, Opung Alm. H. Daud Batubara, Abang Andriansyah Pulungan, Adik Ainunnamira Pulungan atas doa, kasih sayang, perhatian dan dukungannya selama berlangsungnya penelitian dan penulisan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Vira Irma Sari, Femmy K. Wardhani, Mahruf Luth Firza, Eka Framio Ginting, T. Alvin dan teman-teman angkatan 2007 lainnya, abang dan kakak angakatan 2003 dan 2004, serta adik-adik angkatan 2008 – 2010 yang telah berpartisipasi membantu dalam melaksanakan penelitian. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik guna kesempurnaan penulisan skripsi ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini dapat berguna bagi kita semua. Medan, Juni 2011 Penulis v Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRACT . i ABSTRAK . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR ISI.vi DAFTAR TABEL . viii DAFTAR GAMBAR . ix DAFTAR LAMPIRAN . x PENDAHULUAN Latar Belakang . 1 Tinjuan Penelitian . 2 Hipotesis Penelitian. 3 Kegunaan Penelitian . 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman . 4 Syarat Tumbuh Iklim . 6 Tanah . 8 Soil Conditioner . 9 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu . 14 Bahan dan Alat . 14 Metode Penelitian . 14 PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan Areal Persemaian . 16 Perendaman Benih . 16 Penyemaian Benih .16 Persiapan Areal Tanam . .16 Pembuatan Plot Percobaan .16 Pembuatan Jarak Tanam . 17 Penanaman Bibit . 17 Pemeliharaan . 17 Penyulaman . 17 Pemupukan . 18 Pengendalian Hama dan Penyakit . 18 Peyiangan . 18 Universitas Sumatera Utara          Pemanenan . 18  Pengamatan Parameter . 18 Tinggi Tanaman (cm) . 18 Jumlah Anakan per Sampel (tangkai) . 19 Indeks Panen . 19 Bobot Kering Tajuk (g) . 19 Bobot Kering Akar (g) . 19 Luas Daun Bendera (cm2) . 20 Jumlah Malai Per Sampel (tangkai) . 20 Jumlah Gabah Berisi (butir) . 20 Persentase Gabah Berisi (%) .20 Bobot 1000 butir (g) . 20 Produsi Tanaman per Sampel (g) . 21 Produksi per Petak Ubin (g) . 21 Produksi per Hektar (Ton) . 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . 21 Pembahasan . 33 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 44 Saran. 45 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Hal 1. Perlakuan yang diaplikasikan saat penelitian. 14 2. Rataan Tinggi Tanaman 4, 6, dan 8 MST (cm) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah) . 22 3. Rataan Jumlah Anakan 4, 6, dan 8 MST (batang) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 23 4. Rataan Berat Kering Tajuk (g) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah) . 24 5. Rataan Berat Kering Akar (g) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 25 6. Rataan Luas Daun Bendera (cm²) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 25 7. Rataan Jumlah Malai per Sampel (batang) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 26 8. Rataan Jumlah Gabah Berisi (butir) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 27 9. Rataan Persentase Gabah Berisi (%) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 28 10. Rataan Indeks Panen (g) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 28 11. Rataan Bobot 1000 butir (g) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah). . 29 12. Rataan Produksi per Sampel (g) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah) . 30 13. Rataan Produksi per Petak Ubin (g) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah) . 30 14. Rataan Produksi per Hektar (Ton) pada pemberian soil conditioner (pembenah tanah) . 31 viii Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Hal 1. Histogram Berat Kering Tajuk (g). 24 2. Histogram Luas Daun Bendera (cm2) . 26 3. Histogram Jumlah Malai (Tangkai) . 27 4. Histogram Bobot 1000 butir (g) . 29 5. Histogram Produksi per Petak Ubin (g). . 31 6. Histogram Produksi per Hektar (Ton). . 32 ix Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Hal 1. Deskripsi Padi Varietas Inpari 3. . 48 2. Bagan Percobaan. . 49 3. Bagan Sistem Tanam Legowo. . 50 4. Jadwal Kegiatan Penelitian . 51 5. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST (cm). . 52 6. Sidik Ragam Tinggi Tanaman 4 MST. . 52 7. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 6 MST (cm). . 52 8. Sidik Ragam Tinggi Tanaman 6 MST. . 53 9. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 8 MST (cm). . 53 10. Sidik Ragam Tinggi Tanaman 8 MST . . 53 11. Data Pengamatan Jumlah Anakan 4 MST (cm). . 54 12. Sidik Ragam Jumlah Anakan 4 MST . . 54 13. Data Pengamatan Jumlah Anakan 6 MST (cm). . 54 14. Sidik Ragam Jumlah Anakan 6 MST . . 55 15. Data Pengamatan Jumlah Anakan 8 MST (cm). . 55 16. Sidik Ragam Jumlah Anakan 8 MST. . 55 17. Data Pengamatan Berat Kering Tajuk (g). . 56 18. Sidik Ragam Berat Kering Tajuk. . 56 19. Uji Kontras Berat Kering Tajuk. . 56 20. Data Pengamatan Berat Kering Akar (g). . 57 21. Sidik Ragam Berat Kering Akar . . 57 Universitas Sumatera Utara 22. Data Pengamatan Luas Daun Bendera (cm2). . 57 23. Sidik Ragam (cm). Rataan tinggi tanaman (cm) pada 4, 6, dan 8 MST dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Rataan Tinggi Tanaman 4, 6, dan 8 MST pada pemberian pupuk organik Tinggi Tanaman Perlakuan 4 MST 6 MST 8 MST T0 62,07 g 79,02 g 90,83 g T1 72,80 ef 99,30 de 112,06 cd T2 71,19 f 97,85 e 108,23 f T3 73,94 cd 101,53 cd 111,67 de T4 77,61 ab 101,71 bc 113,02 bc T5 73,92 de 93,83 f 110,92 ef T6 75,75 bc 103,78 a 116,21 a T7 78,96 a 103,77 ab 113,83 ab Keterangan : Angka – angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf uji 5%. Dari Tabel 1 diketahui bahwa pada 4 MST rataan tinggi tanaman (cm) tertinggi terdapat pada perlakuan T7 (78,96) dan terendah pada perlakuan T0 Universitas Sumatera Utara (62,07). Pada 6 MST rataan tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan T6 (103,78) dan terendah pada perlakuan T0 (79,02). Pada 8 MST rataan tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan T6 (116,21) dan terendah adalah pada perlakuan T0 (90,83). 140 120 T i n g g i T 100 a n 80 a m 60 a 40 n 20 0 T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Perlakuan Gambar 1. Histogram Tinggi Tanaman 8 MST (cm) 2. Jumlah anakan per rumpun (batang) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari jumlah anakan pada 4, 6, dan 8 Minggu Setelah Tanam (MST) dapat dilihat dari Lampiran 15 – 20. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan per rumpun (batang). Rataan jumlah anakan (batang) pada 4, 6, dan 8 MST dapat dilihat pada Tabel 2. Universitas Sumatera Utara Tabel 2. Rataan Jumlah Anakan 4, 6, dan 8 MST pada pemberian pupuk organik Tinggi Tanaman Perlakuan 4 MST 6 MST 8 MST T0 11,79 13,58 10,25 T1 14,08 15,29 10,75 T2 13,54 15,08 13,21 T3 14,04 16,29 12,75 T4 14,67 17,83 13,67 T5 14,21 16,17 11,79 T6 14,33 16,00 12,33 T7 15,08 17,08 13,13 Dari Tabel 2 diketahui bahwa pada jumlah anakan 4 MST rataan tertinggi terdapat pada perlakuan T4 (15,39) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (11,87). Pada 6 MST rataan tertinggi terdapat pada perlakuan T4 (17,83) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (13,58). Pada 8 MST rataan tertinggi terdapat pada perlakuan T4 (13,67) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (10,25). 3. Berat Kering Tajuk (gr) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari berat kering tajuk (gr) dapat dilihat dari Lampiran 21 – 23. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh nyata terhadap berat kering tajuk (gr). Rataan berat kering tajuk dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Rataan Berat Kering Tajuk pada pemberian pupuk organik Perlakuan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Rataan 35,25 45,01 47,56 46,94 48,68 46,97 47,21 48,56 g ef bc f a de cd ab Keterangan : Angka – angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf uji 5%. Universitas Sumatera Utara Dari Tabel 3 diketahui bahwa rataan berat kering tajuk (gr) tertinggi terdapat pada perlakuan T4 (48,68) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (35,25). 60 B e 50 r 40 a t 30 T 20 a j 10 u 0 k T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Perlakuan Gambar 2. Histogram Berat Kering Tajuk (g) 4. Berat Kering Akar (g) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari berat kering akar (gr) dapat dilihat dari Lampiran 24 – 25. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap berat kering akar (gr). Rataan berat kering akar (gr) dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Rataan berat kering akar pada pemberian pupuk organik Perlakuan Rataan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 1,50 1,93 2,01 1,94 2,09 2,05 1,67 2,00 Universitas Sumatera Utara Dari Tabel 4 diketahui bahwa rataan berat kering akar (gr) tertinggi terdapat pada perlakuan T4 (2,09) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (1,50). 5. Luas Daun Bendera (cm2) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari luas daun bendera (cm2) dapat dilihat dari Lampiran 26 – 28. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap luas daun (cm2). Rataan luas daun (cm2) dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Rataan Luas daun bendera pada pemberian pupuk organik Perlakuan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Rataan 14,05 24,51 25,32 30,36 27,56 25,03 29,98 31,21 g f de ab cd ef bc a Keterangan : Angka – angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf uji 5%. Dari Tabel 5 diketahui bahwa rataan luas daun bendera (cm2) tertinggi terdapat pada perlakuan T7 (31,21) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (14,05). Universitas Sumatera Utara 35 L 30 u a 25 s 20 15 D a 10 u 5 n 0 T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Perlakuan Gambar 3. Histogram Luas Daun Bendera (cm2) 6. Jumlah Malai Per Rumpun (Tangkai) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari jumlah malai per rumpun (tangkai) dapat dilihat dari Lampiran 29 – 30. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah malai per rumpun (tangkai). Rataan jumlah malai per rumpun (tangkai) dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Rataan jumlah malai per rumpun pada pemberian pupuk organik Perlakuan Rataan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 8,27 9,27 9,12 8,80 9,62 9,67 8,50 9,22 Dari tabel 6 diketahui bahwa rataan jumlah malai per rumpun (tangkai) tertinggi terdapat pada perlakuan T5 (9,67) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (8,27). Universitas Sumatera Utara 7. Panjang Malai (cm) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari panjang malai (cm) dapat dilihat dari Lampiran 31 – 32. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap panjang malai (cm). Rataan panjang malai (cm) dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Rataan Panjang Malai pada pemberian pupuk organik Perlakuan Rataan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 19,16 20,35 20,24 20,86 19,84 20,68 19,47 21,58 Dari tabel 7 diketahui bahwa rataan panjang malai (cm) tertinggi terdapat pada perlakuan T7 (21,58) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (19,16). 8. Jumlah Gabah Berisi (butir) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari jumlah gabah berisi (butir) dapat dilihat dari lampiran 33 – 34. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah gabah berisi (butir). Rataan jumlah gabah berisi per rumpun dapat dilihat pada Tabel 8. Universitas Sumatera Utara Tabel 8. Rataan Jumlah Gabah Berisi per Rumpun pada Pemberian Pupuk Organik Perlakuan Rataan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 637,37 822,52 831,35 692,55 856,65 733,50 690,35 784,80 Dari tabel 8 diketahui bahwa rataan jumlah gabah berisi tertinggi terdapat pada perlakuan T4 (856,65) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (637,37). 9. Persentase Gabah Berisi (%) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari persentase gabah berisi (butir) dapat dilihat dari lampiran 35 – 36. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh tidak nyata terhadap persentase gabah berisi (butir). Rataan gabah berisi per rumpun dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Rataan persentase gabah berisi pada pemberian pupuk organik Perlakuan Rataan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 82,45 81,60 85,40 80,95 83,95 81,60 82,30 83,55 Universitas Sumatera Utara Dari tabel 9 diketahui bahwa rataan persentase gabah berisi tertinggi terdapat pada perlakuan T2 (85,4) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T1 (81,6) dan T5 (81,6). 10. Indeks Panen (g) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari indeks panen (g) dapat dilihat dari Lampiran 37 – 39. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh nyata terhadap indeks panen (g). Rataan gabah indeks panen dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Rataan persentase indeks panen pada pemberian pupuk organik Perlakuan Rataan T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 7,42 g 15,04 cd 15,18 bc 14,29 f 14,85 ef 15,93 ab 16,06 a 14,86 de Keterangan : Angka – angka yang diikuti oleh huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata menurut uji Duncan pada taraf uji 5%. Dari tabel 10 diketahui bahwa rataan indeks panen tertinggi terdapat pada perlakuan T6 (16,06) sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan T0 (7,42). Universitas Sumatera Utara I n d e k s P a n e n 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 T0 T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 Perlakuan Gambar 4. Histogram Indeks Panen 11. Bobot 1000 butir (g) Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam dari bobot 1000 butir (g) dapat dilihat dari Lampiran 40 – 42. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik BSO berpengaruh nyata terhadap bobot 1000 butir (g). Rataan bobot 1000 butir dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11. Rataan bobot 1000 butir pada pemberian pupuk organik Perlakuan T0 T1 T2 T3 T4 T5 Sumatera Utara 34 DAFTAR PUSTAKA Anonimus, 2000. Daun Selada Tidak Dicuci. Http:// www.mail-archive.com /kolom@yahoogroups.com/msg02269.html . 2003. Selada. Http://warintek.progressio.or.id./pertanian/selada.htm. , 2006. Selada. Http://warintek.progressio.or.id/ Dartius. 1991. Fisiologi Tumbuhan. Fakultas Pertanian UISU, Medan. Ginta, J. 2005. Unsur Hara Mikro yang Dibutuhkan Tanaman. Dikutip dari : www.nasih.staf.ugm.ac.id/pnt3404/4%209417.doc. Diakses tanggal 22 Februari 2008. Gomez, A, K. dan A, A, Gomez. 1996. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. UI-press. Jakarta Haryanto, E., T. Suhartini, dan E. Rahayu. 2002. Sawi dan Selada. Penebar Swadaya. Jakarta. Http://www. My-adenium.com/Zink,2008 Lakitan, B. 1993. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Novizan, 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka, Jakarta. , 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Edisi Revisi. Agromedia Pustaka, Jakarta. Nyakpa, M.Y., A.M. Lubis, M.A. Pulung, A.G. Amrah, A. Munawar, G.B. Hong dan N. Hakim, 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung, Lampung. Rinsema, F. 1986. Pemupukan. Bhratara Karya Aksara, Jakarta. Rosmarkam. A. dan N. W. Yuwono. 2003. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta. 224 hal. Rubatzky, V.E. dan M. Yamaguchi. 1997. Sayuran Dunia 1. Agromedia Pustaka, Jakarta. ____________________________ . 1998. Sayuran Dunia 2. Agromedia Pustaka, Jakarta. Universitas Sumatera Utara 35 _____________________________. 1999. Sayuran Dunia 3. Prinsip, Produksi dan Gizi. Edisi kedua. Diterjemahkan oleh Catur Herison. Penerbit ITB, Bandung. Rukmana. 1994. Bertanam Selada dan Andewi. Kanisius, Yogyakarta. Sastrahidajat, I. H. dan Soemarno. 1996. Budidaya Tanaman Tropika. Usaha Nasional, Surabaya. Hal 316-318. Suhardi. 1990. Dasar-Dasar Bercocok Tanam. Kanisius, Yogyakarta. Sunaryono, H. 1999. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya, Jakarta. Sutejo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta. , M. M. 2004. Analisis Tanah, Air dan Jaringan Tanaman. Rineka Cipta, Jakarta. Wahyudi, J. 2005. Selada, Solusi Tepat Untuk Sehat. hhtp://www.indonesia.com/ intisari/flona-11.html Universitas Sumatera Utara 36 Lampiran 1. Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm ) Perlakuan Z0 Z1 Z2 Z3 Z4 Total Rataan I 17.48 Ulangan II III 17.14 18.24 IV 15.12 19.68 18.62 18.74 18.50 93.00 18.60 19.52 20.44 21.52 17.70 96.30 19.26 25.16 18.86 15.74 24.40 99.26 19.85 18.44 18.20 19.44 22.00 96.30 19.26 Total Rataan 67.964 16.991 82.784 76.104 75.424 82.584 384.86 20.696 19.026 18.856 20.646 19.24 Lampiran 2. Analisa Sidik Ragam Tinggi Tanaman Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan Error Total db JK KT F.hit F0.05 3 4 12 19 3.92 37.39 78.07 119.39 1.31 9.35 6.51 0.20 tn 1.44 tn 3.49 3.26 KK = 13.26% Ket : tn = tidak nyata * = nyata Universitas Sumatera Utara 37 Lampiran 3. Data Pengamatan Total Jumlah Daun ( helai ) Perlakuan Z0 Z1 Z2 Z3 Z4 Total Rataan I 14.52 15.01 16.41 15.28 15.82 77.04 15.41 Ulangan II III 14.21 14.81 14.70 15.82 16.68 15.28 16.73 15.90 15.48 15.08 77.79 76.89 15.56 15.38 IV 11.28 17.50 14.68 12.48 16.47 72.40 14.48 Total Rataan 54.822 63.038 63.043 60.377 62.837 304.12 13.705 15.759 15.761 15.094 15.709 15.21 Lampiran 4. Analisa Sidik Ragam Total Jumlah Daun Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan Error Total db JK KT F.hit F0.05 3 4 12 19 3.61 12.53 23.07 39.21 1.20 3.13 1.92 0.63 tn 1.63 tn 3.49 3.26 KK = 9.12% Ket : tn = tidak nyata * = nyata Universitas Sumatera Utara 38 Lampiran 5. Data Pengamatan Produksi Biomassa Per Tanaman ( g ) Ulangan Perlakuan Z0 Z1 Z2 Z3 Z4 Total Rataan I 34.00 53.00 54.50 36.00 56.00 233.50 46.70 II 13.75 37.25 26.75 52.00 43.25 173.00 34.60 III 16.25 35.00 18.50 43.00 26.50 139.25 27.85 IV 21.25 35.50 23.00 35.50 54.50 169.75 33.95 Total Rataan 85.25 160.75 122.75 166.50 180.25 715.50 21.31 40.19 30.69 41.63 45.06 35.78 Lampiran 6. Analisa Sidik Ragam Produksi Biomassa Per Tanaman Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan Error Total db 3 4 12 19 JK KT 934.36 311.45 1499.99 375.00 1056.51 88.04 3490.86 F.hit F0.05 3.54 * 4.26 * 3.49 3.26 KK = 26.23% Ket : tn = tidak nyata * = nyata Universitas Sumatera Utara 39 Lampiran 7. Data Pengamatan Produksi Segar Jual Per Tanaman ( g ) Perlakuan Z0 Z1 Z2 Z3 Z4 Total Rataan I 31.00 51.00 52.00 33.00 54.00 221.00 44.20 Ulangan II III IV 10.75 13.25 18.25 35.25 33.00 33.50 24.25 16.00 20.50 49.00 40.00 32.50 41.25 24.50 52.50 160.50 126.75 157.25 32.10 25.35 31.45 Total Rataan 73.25 152.75 112.75 154.50 172.25 665.50 18.31 38.19 28.19 38.63 43.06 33.28 Lampiran 8. Analisa Sidik Ragam Produksi Segar Jual Per Tanaman Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan Error Total db 3 4 12 19 JK KT 934.36 311.45 1593.24 398.31 1056.51 88.04 3584.11 F.hit F0.05 3.54 * 4.52 * 3.49 3.26 KK = 28.20% Ket : tn = tidak nyata * = nyata Universitas Sumatera Utara 40 Lampiran 9. Data Pengamatan Shoot/Root Rasio Ulangan Perlakuan Z0 Z1 Z2 Z3 Z4 Total Rataan I 25.27 41.23 42.73 27.27 44.23 180.73 36.15 II 11.65 33.52 21.04 40.23 31.48 137.92 27.58 III IV 14.15 15.54 31.27 32.77 16.40 23.00 31.23 26.77 26.50 42.73 119.55 140.81 23.91 28.16 Total Rataan 66.61 138.79 103.17 125.50 144.94 579.01 16.65 34.70 25.79 31.38 36.24 28.95 Lampiran 10. Analisa Sidik Ragam Shoot/Root Rasio Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan Error Total db 3 4 12 19 JK KT 398.35 132.78 1012.74 253.18 513.41 42.78 1924.50 F.hit F0.05 3.10 tn 5.92 ** 3.49 3.26 KK = 22.59% Ket : tn = tidak nyata * = nyata ** = sangat nyata Universitas Sumatera Utara 41 Lampiran 11. Data Pengamatan Indeks Panen Perlakuan Z0 Z1 Z2 Z3 Z4 Total Rataan I 0.91 0.96 0.95 0.92 0.96 4.71 0.94 Ulangan II 0.78 0.95 0.91 0.94 0.95 4.53 0.91 III 0.82 0.94 0.86 0.93 0.92 4.48 0.90 IV 0.86 0.94 0.89 0.92 0.96 4.57 0.91 Total Rataan 3.37 3.80 3.62 3.70 3.81 18.29 0.84 0.95 0.90 0.93 0.95 0.91 Lampiran 12. Analisa Sidik Ragam Indeks Panen Sumber Keragaman Ulangan Perlakuan Error Total db JK 3 4 12 19 0.005872 0.032189 0.009586 0.047647 KT F.hit 0.00 2.45 tn 0.01 10.07 ** 0.00 F0.05 3.49 3.26 KK = 3.09% Ket : tn = tidak nyata * = nyata ** = sangat nyata Universitas Sumatera Utara 49 Lampiran 19. Gambar Tanaman Di Lapangan Lampiran 20. Gambar Tanaman Di Lapangan Universitas Sumatera Utara 50 Lampiran 21. Gambar Tanaman Di Lapangan Lampiran 22. Gambar Tanaman Di Lapangan Saat Panen Universitas Sumatera Utara 51 Universitas Sumatera Utara 47 Lampiran 18. Hasil Analisis Tanah No Jenis Analisis Nilai Kriteria 1 N - total (%) 0,21 sedang 2 P - Bray (ppm) 24,04 sedang 3 Ca (me/100 g) 6,28 sedang 4 Mg (me/100 g) 2,26 rendah 5 Na (me/100 g) 0,22 rendah 6 K (me/100 g) 1,47 sangat tinggi 7 Zn (ppm) 3,78 rendah 8 pH (H 2 O) 4,99 rendah Sumber: Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara 47 Universitas Sumatera Utara 44 Lampiran 15. Bagan Plot Penelitian Universitas Sumatera Utara 46 Lampiran 17. DESKRIPSI TANAMAN SELADA Nama Latin : Lactuca sativa L. Varietas : Grand Rapid Warna Biji : Coklat kehitaman Bentuk Biji : Kecil dan berbentuk gepeng Sistem Perakaran : Menyebar dan dangkal Bentuk batang : Bulat pipih Warna Batang : Hijau muda Bentuk Daun : Tidak membentuk krop, berukuran besar panjang, bertangkai, keriting Warna Daun : Hijau muda atau terang Bentuk Tangkai Daun : Lebar Jumlah Daun /tanaman : 5-16 helai Tinggi Tanaman : Dapat mencapai 50 cm Umur Panen : 50-60 hari setelah semai benih Produksi : 3-9 ton/ha Sumber : PT. East West Seed Indonesia Universitas Sumatera Utara 45 Lampiran 16. Jadwal Kegiatan No 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Pesiapan Lahan Persemaian Benih Penaman Aplikasi pupuk NPK Aplikasi pupuk mikro zink sulphate Pemeliharaan Penyiraman Penyulaman Penyiangan Pengendalian hama dan penyakit Pengamatan Parameter Penelitian 1. Tinggi Tanaman 2. Total Jumlah Daun 3. Produki Biomassa Per Tanaman 4. Produksi Segar Jual Per Tanaman 5. Shoot/root ratio 6. Indeks Panen 1 X X 2 3 4 Minggu ke5 6 7 8 9 X X X X X X X X X X X X X X X X X X Disesuaikan dengan Kondisi di Lapangan X X X X X X X Universitas Sumatera Utara 43 Lampiran 13.Rangkuman Uji Beda Rataan Uji Efektifitas Pupuk Mikro Zink Sulphate Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Perlakuan Parameter Pengamatan 3 4 1 2 5 6 Z0 16.991 13.705 21.31 d 18.31d 16.65 d 0.842 d Z1 20.696 15.759 40.19 ab 38.19ab 34.70 ab 0.949 ab Z2 19.026 15.761 30.69 c 28.19bc 25.79 bc 0.904 c Z3 18.856 15.094 41.63 ab 38.63ab 31.38 ab 0.926 bc Pengujian Pupuk 20.646 15.709 45.06 a 43.06a 36.24 a 0.951 a Z4 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf tidak yang sama pada kolom yang sama berbeda nyata pada taraf 5% menurut uji jarak Duncan 1 = Tinggi Tanaman 4 = Produksi Segar Jual per Tanaman 2 = Total Jumlah Daun 5 = Shoot/root Ratio 3 = Produksi Biomassa per Tanaman 6 = Indeks Panen Universitas Sumatera Utara
Uji Efektivitas Soil Conditioner Terhadap Pertumbuhan dan Produksi padi ( oriza sativa l. var. inpari 3 )
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Efektivitas Soil Conditioner Terhadap Pertumbuhan dan Produksi padi ( oriza sativa l. var. inpari 3 )

Gratis