Feedback

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo

Informasi dokumen
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI MEDAN ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN KARO SKRIPSI Diajukan Oleh: ROSMAWATI SINURAYA 060501057 EKONOMI PEMBANGUNAN Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Medan 2010 Universitas Sumatera Utara Abstract As an organization, the government made a lot of spending to finance the construction an running of the government which is reflected in special budget expenditure. Government expenditure or expenditure financing is all the local government property which consists of direct costs and indirect as well as the establishment of a reserve fund. The contribution of government expenditure to GDP from the point of use in the distric karo by 9% for that still need to be optimized. National income calculated in terms Of expenditure can give you an idea to which poor economic growth rate (long run ready steady state economy growth). The purpose of this research is to determine the effect of government expenditure to economic growth in the distric karo. Variabeles used ara Economic Growth, government expenditures, consumtion expenditure, investmen. The data used ara annual time series of priod 1990=2008 with OLS(ordinary least square) approach method with data processing 5.1 untuk E-views of data procressing in the writing of this skription. Estimation results show that all independent variables can explain the depednedt variables for 98,45% of government expenditure (X1) consumption expenditure (X2),investment (X3) whether 1,55% can explanation by other variables not included in the model, according to this hypothesis which states that government expenditure, consumption expenditure, investment has a positive effect on economic growth acceptable karo district. Keywords: Economic Growth,GRDP(Gross Regional Domestic Product), Expenditure Government, Expenditure Consumption, Investmen. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Sebagai sebuah organisasi, pemerintah melakukan banyak sekali pengeluaran untuk membiayai kegiatan pembangunan dan menjalankan roda pemerintahan yang tercermin dalam APBD khusus pada pos pengeluaran. Pengeluaran pemerintah atau pengeluaran pembiayaan adalah semua pengeluaran kas daerah yang mengurangi kekayaan pemerintah daerah yang terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung serta pembentukan dana cadangan. Kontribusi pengeluaran pemerintah terhadap PDRB dari sudut penggunaan di kabupaten karo sebesar 9% untuk itu masih perlu dioptimalkan. Pendapatan nasional yang dihitung dari segi pengeluaran, dapat menaikkan dalam jangka penjang tingkat pertumbuhan ekonomi (long run steady state growth economy) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten karo. Dengan variabel Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Pemerintah, Pengeluaran Konsumsi, Investasi. Data yang digunakan adalah time series tahunan yaitu periode 19902008 dengan metode pendekatan OLS (ordinary least square) dengan pengolahan data E-views 5.1untuk mengolah data dalam penulisan sekripsi ini. Hasil estimasi menunjukan bahwa semua variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 98,45% yaitu pengeluaran pemerintah(X1) pengeluaran konsumsi(X2), investasi(X3) sedangkan 1,55% dapat diljelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model, berdasarkan ini hipotesa yang menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah, pengeluaran konsumsi, investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten karo dapat diterima. Kata kunci : Pertumbuhan Ekonomi,PDRB (Produk Domestic Regional Bruto),Pengeluaran , Pemerintah , Pengeluaran Konsumsi ,Investasi. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur dan penulis ucabkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih setia dan berkat-Nya setiap waktu yang tak berkesudahan, yang selalu menyertai penulis dalam melakukan segala aktivitas penulis hingga sampai pada penyelesaian skripsi ini yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul “Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo”. Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, baik berupa dorongan semangat, materil, maupun sumbangan pemikiran. Oleh sebab itu pula pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih penulis yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan yang mendukung penyelesaian skripsi ini terutama kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec, Selaku Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Irsyad Lubis, SE, M.Soc.Sc, PhD, sebagai sekretaris Departemen Ekonomi Pembangunan FE USU. 4. Bapak Murbanto Sinaga MA selaku Dosen pembimbing penulis yang telah memberikan bantuan bimbingan, saran, masukan, kritikan dan petunjuk kepada penulis hingga terselesainya skripsi ini. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Drs.Rahmad Sumanjaya Hsb, Dosen Penguji I yang telah banyak mem-berikan petunjuk, saran dan kritik yang membangun pada penulis. 6. Bapak Syarief fawzi,Mec selaku Dosen Penguji II yang telah banyak memberikan petunjuk, saran dan kritik yang membangun pada penulis. 7. Bapak Wahyu Ario Pratomo, SE, M.Ec, selaku Dosen Wali yang telah banyak membantu penulis selama perkuliahan. 8. Serta seluruh Staff Pengajar dan Staff Administrasi Fakultas Ekonomi USU yang selama ini telah mendidik dan membimbing penulis dengan baik. 9. Kedua Orangtua tercinta penulis Ayahanda Semangat Sinuraya dan Ibunda Bias Br Sembiring, Dengan penghargaan dan kasih sayang yang sedalamdalamnya, terimakasih buat dukungan yang telah diberikan kepada penulis baik dukungan materil maupun semangat dan doa yang tak ternilai harganya. 10. Kakak/Adik penulis, Aslina br Sinuraya, Sri Kita br Sinuraya, dan Adiku Martin Sinuraya yang telah banyak memberi dukungan dan semangat bagi penulis. 11. Buat Teman-teman satu kost (K’ros, Dameria, Dina, Adelina) penulis terimakasih buat motivasi dan suportnya selama ini yang penulis terima dari kalian semua. 12 Buat temen-temen terdekat penulis (Lastri Siburian, Asniari Pasaribu, Sonya Lumban Raja terimakasih buat bantuannya, doa dan semangat yang diberikan kepada penulis. Universitas Sumatera Utara 13. Buat teman-teman di Departemen Ekonomi pembangunan, khususnya angkatan ’06 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan warna dan kebersamaan pada setiap hari yang kita lewati bersama. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih memiliki kekurangan ataupun kelemahan dan keterbatasan dalam penyusunanya oleh sebab itu penulis menerima segala masukan yang konstruktif dari para pembaca guna penyempurnaan isi maupun teknik penulisan yang benar. Akhir kata, semoga penelitian ini bermanfaat bagi para pembaca, terimakasih. Hormat Saya Penulis, (Rosmawati Sinuraya) Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRACT . i ABSTRAK . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB I: PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah . 1 1.2 Perumusan Masalah. 6 1.3 Hipotesis . 6 1.4 Tujuan Penelitian . 8 1.5 Manfaat Penelitian. 8 BAB II: URAIAN TEORITIS 2.1 Pertumbuhan ekonomi . 9 2.1.1 Pengertian Pertumbuhan Ekonomi . 9 2.1.2 Dasar Teori Pertumbuhan Ekonomi . 11 2.2 Pengeluaran pemerintah . 12 2.2.1 Pengertian pengeluaran Pemerintah . 12 2.2.2 Teori Pengeluaran Pemerintah . 13 2.3 Investasi . 17 2.2.3 Defenisi Dan Pengertian Investasi . 17 2.2.4 Jenis –jenis investasi . 19 2.2.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi. 21 2.2.6 Dasar Teori Investasi . 23 2.4 Pengeluaran Konsumsi . 25 2.4.1 Pengertian Pengeluaran Konsumsi . 25 2.2.7 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi . 26 2.2.8 Dasar teori Pengeluaran Konsumsi. 28 2.5 APBD(Anggaran Pendapatan Belanja Negara) . 33 2.5.1 Kriteria Penyusunan APBD . 33 2.5.2 Fungsi APBN . 34 2.5.3 Mekanisme Penyusunan APBN . 35 BAB III: METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian . 37 3.2 Jenis dan Sumber Data . 37 3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data . . 37 3.4 Pengolahan Data. 38 3.5 Metode Analisis . 38 3.5.1 Uji Akar Unit (Unit Root-Test) . 39 Universitas Sumatera Utara 3.6 Test of Goodness of Fit (uji Kesesuaian) . 42 3.6.1 Koefisien Determinasi (R-squre) . 42 3.6.2 Uji t-Statistik (Uji Parsial) . 42 3.6.3 Uji f-Statistik (uji Keseluruhan) . 43 3.7 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik . 44 3.7.1 Multikolinearity . 44 3.7.2 Autocorrelation (DW-Test) . 45 3.7 Defenisi Variabel Operasional . 47 BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Daerah Penelitian . 48 4.1.1 Gambaran Umum Kabupaten Karo . 48 4.1.2 Gambaran Perekonomian Kabupaten Karo . 50 4.1.3 Perkembangan Pengeluaran pemerintah, Pengeluaran Konsumsi, Investasi Kabupaten Karo . 58 4.2 Analisis Data . 65 4.2.1 Hasil Uji Akar Unit dan Derajat Integrasi. 63 4.2.2 Hasil Estimasi Model . 66 4.2.3 Interprestasi model. 67 4.2.3.1 Analisis Koefisien Determinasi (R-Square) . 68 4.2.3.2 Hasil Uji T-Statistik . 68 4.2.3.3 Hasil Uji F-Statistik . 71 4.2.4 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik . 73 4.2.4.1 Hasil Uji Multikolinerity . 73 4.2.4.2 Hasil Uji Autokorelasi . 74 4.3 Interprestasi Mode secara ekonomi . 76 BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan . 77 5.2 Saran . 78 DAFTAR PUSTAKA . viii LAMPIRAN SURAT PERNYATAAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Tabel 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 4.10 4.12 Judul Halaman : Luas wilayah Kabupaten Karo . 48 : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo . 52 : Realisasi APBD Kabupaten Karo. 53 : Tingkat Inflasi Kabupaten Karo . 55 : PDRB Kabupaten Karo . 56 : PDRB/ Kapita Kabupaten Karo . 58 : Pengeluaran Pemerintah Kabupaten Karo . 59 : Pengeluaran Konsumsi Kabupaten Karo . 61 : Investasi Kabupaten Karo . 62 :Hasil uji akar unit dan drajad integrasi . 63 :Hasil Regresi . 66 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Gambar 2.1 2.1 2.2 3.1 4.1 4.1 4.2 4.3 Judul Halaman : Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah . 16 : Anggaran Konsumsi . 30 : Kendala Anggaran Konsumsi . 30 : Kurva Autokorelasi. 46 : Histrogram perkembangan APBD . 54 : Kurva Uji T-Statistik secara Parsial . 69 : Kurva Uji F-Statistik . 72 : Kurva Uji Autokorelasi Parsial . 75 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran 1 : Data variabel Regresi 2 : Hasil regres AdF Dan Derajat Integrasi Untuk Uji Akar Unit Pada Pertumbuhan Ekonomi(Y) 3 : Hasil regres AdF Dan Derajat Integrasi Untuk Uji Akar Unit Pada Pengeluaran Pemerintah(X1) 4 : Hasil regres AdF Dan Derajat Integrasi Untuk Uji Akar Unit Pada PengeluaranKonsumsi(X2) 5 : Hasil regres AdF Dan Derajat Integrasi Untuk Uji Akar Unit Pada Investasi (X3) 6 : Hasil Regresi Linear Berganda 7 : Hasil Regresi multikolineritas Universitas Sumatera Utara Abstract As an organization, the government made a lot of spending to finance the construction an running of the government which is reflected in special budget expenditure. Government expenditure or expenditure financing is all the local government property which consists of direct costs and indirect as well as the establishment of a reserve fund. The contribution of government expenditure to GDP from the point of use in the distric karo by 9% for that still need to be optimized. National income calculated in terms Of expenditure can give you an idea to which poor economic growth rate (long run ready steady state economy growth). The purpose of this research is to determine the effect of government expenditure to economic growth in the distric karo. Variabeles used ara Economic Growth, government expenditures, consumtion expenditure, investmen. The data used ara annual time series of priod 1990=2008 with OLS(ordinary least square) approach method with data processing 5.1 untuk E-views of data procressing in the writing of this skription. Estimation results show that all independent variables can explain the depednedt variables for 98,45% of government expenditure (X1) consumption expenditure (X2),investment (X3) whether 1,55% can explanation by other variables not included in the model, according to this hypothesis which states that government expenditure, consumption expenditure, investment has a positive effect on economic growth acceptable karo district. Keywords: Economic Growth,GRDP(Gross Regional Domestic Product), Expenditure Government, Expenditure Consumption, Investmen. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Sebagai sebuah organisasi, pemerintah melakukan banyak sekali pengeluaran untuk membiayai kegiatan pembangunan dan menjalankan roda pemerintahan yang tercermin dalam APBD khusus pada pos pengeluaran. Pengeluaran pemerintah atau pengeluaran pembiayaan adalah semua pengeluaran kas daerah yang mengurangi kekayaan pemerintah daerah yang terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung serta pembentukan dana cadangan. Kontribusi pengeluaran pemerintah terhadap PDRB dari sudut penggunaan di kabupaten karo sebesar 9% untuk itu masih perlu semakin besar pula pengeluaran pemerintah yang bersangkutan. 2.5 Teori Pengeluaran Konsumsi 2.5.1 Peranan Konsumsi Dalam Pertumbuhan Ekonomi Pembahasan tentang konsumsi sangat penting untuk analisa ekonomi jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini karena konsumsi agregat yang merupakan penjumlahan dari pengeluaran rumah tangga yang ada dalam perekonomian merupakan komponen dari pengeluaran agregat yang terpenting. Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Repository © 2009 Kontribusi konsumsi agregat pada GDP mencapai 50–60 % melebihi kontibusi komponen – komponen lain yang menyusun GDP. Disamping itu dikenal Marginal To Consume ( MPC ) yang merupkan komponen utama dari multiplier. Perkembangan masyarakat yang begitu cepat menyebabkan prilaku – prilaku konsumsi yang begitu cepat. Hal ini merupakan alasan lain yang memberikan study tentang konsumsi rumah tangga tetap relevan. Dalam analisa jangka panjang, konsumsi sangat penting peranannya dalam pertumbuhan ekonomi karena menentukan tingkat tabungan. Konsumsi juga sangat penting dalam alasan jangka pendek yaitu karena peranannya dalam permintaan agregat. 2.5.2 Konsumsi Rumah Tangga Konsumsi rumah tangga meliputi semua pengeluaran barang dan jasa ( baik barang yang tahan lama maupun barang yang tidak tahan lama ) dikurangi hasil penjualan netto ( penjualan dikurangi pembelian ) barang-barang bekas atau tidak terpakai yang dilakukan oleh suatu rumah tangga. Selain untuk pengeluaran untuk bahan makanan, minuman, pakaian , bahan bakar dan jasa-jasa, termasuk juga barang yang tidak ada duanya ( tidak diproduksi kembali seperti karya seni, barang antik dan lain-lain ). Pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan, pendidikan, rekreasi, pengangkutan dan jasa-jasa lainnya termasuk di dalam konsumsi rumah tangga. Pembelian rumah tidak termasuk dalam konsumsi, tetapi pengeluaran atas rumah Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Repository © 2009 tangga yang ditempati seperti sewa rumah, perbaikan, rekening listrik, air, telepon dan lain-lain merupakan konsumsi rumah tangga. Dalam hal barang yang mempunyai kegunaan ganda, maka pembelian dan biaya operasional barang tersebut harus dialokir secara proporsional terhadap masingmasing kegiatan yang dilakukan. Misalnya mobil selain digunakan untuk keperluan rumah tangga juga dipakai sebagai penunjang dalam usaha kegiatan rumah tangga tersebut. Pengeluaran sewa, bahan bakar, listrik, air dan jasa lainnya yang digunakan untuk bermacam-macam aktivitas oleh rumah tangga juga harus diperkirakan pengeluaran untuk masing-masing kegiatan tersebut terhadap sumbangan yang diberikan. Konsep yang dipakai dalam perhitungan pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah : ¬ Pengeluaran konsumsi rumah tangga yang terbatas pada wilayah domestik suatu region. ¬ Pengeluaran konsumsi rumah tangga yang terbatas pada rumah-rumah penduduk suatu region. Pengertian konsep pertama adalah pengeluaran oleh anggota rumah tangga disuatu region, tidak terkecuali oleh penduduk atau bukan penduduk region tersebut. Jadi, dalam hal ini semua pengeluaran oleh rumah tangga staff kedutaan asing, staff perwakilan daerah, anggota militer dan lain-lain berada disuatu wilayah, serta pengeluaran turis asing adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga dalam wilayah domestik regional tersebut. Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Repository © 2009 Pengertian yang kedua adalah pengeluaran konsumsi pemerintah dalam wilayah domestik dengan pembelian langsung oleh rumah tangga penduduk diluar region, dikurangi dengan pengeluaran rumah tangga bukan penduduk yang dilakukan oleh wilayah tersebut. Konsep pengeluaran rumah tangga dalam komponen PDRB adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga penduduk. 2.5.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi a. Faktor-Faktor Ekonomi ¬ Pendapatan Rumah Tangga ( household Income ) Pendapatan rumah tangga sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi. Biasanya makin tinggi pendapatan , tingkat konsumsi makin tinggi. Karena ketika tingkat pendapatan meningkat, kemampuan rumah tangga untuk membeli aneka kebutuhan konsumsi menjadi semakin tinggi. ¬ Kekayaan Rumah Tangga ( household wealth ) Yang tercakup dalam kekayaan rumah tangga adalah kekayaan riil ( misalnya rumah, tanah, dan mobil ) dan finansial ( deposito berjangka, saham dan surat - surat berharga ). Kekayaan-kekayaan tersebut dapat meningkatkan konsumsi, karena menambah pendapatan disposibel. Misalnya bunga deposito yang diterima tiap bulannya dan deviden yang diterima tiap tahunnya menambah pendapatan rumah tangga. Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Repository © 2009 ¬ Tingkat Bunga ( interest rate ) Tingkat bunga yang tinggi dapat mengurangi konsumsi. Dengan tingkat bunga yang tinggi, maka biaya ekonomi dari kegiatan konsumsi akan semakin mahal. Sedangkan bagi mereka yang meminjam kenaikan tingkat bunga akan mengurangi konsumsi. Tingkat bunga yang tinggi akan menyebabkan menyimpan uang di bank terasa lebih menguntungkan ketimbang dikonsumsi. Jika tingkat bunga rendah yang terjadi adalah sebaliknya. ¬ Perkiraan Tentang Masa Depan ( household expectation about the future ) Jika rumah tangga merasa masa depannya makin baik, mereka akan lebih leluasa untuk melakukan konsumsi. Karenanya pengeluaran konsumsi cenderung meningkat. Jika rumah tangga memperkirakan masa depannya jelek, mereka pun akan menekan konsumsi. b. Faktor-Faktor Non Ekonomi Faktor-faktor non ekonomi yang paling berpengaruh terhadap besarnya konsumsi daerah adalah faktor sosial budaya masyarakat. Misalnya berubahnya pola kebiasaan makan, perubahan etika dan tata nilai karena ingin meniru kelompok masyarakat lain yang dianggap lebih hebat. 2.5.4 Teori-Teori Konsumsi a. John Maynard Keynes Faktor terpenting yang menentukan besarnya pengeluaran rumah tangga, baik perorangan maupun keseluruhan adalah pendapatan ( income = Y ). Income ( Y ) Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Repository © 2009 pada suatu waktu tertentu secara sederhana dapat digunakan untuk keperluan konsumsi ( consumption = C ) dan di tabung ( saving = S ). Secara matematis dituliskan : Y=C+S Pada saat tingkat income masyarakat sangat rendah pada umumnya pengeluaran rumah tangga lebih besar dari pendapatan, sehingga pengeluaran konsumsi saat itu tidak hanya dibiayai oleh pendapatan saja tetapi juga menggunakan sumber-sumber lain seperti tabungan dari waktu sebelumnya, menjual harta rumah tangga atau meminjam. Selanjutnya pada suatu tingkat income yang cukup tinggi, konsumsi rumah tangga akan sama besar dengan incomenya. Bila income meningkat lagi, maka rumah tangga akan mengalami kondisi kelebihan income karena pada saat itu pengeluaran pemerintah lebih rendah dari incomenya. Pada saat itulah rumah tangga dapat menabung kelebihan income yang tidak digunakan untuk konsumsi. Secara umum adanya pertambahan income ( ∆Y ) diimbangi masyarakat dengan menambah konsumsinya ( ∆C ). Rasio perubahan terhadap perubahan income dikenal dengan kecenderungan mengkonsumsi marginal ( marginal propercity to consume = MPC ). Secara matematis ditulis : MPC = ∆C/∆Y Kenaikan income pada umumnya diiringi dengan kenaikan konsumsi rumah tangga, namun kecenderungan menunjukkan bahwa perubahan konsumsi tersebut Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Repository © 2009 lebih kecil dibanding dengan perubahan incomenya sehingga 0 ≤ MPC ≤ 1 dan terdapat selisih yang positif akan menjadi tabungan ( ∆S ). Secara matematis ditulis : ∆Y = ∆C + ∆S b. Teori Irving Fisher Irving Fisher menganalisa bagaimana seorang konsumen yang rasional dan berpandangan kedepan membuat pilihan antara waktu yang berbeda ( intemporal choice ). Fisher menunjukkan kendala yang dihadapi konsumen dan bagaimana mereka memilih antara konsumsi dan tanbungan. Ketika seseorang memutuskan berapa banyak pendapatan yang dikonsumsi dan berapa banyak yang akan ditabung, dia akan mempertimbangkan kondisi sekarang dan kondisi yang akan datang. Semakin banyak dia konsumsi hari ini, maka semakin sedikit yang dia konsumsi dimasa yang akan datang. Menurut Irving Fisher dan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi : 1) The Intertemporal Budget Constraint Salah satu alasan mengapa masyarakat mengkonsumsi lebih sedikit dari yang sebenarnya diinginkan adalah karena keterbatasan anggaran ( budget constraint ). Ketika mereka memutuskan berapa yang akan dikonsumsi saat ini dan berapa dimasa depan, mereka menghadapi apa yang disebut Intertemporal Budget Constraint. Candra P.Butar-Butar : Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota Terhadap Pertumbuhan Ekonomi., 2008 USU Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Propinsi-Propinsi Di Indonesia Armin Rahmansyah Magister Ekonomi Pembangunan Program Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di setiap propinsi dan keseluruhan propinsi di Indonesia dengan menggunakan data panel. Hasil penelitian untuk di setiap propinsi menunjukkan bahwa pengeluaran pembangunan memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan pengeluaran rutin terhadap pertumbuhan ekonomi di masing-masing propinsi di Indonesia. Sementara untuk keseluruhan propinsi di Indonesia yang menggunakan data panel dilakukan uji Hausman untuk memilih model terbaik dalam metode General Least Square (GLS) dan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa Fixed Effects Model (FEM) merupakan model yang terbaik dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil estimasi tersebut menunjukkan bahwa variabel pengeluaran rutin (GR) dan pengeluaran pembangunan (GP) berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi di keseluruhan propinsi di Indonesia dengan tingkat kepercayaan 99 persen. e-USU Repository ©2005 Universitas Sumatera Utara
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo Dasar Teori Investasi INVESTASI Dasar Teori Pengeluaran Pemerintah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi a Faktor-Faktor Ekonomi Teori Pengeluaran Konsumsi Gambaran umum Kabupaten Karo a. Lokasi Interprestasi Model Secara Ekonomi 1.Pengeluaran Pemerintah Interprestasi Model Test Goodness of Fit Uji Kesesuaian a. Koefisien Determinasi R Keuangan Daerah HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria Penyusunan APBD Fungsi APBN L PDRB Pendapatan Domestik Regional Bruto Letak Geografis Penduduk Pendidikan Ketenagakerjaan Pertumbuhan Ekonomi Lokasi Penelitan Dan Ruang Lingkup Penelitian Jenis Data Dan Sumber Data Metode Dan Teknik Pengumpulan Data Pengolahan Data Metode Analisis Data Mekanisme Penyusunan APBD Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah APBD Pengeluaran Konsumsi Investasi HASIL DAN PEMBAHASAN Pengeluaran Pemerintah HASIL DAN PEMBAHASAN Perumusan Masalah Hipotesis Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Teori Irving Fisher URAIAN TEORITIS Test Goodness of Fit Uji Kesesuaian a. Koefisien Determinasi R-Square Uji t-Statistik Uji F-statistik Uji Akar Unit Uji Derajat Integrasi Uji Penyimpangan Asumsi Kelasik a. Uji Multikolineritas Definisi Oprasional Uji t-statistik Partial Test Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo

Gratis