Feedback

Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara

Informasi dokumen
Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1) Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi DIAJUKAN : O L E H Said Andri 060922007 DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI (EKSTENSION) FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK LEMBAR PERSETUJUAN Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh Nama : Said Andri Nim : 060922007 Departemen : Ilmu Komunikasi Judul : Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut Medan, Juli 2011 Dosen Pembimbing, Ketua Departemen, Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A NIP. 196208281987012001 Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A NIP. 196208281987012001 Dekan FISIP USU, Prof. Dr, Badaruddin, M.Si NIP. 196805251992031002 Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Salah satu tantangan besar dalam menentukan pola komunikasi organisasi adalah proses yang berhubungan dengan jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi dapat membantu menentukan iklim dan moral organisasi yang nantinya akan berpengaruh pada jaringan komunikasi. Tantangan dalam menentukan pola komunikasi organisasi adalah bagaimana menyampaikan informasi keseluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi dari seluruh bagian organisasi. Untuk itu, menentukan suatu pola komunikasi yang tepat dalam suatu organisasi merupakan suatu keharusan. Pola komunikasi yang terjadi dalam organisasi dapat dilihat dalam bentuk aktivitas rapat umum suatu organisasi. Dimana pola komunikasi yang terdapat dalam rapat umum tersebut banyak dipengaruhi oleh jaringan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah komunikasi horizontal yang terjadi pada kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera serta untuk mengetahui apakah komunikasi horizontal berperan terhadap efektifitas kerja pegawai di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang hanya memaparkan situasi dan peristiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara tepat suatu keadaan dalam hal ini kebijakan yang tertuang dalam bentuk aktifitas komunikasi horizontal di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara yang membentuk efektivitas kerja. Hasil penelitian tentang peranan komunikasi horizontal dan efektivitas kerja pegawai pada kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan bahwa Peranan komunikasi horizontal sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah. swt atas segala karunia dan rahmat yang di berikanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan skripsi ini, guna melengkapi syarat untuk mencapai gelar Sarjana pada Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi ini mengenai “ Peranan komunikasi horizontal terhadap efektifitas kerja pegawai pada kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara “ Skripsi ini merupakan masterpiece (maha karya) kedua setelah sebelumnya penulis menamatkan kuiah di jurusan Manajemen Informatika di STMIK Budi Luhur (D-III). Banyak hal yang dikorbankan baik tenaga, waktu, materi bahkan perasaan dalam demi rampungnya skripsi ini. Ditengah-tengah jadwal tugas yang padat penulis berusaha untuk bias menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Penulis sadar dalam penyusunan skripsi ini banyak dibantu oleh banyak pihak, baik berupa bimbingan, kritik, saran serta pengarahan, oleh karenanya penulis pada kesempatan ini menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan tulus membantu menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah membalas segala kebaikan yang telah di berikan kepada penulis. Terima kasih saya ucapkan kepada : 1. Prof.Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 2. Dra. Fatma Wardy Lubis, MA selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dan sekaligus sebagai dosen pembimbing, saya benar-benar bersyukur untuk Universitas Sumatera Utara segala dukungan, kesediaan waktu dan kesabaran yang tiada habisnya yang Ibu berikan kepada saya, sekali lagi terima kasih Bu 3. Bapak dan Ibu Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan membimbing penulis 4. Keluarga tercinta, Papa, Mama, yang tiada pernah henti mendoakan setiap hari yang kujalani, kalian adalah orang paling berharga di hidupku , serta kedua adikku Ika dan Fahrin, you have to be better than me bro 5. Abangda H. Zulkarnain, SH, M.Si, tanpamu mungkin aku takkan pernah memulai studi ini apalagi menyelesaikannya 6. Asri Martha, orang yang paling sering mempertanyakan kapan skripsi ini akan selesai, orang yang paling setia menemaniku dalam senang maupun susah, dan orang yang membuatku lebih bertanggung jawab, thanks a lot hun, you make everythings possible to me 7. Untuk Bang Pungkut Thamrin dan Bang Ngadimin Hambali, of course i never walk alone, terima kasih banyak ya Bang 8. Untuk staf jurusan Ilmu Komuniasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sumatera Utara : Kak Ros, Kak Icut, Bang Ria dan Maya yang telah banyak membantu dan memperlancar pengerjaan skripsi ini 9. Untuk teman-temanku di ekstension : kocek, Dani, Imam dan sahabatku Yahmen, semoga kita akan selalu berteman dan bersahabat selamanya 10. Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara : Arwin Susilo, S.Sos, Andhika Anshori, M.Riza, and last but not least Abangda Pardamean Lubis, SE Universitas Sumatera Utara Terima Kasih banyak untuk semua bantuan dan dukungan yang telah diberikan dari semua pihak, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Medan, 24 Juli 2011 Penulis, Said Andri NIM. 060922007 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK. KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL . DAFTAR GAMBAR. i ii iii iv v BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah. 1 I.2. Perumusan Masalah . 7 I.3. Pembatasan Masalah. 8 I.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian. 8 I.4.1 Tujuan Penelitian . 8 I.4.2 Manfaat Penelitian . 9 I.5. Kerangka Teori. 9 I.5.1 Komunikasi . 10 I.5.2 Komunikasi Organisasi. 11 I.5.3 Jaringan Komunikasi Dalam Organisasi. 14 I.5.4 Komunikasi Horizontal Dalam Organisasi . 16 I.5.5 Efektifitas Kerja . 19 I.6. Model Teoritis . 20 I.7. Kerangka Konsep . 20 I.8. Deskripsi Operasional Variabel. 22 Universitas Sumatera Utara BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Komunikasi . 23 II.1.1. Pengertian Komunikasi . 23 II.1.2. Komponen Komunikasi . 25 II.1.3. Tujuan Komunikasi. 32 II.1.4 Proses Komunikasi . 35 II.2. Komunikasi Organisasi. 37 II.2.1.Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi . 42 II.3. Komunikasi Horizontal. 44 II.4. Efektivitas Kerja. 48 II.4.1.Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas . 50 BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Metode Penelitian . 54 III.2 Tempat dan waktu Penelitian. 54 III.3 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel . 55 III.3.1. Populasi. 55 III.3.2. Teknik Pengambilan Sampel. 55 III.4 Instrumen (Alat Pengumpul data) . 56 III.5 Teknik Pengumpulan Data . 57 III.6 Tehnik analisa Data. 57 Universitas Sumatera Utara BAB IV BAB V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN IV.1. Dinas Kelautan Dan Perikanan . 59 Provinsi Sumatera Utara IV.1.1. Tugas Pokok dan Fungsi. 59 IV.1.2. Struktur Organisasi. 60 IV.2. Gambaran Kinerja Dinas Kelautan dan . 63 Perikanan Provinsi Sumatera Utara IV.2.1 Visi . 63 IV.2.2. Misi. 64 IV.2.3. Tujuan . 65 IV.2.4. Sasaran. 65 IV.2.5. Strategi. 66 IV.2.6. Kebijakan . 67 IV.3. Pelaksanaan Dan Pengumpulan Data. 68 IV.4. Penyajian Dan Analisis Data . 69 IV.4.1 Data Karakteristik Responden. 69 IV.4.2 Variabel Penelitian . 74 KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan 102 V.2 Saran-Saran . . 103 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN - Biodata - Lembar Bimbingan - Kuesioner - Tabel FC - Surat Penelitian - Surat Balasan Penelitian Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 1 . 56 Tabel 2 . 66 Tabel 3 . 70 Tabel 4 . 71 Tabel 5 . . 72 Tabel 6 . 73 Tabel 7 . 75 Tabel 8 . 77 Tabel 9 . . 78 Tabel 10 . 79 Tabel 11 . 81 Tabel 12 . 82 Tabel 13 . 83 Tabel 14 . 84 Tabel 15 . 86 Tabel 16 . 87 Tabel 17 . 88 Tabel 18 . 89 Tabel 19 . 90 Tabel 20 . 91 Tabel 21 . 92 Tabel 22 . 93 Universitas Sumatera Utara Tabel 23 . 95 Tabel 24 . 96 Tabel 25 . 97 Tabel 26 . 98 Tabel 27 . 99 Tabel 28 . 100 Tabel 29 . 101 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1 . 15 Gambar 2 . 20 Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN 1. Biodata 2. Kuesioner 3. Tabel Fotron Cobol 4. Surat Penelitian 5. Surat Keterangan Penelitian 6. Lembar Catatan Bimbingan Skripsi Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Salah satu tantangan besar dalam menentukan pola komunikasi organisasi adalah proses yang berhubungan dengan jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi dapat membantu menentukan iklim dan moral organisasi yang nantinya akan berpengaruh pada jaringan komunikasi. Tantangan dalam menentukan pola komunikasi organisasi adalah bagaimana menyampaikan informasi keseluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi dari seluruh bagian organisasi. Untuk itu, menentukan suatu pola komunikasi yang tepat dalam suatu organisasi merupakan suatu keharusan. Pola komunikasi yang terjadi dalam organisasi dapat dilihat dalam bentuk aktivitas rapat umum suatu organisasi. Dimana pola komunikasi yang terdapat dalam rapat umum tersebut banyak dipengaruhi oleh jaringan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah komunikasi horizontal yang terjadi pada kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera serta untuk mengetahui apakah komunikasi horizontal berperan terhadap efektifitas kerja pegawai di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang hanya memaparkan situasi dan peristiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara tepat suatu keadaan dalam hal ini kebijakan yang tertuang dalam bentuk aktifitas komunikasi horizontal di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara yang membentuk efektivitas kerja. Hasil penelitian tentang peranan komunikasi horizontal dan efektivitas kerja pegawai pada kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan bahwa Peranan komunikasi horizontal sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I .1. Latar Belakang Masalah Dari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di antara yang paling penting dan berguna. Melalui komunikasi intrapribadi kita berbicara dengan diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri tentang segala sesuatu, mempertimbangkan keputusan-keputusan yang akan diambil dan menyiapkan pesanpesan yang akan kita sampaikan kepada orang lain. Melalui komunikasi antar pribadi kita berinteraksi dengan orang lain, mengenal mereka dan diri kita sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kepada orang lain. Apakah kepada pimpinan, teman sekerja, teman seprofesi, kekasih, atau anggota keluarga, melalui komunikasi antar pribadi kita membina, memelihara, kadang-kadang merusak (dan ada kalannya memperbaiki) hubungan pribadi kita. Pada sisi lain, setiap individu merupakan bagian dari kelompok, organisasi maupun ikatan dalam masyarakat yang setiap saat berinteraksi membentuk pola komunikasi. Pola komunikasi merupakan suatu sistem penyampaian pesan melalui lambang-lambang tertentu yang mengandung arti tertentu dan langsung untuk mengubah tingkah laku individu. Meskipun semua organisasi harus melakukan dengan beragai pihak untuk mencapai tujuannya, pendekatan dan sistem pesan yang dipakai antara satu organisasi dengan organisasi yang lain bervariasi. Untuk organisasi berskala kecil mugkin pengaturannya tidak terlalu sulit sedangkan untuk perusahaan besar yang memiliki ribuan karyawan maka penyampaian informasi kepada mereka merupakan pekerjaan yang rumit. Universitas Sumatera Utara Salah satu tantangan besar dalam menentukan pola komunikasi organisasi adalah proses yang berhubungan dengan jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi dapat membantu menentukan iklim dan moral organisasi yang nantinya akan berpengaruh pada jaringan komunikasi. Tantangan dalam menentukan pola komunikasi organisasi adalah bagaimana menyampaikan informasi keseluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima informasi dari seluruh bagian organisasi. Untuk itu, menentukan suatu pola komunikasi yang tepat dalam suatu organisasi merupakan suatu keharusan. Pola komunikasi yang terjadi dalam organisasi dapat dilihat dalam bentuk aktivitas rapat umum suatu organisasi. Dimana pola komunikasi yang terdapat dalam rapat umum tersebut banyak dipengaruhi oleh jaringan kelompok. Berkenaan dengan komunikasi organisasi pada lembaga kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain (sesama anggota organisasi). Tabel 4.1. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Indikator Kinerja Pegawai (Y) Kinerja pegawai yaitu realisasi kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya berdasarkan standar yang telah ditetapkan. 1. Tanggung Jawab - mematuhi peraturan - bagian pencapaian misi dan visi - mengikuti instuksi - menambah wawasan - meningkatkan produktivitas 2. Kuantitas kerja - menunjukkan perhatian yang detail - tepat waktu - memberikan pelayanan - menentukan prioritas kerja 3. Inisiatif - mengembangkan solusi alternative - berinovasi - tidak menunda pekerjaan - mengembangkan kinerja instansi - memahami masalah yang terjadi 4. Kerjasama - memelihara hubungan kerja - memberi dukungan teman - kerjasama tim - belajar dari kesalahan - memelihara kerapian Skala Pengukuran Interval Perspektif Pelanggan (X1) Perspektif pelanggan merupakan pengukuran kinerja yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelanggan dalam hal ini masyarakat melihat organisasi dalam hal menyediakan jasa layanan publik apakah sudah sesuai dengan keinginan masyarakat. Perspektif ini dibaca oleh organisasi apa yang harus dicapai agar memenuhi keinginan customer atau yang diinginkan customer untuk dipenuhi - Pelayanan yang diberikan pegawai - Meminimalisir keluhan masyarakat - Mengembangkan program peningkatan pelayanan - Membina hubungan baik dengan pelanggan - Bekerja tulus dan cerdas dalam melayani pelanggan Interval Universitas Sumatera Utara Variabel Perspektif Keuangan (X2) Definisi Operasional Indikator Perspektif keuangan merupakan pengukuran kinerja dari sudut pandang penyedia sumber daya dan ketercapaian target keuangan sebagaimana yang direncanakan organisasi.Perspektif ini dibaca oleh organisasi apa yang harus dicapai organisasi agar dinilai berhasil oleh sherholder - Penggunaan biaya operasional yang efektif dan efisien - Kebijakan sadar biaya - Penggunaan asset secara efektif dan efisien - Mengembangkan keberagaman sumber penerimaan - Program penghematan disegala bidang Skala Pengukuran Interval Perspektif proses bisnis internal (X3) Perspektif bisnis dan internal merupakan serangkaian aktivitas inti yang saling berhubungan satu sama lain dalam rangka menciptakanproduk/jasa untuk memenuhi keinginan pelanggan. - Adanya inovasi dalam pelayanan. - Peningkatan kwalitas kerja - Dukungan peralatan kerja - Trampilan dan kompeten dalam kerja - Efisiensi proses kerja Interval Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (X4) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan merupakan sudut pandang organisasi yang berfokus pada sumber daya internal ,ini mengukur faktor-faktor yang berhubungan dengan teknologi, pengembangan pegawai, sistem dan prosedur, dan faktor lain yang perlu diperbaharui. - Rasa memiliki - Gaji yang diterima - peningkatan kepuasan pegawai - peningkatan kompetensi pegawai - Jumlah pelatihan yang didapatkan - Motivasi bekerja Interval Sumber: diolah oleh peneliti (2014) 4.6. Metode dan Analisis Data Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dilakukan dengan formulasi regresi berganda. Persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut : Y = ao + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4+ e Universitas Sumatera Utara Keterangan : Y = Kinerja Pegawai X1 = Perspektif Pelanggan X2 = Perspektif Keuangan X3 = Perspektif Proses Internal X4 = Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ao = konstanta b1 = koefisien regresi dari variabel X1 b2 = koefisien regresi dari variabel X2 b3 = koefisien regresi dari variabel X3 b4 = koefisien regresi dari variabel X4 e = error term Menurut Gujarati (2003) analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen, dengan tujuan untuk mengestimatis atau mempredeksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui. 4.6.1. Uji Kualitas Instrumen Meskipun instrumen-instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel- variabel dalam penelitian ini adalah adaptasi dari instrumen-instrumen penelitian yang telah ada, pengujian kualitas instrumen tetap perlu dilakukan karena penelitian ini diterapkan pada unit analisis yang berbeda. Sekaran (2006) menyatakan bahwa penggunaan instrumen yang lebih baik akan lebih menjamin Universitas Sumatera Utara akurasi hasil yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas penelitian. Oleh karena itu, perlu untuk dilakukan penilaian terhadap seberapa baiknya pengukuran (goodness of measures) yang digunakan dalam penelitian ini. Pengujian kualitas instrumen dilakukan melalui: 4.6.1. 1. Uji Validitas Instrumen Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Dalam penelitian ini yang ingin diukur kuesioner di dalam pengumpulan data penelitian. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali,2006). Validitas merupakan akurasi temuan penelitian yang mencerminkan kebenaran sekalipun responden yang dijadikan pengujian berbeda. Berdasarkan pengujian validitas instrumen, nilai corrected item-total correlation > r tabel, maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid. Nilai rtabel dapat dilihat dari tabel r Product Moment dengan rtabel (Ghozali,2006). 4.6.1.2. Uji Reliabilitas Instrumen Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006). Menurut Ghozali (2006) suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan Cronbach Alpha > 0.60. Dengan menggunakan kuesioner yang valid dan reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian ini akan menjadi valid dan reliable. Universitas Sumatera Utara 4.6.2. Pengujian Asumsi Klasik Model regresi dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi kriteria best linear unbiased estimator, BLUE dapat dicapai bila memenuhi asumsi klasik (Ghozali, 2006). 4.6.2.1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Data yang baik data yang mempunyai pola seperti terlihat menyebar mengikuti garis diagonal , distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau kekanan (Ghozali,2006). Dengan adanya uji normalitas hasil penelitian ini dapat digeneralisasikan pada populasi. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan uji Z atau dengan melihat dari nilai skewness dan kurtosis dengan tingkat singnifikan 0.05. Uji normalitas juga dapat dilihat dengan grafik histogram dan grafik normal P-P Plot. 4.6.2.2. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regersi ditemukan korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (Ghozali, 2006). Salah satu cara untuk menentukan suatu model regresi memiliki gejala multikolineritas atau tidak dengan uji VIF dan nilai tolerance. Menurut Ghozali (2006) nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya mulitkoloneritas adalah nilai tolerance ≤ 0.10 atau sama dengan nilai VIF ≥ 10. Universitas Sumatera Utara 4.6.2.3. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap (Ghozali, 2006). Ada beberapa uji statistik yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas salah satunya uji Glejser. Pada penelitian ini digunakan uji glejser untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas.Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya diatas tingkat kepercayaan (α = 5%). 4.6.3. Uji Hipotesis Penelitian Hipotesis yang telah diajukan akan diuji signifikansinya, untuk mengetahui pengaruh simultan digunakan uji Koefisien Determinasi ( R2) dan uji F, untuk mengetahui pengaruh secara parsial digunakan uji t. 4.6.3.1. Koefisien Determinasi (R2) Analisis koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase sumbangan pengaruh variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen.Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. 4.6.3.2. Uji Pengaruh Simultan ( Uji F ) Pengujian ini melibatkan semua variabel independen terhadap variabel dependen dalam menguji ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan secara pegawai adalah Sekretaris Dinas dan Kepala Dinas. Adapun hal-hal yang dinilai atas diri karyawan adalah hal-hal yang dapat mendorong produktivitas atau prestasi kerja setiap karyawan seperti kesetiaan atau loyalitas karyawan, kejujuran, kepemimpinan, kerja sama, dedikasi dan partisipasi karyawan didalam perusahaan. Manfaat yang diharapkan perusahaan dari pengukuran atau penilaian ini adalah untuk mengetahui keadaan keterampilan dan kemampuan setiap karyawan secara rutin, sebagai dasar perencanaan bidang personalia khususnya penyempurnaan kondisi kerja, peningkatan mutu dan hasil kerja sebagai dasar pengembangan dan pendayagunaan karyawan seoptimal mungkin. Sedangkan bagi karyawan tersebut adalah bahwa ia dapat mengetahui setiap kemampuannya melalui nilai yang kurang, cukup atau baik. Dengan mengetahui kekurangan-kekurangan berarti dia (karyawan) dapat memperbaikinya untuk waktu yang akan datang. Universitas Sumatera Utara 7. Hubungan Komunikasi dengan Produktivitas Komunikasi yang efektif mengandung arti pengiriman dan penerimaan informasi yang paling cermat, pengertian pesan yang mendalam oleh kedua pihak dan pengambilan tindakan yang tepat terhadap pertukaran informasi. Seorang pimpinan harus selalu mempertimbangkan biaya dan akibat agar tercapainya suatu tujuan yang efektif dan efisien dalam pemilihan dan penggunaan saluran organisasi, dimana ini juga merupakan usahanya untuk mengembangkan dan memperbaiki komunikasi formal dalam organisasi. Dengan mengetahui peranannya dan saluran-saluran yang dilaluinya dapat memberikan perubahan-perubahan dalam organisasi, sehingga rintangan-rintangan dalam komunikasi dapat dikurangi. Untuk dapat mencapai komunikasi yang efektif, seorang pengirim informasi hendaknya memberikan pesan secara ringkas dan jelas, serta menggunakan bahasa yang sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan intelektual dari penerima pesan dengan menggunakan media yang tepat. Media yang paling tepat sebenarnya tergantung pada apa yang dikomunikasikan dan kemana komunikasi tersebut akan disampaikan. American Management Assiciation (AMA) yang dikutip olehEffendy (2005:27) telah menyusun sejumlah prinsip komunikasi yang disebut dengan “The Commandements Of good Communication” (sepuluh pedoman komunikasi yang baik), yaitu: 1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan. 2. Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi. Universitas Sumatera Utara 3. Pertimbangkan keadaan fisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akan dilakukan. 4. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain bila perlu dalam perencanaan komunikasi. 5. Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai dasar berita selama dikomunikasikan. 6. Ambil kesempatan bila timbul untuk mendapatkan segala sesuatu atau umpan balik. 7. Ikuti lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan. 8. Perhatikan konsistensi komunikasi. 9. Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi. Prinsip-prinsip komunikasi AMA ini memberikan pedoman kepada para pimpinan untuk meningkatkan komunitas komunikasi. Jadi, apabila para pimpinan mampu melaksanakan tugas kepemimpinan yang baik maka akan dapat mengambil manfaat atau keuntungan-keuntungan seperti kelancaran tugas-tugas dapat terjamin, biaya-biaya dapat lebih ditekan dan dapat meningkatkan partisipasi serta pengawasan dapat dilakukan dengan lebih baik. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa setiap organisasi membutuhkan organisasi yang efektif agar seluruh kegiatan dapat diintegrasikan kearah pencapaian atau sasaran yang telah ditetapkan. Dengan kata lain organisasi tidak dapat berfungsi jika komunikasi yang berlangsung dalam komunikasi tersebut tidak efektif, padahal kebanyakan organisasi berhasil dimulai dengan komunikasi yang efektif. Meningkatkan produktivitas manusia dalam organisasi tidak hanya menyangkut penjadwalan pekerjaan dan keterangan yang diperlukan untuk itu, akan tetapi juga menyangkut kondisi, iklim, dan suasana kerja.Salah satu cara dalam Universitas Sumatera Utara meningkatkan produktivitas yaitu dengan cara memperbaiki komunikasi dengan membuatnya lebih efektif secara terus-menerus. Jadi, jelaslah bahwa setiap organisasi memerlukan komunikasi yang efektif agar seluruh kegiatan dapat diintegrasikan kearah pencapaian atau sasaran yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, organisasi tidak dapat berfungsi jika komunikasi yang berlangsung dalam organisasi tersebut tidak efektif. 8. Analisis dan Evaluasi Komunikasi yang dilaksanakan di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara sudah cukup baik dan dapat berjalan dengan lancar. Hal ini dapat dilihat dari penyelesaian tugas tugas yang diberikan kepada para pegawai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dengan komunikasi yang baik pula, maka produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara tersebut dapat meningkat. Peningkatan produktivitas kerja pegawai ini dapat menghemat biaya, waktu, dan metode kerja (tenaga dan pikiran). Penulis menilai bahwa hambatan–hambatan komunikasi yang terjadi di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara masih dalam taraf wajar, misalnya kesalahpahaman yang terjadi akibat perbedaan pendapat antara para staf dan pegawai di Dispendasu. Dan ini merupakan hal yang biasanya karena dapat diatasi setelah adanya saling pengertian antara kedua belah pihak atas pesan atau informasi yang disampaikan. Selain itu, penulis juga menilai bahwa proses komunikasi yang terjadi di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara juga tetap berjalan dengan lancar. Para pegawai di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara juga diberikan kesempatan untuk memberikan saran maupun ide – ide mereka kepada atasan dengan Universitas Sumatera Utara komunikasi yang baik dan sopan. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan Bagian akhir dari penelitian ini akan menguraikan kesimpulan yang berdasarkan atas rumusan masalah yang dibahas pada bab–bab terdahulu tentang peranan komunikasi dalam meningkatkan produktivitas kerja staf dan pegawai pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara, kesimpulan – kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut : a. Sistem komunikasi yang digunakan pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara yaitu sistem komunikasi dua arah. Komunikasi yang terjadi meliputi vertikal dan horizontal. b. Komunikasi mempunyai peranan yang sangat besar dalam meningkatkan produktivitas kerja staf dan pegawai pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat dari komunikasi yang dilakukan dengan baik oleh Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, serta Staf dan Pegawai. Dengan komunikasi yang baik pula, maka tujuan dari Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara dapat tercapai secara efektif dan efisien. c. Komunikasi sangat penting sebagai pusat informasi apabila dengan didukung oleh peralatan-peralatan komunikasi yang lengkap, selain itu komunikasi akan berjalan lancar sesuai dengan tujuan. d. Dengan menggunakan komunikasi yang baik dapat meningkatkan produktivitas kerja Universitas Sumatera Utara staf dan karyawan pada Dinas Pendapatan Daerah Provsu. 2. Saran Dari kesimpulan di atas, maka penulis akan memberikan beberapa saran seperti yang diraikan sebagai berikut : a. Hendaknya hubungan baik antara pimpinan dengan bawahan di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara maupun sesama staf dan pegawai yang setara tingkatannya tetap terjalin dengan baik. Hal ini tidak luput dari komunikasi yang dilakukan dengan baik dan tepat. b. Alat-alat komunikasi yang sudah ada hendaknya dapat dipelihara dengan sebaik – baiknya agar dapat memperlancar arus informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan berkomunikasi pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. c. Agar selalu menjalin komunikasi yang baik antara satu dengan yang lainnya mengingat betapa besarnya pengaruh komunikasi dalam meningkatkan produktivitas kerja staf dan karyawan pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. d. Meminimalkan penggunaan media komunikasi untuk kegiatan di luar pekerjaan, misalnya penggunaan telepon yang sering digunakan untuk kepentingan pribadi, media komunikasi Dinas hendaknya hanya digunakan untuk kepentingan Dinas saja. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Canggara Hafied. 2000. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT Radja Grafindo Persada Canggara, Hafied. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi Bisnis. Jakarta : PT Radja Grafindo Persada Liliweri, Alo. 2004. Wacana Komunikasi Organisasi. Bandung : Mandar Maju Muhammad, Arni .2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Bumi Aksara Mulyana, Deddy. 2005. Komunikasi Organisasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Panuju, Redi. 2001. Komunikasi Organisasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Yuwono, S. 1991. Administrasi Perkantoran, Cetakan ke-14. Yogyakarta : Nur Cahaya. Widjaja, A.W. 1994. Komunikasi. Jakarta : Bina Aksara. Buku Pintar Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Buku Profil Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara
Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Data karakteristik Responden Pelaksanaan dan Pengumpulan Data Enkoding-Dekoding Kompetensi Komunikasi TINJAUAN PUSTAKA Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Fungsi Komunikasi dalam Organisasi Jaringan Komunikasi dalam Organisasi Komunikasi Horizontal dalam Organisasi Kesimpulan Berbagi Informasi Mengenai Rencana dan Kegiatan diantara Bidang yang ada Komponen Komunikasi a. Lingkungan komunikasi Komunikasi Organisasi Pembatasan Masalah METODOLOGI PENELITIAN Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Pesan Menemukan TINJAUAN PUSTAKA Proses Komunikasi Untuk bermain Tujuan Penelitian Manfaat penelitian Komunikasi Tujuan Sasaran Strategi Gambaran Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Untuk berhubungan Untuk meyakinkan Komunikasi Horizontal Variabel Penelitian Pelaksanaan dan Pengumpulan Data Visi Misi Gambaran Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Peranan Komunikasi Horizontal Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara

Gratis