Feedback

Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada Mahasiswa FISIP USU)

Informasi dokumen
SKRIPSI ANALISIS KEUNIKAN PRODUK YANG MEMPENGARUHI TERCIPTANYA WORD OF MOUTH PADA PRODUK ES KRIM MAGNUM CLASSIC (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FISIP USU) Oleh: ERVINNA R. SIREGAR 070521132 PROGRAM STUDI STRATA 1 EXTENSI MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Judul penelitian ini adalah ”Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada Mahasiswa FISIP USU)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Keunikan Produk yang menciptakan Word of Mouth pada produk es krim Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU. Jenis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan metode regresi linier sederhana (Linear Regression). Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Data primer ini diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis deskriptif dapat dilihat rata-rata responden setuju Keunikan Produk mempengaruhi Word of Mouth pada produk es krim Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU, sedangkan dari Analisis Statistik dengan metode regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel Keunikan Produk terhadap Word of Mouth. Kata kunci : keunikan produk, word of mouth. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this research is “The Unigueness Analysis Product Creation Influencing Word of Mouth At Magnum Classic Ice Cream Products (Case Study On Students FISIP USU)”. The purpose of this study is to investigate and analyze the unique product that creates Word of Mouth on the product Magnum Classic ice cream on FISIP USU students. This type of research using descriptive analysis and statistical analysis with simple linear regression methods (Linear Regression). The data used are primary data and secondary data. The primary data was obtained directly from respondents using a questionnaire. The result showed that the descriptive analysis of the results can be seen the average respondent agree Product Uniqueness affect Word of Mouth on the product Magnum Classic ice cream on FISIP USU students, while the statistical analysis by simple linear regression method, the results indicate a positive influence and product uniqueness of significant variables to Word of Mouth. Keywords: uniqueness of the product, word of mouth Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Hidup meliputi dimensi ruang dan waktu, untuk itu penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Bapa yang maha kuasa, Yesus kristus dan Rohul Kudus, pemberi dan perisai kehidupan atas segala kesempatan dan kondisi yang dianugerahkan-Nya bagi penulis hingga selesainya skripsi ini. Dalam menyelesaikan penulisan dan penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bantuan baik spiritual maupun material, bimbingan dari kedua orangtua penulis yang sangat penulis cintai dan kasihi, Ayahanda st. H. Siregar dan Ibunda S. Tobing yang telah mendampingi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih untuk cinta kasih dan perhatiannya selama ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tercipta berkat dorongan, bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, S.E, M.E selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dra. Marhayanie, M.si selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara 4. Ibu Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, sekaligus sebagai Dosen Wali penulis yang dengan fleksibel memberi kemudahan bagi penulis dalam mengelola rencana studi dalam tiap semesternya. Universitas Sumatera Utara 5. Ibu Dra. Lucy Anna, M.S selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan dorongan dan bimbingan serta pengarahan yang sangat penulis butuhkan dalam penulisan skripsi ini. 6. Ibu Dr. Prihatin Lumbanraja, S.E, M.Si, selaku Dosen Penguji I yang telah banyak memberikan masukan dan saran untuk perbaikan mendasar atas skripsi ini. Beliau telah mengkoreksi penelitian skripsi penulis sehingga tidak salah arah. 7. Ibu Frida Ramadini, S.E, M.M selaku Dosen Penguji II yang juga telah banyak memberikan saran dan mendorong penulis untuk mencari lebih banyak informasi mengenai fenomena yang mendukung skripsi ini. 8. Terima kasih yang tak terhingga kepada keluarga tercinta, Hosni Siregar, Renol Siregar, Sasmitha Siregar, Lirento Siregar, Lareiska Siregar, Bang Neo, Kak Vina, Nethasa, Oline, Caren dan keluarga besar yang selalu mendukung dan mendoakan penulis dan memotivasi penulis untuk berbuat lebih baik dalam hidup. 9. Sahabat-sahabat penulis Kak Dinda, Bang Agus, Kak Martha, Nancy, Jojo, Robert, Nitha, Sinta, Kak Juli, Ido, Risda, Tue, Uci, Lidya yang telah mendukung dan membantu mendengar keluh kesah penulis dan juga memberikan semangat yang tak terputus dalam penyelesaian skripsi ini. 10. Teman-teman NHKBP Agave Amplas dan NHKBP Padang Bulan yang selalu ada bagi penulis dan sebagai organisasi untuk melayani. 11. Mahasiswa/i FISIP Universitas Sumatera Utara yang menjadi responden penulis. Atas kesediaan dan kesempatan dalam mengisi kuesioner penelitian penulis. Peran mereka sangat berarti bagi penulis. Universitas Sumatera Utara Akhir kata penulis kembali mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberi nafas kehidupan dan senantiasa memberi kesempatan bagi penulis untuk hidup lebih baik lagi. Tuhan memberkati Medan, Agustus 2011 Penulis Ervinna R. Siregar Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . ABSTRACT . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISI . DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR . DAFTAR LAMPIRAN i ii iii v viii ix x BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. Latar Belakang . Perumusan Masalah . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian 1 5 5 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. Uraian Teoritis . 2.1.1. Keunikan Produk 2.1.2. Word of Mouth Marketing . 2.1.3. Word of Mouth Marketing dan Periklanan Konvensional . Penelitian Terdahulu . Kerangka Konseptual Hipotesis . 7 7 9 14 15 16 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. 3.8. 3.9. 3.10. Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian . Batasan Operasional Variabel . Defenisi Operasional Variabel Skala Pengukuran Variabel . Populasi dan Sampel Jenis Data . Metode Pengumpulan Data . Uji Validitas dan reliabilitas . Teknis Analisis Data . 18 18 18 19 20 21 23 23 23 24 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan . 28 4.1.1. Defenisi Produk Es krim Magnum . 30 Universitas Sumatera Utara 4.2. 4.3. 4.1.2. Perkembangan Jenis Es Krim Magnum . 32 Hasil Penelitian 34 Pembahasan . 39 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. 5.2. Kesimpulan . 53 Saran 54 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.1 Tabel 1.2 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Defenisi Operasional Variabel . Tingkat Indikator dengan Skala Likert . Item Total Statistics (a) . Item Total Statistics (b) . Reabilitas Instrumen . Identitas Responden . Distribusi Jawaban Responden atas Variabel Keunikan Produk (X) . Diastribusi Jawaban Responden atas Variabel Word Of Mouth (Y) . Variabel Enter . Regresi Linear Sederhana coefficients (a) . Uji Koefisien determinan (r2) . Hubungan Antara Variabel. Regresi Linear Sederhana coeffisients (b) . 20 21 36 37 39 41 43 45 47 47 49 49 51 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1. : Kerangka Konseptual 17 Gambar 4.1. : Es Krim Magnum Classic . 31 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran 1 2 3 Halaman Kuesioner Penelitian Daftar Distribusi Jawaban Validitas . Daftar Distribusi jawaban Responden . 57 64 68 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Judul penelitian ini adalah ”Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada Mahasiswa FISIP USU)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Keunikan Produk yang menciptakan Word of Mouth pada produk es krim Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU. Jenis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan metode regresi linier sederhana (Linear Regression). Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Data primer ini diperoleh langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis deskriptif dapat dilihat rata-rata responden setuju Keunikan Produk mempengaruhi Word of Mouth pada produk es krim Magnum Classic pada mahasiswa FISIP USU, sedangkan dari Analisis Statistik dengan metode regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel Keunikan Produk terhadap Word of Mouth. Kata kunci : keunikan produk, word of mouth. Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this research is “The Unigueness Analysis Product Creation Influencing Word of Mouth At Magnum Classic Ice Cream Products (Case Study On Students FISIP USU)”. The purpose of this study is to investigate and analyze the unique product that creates Word of Mouth on the product Magnum Classic ice cream on FISIP USU students. This type of research using descriptive analysis and statistical analysis with simple linear regression methods (Linear Regression). The data used are primary data and secondary data. The primary data was obtained directly from respondents using a questionnaire. The result showed that the descriptive analysis of the results can be seen the average respondent agree Product Uniqueness affect Word of Mouth on the product Magnum Classic ice cream on FISIP USU students, while the statistical analysis by simple linear regression method, the results indicate a positive influence and product uniqueness of significant variables to Word of Mouth. Keywords: uniqueness of the product, word of mouth Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Iklan melalui media massa berhasil mempengaruhi konsumen selama bertahuntahun. Kini konsumen semakin memiliki kekuatan yang luar biasa dibanding pada masa lalu. Ini dipacu oleh perkembangan media alternatif seperti internet dan telepon genggam. Konsumen semakin leluasa berkomunikasi tanpa batasan ruang dan waktu. Perubahan besar yang terjadi adalah konsumen kini berada dalam kepercayaannya, dalam kreativitas diri dan kemampuan diri untuk mengekspresikan diri. Konsumen tidak lagi melihat dirinya sebagai “responden pasif” dalam berhubungan dengan suatu merek ataupun produk, tetapi “sederajat aktif” sehingga memiliki kepercayaan diri untuk mendatangi merek ataupun produk, baik diundang oleh pemasar ataupun tidak (Needham, 2008: 61). Banyak hal dan topik yang dibicarakan oleh para konsumen diberbagai kesempatan, baik pembicaraan antara teman, didalam keluarga, kantor atau dikampus. Begitu banyak desas-desus yang berkaitan dengan suatu produk (buzz) yang menyebar ditengah-tengah konsumen, baik yang positif maupun negatif. Desas-desus ini sering disebut word of mouth dan bila berkaitan dengan suatu produk ataupun suatu perusahaan maka terciptalah word of mouth marketing (WOM). Word of Mouth Marketing merupakan fenomena nyata yang kerap berlaku dalam kehidupan konsumen. Berdasarkan hasil survei (Majalah MIX Edisi 10 pada Oktober 2007) yang melibatkan 30 (tiga puluh) orang pemasar profesional Indonesia, diperoleh kenyataan bahwa word of mouth diyakini oleh pemasar dapat mendorong pembelian oleh konsumen, dapat mempengaruhi komunitas, Universitas Sumatera Utara memberikan dampak karena dilakoni oleh pihak ketiga yang dipercaya, efisien karena tidak memerlukan dana yang besar, dapat menciptakan image positif bagi produk serta dapat menyentuh emosi konsumen. Para pemasar dalam survei juga menyadari bahwa periklanan tidak cukup lagi menjadi alat untuk berkomunikasi dengan konsumen karena konsumen cenderung mudah bosan melihat iklan. Paradigma pemasar dunia di abad 21, termasuk Indonesia mulai bergeser dari heavy advertising ke great word of mouth. Sebuah iklan atau seorang pemasar tidak akan mampu meyakinkan konsumen secara persuasive tentang kualitas suatu produk selain seorang teman, kenalan, pelanggan lama atau ahli yang independen (Kotler, 2003:206). Tidak lama lagi konsumen akan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan tidak perlu lagi tergantung pada iklan (Kotler, 2003;207). Word of mouth memiliki pengaruh yang begitu penting. Word of mouth menjadi kekuatan karena manusia adalah makhluk sosial, suka berbicara satu dengan yang lain tentang hal baik maupun buruk (Jerram, 2003: 1). Word of mouth memberikan sebuah pengalaman yang kredibel dan tepat pada waktunya, sedangkan menurut Kartajaya (2007; 183) word of mouth merupakan media komunikasi yang paling efektif. Menurut hasil sebuah survei online konsumen global oleh Nielsen pada bulan April 2007 di 47 Negara, Indonesia berada dalam jajaran lima besar Negara yang menganggap word of mouth sebagai bentuk komunikasi pemasaran yang paling kredibel bagi konsumen. Indonesia dengan 89% konsumen yang mempercayai media komunikasi word of mouth sebagai bentuk iklan kredibel, berada dibawah Hong Kong 93% konsumen dan Taiwan 91% konsumen. Lima Negara tersebut juga termasuk dalam deretan negara yang konsumennya paling mengandalkan rekomendasi orang lain mengenai suatu produk atau merek. Universitas Sumatera Utara Word of mouth dalam batasan tertentu mempengaruhi tahap pengumpulan informasi sebelum proses transaksi. Word of mouth juga memiliki pengaruh atas awareness ataupun tahap pengenalan produk dan dapat memiliki dampak atas keputusan akhir dari konsumen (Mitchel, 2005: 3). Word of mouth dapat berperan dalam fenomena inovasi yang terjadi dalam pengembangan produk baru seperti Es krim Magnum Classic. Kenyataan bahwa word of mouth sangat kuat dalam mendorong awareness dan keinginan konsumen untuk bertransaksi dapat menjadi faktor pendorong kesuksesan sebuah produk. Rosnani (2009: 9) mendefenisikan keunikan produk adalah sesuatu yang mengidentikkan barang atau jasa tertentu yang dapat menimbulkan suatu persepsi seseorang terhadap barang atau jasa tersebut. Keunikan sebuah produk itu dapat dilihat dari performance sebuah produk misalnya dari bentuknya, manfaat yang dihasilkan, serta latar belakang produk tersebut yang dapat menghasilkan tanggapan yang positif ketika mengkonsumsi, sehingga dapat terjadi ikatan khusus secara terus menerus dalam mengkonsumsi produk yang dihasilkan. Magnum adalah salah satu produk es krim dari produsen es krim Walls yang berrnaung di bawah perusahaan multinasional unilever. Brand ini adalah brand es krim premium, dengan harga yang agak mahal namun dengan kualitas yang lebih baik. Magnum bukan nama yang asing, sudah sejak lama es krim ini diluncurkan di Indonesia, dengan ciri khas Coklat tebal dan krim vanilla yang lembut. Pada tahun 2010, Walls meluncurkan es krim Magnum baru, dengan packaging baru yang unik, dengan totol-totol brand es krim di bagian dalam yang berisi es krim stick berlapis coklat Belgia. Magnum memang makin dicari sejak Wall’s meluncurkan varian baru es krim ini beberapa waktu lalu, yakni Wall’s Universitas Sumatera Utara Magnum Chocolate Truffle. Jadi, kini ada tiga varian es krim Magnum yang beredar di pasar. Selain Magnum Chocolate Truffle, ada juga Magnum Classic dan Magnum Almond. Meila Handayani Putri, Senior Brand Manager Wall’s Magnum (www.unilever.co.id, akses 15/04/2011) mengatakan, ”Lahir dengan platform baru yang memberikan pengalaman berkelas, yaitu pleasure indulgence atau kenikmatan cita rasa tinggi yang dapat terasa pada gigitan pertama lapisan coklat Belgia lalu menyatu dengan es krim vanilla yang lembut membuat varian baru Wall’s Magnum ini terasa sangat berbeda.” “Dengan pilihan kualitas terbaik dari coklat Belgia, kami yakin Wall’s Magnum mampu memberikan kenikmatan premium dimana saja.Wall’s Magnum memberikan sensasi yang berbeda dimana para konsumen diberi kesempatan untuk memanjakan diri dengan kenikmatan cita rasa spesial secara visual, persepsi, dan indrawi melalui tiga varian es krim Wall’s Magnum terbaru – Classic, Almond, Chocolate Truffle,” tambah yang berarti si penerima pesan mengetahui jelas siapa yang menyampaikan informasi. Semakin menarik informasi yang diterima calon konsumen dari seseorang atau kelompok rujukan maka akan semakin meningkat kecenderungan untuk mengadopsi produk. Universitas Sumatera Utara E. Word of mouth Marketing dan Periklanan Konvensional Berbeda dengan endorser dalam periklanan yang biasanya mendapat imbalan finansial, dalam word of mouth marketing para pemimpin pendapat (opinion leader) memperoleh kepuasan dari kemampuannya dalam memberi informasi kepada teman-temannya dan juga orang lain. Dalam periklanan konvensional yang menggunakan media massa seringkali informasi yang disampaikan tidak langsung ditangkap oleh target. Lain halnya dengan word of mouth, informasi yang disampaikan bisa langsung diterima target karena mereka pada umumnya lebih menghiraukan informasi tersebut. Saluran pesan periklanan konvensional dan word of mouth juga berbeda. Dalam word of mouth sangat sulit menentukan saluran pesan karena media yang akan digunakan tidak bisa dibeli dan prosesnya berlangsung secara informal sehingga murah. Sebaliknya dalam periklanan konvensional, saluran pesan bisa ditentukan karena pemasar dapat membeli saluran pesan yang ingin digunakan, misalnya media massa tertentu. F. Kepuasan Konsumen Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Konsumen dapat mengalami salah satu dari tiga tingkat kepuasan yang umum. Bila kinerja di bawah harapan, konsumen kecewa. Bila kinerja sesuai harapan, pelanggan puas. Bila kinerja melebihi harapan, pelanggan sangat puas, senang (delightful) atau gembira (excitement). Harapan konsumen dapat dibentuk Universitas Sumatera Utara oleh pengalaman konsumsi terdahulu, komentar teman dan kenalan serta janji maupun informasi pemasar dan saingannya (Kotler, 2000:52). Universitas Sumatera Utara BAB III ES DAWET CAH MBANJAR A. Es Dawet Cah Mbanjar Bermula dari gemar minuman dingin, tapi kini Citra Puspa Sari, 26, punya usaha menguntungkan. Tidak hanya di Indonesia, Es Dawet Cah Mbanjar produksinya telah merambah pasar Singapura. Citra telah memasarkan produksinya mulai dari wilayah barat di Indonesia, tengah hingga timur. Minuman usaha keluarga ini kini bisa dirasakan seluruh masyarakat negeri ini. dia mendapat undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Ia mengisi acara Asia Pasific Food Festival. Dalam waktu dekat, dia akan berangkat ke Thailand untuk mempromosikan minuman ini. Citra memulai usaha Es Dawet Cah Mbanjar pada 2006. Citra tertarik mengembangkan bisnis ini karena senang minum satu jenis minuman yang sama tapi beda nama. Memang, minuman jenis ini cukup banyak di Medan. Penjual minuman yang menggunakan gerobak banyak dijumpai di pinggir-pinggir jalan kota Medan. Mereka berjualan di emperan toko, tidak sedikit juga di bawah pohon rindang dan di persimpangan jalan. Citra suka bertanyatanya kepada penjual menanyakan informasi seputar minuman tersebut. Citra bertemu dengan pemilik es penjual dengan gerobak. ”Saya suka minum es. Saya Sering menanyakan resep minuman kepada penjual es gerobak tersebut. Namun kata pekerjanya, citra harus bertemu pemilik usaha es langsung. Setelah dicari tahu akhirnya bisa ketemu,” kata Citra kepada harian Seputar 31 Universitas Sumatera Utara Indonesia, kemarin. Setelah dapat resep dari pemilik es itu, Citra bersama suaminya, Hafiz Khairul Rijal, membeli bahan baku dengan modal Rp100.000. Citra tidak menggunakan resep rahasia dari bos pemilik es. Citra memilih membuat sendiri dengan biaya Rp.500.000. Citra memulai berjualan Es Dawet Cah Mbanjar dengan modal Rp. 600.000. Citra berjualan di dekat lokasi kampus. Jadi saat itu, penjualannya lumayan. Citra dapat menjual 50 cup atau gelas Es Dawet Cah Mbanjar dalam sehari berjualan. Citra dapat keuntungan bersih Rp50.000 per hari. Waktu terus berlalu hingga tiga bulan berjalan. Citra menambah gerobak dari keuntungan yang diperoleh. Tidak lama berselang, gerobak ketiga dibeli sekaligus mulai merekrut karyawan. ”Mulai jualan sendiri pada 2006. Terus berjalan hingga 2007 sudah bisa membeli gerobak kedua dan ketiga. Semuanya disebar tidak jauh dari lokasi berjualan yang pertama,” ujar ibu dari dua orang anak ini. Walaupun sudah memiliki tiga gerobak, citra masih tetap berhubungan dengan bos pemilik es yang pertama karena bumbu utama belum dimilikinya langsung. Citra mencoba untuk membeli bumbu dan alat produksi dari bos pemilik es pada akhir tahun 2007. Modalnya tidak sedikit. Uang sebesar Rp50 juta harus disiapkan, tetapi karena mereka ingin berinovasi mereka akhirnya meminjam uang orang tuanya. Mereka mendapatkan setengah modal usaha dari orang tua mereka. Hal ini dilakukan supaya dapat berinovasi. Citra akhirnya memiliki mesin adonan cendol, gula, dan kelapa sendiri. Bahan bakunya pun langsung didatangkan dari Banjar. Citra juga mendapat lima gerobak dan bumbu utama,. Citra memiliki delapan gerobak yang dijadikan modal untuk dijual kepada orang lain. Citra mulai Universitas Sumatera Utara memamerkan usaha tersebut dalam berbagai pameran kewirausahaan. Pertama kali, tepatnya 2007 ikut pameran Bank Sumut dalam rangka ulang tahun Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini. Citra meraih penghargaan Bank Sumut Usaha Mikro Kecil (UMK) Award. Usaha Citra dinilai terbaik karena punya tempat produksi dan manajemennya sudah terbentuk, walaupun masih skala home industry. ”Senang sekali. Citra mengikuti audisi wirausaha muda Mandiri yang diselenggarakan Bank Mandiri. Citra semakin bersemangat untuk mengembangkannya lebih luas,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini. Rezeki benar-benar berpihak kepada Citra. Es Dawet Cah Mbanjar terpilih menjadi juara 2 se-Sumatera. Penghargaanpenghargaan ini membuat suami istri ini mendapat kemudahan untuk mengembangkan usaha. Orang yang berminat untuk memulai usaha ini diberi kredit oleh Bank Mandiri. Bank ini juga membantu proses pelatihan, perekrutan karyawan dan manajemen. ”Sistemnya seperti franchise, tapi kami menyebutnya kemitraan karena tidak ada ketentuan harus sama gerobaknya, jumlah karyawan atau gajinya. Pembeli diperbolehkan beli bahan saja, tanpa gerobak dan tidak dapat resep utama,”papar Citra. Apabila ingin mendapat resep utama, tentu harus membeli rumah produksi sebesar Rp60 juta. Ini disebut dengan master. Sekarang, khusus di Medan Citra menjadi pemilik brand Es Dawet Cah Mbanjar. Tidak sulit lagi memperoleh es yang memiliki rasa manis ini pada pinggir jalan, warung atau restoran. Citra telah menjual total 170 gerobak se-Indonesia. Sekarang pemasaran Es Dawet Cah Mbanjar hingga Makassar. Universitas Sumatera Utara B. Perkembangan Es Dawet Cah Mbanjar menjadi Waralaba Pengembangan sistem waralaba (franchise) Es Dawet Cah Mbanjar ternyata membuat beberapa investor tertarik. Konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Reviza Putra Syarif, ikut menjalani bisnis menjual Es Dawet Cah Mbanjar. Reviza mengaku beruntung bisa menjadi pewaralaba karena keuntungannya tidak sedikit. Satu bulan pertama, untung bersih yang bisa dibawanya pulang sebesar Rp2,4 juta. ”Hasilnya lumayan. Selama dua bulan, modal saya sudah kembali,” ujarnya ketika harian Seputar Indonesia berkunjung ke tokonya di Jalan Wahid Hasyim No 1 E Medan. Reviza harus membeli gerobak dan peralatan lengkap Es Dawet Cah Mbanjar langsung dari pemilik franchise dengan harga Rp4,5 juta. Untuk bahan minuman mulai cendol, santan dan gula setiap hari Reviza harus mengeluarkan biaya Rp70.000 per hari untuk 50 porsi setiap harinya. ”Sebagai pemilik franchise, mereka membina mitra. Pada saat Reviza memilih lokasi ini, Reviza merasa kurang yakin, tetapi tetap percaya dan terus menjalankan usaha tersebut. Kebulatan tekadnya itu sudah tampak sejak awal dia ingin membuka usaha ini. Setelah keluar dari tempat kerja sebelumnya pada salah satu bank milik pemerintah, dia memang punya keinginan untuk buka usaha, tapi keuntungannya besar dan cepat. Yang ada di benaknya adalah bisnis makanan. Survei pun dimulai. Setelah keliling sana-sini, Reviza akhirnya mengetahui bahwa untuk memulai usaha yang sama pakai sistem franchise. Es dawet Cah Mbanjar dapat juga dijual satu paket dengan bakso yang pernah dimakannya. ”Dua bulan pertama, saya ikut bekerja. Bahkan harus Universitas Sumatera Utara berbelanja ke pasar pun saya tidak peduli. Itu bisa membuat kita lebih tahu harga di pasar dan dekat dengan pekerja,”ujar pria lulusan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini. Apabila dihitung dengan paket, keuntungan yang diperolehnya mencapai Rp10 juta per bulan. Itu bersih dibawa pulang ke rumah untuk keluarganya. Universitas Sumatera Utara BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penulis dalam menganalisis dan mengevaluasi data menggunakan 2 (dua) metode yaitu metode deskriptif dan metode kuantitatif. Analisis deskriptif ,487 ,543 ,543 P11 ,302 ,303 ,214 ,255 ,430 ,356 ,583 ,339 ,531 1,000 ,569 ,495 ,543 ,437 ,205 ,635 ,439 ,351 P12 ,371 ,363 ,287 ,327 ,501 ,488 ,440 ,344 ,422 ,569 1,000 ,599 ,488 ,285 ,183 ,444 ,371 ,490 P13 ,473 ,334 ,451 ,492 ,690 ,578 ,594 ,293 ,460 ,495 ,599 1,000 ,489 ,384 ,254 ,485 ,669 ,514 P14 ,413 ,282 ,549 ,401 ,507 ,349 ,636 ,117 ,660 ,543 ,488 ,489 1,000 ,785 ,688 ,565 ,321 ,420 P15 ,418 ,295 ,473 ,569 ,406 ,275 ,699 ,161 ,684 ,437 ,285 ,384 ,785 1,000 ,655 ,571 ,418 ,380 P16 ,443 ,262 ,361 ,216 ,331 ,015 ,548 ,196 ,574 ,205 ,183 ,254 ,688 ,655 1,000 ,293 ,189 ,372 P17 ,516 ,389 ,039 ,191 ,527 ,107 ,748 ,327 ,487 ,635 ,444 ,485 ,565 ,571 ,293 1,000 ,516 ,477 P18 ,593 ,371 ,172 ,410 ,532 ,290 ,577 ,537 ,543 ,439 ,371 ,669 ,321 ,418 ,189 ,516 1,000 ,558 P19 ,558 ,303 ,233 ,224 ,453 ,210 ,468 ,475 ,543 ,351 ,490 ,514 ,420 ,380 ,372 ,477 ,558 1,000 91 OUTPUT ANALISIS DESKRIPTIF Frequencies Statistics N Valid Missing P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 138 138 138 138 138 138 138 138 138 P10 138 P11 138 P12 138 P13 138 138 138 138 138 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Frequency Table P1 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 4 Percent 2,9 Valid Percent 2,9 Cumulative Percent 2,9 1 ,7 ,7 3,6 81 52 138 58,7 37,7 100,0 58,7 37,7 100,0 62,3 100,0 P2 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 7 Percent 5,1 Valid Percent 5,1 21 76 34 138 15,2 55,1 24,6 100,0 15,2 55,1 24,6 100,0 Cumulative Percent 5,1 20,3 75,4 100,0 P3 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 5 27 Percent 3,6 19,6 Valid Percent 3,6 19,6 Cumulative Percent 3,6 23,2 79 57,2 57,2 80,4 27 138 19,6 100,0 19,6 100,0 100,0 P4 Valid 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 7 Percent 5,1 Valid Percent 5,1 Cumulative Percent 5,1 88 43 63,8 31,2 63,8 31,2 68,8 100,0 138 100,0 100,0 P14 P15 P16 P17 P18 92 P5 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 4 29 Percent 2,9 21,0 Valid Percent 2,9 21,0 89 16 138 64,5 11,6 100,0 64,5 11,6 100,0 Cumulative Percent 2,9 23,9 88,4 100,0 P6 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 2 Percent 1,4 Valid Percent 1,4 Cumulative Percent 1,4 7 5,1 5,1 6,5 91 38 65,9 27,5 65,9 27,5 72,5 100,0 138 100,0 100,0 P7 Valid 4,00 5,00 Total Frequency 71 Percent 51,4 Valid Percent 51,4 67 138 48,6 100,0 48,6 100,0 Cumulative Percent 51,4 100,0 P8 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 1 Percent ,7 Valid Percent ,7 Cumulative Percent ,7 17 89 31 12,3 64,5 22,5 12,3 64,5 22,5 13,0 77,5 100,0 138 100,0 100,0 P9 Valid 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 1 79 Percent ,7 57,2 Valid Percent ,7 57,2 58 138 42,0 100,0 42,0 100,0 Cumulative Percent ,7 58,0 100,0 93 P10 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 1 Percent ,7 Valid Percent ,7 Cumulative Percent ,7 2 79 1,4 57,2 1,4 57,2 2,2 59,4 56 138 40,6 100,0 40,6 100,0 100,0 P11 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Cumulative Percent ,7 3,6 Frequency 1 4 Percent ,7 2,9 Valid Percent ,7 2,9 85 61,6 61,6 65,2 48 138 34,8 100,0 34,8 100,0 100,0 P12 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 1 10 92 35 138 Percent ,7 7,2 66,7 25,4 100,0 Valid Percent ,7 7,2 66,7 25,4 100,0 Cumulative Percent ,7 8,0 74,6 100,0 P13 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 3 Percent 2,2 Valid Percent 2,2 21 91 23 138 15,2 65,9 16,7 100,0 15,2 65,9 16,7 100,0 Cumulative Percent 2,2 17,4 83,3 100,0 P14 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 1 11 Percent ,7 8,0 Valid Percent ,7 8,0 Cumulative Percent ,7 8,7 85 41 61,6 29,7 61,6 29,7 70,3 100,0 138 100,0 100,0 94 P15 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 8 20 Percent 5,8 14,5 Valid Percent 5,8 14,5 75 35 138 54,3 25,4 100,0 54,3 25,4 100,0 Cumulative Percent 5,8 20,3 74,6 100,0 P16 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 3 Percent 2,2 Valid Percent 2,2 Cumulative Percent 2,2 34 24,6 24,6 26,8 82 19 59,4 13,8 59,4 13,8 86,2 100,0 138 100,0 100,0 P17 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 3 Percent 2,2 Valid Percent 2,2 13 90 32 138 9,4 65,2 23,2 100,0 9,4 65,2 23,2 100,0 Cumulative Percent 2,2 11,6 76,8 100,0 P18 Valid 2,00 3,00 4,00 5,00 Total Frequency 4 15 Percent 2,9 10,9 Valid Percent 2,9 10,9 87 32 138 63,0 23,2 100,0 63,0 23,2 100,0 Cumulative Percent 2,9 13,8 76,8 100,0 95 OUTPUT ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA Regression Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed X4, X3, X2, X1(a) Method . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: Y Model Summary(b) Model 1 R R Square ,452(a) ,205 a Predictors: (Constant), X4, X3, X2, X1 b Dependent Variable: Y Adjusted R Square ,181 Std. Error of the Estimate 1,37675 ANOVA(b) Model 1 Regression Residual Sum of Squares 64,899 252,094 316,993 a Predictors: (Constant), X4, X3, X2, X1 b Dependent Variable: Y Total Df 4 Mean Square 16,225 133 137 F 8,560 Sig. ,000(a) 1,895 Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics Model B 1 (Constant) X1 X2 X3 X4 a Dependent Variable: Y Std. Error 4,943 1,441 ,074 ,172 ,055 ,115 ,017 ,229 ,098 ,089 Beta Tolerance VIF 3,429 ,001 ,137 ,149 1,338 1,503 ,183 ,135 ,567 ,605 1,765 1,652 ,015 ,247 ,177 2,581 ,860 ,011 ,826 ,652 1,210 1,534 96 Coefficient Correlations(a) Model 1 Correlations X4 X4 1,000 X3 -,125 X2 -,252 X1 -,318 -,125 -,252 1,000 -,127 -,127 1,000 -,174 -,396 -,318 ,008 -,174 -,001 -,396 -,003 1,000 -,002 -,001 ,010 -,001 -,001 -,003 -,002 -,001 -,001 ,013 -,003 -,003 ,003 X3 X2 X1 Covariances X4 X3 X2 X1 a Dependent Variable: Y Residuals Statistics(a) Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value Minimum 9,7793 -3,237 Maximum 13,4458 2,090 Mean 12,0072 ,000 Std. Deviation ,68827 1,000 ,123 ,669 ,249 ,083 138 9,7394 -4,13572 -3,004 -3,081 -4,35028 -3,185 ,098 ,000 ,001 13,5144 2,99114 2,173 2,202 3,07337 2,235 31,373 ,098 ,229 12,0059 ,00000 ,000 ,000 ,00134 -,002 3,971 ,008 ,029 ,69340 1,35650 ,985 1,004 1,40981 1,015 3,952 ,015 ,029 138 138 138 138 138 138 138 138 138 a Dependent Variable: Y Charts Histogram Dependent Variable: Y 25 20 Frequency 15 10 5 Mean =-6.38E-16 Std. Dev. =0.985 0 -4 -2 0 Regression Standardized Residual 2 N =138 N 138 138 97 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y 1.0 Expected Cum Prob 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 0 -2 -4 -4 -2 0 Regression Standardized Predicted Value 2 98 OUTPUT UJI ASUMSI KLASIK NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual 138 ,0000000 N Normal Parameters(a,b) Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute 1,35650255 ,063 ,037 -,063 Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z ,736 Asymp. Sig. (2-tailed) ,651 a Test distribution is Normal. b Calculated from data. PARK-test Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed X4, X3, X2, X1(a) . Method Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: LnU2i Model Summary(b) Model 1 R R Square ,131(a) ,017 a Predictors: (Constant), X4, X3, X2, X1 b Dependent Variable: LnU2i Adjusted R Square -,012 Std. Error of the Estimate 2,38596 ANOVA(b) Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 13,171 757,145 770,316 a Predictors: (Constant), X4, X3, X2, X1 b Dependent Variable: LnU2i Df 4 133 137 Mean Square 3,293 5,693 F ,578 Sig. ,679(a) 99 Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) X1 X2 X3 X4 Standardized Coefficients B -2,174 -,082 Std. Error 2,498 ,096 -,005 ,070 ,206 Beta -,097 T -,870 -,849 Sig. ,386 ,397 ,199 ,170 -,003 ,039 -,028 ,409 ,978 ,683 ,154 ,142 1,338 ,183 a Dependent Variable: LnU2i Residuals Statistics(a) Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a Dependent Variable: LnU2i Minimum -2,0413 -3,858 Maximum -,1136 2,359 Mean -,8451 ,000 Std. Deviation ,31007 1,000 N ,213 1,160 ,431 ,143 138 -2,3043 -11,13719 -4,668 -4,756 -11,56230 -,1697 3,98446 1,670 1,713 4,19117 -,8502 ,00000 ,000 ,001 ,00511 ,32241 2,35087 ,985 1,002 2,43088 138 138 138 138 138 -5,201 ,098 ,000 ,001 1,725 31,373 ,173 ,229 -,005 3,971 ,007 ,029 1,027 3,952 ,017 ,029 138 138 138 138 138 138
Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada Mahasiswa FISIP USU)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Keunikan Produk Yang Mempengaruhi Terciptanya Word of Mouth Pada Produk Es krim Magnum Classic (Studi Kasus Pada Mahasiswa FISIP USU)

Gratis