Dinamika Perjuangan Pelajar Islam Indonesia di Era Orde Baru

Gratis

5
71
103
2 years ago
Preview
Full text
DINAMIKA PERJUANGAN PELAJAR ISLAM INDONESIA DI ERA ORDE BARU Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Oleh Mirzan Insani NIM: 201033200785 PROGRAM STUDI ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1431 H/2010 M. PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi yang berjudul DINAMKA PERJUANGAN PELAJAR ISLAM INDONESIA DI ERA ORDE BARU telah diujikan dalam Sidang Munaqasyah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, pada tanggal 12 Maret 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Program Strata Satu (S-1) pada program Study Ilmu Politik. Jakarta 12 Maret 2010 Sidang Munaqasyah, Ketua Merangkap Anggota, Wiwik Siti Sadjaroh, MA NIP. 196902101994032004. Anggota, Pembimbing, Dr. Sirojuddin Aly, MA NIP: 19540605 2001121001 Penguji I Dra. Haniah Hanafie, M,Si NIP. 196105242000032002 Penguji II Drs. Agus Nugraha, M,Si NIP. 196808012000031001 LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 (satu) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 12 Maret 2010 Mirzan Insani   iii KATA PENGANTAR ”Ma jika malam gelap Simpan tangismu dalam sehelai sapu tangan besok pagi jadikan merpati Menengadahlah pelangi sedang menapak dimuara amarahmu Genggam satu saja kau lempar ke wajah aku. Ma, bendung air matamu dengan kata-kata Pertama untaikan dalam sajak besok pagi jadikan bait puisi. Tengoklah hujan sedang menyirami bara risaumu Biarkan melaut untuk menguap kembali menjadi awan” Syukur terhatur kehadhirat Allah Tuhan yang Maha Ghafur atas segala rakhmat yang meruang dan mewaktu dengan segala ketakziman yang ada. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah ke-haribaan Muhammad SAW, keluargamu, sahabat-sahabatmu, dan siapapun yang mengikutimu, seperti curah hujan atas bumi, seperti pancaran matahari pada semesta raya. Akhirnya, skripsi ini selesai. Ada proses panjang yang sebelumnya memang harus dilalui. Di sana, penulis mengalami banyak peristiwa dan bertemu dengan nama-nama. Entah kenapa, peristiwa dan nama-nama itu seperti fase-fase yang tanpa terasa membawa penulis pada fase terakhir studi. Kehidupan memang memiliki aturan sendiri yang mungkin lepas dari logika manusia. Terima kasih penulis haturkan kepada : 1. Dekan, Pembantu Dekan, dan seluruh Bapak serta Ibu Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan pengajaran selama masa belajar penulis. 2. Ibu Wiwik St Syajaroy, MA selaku ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam, Bapak Rifki Mukhtar, Ketua Program Ushuluddin dan Filsafat iv 3. Bapak Dr. Siradjuddin Ali, MA., selaku pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulisan skripsi ini. 4. Sungkem Sujudku kepada Kedua orang tua tercinta, Bapak Sujono dan Ma Royanah atas keikhlasan, do’a serta airmata restu mereka. Tanpa keduanya penulis tidak akan berada di dunia dan menjalani kehidupan yang merupakan sekolah yang tidak pernah menawarkan ijazah. 5. Saudara-saudaraku, Kakakku tercinta Mas Aan Raekhan dan Yu Dewi, Adikku Lukman Effendi dan Endang serta sikecil Keyla Zahra Lazuardani sebagai bagian dalam satu niscaya yang tak terpisahkan menuju doa yang sempurna. Tak lupa para Lilik, Budhe, sepupu, Um, Bulik, untuk kerukunan dan remojongannya. Bayu, Tegar (Mas Dang saged Lulus) 6. Teruntuk mata telagaku Juwita Ratna Wulan yang menemani dan banyak membantu menyelesaikan penulisan dan support yang membangun untuk keoptimisan dalam penyelesaian studyku, serta ketabahanmu 7. Untuk doamu kepadaku Rokhana semoga segalanya ada jawaban pangampurane Nok. 8. Bambang Prihadi guruku diteater atas inspirasi kebersahajaannya. 9. Keluarga Besar UKM Teater Syahid dan Lab Teater Syahid banyak memberikan pembelajaran yang tak ternilai. 10. Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Daerah Ciputat memperkenalkanku tentang bagaimana menangis yang baik dan bijak. v 11. Saudara sehatiku Mas Kirno, Sub, Agus, Bapa Sakim yang menyelamiku dalam makna yang bernama “diam” 12. Kleng Pablo atas teriakan dan tepukan punggung untuk terus maju menyelesaikan study ini. 13. Keluarga Bani Solikhin Mba Zizah, Mas Untung, Mas Joyo, Mba Endah, tak lupa Bonis atas cita yang sepadan 14. Ozhy Tatu teman diskusi dan layout selama dalam penulisan 15. Kang Gino dan Sokhibi pijakan pertemanan awalku memasuki kota Jakarta dan Studyku di IISIP. 16. Bapak Utomo Dananjaya demikian banyak keakraban tentang memeluk kehidupan yang selalu dianggap hijau. 17. Mas Radhar Pancadahana dan FTI (Federasi Teater Indonesia) atas transfer pengetahuan dalam mencari celah kemungkinan 18. Temen-temen seperjuangan semua kang Aseng tralala, Wong Zdolim, Bang Echo Chotib, Mas Aris, Sir Ilham, Olief, Julung, Jula, Lina, Yuni, Yanche, Alam, Yova, Kancil, Parto, Widi, Akbar, Rendi, Big Dady, Washadi, Welda, Bangkit, Iman, Dimas, Kis, Wilda, Uswah, Dien, dan temen-temen yang tidak saya sebutkan satu persatu. Trimakasih semuanya 12 Maret, 2010. PENULIS. vi DAFTAR ISI KATA PENGANTAR iii-v DAFTAR ISI . vi BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 9 C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 9 D. Metode Penelitian . 10 E. Sistematika Penulisan 11 BAB II. LATAR BELAKANG PENDIRIAN, PEMBENTUKAN DAN PENGKADERAN A. Keadaaan Umat islam Paska Kemerdekaan . 12 B. Motovasi Dasar Pendirian Pelajar Islam . 21 C. Proses Pendirian Pelajar Islam Indonesia 24 D. Dasar-dasar Pandangan Pelajar Islam Indonesia tentang Kekuasaan . 33 E. Kaderisasi Pelajar Islam Indonesia . 35 F. Pelajar Islam Indonesia, Arena Belajar Demokrasi . 38 BAB III. KEBIJAKAN PEMERINTAH ORDE BARU A. Setting Politik Orde Baru . 41 vii A. 1. Politik dalam Masa Peralihan 42 B. 2. Ideologi Pembangunan dan Dwifungsi ABRI . 43 B. Pengetatan Struktur Politik . 47 C. Implikasi Setting Politik Orde Baru Terhadap Islam 50 BAB IV. DINAMIKA HUBUNGAN PELAJAR ISLAM INDONESIA DENGAN PEMERINTAH ORDE BARU A. Undang-undang Keormasan Nomor 8/1985: Puncak Pertentangan . 56 B. Umat Islam dan Undang-undang Keormasan . 62 C. Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia dan Undangundang Keormasan . 65 D. Pelajar Islam Indonesia Melampaui Batas Akhir dan Tunduk pada Undangundang Keormasan . 76 E. Sumbangan Pelajar Islam Indonesia Terhadap Pembangunan Nasional . 81 E.1. PII dan Gerakan Amal Sholeh . 82 E.2. PII dan Masa Depan Kepemimpinan Nasional . 83 BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan 85 B. Saran-Saran 86 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Umumnya para analis bersepakat, bahwa pasang surut hubungan Islam dengan negara di Orde Baru telah memasuki babak baru sejak pertengahan tahun 1980-an dan makin jelas pada era 1990-an. Afan Gaffar menganggap, fenomena tersebut sebagai fenomena politik akomodasi setelah sebelumnya hubungan itu berada dalam suasana yang antagonistik. 1 Hubungan yang demikian ini ditandai oleh dua hal. Pertama, di kalangan kekuatan-kekuatan politik Islam, persoalan formalitas ideologi Islam dalam negara tampaknya tidak lagi menjadi ide atau gagasan yang perlu dikedepankan. Gagasan itu adalah mendirikan negara Islam atau menjadikan Islam sebagai dasar negara. Tampaknya terjadi perubahan persepsi di kalangan generasi baru Islam. Mereka ini tidak lagi membicarakan bagaimana membangun negara Islam atau bagaimana membangun suatu negara yang menerapkan kaidah-kaidah (syari’ah) politik Islam dalam kehidupan kenegaraan di Indonesia. Perubahan persepsi ini, menurut Afan, tidak dapat dilepaskan dari makin banyaknya kelompok Islam yang terpelajar sebagai salah satu hasil dari pembangunan Orde Baru. 2 Kedua, di tingkat kenegaraan, pemerintah tampak melakukan akomodasi terhadap berbagai kepentingan 1 Afan Gaffar, ”Islam Dalam Era Orde Baru, Mencari Bentuk Artikulasi yang Tepat” (Ulumul Qur’an, 1993) Vol. IV, hal-2 2 Afan Gaffar, “ Islam Dalam Era Orde Baru, Mencari Bentuk Artikulasi yang Tepat” Vol. IV, hal-2 1 2 (aspirasi) umat Islam. Berbagai indikator dapat ditunjukkan untuk mendukung pernyataan ini: 1). Pada masa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan, kebijakan pendidikan mulai berubah. Misalnya, pemberlakuan kembali liburan puasa dan pelajar muslimah boleh memakai jilbab di sekolahsekolah umum/negeri. 2). Pendidikan yang bersesuaian dengan ajaran Islam diakomodasi dalam beberapa pasal Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nsional. 3). Undang-undang tentang peradilan Agama yang mengakui pemberlakuan syari’ah Islam digolongkan dalam Pengadilan Agama di Indonesia. 4). Pengiriman seribu da’i ke berbagai daerah oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila sekaligus dengan pembiayaannya. 5). Pengangkatan berbagai tokoh/intelektuan yang dianggap dekat dengan Islam ke dalam kabinet pemerintah maupun lembaga DPR/MPR. 6). Berdirinya Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Penjelasan terhadap munculnya fenomena akomodasi terhadap Islam oleh Negara ini umumnya dilakukan secara makro. Umat Islam dalam hal ini dipandang sebagai suatu entitas yang keseluruhannya melibatkan diri dalam arus besar gerak politik Orde Baru. Dengan kata lain, berbagai penjelasan mengenai pasang naiknya hubungan Islam dengan Negara sejak pertengahan era 1980-an masih menyisakan satu pertanyaan besar. Pertanyaan itu ialah apakah fenomena politik akomodasi di atas menyentuh kelompok-kelompok yang dianggap berada 3 di luar mainstream, baik secara formal maupun substansial? Pertanyaan ini juga menurut penjelasan mengenai bagaimanakah perjalanan dan perkembangan persepsi serta respon kelompok-kelompok Islam terhadap negara. Dengan demikian, pada dasarnya umat Islam mengambil dua sikap. Sikap utama atau yang menjadi main stream adalah menerima kebijakan tersebut. Sedangkan sikap menolak adalah sikap yang dapat digolongkan sebagai sikap diluar main stream. Lebih tegasnya, sebagai kelompok yang menolak kebijakan itu, Pelajar Islam Indonesia dapat dikatakan telah berada di luar kerangka politik formal Orde Baru. Selain itu kebijakan pemerintah Orde Baru yang mengedepankan ide tentang penyeragaman asas bagi segenap organisasi politik dan kemasyarakatan dengan menggunakan asas Pancasila, pertama kali disampaikan oleh Presiden Soeharto dalam pidato kenegaraan tahunannya pada tanggal 16 Agustus 1982. Untuk organisasi kemasyarakatan, ide ini- setelah melalui berbagai prosesakhirnya diwujudkan menjadi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Keormasan dan diundangkan melalui Lembaran Negara Nomor 2638 tanggal 17 Juni 1985. 3 Salah satu pasal dalam Undang-Undang itu mewajibkan setiap organisasi kemasyarakatan agar mencantumkan Pancasila sebagai asas organisasi dan tidak ada asas lain selain itu. 4 Setiap organisasi kemasyarakatan ketika itu diberi batas waktu hingga 17 Juni 1987 untuk menyesuaikan asasnya dan mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri. 5 3 Tempo, Nomor 46 Tahun 1988. Undang-Undang Keormasan Nomor 8 Tahun 1985 5 Lihat, Departemen Agama, “Ensiklopedia Islam di Indonesia”, (Jakarta: Departemen Agama, 1993), Jilid III, hal,922 bandingkan dengan Tempo, Nomer 46 Tahun 1988 4 4 Sejak awal pencetusan ide tentang penyeragaman asas organisasi kemasyarakatan ini, respon atau sikap ini nampak konsisten. Pernyataanpernyataan resmi PII selama tenggang waktu lima tahun (1982-1987) menunjukan adanya konsistensi ini. PII merupakan organisasi pelajar tertua yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia, 6 bergerak di bidang sosial-pendidikan dan dakwah. PII didirikan di Yogyakarta tanggal 4 Mei 1947. Meskipun organisasi ini bernama pelajar, namun yang terhimpun di dalamnya tidak hanya pelajar dalam arti formal. Di PII juga akan ditemui mahasiswa (sarjana dan pascasarjana), juga pemuda-pemuda yang sudah bekerja. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat PII mendefenisikan “pelajar” dalam arti luas dan longgar, mengacu kepada pengertian bahwa belajar itu sepanjang hayat. Sebagai organisasi yang lahir pada masa mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, PII telah menunjukan komitmennya yang besar terhadap keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Bahkan pada awal-awal pergerakannya, sesuai dengan konteks ketika itu, gerak PII lebih banyak diwarnai oleh keikutsertaannya- bersama komponen bangsa yang lain- mempertahankan kemerdekaan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat salah satu motivasi berdirinya PII bertolak dari tanggungjawab sebagai organ bangsa yang ketika itu sedang mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan kolonial Belanda dengan agresi militernya. 7 6 Departemen Agama, “Ensiklopedia Islam di Indonesia”, (Jakarta: Departemen Agama, 1993), Jilid III, hlm.922 7 Departemen Agama, “Ensiklopedia Islam di Indonesia” Jilid III, hal, Ibid 5 Pengakuan atas peran PII itu antara lain tercermin dalam amanat almarhum Jendral Soedirman (Panglima Besar Angkatan Perang RI) pada resepsi hari bangkit (HARBA) I PII, tanggal 4 Mei 1948 : “Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada anak-anak PII, sebab saya tahu bahwa telah banyak korban yang telah diberikan oleh PII kepada negara.Teruskanlah perjuanganmu, hai anak-anaku Pelajar Islam Indonesia. Negara kita adalah negara baru, didalamnya penuh onak dan duri, kesukaran dan rintangan banyak kita hadapi. Negara membutuhkan pengorbanan pemuda dan segenap bangsa Indonesia”. 8 Di samping motivasi kebangsaan, motivasi pertama yang melandasi pendirian PII adalah motivasi yang berasal atau bertitik tolak dari ajaran agama. 9 Ayat al-Qur’an yang menjadi rujukan motivasi ini adalah Surat Ali Imran (3) ayat 104 yang memberi isyarat agar ada diantara sekelompok orang (organisasi) Islam yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran. Motivasi ini sangat mempengaruhi kepribadian kader-kader PII pada umumnya. Segenap warga PII berkeyakinan bahwa eksistensi organisasi bukanlah sekedar memenuhi social need, melainkan merupakan perangkat fardhu kifayah ( kewajiban secara kelompok) dalam rangka pengembangan dakwah Islam. Dengan dasar motivasi itu, sebagai organisasi Islam PII telah menunjukan komitmen dan kepedulian yang tinggi dan konsisten kepada Islam. Perjalanan historis PII telah membawanya pada posisi yang dianggap sebagai kelompok kritis (kadang dianggap radikal) dan sangat dekat dengan Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi M. Natsir). M. Rusli Karim menggambarkan PII sebagai organisasi massa-pelajar yang sangat konsisten mengamalkan ajaran Islam dan 8 Documenta Selecta Pelajar Islam Indonesia, PB PII. Telah disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). 9 Tim IAIN Syahid Jakarta, “Ensiklopedi Islam Indonesia” (Jakarta: Djambatan 1992) Jilid I, hal, 759. 6 pandangan politiknya sering disamakan dengan Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi). 10 Jadi, tidaklah mengherankan kalau di tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara PII menjadi sangat peduli dan kritis pada kebijakankebijakan pemerintah terutama yang menyangkut kepentingan Islam dan umat Islam. Untuk membahas masalah ini secara nasional setidaknya PII telah melaksanakan empat kali pertemuan. Pembahasan pertama dilakukan dalam Muktamar Nasional ke-16 di Jakarta pada tahun 1983. Pembahasan kedua pada tahun1984 di Jawa Barat lewat acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Tahun berikutnya melalui Musyawarah Instruktur Nasional (MIN) di Bandar Lampung. Akhirnya, pada Muktamar Nasional ke-17 tahun 1986,PII tetap mempertegas sikapnya sebagaimana tercermin dalam Pokok-Pokok Pikiran Pengurus Besar (PB) PII tentang penyusunan Undang-undang Keormasan yang merupakan hasil Rapimnas tahun 1984 : 1. Menolak setiap perangkat atau hukum yang secara sengaja atau tidak sengaja akan mengeliminir atau mencoret Islam secara tersirat atau tersurat dari Anggaran Dasar atau perangkat organisasi kemasyarakatan, terutama yang bernafaskan islam. 2. Mengakui Al-Islam sebagai satu-satunya asas bagi berorganisasi kemasyarakatan yang bernafaskan Islam dalam melaksanakan kegiatankegiatannya. 10 M. Rusli Karim, HMI, hal, 127-128 7 3. Menolak setiap perangkat aturan atau hukum yang secara birokratisadministratif akan membatasi nilai-nilai Islam. 11 Pokok-pokok pikiran tersebut dengan jelas menunjukan analisa dan prediksi PII yang memandang Undang-undang Keormasan sebagai perangkat ideologis pemerintah untuk mengeliminasi Islam dari bumi Indonesia. Sejak itulah legalitas formal PII sebagai organisasi kemesyarakatan tdak diakui lagi. Sejak itu pula sesungguhnya PII secara kelembagaan telah berada diluar kerangka politik formal Orde Baru. Akan tetapi, di sini pula kita melihat adanya pola hubungan yang unik antara pemerintah Orde Baru dengan PII sebagai salah satu Kelompok Masyarakat. Pengurus dan kader PII sendiri tidak mau menganggap organisasinya ilegal karena terbukti seluruh kegiatan utama mereka dapat tetap dilaksanakan sebagaimana sebelumnya. Mereka menyebut situasi ini “informal”. 12 Dengan istilah itu mereka ingin be high, mean while American Dollar rate and invest has positive proportioned to ward Gross Domestic Product, if the invest is raised and value of American Dollar rate strengthening of Rupiah rate, the Gross Domestic Product value will be as well. Keyword: Gross Domestic Product, Invest, certificate interest of Indonesian Bank and American Dollar rate. vii PENGARUH INVESTASI, TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN KURS DOLLAR AMERIKA TERHADAP PENDAPATAN DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA TAHUN 2000.1 – 2007.I2 P.HARI PRISTIAWAN ILMU EKONOMI, FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS JEMBER ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Pendapatan Domestik Bruto di Indonesia yang dipengaruhi oleh investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika terhadap variabel terikat yaitu Produk Domestik Bruto. Analisis data menunjukkan bahwa 78,9% naik turunnya Produk Domestik Bruto dipengaruhi variabel dalam model penelitian sedangkan 21,1% dipengaruhi faktor lain diluar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Secara teori hubungan tingkat suku bunga Sertifikat Bank terhadap Produk Domestik Bruto berbanding negatif, apabila tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia turun maka Produk Domestik Bruto akan naik sedangkan investasi dan kurs Dollar Amerika berbanding positif terhadap Produk Domestik Bruto, apabila investasi meningkat dan kurs Rupiah menguat terhadap Dollar Amerika maka Produk Domestik Bruto akan mengalami kenaikan. Kata Kunci: Produk Domestik Bruto, Investasi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. viii KATA PENGANTAR Dengan ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Investasi, Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia dan Kurs Dollar Amerika terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia Tahun 2000.12007.12. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana (S1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jember.Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, maka selayaknya penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Ibu Drs. Sri Utami,SU sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Ibu Dr. Lilis Yuliati, SE, Msi, selaku Dosen Pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, kritik dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Dr. M Fathorrazi, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 4. Bapak Drs. P. Edi Suswandi, MP, selaku dosen wali yang telah membantu memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis selama studi. 5. Bapak Prof. Dr. H. Sarwedi, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 6. Seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta staf karyawan di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Jember serta Ruang Baca Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Pusat. 7. Ayahku Haryono dan Ibundaku Suryanti terima kasih atas semua kasih sayang, bimbingan dan panjatan doanya yang tak pernah berhenti mengalir. ix 8. Kakakku Riana, Neti, Dewi serta adikku Indah tersayang terima kasih untuk do’a, dukungan, kasih sayang, kerja keras, kesabarannya selama ini. 9. Seluruh teman-teman Jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan kelas A dan kelas B yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih semuanya. 10. Ustadz Ainur Rofiq sebagai murobbi saya terima kasih sudah mengizinkan menempati Ma’hadnya.Bu Zahra, terima kasih sudah merawat saya dan memperhatikan makan dan minum saya dan memberi kasih sayang layaknya ibu saya sendiri. 11. Teman-teman ma’had adik Amin, mas Very, Lusi, Umyana, Rini, Qorik, Rintis, Mas Eko, Warisman, Ananta serta adik kecil Sibgo, Haqi, Meri keceriaan dan senda-guraumu membuat penulis tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (103 Halaman)
Gratis