Hubungan ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa di MTS Ruhul Bayan Cisauk Tangerang

Gratis

0
9
84
2 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA Di MTS RUHUL BAYAN CISAUK TANGERANG UTAMA JAKARTA Oleh: Allik Mllstikah NIM: 104011000045 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA HUBUNGAN EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA Di MTS RUHUL HAYAN CISAUK TANGERANG Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Olch: Anik Mllstilmh NIM: 104011000045 DOSCH Pcmbimbing ,.... Drs. H. Nllrohim, M.M. NIP. 050046643 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMAISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008 PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul Hubungan Ekonomi Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Siswa Di MTS Ruhut Bayan eisaul{ Tangerang telah diujikan dalam sidang munaqasah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan KegunJan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Pada tanggal 25 Agustus 2008. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Pada JUnJsan Pendidikan Agama Islam. Jakarta, 25 Agustus 2008 Panitia Ujian Munaqasah Tanggal ᄋQ ーセ Ketua JUnJsan Dr. HAY Wibisono, MA NIP .15023 6009 Sekretaris JUnJsan Drs. Safiudin Shiddiq, MA NIP. 150299477 Tanda Tangan .. セOQ Penguji I Drs.H. Banadjid NIP. 150203345 Penguji II Drs. Safiudin Shiddiq, MA NIP. 150299477 Mengetahui: 0ekan FITK DIN S arif Hidayatullah |セ I s ada MA. 1256 セ LEMBARPERNYATAAN Bismillahirrohmanirrohim Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Anik Mustikah NIM : 104011000045 Jurllsan : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Judul Skripsi : I-1ubllngan Ekonomi Orang Tlia Oengan Prestasi Belajar Siswa Oi MTs Ruhul Bayan Cisauk Tangerang Oengan ini saya menyatakan bahwa : I. Skripsi ini merllpakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu (S I) di Universitas Islam Negeri Syarif hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gllnakan dalam penulisan skripsi ini telah saya cantumkan sesllai dengan ketentllan yang berlakll di Universitas Islam Negeri Syarif I-1idayatullah Jakarta. 3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bllkan karya asli saya atau merupakan j iplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi berdasarkan Undang-lindang yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakalta, 25 Agustus 2008 セG . Anik Mnstikah KATA PENGANTAR AI-hamdulillah segala puja serta syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT pemberi hidayah, rahmat dan inayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, pembawa kebajikan, pendobrak kebathilan dan kebiadaban, penuntun manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dan dari kemusyrikan kepada tauhid serta langkahnya selalu diridhoi oleh Allah. Kondisi yang sesulit apapun penulis mencoba untuk menyelesaikan pembuatan skripsi ini. AI-Hamdulillah dengan usaha dan kelja keras sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan juga. Tentu saja semua adalah berkat kemurahan Allah SWT bahwa dengan kehendak-Nya segala apapun dapat terwujudkan. Dalam pembuatan skripsi ini, penulis begitu banyak mendapat bantuan baik moril maupun materil dari berbagai pihak, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan meskipun masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: I. Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan PAl FITK UIN SyarifHidayatullah Jakarta 2. Bpk. Drs. H. Nurohim, M.M. selaku pembimbing yang telah meluangkan waktunya clalam memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Vayasan MTs Ruhul Bayan khususnya Bpk. Khaeruddin S.Ag selahl kepala sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengadakan penelitian skripsi sehingga sampai selesai. 4. Keclua orang tua penulis yang penulis cintai Bpk Sakat dan lbunda tercinta Sumiatin yang telah mencurahkan segal a kasih sayang, clo'a clan usahanya yang ticlak mungkin dapat terbalas oleh penulis. Semoga segala claya dan upaya yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan clari Allah SWT. Amin Va Rabbal alamin. 5. Kakakku tercinta Siti Nursiah dan Mas lwans yang telah memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan kuliah secara umum dan khususnya skripsi. 6. Mas Kateno tersayang yang selalu memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi. 7. Teman-temanku semua kelas VIII B yang telah bersama selama belajar di kampus UIN yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. 8. Akhirnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pihak secm'a langsung atau tidak langsung yang terlibat dalarn pernbuatan skripsi ini dan penulis tidak akan pernah lupa akan jasa-jasa yang telah ternan-ternan berikan. Jakarta, Penulis, 2008 DAFTARISI Halaman KATAPENGANTAR. DAFTARISI DAFTAR TABEL BABI . 1 . iii . v PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah . B. Identifikasi, Pembatasan, dan Perumusan Masalah . C. Tujuan dan Kegunaan penelitian . 1 6 7 BAB II KAHAN PUSTAKA KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka..... IS 1. Pengertian Ekonomi .. 8 2. Pengertian Pendapatan dan Penerimaan 9 3. Cara-cara Menentukan Golongan Sosial 12 4. Kelas Sosial 13 5. Pengertian Prestasi Belajar............................ IS 6. Penghantar Munculnya Prestasi Belajar 17, 7. Ukuran Prestasi Be1ajar.......... 19 ./ 8. Tujuan Belajar....... 20 9. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Belajar..... 22 10. Evaluasi Hasil Belajar....................... 26 II. Tiadanya Persamaan Kesempatan 28 B. Kerangka Berpikir 31 C. Perumusan Hipotesis 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian B. Metode Penelitian C. Variabel...... D. Definisi Konsep, Definisi Operasional, dan Kisi-kisi Instrumen Penelitian . 1. Definisi Konsep 2. Definisi Operasional.... 3. Kisi-kisi InstrumenPenelitian........................ E. Populasi dan Sampel P"uelitian F. Telrnik Pengumpulan, Pengolahan dan Analisa Data................. 34 34 34 35 36 37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Yayasan MTs Ruhul Bayan 1. Sejarah Singkat MTs Ruhul Bayan 2. Visi, Misi dan Tujuan MTs Ruhul Bayan 41 41 42 . .. . 33 33 33 4. Profil Sumber Daya Manusia............................. a. Pendiri dan Pengurus b. Tenaga Mengajar dan Administrasi.......... c. Profil Siswa Serta Sarana dan Prasarana........... B. Deskripsi Data............................................................ C. Analisa Data............................................................... I. Vji Realibilitas 3. Vji Normalitas .. 4. Vji Asumsi Klasik .. 5. Hasil Vji Hipotesis.... 6. Pembahasan dan Tcmuan Penelitian BABV PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran - saran DAFTAR PUSTAKA. LAMPIRAN . 44 44 44 47 50 54 55 56 57 60 6] 63 63 . 65 DAFTAR TABEL Tabel 1 Kisi-kisi instrumen Penelitian . Tabel 2 Matrik Populasi dan Sampel... . . Tabel 3 Interpretasi Angka Product Moment.. Tabel4 Pendiri dan Pengurus MTs Ruhul Bayan . Tabel5 Tenaga Mengajar dan Administrasi . Tabel 6 Jumlah Siswa Berdasarkan Usia . Tabel7 Jumlah Murid Per Kelas . Tabel 8 Perkembangan Jumlah Siswa . Tabel 9 Data Keadaan Kelas . Tabel 10 Data Sarana Madrasah . Tabe111 Perolehan Hasil Angket Variabel X . . Tabel 12 Data Prestasi Belajar Siswa Variabel Y Tabel 13 Hasil Pengujian Instrumen Pada Variabel X Validitas Variabel ..... . Tabel 14 Uji Reliabilitas . Tabel 15 Uji Normalitas Tabel 16 Hasil Uji Multikolinearitas . . Tabel 17 Hasil Uji Autokorelasi Tabel 18 Uji Heteroskedatisitas . . Tabel 19 Uji 1. 35 37 39 44 45 47 47 48 48 49 51 52 54 56 57 58 58 59 60 BABI PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan adalah usaha sadar seseorang dalam mewujudkan berbagai potensi yang ada. Dengan adanya pendidikan manusia menjadi mulia di muka bumi ini. Sebelumnya tidak tahu menjadi mengerti tata cara hidup yang baik. Karena pendidikan merupakan proses untuk meWluudkan berbagai prilaku yang baik. Scbagai mana dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal I ayat I di nyatakan bahwa: Pendidikan adalah "usaha sadar dan rencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, keeerdasan, akhlak mulia sella keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara".1 Masalah pendidikan diatur oleh undang-undang di atas. Di mana dengan pendidikan seseorang melakukan usaha sadar clan terencana untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Membentuk manusia berakhlak mulia clan bermanfaat untuk kehiclupan masyarakat. Selain itu dengan terbentuknya lingkungan keluarga segala kebutuhan anak terpenuhi. Sehingga terbentuk keluarga yang harmonis sesuai tujuan perkawinan. Sebagai mana tertera dalam undang-undang perkawinan di bawah ini: Keluarga adalah lembaga sosial resmi yang terbentuk setelah adanya suatu perkawinan. Menurut pasal I Undang-Undang perkawinan Nomor I tahun 1974, menjelaskan bahwa "perkawinan ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia clan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,,2 I Abdul Raehman Shaleh, Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa. (Jakarta: Raja Gralinda Persacla, 2006), hal. 318-319. 2 Semua manUSla ketika melakukan perkawinan mendambakan dapat membentuk keluarga. Di mana mendambakan keluarga yang sejahtera di elunia dan akhirat.. lkatan dalam keluarga elielasarkan cinta kasih sayang orang tua kepaela anak-anaknya. Sehingga orang tua selalu memberikan bimbingan elan pertolongan kepaela anak-anaknya. Menurut Alisuf Sabri bahwa: "Penelielikan elalam keluarga elilaksanakan atas elasar cinta kasih sayang kodrati, rasa kasih sayang yang mumi, yaitu rasa cinta kasih sayang seorang tua terhadap anak-nya. Rasa kasih sayang inilah yang menjadi sUll1ber kekuatan serta ll1enjaeli penelorong orang tua untuk tielak jemu-jemunya membimbing dan ll1ell1berikan pertolongan yang dibutuhkan anak-anaknya". 3 Jaeli elapat elikatakan bahwa, keluarga ll1erupakan lingkungan sosial pertall1a yang elikenalkan kepaela anak. Seorang anak ll1engenal kehielupan sosial pertamatama eli elalam lingkungan keluarga. Aelanya interaksi antara anggota keluarga yang satu elengan laimlya menyebabkan anak menyadari akan elirinya bahwa ia berfungsi sebagai indivielu elan juga sebagai makhluk sosial. Sebagai inellvidu dia harns ll1emenuhi segala kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya. Sebagai ll1akhluk sosial ia elituntut untuk ll1enyesuaikan eliri elengan kehielupan bersama. Melalui orang tua anak belajar tolong menolong, ll1engenal aelat istiadat, baik eli lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan elemikian lingkungan keluarga sangat penting untuk perkembangan anak. Oi mana orang tua harus memperhatikan segala kebutuhan anak. Orang tua harns memberikan naflcah yang cukup, mengetahui perkembangan anak dan adanya interaksi yang baik. Seperti pernyatan sosiolog eli bawah ini. Menurut Abu Ahmaeli bahwa: Faktor-faktor yang sangat ll1ell1pengaruhi perkembangan anak eli kemukakan sebagai berikut: keaelaan sosial ekonomi keluarga mempunyai peranan terhaelap perkembangan anak-anaknya, misalnya keluarga yang perekonomiaill1ya cukup, menyebabkan lingkungan materiil yang elihaelapi 3 AlisufSabri, limu Pendidikan... , h. 14. 3 oleh anak di dalam keluarganya akan lebih luas, sehingga ia dapat kesempatan yang luas di dalam memperkenalkan bermacam-macam kecakapan, yang mana kecakapan-kecakapan tersebut tidak mungkin dapat dikembangkan kalau tidak ada alat-alatnya. Selain itu salah satu faktor utama yang lain yang mempengaruhi perkembangan sosial anak ialah faktor keutuhan keluarga. Yang dimaksud dengan faktor keutuhan keluarga terutama ditekankan kepada strukturnya yaitu keluarga yang masih lengkap, acla ayah, ibu, clan anak. Di samping keutuhan keluarga yang terbentuk struktur-struktur tersebut c1iperlukan keutuhan interaksi hubungan antara anggota satu c1engan anggota keluarga yang lain, clan faktor peranan keluarga terhadap perkembangan sosial anak-anak tidak hanya terbatas kepada situasi sosial ekonominya, atau kebutuhan struktur dan interaksinya, tetapi cara-cara dan sikap-sikap c1alam pergaulannya memegang peranan penting di c1alam perkembangan sosial anak-anak mereka. Jadi misalnya orang tua yang selalu bersikap otoriter, yaitu memaksakan kehendak kepada anak-anak mereka, maim anak-anak akan berkembang menjadi manusia pas if, tak berinisiatif, kurang percaya kepada diri sendiri, bersifat ragu-ragu, rasa takut dan sebagainya. 4 Banyak faktor yang menjadikan seseorang c1apat mengembangkan berbagai potensi c1iri. Orang tua adalah orang pertama clalam memberikan dukungan kepacla anaknya, clukungan itu bisa berupa materi ataupun non materi. Dengan adanya materi kebutuhan mareri anak bisa terpenuhi, serta perhatian orang tua clapat menjaclikan anak clari segi psikologis menjacli semangat mcngembangkan potensinya. Dengan clemikian clukungan orang tua berupa materi clan non materi haws seimbang. Karena dengan aclanya kescimbangan maka anak akan berkembang secara wajar. Interaksi orang tua dan anak harus selalu berjalan baik. Sclain interaksi, kebutuhan materi juga harus dipenuhi. Seperti yang dikcmukakan oleh Gerungan: Menurut Gerungan bahwa, hubungan orang tua clcngan anaknya clalam status so,ial-ekonomi serba cukup dan kurang mengalami tekanan-tekanan funclamental seperti dalam memperoleh nafkah hiclupnya yang memadai. Orang tuanya dapat mencurahkan perhatian yang lebih menclalam kepada pencliclikan anaknya apabila ia ticlak clisulitkan dengan perkara kebutuhankebutuhan primer kehiclupan manusia. Kiranya hal ini clapat clianggap -1 Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), Cet. I, h. 90-92 4 benar secara umumnya, tentulah status sosial-ekonomi ini tidak mempakan faktor mutlak dalam perkembangan 50sial, sebab hal ini tergantung kepada sikap-sikap orang tuanya dan bagaimana corak interaksi di dalam keluarga itu. Walaupun status sosial-ekonomi orang tua memuaskan, tetapi apabila mereka tidak memperhatikan didikan anaknya atau senantiasa bercekcok, hal ini juga tidak menguntungkan perkembangan sosial anak-anaknya. Pada akhimya, perkembangan sosial anak itu turut di tentukan pula oleh sikap-sikap anak sendiri terhadap keadaan keluarganya. Mungkin sekali status sosial ekonomi orang tua mencukupi, serta corak interaksi sosial di rumah pun tidak kekurangan, namun anak itu berkembang tidak wajar. Perkembangan sosial memang ditentukan oleh saling pengaruh dari banyak faktor di luar dirinya dan di clalam clirinya, sehingga ticlak mudah menentukan manakah yang menyebabkan kesulitan clalam perkembangan sosial seseorang, yang pacla suatu saat mengalami kegagalan 5 Keaclaan ekonomi memaclai maka orang tua clapat memenuhi segala keperluan yang clibutuhkan oleh anak-anak mereka. Seperti clalam masalah pencliclikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Dengan clemikian anak-anak juga merasa segala kemampuan yang climiliki tersalurkan dengan baik. Hal ini karena tersec!ianya alat-alat bagi perkembangan mereka. Selain itu komunikasi yang baik antara orang tua clan anak akan mempengaruhi perkembangan atau prestasinya. Seperti penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jerman: Peneliti Jerman Prestel, telah membanclingkan prestasi anak-anak sekolah kelas pertama clari beberapa sekolah clasar cli Jerman Barat. Ia menghitung angka rata-rata rapor kelas pertama dari anak-anak yang berasal clari rumah tangga yang status sosial-ekonominya renclah, clibanclingkan clengan angka rata-rata rapor kelas peliama anak-anak yang berasal clari keluarga yang statusnya agak tinggi. Yang menjacli kriterium renclah tingginya status sosial-ekonomi clalam percobaan ini antara lain ialah macam dan tempat rumahnya, penghasilan keluarga, dan beberapa kriterium lainnya mengenai kesejahteraan keluarga. Sebagai hasil dari percobaan ini dikemukakan bahwa prestasi anak-anak dari keluarga yang rendah status sosial-ekonominya pacla akhir kelas pertama lebih tinggi claripacla prestasi anak-anak clari keluarga yang status sosial ekonominya mencukupi. 5 Gerungan, Psikologi sosial, (Bandllng: Eresco, 1988), Cet. I I, h. 182. 6 Gerungan, Psikologi Soslal..., h.t83 5 Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti tersebut dapat disimpulkan bahwa rupanya latar belakang sosial-ekonomi yang sangat tinggi, di mana anakanak sudah biasa hidup mewah sekali dan cenderung dimanja-manja oleh lingkungan sosialnya akan menghambat prestasi belajarnya. Hal ini mempunyai pengaruh negative terhadap perkembangan sosial anak-anak tersebut. Serta keadaan keluarga yang rendah status sosial-ekonominya malah mendapat prestasi tinggi. Hal ini dikarenakan anak dari keluarga status sosialnya rendah sudah terbiasa menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan cepat. Seluruh manusia membutuhkan pendidikan sebagai bekal di hari nanti. Akan tetapi biaya pendidikan pada saat ini sangat tinggi. Oleh karena itu, orang tua mempunyai tanggung jawab untuk perkembangan anak-anaknya. Tapi pada kenyataan orang tua banyak yang kurang memperhatikan masalah anak-anaknya. Misalnya dalam masalah pendidikan, anak mempunyai potensi akademik baik. Tetapi orang tua tidak menyediakan alat-alat yang dapat menyalurkan potensinya. Misalkan buku-buku pelajaran, alat-alat tulis, tas, sepatu, baju seragam sekolah, dan lain sebagainya. Dikarenakan faktor ekonomi atau penghasilan orang tua sangat rendah. Sehingga anak tidak bisa mengembangkan keahlian yang dimiliki. Dengan demikian, karena kebutuhan pendidikan tidak tersedia bagi anak, maIm prestasi belajarnya di sekolah rendah. Sedangkan bagi orang tua yang mempunyai penghasilan memadai, mereka sangat memperhatikan perkembangan anak-anaknya. Orang tua menyediakan berbagai keperlLlan yang dibutuhkan anak, termasuk alat-alat sekolah. Sehingga mereka dapat menyalurkan berbagai potensinya dengan baik tennasLlk prestasinya. Oleh karena itLl anak yang mempunyai orang tua berpenghasilan cukup pada kenyataannya mendapatkan prestasi belajar tinggi. Dari permasalahan yang muncul di dunia pendidikan yaitu orang tua dari sosial ekonomi rendah maIm prestasi belajar anak rendah. Dan orang tua berpenghasilan tinggi maka prestasi anak tinggi. Tetapi hal tersebut tidak mutlak 6 prestasinya. Oleh karena itu anak yang mempunyai orang tua berpenghasilan cukup pada kenyataannya mendapatkan prestasi belajar tinggi. Dari permasalahan yang muncul di dunia pendidikan yaitu orang tua dari sosial ekonomi rendah maka prestasi belajar anak rendah. Dan orang tua berpenghasilan tinggi maka prestasi anak tinggi. Tetapi hal tersebut tidak mutlak teljadi karena penelitian terdahulu mengatakan bahwa anak dari keluarga ekonomi rendah prestasinya tinggi dari pada anak yang status ekonomi keluarganya tinggi. Hal tersebut mllncul masalah sehingga harllS diselesaikan dengan penelitian. B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumllsan Masalah I. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasikan beberapa masalah: a. Terdapat hubungan motivasi orang tua dengan prestasi belajar siswa di Mts Rllhlll Bayan b. Terdapat hllbllngan ekonomi orap.g tlla dengan belajar siswa di Mts Ruhul Bayan c. Tidak acla hubungan lingkungan sosial dengan prestasi belajar siswa di Mts Rllhlll Bayan d. Ticlak acla hllbllngan sikap orang tlla clengan prestasi belajar siswa di Mts Rllhlll Bayan e. Terclapat hllbllngan kelengkapan orang tlla dengan prestasi belajar siswa di MTs Rllhul Bayan II. Pembatasan Masalah Dari icientifikasi masalah cli atas, maka penlliis membatasi penelitian ini pacla masalah: Adakah hllbllngan antara ekonomi orang tua clengan prestasi belajar siswa cli MTs Ruhlll Bayan 7 III. Perumllsan Masalah Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah, maka permasalahan yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut: Adakah hubungan antara ekonomi keluarga dengan prestasi belajar siswa di MTs Ruhul Bayan? C. Tlljuan dan Kegllnaan Penelitian 1. Tujnan Penelitian a. Untuk memperkaya khazanah kepustakaan, ilmu pengetahuan, khuslIsnya bagi pcnulis. b. Untuk mengetahui kondisi ekonomi orang tua siswa di Mts Ruhul Bayan kelas 2 serta hubungannya dengan prestasi belajar siswa. c. Untuk mengembangkan data ten tang ekonomi orang tua, sehingga di pertimbangkan dalam menentukan segala kebijakan mengenai pembiayaan pendidikan di sekolah tersebut. 2. Kegunaan Penelitian a. Sebagai bahan informasi bagi para peneliti yang akan mengcmbangkan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan selia yang berkaitan dcngan itu. b. Sebagai masukan bagi orang tua agar memberikan c1ukungan kepacla siswa untuk meningkatkan prestasinya. BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Pengertian Elwnomi Ekonomi, "ekolJomic, oikolJomikos, oikolJomia dari oikos= rumah; nemein= mengurus, mengelola). Ekonomi ilmu yang membahas: a. obyek ekonomi sumber-sumber langka, terbatas, sementara dipih8k lain keinginan dan kebutuhan manusia ticlak terbatas. b. kegiatan langsung menyangkut produksi, konsumsi c1istribusi barang dan jasa dengan tujuan akhir adalah mensejahterakan masyarakat umum. "J llmu ekonomi itu membahas sumber-sumber langka atau terbatas sedangkan kebutuhan manusia yang diperlukan tidak terbatas. Kegiatan produksi adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan, menghidupi clan mensejahterakan masyarakat pacla umumnya. Ekonomi adalah "ilmu mengenm asas-asas procluksi clistribusi clan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian dan perclagangan), Pemanfaatan uang, tenaga, waktu, clan sebagainya yang berharga, tata kehidupan perekonomian suatu negara"? lacli ekonomi adalah ilmu yang membahas tentang kebutuhan manusia baik berupa procluksi, clistribusi, barang, jasa, dengan maksud memberikan kemudahan clan kesejahteraan masyarakat pacla umumnya. Di bawah ini adalah dalil yang berkaitan dengan masalah perekonomian. Dalam AI-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 275 berbunyi: Save M. Dagull, "Kamus Besar I/mu Pengetahuan", (Jakarta: Lembaga Pengkajian I Kebllclayaan Nlisantara, LPKN), h. t 999. 2 Kamus Besar Bahasa Indonesia, "DEKDIKBUD", Batai Plistaka. 1988. Cet. I. h. 220. 9 iIセ セエ Rjセ セ :rJI セ iJt\C:', \I セ セ JL G ili セ l [ セN L セ セ iセ_\ " ..... セy r;'; G- uセ セ[G ;'... ;"k :;..; L;)I LZM[Gセ セI セ セ /JI ヲセケ 0 (;II |jiセ ftt jNセi J L;) セ セ '" セ eY- 1:' LZ[ セ IェjR Iセ J:: (;11 セGjZl j c JJI セj 0 LZヲN セ[ "Orang-orang yang makan (mengambil) riba lidak dapal berdiri melainkan seperii berdirinya orang yang kemasukan selan lanlaran penyakil gila. Keadaan mereka yang demikian ilu adalah disebabkan mereka berkala, sesungguhnyajual beli ilu sama dengan riba, padahal Allah lelah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang lelah sampai kepadanya IW'angan dari Tuhan-nya lalu lerus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang lelah diambilnya dahulu (sebelum dalang lm'angan), dan urusannya lerserah kepada Allah. Orang yang mengulang mengambil riba, maka orang ilu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya. (QS. Al-Baqarah: 275) Oalam kehiclupan manusia, banyak dari masyarakat melihat tingkat ekonomi clan penghasilan tinggilah yang dapat memberi kebahagiaan bagi anggota keluarga. Seperti pernyataan dari Made Piclarta di bawah ini: Menurut Made Piclarta bahwa, pacla umumnYd orang mengatakan kehidupan seseorang meningkat atau mcnurun selalu c1ikaitkan dengan perekonomian orang tersebut. Meningkat atau menurunnya kehidupan dimulai c1ari rumah yang c1imiliki, jenis kendaraan yang c1ipakai, perhiasan atau maeam pakaian yang biasa dipakai, menu makanan sehari-hari, clan gaya hid up. Jarang sekali orang mengkaitkan naik turunya kehidupan dengan tingkat keclamaian hati. Kebahagiaan keluarga, kejujuran, atau kesucian hidup seseorang, padahal kondisi batin manusia yang merupakan suatu kchidupan 3 Jadi c1apat c1isimpulkan bahwa, kalau kehidupan manusia itu meningkat atau menurun selalu c1ikaitkan dengan perekonomian. Oi mana hanya dilihat dari scgi harta kekayaan yang c1ipunya bukan dilihat c1ari keclamaian hati. Menurut penulis kehiclupan seseorang menurun atau meningkat tidak hanya di lihat c1ari harta kekayaan yang dimiliki. Akan tetapi faktor utamanya dari keclamaian atau ketentraman c1alam kchidupan keluarga khususnya clan kehiclupan masyarakat pada umumnya. 3 Made Pidarta, Landasan Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), Cet. t, h. 233 10 Oleh karena itu kehidupan seseorang bukan hanya di lihat dari pendapatan dan penerimaan. Akan tetapi harus dilihat dari Faktor lain. Dengan demikian perlu diketahui tentang pendapatan dan penerimaan. Seperti yang dikemukan oleh Mulyanto Sumardi dan Hans-Dieter Evers di bawah ini. 2. Pengertian Pendapatan dan Penerimaan Menurut biro pusat statistik pendapatan dan penerimaan dibedakan dalam: a. Pendapatan faktor yang didisribusikan b. Transfer yang bersifat redistributif Pendapatan golongan pertama dapat dibagi lagi menullJt sumbernya menjadi "(1) Penghasilan sebagai gaji dan upah (2) penghasilan dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas, (3) penghasilan dan pernilikan harta,,4 Golongan kedua transfer redistributif, tellJtama terdiri atas "transfer pendapatan yang tidak bersifat mengikat dan biasanya bukan merupakan irnbalan atas penyerahan barang dan jasa atau harta rnilik". 5 Sedangkan menurut Mulyanto dan Hans-Dieter Evers clinyatakan bahwa penclap1tan clibagi menjacli cllla, yaitu: I. Penclapatan berupa liang adalah segal a penghasilan clari pada uang yang sifatnya regliler clan yang diterima biasanya sebagai balas jasa atau kontra prestasi sumber-sumber yang utama adalah gaji clan upah serta lain-lain balas jasa serupa dari majikan; pendapatan bersih dari usaha sencliri dan pekerjaan bebas, pendapatan dari penjualan barang yang dipelihara di halaman rumah, hasil investasi seperti bunga modal, tanah, uang pensiunan, jaminan sosiai serta keuntungan sosial. 2. Sedangkan pendapatan berupa barang adalah segala penghasilan yang sifatnya reguler dan biasa, akan tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa dan diterimakan dalam bentuk barang atau jasa. Misalnya penjualan ·1 Mulyanto Sumardi dan Hans-Dieter Evers, (ed), Kemiskinan ((an Keoufuhan Pokok, (Jakarta: Rajawali. 1986), 5 h. 92 Cet, II, h. 92 . Mulyanto Sumardi dan Hans-Dieter Evers, (ed.), Kemiskinan dan Kebu!uhan Pokolc., . 11 barang-barang yang dipakai, pInJaman uang, hasil undian, warisan, penagihan piutang, kiriman uang, menang judi. 6 Oleh karena itu pendapatan seseorang dapat dibagi menjadi dua yaitu, Pendapatan berupa gaji atau upah yang diperoleh dari usaha seseorang, serta pendapatan yang diperoJeh dari penjualan barang atau jasa, seperti perolehan dari warisan, utang piutang, menang undian dan sebagainya. Biro pusat statistik merinci pendapatan dan pengeluaran dalam kategori sebagai berikut: I. Pendapatan berupa uang yaitu: (1) dari gaji dan upah yang diperoleh dari kelja pokok, kerja sampingan, kerja lembur dan kelja kadang-kadang. (2) dari usaha sendiri, yang meliputi: hasil bersih dari usaha sendiri, komisi, penjualan, kerajinan rumah. (3) hasil investasi, yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik tanah dan (4) dari keuntungan sosial yakni pendapatan yang diperoleh dari kerja sosia!. 2. Pendapatan berupa barang yaitu pendapatan berupa, (I) bagian pembayaran upah dan gaji yang dibentukkan dalam: beras, pengobatan, transportasi, perumahan, rekreasi; (2) barang yang diproduksi dan konsumsi di rumah, antara lain: pemakaian barang yang diproduksi di rumah, sewa yang seharusnya dikeluarkan oleh rumah sendiri yang ditempati. 3. Penerimaan yang bukan mempakan pendapatan, yaitu: penerimaan yang bempa: pengambilan tabungan, penjualan barang-barang yang dipakai, penagihan piutang, pinjaman uang, kiriman uang, hadiah atau pemberian, warisan, menang judi. 4. Pengeluaran makanan 5. Pengeluaran perumahan 6. Pengeluaran pakaian 7. Pengeluaran barang-barang dan jasa. 8. Pengeluaran konsumsi seperti jasa-jasa pengeluaran untuk usaha dan pengeluaran non konsumsi dan lain-lain pembayaran 7 Dari rincian biro statistik di atas pendapatan dapat disimpulkan menjadi: pendapatan uang berasal dari uang gaji atau upah pekerjaan, pendapatan barang dari pembayaran berbagai kebutuhan yang diperlukan, penerimaan uang dan (, Mulyanto Sumardi dan Hans-Dieter Evers, (ed.), Kemiskinan dan Kebuluhan Po/wk... , h.92-93 7 h. 93-94 Mulyanto Sumardi dan Hans-Dieter Evers, (cd), Kemiskinan dan Kehutuhan Pokok ... , 12 penjualan berbagai barang. Sedangkan pengeluaran dapat dibagi menjadi pengeluaran untuk pangan, tempat tinggal, sandang, barang-barang dan jasa, serta pengeluaran konsumsi. Dari berbagai pengeluaran dan pendapatan seseorang maka banyak masyarakat menentukan dari golongan bawah dan golongan atas. Hal ini karena perbedaan status sosial yang terjadi di masyarakat. 3. Cara-Cara Menentulmn Golongan Sosial Konsep tentang golongan sosial tergantung pada cara seseorang menentukan golongan sosial itu. Adanya golongan sosial timbul karena perbedaan status 'dikalangan golongan masyarakat. Untuk menentukan stratifikasi sosial dapat cliikuti tiga metocle yakni: a. Metocle obyektif, yaitu stratifikasi clitentukan berdasarkan kriteria obyektif antara lain jumlah penclapatan, lama atau tinggi penclidikan, jenis pekerjaan b. Metode subyektif, dalam metode ini golongan sosial dirumuskan menuru£ pandangan anggota masyarakat menilai dirinya dari hirarki kedudukan dalam masyarakat itu c. Metode reputasi, metode ini dikembangkan oleh W. Lioyd Warner cs. Dalam metode ini golongan sosial dirul11uskan l11enurut bagaimana anggota masyarakat l11enel11patkan l11asing-masing dalam stratifikasi masyarakat itu. Kesulitan penggolongan obyektif dan subyektif ialah bahwa penggolongan itu sering tidak sesuai dengan tanggapan orang dalam kehidupan sehari-hari yang nyata tentang golongan sosial masing. 8 masmg. Selain itu l11etode yang digunakan untuk berbagai kriteria sosial ekonomi dibedakan dalal11 beberapa hal. Seperti jabatan, jumlah dan sumher pendapatan, tingkat pendidikan, agama, jenis dan luas rumah, lokasi rumah, asal keturunan, partisipasi dalam kegiatan organisasi, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan status sosial seseorang. Tidak ada satu metode yang secara umum berlaku untuk menentukan golongan sosial dalal11 berbagai masyarakat di dunia ini. Mungkin t' Nasution. Sosioloei Pendidikan. (Jakarta: Bllmi aksar3. 1995), f:ef T h ')f)-?7 13 Juga tidak ada kriteria sama yang berlaku bagi masyarakat. Rumah bagus, pendapatan banyak bagi orang desa be1um tentu dianggap rumah bagus atau pendapatan banyak bagi orang kota. Selain itu dalam menganalisis masyarakat Warner menemukan enam golongan yakni "golongan upper-upper, lower-upper, upper-middle, lower-middle, upper-lower, lower-lower". Jadi dapat dibedakan golongan atas, menengah, dan bawah sehingga terdapat enam golongan. Besar tiap kelompok tidak sama, biasanya golongan paling atas kecil jumlah anggotanya, misalnya terdiri atas keturunan feodal kaya raya, yang sangat dihonnati, sedangkan golongan rendah pada umumnya besar jumlahnya dan lazim disebut orang kebanyakan 9 Oi sekitar kehidupan masyarakat banyak sekali penyebutan golongan sosial diantaranya golongan masyarakat atas, menengah, dan bawah. 8 iasanya yang tergolong masyarakat tingkat atas adalah orang-orang golongan ningrat, sedangkan dari golongan menengah ditempati oleh orang-orang kebanyakan yaitu tingkat sedang-sedang saja, dan untuk golongan bawah ditempati oleh orangorang yang dari segi ekonominya sangat kekurangan. Selain dari penyebutan status sosial atau golongan masyarakat, ada juga yang menyebutnya dengan kelas sosial yaitu kedudukan seseorang dalam lingkungan keluarga atau masyarakat. 4. Kelas Sosial (Social Class) Kelas sosial merupakan kedudukan seseorang atau keluarga dalam suatu lapisan masyarakat, di mana kedudukan itu diketahuinya secara sadar serta diakui oleh masyarakat umum. Beberapa pakar berpendapat mengenai kelas sosial, yaitu sebagai berikut: a. Mayer, mengartikan "keJas sosial sebagai lapisan masyarakat berdasarkan unsur-unsur ekonomi. Jadi keJas sosial mendudukan individu-individu dan keluarga dalam posisi ekonomi yang sama".IO 9 Nasution, Sosiologi Pendidikan.,., h. 28 10 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan suatu anahsi.S' .':.osiologi tentang berbagai problem pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipla, 2000), Cel. I, h. 42 14 Jadi dapat diartikan kelas ekonomi adalah di mana ditempatkannya seseorang dalam lapisan masyarakat sesuai ekonomi dan pendapatan yang diperolehnya. b. Menurut P.A. Sorokin ada tiga kelas yang saling berhubungan yaitu: I. "Kelas berdasarkan ekonomi 2. Kelas berdasarkan politik 3. Kelas berdasarkan pekerjaan"ll Dalam kehidupan manusia kelas berdasarkan ekonomi itu ada hubungannya dengan kelas berdasarkan politik dan kelas berdasarkan pekerjaan. Hubungannya berasal dari ruang lingkup yang digeluti. c. Menurut Max Weber ada tiga tipe kelas, yaitu: I. Property class, ialah status kelas bagi para anggota yang ditentukan kepemilikan alat perlengkapan hidup oleh perbedaan 、セャ。ュ (properti) atau kepemilikan tanah dan barang-barang. 2. Acquistion class, situasi kelas untuk anggota-anggota e1itentukan oleh kesempatan untuk menggunakan kecakapannya. 3. Social class, ialah kelas berdasarkan kedudukannya dalam . 1. 12 masyara kat atau sosm Ada juga tipe-tipe kelas dalam lingkungan masyarakat yaitu tipe kelas berelasarkan perlengkapan kesempatan dalam barang menggunakan yang e1imiliki, kecakapan dan tipe kelas berelasarkan tipe kelas berdasarkan sangat menentukan keeludukan sosial e1alam masyarakat. Dengan demikian, peranan ekonomi keluarga perkembangan kepribadian anak, sehingga anak akan memperoleh penghidupan layak dan mampu mengembangkan berbagai potensi-potensi yang sudah aela e1alam e1irinya. Hal ini juga harus dielukung dengan adanya perhatian orang tua atau kelompok keluarga lain. Yaitu terdapat komunikasi yang baik e1alam hubungan sosialisasi dengan keluarga Iainnya. Karena tanpa aela e1ukungan dari 11 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikon suatu analisis sosi%gi fen lang berbagai problem pendidikan ... , h. 43 12 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan suahl analisi.... sosiologi rentang herbagai prob/enl pendidikan ... , h. 43 15 keluarga potensi-potensi yang ada dalam pribadi anak bisa terhambat yaitu tidak dapat mencapai tujuan yang maksimal. Keluarga yang mempunyai kelebihan dalam faktor ekonomi segala kebutuhan anak terpenuhi. Akan tetapi sosialisasi atau komunikasi dalam keluarga tidak baik, maka hal itu juga akan menghambat perkembangan anak dalam meraih cita-citanya, begitu juga sebaliknya. Setelah mengetahui berbagai teori yang berkaitan dengan ekonomi, sebagai variabel X. Selanjutnya penulis membahas mengenai prestasi belajar, sebagai variabel Y. 5. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum mengetahui pengertian prestasi maka harus tahu dahulu pengertian belajar. Belajar adalah "modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is detlned as the modification ar strengthening of behavior through experiencing)". lvlenurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Basil belajar itu bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuall. Selain itu pengertian lain bahwa "belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya. 13 ladi dapat clisimpulkan belajar adalah suatu proses dalam melakukan sebuah perubahall pada diri seseorang. Serta proses clalam menclapatkan pengetahllall baik pengetahllan kognitif, afektif, clan psikomotorik. Setelah mengetahui pengertian belajar maka dapat diketahui pengertian dari prestasi, prestasi belajar menurut pengertian kamlls besar bahasa Indonesia aclalah "hasil yang telah dicapai (clari yang telah dikerjakan/clilakukan), clalam bidang akademik=hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan persekolahan yang bersifat kognitif dan biasanya clitentukan melalui pengukuran dan penilaian. Dalam belajar=penguasan pengetahuan/keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran 13 Oemar Hamalik, Proses Be/ajar Mengojor, (Jakarta: Bumi Aksara, 2(05), Cet. Y, h. 16 Jazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh a ,,14 ouru . Oleh karena itu prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah meJakukan proses belajar mengajar, dan biasanya ditentukan dengan penilaian hasil tes serta ditulis pada buku rapor. Menurut Nana Sujana apa yang dicapai oJeh siswa dalam buku Tohirin adaJah "setelah melakukan kegiatan belajar sering disebut prestasi belajar, tentang apa yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar, ada juga yang menyebutkan dengan istilah hasil beJajar, pencapaian prestasi belajar adalah hasil belajar siswa, merujuk kepada aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik".15 Dengan demikian, hasil belajar siswa tersebut mencakup pada tiga ranah yaitu, ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut. I. Tipe prestasi belajar bidang kognitif Tipe-tipe prestasi belajar bidang kognitif mencakup: tipe prestasi pengetahuan hafalan materi, tipe prestasi belajar pemahaman menangkap makna atau arti suatu konsep. tipe prestasi belajar penerapan suatu konsep/memecahkan masalah baru, tipe prestasi belajar anaJisis atau nalar, tipe prestasi belajar sintesis/mampu menyatukan sebuah unsur menjadi satu kesatuan, tipe prestasi belajar evaJuasi, di mana seseorang mampu menilai suatu permasalahan. 2. Tipe prestasi belajar bidang afektif Bidang afektif berkenaan dengan sikap dan nil ai, tingkatan bidang afektif sebagai tujuan dan tipe prestasi belajar mencakup: 14 Kamus Besar Bahasa Indonsia, DEPDIKBUD. Balai Puslaka, 1988, Cel. t. h. 700. 15 Tahirin, Psikologi pembelajaran Pendidikan Agama islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 20(6), h. 151 17 Pertmna, kepekaan dalam menenma rangsangan dari luar yang datang pada siswa, baik dalam bentuk masalah, situasi, dan gejala. Kedua, memberi respon terhadap masalah yang ada. Ketiga, memberikan penilaian terhadap suatll masalah. Keempat, pengembangan nilai ke dalam suatu sistem organisasi. Kelima, keterpaduan dari semua nilai yang dimiliki akan mempengaruhi kebribadian seseorang. 3. Tipe prestasi psikomotorik Tipe prestasi belajar bidang psikomotorik bisa dalam bentllk keterampilan (skill), dan kemampuan bertindak seseorang, yaitll keaktifan yang ada pada diri siswa. Oalam kegiatan belajar mengajar seseorang harus mencapai prestasi belajar secara keselumhan. Oi mana prestasi belajar mencakup pada tiga tipe yaitu, prestasi pengetahuan, sikap dan nilai serta prest'lsi keterampilan. Setelah mengetahui tipe-tipe prestasi yang hanls dicapai oleh siswa ketika melakukan proses belajar mengajar, maka harus mengetahui penghantar ll111nculnya prestasi belajar. Oi ll1ana prestasi belajar akan mllncul ketika adanya hal-hal yang bisa membangkitkan semangat seseorang ketika melakukan usaha. 6. Penghantar Munculnya Prestasi Belajar Berdasarkan pengalaman banyak sekolah sekiranya dapat dipahami bahwa penghantar muncllinya prestasi bertalian erat dengan hal-hal sebagai berikut, yaitll:" potensi diposisikan sebagai aCllan, memberikan reward dan punishment, bersinergi dalam pemberdayaan, memberlakukan sistem organik, dan terciptanya rasa keadilan".16 16 116 Nursisto, Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah, (Insan Cendekia, 2002), Cet. I, h. 18 a. Potensi sebagai acuan Sekolah adalah tempat berkumpul begitu banyak potensi guru, kepala sekolah, dan pegawai tata usaha sudah meliputi berbagai aspek kehidupan. Mereka melakukan kerja sama satu dengan yang lainnya. Dalam lingkungan sekolah, bila berbagai potensi ada di dalamnya, sebuah harapan adalah ditunggunya berbagai prestasi yang dimiliki masing-masing orang. Oleh karena itu antara prestasi dan potensi pada hakikatnya sulit untuk dipisahkan, hal tersebut seperti dua mata uang yang menyatu. b. Memberi reward dan punishment Ganjaran dan hukuman harus diberikan kepac!a semua warga sekolah tanpa pilih kasih, ganjaran dan hukuman dikaitkan dengan prestasi kerja yang dia lakukan. Artinya, kalau ada tenaga kerja yang benar-benar rajin bekerja, entah dia guru atau pegawai haruslah diberi penghargaan. Kalau sebaliknya yang terjadi tanpa boleh pilih-pilih. perlakuan adil harus dilakukan. Sistem reward dan punishment akan mendorong semua orang eli lingkungan kerja untuk berlomba-Iomba tampil berprestasi dan mempunyai semangat melakukan pekerjaan, sehingga penyakit malas sudah tidak ada lagi. c. Bersinergi dalam pemberdayaan Bersinergi dalam pemberdayaan sekolah menjadi sangat penting. Sebab yang mungkin dapat dirintis oleh sekolah untuk mewujudkan prestasinya adalah dalam bidang sangat luas. Di mana lembaga atau instansi mengadakan kerja sarna dengan masyarakat luas. Secara prinsip sekolah harus mampu melihat pada semua bidang dan alternative pemberdayaan yang bisa di tempuh harus dilakukan demi mengembangkan wawasan keunggulan yang dimiliki setiap sekolah. 19 d. Sistem organik Sistem organik adalah sebuah sistem yang menganggap bahwa semua bagian di dalam organisasi sekolah semuanya adalah penting. Dengan sistem organik dimaksudkan bahwa dalam lingkungan sekolah pada dasarnya tidak ada satu peran yang paling dominan, melainkan semuanya penting, Bukan hanya kepala sekolah dianggap penting. Melainkan sampai tukang sapu dan penjaga malam semuanya penting, Sehingga semua anggota yang ada di dalam lembaga mempunyai tugas rnaslng-masing. e, Terciptanya rasa keadilan Rasa keadilan biasanya tcrkait dengan dua hal yaitu, berkenaan dengan materi dan berkenaan dengan penentuan persona yang didudukkan dalam suatu tim. Baik yang tergolong untuk kepentingan besar maupun keci!. lIntuk menciptakan rasa keadilan itu beberapa langkah yang bisa dilakukan ialah sebagai berikut: I, Deskripsikan dengan jelas semua peran yang dilakukan oleh guru dan semua karyawan di sekolah 2, Melakukan pembagian materi secara proposional 3. Dalam pembagian harus melibatkan orang-orang yang bijaksana 4, Dalam hal non materi dudukan persona yang mempunayal kompetensi sehingga diharapkan dapat membawa kemajuan sekolah di hari depan 5, Hindarkan persona tertentu yang terkesan dominan 6. Adanya kaderisasi 7. Melaksanakan musyawarah sebelum mengambil keputusan Setelah mengetahui beberapa hal yang berkaitan tentang penghantar munculnya prestasi, Kemudian penulis ingin membahas mengenai norma ukuran orestasi, 20 7. Ukuran Prestasi Belajar Ada beberapa alternatif norma pengukuran prestasi belajar sebagai implikasi keberhasilan belajar siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. Diantara norma-norma pengukuran menurut Tohirin adalah: ° Pertama, norma skala angka dari sampai 10 Kedua, norma skala angka dari 0 sampai 100 Ketiga, norma skala angka dari 0,0 sampai 4,0 Keempat, norma skala huruf dari A sampai E Angka terendah yang menyatakan kelulusan atau keberhasilan belajar (passing grade) skala 0 sampai 10 adalah 5 atau 6, sedang untuk skala sampai lOO adalah 55 atau 60, untuk skala 0,0 sampai 4,0 aclalah 1,0 atau l,2, dan untuk skala huruf adalah D. Apabila siswa dalam ujian clapat menjawab atau menyelesaikaan lebih dari separuh clari soal-soal ujian (tugas-tugas) di anggap telah memenuhi syarat target minimal keberhasilan belajar. Namun clemikian perlu clipel1imbangkan oleh para guru atau sekolah tertentu, penetapan passing gracle yang lebih tinggi misalnya 70 atau 75 untuk pelajar-pelajar inti (core subject). Dewasa ini telah terjadi peningkatan ukuran terenclah keberhasilan belajar siswa. Siwa yang berhasil menyelesaikan soal-soal l.ljian sebanyak 75% sampai 80% clari seluruh soal-soal, clianggap memenuhi stanclar kelulusan. Peningkatan ukuran seperti itu akan menentukan grade sekolah atau maclrasah tertentu. l ? ° Berclasarkan norma-norma ukuran cli atas, ticlak acla keharusan bagi para guru untuk menggunakan satu norma secara kaku. Norma-norma ukuran mana pun bisa c1igunakan sebagai acuan dalam memberikan ukuran terhadap prestasi belajar siswa sepanjang sesuai aturan yang c1itetapkan oleh lembaga berwenang. Dengan aclanya penghantar munculnya prestasi belajar serta ukuran prestasi yang telah c1itentukan maka suatu lembaga pencliclikan muclah dalam mengukur prestasi peserta diclik. Selain itu tujuan belajar siswa akan terorganisir secara baik dalam mencerclaskan peselta cliclik. 17 Tohirin Psikn/ofJi Pe.mhelaiaran Pendidikan A !!att/a islam .... h. 1.59-160 21 8. Tujuan Belajar Belajar Menurut Alisuf Sabri adalah "suatu aktifitas yang bertujuan. Tujuan belajar ada yang benar-benar disadari dan ada pula yang kurang begitu disadari oleh orang belajar Tujuan belajar itu erat kaitannya dengan perubahan atau pembentukan tingkah laku tertentu. Dan tujuan belajar positif dapat dicapai secara efektifhanya mungkin terjadi dalam proses belajar mengajar di sekolah"I8 Tujuan belajar adalah untuk perubahan tingkah laku pada diri orang yang belajar. Dengan adanya kegiatan beiajar mengajar seseorang akan mengalami perubahan baik dari segi fisik atau psikologi. Sehingga yang sebelumnya masih minim dengan pengetahuan setelah masuk sekolah semakin matang clan clewasa l11enerima berbagai pengetahuan yang diberikan. Menurut Winarno Surachmacl dalam buku Alisuf Sabri, tujuan belajar di sekolah clitujukan untuk mencapai: a) "Pengumpuian pengetahuan b) Penanal11an konsep dan kecekatan atau keterampilan c) Pembentukan sikap clan perbuatan"I9 Tujuan belajar tersebut dalam dunia pencliclikan sekarang lebih dikenal clengan tujuan penclidikan menumt taksonol11i bloom. Yaitu tujuan belajar siswa cliarahkan untuk mencapai ketiga ranah: kognitif, afektif clan psikomotorik, yaitu pengetahuan, sikap, dan keteral11pilan yang dapat digunakan untuk kehiclupan masa clepan. Tujuan belajar "kognitif untuk memperoleh pengetahuan faktalingatan, pemahaman, aplikasi, kemampuan berfikir anal isis, sintesis dan evaluasi. Tujuan belajar afektif untuk memperoleh sikap, apreSIaSI, karakterisasi. Tujuan psikomotorik untuk memperoleh keterampilan fisik yang berkaitan dengan keterampilan gerak maupun keterampilan ekspresi verbal dan non verbal,,20 " Alisu[ Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedomau Hum Jaya. 1996), eel. I, h. 58 19 Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan ... , h. 58 20 A11,C:llf ゥイィセs Psikn/ofIi Pendidikan h_ 59 22 Semua tujuan belajar yang diinginkan adalah untuk membentuk pribadipribadi anak didik menjadi manusia bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Sehingga bekal yang diperoleh dari bangku sekolah dapat digunakan untuk kepentingan-kepentingan sosia!. Dalam dunia pendidikan segal a sesuatu mempunyai tujuan, termasuk kegiatan belajar mengajar. Dntuk mencapai tujuan belajar mengajar pasti ada faktor-faktor pendukung dan yang menghambat. Oleh karena itu dalam kajian pustaka perlu untuk dibahas. 9. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa di sekolah yang secara garis besarnya dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: I. "Faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar diri siswa terdiridari faktor lingkungan dan faktor instrumental 2. Faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri siswa, berupa faktor fisiologis dan faktor psikologis pada diri siswa" 21 Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah berasal dari luar diri siswa yaitu pengaruh dari Jingkungan sekitar. Selain itu ada pula faktor yang berasal dari dalam diri siswa yaitu terkait dengan proses belajar mengajar yang berJangsung dilingkungan sekolah. Seperti media belajar, keadaan guru mengajar dl!. a) Faktor-faktor lingkungan Faktor Jingkungan siswa dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: faktor lingkungan alam/non sosial dan faktor lingkungan sosial, yang termasuk faktor lingkungan non sosial/alami ini ialah seperti: keadaan suhu, kelembaban udara, waktu (pagi, siang, malam), tempat letak gedung sekolah, dan sebagainya. Faktor lingkungan sosial baik berwujud manusia dan presentasinya termasuk budayanya akan mempengamhi proses dan hasil belajar siswa. b) Faktor instmmental Faktor instmmental ini terdiri dari gedung/sarana fisik kelas, saranalalat pengajaran, media pengajaran, gum dan kurikulum/materi pelajaran serta 21 A li<::Hf S}lhri Psilw/nfJi Pendidikan ... h. 59 strategi belajar mengajar yang digunakan akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. c) Faktor-faktor kondisi internal siswa Faktor kondisi fisiologis siswa terdiri dari kondisi kesehatan dan kebugaran fisik dan kondisi panca inderanya terutama penglihatan dan pendengaran. 22 Perlu diketahui bahwa semua faktor lingkungan yang ada disekitar siswa akan mempengaruhi belajarnya. Di mana kalau keadaan kondusif tanpa ada gangguan maka siswa belajar dengan baik sehingga menunjang prestasinya. Dan sebaliknya, lingkllngan yang kurang kondusif atau banyak ganggllan maka mengganggll belajar siswa. Adaplln faktor psikologis siswa yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah faktor: "minat, bakat, intelegensi, motivasi dan kemampllankemampllan kognitif seperti: kemampllan persepsi, ingatan, berfikir, dan kemampllan dasar pengetahuan (bahan appersepsi) yang dimiliki siswa".23 Selain faktor lingkllngan ycng dapat mempengaruhi belajar siswa, faktar psikologis siswa juga mempengaruhi belajar siswa. Seperti segala kemampuan atall potensi yang slldah ada pada diri siswa. Kemampuan-kemampllan tersebut akan tenlS berkembang dengan adanya belajar. Faktor-faktor keslilitan belajar menurut Muhibbin Syah, melipllti: 1. Faktor intern siswa, melipllti gangguan atau kurangmampllan psikofisik siswa, yakni: a. Yang bersifat kognitif (ranah cipta), seperti rendahnya kapasitas intelektllallintelegensi siswa b. Yang bersifat afektif(ranah rasa), seperti labilnya emosi dan sikap c. Yang bersifat psikomotor (ranah rasa), seperti terganggllnya alatalat indera penglihat dan pendengar Faktor ekstern siswa, meliputi semlla sitllasi dan kondisi lingkllngan sekitar yang tidak mendllkung aktivitas belajar siswa, yakni: a. Lingkungan keillarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan antara, dan rendahnya kehidllpan ekonomi keillarga b. Lingkllngan perkampllanganlmasyarakat contohnya: perkampllngan kumuh, dan teman pennainan yang nakal 2. 22 Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan .. , h. 59 23 A Qゥセャヲ セZQィイゥ P.\'iknln<:rj Ppndidi!rnn h nO 24 c. Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung sekolah dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah 24 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, faktor intern dan ekstern siswa sangat mempengaruhi belajar siswa. Di mana belajar yang terganggu akan menimbulkan dampak yang negatifuntuk prestasi siswa di sekolah. Selain itu menurut Fadilah Suralaga, dkk ada beberapa macam penyebab kesulitan belajar adalah: a. b. c. d. e. f. g. h. 1. J. Rendahnya kemampuan intelektual siswa Kurangnya motivasi Gangguan-gangguan perasaan Kurangnya kematangan untuk bel ajar Latar belakang sosial yang kurang menunjang Kebiasaan belajar yang kurang baik Kemampuan mengingat yang lemah Terganggunya alat indera Proses belajar yang tidak sesuai 25 Tidak adanya dukungan dari lingkungan belajar Menurut penulis sebab dari kesulitan belajar siswa adalah beilim cllkup umur, kllrang motivasi/dukungan dari orang tua, perekonomian yang kurang menunjang, adanya gangguan-gangguan panea indera/cacat, kebiasaan belajar yang kurang baik dan intelektual yang rendah. Oleh karena itu, setelah mengetahui faktor-faktor yang menghambat belajar siswa maka perlu adanya solusi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa: a. Melakukan observasi kelas untuk melihat prilaku menYlmpang Slswa ketika mengikuti pelajaran b. Memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa khusllsnya yang diduga mengalami kesulitan belajar 24 Ivluhibbin Syah) Psikologi Pendidikan Sua/u pendekatan Bart!. (Sandung: Remaja Rosda Karya, 1995), CeLl, h. 173-174 25 Fadilah Suralaga, dkk; Psikologi Pendidikan dalam Prespekti/ Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Press. 2005), Cet I, h. 136 25 c. Mewancarai orang tua atau wali siswa untuk mengetahui hal ihwal keluarga yang mungkin menimbulkan kesulitan belajar d. Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu untuk mengetahui hakikat kesulitan belajar yang dialami siswa e. Memberikan tes kemampuan intelegensi (lQ) khususnya kepada siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar 26 Dengan melakukan berbagai langkah-langkah tersebut maka penyebab kesulitan belajar akan terselesaikan. Sehingga siswa dapat melakukan proses belajar mengajar dengan tenang, tanpa ada gangguan. Serta mampu mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang dicita-citakan. Oleh sebab itu seorang pendidik harus mengetahui siapa saja yang terdapat dalam lingkungan pendidikan. Menurut Alisuf Sabri menjelaskan bahwa "faktorfaktor pendidikan adalah faktor pendidik, faktor anak didik atau pesel1a didik, dan faktor lingkungan" 27 a. Faktor pendidik Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan atau kedewasaan anak didiknya, Yang termasuk faktor pendidik adalal1 orang tua, guru, atau orang dewasa yang diserahi untuk mendidik anak. Akan tetapi orang tualkeluarga adalah orang yang pertama bel1anggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Karena orang tua aclalah pendidik pertama dan utama sebelum diserahkan kepada sekolah, b, Faktor anak didik atau peserta didik Anak didik adalah orang yang belum dewasa, oleh sebab itu anak tersebut masih menjadi tanggung jawab seorang pendidik. Anak didik adalah anak yang memiliki sifat ketergantungan kepada pendidiknya, karena secara alami ia tidak berdaya. la sangat memerlukan bantuan pendidiknya untuk menyelenggarakan dan melanjutkan hidupnya baik jasmani 111aupun rohani, Sehingga dapat berinteraksi di lingkungan keluarga dan masyarakat dengan bailc 26 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Sualu pendekalan Baru, " h. 175 " Alisllf Sabri, IImu Pendidikan"" h, 8 26 c. Faktor lingkunganJmilieu Menurut wujudnya lingkunganJ milieu ini dibagi menjadi empat yaitu: I. Lingkungan yang berwujud manusia seperti orang tuaJkeluarga, ternan-ternan bermain, tetangga, ternan sekolah dan kenalan-kenalan lain. 2. Lingkungan kesenian berupa macam-macam pertunjukan seperti gambar hidup, wayang, ketoprak, sandiwara, dan lain-lain. 3. Lingkungan berwujud kesusasteraan, seperti bermacam-macam tulisan, atau bacaan yang ada di koran, majalah dan buku-buku lain. 4. Lingkungan berwujud te1I1pat yaitu seperti tempat tinggal di mana anak di besarkan, iklim dan tempat/claerah di mana anak tinggal, dan lain-lain. Diantara pendidik, anak didik dan lingkungan semuanya saling terkait. Karena dengan adanya anak didik, mereka membutuhkan bimbingan dan pengajaran. Sehingga muncul pendidik untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada peserta didik. Serta menggunakan lingkungan yang kondusif sebagai tempat belajar. Setelah mengetahui berbagai faktor-faktor kesulitan belajar Slswa maka perlu diadakan evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui kemaj uan Slswa selama belajar. 10. Evaluasi Hasil Belajar Tujuan dilakukannya evaluasi menurut Muhibbin Syah adalah: a. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam kurun waktu proses belajar tertentu. b. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya c. Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar d. Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimiliki) untuk keperluan belajar. e. Untuk mengetahui daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses belajar mengajar. 28 27 Setiap orang yang melakukan proses belajar mengaJar harus mempunyal tujuan Tujuan pembelajaran diantaranya untuk mencerdaskan peselia didik setelah adanya belajar. Dengan tercapainya kegiatan belajar yang dilakukan maka dapat dikatakan telah mencapai keberhasilan dalam pendidikan. Karena pembelajaran merupakan suatu proses yang kondisional, artinya terkait erat dengan kondisi-kondisi tertentu. Oleh sebab itu pencapaian hasil pembelajaran (hasil belajar) juga terkait dengan kondisi-kondisi tertentu baik yang ada dalam diri siswa maupun yang berasal dari luar diri siswa sepelii yang telah diuraikan di atas. Dalam mengevaluasi terhadap kegiatan belajar siswa atau hasil belajar siswa, hendaknya gum memperhatikan aspek-aspek psikologis siswa. Kondisi psikologis siswa sangat mempengaruhi aktifitas clan hasil belajarnya. Siswa yang pintar clalam kesehariannya, apabila di saat mengikuti ujian dalam kondisi yang tidak prima, bisa saja memperoleh hasil yang bumk (ticlak memuaskan). Apabila guru hanya memberikan nilai berclasarkaan hasil yang diperoleh siswa secara riil, maim akan menimbulkan dampak psikologis (keccwa dan kurang puas) terhadao . . Slswa. セ Dalam mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa seorang guru harus memperhatikan clari berbagai faktor. Diantaranya aclalah faktor yang menghambat clan penclukung hasil belajar siswa. Sehingga akan cliketahui clata yang riil tentang perkembangan clan kemajuan peserta diclik setelah mengikuti proses belajar mengajar. Konclisi psikologis siswa hams menjacli pertimbangan bagi para gum (terlebih guru pendiclikan agama islam) dalam memberikan penilaian hasil belajar kepada siswa. Penilaian hasil pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor harus dijiwai oleh psikologi, khususnya psikologi pembelajaran sehingga tidak menimbulkan dampak psikologis yang bumk pada siswa. Faktor-faktor psikologis seperti intelegensi (kecerclasan), kemampuan, minat belajar, motivasi belajar, bakat, sikap dan lain-lain sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Selain itu kondisikondisi di luar siswa juga tumt mempengamhi hasil belajar siswa. Kesemua faktor-faktor di atas hendaknya menjadi pertimbangan bagi guru 30 clalam menilai hasil belajar siswa. 29 Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam .. , h. 158 28 Setiap proses pendidikan dan pembelajaran, terlibat didalamnya unsur peserta didik, guru, materi serta media pembelajaran. Selain itu faktor pisik dan psikologis juga sangat mempengamhi hasil belajar. Seorang guru dalam memberikan penilaian dari segi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Mereka harus mempunyai ilmu psikolog, sehingga penilaian itu tidak membuat anak jadi merasa rendah dari yang lain serta tidak menjadi sombong bagi yang pintar. Dari banyaknya faktor-faktor pendidikan, yaitll mlilai dari ekonomi keillarga, tujuan belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sampai pada evaluasi hasil belajar. Semuanya merupakan satu kesatllan dalam masalah pendidikan. Supaya belajar mempunyai tlljllan untllk mencerdaskan kehidupan bang sa. Maka dalam dunia pendidikan harus adanya keadilan bagi setiap orang. Orang kaya dan miskin harus mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan. Bagaimana caranya merupakan tugas bagi pemerintah dalam masalah ini. II. Tiadanya Persamaan Kesempatan Apa yang telah dinyatakan sampai saat ini rneminta perhatian terhadap kenyataan tentang diakuinya hampir secara universal, prinsip dari persamaan formi! dari pada kesempatan menuntut pendidikan. Sebagaimana seorang ahli sosiologi Halsey mengatakan: Revolusi pemikiran Eropa di akhir abad 19 dan 20, kini telah menjadi titik tolak yang pasti bagi penilaian terhadap sistem pendidikan modern. Namun persamaan dengall itu .... , kemampuan menarik keuntungan clari pendiclikan itu sencliri semakin banyak clijumpai sebagai akibat pengalaman sosial. Sebagaimana clibllktikan oleh pellinjauan psikologi clan sosiologis, maim pengamh faktor-faktor sosial atau in'elegensi yang ditakar dan atas dicapainya sesuatu clalam pendidikan adalah seclemikian rupa hingga clitarik kesimpulan moril bahwa persamaan dalam kesempatan hanls cliuraikan kembali dengan pengertian yang tajam agar meliputi kesempatan mengatasi kesulitan terhaclap pengembangan kecakapan seseorang. I-Iubungan erat antara kecakapan yang di ukur clan latar belakang sosial 1 I _1'_ ⦅ lセ⦅セ⦅セ ...J_1 I__ ...l 1-_ .... 1.._ ._ .. 1..1- :_: 29 Penemuan ini telah diterapkan secara universal. Di tiap negeri, orangorang yang tinggal di kota mendapat lebih banyak pendidikan dan lebih sukses pula dari mereka yang ada di desa. Di tiap negeri anak-anak dari keluarga yang orang tuanya mempunyai mata pencahariannya berdasarkan keahlian atau sebagai pegawai kantor, akan lebih berhasil dalam pendidikan daripada mereka yang orang tuanya bekerja sebagai pekerjapekerja kasar. Oleh karenanya, dalam kebanyakan negeri informasi pendidikan sebagian besar tergantung pada pengadaan kesempatan, yang semula tersedia bagi golongan yang istimewa kedudukan dan haknya, tapi dapat juga digunakan oleh semua anak. 31 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya kesempatan dalam dunia pendielikan elikarenakan ekonomi keluarga mempunyai tingkat penghasilan tinggi. Sehingga anak menelapat kesempatan belajar yang baik pula. Di mana seorang anak yang mempunyai orang tua berpenghasilan tinggi akan lebih sllkses elari paela anak berasal elari orang tua berpenghasilan kurang. Oleh karena itu anak yang orang tuanya bekerja eli kantor berelampak paela prestasi anaknya. Seelangkan bagi anak yang orang tua bekerja kasar akan berelampak paela prestasi yang kllrang berhasil. Basil-hasil penelitian baru-ban.1 ini memberi kesan bahwa perbeelaan yang elicapai elalam sistem penelielikan paela berbagai tingkatan pertama-tama elitentukan oleh pengalaman terdahulu. Dan sebagai ihtisar kasar pengalaman terelahulu ini mllngkin elapat eli buat penggolongan menll1l.lt kelas sosio-ekonomis, menurut kelamin elan elaerah asalnya. Maka paela umur untuk masllk sekolah dasar elalam suatu masyarakat kota, Perbeelaan eliantara kecakapan dan kemauan anakanak untuk belajar suelah nampak jelas. Serta penghalang kasar ter1entu suelah terlihat eliantara mereka yang berasal elari rumah tangga kurang mampu. Misalnya perbenelaharaan kata elari masyarakat yang relative makmur akan lebih luas elan elalam banyak hal elaya-tangkap mereka akan lebih cepat. Sepel1i yang dikatakan oleh Douglas: 30 Pada masa kanak-kanakpun hubungan antara anak-anak dan orang-tua mungkin berpengaruh terhadap prestasi pendidikan kelak dengan membentuk keinginan belajar. Anak yang ingatannya ada hubungannya dengan dendam tidak dapat diharapkan bersaing dengan sukses terhadap mereka yang ingatannya ada hubungannya dengan perasaan yang kita namakan kepuasan diri atau pengertian berprestasi. Banyak bukti dapat diberikan bahwa penjagaan orang tua yang eerdik dan berpengertian dalam tahun-tahun permulaan memberi latar belakang dan arti pada apa yang dipelajari. Perbedaan pokok terletak antara anak-anak karyawan-bukanpekerja-kasar dan anak-anak para pekerja kasar. Yang tersebut terdahulu rata-rata relative sedikit yang berpenyakit infeksi pada masa kanak-kanak; mereka dirumah mendapat perawatan amat baik dan ibu mereka seeara teratur membawa mereka ke pusat kesejahteraan anak-anak dan pada umumnya mereka menggunakan kesempatan yang diberikan oleh jasa-jasa dinas kesehatan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain mereka mempunyai apa yang mungkin dapat dinamakan pol a perawatan tingkat menengah. Sebaliknya anak-anak dari pekerja kasar lebih sering sakit terutama infeksi paru-paru dan para ibu mereka oleh para pejabat dinas kesehatan yang mengunjungi mereka, dinyatakan telah memberikan perawatan yang rendah mutunya bagi anak-anak dan rumah tangga mereka, relative sedikit menggunakan jasa pusat kesejahteraan anak-anak, dan jarang sekali memberikan pengebalan anak-anak mereka terhadap difekteri. Keluarga-keluarga yang meningkat ataupun menurun kedudukan sosialnya mempunyai sifat khas dan aspirasi golongan-golongan yang mereka masuki dan bukannya golongan yang mereka tinggalkan. lnipun berlaku pula bagi keeakapan anak-anaknya seperti yang telah diukur dengan ujian-ujian itu. Anak-anak dari para keluarga yang meningkat kedudukan sosialnya, memiliki ukuran kecakapan lebih baik dari mereka yang ditinggalkan meski agak rendah dibanding dengan golongan yang mereka masuki. 32 Kesimpulan dari pernyataan para peneliti di atas ialah bahwa perhatian orang tua terhadap anak-anaknya dalam pendidikan sangat mempengaruhi hasil belajar anak atau terhadap prestasinya. Sehingga anak yang mendapat perhatian dari orang tuanya akan mempunyai keeakapan dalam hal pengetahuan. Sikap .anak-anak terhadap pekerjaan sekolah mereka sangat dipengaruhi oleh besar keeilnya dorongan dari orang tua mereka dan oleh tingkat kestabilan emosi mereka sendiri. Anak-anak yang orang tuanya kurang perhatian serta pengadaan 32 Jhon Vaizey, Pendidikan di Dunia lvlodern ... , h. 112-114 31 peralatan belajar yang tidak menunjang akan berpengamh terhadap prestasinya, Selain itu kebanyakan keluarga yang kurang perhatian kepada anak-anaknya kurang juga rnernperhatikan kesehatan anak, Sehingga kebanyakan rnereka mudah terserang penyakit, berbeda dengan keluarga rnampu sangat rnernperhatikan kesehatan anak-anaknya. B. KERANGKA BERPTI<IR Pendiclikan aclalah milik dari semua manusia clengan pencliclikan seseorang mempunyai pengerahuan atau wawasan, Pendidikan rnerubah clari kepribadian clan akhlak ticlak baik menuju akhlak baik. Menjaclikim kehidllpan kurang baik rnenllJlI kehidupan yang memadai/layak. serta clapat rneningkatkan kebutuhan/clilingkungan sosial menjacli lebih baik. Karena dalarn kehidupan sosial semlla orang tidak bisa dilepaskan dari kebutllhan ekonomi ataupun pemenuhan keblltuhan L1ntuk makan, minum, pakaian, JUmah dan lain sebagainya. Dengan dernikian keluarga adalah wadah yang pertama untuk bertanggllng jawab bagi pencliclikan anak-anaknya. Keluarga mempllnyai banyak fimgsi, salah satllnya timgsi ekonomi. Dalam memenuhr berbagai keblltllhan yang cliperlukan oleh anak-anaknya adalah untuk pemenuhan berbagai keperluan sekolah. Karena tanpa dana yang rnencukupi rnaka berbagai alat-alat atau biaya adrninistrasi anak tidak dapat terpenuhi, Oleh karena itu berbagai potensi atau kernarnpllan yang dimiliki anak tidak bisa tersalurkan dengan bail" Sehingga dapat rnenghambat cita-cita atall prestasi yang diinginkan, Berdasarkan teori dan konsep yang telah dijelaskan bahwa faktor ekonomi dapat memberi pengaruh terhadap prestasi belajar siswa, Pada kenyatannya ekonorni orang tua mempunyai peran",! penting dalam rnernberi semangat prestasi belajarnya, Karena apabila anak mempunyai alat-alat yang cukup, maka segal a peralatan atau kebutuhan belajar dapat terpenuhi. Serta dapat rneningkatkan 32 yang berasal dari keluarga ekonomi rendah. Maka kemungkinan untuk berprestasi dalam belajar bisa terhambat. Hal itu disebabkan kekurangan dalam hal peralatan yang dibutuhkan oleh siswa. Jadi ada kemungkinan hubungan yang positif antara ekonomi keluarga dengan prestasi belajar siswa. Tetapi bisa jadi ekonorni bukanlah pendukung prestasi belajar, karena ada faktor lain yang mempengaruhinya. Dengan clemikian diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara ekonomi orang tua dengan prestasi belajar. Oleh karena itu, jib ekonomi orang tua siswa mampu maka prestasi belajar siswa akan tinggi, dan sebaliknya jika ekonomi orang tua rendah maim prestasi belajar siswa juga rendah. C. PERUMUSAN HIPOTESIS Berdasarkan kajian teori dan kerangka bertikir, maim dapat di rumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: Ho: Tidak ada hubungan yang positif antara ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa Ha: Ada hubungan yang positif antara ekonomi orang tua dengan prestasi Slswa. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang digunakan untuk penelitian ini adalah di MTs Ruhul Bayan Cisauk, Tangerang. Sedangkan waktu untuk melakukan penelitian dimulai pada bulan April-Juni, 2008. B. Metode Penelitian Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah "kausal komparatif". Penelitian ini bertujuan membandingkan dua atau tiga peristiwa yang sudah terjadi melalui hubungan sebab akibat dengan cara mencari sebab-sebab terjadinya peristiwa berdasarkan pengamatan akibat-akibat yang mungkin tampak dan teramati".l Selanjutnya penulisan penelitian ini mengacu pada buku pedoman penulisan skripsi, yang diterbitkan oleh DIN Jakarta tahun 2007. C. Variabel Dalam penelitian ada dua variabel yaitu: a. Variabel bebas (dependent) yaitu variabel ekonomi orang tua. Variabel ini disimbolkan dengan hurufX. b. Variabel terikat (independent) yaitu variabel prestasi belajar siswa. Prestasi tersebut dilihat dari nilai rapor. Variabel ini disimbolkan dengan huruf Y. Hubungan antara kedua variabel ini jib diamati dari segi arahnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hubungan yang sifatnya searah dan hubungan yang sifatnya berlawanan arah. Hubungan yang sifatnya satu arah 1 4? Subana, Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Pustaka Selia, 2001), Cet. I, Hal. 34 dinamakan korelasi positif sedangkan hubungan yang berlawanan arah disebut korelasi negatif. D. Definisi Konsep, Definisi Operasional dan Kisi-kisi Instrumen Penelitian 1. Definisi Konsep a. Ekonomi Orang Tua Ekonomi orang tua adalah tingkat ekono111i dan penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga serta memberi kebahagiaan bagi anggota keluarganya. b. Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dikerjakan/dilakukan), dalam bidang akademik hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan persekolahan yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. 2. Definisi Operasional a. Ekonomi Orang Tua Ekonomi orang tua adalah yang terkait dengan pendidikau anak, tingkat ekonomi, dan pekerjaan. 1. Ekonomi orang tua yang terkait dengan pendidikan anak meliputi: memberikan makanan yang bergizi, memenuhi perlengkapan sekolah, memperhatikan kesehatan, memenuhi biaya sekolah, memenuhi sarana dan prasarana belajar, tinggi pendidikan, partisipasi dalam organisasi, dan gaya hidup. , 2. Ekonomi orang tua yang terkait dengan tingkat ekonomi meliputi: rumah yang dimiliki, kendaraan yang digunakan, dan perhiasan atau pakaian yang biasa digunakan. 35 3. Ekonomi orang tua yang terkait dengan pekerjaan meliputi: jenis pekerjaan, kedudukan atau jabatan, jumlah pendapatan dan status dalam masyarakat. b. Prestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa adalah pencapaian hasil belajar yang diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar di kelas selama semester 1. 3. Kisi-Idsi Instrumen Penelitian NO VariabeI Dimensi Indikator BlItir-blltir I 1 Angket Ekonomi Orang Tingkat - Rumah yang dimiliki 1, 2, 3, 4, 5, 6, Tua ekonomi - Jenis kendaraan digunakan 7,8,9, 10, 11, - Perhiasan atau pakaian 12, 13, 14. yang biasa dipakai 2 Pendapatan yang - diperoleh dari pekerjaan Menu makanan sehari-hari Sarana rumah tangga Jenis pekerj aan Kedudukan atau jabatan 15,16, 17, 18, 19, 20, 21. dalam pekerj aan - Jumlah pendapatan Status dalam masyarakat atau usaha 3 Tingkat - Tinggi pendidikan 22, 23, 24, 25, pendidikan - Partisipasi dalam 26, 27, 28, 29, Organisasi 30, 31, 32, 33, Gaya hidup 34,35. - 36 E. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian adalah "keseluruhan data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan,,2 Selain itu populasi dapat diartikan "semua anggota kelompok manusJa, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian". 3 Populasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu populasi target dan populasi akses. a. Populasi target adalah populasi yang direncanakan dalam rencana penelitian. Yang termasuk populasi target adalah siswali kelas II MTs Ruhul Bayan yang berjumlah 133 siswa. b. Populasi akses adalah orang-orang atau benda yang dapat ditemui ketika dalam penentuan jumlah populasi berdasarkan keadaan yang ada. Populasi yang ditemui berjumlah 42 siswa. Sampel adalah "sebagai bagian dari populasi, yang di ambil dengan menggunakan cara-cara tertentu". Masalah sampel dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut ii1i: I. Penelitian bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi, sehingga hams meneliti sebagian saja dari populasi. 2. Penelitian bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil-hasil kepenelitiannya, dalam arti mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada objek, gejala, atau kejadian yang lebih luas. 4 Sampel adalah sebagian dari populasi, diambil sebagian karena besarnya jumlah populasi, mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada objek yang lebih luas. I 2 Margollo, Meiodologi Penelilian Pendidikan, (Jakarta: Rilleka Cipta, 2004), Cet. IV, l1al/1I8 3 Sukarcli, Meiodolagi penelitian Pendidikan Kampelensi dan Prakliknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), Cet. I, hal. 53 4 Mnnmno Mr!.fndn!noi pp.m>/itinn PPJ1flidiJum h:ll1?1 37 Matrik Populasi dan Sam pel Kelas Populasi Jumlah Sampel VIII 133 133 42 Dalam hal ini penulis menggunakan teknik random sampling atau dengan cara acak dalam pengambilan sampel dari siswa yang akan diteliti. Metode pengambilan sampelnya dilakukan dengan cara undian, yaitu pengambilan secara acak dengan cara menulis nama-nama siswa pada potonganpotongan kertas, kemudian mengocoknya dan mengambil nama yang keluar untuk dinyatakan sebagai obyek penelitian, F.Teknik Pengumpulan, Pengolahan data dan Analisa Data 1, Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahaptahap, yaitu: a, Tahap perslapan yaitu dengan cara menJanng data yang telah dikumpulkan melalui sistem acak kemudian melakukan pengambilan data dengan teknik kuesionec b, Tahap pelaksanaan yaitu dengan cara melakukan pengambilan data terhadap sampel yang telah ditentukan melalui angket beserta jawaban yang telah disediakan, 2, Teknik pengolahan data Untuk mengolah data penelitian ini, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : a. Editing, yaitu penulis meneliti sedetail mungkin terhadap angket yang akan disebarkan kepada populasi yang ada, Hal itu dilakukan agar angket terhindar dari kesalahan dan diharapkan hasilnya diperoleh dengan objektif 38 b. Skoring, setelah melalui tahap editing, maka langkah selanjutnya dengan memberikan skor terhadap pernyataan yang terdapat pada angket e. Tabulating, penulis melakukan perhitungan terhadap hasil skor yang telah ada. 3. Teknik Analisa Data Setelah data-data dalam penelitian terkumpul, peneliti selanjutnya mengolah dan menganalisa data-data tersebut untuk mengungkap pokok masalah yang diteliti, sehingga dapat diperoleh kesimpulan. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan teknik korelasional dengan rumllS product moment. Rllmusnya: rxy = Mイ]Bセ LxY-(Lx)(LY) セョlクR (Lx)2 - (n2::y' _(Ly)2) Keterangan: rxy = Angka Indeks Korelasi "r" Product Moment. n = Number Of Cases LXY = Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y LX = Jumlah seluruh skor X LY = Jumlah seluruh skor Kemudian dalam memberikan interpretasi seeara sederhana terhadap angka indeks korelasi "r" product moment (rxy), pada umumnya dipergunakan pedoman atau anear-anear sebagai berikut: 39 Besarnya "r" Product Moment (rxy) 0,00-0,20 Interpretasi: Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat leorelasi, alean tetapi leorelasi itu diabailean (dianggap tidale ada leorelasi antara variabel X dan variabel Y). 0,20-0,40 Antara variabel X dan variabel Y terdapat leorelasi yang lemah atau rendah. 0,40-0,70 Antara variabel X dan variabel Y terdapat leorelasi yang sedang atau culeupan. 0,70-0,90 Antara variabel X dan variabel Y terdapat leorelasi yang leuat atau tinggi. 0,90-1,00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat 5 leorelasi yang sangat Imat atau sangat tinggi Setelah itu mencari leontribusi variabel x terhadap variabel y dengan rumus sebagai berikut: KD = [2 x 100 % Keterangan: KD : Koefisien Determination (leontribusi variabel x terhadap variabel y) R : Koefisien leorelasi antara variabel x dan y Mengenai analisa data eleonomi orang tua Slswa, penulis menggunalean angleet untule disebarlean leepada siswaJi Mts Ruhul Bayan Cisaule leelas II. variabel eleonomi orang tua siswa sebagai nilai X. Selanjutnya untule menganalisis mengenm prestasi belajar, penulis menggunalean raport pada semester I, dari nilai-nilai rapor di dapat nilai Y. 5 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: lulia Grafindo Persada, 2006), Ed. 1, eel. 16, hal. 193 40 Penulis menganalisa data tentang ekonomi orang tua Slswa dengan menggunakan teknik analisa korelasional. Teknik analisa korelasional adalah teknik analisis statistik mengenai hubungan antar dua variabel. BABIV \ HASIL PENELITIAN DAN PEIVIBAHASAN A. Gambaran Umum Yayasan IVITs Ruhul Bayall 1. Sejarah singkat IVITs Ruhul Bayan Dakwah berfungsi sebagai sarana penyeru manusia untuk memeluk Islam, maka pendidikan merupakan cara terbaik dalam menanamkan ajaran Islam kepada mereka yang sudah menerima Islam sebagai agama. Rasulullah SAW mendidik sahabat yang sudah masuk Islam secara intensif, karena beliau menyadari untuk mengubah hidup manusia jahiliyah kepada gaya hidup dan pola pikir Islami hanya dengan tarbiyah (pendidikan) yang merupakan tulang punggung dakwah Islam. Begitupun saat ini, kebutuhan mendasar yang diperlukan manusia adalah pendidikan. Kenyataannya dunia pendidikan dewasa ini masih banyak dirasakan kurang mencapai sasaran yang sesuai waktu belajar, lingkungan dan waktu yang tidak mendukung menyebabkan kegagalan tujuan pendidikan dan kurang efektifnya bebjar. Menyadari hal tersebut maka perlu diupayakan suatu konsep pendidikan ilmu pengetahuan terutama pengetahuan Islam juga sekaligus sebagai ajang belajar mengajar adalah dibentuknya studi-studi Islam di lembaga pendiclikan formal seperti MTs. Pencliclikan yang bernuansa Islami kini menjadi tuntunan masyarakat, karena manusia seutuhnY<l aclalah manusia yang bertaqwa, berilmu, clan berbudi pekerti luhur sesuai clengan tuntunan rasulullah SAW, serta mampu mengaplikasikan ajaran Islam clalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu untuk memenuhi keinginan semua pihak dalam menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas baik clari segi ilmu agama dan umum, maka pada tahun 2001 didirikanlembaga pendidikan Islam yaitu MTs Ruhul Bayan. Nama Sekolah MTs Ruhul Bayan Alamat Sekolah JI. Raya Cisauk-Legok km. 4 DesaiKec. Cisauk, Kab. Tangerang-Banten TIp. (021) 5977388. NSS/NSM 212280422186 Jenjang Akreditasi B (Baik).l 42 2. Visi, Misi dan Tujuan MTs Ruhul Bayan a. Visi Membentuk sumber daya manUSIa yang berkualitas, beriman, berilmu, berakhlak, dan beramal b. Misi 1. Menyiapkan cendekiawan muslim yang berkllalitas dan menguasaJ ilmu pengetaliuan, kreatH; inovatif, proaktif berdasarkan iman dan taqwa 2. Menjadikan yayasan Ruhul Bayan sebagai lembaga pendidikan yang dapat mewujudkan harapan dan kebanggaan masyarakat 3. Menumbuhkan penghayatan aJaran agama sehingga mampu mengembangkan sikap iman taqwa 2 c. Tlljllan Tujllan didirikannya sekolah Madrasah Tsanawiyah adalah: I. Mempersiapkan out-put hasil pendidikan sebagai cal on cendekiawan muslim yang beriman, berilmu, beramal, berakhlak, cakap, terampil, memiliki wawasan yang luas, inklusif, humanis, dan menguasai ilmu pengetahuan d"na teknologi . 2. Menyelenggarakan pola pembelajaran yang telah clisesllaikan clcngan standar indonesia dengan menggunakan kurikullim berbasis kompetensi 2004 serta meningkatkan semangat untllk lebih inovatif, kreatif dan kompetitif di samping itu juga KIR (kelompok ilmiah remaja)yang didampingi oleh masing-masing pengajar bidang studio 3. Penyediaan sarana dan prasarana belajar sekolah yang modern dalam rangka pencapaian proses belajar yang optimal dengan menggunakan teknik jaringan informasi, serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang administrasi dalam pengembangan SDM. 4. MTs Ruhul Bayan didirikan untuk memfasilitasi minat masyarakat sekitar yang sangat public school minded, mereka terkesan underestimate terhadap sekolah yang berlabel agama (seperti MI, MTs, clan Aliyah). Karena asumsi' mereka bahwa lulusan sekolah yang berlabel agama sangat susah mendapatkan pekerjaan. Padahal melihat gejala kerusakan masyarakat yang clibebankan karena kurangnya (religious Concience dan religious experience) begitu tinggi. Hal inilah yang mendorong pendirian MTs ini. Sehingga masyarakat sekitar bisa memasukan putra-putri mereka di MTs Ruhul Bayan yang bisa 43 memberikan muatan keagamaan yang lebih ketimbang sekolah umum biasa 3 d. Strategi lVITs Ruhul Bayan 1. Melaksanakan sepenuhnya kurikulum dinas pendidikan nasional, yaitu School Base Managemen dan sekolah yang berbasis pada masyarakat dengan program inti Life Skill yang dipadukan dengan budaya Islam 2. Aktif berbahas arab dan inggris 3. Tadarus AI-Qur' an diawal pelajaran 4. Berbusana muslim 5. Membudayakan ucapan salam dan berjabat tangan 6. Ivlengembangkan minat dan bakat seni, olahraga. dan teknologi tepat guna. 4 3. Keginran Ekstra Imrikuler a. Kegiatan Kesenian: seni qasidah, seni kaligrafi, dan seni baca AI-Qur' an b. Kegiatan Olah Raga: Volly, tenis meja, sepak bola, basket dan bela diri. c. Kegiatan Keterampilan: Pramuka, dan paskibra 5 4. Profil Sumber Daya Manusia (SDM) a. Pendi..i dan Pen gurus Di bawah ini adalah tabel nama-nama pendiri dan pengurus MTs Ruhul Bayan. Tabel I Nama NO labatan 1. H.Sainlllah Abdurrachman Mantan Bupati Tangerang 2. DR.I-I.Bunyamin, MA.SE. Bupati Serang , セN H.Madsoleh 4. II'. H. Muhammad Rifai Kepala Desa Cisauk Presiden Direktur PT. KALINGGA PUSPITA 3 Dokul11en MTs Ruhul Bayan, Proposal Bantuan Dana .. , hal. 2 'I Brosur Penerimaan Sis\va Bam 44 ._--- 5. ProfChotibul Umam 6. Prof DR. H. Muhammad Rektor lIQ Dekan Fakultas Syariah UlN Amin,Sl-LMA, lVllvL Jakarta 7. DRB. Muchlis Badruzzaman Kepala Bakar Nuklir PUSPITEK 8 DR.HTE. Ade Asnawi Dosen UIN Jakarta 9. Ir. Hasbullah Nasution Direktur PT. BATEK 10. Ir. H. Trisna II. Drs. Edy Prasetyo, SH. Kepala Pengadilan Agama Jakarta 12. Drs. H. A. Abu Syudja Cisauk l3. Artawi Pengusaha -- SekDes Cisauk Sumber: Data PatenS! Maclrasah TsnnnWlyah 1 erbam, (Tangerang: IvlTs Rnhul Sayan, 2007-2008. b. Tenaga Mengajar dan Administrasi Di bawah ini adalah tenaga pengajar di MTs Ruhul Bayan beserta para karyawan administrasi. Tabel II M セM] イ NO I 2 NAMA Khaerudin, S.Ag. Neneng Wiarsih, S.Ag LIP L L Jabatan/Bidang Pendidikan Ajar TerakhirlJenjang Kepala Sekolah lAIN Jakarta/SI MTs/Qur'an Hadist TarbiyahIPAI Bid. lAIN Bandung/SI KurikulumIBahasa Tarbiyah/B. Arab Arab "J Ahmadi, S.Pt L Bid. UNIONSI Kesiswaan/IPA Pertaniani Peternakan 4 H. Muhammad Ali, L Asep Abdul Kadir, S. S1/Adab/SKI Hadist SAg 5 Guru/Qur'an L Guru/IPS IKIP M Jakarta/SI 45 Pd PDUfPendidikan IPS 6 Murnawati, S. Pd. P GurulBahasa IKIP M Jakarta /SI Indonesia Bhs clan Sastra 7 .If. Masrukan, MT L Guru/IPA 8 Nazharudin S.Ag L Guru/IPS lTB/S I Teknik Industri UNISBNSI UshuludinfDakwah 9 H. Edi Yusuf, Amp. L Gum/IPA SI SastraIB. Indo 10 Budi Santoso, ST L GuruIMatematika SI Teknik/Electro I1 Uneri, S.Pd P GurulB Inggris IKIP JakartaiSI Bhs - dan Sastra 12 Siti Aliyanih, S.EI Gum/IPS P UNIONS I Studi Islam 1. 0j Dewi Rosalina, S. Kom P Guru/TIK GUNADARMNSI Teknik Komputer 14 Zainal Muttaqin, S.Pd.i L Guru/SKI STAl Tangerang/SI Tarbiyah PAl セMM 15 I--- Dra. Hj. Kami Karlina .. P GlIrllfFiqih -- lAIN Bandllng/SI Syari'ah 16 Sugiat, S.Pd L GurulB. Indonesia IKIP M JakartaiSI Bhs.dan Sastra 17 Entin Nurhaeti, S.Ag P Guru/Matematika lAIN Bandung/SI Tarbiyah PAI 18 Suhermanto, S. Pd. L Guru/Penjaskes SllBhs. dan Sastra 19 Aglls KllSperl11ana, L GuruIMatel11atika lKIP M JakartaiSI I S.Pd MIPA - 20 NaZl1111clin, S. Ag. L Guru/Kaligrafi 21 Sukatl11a, S.PcI. L Gllru/PPKN DIII/TarbiyahIPAI 22 SllfYan, S.Pcli L Guru/Aqidah STAl Tangerang/SI Akhl"k T"rhiv"h PAl SI TarbiyahfPAI 46 23 L Usnanto S.Pdi GurulKertakes UIN JakartaiSI Tarbiyah PAl 24 L Ubaidillah Guru/Teknik Komputer DIIITeknik Komputer 25 Moch. Mulya, S.Pd. L Guru/Bhs.Inggris SIITarbiyah/Bhs.lng 26 Suhenda.T L Tata Usaha SMA Serpong 28 Indah Novianti P Tata Usaha SMA Serpong 29 Abdul Khaer L Penjaga MTS Cisauk Sumber: Data Potellsi Madrasah Tsanmvlyah Terbam, (Tangerang: MTs Rullul Bayan, 2007-2008. Jadi jumlah guru seluruhnya ada 25 orang, tata usaha ada 2 orang dan untuk penjaga ada I orang. Dari jumlah guru di atas rata-rata mempllnyai jenjang pendidikan terakhir SI. Di mana hal tersebut akan menjadikan pendidikan di MTs Ruhul Bayan mempunyai mutu yang baik, karena didukllng c1engan tenaga penclidik yang mempllnyai kompeten dibidangnya. c. Profil Siswa, Serta Samna dan Prasarana 1. JlImlah siswa Berdasarkan Usia Tabel III No Nama Sekolah Usia Usia Usia Usia I MTs. Ruhlll 7 - 12 13 - IS 16 - 18 19 Tahun Bayan Tahun Tahun tahun Jumlah 85 329 11 - -- Sumber. Data Patens} Madrasah Tsanawlyah Terbaru, (Tdngerang. MTs Ruhul Sayan, 2007-200S. Jumlah siswa berclasarkan usia yang duduk di bangku MTs rata-rata berusia 13-15 tahun. Di mana usia tersebut adalah umumnya bagi anak-anak pada jenjang MTs. Sehingga memudahkan bagi mereka untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. 47 2. Jumlah Murid Per Kelas Tabel IV Rombel L P Jurnlah Rombel Kelas VII 72 83 155 4 Kelas VIII 63 70 133 Kelas IX 54 75 129 3 , Total 191 234 425 Mセ j 10 Sumbe!... Dala Patens! Madrasah TsanaWlyah Terbam. (Tangerang. MTs Ruhul Bayan, 2007-2008. JlImlah murid kelas VII seluruhnya berjumlah 155. Sedangkan jllmlah rombongan belajarnya ada 4 ruang kelas. Masing-masing kelas berjumlah: (kelas A 40 siswa, kelas B 40 siswa, kelas C 40 siswa dan kelas D 35 siswa). Sedangkan untuk standar masing-masing rombel hanya 32 siswa. Dengan demikian kemungkinan kelas yang melebihi standar kapasitas akan mengakibatkan proses pembelajaran yang kurang efektif. Begitu juga dengan kelas VllI berjumlah 133 siswa, masing-masing kelas berjumlah: (kelas A 44 siswa, kelas B 44 siswa dan kelas C 45 siswa). Masing-masing kelas VIII juga melebihi kapasitas, hal ini juga mengakibatkan KBM kurang efektif. Sedangkan untuk kelas IX selul1lhnya berjumlah 129 siswa. Masing-masing kelas berjumlah (Kelas A 44 siswa, kelas B 45 siswa dan kelas C 40 siswa). Begitll juga masing-masing kelas IX mempunyai murid yang banyak. Hal tersebut juga mengakibatkan kurang efektifnya pembelajaran yang dilakllkan. Dengan demikian solusi untuk menciptakan ruang belajar yang kondusif mab harus diperbanyak ruang belajar lagi. 48 3. Perkernbangan Jurnlah Siswa Tabel V Iahun Iahun 200612007 2007/2008 I Kelas VII 158 Kelas VII 155 Kelas VIII 143 Kelas VIII 133 Kelas IX 75 Kelas IX 135 Jurnlah 376 Jurnlah 425 Rombel 9 Rombel 10 Sumber: Dat(} Potensl Madrasah Tsnmlwlyah Terbaru. (Tangerang: MTs Ruhu! Bayan, 2007-2008. Berdasarkan tabel di atas perkembangan siswa pada dua tahun ini terdapat peningkatan 49 orang atau 13% yang melanjutkan studinya di MIs Ruhul Bayan 1111. 4. Data Keadaan Kelas Tabel VI ._- Layak Kurang Layak Iidak Layak Ruang Belajar 4 - 6 10 SUIl1ber: Data Potensl Madrasah Tsanawlyah Terbam, (Tangerang: MTs Ruhu! Bayan, 2007-2008. Data keadaan ruang belajar di MIs Ruhul Bayan lebih banyak tidak layaknya sedangkan yang layak hanya sebagian kecil saja. Banyak diantara ruangrllang kelas yang bocor ketika turun hujan, sehingga kegiatan pembelajaran tidak dapat dilanjutkan. Keadaan yang demikian akan mengakibatnya kllrang efektif dalam belajar, siswa merasa tidak tenang dalam belajar keti':a akan tllnm hujan. Sehingga konsentrasi akan terpecah. Seperti yang penulis ketahui bahwa sarana dan prasarana harus menunjang proses belajar rnengajar siswa. Karena prestasi 49 5. Data Sarana Madrasah Tabel VII RuangTU I Ruang Guru I Perpustakaan - Lab.IPA I Lab. Bahasa - Ruang Komputer I Masjid - Mushola - Lapangan Olahraga I Pagar I Sumber. Data Patensl Ivladrasah Tsanmvlyah Terbam, (Tangerang: MTs Ruhul Bayan, 2007-2008. Tabel di atas menunjukan data tentang sarana yang tersedia di MTs Ruhul Bayan. Lembaga pendidikan yang baik adalah lembaga yang menyediakan berbagai sarana belajar yang tersedia untuk kegiatan belajar siswa. Diantaranya adalah perpustakaan, lab computer, lab bahasa, lab IPA, masjid, mushola dan sebagainya. Akan tetapi lembaga pendidikan yang penulis teliti sangat kurang sekali dalam penyediaan sarana dan prasarana. Perpustakaan adalah kandangnya ilmu, tetapi lembaga ini tidak menyediakan. Begitu pula dengan lab bahasa, keberadaan lab bahasa adalah untuk memperlancar belajar bahasa inggris. Kalau lab bahasa tidak tersedia maka belajar bahasa inggris juga akan mengalami kesulitan. Madrasah Tsanawiyah adalah lembaga yang bercirikan Islam akan tetapi masjid atau mushola di lembaga ini tidak tersedia, bagaimana siswa dapat mempraktekan pembelajaran agama kalau sarana penunjang tidak tersedia. 50 B. Deskripsi Data Untuk mengetahui keadaan ekonomi orang tua siswa di MTs Ruhul Bayan, peneliti menggunakan standar deviasi dalam menentukan responden dalam tiga kategori yaitu tinggi, menengah dan rendah. Langkah-Iangkah yang peneliti lakukan untuk menentukan kedudukan responden dalam tiga katagori tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menjumlahkan semua skor angket mengenai ekonomi orang tua siswa, di mana jawaban angket masing-masing diberi bobot nilai clari setiap responclen sebagai berikut: A = 1, B = 2, C 2. = 3, clan 0 = 4. Mencari nilai rata-rata (mean) clan stanclar cleviasi. 3. Menentukan batas kategori, yaitu: a. Tinggi semua responclen yang mencapaI skor sebanyak skor rata- rata plus satu SO ke atas. b. Menengah: semua responden yang mencapai skor antara -1 SO dan +IS0 c. Rendah: semua responclen yang mencapai skor -J SO dan yang clari itu. Oi bawah ini adalah tabel nilai ekonomi orang tua (variabel X), yang didapat clari perolehan hasil angket siswa. Ekonomi Orang Tua (Variabel X) Res X X2 1 63 3.969 2 66 4.356 3 64 4.096 4 80 6.400 5 79 6.241 6 70 4.900 7 70 4.900 8 73 5.329 51 9 80 6.400 10 79 6.241 11 78 6.084 12 74 5.476 13 78 6.084 14 76 5.776 15 80 6.400 16 80 6.400 17 72 5.184 18 73 5.329 19 75 5.625 20 77 5.929 21 76 5.776 22 68 4.624 23 79 6.241 24 79 6.241 25 75 5.625 26 80 6.400 27 78 6.084 28 '/5 5.625 29 80 6.400 30 79 6.241 31 80 6.400 32 69 4.761 33 75 5.625 34 77 5.929 35 75 5.625 36 73 5.329 37 78 6.084 38 75 5.625 39 69 4.761 an a??, - --- 52 41 80 6.400 42 79 6.241 Total L:X 3.151 L:X2 237.38] Setelah diketahui nilai dari ekonomi orang tua (variabel X), maim selanjutnya penulis cantumkan prestasi belajar siswa, yang penulis dapat dari raport siswa semester L Prestasi Belajar Siswa (Variabel Y) Res Y Y2 1 67 4.489 2 70 4.900 3 68 4.624 4 69 4.761 5 68 4.624 6 67 4.489 7 68 4.624 8 69 4.761 9 70 4.900 10 72 5.184 11 71 5.041 12 68 4.624 13 68 4.624 14 70 4.900 15 71 5.041 16 71 5.041 17 73 5.329 18 69 4.761 19 71 5.041 20 65 4.225 21 70 4.900 22 70 4.900 23 71 5.041 24 74 5.476 25 67 4.489 -- -- 53 27 69 4.761 28 68 4.624 29 61 3.721 30 60 3.600 31 64 4.096 32 66 4.356 33 64 4.096 34 70 4.900 35 64 4.096 36 69 4.761 37 62 3.844 38 60 3.600 39 68 4.624 40 62 3.844 41 64 4.096 42 65 4.225 Total IY 2.840 IY'192.522 - C. Annlisa Data l. Uji Validitas Pengujian validitas tiap butir pertanyaan digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah skor tiap buti.. Kemudian di dalam memberikan interpretasi dengan koefisien korelasi adalah item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total serta korelasi yang tinggi, menunjukkan bahwa item ini memiliki validitas yang cukup tinggi. Penguj ian validitas adalah berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan dengan alat tes (instlUment). Suatu instlUment dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi apabila hasil dari penelitian tersebut menunjukkan hasil tetap. Dengan demikian masalah reliabilitas tes (instlUment) berhubungan dengan masalah 54 ketetapan hasil. Jika terjadi perubahan tes (instrument), maka perubahan ilu dianggap tidak berarti. Tabel4.1 Hasill'englljian Instrumell Pada Varia bel X Validitas Varia bel No. Rhitllng Rtabel Keterangan Quesioner PI 0770 0.666 Valid Tidak Valid P2 0.200 0.666 0.353 0.666 Tidak Valid f---- P3 0.726 P4 0.666 Valid P5 0.247 0.666 Tidak Valid P6 0.723 0.666 Valid Tidak Valid P7 0.064 0.666 0.666 P8 0.755 Valid 0073 0.666 Tidak Valid P9 0.308 0.666 Tidak Valid PIO PII 0.054 0.666 Tidak Valid 0.666 PI2 0.195 Tidak Valid Tidak Valid PI3 0.641 0.666 0.652 0.666 Valid PI4 PIS 0.691 0.666 Valid 0.695 0.666 PI6 Valid PI7 0.671 0.666 Valid.__ 0.833 0.666 Valid PI8 .. _--_. PI9 0.752 0.666 Valid Tidak Valid P20 0.291 0.666 0.799 0.666 Valid P21 P22 0.116 0.666 Tidak Valid P23 0.695 0.666 Valid 0.843 0.666 Valid P24 P25 0.676 0.666 Valid Tidak Valid P26 0.149 0.666 P27 0.072 0.666 Tidak Valid Tidak Valid P28 0.683 0.666 0.235 0.666 Valid P29 0.666 P30 0.360 Tidak Valid P31 0.305 0.666 Tidak Valid P32 0.825 0.666 Valid P33 0.690 0.666 Valid 0.727 0.666 Valid P34 P35 0.702 0.666 Valid Data. DlOlah Nセ 55 Hasil pengujian pada Uji Validitas dapat diperoleh data yang menyatakan enam belas butir pertanyaan yang tidak valid atau tidak dapat digunakan karena nilai korelasinya adalah lebih kecil dibandingkan dengan r-tabeL Berarti pada enam belas butir pertanyaan di atas yang tidak valid maim pertanyaan tersebut tidak layak untuk diujikan pada pengujian hipotesis selanjutnya. 2. Uji Realibilitas Uji realibilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran relative konsisten apabila pengukuran tersebut diulangi dua kali atau lebih. The reliability of measure andicate the stability and consistency whit '"hich the instrument is measuring yhe concept and help to assess the goodness of a measure. Pengujian dilakukan dengan menggunakan koefisien Cron/)ach's Alpha yaitu koefisien yang menunjukan hubungan yang positif antara item atau pertanyaan yang satu dengan yang lain. Reliable atau tidaknya pengukuran hams memenuhi suatu keriteria. Dari banyaknya penetapan standar reliabilitas maka penelitian ini akan menggunakan reliabilitas dengan koefisien Cronbach's Alpha lebih dari 0,6. Item-item pertanyaan yang digunakan dalam suatu kuesioner dinyatakan reliable apabila memiliki Crun!Jach 's Alpha >0,6, maka dasar pengambilan keputusan aclalah : 1. Jika Cronbach's Alpha > 0,6, maka pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan reliable. 2. Jika Cronbach's Alpha < 0,6, maka pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan tidak reliable. Berdasarkan hasil pengelolaan data, diperoleh hasil penguJlan realibilitas yang dapat dilihat pada table 4.2 berikut ini No Variabel 1 Ekonomi Tabel4.2 U" I ltas J.lI R erla bT litem I Cronbach's Coefficient Alpha I 35 I 0.695 I Kesimoulan I Reliabel Data. DlOlah Berdasarkan pengukuran reliabilitas di atas dengan menggunakan software 56 Seperti tabel di atas, koefisien Cronbach '.I' alpha untuk masing-masing variabel ternyata lebih besar dari pada 0.60, artinya Cronbach '.I' alpha dapat diterima, Setelah penglljian validitas dan reliabilitas, menyatakan bahwa seluruh item pertanyaan dari masing-masing variabel dinyatakan valid dan reliabel. Dengan kata lain, jawaban responden dengan pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mengllkur variabel ekonomi orang tua adalah konsisten dan conslrucl dapat di percaya (reliable). 3. Uji Nonnalitas Uji ini bertujuan lIntuk mengllji apakah dalam model regresi variabel dependen dan independen atau kedllanya mempllnyai distribllsi normal atall tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Untllk mengetahui variabel dependen dan independen atau keduanya berdistribusi normal atau tidak, dapat dilihat pada gambar berikllt. Gambar 4.1 Uji Normalitas Nocmal P-P Plot of Regress!on Standardized Residual Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa 1.0 .a ...o o a. E 08- :J () "0 セ 0.6 セ o セ a. x 0.4 ill . 0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 Observed Cum Prob 0.8 1.0 57 4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikoliuearitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi clitemukan aclanya korelasi antar variabel bebas. Jika terjacli korelasi, maka terdapat multikolinearitas, cli mana moclel regresi yang baik seharusnya tidak terjacli korelasi cliantara variabel bebas, clapat clilihat dalam tabel clibawah ini. Table 4.3 Hasil Uji MuItikolinearitas Coefficients it Unstandardized Coefficients B 66.331 Model 1 (Constant) Ekonomi Std. Error Beta 6.778 .014 Orang Tua Standardized Coefficients .076 .030 Collinearity Statistics I Siq. 9.786 .000 .191 .850 VIF Tolerance 1.000 1000 a. Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa Penyimpangan asumSI model klasik yang pertama adalah aclanya multikolinearitas dalam model regresi yang clihasilkan. Moclel regresi yang bebas dari masalah multikoliniearitas menumt Sugarclito yaitu pacla nilai VIF (Variance Inflation Factor) yaitu tidak lebih clari 10 clan tolerannya tidak kurang clari 0,1. Jika cli lihat pada table 4.3 di atas maka clapat cliketahui bahwa nilai VIF sebesar 1.000 clan nilai tolerance sebesar 1.000. Maim dapat clisimpulkan bahwa model regresi terbebas dari multikolinearitas clan layak cligunakan. b. Uji Autokorelasi Pengujian aclanya autokorelasi clilakukan dengan melihat nilai Durbin Watson yang dapat dideteksi dari output SPSS pacla tabel Moclel Summary sebagai berikut : Tabel4.4 Hasil Uji Autokorelasi Model Summar:/' Model 1 R .030 a R Square .001 Adjusted R Square -.024 a. Predictors: (Constant), Ekonoml Orang Tua Std. Error of the Estimate 3.477 dオイ「ゥョセ Watson 1.060 58 Uji autokorelasi merupakan pengujian asumsi dalam regresl di mana variabel dependen tidak berkorelasi dengan dirinya. Artinya bahwa nilai dari variabel dependen tidak berhubungan dengan variabel itu sendiri, baik nilai periode sebelumnya maupun nilai periode sesudahnya. Pada tabel 4.4 di atas dapat di lihat bahwa nilai Durbin Watson (DW) yang diperoleh dari hasil 1.060. Hal ini berarti angka durbin watshon berada diantara -2 sampai dengan +2. Jadi dapat disimpulkan ballWa model tersebut tidak ada atau tidak terjadi autokorelasi antara kesalahan pengganggu pada peri ode T dengan kesalahan pada periode t-I (sebelumnya) pada model regresi yang dibuat dalam penelitian ini. c. Vji Heteroskedastisitas Masalah heteroskedastisitas terjadi apabila kesalahan atau residual pada model yang sedang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari satu observasi ke observasi lainnya. Gejala heteroskedastisitas lebih sering terjadi apabila regresi menggunakan data berupa silang temp at (cross-section) dibandingkan dengan data kurun waktu (time-series). Hasil uji heterokedastisitas dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 4.2 Vji Heteroskedatisitas Scatterplot Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa _3 _2 _1 (I Regression Standardized Predicted Value 59 Berdasarkan gambar 4.2 diatas, Scatte/plot menunjukkan penyebaran titik data sebagai berikut, menunjukkan model regresi linier berganda terbebas dari uji asumsi klasik heterokedastisitas, yaitu: a. Titik-titik data menyebar di atas dan di sekitar angka nol b. Titik-titik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja c. Penyebaran titik-titik tidak berpola d. Penyebaran titik-titik dan tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemungkinan menyempit dan melebar kembali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa regresi sederhana antara variabel Ekonomi Orang Tua (X) dengan variabel Prestasi Belajar Siswa (Y) memiliki heterokedasitisitas. 5. Hasil Vji Hipotesis Dengan menggunakan persamaan regresi lebih dari satu variabel maka koefisien determinasi yang baik untuk digunakan dalam menjelaskan persamaan ini adaJah persamaan determinasi R Square yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) karena disesuaikan dengan jumlah variabeJ independen yang digunakan dalam penelitian ini. Maka niJai R Square yaitu 0,00 I. Artinya 0,1 % variabel dependen prestasi belajar siswa dijeJaskan Gleh variabel independen ekonomi orang tua siswa, seclangkan sisanya sebesar 99.9% (100'1'0-0,1 %) clijelaskan oleh variabellain di luar variabel yang digunakan atau dihubungkan oleh faktor lain. a. Hubungan variabel Ekonomi Orang Tua (X) dengan Prestasi Belajar Siswa (Y) Tabel 4.5 Vji t CoefficientS' Unstandardized Coefficients B Model 1 Std. Error (Constant) 66.331 6.778 Ekonomi Orang Tua 014 .076 - - Standardized Coefficients Beta .030 Collinearity Statistics t 9.786 .000 .191 .850 Sig. Tolerance 1.000 VIF 1.000 60 Berdasarkan uji signifikan dengan menggunakan uji t, untuk variabel bebas ekonomi orang tua koefisien persamaan regresi dapat diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,191 dengan nilai signifikan sebesar 0,850. Nilai Habel untuk pengujian signifikan diperoleh dengan nilai alpha 5%, dan derajat kebesaran (df) = n jumlah variabel independen = 42 - 2 = 40, maka dapat diperoleh Habel sebesar 1,68. Artinya nilai t-hitung lebih kecil dari Habel (0,191 < 1,68) dan nilai signifikan lebih besar dari alpha (0,850 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan positif antara variabel ekonomi orang tua (X) dengan prestasi belajar siswa (Y). Sehingga hasil pengujian pada tingkat signifikan 5% hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif(Ha) ditolak. Dari hasil tersebut maka persamaan regresinya adalah : Y = 66,331 X = 0,014 Dimana: Y = Prestasi Belajar Slswa X = Ekonomi Orang Tua Siswa 6. Pembahasan dan Temuan Penelitian Dari hasil uji t, diperoleh nilai koefisien persamaan sebesar 66.331 untuk koefisien konstan. 0,014 untuk koefisien ekonomi orang tua. Dengan hasil tersebut, maka persamaan regresinya adalah: Y = 66,331 X = 0,014 Dimana: Y = Prestasi Belajar Siswa X = Ekonomi Orang Tua Siswa Besarnya hubungan masing-masing variabel independen dengan variabel 61 dapat diartikan bahwa harga 66,331 merupakan nilai konstan. Konstanta sebesar 66,331 menyatakan bahwa ji1ca tidak ada faktor ekonomi orang tua, maka prestasi belajar siswa sebesar 66,331. Hubungan antara ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa tidak bersifat positif. Semakin baik ekonomi orang tua, maka tidak terdapat hubungan dengan prestasi belajar siswa. Nilai koefisien regresi sebesar 0,0] 4 menunjukkan bahwa setiap penambahan satuan variabel ekonomi orang tua akan meningkatkan prestasi belajar siswa 0,014. Dalam mengkategorikan ekonomi orang tua Slswa di MTs Ruhul Sayan adaiah sebagai berikut: No Kategori Frekuensi Prosentase I Tinggi 18 18% 2 , Menengah 19 19% Rendah 5 5% lundah 42 42% 0 i --, Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata keadaan ekonomi orang tua siswa di MTs Ruhul Sayan adalah pada level ekonomi menengah. Sebagaimana penulis jelaskan pada tabel di atas bahwa 18 orang siswa berasal dari ekonomi tinggi, ]9 orang siswa berasal dari ekonomi menengah dan 5 orang siswa berasal dari ekonomi rendah. BABY Kesimpulan Dan Sal'an A. Kesimpulan Setelah penulis menguraikan tentang hubungan ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa di MTs Ruhul Bayan Cisauk Tangerang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: I. Terdapat hubungan antara ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa, akan tetapi korelasi itu diabaikan dengan r sebesar 0,014 2. Kontribusi tingkat ekonomi orang tua dengan prestasi belajar Slswa ditunjukan oleh koefesien determination sebesar 66.331 ini berarti tingkat ekonomi orang tua memberikan kontribusi sebesar 66.331 % terhadap prestasi belajar siswa 3. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ekonomi orang tua di MTs Ruhul Bayan dengan prestasi belajar siswa 4. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ternyata Hipotesis alternative di tolak sedangkan hipotesis nihilnya diterima, karen a t-hitung lebih keeil dari t-tabel (0,191 < 1,68). Ini menunjukan bahwa ada hubungan yang tidak berarti antara ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa. B. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka penulis dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut: I. Kepada para orang tua siswa walaupun ekonomi rendah hams memberikan motivasi dan memperhatikall prestasi belajar anak-anaknya 2. Kepada orang tua siswa untuk memperhatikan anak-anaknya dalam masalah pendidikannya. 63 3. Kepada kepala madrasah atau gUn! MTs diharapkan agar lebih memaksimalkan prestasi belajar semua siswa, baik dari keluarga mampu maupun dari keluarga bawah ataupun seclang. Sehingga semua menclapatkan pendidikan dengan baik. 4. Kepada para siswa MTs Ruhul Bayan agar lebih meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004, Cel. 1. Dagun, Save M, "Kamus Besar Ilmu Penge/ahuan", Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, LPKN, Jakarta. Gerungan, Psikologi Sosial, Bandung: Eresco, 1988, Cet. II Gunawan, Ary E, Sosiologi Pendidikan sua/u Analisis Sosiologi lenlang lJerlJagai ProMem Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000, Cet. 1 Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 2005, Cel. V Kamus Besar Bahasa Indonesia, "DEPDIKBUD", Balai Pustaka; 1988, Cet 1. Margono, Melodologi Penelilian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004, Cel. IV Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter Evers, (ed.), KelJu/uhanPokok, Jakarta: Rajawali, 1986, Cel. II Kemiskinan dan Nasution, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1995, Cel. Nursisto, Peningkalan Preslasi Sekolah Menengah, Insan Cendekia, 2002, Cet. I Pidarta, Made, Landasan Kependidikan, Dasar-Dasar Peneillian llmiah, Bandung: Pustaka Setia, 2001, Cel. I Sabri, Alisuf, llmu Pendidikan, Jakarta: Pedoman I1mu Jaya, 1999, Cel. _ _, llmu Pendidikan, Jakarta: Pedoman I1mu Jaya, 1999, Cel. I Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan Sualu pendekalan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1995), Cel. I Sholeh, Abdul Rachman. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006. Subana, Dasar-dasar Penelilian llmiah, Bandung: Pusaka Setia, 200 I, Cel. I Sudijono, Anas, Penganlar Sialislik Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004, Cel. 14 65 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Bumi Aksara, 2003, CeL r Suralaga, Fadillah, dkk; Psikologi Pendidikan dalam Pre.lpektif Islam, Jakarta: UrN Jakarta Press, 2005, eeL r Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi, Jakarta: Erlangga, 200 I, CeL Tohirin, Psikologi Pembelqjaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006 Vaizey, John, Pendidikan di Dunia Modern, Jakarta: Karya Nusantara, 1974) NO 1 Refel'ensi Check List Ahmadi, Abu, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004, Cet L 2 Save Dagull, M, "Kamus Besar Nusantara, J-I-, Ilmu Pengetahuan", Lembaga Pengkajian Kebudayaan - LPKN, /vL Jakarta_ Gerungan, Psikologi Sosial, Bandung: Eresco, 0 J 1988, Cet II 4 M Gunawan, Ary H, Sosiologi Pendidikan suatu Analisis Sosiologi tentang berbagai Problem Pendidikan, Jakarta: Rineka セ Cipta, 2000, CeL I 5 Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 2005, Cet V 6 Kamus Besar Bahasa Cet 1. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004, Cet IV 8 f& Indonesia, "DEPDlKBUD", Balai Pustaka; 1988, 7 ;tf; Mulyanto Sumardi dan Hans Dieter Evers, (ed_), Kemiskinan dan KebutuhanPokok, Ii U ;tAlC. c::- Jakarta: Rajawali, 1986, Cet II 9 Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan Suatu pendekatan Baru, (Bandung: Remaja セ Rosda Karya, 1995), Cet I 10 Nasution, Sosiologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1995, CeL I 11 Nursisto, Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah, Insan Cendekia, 2002, Cet I 12 U UZ Pidarta, Made, Landasan Kependidikan, Dasar- Aq Dasar Penelitian Ilmiah, Bandung: /Jjf, Pustaka Setia, 2001, Cet. I 13 Sabri, Alisuf, Ilmu Pendidikan, - Jakarta: '£- Pedoman Ilmu Jaya, 1999, Cet. I 14 Sabri, Alisuf, Ilmu Pendidikan, Jakarta: iJL Pedoman Ilmu Jaya, 1999, Cet. I 15 Sholeh, Abdul Rachman. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa, q Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006. 16 Dasar-dasar Subana, Penelitian Ilmiah, di Bandung: Pusaka Setia, 2001, Cet. I 17 Anas, Sudijono, Pengantar Statistik JAj{ Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004, Cet. 1 18 Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Ai Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006, eet. 16 19 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: q Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Bumi Aksara, 2003, Cet. I 20 Suralaga, Fadillah, dkk; Psikologi Pendidikan J{ dalam Prespektij Islam, Jakarta: DIN Jakarta Press, 2005, Cet. I 21 Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi, Jakarta: ;l£ Erlangga, 2001, Cet. I 22 Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan q Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006 23 Vaizey,< Jnhn, Pendidikan di Dunia lv/odem, ;t£ Jakarta: Karya Nusantara, 1974) , Lァセd \ ANGKET SISWA Tuliskan jawaban anda dengan memilih salah satu jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya. Nama: Kelas: I.Apa pendidikan terakhir bapak anda? a. SD c. SMA b. SMP d. PT (Perguruan Tinggi) 2. Apa pendidikan terakhir ibu anda? a. SD c.SMA b. SMP d. PT (Perguruan Tinggi) 3.Apa pekerjaan bapak anda? a. Buruh c. Petani b. Pedagang d. PNS 4. Apa Pekerjaan ibu anda? a. Buruh c. Petani b. Pedagang d. PNS 5. Berapa penghasilan bapak anda setiap bulan? '1, a. Antara Rp 500.000 . b. Antara Rp.· 500.000 - Rp. I. 000. 000 c. Antara Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500: 000 d. Antara Rp. 1. 500. 000 - Rp. 2. 000. 000 6. Berapa penghasilan ibu anda setiap bulan? a. Tidak ada c. Antara Rp 500. 000 - 1.400. 000 b. Kurang dari Rp. 500. 000 d. Antara Rp. 1. 500.000 - 2. 500. 000 7. Jika anggota keluarga sakit di mana biasanya pengobatan dilakukan? a. Dibiarin saja c. Puskesmas b Beli obat di warung d. Rumah Sakit 8. Apakah orang tua anda memenuhi sarana dan prasarana belaj ar di rumah (seperti TV, Radio, kipas angina, dll). b. Tidak sarna sekali c. Hanya sebagian c. Hanya sedikit d. Memenuhi semua 9. Apakah orang tua anda memenuhi sarana dan prasarana belajar di sekolah? a. Tidak sarna sekali c. Hanya sebagian b. Hanya sedikit d. Memenuhi semua 10. Apakah orang tua anda selalu memberikan makanan 4 sehat 5 sempurna? a. Tidak pernah c. Sering b. Kadang-kadang d. Setiap hari 11. Apakah orang tUR anda mampu membayar uang iuran sekolah? a. Tidak mampu c. Mampu b. Hanya separuh d. Sangat mampu 12. Pengeluaran keluarga setiap bulan paling banyak digunakan untuk biaya? a. Untuk makan c. Perumahan b. Kesehatan d. pendidikan 13. Status kepemilikan rumah orang tua anda? a. Rumah orang tua/mertua c. Rumah dinas b. Kontrakan d. Rumah sendiri 14. Harta orang tua selain mmah? a. Tidak ada c. Rumah kontrakan b. Tanah d. Perusahaan 15. Kendaraan pribadi yang orang tua anda miliki? a. Tidak ada c. Motor b. Sepeda d. Mobil 16. Apakah orang tua allda memberikan uang saku? a. Tidak pernah c. Kadang-kadang h. Jarang sekali d. Selalu 17. Berapa uang saku yang orang tua anda berikan? b. Antara Rp. 2. 500 - Rp. 4. 500 d. Antara Rp. 7.500 - Rp. 10. 000 18. Di mana biasanya anda belajar sewaktu di rumah? a. Ruang makan c. Kamar anak b. Ruang tamu d. Tempat belajar khusus 19. Bagaimana cara anda sampai di sekolah? a. Jalan kaki c. Antar jemput b. Naik Angkot d. Membawa kendaraan sendiri 20. Apakah orang tua anda selalu mengaj ak rekreasi? a. Tidak Pernah c. Selalu b. Kadang-kadang d. Jarang sekali 21. Di mana orang tua anda membeli sandang pangan? a. Pasar Eceran c. Super Market b. Toko d. Mall Plaza 22. Apakah orang tua anda memberi uang saku lebih untuk ditabung? a. tidak pernah c. Selalu b. Kadang-kadang d. Jarang Sekali 23. Apakah orang tua anda suka menggunakan aksesoris: (seperti emas, intan, dll)? a. Tidak pernah c. Selalu b. Kadallg-kadang d. Jarang sekali 24. Apakah jabatan orang tua anda dalam pekerjaan? a. Nlanager c. Anggota b. Wakil ketua d. Lainnya 25. Apakah orang tua anda aktif dalam kegiatan orgallisasi? a. Tidak sarna sekali c. Selalu b. d. Jarang sekali Kadang-kadang 26. Apakah orang tua anda memberikan motivasi dalam belajar? b. Kadang-kadang d. Jarang Sekali 27. Apakah orang tua anda selalu mentanyakan pelajaran sekolah? a. Tidak Pernah c. Selalu b. Kadang-kadang d. Jarang Sekali 28. Apakah orang tua anda memberikan kesempatan untuk private setiap menghadapai ujian? a. Tidak Pernah c. Selalu b. Kadang-kadang d. Jarang Sekali 29. Berapajam anda diberi kesempatan untuk nonton TV? a. Setengah Jam c. 1,5 jam b. 1 Jam d.2Jam 30. Apakah sebelum berangkat sekolah anda hams sarapan di rnmah? a. Tidak Pernah c. Selalu b. Kadang-kadang d. Jarang Sekali 31. Apakah oeang tua anda selalu membelikan seragam aekolah setiap naik kelas? a. Tidak Pernah c. Selalu b. Kadang-kadang d. Jarang Sekali 32. Bagaimana reaksi orang tua jika nilai ulangan anda tinggi? a. Dibiarin saja c. Diberi hadiah b. Dinasehati d. Dicuekin 33. Bagaimana reaksi orang tuajika nilai ulangan rendah? a. Dibiarin saja c. Dicuekin b. Dinasehati d. Diberi hadiah 34. Bagaimana reaksi orang tua anda jika kamu naik kelas? a. Dibiarin saja c. Dicuekin b. Diajak jalall-jalan d. diberi hadiah 35. Apakah orang tua anda mendampingi tiap belajar? a, Tidak pernah c. Selalu Daftar Isian Angket Penelitian 1 4 4 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 2 1 2 1 2 1 3 1 1 4 1 2 1 1 1 1 2 1 1 3 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 2 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 2 1 3 1 1 4 1 2 1 1 1 1 2 1 1 3 1 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 2 1 3 4 1 2 3 3 3 3 3 3 1 1 4 5 3 4 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 3 1 1 3 1 6 4 4 1 2 1 2 2 1 4 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 4 2 3 3 7 3 2 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 8 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 1 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 1 2 4 9 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 4 4 2 2 4 2 2 4 4 2 2 4 4 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 10 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 11 3 1 1 3 3 3 3 3 1 3 3 1 1 1 1 1 3 3 1 2 3 1 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 1 3 3 3 1 3 3 '12 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 13 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 3 1 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 3 3 2 1 2 4 2 2 3 1 2 1 1 1 2 3 1 2 3 3 14 1 1 1 2 3 1 2 1 3 1 3 2 1 3 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 15 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 1 1 2 3 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 16 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 17 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 3 1 2 1 2 2 1 2 2 1 2 2 3 3 2 1 2 4 2 2 3 1 2 1 1 1 2 3 1 2 3 3 DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN Telp. : (62-21) 7443328, 7401925, Fax. (62-21) 7443328 Nomor 95, Ciputat 15412, Indonesia NomoI' Lamp. I! a I Email: uinjkt@cabi.net.id : lJn.01/FIITL022111 12008 : Abslraksi/(Julline : BIMBINGAN SKRIPSI Jakarta. I I Februari 2008 Kepada Yth. Drs. Nurochim, !vlrvI Pembimbing Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah clan Keguruan UIN SyarifI-liclayalullah Jakarta. Assalmnu 'alaikum lvr. wb. Dengan illi diharapkan kesediaan Sauclara Lllltuk mcnjadi Pcmbilllbing 1/11 (materi/teknis) penulisan skripsi mahasiswa: Nama Anik lvIuslikah NIIvI 104011000045 JUl"llSan Pcndiclikan Agama Islam Semester VIII Juclul Skripsi Hubungan Ekonomi Orang Tun c1engan Prestasi Sis\va .fudul tersebut telah disctujui otch Jurusan )'ang bcrs:lIlgkutan pachl tanggal 2,'! Janllari 2008 c1engan abstrak/outline sebagaimana tcrlampir. Ivlcskipun dcmikian Pembimbing berhak untuk mengubah juclul tersebut bila dipandang tidak Ikurang sesuai. 13imbingan skripsi ini c1iharapkan selesai dalam waklu Ii (cnam) bulan. dan chpat cliperpanjang selama 6 bulan berikutnya tanpa sural pcrpanjangan . Alas perhatian dan kClja sam a Saudara, kami lIcapkan terima kasih. I-Va.')'solamu 'alaikum Tem Dusan: I. Dekan FITK 2. Ivlahasiswa Ybs lVI', lvb. Hal. Pengajuan Judul Skripsi Kepada Yth, Ketua Jurusan PAl Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN SyarifHidayatullah Jakarta Di Tempat Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera kami sampaikan semoga Bapak senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dan selalu sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin Selanjutnya saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIM Fakultas Jurusan Anik Mustikah 104011000045 Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Pendidikan Agama Islam Bermaksud mengajukan skripsi dengan judul "HUBUNGAN EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA Dr SMPN 264 JAKARTA BARAT" sebagai pertimbangan, berikut saya lampirkan: I. Abstraksi Out Line 2. Bab I sampai dengan Bab III 3. Daftar Pustaka Demikian pengajuan judul ini saya buat, semoga dapat disetujui, atas saTan dan kritik, saya ucapkan Terima Kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb Dosen Pembimbing Seminar • Rosyada, MA セj 't .Dose Jakmia, 21 januari 2008 HOI'mat saya, Anik Mustikah YAYASANRUHULBAYAN MADRASAH TSANAWIYAH RUHUIJ BAYAN MTs RUHUL BAYAN laya Cisauk Legok Km.4 I<elurahan Cisauk Kec Cisauk Kab. Tangerang - Banten Telp. 021 - 5977388 SURAT KETERANGAN Nomor: MTsA.19115.03/PP.01.1/13/200B Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Madrasah Tsanawiyah s.) RUHUL BAYAN, dengan ini menerangkan bahwa: Nama : ANIK MUSTIKAH NIM : 104011000045 Tempat Tgl. Lahir : Ponorogo, 20 Agustus 1983 Fakultas : IImu Tarbiyah dan Keguruani UIN Jakarta Jurusan : PAl Nama tersebut di atas te1ah me1aksanakan proses pcnelitian dalam セォ。 menyelesaikan skripsi di MTs. RUHUL BAYAN, dengan judul : HUBUNGAN EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA ". Demikian surat keterangan lUI dibuat untuk dipergunakan agaimana mestinya. i 2008 uhul SaYan セ・

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan motivasi orang tua terhadap prestasi belajar kelas V di SDN Curug 2 Cimanggis Depok
0
7
64
Hubungan antara hafalan al-qur'an dengan prestasi belajara al-qur'an hadits siswa MTS Asy-Syukriyyah Cipondoh Tangerang
12
70
104
Hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan motivasi belajar PAI siswa di SMP Darussalam Ciputat
0
24
86
Peranan orang tua terhadap prestasi belajar siswa
1
11
64
Hubungan profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri I Kosambi Tangerang
1
5
108
Tingkat pendidikan orang tua dan hubungannya dengan prestasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah Hayatul Islam Tanah Abang Jakarta Pusat
0
4
68
Pengaruh status sosial ekonomi orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa di SMP Islamiyah Ciputat
2
20
91
Hubungan perhatian orang tua pada pendidikan anak terhadap prestasi belajar siswa: di SMPN 13 Pondok Ranji, Tangerang Selatan
0
6
143
Hubungan antara komunikasi orang tua dan siswa dengan prestasi belajar siswa : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pamulang
0
3
94
Hubungan ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa di MTS Ruhul Bayan Cisauk Tangerang
0
9
84
Hubungan intensitas bimbingan orang tua dengan hasil belajar siswa di MI Nur Asholihat Lengkong Wetan Serpong
0
3
99
Korelasi antara latar belakang status sosial ekonomi orang tua siswa dengan prestasi hasil belajar kimia
0
4
143
Hubungan pendidikan orang tua dengan minat belajar siswa di SDN Joglo 01 pagi Jakarta Barat
0
4
82
Hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar anak : studi kasus di smpi al-khasyi'un ciputat
0
7
0
Hubungan perhatian orang tua terhadap proses belajar anak dengan keberhasilan belajar siswa SDN 03 Jakarta Barat
0
13
67
Show more