PENGARUH METODE THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DAN GENDER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA

Gratis

34
136
204
3 years ago
Preview
Full text
PENGARUH METODE THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) DAN GENDER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA Disusun Oleh: VINDARINI NOVIANTI NIM: 107017000771 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 LEMB.AR PENGESAHAN Skripsi berjudul Pengaruh Metode solving QAPps) dan ceiaer Terhadap_ Thinking Aloud pair problem Kemampuan Berpikir Kritis Matematika siswa disusun ot"tt vioa"rini i\oviaoti N"o*or Induk Mahasiswa 107017000771, diajukan kepada rarlrlas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan uIN Svarif Hidayatullah Jakarta aan tetarr ainyatakan ujian lvlunaqasah pada tanggal24 Juri 2.0t4 d! k;ena itu, penulis berhak lgdapan memperoleh gelar sarjana s1 (s.pa) dalam uia'*g"rliaro-itan Matematika. lG;"d;"9.igr";s;t. Jakarta, 20 Agustus 2014 Panitia Ujian Munaqasah Tanggal Ketua Panitia (Ketua Jurusan/program Studi) Dr. Kadir, M.pd NIP. 196708t21994A2 I Tancla Tangan 001 Sekretaris (Sekretaris Jurusan/progam Studi) *1"1,''( Abdul Muin S.Si. M. pd NIP. 19751201200604 1 003 Penguji l* I t'/r - lov Khairunnis4 S.pd, M.Si NIP. 19810404 2AOg}t 2 0t3 Penguji 4t II Gusni Satriawati, M.pd NrP. 19780809 20080t 2032 -/::::: Mengetahui Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan NurlenaRifai. MA. ph.D NIP. 19591020 198603 2 001 6lu LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI skripsi berjudul Pengaruh Metode Thinking Aroud pair problem solving (Tapps) Dan Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika siswa disusrm oleh vindarini Novian4 NIM. l07ol7wo77t, Junrsan Peslidikan lvdatematilca, Fakulas Ilmu Taftirh dan Kegunran, Universitas Islam Negeri Sfrif Hidayatullah Jalsrta. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai IGrya itmiah yang berhak untuk diujircan pada sidang mrmaqasah sesuai ketenbtan yang ditetapkan oleh fakultas. Jal$rta" Juli 2014 Yang mengesahkan, Pembimbing tr Firdausi. M. Pd I{IP. 196708t2199402 t 001 NIP. 19690629 200501 1 003 STJRAT PERNYATAAN KARYA ILMIAII Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Vindarini Novianti NIM : lO70l700O77l Junrsan : Pendidikan Matematika Alamat : Komplek Graha Permai blok Tangerang Selatan I 543 Al0 No. 3 Rt.Ol Rw.09 Ciputat I MBI\ryATAKAN DENGAI\T SESTTNGGUHNYA Bahwa slcripsi yang berjudul Pengaruh Metode Thinking Aroud pair Problem solving (Tapps) Dan Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen: l. 2. NamaPembimbingl Dr. Kadir, M. Pd NIP 19670812 t99402 JurusanlPrcgram Studi Pendidikan Matematika Nama Pembimbing tr | 00t Firdausi, M. Pd NIP 19690629 200501 JurusanProgram Studi Pendidikan Matematika I 003 Dengan surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap menerima segala konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi ini bukan basil karya sendiri. Jakarta, Juli 2014 'sfint; Vindarini Novianti ABSTRAK Vindarini Novianti (107017000771). “Pengaruh Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa”. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Juli 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Penelitian dilakukan di SMP Paramarta Ciputat, Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain factorial. Subyek penelitian ini adalah 68 siswa yang terdiri dari 33 siswa kelompok eksperimen dan 35 siswa kelompok kontrol yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes berpikir kritis matematika siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kritis matenatika siswa yang diajar dengan menggunakan yang diajar dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) lebih tinggi dari pada siswa yang diajar dengan metode diskusi kelompok (Fhitung = 14,778  Ftabel = 3,99). Kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) meliputi Focus 72,42%, Reason 60,3%, Inference 66,06%, Situation 51,15%, Clarity 72,12%, dan Overview 64,24%. Dan untuk siswa yang diajar dengan metode diskusi kelompok meliputi Focus 68,86%, Reason 40,57%, Inference 38,28%, Situation 39,71%, Clarity 53,71%, dan Overview 44,57%. Sedangkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelompok pria meliputi Focus 63,63%, Reason 44,54%, Inference 50,9%, Situation 43,03%, Clarity 54,54%, dan Overview 50,9%. Dan kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelompok wanita meliputi Focus 77,14%, Reason 55,43%, Inference 52,57%, Situation 51,14%, Clarity 70,28%, dan Overview 57,14%. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajarkan dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) ternyata lebih tinggi daripada siswa yang diajarkan dengan metode diskusi kelompok. Sedangkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelompok wanita ternyata lebih tinggi daripada siswa kelompok pria. Kata Kunci: Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS), Gender, Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa. ABSTRACT Vindarini Novianti (107017000771). “The Effect of Thinking Aloud Pair Problem Solving Method in Student’s Mathematical Critical Thinking Skills”. Skripsi for Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teachers Training, Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta, July 2014. The purpose of this research is to analyze the effect of Thinking Aloud Pair Problem Solving method on student’s mathematical critical thinking skills. The research was conducted at SMP Paramarta Ciputat, 2013/2014 academic year. The method of the research used experimental method with factorial design. Subject for this research are 68 students consist of 33 students of experimental group and 35 students of control group which selected in cluster random sampling technique. The collecting data instrument used with test of mathematical critical thinking. The results of research reveal that the student’s mathematical critical thinking skills who are taught by Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method is higher than students taught by group discustion method (Fcount = 14,778  Ftable = 3,99). Mathematical critical thinking skills of students who are taught by the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) had ability of Focus amounting to 72,42%, Reason amounting to 60,3%, Inference amounting to 66,06%, Situation amounting to 39,71%, Clarity amounting to 72,12%, and Overview amounting to 64,24%. As for the grade control who are taught by group discustion had ability of Focus amounting to 68,86%, Reason amounting to 40,57%, Inference amounting to 38,28%, Situation amounting to 39,71%, Clarity amounting to 53,71%, and Overview amounting to 44,57%. While, male student’s mathematical critical thinking skills had ability of Focus amounting to 63,63%, Reason amounting to 44,54%, Inference amounting to 50,9%, Situation amounting to 43,03%, Clarity amounting to 54,54%, dan Overview amounting to 50,9%. And female student’s mathematical critical thinking skills had ability of Focus amounting to 77,14%, Reason amounting to 55,43%, Inference amounting to 52,57%, Situation amounting to 51,14%, Clarity amounting to 70,28%, dan Overview amounting to 57,14%. Conclusions of this research is mathematical critical thinking skills of the student who taught with Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method is higher than the student who taught by group discustion method. While, mathematical critical thinking skills of female student’s is higher than male student’s. Key words: Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS), gender, mathematical critical thinking skills. KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala keberkahan, karunia, nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat sehat yang berlimpah di dunia dan di akhirat. Shalawat serta salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Selama penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa tidak sedikit kesulitan hambatan yang dialami. Namun, berkat kerja keras, doa, perjuangan, kesungguhan hati, dan dorongan serta masukan-masukan yang positif dari berbagai pihak untuk menyelesaikan skripsi ini, semua dapat terealisasikan. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Nurlena Rifa’I, P.hd., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Dr. Kadir, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing I yang sangat sabar dan dengan penuh keikhlasan untuk membimbing, memberikan saran, serta mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Abdul Muin, M.Pd., Sekretaris Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Bapak Firdausi, M. Pd., Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan, saran, masukan kepada penulis, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing II yang sangat sabar dan dengan penuh keikhlasan untuk membimbing, memberikan saran, serta mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan, semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT iii 6. Staf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Staf Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan kemudahan dalam pembuatan surat-surat serta sertifikat. 7. Kepala Sekolah SMP Paramarta Ciputat, Bapak yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian. Ibu Yuni selaku Guru Mata Pelajaran Matematika di SMP Paramarta yang telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian. Serta seluruh karyawan dan guru SMP Paramarta Ciputat yang telah membantu melaksanakan penelitian. 8. Pimpinan dan Staf perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu penulis dalam menyediakan serta memberikan pinjaman literatur yang dibutuhkan. 9. Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Matematika angkatan 2007 kelas A (Emil, Devi F, Gofur, Hafiz, Aji, Dinandar, Wafa, Nina, Ita, Resti Y, Resti M, Zizah, Fitrah, UU, Ana, Eulis, Tuti, Tia, Damai, Eva, Dita, Dewi, Icha, Imah, Yuyun, Ucup, Mamet) yang selalu memberikan semangat agar penulis dapat menyelesaikan skripsi, dan teruntuk Devi Susilawati yang selalu menemani, membantu, mendukung, serta mendoakan penulis dalam perjuangan menyelesaikan skripsi dari awal hingga akhir. 10. Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Matematika angkatan 2007 kelas B yang selalu memberikan semangat agar penulis dapat menyelesaikan skripsi. 11. Teman-teman seperjuangan dalam sidang (Purna, Kholifa, Demus, Mumun), atas semangat, kekuatan dan kecerian hingga akhirnya dapat bersama-sama menyelesaikan sidang dengan baik. 12. Teman-teman guru serta murid SMK Paramarta yang selalu memberikan semangat, dukungan, dan doa hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. iv Tulisan ini saya dedikasikan kepada yang paling istimewa orang tua tercinta Ayahanda Apriadi Lukman, Ibunda Enny Sukowati yang tak hentihentinya mendoakan, melimpahkan kasih sayang, memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini serta memberikan dukungan moril dan materil kepada penulis. Kakak tercinta Vita Savitri yang selalu mendoakan dan mendorong penulis untuk tetap semangat dalam mengejar dan meraih cita-cita. Keluarga besar The Rosadi tersayang yang tak henti-hentinya memotivasi penulis agar segera menyelesaikan skripsi. Serta Nagari Swarga Praya yang selalu memberikan semangat, dukungan, keceriaan, dan menjadi motivasi tersendiri untuk penulis agar dapat menyelesaikan skripsi. Ucapan terima kasih juga ditunjukkan kepada semua pihak yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis hanya dapat memohon dan berdoa semoga seluruh bantuan, bimbingan, dukungan, semangat, masukan, dan doa yang telah diberikan menjadi pintu datangnya ridho dan kasih sayang Allah SWT di dunia dan akhirat. Amin ya Robbal’alamin. Demikianlah, betapa pun penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan yang ada untuk menyusun karya tulis sebaik-baiknya. Namun, di atas lembaran-lembaran skripsi ini masih dirasakan dan ditemukan berbagai macam kekurangan dan kelemahan. Karena itu, kritik dan saran dari siapa saja yang membaca skirpsi ini akan penulis terima dengan hati terbuka. Penulis berharap semoga skripsi ini akan membawa manfaat yang sebesarbesarnya bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Jakarta, Juli 2014 Vindarini Novianti v DAFTAR ISI ABSTRACT . i ABSTRAK . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 8 C. Pembatasan Masalah . 8 D. Perumusan Masalah . 9 E. Tujuan Penelitian . 9 F. Manfaat penelitian . 9 BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS . 11 A. Landasan Teori . 11 1. Kemampuan Berpikir Kritis Matematika . 11 a. Pengertian Berpikir Kritis Matematika . 11 b. Indikator Berpikir Kritis Matematika . 15 2. Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) . 21 a. Pengertian metode thinking aloud pair problem solving. 21 b. Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) . 22 vi c. Keunggulan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) . 25 d. Teori yang Mendukung Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) . 27 e. Desain Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dalam Proses Pembelajaran . 28 3. Pengertian Gender . 31 B. Penelitian Yang Relevan . 33 C. Kerangka Berpikir . 34 D. Pengajuan Hipotesis . 35 BAB III METODE PENELITIAN . 36 A. Tempat dan Waktu Penelitian . 36 B. Metode dan Desain Penelitian . 36 C. Populasi dan Sampel . 37 D. Teknik Pengumpulan Data . 37 E. Instrumen Penelitian . 37 1. Validitas Instrumen . 38 2. Reliabilitas Instrumen . 39 3. Uji Daya Pembeda . 39 4. Pengujian Taraf Kesukaran . 40 F. Teknik Analisis Data . 41 1. Uji Prasyarat . 41 a. Uji Normalitas . 41 b. Uji Homogenitas . 42 2. Uji Perbedaan Dua Rata-rata . 43 a. Analisis Varians Dua Jalan . 43 b. Uji Whitney . 45 G. Hipotesis Statistik kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

PENGARUH METODE TAPPS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA
3
27
213
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik Siswa Dengan Metode Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (Tapps)
6
36
157
Pengaruh Metode Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (Tapps) Terhadap Kemampuan Penalaran Adaptif Matematik Siswa (Penelitian Quasi Eksperimen Di Kelas Xi Ipa Sma Muhammadiyah 25 Pamulang)
3
25
192
Pengaruh Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (Tapps) Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Matematis Berdasarkan Level Kognitif Siswa Di Mts Hidayatul Umam
2
14
203
Pengaruh metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan gender terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa
2
17
0
PENERAPAN STRATEGI THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI Penerapan Strategi Think Aloud Pair Problem Solving (Tapps) Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis (PTK Bagi Siswa Kelas VIII Semester Ganjil S
0
2
18
PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA.
0
3
48
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF TEKNIK THINK ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BERPIKIR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH.
0
2
59
PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING DISERTAI HYPNOTEACHING (HYPNO-TAPPS.
7
23
42
STRATEGI THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KELANCARAN BERPROSEDUR DAN KOMPETENSI STRATEGIS MATEMATIS SISWA SMP.
2
8
62
STUDENTS’ PERFORMANCE ON SOLVING PHYSICS PROBLEM THROUGH THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) METHOD FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS.
0
0
20
PENGARUH STRATEGI THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHDAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP.
6
17
132
PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA - repository UPI T MAT 1103456 Title
0
0
4
KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS DAN SELF-REGULATED LEARNING SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) - repository UPI T MTK 1407362 Title
0
4
3
Perbandingan Model TAPPS (Thinking Aloud Pair Problem Solving) dan Model TPS (Think Pair Share) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Bulukumba - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
108
Show more