Gambaran pengetahuan primigravida tentang perawatan bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2015

 2  27  121  2017-03-01 15:38:50 Report infringing document
GAMBARAN PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPUTAT TIMUR TAHUN 2015 Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) Oleh MEGA PERTIWI NIM: 1111104000048 PROGRAM STUDI ILMU KEPERWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1436 H/2015 M FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES SCHOOL OF NURSING SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF Undergraduate Thesis, July 2015 Mega Pertiwi, NIM: 1111104000048 Primigravida’s Knowledge around Newborn Care In Puskesmas Ciputat Timur Working Area Year 2015 Xvi + 83 pages + 8 tables + 2 images + 4 attachment ABSTRACT Nowadays, most of the deaths of children in Indonesia occurred during the newborn (neonatal), not the first month age after birth. It has been influenced by the mother’s knowledge about newborn care. Infants are at high risk of having health problems if the mothers has low maternal knowledge than those who have high maternal knowledge. Neonatal mortality rate in 2012 in the world and in Indonesia are 21 and 19 neonatal deaths per 1,000 live births respectively. The purpose of this study was to identify primigravid’s knowledge about newborn care in puskesmas Ciputat Timur Working Area. This research is descriptive quantitative conducted at 32 primigravida in May-June 2015. The data was collected using a questionnaire and FGD. The results showed that the majority of primigravida have insufficient knowledge about newborn care at 56.3%. The results of this study in accordance with the FGD that the majority of women do not understand about newborn care, that is about care of umbilical cord, baby massage, exclusive breastfeeding, and immunization. It is recommended that health professionals should conduct a health education to increase the knowledge of primigravida, so that they can caring their babies maximally thus improve their health. Keyword : knowledge, Newborn Care, Primigravida Reference : 73 (years 2004-2015) iii FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Skripsi, Juli 2015 Mega Pertiwi, NIM : 1111104000048 Gambaran Pengetahuan Primigravida tentang Perawatan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2015 xvi + 83 halaman + 8 tabel + 2 bagan + 6 lampiran ABSTRAK Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh ibu dalam merawat bayinya. Pengetahuan ibu yang rendah beresiko tinggi terjadi masalah kesehatan pada bayinya dari pada ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi. Angka kematian neonatal tahun 2012 di dunia dan di Indonesia adalah 21 kematian neonatal dan 19 kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan primigravida tentang perawatan bayi baru lahir di wilayah kerja puskesmas Ciputat Timur tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kuantitatif yang dilakukan pada 32 ibu primigravida pada bulan MeiJuni 2015. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu primigravida memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan bayi baru lahir sebesar 56,3%. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil FGD bahwa mayoritas ibu belum memahami tentang perawatan bayi baru lahir, yaitu tentang perawatan tali pusat, pijat bayi, ASI eksklusif, dan imunisasi. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan dapat mengadakan suatu promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu primigravida agar ibu primigravida dapat merawat anaknya dengan maksimal dan dapat meningkatkan derajat kesehatan bayi. Kata kunci : Pengetahuan, Perawatan Bayi Baru Lahir, Primigravida Referensi : 73 (Tahun 2004-2015) iv DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : MEGA PERTIWI Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 23 Februari 1994 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status : Belum Menikah Alamat : Jl. Mataram 1 Rt. 02 Rw. 01 Kel. Kemas Rindo Kec. Kertapati di belakang SMA N 9 Palembang - Sumatera Selatan HP : +6285268132674 dan +628888932427 E-mail : thywhie_02@yahoo.co.id dan ` Fakultas/Jurusan alfarisimega@gmail.com : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan/ Program Studi Ilmu Keperawatan PENDIDIKAN 1. 2. 3. 4. 5. TK YWKA Sekolah Dasar Negeri 219 Palembang Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Palembang Madrasah Aliyah Negeri 1 Palembang Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta viii 1998-1999 1999-2005 2005-2008 2008-2011 2011-sekarang KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah, karunia dan cahaya ilmu-Nya, serta shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasul pembawa cahaya, Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Gambaran Pengetahuan Primigravida tentang Perawatan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2015”. Penulis menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit bagi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada pihak yang telah membantu dan memberikan bimbingan dalam menyusun skripsi ini. Ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dr. H. Arif Sumantri, S.KM., M.Kes, selaku dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ibu Maulina Handayani, S.Kp.,MSc, selaku ketua Program Studi dan Ibu Ernawati, S.Kp.,M.Kep.,Sp.KMB, selaku sekretaris Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ibu Ns. Eni Nur’aini Agustini, S.Kep, M.Sc selaku pembimbing akademik yang selalu memberikan nasehat dan motivasi selama proses pendidikan di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Bapak Karyadi, S.Kep, M.Kep, Ph.D selaku pembimbing 1 dan Ibu Puspita Palupi, S.Kep.,M.Kep,Ns.Sp.Kep.Mat selaku pembimbing 2 yang telah meluangkan waktu serta dengan sabar memberikan bimbingan, saran, dan kritikan dalam penulisan skripsi ini. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis selama 4 tahun, serta seluruh staf dan karyawan di lingkungan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan staf pengurus Program Beasiswa “Santri Jadi Dokter” yang telah memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu di Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Orang tuaku tercinta, Ayahanda Yasruddin dan Ibunda Tumini yang telah mendidik, menasehati, mendo’akan keberhasilan penulis, serta mendukung baik moril maupun materil kepada penulis selama menyelesaikan skripsi ini. Serta kakak dan adikku tersayang, kakak Hendi, kakak Redi, adik Celvin dan adik Lussy yang selalu memberikan semangat kepada penulis. ix 8. 9. Teman-teman PSIK 2011, sahabat Santri Jadi Dokter Sum-Sel angkatan 2009-2014, dan sahabat-sahabat terbaikku Manda, Wiwi, Dina, Suci, Ita, Cima yang telah memberikan inspirasi, memberikan masukkan, menghibur, dan terkhusus untuk Salman Alfarisi yang selalu ada dalam senang maupun susah, mendukung, memberi semangat, dan memberikan masukkan selama penulisan skripsi ini. Semua pihak yang telah membantu selesainya skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam kesempatan ini. Penulis berdoa semoga semua kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah SWT. Penulis berterima kasih jika terdapat saran atau masukan atau kritikan, namun penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca pada umumnya. Jakarta, Juli 2015 Mega Pertiwi x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i PERNYATAAN KEASLIAN KARYA . ii ABSTRACT . iii ABSTRAK . iv PERNYATAAN PERSETUJUAN . v LEMBAR PENGESAHAN . vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP . viii KATA PENGANTAR . ix DAFTAR ISI . xi DAFTAR SINGKATAN . xiii DAFTAR TABEL . xiv DAFTAR BAGAN . xv DAFTAR LAMPIRAN . xvi BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. E. Latar Belakang. 1 Rumusan Masalah . 5 Tujuan Penelitian. 5 Manfaat Penelitian. 6 Ruang Lingkup Penelitian . 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. B. C. D. E. F. G. Pengetahuan . 8 Primigravida . 11 Kelas Antenatal . 13 Kehamilan . 14 Perawatan Bayi Baru Lahir . 19 Penelitian Terkait . 40 Kerangka Teori . 42 xi BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep . 43 B. Definisi Operasional . 44 BAB IV METODE PENELITIAN A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. Desain Penelitian . 48 Tempat dan Waktu Penelitian . 48 Populasi dan Sampel . 49 Instrumen Penelitian . 50 Uji Validitas dan Reliabilitas . 51 Metode Pengumpulan Data . 53 Pengolahan Data . 58 Analisa Data . 60 Etika Penelitian . 60 Penyajian Data . 61 BAB V HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Wilayah Penelitian . 62 B. Hasil Analisis Univariat . 63 BAB VI PEMBAHASAN A. Analisis Univariat . 70 B. Keterbatasan Penelitian . 80 BAB VII PENUTUP A. Kesimpulan . 82 B. Saran . 83 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xii DAFTAR SINGKATAN UNICEF : United Nations Children’s Fund KEMENKES : Kementerian Kesehatan ASI Air Susu Ibu : PERINASIA : Perkumpulan Perinatologi Indonesia WHO : World Health Organization BBL : Bayi Baru Lahir UIN : Universitas Islam Negeri Puskesmas : Pusat Kesehatan Masyarakat HIV : Human Immunodeficiency Virus AIDS : Acquired Immunodeficiency Syndrome KB : Keluarga Berencana hCG : Human Chorionic Gonadotropin IDAI : Ikatan Dokter Anak Indonesia TBC : Tuberculosis BCG : Bacillus Calmette Guerin DPT : Diphteria, Pertussis, Tetanus Hib : Haemophillus influenza tipe b HPV : Human Papilloma Virus Vaksin Td : Vaksin Tetanus Difteri Vaksin DT : Vaksin Difteri Tetanus FGD : Focus Group Discussion RT : Rukun Tetangga RW : Rukun Warga RSA UGM : Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada xiii DAFTAR TABEL Halaman 2.1 Jadwal Imunisasi 3.1 Definisi Operasional 5.1 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan tentang Perawatan Tali Pusat di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Mei 2015 5.2 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan tentang Memandikan Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Mei 2015 5.3 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan tentang Pijat Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Mei 2015 5.4 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Mei 2015 5.5 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan tentang Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Mei 2015 5.6 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan tentang Perawatan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur Mei 2015 xiv 40 44 64 65 66 67 68 69 DAFTAR BAGAN Halaman 2.1 Kerangka Teori 3.1 Kerangka Konsep 42 43 xv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Perizinan Izin Penelitian Lampiran 2. Permohonan menjadi Responden Penelitian Lampiran 3. Lembar Persetujuan menjadi Responden Lampiran 4. Kuesioner Lampiran 5. Pedoman FGD Lampiran 6. Hasil Olahan SPSS Univariat Lampiran 7. Rekapitulasi Jawaban Responden xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya untuk menciptakan hidup sehat harus dimulai sejak bayi karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan di masa dewasa (Siswanto, 2009). Ibu harus melakukan perawatan bayi yang benar dan tepat agar terciptanya hidup yang sehat pada bayi mereka, karena ibu merupakan pengasuh utama bagi bayi mereka dalam memenuhi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif yang sehat pada bayi mereka (Bloomfield dkk, 2005; Mashal dkk, 2008). Ibu harus memiliki inisiatif dalam merawat dan menyelesaikan masalah yang terjadi pada bayi mereka (Bloomfield dkk, 2005). Hal ini harus didasari oleh pengetahuan ibu yang baik (Nursalam dkk, 2005). Sebagian ibu belum memahami cara perawatan bayi baru lahir, karena pengetahuan dan pengalaman ibu yang rendah (Nursalam dkk, 2005). Hal ini membuat ibu menjadi takut, cemas, dan bingung pada perasaan dan keyakinannya dalam merawat bayi mereka, terutama pada anak pertama karena ketidaktahuan mereka akan cara merawat bayi yang benar (Missal, 2013; Nursalam dkk, 2005). Hal ini lah yang membuat anak pertama sering disebut sebagai experimental child (Rahmi, 2008 dalam Wulanningrum & Irdawati, 2011). 1 2 Jika keadaan ini berlanjut terus-menerus akan mempengaruhi kesehatan bayi mereka (Nursalam dkk, 2005). Hal ini sesuai dengan yang disampaikan UNICEF (2012) bahwa pengetahuan ibu yang rendah beresiko tinggi terjadi masalah kesehatan pada bayinya dari pada ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi. Pengetahuan ibu dipengaruhi oleh pendidikan ibu, dimana berdasarkan data UNICEF (2012) bahwa selama tahun 1998-2007 angka kematian bayi pada anak-anak dari ibu yang tidak berpendidikan adalah 73 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi pada anak-anak dari ibu yang berpendidikan menengah atau lebih tinggi adalah 24 per 1.000 kelahiran hidup. Masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada bayinya adalah kesulitan pemberian makan bayi sampai gangguan nutrisi, infeksi pada bayi, dan masalah kesehatan lainnya (Wong dkk, 2009). Masalah kesehatan yang terjadi pada bayi dapat menyebabkan bayi rentan terhadap kematian (Meadow & Newell, 2009). Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran (UNICEF, 2012). Angka kematian neonatus tahun 2012 di seluruh dunia adalah 21 kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1.000 kelahiran hidup (KEMENKES, 2014; UNICEF, 2014). Kematian pada neonatal biasanya diawali dari penyakit yang diderita anak tersebut yang sebenarnya masih bisa ditanggulangi (Meadow & Newell, 2009). Oleh karena itu, ibu harus merawat dan memperhatikan bayinya dengan benar, agar tidak merusak kelangsungan hidup bayi secara keseluruhan (Thairu & Pelto, 2008). 3 Ibu harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan pengetahuan dalam melakukan perawatan bayi baru lahir, karena kemampuan ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir dipengaruhi oleh pengetahuan ibu sejak awal, jika ibu tidak memiliki pengetahuan yang baik maka ibu akan mengalami kesulitan dalam menjalankan peran baru sebagai ibu (Friedman dkk, 2013). Kemampuan ibu kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Gambaran pengetahuan primigravida tentang per..

Gratis

Feedback