Peningkatan kemampuan berbicara melalui penerapan teknik bermain peran pada siswa Kelas V MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014

Gratis

0
4
170
2 years ago
Preview
Full text
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI PENERAPAN TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS V MI. ATH-THOYYIBIYYAH KALIDERES JAKARTA BARAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Akademik Program Kualifikasi S1 Kependidikan Islam dan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan oleh IDAH SAIDAH FIKRIYAH NIM. 801118300093 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 ABSTRAK IDAH SAIDAH FIKRIYAH, 801118300093: Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Penerapan Teknik Bermain Peran. Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V MI. ATH-THOYYIBIYYAH Kalideres Jakarta Barat, Skripsi Jakarta: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014. Kata Kunci: Kemampuan Berbicara, Teknik bermain peran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah yang berjumlah dua puluh enam orang yang terdiri 13 orang laki-laki dan 13 orang perempuan, tahun pelajaran 2013/1014. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertempat di kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap tindakan terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil refleksi dijadikan dasar untuk menyusun rencana tindakan selanjutnya. Peneliti melakukan kerjasama dengan guru kelas V yang bertindak sebagai observer dalam penerapan teknik bermain peran untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V yang masih sangat rendah. Pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan atau observasi, catatan lapangan, jurnal siswa, dokumentasi, dan instrumen tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan niai rata-rata kemampuan berbicara siswa melalui penerapan teknik bermain peran yang diketahui pada siklus I (69,42) mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,50 dengan persentase rata-rata skor pada siklus I sebesar 58.33 meningkat pada siklus II menjadi 72.54 yang berarti bahwa tindakan ini telah melebihi KKM sebesar 70. Peningkatan juga terjadi terhadap aktivitas siswa dalam kemampuan berbicara dan berada pada kategori “sangat baik.” Seluruh siswa memberikan respons yang baik dalam pembelajaran kemampuan berbicara dan pada saat tugas kelompok yang diberikan guru. Kegiatan melalui teknik bermain peran memotivasi siswa untuk berani maju ke depan kelas saat memainkan naskah drama dengan lafal dan intonasi yang benar, dan untuk belajar lebih baik dalam menggunakan dan mengucapkan kalimat dengan bahasa Indonesia serta meningkatkan hasil belajar siswa. Kemampuan berbicara siswa kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah melalui teknik bermain peran meningkat, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan teknik bermain peran dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan hasil belajar siswa serta upaya peningkatan mutu pendidikan di SD/MI, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. iii ABSTRACT IDAH SAIDAH FIKRIYAH, 801118300093: The Role’s Playing Technique to Increase Conversing Competence. Classroom Action Research in V grade of Islamic Elementary School ATH-THOYYIBIYYAH Kalideres, West Jakarta. Jakarta Thesis: Education of Islamic School Teacher, Faculty of Tarbiyah and Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014. Keywords: Speech, Role’s Playing Technique This study aims to determine whether the application of role’s playing technique can improve student’s speaking abilities in V grade of Islamic Elementary School Ath-Thoyyibiyyah in Bahasa Indonesia subject. The subjects were all V grade student of Islamic Eelementary School Ath-Thoyyibiyyah numbering 26 persons, comprising 13 boys and 13 girls. 2013/2014 academic year. This research uses Classroom Action Research (CAR) which is place in V grade of Islamic Elementary School Ath-Thoyyibiyyah, Kalideres, West Jakarta. This research was conducted in two cycles, each action consist of four actions: planning, implementation, observation and reflection. The reflection results are created to plan further action. Researcher is working with fifth grades teachers who acted as an observer in the application of role-playing techniques to improve speaking skill of fifth grade student who are still very low. Data collection is the result of observation, field notes, student journals, documentation and test instruments. The result showed the increase of speaking skill of student through the application of techniques that are known to role-playing in the first cycle (69.42) experienced an increase at cycle II to 80.60 with an average percentage score on the first cycle 58.33% and increasing into 72.54% in cycle II, which mean that this action has been exceeded by 70 KKM also occurred on the activities of students in the ability to speak and in the category “very good”. All students respond well in learning speech and by the time the task group by teacher. Activities through role-playing techniques is to motivate the students to come forward when playing a play class with correct pronunciation and intonation, and to learn better in use and pronounce sentences with Indonesian and improve student learning outcomes. The activity of role-playing technique can be utilize to improve the ability to speak and student learning outcomes as well as efforts to improve the quality of education in elementary grade, especially in learning Bahasa Indonesia subject. iv KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang maha pengasih lagi penyayang, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Teknik Bermain Peran Pada Siswa Kelas V MI. ATH-THOYYIBIYYAH Kalideres Jakarta Barat.” Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan ke zaman kecerdasan. Dengan selesainya skripsi ini, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan doa kepada penulis baik berupa moral maupun material, Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Nurlena Rifa’i, MA, Ph, D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan., UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Dr. Fauzan, MA., sebagai ketua jurusan PGMI. 3. Dindin Ridwanuddin, M.Pd., Sebagai Koordinator program Dual Mode Sistem 4. Dra. Hindun, M.Pd., sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan membantu penulis dengan penuh kesabaran dan keikhlasan hingga bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk terselesaikannya skripsi ini. 5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang telah memberikan Ilmu Pengetahuan dan bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. 6. Iwan Ridwan, S.Pd.I., Sebagai kepala sekolah MI. ATH-THOYYIBIYYAH Kalideres Jakarta Barat yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian. iviv 7. Elis Maesaroh., selaku guru kelas V yang telah membantu penulis dalam penelitian untuk mengambil data. 8. Guru-guru dan karyawan MI. ATH-THOYYIBIYYAH Kalideres Jakarta Barat, terima kasih atas dukungannya. 9. Seluruh siswa kelas lima MI. ATH-THOYYIBIYYAH yang telah setia menerima pembelajaran kemampuan berbicara melalui penerapan teknik bermain peran dan dapat bekerja sama dengan baik. 10. Ayahanda (almarhum) Prof. Zainal Abidin Fikri dan Ibunda (almarhumah) Euis Robiatul Adawiyyah yang dirahmati Allah, semoga Dia menempatkannya di surga-Nya yang luas. 11. Suami tercinta Iwah Wahyudih, anak-anakku tersayang Zibran Aldais Fikri dan Airis Azzahra yang selalu mendoakan penulis untuk tetap semangat untuk menuntut ilmu, dan memberikan cinta kasih serta dukungan dan saran baik moral maupun material 12. Sahabat-sahabat terbaikku, Royanih dan Yayan Suryanah yang selalu menjadi penyemangat dan setia menemani penulis baik susah maupun senang, serta teman-teman seperjuangan yang selalu memberikan semangat kepada penulis, semoga Allah selalu melindungi kita semua. Penulis berdoa untuk semua pihak yang telah membantu dengan kebaikan dan ketulusan mendapat balasan dan menjadi ladang amal disisi Allah SWT dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak, meskipun skripsi ini masih banyak kekurangan, amin. Jakarta, 3 Mei 2014 Penulis Idah Saidah Fikriyah NIM. 801118300093 viv DAFTAR ISI SAMPUL LEMBAR PENGESAHAN i LEMBAR PERNYATAAN KARYA ILMIAH ii ABSTRAK . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vi DAFTAR GAMBAR . vii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah 6 C. Batasan Masalah . 6 D. Rumusan Masalah 7 E. Tujuan Masalah 7 F. Manfaat Penelitian . 7 BAB II LANDASAN TEORETIS A. Hakikat Kemampuan Berbicara . 8 1. Pengertian kemampuan . 8 2. Pengertian Berbicara . 8 3. Pengertian Kemampuan Berbicara 10 4. Tujuan Berbicara 11 5. Faktor-faktor Penunjang Keefektifan Berbicara 11 6. Jenis-jenis Berbicara . 13 vv 7. Teknik Berbicara . 13 B. Hakikat Teknik Bermain Peran . 15 1. Pengertian Teknik 15 2. Pengertian Bermain Peran 15 3. Pengertian Teknik Bermain Peran 16 4. Langkah-langkah Teknik Bermain Peran . 16 C. Hasil Penelitian yang Relevan 19 D. Kerangka Berpikir . 21 E. Hipotesis Tindakan . 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 23 A. Tempat dan Waktu Penelitian . 23 1. Tempat . 23 2. Waktu . 23 B. Metode Penelitian dan Rancangan 23 C. Subjek/Partisipan dalam Penelitian . 27 D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian . 27 E. Tahap Intervensi Tindakan . 28 1. Rencana Tindakan . 28 2. Pelaksanaan Tindakan 29 3. Pengamatan 29 4. Refleksi . 30 F. Hasil Intervensi Tindakan 30 G. Data dan Sumber Data 31 H. Instrument Pengumpulan Data 31 1. Instrument Tes . 32 2. Instrument Non Tes . 33 a. Lembar Observasi 33 b. Catatan Lapangan 35 c. Jurnal Siswa . 36 d. Dokumentasi 37 viv I. Teknik Pengumpulan Data 37 J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Studi . 37 K. Analisis Data dan Interpretasi Data 38 L. Pengembangan Perencanaan Tindakan . 39 BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL DAN PEMBAHASAN . 40 A. Profil Sekolah . 40 1. Gambaran Umum MI. Ath-Thoyyibiyyah . 40 2. Status Akreditasi 42 3. Keadaan Guru 43 4. Keadaan Siswa . 44 B. Deskripsi Data Hasil Pengamatan/Hasil Intervensi Tindakan. 44 1. Informasi Awal Kemampuan Siswa dalam Berbicara 45 2. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus I . 47 3. Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus II . 59 C. Analisis Data 69 1. Hasil Analisis Data 69 2. Analisis Data Nilai Postest 75 3. Interpretasi Hasil Analisis . 76 D. Pembahasan tentang Penemuan . 76 1. Deskripsi Tingkah Laku Siswa dalam Pembelajaran 76 2. Hasil Analisis Catatan Lapangan dan Jurnal Siswa dalam Pembelajaran . 78 BAB V PENUTUP . 82 A. Kesimpulan . 82 B. Saran 82 DAFTAR PUSTAKA . 84 LAMPIRAN vii v DAFTAR TABEL Tabel 1 : Keadaan Guru MI. Ath-Thoyyibiyyah 43 Tabel 2 : Jumlah Siswa MI. Ath-Thoyyibiyyah . 44 Tabel 3 : Jumlah Siswa Kelas I s.d. Kelas VI MI. Ath-thoyyibiyyah Tahun Pelajaran 2013/2014 44 Tabel 4 : Hasil Nilai Awal Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V. 45 Tabel 5 : Hasil Nilai Postest Kemampuan Berbicara Siswa Berbicara Kelas V siklus I . 56 Tabel 6 : Rata-rata Skor Penilaian Siswa terhadap guru pada siklus I pertemuan kedua 58 Tabel 7 : Hasil Nilai Postest Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V siklus II . 66 Tabel 8 : Rata-rata Skor Penilaian Siswa terhadap guru pada siklus II pertemuan kedua . Tabel 9 : Penilaian Nilai Awal Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V. 68 70 Tabel 10 : Penilaian Nilai Postest Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V siklus I . . 71 Tabel 11 : Penilaian Nilai Postest Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V siklus II . . 73 Tabel 12 : Perbandingan Kemampuan Berbicara siswa kelas V . 75 vi vi Tabel 13 : Hasil rata-rata skor aktivitas siswa dalam pembelajaran 76 Tabel 14 : Hasil penilaian kemampuan Berbicara secara kelompok kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah . 79 Tabel 15 : Penilaian kemampuan Berbicara secara kelompok pada kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah siklus I . 79 Tabel 16 : Penilaian kemampuan Berbicara secara kelompok pada kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah siklus I . 80 vii vi DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Siklus Penelitian Tindakan kelas . 28 Gambar 2 : Struktur Organisasi MI. Ath-thoyyibiyyah 42 Gambar 3 : Kegiatan Belajar Mengajar . 51 vii 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional karena berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa. Dikatakan demikian karena Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, yang memiliki beragam suku bangsa yang masing-masing suku bangsa tersebut memiliki bahasanya sendiri. Agar setiap suku yang memiliki perbedaan bahasa tersebut dapat saling berkomunikasi maka dibutuhkan satu bahasa yang dapat dimengerti oleh setiap suku bangsa tersebut yaitu bahasa nasional Bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, pelajaran Bahasa Indonesia harus diajarkan dari tingkat pendidikan terendah sampai yang tertinggi, sehingga mereka mampu bersosialisasi dan berkomunikasi ketika mereka berada dalam kelompok masyarakat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 7 ayat 2 yang berbunyi ”Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/ Paket C, SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani”.1 Selanjutnya, pasal 7 ayat 3 yang berbunyi ”Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/ SDLB/Paket A, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal yang relevan”.2 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 19 Tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan, h. 6 2 Ibid., 1 2 Dalam peraturan pemerintah di atas jelas dikatakan bahwa Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di tingkat MI/SD. Selain itu pelajaran Bahasa Indonesia juga merupakan pelajaran yang memiliki peranan penting karena mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang menentukan kelulusan seorang seorang peserta didik karena merupakan mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional (UN) tingkat MI/SD. Kurangnya motivasi dan partisipasi siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya berbicara, mengakibatkan rendahnya tingkat daya serap siswa, terkadang siswa tidak berani mengungkapkan perasaan, mengajukan pendapat maupun memberikan saran terhadap masalah yang dilihat maupun dihadapi. Guru hendaknya mampu mengatasi hal-hal yang kurang tepat, misalnya ada seorang siswa yang berani berbicara namun kalimat yang diucapkannya membuat teman yang lain menertawakannya. Guru harus mengatasi hal ini, karena jika tidak diatasi akan membuat siswa merasa mengucapkan kata-kata atau kalimat yang salah dan dia tidak akan berani lagi untuk berbicara karena merasa takut salah berbicara. Siswa pada tingkat sekolah dasar sebenarnya senang berbicara, mereka mengeluarkan kata-kata dan kalimat sesuai dengan tingkat umur mereka bahkan terkadang kata-kata dan kalimat yang diucapkan berlebihan dan tidak baik. Guru hendaknya menyarankan dan membimbing mereka ke hal-hal yang positif. Di sinilah peran guru dibutuhkan untuk menjadi penyimak yang baik apabila terdapat siswa yang mengungkapkan perasaan, mengajukan pendapat dan gagasan serta pesan. Dalam hal ini karakter siswa berbeda-beda, ada siswa yang lebih berani berbicara, maka sebagai guru hendaknya tidak sungkan memberikan pujian kepada siswa yang bersangkutan agar merasa senang, sedangkan untuk siswa yang masih mengalami kesulitan dalam berbicara, guru harus dapat memberikan motivasi agar siswa yang bersangkutan tidak merasa ditinggal. Kenyataannya, bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di MI. ATHTHOYYIBIYYAH menunjukkan nilai yang masih di bawah Standar 3 Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM=70). Penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kemampuan siswa untuk mengungkapkan dan mengekspresikan gagasan atau pendapatnya dalam bentuk lisan maupun tulisan masih rendah, hal ini terlihat berdasarkan data hasil observasi awal berikut: No be high, mean while American Dollar rate and invest has positive proportioned to ward Gross Domestic Product, if the invest is raised and value of American Dollar rate strengthening of Rupiah rate, the Gross Domestic Product value will be as well. Keyword: Gross Domestic Product, Invest, certificate interest of Indonesian Bank and American Dollar rate. vii PENGARUH INVESTASI, TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN KURS DOLLAR AMERIKA TERHADAP PENDAPATAN DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA TAHUN 2000.1 – 2007.I2 P.HARI PRISTIAWAN ILMU EKONOMI, FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS JEMBER ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Pendapatan Domestik Bruto di Indonesia yang dipengaruhi oleh investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika terhadap variabel terikat yaitu Produk Domestik Bruto. Analisis data menunjukkan bahwa 78,9% naik turunnya Produk Domestik Bruto dipengaruhi variabel dalam model penelitian sedangkan 21,1% dipengaruhi faktor lain diluar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Secara teori hubungan tingkat suku bunga Sertifikat Bank terhadap Produk Domestik Bruto berbanding negatif, apabila tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia turun maka Produk Domestik Bruto akan naik sedangkan investasi dan kurs Dollar Amerika berbanding positif terhadap Produk Domestik Bruto, apabila investasi meningkat dan kurs Rupiah menguat terhadap Dollar Amerika maka Produk Domestik Bruto akan mengalami kenaikan. Kata Kunci: Produk Domestik Bruto, Investasi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. viii KATA PENGANTAR Dengan ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Investasi, Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia dan Kurs Dollar Amerika terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia Tahun 2000.12007.12. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana (S1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jember.Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, maka selayaknya penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Ibu Drs. Sri Utami,SU sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Ibu Dr. Lilis Yuliati, SE, Msi, selaku Dosen Pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, kritik dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Dr. M Fathorrazi, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 4. Bapak Drs. P. Edi Suswandi, MP, selaku dosen wali yang telah membantu memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis selama studi. 5. Bapak Prof. Dr. H. Sarwedi, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 6. Seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta staf karyawan di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Jember serta Ruang Baca Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Pusat. 7. Ayahku Haryono dan Ibundaku Suryanti terima kasih atas semua kasih sayang, bimbingan dan panjatan doanya yang tak pernah berhenti mengalir. ix 8. Kakakku Riana, Neti, Dewi serta adikku Indah tersayang terima kasih untuk do’a, dukungan, kasih sayang, kerja keras, kesabarannya selama ini. 9. Seluruh teman-teman Jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan kelas A dan kelas B yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih semuanya. 10. Ustadz Ainur Rofiq sebagai murobbi saya terima kasih sudah mengizinkan menempati Ma’hadnya.Bu Zahra, terima kasih sudah merawat saya dan memperhatikan makan dan minum saya dan memberi kasih sayang layaknya ibu saya sendiri. 11. Teman-teman ma’had adik Amin, mas Very, Lusi, Umyana, Rini, Qorik, Rintis, Mas Eko, Warisman, Ananta serta adik kecil Sibgo, Haqi, Meri keceriaan dan senda-guraumu membuat penulis tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP negeri 2 Jember kelas VIII E dengan 31 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berupa tiga soal PISA konten Space and Shape unit Shape yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Soal PISA dan pendoman penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut : AMATI GAMBAR BERIKUT 1. Mana diantara gambar-gambar diatas yang memiliki daerah terluas. Apa alasanmu? 2. Jelaskan cara untuk memperkirakan luas gambar C 3. Jelaskan cara untuk memperkirakan keliling gambar C Pedoman Penskoran: Soal 1 Skor Penuh (1) : Bentuk B, didukung dengan penalaran yang masuk akal. B merupakan daerah terluas karena dua bangun yang lain akan dimuat di dalamnya. B. karena tidak memiliki lekukan di dalamnya yang mengurangi luas daerahnya. Sedangkan A dan C memiliki Gap/celah. B, karena merupakan lingkaran penuh, sedangkan bangun yang lain seperti lingkaran dengan beberapa bagian yang hilang, sehingga mengurangi luasnya. B, karena tidak memiliki daerah terbuka Dll. Tidak ada Skor (0): B, tanpa disertai alasan yang masuk akal Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 2: Skor Penuh (2): Dengan cara yang masuk akal. Menggambar petak-petak yang memuat bangun tersebut dan menghitung petak yang menutupi bangun tersebut. Jika lebih dari setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak Memotong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mengatur potongan-potongan tersebut menjadi bentuk persegi/persegi panjang kemudian menhitung sisi-sisinya lalu menentukan luasnya. Membangun bentuk 3D dengan alas berdasarkan bentuk tersebut, dan mengisinya dengan air. Hitung volume air yang digunakan dan kedalaman air pada model. Luas dapat ditentukan dengan volume air dibagi kedalaman air pada model Dengan membagi bangun ke dalam beberapa bentuk bangun datar beraturan. Kemudian dihitung luasnya dan dijumlahkan. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Skor sebagian (1) : Membuat lingkaran yang memuat bentuk tersebut, kemudian mengurangkan luas lingkaran dengan luas diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Namun siswa tidak menyebutkan bagaimana untuk mengetahui luas daerah diluar bentuk tersebut dalam lingkaran. Alasan-alasan lain yang masuk akal, namun kurang detail atau kurang jelas. Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Soal 3: Skor Penuh (1): Dengan cara yang masuk akal. Rentangkan seutas tali pada pinggir bentuk tersebut, kemudian mengukur panjang tali yang digunakan. Potong bentuk tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, gabungkan bagian-bagian tersebut hingga membentuk garis, lalu tentukan panjangnya. Dan alasan-alasan lain yang masuk akal Tidak ada Skor (0): Jawaban lain yang kurang masuk akal. Sumber : diadaptasi dari Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. Selanjutnya, skor siswa yang didapat akan dimasukkan dan diolah dengan program komputer Ministep (Winstep Rasch) untuk mengestimasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space yang diberikan berdasarkan analisis model Rasch. Soal 1 dan 3 menggunakan penskoran model dikotomus (Benar/Salah), sedangkan soal 2 menggunakan penskoran model politomus (Partial Credit Model). Skor mentah tersebut dikonversi menjadi nilai logit. Semakin tinggi nilai logit siswa dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan kemampuan siswa yang semakin tinggi. Semakin tinggi nilai logit soal dan lebih dari 0.0 logit mengindikasikan semakin tinggi tingkat kesulitan soal. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara keseluruhan skor siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Shape and Space berbeda-beda Pada tabel 1 menampilkan skor mentah yang diperoleh siswa. Soal 1 mampu dijawab dengan benar oleh 17 siswa, soal 2 terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1, sedangkan soal 3 terdapat 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar Tabel 1. Skor Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 1 01AT 1 0 1 17 17MW 1 0 0 2 02AO 0 0 0 18 18NA 0 0 0 3 03AN 0 0 0 19 19NR 1 0 0 NAMA SOAL NAMA NO SOAL NO (KODE SISWA) 1 2 3 (KODE SISWA) 1 2 3 4 04CA 0 0 0 20 20NA 1 2 0 5 05EA 1 0 0 21 21NS 0 0 0 6 06FY 1 1 1 22 22RR 0 0 1 7 07IN 1 1 0 23 23RF 0 0 0 8 08IE 1 0 0 24 24RA 0 0 0 9 09JN 1 1 0 25 25RW 0 0 0 10 10KH 1 1 1 26 26RL 0 0 0 11 11KT 1 0 0 27 27SA 0 0 0 12 12MI 1 1 0 28 28TA 1 2 0 13 13MA 0 0 0 29 29VT 0 0 1 14 14MR 1 1 0 30 30ZN 1 0 0 15 15MR 1 0 0 31 31PA 1 0 0 16 16MS 0 0 0 Selanjutnya skor siswa dengan pemodelan Rasch diolah dengan menggunakan program komputer ministep (Winstep Rasch). Berikut ditampilkan hasil statistic dari analisis model Rasch: Gambar 1. Tampilan Summary Statistics hasil pengolahan data ministep. Tampilan summary statistics diatas memberikan info tentang kualitas responden/siswa secara keseluruhan dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Dari tampilan hasil pengolahan diatas diperoleh Person measure = – 0.10 logit dengan tidak mengikutsertakan Extrem Person (Responden/siswa yang mempuyai skor 0) yang kurang dari logit 0,0. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa kurang dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space yang diberikan. Dengan mengikutsertakan siswa dengan ekstrem skor tentunya nilai person measure akan semakin kecil yaitu – 1.52 logit. Semakin tinggi nilai logit diatas 0.0 logit, semakin tinggi kemampuan siswa. Gambar 2. Tampilan Item Measure hasil pengolahan data ministep. Dari gambar 2, soal no 2 mempunyai nilai logit tertinggi yaitu +1.47 logit ini menunjukkan soal no 2 merupakan soal yang paling sulit dijawab oleh siswa, soal no 3 mempunyai nilai logit = 1.40 logit, dan soal no 1 mempunyai nilai logit = -2.87 logit. Soal 2 dan 3, nilai logit keduanya lebih dari 0.0 logit menunjukkan kedua soal ini merupakan kategori soal sulit. Dari tabel 1 menunjukkan untuk soal no 2 hanya terdapat 2 siswa yang mampu menjawab dengan skor penuh, dan 6 siswa mampu menjawab dengan skor 1. Untuk soal no 3 hanya 5 siswa yang mampu menjawab dengan benar. Sedangkan soal 1 mempunyai nilai -2.87 logit yang kurang dari 0.0 logit menunjukkan soal yang relatif mudah dikerjakan siswa, dari 31 siswa terdapat 17 siswa yang mampu menjawab dengan benar. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut : (1) Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space berdasarkan analisis model Rasch masih kurang. Rata-rata nilai logit siswa - 1,52 logit yang kurang dari 0.0 logit. (2) Dari ketiga soal yang diujikan, dua soal dikategorikan sebagai soal sulit, dan 1 soal relatif mudah dikerjakan siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti mengemukakan saran-saran sebagai berikut : (1) Bagi pendidik, siswa hendaknya sering diberikan soal-soal non rutin atau soal-soal pemecahan masalah seperti soal-soal PISA dalam pembelajaran matematika dikelas, baik sebagai tugas maupun ulangan harian. Hal ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. (2) Bagi peneliti lain, penggunaan Item Respon Theory (IRT) dalam hal ini Rasch Model dapat dijadikan alternatif dalam pengolahan data penelitian kuantitatif untuk mengatasi kelamahan teori tes klasik, karena Rasch Model telah memenuhi lima prinsip model pengukuran. DAFTAR PUSTAKA Aini, R.N. & Siswono, T.Y.E. 2014. Analisis Pemahaman Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Pada PISA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika MATHEdunesa, vol 2, no 3, hal.158-164 BSNP Depdiknas.2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika SD/MI dan SMP/MTs (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006). Jakarta: BSNP Depdiknas OECD. 2013. PISA 2012 Results in Focus. www.oecd.org OECD.2009. Take The Test Sample Questions From OECD’s PISA Assesment. www.oecd.org OECD.2015. PISA 2015 Draft Mathematics Framework. www.oecd.org Setiawan, H.,Dafik., dan Lestari, S.D.N. 2014. Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014, hal.244-251. Shiel, G et al.2007. PISA mathematics: a teacher’s guide. Dublin :Department of Education and Science. Sulastri, R., et al.2014. Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level. Jurnal Didaktik Matematika, Vol. 1, No. 2, September 2014, hal.13-21. Sumintono, B. & Widhiarso, W.2014. Aplikasi Model Rasch Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Cimahi:Trim Komunikata Publishing House Wardhani, Sri dan Rumiyati. 2011. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP: Belajar dari PISA dan TIMSS. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Peningkatan kemampuan menyimak melalui penerapan metode permainan bisik berantai pada siswa kelas III MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
11
172
Peningkatan keterampilan menyimak melalui penerapan metode bercerita pada siswa kelas II SDN Pamulang Permai Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014
20
188
100
Peningkatan keterampilan membaca siswa pada pembelajaran tematik dengan menggunakan lingkungan sekolah sebagai media di kelas II MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat
0
5
100
Peningkatan kemampuan memahami bacaan melalui media gambar pada siswa kelas VII-4 SMP Darussalam Ciputat Tahun pelajaran 2013/2014
0
14
116
Peningkatan kemampuan pemahaman cerita melalui media audio visual di Kelas VII-D Madrasah Tsanawiyah Al-Alawiyah Kranji-Bekasi Barat Tahun pelajaran 2014/2015
1
3
177
Peningkatan hasil belajar IPS siswa melalui strategi pembelajaran kooperatif tipe team game tournament materi masalah sosial lingkungan setempat kelas IV MI Dayatussalam Cileungsi Bogor Jawa Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
4
121
Peningkatan hasil belajar siswa melalui model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran IPS Kelas IV MI Al-Karimiyah Jakarta
0
4
158
Upaya guru dalam peningkatan hasil belajar PKn siswa melalui penerapan metode bermain peran di MI Sirajul Athfal 5 Depok: PTK di MI Sirajul Athfal 5 Kota Depok
0
10
106
Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan Metode Mind Mapping (Peta Pikiran) pada siswa Kelas V MI Nurul Huda Kota Depok Tahun Pelajaran 2014/2015
0
6
0
Peningkatan keterampilan membaca melalui penerapan metode SQ3R pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V MI Al-Khairiyah Mampang Prapatan Jakarta Selatan Tahun pelajaran 2013-2014
0
17
111
Pengaruh penerapan metode debat terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V MI Misbahul Falah Duren Mekar Kota Depok
0
11
0
Optimalisasi penerapan keberanian mengambil resiko berbicara dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris siswa madrasah ibtidiyah
0
6
9
Peningkatan kemampuan berbicara melalui penerapan teknik bermain peran pada siswa Kelas V MI Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat Tahun pelajaran 2013/2014
0
4
170
Peningkatan motivasi belajar siswa melalui media audio visual pada mata pelajaran PKN siswa kelas II MI Al-Husna Ciledug Tahun pelajaran 2013/2014
3
11
126
Peningkatan kemampuan berbicara melalui penerapan teknik bermain peran. penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V MI. Ath-Thoyyibiyyah Kalideres Jakarta Barat
0
10
170
Show more