PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON

178 

Full text

(1)

PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA

PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata I Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

Novi Handayani

1102412016

JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

(2)
(3)
(4)

iv

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa skripsi ini bebas plagiat, dan apabila dikemudian

hari terbukti terdapat plagiat dalam skripsi ini, maka saya bersedia menerima

(5)

v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

1. Sesungguhnya sesuatu kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu

telah selesai (dari suatu urusan) kerjalah hasil kerja kerasakanlah

sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada tuhanmulah kamu berharap

(QS.Ash-Sharh:5-8)

2. Kesuksesan adalah hasil kerja keras, ketekunan, kesabaran, kebenaran,

dalam tidak dan berfikir. akhirnya menyerahkan segala sesuatu kepada

yang maha kuasa

(RA.Kartini)

PERSEMBAHAN

Untuk Bapak Mudiarjo dan Ibu Kainah

Untuk kakakku Juniati dan Adiku Indah

Untuk seluruh keluarga besarku

Untuk teman kontrakan Petrik, Raras, Nia, Fiqih, Aulia

Untuk teman-teman Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes 2012

(6)

vi

.

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada

Mata Pelajaran Perakitan Komputer SMK Palebon Semarang” sebagai syarat

untuk meraih gelar sarjana pendidikan di Universitas Negeri Semarang.

Dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari berbagai pihak yang turut

serta mendukung, membimbing dan bekerja sama, sehingga penelitian ini dapat

terselesaikan. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang

yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan studi

Strata 1 di Universitas Negeri Semarang.

2. Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Semarang yang telah mengesahkan skripsi ini.

3. Drs. Sugeng Purwanto, M.Pd, Ketua jurusan Kurikulum dan Teknologi

Pendidikan Universitas Negeri Semarang dan dosen pembimbing I yang selalu

sabar memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis.

4. Drs. Sukirman, M.Si, Dosen pembimbing II yang selalu sabar memberiakan

bimbingan dan motivasi kepada penulis.

(7)

vii

6. Guru Perakitan Komputer SMK Palebon Semarang, Bapak Soebandri, S.E

yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan penelitian.

7. Kepala sekolah SMK Palebon Semarang, Drs. Joko Raharjo yang telah

memberikan ijin penulis melaksanakan penelitian di sekolah.

8. Siswa-siswi SMK Palebon yang ikut berpartisipasi membantu penulis dalam

penelitian.

9. Keluarga, dan sahabat-sahabatku yang telah memberi kasih sayang dan

dukungan.

10.Teman-teman satu angkatanku, Teknologi Pendidikan 2012, terima kasih telah

memberiku semangat.

11.Semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu.

Akhir kata, semoga segala bantuan yang telah diberikan dapat bermanfaat

(8)

viii ABSTRAK

Handayani, Novi. 2016. “Pengaruh Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Perakitan Komputer Kelas X Multimedia Smk Palebon”. Skripsi. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.

Pembimbing I: Drs. Sugeng Purwanto, M.Pd dan pembimbing II: Drs. Sukirman, M.Si

Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Pembelajaran, Video

Media pembelajaran adalah alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dari guru ke peserta didik. Video merupakan media audiovisual yang menampilkan gerak serta berisi pesan berupa fakta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemanfaatan media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran perakitan komputer kelas X Multimedia. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian Quasi eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Lokasi penelitian ini adalah SMK Palebon Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MM 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X MM 2 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling purposive. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (uji-t). Hasil penelitian ini yaitu nilai rata-rata pretest pada kelompok eksperimen 66,73 dan nilai posttest yaitu 90,31. Sedangkan pada kelompok kontrol nilai pretest 63,88 dan nilai posttest yaitu 88,16. Untuk pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil uji-t terhadap hasil pretest diperoleh

≤ (1,597≤2,052) pada α = 0,05 dengan dk=27, yang berarti tidak

(9)

ix DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

(10)

x

2.1.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran ... 11

2.1.2 Media Pembelajaran ... 13

2.1.2.1 Pengertian Media Pembelajaran ... 13

2.1.2.2 Kegunaan Media Pembelajaran ... 14

2.1.2.3 Kriteria Media Pembelajaran ... 16

2.1.2.4 Klasifikasi Media Pembelajaran ... 18

2.1.2.5 Karakteristik Media ... 19

2.1.3 Media Video Pembelajaran ... 26

2.1.4 Perakitan Komputer ... 29

2.1.5 Hasil Belajar ... 31

2.1.6 Video Tutorial Pembelajaran ... 37

(11)

xi

3.5.2 Sampel Penelitian ... 47

3.5.3 Teknik Pengambilan Sampel Penelitian ... 47

3.6 Instrumen Penelitian ... 47

3.6.1 Tes ... 47

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 56

4.1 Profil Sekolah dan Sampel Penelitian ... 56

4.2 Profil Sekolah Penelitian ... 56

4.3 Profil Sampel Penelitian ... 58

4.4 Hasil Penelitian ... 59

4.4.1 Hasil Uji Coba Instrumen ... 59

(12)

xii

4.4.2.1 Hasil Pretest Siswa ... 61

4.4.2.2 Hasil Posttest Siswa ... 64

4.4.2.3 Analisis Data Pretest dan Posttest Siswa ... 67

4.4.3 Analisis Data ... 67

4.4.3.1 Uji Normalitas ... 67

4.4.3.2 Uji Homogenitas ... 68

4.4.3.3 Uji Hipotesis (uji-t) ... 68

4.5 Pembahasan ... 71

5. SIMPULAN DAN SARAN ... 72

5.1 Simpulan ... 74

5.2 Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 76

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Kriteria Validitas ... 50

3.2 Kriteria Reliabilitas ... 51

3.3 Kriteria Tingkat Kesukaran ... 52

3.4 Kriteria Daya Pembeda ... 53

4.1 Rincian Kelas SMK Palebon ... 57

4.2 Jadwal Penelitian Kelompok Eksperimen ... 59

4.3 Jadwal Penelitian Kelompok Kontrol ... 59

4.4 Rekapitulasi Hasil Uji Instrumen ... 60

4.5 Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Kelompok Eksperimen ... 62

4.6 Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Kelompok Kontrol ... 63

4.7 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok Eksperimen ... 65

4.8 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok Kontrol ... 66

4.9 Uji Homogenitas ... 68

4.10 Perbedaan Rata-Rata Pretest Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol ... 69

4.11 Perbedaan Rata-Rata Posttest Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol ... 69

4.12 Perhitungan Rata-Rata Perbedaan Pretest Dan Posttest Kelompok Eksperimen ... 70

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Skema Kerangka Berpikir ... 42

4.1 Histogram Nilai Pretest Kelompok Eksperimen ... 63

4.2 Histogram Nilai Pretest Kelompok Kontrol ... 64

4.3 Histogram Nilai Posttest Kelompok Eksperimen ... 65

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. RPP Instalasi GUI ... 79

2. Silabus Perakitan Komputer ... 91

3. Profil Sekolah ... 93

9. Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen ... 109

10. Perhitungan Statistik Kelompok Eksperimen ... 111

11. Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Kelompok Eksperimen ... 113

12. Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok Eksperimen ... 115

13. Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol ... 117

14. Perhitungan Statistik Kelompok Kontrol ... 119

15. Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok Kontrol ... 121

16. Distribusi Frekuensi Nilai Pretest Kelompok Kontrol ... 123

17. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen ... 125

18. Uji Normalitas Kelompok Kontrol ... 127

19. Uji Homogenitas ... 129

20. Uji T Perbedaan Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen ... 132

(16)

xvi

22. Perhitungan Statistik Dengan T-Test Pada Hasil Tes Awal Kelompok

Eksperimen Dan Kelompok Kontrol ... 136

23. Perhitungan Statistik Dengan T-Test Pada Hasil Tes Akhir Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol ... 138

24. Hasil Uji Coba Soal, Pretest dan Posttest Siswa ... 140

25. Lembar Pengamatan ... 150

26. Hasil Pengamatan ... 151

27. Ulangan Haraian ... 153

28. Dokumentasi Penelitian ... 156

29. Surat Ujin Penelitian ... 161

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu

cepat. setiap segi kehidupan kita berkaitan dengan teknologi. Begitu pula

dengan dunia pendidikan yang selalu berkaitan dengan teknologi. Teknologi

lahir karena adanya kebutuhan manusia sejak zaman dahulu. Meskipun pada

zaman dahulu terbilang sederhana.

Laju pertumbuhan IPTEK yang terus meningkat harus dapat kita

manfaatkan dengan baik. Manusia dapat dengan mudahnya menggunakan

teknologi yang ada saat ini. Keberadaan teknologi sangat bermanfaat dalam

dunia pendidikan. Pendidikan dibatasi dalam pengertiannya yang sempit dan

luas. Dalam arti sempit pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

menolong anak didik menjadi matang kedewasaannya. Pendidikan dalam

pengertian ini dilakukan oleh institusi formal sekolah. Sedangkan, dalam arti

luas pendidikan adalah semua manipulasi lingkungan yang diarahkan untuk

mengadakan perubahan perilaku anak (Purwanto, 2009:20).

Menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 pendidikan merupakan

suatu usaha sadar dan terencana untuk untuk mewujudkan suasana dan proses

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi

yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

(18)

keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat. Kesadaran akan

pendidikan sudah dirasakan oleh masyarakat sehingga, kebutuhan akan

pendidikan menjadi sedemikian besar.

Pembelajaran adalah proses dari pendidikan, yakni kegiatan yang

dilakukan antara guru dengan peserta didik. Sebuah pembelajaran akan lebih

menarik jika mengunakan media pembelajaran yang baik dan tepat. Dalam

proses ini tentunya membutuhkan media pembelajaran yang digunakan untuk

mempermudah dan memperlancar kegiatan pembelajaran. Media

pembelajaran dikemas sedemikian rupa oleh pendidik untuk menimbulkan

kesan, sehingga peserta didik memahami materi yang disampaikan oleh guru

dan tidak hilang begitu saja dengan datangnya materi baru.

Seiring perkembangan informasi dan teknologi, perkembangan media

juga semakin pesat. Kemudahan dalam mengakses internet mempermudah

dalam mencari informasi, data, gambar, film, video, dll. Proses pembelajaran

diperlukan sebuah media pembelajaran yang mampu memberikan visualisasi

yang baik. Proses pembelajaran seringkali dihadapkan pada materi yang dapat

dikatakan abstrak diluar pengalaman siswa sehari-hari. Visualisasi lewat

media pembelajaran menjadi salah satu cara yang tentunya dapat dilakukan

oleh pendidik kepada peserta didik untuk mengkonkritkan atau memperjelas

sesuatu yang abstrak bagi peserta didik. Daryanto (2010:90) mengemukakan

tiga alasan mengapa kita menggunakan visualisasi di dalam berkomunikasi

yaitu: a) pesan yang disampikan lebih menarik perhatian. Unsur perhatian

(19)

timbul rangsangan/motivasi untuk belajar. b) pesan yang disampaikan lebih

efisien. Gambaran visual dapat mengkomunikasikan pesan dengan cepat dan

nyata. Oleh karena itu, dapat mempercepat pemahaman pesan secara lebih

komprehensif. c) pesan visual lebih efektif, dalam arti penyajian melalui

visual dapat membuat anak didik lebih berkonsentrasi.

Media sebagai perantara dalam komunikasi antara pengirim dan

penerima. Pengirim diartikan sebagai pendidik, sedangkan penerima diartikan

sebagai peserta didik. Dalam kaitannya dengan kegiatan pembelajaran media

merupakan alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk

menyampaikan informasi atau pesan ke peserta didik. Media bersifat visual

maupun non-visual. Media yang baik memiliki kedua sifat tersebut. Dengan

adanya media, proses pembelajaran dapat dengan mudah terlaksana.

Media pembelajaran mempermudah guru dalam menyampaikan materi

kepada peserta didik. Pemilihan media yang digunakan harus tepat dan sesuai

dengan kebutuhan. Pada umumnya media berbasis multimedia menawarkan

sesuatu yang menarik. Multimedia memberikan peluang bagi guru untuk

mengembangkan pembelajaran baik itu dari metode, teknik, maupun media

secara optimal. Demikian bagi peserta didik akan lebih mudah dalam

menentukan dengan apa dan bagaimana peserta didik dapat menyerap

informasi secara efisien. Menurut Maharani, (2015) bahwa multimedia

interatif efetif digunakan dalam pembelajaran terbukti dari uji t satu sample

memperoleh hasil yang baik. Media ini dapat bersifat visual, non-visual,

(20)

audio visual. Sajian dari audio visual atau yang dikenal dengan multimedia

menjadikan visualisasi menjadi lebih menarik. Bentuk dari media

pembelajaran yang menggabungkan audio dan visual ini adalah video. Video

merupakan rangkain gerak hidup yang runtut, yang diolah sedemikian rupa

sehingga menghasilkan visual dan dilengkapi dengan audio yang berisi pesan

atau informasi didalamnya. Kelebihan video dalam pembelajaran yaitu video

memperkaya pemaparan materi, materi dapat diulang-ulang pada bagian yang

kurang jelas atau belum dipahami oleh peserta didik, sangat sesuai dalam

penyampaian materi dalam aspek psikomotor, video lebih cepat dalam

menyampaikan pesan yaitu materi pembelajaran, serta video menunjukan

secara jelas semua tahapan prosedural (seperti saat instalasi sistem operasi dari

awal hingga selesai secara jelas).

Tentu tidak asing lagi bagi kita mengenai media video. Media video

pembelajaran dapat siap kapan saja digunakan untuk menyampaikan materi.

Media video adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat

dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial (Daryanto,

2010:87). Salah satunya bentuk dari media pembelajaran video yaitu video

tutorial. Video tutorial merupakan rangkain gambar hidup yang ditayangkan

oleh guru melalui komputer tujuannya untuk membantu pemahaman terhadap

suatu materi pembelajaran. Tutorial dalam pembelajaran ditujukan sebagai

pengganti guru secara langsung pada kenyataannya, berupa video pada layar

(21)

Beberapa fasilitas teknologi sebagai penunjang aktivitas belajar siswa

di sekolah. SMK Palebon memiliki peserta didik yang mempunyai nilai baik

dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang baik. Selain itu, dalam

proses pembelajaran didukung oleh guru yang baik dengan penyampaian

pembelajaran secara jelas dan menyenangkan. Pada pembelajaran Perakitan

komputer selama ini, guru kurang menggunakan media pendukung selain

praktek langsung dan buku serta tampilan slide power point. Siswa juga

menemui kesulitan dalam menyerap materi pelajaran perakitan komputer

dikarenakan siswa dihadapkan pada materi baru yang belum pernah

didapatkan sebelumnya. Oleh karena itu, hasil belajar siswa masih kurang dan

beberapa masih dibawah KKM. Terlihat dari rata-rata nilai ulangan harian

siswa yang masih rendah yaitu 69. Dan nilai ulangan ahir semester ganjil

terdapat beberapa anak yang nilainya masih dibawah KKM. Maka diperlukan

media pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman siswa salah

satunya dengan media video pembelajaran.

Perakitan komputer merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di

jurusan multimedia SMK Palebon. Dalam mata pelajaran perakitan komputer

terdapat materi sistem operasi komputer. Sistem operasi merupakan perangkat

lunak yang mengatur kinerja komputer. Terdapat tiga sistem operasi yaitu

keluarga Microsoft, Keluarga UNIX dan Keluarga Mac Os. Dari ketiganya

sistem operasi, yang dipelajari mengenai sistem operasi berbasis GUI yaitu

Windows 8.1. Instalasi Windows 8.1 memiliki beberapa tahapan yang harus

(22)

menerima materi melalui penjelasan dari guru dan buku, siswa merasa

kesulitan dan kurang memahami materi sehingga membutuhkan media

pembelajaran yang tepat dan siswa dapat dengan mudah mencerna materi

yang diberikan. Dengan menggunakan media video pembelajaran, maka

diharapkan akan ada peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada materi

sistem operasi berbasis GUI.

Materi sistem operasi berbasis GUI tidak bisa dipisahkan dari

praktikum. Sehingga membutuhkan media pembelajaran yang tepat untuk

mendapatkan hasil yang optimal. Selama ini hasil belajar siswa masih kurang

dan beberapa masih dibawah kkm. Kendala yang sering dihadapi yaitu

terbatasnya komputer sebagai media pembelajaran. Apabila komputer yang

digunakan belum selesai belum selesai diinstal maka siswa yang lain tidak

bisa menggunakan komputer tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut,

tentunya membutuhkan media pembelajaran yang mampu mengatasi

keterbatasan media peraga instalasi sistem operasi salah satunya dengan

memanfaatkan media video pembelajaran. Dengan video diharapkan peserta

didik akan lebih mudah menyerap materi. Karena materi yang disampaikan

tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori dari buku, materi disajikan

melalui komputer dalam bentuk video tutorial yang memuat materi

pembelajaran secara audio dan visual. Media pembelajaran yang saat ini

digunakan oleh guru lebih sering menggunkan media cetak baik itu modul

atau buku paket. Media yang dipilih harus dalam bentuk tutorial yang

(23)

Penggunaan media video pembelajaran ini akan membantu dan

mempermudah proses pembelajaran untuk siswa maupun guru. Siswa dapat

belajar lebih dahulu dengan melihat dan menyerap materi belajar dengan lebih

utuh. Dengan demikian, guru tidak harus menjelaskan materi secara

berulang-ulang sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih menarik, lebih

efektif dan efisien.

Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah proses

pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan (Purwanto, 2009:54). Menurut

Gagne dalam Purwanto (2009:42) hasil belajar adalah terbentuknya konsep,

yaitu kategori yang kita berikan pada stimulus yang ada dilingkungan, yang

menyediakan skema yang terorganisasi untuk mengasimilasi

stimulus-stimulus baru dan menentukan hubungan di dalam dan di antara

kategori-kategori. Siswa tentunya mengharapkan hasil belajar yang baik. Begitu pula

guru juga berusaha maksimal saat proses pembelajaran dan mengharapkan

agar hasil belajar siswanya baik.

Media pembelajaran tersebut diharapkan mampu memberikan hasil

belajar yang lebih baik dan media yang efektif untuk proses pembelajaran.

Belum adanya media video pembelajaran pada mata pelajaran perakitan

komputer di SMK Palebon. Sehingga, perlu adanya media video pembelajaran

pada mata pelajaran perakitan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Proses

pembelajaran diperlukan sebuah media pembelajaran yang mampu

memberikan visualisasi yang baik terhadap mata pelajaran perakitan

(24)

hanya dijelaskan tanpa melihat yang sebenarnya. Dengan menggunakan media

ini juga diharapkan hasil belajar akan meningkat.

Melihat pembelajaran yang ada di SMK Palebon yang saat ini masih

menggunakan metode ceramah dengan berbantu alat seperti LCD proyektor

yang kurang optimal dan belum adanya media pembelajaran video tutorial

pada mata pelajaran perakitan komputer di SMK Palebon. Sehingga, perlu

adanya media pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran perakitan

komputer. Pemanfaatan video pada mata pelajaran perakitan dirasa sesuai.

Media pembelajaran ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu

media video pembelajaran ini yang nantinya dapat memberikan visualisasi

pada mata pelajaran perakitan komputer.

Memilih media video sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran

perakitan komputer yaitu karena media video sangat sesuai dengan mata

pelajaran tersebut. Kehadiran media video pembelajaran sangat mendukung

proses penyampaian materi atau informasi dari guru kepada peserta didik.

Proses perakitan komputer yang kompleks dapat dengan mudah dijelaskan

kepada siswa melalui video. Pentingnya video sebagai media pembelajaran

yaitu mampu memaparkan sesuatu yang kompleks serta sulit dijelaskan hanya

dengan kata-kata saja. Mata pelajaran perakitan komputer membutuhkan

media pembelajaran yang dapat memberikan visualisasi bagaimana proses

instalasi sistem operasi itu berlangsung. Selain itu, penggunaan media video

tutorial ini sangat efektif dibandingkan dengan hanya mengunakan metode

(25)

pembelajaran dapat digunakan untuk memperjelas materi sistem operasi

berbasis GUI secara jelas dan nyata.

Terkait latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemanfaatan Media Video Pembelajaran

Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Perakitan Komputer

Kelas X Multimedia SMK Palebon”

1.2Fokus Penelitian

Untuk mempermudah Peneliti dalam menganalisis hasil penelitian,

maka penelitian ini difokuskan pada pengaruh pemanfaatan media video

pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran perakitan

komputer kelas X Multimedia di SMK Palebon Semarang.

1.3Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis mengajukan

rumusan masalah yaitu Bagaimana pengaruh pemanfaatan media video

pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran perakitan

komputer kelas X Multimedia di SMK Palebon Semarang?

1.4Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai sebagai adalah

(26)

terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran perakitan komputer kelas x

multimedia di SMK Palebon Semarang.

1.5Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dibagi dua, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat

secara praktis.

1.5.1 Manfaat secara teoritis yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu:

Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi

dunia pendidikan dan memberikan kontribusi ilmiah terhadap ilmu

pengetahuan.

1.5.2Manfaat secara praktis

1.5.2.1Manfaat bagi siswa

Adanya motivasi belajar yang tinggi dalam mengikuti

pembelajaran perakitan komputer dengan menggunakan media

video pembelajaran sehingga lebih menarik minat siswa.

1.5.2.2Manfaat bagi guru

Menambah pengalaman guru dan mengetahui kemampuan guru

dalam melaksanakan pembelajaran perakitan komputer dengan

menggunakan video pembelajaran.

1.5.2.3Manfaat bagi sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan

pertimbangan dalam mengambil kebijakan terhadap pelaksanaan

(27)

11 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1Kajian Teori

2.1.1 Proses Pembelajaran

2.1.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang

dan berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga keliang lahat nanti

(Sadiman Arief S, dkk, 2007:2). Perubahan tingkah laku merupakan salah satu

tanda seseorang telah belajar.

Menurut Slameto dalam Jihad Asep (2012:2-3) belajar sebagai suatu

proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan

tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri

dalam interaksi dengan lingkungannya. Lebih lanjut Slameto memberikan ciri-ciri

tentang perubahan tingkah laku yang terjadi dalam belajar sebagai berikut :

1) Terjadi secara sadar

2) Bersifat kontinu dan fungsional

3) Bersifat positif dan aktif

4) Bukan bersifat sementara

5) Bertujuan dan terarah

(28)

Mengajar selalu dikaitkan dengan interaksi antara guru dengan siswa di

ruang kelas. Padahal proses belajar mengajar tidak hanya di ruang kelas tetapi di

luar. Dalam proses belajar mengajar terdapat pesan atau informasi. Tidak hanya

pesan tetapi juga terdapat media atau sumber belajar.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar terjadi karena

adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya yang akan menghasilkan

suatu perubahan tingkah laku dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Ketiga aspek ini mengalami perubahan dan terjadi secara sadar oleh individu.

Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa

dalam menyampaikan pesan atau meteri dengan menggunakan media atau sumber

belajar. Dalam proses komunikasi ini tentunya melibatkan dua pihak antara

pendidik dengan peserta didik.

Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu

proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke

penerima pesan. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan

yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun

penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan

(29)

2.1.2 Media Pembelajaran

2.1.2.1 Pengertian Media Pembelajaran

Kata media merupakan bentuk jamak dari medium. Kata itu berasal dari bahasa latin “medius”, yang artinya tengah. Dalam bahasa Indonesia, kata

“medium” artinya antara. Pengertian media dalah pengantar informasi (pesan)

dengan penerima pesan (Kustiono, 2009:1).

Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) berisi pesan atau

informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mepergunakan peralatan

(Sadiman Arief S, dkk, 2007:19). Sejumlah ahli membuat batasan tentang media,

di antaranya yang dikemukakan oleh Asosiasi Teknologi dan Komunikasi

Pendidikan (Association of Education and Comunication Technologi/AECT) di

amerika misalnya, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang

digunakan orang untuk menyalurkan pesan /informasi. Gagne (1970) menyatakan

bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat

merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa

media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang

siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.

Berbeda dengan itu semua adalah batasan yang diberikan oleh asosiasi pendidikan

nasional (national education association/nea). Dikatakan bahwa media adalah

bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual serta peralatannya.

Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca

(Sadiman Arief S, dkk, 1986 : 6). Menurut penelitian yang dilakukan oleh

(30)

Peningkatan hasil belajar juga diikuti oleh peningkatan daya serap siswa dalam

menerima pelajaran. Serta pelaksanaan media audio-visual memberiakn dampak

positif bagi siswa di SMP Negeri 1 Pacitan.

Dari batasan yang disampaikan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa

media pembelajaran merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk

menyampaikan materi pembelajaran dari guru ke peserta didik. Media

pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan

pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran

dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran

tertentu (Ibrahim, dkk, 2000:4).

2.1.2.2 Kegunaan Media Pembelajaran

Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai

berikut (Sadiman Arief S, dkk, 2007: 17-18).

1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam

bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:

1) objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film

bingkai, atau model

2) objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau

gambar

3) gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan

(31)

4) kejadian atau peristiwa di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman

film, video, film bingkai, foto maupun verbal

5) objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan

dengan model, diagram dan lain-lain

6) konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain)

dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain

3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi

sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:

1) menimbulkan kegairahan belajar

2) memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan

lingkungan dan kenyataan

3) memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan

dan minatnya

4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan

pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan

ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan

bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. hal ini akan lebih sulit bila latar

belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. masalah ini dapat

diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuanya dalam:

1) memberikan perangsang yang sama

2) mempersamakan pengalaman

(32)

Sudjana dan Rivai (2001:2) mengemukakan manfaat media pengajaran

dalam proses belajar siswa antara lain:

1. pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan

motivasi belajar;

2. bahan pengjaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami

oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih

baik;

3. metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal

melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru

tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran;

4. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,

melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

2.1.2.3Kriteria Media Pembelajaran

Sudjana dan Rivai, 2007:4 menjelaskan dalam memilih media untuk

kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai

berikut:

a. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran dipiliha

atas dasar tujuan tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan

instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis,

(33)

b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya bahan pelajaran yang sifatnya

fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar

lebih mudah dipahami siswa.

c. Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah

diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar

.media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, di samping

sederhana dan praktis penggunaannya.

d. Keterampilan guru dalam menggunakannya; apapun jenis media yang

diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses

pengajaran. nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi

dampak dari penggunaan oleh guru pada saat interaksi belajar siswa dengan

lingkungannya. Adanya OHP, proyektor film, komputer, dan alat-alat canggih

lainnya, tidak mempunyai arti apa-apa, bilaguru tidak dapat mengunakannya

dalam pengajaran untuk mepertinggi kualitas pengajaran.

e. Tersedia waktu untuk mengunakannya; sehingga media tersebut dapat

bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.

f. Sesuai dengan taraf berfikir siswa; memilih media untuk pendidikan dan

pengajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa, sehingga makna yang

terkandung didalamnya dapat dipahami oleh para siswa. Menyajikan grafik

yang berisi data dan angka atau proporsi dalam bentuk persen bagi siswa SD

kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Demikian juga diagram yang

menjelaskan hubungan suatu konsep atau prinsip hanya bisa dilakukan bagi

(34)

Dengan kriteria pemilihan media diatas, guru dapat lebih mudah menggunakan

media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya

sebagai pengajar.

2.1.2.4Klasifikasi Media Pembelajaran

Klasifikasi media pembelajaran menurut para ahli dalam Ibrahim dan

kawan-kawan (2000:24) yaitu:

a) Menurut Wilbur Schramm membedakan antara media rumit dan mahal (big

media) dan media sederhana (little media).schramm juga mengelompokan

media menurut kemampuan daya liputnya, yaitu : 1) liputan luas dan serentak

seperti TV, radio, dan facsimile, 2) liputan terbatas pada tempat/ruangan

seperti film, video, slide, poster, audio tape, dsb, 3) media untuk belajar

individual (mandiri) seperti buku, modul, program belajar dengan komputer

dan tilpon.

b) Menurut Gagne mengelompokan media menjadi 7 kelompok yaitu : 1) 10

benda untuk didemontrasikan, 2)komunikASI lisan, 3) media cetak, 4) gambar

diam, 5) gambar gerak, 6) film bersuara, 7) mesin belajar.

c) Menurut Allen mengelompokan media menjadi 9 kelompok yaitu : 1) visual

diam, 2) film, 3) televisi, 4) obyek tiga dimensi, 5) rekaman, 6) pelajaran

terpogram, 7) demonstrasi, 8) buku teks cetak dan 9) sajian lisan.

d) Menurut Gerlach dan Ely menggolongkan media menjadi 8 kelompok

berdasarkan ciri-ciri fisiknya yaitu : 1) benda sebenarnya(termasuk orang,

kejadian dan benda tertentu), 2) presentasi verbal (mencakup media cetak,

(35)

papan tulis, papan tempel dan majalah dinding), 3) presentasi grafis(mencakup

chart, grafik, peta, diagram, lukisan, gambar, 4) gambar diam (potret), 5)

gambar gerak (film dan video), 6) rekaman suara, 7) pengajaran terpogram

dan 8)simulasi (peniruan situasi).

e) Menurut ibrahim berdasarkan ukuran serta kompleks tidaknya alat dan

perlengkapannya, mengelompokan menjadi 5 kelompok yaitu : 1) media tanpa

proyeksi dua dimensi (gambar, bagan, poster, grafik, peta datar dsb), 2) media

tanpa proyeksi tiga dimensi (benda sebenarnya, model, boneka, dsb), 3) media

audio (radio dan audiotape recorder, audio disc), 4) media proyeksi(OHP,

film, filmstrip, slide, opaque), 5) televisi,video, komputer.

2.1.2.5Karakteristik Media

Menurut Sadiman Arief S, dkk (2007:28-75) menjelaskan karakteristik

beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar

khususnya di Indonesia sebagai berikut:

1. Media Grafis

Media Grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain

media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.

Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan

disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual.

1) Gambar/Foto

Gambar/Foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan

bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.

(36)

Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan

bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Sketsa, selain dapat menarik perhatian

murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampain pesan.

3) Diagram

Sebagai suatu gambar yang sederhana menggunakan garis-garis dan

simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara

garis besar. Diagram menunjukan hubungan yang ada antara komponennya atau

sifat-sifat proses yang ada di situ. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks

sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.

4) Bagan/Chart

Bagan/Chart berfungsi menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit

bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu

memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.

5) Grafik/Graps

Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang

mengggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali

simbol-simbol verbal digunakan pula di situ. Fungsi grafik adalah untuk

mengggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau

perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara

singkat dan jelas. Berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan

prinsip-prinsip matematik dan menggunakan data-data komparatif.

(37)

Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar

interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu

pesan cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau

kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekali untuk menarik perhatian,

mempengaruhi sikap maupun tingkah laku.

7) Poster

Poster tidak saja penting untuk menyampikan kesan-kesan tertentu tetapi

dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang

melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk

baru dari suatu perusahaan, untuk mengikuti program keluaga berencana atau

untuk menyayangi binatang dapat dituangkan lewat poster.

8) Peta dan Globe

Pada dasarnya peta dan globe untuk menyajikan data-data lokasi. Secara

khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang:

a. keadaan permukaan bumi, daratan, sungai-sungai, gunung-gunung dan

bentuk-bentuk daratan serta perairan lainya

b. tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain

c. data-data budaya dan kemasyarakatan seperti populasi atau pola bahasa/adat

istiadat dan

d. data – data ekonomi, seperti hasil pertanian, industri atau perdagangan

internasional.

(38)

Papan flanel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan

pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. papan berpalis kain flanel ini

dapat dilipat sehingga praktis. gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang

dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. selain gambar, di

kelas kelas permulaan sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan flanel ini

dipakai pula untuk menempelkan huruf angka-angka.

10)Papan Buletin/Bulletin Board

Berbeda dengan papan flanel, papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel

tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. fungsinya selain

menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan

kejadian dalam waktu tertentu.

2. Media Audio

Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan

disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke

dalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal.

1) Radio

Sebagai suatu media, radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibanding

dengan media yang lain, yaitu :

a. harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV;

b. sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari

satu ruang ke ruang lain dengan mudah

c. jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi

(39)

d. radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak

e. dapat merangsang partisipatif aktif pendengar. sambil mendengarkan, siswa

boleh menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi ataupun menari

f. radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada

bunyi dan artinya. (Terutama ini amat berguna bagi program sastra/puisi)

g. siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik, dan

bahasa

h. radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan

dengan jika dikerjakan oleh guru

i. radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tak dapat dikerjakan oleh guru.

Dia dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke kelas. Kisah

petualangan seorang pengembara bisa dituturkan ke kelas-kelas secara

langsung lewat radio

j. radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, jangkauannya luas

2) Alat Perekam Pita Magnetik

Alat perekam pita magnetik (magnetic tape recording) atau lazimnya

orang menyebut tape recorder adalah salah satu media pendidikan yang tak dapat

diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunkannya.

3) Laboratorium Bahasa

Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan

berbicara dalam bahasa asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang

disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah alat perekam.

(40)

Media proyeksi diam (still proyected medium) mempunyai persamaan

dengan media grafik dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Selain

itu, bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalam media proyeksi diam.

1) Film Bingkai

Film bingkai adalah suatu film berukuran 35 mm, yang biasanya

dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci terbuat dari karton, atau plastik.selain

ukuran tersebut masih ada lagi ukuran yang lebih besar, oversized slides

(21/4x21/2 inci) dan latern slide (31/4x4 inci). Film bingkai yang lazim dikenal

adalah yang berukuran 2x2 inci.

2) Film Rangkai

Berbeda dengan film bingkai, gambar (frame) pada film rangkai berurutan

merupakan satu kesatuan. ukuran filmnya sama dengan film bingkai, yaitu 35

mm. Jumlah gambar satu rol film rangkai antara 50 sampai dengan 75 gambar

dengan panjang lebih kurang 100 sampai dengan 130 cm, tergantung pada isi film

itu.Film rangkai memiliki dua ukuran gambar yaitu gambar tunggal (single frame)

dengan ukuran ¾ inci x 1 inci dan gambar ganda (double frame) ukuran 11/2 inci

x 1 inci.

3) Media Transparansi

Media transparansi atau overhead transparency (OHT) sering kali disebut

dengan nama perangkat kerasnya OHP (Overhead projector). Media transparansi

adalah media visual proyeksi, yang dibuat di atas bahan transparan, biasanya film

(41)

transparan yang berisi pesan-pesan tersebut memerlukan alat khusus untuk

memproyeksikan, yaitu OHP.

4) Proyektor Tak Tembus Pandang(Opaque Projector)

Proyektor tak tembus pandang adalah alat untuk memproyeksikan bahan

bukan transparan, tetapi bahan-bahan tidak tembus pandang (opaque).

Benda-benda tersebut adalah Benda-benda datar, tiga dimensi seperti mata uang, model, serta

warna dan anyaman dapat diproyeksikan.

5) Mikrofis

Mikrofis atau microfiche adalah lembaran film transparan terdiri dari

lambang-lambang visual (grafis maupun verbal) yang diperkecil sedemikian rupa

sehingga tak dapat dibaca dengan mata telanjang. Ukuran ada beberapa macam,

bisa 3x5 inci, 6x8 inci atau 4x6 inci.

6) Film

Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu

proses, belajar mengajar. Ada tiga macam ukuran film yaitu 8 mm, 16 mm, dan 35

mm.

7) Film Gelang

Film gelang atau film loop (loop film) adalah jenis media yang terdiri dari

film berukuran 8 mm atau 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambungan,

sehingga film ini akan berputar terus berulang-ulang kalau tidak dimatikan. Film

ukuran 8 mm lebih praktis karena dirancang dalam bentuk kaset. Lama putarnya

berkisar antara 3-4 menit. Guru harus memberi narasi/komentar sendiri pada film

(42)

8) Televisi

Selain film, televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan

pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak.

9) Video

Video, sebagai media audio visual yang menampilkan gerak, semakin

lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat

fakta (kejadian/peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya ceritera),

bisa bersifat informatif, edukatif maupun instruksional.

10)Permainan dan Simulasi

Permainan atau game adalah setiap kontes antara pemain yang berinteraksi

satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu. Untuk mencapi

tujuan-tujuan tertentu pula. Simulasi adalah suatu model hasil penyederhanaan suatu

realitas. selain harus mencerminkan situasi yang sebenarnya, simulasi harus

bersifat operasional. artinya simulasi menggambarkan proses yang sedang

berlangsung.

2.1.3 Media Video Pembelajaran

Video, sebagai media audio visual yang menampilkan gerak, semakin

lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat

fakta (kejadian/peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya ceritera),

bisa bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Sebagaian besar tugas

film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti video akan menggantikan

(43)

Video merupakan suatu medium yang sangat efektif untuk membantu

proses pembelajaran, baik untuk pembelajaran masal, individual, maupun

berkelompok (Daryanto, 2010:86). Media video adalah adalah media audiovisual

artinya dapat menyajikan gambar dan suara secara serempak. video cocok untuk

menyayangkan gerakan atau sesuatu yang bergerak. (Ibrahim, dkk, 2000:110).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lestari Riesma Cyndai (2013) terdapat

hasil peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media video terlihat

dari rata-rata nilai posttest 82,80806 lebih baik dari pretest 64,1968. Dan hasil

respon siswa setelah menggunakan media video adalah 80,64% baik yang artinya

terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa pada sub

kompetensi rias wajah panggung kelas X tata kencantikan kulit di SMKN 2

Boyolangu Tulungagung. Terdapat kelebihan dan kelemahan dari video (Ibrahim

dkk, 2000:111).

Kelebihan video yaitu :

1. Dapat menayangkan objek atau kejadian mendekati/sama dengan keadaan

yang senyatanya (mengatasi keterbatasan ruang dan waktu).

2. Dapat memperjelas informasi dengan teknik manipulasi baik ukuran, warna,

maupun kecepatan.

3. Dapat memperjelas informasi dengan cara diulang-ulang penayangannya.

4. Gambar yang ditayangkan dapat diberhentikan (dibekukan) untuk diamati

sejenak dengan secara seksama. guru dapat mengatur atau mengontrol

penayangan gambarnya.

(44)

Kelemahan video yaitu :

1. Komunikasi satu arah.

2. Penggunaanya memerlukan seperangkat alat yang komplek dan relatif

mahal.(video tape recorder, tv monitor, kamera video, kaset video, dan

mikrofon).

3. Jenis dan format video belum standard(tiap jenis/merk memiliki tipe sendiri).

Menurut Sadiman Arief S, dkk (2007:74-75) menjelaskan kelebihan dan

kelemahan dari video. Kelebihan video antara lain:

1. Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan

luar lainnya

2. Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton dapat memperoleh

informasi dari ahli-ahli/spesialis

3. Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga

pada waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatian pada penyajiannya

4. Menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang

5. Kamera TV bisa mengamati lebih dekat objek yang sedang bergerak atau

objek yang berbahaya seperti harimau

6. Keras lemah suara yang ada bisa diatur dan disesuaikan bila akan disisipi

komentar yang akan didengar

7. Gambar proyeksi bisa di-“beku”-kan untuk diamati dengan seksama. Guru

bisa mengatur dimana dia akan menghentikan gerakan gambar tersebut,

kontrol sepenuhnya ditangan guru

(45)

Hal-hal yang negatif yang perlu diperhatikan atau kelemahan dari pita

video dalam proses belajar mengajar adalah:

1. Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktikkan

2. sifat komunikasinya bersifat satu arah dan harus diimbangi dengan pencarian

bentuk umpanbalik yang lain

3. Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara

sempurna

4. memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks

2.1.4 Perakitan Komputer

Perakitan komputer menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib dasar

program keahlian Multimedia. Untuk semester 1 topik materi pembelajaran

menekankan pada pengenalan komponen-komponen yang ada pada komputer.

Sedangkan untuk semester 2 topik materi pembelajaran menekankan pada

pengujian hasil perakitan dan melakukan instalasi sistem operasi, instalasi

periferal dan program aplikasi. Untuk lebih jelasnya rencana pelaksanaan

pembelajaran ada pada lampiran 1. Dan silabus dan ada pada lampiran 2.

Merakit komputer merupakan rangkaian kegiatan memasang dan instalasi

peralatan atau komponen-komponen komputer agar menjadi satu–kesatuan

(Priyatno, 2008:117). Beberapa tahapan dalam merakit komputer yaitu dimulai

dari persiapan, pelaksanaan, pengujian. Sebelum merakit komputer terlebih

(46)

Sebelum merakit komputer tentunya harus mengetahui spesifikasi

komputer yang akan kita rakit. Biasanya sebelum merakit sebaiknya mengetahui

prosesor apa yang akan digunakan apakah Intel Pentium 4, Pentium Dual Core,

Core 2 Duo, Core 2 Quad, AMD Athlon 64, AMD Athlon 64X2, AMD Sempron,

AMD Phenom dll. Setelah menetapkan spesifikasi komputer yang akan dirakit

maka harus mengetahui komponen-komponen yang mendukung seperti jenis

mainboard, RAM, VGA card, dll. Barulah mempersiapkan semuanya komponen

yang akan dirakit. Persiapkan alat-alat seperti obeng plus dan obeng min,

CD/DVD sistem operasi, CD driver (driver mainboard, VGA card, Sound card,

dll), program aplikasi, CD utility, atau program lain yang diperlukan.Hal yang

perlu diperhatikan dalam merakit komputer adalah menghindari listrik statis dari

tubuh, untuk ini perlu menggunakan gelang antistatik atau menyentuh casing pada

logamnya. Hal ini dikarenakan untuk menghindari kerusakan pada komponen

(Priyatno, 2008:117).

Pada mata pelajaran perakitan komputer terdapat materi sistem operasi.

Dimana didalamnya terdapat jenis sistem operasi dan instalasi sistem operasi

berbasis GUI. Sistem operasi (Operating System) adalah perangkat lunak

(software) yang mengatur semua sumber daya dalam komputer. Sumber daya ini

dapat berupa perangkat keras (hardware) maupun program aplikasi. Sistem

operasi dapat juga didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa perintah atau

instruksi dari program pengendalian komputer yang sudah dibuat oleh pabrik

komputer. Jenis sistem operasi dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu keluarga

(47)

Windows 8 merupakan keluarga dari Microsoft, Serangkaian microsoft

secara resmi merilis windows 8 pada 26 Oktober 2012. Versi percobaan windows

8 berupa consumer preview dan release preview. Pada tanggal 26 Juni 2013,

Microsoft merilis uji coba dari windows 8.1. Instalasi windows 8.1 melalui

beberapa tahapan, dari mulai mengatur BIOS hingga selesai. Tahapan yang dilalui

harus tepat dan sesuai agar instalasi berjalan secara benar.

2.1.5 Hasil Belajar

Menurut Abdurahman dalam Jihad Asep (2012:14) hasil belajar adalah

kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar

adalah hasil yang dicapai dari proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan

pendidikan (Purwanto, 2009:54). Belajar merupakan suatu proses dari seseorang

untuk memperoleh seuatu bentuk perilaku. Kegiatan belajar mengajar tentunya

terdapat tujuan belajar yang tentunya akan diperoleh setelah proses belajar

mengajar selesai. Tujuan belajar itu sendiri berupa hasil belajar yang baik, dapat

berhasil apabila siswa dapat berusaha dan bersungguh-sungguh dalam proses

pembelajaran.

Hasil belajar yang baik menandakan bahwa tujuan belajar telah tercapai.

Selanjutnya Benyamin S.Bloon dalam Jihad Asep (2012:15) mengelompokan

hasil belajar dalam dua kelompok yaitu pengetahuan dan keterampilan.

Pengetahuan terdiri dari empat kategori yaitu:

a. Pengetahuan tentang fakta

b. Pengetahuan tentang prosedural

(48)

d. Pengetahuan tentang prinsip

Keterampilan juga terdiri dari empat kategori yaitu:

a. Keterampilan untuk berfikir atau keterampilan kognitif

b. Keterampilan untuk bertindak atau keterampilan motorik

c. Keterampilan untuk bereaksi atau bersikap

d. Keterampilan berinteraksi

Setelah melakukan proses pembelajaran tentunya akan dilakukan evaluasi

atau penilaian untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dalam mengukur prestasi

belajar tidak hanya menyangkut ilmu pengetahuan tetapi juga sikap dan

keterampilan.

Menurut Usman dalam Jihad Asep (2012: 16-20) bahwa hasil belajar yang

dicapai oleh siswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan instruksional

yang direncanakan guru sebelumnya yang dikelompokan kedalam tiga kategori,

yakni domain kognitif, afektif dan psikomotor.

1) Domain Kognitif

a. Pengetahuan (Knowledge). Jenjang yang paling rendah dalam kemampuan

kognitif meliputi pengingatan tentang hal-hal yang bersifat khusus atau

universal, mengetahui metode dan proses, pengingatan terhadap suatu

pola, struktur atau seting. Dalam hal ini pengenalan utaman pada

pengenalan kembali fakta, prinsip. kata-kata yang dapat dipakai:

definisikan, ulang, laporkan, ingat, garis bawahi, sebutkan, daftar dan

(49)

b. Pemahaman (Comprehension). Jenjang setingkat di atas pengetahuan ini

akan meliputi penerimaan dalam komunikasi secara akurat, menempatkan

hasil komunikasi dalam bentuk penyajian yang berbeda,

mereorganisasikannya secara setingkat tanpa merubah pengertian dan

dapat mengekporasikan. Kata-kata yang dapat dipakai: menterjemahkan,

nyatakan kembali, diskusikan, gambarkan, reorganisasikan, jelaskan,

identifikasi, tempatkan, review, ceritakan dan paparkan.

c. Aplikasi atau penggunaan prinsip atau metode pada situasi yang baru.

Kata-kata yang dapat dipakai antara lain: interpretasikan, terapkan,

laksanakan, gunakan, demonstrasikan, praktekan, ilustrasikan, operasikan,

jadwalkan, sketsa dan kerjakan.

d. Analisa. Jenjang keempat ini akan menyangkut terutama kemampuan anak

dalam memisah-misah (breakdown) terhadap suatu materi menjadi

bagian yang membentuknya, mendeteksi hubungan di antara

bagian-bagian itu dan cara materi itu diorganisir. Kata-kata yang dapat dipakai:

pisahkan, analisa, bedakan, hitung, cobakan, test bandingkan kontras,

kritik, teliti, debatkan, inventarisasikan, hubungkan, pecahkan dan

kategorikan.

e. Sintesa. Jenjang yang satu tingkat lebih sulit dari analisa ini adalah

meliputi anak untuk menaruhkan/menempatkan bagian-bagian atau elemen

satu/bersama sehingga membentuk suatu keseluruhan yang koheren.

(50)

kumpulkan ciptakan, susun, organisasikan, memanage, siapkan, rancang

dan sederhanakan.

f. Evaluasi. Jenjang ini adalah yang paling atas atau yang dianggap paling

sulit dalam kemampuan pengetahuan anak didik. Disini akan meliputi

kemampuan anak didik dalam pengambilan keputusan atau dalam

menyatakan pendapat tentang niali sesuatu tujuan, idea, pekerjaan,

pemecahan masalah, metoda, materi dan lain-lain. Dalam pengambilan

keputusan ataupun dalam menyatakan pendapat, termasuk juga kriteria

yang digunakan, sehingga menjadi akurat dan menstandard

penilaian/penghargaan. Kata-kata yang dapat dipakai: putuskan, hargai,

nilai, skala, bandingkan, revisi, skor dan perkiraan.

2) Domain Kemampuan Sikap (affective)

a. Menerima atau memperhatikan. Jenjang pertama ini akan meliputi sifat

sensitif terhadap adanya eksistensi suatu phenomena tertentu atau suatu

stimulus dan kesadaran yang merupakan perilaku kognitif. Termasuk di

dalamnya juga keinginan untuk menerima atau memperhatikan. Kata-kata

yang dapat dipakai: dengar, lihat, raba, cium, rasa, pandang, pilih, kontrol,

waspada, hindari, suka dan perhatikan.

b. Merespon. Jenjang ini anak didik dilibatkan secara puas dalam suatu

subjek tertentu, phenomena atau suatu kegiatan sehingga ia akan

mencari-cari dan menambah kepuasan dari bekerja dengannya atau terlibat di

(51)

membantu, menolong, partisipasi, melibatkan diri, menyenangi,

menyuakai, gemar, cinta, puas dan menikmati.

c. Penghargaan. Pada level ini perilaku anak didik adalah konsisten dan

stabil, tidak hanya dalam persetujuan terhadap suatu nilai tetapi juga

pemilihan terhadapnya dan keterikatannya pada suatu pandangan atau ide

tertentu. Kata-kata yang dapat dipakai: mengakui dengan tulus,

mengidentifikasi diri, mempercayai, menyatukan diri, menginginkan,

menghendaki, beritikad, mencitakan ambisi, disiplin, dedikasi diri, rela

berkorban, tanggung jawab, yakin dan pasrah.

d. Mengorganisasikan. Dalam jenjang ini anak didik membentuk suatu sistim

nilai yang dapat menuntun perilaku. Ini meliputi konseptualisasi dan

mengorganisasikan. Kata-kata yang dapat dipakai: menimbang-nimbang,

menjalin, mengkristalisasikan mengidentifikasikan, menyusun sistim,

menyelaraskan, mengimbangkan membentuk filsafat hidup.

e. Mempribadi (mewatak). Pada tingkat terakhir sudah ada internalisasi,

nilai-nilai telah mendapatkan tempat pada diri individu, organisir kedalam

suatu sistem yang bersifat internal, memiliki kontrol perilaku. Kata-kata

yang dapat dipakai: bersifat obyektif, bijaksana, adil, teguh dalam

pendirian, percaya diri, berkepribadian.

3) Domain Psikomotorik

a. Menirukan. Apabila ditunjukan kepada anak didik suatu action yang dapat

dinikmati (observable), maka ia akan mulai membuat suatu tiruan terhadap

(52)

dorongan kata hati untuk menirukan. Kata-kata yang dapat dipakai:

menirukan, pengulangan, coba lakukan, berketetapan hati, mau, minat

bergairah.

b. Manipufasi. Pada tingkat ini anak didik dapat menampilkan suatu action

seperti yang diajarkan dan juga tidak hanya pada seperti yang diamati. Dia

mulai dapat membedakan antara suatu set action dengan yang lain,

menjadi memilih action yang diperlukan dan memiliki keterampilan dalam

memanipulamentasi. Kata-kata yang dapat dipakai: ikuti petunjuk,

tetapkan, mencoba-coba, mengutakatik, perbaikan tindakan.

c. Keseksamaan (precision). Ini meliputi kemampuan anak didik dalam

menampilkan yang telah sampai pada tingkat perbaikan yang lebih tinggi

dalam mereproduksi suatu kegiatan tertentu. Kata-kata yang dapat dipakai:

lakukan kembali, kerjakan kembali, hasilkan, kontrol, teliti.

d. Artikulasi (articulation). Yang utama disini anak didik telah dapat

mengkoordinasikan serenteten action dengan menerapkan urutan/sikuen

secara tepat di antara action yang berbeda-beda. Kata-kata yang dipakai:

lakukan secara harmonis, lakukan secara unit.

e. Naturalisasi. Tingkat terakhir dari kemampuan psikomotorik adalah

apabila anak telah dapat melakukan secara alami satu action atau sejumlah

action yang urut. Keterampilan penampilan ini telah sampai pada

kemampuan yang paling tinggi dan action tersebut ditampilkan dengan

(53)

Perubahan salah satu atau ketiga domain yang disebabkan oleh proses

belajar dinamakan hasil belajar. Hasil belajar dapat dilihat dari ada tidaknya

perubahan ketiga domain tersebut yang dialami siswa setelah menjalani proses

belajar.

2.1.6 Video Tutorial Pembelajaran

Video tutorial berasal dari kata video dan tutorial. “Menurut Kamus Besar

Bahasa Indonesia video berarti: (1) bagian yang memancarkan gambar pada

pesawat televisi; (2) rekaman gambar hidup atau televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi”. Sedangkan kata tutorial berarti: “(1) Pembimbingan kelas oleh

seorang pengajar (tutor) untuk seorang mahasiswa atau sekelompok kecil

mahasiswa; (2) pengajaran tambahan melalui tutor”

(http://kamusbahasaindonesia.org). Video tutorial/training dapat dibuat untuk

menjelaskan secara detail suatu proses tertentu, cara pengerjaan tugas tertentu,

cara latihan, dan lain sebagainya guna memudahkan tugas para

trainer/instruktur/guru/dosen/manajer.

Kemudahan siswa untuk mengakses internet dapat dimanfaatkan untuk

mencari informasi. Informasi ini yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber

belajar. Video, film, gambar, data dan lain sebagainya merupakan sumber belajar

yang dapat diperoleh melalui situs web. Youtube merupakan situs web yang dapat

diakses melalui internet yang didalamnya terdapat banyak sekali video atau film

yang dapat dijadikan sumber belajar. Video tutorial yang terdapat didalam

(54)

video tutorial perakitan komputer. Video tutorial perakitan komputer dapat

digunakan sebagai alternatif media pembelajaran atau sebagai pengganti guru saat

pembelajaran. Pemanfaatan video tutorial ini diharapkan mampu meningkatkan

hasil belajar siswa karena video ini dapat memvisualisasikan materi pembelajaran

perakitan komputer secara detail tahapan demi tahapan perakitan komputer.

Menurut hasil penelitian Raharjo (1991) menunjukan bahwa pembelajaran

akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari

yang dipelajari terjadi lewat indra pendengaran, sedangkan 83% lewat indra

penglihatan. Di samping itu, dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat

20% dari apa yang kita dengar. Namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat

dan didengar (Rusman, dkk., 2011: 65).

Jadi video tutorial dapat diartikan sebagai video yang dibuat sebagai media

pembelajaran yang digunakan untuk membimbing siswa atau sekelompok siswa.

Video tutorial akan dimanfaatkan dalam pembelajaran sebagai media

pembelajaran perakitan komputer. Tidak hanya itu, video tutorial ini dapat

digunakan melalui handphone, laptop, komputer, dan lain-lain yang diharapkan

menjadi bahan pedoman dalam pembelajaran perakitan komputer. Tentunya siswa

dipermudah saat belajar diluar kelas maupun didalam kelas dengan adanya video

tutorial. Siswa dapat mengulang video pada bagian yang belum jelas atau materi

yang belum jelas sehingga siswa akan lebih memahami materi

pembelajaran.Video tutorial ini diharapkan akan meningkatkan hasil belajar

(55)

2.2Penelitian Terdahulu

Penelitian yang relevan digunakan sebagai acuan dalam penelitian yang

akan dilakukan, untuk membedah hasil dari penelitian ini. Penelitian yang relevan

dengan penelitian ini diantaranya yaitu:

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh Yogi Nurcahyo Dinata (2013)

dengan judul Penggunaan Media Pembelajaran Video Tutorial Untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Seyegan

Pada Mata Pelajaran Menggambar Dengan Autocad yang bertujuan mengetahui

penggunaan media pembelajaran video tutorial untuk meningkatkan hasil belajar

siswa teknik gambar bangunan SMK N 1 Seyegan pada mata pelajaran

menggambar dengan autocad.

Hasil penelitiannya adalah untuk merancang pengembangan media

pembelajaran video tutorial, perlu beberapa tahapan-tahapan yang harus dilakukan

mulai dari pengumpulan informasi, membuat desain awal produk, melakukan

validasi dabn revisi produk, uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil, uji coba

lapangan, uji efektivitas, sampai produk ahir. Berdasarkan penilaian ahli media,

kelayakan media dari aspek rekayasa perangkat lunak dengan persentase 82,

857% dikatakan baik, demikian pula dengan aspek desain pembelajaran dan

komunikasi visual yang dinilai baik dengan persentase masing-masing 80% dan

82,857%. Sedangkan ahli materi menilai kelayakan dari aspek kualitas ini dan

aspek kualitas produk yang dinilai baik dengan persentase masing-masing 85%

Gambar

Gambar 2.1 Skema Kerangka Berpikir
Gambar 2 1 Skema Kerangka Berpikir . View in document p.59
Tabel 3.1 Kriteria Validitas
Tabel 3 1 Kriteria Validitas . View in document p.66
Tabel 3.2 Kriteria Reliabilitas
Tabel 3 2 Kriteria Reliabilitas . View in document p.67
Tabel 3.3 Kriteria Tingkat Kesukaran Soal
Tabel 3 3 Kriteria Tingkat Kesukaran Soal . View in document p.68
Tabel 3.4 Kriteria Daya Pembeda
Tabel 3 4 Kriteria Daya Pembeda . View in document p.69
Tabel 4.1 Rincian Kelas SMK Palebon
Tabel 4 1 Rincian Kelas SMK Palebon . View in document p.73
Tabel 4.3 Jadwal Penelitian Kelompok Kontrol
Tabel 4 3 Jadwal Penelitian Kelompok Kontrol . View in document p.75
Tabel 4.2 Jadwal Penelitian Kelompok Eksperimen
Tabel 4 2 Jadwal Penelitian Kelompok Eksperimen . View in document p.75
Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Uji Instrumen
Tabel 4 4 Rekapitulasi Hasil Uji Instrumen . View in document p.76
Tabel 4.5 Distribusi frekuensi nilai pretest kelompok eksperimen
Tabel 4 5 Distribusi frekuensi nilai pretest kelompok eksperimen . View in document p.78
Tabel 4.6 Distribusi frekuensi nilai pretest kelompok kontrol
Tabel 4 6 Distribusi frekuensi nilai pretest kelompok kontrol . View in document p.79
Gambar 4.1  Histogram nilai pretest kelompok eksperimen
Gambar 4 1 Histogram nilai pretest kelompok eksperimen . View in document p.79
Gambar 4.2 Histogram nilai pretest kelompok kontrol
Gambar 4 2 Histogram nilai pretest kelompok kontrol . View in document p.80
Tabel 4.7 Distribusi frekuensi nilai posttest kelompok eksperimen
Tabel 4 7 Distribusi frekuensi nilai posttest kelompok eksperimen . View in document p.81
Gambar 4.4 Histogram nilai posttest kelompok kontrol
Gambar 4 4 Histogram nilai posttest kelompok kontrol . View in document p.82
Tabel 4.8 Distribusi frekuensi nilai posttest kelompok kontrol
Tabel 4 8 Distribusi frekuensi nilai posttest kelompok kontrol . View in document p.82
Tabel 4.9 Uji Homogenitas
Tabel 4 9 Uji Homogenitas . View in document p.84
Tabel 4.11 Perbedaan rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok
Tabel 4 11 Perbedaan rata rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok . View in document p.85
Tabel 4.10 Perbedaan rata-rata pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok
Tabel 4 10 Perbedaan rata rata pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok . View in document p.85
Tabel 4.12 Perhitungan rata-rata  perbedaan pretest dan posttest kelompok
Tabel 4 12 Perhitungan rata rata perbedaan pretest dan posttest kelompok . View in document p.86
Tabel 4.13 Perhitungan rata-rata perbedaan pretest dan posttest kelompok kontrol
Tabel 4 13 Perhitungan rata rata perbedaan pretest dan posttest kelompok kontrol . View in document p.86

Referensi

Memperbarui...

Download now (178 pages)
Lainnya : PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Latar Belakang PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Proses Pembelajaran Kajian Teori Media Pembelajaran Kajian Teori Media Video Pembelajaran Kajian Teori Perakitan Komputer Kajian Teori Hasil Belajar Kajian Teori Video Tutorial Pembelajaran Kajian Teori Fokus Penelitian Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Penelitian Terdahulu Kerangka Berpikir PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Hipotesis Jenis dan Desain penelitian Lokasi Penelitian Waktu Penelitian Variabel Penelitian Populasi dan Sampel Instrumen Penelitian Teknik Pengumpulan Data Uji Coba Instrumen PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Teknik Analisis Data PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Profil Sekolah dan Sampel Penelitian Hasil Penelitian PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Pembahasan PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Simpulan Saran PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PERAKITAN KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK PALEBON Instalasi dan konfigurasi dasar sistem operasi